Tag Archives: musim hujan

Udara Lembap di Musim Hujan, Jangan Sembarangan Gunakan Humidifier di Rumah!



Jakarta

Musim hujan identik dengan udara yang lebih dingin, basah, dan lembap. Pada saat inilah terkadang rumah menjadi kurang nyaman baik karena udara yang terlalu lembap, ruangan terasa dingin dan pengap, atau bahkan sebagian orang merasa kulit dan saluran napas menjadi kering akibat sering menutup ventilasi. Kondisi ini membuat orang mencari cara agar udara tetap nyaman, salah satunya dengan menggunakan humidifier.

Humidifier atau pelembab udara merupakan alat yang berfungsi untuk menambah kelembaban udara di dalam ruangan. Alat ini bekerja dengan cara menyemprotkan uap air dalam bentuk kabut halus. Penggunaannya saat suhu udara di dalam ruangan terasa kering atau di ruangan ber-AC, karena mampu membantu meredakan bibir dan kulit kering.

Namun, ketika musim hujan tiba dan kelembaban alami ruangan sedang tinggi, apakah humidifier tetap bermanfaat atau malah memperburuk keadaan? Dilansir melalui Medical News Today, berikut penjelasan lengkapnya.


Musim Hujan dan Kegunaan Humidifier Saat Hujan

Pada dasarnya, humidifier memang berfungsi sebagai penambah kadar uap air yang akan disemprotkan ke dalam ruangan melalui kabut halus. Sehingga, alat ini memang berguna saat udara terlalu kering. Tidak hanya membantu mengatasi bibir dan kulit kering, humidifier juga dapat membantu meringankan iritasi mata, kekeringan pada tenggorokan, hingga saluran napas yang terganggu.

Akan tetapi, saat musim hujan seringkali kita mendapati kondisi sebaliknya. Udara akan semakin lembab, suhu menjadi dingin, dan ventilasi semakin minim karena dibatasi untuk mencegah air hujan masuk ke dalam ruangan. Lantas, keputusan untuk menggunakan humidifier saat musim hujan tidak dapat langsung dianggap perlu, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi udara di dalam rumah.

Kondisi Rumah yang Masih Membutuhkan Humidifier Meskipun Saat Hujan

Meskipun terkesan kontradiktif, ternyata terdapat kondisi khusus di mana penggunaan humidifier bisa sangat membantu. Ketika tinggal di rumah yang sangat rapat ventilasi udaranya, ditambah dengan penggunaan AC atau pemanas ruangan, hal itu akan membuat udara menjadi kering, meskipun sedang hujan.

Selain itu, saat musim hujan di Indonesia yang beriklim tropis, terkadang ruangan tetap terasa kering walaupun udara luar menjadi lembap. Karena jendela sebagai ventilasi ini ditutup, humidifier dapat membantu menjaga kelembapan dalam ruangan agar tetap ideal.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan humidifier bukan berarti dapat digunakan kapan saja. Penempatan, jenis humidifier, serta kondisi lingkungan harus diperhatikan agar humidifier tidak malah membahayakan keadaan.

Kondisi Saat Penggunaan Humidifier Perlu Dihindari

Ada banyak kondisi yang tidak menganjurkan penggunaan humidifier saat musim hujan. Kondisi ini akan berpotensi membahayakan kesehatan dan bisa merusak lingkungan rumah jika diteruskan. Ketika kelembapan dalam ruangan sudah tinggi, di atas 50%-60% menggunakan humidifier hanya akan memperbesar risiko jamur, tungau debu, dan kondensasi.

Berdasarkan artikel dari Medical News Today, penggunaan humidifier di ruangan yang sudah lembap dapat meningkatkan kadar kelembapan secara berlebihan. Kondisi ini tidak hanya memicu pertumbuhan jamur, tetapi juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan memperburuk gejala alergi.

