Percaya Tidak, Ada Rumah 159 Tahun Warisan Tionghoa di Kupang



Kupang

Di Kupang, ada satu rumah yang sangat bersejarah. Usianya sudah 159 Tahun. Pemiliknya adalah warga keturunan Tionghoa. Seperti apa wujudnya?

Rumah Abu keluarga Siang Lay, adalah salah satu bangunan bersejarah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah ini didirikan oleh leluhur keluarga Tionghoa tersebut pada masa Perang Dunia Kedua.

Bangunan tersebut terletak di Kelurahan Lahi Lai Bissi Kopan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Ornamen penghias bangunan itu masih sangat indah dan terawat.


Pada bagian temboknya, terpampang nama-nama leluhur marga Lay yang dituliskan dalam bahasa Mandarin. Rumah itu sendiri usianya kini sudah 159 tahun.

Salah satu menantu keluarga Lay, Fery Ngahu (53), menuturkan, Rumah Abu Siang Lay didirikan pada tahun 1865. Menurutnya, Rumah Abu ini merupakan penanda etnis Tionghoa berada di Kota Kupang jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Jadi, pada 1865, keturunan orang Tionghoa sudah memiliki tempat persembahyangan seperti Siang Cung dan Siang Lay. Tapi kalau keberadaan yang masih utuh dan terawat dengan baik hanya Rumah Abu Siang Lay,” tutur Fery, akhir pekan lalu.

Menurut Fery, leluhurnya mendirikan bangunan yang kokoh itu tanpa menggunakan beton. Mereka mengetahui hal itu ketika merenovasi plesteran pada bagian tembok Rumah Abu Siang Lay.

Rumah Abu Siang Lay dibangun hanya menggunakan batu yang diambil dari laut lalu dipotong menyerupai bata.

“Itu yang kami temukan di bagian temboknya. Jadi ada dua lapisan batu potong di bagian sudutnya yang dipasang silang, sehingga itu sangat kokoh,” kata Fery.

Sementara pada bagian atap, Rumah Abu Siang Lay awalnya menggunakan sirap, kemudian diganti asbes, dan terakhir memakai seng.

Pernah Direnovasi Beberapa Kali

Keturunan marga Lay pun berupaya mempertahankan bentuk asli bangunan bersejarah tersebut. Meski begitu, beberapa bagian bangunan sempat direnovasi, sehingga masih terawat sampai sekarang.

“Sudah beberapa kali direnovasi, tapi tidak mengubah bentuk asli sejak awal didirikan,” jelasnya.

Menurut cerita dari tetua marga Lay, bangunan ini sempat mengalami kerusakan di bagian atap dan tembok akibat bom Perang Dunia II di Kota Kupang. Rumah Abu Siang Lay kemudian direnovasi.

“Orang tua kami saat itu langsung memperbaikinya,” terangnya.

Bangunan bersejarah itu sudah melahirkan 20 keturunan dari marga Lay yang tersebar hampir di semua kabupaten NTT. Sebagai bagian dari keluarga Lay, Fery pun mengaku bangga.

“Sehingga itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi rumpun keluarga Lay. Kami bangga karena keberadaan rumah doa ini merupakan peninggalan bersejarah yang ada di sini dan masih terawat,” bebernya.

Kini, Rumah Abu Siang Lay dijadikan sebagai tempat persembahyangan khusus keluarga Lay. Saat Hari Raya Imlek, anak keturunan mereka pun berdatangan. Bangunan itu juga menjadi tempat silaturahmi dan reunian setiap 10 tahun.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Masjid Tertua di Padangsidimpuan, Konon Dibangun dalam 24 Jam



Padangsidimpuan

Kota Padangsidimpuan di Sumatera Utara punya masjid tertua. Konon Masjid Syech Zainal Abidin ini dibangun hanya dalam waktu sehari semalam atau 24 jam.

Berdasarkan keterangan di laman cagar budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut, masjid ini dibangun pada tahun 1880. Masjid ini menjadi paling tua di Kota Padangsidimpuan.

