Category Archives: Domestik

9 Wisata PIK 2 yang Cocok buat Liburan Bareng Teman


Jakarta

Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 begitu populer di kalangan warga Jakarta dan sekitarnya. Ada berbagai destinasi yang menarik dan kekinian.

Tak heran jika destinasi di PIK banyak digandrungi oleh milenial. Di kawasan ini terdapat kawasan kuliner pasir putih, hingga perbelanjaan.

9 Wisata PIK 2

Beberapa wisata yang ada di PIK 2 yaitu Land’s End, pasir putih, Pantjoran PIK hingga Aloha. Berikut informasinya.


1. Land’s End

Wisata Land's End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land's End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung.Wisata Land’s End PIK 2 baru saja di buka, Selasa (12/12) lalu. Jadi destinasi baru, kini Land’s End jadi tempat wisata yang menarik perhatian pengunjung. Foto: dok detikcom

Satu wisata PIK 2 yang baru dibuka di tahun 2024 adalah Land’s End. Menurut catatan detikTravel, destinasi wisata tepi pantai ini mempunyai arsitektur bergaya rustic coastal dengan berbagai fasilitas menarik. Mulai dari restoran, retail hingga entertainment sports.

Tak hanya itu terdapat dock untuk menunjang aktivitas water sports dan boardwalk untuk selfie pengunjung. Dari kejauhan, Land’s End ditandai dengan kehadiran mercusuarnya di pinggir pantai. Destinasi ini buka dari pukul 08.00-23.00 WIB.

2. Pantai Pasir Putih

Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.Pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih di PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Objek wisata alternatif tersebut kembali dibuka setelah sempat tutup sementara akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa. Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

Pantai pasir putih cocok untuk menjadi tempat healing. Pantai yang merupakan area reklamasi ini memiliki hamparan pasir putih seluas 4 km.

Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan biaya. Kawasan ini buka dari pukul 07.00-19.00 WIB.

3. Jembatan PIK 2

Wisatawan bisa melakukan aktivitas bersepeda atau berswafoto di sepanjang jembatan PIK2. Jembatan ini menghubungkan kawasan Jakarta dan juga Banten.

Jika ingin ke sini, kamu perlu mengetahui waktu-waktu tertentu untuk mengaksesnya. Pada pagi hari, jembatan dapat diakses pada pukul 06.00-09.00 WIB, sementara pada sore hari, jembatan bisa kamu datangi pada pukul 16.00-17.00 WIB dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

4. Ruko La Riviera

Ruko La Riviera merupakan kawasan pertokoan di PIK 2 yang memiliki arsitektur ala Eropa. Terdapat pula tata ruang yang menyerupai kawasan di Eropa dengan kanal-kanal yang membelah kawasannya. Kawasan ini pun bisa menjadi spot foto yang menarik

5. Cove at Batavia

5 Kuliner Hits dan Viral di Cove Batavia PIK, Sudah Pernah Coba?5 Kuliner Hits dan Viral di Cove Batavia PIK, Sudah Pernah Coba? Foto: Instagram/Istimewa

Cove at Batavia menyuguhkan berbagai jajanan kuliner yang menggugah selera. Destinasi ini berkonsep ruang terbuka dan pertokoan yang didominasi restoran di pinggir laut.

Luas area Cove at Batavia mencapai 4.555m2. Destinasi ini beroperasi mulai pukul 07.00-21.00 WIB.

6. East Coast By The Sea

East Coast By The Sea merupakan tempat kuliner di PIK dengan konsep Amerika Latin. Terdapat ruangan indoor dan juga outdoor.

Luas kawasan ini mencapai 9.400 meter persegi. Terdapat hidangan yang terdiri dari masakan lokal hingga internasional.

7. Pantjoran PIK

Pagoda di Pantjoran PIK 2Pagoda di Pantjoran PIK 2 Foto: Weka Kanaka/detikcom

Pantjoran PIK mengusung tema pecinan atau China Town. Bentuk bangunannya seperti rumah kelenteng di China.

Terdapat tenant makanan dengan berbagai hidangan. Mulai dari camilan gurih, makanan berat dessert hingga minuman manis. Namun, para muslim perlu hati-hati, sebab jumlah tenant menawarkan hidangan non halal. Mengutip instagram Pantjoran PIK, kini ada spot di mana wisatawan bisa difoto di depan background aesthetic. Hasil fotonya pun bisa langsung dibawa pulang.

8. By the Sea

Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk.Mall By The Sea yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Foto: dok. Amantara

By the Sea merupakan area indoor yang didominasi toko baju, tas, aksesoris, toko baju hingga kosmetik. Menurut catatan detikFood, di kawasan ini juga terdapat tenant makanan. Jadi, kamu bisa berbelanja sambil menikmati berbagai camilan hingga makanan berat.

9. Aloha

Aloha PIKAloha PIK Foto: (‘Dadan Kuswaraharja/detikcom)

Aloha merupakan salah satu kawasan hits di PIK 2. Mengutip laman Instagram Aloha, terdapat banyak tenant makanan mulai dari korean BBQ, udon, crepes hingga fried chicken. Ada pula area photobooth di mana kamu bisa foto-foto seru bersama teman.

Wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dan bermain di area pasir putih. Terdapat pula area kolam semi pantai untuk tempat bermain anak.

Itulah beberapa wisata PIK 2 yang cocok untuk didatangi bersama teman. Kamu tertarik untuk mendatangi salah satu destinasi ini?

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Wedangan Pendhopo Padukan Nasi Kucing, Jangan Ndeso, dan Benda Antik



Solo

Wedangan Pendhopo tidak cuma menawarkan jajanan khas Solo. Tempat ini mengajak traveler untuk sejenak melambat sembari menyantap nasi kucing dan jangan ndeso (sayur kampung) di dalam sebuah museum mungil.

