Jakarta –
Sebuah penelitian menemukan metode diet yang diklaim ampuh menurunkan berat badan sebesar 13% dalam waktu setahun. Begini pola dietnya!
Menurunkan berat badan menjadi tantangan tersendiri bagi kebanyakan orang. Karenanya berbagai metode diet pun dilakukan untuk bisa mendapatkan berat badan yang ideal.
Yang terbaru, ada temuan sebuah metode diet yang diklaim dapat menurunkan berat badan 13% dalam setahun. Dikutip dari New York Post (23/08/24) diet tersebut dinamakan iDip.
iDip atau singkatan dari Individualized Diet Improvement Program itu merupakan temuan dari para peneliti di Universitas Illinois Urbana-Champaign.
Para peneliti melakukan eksperimen kepada 22 peserta dengan mengikuti pola makan tertentu selama 25 bulan. Peserta diminta untuk meningkatkan asupan protein hariannya mencapai 800 gram dan serat menjadi 20 gram.
Dier iDip dilakukan dengan makan tinggi protein. Foto: Getty Images/iStockphoto/Chayaporn Yemjuntuek |
Secara umum, kebutuhan protein manusia dalam sehari itu sebanyak 0,8 gram per 1 kilogram berat badan. Selain itu, peserta juga didorong untuk membatasi kalori sebesar 1.500 per hari.
Penurunan tajam dari asupan kalori yang biasanya direkomendasikan yaitu 2.000 menjadi 2.500. Sebanyak 41% peserta iDip dianggap berhasil dalam jangka waktu satu tahun.
Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Obesity Science & Practice. Para peserta rata-rata berhasil menurunkan berat badan sekitar 12.9%.
Lebih lanjut, para pelaku diet iDip menimbang diri mereka setiap hari dan mengikuti sesi pendidikan diet, serta pertemuan konsultasi individu.
“Pendekatan iDip memungkinkan peserta bereksperimen dengan berbagai pola makan, dan pengetahuan serta keterampilan yang mereka kembangkan sambil menurunkan berat badan,” tutur pemimpin peneliti Manabu Nakamura, profesor nutrisi UIUC.
Diet iDip juga dilakukan dengan perbanyak asupan serat. Foto: Getty Images/iStockphoto/sveta_zarzamora |
Menurut peneliti, hal tersebut dapat berfungsi sebagai landasan untuk pemeliharaan berkelanjutan. Namun, sekitar 59% peserta hanya kehilangan sedikit lebih dari 2% berat badan awalnya setelah satu tahun.
Para peneliti yakin mereka yang memprioritaskan makan lebih banyak protein dan serat mengalami penurunan berat badan paling signifikan.
Ahli gizi diet terdaftar dan penulis studi pertama Mindy H. Lee menyatakan bahwa meningkatkan pola makan diet iDip sangat optimal untuk menurunkan berat badan.
Mengingat serat dikaitkan dengan energi berkelanjutan, karena dicerna lebih lama dibandingkan zat lain. Di usus besar, serat memicu pelepasan hormon yang menurunkan nafsu makan.
Karena proses tersebut memakan waktu berjam-jam, keinginan ngemil di antara waktu makan pun berkurang. Meskipun American Heart Association merekomendasikan setidaknya 25-30 gram serat sehari untuk membantu mengatur pergerakan usus, mengontrol gula darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
(raf/odi)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Jangan Lakukan 7 Hal Ini Usai Makan agar Pencernaan Tak Terganggu Jakarta – Usai makan, sebaiknya kamu tidak melakukan 7 hal ini agar pencernaan tak terganggu dan penyerapan nutrisi maksimal. Ini daftarnya. Terlihat sepele, tapi kebiasaan-kebiasaan ini sering dilakukan seseorang usai makan. Efeknya bisa mengganggu penyerapan nutrisi yang didapat dari makanan. Mulai dari rebahan usai makan hingga langsung olahraga, berikut beberapa kebiasaan setelah makan yang harus dihindari:
1. Makan buah
Melansir Healthshots, buah-buahan segar adalah makanan yang sehat. Namun, ketika dikonsumsi setelah makan, buah-buahan akan tercampur dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan masalah pencernaan dan mengubah nilai gizi makanan yang dikonsumsi. 2. MerokokUmumnya, para perokok akan sesegera mungkin membakar rokoknya setelah makan. Padahal, ini adalah kebiasaan yang salah. Rokok mengandung karsinogen yang bisa menyebabkan sindrom iritasi usus besar hingga bisa menyebabkan kolitis ulseratif. 3. Tidur atau rebahan
