Menikmati Pesona Wisata dan Kuliner yang Mengesankan di Bali



Jakarta

Berlibur ke Bali adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap wisatawan. Pulau Dewata ini menyajikan kombinasi memikat antara keindahan alam, kekayaan tradisi budaya, dan keramahan warga lokal.

Daya tarik utamanya terletak pada pantai-pantai berpasir putih dengan pemandangan matahari terbenam yang memesona. Ini saatnya menjelajahi pesona wisata sekaligus kuliner Bali dengan promo liburan dari Traveloka. Promo liburan ke Bali ini merupakan tawaran yang tak boleh dilewatkan.

Destinasi Wisata Paling Populer di Bali


1. Tanah Lot

Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Bali. Tempat ini terletak di Tabanan, berjarak sekitar 30 km dari Denpasar. Pemandangan ikonik di Tanah Lot adalah pura yang berdiri di atas karang dan menghadap ke laut lepas. Selain menjadi situs suci bagi umat Hindu, Tanah Lot adalah spot hunting foto favorit. Waktu paling ideal untuk berkunjung ke sini yaitu pada sore hari.

2. Pantai Kuta

Keindahan Pantai Kuta sudah terkenal di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Pantai ini memiliki garis pantai sepanjang 10 km yang dilengkapi dengan pasir putih. Selain untuk bersantai, Pantai Kuta merupakan spot ideal untuk berselancar karena ombaknya mendukung. Lokasi Pantai Kuta di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Lokasinya strategis karena hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

3. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Destinasi wisata lain di Bali yang menjadi favorit wisatawan adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK). Bagian paling ikonik di tempat ini sebuah patung raksasa yang terbuat dari tembaga dan kuningan seberat 4.000 ton. Patung setinggi 150 meter dengan lebar 64 meter ini bahkan berstatus sebagai patung terbesar di dunia. GWK sendiri merupakan kawasan seluas 240 hektare yang ditata seperti taman budaya kelas dunia. Tempat ini menjadi lokasi pertunjukan hiburan dan berbagai atraksi budaya di Bali.

4. Pantai Sanur

Pantai Sanur juga merupakan destinasi wajib wisatawan di Bali. Pantai ini menawarkan pemandangan pasir putih yang indah. Pesisir yang landai membuat para wisatawan bisa bermain air di sini dengan aman.

Lokasi Pantai Sanur bisa dijangkau dalam waktu sekitar 30 menit dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Dikelilingi oleh fasilitas yang lengkap, mulai dari restoran hingga resort, Pantai Sanur wajib dikunjungi. Tempat ini juga merupakan titik terbaik untuk menyeberang ke Pulau Nusa Penida.

Kuliner yang Wajib Dicoba di Bali

1. Sate Lilit

Makanan khas Bali ini memang berbentuk sate, tetapi tidak menggunakan potongan daging seperti pada umumnya. Sate lilit justru berasal dari daging cincang yang dicampur dengan sejumlah bumbu, kemudian dililitkan ke tusuk bambu pipih atau batang sereh. Sate lilit biasa dijadikan sebagai lauk dan dinikmati bersama sambal matah.

2. Ayam Betutu

Cita rasa bumbu rempah yang menggoda selera dari kuliner khas Bali ini memang sulit ditolak. Proses memasak secara tradisional membuat teksturnya empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Saat disajikan, aroma ayam betutu juga tidak ada duanya. Selain sebagai lauk yang lazim dinikmati setiap hari, ayam betutu adalah menu wajib pada upacara adat di Bali.

3. Nasi Campur

Hidangan nasi campur khas Bali ini selalu berhasil menimbulkan rasa ketagihan. Bentuknya seperti nasi rames yang disajikan dengan berbagai jenis lauk. Komponen yang biasa digunakan adalah daging ayam, telur, sate lilit, lawar, hingga sambal. Ada banyak tempat yang menjual nasi campur enak di Bali, mulai dari tempat makan sederhana hingga restoran mewah.

4. Nasi Jinggo

Nasi Jinggo sekilas terlihat seperti nasi kucing yang porsinya kecil. Menemukan penjual nasi jinggo di Bali sangat mudah karena kuliner ini biasanya dijajakan di pinggir jalan. Harga satu porsi nasi jinggo sekitar Rp 5.000 per bungkus. Selain nasi, isian di dalamnya adalah lauk seperti ayam, ikan laut, sapi, dan telur. Nasi jinggo dihidangkan dengan bungkus daun pisang.

Tertarik berlibur ke Bali dan mengeksplorasi destinasi wisata beserta kulinernya? Gunakan Traveloka untuk kebutuhan dan rencana Liburan ke Dalam Negeri karena selalu ada promo yang menarik. #Don’tWorryNoRugi, promo hingga Rp 2 juta akan membuat biaya liburan di Bali lebih hemat. Bukan hanya itu, Anda juga akan dimanjakan dengan fitur fleksibilitas dari Traveloka App untuk membeli berbagai produk travel seperti tiket pesawat, hotel, dan xperience.

(Content Promotion/Traveloka App)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik dan Harga Tiket


Jakarta

Kabupaten Bandung memiliki kawasan wisata yang menarik di Kecamatan Pangalengan. Di satu kawasan ini, detikers bisa berwisata ke beberapa tempat sekaligus karena letaknya yang saling berdekatan.

Sebelum ke sana, simak dulu informasi mengenai tempat wisata Pangalengan berikut ini biar wisata kalian terencana dengan baik.

Rekomendasi Tempat Wisata Pangalengan

Berikut ini rekomendasi 11 tempat wisata Pangalengan, Kabupaten Bandung yang bisa menjadi pilihan kamu saat liburan:


1. Taman Langit Pangalengan

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan. Foto: Yuga Hassani/detikcom

Yang pertama, kalian bisa datang ke Taman Langit Pangalengan. Wisatawan disuguhi keindahan kebun teh di bawah barisan Gunung Wayang. Ada jembatan kayu melintang di antara perkebunan teh yang menjadikan foto kamu estetis.

Taman Langit Pengalengan berada di Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Taman ini berada pada ketinggian 1.670 mdpl.

Harga tiket masuknya Rp 15 ribu per orang. Jika mau camping, ada biaya tambahan Rp 25 ribu. Ada juga paket camping dengan harga mulai dari Rp 550 ribu per malam.

