Tag Archives: musim hujan

Berapa Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan?


Jakarta

Tekanan angin ban termasuk hal penting yang perlu diperhatikan saat berkendara, terutama di musim hujan. Karena itu, pengendara diimbau mengecek tekanan ban sebelum bepergian.

Ada yang mengatakan bahwa tekanan ban mobil mesti dikurangi saat musim hujan. Alasannya karena ban berisiko mengalami aquaplaning sehingga tekanan perlu disesuaikan agar cengkeramannya ke permukaan jalan lebih kuat. Namun, benarkah demikian?

Apakah Perlu Menyesuaikan Tekanan Ban Mobil saat Musim Hujan?

Tekanan udara ban mobil tidak perlu dikurangi atau dilebihkan selama musim hujan. Mengutip catatan detikcom, tekanan angin yang kurang atau berlebihan justru mampu mempengaruhi performa ban dan meningkatkatkan risiko aquaplaning.


Aquaplaning merupakan kondisi ban kehilangan traksi atau penapakan pada permukaan jalan. Di kala hujan, jalan menjadi basah serta licin sehingga ban rentan mengalami kondisi tersebut. Aquaplaning bisa membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya.

Sport segmen Business Manager Michelin Indonesia, Refil Hidayat, menjelaskan mengapa aquaplaning bisa terjadi jika tekanan ban dikurangi. “Karena dia bebannya tidak ditampung dengan baik oleh bannya jadi ketika lewat jalan basah dia akan memiliki tingkat floating tinggi, sehingga saat floating terjadi antara karet dan aspal itu ada jarak, makanya tekanannya harus benar.”

Begitu juga sebaliknya, tekanan angin yang dilebihkan saat musim hujan membuat ban berisiko bergelembung di tengahnya. “Sehingga yang napak ke aspal tengahnya saja, kanan kiri akan memiliki jarak dengan aspal,” jelas Refil.

Di sisi lain, ban tidak perlu dikurangi atau dilebihkan tekanannya untuk berkendara di jalan raya saat hujan karena kontur jalanan aspal itu rata dan keras. Untuk mendapatkan cengkeraman yang kuat pada jalan basah akibat diguyur hujan, tekanan angin yang diperlukan sesuai dengan rekomendasi.

Tekanan Ban Mobil Ideal saat Musim Hujan

Tekanan angin ban yang ideal untuk mobil adalah mengikuti standar pabrik kendaraan. Rekomendasi tekanan udara produsen sudah melalui proses penghitungan dengan teliti sehingga cocok di kondisi jalan basah maupun kering.

“Tekanan ideal adalah yang sesuai dengan rujukan dari produsen mobil. Tidak ada istilahnya harus menurunkan tekanan ban. Justru menurunkan tekanan ban di bawah rekomendasi yang sudah ditentukan akan sangat membahayakan,” ujar Rifat Sungkar, Direktur Rifat Drive Labs.

Tekanan ban untuk tiap-tiap mobil dapat berbeda. Untuk Toyota Avanza contohnya. Dikutip dari laman Auto2000, tekanan angin yang dianjurkan untuk mobil Low MPV ini sekitar 30-32 Psi. Rujukan tekanan udara yang pas dapat dilihat di bagian pilar B atau dekat dengan pintu di kursi pengemudi.

(azn/row)



Sumber : oto.detik.com

Berencana Road Trip di Musim Hujan? Simak Tips Ini agar Tetap Aman!



Jakarta

Libur Natal dan Tahun Baru bisa dimanfaatkan untuk road trip bersama keluarga. Namun, karena musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia, pengendara mobil perlu ekstra hati-hati.

PT Bridgestone Tire Indonesia membagikan beberapa tips yang dapat ‘dicontek’ oleh detikers untuk tetap aman selama berkendara di musim hujan. Menurut pabrikan ban asal Jepang ini, setidaknya ada tiga poin yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan.

Periksa dan Pastikan Tekanan Angin Ideal

Cara paling sederhana untuk menjaga keselamatan adalah dengan mengecek tekanan angin ban mobil secara berkala dan memastikannya sesuai dengan tekanan ideal. Umumnya, informasi tekanan angin ban standar pabrik ditempel di dekat pintu pengendara. Jika tidak ada, maka pengendara perlu memeriksa buku manual.


Periksa Ketinggian Kembang Ban

Ban mobil memiliki batas usia pakai. Cara mudah untuk mengetahui apakah ban masih layak digunakan adalah dengan memeriksa ketinggian kembang melalui Tread Wear Indicator (TWI). Indikator ini biasanya berada di tengah alur ban dengan bentuk yang mudah dikenali.

Spooring dan Balancing Sebelum Berkendara

Spooring dan balancing merupakan perawatan rutin yang penting untuk dilakukan. Bridgestone Indonesia mengklaim prosedur ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kendaraan dan mengurangi getaran selama perjalanan.

Selain tiga hal tadi, Deputy Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano, menekankan pentingnya perawatan ban sebagai komponen vital, terutama di musim hujan.

“Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan. Dengan permukaan kontak yang setara dengan telapak tangan, ban harus mampu menahan beban kendaraan, mendukung akselerasi, manuver, dan pengereman. Karena itu, perawatan ban menjadi sangat penting, terutama saat berkendara di musim hujan,” ujar Fisa dalam siaran pers yang diterima detikOto.

(mhg/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Buat Persiapan Musim Hujan, Komponen Mobil Ini Perlu Jadi Perhatian



Jakarta

Untuk berkendara di musim hujan, kondisi kendaraan harus tetap prima. Jangan lupa untuk melakukan perawatan berkala dan persiapkan kendaraan kamu untuk menyambut musim hujan.

Setidaknya ada beberapa komponen utama yang perlu menjadi perhatian. Menurut PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), komponen seperti rem, wiper dan ban perlu mendapat perhatian khusus di musim hujan.

Soalnya, saat jalanan basah diguyur hujan, jarak pengereman akan semakin panjang. Kalau kondisi komponen rem tidak dijaga dengan baik, risikonya besar.


Wiper juga perlu menjadi perhatian lantaran visibilitas pengendara harus benar-benar jernih. Jangan sampai kondisi wiper mobil kamu sudah tidak bisa menyeka air dengan baik sehingga mengganggu visibilitas yang dapat membahayakan.

Jangan lupakan juga kondisi ban. Sebab, ban merupakan komponen mobil satu-satunya yang kontak langsung dengan permukaan jalan. Kalau ban sudah botak, otomatis grip dengan jalanan apalagi jalanan basah akan semakin rendah.

Untuk menyambut musim hujan di akhir 2024, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) meluncurkan program layanan purnajual bertajuk “Rainy Campaign” dan “Kilau Tahun Baru”. Program ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada pengguna kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia.

Rainy Campaign berlangsung mulai 1 Desember 2024 hingga 28 Februari 2025, sementara Kilau Tahun Baru berlaku dari 1 Desember 2024 hingga 31 Januari 2025. Kedua program ini tersedia di seluruh dealer resmi Mitsubishi Motors di Indonesia.

Rainy Campaign merupakan program khusus yang memberikan penawaran menarik, termasuk potongan harga hingga 39 persen untuk pembelian suku cadang kendaraan yang perlu mendapatkan perhatian khusus di musim hujan, seperti rem, wiper, dan ban.

Sedangkan Kilau Tahun Baru bisa dimanfaatkan oleh pelanggan Mitsubishi Motors untuk mendapatkan diskon suku cadang dengan melakukan perbaikan dan perawatan kendaraan di dealer resmi Bodi & Cat dari Mitsubishi Motors. Diskon diberikan hingga 15 persen, khusus untuk pelanggan non-asuransi, tanpa syarat minimal pembelian. Selain itu konsumen juga dapat memanfaatkan tunjangan biaya klaim sebesar Rp 300.000 untuk satu kali pembayaran own risk dengan syarat melakukan pembelian suku cadang dengan jumlah minimal di Rp 2.500.000. Program ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Lewat program ini, MMKSI mengimbau para konsumen untuk selalu melakukan perawatan kendaraannya agar tetap optimal di segala kondisi, terutama di musim hujan yang riskan dengan kondisi yang kurang ideal. Dengan adanya program spesial ini, pelanggan bisa memanfaatkan beragam promo menarik seperti diskon suku cadang sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Kami mempersilakan para konsumen untuk mengunjungi dealer resmi Mitsubishi Motors di Indonesia dan memanfaatkan penawaran spesial ini,” kata Director of After Sales Division PT MMKSI Kazuto Azuma.

“Kami sudah 55 tahun jadi sudah punya fondasi yang kuat untuk memberikan aftersales yang baik karena kami didukung oleh network yang sedemikian luasnya dan sudah sedemikian kuatnya,” sambungnya.

(rgr/mhg)



Sumber : oto.detik.com

Tips Aman Berkendara Mobil saat Musim Hujan



Jakarta

Memasuki musim hujan, sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Dalam beraktivitas di musim hujan, khususnya berkendara dengan mobil pribadi tentunya membutuhkan persiapan, konsentrasi yang ekstra, hingga cara berkendara yang tepat. Terlebih, pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) banyak masyarakat menikmati momen ini dengan berwisata atau pulang ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi bersama keluarga.

Berikut tips berkendara aman dan nyaman selama musim hujan:

1. Persiapan Diri


Pastikan kondisi tubuh tetap fit dan sehat karena merupakan aspek terpenting dalam beraktivitas, terlebih ketika berkendara. Sedia payung dan topi, karena tempat tujuan tidak selalu memiliki pelindung atap kanopi sehingga bisa melindungi bagian tubuh, terutama kepala dari guyuran hujan ketika turun dari mobil. Membawa atau menggunakan baju hangat ketika akan berkendara. Menyediakan alas kaki atau sandal cadangan bila sewaktu-waktu basah karena tidak sengaja menginjak genangan air saat akan memasuki atau keluar dari mobil.