Tidur atau rebahan setelah makan juga jangan dibiasakan. Mengutip berbagai sumber, kebiasaan ini bisa membuat makanan sulit dicerna dan berbahaya buat pencernaan. 4. MandiMandi setelah makan juga bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Mandi membuat proses pencernaan bisa terganggu. 5. Minum kopi atau tehMinum teh atau kopi setelah makan sebaiknya dihindari. Beberapa senyawa fenolik yang terdapat dalam kopi atau teh bisa membatasi penyerapan zat besi dari makanan. 6. Langsung minum airSuka langsung minum air putih setelah makan? Tunggu dulu karena ternyata ini bukan pilihan yang tepat. Minum air putih langsung setelah makan bisa membuat sekresi enzim dan cairan di lambung berkurang. Akibatnya, perut bisa mengalami kembung. Sebaiknya, minum air putih setengah jam sebelum atau setelah makan. 7. Olahraga
Olahraga setelah makan bukan pilihan yang bagus. Pasalnya, olahraga bisa mengganggu proses pencernaan. Meski tidak semua orang mengalaminya, tapi olahraga setelah makan bisa menyebabkan mual, sakit perut, hingga kehilangan kesadaran. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Kebiasaan Ini Pantang Dilakukan Setelah Makan, Langsung Minum“ (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hati-hati! 3 Kesalahan Sarapan Ini Memicu Penuaan Dini Jakarta – Sarapan patut dilakukan setiap pagi untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, perhatikan beberapa menunya, karena jika salah bisa memicu penuaan dini. Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap pagi. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat. Dilansir dari NDTV (30/8), makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi harus bernutrisi dengan gizi seimbang. Ahli gizi Shalini Sudhakar di akun Instagram miliknya menjelaskan kalau ada beberapa kesalahan sarapan yang justru bisa mempercepat penuaan.
Berikut 3 kesalahan yang harus dihindari saat sarapan:1. Minum Teh atau Kopi
Banyak orang umum mengonsumsi teh atau kopi di pagi hari saat sarapan. Minum teh atau kopi ini tentu saja bisa memberikan kenyamanan, tetapi Shalini menyebutkan kalau minuman itu juga bisa menjadi alasan mengapa penuaan datang lebih cepat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat menurunkan pembentukan kolagen, protein yang penting untuk kesehatan kulit. Menurut ahli gizi, mereka yang hobi minum teh atau kopi, sebaiknya mengganti dengan minuman berempah. Minuman yang menjadi alternatif kafein ini akan menghidrasi kulit, membuatnya jadi tampak sehat dan awet muda. Namun, jika tak bisa menahan konsumsi kafein, Shalini merekomendasikan untuk minum setelah sarapan. 2. Konsumsi Makanan OlahanSebagian orang terbiasa mengonsumsi makanan olahan untuk sarapan, karena dirasa praktis dan mudah memasaknya. Namun, ini juga termasuk kesalahan dalam sarapan yang sebaiknya dihindari. Makanan olahan tidak hanya menyebabkan beberapa masalah kesehatan tetapi juga dapat mempercepat penuaan. Shalini menyarankan untuk memasak makanan segar di rumah, karena ini memastikan sarapan diperkaya dengan semua vitamin dan nutrisi penting. Kalau di pagi hari tak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan bahan makanan, sebaiknya lakukan di malam hari. Jadi, jika ingin kulit tetap awet muda, batasi asupan makanan olahan seminimal mungkin. 3. Tak Konsumsi Serat dan Protein
Shalini menyebutkan satu lagi kesalahan umum yang biasa dilakukan saat sarapan. Yaitu tidak mengonsumsi cukup serat dan protein. Padahal, dua jenis nutrisi itu yang paling baik dikonsumsi saat sarapan untuk meningkatkan metabolisme. Jika menu sarapanmu kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sehingga menyebabkan proses penuaan lebih cepat. Untuk menghindarinya, pastikan sarapan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat seimbang. Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti telur, yoghurt, kecambah, buah-buahan, dan sayuran hijau dalam menu sarapan. Saran dari Shalini ini bisa membuat kesehatan kulit meningkat dan memperoleh beberapa manfaat kesehatan lainnya. (yms/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Tips Sarapan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Jantung Jakarta – Sarapan memang menjadi waktu terpenting untuk makan. Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sebaiknya diperhatikan. Jika ingin meningkatkan kesehatan jantung, coba 5 sarapan ini!. Sebagai waktu terpenting, sarapan berkualitas tentu diperlukan. Sarapan dapat membantu seseorang memperoleh zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sarapan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2, dan sindrom metabolik.
Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menghindari penyakit jantung atau meningkatkan kesehatan jantung. Melansir eatingwell.com (31/08/2024), berikut 5 jenis sarapan yang sehat menurut ahli jantung. 1. Sarapan rendah atau tanpa gula
Roti tawar, donat, kue kering, atau sereal sering dijadikan menu sarapan karena praktis, enak, dan mengenyangkan. Namun, hati-hati, makanan seperti itu tinggi gula. Sergiu Darabant, MD, seorang ahli jantung mengungkap, sereal dan kue kering manis mengandung gula rafinasi tinggi yang dapat menambah berat badan, kadar gula darah, dan membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi gula dan beralih ke makanan rendah atau tanpa gula. Misalnya, beralih ke roti gandum, bubur gandum, atau buah, ubi ungu, atau buah-buahan, seperti alpukat. 2. Protein rendah lemak
Protein memang penting dikonsumsi saat sarapan karena bisa membuat kamu kenyang sepanjang hari. Namun, ada beberapa pilihan protein yang sebaiknya dihindari. Jenis protein itu adalah daging olahan, seperti sosis dan bacon yang mengandung banyak lemak jenuh dan natrium. Kandungan di dalam makanan ini dapat bekrontribusi terhadap kolesterol tinggi dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyakit jantung. Alih-alih daging olahan, pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti makanan laut, telur, daging sapi rendah lemak, susu rendah lemak atau tanpa lemak, hingga protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Daftar makanan lain untuk menyehatkan jantung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Makanan tinggi serat
Makanan kaya serat meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol, dan penurunan peradangan. Makanan ini dapat membantu manajemen berat badan lebih baik, yang juga dikaitkan dengan kesehatan jantung lebih baik. Colleen Wysocki, pemilik Zest Nutrition Service juga mengungkap pentingnya sarapan tinggi serat karena dapat membantu seseorang lebih kenyang sekaligus mengurangi asupan kalori. 4. Makanan mengandung asam lemak omega-3
Mascha Davis, penulis Eat Your Vitamins menjelaskan jika asam lemak omega-3 adalah lemak esensial yang memiliki sifat anti-inflamasi, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi trigliserida. Konsumsi omega-3 secara teratur juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung karena menjaga tekanan darah sehat, mengurangi penumpukan plak di arteri, dan mendukung irama jantung yang tepat. Sumber asam lemak omega-3 bisa ditemui pada makanan, seperti ikan salmon, alpukat, kacang kenari, dan biji rami. 5. Makanan rendah garamSelain konsumsi makanan rendah gula, penting juga untuk mengonsumsi makanan rendah garam. Sarapan rendah garam dapat menjaga kesehatan jantung, karena asupan garam tinggi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung. Memilih makanan rendah garam juga akan mendukung sirkulasi darah lebih baik, mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Oleh karena itu, hindari garam, dan lebih baik tambahkan rempah-rempahan alami ke dalam hidangan. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hangatkan Makanan di Microwave Pakai Wadah Plastik Bahaya, Ini Sebabnya Jakarta – Menghangatkan makanan di microwave memang memudahkan, tapi jangan sembarangan pilih wadah makanan. Ahli ingatkan hindari pemakaian wadah plastik karena membahayakan kesehatan. Penggunaan microwave membuat masak lebih praktis dan nyaman. Microwave beberapa fungsi, termasuk menghangatkan makanan dengan mudah. Namun masih banyak orang keliru saat menghangatkan makanan di microwave. Mereka asal-asalan memilih wadah, seperti menggunakan wadah plastik untuk menaruh makanan.