2. Sunrise Point Cukul

Cukul Sunrise Point di PangalenganCukul Sunrise Point di Pangalengan. Foto: (Wisma Putra/detikTravel)

Yang kedua ada Sunrise Point Cukul. Seperti namanya, tempat ini cocok buat kamu yang suka menikmati matahari terbit. Dari titik berketinggian 1.600 mdpl ini, kamu bisa menyaksikan matahari muncul dari balik Gunung Wayang.

Sunrise Point Cukul berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Biar nggak ketinggalan sunrise, kamu bisa berkemah di sini.

Berdasarkan ulasan di Google Maps, harga tiket di Sunrise Point Cukul adalah Rp 10 ribu. Sedangkan tarif parkirnya Rp 5 ribu untuk sepeda motor.

Bagi wisatawan yang ingin camping akan dikenai biaya Rp 40 ribu sudah termasuk tiket masuk. Disediakan pula tenda dengan biaya sekitar Rp 150 ribu.

3. Nuansa Riung Gunung

Sempat menjadi primadona pada tahun 2021, objek wisata Nuansa Riung Gunung di Pangalengan, Kabupaten Bandung saat ini mengalami penurunan pengunjung. Hal tersebut diakibatkan adanya peraturan PPKM level 3 yang ada di Jawa hingga Bali.Nuansa Riung Gunung di Pangalengan. Foto: Yuga Hassani

Pangalengan memang memiliki banyak spot kebun teh yang menarik. Kamu juga bisa datang ke Nuansa Riung Gunung untuk menikmati pemandangan kebun teh.

Jika ingin merasakan sejuknya suasana pagi hari di kebun teh, ada sejumlah penginapan yang bisa menjadi pilihan.

Lokasi Nuansa Riung Gunung berada di Kampung Riung Gunung, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Harga tiket masuknya Rp 10 ribu.

Wisatawan yang ingin camping dikenakan biaya sebesar Rp 25 ribu. Ada juga paket camping yang disediakan dengan biaya mulai dari Rp 300 ribu.

4. Nimo Highland

Aksi para model di atas jembatan Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung.Jembatan Nimo Highland, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Nimo Highland diambil dari nama kawasan Nini Mountain. Kamu bisa menyaksikan pemandangan kebun teh dari jembatan kaca sambil berfoto-foto di atasnya.

Lokasinya berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Harga tiket masuk mulai dari Rp 35 ribu untuk dewasa.

Tak hanya berfoto, kalian juga harus mencoba berbagai wahana, seperti naik ATV dengan biaya sekitar Rp 135 ribu, atau flying fox seharga Rp 65 ribu.

5. Rumah Putih Cukul

Rumah Putih Cukul bukan rumah biasa. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan Villa Jerman Pangalengan. Bangunan bergaya Eropa ini memiliki sejarah yang penuh misteri.

Meski ada kesan seram, banyak pengunjung yang tetap datang karena tempat ini memiliki spot foto menarik dan instagramable.

Harga tiket masuk ke spot wisata ini Rp 10 ribu per orang. Jam operasionalnya antara pukul 08.00 hingga 18.00 WIB setiap hari.

6. Perkebunan Teh Malabar

Selanjutnya ada Perkebunan Teh Malabar yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kebun teh ini memiliki luas hampir 2.022 hektare dan disebut terluas ketiga di dunia.

Di sini ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, seperti makam Karel Rudolf Bosscha, serta Museum dan Wisma Karel Rudolf Bosscha. Dia dulunya adalah seorang manajer perkebunan teh Malabar.

Jika kamu pernah nonton film ‘Heart’ yang dirilis 2007 silam, lokasi syutingnya ada di Perkebunan Teh Malabar ini. Harga Tiket Masuk Kebun Teh Malabar yaitu Rp 10 ribu untuk mobil.

7. Situ Cileunca

Cileunca Land, tempat wisata baru di Pangalengan. Bisa santai dan camping di pinggir Situ Cileunca.Cileunca Land, tempat wisata baru di Pangalengan. Bisa santai dan camping di pinggir Situ Cileunca. Foto: Istimewa

Situ Cileunca adalah danau buatan dari aliran Sungai Cileunca. Salah satu aktivitas menarik di sini adalah rafting dengan biaya sebesar Rp 135 ribu.

Kamu juga bisa bermain flying fox dengan harga Rp 25 ribu. Atau kamu bisa naik wahana Offroad Land Rover dengan biaya Rp 260 ribu per orang.

Jika ingin camping, biayanya adalah Rp 200 ribu sudah termasuk sewa tenda. Jika membawa tenda sendiri, kamu cukup membayar Rp 10 ribu.

Adapun lokasinya berada di Jalan Situ Cileunca, Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

8. Situs Rumah Adat Cikondang

Seorang warga membersihkan halaman rumah di Kampung Adat Cikondang, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). Kampung Adat Cikondang yang telah ada sejak abad ke-19 dan memiliki beberapa peninggalan leluhur kampung tersebut saat ini telah ditetapkan pemerintah sebagai cagar budaya. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.Kampung Adat Cikondang, Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020). Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Situs Rumah Adat Cikondang adalah satu objek wisata edukasi di Pangalengan. Tempat ini cocok buat kamu yang tertarik dengan sejarah atau ingin mengenalkan sejarah kepada anak.

Rumah adat berbentuk unik khas Sunda dan menjadi tempat pemukiman etnis Sunda yang diakui sebagai cagar budaya. Rumah adat ini diperkirakan telah berusia sekitar 200 tahun.

Lokasinya berada di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tempat wisata ini hanya bisa dikunjungi setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Minggu. Untuk pengunjung wanita yang sedang haid tidak boleh masuk.

9. Wayang Windu

Pesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. HealingPesepeda uphill, terutama para nubie di Jakarta atau Bandung, menempatkan Wayang Windu di prioritas pertama. Selain karena tanjakan panjang yang bersahabat, juga karena pemandangannya yang spektakuler. Cocok untuk olahraga sembari piknik mata. Healing Foto: Ari Saputra

Wayang Windu adalah kawasan yang tak jauh dari Geothermal Wayang Windu. Di sini, detikers bisa menikmati pemandangan alam perkebunan teh yang luas dan sejuk karena berada di ketinggian 1.600-1.800 mdpl.

Selain berfoto-foto di berbagai spot, kamu bisa camping dengan peralatan yang sudah tersedia. Fasilitasnya sudah cukup lengkap, mulai dari toilet, tempat ibadah, hingga gazebo. Beberapa wahana yang bisa kamu coba seperti ATV dan flying fox

Wayang Windu berlokasi di Banjarsari, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Harga tiket masuknya adalah Rp 15 ribu. Jam operasionalnya mulai dari 05.30 hingga 18.30 WIB.

