Blog

  • Daily News Saham AS – 8 Januari 2025

    1. Nvidia Rilis Chip Gaming untuk PC, Memanfaatkan Fitur AI dari GPU Pusat Data

    • Nvidia (NVDA) meluncurkan chip GeForce RTX 50-series untuk PC desktop dan laptop berbasis arsitektur Blackwell.
    • Chip ini akan tersedia dengan harga mulai US$550 hingga US$2.000, dan laptop yang menggunakannya akan mulai dirilis pada bulan Maret.
    • Peluncuran dilakukan di CES di Las Vegas, di mana CEO Jensen Huang mengumumkan kemampuan chip untuk gaming.
    • Nvidia awalnya dikenal sebagai perusahaan gaming, tetapi kini pendapatan utama mereka berasal dari chip AI untuk pusat data.
    • Penjualan gaming Nvidia menyumbang kurang dari 10% dari total pendapatan pada kuartal terakhir, sementara chip pusat data menyumbang 88%.
    • CES kali ini tetap fokus pada produk konsumen, dengan chip GeForce RTX 50-series dirancang khusus untuk gaming.

    2. FedEx Umumkan Pertukaran Utang Seiring Spin-Off Divisi Freight

    • FedEx (FDX) mengumumkan penawaran tukar utang yang mencakup surat utang senior dengan jangka waktu jatuh tempo antara 2028 hingga 2065.
    • Penawaran ini memberikan kesempatan bagi pemegang surat utang yang memenuhi syarat untuk menukar surat utang yang ada dengan surat utang baru yang memiliki suku bunga dan tanggal jatuh tempo yang sama, serta pembayaran partisipasi awal bagi mereka yang mengajukan penukaran sebelum 22 Januari 2025.
    • Surat utang baru akan dijamin oleh anak perusahaan yang sama yang saat ini menjamin surat utang yang ada.
    • Penawaran ini terbuka hanya untuk pembeli institusional yang memenuhi syarat dan non-AS sesuai dengan hukum yang berlaku, serta tidak terdaftar di SEC.
    • Penawaran dan permohonan persetujuan ini akan berakhir pada 6 Februari 2025, kecuali diperpanjang atau dihentikan oleh FedEx.
    • Selain itu, FedEx melakukan pemisahan divisi Less-Than-Truckload (LTL), yang dipandang sebagai langkah strategis yang dapat membuka nilai signifikan.
    • Meskipun pendapatan FedEx tidak memenuhi ekspektasi, perusahaan mempertahankan fundamental yang kuat dengan rasio P/E 16,9x dan EBITDA sebesar US$10,9 miliar.
    • Beberapa perusahaan keuangan menyesuaikan target harga untuk saham FedEx, dengan Stifel menaikkan target harga menjadi US$368, sementara Stephens menurunkannya menjadi US$345.
    • Loop Capital menaikkan peringkat saham FedEx menjadi Buy dengan target harga yang lebih tinggi sebesar US$365, mengantisipasi manfaat dari efisiensi operasional dan pemisahan bisnis LTL Freight.

    Beli Saham FDX di Sini!

    3. Saham Tesla Merosot Imbas Kecelakaan, Bank of America Turunkan Peringkat

    • Saham Tesla (TSLA) turun 4,1% setelah regulator federal AS (NHTSA) menyelidiki kecelakaan terkait fitur Smart Summon dan Actually Smart Summon.
    • Fitur ini memungkinkan kendaraan Tesla bergerak secara otomatis melalui aplikasi, tetapi dilaporkan gagal mendeteksi rintangan dan kendaraan yang diparkir.
    • NHTSA menerima 12 keluhan terkait Smart Summon dan 1 keluhan untuk versi yang lebih canggih, Actually Smart Summon.
    • Bank of America menurunkan peringkat saham Tesla dari “beli” menjadi “netral” tetapi meningkatkan target harga menjadi US$490.
    • Potensi pendorong pertumbuhan Tesla tahun ini mencakup model berbiaya rendah, peluncuran robotaxi, dan peningkatan produksi baterai Megapack di Shanghai.

    Beli Saham TSLA di Sini!

    4. Uber Gandeng Nvidia Demi Tingkatkan Teknologi AI pada Kendaraan Otonom

    • Uber (UBER) menjalin kerja sama dengan Nvidia (NVDA) untuk mempercepat penggunaan AI dalam teknologi mobil otonom.
    • Uber akan memanfaatkan platform Cosmos dan DGX Cloud milik Nvidia untuk membantu mitra kendaraan otonomnya.
    • CEO Uber Dara Khosrowshahi menyebut AI generatif sebagai kunci masa depan mobilitas, dengan dukungan data dan daya komputasi tinggi.
    • Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pengembangan solusi kendaraan otonom yang aman dan dapat diandalkan.
    • Saham Uber naik 15% dalam setahun terakhir, didukung oleh rencana pembelian kembali saham yang baru diumumkan.
    • Saham Nvidia mencapai level tertinggi sepanjang masa dan terus meningkat setelah pernyataan CEO-nya di CES.

    Beli Saham UBER di Sini!

    Transaksi Saham NVDA di Sini!

    5. Pasar Kerja AS Mulai Mendingin: Pengunduran Diri Turun, Lowongan Kerja Naik

    • Jumlah pekerja yang mengundurkan diri pada November turun ke angka terendah sejak pandemi, yaitu di bawah 3,1 juta.
    • Aktivitas perekrutan mencapai titik terendah dalam satu dekade, tetapi pasar tenaga kerja tetap kuat.
    • Pertumbuhan pekerjaan melambat karena normalisasi pasca-pandemi dan dampak suku bunga tinggi.
    • Hingga November, rata-rata tambahan pekerjaan bulanan mencapai 180.363, mirip dengan periode 2010–2019.
    • Laporan pekerjaan Desember diperkirakan menunjukkan tambahan 156.500 pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2%.
    • Jumlah lowongan kerja naik menjadi 8,1 juta pada November, melampaui perkiraan sebelumnya.
    • Ekonom mencatat pasar tenaga kerja berada dalam fase “tunggu dan lihat” terkait kebijakan Presiden terpilih yang dapat memengaruhi dinamika ekonomi.

    6. Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Melonjak Usai Data Ekonomi Indikasikan Inflasi Sulit Dikendalikan

    • Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik ke 4,693%, level tertinggi sejak April, setelah data ekonomi menunjukkan inflasi di sektor jasa sulit dikendalikan.
    • Indeks harga jasa ISM untuk Desember meningkat ke 64,4 dari 58,2 di November, mengindikasikan kenaikan harga jasa.
    • Laporan JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan, menambah tekanan inflasi.
    • Kombinasi kenaikan harga dan lowongan kerja tinggi dapat mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2025.
    • Investor menunggu data payroll ADP dan laporan nonfarm payroll dari BLS untuk Desember yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang pasar tenaga kerja AS.
    • The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 28-29 Januari, dengan peluang sekitar 93% menurut CME Group.
    • Risalah pertemuan Fed Desember akan dirilis, menjadi fokus investor untuk memahami pandangan pembuat kebijakan terkait prospek ekonomi dan kebijakan moneter.

    Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    Investasi reksadana adalah salah satu cara investasi yang populer di tengah kalangan investor. Investasi reksadana tidak lebih dari sekumpulan saham atau obligasi.

    Kamu dapat membayangkan reksadana (mutual fund) sebagaimana halnya kolam berbagai jenis investasi, yakni seperti perusahaan yang mengumpulkan sekelompok orang dan menginvestasikan uang mereka dalam bentuk saham, obligasi, dan jenis sekuritas lain.

    Sasaran investasi reksadana berbeda. Tiap jenis ditentukan oleh aset reksadana, wilayah investasi, dan strategi investasi. Tiga varietas investasi reksadana adalah: reksadana ekuitas (saham), reksadana tetap/fixed (obligasi), reksadana pasar uang (instrumen utang jangka pendek).

    investasi reksadana adalah
    Aerial view of business data analysis graph

    Investasi reksadana adalah perpaduan variasi dari tiga kelompok aset itu dan penjualannya biasa ditangani oleh manajer keuangan yang mengaturnya untuk perusahaan tertentu

    Reksadana ekuitas diinvestasikan di perusahaan dengan pertumbuhan cepat, sementara reksadana khusus adalah reksadana yang diinvestasikan hanya pada perusahaan di sektor yang sama.

    #1 Reksadana adalah jalan termudah untuk berinvestasi

    investasi reksadana adalah

    Investasi reksadana adalah kolam uang yang disediakan oleh investor per individu, perusahaan, dan organisasi terkait mereka. Manajer pengelola dana direkrut untuk mengatur investasi dari investor. Tujuan manajer keuangan ini bergantung pada jenis dananya; manajer pengelola penghasilan bulanan, pengelola dana dalam jangka panjang, dsb.

    Reksadana ini terbagi ke dalam empat kategori: dana closed-end (reksadana tertutup) dan open-ended (reksadana terbuka), yang terbagi lagi menjadi load (dengan upah untuk penjual) dan no load (tanpa upah untuk penjual).

    Pembelian reksadana sangat mudah. Banyak perusahaan sekuritas dengan layanan khusus tersedia, dengan nilai minimum investasi yang tidak terlalu membebani.

    #2 Bagaimana reksadana bekerja?

    Pembelian reksadana ini memungkinkanmu untuk menyebarkan risiko investasi. Diversifikasi investasi ini diwujudkan dengan menyebarkan sejumlah besar aset sehingga kerugian investasi tertentu akan terminimalisasi.

    Berbagai jenis investasi ini di antaranya reksadana pasar uang, reksadana pasar saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran.

    Dengan jual-beli sejumlah besar sekuritas secara bersamaan, biaya transaksi akan jadi lebih rendah.

    Baca juga: Tujuh Tips Keuangan untuk Milenial

    #3 Bagaimana cara membeli reksadana untuk kali pertama?

    Kamu bisa membeli reksadana dengan menghubungi perusahaan reksadana secara langsung. Broker, bank, perencana keuangan, atau agen asuransi menyediakan layanan ini. Pihak ketiga ini meminta bayaran atau biaya penjualan (load).

    Namun, reksadana juga bisa dibeli dengan tanpa biaya transaksi (no load). Ini memungkinkanmu membeli reksadana dari banyak perusahaan berbeda.

    Nilai aset neto (net asset value, NAV) bisa diperoleh dari nilai aset reksadana dikurangi kewajiban. NAV per saham adalah nilai dari satu saham reksadana. Angka ini berfluktuasi seiring dengan nilai dari varietas investasi reksadana yang kamu ambil.

    #4 Apa yang perlu dipikirkan sebelum memulai investasi reksadana?

    Investasi reksadana adalah investasi yang dikelola oleh profesional, ada diversifikasi jenis investasi, dengan pertimbangan skala ekonomi, sederhana, dan bersifat likuid. Berbagai keuntungan ini tentu membawamu pada keputusan untuk mengambil reksadana.

    Sebelum mengambil investasi, perlu dipertimbangkan apakah kamu ingin keuntungan jangka panjang atau lebih menginginkan keuntungan jangka pendek? Tujuan dari investasi ini akan menentukan toleransi risiko yang perlu dipikirkan sebelum mengambil reksadana.

    Berbagai tipe reksadana akan cocok jika sesuai dengan tujuanmu. Karena ada pula reksadana yang dibebani biaya (load), kamu juga perlu memilih apakah kamu memerlukan manajer keuangan dengan biaya tambahan itu untuk membantu mengelola reksadana tersebut.

    Selain itu, terkadang, pastikan iklan reksadana tidak menyesatkanmu. Untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai reksadana perusahaan tertentu, kamu perlu melakukan perbandingan kinerja reksadana kelompok-kelompok sejenis.

    Baca juga: Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan

    #5 Bagaimana reksadana dapat memberimu keuntungan?

    Uang dalam reksadana diputar dengan tiga cara:

    1) Pendapatan yang dihasilkan dari dividen saham dan bunga obligasi;

    2) Jika reksadana menjual sekuritas dengan nilai yang meningkat, maka diperoleh keuntungan. Keuntungan ini disalurkan kepada investor;

    3) Jika kepemilikan reksadana meningkat tetapi tidak dijual ke pengelola dana (fund manager), maka harga itu akan meningkat.

    Pada reksadana terbuka, keuntungan berupa dividen income, capital gain, dan net change NAV. Dividen income adalah dividen per saham yang diberikan kepada pemegang saham reksadana, sementara net change NAV adalah perubahan bersih NAV yang terjadi pada hari tersebut.

    Sementara itu, pada reksadana tertutup, keuntungan diperoleh investor sama seperti pemegang saham, yakni melalui dividen, saham bonus, dan capital gain.

    Sumber: The Balance, Money Smart, Ipotnews

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Daily News – Crypto 8 Januari 2025

    Berikut ini rangkuman kabar dari jagat kripto, Rabu (8/1).

    1. Penyebab Anjloknya Pasar Kripto

    • Pasar kripto mengalami penurunan tajam akibat sejumlah faktor, diantaranya kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat dan sentimen hawkish dari Federal Reserve.
    • Kondisi tersebut diperparah dengan defisit fiskal yang besar dan pagu utang yang menjulang hingga investor kehabisan ruang untuk mendiversifikasi portofolionya pada kelas aset yang lebih berisiko seperti kripto.
    • Sejumlah aset yang terdampak diantaranya Bitcoin ($BTC), Ethereum ($ETH), Dogecoin ($DOGE), dan altcoin lainnya.

    2. Tahun 2025 Berpotensi Bullish

    • Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menunjukkan potensi bullish untuk tahun 2025.
    • Solana (SOL) terlihat stagnan meski didukung beberapa inisiatif ekosistem.
    • Nexo mengamati tren positif pada BTC dan ETH berdasarkan peningkatan aktivitas jaringan.
    • Analisis on-chain mencatat peningkatan alamat aktif BTC sebesar 8% dalam tiga bulan terakhir.