Sebuah rumah bertembok bercat putih dengan pintu biru muda di Jalan Srigading 1 No.7, Mangkubumen, Banjarsari Solo, Jawa Tengah tidak jauh dari Paragon Mall, mencolok dengan nyala lampu lebih terang dibandingkan rumah-rumah lain di deretan itu. Ada papan penanda Wedangan Pendhopo di atas pintu masuk.

Di teras, sejumlah pengunjung duduk sembari berbincang-bincang. Di meja, ada sejumlah piring dengan bermacam-macam gorengan, sate, dan sosis solo. Juga piring dengan nasi yang disiram kuah sayur.


Melewati pintu, dinding penuh dengan poster iklan lawas, dan mesin jahit bekas, meja dan kursi kayu, serta patung loro blonyo, serta botol-botol minuman beling dan minuman kemasan disuguhkan. Ada lagi ruangan lain dengan nuansa serupa, hanya saja ukurannya lebih kecil. Kemudian, ada pintu keluar di sisi kiri. Rupanya, pintu ini mengarah ke lapak jajanan, nasi kucing, dan meja kasir.

Di balik lapak, seorang perempuan sepuh, yang disapa Mbah Kati, menuangkan kuah santan di atas nasi dengan ukuran mini. Nasi kucing. Nasi putih dengan porsi kecil khas di wedangan Solo, juga angkringan di Yogyakarta.

Wedangan Pendhopo di SoloBarang antik terpajang di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

“Kita tinggal ambil makanan di sini, kemudian dilaporkan ke kasir. nanti akan diantar ke meja kita. Sekalian saat di kasir pesan minum,” kata Shinta Aditya, general manager Solo Safari, yang mendampingi rombongan wartawan, termasuk detikTravel, beberapa waktu lalu.

Rupanya, setelah melaporkan makanan yang diambil ke kasir, piring beserta isinya tidak bisa langsung dibawa ke meja. Gorengan, sate, dan jadah, telor dadar, sosis Solo, dan jajanan lain lebih dulu dibakar. Setelah itu, barulah kemudian disuguhkan kepada pemesan. Agar tidak salah meja, piring-piring itu ditandai sesuai nama pemesan.

Yang bikin penasaran, di mana minuman dibuat?

Wedangan Pendhopo di SoloPeracik minuman di Wedangan Pendhopo di Solo (Femi Diah/detikcom)

Ternyata, pintu di belakang kasir bukan pintu keluar. Pintu itu mengarah ke tempat duduk lain berupa sejumlah balai-balai yang masih bagian dari Wedangan Pendhopo. Di sana juga ada satu blok untuk membuat macam-macam minuman.

“Minuman bermacam-macam, ada es teh atau teh panas, teh krampul, wedang jahe, dan yang khas dan banyak dipesan adalah JKJ jahe, kencur, jeruk,” kata Ustiani, pemilik Wedangan Pendhopo.

Tidak hanya menjelaskan soal beragam minuman, Ustiani yang melayani langsung para pembeli juga menyapa dan berbincang dengan pengunjung.

Koleksi Barang Lawas

Wedangan Pendhopo bukan sekadar tempat nongkrong. Kedai makan ini, laiknya sebuah museum mungil. Pengunjung menyantap makanan yang sudah dipesan di tengah-tengah koleksi benda antik milik keluarga Ustiani.

Di dalam rumah dengan fasad rumah lama khas Jawa itu tersimpan beragam benda-benda lawas. Mulai dari dinding kayu berukir, patung loro blonyo, toples tabung, kaleng kerupuk, lonceng kalung sapi, mesin jahit, peti beras, poster iklan jaman dulu, sampai sepeda kebo.

Wedangan Pendhopo di SoloKoleksi benda0benda lawas di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

“Sejak dulu kami mengumpulkan barang-barang ini. Dulu nggak di sini, di rumah. Di sebelah sana, ini rumah tetangga. Meja-meja ini juga,” kata Ustiani.

Tidak hanya Ustiani, yang merupakan pensiunan ASN Kota Surakarta itu, yang menyukai berburu benda-benda lawas, suami pun setali tiga uang, mempunyai hobi serupa. Mereka sama-sama suka traveling. Sama-sama suka mengumpulkan benda antik.

“Ternyata malah melengkapi wedangan ini,” kata Ustiani.

Mbah Kati, Pemegang Resep Sayur Ndeso

Belum ke Wedangan Pendhopo kalau belum mencicipi nasi kucing plus sayur ndesonya. Sayur santan ini sungguh menggoyang lidah.

Gorengan, tempa atau tahu bacem, bermacam-macam sate, jadah, atau sosis bisa ditemukan di wedangan lain di Solo. Teh Solo yang tersohor dengan cita rasa khas itu juga bisa jadi ada di setiap wedangan, tetapi tidak semua wedangan di Solo melengkapi nasi kucing dengan jangan ndeso ini.

Wedangan Pendhopo di SoloMbah Kati (kiri) dan pemilik Wedangan Pendhopo di Solo, Ustiani (Femi Diah/detikcom)

“Mbah Kati ini yang meracik bumbunya. Ini resep keluarga dan Mbah Kati sudah menjadi bagian keluarga ini sejak lama,” kata Ustiani.

Ustiani menyebut seluruh jajan dan makanan serta minuman di wedangan ini merupakan racikan sendiri. Bukan pesan di tempat lain. Jadi, cita rasanya pun tidak akan dimiliki wedangan lain.

Langganan Iriana Jokowi

Dari foto-foto yang dipamerkan di dinding Wedangan Pendhopo, sohor di kalangan pejabat. Sejumlah menteri dan istri Presiden Joko Widodo ada di antara foto-foto itu.

