Proyek blockchain Aster resmi meluncurkan testnet publik untuk jaringan layer-1 (L1) miliknya yang diberi nama Aster Chain. Peluncuran ini menjadi langkah besar Aster dalam membangun ekosistem blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung perdagangan perpetual decentralized exchange (perp DEX) dengan kapasitas tinggi.
Aster menargetkan peluncuran mainnet pada kuartal I (Q1) 2026, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan perp DEX on-chain yang terus mencetak rekor sepanjang 2025.
Aster Chain Fokus Perp Trading Super Skalabel dan Privasi
Dalam pengumumannya, Aster menyebut Aster Chain sebagai blockchain layer-1 kustom yang dirancang untuk menghadirkan sistem perdagangan perpetual yang ultra-scalable. Jaringan ini juga dikembangkan dengan fitur privasi untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan keamanan pengguna.
Peluncuran testnet dilakukan secara publik, sehingga komunitas dan pengembang kini dapat mulai mencoba infrastruktur Aster Chain sebelum masuk tahap mainnet.
Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan eksplosif volume perdagangan perpetual DEX, yang pada 2025 dilaporkan telah mencapai angka triliunan dolar.
Harga ASTER Naik 17% dalam 24 Jam
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Bersamaan dengan kabar peluncuran testnet, token ASTER mencatat lonjakan harga signifikan. Berdasarkan data perdagangan terbaru, ASTER diperdagangkan di level sekitar $0,556 atau naik 17,05% dalam 24 jam terakhir.
Token tersebut sempat bergerak pada rentang harga harian dengan level terendah di $0,415 dan tertinggi mencapai $0,562.
Kapitalisasi pasar ASTER saat ini tercatat sekitar $1,37 miliar, menempatkannya di peringkat #49 aset kripto populer. Sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $301 juta.
ASTER Masih Turun dalam 30-90 Hari Terakhir
Meski mengalami lonjakan harian, kinerja harga ASTER dalam jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, ASTER turun sekitar 25,24%, kemudian melemah 41,39% dalam 60 hari, dan turun 46,93% dalam 90 hari terakhir.
Secara mingguan, ASTER juga masih mencatat penurunan sekitar 8,14%.
Token ASTER memiliki suplai beredar sebesar 2,48 miliar, dari total maksimum suplai 8 miliar. Kapitalisasi pasar fully diluted tercatat berada di kisaran $4,43 miliar.
Mainnet Q1 2026 Jadi Target Besar Aster
LATEST: ⚡ Aster has launched the testnet for its layer-1 blockchain, with the goal of rolling out its mainnet in Q1 2026 amid the explosive growth in perp DEX trading volume. pic.twitter.com/LERY7f4LVM
Peluncuran testnet ini menjadi sinyal bahwa Aster serius membangun infrastruktur layer-1 untuk mendukung ekosistem perdagangan derivatif terdesentralisasi. Jika target mainnet Q1 2026 tercapai, Aster Chain berpotensi menjadi salah satu jaringan baru yang bersaing di sektor blockchain khusus perp trading yang kini sedang berkembang pesat.
Dengan meningkatnya minat terhadap perp DEX dan adopsi derivatif kripto on-chain, Aster Chain diproyeksikan akan menjadi proyek yang diperhatikan pasar menjelang 2026.
Menurut Tim Reserach Tokocrypto, strategi “First to List” untuk aset panas seperti $WARD adalah cara efektif bagi DEX baru untuk mencuri pangsa pasar. Kompetisi trading memberikan insentif tambahan bagi trader untuk mencoba likuiditas platform.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Zcash (ZEC) masih berada dalam tekanan kuat seiring meningkatnya momentum bearish di pasar kripto. Setelah turun hampir 35% sejak akhir Januari, Zcash kini bergerak semakin dalam di dalam pola falling channel yang telah menekan harga selama beberapa bulan terakhir.
Sejumlah indikator teknikal dan data pasar menunjukkan risiko penurunan lanjutan. Kondisi ini membuat analis memperingatkan bahwa grafik Zcash saat ini mulai mengarah pada potensi penurunan menuju area $100.
Falling Channel dan OBV Mengonfirmasi Tekanan Jual Berkelanjutan
Sejak November, Zcash bergerak dalam pola falling channel yang ditandai dengan tren lower high dan lower low secara konsisten. Setelah sempat mencetak puncak di atas $740, ZEC mulai memasuki fase penurunan dan sempat mengalami kejatuhan lebih dari 56% di dalam channel tersebut.