“Masjid Syech Zainal Abidin dibangun tahun 1880 dan merupakan masjid tertua di Kota Padangsidimpuan,” seperti dikutip pada Jumat (16/2/2024).


Syech Zainal Abidin merupakan ulama dan sufi terkemuka di wilayah Tapanuli bagian Selatan. Dia lahir pada tahun 1810 dan meninggal dunia pada tahun 1903.

Jenazahnya dimakamkan tidak jauh dari lokasi masjid tersebut. Masjid Syech Zainal Abidin sendiri terletak di Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.

Masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen seperti umumnya bangunan zaman sekarang. Bangunan Masjid Syech Zainal Abidin ini dibuat dari tanah liat, telur ayam, batu dan tanah kapur.

Masjid ini dibangun dalam waktu sehari semalam atau 24 jam. Sebanyak 50 orang bergotongroyong untuk membangun masjid ini.

“Bangunan ini dahulunya dibangun hanya dalam tempo waktu 24 jam dengan pekerja lebih dari 50 orang,” terang laman tersebut.

Masjid Syech Zainal Abidin memiliki warna hijau di bagian atap dan dinding berwarna putih. Dinding masjid tersebut dibuat dengan ketebalan 60 centimeter.

Gaya Arab-Jawa melekat dalam ornamen masjid yang memiliki kapasitas 100 jemaah ini. Masjid tersebut memiliki satu pilar besar di bagian tengah. Sedangkan di bagian luar terdapat 8 pilar untuk menopang masjid.

Konon banyak keberkahan terjadi selama proses pembangunan masjid ini. Seperti adanya pekerja yang sembuh dari penyakit kelumpuhan setelah ikut gotong royong membangun masjid ini.

Pemkot Padangsidimpuan kemudian menetapkan Masjid Syech Zainal Abidin ini sebagai cagar budaya pada 2014. Penetapan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah nomor 04 tahun 2014.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ajak Keluarga Main Salju, Tiket Lebaran di Trans Snow World Bekasi Cuma 100 Ribu



Bekasi

Siapa bilang liburan harus selalu penuh dengan kemacetan dan panas yang menyengat? Bagi warga Bekasi yang ingin menghindari keramaian dan mencari alternatif liburan yang seru, ada pilihan menarik yang bisa kamu pertimbangkan. Jangan bingung lagi memilih destinasi liburan, karena sekarang ada Trans Snow World Bekasi yang menawarkan pengalaman bermain salju yang tak kalah seru dengan liburan ke luar negeri.

Siapa bilang untuk merasakan sensasi bermain salju harus pergi ke luar negeri? Kini, kamu bisa menikmati pengalaman bermain salju tanpa harus berangkat ke negara-negara bersalju. Trans Snow World Bekasi hadir sebagai destinasi liburan yang menyenangkan bagi kamu dan keluarga. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk berlibur ke luar negeri, cukup berkunjung ke Trans Snow World Bekasi dan nikmati sensasi bermain salju sepuasnya.

Ada kabar gembira untuk kamu yang berada di Bekasi! Trans Studio Bekasi telah membuka pemesanan tiket presale khusus untuk liburan Lebaran. Dengan harga tiket presale hanya Rp100.000 saja, dari harga normal Rp200.000, kesempatan ini tak boleh dilewatkan.


Bayangkan, dengan modal Rp100.000, kamu sudah bisa menikmati bermain salju sepuasnya bersama keluarga saat liburan Lebaran nanti. Yuk, segera borong tiketnya sebelum kehabisan!

Di Trans Snow World Bekasi, kamu dan keluarga dapat menikmati berbagai wahana seru yang aman untuk anak-anak, mulai dari ski, berselancar dengan snowtube, hingga mengelilingi snow park dengan chairlift. Jangan lupa untuk menikmati momen bersantai di hamparan salju sambil mengabadikan foto-foto indah untuk melepas stres dan bersenang-senang bersama keluarga.