    3. SOL Strategies Amankan Kredit $25 Juta untuk Solana

    • Perusahaan investasi asal Kanada, SOL Strategies mendapatkan fasilitas kredit senilai US$25 juta untuk membeli Solana ($SOL).
    • Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dalam ekosistem Solana.
    • Kredit berasal dari investor institusi terkemuka, meski nama pemberi pinjaman tidak diungkapkan.
    • Disisi lain, harga SOL saat ini berada di kisaran US$199,55 per unit, mencatat penurunan 8,06% dalam 24 jam terakhir dampak dari koreksi pasar kripto secara keseluruhan.

    4. Aave V3, pemberi pinjaman terbesar dalam keuangan terdesentralisasi, kini diluncurkan di testnet Aptos.

    • Tujuannya adalah menguji kompatibilitas sebelum peluncuran penuh di mainnet.
    • Aptos dikenal memiliki kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menarik perhatian pengembang DeFi.
    • Aave V3 menawarkan fitur unik seperti mode efisiensi dan kemampuan cross-chain.

    Beli Coin AAVE di Sini!

    5. Kapan Altcoin Akan Bullish di 2025?

    • Altcoin diproyeksikan mulai rally bullish pada pertengahan hingga akhir 2025.
    • Analisis on-chain menunjukkan peningkatan arus masuk ke stablecoin sebagai sinyal awal.
    • Kunci utama pemulihan altcoin adalah peningkatan adopsi di sektor DeFi dan NFT.
    • Sebagian besar altcoin saat ini masih berada di bawah level resistance kritis.

    6. Czech Republic Pertimbangkan Cadangan Bitcoin Strategis

    • Republik Ceko sedang mempertimbangkan penggunaan Bitcoin (BTC) sebagai cadangan strategis.
    • CIO Bitwise menyebut langkah ini dapat memperkuat posisi ekonomi negara di tingkat global.
    • Jika terealisasi, Ceko akan menjadi salah satu negara Eropa pertama yang menyimpan BTC sebagai aset cadangan.
    • Langkah ini muncul di tengah peningkatan ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar mata uang fiat.

    Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

    Saham IPO (initial public offering) adalah penawaran saham perdana kepada publik yang dilakukan perusahaan terbuka. Ini berarti saham mulai dibuka di pasar modal. Pada Bursa Efek Indonesia (BEI), saham-saham perusahaan terbuka (emiten) ini bertambah gelar Tbk.

    Tujuan perusahaan melepas atau menjual sahamnya untuk publik umumnya adalah memperoleh kinerja keuangan perusahaan yang lebih baik, potensi pertumbuhan perusahaan lebih cepat, peningkatan citra perusahaan. Ini tentu meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

    Saham IPO yang dilepas ke publik biasanya hanyalah sebagian kecil dari total saham. Misalnya, suatu perusahaan menjual 10% sahamnya. Ini dapat berarti perusahaan itu melepas 1 juta lembar sahamnya, dengan harga perdana saham misalnya Rp 20.000 per lembar. Dengan demikian, nilai perusahaan secara keseluruhan adalah 10% dikali harga saham dan jumlah saham.

    Pada awal 2019, 42 perusahaan mencatatkan saham mereka di bursa. Di antara emiten baru ini, 22 emiten telah mencatatkan performa yang baik di antara saham IPO yang terdaftar di BEI.

    saham IPO

    Saham IPO laris manis pada masa penawaran umum kepada publik, banyak perusahaan baru yang potensial untuk investasimu

    Sejumlah saham IPO laris manis pada masa penawaran umum, misalnya PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) dan PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI). Mereka mengalami kelebihan penawaran (oversubscribed) pada masa penawaran umum. Telefast, misalnya, melepas 416 juta saham baru atau sekitar 25% dari modalnya.

    Potensi keuntungan di antara 22 perusahaan itu sekitar 1-1,7%, sementara 20 perusahaan mencatat performa saham IPO yang tidak begitu baik dengan koreksi dari 1% hingga lebih dari 70%. Dengan koreksi ini, tentu membeli saham IPO cenderung berisiko.

    Akses informasi pembelian saham IPO dapat dilakukan melalui broker ataupun membuka langsung situs web perusahaan, menelusuri Bursa Efek Indonesia (IDX), atau dari berita ekonomi dan keuangan.

    Baca juga: Tertarik Membeli Saham Google? Ketahui Dulu Risikonya di Sini!

    Risiko saham IPO

    Saham IPO lebih berisiko dibandingkan saham-saham yang sudah lama masuk di bursa. Saham-saham ini memang high risk high return, keuntungan bisa ribuan persen, dan rugi bisa besar juga.

    Pembeli saham IPO memang melibatkan banyak pertimbangan. Ini akan menunjukkan apakah investor tersebut risk taker (suka mengambil risiko) atau risk averse (takut dengan risiko). Bila kamu cenderung takut dengan risiko, sebaiknya menghindari saham-saham dengan risiko tinggi dan mencari alternatif investasi saham lain.

    Kendati harga saham terus bergerak, kamu perlu menetapkan tujuan return yang ingin dicapai. Jangka waktu investasi juga perlu dipertimbangkan.

    Tips dan trik membeli saham IPO

    Selain mempertimbangkan jangka waktu investasi, kamu perlu menyesuaikan mode investasi. Mode investasi tergolong ke dua kategori, yakni investasi jangka panjang dan trading jangka pendek.

    Faktor teknis akan jadi fokus utama membeli saham dalam mode trading, sementara untuk mode jangka panjang yang diperlukan adalah memahami faktor fundamentalnya.

    Saham yang dibeli dengan mode trading jangka pendek juga melibatkan faktor sentimen pasar, fundamental dan tujuan fundraising, jumlah saham yang dilepas dan likuiditas, sekuritas/broker/penjamin emisi yang membantu proses IPO dan kinerjanya, serta momen masuk dan keluar dari bursa saham.

    Untuk sentimen pasar, kamu perlu memperhatikan bagaimana pasar menilai perusahaan maupun sektor industri saham dari perusahaan tersebut. Hari ini, saham dari perusahaan teknologi punya sentimen positif.

    Sementara faktor fundamental dan tujuan fundraising melibatkan apakah perusahaan cenderung mengekspansi usahanya. Ekspansi perusahaan cenderung memberi sentimen positif karena uang dialokasikan untuk investasi produktif perusahaan.

    Trading jangka pendek mempertimbangkan apakah saham bersifat likuid untuk ditransaksikan. Semakin sedikit lembar saham yang dilepas, semakin rendah likuiditasnya. Selain itu, dalam trading saham, kamu perlu melihat rekam jejak penjamin emisi yang membantu proses IPO.

    Terutama, untuk momen masuk dan keluar bursa saham, kamu perlu melakukan riset mengenai momen yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Saham IPO baru ditransaksikan likuid umumnya setelah hari ketiga dan harganya cenderung melambung di minggu pertama.

