Tag Archives: rasulullah saw

Bacaan Doa ketika Melihat Sesuatu yang Menyenangkan dan Sesuatu yang Dibenci



Jakarta

Berdoa adalah salah satu cara umat muslim dalam menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah. Berdoa juga bisa dilakukan kala melihat sesuatu yang dibenci atau sesuatu yang menyenangkan.

Berdoa bisa dilakukan kapanpun sebagai refleksi diri bahwa manusia hanyalah hamba Allah yang lemah dan selalu memerlukan bantuan-Nya dalam beragam situasi. Rasulullah SAW adalah hamba Allah yang selalu memanjatkan doa. Bagi Rasulullah SAW, berdoa adalah hal yang telah menjadi kebiasaan dalam kesehariannya.

Dengan memanjatkan doa, maka seorang hamba dapat lebih dekat dengan Rabbnya. Di sisi lain, dengan berdoa malaikat-malaikat yang berada tak jauh dari hamba tersebut akan ikut mengamini doa tersebut.


Termasuk, ketika dalam kondisi tengah melihat sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang tidak disukai. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rad ayat 11.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: “Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Berikut ini adalah bacaan doa ketika melihat sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang dibenci, lengkap dengan Arab-Latin dan terjemahannya.

Bacaan Doa Ketika Melihat Sesuatu yang Menyenangkan

Mengutip Luqman Junaedi dalam bukunya Kamus Doa, telah diriwayatkan dari kitab Ibnu Majah dan Ibnu Sunni dengan sanad yang baik dari ‘Aisyah RA, dia berkata: Jika Rasulullah SAW melihat sesuatu yang disukai, beliau membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Arab-latin: Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan akan menjadi sempurna (HR. Ibnu Majah)

Adapun dikutip dari buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Volume 2 oleh Moenawar Khalil, diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah RA bahwa ia berkata,

“Rasulullah SAW apabila melihat sesuatu yang disukai, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat pemberian-Nya dapat sempurnalah yang baik-baik’. Jika beliau melihat sesuatu yang dibencinya, beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah terhadap segala keadaan yang bagaimanapun. Ya Tuhan, aku berlindung kepada-Mu dari kelakuan ahli neraka.'”

Lebih lanjut, dalam riwayat al-Hakim dan Ibnu Sunni dari Aisyah RA, diterangkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengucapkan dua macam pujian itu jika beliau kedatangan sesuatu yang menyenangkan atau tidak menyenangkan hatinya.

Adapun lafal terakhir yang berupa memohon perlindungan dari perlakuan ahli neraka, itu tidak disebutkan.

Bacaan Doa Ketika Melihat Sesuatu yang Dibenci

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Arab-latin: Alhamdulillahi ‘ala kulli halin.

Artinya: Segala puji bagi Allah dalam keadaan bagaimanapun. (HR Tirmidzi dan Hakim)

Bersumber dari Imam an-Nawawi dalam bukunya Kitab Induk Doa dan Zikir: Terjemah Kitab al-Adzkar, Imam Hakim Abdullah mengatakan bahwa hadits tersebut shahih sanadnya.

Doa-doa di atas berdasarkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Daud dan Ibnu Sunni dari Syaidah Aisyah, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Artinya: “Jika Rasulullah Saw. melihat hal yang beliau sukai, beliau membaca doa, ‘Alhamdulillahillazi bini’matihi tatimmus sholihat.’ Dan jika Rasululullah Saw. melihat hal yang beliau tidak sukai, beliau membaca doa, ‘Alhamdulillahi ‘ala kulli halin.'”

Demikian penjabaran dan penjelasan tentang bacaan doa ketika melihat sesuatu yang menyenangkan dan sesuatu yang dibenci. Semoga kita semua dapat meneladani sikap Rasulullah SAW yang senantiasa memanjatkan doa dalam segala kondisi.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Doa ketika Marah untuk Kendalikan Emosi Lengkap dengan Artinya



Jakarta

Salah satu cara meredam amarah adalah dengan berdoa atau berzikir. Membaca doa ketika marah membuat hati menjadi lebih tentang dan berada dalam lindungan Allah SWT.

Mahmud as-Syafrowi mengatakan dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian, marah yang dibiarkan meluap berasal dari godaan setan. Ia menyebut, marah yang demikian adalah bara api yang ditiupkan setan ke dalam hati anak Adam.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,


إنَّ الْغَضَبُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya:”Sesungguhnya, amarah itu dari setan.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dalam Islam tidak menafikan secara khusus mengenai marah, karena pada dasarnya marah merupakan fitrah yang diciptakan oleh Allah SWT untuk manusia. Namun, secara khusus Islam mengarahkan supaya kita dapat mengendalikan emosi tersebut.

Saat marah, Islam mengarahkan kita untuk menyikapinya dengan bijak, tidak memendamnya dalam hati sehingga menimbulkan penyakit, serta tidak pula membiarkan kita untuk meluap tanpa kontrol.