Promo tiket presale ini hanya berlaku untuk pembelian tiket pada tanggal 16-18 Februari 2024, untuk periode kedatangan mulai 1 hingga 15 April 2024. Jadi, pastikan kamu segera pesan tiketnya di sini sebelum kehabisan.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Modal 100 Ribu Bisa Main Salju, Yuk Borong Tiket Presale Trans Snow Bintaro!



Tangerang Selatan

Puasa hampir tiba, dan bagi sebagian dari kita, ini adalah waktu yang tepat untuk merencanakan liburan menyenangkan. Namun, seringkali kita bingung memilih destinasi liburan yang tepat, terutama bagi warga Bintaro yang tidak ingin menghadapi macet dan panasnya cuaca. Tetapi, jangan khawatir! Ada alternatif yang menarik dan tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri.

Siapa bilang main salju hanya bisa dilakukan di luar negeri? Sekarang, di Bintaro, kamu bisa menikmati sensasi bermain salju sepuasnya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam untuk pergi ke luar negeri. Trans Snow World Bintaro hadir sebagai solusi untuk menghadirkan kegembiraan bersalju di dekat rumahmu.

Kabar baiknya bagi kamu yang ingin merasakan sensasi bermain salju di Tangerang Selatan dan sekitarnya! Sekarang, Trans Studio Bintaro telah membuka pemesanan tiket presale untuk liburan lebaranmu.


Dengan harga tiket presale yang hanya Rp 100.000, dari harga normalnya Rp 300.000, kesempatan ini patut untuk disambut dengan antusiasme. Bayangkan, dengan modal Rp 100.000 saja, kamu bisa merasakan keseruan bermain salju sepuasnya saat liburan lebaran nanti! Jadi, segera borong tiketnya sekarang juga!

Di Trans Snow World Bintaro, kamu dan keluargamu akan disuguhi berbagai wahana seru yang aman untuk anak-anak. Mulai dari aktivitas ski, berselancar dengan snowtube, hingga menjelajahi snow park dengan menggunakan chairlift, semuanya bisa kamu nikmati di sini.

Jangan lupa juga untuk mengabadikan momen-momen bahagia bersama keluarga di tengah hamparan salju yang indah untuk melepas stres dan bersenang-senang bersama.

Promo tiket presale ini hanya berlaku untuk pembelian tiket mulai tanggal 16 hingga 18 Februari 2024, dengan periode kedatangan mulai tanggal 1 hingga 15 April 2024. Jadi, pastikan untuk segera memesan tiketmu sebelum kehabisan!

Jangan sia-siakan kesempatan ini! Yuk, segera pesan tiketmu sekarang juga di sini.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Healing Sejenak, Ini 3 Kafe Suasana Ijo-ijo di Bekasi



Bekasi

Bekasi dikenal sebagai salah satu kota yang terik. Namun, ternyata Bekasi juga memiliki beberapa kafe yang mempunyai nuansa hijau yang adem lho, penasaran?

Bekasi dikenal sebagai kota surganya tempat nongkrong. Pasalnya, banyak sekali spot nongkrong yang bertebaran di Bekasi. Mulai dari saung, restoran, hingga coffee shop.

Bekasi juga dikenal sebagai kota yang terik. Sehingga tidak mudah mencari kafe yang menyajikan pemandangan hijau dan suasana adem. Namun, detikTravel punya beberapa kafe dengan pemandangan hijau di Bekasi yang bisa traveler cobain nih, berikut daftarnya.


1. Kopi Kalean Kebonjati

Kopi Kalean KebonjatiKopi Kalean Kebonjati Foto: Weka Kanaka/detikcom

Salah satu yang paling menarik dan memiliki nuansa adem adalah Kopi Kalean Kebonjati. Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhkan sensasi nongkrong di tengah pepohonan jati yang rimbun.

Pemandangan hijau sepanjang mata dapat traveler nikmati lewat pepohonan jati dan juga pematang sawah di sisi kafe.