10. Curug Panganten

Aktivitas seru body rafting di Curug Panganten, CiamisAktivitas seru body rafting di Curug Panganten, Ciamis. Foto: Istimewa

Jika ingin tempat wisata yang segar, kamu bisa datang ke Curug Panganten yang berada di Desa Margamulya, Pangalengan, Bandung. Curug Penganten menyajikan keindahan air terjun.

Saat memasuki kawasan curug pun detikers sudah bisa menikmati suasana yang menenangkan khas pedesaan yang asri.

Curug ini cocok dijadikan sebagai tempat melepas lelah setelah berwisata di beberapa tempat di Pangalengan. Curug Panganten buka setiap hari pada pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuknya Rp 10 ribu.

11. Curug Ceret

Air terjun lain yang bisa kamu kunjungi adalah Curug Ceret yang berada di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Selain pemandangan air terjun dengan ketinggian 5 meter, tempat ini terasa asri karena dipenuhi pepohonan yang rimbun.

Curug ini masih terbilang sepi. Kamu bisa datang setiap hari. Pengunjung masih belum dikenakan tiket masuk.

Nah, itulah tadi 11 tempat wisata Pangalengan Kabupaten Bandung yang menarik dikunjungi. Kalian bisa menginap satu atau dua malam untuk bisa menikmati berbagai tempat wisata di satu kawasan tersebut.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

7 Aktivitas Seru di Gunung Telomoyo: Mendaki hingga Gantole


Jakarta

Gunung Telomoyo merupakan dataran tinggi dengan aneka daya tarik. Kawasan wisata ini berada di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dengan ketinggian di atas 1.500 mdpl, kawasan Telomoyo memiliki udara yang sejuk dengan pemandangan yang elok. Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di kawasan Gunung Telomoyo, mulai dari mendaki ke puncak gunung hingga olahraga udara seperti gantole dan paralayang.

Aktivitas Seru di Gunung Telomoyo

Berikut ini tujuh aktivitas seru di Gunung Telomoyo yang dirangkum dari situs Pemkab Magelang dan Pemprov Jawa Tengah:


1. Mendaki Gunung

Bagi detikers yang hobi naik gunung, kalian bisa mendaki ke puncak Gunung Telomoyo yang berada di ketinggian 1.894 mdpl. Untuk mencapai ke puncak dengan jalan kaki dibutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Jalur yang bisa kamu lewati di antaranya via Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, atau via Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Tidak sulit untuk mencapai puncak Gunung Telomoyo karena tidak terlalu tinggi. Ada pula jasa tur yang siap mengantar kamu trekking hingga ke puncak.

2. Naik Jip ke Puncak

Jip wisata di kawasan Gunung Telomoyo, perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Rabu (26/10/2022).Jip wisata di kawasan Gunung Telomoyo, perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang, Rabu (26/10/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Jika malas jalan kaki, kamu juga bisa naik kendaraan untuk mencapai puncaknya. Pilihan pertama adalah naik sepeda motor pribadi. Pastikan kendaraan kamu dalam kondisi prima. Sedangkan mobil pribadi tidak diperbolehkan naik.

Ada pula jasa sewa jip untuk naik ke puncak Gunung Telomoyo. Waktu tempuhnya hanya sekitar 30 menit. Selain ke puncak Telomoyo, ada pula paket tur yang menawarkan sampai ke Gunung Andong.

3. Berkemah

Di Gunung Telomoyo, kamu bisa mendirikan tenda di tempat-tempat yang tersedia. Jangan lupa untuk membawa perlengkapan berkemah yang memadai.

Di sana juga ada jasa persewaan tenda yang sudah satu paket dengan berbagai perlengkapannya. Jadi kamu tinggal menyiapkan dana saja. Harga paket lengkapnya mulai dari Rp 600 ribu untuk 4 orang.

Jika tidak ingin berkemah di atas gunung, detikers bisa menyewa penginapan di lereng gunung. Harganya bervariasi dari Rp 100 ribuan hingga jutaan rupiah.

4. Menikmati Sunrise

Gunung TelomoyoGunung Telomoyo Foto: Dimas Christyaji/d’Traveler

Salah satu tujuan dari berkemah adalah menikmati sunrise atau matahari terbit. Dengan berkemah, kamu tinggal keluar tenda dan menunggu matahari muncul dari cakrawala. Jika cuaca cerah, akan terlihat Gunung Andong dan Merbabu dari puncak.

Momen yang cukup singkat ini tentu sayang dilewatkan. Biasanya orang mengabadikan momen ini dengan foto atau video.

5. Berfoto di Spot Menarik

Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022).Gunung Telomoyo, Magelang, Minggu (4/9/2022). Foto: Eko Susanto/detikJateng

Salah satu spot foto terbaik adalah Awang-awang Sky View yang berada di Dalangan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gardu pandang ini dilengkapi tempat bersantai sambil menikmati pemandangan alam.

Lokasinya berada di KM 4, yakni di ketinggian 1.561 mdpl. Tempat ini memiliki luas 186 meter persegi dengan spot kaca berukuran 4 x 8 meter. Harga tiket masuknya Rp 15 ribu.

6. Datang ke Tempat Wisata

Awang-awang di Gunung TelomoyoAwang-awang di Gunung Telomoyo Foto: Eko Susanto/detikTravel

Selain Awang-awang Sky View, kamu bisa datang ke tempat wisata lain di kawasan Telomoyo.

Ada Air Terjun Sekar Langit dan Sumuran Seloprojo, danau buatan Embung Sekembang Pagergunung, dan Telaga Bleder. Kemudian Inggil Telomoyo Cafe, Taman Langit, Kampung Pinus Keditan, Telomoyo Nature Park, dan kolam pemandian air hangat Candi Umbul.

7. Gantole dan Paralayang

Gunung cantik di Magelang/SemarangNaik paralayang atau gantole di Gunung Telomoyo. Foto: Eko Susanto/detikTravel

Aktivitas seru lainnya di Gunung Telomoyo adalah berolahraga udara. Kamu bisa naik paralayang atau gantole dengan didampingi instruktur. Dari langit, kamu bisa merasakan sensasi terbang sambil menikmati pemandangan indah.