2. Persiapan Kendaraan

Karet wiper merupakan komponen sangat penting dalam menyapu air dan menjaga pandangan pengemudi agar tetap jelas selama berkendara. Segera ganti komponen ini bila
kondisi karet sudah getas dan sapuannya tidak bersih. Pastikan semua lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Komponen ini akan sangat membantu dalam memberikan visibilitas baik bagi Sahabat atau pun pengendara lainnya. Periksa kondisi ban dan ganti jika karet ban sudah tipis. Alur ban yang masih bagus dapat mengurangi risiko melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) ketika hujan.

Pastikan juga tekanan udara ban sesuai dengan standar pabrikan. Gunakan water spot remover bila mendapati bercak noda seperti water spot dan jamur kaca, terutama pada bagian kaca depan dan belakang agar kinerja karet wiper dapat menyapu air secara maksimal dan menjaga pandangan pengemudi selama berkendara. Cuci mobil secara rutin untuk menghilangkan residu air hujan, ditambah air hujan juga mengandung zat asam yang dapat merusak cat mobil jika dibiarkan terlalu lama. Gunakan anti-karat bila perlu untuk melapisi bagian bawah mobil untuk mencegah korosi akibat percikan air hujan dan lumpur.

3. Selama Berkendara

Tingkatkan kewaspadaan pada awal hujan, karena momen ini cukup krusial mengingat banyak pengendara lain akan memacu kendaraannya lebih cepat, agar terhindar dari basah. Kurangi kecepatan dan tingkatkan jarak aman dengan kendaraan di depan, karena hal ini penting untuk memberikan waktu reaksi yang cukup saat pengereman saat hujan. Nyalakan lampu utama atau lampu kabut (fog lamp) saat visibilitas menurun, sekaligus agar dapat memberi tanda bagi pengendara lainnya. Hindari penggunaan lampu hazard kecuali dalam keadaan darurat.

Selalu jaga jarak, dan kecepatan dengan kendaraan lain agar dapat bereaksi terhadap manuver pengendara lain yang mendadak, terutama ketika menghindari genangan air dan jalanan rusak. Jika memungkinkan, hindari genangan air untuk mencegah risiko water hammer yang dapat merusak mesin. Bila harus melintasinya, lakukan dengan kecepatan rendah dan konstan. Selain itu, hindari penggunaan ponsel atau aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian selama berkendara.

Demikian tips persiapan berkendara selama musim hujan. Agar momen perjalanan liburan tetap tetap aman, nyaman, dan menyenangkan, pelanggan juga dapat melakukan perawatan berkala di bengkel resmi setiap 6 bulan atau setiap kelipatan 10.000 km, mana yang lebih dulu tercapai.

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com

4 Tempat Liburan Musim Kemarau & Musim Hujan Ramah Anak


Jakarta

Musim kemarau dan hujan tidak selayaknya menghalangi piknik bersama anak serta keluarga tercinta. Tentu harus dicari tempat liburan yang tepat agar tidak kehujanan atau kepanasan, yang bisa mengganggu waktu senang-senang bersama keluarga. Kriteria tempat liburan tersebut, misalnya pakai atap dan berpendingin udara.

4 Tempat Liburan Musim Kemarau dan Musim Hujan

Dikutip dari media sosial tempat wisata terkait, berikut beberapa tempat liburan ramah anak di musim hujan dan kemarau

Tempat liburan musim kemarau ramah anak

Destinasi wisata ini tak hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga menjadi sarana edukasi


Hutan Kota Srengseng

Warga berolahraga di Hutan Kota Srengseng, Jakbar, Jumat (27/6/2025). Pramono menginstruksikan Dinas Pertamanan untuk melakukan renovasi Hutan Kota Srengseng.Warga berolahraga di Hutan Kota Srengseng, Jakbar. Foto: Andhika Prasetia

Spot wisata hutan kota masuk rekomendasi karena terasa teduh saat matahari bersinar terik. Banyaknya pohon tinggi dengan kanopi besar dan daun banyak bisa menghalangi paparan matahari langsung ke kulit.

Museum Nasional

Museum Nasional ramai dikunjungi warga selama libur panjang akhir Mei. Suasana edukatif jadi pilihan keluarga untuk menyelami sejarah bangsa.Museum Nasional ramai dikunjungi warga selama libur panjang Foto: Pradita Utama

Dengan tempat yang nyaman, anak dan keluarga bisa liburan menikmati beragam koleksi benda dan lukisan bersejarah Museum Nasional tanpa takut kepanasan. Beragam museum dan galeri jadi rekomendasi destinasi wisata ramah anak berikutnya di musim kemarau.

Tempat liburan musim hujan ramah anak

Hujan yang terjadi setiap saat jadi pertimbangan anak dan keluarga memilih lokasi wisata

Sea World Ancol

Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (8/2/2024). Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Destinasi wisata ini menawarkan pengalaman melihat keberagaman flora dan fauna laut di dalam laut. Dengan pengalaman ini, anak tidak hanya mengenal tapi juga belajar mencintai makhluk laut dan kelestarian alamnya.