Setiap kali terjadi pantulan harga, kekuatan rebound dinilai semakin melemah, menunjukkan bahwa pembeli belum mampu membalikkan tren.
Tekanan ini diperkuat oleh indikator On-Balance Volume (OBV) yang mencatat pergerakan volume beli dan jual. Dari awal November hingga akhir Januari, OBV sempat membentuk tren naik yang mengindikasikan adanya akumulasi. Namun, dukungan tersebut akhirnya runtuh pada 29 Januari.
Sejak OBV breakdown terjadi, Zcash dilaporkan telah turun hampir 36%, memperkuat sinyal bahwa tekanan distribusi semakin dominan.
Whale Mulai Cabut, Exchange Balance Naik 160%
Selain sinyal teknikal, data on-chain juga menunjukkan pelemahan minat dari investor besar. Dalam tujuh hari terakhir, kepemilikan whale tercatat turun sekitar 36%, dengan jumlah dompet besar merosot mendekati level 8.000.
Pada saat bersamaan, saldo ZEC di bursa mengalami lonjakan hingga hampir 160%. Peningkatan suplai di exchange umumnya diartikan sebagai sinyal bahwa lebih banyak token sedang dipersiapkan untuk dijual, sehingga menambah tekanan jual dalam jangka pendek.
Kombinasi pola falling channel, OBV breakdown, penurunan whale, dan meningkatnya suplai di exchange mengindikasikan bahwa ZEC masih berada dalam fase distribusi kuat.
Open Interest Anjlok 65%, Posisi Long Masih Rentan Terlikuidasi
Dikutip BeInCrypto, aktivitas derivatif juga menunjukkan pelemahan signifikan. Open interest Zcash sempat mencapai puncak sekitar $1,13 miliar pada Desember, namun kini turun menjadi sekitar $395 juta, atau merosot hampir 65%.
Penurunan open interest ini mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif, dengan banyak trader memilih menutup posisi dan keluar dari pasar.
Meski begitu, funding rate masih berada di zona sedikit positif. Hal ini menunjukkan bahwa posisi long masih lebih dominan dibanding short, meskipun jumlah partisipan berkurang.
Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena jika harga kembali turun, posisi long yang tersisa berpotensi menghadapi likuidasi, yang dapat mempercepat penurunan dalam situasi likuiditas rendah.
Support $230 dan $212 Jadi Penentu, Target Turun Mengarah ke $103
Secara teknikal, Zcash masih terjebak dalam falling channel, dengan garis tren bawah terus menekan harga. Level support utama saat ini berada di sekitar $230.
Jika ZEC mencatat penutupan harian di bawah $230, maka support berikutnya berada di kisaran $212. Apabila level $212 juga gagal bertahan, proyeksi channel dan Fibonacci extension menunjukkan potensi penurunan menuju area $103, yang dianggap sebagai target downside penuh dari struktur penurunan saat ini.
Di sisi lain, peluang pemulihan dinilai masih sulit. ZEC perlu merebut kembali level $286 untuk kembali stabil dalam jangka pendek. Untuk memperbaiki struktur jangka menengah, harga harus naik menembus $389.
Sementara itu, reli menuju $557 disebut membutuhkan lonjakan besar pada volume transaksi, akumulasi whale, serta peningkatan aktivitas derivatif, sehingga dianggap sulit terjadi dalam kondisi pasar saat ini.
Selama Zcash masih berada di bawah $230 dan tidak mampu mempertahankan $212, tekanan penurunan diperkirakan tetap mendominasi dengan potensi pelemahan menuju zona $100.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi whale ZEC adalah sinyal fundamental yang buruk. Di era regulasi ketat dan transparansi, narasi “privacy coin” semakin kehilangan tempat, membuat ZEC sulit bersaing dengan narasi baru seperti AI atau RWA.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Binance Coin (BNB) mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto tersebut turun dari level $900 hingga mendekati $700, sekaligus menandai posisi terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Penurunan ini menghapus sebagian besar kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa bulan sebelumnya. Meski tekanan jual masih mendominasi, data on-chain menunjukkan adanya perkembangan yang berpotensi mengubah arah pergerakan harga BNB.
