Tag Archives: jakarta

4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


Jakarta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


1. Cek Kabel Listrik

Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Periksa Tabung Gas

Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta? Siapkan Dana Segini


Jakarta

Rumah dua lantai jadi salah satu pilihan terbaik untuk membangun hunian yang nyaman. Sebab, rumah ini memiliki ruang yang cukup besar sehingga tidak terasa sempit.

Jika detikers sudah berkeluarga dan memiliki anak, rumah dua lantai tipe 45 bisa menjadi pilihan menarik. Memang tidak sebesar tipe 54 atau 60, tapi setidaknya sudah cukup untuk menampung keluarga kamu dengan nyaman.

Tertarik untuk membangun rumah dua lantai tipe 45? Pastikan kamu sudah mengetahui estimasi biaya pembangunannya agar bisa menyiapkan dana yang cukup. Untuk lebih jelasnya, simak selengkapnya dalam artikel ini.


Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta 2025

Sebelum membangun rumah dua lantai tip 45, pastikan kamu telah menghitung biayanya terlebih dahulu. Untuk biayanya sendiri dihitung per meter persegi (m2).

Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction mengatakan untuk membangun rumah dua lantai bisa menelan dana sekitar Rp 4,8-5 juta per m2. Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, sedangkan untuk daerah lain kemungkinan harganya bisa berbeda.

Biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, seperti pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat dinding. Biaya tersebut juga meliputi upah tukang borongan di Jakarta.

Namun, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari material yang dipilih. Jika sang pemilik ingin material yang harganya terjangkau maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih murah.

“Harga itu sudah include semua, cuma nggak bisa pakai model yang bagus gitu lho, jadi kaya plafon pakainya yang model flat, nggak yang drop ceiling. Terus keramik bukan yang asli punya, yang KW 1 lah, jadi semua distandarin aja,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

Perlu diingat, biaya tersebut juga hanya untuk membangun rumah serta pemasangan material standar. Untuk instalasi listrik, pagar rumah, atau pemasangan kanopi akan dikenakan biaya tambahan lagi. Besar kecilnya dana yang dibutuhkan tergantung dari material serta ukurannya.

“Pokoknya dengan biaya tersebut sudah jadi (rumah). Cuma materialnya belum yang di-upgrade ke paling bagus gitu,” jelas Wildan.

Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya lebih saat membangun rumah.

Sebagai contoh, kamu akan membangun rumah sederhana dua lantai tipe 45 di Jakarta dengan kisaran biaya Rp 4,8 juta per m2. Maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Biaya konstruksi: 90 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 432.000.000
  • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
  • Biaya darurat 15% saat membangun rumah: Rp 64.800.000

Setelah itu, kamu perlu menjumlahkan biaya konstruksi + biaya instalasi listrik + biaya darurat 15% = Rp 497.800.000.

Jadi, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp 497 jutaan untuk membangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Untuk menekan biaya, kamu bisa memilih material sederhana tapi punya kualitas yang baik.

Kembali diingatkan, rincian biaya di atas hanya merupakan estimasi sehingga dapat berbeda-beda. Selain itu, biaya tersebut tidak termasuk membeli tanah di Jakarta.

Demikian estimasi biaya bangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Tertarik untuk membangunnya?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Pasir Rangkas per 1 Truk Terbaru


Jakarta

Pasir merupakan salah satu material penting dalam konstruksi bangunan. Saat ini ada banyak jenis pasir yang umum digunakan, salah satunya adalah pasir rangkas.

Sebagai informasi, pasir ini diambil dari wilayah Rangkasbitung, Provinsi Banten. Maka dari itu dinamakan pasir rangkas karena sesuai lokasi pasir ini dihasilkan.

Pasir rangkas memiliki ciri khas tersendiri, yakni berwarna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut, tapi terdiri dari butir-butiran besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.


Pasir rangkas disebut memiliki kualitas baik sehingga kerap digunakan sebagai material bangunan. Pasir rangkas biasanya dipakai untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genteng, dan bata ringan.