Wedangan Pendhopo di SoloFoto Ibu Iriana di Wedangan Pendhopo di Solo. (Femi Diah/detikcom)

“Bu Iriana sering ke sini. Biasanya telpon dulu buat datang, tapi ya datang saja tidak tutup untuk yang lain, tetap dibuka buat pengunjung lain. Gabung saja dengan yang lain. Kebetulan kami teman SMA, di SMA 3 Surakarta,” ujar Ustiani.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hadiah Raffles untuk Sultan Cirebon, Pernah Jadi Penanda Waktu Salat



Cirebon

Tahukah kamu, Thomas Stamford Raffles pernah memberikan hadiah kepada Sultan Cirebon sebuah lonceng. Lonceng itu pernah jadi penanda waktu salat.

Menurut Pustakawan Wangsakerta Keraton Kanoman Cirebon, Farihin lonceng di atas bangunan bernama Gajah Mungkur tersebut merupakan pemberian dari Thomas Stamford Raffles kepada Kesultanan Kanoman.

Dikisahkan, saat Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Hindia Belanda, beliau pernah mendatangi Keraton Kanoman yang pada masa itu dipimpin oleh Sultan Komaruddin I atau Sultan Kanoman ke VI.


Saat itu, Raffles datang dengan membawa tiga hadiah yaitu mesin jahit, kacip atau alat pemotong cerutu dan sebuah lonceng besar.

Oleh Sultan Komaruddin I lonceng tersebut diletakkan di atas bangunan Gajah Mungkur. Karena diletakan di bangunan Gajah Mungkur dan merupakan pemberian dari Raffles, lonceng tersebut sering dikenal sebagai lonceng Gajah Mungkur atau lonceng Raffles yang dinamai dari nama tempat dan pemberi lonceng.

Ditempatkannya lonceng tersebut di bangunan Gajah Mungkur bukan tanpa alasan. Farihin mengatakan, ditaruhnya lonceng pemberian Raffles tersebut di bangunan Gajah Mungkur menandakan Sultan Komaruddin I kurang menyukai Raffles yang notabene merupakan antek Belanda.

“Gajah itu binatang, Mungkur itu belakang. Jadi ibaratnya walaupun mukanya menghadap, tapi hatinya tidak suka,” tutur Farihin.

Gajah Mungkur jika diartikan dalam bahasa Indonesia, berarti pantatnya atau belakangnya gajah. Simbol pantat gajah ini diibaratkan meskipun Sultan mukanya menghadap Raffles, tapi tidak dengan hatinya.

Sikap Sultan Komarudin I yang seperti ini bukan tanpa alasan. Selain karena Raffles seorang penjajah, pada masa itu, oleh sebagian masyarakat, lonceng sering dikaitkan dengan kepentingan kolonial di wilayah Keraton Kanoman.

“Lonceng itukan identik dengan agama Kristen, adanya lonceng ini ditafsirkan oleh sebagian orang sebagai upaya kristenisasi di kalangan keraton,” kata Farihin.

Difungsikan Sebagai Penanda Waktu Salat

Pada saat masih berfungsi, lonceng itu sering digunakan sebagai penanda waktu sholat. Namun sejak tahun 1970 kondisi lonceng sudah mulai rusak, sehingga tidak digunakan lagi sebagai penanda waktu sholat.

Traveler yang berminat untuk melihat secara langsung lonceng Raffles atau lonceng Gajah Mungkur dapat mendatangi Keraton Kanoman yang berada di Jalan Kanoman, Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Museum Fatahillah Terletak di Mana? Ketahui Lokasi dan Sejarahnya


Jakarta

Ada banyak sekali museum yang terletak di Jakarta, salah satunya yang terkenal adalah Museum Fatahillah. Bangunan bersejarah ini juga disebut sebagai Museum Sejarah Jakarta.

Bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tentu sudah tak asing dengan nama museum tersebut. Di Museum Fatahillah, detikers dapat melihat sejarah panjang dari masa penjajahan Hindia Belanda hingga akhirnya Indonesia merdeka.

Lantas, di manakah letak Museum Fatahillah? Lalu ada koleksi benda bersejarah apa saja di sana? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Di Manakah Letak Museum Fatahillah?

Museum Fatahillah terletak di Kawasan Kota Tua. Untuk alamat lengkapnya berada di Taman Fatahillah Nomor 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.

Untuk bisa sampai ke Museum Fatahillah, travelers bisa menggunakan moda transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta. Kedua moda transportasi itu yang paling murah dan dekat dengan lokasi museum.

Jika menggunakan KRL Commuter Line, detikers bisa turun di Stasiun Jakarta Kota. Apabila menggunakan TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Museum Sejarah Jakarta.

Serba-serbi Museum Fatahillah

Dilansir situs Enjoy Jakarta, di masa pemerintahan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) bangunan ini awalnya difungsikan sebagai gedung balai kota. Maka dari itu, Museum Fatahillah punya arsitektur bangunan bergaya neo klasik yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam, Belanda.

Museum Fatahillah dibangun setinggi tiga lantai dengan cat bagian luarnya berwarna kuning tanah. Sementara kusen pintu dan jendela yang terbuat dari kayu jati diwarnai hijau tua.

Para wisatawan lokal menikmati suasana kota tua di Kawasan Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (3/4/2021). Menurut data BPS yang dirilis Kamis (1/4/2021) jumlah kunjungan wisman turun 86,59% ketimbang Februari tahun lalu. Salah satu alasannya karena masa pandemi Covid-19.Foto: Ari Saputra

Gedung ini terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat. Kemudian terdapat bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Pada bagian pekarangannya terbuat dari susunan konblok, lalu terdapat sebuah kolam dengan desain berkubah yang unik di halaman depan. Jika melihat ke bagian atap utama museum, kamu dapat melihat penunjuk arah mata angin yang ikonik.

Perjalanan Museum Fatahillah dari Tahun ke Tahun

Mengutip situs Belajar Kemdikbud, Museum Fatahillah sempat digunakan sebagai gedung Balai Kota Jakarta. Dalam sejarahnya, pembangunan gedung ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Biar nggak penasaran, simak perjalanan Museum Fatahillah dari tahun ke tahun di bawah ini:

1. Tahun 1620

Pembangunan gedung pertama dilakukan oleh Jan Pieterszoon Coen, namun hanya bertahan selama enam tahun.