BNB Dibanjiri Holder Baru, Jaringan Tambah Lebih dari 1 Juta Alamat
Di tengah tren penurunan harga, aktivitas jaringan BNB justru menunjukkan penguatan. Data terbaru mencatat bahwa pembuatan alamat baru meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, bahkan sempat mencapai puncak di sekitar 1,3 juta alamat baru.
Saat ini, jaringan BNB masih mencatat penambahan lebih dari 1 juta alamat baru per hari, yang menandakan adanya minat tinggi dari pengguna baru meski pasar sedang bergejolak.
Alamat baru sering dianggap sebagai indikasi masuknya modal segar ke dalam ekosistem. Kehadiran peserta baru ini dinilai dapat membantu menyerap suplai yang dilepas investor lama, sehingga berpotensi menahan tekanan jual apabila permintaan tetap bertahan.
Pasar Futures Masih Bearish, Risiko Turun Tetap Tinggi
Walaupun data jaringan terlihat positif, kondisi pasar derivatif menunjukkan sentimen yang masih cenderung negatif. Posisi di pasar futures menunjukkan dominasi tekanan bearish dengan risiko penurunan yang masih kuat.
Peta likuidasi mencatat terdapat sekitar $43 juta leverage posisi short yang berpotensi terlikuidasi, sementara sisi long hanya berada di kisaran $6 juta. Ketimpangan ini memperlihatkan keyakinan tinggi trader leverage bahwa BNB masih berpotensi melemah.
Selain itu, area konsentrasi terbesar kontrak long berada di level $682, yang menjadi support berikutnya. Jika level ini ditembus, diperkirakan akan terjadi likuidasi long tambahan sebesar sekitar $3,07 juta.
Dikutip BeInCrypto, dalam tujuh hari terakhir, harga BNB tercatat telah turun sekitar 22,5% dan diperdagangkan di sekitar $698. Indikator teknikal menunjukkan pelemahan masih berpotensi berlanjut.
Berdasarkan analisis menggunakan Fibonacci Extension, level $682 menjadi support utama berikutnya yang dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka pendek.
Jika kondisi pasar secara keseluruhan tetap bearish, tekanan jual dan potensi likuidasi dapat mendorong harga BNB turun menembus $682. Apabila support tersebut gagal bertahan, BNB diperkirakan dapat jatuh menuju $650 atau bahkan lebih rendah.
Peluang Rebound Masih Ada Jika BNB Kembali Tembus $735
Pergerakan harga BNB (BNB/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski tekanan bearish masih mendominasi, peluang pemulihan tetap terbuka jika arus permintaan meningkat dan mampu menahan distribusi dari investor lama.
Jika terjadi rebound, BNB diperkirakan bisa kembali merebut level $735 dan naik menuju $768. Apabila level $768 berhasil berubah menjadi support baru, maka skenario bearish akan dianggap gugur.
Dalam kondisi tersebut, BNB berpotensi melanjutkan kenaikan menuju $821, yang dapat menjadi sinyal kembalinya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.
Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara harga (turun) dan user growth (naik eksplosif) mengindikasikan bahwa BNB sedang berada di fase akumulasi fundamental. Basis pengguna baru ini akan menjadi penyangga harga yang kuat saat sentimen pasar membaik.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.
Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Presiden China, Xi Jinping,menyatakan agar Yuan Tiongkok (RMB)diangkat menjadi mata uang global.
Presiden Trumpresmi menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS (government shutdown).
Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang bersama India
Makroekonomi Nasional
Menteri Luar Negeri Sugionomenyatakan Indonesia bisa keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Moody’s Ratings menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Badan Pusat Statistik (BPS)mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar US$41,05 miliar
Performa Pasar Kripto
Market Cap & Volume anjlok ke angka $2.46 Triliun (-18.46%), sejalan dengan CoinMarketCap 100 Index yang turun ke level $142.33 (-19.90%). Penurunan masif ini menghancurkan mental pelaku pasar; indikator Fear & Greed jatuh ke angka 11, menandakan pasar sedang berada di fase ‘Extreme Fear’ atau ketakutan ekstrem
Sementara itu, CMC Altcoin Season Index berada di skor 32/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ masih memegang kendali penuh. Di tengah sentimen panik, likuiditas pasar cenderung defensif dan belum ada keberanian signifikan untuk rotasi modal ke aset altcoin.