Jika ingin membeli pasir rangkas untuk material bangunan, sebaiknya ketahui dulu kisaran harganya. Cek selengkapnya dalam artikel ini.

Kisaran Harga Pasir Rangkas Terbaru 2025

Secara umum, pasir rangkas dijual dalam hitungan per 1 truk. Dalam satu truk dapat mengangkut sekitar 6,5-7 meter kubik (m3) pasir rangkas.

Perlu diingat, harga pasir rangkas dapat berbeda tergantung dari ketentuan toko bangunan. Harga juga dipengaruhi oleh lokasi penjualan, sehingga harga pasir rangkas di Jakarta mungkin berbeda dengan di Bekasi.

Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Rabu (17/7/2025), berikut kisaran harga pasir rangkas terbaru 2025:

  • Pasir rangkas wilayah Jakarta: Rp 1.850.000/truk
  • Pasir rangkas wilayah Tangerang: Rp 1.850.000/truk
  • Pasir rangkas wilayah Bekasi: Rp 1.950.000/truk
  • Pasir rangkas wilayah Depok: Rp 1.950.000/truk
  • Pasir rangkas wilayah Bogor: Rp 1.825.000/truk.

Selain itu, ada juga toko bangunan yang menjual pasir rangkas dalam kondisi sudah dicuci. Berikut kisaran harganya:

  • Pasir rangkas cuci wilayah Tangerang: Rp 1.870.000/truk
  • Pasir rangkas cuci wilayah Jakarta: Rp 2.100.000/truk
  • Pasir rangkas cuci wilayah Depok: Rp 2.150.000/truk
  • Pasir rangkas cuci wilayah Bekasi: Rp 2.300.000/truk.

Sebagai catatan, harga di atas bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi, sehingga bisa terjadi perbedaan di sejumlah wilayah.

Itu dia kisaran harga pasir rangkas terbaru per 1 truk di 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Pilih Garasi atau Carport? Ini Perbandingan Lengkap Biaya & Keuntungannya


Jakarta

Memiliki garasi maupun carport diperlukan agar kendaraan bermotor yang dimiliki pemilik rumah tidak diparkir sembarangan. Apabila diparkir sembarangan tentunya bisa mengganggu pengguna jalannya.

Sejumlah pemerintah daerah bahkan mewajibkan pemilik kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor, untuk memiliki garasi. Tujuannya mencegah terganggunya fungsi jalan.

Nah, untuk menyimpan kendaraan bermotor agar tetap aman sebenarnya bisa di garasi atau carport. Keduanya terkadang dianggap sama oleh masyarakat padahal ada perbedaannya lho.


Berikut ini informasi perbedaan, kelebihan serta kekuarangan dari garasi dan carport.

Garasi

Membangun perusahaan tak harus selalu di gedung-gedung bertingkat, bahkan bisa dilakukan ditempat seperti garasi. Nggak percaya? Seperti Ini nih buktinya.Ilustrasi garasi mobil. Foto: Istimewa/scoopwhoop.com

Dilansir dari Angi, garasi merupakan bangunan tertutup dan aman yang didesain untuk tempat berteduh dan menjaga kendaraan. Garasi dibangun dengan dinding dan atap tertutup sehingga bisa melindungi kendaraan dari kondisi cuaca buruk, mencegah pencurian, dan lainnya.

Kelebihan

Kelebihan dari garasi adalah bisa memberikan perlindungan lebih pada kendaraan, terutama pada cuaca buruk. Apabila terjadi hujan, mobil maupun motor akan tetap aman tidak terkena cipratan air hujan.

Selain itu, adanya garasi bisa mencegah pencurian karena terdapat pintu yang bisa dikunci oleh pemilik rumah. Bagian garasi juga bisa menjadi area penyimpanan tambahan di rumah.

Adanya garasi di rumah juga bisa menjadi nilai tambah apabila properti tersebut ingin dijual. Sebab, calon pembeli akan merasa aman untuk menyimpan kendaraannya jika di rumah sudah ada garasi.

Kekurangan

Untuk membangun garasi butuh biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan carport. Hal itu karena desain bangunannya lebih sulit dibandingkan dengan carport.