Selain itu, jika ruangan sudah terlihat memiliki dinding yang berembun atau dapat terlihat noda jamurnya, penggunaan humidifier juga tidak disarankan. Karena hal tersebut membuat kelembapan udara dalam ruangan menjadi tidak terkontrol. Kelembapan yang tidak terkontrol ini dapat mengundang banyak permasalahan seperti bau, kerusakan kayu, hingga gangguan pernapasan.

Tips Aman Penggunaan Humidifier di Musim Hujan

Agar penggunaan humidifier di musim hujan tetap aman dan efektif, berikut beberapa tips praktis yang dapat diterapkan.

  • Selalu pantau kelembapan udara dalam ruangan menggunakan hygrometer. Idealnya berada di kisaran 40%-50% di dalam rumah. Kelembapan yang terlalu tinggi justru bisa berbahaya.
  • Gunakan air yang tepat, seperti air suling atau demineralisasi. Kandungan mineral air yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Memperhatikan jenis dan penempatan humidifier juga penting untuk dilakukan. Model humidifier yang menghasilkan uap panas, dapat berbahaya untuk anak kecil. Tempatkan humidifier yang menggunakan air panas, jauh dari jangkauan anak kecil.
  • Jika ruangan terasa lembap atau ada tanda munculnya embun dan jamur, matikan humidifier dan pertimbangkan dengan menggunakan dehumidifier (pengering udara) atau dengan meningkatkan sirkulasi melalui ventilasi sebagai alternatif.

Dengan memahami kapan humidifier bermanfaat dan kapan harus dihentikan, kita dapat menjaga kualitas udara di rumah tetap sehat selama musim hujan berlangsung.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Jenis Atap Rumah yang Mudah Rusak dan Lepas Saat Hujan Angin



Jakarta

Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan fenomena tersebut disebabkan karena memasuki fase peralihan musim atau pancaroba, dari musim kemarau menuju musim hujan.

Salah satu ancaman ketika terjadi hujan deras disertai angin adalah kondisi atap rumah. Banyak kejadian akhir-akhir ini, atap bangunan lepas atau rusak terbawa angin.

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, mengatakan di tengah musim hujan disertai angin seperti ini memang harus sering mengecek kondisi atap rumah. Material atap yang ringan seperti spandek, seng, dan asbes merupakan jenis yang rentan rusak dan lepas terbawa angin.


Ia mengatakan lebih baik mengganti jenis atap yang memiliki bobot yang lebih berat, seperti genteng tanah liat dan genteng beton. Apabila mencari atap yang kuat, tetapi dengan harga yang lebih murah dari genteng, Wildan menyarankan untuk memakai jenis Unplasticized Polyvinyl Chloride (UPVC), yakni atap yang terbuat dari plastik padat yang lebih kokoh dan kaku.

“Mungkin ke UPVC kali ya, yang single layer. Kalau yang double layer agak mahal soalnya atau spandek. Asal pemasangannya betul itu bisa jadi opsi utama,” kata Wildan kepada detikcom pada Rabu (29/10/2025).

Cara Mengetahui Kondisi Atap yang Rentan Terbawa Angin

Wildan mengatakan tanda-tanda paling jelas untuk mengetahui atap rentan rusak adalah terdengar suara berisik seperti gemuruh atau bergetar setiap terkena angin.

“Kayak mau lepas kena angin, oglak dia, goyang-goyang gitu,” ujar Wildan.

Untuk mencegah atap terbang atau rusak saat hujan angin, kata Wildan, lakukan pengecekan secara berkala dan lihat setiap baut pengikat sudah kencang atau longgar. Lalu, cek juga apakah ada retakan dan celah bocor. Sebab, celah tersebut bisa membuat retakan panjang pada atap saat menerima tekanan ketika terjadi hujan angin.

“Yang paling penting pengecekan berkala karena kadang si atapnya sudah ngasih tanda-tanda kerusakan tapi ownernya (pemiliknya) yang suka nggak peka,” jelasnya.

Itulah jenis atap yang rentan rusak saat hujan angin dan penggantinya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Cepat Keringkan Pakaian Saat Musim Hujan


Jakarta

Belakangan ini sejumlah daerah di Indonesia diguyur hujan lebat. Hal tersebut bisa membuat pakaian di rumah semakin lama kering.