Melansir buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza, ada beberapa adab ketika diliputi amarah. Di antaranya membaca ta’awudz,”A’uudzu billahi minasy syaithoonir rajim“, segera duduk atau berbaring, tidak bicara, dan berwudhu.

Bacaan Doa ketika Marah

Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan, berikut bacaan doa ketika marah Arab, latin, dan artinya:

أعُوذُ بالله من الشيطان الرَّحيم

Arab latin: A’udzu billahi min asy-syaithaani ar-rajiimi

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk.” (HR Bukhari dan Muslim)

Adapun, riwayat lengkap mengenai doa tersebut dikisahkan dari Sulaiman bin Shurad RA berkata, “Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulullah SAW, saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dari keduanya memaki temannya dengan sangat marah, sehingga tampak mukanya memar merah.

Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Sesungguhnya saya mengetahui sebuah kalimat yang apabila diucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: A-‘uudzu billaahi minasy-syaithaanir-rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).'” (HR Muslim)

Selain itu, bisa juga membaca doa ketika marah yang lebih panjang dengan lafaz berikut,

أعُوذُ بالله من الشيطان الرَّحيم اللهم اغْفِرْلِي ذَلِبِي وَأَذْهَبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنَ النَّارِ

Arab latin: A’uudzu billahi minasy syaithaanir rojiim. Allahummaghfirlii dzanbi wa adzhib ghoizha qalbii wa ajirnii minan naar

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan Syaitan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah aku, lenyapkanlah amarah dari hatiku dan peliharalah aku dari siksa neraka.” (HR Ibnu Sunni)

Cara Menghindari Marah

Masih dalam sumber yang sama, amarah dihindari dengan dua cara, yakni:

  • Menutup pintu masuk setan dengan membaca doa isti’adzah, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda,

إنِّي لَأُعَلِّمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ لَوْ قَالَ أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُهُ.

Artinya: “Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca A’uudzubillahi minasy syaitaanir rajiim niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

  • Selanjutnya, kita juga dapat membaca doa untuk membina hati dan mengelola pikiran agar ingat kepada Allah SWT, kita dapat membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,

اللّهُمَّ رَبِّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْ لِي ذَنْبي وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنْ الْفِتَنِ.مُضَلَّاتِ

Artinya: “Wahai Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kejengkelan hatiku, dan selamatkanlah aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR Ibnu Sunni)

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Manfaat Doa Bagi Mukmin, Mampu Mengubah Takdir-Melancarkan Rezeki



Jakarta

Orang yang beragama tentu saja senantiasa berdoa kepada tuhannya. Mereka memohon hingga meminta segala keinginan dan harapan agar dikabulkan. Tetapi dalam Islam, doa punya manfaat dan keutamaannya tersendiri.

Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalulurrahman Al-Mahfani, doa secara bahasa berasal dari kata “da’aa-yad’uu-du’aa-an” yang artinya memohon atau meminta. Menurut istilah, doa adalah permohonan dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT

Imam Khathabi menjelaskan dalam kitabnya Sya’nud Du’a, doa merupakan permohonan bantuan dari seorang hamba kepada Allah SWT dengan menampakkan kefakiran kepada-Nya dan membebaskan diri dari keyakinan akan adanya kekuatan selain Dia.


Ibnu Qayyim turut mengemukakan definisi doa dalam kitab Bada’i’ul Fawa’id, yakni permohonan untuk segala sesuatu yang bermanfaat dan tuntutan untuk menjauhkan segala sesuatu yang mendatangkan kemudharatan.

Makna Doa merujuk Al-Qur’an

Jika dilihat dari akar katanya, doa memiliki makna lainnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an, yang dilansir dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera.

Menyembah Allah SWT

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ

Artinya: Jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain (selain Allah). (QS Al-Qashash: 88)

Seruan atau panggilan

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Artinya: Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, (QS An-Nahl: 125)

Keluh kesah

فَمَا كَانَ دَعْوٰىهُمْ اِذْ جَاۤءَهُمْ بَأْسُنَآ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

Artinya: Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” (QS Al-A’raf: 5)

Permohonan atau permintaan

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗ

Artinya: Mohonlah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. (QS Al-A’raf: 55)

Dari berbagai arti dan makna yang telah disebutkan, doa bisa dikatakan sebagai media komunikasi yang menghubungkan seorang hamba dengan tuhannya dalam rangka memohon diperkenankannya kebutuhan, hingga mengadu atas segala permasalah maupun cobaan yang dihadapi.

Perintah Allah SWT untuk Berdoa

Karena merupakan proses penghambaan diri kepada Allah SWT, Sang Pencipta, doa menempati kedudukan yang penting dalam Islam. Selain sebagai sarana permohonan sampai berkeluh kesah, doa dijelaskan juga sebagai ibadah yang mulia.