Selain itu, garasi juga rentan berantakan apabila pemilik rumah juga menggunakannya sebagai area penyimpanan.

Carport

Atap carport/QhomeIlustrasi carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

Carport merupakan bangunan semi tertutup sebagai shelter atau tempat berteduh kendaraan. Biasanya carport memiliki atap dan menggunakan kolom, meninggalkan satu atau dua sisi terbuka.

Kelebihan

Carport jauh lebih sederhana dibandingkan garasi karena tidak banyak menggunakan material bangunan dan proses konstruksinya tidak rumit. Membangun carport juga tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan garasi.

Penggunaan carport juga cenderung membuat pemilik rumah lebih rapi karena tidak akan menggunakan bagian itu untuk menyimpan barang.

Kekurangan

Carport tidak memberikan perlindungan lebih untuk kendaraan karena tidak bisa melindungi dari cuaca buruk. Belum lagi, keamanannya juga tidak sebaik garasi yang rentan terjadi pencurian.

Lebih Baik Bikin Garasi atau Carport?

Hal itu kembali lagi ke masing-masing pemilik rumah. Yang jelas, pastikan ketersediaan lahan yang ada. Apabila lahan yang dimiliki cukup luas bisa dibangun garasi, namun jika terbatas sebaiknya dibangun carport juga sudah cukup.

“Tergantung kebutuhan dan kondisi lahan, jadi apabila kondisi lahannya memungkinkan memang disarankan ada garasi, jadi mobil bisa teduh dari panas matahari. Tapi jika tanahnya tidak cukup besar, carport adalah pilihan yang paling logis bagi mereka yang mempunyai mobil atau kendaraan yang harus disimpan di rumah,” kata arsitek Denny Setiawan kepada detikcom, Selasa (11/6/2024).

Biaya Membangun Garasi atau Carport

Pembuatan garasi biasanya cukup mahal karena struktur yang dipakai mirip seperti bangun rumah. Sementara itu, carport dibangun dengan struktur semi permanen.

Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

Sebagai contoh yang ia jelaskan pada kesempatan tersebut, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6-7 juta per meter perseginya, sementara ukuran garasi biasanya 3×6 meter atau 18 meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

“Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

Walau demikian, untuk biaya pembangunan akan dipengaruhi oleh lokasi daerah juga.

Di sisi lain, ia memperkirakan bahwa biaya untuk membangun sebuah carport terhitung jauh lebih murah, hingga setengah harga dari membangun sebuah garasi dengan ukuran yang sama. Tentunya harga ini juga akan ditentukan oleh kualitas bahan yang dipakainya.

“Untuk biaya carport sendiri tergantung dengan material yang dipakai, tapi seharusnya bisa cuman setengah harga dari bangun garasi saja, karena biasanya kan carport itu tanpa dinding atapnya pun biasanya temporer seperti kaca, atau polikarbonat. Itu sudah bisa jadi carport yang baik,” ujarnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Ukuran dan Material Lantai yang Pas buat Garasi


Jakarta

Adanya garasi diperlukan agar kendaraan yang dimiliki pemilik rumah lebih aman dan tak pusing mencari tempat parkir. Nah untuk membuat garasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Ukuran garasi yang dibangun sebenarnya bisa menyesuaikan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Kalau tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, pemilik rumah bisa membangun carport saja.

Biasanya berapa sih ukuran garasi di rumah?


Pada 2024, arsitek Denny Setiawan sempat mengatakan tidak ada rumus pasti untuk ukuran garasi. Namun, biasanya ukuran garasi yang ia gunakan untuk sebuah mobil biasanya dibangun dengan standard ukuran 3 x 6 meter atau 18 meter persegi. Apabila jumlah mobil lebih dari satu, berlaku kelipatannya.

“Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Denny memperkirakan total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebih mirip dengan biaya untuk bangun rumah. Ia mencontohkan, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

“Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

Walau demikian, biaya tersebut akan berbeda setiap daerahnya.

Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores untuk lantai garasi, contohnya seperti batu alam atau andesit, granit bertekstur, dan granit bakar. Berikut ini penjelasannya.