Untuk mengeringkan pakaian tentu perlu sinar matahari dan angin. Tapi saat hujan turun, tidak mungkin ada sinar matahari yang bisa membantu mengeringkan pakaian.

Lalu, bagaimana caranya mengeringkan pakaian saat musim hujan?


1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini.

– Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

– Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

– Bersihkan ventilasi mesin pengering

– Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

– Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

2. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

Pada cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

“Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

3. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

“Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, penghuni rumah bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Kaki Seribu Muncul saat Musim Hujan, Begini Cara Cegahnya


Jakarta

Saat musim hujan, berbagai hewan terkadang muncul di rumah, salah satunya kaki seribu. Hewan yang satu ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia tapi ada saja penghuni rumah yang ingin mengusirnya.

Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka menyukai tempat yang lembap dan gelap. Kaki seribu juga tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.

Tapi, bukan tanpa alasan kaki seribu masuk ke rumah lho. Berikut ini penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

Karena kaki seribu menyukai tempat yang sejuk dan lembap, jangan heran kalau mereka tiba-tiba muncul di rumah. Biasanya, karena hujan terlalu lebat menyebabkan lingkungan yang basah membuat mereka mencari tempat berteduh. Kaki seribu menyukai ruangan sempit, dingin, gelap, dan lembap.

Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

Penghuni tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk mencegah kaki seribu masuk rumah. Berikut ini informasinya.

Hilangkan Genangan Air

Salah satu cara untuk mencegah kaki seribu masuk ke dalam rumah adalah dengan memeriksa genangan air di sekitar fondasi. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu.

Jika ada kerat atau pipa yang bocor, segera perbaiki. Lalu, pasang pelindung percikan, saluran pembuangan atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

Hilangkan Kelembapan

Langkah selanjutnya adalah periksa fondasi rumah. Singkirkan apa pun yang dapat menyebabkan kelembapan. Lalu, bersihkan tempat persembunyian kaki seribu, misalnya membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

Tutup Celah Rumah

Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Segera tutup semua retakan pada dinding fondasi untuk mencegah mereka masuk melalui celah-celah di rumah.

Itulah penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Waspada! Ternyata Got Bisa Longsor dan Bikin Rumah Roboh



Jakarta

Saat musim hujan, bukan hanya kondisi bangunan yang harus dicek berkala, melainkan drainase atau got di depan rumah. Sebab, jalur utama air hujan mengalir dan tertampung ketika hujan adalah got atau drainase tersebut.

Bencana yang akan terjadi apabila ada masalah pada drainase bukan hanya banjir, melainkan ada potensi terjadi tanah longsor dan rumah retak karena permukaannya yang menurun. Hal ini jauh lebih berbahaya daripada banjir karena keseluruhan struktur bangunan bisa terancam apabila struktur tanahnya longsor.

Kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat memberikan gambaran bahwa ketika hujan, debit air yang mengalir di dalam got atau drainase akan meningkat. Hakikatnya got tersebut pasti dibuat agak menurun agar air dapat cepat bergerak. Semakin miring kontur tanah dan gotnya, maka debit air yang lewat di drainase tersebut semakin cepat.


Debit air tersebut dapat menggerus tanah. Semakin deras debit airnya, tanah di permukaan got akan semakin mudah terkikis terbawa air. Oleh karena itu, jika detikers perhatikan, sekarang semakin banyak got atau drainase sudah ditutup semen, beton, atau material yang lebih tahan air.

“Kalau sudah kecepatan arus tinggi, pasti akan timbulkan gesekan di badan saluran. Makanya salurannya itu harus gorong-gorong beton, harus ada pasangan batu kalinya. Kalau nggak ada, tanah itu akan dikit-dikit tergerus. Tergerus sesuai dengan arah aliran. Kalau di dekatnya ada bangunan, dia akan menggerus terus di bawahnya bangunan. Bangunannya akan kena,” kata Taufid saat dihubungi detikcom pada Rabu (12/11/2025).