Sektor AI Agents (+205%) dan Communications & Social Media (+188%) mengambil alih narasi pasar dengan performa positif di tengah badai merah. TokenWHITEWHALE naik sebesar (+47.69%), diikuti oleh SENT (+30.53%) dan EDU (+20.51%).
Bitcoin: True Market Mean Price → Bears mengambil alih kondisi market.
📌 Kesimpulan: Fokus ke sektor AI Agents dan Communications & Social Media yang saat ini menjadi narasi terkuat di tengah pasar yang sedang lesu. Jauhi keinginan untuk nekat membeli aset yang menghadapisuplai seperti Berachain (BERA) (~59.59%) dan Nereus Token (NRS) (~46.85%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, investor bisa memanfaatkan diskon pasar saat ini untuk akumulasi proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (11) dan dominasi Bitcoin Season (32), prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.
Makroekonomi Global
Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
Presiden China, Xi Jinping,menyatakan agar Yuan Tiongkok (RMB)diangkat menjadi mata uang global.
Presiden Trumpmengumumkan cadangan mineral senilai $12 miliaruntuk mengamankan pasokan logam langka bagi industri AS dan melawan dominasi China.
Presiden Trump resmi menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS (government shutdown).
Presiden China, Xi Jinpingmengatakan China tidak akan pernah membiarkan Taiwan terpisah.
Presiden Trump mengumumkan kesepakatan dagang bersama India dengan menghapus tarif impor produk AS ke 0%dan berhenti membeli minyak Rusia, beralih ke minyak AS. Sebagai imbalan, AS menurunkan tarif impor produk India menjadi 18%.
Makroekonomi Nasional
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subiantomengungkapkan pandangan realistis mengenai politik luar negeri di tengah ancaman global, menekankan bahwa posisi non-blok murni berisiko membuat Indonesia tidak memiliki aliansi.
Badan Pusat Statistik (BPS)mencatat neraca perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2025 mengalami surplus sebesar US$41,05 miliar, didorong ekspor non-migas ke AS dan India, meskipun sektor migas masih defisit.
Menteri Luar Negeri Sugionomenyatakan Indonesia bisa keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace. Jika tujuan untuk kemerdekaan Palestina tidak tercapai.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewamencatatkan realisasi penerimaan negara per 31 Januari 2026 sebesar Rp172,7 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan 9,8% secara tahunan (yoy).
Moody’s Ratingsmenurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, khawatir terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan utang BUMN di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
Kalender Makroekonomi
Feb 02, 2026
U.S. ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI)
U.S. ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) Actual: 52.6 Forecast: 48.5 Previous: 47.9→ Sektor manufaktur AS secara mengejutkan bangkit ke zona ekspansi (di atas 50), melompat ke level 52.6 dan jauh melampaui prediksi pasar yang mengira akan tetap kontraksi.
Data ekonomi yang sangat kuat ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto; bangkitnya aktivitas pabrik menandakan ekonomi AS masih “panas”, yang berisiko memicu inflasi kembali. Hal ini memberi alasan kuat bagi The Fed untuk menunda pemangkasan suku bunga, sehingga likuiditas Dolar AS akan tetap ketat dan menekan harga aset berisiko.
Feb 04, 2026
U.S. ISM Non-Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI)
U.S. ISM Non-Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) Actual: 53.8 Forecast: 53.5 Previous: 53.8 → Aktivitas sektor jasa AS stabil di level ekspansi 53.8, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar namun sama persis dengan bulan sebelumnya.
Data ini cenderung Netral-ke-Bearish bagi kripto; stabilitas sektor jasa yang menyumbang porsi terbesar ekonomi AS ini menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid, sehingga tidak ada desakan mendesak bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter guna menyelamatkan pertumbuhan ekonomi.
Feb 05, 2026
U.S. Initial Jobless Claims
U.S. Initial Jobless Claims Actual: – (Akan dirilis hari ini) Forecast: 212K Previous: 209K → Klaim pengangguran mingguan AS diproyeksikan sedikit naik menjadi 212K. Data ini sangat krusial; jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (misal di atas 220K), ini akan menjadi sentimen Bullish bagi kripto karena menandakan mulai retaknya pasar tenaga kerja (“bad news is good news”), yang mendesak The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
Sebaliknya, jika angka di bawah ekspektasi, sentimen akan tetap Bearish karena menunjukkan pasar tenaga kerja masih terlalu kuat.
Feb 06, 2026 (Jan)
U.S. Unemployment Rate
U.S. Unemployment Rate Actual: – (Akan dirilis 6 Feb 2026) Forecast: 4.4% Previous: 4.4% → Tingkat pengangguran AS diproyeksikan stagnan di angka 4,4%. Data ini adalah indikator utama resesi; jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari ekspektasi (misal 4,5% atau lebih), ini akan menjadi sentimen Bullish kuat bagi kripto karena sinyal pelemahan ekonomi ini akan “memaksa” The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
Sebaliknya, angka di bawah 4,4% akan dianggap Bearish karena menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih terlalu ketat, memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Kesimpulan
Data ekonomi AS di awal minggu (ISM Manufacturing & Services PMI) menunjukkan kondisi ekonomi yang jauh lebih kuat dan ekspansif dari prediksi, menciptakan sentimen Bearish bagi pasar kripto karena mengurangi urgensi The Fed untuk memangkas suku bunga.
Saat ini, nasib pasar bergantung pada rilis data tenaga kerja (Klaim Pengangguran & Tingkat Pengangguran) di sisa minggu ini; jika data tenaga kerja juga terbukti kuat, tekanan jual pada aset berisiko berpotensi berlanjut karena likuiditas Dolar AS akan tetap diperketat.
Perkembangan Regulasi Kripto
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperluas pertukaran data keuangan otomatis (AEOI-CRS) dengan 117 negara, mencakup pelaporan aset kripto sesuai PMK Nomor 108 Tahun 2025.
Justin Sun dituduh melakukan manipulasi pasaroleh mantan pasangannya, Ten Ten, mengklaim memiliki bukti bahwa Sun menggunakan identitas karyawan untuk membuat akun Binance guna melakukan wash trading TRX pada 2017-2018.
India mempertahankan pajak kripto sebesar 30%, dan menambahkan denda sebesar $545 untuk laporan yang tidak dilaporkan.
Regulator investasi Kanada (CIRO) meluncurkan kerangka kerja kustodi aset kripto baru dengan membatasi proporsi aset klien yang dapat dipegang berdasarkan modal dan asuransimaksimal 20%.
Regulator perjudian Nevada (Nevada Gaming Control Board) menyatakan gugatan perdata terhadap Coinbase, menuduh bursa kripto tersebut menawarkan taruhan olahraga ilegal melalui produk prediction market mereka.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Ilustrasi BBVA, salah satu bank terbesar di Spanyol yang akan tawarkan cryptocurrency. Foto: Shutterstock
CME sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan “CME Coin” miliknya sendiri, yang akan diluncurkan pada jaringan terdesentralisasi
Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) mengonfirmasi bahwa lisensi stablecoinpertama dijadwalkan akan diterbitkan pada Maret 2026.
Bank Spanyol BBVA bergabung dengan konsorsium yang terdiri dari 11 lembaga keuangan besar Eropauntuk meluncurkan stablecoin yang dipatok ke euro pada paruh kedua tahun 2026.
ING Deutschland, bank terbesar di Jerman, kini memungkinkan nasabah riteluntuk memperdagangkan ETN Bitcoin, ETP Ethereum dan Solanalangsung melalui rekening sekuritas biasa.
Raksasa perbankan Swiss dengan aset kelolaan $7 triliun, UBS, dilaporkan sedang mempertimbangkanuntuk menawarkan akses investasi mata uang kripto kepada klien individu mereka.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Minggu ini, pasar kripto menunjukkan perubahan tren yang drastis. Setelah sebelumnya didominasi oleh kegilaan meme, arus modal investor kini mulai berotasi kembali ke sektor teknologi dan utilitas nyata. Fokus pasar terlihat jelas beralih pada narasi kecerdasan buatan (AI) dan platform sosial terdesentralisasi, meninggalkan spekulasi buta demi mencari fundamental yang lebih kuat.
📈 Highlights:
Dominasi Kecerdasan Buatan (AI) & Sosial 🤖 Narasi teknologi kembali memimpin. Sektor AI Agents mencatatkan kinerja terbaik dengan pertumbuhan sebesar +205%. Tren ini diikuti oleh sektor Communications & Social Media yang naik signifikan sebesar +188%. Hal ini menandakan bahwa investor kembali optimis terhadap AI dan media sosial dalam ekosistem blockchain.
Spekulasi yang Lebih Terukur 🎲 Meskipun narasi meme mereda, selera spekulasi belum hilang sepenuhnya tetapilebih terarah. Sektor Chinese Meme masih mencatatkan kenaikan moderat sebesar +47.38%, sementara sektor Prediction Markets (Pasar Prediksi) tumbuh +29.96%. Ini menunjukkan bahwa pedagang mencari peluang di pasar yang spesifik daripada sekadar mengikuti tren viral umum.
Top Gainers (Stabilitas vs Volatilitas) ⚖️ Berbeda dengan minggu lalu yang mencetak ribuan persen, juara minggu ini bergerak lebih rasional. Token WHITEWHALE memimpin dengan kenaikan +47.69%, disusul oleh SENT di angka +30.53%, dan token edukasi EDU sebesar +20.51%. Angka persentase yang lebih “rasional” ini mengindikasikan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi atau penenangan diri setelah volatilitas ekstrem sebelumnya.
Pergerakan Harga Bitcoin-Dail Chart Bitcoin. Sumber: TradingView
Pada minggu sebelumnya Bitcoin diprediksi tetap mengalami pelemahan dan menurun. Hal tersebut terbukti benar sampai penulis juga merugi, izinn 🫸. Lalu, gimana selanjutnya?
Pada timeframe daily, harga menunjukkan sangat melemah hingga hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944). Ini menjadi titik krusial karena bertepatan dengan support terkuat yang sebelumnya. Jadi, gampangnya, hal ini bisa mengindikasikan adanya pembalikan meski hanya membentuk Higher Low untuk terus melanjutkan penurunan. Apabila naik, kemungkinan ia hanya sampai pada titik Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya. Terus, gimana weeklynya?
Timeframe Weeklysangat disayangkan harus diakui bahwa pergerakan harga juga sangat melemah, adanya death cross pada garis MA 14 dan 50 sesuai prediksi minggu lalu terjadi, RSI semakin melemah, semakin menandakan bahwa kita sudah memasuki fase bear mengambil alih sangat kuat. Pun kalau naik, dia hanya untuk turun kembali. Jadi, apa yang harus dilakukan? Pastikan jaga ketat kapital yang dimiliki, akumulasi aset yang memang pasti naik seperti Bitcoin, hindari seperti token Manta yang diiming-iming sama raja Crypto itu. Ingat, Bitcoin adalah the Godfather-nya crypto.
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe dailymenunjukkan pelemahan yang sangat kuat dan sudah mencapai area support.
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly sudah death cross pada garis MA 14 dan 50
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Meski harga melemah, ada kemungkinan naik pada Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya.
⚠️ Bearish Case:Bitcoin sangat melemah dan hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944).
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Bitcoin sedang mengalami fase kapitulasi harga yang parah, merosot tajam hingga menyentuh level terendah baru di kisaran $69.300. Struktur pasar pada heatmap memperlihatkan dominasi total dari sisi penjual, di mana level-level pertahanan penting telah dihancurkan oleh tekanan jual yang masif.
Runtuhnya Pertahanan Utama ($85.000): Jejak garis kuning tebal yang sebelumnya terlihat kokoh di level $85.000 kini telah tertembus sepenuhnya dan ditinggalkan jauh di atas. Jebolnya benteng ini memicu likuidasi berantai (cascading liquidation) yang menyeret harga jatuh bebas.
Absennya Dinding Pembeli ($69.000): Di sisi bawah, grafik terlihat relatif gelap dan minim garis likuiditas tebal yang biasanya berfungsi sebagai bantalan penahan jatuh. Absennya konsentrasi pesanan beli (bid walls) yang signifikan di sekitar harga saat ini menandakan bahwa pasar masih sangat rapuhdan belum menemukan pijakan yang kuat untuk berhenti turun.
🔍 Insight:
Struktur pasar saat ini sangat bearish; hilangnya likuiditas pembeli dan tekanan jual yang tak terbendung mengindikasikan bahwa ‘lantai’ pasar belum ditemukan dan risiko penurunan lanjutan masih terbuka lebar.
BTC: Hash Rate
Bitcoin saat ini menghadapi tekanan jual yang cukup berat dengan potensi koreksi harga menuju $73.000. Grafik on-chain mengungkap adanya anomali jaringan yang signifikan, di mana terjadi penurunan aktivitas penambangan yang sangat tajam, menandakan tekanan finansial serius pada para miner.