Trans Studio Cibubur

Pengunjung menikmati wahana di Trans Studio Cibubur, Kamis (10/7/2025).Pengunjung menikmati wahana di Trans Studio Cibubur Foto: Pradita Utama

Taman hiburan indoor ini tentu harus masuk daftar rekomendasi tempat liburan musim hujan ramah anak. Keluarga dan pengunjung tak perlu khawatir kehujanan atau gagal piknik akibat terkendala cuaca.

Tips Memilih Tempat Liburan Ramah Anak di Musim Kemarau dan Hujan

  • Cek laporan prakiraan cuaca
  • Bawa perlengkapan yang diperlukan, misal payung di musim hujan dan topi saat kemarau
  • Bawa bekal makan dan minum dari rumah
  • Buat jadwal fleksibel.

Dengan pengaturan dan pemilihan tempat wisata yang tepat, liburan saat musim hujan atau kemarau bisa berjalan dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Asupan Pendongkrak Imun Saat Cuaca Serba Tak Menentu

Jakarta

Belakangan ini cuaca terasa cepat berubah. Siang bisa panas, lalu menjelang sore langit mendung dan hujan turun tiba-tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Indonesia sedang berada dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari.

Saat kondisi seperti ini, tubuh biasanya lebih mudah terasa lelah dan imun bisa menurun. Karena itu, memilih makanan yang tepat menjadi salah satu cara sederhana agar tubuh tetap fit menghadapi perubahan cuaca.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi udara yang lembab dan suhu yang lebih dingin dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh. Salah satunya dipublikasikan di jurnal Nutrients tahun 2020, yang menjelaskan bahwa sistem imun cenderung melemah saat tubuh berada terlalu lama dalam lingkungan lembab dan dingin. Maka, pangan yang mendukung daya tahan tubuh bisa membantu menjaga kondisi agar tidak mudah sakit.


Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh

Beberapa asupan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah sebagai berikut:

1. Sayuran Hijau

Bayam, kangkung, sawi, brokoli, dan jenis sayuran hijau lainnya mengandung vitamin A, vitamin C, folat, dan antioksidan yang penting untuk imunitas. Seratnya pun membantu menjaga kesehatan pencernaan, yang dikenal sebagai salah satu pusat sistem kekebalan tubuh. Studi dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics tahun 2019 menemukan bahwa pola makan yang kaya sayuran hijau berkaitan dengan fungsi imun yang lebih optimal. Untuk menjaga nutrisinya, sayuran bisa diolah dengan cara ditumis sebentar, dikukus, atau dijadikan sup.

2. Jahe

Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman atau bumbu masakan yang memberi sensasi hangat. Senyawa gingerol di dalamnya memiliki sifat antiinflamasi. Publikasi di Phytotherapy Research tahun 2021 menunjukkan bahwa gingerol dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman di tenggorokan serta mendukung respons imun tubuh. Jahe bisa dicampur ke dalam teh atau dibuat wedang jahe sederhana.

3. Tinggi Protein

Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel imun. Pilihan sumber protein yang mudah dijumpai seperti telur, tahu, tempe, ikan, atau ayam. Menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2022, asupan protein yang cukup membantu tubuh merespons paparan patogen dengan lebih baik.

4. Buah-buahan

Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji, dan stroberi mengandung vitamin C yang berperan dalam pembentukan sel imun. Studi tahun 2017 yang berjudul Vitamin C and Immune Function menyebutkan bahwa vitamin C membantu meningkatkan aktivitas sel fagosit yang berfungsi melawan patogen.

5. Teh Hangat

Teh mengandung polifenol dan katekin yang bersifat antioksidan. Penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2019 menyebut bahwa katekin dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif. Mengonsumsi teh hangat juga membantu menjaga hidrasi tubuh dan memberi efek relaksasi.

6. Probiotik

Keseimbangan mikrobiota usus berpengaruh besar terhadap sistem imun. Probiotik dapat membantu meningkatkan produksi antibodi dan menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan. Pilihan yang mudah ditemukan antara lain yogurt plain, kefir, tempe fermentasi baik, atau kimchi.

Jaga Pola Hidup Sehat

Selain konsumsi makanan di atas, daya tahan tubuh yang kuat juga dibentuk dari kebiasaan sehari-hari.

1. Penuhi Asupan Gizi Seimbang

Usahakan makanan harian mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral dari berbagai jenis makanan. Pola makan yang beragam membantu tubuh memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga energi dan daya tahan.

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Sering mencuci tangan, membersihkan area rumah yang lembab, serta menjaga kebersihan alat makan dan minum dapat membantu menekan risiko penularan penyakit, terutama saat musim hujan.

3. Tidur yang Cukup

Tidur 7-8 jam setiap malam memberi waktu bagi tubuh untuk memulihkan jaringan dan menguatkan sistem imun. Tidur yang teratur membuat tubuh terasa lebih segar saat bangun.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga ringan seperti jalan cepat, peregangan, yoga, atau bersepeda dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dan mendukung respons imun. Tidak perlu lama, yang penting konsisten.