    Baca juga: Newbie di Bursa Saham? Ini 4 Cara Aman Berinvestasi bagi Pemula

    Jika kamu ingin membeli saham untuk investasi jangka panjang

    Saham IPO yang dibeli dengan mode investasi jangka panjang melibatkan faktor tren industri dan lanskap kompetitif, faktor fundamental keuangan dan kinerja perusahaan, valuasi emiten, tujuan IPO dan rencana penggunaan dana hasil IPO, serta bisnis model dan portofolio perusahaan.

    Karena terkait penanaman saham jangka panjang, kamu perlu mempertimbangkan rencana periode waktu kepemilikan sahammu. Ini termasuk tujuan dan rencana penggunaannya, apakah untuk membiayai pendidikan anak, rencana perjalanan, atau jaminan hari tua.

    Kamu perlu meriset tren industri perusahaan/emiten, apakah industrinya sedang tumbuh atau terkontraksi. Lakukan juga studi tentang persaingan bisnis industri ini, serta potensi saham perusahaan tersebut, apakah perusahaan itu berpotensi untuk memimpin harga saham.

    Untuk faktor fundamental dan kinerja perusahaan, kamu perlu lihat kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Selidiki semua rekam jejaknya, mengenai aliran kas, operasional perusahaan, hingga apakah perusahaan pernah terlilit utang. Analisis proyeksi jangka panjang kinerja perusahaan dengan pemodelan juga perlu dilakukan.

    Model bisnis perusahaan dan portofolionya relevan untuk ditelusuri karena kamu dapat mengetahui perkembangan perusahaan tersebut. Ini juga berkaitan dengan apakah perusahaan tersebut memiliki diversifikasi produk.

    Terkait valuasi emiten, kamu perlu lihat bagaimana valuasi saham suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lainnya di sektor sejenis.

    Jadi, sudah siap untuk membeli saham IPO perdanamu?

    Sumber: CNBC Indonesia, Jurus Cuan, Kontan – Investasi

    Simak juga:

    Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

    Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Digest Crypto: Altcoin Rally Diproyeksikan Mulai di Pertengahan 2025

    Altcoin diproyeksikan mulai rally bullish pada pertengahan hingga akhir 2025, walaupun saat ini sebagian besar altcoin saat ini masih berada di bawah level resistance kritis. Simak berita berikut!

    From Crypto Research Desk

    MAKRO

    • Republik Ceko sedang mempertimbangkan penggunaan Bitcoin (BTC) sebagai cadangan strategis. CIO Bitwise menyebut langkah ini dapat memperkuat posisi ekonomi negara di tingkat global. Jika terealisasi, Ceko akan menjadi salah satu negara Eropa pertama yang menyimpan BTC sebagai aset cadangan. Langkah ini muncul di tengah peningkatan ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar mata uang fiat.
    • Altcoin diproyeksikan mulai rally bullish pada pertengahan hingga akhir 2025. Analisis on-chain menunjukkan peningkatan arus masuk ke stablecoin sebagai sinyal awal. Kunci utama pemulihan altcoin adalah peningkatan adopsi di sektor DeFi dan NFT. Sebagian besar altcoin saat ini masih berada di bawah level resistance kritis.

    CRYPTO

    • $SOL : Perusahaan investasi asal Kanada, SOL Strategies mendapatkan fasilitas kredit senilai US$25 juta untuk membeli Solana ($SOL). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dalam ekosistem Solana. Kredit berasal dari investor institusi terkemuka, meski nama pemberi pinjaman tidak diungkapkan. Disisi lain, harga SOL saat ini berada di kisaran US$199,55 per unit, mencatat penurunan 8,06% dalam 24 jam terakhir dampak dari koreksi pasar kripto secara keseluruhan.
    • $BTC : Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menunjukkan potensi bullish untuk tahun 2025. Solana (SOL) terlihat stagnan meski didukung beberapa inisiatif ekosistem. Nexo mengamati tren positif pada BTC dan ETH berdasarkan peningkatan aktivitas jaringan. Analisis on-chain mencatat peningkatan alamat aktif BTC sebesar 8% dalam tiga bulan terakhir.
    • $DOGE : Pasar kripto mengalami penurunan tajam akibat sejumlah faktor, diantaranya kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat dan sentimen hawkish dari Federal Reserve. Kondisi tersebut diperparah dengan defisit fiskal yang besar dan pagu utang yang menjulang hingga investor kehabisan ruang untuk mendiversifikasi portofolionya pada kelas aset yang lebih berisiko seperti kripto. Sejumlah aset yang terdampak diantaranya Bitcoin ($BTC), Ethereum ($ETH), Dogecoin ($DOGE), dan altcoin lainnya.
    Selengkapnya

     

    Gauge Image

     

    Neutral 54

    8 Januari 2025 – 00:00 WIB

     

    Crypto Total Market Cap $3.32T 0.29%
    BTC Dominance 57.97% -0.24%
    Total 3 (All Crypto exclude BTC & ETH) $984.46T 0.63%

     

    Disclaimer: Berinvestasi dalam cryptocurrency dan saham AS memiliki risiko yang melekat, dan Anda bertanggung jawab penuh atas keputusan investasi Anda. Informasi yang diberikan oleh Pluang berasal dari riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak ketiga. Informasi ini tidak boleh dianggap sebagai saran atau nasihat keuangan, dukungan, rekomendasi, tawaran atau ajakan untuk melakukan aktivitas investasi apapun. Harga cryptocurrency dan saham AS sangat fluktuatif dan dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum membuat keputusan investasi. Pluang tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang diakibatkan oleh penggunaan informasi ini. Jika Anda ragu, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan independen.
    Pluang berlisensi resmi dan diawasi oleh Bappebti. Semua transaksi saham as tercatat di Bursa Berjangka jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Semua transaksi aset kripto tercatat di Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI)



    Sumber : pluang.com

  • Mulai dari Zaman Mesir Kuno, Telusuri yuk Sejarah Emas Hingga Hari Ini!

    Emas telah lama menjadi komoditas bernilai tinggi. Tapi, emas baru menjadi alat pertukaran pada 643 SM. Pada mulanya, orang mempertukarkannya dalam bentuk koin. Karena nilai dan kegunaannya sebagai alat tukar, dalam sejarah emas perubahan nilai emas ini dapat dilacak paling tidak hingga tahun 30 SM.

    Emas dipandang sebagai penentu status sosial seseorang selama lebih dari sekian milenium. Dari masa Mesir Kuno hingga hadirnya Departemen Keuangan di negara-negara modern, hanya emas yang punya peran sangat berpengaruh dalam sejarah keuangan.

    Dalam sejarah emas, emas jadi komoditas penting bahkan dari zaman Mesir Kuno dan ini terus berlanjut sampai ke rezimnya negara modern…

    Tapi, kenapa, sih, emas segitu berpengaruh? Yuk, simak sejarah emas dari masa ke masa:

    Sejarah Emas Masa Kuno

    Tidak bisa diketahui dengan pasti kapan jejak mula manusia mengenal emas. Namun, beberapa bukti arkeologis mencatat bahwa bahkan manusia pertama yang bersentuhan dengan emas sudah dibuat terkagum-kagum akan logam satu ini. Lantaran emas dapat ditemukan di ladang-ladang emas seluruh dunia, berbagai teks sejarah klasik mencatat kehadiran emas ini.