Dari Nu’man bin Basyir, Nabi SAW bersabda, “Berdoa adalah suatu ibadah.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah & Tirmidzi)

Dalam riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga menuturkan, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah SWT selain berdoa.” (HR Tirmidzi & Ibnu Majah)

Saking istimewanya doa, Allah SWT melalui Surat Ghafir ayat 60 memerintahkan para hamba untuk berdoa kepada-Nya serta Dia berjanji akan mengabulkannya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Latin: Wa qāla rabbukumud’ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna ‘an ‘ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).

Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Manfaat Doa bagi Orang Beriman

Lantaran posisinya yang tinggi dalam Islam, juga termasuk ibadah paling mulia dan agung, berdoa punya segudang manfaat dibaliknya. Menukil buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera, buku Penyembuhan dengan Doa & Zikir oleh Muhammad Abdul Ghoffar, serta buku Dahsyatnya Doa Para Nabi susunan Syamsuddin Noor, terdapat sejumlah faidah dari doa, di antaranya:

1. Mampu mengubah takdir

لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ

Artinya: “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa.” (HR Ahmad & Ibnu Majah, dari Tsauban)

2. Doa adalah senjatanya orang beriman

الدعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّينِ وَنُوْرُ السَّمَاءِ والأرض

Artinya: “Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit-langit serta bumi.” (HR Abu Ya’la, dari Ali bin Abu Thalib)

3. Membantu keberlangsungan hidup yang telah lalu maupun mendatang

الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ الله بالدُّعَا

Artinya: “Doa itu bermanfaat untuk apa yang sudah terjadi dan apa yang belum terjadi. Karena itu para hamba Allah SWT, hendaklah kalian berdoa.” (HR Hakim)

4. Menolak takdir buruk

لَا يُرَدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

Artinya: “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan Allah) kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali berbuat kebaikan.” (HR Tirmidzi)

5. Menyelematkan dari musuh dan melancarkan rezeki

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَّا أَدُّ لُكُمْ عَلَى مَا يُنْجِيْكُمْ مِنْ عدُوِّكُمْ وَيَدُرُّ لَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ تَدْعُونَ اللَّهَ فِي لَيْلِيكُمْ وَنَهَارِ كُمْ فَإِنَّ الدُّعَاءَ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang menyelamatkan kalian dari musuh kalian dan mempercepat datangnya rezeki kalian?’ (Rasulullah melanjutkan), ‘Maka berdoalah pada tengah malam dan pada siang hari kalian, sebab hanya doa yang menjadi senjata ampuh orang beriman.” (HR Abu Ya’la, dari Jabir bin Abdullah.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Ketika Hujan Lebat dan Angin Kencang



Jakarta

Hujan lebat dan angin kencang kerap kali menimbulkan perasaan khawatir dan was-was. Ada doa yang bisa dibaca ketika hujan lebat mengguyur.

Hujan lebat sering datang beriringan dengan angin kencang dan petir. Fenomena alam ini akan membuat setiap orang baik yang tengah beraktivitas di luar ruangan maupun yang berdiam diri di rumah untuk senantiasa berhati-hati.

Cuaca yang tidak menentu akibat krisis iklim juga membuat frekuensi hujan lebih lebat dan angin yang bertiup lebih kencang. Dalam ajaran Islam, waktu hujan turun sendiri adalah salah satu waktu istijabah atau waktu mustajab untuk memanjatkan doa.


Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Artinya: “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan, dan doa ketika ketika turunnya hujan.” (HR Al Hakim).

Dikutip dari buku Amalan Pembuka Rezeki Rasulullah yang disusun oleh Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, terdapat hadits lain yang juga menggambarkan betapa mustajabnya waktu turun hujan untuk berdoa.

“Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat, dan ketika turun hujan.” (HR Asy-Syafi’i).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah doa saat hujan yang dapat dibaca secara spesifik seperti hujan lebat atau pun hujan disertai angin kencang seperti yang dikutip dari buku Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq. Berikut bacaan doanya.

Doa ketika Hujan Lebat dan Angin Kencang Menurut Hadits

1. Doa ketika Hujan Lebat

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Bacaan latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari).

Dikutip dari Ibnul Qayyim mengatakan, “Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta Nabi SAW supaya berdoa agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doa di atas.” (Zaadul Ma’ad).

2. Doa ketika Angin Kencang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا ضَرُوْرَةً.

Bacaan latin: Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîhâ wa khairamâ ursilat bih, wa a’ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîhâ wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj’alhâ rahmatan wa lâ taj’alhâ ‘adzâban. Allâhummaj’alhâ riyâhan wa lâ taj’alhâ dharûratan.

Artinya: “Wahai Tuhanku, aku minta kepada-Mu kebaikan ini angin, kebaikan barang yang ada di dalamnya, dan kebaikan barang yang diutus melaluinya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan ini angin, kejahatan barang yang ada di dalamnya, dan kejahatan barang yang diutus melaluinya. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin rahmat dan jangan jadikan ini sebagai angin siksa. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin manfaat dan jangan jadikan ini sebagai angin bahaya.” (HR Muslim).