Penggunaan wadah plastik saat menghangatkan makanan di microwave sangat tidak disarankan oleh pakar. Profesor bidang ilmu toksikologi, Phoebe Stapleton mengatakan panas dari microwave bakal membuat senyawa kimia dalam plastik terpapar ke makanan yang sedang dipanaskan. Bahkan menurut toksikologis Kelly Johnson-Arbor, bahaya serupa bakal terjadi sekalipun seseorang menggunakan wadah plastik dengan label “microwave safe”. Sebab label itu hanya menunjukkan wadah plastik tidak akan mudah meleleh saat digunakan beberapa kali di microwave. “Meskipun struktur kimia produk plastik stabil, tapi bahan kimia dapat larut dari plastik dalam kondisi tertentu, termasuk paparan suhu tinggi seperti yang terjadi selama pemanasan dengan microwave,” kata Johnson-Arbor. Bahan kimia tersebut termasuk bisphenol-A (BPA) dan ftalat. Keduanya dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh dan dikaitkan dengan efek kesehatan yang negatif “Pemanasan dengan microwave juga dapat meningkatkan pelepasan partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik ke dalam makanan dan minuman,” kata Johnson-Arbor. Wadah plastik bebas BPA atau microwave-safe tak berarti aman
Stapleton menegaskan menghangatkan makanan dengan wadah plastik apapun sebenarnya tidak ideal. Namun jika terpaksa harus menggunakannya, Johnson-Arbor menyarankan penggunaan wadah plastik dengan label “BPA-free”. “Namun, wadah yang diberi label bebas BPA masih mungkin mengandung bahan kimia bisfenol yang berpotensi berbahaya lainnya,” Johnson-Arbor. Stapleton pun setuju. Meski sebuah produk wadah plastik disebut aman untuk microwave, tapi tidak berarti aman untuk kesehatan manusia. Menurutnya, tidak ada produk plastik yang ‘aman’. “Secara umum, orang harus menghindari memanaskan semua produk plastik dalam microwave, terlepas dari jenis plastik atau plastik yang digunakan untuk membuatnya,” kata Jordan Kuiper, Ph.D. epidemiologis dari George Washington University Milken Institute School of Public Health. Lantas apa efeknya jika seseorang menghangatkan makanan di microwave pakai wadah plastik? Jika praktik ini dilakukan sekali atau dua kali saja, maka efeknya tak begitu terlihat. Beda halnya jika seseorang terbiasa melakukannya. Baca halaman selanjutnya untuk tahu efek menghangatkan makanan di wadah plastik. Efek menghangatkan makanan di wadah plastik
Stapleton menjelaskan, “Penggunaan wadah plastik terus menerus meningkatkan paparan dan dosis terhadap bahan kimia yang telah menunjukkan risiko penyakit termasuk kanker, gangguan endokrin dan masalah kesuburan, serta penyakit metabolik dan neurologis.” Kuiper mengatakan bahwa para ilmuwan juga baru mulai memahami dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan dari paparan nanoplastik pada manusia. “Studi terbaru telah menemukan partikel plastik ini di jaringan manusia yang jelas-jelas tidak seharusnya, termasuk otak, jantung, plasenta, dan testis,” katanya. Kuiper juga mengutip sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan di New England Journal of Medicine yang menemukan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian 4,5 kali lebih tinggi pada orang yang terdeteksi nanoplastik dalam sistem kardiovaskular mereka. “Untuk bahan kimia yang digunakan sebagai plasticizer selama produksi produk plastik, mereka cenderung diklasifikasikan sebagai bahan kimia pengganggu endokrin, bahan kimia yang mampu mengganggu hormon dalam tubuh manusia,” kata Kuiper. Secara keseluruhan, pakar sepakat sebaiknya hindari menggunakan wadah plastik saat menghangatkan makanan di microwave. “Jika memungkinkan, sangat disarankan untuk menggunakan produk yang terbuat dari kaca sebagai solusi,” tutup Kuiper. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Perut Kembung Setelah Minum Kopi? Ini Penyebabnya Jakarta – Bagi sebagian orang minum kopi dapat menyebabkan perut kembung dan membuat tidak nyaman. Timbulnya kembung ini bisa dipicu oleh beberapa hal. Bagi penikmat kopi, tak lengkap rasanya jika belum menikmati secangkir kopi dalam sehari. Jika kopi diminum secara rutin dapat memasok energi. Karenanya kopi biasa dikonsumsi di pagi hari sebelum beraktivitas. Dilansir dari Kin Fertility (17/7), kopi diketahui sebagai minuman yang sehat, tetapi juga bisa memberikan efek negatif bagi beberapa orang. Salah satu efek sampingnya adalah perut kembung.