Lokasinya berkonsep outdoor, namun terdapat pula beberapa spot teduh yang berguna untuk meneduh ketika hujan atau ketika matahari sedang terasa terlalu panas.

Lokasi: Jalan Raya Kali CBL No.1 Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi (Dalam Perumahan Green Permata 1)
Buka: 10.00-22.00 WIB (Senin-Jumat), 10.00-23.00 (Sabtu), dan 07.00-22.00 (Minggu)

2. Rumah Toean

Koffie Toean, coffee shop Bekasi rasa BandungKoffie Toean, coffee shop Bekasi rasa Bandung. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika mencari kafe dengan nuansa hijau yang berada di dekat pusat kota, mungkin Rumah Toean adalah yang paling tepat. Tempat ini menyuguhkan suasana kafe yang sangat homey dengan nuansa rumah yang tenang dan adem lewat pemandangan hijau dari rerumputan taman dan aneka tumbuhan.

Saking memiliki pemandangan hijau yang adem, tempat ini pun kerap sekali disebut mirip suasana kafe di Bandung.

Rumah Toean memiliki area kafe yang indoor maupun outdoor. Berkunjung ke sini ketika gerimis atau setelah hujan tentunya sangat nyaman dan segar.

Lokasi: Jalan Cemara Raya No.1 Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Buka: 08.00-22.00 WIB (setiap hari).

3. Breezy Cafe Jakarta Escape

Rumah Perubahan Jakarta Escape di Bekasi.Breezy Cafe di Rumah Perubahan Jakarta Escape, Bekasi. (Weka Kanaka/detikcom)

Salah satu cafe yang memiliki nuansa hijau dan menarik disinggahi di Bekasi adalah Breezy Cafe. Cafe ini terletak di dalam wahana wisata Jakarta Escape dan memiliki nuansa modern namun asri.

Jakarta Escape sendiri merupakan wahana wisata yang menyajikan berbagai wisata seperti mini zoo, taman bermain, taman, hingga Breezy Cafe.

Breezy cafe ini kerap kali digunakan untuk nongkrong, kegiatan berbagai komunitas, lomba, hingga WFC. Ketika detikTravel berkunjung ke Jakarta Escape beberapa waktu lalu, terlihat pengunjung yang menikmati kafe yang asri ini dengan berbagai aktivitas tersebut.

Lokasi: Jalan Mabes 2 No.5 Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
Buka: 07.00-18.00 WIB (setiap hari).

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Wajah Baru Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari yang Modern



Jombang

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) mempunyai wajah baru yang lebih segar dan modern. Seperti apa penampakan terbarunya?

Terletak di dalam kawasan pondok pesantren dan wisata ziarah Makam Gus Dur di Jombang, Jawa Timur, MINHA tidak hanya berfungsi sebagai museum yang menyajikan perjalanan sejarah Islam di Indonesia. MINHA juga menjadi sebuah pusat pembelajaran yang mengangkat nilai-nilai toleransi keberagaman budaya Nusantara.

Penanggung Jawab MINHA, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan MINHA memegang peran penting dalam pelestarian tiga era signifikan dalam sejarah Islam di Indonesia.


“Tiga era itu yaitu era masuknya Islam ke Nusantara, era perjuangan kemerdekaan, serta era pemikiran kebangsaan dari tokoh-tokoh Islam di Indonesia,” kata Wicaksono dalam keterangannya dan dikutip Senin (19/2/2024).

Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ariMuseum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari Foto: (dok. BLU MCB)

Melalui program Resolusi Jihad dan Bulan Gus Dur, MINHA berupaya untuk mengangkat nilai-nilai semangat kebangsaan dalam perspektif toleransi terhadap keberagaman Nusantara.

“Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus digali dan diangkat dalam kontribusinya dalam memperkaya khasanah perjalanan dan perkembangan sejarah dan budaya Indonesia,” dia menambahkan.

MINHA telah melakukan penyempurnaan pada ruang pamer dua tokoh besar Islam di Indonesia, yaitu KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur. Wajah barunya kini sudah bisa dinikmati wisatawan.