(mal/up)

Sumber : health.detik.com

Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
image : unsplash.com / Jonas Weckschmied

Hindari Makan Daging dan Ikan saat Musim Hujan, Ini 5 Alasannya!


Jakarta

Perubahan cuaca bisa mendorong perubahan pola makan. Di musim hujan ini sebaiknya hindari mengonsumsi daging dan ikan karena bisa memicu masalah kesehatan.

Daging dan ikan sejatinya adalah makanan yang bernutrisi. Daging dan ikan kaya akan protein yang dibutuhkan tubuh untuk memberikan energi dan manfaat lainnya.

Namun, saat musim hujan, tidak disarankan untuk mengonsumsi dua jenis makanan tersebut. Pasalnya, musim hujan dapat menyebabkan perubahan lingkungan.


Kondisi tersebut membuat pola makan harus disesuaikan agar dapat bertahan dan tidak menimbulkan risiko penyakit. Dikutip dari Times of India (16/08/24) berikut alasannya:

1. Cepat busuk

Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan.Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan karena tinggi potensinya terkontaminasi. Foto: iStock

Kelembaban dan suhu yang berfluktuasi pada musim hujan dapat mempercepat pembusukan daging dan ikan. Bahkan dengan pendinginan yang tepat, kadar air yang tinggi dapat menyebabkan protein yang terkandung jadi rusak.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tak sedap tersebut merupakan sebuah tanda bahwa daging atau ikan sudah tidak segar lagi, sehingga berpotensi bahaya keamanan pangan.

2. Menyebabkan pencernaan terganggu

Daging dan ikan umumnya lebih sulit untuk dicerna dibandingkan dengan makanan nabati yang lebih ringan. Saat musim hujan, sistem pencernaan tubuh bisa menjadi lebih sensitif.

Kondisi itu disebabkan karena cuaca yang dingin dan lembab. Mengonsumsi makanan berat, seperti daging dan ikan dapat memperparah masalah pencernaan.

Alasan tidak makan daging dan ikan saat musim hujan ada di halaman selanjutnya.

3. Mudah terkontaminasi

Cuaca hujan dapat menyebabkan kelembaban tinggi dan genangan air. Kondisi ini menyebabkan munculnya bakteri dan parasit. Daging dan ikan sangat rentan terhadap kontaminasi tersebut.

Patogen seperti Salmonella dan Vibrio dapat berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang lembab, sehingga meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan.

4. Risiko alergi

Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan.Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan karena bisa berisiko menyebabkan alergi. Foto: iStock

Cuaca dingin saat hujan dapat menyebabkan lingkungan bertumbuh jamur dan lumut. Bagi yang punya alergi atau sensitivitas, ini bisa berisiko ketika mengonsumsi daging dan ikan.

Mengingat, kedua makanan tersebut juga berpotensi tinggi mudah terkontaminasi. Jika dikonsumsi, makan bisa meningkatkan risiko reaksi alergi dan masalah pernapasan.

5. Mengurangi manfaat gizi

Selama musim hujan, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral untuk meningkatkan sistem imun. Kebutuhan itu akan dipenuhi jika mengonsumsi makanan nabati.

Mulai dari buah, sayur, dan biji-bijian mengandung nutrisi penting dan antioksidan. Sementara itu, daging dan ikan mungkin banyak nutrisinya, tetapi tidak mencakup untuk sistem imun yang dibutuhkan saat musim hujan.

(raf/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Dan Gold

3 Sajian Berkuah Nikmat & Segar, Cocok Disantap Saat Musim Hujan


Jakarta

Musim hujan memang paling pas ditemani hidangan hangat berkuah. Tak hanya mengenyangkan, sajian berkuah juga mampu membuat badan menjadi lebih hangat saat cuaca dingin. Dari sup gurih hingga soto lezat, berikut tiga resep berkuah yang cocok disantap bersama keluarga saat hujan. Semua bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana, namun tetap lezat.

1. Soto Mie

Kuah gurih dan hangat dari soto mie sangat pas disantap saat hujan. Kuahnya yang gurih dan segar, berpadu dengan mi kuning, daging sapi, risoles, serta irisan kol dan tomat segar, mampu menghangatkan lidah sekaligus memanjakan lidah. Disajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan jeruk nipis, resep soto mie cocok menjadi teman santapan keluarga saat cuaca dingin.


Bahan-bahan

  • 2 batang serai, memarkan

  • 2 lembar daun salam

  • 5 lembar daun jeruk

  • 1 sdt Sasa Bubuk MSG

  • 1½ sdt garam

  • Minyak untuk menumis

  • 1-2 sdm kecap

  • 1 batang daun bawang, potong-potong

  • 1 buah tomat, belah menjadi 4 bagian

Bumbu halus:

Pelengkap:

  • Risol isi bihun

  • Bihun

  • Mie kuning

  • Irisan seledri

  • Emping

  • Sambal

  • Kecap

  • Bawang goreng

Cara Membuat

  1. Rebus daging hingga empuk. Jangan lupa membuang air rebusan pertama untuk membersihkan daging.

  2. Tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, daun salam, dan jahe hingga harum dan matang.

  3. Masukkan bumbu halus ke dalam air rebusan daging, bumbui dengan Sasa Bubuk MSG, dan garam. Rebus kembali dengan api kecil sampai daging matang dan bumbu meresap

  4. Terakhir masukkan daun bawang dan tomat, tambahkan sedikit kecap, aduk rata. Cicipi rasa, jika sudah pas, matikan api dan sajikan bersama pelengkapnya.