Lalu mengapa minum kopi dapat menyebabkan perut kembung?Campuran Susu
Sebenarnya kopi yang sehat adalah racikan kopi hitam. Namun, banyak orang lebih menyukai minum kopi dengan tambahan susu. Ternyata, campuran susu inilah yang kerap membuat perut menjadi kembung setelah mengonsumsi kopi. Faktanya, sekitar 44% orang Australia mengalami intoleransi laktosa menurut sebuah studi tahun 2017. Jadi, buat yang intoleransi laktosa lebih baik menggunakan susu nabati sebagai alternatif. Seperti susu kedelai, susu gandum atau susu almond. Tambahan Pemanis BuatanSelain susu, bahan campuran kopi yang dapat membuat perut kembung adalah pemanis buatan. Pemanis buatan itu termasuk sorbitol dan aspartam (pengganti gula). Pemanis buatan itu dapat menyebabkan kembung seperti ketika kopi dicampurkan susu. Namun, masih memerlukan banyak penelitian lanjutan tentang efeknya pada saluran pencernaan. Jadi, mengapa kopi menyebabkan kembung?
Kafein yang ada di dalam kopi dapat merangsang pelepasan gastrin dan sekresi asam lambung (termasuk asam klorida). Hal ini dapat menyebabkan refluks asam dan mulas. Sebuah studi tahun 2001 menemukan bahwa kopi menyebabkan perut kembung lebih besar daripada jumlah air yang sama. Hal tersebut mengakibatkan rasa kenyang atau kembung. Kafein juga meningkatkan aktivitas otak dan sistem saraf. Toleransi kafein berbeda untuk setiap orang, tetapi kopi dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dan adrenalin dalam tubuh. Penelitian telah menetapkan bahwa peningkatan kadar kortisol sebagai akibat dari kelebihan kafein ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal. Peningkatan kortisol pada tubuh juga dapat memengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Sebaiknya jenis kopi apa yang baik?Kopi dengan tingkat keasaman yang rendah dianggap baik untuk mengatasi kembung. Biasanya berasal dari biji kopi yang ditanam di dataran rendah, profil rasanya juga lebih lembut karena tanaman menerima lebih banyak oksigen. Kopi decaf juga disebut baik untuk mengatasi perut kembung. Kopi satu ini tidak mengandung kafein, jadi cocok untuk orang dengan perut sensitif. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Makanan Penguat Imunitas, Cocok untuk Cegah Monkeypox Jakarta – Maraknya isu penyebaran virus monkeypox (Mpox) membuat banyak orang ketakutan. Beberapa asupan makanan ini dapat menguatkan imunitas dan cegah infeksinya. Penyebaran virus monkeypox (mpox) atau cacar monyet menimbulkan momok yang menyeramkan. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus monkeypox di Indonesia pada 2022 yang menjangkit seorang pria dengan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis. Hingga 2024 Portal Informasi Indonesia membenarkan adanya 59 kasus yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, hingga kepulauan Riau. Salah satu cara paling efektif mencegahnya adalah dengan menguatkan imunitas melalui asupan makanan bernutrisi tepat.
Deepti Lokeshappa selaku ahli pangan dan nutrisi dari Bengaluru, India menyebut ada beberapa alternatif asupan makanan untuk menguatkan imunitas. Bahan-bahan makanan yang direkomendasikan juga mudah didapatkan di pasaran maupun disajikan di rumah. Berikut ini 5 makanan penguat imun untuk cegah monkeypox melansir Healthsots:
1. Makanan tinggi proteinKonsumsi protein tidak hanya memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Asupan protein dapat membantu membangun benteng pelindung di dalam tubuh untuk mencegah paparan virus dan bakteri. Jika ingin meningkatkan kekebalan imunitas, sebaiknya konsumsi lebih banyak protein. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh yang telah rusak dengan sel yang baru. Adapun beberapa makanan tinggi protein yang direkomendasikan secara khusus, didominasi oleh makanan vegetarian. Seperti kacang kedelai, tauge, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga keju cottage dan yogurt. 2. TelurMenjadi sumber asupan protein dan berbagai vitamin yang lebih terjangkau, telur diandalkan untuk menguatkan imunitas. Di dalam sebutir telur terdapat vitamin A, D, E, kolin, zat besi, hingga folat yang bermanfaat. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk membangun massa otot, produksi energi, hingga memperkuat sistem imunitas. Ditambah lagi kandungan selenium di dalam telur yang ternyata dapat melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan infeksi. Telur mudah ditemukan di pasar, toko-toko, bahkan hingga warung kecil sekitar rumah. Adapun penyajian telur yang direkomendasikan seperti telur rebus sehingga tidak memberi tambahan lemak jenuh dan kolesterol melalui minyak. Vitamin C hingga probiotik yang direkomendasikan ada di halaman selanjutnya.3. Buah tinggi vitamin CBukan rahasia lagi jika vitamin C menjadi andalan ketika tubuh mulai melemah. Vitamin C tergolong ke dalam antioksidan yang kuat dengan kinerja meningkatkan produksi sel darah putih. Ketika sel darah putih meningkat maka perlindungan terhadap infeksi akan lebih buat. Dampaknya imunitas tak akan mudah terganggu dengan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Lokeshappa merekomendasikan buah tinggi vitamin C seperti lemon, jeruk, kiwi, strawberry, pepaya, cherry, dan banyak buah lain. Buah-buahan tersebut boleh dikonsumsi sebagai buah potong segar atau menjadi jus dan smoothie yang tak kalah enak. 4. Daun mint
Distribusi daun mint di Indonesia umumnya ditemukan pada supermarket atau toko-toko sayuran yang menjual bahan makanan dengan lengkap. Daun mint awamnya hanya digunakan dalam campuran minuman, ternyata manfaatnya lebih komplet daripada itu. Di dalam daun minta yang ukurannya tak besar memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, E, A serta diperkaya dengan banyak mineral lain. Konsumsi daun mint secara rutin dapat membantu meminimalisir kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Selain itu adanya kandungan methanol membantu merelaksasi toto dan saluran pencernaan. Daun minta yang dinikmati sebagai teh atau campuran minuman hangat bahkan terbukti dapat mengatasi infeksi virus seperti pada flu, ashma, dan lainnya. 5. ProbiotikBanyak ahli yang menyebut bahwa usus adalah otak kedua di dalam tubuh manusia. Karenanya penting untuk memerhatikan asupan probiotik guna membuat lingkungan usus tetap sehat. Begitu pula jika hendak memperkuat imunitas dan melawan virus serta bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Makanan tinggi probiotik sendiri mudah untuk didapatkan dan diolah menjadi menu yang enak. Seperti yogurt atau dadih yang dihasilkan dari proses pengolahan susu sapi. Pada bahan nabati, bawang putih, bawang bombay, dan pisang juga dapat diandalkan. Mengonsumsi asupan ini secara rutin menjadi cara mudah untuk menguatkan imunitas. (dfl/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hindari 5 Kebiasaan Makan yang Bikin Perut Buncit Jakarta – Perut buncit menjadi masalah banyak orang. Untuk menghindarinya, jangan lakukan kebiasaan makan yang bikin lemak menumpuk di perut. Berikut daftarnya. Makan memang diperlukan tubuh. Namun hindari kebiasaan makan buruk yang berdampak negatif bagi kesehatan, termasuk perut buncit. Perut buncit terjadi karena ada penumpukan lemak di area tersebut. Faktanya, perut bisa langsung buncit meski penumpukan lemak masih terbilang sedikit.
Dikutip dari The Standard, lemak yang menumpuk di perut terdiri atas dua jenis. Pertama, lemak subkutan, yaitu lemak yang tersimpan di bawah lapisan kulit. Kedua, lemak visceral, yakni lemak yang tersimpan di sekitar organ-organ di area perut. Dari kedua jenis lemak ini, lemak yang paling berpengaruh membuat perut menjadi buncit adalah lemak visceral. Masalahnya, perut buncit bukan cuma membuat penampilan jadi kurang menarik, namun juga berisiko untuk kesehatan. Penumpukan lemak di perut rentan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung. Selain itu, perut buncit karena lemak yang menumpuk juga berisiko memunculkan penyakit diabetes hingga masalah tekanan darah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kebiasaan makan yang membuat perut buncit agar Anda bisa mulai mengurangi hal-hal tersebut. Di sisi lain, perlu untuk mulai menjaga pola makan dan olahraga teratur agar lemak di area perut bisa segera pergi. Berikut ini beberapa kebiasaan makan buruk yang justru bikin perut buncit: 1. Terlalu banyak gulaMelansir Healthline, pola makan dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, terutama minuman manis bisa meningkatkan lemak di perut. Lemak inilah yang menyebabkan perut Anda buncit. Kebiasaan minum manis kemasan tinggi gula dan berbagai cemilan manis lainnya harus dikurangi. Atau kalau bisa ganti semua yang manis-manis ini dengan makanan yanglebih sehat. 2. Banyak makan lemak trans
Lemak trans buatan sangat terkait dengan kesehatan jantung dan perut yang buncit. Sebaiknya kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak trans. 3. Kurang makan daging dan proteinSiapa bilang makan daging bikin gendut? Justru jika Anda kekurangan protein dan jarang makan daging bisa bikin perut buncit. Tentunya Anda juga harus pintar memilih daging. Misalnya daging merah tanpa lemak atau dada ayam, keduanya adalah sumber protein yang sehat. 4. Makan sambil menonton TV