2. Tahun 1627-1707

Akhirnya dilakukan pembangunan gedung untuk yang kedua kalinya pada sisi selatan halaman utama kota Batavia, tepatnya di lokasi sekarang ini.

3. Tahun 1629

Gedung Balai Kota sempat dibakar oleh pasukan Sultan Agung.

4. Tahun 1649

Dibangun lima buah sel di bawah gedung untuk menahan para tahanan.

5. Tahun 1665

Gedung utama akhirnya diperlebar dengan menambah masing-masing satu ruangan di bagian Barat dan Timur.

6. 25 Januari 1707

Gubernur Jenderal Joan van Hoorn membangun gedung baru.

7. 10 Juli 1907

Pembangunan selesai dan gedung diresmikan oleh Gubernur Batavia saat itu, yakni Jenderal Abraham van Riebeeck.

8. Tahun 1925-1942

Sempat digunakan sebagai kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

9. Tahun 1942-1945

Gedung ini kemudian dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon.

10. Tahun 1952

Setelah merdeka, gedung difungsikan sebagai markas Komando Militer Kota (KMK) I, lalu diubah kembali menjadi KODIM 0503 Jakarta Barat.

11. Tahun 1968

Gedung Balai Kota diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta.

12. 30 Maret 1974

Diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Koleksi Benda Bersejarah di Museum Fatahillah

Selain melihat keindahan arsitekturnya, di dalam Museum Fatahillah juga terdapat berbagai koleksi benda bersejarah. Kebanyakan koleksi tersebut merupakan peninggalan masyarakat Belanda yang tinggal di Batavia sejak abad ke-16.

Sejumlah koleksi yang ada di dalam museum meliputi mebel, perabot rumah tangga, senjata, keramik, peta, dan buku-buku. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya ditambahkan lagi berbagai koleksi sejarah lainnya untuk menambah wawasan para pengunjung.

Beberapa koleksi sejarah yang ditambahkan seperti replika perjalanan sejarah kota Jakarta dari masa Batavia, peninggalan masa kerajaan Tarumanegara dan Padjajaran, serta penggalian arkeologi di Jakarta dan berbagai batu prasasti. Kurang lebih ada sekitar 23.500 koleksi barang di dalam museum, baik dalam bentuk asli maupun replika.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional

Harga tiket masuk (HTM) Museum Fatahillah berbeda-beda tergantung dari kategori pengunjung. Simak rinciannya di bawah ini:

Pribadi

  • Dewasa: Rp 5.000 per orang
  • Mahasiswa: Rp 3.000 per orang
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 2.000 per orang

Rombongan (minimal 30 orang)

  • Rombongan Dewasa: Rp 3.750 per orang
  • Rombongan Mahasiswa: Rp 2.250 per orang
  • Rombongan Anak-anak/Pelajar: Rp 1.500 per orang

Jam operasional Museum Fatahillah yakni setiap Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan setiap Senin dan hari libur nasional museum tidak beroperasi alias tutup.

Demikian penjelasan mengenai di manakah letak Museum Fatahillah beserta sejarah dan asal-usulnya. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Jam Buka, Fasilitas, dan Harga Tiket Masuk 2024


Jakarta

Sea World Ancol adalah kawasan wisata populer yang menawarkan hiburan serta pendidikan. Tempat ini juga menjadi lokasi konservasi bagi biota yang hidup di alam, terutama di perairan laut dan air tawar.

Di Sea World Ancol terdapat sekitar 7.300 biota air tawar dan 11.500 ekor hewan perairan laut. Biota-biota tersebut ditampilkan dalam 28 display akuarium dan kolam, yakni 9 akuarium air tawar, 19 akuarium air laut, dan 4 kolam terbuka.

Masing-masing kolom memiliki tema khusus sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Dilengkapi pula dengan label informasi mengenai biota yang ditampilkan untuk menambah pengetahuan.


Ada Apa Saja di Sea World Ancol?

Sebelum mengunjungi tempat rekreasi ini, ketahui terlebih dahulu ada apa saja sih di Sea World Ancol. Simak penjelasan berikut yang dikutip dari laman resmi Ancol, ya.

1. Akuarium Utama

Akuarium utama merupakan akuarium terbesar di Sea World Ancol. Akuarium ini menampung jutaan liter air laut dan menjadi rumah bagi ribuan biota dengan ratusan jenisnya. Setiap hari, akuarium utama menampilkan pertunjukan pemberian makan ikan.

2. Antasena Tunnel

Untuk melihat berbagai biota di akuarium utama, kamu dapat menjelajahinya di lorong Antasena. Lorong ini memberikan nuansa berbeda karena kamu bisa merasakan sensasi dikelilingi ribuan biota yang ada di dalam akuarium raksasa.

3. Shark Aquarium

Pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan hiu di Shark Aquarium. Ada hiu sirip hitam, hiu pari barongsai, hingga hiu kepala martil. Kamu dapat pula menyaksikan pertunjukkan pemberian makan ikan hiu secara langsung yang diadakan di akuarium ini setiap harinya.

4. Interactive Aquarium

Ada juga interactive aquarium di Sea World Ancol. Di akuarium ini, kamu bisa berinteraksi langsung bersama ikan-ikan di dalamnya dengan mencelupkan tangan.

5. Truck Aquarium

Di Sea World Ancol terdapat aquarium yang bentuknya tak biasa lho, yakni berwujud mobil truk. Di dalam truck aquarium ini, ikan berjenis Parrotfish Cichlid yang memiliki tubuh lebar bulat dan punuk menonjol adalah penumpangnya, lho.

6. Touch Pool

Di touch pool, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung serta mengenal lebih dekat biota laut dengan menyentuh dan memberi makan. Di kolam terbuka ini terdapat penyu sisik, hiu tokek, dan bintang laut.

Kalau mau mengulik pengetahuan lebih dalam mengenai biota yang hidup di perairan, kamu dapat menemukannya di digital gallery. Digital gallery merupakan perpustakaan digital yang memuat informasi dan fakta-fakta tentang biota laut.

8. Museum Misteri Kehidupan Laut Dalam

Jika ingin tahu biota yang hidup di laut dalam, pengunjung bisa mendatangi area museum Misteri Kehidupan Laut Dalam yang ada di Sea World Ancol. Di sana, kamu dapat melihat berbagai jenis ikan laut dalam yang telah diawetkan.

9. Magic Aquarium

Selain melihat-lihat biota yang ada, di sini pengunjung juga bisa melakukan aktivitas mewarnai gambar biota laut yang ditampilkan melalui proyektor layar, lho.

10. Feeding Time with Divers

Kalau ke Sea World Ancol, jangan lewatkan juga pertunjukan pemberian makan ikan yang diadakan setiap harinya pada jam-jam tertentu. Ikan-ikan ini diberi makan oleh para petugas yang menyelam ke akuarium secara langsung dan pengunjung dapat menyaksikannya.

Untuk melihat pertunjukan pemberian makan, catat jadwal feeding time berikut ini:

Weekday (Senin-Jumat)

  • Kolam sahabat laut: 10.00 | 13.30 WIB
  • Piranha: 12.45 WIB
  • Belut Moray: 10.15 WIB
  • Akuarium utama: 11.00 | 15.30 WIB
  • Arapaima: 13.00 WIB
  • Ikan Hiu: 14.30 WIB
  • Penyu: 15.00 WIB.

Weekend (Sabtu-Minggu) dan Tanggal Merah

  • Kolam sahabat laut: 09.30 | 13.15 WIB
  • Piranha: 10.00 | 12.45 WIB
  • Belut Moray: 10.30 WIB
  • Akuarium utama: 11.00 | 14.00 | 16.00 WIB
  • Arapaima: 13.00 WIB
  • Ikan Hiu: 14.30 WIB
  • Penyu: 15.00 WIB.

Jam Buka Sea World Ancol

Sea World Ancol buka setiap hari. Untuk weekday (Senin-Jumat) buka mulai jam 09.00-16.30 WIB. Sementara weekend (Sabtu-Minggu) dan tanggal merah buka dari jam 09.00-17.00 WIB.

Perlu diperhatikan, loket dan pintu gerbang Sea World Ancol akan ditutup 1 jam lebih awal dari jam operasional.

Syarat dan Harga Tiket Masuk Sea World Ancol 2024

Kamu yang ingin berkunjung ke sini, perlu perhatikan terlebih dahulu terkait syarat masuk dan harga tiket masuk Sea World Ancol.

1. Syarat Masuk Sea World Ancol

  • Tiket masuk Sea World Ancol dapat dipesan secara online di situs ancol.com atau bisa langsung beli di loket yang tersedia di lokasi.
  • Tiket masuk sudah diberlakukan bagi anak-anak dengan tinggi badan 80 cm ke atas, sementara anak di bawah 80 cm digratiskan alias free.
  • Tiket yang telah dibeli hanya bisa digunakan di tanggal yang dipilih.
  • Tiket tidak dapat di refund jika tidak jadi datang di tanggal yang dipilih.
  • Pemilik tiket Annual Pass Sea World Ancol harus melakukan reservasi maksimal H-1 sebelum kunjungan.

2. Harga Tiket Masuk Sea World Ancol

  • Harga tiket weekday Sea Word Ancol: Rp 85.000.
  • Harga tiket weekend Sea Word Ancol: Rp 105.000.
  • Harga tiket Annual Pass (Ecard) Sea Word Ancol: Rp 200.000.

Harga di atas belum termasuk tiket masuk Ancol dan tiket kendaraan, ya. Kalau ingin ke Sea World Ancol perlu terlebih dahulu membeli tiket masuk Ancol dan tiket kendaraan jika menggunakan kendaraan pribadi. Berikut harga tiketnya:

  • Harga tiket masuk Ancol: Rp 30.000
  • Harga tiket kendaraan motor di Ancol: Rp 20.000
  • Harga tiket kendaraan mobil di Ancol: Rp 30.000
  • Harga tiket kendaraan bus di Ancol: Rp 45.000.

Fasilitas Sea World Ancol

Pengelolaan Sea World Ancol sudah sangat baik. Di sini tersedia fasilitas umum yang dapat kamu gunakan, meliputi toilet, mushola, ruang P3K, nursing room, hingga food court. Terdapat pula loker gratis maupun loker kunci berbayar jika ingin menitipkan barang.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Ada Sumur Kuno di Proyek Underpass Joglo, Simpan Banyak Cerita



Solo

Ada satu sumur kuno di lokasi proyek Underpass Joglo, Solo. Sumur itu dipercaya peninggalan Paku Buwono (PB) VIII. Sumur itu menyimpan banyak cerita tak biasa.

Salah satunya adalah cerita ketika sumur itu hendak dirobohkan untuk kelancaran proyek jalan Underpass Joglo. Salah satu warga yang merawat sumur itu, Marno (57) mengaku pernah mendengar cerita dari seorang sopir ekskavator yang bertugas merobohkan bangunan di Jalan Sumpah Pemuda.

Saat akan merobohkan Masjid Baitusy Syukur, konon alat pengeruk itu sempat macet. Bahkan kacanya pecah.


“Kalau saya, tatkala saya mengerjakan itu (untuk masjid), tak bongkar sumur itu nggak ada apa-apa. Karena niatan kita baik, nggak ada masalah. Cuma kemarin yang terkait pembongkaran (proyek underpas Joglo) itu katanya backhoe macet, terus kacanya pecah,” kata Marno.

Meski demikian, bangunan masjid itu akhirnya dirobohkan. Sedangkan sumur peninggalan PB VIII itu dibiarkan tetap berdiri. Sumur itu kini ditutupi kain agar tidak terkena debu dan reruntuhan bangunan.

Menurut Marno, sebelum 2012, sumur yang diyakini berusia ratusan tahun itu jadi sumber air untuk kebutuhan warga sekitar. Airnya juga biasa untuk memandikan jenazah yang akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo. Sumur itu juga dianggap sakral.

“Di situ kan dulu tempat memandikan jenazah, jadi ada bangsal atau rumah. Ada jenazah yang dari luar yang tidak terawat kan disucikan dulu. Atau mungkin tabrakan di mana, terus disimpan di bangsal, tempat penantian sementara sebelum dimakamkan. Seperti untuk menyalatkan dan sebagaianya kan ada,” kata Marno saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/1) lalu.

Marno yang memiliki warung di sekitar sumur itu mengatakan, tidak banyak masyarakat sekitar yang tahu kalau sumur itu peninggalan Paku Buwono VIII. Tapi sebagian masyarakat tahu kalau air sumur itu dipercaya mujarab.

“Waktu yang lain kering, sumur ini nggak kering, segitu terus airnya. Airnya bersih, lebih bersih ini dari air PDAM,” ujar Marno.

Sumur yang diyakini peninggalan Sri Susuhunan Paku Buwono VIII di lokasi proyek underpass Joglo, Kota Solo, Jumat (19/1/2024).Sumur yang diyakini peninggalan Sri Susuhunan Paku Buwono VIII di lokasi proyek underpass Joglo, Kota Solo, Jumat (19/1/2024). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Menurut Ketua RT 02 RW 11 setempat, Sumanto (54) mengamini cerita Marno. Dia bilang sumur kuno itu sudah lebih dulu ada sebelum TPU Bonoloyo yang disebut sebagai peninggalan Pakubuwana IX.

“Kalau mengacu pada bangunan yang gapura (TPU Bonoloyo) itu (dibangun) PB IX, tapi karena itu kemarin pas pembongkaran sumur untuk pembangunan masjid, itu ada di papan kayunya tertera PB VIII. Di sumurnya itu, pas tempat gantungan yang untuk menimba,” kata Sumanto.

“Kalau ini (sumur) PB VIII, berarti (dibangun) sumurnya dulu, baru makam. Biasanya kalau membangun itu kan menyediakan air dulu, buat sumurnya dulu. Kemungkinan PB VIII itu surut, terus dilanjutkan ke PB IX,” sambungnya.

Sumanto juga berharap agar sumur kuno itu tidak digusur. Dia ingin agar dibuat saluran di bawahnya agar air dari sumur itu tetap bisa dialirkan ke Masjid Baitusy Syukur yang akan dibangun lagi di belakangnya.

“Syukur-syukur dibuatkan tempatnya (oleh pihak proyek Underpass Joglo), biar kita nggak (mengeluarkan) biaya lagi. Caranya cuma ditutup tapi masih dialirkan, jadi sumbernya masih dipakai,” ujar Sumanto.

Tak ingin sumur itu tergusur pembangunan, Marno lantas membubuhkan keterangan pada papan kayu di sumur itu yang menyebutkan bahwa sumur itu peninggalan Pakubuwana VIII.

“Saya ingin melestarikan sejarah, kita bisa sampai seperti ini karena sejarah. Pokoknya sudahlah bismillah, apapun saya pertanggungjawabkan, saya akan sekuat tenaga mempertahankan sejarah ini,” tutup Marno.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Atikoh Kunjungi Kampung Coklat di Blitar, Punya Wahana Apa Saja?



Blitar

Istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, mengunjungi Kampung Coklat di Blitar, Jawa Timur. Seperti apa sih Kampung Coklat?

Atikoh mengatakan Kampung Coklat menjadi salah satu contoh pangan yang berdaulat. Dia bilang Kampung Coklat merupakan salah satu usaha di bidang pangan yang berhasil merintis dari hulu ke hilir.

“Berdaulat di bidang pangan itu mulai dari bagaimana kita bisa menghasilkan bibit yang unggul, kemudian penjualannya tidak hanya bentuknya bibit atau bentuk coklat yang masih mentah, nilai tambahnya itu pasti akan bisa ditingkatkan kalau sudah dalam bentuk jadi, dan ini luar biasa,” kata Atikoh di sela-sela saat gala dinner bersama pemilik Kampung Coklat Kholid Mustofa dan kader PDIP lainnya, Jumat (26/1/2024).


“(Kampung Coklat) ini adalah menjadi percontohan kalau Indonesia itu mau maju kita harus berdaulat di bidang pangan dan ini bisa menyerap tenaga kerja banyak sekali,” kata Atikoh.

Dikutip dari situs Kampung Coklat, area wisata ini tepatnya berada di Jalan Banteng – Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 RW 06, Kademangan, Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di sini tersedia berbagai wahana permainan, mulai dari sepeda listrik, kereta lokomotif, kolam pemancingan, kolam renang, coklat creative, terapi ikan, hingga istana balon. Selain itu, tersedia produk coklat lengkap dengan kelas untuk belajar tentang pengolahan coklat berlangsung.

Bagi yang ingin berkunjung ke Kampung Coklat, harga tiket masuknya relatif terjangkau, yakni Rp 20 ribu. Kampung Coklat buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 18.00.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sensasi Ngopi Berselimut Kabut di Pegunungan Bromo, Syahdu!



Jakarta

Tak lengkap rasanya perjalanan ke Gunung Bromo bila tak singgah di warung kopi satu ini. Sederhana, namun suasananya bikin betah.

Nama tempat ini yaitu Onok Kopi. Lokasinya berada di dataran tinggi pegunungan Bromo, tepatnya di Desa Balaidono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Mudah kok untuk menemukan warung ini, karena berada di tepi jalan menuju Bromo dari arah Pasuruan. Warung ini bertema rumah klasik dari kayu. Properti yang ada serba antik menguatkan kesan lawas.