    Catatan pertama persentuhan emas dengan manusia adalah pada masa Mesir kuno sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Emas berperan penting dalam mitologi Mesir kuno dan amat dihargai oleh firaun dan pendeta kuil.

    sejarah emas

    Bahkan, masyarakat Mesir kuno telah membuat peta lokasi emas, yang menjelaskan lokasi ladang emas juga lokasi penyimpanan emas di berbagai kerajaan awal Mesir kuno. Namun, meski peradaban ini begitu mencintai emas, mereka tidak pernah menggunakannya sebagai alat tukar.

    Dalam sejarah emas, peradaban pertama yang menggunakan emas sebagai pertukaran adalah Kerajaan Lydia, sebuah peradaban kuno yang berpusat di sebelah barat Turki.

    Baca juga: Kenali Empat Jenis Emas Ini Sebelum Menabung Emas

    Kekaisaran Romawi

    Kaisar Augustus, yang memerintah di Romawi kuno sejak 30 SM-14 M, menentukan harga emas sekitar 45 koin untuk 1 pound. Perubahan nilai terjadi pada periode 211-217 M pada masa pemerintahan Marcus Aurelius Antoninus. Dia menetapkan nilai emas menjadi 50 koin untuk 1 pound. Ini membuat nilai emas naik.

    Pada 284-305 M, Diocletian kembali meningkatkan nilai emas menjadi 60 koin untuk 1 pound. Konstatinus Agung menetapkan 70 koin emas sama dengan 1 pound pada periode 306-337 M. Mereka melakukan ini untuk membiayai perang sehingga kekuasaan dapat dipertahankan. Secara bersamaan, mereka juga meningkatkan pajak.

    Kenaikan nilai emas ini juga mempengaruhi harga komoditas lainnya. Masyarakat kelas menengah tidak dapat memenuhi biaya hidupnya. Ini menjadi salah satu alasan Kekaisaran Romawi mulai runtuh.

    Britania Raya

    Pada 1257, Britania Raya menentukan harga per ons emas sama dengan 0,89 pound. Harga naik secara konstan 1 pound setiap abad:

    • 1351 – 1,34 pound
    • 1465 – 2,01 pound
    • 1546 – 3,02 pound
    • 1664 – 4,05 pound
    • 1717 – 4,25 pound

    Pada 1800-an, sebagian besar negara mencetak alat tukar uang kertas yang nilainya ditentukan oleh nilai emas. Dalam sejarah emas, metode penentuan ini dikenal sebagai “standar emas” (gold standard). Sejak saat itu, negara-negara di dunia menyimpan cadangan emasnya untuk mendukung stabilnya nilai emas di pasar dunia. Sejarah emas dengan standar ini di Amerika Serikat baru bermula pada tahun 1900. Emas dijadikan tolak ukur alat tukar dan mata uang. Ketika itu, 100 gram emas senilai 20,67 dolar AS.

    Britania Raya mempertahankan harga emas 4,25 pound per 100 gram, hingga adanya Kesepakatan Bretton-Woods. Ketika itu beberapa negara maju bersepakat untuk memperbaiki nilai alat tukar mereka dalam menghadapi laju dolar AS lantaran Amerika Serikat memiliki sebanyak 75% komoditas emas global.

    Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

    Amerika Serikat

    Sebelum adanya Hukum Standar Emas, Amerika Serikat menggunakan standar emas Britania Raya. Pada 1791, harga emas ditentukan 19,49 dolar AS per 100 gram. Pada 1834, angka ini meningkat hingga 20,69 dolar AS per 100 gram.

    Bertahannya kedua kubu standar emas ini menyebabkan masa malaise Depresi Besar bagi Amerika Serikat. Penurunan ini terjadi pada Agustus 1929, begitu Federal Reserve menaikkan suku bunga pada 1928. Setelah pasar saham pada 1929 jatuh, banyak investor mulai menukar mata uang kertas dengan emas.

    Departemen Keuangan AS khawatir apabila Amerika Serikat kehabisan emas. Kenaikan suhu bunga meningkatkan nilai dolar dan membuatnya lebih berharga daripada emas dan ini sukses pada 1931.

    Suku bunga yang lebih tinggi membuat pinjaman menjadi terlalu mahal. Ini memaksa banyak perusahaan gulung tikar. Mereka menyebabkan deflasi karena membutuhkan nilai dolar lebih kuat. Perusahaan memangkas biaya demi menjaga harga tetap rendah dan kompetitif. Ini memperburuk keadaan dengan tingkat pengangguran, mengubah resesi menjadi depresi.

    Rezim Pelarangan Kepemilikan Pribadi atas Emas

    Pada rezimnya, Roosevelt melarang kepemilikan pribadi atas koin emas, emas batangan, dan sertifikat kepemilikan emas pada April 1933. Penduduk Amerika menjual emas mereka ke The Fed.

    Pada 1934, dalam sejarah emas, Kongres AS meloloskan Undang-undang Cadangan Emas (the Gold Reserve Act). Undang-undang ini melarang kepemilikan pribadi emas di Amerika Serikat dan memungkinkan Roosevelt menaikkan harga emas menjadi 35 dolar AS per 100 gram. Ini menurunkan nilai dolar dan membantu menciptakan inflasi yang sehat.

    Pada 1939, FDR meningkatkan pertahanan negara dengan pengeluaran yang ditujukan untuk Perang Dunia II. Ini mendukung pula perkembangan ekonomi dalam negeri. Negosiasi yang alot pada kesepakatan Bretton-Woods meresmikan dolar AS sebagai nilai tukar global terkuat.

    Harga emas melonjak hingga 869,75 dolar AS per 100 gram selama krisis keuangan 2008. Harga satu ons emas mencapai rekor sepanjang masa, sekitar 1.895 dolar AS pada 5 September 2011, sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan gagal membayar utangnya. Sejak itu, ekonomi AS membaik dan inflasi tetap rendah.

    Sejarah Emas Kini

    Selain sejarah emas di berbagai negara dengan standar emasnya, tercatat bahwa secara global emas mengalami perubahan nilai berdasarkan berbagai faktor.

    Dari resesi, deflasi, depresi ekonomi, ekspansi keuangan global, perang, hingga harga saham di bursa saham menentukan perubahan nilai emas ini.

    Tercatat bahwa harga emas pada 1929 senilai 20,63 dolar AS per 100 gram, pada krisis ekonomi 2008 sebesar 869,75 dolar AS per 100 gram, dan pada 2018 nilai emas telah mencapai 1.281 dolar AS per 100 gram.