“Ruang pamer KH. Hasyim Asy’ari kini menampilkan informasi tentang kiprahnya beserta koleksi asli dan informasi tentang Fatwa Jihad yang relevan dengan sejarah pertempuran 10 November di Surabaya. Sementara ruang pamer Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dibuat sebagai informasi bagi para peziarah untuk mengetahui lebih lanjut sisi humanis dari figur Gus Dur,” ujar Wicaksono.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Tengger Ciut, Lahan yang Terlarang di Cirebon



Cirebon

Selain warganya pantang jualan nasi, desa Slangit di Cirebon masih menyimpan sebuah mitos lain. Ada lahan yang terlarang untuk dimanfaatkan warga. Kenapa?

Di desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon ada banyak mitos yang dipercayai oleh warga setempat. Larangan untuk berjualan nasi bagi warganya adalah salah satunya.

Di desa Slangit, ada satu mitos lagi yang dipercaya oleh masyarakat setempat, yaitu sebuah lahan yang konon tidak boleh digunakan atau dimanfaatkan oleh siapapun.


Warga desa setempat mengenal lahan ‘terlarang’ itu dengan nama Tengger Ciut. Lokasinya berada di antara area persawahan yang ada di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Hingga kini, lahan tersebut tidak ada yang memanfaatkan dan hanya dibiarkan begitu saja. Kondisinya hanya dipenuhi oleh rumput maupun tanaman liar.

Adi Sucipto (55), salah seorang warga setempat mengatakan, tengger ciut merupakan sebuah lahan milik pemerintah desa setempat. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 2,4 Hektare.

“Tanahnya (lahan tengger ciut statusnya) punya desa. Luasnya kurang lebih 2,4 Hektare,” kata Adi di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.

Sepintas, tidak ada yang aneh dari lahan tersebut. Namun, tidak ada padi ataupun sayuran yang ditanam di lahan tersebut. Padahal, di sekitarnya banyak lahan pertanian yang dimanfaatkan untuk menanam padi maupun sayuran-sayuran.

Adi yang pernah menjabat sebagai perangkat Desa Slangit itu mengatakan, lahan tersebut sebenarnya sempat beberapa kali digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti digunakan untuk membangun rumah, dipakai sebagai lapangan olahraga, hingga dimanfaatkan untuk mendirikan kandang ternak milik warga.

Namun, penggunaan lahan tersebut selalu tidak berlangsung lama. Berbagai keanehan selalu muncul ketika lahan tersebut mulai digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tengger Ciut di Desa Slangit Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.Tengger Ciut di Desa Slangit Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

Seperti contohnya ketika lahan tersebut digunakan untuk membangun rumah. Saat menempati rumah yang dibangun di atas lahan tersebut, para penghuninya pun selalu mengalami kejadian-kejadian aneh.

“Sekitar tahun 1970-an di lahan itu pernah dibangun rumah khusus untuk orang tidak mampu. Tapi apa yang terjadi. Selama menempati rumah itu banyak gangguan-gangguan gaib. Akhirnya mereka ngga kuat,” kata Adi.

Pernah Jadi Lapangan Bola, Banyak yang Cedera

Selain itu, berbagai kejadian juga kerap muncul ketika lahan tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai lapangan sepak bola. Selama digunakan, tidak jarang ada pemain yang mengalami cedera maupun luka.

“Lahan itu pernah dicoba juga digunakan untuk lapangan sepak bola. Dan sama, banyak kejadian juga. Sering ada yang keseleo dan patah tulang. Akhirnya tidak digunakan lagi,” kata Adi.

Pernah Juga untuk Kandang Kerbau

Selanjutnya beragam peristiwa di luar nalar pun sering terjadi ketika lahan yang dikenal dengan nama Tengger Ciut itu digunakan untuk mendirikan kandang peternakan kerbau milik warga.