2. Sop Buntut

Empuknya buntut sapi dalam kuah bening yang kaya akan rempah membuat sop buntut jadi teman sempurna untuk menenangkan tubuh di cuaca dingin dan hujan. Ditambah lagi, berbagai isian sayuran wortel, kentang hingga daun bawang, membuat resep sop buntut ini dijamin mengeyangkan perut saat hujan.

Bahan-bahan:

  • 1 kg buntut sapi, buang air rebusan pertama

  • 2 buah wortel, potong-potong

  • 1 buah bawang bombay, potong menjadi 8 bagian

  • 2 batang daun bawang seledri

  • 5 butir cengkeh

  • 3 butir kapulaga

  • 1 batang kayu manis (3cm)

  • 2 sdt Sasa Bubuk MSG

  • 2 sdt garam

  • 1 sdt gula

  • Margarine untuk menumis

  • Air untuk merebus

Bumbu halus:

  • 8 siung bawang putih

  • 1 sdt merica

  • ½ sdt pala bubuk

Pelengkap:

  • Irisan seledri

  • Potongan tomat

  • Bawang goreng

  • Kecap

  • Sambal

  • Jeruk limau

Cara Membuat

  1. Rebus air, rebus buntut sapi dengan api kecil.

  2. Lelehkan margarine, tumis bawang bombay hingga harum dan caramelized. Lalu masukkan bumbu halus, cengkeh, kapulaga, dan kayu manis. Masak hingga bumbu matang.

  3. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan buntut sapi. Masak hingga daging empuk.

  4. Menjelang daging empuk, masukkan kentang, lalu disusul dengan wortel.

  5. Bumbui dengan Sasa Bubuk MSG, garam, dan gula.

  6. Terakhir masukkan potongan daun bawang seledri.

  7. Jika daging sudah empuk dan rasa sudah pas, matikan api, dan sajikan dengan berbagai pelengkapnya.

3. Sayur Asem

Sayur asem bisa menjadi hidangan berkuah yang simpel nan lezat yang cocok dimakan saat hujan. Perpaduan jagung, labu siam, dan kacang panjang membuat hidangan ini tak hanya lezat, namun juga menyehatkan.Rasa asam segar dari resep sayur asem ini juga menghadirkan sensasi ringan dan menyegarkan di tengah hujan..

Bahan-bahan:

  • 5-6 buah kacang panjang, potong-potong

  • 100 gram melinjo (biji dan daunnya)

  • 1 buah labu siam, potong dadu

  • 1 buah terong ungu, potong kecil (opsional)

  • 2 liter air

  • 1 sendok makan asam jawa, larutkan dengan air hangat

  • 50 gram nangka muda (opsional)

Bumbu Sayur Asem Sunda:

  1. 5 butir bawang merah

  2. 3 siung bawang putih

  3. 2 butir kemiri

  4. 2 cm lengkuas, memarkan

  5. 1 buah cabai merah besar (opsional, untuk rasa pedas ringan)

  6. 2 sendok makan gula merah

  7. Garam secukupnya

  8. Sasa Kaldu Rasa Ayam secukupnya (biar lebih gurih)

Cara Membuat

  1. Rebus air hingga mendidih. Tambahkan bawang merah, bawang putih, kemiri, lengkuas, dan cabai merah yang sudah di potong. Biarkan bumbu meresap ke dalam air selama beberapa menit.

  2. Masukkan jagung manis dan melinjo ke dalam rebusan bumbu. Kedua bahan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk matang, jadi masukkan duluan.

  3. Setelah jagung dan melinjo mulai empuk, tambahkan kacang panjang, labu siam, daun melinjo, dan terong ungu (kalau pakai). Aduk perlahan agar semua bahan tercampur rata.

  4. Tuangkan air larutan asam jawa, lalu tambahkan gula merah, garam, dan Sasa Kaldu Rasa Ayam. Cicipi kuahnya untuk memastikan rasanya pas: segar, asam, dan sedikit manis.

  5. Pastikan semua sayuran matang dengan tekstur yang masih renyah. Jangan sampai terlalu lembek, ya, Sasa Genks.

  6. Matikan api, dan sayur asem Sunda siap disajikan. Hidangkan dengan nasi hangat dan lauk pendamping yang menggugah selera.

Nah, itulah ketiga resep hidangan berkuah yang bisa menjadi teman santapan keluarga saat hujan dan cuaca dingin. Dengan mencoba ketiga resep ini, hujan-hujan pun terasa lebih hangat, nyaman, dan penuh kenikmatan.