    Sumber: The Balance, Be Businessed

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Digest Saham: Yield Obligasi Naik, Saham AS Turun

    Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik ke 4.693%, level tertinggi sejak April ditambah dengan kombinasi kenaikan harga dan lowongan kerja tinggi menyebabkan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2025 menjadi lebih slowing down. Simak berita berikut!

    From Equity Research Desk

    MAKRO

    • Jumlah pekerja yang mengundurkan diri pada November turun ke angka terendah sejak pandemi, yaitu di bawah 3,1 juta. Aktivitas perekrutan mencapai titik terendah dalam satu dekade, tetapi pasar tenaga kerja tetap kuat. Pertumbuhan pekerjaan melambat karena normalisasi pasca-pandemi dan dampak suku bunga tinggi. Hingga November, rata-rata tambahan pekerjaan bulanan mencapai 180.363, mirip dengan periode 2010–2019. Laporan pekerjaan Desember diperkirakan menunjukkan tambahan 156.500 pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap di 4,2%. Jumlah lowongan kerja naik menjadi 8,1 juta pada November, melampaui perkiraan sebelumnya. Ekonom mencatat pasar tenaga kerja berada dalam fase “tunggu dan lihat” terkait kebijakan Presiden terpilih yang dapat memengaruhi dinamika ekonomi.
    • Imbal hasil obligasi 10 tahun AS naik ke 4,693%, level tertinggi sejak April, setelah data ekonomi menunjukkan inflasi di sektor jasa sulit dikendalikan. Indeks harga jasa ISM untuk Desember meningkat ke 64,4 dari 58,2 di November, mengindikasikan kenaikan harga jasa. Laporan JOLTS menunjukkan jumlah lowongan kerja yang lebih tinggi dari perkiraan, menambah tekanan inflasi. Kombinasi kenaikan harga dan lowongan kerja tinggi dapat mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2025. Investor menunggu data payroll ADP dan laporan nonfarm payroll dari BLS untuk Desember yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang pasar tenaga kerja AS. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 28-29 Januari, dengan peluang sekitar 93% menurut CME Group. Risalah pertemuan Fed Desember akan dirilis, menjadi fokus investor untuk memahami pandangan pembuat kebijakan terkait prospek ekonomi dan kebijakan moneter.

    GSS

    • $NVDA : Nvidia (NVDA) meluncurkan chip GeForce RTX 50-series untuk PC desktop dan laptop berbasis arsitektur Blackwell. Chip ini akan tersedia dengan harga mulai US$550 hingga US$2.000, dan laptop yang menggunakannya akan mulai dirilis pada bulan Maret. Peluncuran dilakukan di CES di Las Vegas, di mana CEO Jensen Huang mengumumkan kemampuan chip untuk gaming.
    • $TSLA : Saham Tesla (TSLA) turun 4,1% setelah regulator federal AS (NHTSA) menyelidiki kecelakaan terkait fitur Smart Summon dan Actually Smart Summon. Fitur ini memungkinkan kendaraan Tesla bergerak secara otomatis melalui aplikasi, tetapi dilaporkan gagal mendeteksi rintangan dan kendaraan yang diparkir. NHTSA menerima 12 keluhan terkait Smart Summon dan 1 keluhan untuk versi yang lebih canggih, Actually Smart Summon.
    • $UBER : Uber (UBER) menjalin kerja sama dengan Nvidia (NVDA) untuk mempercepat penggunaan AI dalam teknologi mobil otonom. Uber akan memanfaatkan platform Cosmos dan DGX Cloud milik Nvidia untuk membantu mitra kendaraan otonomnya. CEO Uber Dara Khosrowshahi menyebut AI generatif sebagai kunci masa depan mobilitas, dengan dukungan data dan daya komputasi tinggi. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pengembangan solusi kendaraan otonom yang aman dan dapat diandalkan.
    Selengkapnya

     

    Gauge Image

     

    Fear 36

    Jan 7 2025 at 6:59:52 PM ET

     

    S&P 500 5,909.03 -1.11%
    NASDAQ 19,489.68 -1.89%
    DJIA 42,528.36 -0.42%

     

    Disclaimer: Berinvestasi dalam cryptocurrency dan saham AS memiliki risiko yang melekat, dan Anda bertanggung jawab penuh atas keputusan investasi Anda. Informasi yang diberikan oleh Pluang berasal dari riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak ketiga. Informasi ini tidak boleh dianggap sebagai saran atau nasihat keuangan, dukungan, rekomendasi, tawaran atau ajakan untuk melakukan aktivitas investasi apapun. Harga cryptocurrency dan saham AS sangat fluktuatif dan dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum membuat keputusan investasi. Pluang tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang diakibatkan oleh penggunaan informasi ini. Jika Anda ragu, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan independen.
    Pluang berlisensi resmi dan diawasi oleh Bappebti. Semua transaksi saham as tercatat di Bursa Berjangka jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Semua transaksi aset kripto tercatat di Bursa Komoditi Nusantara (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI)



    Sumber : pluang.com

  • Pesan Tersembunyi di balik Yield Curve Obligasi

    Yield dalam obligasi malah menunjukkan imbal hasil yang ‘sebenarnya’ karena telah memperhitungkan angka discount/premium atas harga beli obligasi tersebut (khususnya untuk obligasi Pemerintah). Hal yang perlu diketahui investor adalah b tiap obligasi Pemerintah pasti memiliki tenor (jangka waktu) yang akan memengaruhi angka yield. 

    Konsep idealnya adalah makin panjang tenornya, maka angka yield akan relatif lebih besar dibandingkan obligasi dengan tenor lebih pendek. 

    Itulah kenapa kumpulan obligasi dengan berbagai tenor dan yield yang berbeda akan membentuk satu kurva yang disebut dengan yield curve. Pada kondisi normal, yield curve akan berbentuk upward sloping yang menunjukkan bahwa bond yield tenor panjang > bond yield tenor pendek. 


    Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya (inverted yield curve), maka kondisi tersebut mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang ‘berbeda’ dengan perekonomian negara tersebut. Salah satu risiko terbesar yang diantisipasi adalah resesi. 

    Berikut ini adalah 4 jenis yield curve yang dapat membantu investor untuk mengantisipasi kondisi ekonomi di masa mendatang : 

    1. Normal Yield Curve 

    Ini adalah kondisi paling normal dan ekonomi berjalan semestinya sehingga bond yield tenor panjang (10Y and above) lebih besar dibandingkan tenor pendek (1Y and below). Kurva akan berbentuk upward sloping

    2. Inverted Yield Curve (IYC)

    Kondisi ‘terbalik’ ini terjadi ketika bond yield tenor panjang < tenor pendek. Situasi yang tidak masuk akal ini mengindikasikan 2 hal:

    • Investor mengestimasikan suku bunga akan turun seiring dengan angka inflasi yang juga turun. 
    • Investor mengantisipasi terjadinya perlambatan ekonomi yang mendorong pemangkasan suku bunga. Makin panjang IYC terjadi, maka risiko perlambatan ekonomi makin besar pula. 