Untuk mengamankan dari gerusan tersebut, kata Taufiq, badan got atau drainase harus dipasang pelindung, seperti beton, batu kali, turap baja, hingga cerucuk bambu.

Selain melindungi badan got, antara rumah dengan jalan raya juga sebaiknya ada ruang kosong untuk serapan air. Mengenai jaraknya, kata Taufiq, mengikuti dengan aturan dari Garis Sempadan Bangunan (GSB), yakni jarak terdekat bangunan terhadap tepi jalan. Jarak ini dihitung dari batas terluar ruang milik jalan (rumija) hingga batas terluar muka bangunan. Dengan kata lain, wilayah GSB tidak boleh dibangun bangunan.

Mengutip dari laman Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum, lahan yang boleh dan tidak boleh dibangun dan berfungsi sebagai daerah hijau dan resapan air: rumah di tepi jalan raya memiliki GSB 3 meter, sehingga diperbolehkan membangun sampai batas 3 meter tepi jalan raya.

Terakhir, Taufiq mengungkapkan got atau drainase tidak bisa dibuat sembarangan, lebar dan tingginya harus menyesuaikan dengan besar debit air yang lewat setiap saat.

Cara perhitungannya adalah dengan menjumlahkan debit air dari daerah aliran sungai (DAS) dan air dari limbah rumah tangga.

“Jadi debit air yang diakibatkan karena hujan itu berapa. Dari debit air bisa diukur kalau misalnya lebar salurannya itu satu meter, tingginya akan berapa. Nah kayak gitu, itu ada perhitungannya semua,” terangnya.

Kemudian, air limbah rumah tangga merupakan air kotor yang dibuang ke got atau drainase, seperti setelah mencuci piring, mandi, memasak, hingga mencuci pakaian. Namun, kontribusinya tidak sebesar DAS karena biasanya yang menyebabkan banjir adalah air dari daerah aliran sungai.

“Yang paling besar ya dari hujan. Yang menyebabkan banjir kan nggak ada dari buangan rumah tangga, nyuci piring, nyuci baju itu jadi banjir, kan nggak ada. Ada juga kalau salurannya mampet tergenang. Tapi kalau banjir atau peristiwa yang itu tadi biasanya karena ada hujan yang besar, terus saluran tidak menampung, kemudian airnya itu bisa merusak badan saluran dan bisa juga menimbulkan banjir,” jelasnya.

Itulah hal-hal yang harus diperiksa dari got atau drainase di depan rumah agar tidak membahayakan rumah, terutama ketika musim hujan. Semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


Jakarta

Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

1. Hindari Genangan Air

Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

3. Siapkan Cahaya Tambahan

Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

5. Ikat Tanaman Agar Kuat

Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

7. Cegah Erosi Tanah

Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

8. Periksa Tanaman Secara Berkala

Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

Musim Hujan, Pahami Cara Berkendara Lewati Genangan Air dengan Aman



Jakarta

Hujan deras kembali melanda sebagian wilayah Indonesia akhir-akhir ini dan diperkirakan masih akan berlanjut di bulan Februari. Pengendara mobil harus waspada dengan genangan air yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada mesin.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, genangan air dapat terjadi di mana saja, khususnya di area yang permukaan jalannya rendah, atau dekat dengan sungai. Genangan air dapat pula muncul di jalan yang sistem drainasenya bermasalah sehingga limpahan air hujan tidak bisa masuk selokan pembuangan air.

Meski kelihatannya tidak terlalu tinggi, detikers tetap wajib mewaspadai genangan air. Water hammer adalah risiko paling berbahaya lantaran dapat membuat komponen di dalam mesin jebol. Kamu bisa terlibat kecelakaan, seperti mobil terperosok ke dalam lubang atau menabrak kendaraan lain di depan yang mogok.