Lantai Batu Alam (Andesit)

Denny menilai material lantai terbaik untuk garasi adalah andesit. Hal itu karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur.

“Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

Tekstur pada lantai garasi sangat penting apalagi jika garasi dibuat miring. Tekstur tersebut akan membantu gaya gesek ban mobil agar tidak mudah tergelincir.

Lantai Granit Bertekstur

Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

“Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” tuturnya.

Lantai Granit Bakar

Selanjutnya ada lantai granit bakar. Menurut Denny, granit bakar ini salah satu yang paling mahal yang digunakan untuk lantai garasi.

“Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

Itulah ukuran dan material lantai yang pas untuk garasi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025


Jakarta

Dalam membangun sebuah rumah dibutuhkan fondasi yang kuat. Sebab, fondasi bertujuan untuk menyokong seluruh struktur bangunan yang berdiri di atasnya.

Salah satu material yang banyak digunakan sebagai fondasi rumah adalah batu kali. Batu jenis ini disebut cocok untuk struktur ringan seperti hunian tapak.

Harganya yang juga terjangkau membuat batu kali banyak dipilih masyarakat sebagai fondasi rumah. Ingin tahu harga batu kali terbaru di 2025? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Harga Batu Kali per Meter Kubik Terbaru 2025

Secara umum, batu kali dijual dalam satuan per meter kubik (m3). Namun, ada juga beberapa toko bangunan yang menjual dalam satuan per truk atau per pick up.

Untuk harga batu kali sendiri bisa berbeda-beda tergantung dari kualitas dan lokasi penjualan. Dengan begitu, terdapat perbedaan harga batu kali yang dijual di Jakarta dan Tangerang.

Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Jumat (18/7/2025), berikut kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru di 2025:

  • Batu kali belah: Rp 180.000-Rp300.000/m3
  • Batu kali belah wilayah Jakarta: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Tangerang: Rp 1.899.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Depok: Rp 1.999.000/truk (7 m3)
  • Batu kali belah wilayah Bekasi: Rp 1.899.000/truk (7 m3).

Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan toko bangunan. Biasanya, pihak toko akan memberikan harga yang lebih murah jika membeli batu kali dalam jumlah banyak untuk kebutuhan proyek konstruksi besar.

Kelebihan dan Kekurangan Batu Kali Sebagai Fondasi Rumah

Batu kali banyak digunakan sebagai fondasi rumah karena memiliki sejumlah kelebihan, seperti kokoh dan mudah didapat. Namun, ada beberapa kekurangan dari jenis batu ini yang perlu diketahui sebelum membelinya.

Mengutip catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan batu kali sebagai fondasi rumah:

Kelebihan

  • Kuat
  • Tahan lama
  • Harga relatif murah
  • Mudah didapat di banyak toko bangunan.

Kekurangan

  • Mudah timbul retakan pada bangunan
  • Perlu teliti dalam membelinya. Jika memiliih batu kali yang sempat terendam air maka dapat memengaruhi kekuatannya.

Demikian kisaran harga batu kali per meter kubik terbaru 2025 untuk fondasi rumah. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



Jakarta

Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

“Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

1. Debit Air

Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

“Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

2. Dimensi Lubang

Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

“Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

“Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

3. Waktu Pengerjaan

Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

CCTV Rentan Jadi Sasaran Serangga-Tikus, Begini Cara Rawatnya biar Tetap Aman



Jakarta

CCTV merupakan kamera pengawas yang berfungsi untuk mengawasi dan merekam segala kejadian pada suatu tempat. Perangkat elektronik ini sudah banyak dipakai di rumah-rumah sebagai alat keamanan tambahan.

Pemilik rumah bisa jauh lebih nyaman meninggalkan rumah karena ada CCTV. Penghuni rumah juga bisa menyaksikan secara langsung hasil rekaman dari aplikasi yang terhubung langsung dengan CCTV tersebut.

CCTV bukanlah barang murah sehingga harus dijaga dengan baik. Kamera CCTV harus selalu dalam keadaan aktif, tidak boleh berembun, dan kameranya harus bebas dari penghalang apa pun agar objek yang di rumah bisa terekam dengan jelas.