Ada juga wahana gantole yang digabungkan dengan flying fox sehingga lebih aman. Wahana ini berada di Inggil Park Telomoyo, Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Nah, itulah tadi 7 aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Gunung Telomoyo. Kira-kira detikers pengin mencoba aktivitas yang mana?

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

Baru! Kapal Mendoan, Pusat Wisata Kuliner di Alun-Alun Kebumen



Kebumen

Alun-Alun Kebumen memiliki lebih sip saat ini. Area itu direnovasi menjadi tatanan yang lebih modern dan kini memiliki pusat kuliner.

Renovasi dimulai pada pertengahan 2023. Berbagai fasilitas tambahan dibangun di sana, mulai dari panggung kecil untuk aktivitas warga, air mancur, hingga perluasan ruas alun-alun yang membuatnya semakin luas.

Satu hal yang membuat mata langsung melirik ialah Kapal Mendoan. Kapal ini merupakan ship foodcourt yang akan menjadi tempat berjualan para PKL yang semula berada di pinggir-pinggir jalan sekitar alun-alun.


Mendoan diambil dari salah satu makanan khas Kebumen berupa tempe dengan tepung setengah garing. Selain itu, mendoan disini juga merupakan singkatan dari “Mangan Enak Karo Dolan” yang berarti makan enak sambil bermain.

Terbentang memanjang di timur alun-alun, membuat kapal ini akan mencuri perhatian siapapun yang melewatinya. Meskipun saat ini masih dalam proses pembangunan tahap ketiga, para pengunjung sudah dapat melihat dengan jelas wujud dari kapal ini.

Hadirnya kapal ini juga membuat momentum lebaran semakin menyenangkan. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan di kapal yang mirip salah satu halte di Jakarta itu.

Kapal Mendoan di Alun-alun Kebumen, jawa TengahAlun-alun Kebumen, Jawa Tengah (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Menurut Tria, salah satu pemudik dari Bandung, ia merasa sangat kagum saat melihat pembangunan di Alun-Alun Kebumen. Terlebih hadirnya kapal ini yang akan membuat tata kota semakin cantik.

“Ini pertama kali saya liat bagus banget alun-alun juga jadi lebih indah lah. Kapal ini sih bagus banget buat foto-foto, semoga pembangunan di Kebumen membuat Kebumen semakin berjaya,” kata Tria.

Fungsi Kapal Mendoan yang tak hanya sebagai estetika belaka namun juga menjadi wadah para UMKM berjualan juga menuai pujian dari warga Kebumen. Termasuk Putri, seorang warga Desa Selokerto, Kebumen. Menurut Putri kapal ini mengefisienkan banyak hal salah satunya dalam keamanan kegiatan jual beli dan kesejahteraan pedagang.

“Membantu banget sih Mba, UMKM di Kebumen pasti terbantu dengan adanya ini karena mereka gak perlu rebutan lapak jualan. Kontrol keamanan dalam jual beli juga akan lebih baik,” kata Putri.

Ia juga berharap agar Kapal Mendoan ini dapat digunakan semaksimal mungkin dengan baik dan masyarakat dapat turut meramaikan tempat tersebut sebagai bentuk gotong royong dalam menyejahterakan UMKM daerah.

“Harapannya sih bisa digunakan dengan baik karena pemda bangun ini juga atas evaluasi dan kebutuhan masyarakat. Jadi sebisa mungkin gak cuma UMKM aja yang rame di sini, tapi masyarakatnya juga turut meramaikan sebagai bentuk saling membantu dalam meningkatkan UMKM daerah,” kata dia.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya… Negeri di Atas Awan Tersembunyi Jogja



Yogyakarta

Siapa sangka Yogyakarta mempunyai spot negeri di atas awan yang cocok dinikmati saat berburu sunrise. Lokasinya berada di Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Lokasi itu berada di puncak kebun buah sehingga pemandangan yang terlihat adalah hamparan hijau perbukitan Sewu dan pegunungan Wonosari. Di bawahnya traveler akan menyaksikan liukan sungai Oyo yang menyibak pegunungan dari sisi barat hingga ke timur.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Saat jam 05.00-08.00 pagi pengunjung ramai-ramainya terus tutup jam 18.00,” Kata Sugiyarto, asisten kepala pengelola Kebun Buah Mangunan.


Disebut negeri di atas awan karena saat pagi hari panorama view tersebut akan dipenuhi kabut awan. Waktu terbaik mengunjunginya adalah pukul 05.00 dini hari saat musim penghujan. Sugiyarto menyebut tatkala kemarau tidak akan ditemukan lautan awan dan dedaunan pohon di bukit akan meranggas. Pengunjung kerap menyebutnya sebagai sakuranya Indonesia sebab hanya tampak tumbuh bunga di sepanjang bukit.

Untuk menyaksikan view tersebut traveler harus masuk ke area Kebun Buah Mangunan dan membayar retribusi sebesar Rp 7.000. Kemudian menyusur jalan menuju puncak panorama view sekitar lima menit dari gerbang masuk. Dari pusat Jogja perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam, dengan melewati jalan mulus berkelok menanjak sekitar 15 menit sebelum akhirnya bertemu dengan gerbang masuk Kebun Buah Mangunan.

Sugiyarto menyebut Kebun Buah Mangunan sudah ada sejak tahun 2003, namun panorama viewnya baru mulai dikelola dengan baik sejak tahun 2009. Mulai dari situ, lokasi ini menjadi favoritnya warga Jogja untuk menikmati matahari terbit. Lautan awan yang indah dipadukan megahnya warna orange sang surya yang baru lahir dari peraduannya. Hawanya yang sejuk menambah poin interest lain dari tempat ini untuk sekadar bersantai.

“Ditemukan panorama view semenjak pengunjung datang kesini. Kemudian dikelola mulai 2009-2011. Mulai dibangun pagar dan akses jalan,” kata Sugiyarto.

Dalam sehari pengunjung yang datang rata-rata berjumlah 50-100 orang. Mereka akan beramai-ramai datang di pagi hari. Meski demikian, saat dikunjungi detikTravel lokasi tersebut tetap ramai kondusif dan tidak berdesakan.

Selesai menikmati panorama view, traveler bisa melepas rasa lapar dan haus dengan mengunjungi warung-warung yang ada di sekitar puncak Kebun Buah Mangunan. Tersedia lengkap aneka kuliner mulai dari jajanan hingga makanan berat. Selain itu juga tersedia banyak gazebo, meja, dan tempat duduk untuk beristirahat.