Ada bacaan lain yang bisa dibaca muslim ketika hujan turun. Dalam salah satu riwayat, istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, juga pernah mendengar Rasulullah SAW membaca doa hujan dengan harapan hujan yang diturunkan dapat bermanfaat. Berikut bacaan doanya,

اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

Bacaan latin: Allahumma shoyyiban nafi’an

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

Doa tersebut kemudian banyak digunakan sebagian muslim sebagai doa ketika hujan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian bacaan doa ketika turun hujan lebat dan angin kencang. Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca dzikir dan doa. Semoga dapat bermanfaat.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus saat Hadapi Kesulitan



Jakarta

Ada doa yang diamalkan Nabi Yunus AS saat dihadapi kesulitan saat ditelah paus. Muslim bisa turut mengamalkan doa ini untuk memohon jalan keluar dari Allah SWT. Bagaimana cara mengamalkannya?

Bacaan doa Nabi Yunus diabadikan dalam Surah Al Anbiya ayat 87. Berikut bacaan selengkapnya.

Doa Nabi Yunus dalam Perut Paus dan Artinya

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


Bacaan latin: lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Menurut tafsir Kemenag, dalam doa tersebut Nabi Yunus sadar atas kesalahannya yang telah dilakukannya sebagai nabi. Ia sempat merasa tidak berlapang dada saat menghadapi kekafiran kaumnya.

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengungkapkan keistimewaan lain doa Nabi Yunus. Doa ini disebut dapat mengabulkan permohonan seorang muslim kepada Allah SWT.

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

Selain dikenal sebagai doa memohon pertolongan Allah SWT di tengah kesulitan, ternyata doa Nabi Yunus yang dibacanya dalam perut ikan ini juga memiliki keutamaan sebagai doa memohon meninggal dalam keadaan syahid dan meminta kesembuhan.

Salah satunya sebagaimana diceritakan dalam satu riwayat hadits yang diceritakan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash yang dikutip dari tulisan Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa.

Sa’ad berkata, Rasulullah SAW menyebut doa Nabi Yunus ini dapat dibaca sebanyak 40 kali. Berikut bunyi haditsnya,

Hadits Doa Nabi YunusHadits Doa Nabi Yunus Foto: Buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa

Artinya: “Barangsiapa yang berdoa dengannya kepada orang yang sakit sebanyak 40 kali maka jika ia mati, ia mati dalam keadaan membawa pahala mati syahid. Jika sembuh maka sembuh dalam keadaan dosanya terampuni,” (HR Imam Hakim).

Para ulama membaca doa nabi Yunus 40 kali selesai salat Subuh. Ada pula yang membaca doa Nabi Yunus setiap jari sebanyak 1.000 kali untuk permohonan dalam pengampunan dosa.

Doa Nabi Yunus tersebut diabadikan dalam surat Al Anbiya ayat 87 berikut dengan kisahnya.

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

Bacaan latin: wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Berdasarkan keterangan Al-Qur’an, doa yang dipanjatkan Nabi Yunus dibacanya untuk memohon pertolongan dari Allah SWT agar diselamatkan dari ikan besar yang menelannya. Salim bin Abi al-Ja’d dalam buku Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan, ikan besar tersebut ditelan lagi oleh ikan lainnya yang lebih besar sehingga keadaan gelapnya menjadi 2 kali lipat ditambah dengan kegelapan lautan.

Selama berada dalam perut ikan itu, Nabi Yunus mendengar suara tasbih ikan-ikan besar dan ikan-ikan lainnya di lautan. Bahkan ia mendengar suara tasbih telur ikan yang tidak terhitung jumlahnya.

Ahli-ahli tafsir lainnya pun menceritakan, Nabi Yunus sempat mengira dirinya sudah meninggal. Namun, setelah berhasil menggerakkan anggota tubuhnya, saat itu juga ia memposisikan diri dalam keadaan sujud dan berdoa kepada Allah.

Hingga atas izin Allah SWT, Nabi Yunus yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT, diselamatkan dengan ditelan oleh ikan yang sangat besar, tetapi tidak sampai menghancurkan daging beserta tulangnya. Wallahu a’lam.

(rah/lus)



Sumber : www.detik.com

Apa Arti Syafakillah dan Syafakallah? Bisa jadi Doa ketika Menjenguk Orang Sakit



Jakarta

Tatkala menjumpai bahwa orang terdekat baik kenalan, teman, saudara, kerabat, dan anggota keluarga yang sakit maka kerap kali kita mengucapkan ‘syafakillah‘ atau ‘syafakallah’. Ungkapan ini bermakna doa bagi kesembuhan.

Ungkapan syafakillah dan syafakallah terbilang familier di masyarakat, bahkan semakin populer. Hal ini tentu menjadi tren yang positif karena mendoakan sesama saudara muslim adalah amalan yang terpuji di mata Allah.