(prf/ega)



Sumber : food.detik.com

5 Makanan Pencegah Flu yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan


Jakarta

Datangnya musim hujan harus diimbangi dengan imunitas yang lebih kuat. Agar tak flu dan mudah sakit, beberapa makanan ini direkomendasi untuk dikonsumsi rutin.

Banyak laporan cuaca yang mengabarkan tibanya akun penanda musim hujan mulai datang ke Indonesia. Menurut detikedu (4/1) datangnya angin monsun yang terlambat disebabkan oleh perparahan El Nino yang melemahkan angin monsun Asia masuk menuju pulau Jawa.

Tetapi karena kini intensitas hujan sudah lebih sering dan semakin tinggi waktunya menyiapkan tubuh agar tak mudah sakit. Peralihan musim panas ke musim hujan biasanya akan menyebabkan beberapa gejala gangguan kesehatan seperti flu atau penyakit lainnya.


Ternyata ada beberapa asupan makanan dan minuman yang disarankan ahli untuk rutin dikonsumsi guna menyambut musim hujan. Manfaatnya untuk menguatkan imunitas, menghangatkan tubuh, hingga mengusir jauh-jauh virus yang menyerang kesehatan.

Berikut ini 5 asupan makanan yang cocok dikonsumsi selama musim hujan menurut Today:

5 Makanan Pencegah Flu yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim HujanJeruk yang tinggi vitamin Cnya cocok untuk melindungi tubuh dari cuaca yang berubah-ubah. Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative

1. Jeruk

Jeruk memiliki kandungan vitamin C yang melimpah. Vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh ketika menghadapi cuaca yang tak menentu untuk menguatkan imunitas.

Menurut pengamatan yang dilakukan oleh National Centre for Epidemiology and Population Health, Australian National University, vitamin tersebut memang direkomendasikan untuk mencegah berbagai penyakit. Vitamin C dapat membantu mencegah flu terutama untuk orang-orang yang sensitif terhadap cuaca.

Di Indonesia sendiri jeruk termasuk buah-buahan yang murah dan mudah didapatkan. Baik dikonsumsi dalam bentuk buah utuh maupun menjadi jus yang segar diperbolehkan ahli untuk dinikmati secara rutin.

2. Greek yogurt

Yogurt yang melalui proses fermentasi dipercaya sebagai asupan makanan dengan bakteri baik yang menyehatkan. Bahkan di Korea Selatan banyak makanan fermentasi yang dikonsumsi masyarakatnya dan dipercaya memberikan kesehatan.

Berbeda dengan yogurt biasa, Greek yogurt mengandung probiotik dan protein yang lebih banyak. Menurut meta-anlisis yang dipublikasi oleh Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa probiotik dapat mencegah flu lebih efektif.

Para peneliti mengungkapkan fakta orang-orang yang mengonsumsi probiotik cenderung berisiko lebih rendah untuk mengalami flu. Hal ini lantaran probiotik dapat menguatkan imunitas dengan menyehatkan pencernaan terutama bakteri pada usus.

Asupan makanan yang direkomendasikan lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Tomat

Buah tomat yang merah merona merupakan makanan yang paling baik untuk dikonsumsi guna mencegah sakit. Tomat memiliki konsentrasi vitamin C yang tinggi.

Menurut ahli hanya dengan mengonsumsi sebuah tomat dengan ukuran sedang dapat memberikan asupan vitamin C sebanyak 16 miligram. Kadar tersebut cukup untuk membantu menguatkan sistem imunitas tubuh agar tak mudah sakit.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman oleh Medizinische Monatsschrift fur Pharmazeuten, mengungkapkan bahwa vitamin C dapat menguatkan sel T tubuh. Sel tersebut diakui sebagai komponen yang paling penting untuk menguatkan imunitas tubuh.

Para peneliti menyebut ketika sel T tubuh lemah maka potensi patogen untuk menyerang kesehatan lebih besar. Sehingga orang-orang yang kekurangan vitamin C akan lebih mudah sakit karena imunitasnya lemah.

4. Dark cokelat

5 Makanan Pencegah Flu yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim HujanCoklat yang kaya antioksidan juga cocok untuk menguatkan imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative

Dibalik rasanya yang manis ternyata dark cokelat juga memiliki khasiat yang tak kalah menguntungkan untuk tubuh. Dark cokelat memiliki kandungan theobromin yang berfungsi sebagai antioksidan.

Antioksidan jenis yang satu ini terbukti dapat mencegah terjadinya batuk dan flu akibat bakteri dan patogen. Terutama bagi penderita bronkitis, komponen tersebut dapat membantu menguatkan imunitas tubuh.

Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh Frontiers in Pharmacology membenarkan penemuan tersebut. Tetapi disebutkan butuh penelitian lebih lanjut untuk memperdalam khasiat dan mengetahui efek samping yang mungkin ditimbulkan.

5. Brokoli

Bentuknya yang unik dengan warnanya yang hijau segar memiliki khasiat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Para peneliti University of California di Los Angeles melaporkan konsumsi brokoli dapat mencegah flu.