Menurut Solution Advisor Prayudo CCTV sebenarnya tidak membutuhkan banyak perawatan dan tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan per bulan. Kuncinya adalah pemasangannya harus benar dan sesuai standar.

Sebab, salah satu faktor yang dapat merusak sistem instalasi CCTV adalah serangga seperti semut dan hewan pengerat seperti tikus.

Instalasi CCTV bukan hanya kamera, melainkan terdapat kabel yang menghubungkan dengan instalasi listrik di rumah. Kabel tersebut terbuat dari plastik yang mudah digigit tikus. Selain itu, kabel yang hangat atau panas menarik perhatian serangga.

“Kalau perihal kabel, mungkin pakai pipa supaya mencegah digigit tikus misalnya, atau seperti apa. Jadi yang pasti yang pertama dari awal adalah instalasi (pemasangan harus benar). Begitu instalasinya benar, maka maintenance bisa lebih fleksibel,” ujar pria yang disapa Yudo dalam acara pembukaan Axos Solution Center di Jakarta, pada Kamis (14/8/2025).

Yudo mengatakan belum ada cara untuk mendeteksi CCTV yang diserang hewan. Oleh karena itu, pemasangan CCTV harus sesuai standar dan kabel-kabel harus aman dengan dipasang pipa tambahan sepanjang kabel.

Selain perlindungan pada kabel, penempatan CCTV juga harus berada di tempat yang bersuhu normal. Yudo mengatakan tiap produk CCTV memiliki batas berbeda-beda, tetapi untuk produk dari Axis Communications bisa tahan dari suhu paling rendah -40 derajat celcius dan paling tinggi 65 derajat celcius.

Yudo mengatakan CCTV milik Axis Communications dapat bertahan selama 5 tahun. Akan ada pengecekan berkala setelah CCTV dipasang dalam 6 bulan atau setahun sekali. Cara ini sudah diterapkan pada perawatan instalasi CCTV di kawasan perkantoran dan perindustrian.

“Kondisi yang mungkin terlalu ekstrim, perubahan suhu karena terkadang ada musim pancaroba misalnya, sehingga muncul mungkin embun dan lain-lain. (Perawatan) lebih ke di-checking, lebih ke preventive maintenance. Ini juga mungkin suatu yang menjadi key fokusnya AXIS di sini,” jelasnya.

Selain itu, Yudo menyarankan untuk mencari CCTV yang memiliki sistem pemberitahuan apabila kamera tidak berfungsi. Produk Axis Communication terdapat sistem analitik untuk mendeteksi kamera dapat menangkap gambar atau tidak. Dengan begitu apabila CCTV tidak berfungsi dapat langsung dicek dan diperbaiki.

“Kadang kan kalau tidak ada deteksi dari kamera, kita anggap semua baik-baik saja. Oh ini nggak ada pop-up (nggak ada objek yang muncul) nih, oke aman. Padahal bisa jadi nggak ada pop-up karena memang kameranya nggak lihat apa-apa. Jadi begitu kameranya dapat view yang tidak sesuai, akan dapat ke-allert (memperingati) dengan analitik dan itu free diinput di dalam kamera,” ungkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Bentuk CCTV Indoor dan Outdoor di Rumah Berbeda, Begini Anjurannya



Jakarta

Saat ini keberadaan CCTV sangat penting untuk keamanan di rumah. Perangkat ini dapat mengawasi kegiatan yang terjadi di rumah dan sekitarnya selama 24 jam.

Keberadaannya yang semakin digandrungi dan dibutuhkan membuat banyak produsen berlomba membuat produk CCTV dengan berbagai macam spesifikasi dan kelebihan. Tidak hanya berupa kamera, produk saat ini juga dilengkapi dengan program untuk mendeteksi objek tertentu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, CCTV yang bisa mendeteksi pergerakan mencurigakan, CCTV untuk mengawasi orang sakit, atau CCTV yang dapat mendeteksi kemunculan api atau panas berlebih.

Lantas, apabila ingin memasang CCTV di rumah, spesifikasi seperti apa yang bakal cocok?


Solution Advisor Axis Communications Prayudo mengatakan sebenarnya tidak ada aturan khusus dan mengikat untuk pemilihan jenis CCTV. Perangkat ini perlu disesuaikan dengan estetika rumah atau interior.

Ia memberikan tips cara memilih CCTV yang akan terlihat bagus di rumah. Menurutnya terdapat 2 jenis CCTV berbeda yang dapat digunakan untuk indoor dan outdoor.

1. CCTV Indoor

Kamera CCTV domeKamera CCTV dome Foto: Sekar Aqillah Indraswari

Yudo menyebutkan model CCTV bulat seperti ini sering menjadi pilihan untuk area indoor. CCTV ini disebut dengan dome. Modelnya seperti setengah lingkaran di mana bagian yang rata menempel pada dinding. Bagian bawahnya yang bulat dilapisi dengan penutup bening agar objek di depan kamera dapat terlihat dengan jelas. Kameranya bisa berputar 180 atau 360 derajat.

Alasan CCTV dome lebih cocok untuk bagian dalam rumah adalah tampilannya yang tidak mencolok. Bahkan bagian badannya bisa dicat disesuaikan dengan warna ruangan.

“Kelebihan dari dome adalah orang yang ada di sana tidak tahu kamera ini mau (menyorot) ke mana. Di sisi lain, secara bentuk akan lebih blending. Bahkan untuk Axis sendiri itu body-nya bisa di-painting, bisa dicat. Kita juga ada painting instruksinya juga,” kata Yudo dalam acara pembukaan Axis Solution Center di Jakarta, pada Kamis (14/8/2025).

2. Kamera Outdoor

Kamera CCTV bulletKamera CCTV bullet Foto: Sekar Aqillah Indraswari

Sementara itu, untuk bagian luar rumah atau outdoor disarankan memakai kamera CCTV yang berbentuk lonjong seperti leher kamera telezoom. Sebutan untuk bentuk CCTV ini adalah CCTV bullet.

Menurut Yudo, bentuk CCTV bullet cukup mengintimidasi seperti menyorot langsung pada objek sehingga cocok untuk diletakkan di luar ruangan. Selain itu, kamera harus bisa menyorot objek dengan jelas tanpa terganggu oleh cahaya matahari yang lebih terang.

“Biasanya kalau di outdoor akan lebih berfokus bagaimana kita bisa merespon terhadap cahaya dari backlight. Karena outdoor itu kan backlightnya lumayan kenceng. Jadi bagaimana objek bisa mendapatkan detail walaupun ada backlight,” ujar Yudo.

3. Pilih CCTV yang Tidak Mudah Hancur

Yudo mengungkapkan CCTV harus memiliki ketahanan terhadap beban pada bagian pelindungnya. Skala standar internasional IEC 62262 internasional mengelompokkan nilai ketahanan tersebut dalam sebutan IK. Nilai ketahanan paling tinggi saat ini rata-rata IK10. Namun, Yudo mengungkapkan saat ini sudah muncul juga IK11. Namun, belum banyak produk yang mencapai level ini.

Produk Axis Communications sendiri sudah mencapai IK10. CCTV ditekan beban 5 kg tidak mengalami kerusakan atau pun retak. Yudo mengatakan untuk CCTV dome, pelindung terluar terbuat dari bahan polycarbonate berkualitas sehingga keras dan tidak mudah dihancurkan.

4. Konsultasi Sebelum Membeli CCTV

Hal terpenting ketika hendak membeli CCTV adalah mengetahui lokasi, jumlah, dan harga per unit. Country Manager Axis Communications Johny Dermawan mengungkapkan konsumen dapat berkonsultasi atau membuat simulasi secara online dan gratis melalui laman axis.com. Kemudian, untuk para distributor atau reseller bisa mengunjungi Axis Solution Center di Jakarta.

“Fasilitas ini berfungsi sebagai galeri teknologi yang menampilkan inovasi terkini untuk menjawab tantangan sistem keamanan. Solution Center ini juga menjadi pusat demonstrasi di mana mitra dan pelanggan dapat secara langsung merasakan produk-produk Axis Communications,” jelas Johny.