Destinasi ini cocok dinikmati saat pagi hari, sehingga Sugiyarto menyebut banyak warga luar Jogja yang rela menginap di homestay warga sekitar sehari sebelumnya. Mangunan merupakan salah satu desa wisata di Jogja yang dikelola dengan baik. Dengan Kawasan Hutan Pinus dan Kebun Buahnya yang menjadi destinasi andalan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Perpustakaan Mini di Tengah-tengah Pasar



Bandung

Di tengah-tengah pasar Cihapit, Kota Bandung tersembunyi satu hidden gem yang patut didatangi. Ada sebuah perpustakaan mini yang menarik untuk dikunjungi.

Perpustakaan mini yang berbentuk persegi dengan dominan warna putih. Meskipun tempatnya mungil, namun di sini terdapat banyak buku mulai dari buku ilmiah, novel hingga komik.

Di tengah-tengah perpustakaan itu terdapat empat kursi dan satu meja kaca berwarna hitam. Tempat ini pun cocok untuk dikunjungi karena bisa membaca buku dengan suasana seperti di pasar.


Bila ingin mengunjungi perpustakaan, anda bisa masuk ke gang Masjid Istiqamah Cihapit Bandung kemudian ikuti jalan sampai masuk ke pasar, tak jauh dari situ tempatnya berada di sebelah kanan, depan kedai Batagor Kahuripan.

Saat berkunjung ke sana, tidak ada yang menjaga perpustakan ini. Setelah menunggu beberapa menit, terlihat ada pria lansia di dalam kedai kopi. Saat bertanya, ternyata ia adalah salah satu penjaga perpustakaan tersebut bernama Bayu (62).

Setelah berbincang-bincang, perpustakaan ini sudah berdiri selama empat tahun. Adanya perpustakaan ini berawal dari ide teman-temannya yang sering nongkrong di kedainya, kebetulan ada tempat kosong alhasil dibuatlah taman baca itu.

“Awalnya sih dari teman-teman yang suka ke sini, mereka itu ada yang dari pecinta buku segala macem, karena ada tempat kosong tercetus lah, saya coba bikin seperti taman baca gitu, ya sederhana aja gitu,” kata Bayu, Sabtu (20/4/2024).

Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung.Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Shafa Aulia Nursani/detikJabar

Mengapa memilih tempatnya di dalam pasar, menurutnya selain ada tempat yang kosong juga sebelumnya ia sudah berjualan terlebih dahulu sehingga teman-temannya suka ngopi di kedainya.

“Kalau tempat di sini karena saya udah jualan duluan di sinu, ini jualan kopi. Jadi mereka itu memang teman-teman yang suka ngopi di sini,” ucap pria yang memakai kacamata tersebut.

Untuk motivasi diadakannya perpustakaan ini ingin membuat antusias orang untuk membaca lagi. “Motivasinya sih sederhana sebenarnya bikin gairah membaca lagi, soalnya kan sekarang itu udah terlalu banyak bacaan dari elektronik, kita pingin orang pinjem buku lagi,” ucapnya.

Perpustakaan mini ini buka dari pukul 06.00-13.00 WIB, bisa sampai sore dengan mengikuti kedai kopinya. Buku-buku yang dipajang di sini, bisa anda pinjam dengan kemudian di catat oleh pemilik kedai kopi. Waktu peminjaman buku ini selama satu minggu dan bisa meminjam satu buku.

Buku yang tersedia di perpustakaan diberi oleh teman-temannya yang mempunyai niatan untuk bisa

“Saya tambahkan aja buku-buku ini juga kebanyakan donaturnya ya teman-teman juga, mereka juga sama-sama punya niatan untuk orang kembali membaca,” pungkasnya.

Setelah membuat perpustakaan ini, Bayu juga mengatakan ada hasilnya sedikit demi sedikit orang membaca buku.

“Alhamdulillah sih yang baca udah mulai ada, udah ada perkembangannya, mulai dari iseng sambil dia ngopi membaca sampai akhirnya tertarik lagi,” turur Bayu.

Orang yang berkunjung ke perpustakaan dari mulai mahasiswa hingga orang tua. Sekedar mengetahui jika perpustakaan ini bekerjasama dengan perpustakaan Ajip Rosidi yang berada di Jalan Garut.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Spot Healing Ijo Royo-royo di Tebing Keraton Bandung



Bandung

Bandung punya segudang tempat healing yang tak jauh dari pusat kota. Salah satunya adalah hamparan hutan pinus yang menyegarkan, Tebing Keraton.

Tebing Keraton berada di ketinggian 1200 Mdpl, Tebing ini menawarkan keindahan alam serta hamparan hutan pinus di atas ketinggian. Tempat ini sangat cocok untuk anda yang suka dengan pemandangan alam yang masih asri.

Mengenai Tebing Keraton, merupakan gawir atau lembah sesar (fault scarp) dengan dinding gawir menghadap ke arah utara. Terbentuk sekitar 500.000 tahun lalu, masih berhubungan dengan ambruknya Gunung Sunda. pendapat lainnya menyebutkan hasil kegiatan tektonik yang mengakibatkan terangkatnya sebagian lembah sehingga membentuk pegunungan tebing yang curam.


Akses untuk menuju tempat ini jika anda dari pusat Kota Bandung bisa mengambil rute ke arah Jalan Dago, setelah itu anda akan menemui dua cabang jalan, pilih cabang kanan yang menuju ke bukit Dago Pakar. Setelah melewati bukit Dago Pakar anda akan menemui sebuah pertigaan belok lah ke kiri menuju arah Taman Hutan Raya Juanda.

Setelah itu ambil jalan sebelah kanan saat berada di simpang dua dan jalan terus hingga bertemu warung bandrek. Tak jauh dari warung bandrek anda akan menemui lagi simpang dua beloklah ke kiri hingga kemudian menemukan pintu masuk ke Tebing Keraton. Estimasi perkiraan kurang lebih 30 menit untuk sampai ke tempat ini jika lalu lintas lancar.

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan wisata ini, akan dikenakan biaya. Harga tiket masuk cukup terjangkau Rp. 12.000 dan biaya asuransi Rp 2.000. Tiket ini sudah termasuk ke Tahura Maribaya dan Tebing Keraton.

Semacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing KeratonSemacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing Keraton Foto: detik

Pembelian tiket bisa langsung dibeli di loket pembelian. Untuk parkir kendaraan bermotor dikenakan biaya parkir Rp 5.000, dan untuk kendaraan Roda empat bisa disimpan di bawah sebelum kawasan kurang lebih harus berjalan dulu 1 km.

Untuk jam buka tersendiri objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Jika anda ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus bisa pergi pagi maupun sore untuk melihat sunrise dan sunset di tebing ini.

Saat anda memasuki area Tebing pertama-tama akan diajak untuk menyusuri jalan setapak dengan pohon-pohon di sampingnya. Tetapi pengunjung harus berhati-hati saat melangkah karena tekstur jalan yang agak curam dan licin.

Tak jauh dari itu dapat dilihat kawasan tebing yang indah dan cantik sejauh mata memandang, tak hanya itu jika ada beruntung akan ada kawanan monyet yang akan menghampiri anda. Pengunjung dianjurkan berhati-hati dan menjaga barang bawaan serta tidak memberi makan hewan. Tak hanya itu kawasan ini dipakai juga untuk memantau burung Elang.

Di Kawasan ini anda juga bisa melihat langsung sesar lembang serta ada papan penjelasan mengenai informasi tersebut. Banyak juga pohon yang diberi tanda nama serta spesiesnya agar pengunjung lebih mengenal nama-nama tumbuhan yang ada di kawasan Tebing Keraton.

Sedikit mengenai Sesar Lembang yaitu merupakan patahan besar di Jawa Barat yang mengelilingi tepi utara Bandung. Memiliki panjang 29 km dan merupakan sesar oblique dengan komponen geser mengkiri dan komponen sesar naik.

****

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Kilas Balik Perjalanan Mangunan Jadi Desa Wisata Tersohor



Yogyakarta

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama yang menawan. Desa itu juga pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021. Seperti apa perjalanan Mangunan hingga menjadi desa wisata?

Sugiyarto, asisten kepala Pengelola Kebun Buah Mangunan, kesuksesan itu dimulai dari langkah membuka Kebun Buah Mangunan pada 2003. Saat itu, lokasi seluas 24,5 hektar tersebut dikelola oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bantul untuk dijadikan sebagai kebun buah yang memenuhi kebutuhan buah segar non-kimia bagi masyarakat sekitar.

“Jadi tujuannya pertama di Kabupaten Bantul supaya masyarakat bisa menikmati buah segar, dalam hal ini mengurangi bahan kimia dalam buah tersebut. Masyarakat dianjurkan beli buah di sini. Kedua untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar didukung dengan panorama alam di puncak,” kata Sugiyarto


Sejak pertama kali dibuka hingga tahun 2008, pohon yang ada di kebun mulai menampakkan hasil buahnya. Di tahun 2008 pula akhirnya lokasi tersebut mulai dilirik oleh pengunjung sebagai daya tarik wisata. Terlebih setelah disadari ada satu spot dengan view bak negeri di atas awan.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Namun seiring berjalannya waktu, pengunjung bingung. Pagi hari datang ke panorama view tapi setelah itu masih ada waktu. Akhirnya mereka berteduh di bawah pohon rindang, yaitu di sekitar hutan pinus,” kata Sugiyarto

Fenomena hutan pinus sebagai lokasi persinggahan wisatawan akhirnya direspon baik oleh masyarakat Mangunan. Sugiyarto menyebut kegiatan perekonomian perlahan muncul, mulai dari mendirikan lapak jualan makanan ringan, menjajakan minuman, hingga pengadaan tempat parkir.

Akhirnya, sejak 2013 lokasi itu semakin ramai. Sugiyarto melihat adanya kolaborasi yang baik antara kebun buah dan hutan pinus kala itu,

“Duet antara kebun buah dan hutan pinus luar biasa. Akhirnya di hutan pinus tersebut muncul tempat tempat wisata baru. Muncul puncak becici, rumah hobbit, Pengger, bukit panguk hingga akhirnya banyak pengelola destinasi wisata di mangunan.” kata Sugiyarto

Mangunan kini bertransformasi sebagai desa wisata unggulan dengan puluhan destinasi wisata pilihan. Selain kebun buah, destinasi lainnya dikelola oleh masyarakat sekitar dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono. Berdasarkan data koperasi tersebut, tercatat di tahun 2023 lalu jumlah wisatawan mencapai 72,941 atau naik 141,61% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari situ mulai terlihat tujuan pemerintah kalau boleh kami sombongkan berhasil. Masyarakat sekitar mangunan tidak hanya bisa menikmati adanya wisata di kebun buah mangunan sini tok. Namun mereka bisa mengelola tempat tempat wisata di sekitar,” kata Sugiyarto

Selain berkembang destinasi wisata, berkembang pula homestay di sekitar. Banyak rumah warga yang akhirnya dimodifikasi sebagai homestay yang nyaman bagi wisatawan. Traveler akan menemukan setidaknya 23 titik.

Dilansir dari website resmi kemenparekraf.go.id, Mangunan dikenal pula sebagai Desa Wisata Kakilangit sejak 9 Maret 2014. Hasil kristalisasi potensi sumber daya manusia, alam, dan budaya tradisi akhirnya melahirkan delapan kegiatan pokok sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sesuai kebidangannya.

8 pesona Desa Wisata Mangunan:

1. Atap Langit

Masyarakat yang rata-rata memiliki lebih dari satu rumah akhirnya mengembangkan potensi tersebut sebagai jaga penginapan atau homestay.

Daya tarik rumah adat tradisional dengan berbahan baku mayoritas kayu dan perpaduan alam pedesaan menjadi tema kampung limasan yang merupakan warisan dari nenek moyang menjadi ciri khas pengembangan homestay atap langit.

2. Rasa Langit

Kegiatan ini menarik wisatawan penikmat kuliner masa lalu dengan olahan tradisional khas Mangunan. Olahan kuliner itu disajikan dengan cerita dari berbagai sudut pandang untuk sekadar melepas kerinduan penikmatnya.

Berbagai macam olahan tersebut diantaranya gudeg maggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambel bawang, sambal jenggot, sayur oyok-oyok, bothok, sayur lompong, bledak, mie lethek, gudangan, pecel.

3. Budaya Langit

Penampilan atraksi kebudayaan tidak lagi sebagai atraksi hiburan rakyat akan tetapi sudah menjadi produk industri pariwisata untuk meningkatkan pendapatan bagi para seniman seniman lokal.

Atraksi budaya tersebut antara lain: gejok lesung, wayang pethilan, cokean, karawitan, panemgomo, mocopatan, dan kethoprak.

4. Langit Terjal

Kegiatan ini mengajak traveler memacu adrenalin dengan mengunjungi daerah yang sulit dijangkau seperti lereng bukit, sungai kecil, hutan rakyat, dan tebing-tebing menggunakan akomodasi transportasi seperti sepeda motor trail dan jeep. Pilihan akomodasi tersebut memberi pengalaman yang atraktif serta menantang bagi wisatawan yang ingin mencobanya.

5. Langit ilalang

Komitmen dukungan generasi muda dalam kemajuan desa diwujudkan ke dalam wadah organisasi kecil dengan nama pemuda ilalang. Untuk melengkapi daya tarik desa wisata kaki langit pemuda ilalang membuat aktivitas berupa outbound, jelajah alam, dan beberapa layanan yang bersifat edukasi.

6. Karya Langit

Tak lengkap jika tak membawa oleh-oleh cinderamata sebagai buah tangan saat mengunjungi sebuah tempat wisata. Di Desa Wisata Mangunan, penyediaan oleh-oleh itu diwadahi dalam organisasi kecil karya langit.

Karya langit juga bertugas untuk menyediakan cinderamata sebagai media cerita dalam rangka promosi bagi desa wisata kakilangit.

7. Langit Cerdas

Belajar tatanan kehidupann sosial masyarakat pedesaan dengan berbagai aktivitasnya yang dikemas dalam paket edukasi muleh ndeso bila dikelola dengan baik dan profesional sangat mungkin diminati oleh wisatawan dari kota-kota besar untuk belajar kemandirian hidup.

Bentuk wisata itu menjadikan pengunjung bisa merasakan sensasi kerasnya kehidupan dengan berbagai keterbatasan yang harus dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar budaya tradisi yang tumbuh kembang di masyarakat pedesaan.

8. Langit Hijau

Mata pencaharian pertanian merupakan potensi yang bisa diolah untuk mendukung dan melengkapi aktivitas desa wisata dengan berbagai atraksi pertanian, seperti menggarap sawah, membajak, menanam, mencari kayu bakar, memanen, dll.

Kegiatan pertanian juga bisa menciptakan peluang-peluang baru berupa pengembangan destinasi wisata alam seperti hutan rakyat, terasiring, dan berbagai keindahan alam lain serta mengembangkan berbagai jenis tanaman yang menarik bagi wisatawan, antaralain taman bunga, buah-buahan, tanaman obat keluarga.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bendungan Zaman Belanda di Brebes Masih Eksis, Malah Buat Foto-foto



Brebes

Bendungan Malahayu merupakan waduk buatan Belanda yang masih eksis sampai sekarang. Bahkan, jadi destinasi yang asyik buat foto-foto.

Bendungan ini berada di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Keindahan alam di bendungan ini menjadi salah satu alasan turis berdatangan.

Bendungan Malahayu tidak saja hanya berfungsi untuk menampung air dan mengairi sawah. Bendungan ini juga menjadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya yang asri.


Bendungan peninggalan Belanda ini sudah lama dikembangkan sebagai tempat wisata yang menawarkan keindahan alamnya. Untuk bisa masuk ke lokasi ini cukup membayar tiket Rp 7.000 atau Rp 10.000 pada saat hari libur.

Dengan harga tiket yang murah, pengunjung tidak saja bisa menikmati keindahan alam bendungan. Wisatawan juga bisa berkeliling Bendungan Malahayu dengan perahu yang bisa disewa.

Waduk Malahayu.Bendungan Malahayu Foto: Imam Suripto/detikJateng

Mengunjungi destinasi wisata ini, pengunjung akan disambut semilir angin yang mengajak mata berpetualang
menikmati keindahan yang ditawarkan. Tidak heran, wisatawan tidak pernah bosan mengunjungi tempat ini.

Di area bendungan ini pula, ada permainan untuk para wisatawan, seperti kora-kora, bola air, terapi ikan, dan lainnya. Aneka makanan khas juga banyak dijajakan di sepanjang jalan, termasuk suvenir sebagai buah tangan yang dibawa ke tempat perantauan.

Sukis (24), warga Tambun, Bekasi ini mengaku sengaja menyempatkan diri datang untuk bersantai bareng keluarga ke bendungan Malahayu. Ia menyebut, banyak spot bagus untuk ber-swafoto di bendungan itu.

“Pemandangsn bagus, tempat wisatanya lumayan banyak dengan tarif murah. Bisa foto-foto,” kata Sulis saat ditemui, Sabtu (13/4) lalu.

Waduk Malahayu di Brebes, salah satu objek wisata yang ramai pengunjung saat Lebaran 2024. Foto diunggah Sabtu (13/4/2024).Bendungan Malahayu Foto: Imam Suripto/detikJateng

Untuk makin memanjakan pengunjung, tersedia pula semacam gardu pandang. Di samping bisa memandang hamparan luas bendungan beserta pulau pulaunya dari ketinggian, pengunjung juga bisa beristirahat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman.

Ketua Pokdarwis Brebes, Rusman Kusyanto mengatakan, Bendungan Malahayu merupakan bangunan bersejarah buatan Belanda. Bendungan ini dibangun pada Desember 1933 dan mulai dioperasikan untuk irigasi pada Mei 1940.

“Sejak tahun 1974, Waduk Malahayu selain untuk irigasi juga dijadikan objek wisata hingga sekarang,” ungkapnya.

Setiap hari raya atau hari libur, menurut Rusman, jumlah pengunjung yang datang menikmati keindahan bendungan akan meningkat.

Pada Lebaran lalu, ia mengklaim ada puluhan ribu wisatawan yang datang ke bendungan tersebut. Tak hanya dari Brebes, pengunjung juga berdatangan dari daerah lain, seperti Kuningan dan Cirebon.

“Lumayan banyak, mungkin sudah mencapai angka puluhan ribu sejak libur Lebaran,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo, Ada Apa Saja?



Surakarta

Menginvestasikan waktu berjalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo bisa dengan melakukan banyak aktivitas. Ngapain saja ya asyiknya?

Kampung Batik Kauman Solo terletak di Kecamatan Pasar Kliwon. Lokasi tepatnya strategis dekat dengan Pasar Klewer dan Masjid Agung Surakarta. Untuk

menuju lokasinya traveler bisa mengarahkan maps menuju Gerbang Utama Kampung Wisata Batik Kauman yang terletak di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi.


Konsep wisata yang dibawakan adalah ketenangan, sehingga kendaraan pribadi yang bisa masuk hanya roda dua saja. Itu pun traveler harus memarkirkan di dekat area gerbang utama. Untuk masuk lebih dalam, traveler hanya bisa berjalan kaki menikmati indahnya kauman yang kental dengan gaya tempo dulunya.

Hanya seluas 0,196 km persegi, traveler akan tersihir dengan suasana Kauman yang tenang dan bergaya vintage. Tanpa pungutan biaya masuk dan traveler bisa bebas berkeliaran di area kampung dengan nyaman. Namun tetap ingat untuk menjaga kondisi agar tidak bising dan menganggu warga.

Kampung Batik Kauman adalah lokasi yang menjadi sentra home industry batik di Solo. Sehingga lokasi ini dipenuhi dengan toko batik sepanjang gang. Bangunan gaya arsitektur khas Jawa Belanda juga tak luput menghiasi indahnya kampung ini.

Waktu terbaik untuk berkeliling di Kauman ada di pagi atau sore hari. Tepatnya ketika mentari tidak sedang di atas kepala. Udara segar di pagi hari dan cahaya oranye di sore tentu menjadi golden time yang sayang jika dilewatkan di Kauman.

Di sini traveler seolah bisa mendapatkan paket wisata yang komplit. Bisa makan, jalan-jalan, belanja batik, belajar membatik, berfoto cantik, hingga penginapan pun ada di sini.

Jika sudah sampai di lokasi ini, aktivitas apa saja yang bisa traveler lakukan? Yuk, simak daya tarik Kauman selengkapnya.

1. Hunting Spot Foto Instagramable

Sejak ditetapkannya Kauman sebagai kampung wisata pada tahun 2006, masyarakat kampung mulai berbenah untuk mendekorasinya. Setiap sudut di kampung ini begitu magical dan estetik. Terlalu indah jika tidak diabadikan di kamera ponsel dan dipamerkan di media sosial. Terlebih sejak Kauman menjadi viral di medsos, lokasinyanya semakin ramai diburu para foto hunter.

Di pusat kampung terdapat area taman yang paling populer. Letaknya ada di sebelah toko batik Gunawan. Taman tersebut menampilkan dekorasi dengan berbagai properti mulai dari meja kursi, papan nama, sepeda tua, payung, hingga bunga-bunga yang indah.

Sekali memasuki Kauman, traveler tidak akan kehabisan spot foto untuk diabadikan. Hal yang perlu traveler siapkan adalah ruang penyimpanan yang besar karena pasti akan habis dalam sekejap membingkai indahnya Kauman.

2. Belanja batik

Sesuai fitrahnya sebagai kampung batik, tentu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah berbelanja batik. Di Kauman terdapat banyak pilihan toko batik yang bisa traveler pilih.

Saat ditemui oleh detikTravel beberapa waktu lalu, para pelayan begitu ramah menyambut wisatawan meskipun hanya sekadar bertanya. Jadi, jangan takut untuk masuk dan melihat koleksi batiknya ya. Siapa tahu ada yang sesuai minat dan kantong traveler.

3. Experience Membatik

Selain belanja, tak lengkap rasanya apabila traveler tidak mencoba pengalaman satu ini. Membatik menjadi salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh Kauman untuk membuat wisatawan betah.

Workshop membatik ini tersedia di dua lokasi, yaitu Batik Gunawan dan Batik Gunasti. Untuk umum disediakan kelas membatik tulis menggunakan canting hingga pewarnaan. Biayanya seharga Rp 55.000 per orangnya.

Traveler dapat mengunjungi Kauman untuk workshop membatik hanya pada hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00 pagi hingga 03.00 sore hari. Untuk hari Minggu toko tetap buka, namun tidak dengan workshopnya. Reservasi dapat dilakukan dengan menghubungi akun instagram @batikgunawansetiawan atau @batikgunasti_kauman.

Traveler juga bisa datang langsung tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu. Nah, itu tadi untuk batik tulis. Sedangkan untuk batik cap tidak disediakan paket individu. Saat ini workshop batik cap hanya tersedia bagi paket group atau kelompok saja.

Pengalaman membatik langsung di kampung batik bersama pengrajinnya sayang sekali jika dilewatkan. Nantinya hasil batik tersebut dapat traveler bawa pulang sebagai kenangan telah berkunjung ke Kauman.

3. Kulineran

Bukan wisata namanya jika tidak diimbangi dengan kuliner. Lelah berkeliling Kauman, traveler bisa memilih untuk singgah di kafe dan resto yang ada di sini. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan. Terdekat dengan taman ada Resto dengan tampak luar bergaya jawa rumahan bernama Wesja (Wedhangan dan Masakan Jawa).

Papan nama besar tertuliskan di atas pintu, traveler tidak akan kesulitan menemukannya. Konsepnya menawarkan menu yang berganti setiap hari dengan harga ramah di kantong.

Melipir sedikit ke arah utara terdapat Kooken Cafe and Resto yang berdampingan dengan Toko Batik Gunasti. Tampilannya lebih klasik dengan nuansa rumah belandanya.

Geser sedikit ke selatan ada Pelipur Kopi bagi traveler yang menyukai minuman kopi sambil nongkrong asik di Kauman. Tentunya masih banyak lagi area makanan yang bisa traveler pilih ketika ke Kauman, jadi siapkan diri untuk kebingungan dalam menentukan pilihan, ya.

4. Penginapan

Di awal sudah disebutkan bahwa Kauman menjadi wisata paket komplit. Traveler bisa memilih untuk tinggal lebih lama di sini dengan memanfaatkan fasilitas penginapan yang ada.

Mulai dari Collection O 90774 Homi Stay, Sans Hotel City Inn Solo, Kemuning Homestay, OYO 3308 Griya Wijayakusuma Syariah, Cakra Honestay, Istana Griya 1 (1 star), Hotel Kusuma Sahid, Hotel Wigati (2 star), dan The Royal Surakarta Heritgae (5 star). Beberapa penginapan tersebut berlokasi di sekitar Kauman yang bisa diakses dengan berjalan kaki. Traveler bisa pilih sesuai dengan budgeting dan keinginan.

Lengkap sekali bukan? Jadi, tunggu apalagi, jangan sia-siakan hidupmu dengan tidak mengunjungi Kampung Batik Kauman Solo.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com