Meskipun pintu sudah ditutup rapat, bukan berarti air tidak dapat masuk ke dalam kabin mobil. Celah sempit pada bodi mobil sudah cukup sebagai jalan masuk air lantaran tekanannya yang sangat tinggi. Tidak kalah penting, ada risiko klaim asuransi atas kerusakan mobil akibat banjir bisa ditolak karena dikategorikan sebagai kelalaian yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.

Tips Melewati Genangan Air yang Mudah dan Aman

Jalan terbaik adalah kamu harus menghindari jalan yang tergenang air. Masalahnya adalah bukan perkara mudah mencari jalan alternatif, apalagi bila nyaris seluruh wilayah terendam banjir. Pelajari kondisi genangan air dengan memperhatikan patokan yang mudah terlihat seperti tinggi trotoar atau tanggul jalan.

Ketinggian sekitar setengah ban mobil masih aman untuk dilalui. Waspada arus kencang atau jalan berlubang. Biasanya, area bahu jalan yang dekat saluran air lebih tinggi genangan airnya, untuk itu hindari area tersebut. Namun bisa saja justru lajur paling kanan yang paling tinggi genangan airnya, khususnya di jalan tol yang multi lajur. Amati dengan seksama sebelum melintasinya.

Jalankan mobil secara perlahan dan jangan bermain ponsel supaya tetap fokus. Injak pedal gas secara halus dan jaga di putaran mesin sekitar 2.000 rpm. Buat mobil manual, pertahankan transmisi di gigi 1, sementara mobil matic bisa pindahkan ke mode manual dan pilih gigi 1.

Hindari mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan air masuk ke dalam ruang mesin. Kamu bisa melepaskan injakan pada pedal gas untuk mengurangi kecepatan dan menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobil secara perlahan.

Jangan terlalu dekat dan tetap jaga jarak aman dengan mobil di depan karena ada ombak yang tercipta dan bisa naik ke mobil. Selain itu, jarak aman memberikan ruang buat menghindar kalau mobil di depan mogok.

Setelah bebas dari genangan air, tekan perlahan pedal rem dengan kaki kiri untuk mengeringkan dan memastikan rem tanpa masalah. Lakukan beberapa kali sampai yakin rem mobil sudah berfungsi normal. Perhatikan panel instrumen dari kemungkinan indikator yang menyala.

“AutoFamily tidak boleh meremehkan genangan air di jalan akibat hujan deras. Salah perhitungan bisa menimbulkan masalah seperti terperosok lubang, air masuk ke dalam kabin, hingga mesin jebol. Perhatikan genangan air, lewati dengan baik dan tidak buru-buru. Servis berkala di bengkel Auto2000 memastikan mobil dapat melewati berbagai kondisi jalan dengan baik, order via website Auto2000.co.id,” terang Yagimin, Chief Marketing Auto2000, Kamis (30/1/2025).

(lua/dry)

Sumber : oto.detik.com

Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / obi

5 Starter Pack Berkendara di Musim Hujan dari Brand Lokal



Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia terjadi di Januari-Februari 2024. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi para pengendara, baik mobil maupun motor.

Berkendara di musim hujan memiliki tantangan tersendiri. Selain kondisi jalan yang licin, hujan juga bisa menyebabkan visibilitas menjadi terbatas, sehingga penting bagi pengemudi untuk memastikan kendaraannya selalu dalam kondisi prima agar dapat berkendara saat musim hujan dengan lebih aman.

“Tokopedia selalu berupaya mempermudah masyarakat untuk dapat menemukan segala kebutuhan sehari-hari termasuk produk otomotif, diantaranya aksesori kendaraan mobil dan motor, lewat kampanye Tokopedia Garage,” kata Associate Vice President of Category Development Tokopedia Fransiscus Leo Chandra dalam keterangan tertulis, Senin (12/2/2024).


“Kehadiran kampanye Tokopedia Garage, di sisi lain, turut menciptakan tren belanja online tersendiri untuk kategori Otomotif. Produk body motor, produk wax dan pembersih kendaraan, lampu motor, lampu mobil hingga radiator dan komponen mobil merupakan beberapa produk yang paling laris di kategori Otomotif pada 2023 (periode data Januari-September 2023),” sambungnya.