    3. Steep Yield Curve

    Kondisi ini terjadi ketika bond yield untuk tenor panjang naik lebih cepat dibandingkan tenor pendek. Hal ini mengindikasikan bahwa ekonomi sedang dalam masa ekspansi (tumbuh signifikan) sehingga inflasi berpotensi naik signifikan pula. 

    4. Flat YC 

    Kondisi ini terjadi ketika bond yield berbagai tenor relatif mirip (hanya berbeda tipis). Hal ini umumnya terjadi ketika ada transisi dari normal yield curve menuju inverted yield curve alias kondisi ketidakpastian.

    Terbentuknya berbagai yield curve tersebut tak lepas dari pengaruh berbagai faktor berikut :

    1. Inflasi

    Jika bank sentral menilai bahwa inflasi akan cenderung meningkat, maka kebijakan moneter yang diambil yakni pemangkasan suku bunga. Inflasi yang tak terkendali akan membuat daya beli melemah sehingga mendorong investor untuk ‘menuntut’ imbal hasil yang relatif lebih tinggi dalam jangka pendek. 

    2. Pertumbuhan Ekonomi

    Pertumbuhan ekonomi yang kuat akan mendorong kenaikan inflasi seiring dengan bertambahnya permintaan. Di sisi lain, ketika banyak negara mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik, maka  akan ada banyak opsi investasi bagi investor sehingga mendorong kenaikan yield obligasi jangka panjang dengan lebih cepat. 

    3. Suku bunga

    Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, hal ini mendorong investor untuk ‘menuntut’ pula kenaikan yield yang akhirnya membuat aset berisiko tampak kurang menarik. 

    Lantas, apa gunanya investor mengetahui tentang yield curve?

    Sebagai seorang investor yang memahami tentang konsep yield curve di berbagai kondisi ekonomi, hal ini akan sangat membantu untuk mengindetifikasi sekaligus mengantisipasi jika ada sesuatu yang janggal dari situasi ekonomi. 

    Jika memang yield obligasi terus naik dan mengindikasikan era suku bunga masih tinggi, maka porsi investasi ke aset berisiko akan cenderung kurang menguntungkan dan sebaliknya. Selain itu, pemilihan sektor juga relatif lebih jelas ketika investor paham arah suku bunga melalui identifikasi pergerakan yield. 

    Last but not least, antisipasi terhadap risiko resesi juga bisa dilakukan layaknya yang terjadi pada Oktober 2007 silam ketika yield curve mulai terjadi inverse dan berlanjut dengan resesi akibat Global Financial Crisis pada 2008.

    Investasi dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

    Saat ini, karena dimungkinkan untuk berinvestasi emas tanpa memiliki fisiknya, jual beli emas dapat dilakukan dalam dua bentuk, yakni emas ETF dan emas berjangka. Kedua jenis emas ini memungkinkan investor membeli emas tanpa ribet menyimpan aset fisiknya.

    Emas ETF adalah komoditas yang diperdagangkan seperti saham. Meski terdiri dari aset berupa emas, investor sebenarnya tidak memiliki komoditas fisiknya. Investasi emas ETF dikenakan biaya tambahan baik biaya broker dan penebusan ETF.

    Para investor hanya memiliki sejumlah kecil aset terkait emas. Ini memberi opsi diversifikasi portofolio bagi investor. Harganya lebih murah daripada komoditas atau futures yang sebenarnya.

    Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

    Emas ETF dan emas berjangka sama-sama merupakan aset emas non-fisik, tetapi emas ETF mengandung pula bentuk investasi lain selain emas dan juga memerlukan pemenuhan biaya-biaya lain

    emas berjangka

    Emas berjangka, di sisi lain, adalah kontrak yang diperdagangkan di bursa. Kedua pihak sepakat bahwa pembeli akan memperoleh komoditas dengan harga yang telah ditentukan dan waktu yang ditentukan di masa depan.

    Investor dapat memasukkan dana mereka ke dalam komoditas tanpa harus membayar di muka sepenuhnya. Ini memberi fleksibilitas mengenai kapan dan bagaimana kesepakatan berjangka ini berjalan.

    Emas ETF

    ETF diperdagangkan kali pertama untuk melacak harga emas di Amerika Serikat pada 2004. SPDR Gold Trust ETF disebut-sebut sebagai alternatif yang murah untuk memperoleh emas fisik atau membeli emas berjangka. Emas ETF kali pertama diluncurkan di Australia pada 2003. Sejak diperkenalkan, emas ETF semakin dikenal luas.

    Dengan berinvestasi di emas ETF, investor dapat menaruh uang mereka dalam pasar emas tanpa kebingungan dengan cara penyimpanan komoditas fisiknya.

    Untuk investor dengan dana terbatas, emas ETF memberi alternatif lebih murah daripada stok emas pada umumnya. Dan karena juga mengandung sejumlah aset berbeda, investor dapat memperoleh eksposur ke beragam kepemilikan hanya dengan memiliki ETF ini.

    Hal yang perlu dipertimbangkan bila membeli emas ETF adalah biaya terkait pengelolaan emas. Karena emas itu menghasilkan keuntungan maka ada biaya yang harus ditanggung, manajer ETF diizinkan untuk menjual emas dengan catatan mereka dapat pula menutup biaya-biaya tanggungan ini.

    Setiap penjualan emas ETF oleh perantara ini dikenai pajak bagi pemegang saham. Ini berarti emas ETF menarik biaya manajemen, juga sponsor dan biaya pemasaran, yang harus dibayar dengan melikuidasi aset. Ini mengurangi keseluruhan aset dasar per saham yang dapat menyebabkan tertinggalnya investor dengan nilai saham representatif kurang dari sepersepuluh ons emas dari waktu ke waktu.

    Dengan begitu, emas ETF menyebabkan terjadinya perbedaan nilai aktual dari aset emas yang mendasarinya dengan nilai ETF yang terdaftar.

    Baca juga: Kenali Empat Jenis Emas Ini Sebelum Menabung Emas

    Emas Berjangka

    Emas berjangka sebagai kontrak yang diperdagangkan di bursa adalah bentuk lain dari investasi non-fisik atas emas. Pembeli setuju untuk membeli sejumlah komoditas dengan harga yang telah ditentukan pada periode tertentu.

    Banyak manajer lindung nilai menggunakan kontrak berjangka sebagai cara mengelola dan meminimalkan risiko harga terkait komoditas. Spekulan juga dapat menggunakan kontrak berjangka untuk ambil bagian di pasar tanpa adanya komoditas fisik.

    Investor dapat mengambil posisi kontrak berjangka panjang atau pendek. Dalam kontrak jangka panjang, investor membeli emas dengan harapan agar harga emas naik. Dalam kontrak jangka pendek, investor menjual komoditas tetapi bermaksud menutupinya dengan harga lebih rendah.

    Karena mereka berdagang di bursa, kontrak berjangka memberi investor lebih banyak pengaruh keuangan, fleksibilitas, dan integritas keuangan daripada memperdagangkan komoditas fisik sebenarnya.