Kapitulasi Miner Ekstrem (-16%): Grafik menunjukkan Hashrate Drawdown yang anjlok sedalam 16%, sebuah penurunan paling drastis sejak peristiwa pelarangan mining di China tahun 2021. Secara historis, fase menyerahnya para penambang ini sering kali menjadi indikator awal bahwa harga pasar sedang membentuk dasar (bottoming).
Absennya Sinyal Reversal Altcoin: Meskipun data penambang menunjukkan sinyal bottom, pasar Altcoin belum mengonfirmasi pembalikan arah.
🔍 Insight:Drop hashrate 16% adalah sinyal klasik miner capitulation yang sering mendahului market bottom, tetapi rapuhnya struktur pasar altcoin menuntut kehati-hatian ekstra sebelum melakukan akumulasi.
Aktivitas para penambang (miners) di bursa Binance menunjukkan peningkatan intensitas yang sangat tinggi sepanjang Januari 2026, di mana pergerakan aset ini berkorelasi langsung dengan tren penurunan harga Bitcoin yang kini menyentuh level $78.700.
Distribusi Masif (~175.000 BTC) Sepanjang bulan Januari, tercatat akumulasi transfer sekitar 175.000 BTC dari penambang ke bursa Binance, dengan lonjakan harian tertinggi terlihat mendekati angka 10.000 BTC pada akhir bulan. Tingginya batang hijau pada grafik mengindikasikan manajemen likuiditas yang agresif dari para miner di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Tekanan Jual & Biaya Operasional Peningkatan suplai secara mendadak di order book bursa ini menjadi faktor penekan harga jangka pendek, terutama ketika permintaan pasar sedang lemah. Hal ini mencerminkan respons penambang terhadap tekanan biaya operasional, yang memaksa mereka melikuidasi aset simpanannya untuk menjaga arus kas tetap stabil.
🔍 Insight:
Distribusi agresif 175.000 BTC oleh penambang ke bursa menciptakan ‘tembok suplai’ nyata, yang akan terus menahan laju pemulihan harga selama permintaan pasar belum cukup kuat untuk menyerap likuiditas sebesar ini.
Bitcoin: True Market Mean Price
Bitcoin baru saja menembus level psikologis yang sangat krusial. Grafik memperlihatkan harga pasar saat ini (garis hitam) telah jatuh menembus ke bawah garis indikator True Market Mean Price (garis biru) yang berada di kisaran $80.000.
Konfirmasi Sinyal Bearish: Penurunan harga di bawah level $80.000 ini memiliki sejarah yang kelam. Pada siklus sebelumnya (Mei 2022), penembusan serupa menjadi validasi resmi dimulainya bear market yang berlangsung selama 7 bulan. Garis merah vertikal pada ujung kanan grafik menandai momen kritis ini, memberi sinyal bahwa tren jangka panjang sedang terancam.
Kendali Jangka Menengah di Tangan Bears: Sinyal teknikal ini mengindikasikan bahwa para penjual (bears) mulai mengambil alih kendali pasar untuk jangka menengah. Investor kini perlu bersiap menghadapi fase konsolidasi atau penurunan bertahap (slow bleed) yang diprediksi bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.
🔍 Insight: Hilangnya support di level True Market Mean Price adalah sinyal teknikal ‘lampu merah’, memperingatkan bahwa sedang memasuki fase ‘musim dingin’ sebelum tren positif bisa terbentuk kembali.
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
Agregator DEX Solana, Jupiter, mengumumkan integrasi dengan Polymarket untuk menghadirkan pasar prediksi ke ekosistem Solana. Bersamaan dengan itu, Jupiter mengamankan investasi strategis $35 juta dari ParaFi Capital untuk mempercepat infrastruktur keuangan on-chain.
Aster DEX mengumumkan kebijakan biaya baru yang agresif: 0% Maker Fees untuk semua pasar, efektif mulai 2 Februari. Kebijakan ini berlaku tanpa persyaratan volume minimum, memberikan insentif penuh bagi penyedia likuiditas.
SEC secara resmi menutup investigasi terhadap Ondo Finance tanpa mengajukan dakwaan apapun. Bersamaan dengan itu, Ondo mengumumkanakan merilisroadmap fase berikutnya pada 3 Februari di New York.