Tokopedia melalui Fransiscus pun membagikan lima rekomendasi aksesori kendaraan mobil dan motor yang bermanfaat dan membuat berkendara saat musim hujan lebih aman dan nyaman.

1. Pastikan Punya Helm Sesuai SNI dan Siapkan Ban Cadangan

Aksesori keselamatan seperti helm dengan standar sesuai SNI wajib dimiliki pengendara motor. Aksesori keselamatan ini dapat membantu tetap aman di jalan raya, bahkan saat kondisi hujan yang deras.

Masyarakat dapat memiliki helm SNI dari berbagai dari brand lokal di Tokopedia, contohnya Cargloss.

Bagi pengendara mobil, ban cadangan wajib disediakan dalam bagasi sebagai antisipasi jika terjadi kebocoran. Pastikan tekanan angin ban mobil dalam kondisi ideal sebelum mengemudi.

“Selama bulan Januari 2024 saat musim hujan, nilai transaksi produk helm di Tokopedia naik hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan penjualan di hari biasa di luar musim hujan,” kata Fransiscus.

2. Jaga Kebersihan Kendaraan dengan Kain Lap Microfiber dan Wiper

Selain bermanfaat untuk menjaga keselamatan, kain lap dan wiper menjadi dua aksesori penting untuk menjaga kebersihan kendaraan. Pemilihan jenis kain lap mobil maupun motor juga penting untuk diperhatikan.

Pilihlah kain lap dengan bahan microfiber yang cenderung lembut dan tidak mudah menggores permukaan kaca atau body mobil maupun motor.

Jangan lupa mengganti karet wiper secara berkala agar tetap elastis dan dapat membersihkan air hujan dengan efektif. Masyarakat bisa mendapatkan wiper dan kebutuhan kebersihan untuk kendaraan dari berbagai brand lokal, termasuk Carinn Store dan Nanotech Protection di Tokopedia.

“Penjualan produk wiper mobil di Tokopedia naik lebih dari 2 kali lipat selama Januari 2024 dibandingkan dengan penjualan di hari biasa di luar musim hujan,” kata Fransiscus.

3. Pakai Stiker atau Spray Anti Fog untuk Jaga Visibilitas Saat Berkendara

Stiker atau spray anti fog bisa juga merupakan contoh aksesori kendaraan yang sangat bermanfaat saat musim hujan. Stiker atau cairan spray anti fog biasanya memiliki lapisan khusus yang dapat mengurangi atau mencegah terbentuknya embun pada permukaan kaca kendaraan sehingga dapat memastikan visibilitas yang lebih baik.

Di Tokopedia sendiri ada berbagai pilihan stiker atau spray anti fog buatan brand lokal untuk kaca helm atau kaca mobil, misalnya Oxide.

“Data internal Tokopedia menunjukkan penjualan produk stiker anti fog mengalami kenaikan hampir 2 kali lipat selama Januari 2024 dibandingkan dengan penjualan di hari biasa di luar musim hujan,” jelas Fransiscus.

4. Siapkan Jas Hujan atau Payung

Bagi pengendara motor, pilihlah jas hujan yang ukurannya sesuai dengan tubuh untuk melindungi dari air hujan dan hindari menggunakan jas hujan model ponco dengan ukuran yang terlalu panjang. Bagi pengendara mobil, disarankan untuk selalu menyediakan payung di bagasi mobil, apalagi saat musim hujan.

Tokopedia menyediakan berbagai contoh brand lokal pembuat jas hujan, salah satunya Respiro asal Madiun. Ada juga brand lokal asal Bandung, Ame Raincoat, yang menawarkan jas hujan dan jaket parka yang sangat fungsional sekaligus mendukung style naik motor tetap fashionable di tengah hujan.

“Di Tokopedia sendiri, penjualan jas hujan naik hampir 7 kali lipat selama Januari 2024 dibandingkan dengan penjualan di hari biasa di luar musim hujan. Sedangkan penjualan payung mengalami kenaikan transaksi hampir 3 kali lipat di periode yang sama,” papar Fransiscus.

5. Perhatikan Kampas Rem, Busi Motor dan Aksesori Performa Kendaraan

Pastikan performa kendaraan selalu terjaga, terutama saat musim hujan, dengan rutin memeriksa kondisi aksesori atau perlengkapan kendaraan. Berbagai perlengkapan yang perlu dicek di antara lain adalah kampas rem hingga busi motor.

Pilih kampas rem dengan daya pengereman yang lebih baik, ketahanan yang lebih tinggi dan responsivitas yang lebih baik. Performa kampas rem yang baik umumnya terbuat dari bahan yang lebih keras dan tahan panas.

Masyarakat dapat membeli kampas rem motor di berbagai brand lokal di Tokopedia, salah satunya Kyta Store.

“Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Jasa Pasang Otomotif di Tokopedia dimana masyarakat bisa membeli produk dan mendapatkan jasa pasang aksesori atau onderdil kendaraan oleh mekanik yang disediakan oleh penjual atau oleh mitra bengkel Tokopedia,” pungkasnya.

(akd/ega)



Sumber : oto.detik.com

7 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Berkendara di Musim Hujan


Jakarta

Berkendara selama musim hujan harus ekstra hati-hati. Pasalnya, kendaraan bisa sulit dikendalikan lantaran daya cengkeram ban berkurang dan tingkat visibilitas yang buruk saat hujan turun.

Gegabah saat menyetir di kala hujan bisa berisiko celaka yang berujung mengancam keselamatan. Karena itu, penting bagi pengendara menghindari sederet hal yang mampu menimbulkan bahaya. Apa saja?

7 Hal yang Mesti Dihindari saat Berkendara di Musim Hujan

Dilansir laman Top Gear, Auto2000, dan catatan detikcom, berikut sejumlah hal yang tidak boleh dilakukan pengendara ketika hujan:


1. Tidak Mengecek Kondisi Kendaraan

Kondisi mobil terutama ban harus optimal selama mengemudi di musim hujan. Untuk mengetahui baik buruknya kondisi kendaraan, tentu saja pengecekan rutin perlu dilakukan.

Pastikan seluruh komponen kendaraan baik dan tidak ada yang aus. Periksa kondisi telapak ban dan pastikan cukup tebal serta terpompa dengan tekanan angin yang sesuai agar bisa melaju pada permukaan jalan yang licin.

2. Berkendara dengan Kecepatan Tinggi

Permukaan jalan menjadi basah dan licin saat hujan sehingga traksi ban dengan jalan menurun. Ketika itu, efek aquaplaning bisa terjadi dan pengemudi dapat kehilangan kontrol atas mobilnya.

Jika detikers tidak berhati-hati, kondisi tersebut mampu menyebabkan kecelakaan. Oleh sebab itu, hendaknya berkendara dengan perlahan dan hindari kecepatan tinggi.

3. Membuntuti Kendaraan Lain

Detikers harus menjaga jarak aman saat berkendara, khususnya di kala hujan. Meski tidak mengebut, menjaga jarak penting agar memberi waktu untuk bereaksi terhadap apa pun yang mungkin terjadi selama mengemudi.

Apabila detikers membuntuti mobil lain terlalu dekat dan terjadi disfungsi padanya, tabrakan bisa saja terjadi. Selain itu, cipratan air dari kendaraan di depan dapat mengenaimu.

4. Menyalakan Lampu Hazard

Menyalakan lampu hazard ketika hujan bisa membahayakan keselamatan. Saat detikers hendak bermanuver ke kanan atau kiri, pengendara lain menjadi tidak tahu sehingga tabrakan dapat terjadi.

Lampu hazard dimaksudkan bagi mobil yang tidak bergerak dan berhenti di pinggir jalan. Sebagai gantinya, detikers dapat menyalakan foglamp saat menyetir di kala hujan.