Adapun yang membuat betah di sini yaitu pemandangan alam pegunungan yang memukau. Sambil menikmati kopi, pengunjung bisa menyaksikan perbukitan hijau dan lembah yang indah.

onok kopi pasuruanOnok Kopi Pasuruan Foto: Muhajir Arifin

Suasana kian syahdu saat seluruh tempat diselimuti kabut. Menambah nikmat minum kopi panas yang cepat menghangat karena hawa yang dingin.

Pengunjung juga akan dimanjakan bermacam pilihan jenis kopi. Tentu saja tersedia aneka minuman selain kopi. Menu makanan di warung ini juga beraneka ragam. Salah satu yang khas adalah nasi sembel bakar ala Tengger.

Tidak heran, warung ini jadi tujuan para pelancong yang akan menuju atau baru pulang dari Bromo. Pengunjung berasal mulai dari Malang, Surabaya, Jakarta, Medan, Bandung, Jogja dan beberapa daerah lainnya.

“View-nya gila, bagus. Pas datang kabut, keren,” kata Doni (45), pengunjung asal Jakarta, Sabtu (27/1/2024).

Doni yang datang bersama sejumlah temannya mengaku berniat mampir ke warung tersebut bila ke Bromo lagi. “Pokoknya kalau dari Bromo, wajib lah mampir ke sini,” ungkapnya.

Bondan Septo (31) Scooteres dari Jogja, mengatakan, dirinya dan komunitasnya sengaja mampir ke warung Onok Kopi. Ia mengaku tahu Onok Kopi dari review di medsos, lalu mampir saat touring ke Bromo.

“Viewnya ternyata benar-benar mantap. Sangat bagus ini, sejuk, habis capek-capek ngopi di sini,” kata Bondan.

Pengunjung yang ingin menginap, warung ini juga menyediakan vila yang harganya terjangkau.

Harga menu di warung tidak menguras kantong. Kopi mulai dari Rp 10 ribu-Rp 20 ribu, tergantung jenis kopinya. Untuk makanan dibanderol dari harga Rp10 ribu-Rp 25 ribu per porsi.

Artikel ini telah tayang di detikJatim.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

5 Rising Stars Pariwisata Indonesia, Ada Bekasi!



Anyer

Sepanjang tahun 2023, ada 5 rising stars alias destinasi yang sedang naik daun dan banyak dicari traveler di Indonesia. Salah satunya adalah Bekasi.

Platform perjalanan digital Agoda, merilis daftar ‘New Horizons’ yang menampilkan destinasi-destinasi yang sedang naik daun di Indonesia. Ada setidaknya 5 destinasi yang masuk ke dalam daftar rising stars tersebut.

“Kami mengamati adanya peningkatan pencarian untuk beberapa tempat yang kurang dikenal selama setahun terakhir. Tujuan kami mengekspos hidden gem ini untuk memberi inspirasi bagi para wisatawan yang mencari pengalaman baru dan destinasi yang jarang dikunjungi,” ujar Gede Gunawan, Senior Country Director Indonesia Agoda, dalam keterangannya, Senin (29/1/2024).


Berikut 5 Destinasi Rising Stars Sepanjang 2023 di Indonesia:

1. Anyer

Anyer berada di posisi teratas, dengan lonjakan pencarian sebesar 52%. Terletak di pesisir barat Pulau Jawa, Anyer menawarkan kesempatan untuk bersantai, olahraga air, dan aktivitas yang cocok untuk keluarga.

Di Anyer juga ada situs-situs bersejarah, seperti mercusuar Anyer hingga sisa-sisa Jalan Anyer-Panarukan. Jaraknya yang dekat dengan Jakarta juga membuat Anyer menjadi tempat liburan yang nyaman dengan berbagai pilihan resort yang sesuai dengan berbagai kebutuhan serta anggaran.

2. Balikpapan

Di posisi kedua ada Balikpapan dengan peningkatan pencarian mencapai 47%. Berjarak 110 km dari Samarinda, Balikpapan sangat menarik karena pantainya yang indah, hutan yang lebat, dan keanekaragaman hayatinya.

Balikpapan juga menawarkan atraksi budaya dan berfungsi sebagai titik awal untuk menjelajahi bagian lain di Kalimantan Timur, serta IKN Nusantara.

Kota ini melayani wisatawan bisnis dan rekreasi dengan pembangunan infrastruktur yang terus berlanjut dan tuan rumah untuk berbagai acara perusahaan, menjadikannya salah satu destinasi menarik di Indonesia.

3. Bandar Lampung

Pantai Gigi HiuPantai Gigi Hiu Lampung Foto: (Ibadah Mimpi/d’traveler)

Bandar Lampung ternyata juga banyak dicari oleh traveler dengan peningkatan volume pencarian 43% sepanjang tahun 2023. Matahari terbenam yang memukau dan pesona tepi pantai Lampung telah menarik pengunjung, baik turis lokal dan internasional.

Terletak di bagian selatan Sumatera, Bandar Lampung menjadi basis untuk menjelajahi pemandangan alam yang menakjubkan, termasuk gunung berapi Krakatau yang terkenal dan Taman Nasional Way Kambas yang terkenal dengan keragaman spesiesnya.

4. Palembang

Palembang muncul di posisi keempat dengan kenaikan volume pencarian mencapai 41%. Dikenal dengan sejarah dan tradisi kuliner yang kaya, Palembang menjadi destinasi yang semakin populer bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pengalaman baru dalam berwisata.

Lokasi-lokasi menarik seperti Jembatan Ampera dan Sungai Musi, serta kuliner khas seperti mie celor dan pempek, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Situs bersejarah seperti Pulau Kemaro dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memberi wawasan tentang masa lalu Palembang yang semarak.

5. Bekasi

Wisata Kampoeng Kita Bekasi.Wisata Kampoeng Kita Bekasi. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Terakhir ada Bekasi yang mengalami peningkatan pencarian di Agoda sebesar 40% selama 2023. Jarak Bekasi yang dekat dengan Jakarta menjadikannya destinasi ideal untuk kunjungan liburan yang singkat.