Lantas, apa sebenarnya arti dan makna dari syafakillah dan syafakallah?


Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Imam Muslim meriwayatkan beberapa hadits tentang keutamaan menjenguk orang yang sedang sakit. Hadits tersebut berbunyi: “Sesungguhnya seorang Muslim ketika menjenguk saudaranya sesama muslim, maka dia senantiasa berada di khurfah surga hingga ia kembali.”

Khurfah surga yang dimaksud dalam hadits tersebut maksudnya adalah kebun, sebagaimana dijelaskan dalam buku Adab Menjenguk Orang Sakit yang ditulis oleh Hafidz Muftisany, seseorang yang menjenguk orang sakit akan mendapat pahala yang banyak seperti halnya orang yang berada di kebun surga Allah SWT.

Mengutip buku Fiqih Ibadah Bagi Orang Sakit dan Bepergian oleh Enang Hidayat, M.Ag. dijelaskan menurut Ibnu Taimiah, menjenguk orang sakit yang beragama Islam hukumnya fardhu kifayah, artinya wajib dilakukan tetapi apabila sudah dilakukan oleh muslim yang lain maka gugur kewajiban tersebut.

Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat, menjenguk orang sakit beragama Islam hukumnya fardhu, sekalipun hanya sekali. Akan tetapi, beliau tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hukum fardhu tersebut, apakah fardhu ‘ain atau fardhu kifayah.

Namun, berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’), hukum menjenguk orang sakit hukumnya sunnah. Hal ini didasarkan pada anjuran Rasulullah yang selalu mendoakan orang sakit karena menurut beliau, banyak sekali manfaat yang didapat apabila kita menjenguk orang yang sakit.

Bagi orang yang menjenguk, dapat mengambil hikmah dan pelajaran atas sakit yang diderita oleh orang yang sakit. Adapun bagi orang yang sakit, dapat menjadi penghiburan sehingga orang tersebut mendapat kekuatan untuk melawan penyakitnya tersebut.

Bahkan, meskipun terkesan sepele, menjenguk orang yang sakit juga dapat menjaga tali silaturahmi yakni dengan mengirimkan dukungan dan doa kepada orang lain.

Arti Syafakillah dan Syafakallah

Syafakillah atau syafakallah diambil dari hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Arab-latin: “Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman.”

Artinya: “Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah ia. (Hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” (HR. Bukhari, no. 5742; Muslim, no. 2191).

Dikutip dari buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, syafakallah (شفاك الله) merupakan ucapan doa bagi orang yang sakit, yang artinya “Semoga Allah menyembuhkanmu.”

Jika orang yang sakit itu perempuan, maka ucapan itu berubah menjadi syafakillah. Jadi, yang membedakan keduanya hanya kepada siapa doa tersebut ditujukan, tergantung subjeknya.

Untuk orang ketiga aturannya secara kebahasaan berbeda lagi. Misalnya, dalam kasus ada kabar bahwa seorang saudara jauh sedang sakit. Maka kalimat yang dikatakan adalah syafahullah jika yang sakit laki-laki dan syafahallah jika yang sakit perempuan.

Kedua kalimat berikut berarti, “Semoga Allah menyembuhkannya.”

Doa Menjenguk Orang Sakit

Selain doa singkat syafakillah dan syafakallah, kita juga dapat memanjatkan doa agar orang yang sakit segera diangkat penyakit serta dosa-dosanya oleh Allah SWT.

Ini juga dapat menjadi bentuk dukungan dalam kebaikan, sebagaimana doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Arab latin: Allahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Dalam menjenguk, hendaknya juga memperhatikan adab seperti misalnya menutup aurat, membawakan buah tangan dengan ikhlas meski sederhana, dan juga berkata baik karena perkataan tersebut dapat menjadi doa, utamanya akan kesembuhan.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau mayit maka ucapkanlah ucapan yang baik karena sesungguhnya malaikat mengaminkan atas apa yang kalian ucapkan.”

Demikian penjelasan dari syafakillah dan syafakallah yang banyak digunakan orang untuk mendoakan orang sakit. Semoga dapat menjadi amalan saat menjenguk keluarga atau kerabat yang sakit.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Khusus Orang Meninggal, Dibaca untuk Mohon Ampunan



Jakarta

Mendoakan orang yang telah meninggal dunia dikatakan sebagai bentuk kerinduan kita terhadap mereka yang terkasih. Lantas, doa apa yang bisa dipanjatkan?

Berdoa untuk orang yang sudah meninggal merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini terlihat dari apa yang dilakukan Rasul SAW ketika berziarah ke kuburan para sahabatnya yang telah lebih dulu menghadap Ilahi.

Hal itu dikatakan Ibnu Qayyim sebagaimana dilansir dari buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, “Biasanya apabila beliau (Nabi SAW) mengunjungi makam sahabat-sahabatnya, maka beliau mendoakan mereka, meminta rahmat bagi mereka, dan memohon ampunan untuk mereka.”


Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 juga disebutkan sebuah hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslim untuk mendoakan sesamanya yang sudah wafat.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya: “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.”

Melalui sabdanya di atas pula, Rasulullah SAW mengucapkan bacaan permohonan keselamatan dan ampunan bagi orang yang meninggal dunia. Sehingga telah jelas bahwasanya mendoakan orang yang wafat disyariatkan oleh beliau dan memang akan sampai kepada orang tersebut.

Doa untuk Orang Meninggal

Melalui sejumlah hadits, Nabi SAW mengajarkan doa yang bisa dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. Mengutip buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, berikut beberapa doanya:

Doa Orang Meninggal Versi Pertama

السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

Doa Orang Meninggal Versi Kedua

السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun

Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

Doa Orang Meninggal Versi Ketiga

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

Doa Orang Meninggal Versi Keempat

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، وَ أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah

Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

Doa Orang Meninggal Versi Kelima

السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un

Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah)

Itulah lima doa untuk orang meninggal yang dapat dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Doa Kesembuhan untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah Nabi SAW



Jakarta

Saat mendengar keluarga, kerabat terdekat atau orang lain terjangkit penyakit, ada baiknya bagi kita untuk mendoakan kesembuhan bagi mereka. Nabi SAW bahkan mengajarkan sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk orang sakit melalui sabdanya.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 menyebutkan perhatian yang dapat dilimpahkan terhadap orang yang sedang sakit, di antaranya dengan menjenguk serta mendoakan kepulihan baginya.

Hal seperti ini Rasulullah SAW katakan dalam riwayat Abu Hurairah sebagai salah satu hak seorang muslim dari muslim lainnya. Beliau SAW bersabda:


“Hak seorang muslim atas Muslim lainnya ada enam; Apabila engkau bertemu dengannya berilah salam atasnya, apabila dia mengundangmu maka penuhi undangannya, apabila dia minta nasihatmu maka nasihatilah dia, apabila dia bersin dan memuji Allah SWT maka doakanlah, apabila dia sakit maka jenguklah, dan apabila dia meninggal maka ikuti jenazahnya.” (HR Muslim)

Setidaknya, menjenguk menjadi cara untuk menunjukkan rasa empati, menenagkan dan meringankan sebagian urusan mereka. Di sisi lain, mendatangi orang yang sakit memiliki keutamaan sebagaimana yang Nabi SAW tuturkan dalam hadits dari Abu Hurairah:

“Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah SWT, niscaya akan diseru oleh penyeru, ‘Sungguh engkau telah baik dan baik pula perjalananmu, dan engkau telah menyiapkan tempat di surga.” (HR Tirmidzi)

Adab Muslim terhadap Orang yang Sakit

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengemukakan adab yang dicontohkan Rasul SAW dan para sahabat kepada orang yang sakit, yakni mendoakan mereka.

Ibnu Abbas meriwayatkan sebuah hadits, ia berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW masuk ke rumah seorang Arab Badui untuk menjenguknya. Adapun beliau apabila masuk ke tempat orang sakit untuk menengoknya, maka beliau mengucapkan, ‘ Tidak mengapa, pembersih insya Allah.’

Lelaki Badui mengatakan, ‘Engkau mengatakan pembersih? Sekali-kali tidak, bahkan ia adalah demam yang menggoncang pada orang tua renta yang hampir masuk kubur.’ Maka Nabi SAW berkata, ‘Baiklah kalau begitu,” (HR Bukhari)

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan makna ‘pembersih’ yang Rasulullah SAW katakan, maksudnya penyakit menjadi pembersih bagi seseorang atas dosa-dosanya.

Selain itu, adab lain terhadap orang sakit ketika menjenguknya adalah dengan menyanjung kebaikannya agar timbul prasangka baik kepada Allah SWT.

Sebagaimana dalam sebuah atsar, Ibnu Abbas pernah mengatakan suatu hal kepada Umar bin Khaththab yang kala itu menjabat khalifah dan tertimpa sakit karena ditikam. Ibnu Abbas berkata:

“Wahai Amirul Mukminin, tiada beban atas hal tersebut, sesunggunya engkau telah menemani Rasulullah SAW dan ternyata engkau menemaninya dengan baik, kemudian beliau berpisah denganmu dalam keadaan ridha kepadamu.

Lanjut Ibnu Abbas, “Kemudian engkau menemani kaum muslim dan ternyata engkau perlakukan mereka dengan baik. Jikalau engkau meninggalkan mereka, engkau benar-benar meninggalkan mereka dalam keadaan ridha kepadamu, (hingga akhir)”

Umar bin Khaththab menjawab, “Hal tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT.”

Doa untuk Orang Sakit

Masih dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menyebutkan sejumlah doa untuk orang sakit yang pernah Nabi SAW panjatkan:

Doa untuk Orang Sakit Versi Kesatu

اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

Allaahuma rabbin naas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

Doa untuk Orang Sakit Versi Kedua

اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوّاً أَوْ يَمْشِيْ لَكَ إِلَى صَلَاةٍ

Allaahummasy fii ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilaa shalaatin

Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, sehingga dia bisa menyembuhkan musuh untuk-Mu atau dapat berjalan untuk menunaikan shalat.”

Doa untuk Orang Sakit Versi Ketiga

اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ أَجَلِيْ قَدْ حَضَرَ فَأَرِحْنِي وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّراً فَارْفَعْنِيْ وَإِنْ كَانَ بَلَاء فَصَبِّرْنِي

Allaahumma in kaana ajalii qad hadlara fa arihnii wa in kaana mutaakhkhiran far fa’nii wa in kaana balaa-an fashabbirnii

Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah tiba, maka senangkanlah aku, jika ajalku masih lama, maka angkatlah penyakit ini, dan jika memang ini adalah sebuah musibah, maka anugerahkanlah kesabaran untukku.”

Doa untuk Orang Sakit Versi Keempat

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ (٧x)

As’alullaaha al-‘adzhiima rabbal ‘arsyil ‘adzhiimi an yasyfiyaka (7x)

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb Arsy yang Agung, untuk menyembuhkanmu.”

Doa untuk Orang Sakit Versi Kelima

بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيْمُنَا، بِإِذْنِ رَبِّنَا

Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfaa saqiimunaa bi-idzni rabbinaa

Artinya: “Dengan nama Allah, tanah bumi kita, dengan ludah sebagian kita disembuhkan orang sakit kita dengan izin Rabb kita.”

Demikian 5 bacaan doa untuk orang sakit agar lekas sembuh, semoga bermanfaat!

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Masuk Masjid, Dibaca agar Bisa Fokus Ibadah



Jakarta

Ketika seorang muslim hendak memasuki masjid, Nabi SAW ajarkan untuk membaca doa terlebih dahulu agar dapat fokus beribadah dan tak ada gangguan. Bagaimana doanya?

Telah diketahui bahwa setan memang berniat untuk mengganggu manusia dari menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Alangkah baiknya para hamba senantiasa memohon perlindungan-Nya dari godaan-godaan tersebut.

Seperti halnya saat seseorang pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah seperti sholat, mengaji, hingga i’tikaf. Sudah pasti setan akan mengusiknya. Untuk itu sepatutnya dia berdoa ketika berangkat, masuk, dan saat berada di masjid.


Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 mengemukakan, karena mereka yang masuk masjid ingin meraih rahmat untuk menggapai akhirat dengan berbagai ibadah yang dikerjakan, maka hendaknya ia melafalkan doa terlebih dahulu.

Menurutnya pula, setan sangat antusias terhadap manusia ketika memasuki masjid. Ia akan menghalangi orang untuk sholat, dan menjadikan berkurangnya kebaikan dari sholat itu. Serta berencana apa pun supaya rahmat Allah SWT tak didapatkan seseorang.

Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Sungguh setan duduk untuk anak keturunan Adam di semua jalannya.” (HR Nasa’i) Maksudnya, setan akan ada di setiap jalan yang dilalui seluruh umat manusia, baik di jalan menuju kebaikan atau keburukan

Doa Masuk Masjid

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan sejumlah doa masuk masjid https://www.detik.com/tag/doa-masuk-masjid yang disyariatkan Rasulullah SAW.

Doa Masuk Masjid Versi Kesatu

أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, Allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

Doa Masuk Masjid Versi Kedua

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaftah lii abwaaba rahmatika

Artinya: “Ya Allah, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah, dari Abu Usaid)

Doa Masuk Masjid Versi Ketiga

باسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Bismillahi allahumma shalli ‘ala muhammad

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.” (HR Ibnu Sinni, dari Anas bin Malik)

Doa Masuk Masjid Versi Keempat

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَافْتَحْ لِي أَبْوابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaghfir lii waftah lii abwaaba rahmatika

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Ibnu Sinni, Tirmidzi, & Ibnu Majah, dari Abdullah bin Hasan)

Anjuran Berdzikir di Dalam Masjid

Selain berdoa saat hendak memasukinya, Imam Nawawi dalam bukunya menyebutkan dianjurkan pula untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT ketika berada di dalam masjid. Dzikir yang bisa dilafalkan adalah tasbih, tahlil, tahmid, takbir, atau lainnya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nur ayat 36: “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang.”

Disunnahkan pula untuk membaca atau mengaji Al-Qur’an di dalam masjid, sesuai sabda Nabi SAW riwayat Anas bin Malik:

“Rasulullah SAW pernah bersabda kepada orang Badui yang kencing di dalam masjid, ‘Sesungguhnya masjid ini tidak layak bagi sesuatu pun dari air seni dan tidak pula bagi kotoran (lainnya). Sesungguhnya masjid-masjid ini hanyalah untuk berdzikir kepada Allah (sholat) dan membaca Al-Qur’an.” (HR Muslim)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Pelupa, Yuk Baca Setiap Hari!



Jakarta

Manusia adalah makhluk yang lemah. Ia diciptakan dengan banyak kekurangan, di samping kesempurnaannya sebagai khalifah di muka bumi. Salah satu sifat lemahnya yakni pelupa.

Oleh karenanya, Allah SWT melimpahkan kenikmatan pada manusia dengan wujud daya ingat. Daya ingat ini yang membantu manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur.

Sayangnya, manusia tidak bisa menutupi kelemahannya. Perlu pertolongan dari Allah untuk mengurangi sifat pelupa tersebut. Ada doa yang bisa dibaca agar dijauhkan dari sifat pelupa.


Doa Dijauhkan dari Sifat Lupa

Rasulullah selalu mengajarkan pada keluarga, sahabat, dan umatnya untuk selalu memanjatkan doa pada Allah apabila menemui kesulitan karena hanya hanya Allah Sang Penolong. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut ini,

Utsman ibn Abi al-Ash berkata, “Aku mendatangi Rasulullah SAW seraya mengadu, ‘Wahai Rasulullah, aku dulu termasuk orang yang memiliki ingatan paling kuat. Namun, ada sesuatu yang masuk ke dalam diriku sehingga sebagian ingatanku hilang’.

Kemudian beliau meletakkan tangannya di atas dadaku sambil mengucapkan,

اللهم أخرج عنه أصييط نة

Artinya: ‘Ya Allah, keluarkanlah setan darinya.’

Maka, Allah pun melenyapkan sifat pelupa dari diriku.”

Dikutip dari Rahasia Doa Mustajab oleh Ibn Qayyim dan Ibn Athaillah, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk membaca doa berikut setiap hari.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِيْ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ

Arab-Latin: Allâhumma ij’al nafsî muthmainnatan, tu’minu bi liqâika wa tardlâ bi qadlâika).

Artinya: “Ya Allah, jadikan jiwa kami menjadi tenang, beriman akan adanya pertemuan dengan-Mu, dan rela atas garis yang Engkau tentukan.”

Setelah saran dari Rasulullah tersebut dibaca tiga kali sehari, pemuda tersebut mengaku, “Setelah saya membaca itu, saya tidak pernah lupa tentang apapun.”

(Lihat Habib Zain bin Ibrâhîm bin Sumaith, Al-Manhajus Sâwî, Dârul Ilmi wad Da’wah, [Hadramaut, 2005], halaman 234).

Membaca Surat Al Baqarah Ayat 286

Selain membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, bisa juga membaca surat Al-Baqarah ayat 286,

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah.

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

Dijelaskan bahwa doa ini merupakan sebuah permohonan agar terhindar dari siksa neraka bila kita melakukan suatu perbuatan dosa tanpa unsur kesengajaan atau lupa.

Jejen Musfah dan Anis Masykhur dalam buku Doa Ajaran Ilahi memaparkan bahwa menurut riwayat Al-Baghawy, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, apabila seseorang membacanya di malam hari, maka terpeliharalah ia dari segala macam bencana,” (Tafsir Al-Khazin, I:26).

Selain hadits tersebut, banyak sekali riwayat yang menjelaskan hikmah membaca doa dengan ayat ini. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia berkata: Bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah diambil dari tempat bawah ‘Arasy (singgasana) Tuhan.”

Sementara dalam riwayat Al Hakim, disebutkan: “Orang yang tidak membacanya (dua ayat tersebut) selama tiga hari, maka setan akan mendekatinya.”

Adapun dalam kitab Shahihain, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Telah turun Jibril kepadaku, dan berkata dengan membawa perintah Tuhan, “Aku memberikan kabar gembira dengan adanya dua Nur yang aku berikan kepadamu dan belum pernah aku berikan kepada nabi-nabi sebelum mu. (Yakni) fatihat al-kitab dan penutup surat Al Baqarah,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dilihat dari sisi materinya, doa ini merupakan bentuk pengakuan manusia sebagai makhluk yang pelupa, mudah melakukan kesalahan, dan makhluk yang sangat lemah.

Lupa merupakan sifat anak cucu Adam. Oleh karena itu bila kita melanggar perintah Allah, melakukan suatu dosa, mengerjakan perbuatan haram tanpa adanya unsur kesengajaan (lupa), maka kita diharuskan cepat-cepat memohon ampun kepada-Nya.

Doa ini baik dibaca di waktu pagi dan sore hari, sebab doa ini merupakan penangkal segala kekurangan manusia yang memungkinkan dapat merusak ajaran Allah.

Selain itu, doa ini merupakan bentuk permohonan agar Allah tidak memberikan beban yang berat yang kita tidak sanggup memikulnya.

Demikian bacaan doa untuk memohon dijauhkan dari sifat pelupa. Sifat pelupa ini dapat mengganggu dan menghambat kegiatan sehari-hari. Doa ini bisa menjadi amalan yang dikerjakan setiap hari.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com