5. Manuver Mendadak

Hendaknya menghindari manuver seperti pengereman tiba-tiba dan akselerasi yang cepat saat hujan deras. Sebab hal ini dapat menyebabkan kecelakaan beruntun. Yang paling baik adalah berkendara perlahan dan melakukan pengereman secara bertahap agar kendaraan tidak tergelincir.

6. Tidak Berhati-hati Melewati Genangan Air

Genangan air di sejumlah titik jalan dapat terbentuk saat hujan. Ketika menemui jalan seperti ini, disarankan agar tidak melewati genangan tersebut. Karena detikers mungkin tidak tahu seberapa dalam jalanan yang tidak rata itu. Bisa saja terdapat lubang cukup dalam yang membuat salah satu roda mobil terjebak dan sulit dikeluarkan.

7. Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman

Sabuk pengaman harus selalu digunakan selama berkendara, terlepas musim hujan maupun tidak. Komponen ini disematkan pada mobil guna melindungi pengendara dari cedera serius akibat kecelakaan atau tabrakan. Jadi, jangan lupa kenakan sabuk pengaman ya.

Nah, itu tadi sederet hal yang mesti dihindari pengendara saat mengemudi di musim hujan.

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Benarkah Ban Jadi Mudah Kempes saat Musim Hujan?


Jakarta

Di musim hujan, ban jadi salah satu komponen kendaraan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan. Kondisinya harus prima dengan telapak ban cukup tebal dan tekanan anginnya sesuai agar dapat bekerja maksimal pada permukaan jalan basah dan licin.

Namun, pengendara justru kerap mengeluhkan ban kempes selama musim hujan. Padahal, tekanan ban yang kurang rentan mengalami aquaplaning atau hilangnya cengkeraman pada permukaan jalan. Kondisi bisa berbahaya karena mampu membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya. Lantas, benarkah ban menjadi mudah kempes saat musim hujan?

Apakah Ban Mudah Kempes saat Musim Hujan?

Ban kendaraan biasanya mudah bocor atau kempes selama musim hujan. Terdapat sejumlah penyebab mengapa hal tersebut dapat terjadi. Dilansir Dilansir WBIR.com, Consumer Reports, dan Burt Brothers, berikut alasan ban menjadi mudah kempes di kala hujan.


1. Air Hujan Membawa Sampah

Sampah berupa benda tajam seperti puing-puing, paku, sekrup, hingga staples dari pinggir jalan atau tempat lainnya dapat terbawa air hujan sampai ke tengah jalan. Benda-benda itu berukuran kecil sehingga cukup sulit terlihat saat berkendara.

Barang tajam tersebut dapat menancap di ban saat kendaraan melaju. Akibatnya, ban berlubang atau bocor dan angin di dalamnya lambat laun berkurang.

Jikalau sampah tajam itu berukuran cukup besar sehingga terlihat, pengemudi bisa saja menghindarinya dan ban pun tidak akan bocor.

2. Suhu Udara Dingin

Ban memiliki tekanan udara di dalamnya. Selama musim hujan, suhu menurun sehingga udara cenderung terasa dingin. Pada suhu dingin, molekul tekanan udara internal ban tidak bergerak. Akibatnya, molekul itu tidak dapat mengisi ruang dalam ban.

Jika ruang tersebut tidak terisi, dinding ban akan mengempis dan membuat tekanan udara ban di dalamnya menurun. Inilah yang menyebabkan ban kempes saat hujan.

3. Karet Ban Mengeras

Udara dingin juga mampu membuat karet ban menjadi keras dan menyebabkan kempes. Ketika mulai mengeras, ban tidak efektif dalam meredam guncangan dari permukaan jalan yang tidak rata. Akibatnya, pengendara bisa merasakan guncangan lebih kuat meski kendaraan telah dilengkapi suspensi.

Saat ban mengeras dan rusak, komponen yang bersinggungan langsung dengan jalan ini mungkin tidak bisa kembali ke bentuk semulanya. Sehingga detikers perlu menggantinya sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Nah, itu tadi penyebab ban mudah kempes saat musim hujan. Semoga menjadi informasi bermanfaat!

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com