    Kepemilikan emas berjangka, dibandingkan dengan emas ETF, pun sangat mudah dalam pengelolaan. Investor bisa membeli atau menjual emas atas kebijakan mereka sendiri.

    Tidak ada biaya manajemen, pajak dibagi antara keuntungan modal jangka pendek dan jangka panjang, dan tidak ada pihak ketiga yang mengambil keputusan atas nama investor, serta kapan saja investor dapat memiliki emas. Sebagai gambaran, karena marginnya, setiap 1 dolar emas berjangka yang dimiliki mewakili 20 dolar emas dalam bentuk fisik.

    Mau cuan investasi emas, unduh dulu aplikasi Pluang, yuk!

    Sumber: Investopedia, Seputar Forex

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Daily News Saham AS – 9 Januari 2025

    1. Pejabat The Fed Was-was dengan Kebijakan Trump

    • Pejabat The Fed khawatir terhadap risiko kenaikan inflasi akibat kebijakan perdagangan dan imigrasi Donald Trump.
    • FOMC memutuskan menurunkan suku bunga acuan menjadi 4,25%-4,5%, tetapi memperlambat laju pemotongan suku bunga di masa depan.
    • Inflasi diperkirakan tetap di atas target 2% dalam waktu dekat dan baru turun ke 2% pada 2027.
    • Ketua The Fed, Jerome Powell menyerukan pendekatan hati-hati karena ketidakpastian kebijakan ekonomi di bawah pemerintahan Trump.
    • Pejabat The Fed sepakat untuk mengadopsi pendekatan bertahap dalam kebijakan moneter, dengan fokus pada data ekonomi yang berkembang.

    2. Fitur AI Apple Keliru Rangkai Notifikasi, Misinformasi Meningkat

    • Fitur AI pada iPhone (AAPL) menghasilkan notifikasi berita palsu, termasuk klaim kemenangan pemain dart Luke Littler sebelum waktunya dan pengakuan Rafael Nadal sebagai gay.
    • BBC telah meminta Apple memperbaiki masalah ini setelah beberapa insiden serupa, termasuk berita palsu tentang pembunuhan CEO di New York.
    • Apple sedang mengembangkan pembaruan untuk memberikan klarifikasi pada notifikasi yang dihasilkan oleh AI-nya, Apple Intelligence.
    • Masalah ini mencerminkan “halusinasi AI,” yaitu informasi salah yang dihasilkan AI saat mencoba merangkum berita dengan singkat.
    • Fitur ini juga salah mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah ditangkap pada November lalu.
    • Apple berencana memperbaiki masalah ini dalam beberapa minggu mendatang dan mendorong pengguna melaporkan notifikasi yang salah.

    Beli Saham AAPL di Sini!

    3. Saham eBay Melonjak Usai Meta Izinkan Daftar Produk di Facebook Marketplace di AS dan Eropa

    • Saham eBay (EBAY) naik 9% setelah Meta mengizinkan beberapa daftar produk eBay muncul di Facebook Marketplace.
    • Uji coba integrasi ini dimulai di Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat.
    • Pembeli dapat melihat daftar di Facebook Marketplace tetapi menyelesaikan transaksi di eBay.
    • Kemitraan ini bertujuan meningkatkan bisnis marketplace eBay yang sedang bersaing dengan Amazon, Walmart, dan lainnya.
    • eBay mengandalkan kategori khusus seperti koleksi dan barang mewah untuk menarik pembeli di tengah tantangan ekonomi.
    • Langkah Meta ini juga merupakan upaya untuk mematuhi tuntutan Komisi Eropa setelah didenda 797 juta euro karena praktik monopoli.
    • Meta terus mengajukan banding atas keputusan Komisi Eropa namun berusaha memenuhi poin yang diajukan.
    • Integrasi ini diharapkan meningkatkan eksposur daftar produk penjual eBay di Facebook Marketplace.

    Transaksi EBAY di Sini!

    4. Hershey Minta Persetujuan CFTC untuk Beli Kakao ICE Lebih dari Batas yang Diizinkan

    • Hershey (HSY) meminta izin CFTC untuk membeli 90.000 ton kakao dari stok bersertifikat ICE, jauh di atas batas 4.900 kontrak.
    • Permintaan ini dapat menguras stok kakao bersertifikat ICE di New York dan London, yang masing-masing berjumlah 61.000 ton dan 21.000 ton.
    • CFTC dan pengacara yang mewakili Hershey tidak memberikan komentar terkait permintaan tersebut.
    • Broker pasar kakao memandang langkah ini akan berdampak negatif pada likuiditas pasar dan pelaku pasar lainnya.
    • Saham Hershey turun 2,6% setelah berita ini muncul, sementara kebutuhan kakao Hershey untuk 2025 diklaim sudah tercukupi.

    Beli Saham HSY di Sini!

    5. Permohonan Tunjangan Pengangguran di AS Turun ke 201.000, Level Terendah dalam Hampir Satu Tahun

    • Permohonan tunjangan pengangguran AS turun menjadi 201.000, level terendah sejak Februari tahun lalu, mencerminkan angka PHK yang rendah.
    • Rata-rata klaim empat minggu turun menjadi 213.000, namun total penerima tunjangan pengangguran naik menjadi 1,87 juta pada pekan yang berakhir 28 Desember.
    • Penambahan pekerjaan melambat pada 2024 menjadi rata-rata 180.000 per bulan, tetapi pasar tenaga kerja tetap kuat.
    • Lowongan kerja di AS naik menjadi 8,1 juta pada November, tertinggi sejak Februari, menunjukkan permintaan tenaga kerja yang masih tinggi.
    • Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2%, lebih tinggi dari rekor rendah 3,4% pada 2023.
    • Inflasi turun dari 9,1% pada 2022 menjadi 2,7% pada November 2024, memungkinkan The Fed mulai menurunkan suku bunga, tetapi kemajuan inflasi terhenti dalam beberapa bulan terakhir.
    • Federal Reserve mengisyaratkan penurunan suku bunga yang lebih berhati-hati pada 2025, hanya memproyeksikan dua penurunan.

    6. Trump Pertimbangkan Darurat Ekonomi untuk Terapkan Tarif Universal

    • Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan darurat ekonomi nasional untuk melaksanakan kebijakan tarif universal melalui IEEPA.
    • Deklarasi ini akan memberikan Trump wewenang untuk mengawasi impor selama masa krisis nasional.
    • Laporan CNN memicu pelemahan pasar saham berjangka dan penguatan dolar AS.
    • Keputusan akhir belum diambil, dan tim Trump juga mengevaluasi opsi hukum lainnya berdasarkan undang-undang perdagangan AS.
    • Trump telah berjanji untuk memberlakukan tarif hingga 60% pada produk China, serta 25% pada barang dari Kanada dan Meksiko.
    • Wall Street tampaknya mendukung pendekatan yang lebih fokus, tetapi Trump membantah laporan bahwa dia akan mempersempit fokus tarifnya.

    Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp10.000 dan hanya tiga kali klik saja! Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com