Ada beberapa jenis sayur-sayuran yang menurut ahli gizi telah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya adalah brokoli.

Para peneliti membenarkan pernyataan tersebut karena menemukan komponen kimia bernama sulforaphane yang dapat mengubah antioksidan menjadi sel imunitas. Fungsinya tersebut sangat efektif untuk mencegah flu dan meminimalisir sakit akibat serangan bakteri dan patogen.

(dfl/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
Source : unsplash / Ella Olsson

5 Makanan Kaya Antioksidan Ini Bagus untuk Sistem Imun di Musim Hujan


Jakarta

Musim hujan rentan menyerang sistem kekebalan tubuh. Alhasil tubuh menjadi lemah dan mudah terkena flu. Karenanya rutin lah mengonsumsi makanan kaya antioksidan ini.

Musim hujan mulai tiba. Perubahan cuaca dari panas ke dingin ini dapat menyerang sistem imun tubuh. Pola makan yang sehat dapat menjaga sistem imun tubuh dari serangan radikal bebas.

Dalam hal tersebut, antioksidan sangat dibutuhkan untuk berperan sebagai tameng. Nutrisi penting itu dapat ditemui di beberapa makanan yang mengandung vitamin C, D, dan beberapa senyawa penting.


Dikutip dari berbagai sumber berikut 5 makanan yang kaya antioksidan:

1. Makanan pedas

Makanan pedas cocok dikonsumsi di musim hujan. Selain dari cabai, makanan pedas biasanya diracik dengan berbagai rempah-rempahan yang punya cita rasa pedas, seperti kapulaga, merica, dan jahe.

Rempah-rempahan tersebut memiliki sifat antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antivirus, dan antimikroba. Selain itu, rempah dan herbal itu mampu mengatur sel kekebalan seperti sel T.

Kandungan antioksidan berperan melindungi tubuh dari patogen. Selain itu, capsaicin yang membuat rasa pedas itu juga bermanfaat meningkatkan kesehatan usus.

2. Teh herbal

Teh herbalTeh herbal Foto: Getty Images/iStockphoto/margouillatphotos

Teh herbal, seperti teh jahe, teh tulis, dan teh hijau merupakan minuman terbaik di musim hujan. Teh hijau mengandung antioksidan yang disebut flavonoid dan epigallocatechin gallate (EGCG).

Kedua antioksidan tersebut dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, seperti yang dikutip dari Eating Well. Selain itu, bisa juga pilih teh chamomile yang mampu mengurangi peradangan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa minum teh herbal di musim hujan, khususnya bagi mereka yang sedang flu dan batik dapat mengurangi durasi dan intensitas gejala penyakit tersebut.

Makanan kaya antioksidan lainnya ada di halaman selanjutnya.

3. Ubi jalar

cara memanggang ubi jalarUbi jalar kaya akan beta karoten. Foto: Getty Images/iStockphoto

Ubi jalar merupakan sumber antioksidan yang bagus. Antioksidan yang terkandung pada ubi jalar disebut juga sebagai beta karoten. Ini mampu meningkatkan sistem imun khususnya di musim hujan.

Beta karoten tersebut kemudian diubah menjadi vitamin A, ini tidak hanya penting untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi juga bagus untuk kesehatan mata, gigi, dan kulit.

Dalam 100 gram ubi jalar memiliki kandungan beta karoten sebesar 4629 μg. Selain itu, juga terdapat 2,4 gram vitamin C yang akan membantu melawan infeksi dan penyakit yang menyerang tubuh.

4. Kiwi

Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan. Tak hanya jeruk saja, buah kiwi juga kaya akan vitamin C. Dalam 100 gram buah kiwi terdapat 92,7 mg. Ini bagus untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.

Antioksidan pada buah kiwi tidak hanya berasal dari vitamin C, tetapi juga dari kandungan beta karoten, lutein, dan zeaxanthin. Selain itu, ada kandungan folat yang berperan melawan infeksi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin mengonsumsi buah kiwi terutama saat musim hujan, dapat membuat tubuh tetap bugar dan siap menghadapi tantangan kesehatan selama musim hujan.

5. Sayur Bayam

Khasiat sayur bayam untuk menu sarapanSayur bayam tinggi akan vitamin C. Foto: iStock

Tingginya nutrisi pada sayur bayam membuat sayur ini dijuluki sebagai superfood. Bayan kaya akan antioksidan, seperti vitamin C, vitamin D, dan bera karoten yang bagus untuk meningkatkan sistem imun.

Dalam 100 gram sayur bayam mengandung antioksidan sebanyak 1,4 mmol. Dilansir dari Healthline, rutin makan bayam bisa mengatasi berbagai penyakit peradangan, seperti diabetes dan rheumatoid arthritis.

Sayur bayam yang dimasak dengan kuah bening dan hangat juga bisa menghangatkan tubuh. Namun, jangan terlalu lama saat memasak sayur bayam agar tidak merusak kandungan gizinya.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين