Seger Banget! Nyunset di Tepi Sawah Sambil Berenang di Taroo Ubud



Gianyar

Taroo Ubud, restoran cantik yang bernuansa “paddy pool and lounge” bukan sekadar tempat makan. Restoran yang satu ini menawarkan beragam aktivitas, lengkap dengan spot foto dan pemandangan sunsetnya yang cantik.

Resmi dibuka pada 12 Mei 2023, Taroo Ubud bisa sekaligus menjadi tempat traveler bersantai sambil berenang di kolam renang air hangat. Indra, general manager Taroo Ubud, menjelaskan bahwa nama Taroo berasal dari kata “Kalpataru” yang bermakna peneduh bagi semua orang yang berkunjung ke restoran ini.

Taroo Ubud memiliki konsep indoor dan outdoor yang cocok untuk berbagai aktivitas pengunjung.

“Nama Taroo ini berasal dari nama pohon Kalpataru. Dengan mengambil nama Taroo ini kita ingin menjadi peneduh bagi semua pengunjung yang datang. Kita punya dua konsep yaitu indoor dan outdoor. Kalau di indoor biasanya untuk meeting, kalau outdoor cocok untuk berbagai venue event,” kata Indra dalam perbincangan dengan detikTravel.

Taroo Ubud memiliki satu buah stage yang dipercantik dengan tiga patung “Cili” berukuran raksasa. Indra menjelaskan patung ini melambangkan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nggak cuma stage, Taroo Ubud menyediakan fasilitas kolam renang yang berbeda dari restoran lainnya. Di sini traveler bisa berenang di kolam air panas dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau.

“Kita punya kolam renang juga dengan konsep yang berbeda, di sini kolam renang kita adalah kolam air hangat. Kita menggunakan natural treatment menggunakan garam, jadi nggak pakai chemical,” ujar Indra.

Jika tak ingin berenang, traveler bisa bersantai di beanbag yang berbatasan langsung dengan sawah. Pemandangan akan semakin indah ketika matahari mulai terbenam. Cantik banget deh!


Aktivitas Seru di Taroo Ubud

Nggak cuma bersantap saja, di restoran ini traveler bisa mendapatkan banyak aktivitas seru. Bean Bag di tepi sawah cocok untuk traveler yang ingin ngechill dan bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Jika datang bersama keluarga traveler bisa berendam dan berenang di kolam renang air hangat.

Untuk mencoba berenang di sini traveler bisa mencoba pool package, sudah lengkap dengan makanan, minuman, dan towels. Harga pool package mulai dari Rp 300 ribu untuk 4 orang, Rp 400 ribu untuk 4 orang, dan Rp 1 juta untuk 6 orang.

Jika traveler tak mau mengambil pool package namun ingin tetap berenang, traveler bisa membayar biaya towel sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.

Taroo Ubud juga menyediakan aktivitas hiburan, salah satunya adalah free class salsa dance. Free class salsa diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Jadi traveler bisa langsung belajar salsa dengan dua instruktur.

Setiap hari Jumat traveler bisa menyaksikan fire dance selama 15 menit. Untuk hari Sabtu Taroo Ubud punya DJ dan karaoke. Taroo Ubud juga terbuka untuk traveler yang ingin mengadakan meeting, gathering, dan wedding vanue. Traveler juga bisa mengadakan romantic dinner di tepi sawah, hanya di Taroo Ubud.

Fasilitas

Tak hanya viewnya yang juara, Taroo Ubud juga menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung yang datang. Fasilitas yang ada seperti tempat parkir yang luas, kolam renang air hangat, stage, shower, toilet, dan ruang ganti. Semua fasilitas yang disediakan tentu mendukung traveler untuk berenang di paddy pool.

Varian Menu Taroo Ubud dan Harganya

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Taroo Ubud namun tidak mencoba menu andalan dari restoran yang satu ini. Taroo Ubud hadir dengan berbagai menu, baik menu nusantara maupun western.

Indra menyebut menu makanan andalan dari Taroo Ubud adalah Nasi Goreng Jadul dan Sate Maranggi. Nasi goreng jadul disajikan lengkap dengan sambal ebi yang menambah kenikmatan dari menu yang satu ini.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kebetulan disini saya pesan menu Nasi Goreng Jadul. Pas nyobain rasanya emang beda sih, sambal ebinya enak banget, apalagi di makan dengan view sawah dan sunset. Nikmat deh,” ujar Gusti, salah satu pengunjung Taroo Ubud.

Kalau dari segi minuman, Taroo Ubud punya menu andalan bernama Taroo Breeze dan Frozen Melon Daiquiri. Rasa manis dari buah-buahan berpadu dengan kesegaran dari soda, cocok banget untuk ngechill di tepi sawah.

Harga menu di Taroo Ubud dibanderol dengan harga yang beragam dan tentu ramah di kantong. Untuk menu makanan dan minuman dibanderol mulai harga Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Taroo Ubud

Taroo Ubud berlokasi di Jalan Rapuan, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai ke Taroo Ubud traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit atau 19 kilometer.

Taroo Ubud buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 23.00 WITA. “Kita fleksibel kalau ada yang reservasi atau buat kegiatan sampai malam, asal diinformasikan sejak awal agar kami bisa persiapkan,” ujar Indra.

Tak perlu takut kehabisan tempat, traveler bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun instagram @tarooubud. Jika melakukan reservasi dalam jumlah besar, traveler bisa melakukan reservasi H-1 kegiatan. Taroo Ubud memiliki kapasitas 165 orang dan setiap harinya bisa dikunjungi sekitar 250 pengunjung.

Mau ngechill di tepi sawah sambil berenang di air hangat. Semuanya ada di Taroo Ubud. Lengkap dengan menu yang nikmat. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gudeg Manggar Khas Jogja yang dibuat dari Manggar atau Bunga Kelapa

– 500 gram bunga kelapa segar – 500 gram daging ayam, dipotong kecil – 5 butir telur, rebus hingga matang – 200 ml santan kental – 100 gram gula merah, sisir halus – 3 lembar daun salam – 2 batang serai, memarkan – 2 cm lengkuas, memarkan – 2 lembar daun jeruk – Garam secukupnya – Minyak goreng secukupnya – 5 siung bawang merah, haluskan – 3 siung bawang putih, haluskan – 3 butir kemiri, haluskan – 1 sendok teh ketumbar, haluskan – 1 sendok teh merica bubuk, haluskan – 1 sendok teh garam, haluskan



Sumber : food.detik.com

3 Mitos Menyeramkan Gunung Bawakaraeng, Pendaki Wajib Tahu!



Gowa

Gunung Bawakaraeng di Gowa ternyata diselimuti oleh mitos yang menyeramkan. Bagi para pendaki yang ingin ‘menaklukkan’ gunung ini, wajib tahu mitosnya ya!

Gunung Bawakaraeng merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki di Gowa, Sulawesi Selatan. Terletak di Kecamatan Tinggimoncong, gunung ini tersusun dari batuan vulkanik yang terbentuk dari pendinginan magma ketika berbentuk lava di permukaan bumi.

Memiliki ketinggian 2.840 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menyimpan sejumlah mitos yang melegenda dan dipercayai oleh masyarakat setempat, serta para pendaki.


Apa saja mitos-mitos tersebut? Simak ya!

1. Hantu Noni yang Kerap Memperlihatkan Diri di Pos 3

Dilansir dari Jurnal Universitas Hasanuddin, Gunung Bawakaraeng menyimpan legenda hantu yang sering disebut dengan nama hantu Noni.

Masyarakat setempat mempercayai Noni adalah sebuah panggilan bagi seorang wanita berparas cantik yang mirip wanita Belanda.

Terdapat beberapa versi cerita soal hantu Noni. Menurut kisahnya, Noni merupakan seorang wanita yang meninggal karena gantung diri di salah satu pohon yang terletak di pos tiga pendakian gunung Bawakaraeng.

Cerita yang paling umum di masyarakat, Noni dikisahkan merupakan seorang pendaki wanita yang rutin mendaki bersama kekasihnya sekitar tahun 1980-an. Noni kemudian diduga mengakhiri hidupnya lantaran sakit hati kepada sang kekasih di sebuah pohon yang masih berdiri kokoh di pos 3.

Cerita hantu Noni yang melegenda bermula saat masyarakat melihat Noni turun dari gunung seorang diri dengan wajah yang pucat dan sesekali melotot walau terdiam.

Hal tersebut kemudian membuat warga heran, karena Noni dikenal sebagai sosok yang periang dan ramah. Beberapa hari kemudian, warga yang sedang mencari kayu di dalam hutan menemukan Noni tewas tergantung di dahan besar pohon di pos tiga.

Warga akhirnya mengetahui, sosok yang mereka temui merupakan arwah Noni yang bergentayangan. Kisah Noni yang bergentayangan di pos 3 terus menjadi cerita turun temurun yang terus terdengar di kalangan pendaki.

Sejumlah pendaki mengaku pernah melihat langsung hantu Noni. Mitos keramat soal hantu Noni kemudian terus berkembang di kalangan masyarakat dan juga para pendaki.

2. Pasar Setan Anjaya

Cerita mistis yang populer di kalangan pendaki gunung Bawakaraeng adalah pasar setan yang bernama Pasar Anjaya. Masyarakat setempat menyebut Pasar Anjaya adalah pasar hantu atau tempat berkumpulnya jin.

Cerita mistis ini berlokasi di sebuah tanah lapang yang terletak di antara Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang. Ketika diamati, lokasi tempat pasar hantu tersebut memang terlihat berbeda.

Hal ini lantaran tempat tersebut dikelilingi pepohonan, namun ada titik menunjukkan tidak satupun pohon yang tumbuh. Konon para pendaki disarankan untuk tidak mendirikan tenda di lokasi Pasar Anjaya.

Apabila pendaki nekat mendirikan tenda di Pasar Anjaya, maka mereka akan mendengar suara keramaian pasar hingga cerita aneh yang tidak bisa dijelaskan akal sehat.

3. Ritual Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

Melansir dari Jurnal Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, ritual ibadah haji Bawakaraeng merupakan sebuah ritual yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Desa Lembanna.

Masyarakat yang mempercayai ritual tersebut biasanya melaksanakannya dengan cara mendaki gunung Bawakaraeng pada saat hari raya Idul Adha.

Pelaksanaannya pun tak berbeda dengan ibadah Haji yang terdapat tawaf, sa’i hingga wukuf. Namun, masyarakat yang melaksanakan ibadah tersebut berpandangan, bahwa mereka naik ke puncak Gunung Bawakaraeng dalam niat melakukan ritual Haji yang sama seperti di Tanah Suci Mekkah.

Warga yang melaksanakan ritual tersebut membawa beberapa sesajen seperti gula merah, kelapa, daun sirih dan juga pinang. Mereka juga turut melepas hewan ternak seperti ayam dan kambing.

Istilah Haji Bawakaraeng kemudian heboh di kalangan masyarakat. Pada tahun 80-an, terjadi tragedi di puncak Gunung Bawakaraeng dimana tragedi itu telah memakan banyak korban jiwa.

Masyarakat pun menilai ritual tersebut sebagai aktivitas melenceng dari syariat Islam. Para pelaku yang sering melaksanakan ritual tersebut sering disebut Haji Bawakaraeng. Namun, mereka merasa sangat dirugikan dengan adanya penamaan label Haji Bawakaraeng.

Tidak hanya itu, masyarakat sekitar Gunung Bawakaraeng dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada Haji Bawakaraeng. Masyarakat percaya, bahwa haji seharusnya dilaksanakan di Mekkah, bukan di puncak Gunung Bawakaraeng.

Selain itu, ada juga masyarakat yang mempersepsikan Gunung Bawakaraeng sebagai tempat sakral, suci dan yang indah bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan spiritual.

Pemerintah setempat mengatakan dengan bijak bahwa ritual tersebut merupakan sebuah kesalahpahaman yang terlanjur mengakar ke masyarakat, karena belum ada yang mampu membuktikan adanya ritual haji di Gunung Bawakaraeng.

——-

Artikel ini telah naik di detikSulsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ubud Water Palace Juara Spot Foto Instagramable di Tengah Kolam Teratai



Ubud – Mau berlibur ke Ubud? Wajib berkunjung ke Ubud Water Palace. Ada spot foto cantik nan instagramable di tengah kolam teratai. Sip dan estetik banget deh!

Ubud menjadi salah satu destinasi liburan yang tak pernah sepi dari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Daerah yang satu ini menyajikan keindahan alam dan seni budaya Bali yang masih kental.

Jika berlibur ke Ubud, traveler tak akan kehabisan destinasi wisata cantik dan kental akan unsur budaya Bali. Satu tempat yang sip untuk traveler pecinta foto adalah Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”. Pura ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan. Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Ubud Water Palace menawarkan suasana yang menenangkan. Yang tak boleh dilewatkan adalah spot foto cantik yang dikelilingi oleh kolam dengan bunga Teratai yang menawan.

Daya tarik utama dari Ubud Water Palace adalah keindahan arsitektur bangunan Bali yang kental. Dipercantik dengan ukiran kayu dan batu bata merah. Bangunan pura yang khas menjadikan tempat yang satu ini semakin estetik. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Ubud Water PalaceUbud Water Palace 9Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Setiap harinya Ubud Water Palace bisa dikunjungi sekitar 200 hingga 300 wisatawan. Untuk masuk ke Ubud Water Palace traveler akan dikenakan biaya tiket. Wisatawan asing dikenakan biaya tiket sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 35 untuk anak-anak. Wisatawan lokal dikenakan biaya tiket sebesar Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Dengan membayar tiket masuk traveler sudah mendapatkan beberapa fasilitas, seperti sarung, kimono, dan ikat kepala yang wajib digunakan. “Untuk pengunjung yang sudah membayar tiket masuk akan mendapatkan fasilitas sarung, kimono, dan ikat kepala. Pengunjung bisa berkeliling di dalem sepuasnya,” ujar Jero, penjaga tiket Ubud Water Palace.

Saat traveler memasuki kawasan pura, akan disambut dengan kolam Teratai yang cantik di sisi kanan dan kiri jalan. Pancuran air akan mengiringi langkah traveler memasuki area pura. Ubud Water Palace memiliki 3 spot foto.

Favorit pengunjung adalah spot foto di panggung utama. Tersedia dua kursi dengan hiasan ukiran khas Bali bak raja dan ratu. Pengunjung diperbolehkan duduk dan mengambil foto di kursi ini. Tentu dengan latar belakang gapura (candi bentar) khas Bali.

Di sisi kanan dan kiri panggung utama, traveler juga bisa menemukan spot foto yang sama, lengkap dengan kursi kayu berukiran khas Bali. Pancuran air memperindah spot foto traveler di Ubud Water Palace.

Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam pura, karena hanya diperuntukan bagi umat Hindu untuk beribadah.

Memiliki letak yang strategis, Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati berlokasi di Jalan Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Aksesnya pun mudan dijangkau karena dekat dengan Puri Ubud dan Pasar Seni Ubud. Ubud Water Palace buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

Demikian penjelasan mengenai Ubud Water Palace. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana? Siapkan kamera dan pose terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resep Olos Pedas Jajanan Khas Tegal

1. Campurkan dalam wadah tapioka, terigu, kaldu bubuk, garam dan lada. 2. Setelah tercampur rata, tuang air panas secukupnya. Aduk-aduk menggunakan sendok. Jika sudah agak dingin, uleni menggunakan tangan sampai kalis. Sisihkan. 3. Tumis bawang merah dan putih halus sampai harum. Masukkan irisan cabai rawit merah. 4. Tambahkan kol, bumbui dengan garam, gula dan kaldu bubuk. Masak sampai matang. Matikan api. Sisihkan. 5. Ambil sedikit adonan olos, pipihkan beri isian sayur. Kemudian bentuk bulat bulat. Lakukan sampai adonan habis. 6. Goreng dalam minyak yang masih dingin. Kemudian nyalakan api sedang. 7. Masak sampai matang. Angkat, tiriskan, sajikan.



Sumber : food.detik.com

Ada Kampoeng Prabowo di Toraja Utara



Toraja

Warga di Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengubah nama wilayahnya menjadi Kampoeng Prabowo. Seperti apa kisahnya?

detikSulsel mengunjungi Kampoeng Prabowo di Siguntu, Desa Nonongan, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (22/2/2024). Kampoeng Prabowo hanya berjarak kurang lebih 8 km dari Kota Rantepao. Kampung tersebut berada di atas bukit kecil dan untuk menjangkaunya bisa menggunakan motor dan mobil.

Kampung Prabowo terbilang asri, udaranya sejuk dan segar. Pengunjung bakal disambut deretan rumah adat Toraja atau biasa disebut Tongkonan bernama Tongkonan Siguntu. Diperkirakan rumah itu berumur lebih dari 50 tahun. Nah, salah satu Tongkonan di sana merupakan milik Prabowo Subianto.


Salah seorang keluarga Tongkonan Siguntu Avip Tallulembang mengatakan Tongkonan itu saksi sejarah diangkatnya Prabowo Subianto sebagai anggota keluarga dari Tongkonan Siguntu pada Desember 2011 lalu. Sehingga, kata dia, Tongkonan itu secara tidak langsung milik Prabowo Subianto.

“Di Tongkonan Siguntu inilah tempat Pak Prabowo diangkat menjadi anak dari orang tua kami yakni Johanes Palayuk Tallulembang dan Agnes Datu Sarungallo, ya jadi memang Tongkonan ini secara tidak langsung milik pak Prabowo juga karena sudah menjadi bagian keluarga kami,” kata Avip.

Avip menceritakan pada Desember 2011, Prabowo Subianto menghadiri upacara Rambu Solo atau pesta kematian ibu mertua mantan Ketua Gerindra Sulsel Andi Rudiyanto Asapa yakni Agnes Datu Sarungallo. Di sanalah Prabowo diberi gelar adat Taruk Langi’ dan diangkat menjadi salah satu keluarga rumpun keluarga Tongkonan Siguntu.

Nama Taruk Langi’ untuk Prabowo bermakna tunas dari langit. Nama itu diambil dari salah satu nama nenek buyut dari rumpun keluarga Tongkonan Siguntu.

“Jadi pada ceritanya begini, sebelum upacara Rambu Solo atau upacara kematian mama kami Agnes Datu Sarungallo, Pak Prabowo mengonfirmasi mau hadir, karena kebetulan kakak saya dr Filicitas Tallulembang atau istri dari Andi Rudiyanti Asapa lumayan dekat dengan Pak Prabowo,’ kata dia.

“Nah, setelah kami dengar beliau mau hadir, langsung usulkan dengan keluarga besar untuk menjadikan Prabowo sebagai keluarga kami. Dipilih lah nama Taruk Langi’ untuk pak Prabowo, maknanya tunas dari langit, itu adalah nama nenek moyang kami,” dia menambahkan.

Avip menyebut nama Taruk Langi’ diberikan kepada Prabowo Subianto sesuai dengan karakter Ketua Umum Partai Gerindra itu. Menurutnya, pribadi Prabowo sebagai prajurit dan ksatria, sehingga dinilai sebagai manusia yang unggul atas pemberian Tuhan.

“Nama Taruk Langi’ untuk pak Prabowo sangat cocok menggambarkan karakter beliau sebagai salah satu prajurit terbaik Indonesia. Tunas dari langit artinya seseorang yang unggul dari langit yang diturunkan Tuhan,” kata dia.

Avip menambahkan pihak keluarga menjadikan Tongkonan Siguntu sebagai kampung Prabowo sebagai tanda terima kasih yang telah bersedia menjadi salah satu keluarga Tongkonan Siguntu. Dia pun sangat yakin Prabowo tidak akan melupakan kampung halamannya sendiri di Toraja Utara.

“Ini sebagai apresiasi dan rasa terima kasih kami kepada pak Prabowo, karena waktu itu sudah bersedia menjadi keluarga kami. Kami yakin pak Prabowo tidak akan lupa kampung halamannya di sini, semoga beliau bisa menyempatkan diri untuk berkunjung jika sudah terpilih jadi Presiden nanti,” kata dia.

***

Artikel ini sudah lebih dulu tayang di detikSulsel. Selengkapnya klik di sini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Ubud Water Palace hingga Punya Air Suci dengan Taman Teratai



ubud – Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace atau istana Air Ubud dibangun dengan perencanaan matang. Taman teratai tidak muncul begitu saja.

Ubud Water palace merupakan pura, tempat ibadah bagi umat Hindu Bali di Ubud dengan nama lain Pura Taman Kemuda Saraswati. Pura itu didedikasikan untuk Dewi Saraswati yang merupakan dewi pembelajaran, sastra dan seni Hindu. Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”.

Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pura yang istimewa karena arsitekturnya yang khas lengkap dengan kolam teratai yang menjadi daya tarik utama. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Tak hanya estetik, ternyata di balik keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati terdapat kisah sejarah yang mengiringi pura itu.

Cikal bakal pembuatan pura itu diperkirakan sekitar tahun 1946, sedangkan pembangunan Pura Taman Kemuda Saraswati diperkirakan dimulai pada tahun 1951 dan selesai pada tahun 1952. Pada tahun 1951, dilangsungkan upacara “Maligia”, dilanjutkan dengan upacara “Pamungkah” tahun 1953, dan upacara “Piodalan” tahun 1960.

Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri atau founder dari Pura Taman Kemuda Saraswati. Lahir di Puri Saren Kauh Ubud pada tahun 1856 dan wafat pada tahun 1967. Segala detail terkait Pura Taman Kemuda Saraswati, telah dituangkan dalam karya sastranya yang berjudul “Kakawin Rajendra Prasad”.

Dalam mendirikan Pura Taman Kemuda Saraswati, Tjokorda Gde Ngoerah dibantu oleh I Gusti Nyoman Lempad dalam perancangan arsitektur pura. Dalam penciptaan arsitektur pura ini, Nyoman Lempad memadukan keindahan arsitektur dengan budaya dan spiritual yang mendalam.

Keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati memikat sejumlah pemimpin negara, di antaranya presiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno, juga presiden pertama India, Rajendra Prasad.

Traveler yang berkunjung ke Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace akan disambut dengan candi bentar yang merupakan gerbang masuk ke areal pura. Masuk lebih ke dalam lagi, traveler akan menemukan Bale Patok yang konon dipergunakan sebagai tempat untuk melipur lara.

Setelah memasuki dan melewati bangunan Bale Patok, dapat dilihat keindahan Pura Taman Kemuda Saraswati, dimana di tengah telaga nya ada jembatan yang merupakan jalan menuju ke dalam pura.

Di sekeliling jembatan penghubung yang menuju ke Pura Taman Kemuda Saraswati, dapat traveler temui beberapa pancuran air dan bunga Teratai yang indah.

Spot utama dan yang paling favorit dari Ubud Water Palace ini adakah Kori Agung. Terdapat tiga Kori Agung yang merupakan pintu masuk utama ke dalam pura. Kemegahan Kori Agung terlihat dari berbagai ukiran yang begitu indah dan detail.

Traveler yang ingin berfoto di Kori Agung sudah disediakan dua kursi kayu lengkap dengan ukiran khas Bali berwarna emas.

Di balik arsitektur khas Bali yang kental, ternyata ada cerita menarik dari Pura Taman Kemuda Saraswati atau Ubud Water Palace. Bagi traveler yang ingin mencoba destinasi bersejarah dengan arsitektur dan spot instagramable, Pura Taman Kemuda Saraswati adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resep Bistik Rollade Mie yang Istimewa Lezatnya

1. Bersihkan cumi, cuci bersih, ambil tentakel potong-potong dadu kecil. Sisihkan 2. Marinasi cumi dan tentakel dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan hingga 30 menit. Sisihkan 3. Didihkan Air. Rebus mie kering hingga matang dengan tekstur pas tidak lembek/keras, angkat, tiriskan. Sisihkan 4. Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan tentakel, aduk rata. Tumis hingga matang 5. Tambahkan saus tiram, kecap manis, minyak wijen dan sedikit air. Aduk rata, masak hingga mendidih. Bumbui gula, garam, lada bubuk, kaldu bubuk, aduk rata, cek rasa. 6. Masukkan Mie. Aduk rata. Masak hingga Air menyusut dan matang. Cek rasa lagi. Angkat. Sisihkan 7. Ambil satu cumi, isi dalamnya dengan mie secukupnya dan padatkan. Semat bagian atas cumi dengan tusuk gigi. Lakukan hal yang sama hingga Cumi habis. Sisihkan 8. Panaskan dandang, kukus Cumi selama 40 menit hingga matang. Angkat. Sisihkan 9. Siapkan telur kocok, tepung maizena, tepung roti. Ambil satu cumi lepas tusuk gigi. Celupkan dalam telur lalu gulingkan di tepung maizena hingga rata. Celupkan lagi pada telur lalu gulingkan di tepung roti hingga rata. Lakukan hal yang sama hingga cumi habis. Sisihkan 10. Panaskan minyak. Goreng cumi hingga kuning kecoklatan. Angkat. Tiriskan. Sisihkan Cara Membuat Saus : 1. Panaskan margarin, tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum. Masukkan tomat, tumis hingga hancur/lembut 2. Tambahkan saus tiram, saus tomat, kecap manis, aduk rata. Masukkan air masak hingga mendidih 3. Bumbui gula, garam, lada bubuk, kaldu bubuk. Aduk rata, cek rasa. Masukkan secukupnya larutan tepung maizena. Aduk rata. Masak hingga mendidih dengan kekentalan yang diinginkan. Angkat. Sisihkan Cara Penyajian : 1. Siapkan piring, beri bahan pelengkap tata dan hias sesuai selera 2. Ambil satu cumi potong seperti rolade. Letakkan di atas selada keriting, tambahkan saus bistik dan potongan cabe hijau kecil. 3. Bistik Rolade Cumi MiE siap dihidangkan dan dinikmati



Sumber : food.detik.com