Makan sambil menonton TV memang menyenangkan. Bahkan saking enaknya Anda kerap tidak sadar sudah tambah nasi dan lauk berkali-kali. Makanya, daripada nonton TV lebih baik makan dengan tenang. Pasalnya, melansir Eat This Not That, makan sambil menonton membuat Anda tidak sadar telah makan sangat banyak hingga perut pun jadi buncit. 5. Sering makan di luarBukan berarti Anda tidak boleh makan di restoran, hanya saja jangan terlalu sering melakukan. Bukan cuma menguras dompet, makan di luar juga bisa membuat perut buncit. Alasannya, Anda tidak benar-benar tahu kandungan apa yang ada di makanan tersebut. Berapa banyak garam dan gula yang digunakan. Makanya, memasak sendiri jauh lebih sehat daripada makan di luar. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Makan, Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Perut Jadi Buncit“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Mencuci Buah dengan Air Tak Bisa Hilangkan Pestisida, Ini Temuan Peneliti Jakarta – Ternyata mencuci buah-buahan dengan air sebelum dimakan tidak bisa menghilangkan kandungan pestisida. Hal ini diungkap oleh sebuah penelitian. Pestisida adalah zat kimia yang digunakan oleh para petani untuk melindungi perkebunannya dari serangan hama. Mulai dari beras, sayuran, hingga buah-buahan. Karenanya, sebelum hasil panen tersebut dikonsumsi, sebaiknya dicuci bersih menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kandungan pestisidanya.
Namun, hal mencengangkan ditemukan oleh seorang studi baru-baru ini. Para peneliti mengatakan bahwa dengan mencuci buah tidak bisa menghilangkan pestisida. 1. Temuan penelitian
Dikutip dari People.com (09/08/24) penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi Raman untuk melihat bagaimana pestisida mempengaruhi apel. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Chemical Society menemukan bahwa distribusi pestisida menembus lapisan kulit dan daging buah apel. “Oleh karena itu, risiko tertelannya pestisida dari buah-buahan tidak dapat dihindari hanya dengan mencuci,” ujar peneliti. Lebih lanjut, peneliti menegaskan bahwa mereka tidak ingin menakut-nakuti siapapun tentang kandungan pestisida dalam makanan. Justru, mereka ingin memberikan panduan cara menghindarinya. 2. Cara menghindari pestisida pada buahDongdong Ye, seorang profesor di Anhui Agricultural University mengatakan bahwa penelitiannya ini mencakup bidang keamanan pangan. Karenanya ia berupaya untuk memberikan panduan kesehatan kepada masyarakat luas. Cara yang paling efektif untuk menghindari pestisida pada buah adalah dengan mengupas kulitnya. “Mengupas secara efektif dapat menghilangkan hampir semua residu pestisida, dibandingkan dengan hanya mencuci di air mengalir seperti yang sering direkomendasikan,” tutur Dongdong Ye. Cara menghilangkan pestisida pada buah ada di halaman selanjutnya.3. Mencuci buah tidak bisa menghilangkan pestisida
Dongdong Ye juga menjelaskan bahwa mencuri buah secara tradisional tidak dapat sepenuhnya menghilangkan kandungan pestisida. Sementara itu, lapisan pulp yang hilang dari proses pengupasan jauh lebih besar, seperti yang telah teruji menggunakan mikroskop ‘ultra depth of field’. “Kami percaya bahwa mengupas buah dapat secara efektif menghindari bahaya pestisida pada bagian epidermis dan daging buah di dekat epidermis, sehingga mengurangi kemungkinan tertelannya pestisida,” tutur Dongdong Ye. 4. Batasan penggunaan pestisidaMenurut laporan tersebut dari U.S. Department of Agriculture, badan perlindungan lingkungan (EPA) telah menetapkan batasan berapa banyak pestisida yang boleh digunakan pada makanan. Khususnya selama proses penanaman, pengolahan, dan penyimpanannya. Laporan itu menemukan bahwa residu pestisida yang ditemukan pada makanan jumlahnya selalu melebihi batas toleransi. EPA sendiri secara rutin melakukan peninjauan tingkat toleransi yang diperbolehkan terhadap pestisida. Ini untuk memastikan bahwa toleransi terbuat secara akurat mencerminkan tingkat residu aktual. (raf/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hati-hati! 7 Makanan Ini Tak Boleh Dipanaskan Ulang Jakarta – Tak semua makanan bisa dipanaskan ulang. Justru ada makanan yang jika dipanaskan ulang bisa memicu munculnya bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Banyak orang yang mengatasi sisa makanan dengan memanaskannya kembali. Cara itu dilakukan agar makanan bisa dimakan lagi, sehingga tak terbuang sia-sia. Namun harus waspada, pasalnya ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Khususnya makanan yang tinggi protein dan mengandung nitrat.