“Di Desa Slangit itu dulu ada peternak kerbau. Kalau jaman dulu kan sebelum ada traktor, membajak sawah itu masih pakai kerbau. Jadi dulu di Desa Slangit itu banyak peternak kerbau. Dan waktu itu oleh desa difasilitasi (lahan),” kata dia.

“Jadi (pemerintah) desa mempersilakan para peternak kerbau (menggunakan lahan). Gratis. Di lahan itu juga, namanya Tengger Ciut,” ucap Adi menambahkan.

Setelah digunakan untuk mendirikan kandang peternakan kerbau, berbagai kejadian aneh pun sering terjadi. Para peternak kerap mendapati kerbau milik mereka yang keguguran.

“Kalau bahasa sini sih kerbaunya itu runtuh. Kalau bahasa Indonesianya itu kerbaunya keguruan. Pokoknya banyak kejadian-kejadian tidak normal,” kata dia.

Akibat banyaknya kejadian-kejadian aneh yang tidak bisa dijelaskan dengan logika di Tengger Ciut, hingga kini tidak ada yang memanfaatkan lahan tersebut. Saat ini, lahan itu hanya dibiarkan begitu saja.

Kondisinya pun terlihat banyak ditumbuhi oleh rumput maupun berbagai tanaman liar lainnya. Warga desa hanya menggunakan lahan tersebut sebagai tempat menggembala hewan ternak maupun mengambil rumput.

“Sekarang (Tengger Ciut) paling dimanfaatkan buat gembala (hewan ternak) atau buat ngambil rumput aja. Kalau itu nggak apa-apa,” kata Adi.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Peninsula Island, Destinasi Wisata Low Budget untuk Berburu Spot Foto Estetik



Badung

Ingin berburu spot foto estetik di Bali? Peninsula Island menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Pulau kecil di wilayah ITDC, Nusa Dua ini memiliki pemandangan yang indah dan cantik.

Traveler pasti sudah tak asing dengan wilayah Nusa Dua, Bali. Kawasan yang terkenal elit ini ternyata memiliki pulau kecil bernama Peninsula Island. Peninsula Island merupakan sebuah pulau yang berlokasi di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Peninsula Island memiliki luas sekitar 7,4 hektar yang didominasi dengan karang, tanaman bunga, dan pepohonan. Meskipun berada di kawasan ITDC, Peninsula Island tetap terbuka untuk umum, loh.

Peninsula Island buka setiap hari mulai pukul 06.00-22.00 WITA. Berlibur ke Peninsula Island nggak akan bikin kantong bolong. Traveler yang berkunjung ke pulau ini tidak dikenakan biaya tiket masuk, alias gratis. Hanya perlu membayar biaya parkir dengan harga Rp 5.000 (Tergantung jenis kendaraan).

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di Peninsula Island? Yuk simak pembahasan dari detikTravel.

Daya Tarik Peninsula Island

Pulau yang satu ini memiliki banyak daya tarik. Terutama untuk traveler yang mencari spot foto estetik dan instagramable.

1. Taman Bunga Kembang Kertas

Favorit wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island adalah taman bunga kembang kertas yang berwarna ungu. Taman ini biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama ketika musim mekar tiba.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island hanya untuk berfoto dengan latar belakang tanaman bunga ini.


2. Spot Sunset

Traveler yang ingin berburu sunset di Pulau Dewata. Peninsula Island menjadi salah satu opsi yang sip untuk menikmati sunset di sore hari. Pulau ini memiliki spot sunset yang epik, lengkap dengan debur ombak dan pemandangan taman yang indah.

3. Jogging Track dan Lapangan

Baru menginjakkan kaki di Peninsula Island, traveler akan disambut dengan hamparan rumput hijau yang luas dengan tugu Patung Arjuna dan Krisna. Lapangan hijau ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi piknik atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga.

Lapangan ini dikelilingi oleh jogging track. Pagi dan sore hari menjadi waktu favorit pengunjung untuk berolahraga di lapangan ini.

Aktivitas Menarik di Peninsula Island

Berbagai kegiatan rekreasi dapat traveler lakukan di Peninsula Island. Berikut rekomendasi aktivitas dari detikTravel.

1. Piknik

Peninsula Island memiliki lapangan rumput hijau yang luas. Sip banget untuk traveler yang ingin piknik di sini. Traveler juga bisa mengajak anak-anak untuk bermain di lapangan ini. Jangan lupa membawa makanan, minuman, dan tikar alas duduk ya!

2. Jogging

Di pinggir lapangan terdapat jogging track yang bisa traveler gunakan untuk jogging. Pemandangan yang disajikan saat jogging pun tak main-main. Traveler bisa melihat pepohonan dan ditemani dengan suara ombak.

3. Berburu Spot Foto

Berbicara soal spot foto, di Peninsula Island traveler tak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Ada patung Arjuna dan Krisna di lapangan dan taman bunga kembang kertas yang sering menjadi spot favorit wisatawan.

4. Menikmati Sunset

Aktivitas terakhir yang tak boleh traveler lewatkan adalah menikmati keindahan sunset Bali di Peninsula Island. Di sini terdapat beberapa tempat duduk untuk menikmati sunset. Traveler juga bisa menikmati sunset dari tepi pantai.

Demikian ulasan mengenai Peninsula Island. Tiket masuk gratis, banyak spot foto, dan spot nyunset pula. Jangan lewatkan berkunjung ke Peninsula Island ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung Paling Angker di Jawa Timur yang Terkenal dengan Cerita Mistisnya


Jakarta

Ada banyak gunung yang berdiri kokoh di Jawa Timur. Beberapa di antaranya menjadi gunung favorit bagi para pendaki. Di sisi lain, sejumlah gunung itu dikenal angker dengan berbagai kisah mistis yang disimpannya.

Cerita-cerita mistis sebagian dialami oleh orang yang mendaki gunung tersebut. Ada juga mitos dan legenda yang beredar serta diyakini masyarakat sekitar gunung-gunung itu.

Lantas, ada gunung apa saja yang terkenal angker di Jawa Timur?


7 Gunung Paling Angker di Jawa Timur

Berikut sejumlah gunung di Jawa Timur yang terkenal dengan cerita mistisnya.

Gunung Arjuno pascaterbakar yang pendakiannya masih ditutup hingga pergantian tahun.Foto: Muhajir Arifin/detikJatim)

1. Gunung Arjuno

Gunung Arjuno merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur. Puncaknya yang disebut Puncak Ogal Agil berada di ketinggian 3.399 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Secara administratif, Gunung Arjuno terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan. Gunung ini menjadi langganan pendakian dengan tiga jalurnya, yakni Lawang, Tretes, dan Batu.

Sepanjang jalur pendakian, kamu akan menemukan berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit dan Singasari. Dari mitos yang beredar, petilasan tersebut dijaga penunggunya yang dikenal dengan Bambang Wisanggeni.

Petilasan itu juga jadi spot orang-orang yang bertapa. Konon, mereka yang melakukan tapa di sana bisa menghilang.

Tak jarang, para pendaki di Gunung Arjuno pernah mengalami hal mistis. Menurut salah satu cerita, saat terdengar alunan gamelan dan suara ramai-ramai berarti tandanya kamu memasuki Pasar Setan.

Dikenal juga kawasan Alas Lali Jiwo di gunung ini. Kabarnya, lokasi tersebut merupakan sarang makhluk halus dan jin. Pendaki yang memiliki niat jahat bisa di tersesat jika berada di sana.

Kawah Gunung KeludFoto: Fariz Ilham Rosyidi/d’traveler

2. Gunung Kelud

Gunung Kelud termasuk gunung api aktif yang ada di Jawa Timur. Lokasi tepatnya masuk ke Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang.

Menurut mitos, jika ada orang yang melihat manusia berkepala kerbau maka jadi tanda bahwa gunung ini akan meletus. Konon, makhluk tersebut adalah Lembusura.

Berdasarkan legenda juga, keris milik Mpu Gandring dikubur di dalam Gunung Kelud. Keris itu diyakini mempunyai kekuatan magis yang mampu mempengaruhi orang untuk berbuat kejahatan.

3. Gunung Kawi

Gunung Kawi berada di Kabupaten Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Gunung ini terkenal sebagai tempat untuk mencari pesugihan.

Misteri Gunung Kawi dikaitkan dengan makam yang disakralkan di sana. Kabarnya, itu adalah tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh yang mempunyai kekuatan magis.

Di sekitar makam tumbuh pohon dewandaru yang diyakini keramat. Berdasarkan catatan detikJatim, apabila orang yang bertapa di bawah pohon itu kejatuhan buah, daun atau benda lain lalu dibawa pula maka ia akan menjadi kaya raya. Karena itu, lokasi pohon ini berada kerap menjadi tempat ritual pesugihan.

Sejumlah aktivits pengunjung wisata saat liburan Nataru di Gunung Bromo, Selasa (26/12/2023).Foto: M Rofiq

4. Gunung Bromo

Gunung Bromo juga termasuk gunung berapi aktif di wilayah timur Pulau Jawa itu. Gunung ini secara administratif terletak di empat kabupaten; Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Konon, ada pasir hisap yang mampu menenggelamkan siapapun dan apapun ke dalamnya di sekitar gunung ini. Lokasi pasir hisap ini kabarnya hanya diketahui oleh para sesepuh suku Tengger.

Selain itu, keberadaan kerajaan gaib yang dipercaya sebagai kediaman dewa-dewa ajaran Hindu diyakini ada di Gunung Bromo ini.

5. Gunung Raung

Gunung Raung adalah gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur. Dengan ketinggian 3.344 mdpl, gunung ini memiliki empat puncak: Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati.

Saat mendaki Gunung Raung, kamu akan menemukan banyak pos peristirahatan untuk bermalam sejenak. Kisah mistis menyelimuti sebagian pondokan tersebut.

Menurut arsip detikJatim, di pondok Demit akan terdengar suara kerumunan orang bak di pasar. Suara itu bisa terdengar pada malam-malam tertentu.

Selain itu, ada juga pos yang dinamakan pondok Mayit. Di sana kabarnya pernah ditemukan mayat yang tinggal kerangka dan tidak bisa dikenali. Mayat itu kemudian di kubur di sekitar pos tersebut.

Mitos lainnya tentang Gunung Raung yakni kerajaan macan putih yang dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Menurut pengakuan pendaki, ada yang pernah melihat kerajaan itu di malam Jumat kliwon.

Pengunjung melihat kawah dari kaldera Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (4/5/2023). TWA Ijen yang telah ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG) itu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara saat liburan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/tom.Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

6. Gunung Ijen

Gunung Ijen tergolong pula gunung berapi aktif. Lokasinya ada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Gunung ini dikenal angker dengan adanya black spot di jalur menuju TWA Kawah Ijen Banyuwangi. Kawasan black spot itu rawan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Suara gamelan juga konon sering terdengar di salah satu black spot bernama Sengkan Saleh atau Sengkan Gandrung. Menurut legenda yang beredar dikutip dari catatan detikcom, dulunya pernah terjadi kecelakan rombongan gandrung di tanjakan Sengkan Gandrung tersebut

7. Gunung Wilis

Gunung Wilis berada di enam perbatasan kabupaten di Jawa Timur, yakni Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Kediri. Ketinggian gunung ini mencapai 2.563 mdpl.

Mitos yang beredar mengenai Gunung Wilis berkaitan dengan keberadaan ular raksasa tak kasat mata, sosok putri Kerajaan Mataram yang memakai pakaian khas, serta lelaki berwajah hitam menyerupai monyet.

Bukan hanya itu, di gunung ini dipercaya terdapat goa gaib yang terletak di bawah puncak gunung bagian barat.

Nah, itu dia sederet gunung paling angker di Jawa Timur yang terkenal dengan berbagai cerita mistisnya. Kalau kamu, berani nggak mendaki ke gunung-gunung di atas?

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com