Urbanisasi yang cepat telah mendorong Bekasi menjadi destinasi yang penuh dengan pengembangan fasilitas kontemporer, pusat belanja, dan tempat hiburan. Lanskap gastronomi, pasar lokal, dan atraksi budaya semakin menambah daya tarik wisatawan lokal untuk liburan di kota Bekasi.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Legenda Sendang Kasihan dan Kisah Kesaktian Sunan Kalijaga



Bantul

Di Bantul, ada destinasi pemandian yang lekat dengan mitos dan legenda. Sendang Kasihan namanya. Konon, sendang ini jadi saksi bisu kesaktian Sunan Kalijaga.

Sendang Kasihan adalah sebuah pemandian mata air yang berada di kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Masyarakat setempat mempercayai beberapa mitos terkait Sendang Kasihan.

Salah satunya yakni mandi di Sendang Kasihan diyakini bisa memberikan pengasihan alias mudah mendapatkan jodoh.


“Cerita sendang ini kan terkenal dengan namanya yaitu Sendang Pengasihan. Pengasihan dalam artian luas kompleks, apalagi mengandung nilai sejarahnya. Dikatakan bahwa sumber mata air ini ditemukan oleh Sunan Kalijaga berarti ada karamahnya,” tutur pengelola Sendang Kasihan, Yudaryanto (53), beberapa waktu lalu.

Yudi menuturkan, banyak orang yang datang ke sendang dengan beragam tujuan. Misalnya, perempuan yang sial jodoh, harapannya ia membersihkan diri dan berharap segera bertemu dengan jodohnya.

Tidak hanya menjadi pembawa pengasihan, air di Sendang Kasihan juga konon membuat untuk awet muda. Sebab, kondisi fisik air sendang ini ternyata cukup bagus.

“Pernah dicek dari UGM, UIN, pH-nya 7, bagus. Terus ada tamu sendang itu dia mengelola air minum juga punya alatnya dicek. Dia turun jam 04.00 WIB, siangnya coba iseng ngetes, habis ngetes telepon saya, mas airnya sendang bagus sekali pH-nya 8. Jadi secara fisik bagus kandungan mineralnya tinggi keasamannya rendah,” cerita Yudi.

“Tokoh-tokoh banyak yang pernah datang. Paramitha Rusady 4 kali ke sini, Dian Sastro, Nicholas Saputra, banyak tokoh-tokoh. Dari Batam, Kalimantan banyak. Pejabat banyak, dulu waktu sebelum saya di sini, keluarga Pakualaman, keluarga Mangkunegaran, HB IX, HB VIII banyak,” tambahnya.

Kesaktian Sunan Kalijaga

Sendang Kasihan ini konon merupakan sendang yang ditemukan Sunan Kalijaga. Nama sendang ini berasal dari kisah Sunan Kalijaga yang merasa iba kepada seorang emak-emak dan bermunajat doa hingga muncul sumber mata air.

“Nama Sendang Kasihan itu, jadi Mbok Rondo tadi cari air jauh sekali sungai itu. Kemudian Sunan Kalijaga iba kasihan melihat Mbok Rondo, kasihan. Kata-kata kasihan itu akhirnya kan besok tekan ajining zaman tak beri nama Sendang Kasihan,” ujar Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Bantul, Risman Supandi.

Risman menyebut saat ini Sendang Kasihan sudah masuk dalam salah satu cagar budaya.

“Kenapa ditetapkan sebagai struktur? Jadi berdasarkan Pasal 5 UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya bahwa benda bangunan atau struktur dapat diusulkan sebagai cagar budaya apabila memenuhi kriteria,” jelas Risman.

Padusan jelang Ramadan di Sendang Kasihan, Kabupaten Bantul, Minggu (5/5/2019).Sendang Kasihan, Kabupaten Bantul Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Kisah yang sama juga dituturkan pengelola Sendang Kasihan, Yudaryanto (53). Dia menyebut Sendang Kasihan ditemukan saat Sunan Kalijaga mengembara dan bertemu dengan seorang perempuan.

“Waktu Sunan Kalijaga dalam pengembaraanya berkelana sampai di lokasi tempat ini, bertemu dengan sosok wanita seperempat tua yang sedang mencari air, membawa kendi. Ditanya orang tua itu sama Sunan Kalijaga mau ke mana, namanya siapa. Orang tua itu mengaku bernama Mbok Rondo Kasihan yang mau mencari air. Dengan bertemunya Sunan Kalijaga dan Mbok Rondo Kasihan mencari air, beliau bermunajat berdoa di tempat ini sambil menancapkan tongkat. Setelah bermunajat doa dan tongkat dicabut bekas tancapannya timbul sumber mata air,” jelas Yudi.

Selain sumber mata air, ditemukan dua arca di sisi timur setelah pintu masuk Sendang Kasihan. Kedua arca tersebut adalah arca Ganesha dan Resi Agastya.

“Terus di sana ada dua arca, Ganesha sama Resi Agastya. Arca Ganesha dari agama Hindu, kan dewa pengetahuan. Ada Resi Agastya kan gurunya guru, Maha Guru,” ujar Yudaryanto yang sering disapa Yudi.

“Arcanya ini yang saya dengar dulu kan sendang ini kecil dan diperlebar. Nah dulu waktu diperlebar ditemukan itu,” tambahnya.

Pohon soko temanten di Sendang Kasihan BantulPohon soko temanten di Sendang Kasihan Bantul Foto: Anandio Januar/detikJogja

Kemudian di samping arca tersebut terdapat pohon Soko Temanten. Konon, pohon tersebut sudah langka dan berusia tua.

“Pohon Soko Temanten pohon yang paling tua. Menurut simbah, pohon Soko Temanten itu yang menanam Sinuwun yang pertama, Sultan pertama Jogja,” tutur Yudi.

——

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com