Proses pemanasan itu akan merusak nutrisi pada makanan dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi ini bisa berisiko bagi kesehatan. Dikutip dari Times of India (21/08/24) berikut 7 makanan yang tak boleh dipanaskan ulang:1. Nasi
Nasi menjadi makanan yang kerap dipanaskan berulang-ulang. Sebaiknya hentikan kebiasaan ini, pasalnya nasi yang dipanaskan lagi bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Khususnya bakteri yang disebut Bacillus cereus yang bisa bertahan di suhu panas. Bakteri itu akan mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan keracunan makanan. 2. BayamSayur bayam kaya akan nitrat. Jika sayur bayam dipanaskan kembali, kandungan nitratnya bisa berubah menjadi nitrit yang memiliki sifat karsinogenik. Karsinogenik merupakan zat yang berpotensi menyebabkan kanker. Sebagai alternatif, disarankan mengonsumsi bayam yang sudah dikukus atau mendinginkannya dengan cepat. Simpanlah dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius untuk mencegah pembentukan nitrit. 3. Kentang
Kentang yang dipanaskan ulang bisa merangsang pertumbuhan bakteri botulisme yang langka. Pemanasan ulang tidak dapat membunuh bakteri tersebut. Justru, bakteri itu akan menghasilkan racun yang bisa menyebabkan mual dan keracunan makanan. Untuk menghindarinya segera simpan kentang yang sudah matang ke dalam kulkas. Kemudian boleh panaskan sekali saja, dan hindari meninggalkan kentang matang pada suhu ruangan untuk waktu yang lama. Berikut makanan yang bahaya jika dipanaskan berulang.4. TelurKandungan protein yang tinggi pada telur bisa rusak jika telur dipanaskan secara berulang-ulang. Selain itu, pemanasan ulang dengan suhu tinggi membuat telur jadi beracun. Jadi tak ada masalah jika kamu mengonsumsi olahan telur yang sudah dingin. Tips untuk memasak telur rebus sebaiknya menggunakan air hangat dalam panci, jangan menggunakan microwave agar tidak meledak. 5. Daging Ayam
Sama halnya dengan telur, daging ayam yang terus dipanaskan bisa mengubah komposisi protein dan menyebabkan masalah pencernaan jika dikonsumsi. Selain itu, jika ayam tidak disimpan dengan benar, dapat menimbulkan risiko penyakit bawaan makanan. Untuk menghindari dampak buruknya, simpanlah di kulkas. Jika ingin dipanaskan cukup sekali dengan porsi yang ingin dimakan saja. Pastikan suhu internal mencapai 74 derajat Celcius untuk membunuh potensi bakteri. 6. JamurJamur juga dikemas dengan protein, yang jika dipanaskan kembali bisa merusak proteinnya. Karenanya disarankan makan jamur dan menghabiskannya di hari yang sama setelah dimasak. Mengingat struktur jamur dapat berubah dan berpotensi membahayakan tubuh ketika dikonsumsi. Makan jamur yang dipanaskan ulang juga bisa meningkatkan risiko pencernaan dan masalah jantung. 7. PizzaMemanaskan ulang pizza dapat mengakibatkan kulit pizza menjadi lembek dan keju meleleh tidak merata. Selain itu, jika pizza tidak disimpan dengan benar bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Untuk menghindari risiko tersebut adalah dengan menyimpan sisa pizza di kulkas dan memanaskannya kembali di oven untuk menjaga teksturnya. Namun, hanya boleh sekali dipanaskan. (raf/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين |

