Produk dari Axis saat ini bukan hanya CCTV, melainkan ada speaker, interkom jaringan, dan manajemen video.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Mau Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai Tipe 36? Siapkan Dana Segini


Jakarta

Rumah minimalis merupakan salah satu hunian yang diimpikan banyak orang. Meski terlihat sederhana dan tidak luas, tapi rumah minimalis dianggap sudah nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

Ada berbagai tipe rumah minimalis yang populer saat ini, salah satunya adalah rumah minimalis 1 lantai tipe 36. Tipe rumah ini umumnya terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi, sehingga sudah cukup untuk menampung empat anggota keluarga.

Apabila kamu berencana membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36, sebaiknya cari tahu dulu estimasi biayanya. Hal ini untuk mencegah overbudget karena tidak dihitung secara rinci sejak awal.


Ingin tahu berapa estimasi biaya membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36? Simak rincian biayanya dalam artikel ini.

Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 1 Lantai Tipe 36 di 2025

Jika detikers tidak memiliki dana yang besar untuk membangun hunian, memilih rumah minimalis 1 lantai tipe 36 bisa menjadi opsi terbaik. Rumah tipe ini dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter.

Tim konstruksi Rebwild Construction Wildan mengatakan biaya bangun rumah minimalis standar 1 lantai untuk tipe 36 sekitar Rp 4,5 juta per m2. Harga tersebut bisa berbeda-beda tergantung dari lokasinya.

“Kalau misalkan ikut harga arsitek tuh sekitar Rp 6 jutaan start-nya, cuma kalau di kami mulai dari Rp 4,5 jutaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

Sebagai catatan, harga tersebut berlaku di wilayah Jakarta pada 2025. Jika di daerah lain harganya mungkin bisa lebih murah, mulai dari Rp 3,8-4 jutaan per m2.

Dengan banderol Rp 4,5 juta per m2 sudah termasuk seluruh bahan bangunan yang digunakan, mulai dari pasir, semen, genteng, batu bata ringan, hingga cat. Biaya tersebut juga termasuk upah tukang borongan.

Kata Wildan, harga tersebut sudah bisa membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 dengan menggunakan bahan material yang bagus. Misalnya, bagian atap menggunakan baja ringan dan dinding pakai batu bata ringan (hebel).

“Jadi yang bikin mahal naik atau turunnya (harga) itu dari material finishing kayak keramik lantai, keramik dinding, terus plafonnya mau pakai apa, lalu lampu maunya jenis apa, stop kontaknya mau yang biasa atau bagus,” ujarnya.

Akan tetapi, biaya tersebut hanya untuk membangun rumah dan membeli material bangunan. Sedangkan untuk instalasi listrik, membuat taman, pagar rumah, atau memasang kanopi maka butuh biaya tambahan lagi. Besar kecilnya dana yang dibutuhkan juga tergantung dari material serta luasnya.

Selain itu, biaya di atas hanya untuk membangun rumah, belum termasuk membeli tanah. Perlu diingat, harga tanah juga bisa berbeda-beda tergantung dari wilayahnya.

Sementara itu, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki menyebut ada dana lain yang harus disiapkan saat membangun rumah, yakni dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan biaya bangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 di kisaran Rp 4,5 juta per m2, maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Biaya konstruksi: 36 x Rp 4.500.000 = Rp 162.000.000
  • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
  • Biaya tak terduga 15%: Rp 24.300.000

Kini, tinggal hitung seluruh biaya konstruksi + biaya instalasi + biaya tak terduga: Rp 162.000.000 + Rp 500.000 + 24.300.000 = Rp 186.800.000.

Jadi, detikers perlu menyiapkan dana sekitar Rp 186.800.000 untuk membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36. Jika kamu ingin mengusung konsep minimalis modern atau hunian ala Japandi style, mungkin biaya yang dibutuhkan bisa lebih besar.

Itulah estimasi biaya membangun rumah minimalis 1 lantai tipe 36 di Jakarta pada 2025. Tertarik untuk membangun rumah sendiri?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com