Axie Infinity memperkenalkan token aplikasi baru bernama ‘Bonded AXS’ (bAXS) dan fitur ‘Terrariums‘, disertai dengan pengumuman dua airdrop mendatang bagi partisipan ekosistem. Pengenalan bAXS adalah upaya mengubah tokenomics untuk menyerap inflasi AXS dan memberikan utilitas baru dalam game.
VitalikButerin menyatakan visi asli Layer2s dan peran mereka di Ethereum tidak lagi masuk akal dan kita membutuhkan jalan baru.
Analisis On Chain Altcoin
Dogecoin mengalami koreksi tajam 16% dalam empat hari. Meski demikian, data on-chain menunjukkan holder melakukan akumulasi agresif.Metrik MVRV saat ini berada di zona -17% hingga -25%, yang secara historis menandakan area ‘opportunity zone’ sebelum rebound.
Solana rebound 8% dari support $95.87. Data on-chain menunjukkan ‘Bullish Divergence’ pada CMF, mengindikasikan akumulasi institusional saat harga turun, meskipun trader jangka pendek meningkatkan volatilitas.
Meskipun harga PEPE turun tajam (-31% dalam sebulan), indikator on-chain MVRV Long/Short Difference mendekati zona positif. Ini menandakan perpindahan kepemilikan dari trader spekulatif jangka pendek ke holder jangka panjang (smart money).
Token HYPE melonjak 76% mendekati ATH $59 didorong oleh antisipasi peluncuran HIP-4 (pasar prediksi). Data on-chain derivatif menunjukkan dominasi posisi long ($3.86M) dibandingkan short ($93k).Momentum ini didukung inovasi produk fundamental. Rendahnya eksposur ritel menunjukkan potensi kenaikan, namun risiko likuidasi long meningkat jika harga terkoreksi.
Aktivitas on-chain XRP runtuhdengan jumlah alamat aktif harian menyentuh level terendah tahunan. Diperburuk dengan arus keluar bersih dari ETF XRP sepanjang Januari, memicu kekhawatiran tentang melemahnya permintaan ritel. Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.
Token Unlock
Token Unlock Memasuki pertengahan Februari 2026, pasar kripto akan menghadapi gelombang likuiditas baru yang cukup signifikan. Dalam 10 hari ke depan, investor harus meningkatkan kewaspadaan karena terdapat beberapa proyek yang akan membanjiri pasar dengan suplai token dalam jumlah masif. Fokus utama tertuju pada rasio unlock
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Status “Siaga Satu” minggu ini jatuh pada Berachain (BERA). Proyek ini akan melepaskan token setara 59.59% dari kapitalisasi pasarnya hari ini. Ini adalah tingkat dilusi yang sangat ekstrem dan berisiko tinggi menghancurkan struktur harga jangka pendek. Selain itu, Nereus Token (NRS) juga berada di zona bahaya dengan rencana rilis 46.85% dalam 5 hari kedepan, serta INFINIT (IN) yang akan menambah suplai sebesar 31.45% besok.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko moderat, volatilitas mungkin terjadi pada WalletConnect (WCT) dan Baby Shark Universe (BSU) yang masing-masing akan melepas 9.82% dan 9.28% suplainya. Proyek lain yang perlu dipantau adalah ADI (ADI) dengan rilis 7.18% serta Moca Network (MOCA) sebesar 6.96%. Meskipun tidak seekstrem kategori pertama, penambahan suplai ini cukup besar untuk menggerakkan harga jika tidak ada volume beli yang kuat.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar baik bagi pemegang token Layer-1 dan Layer-2 besar. Aptos (APT) hanya akan mengalami inflasi suplai sebesar 1.47%, sementara Arbitrum (ARB) dan StarkNet (STRK) masing-masing hanya melepas 1.61% dan 2.43%. Proyek Stable (STABLE) dan io.net (IO) juga berada di zona aman dengan rilis di bawah 4%. Angka kecil ini biasanya hanya dianggap sebagai “noise” pasar dan tidak merusak tren jangka panjang.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Hindari “Tangkap Pisau” (BERA, NRS, IN): Sangat disarankan untuk wait and see pada token Berachain (BERA) dan Nereus (NRS). Dengan suplai yang mendadak bertambah 40-60%, tekanan jual dari investor awal atau tim proyek akan sangat masif. Masuk ke pasar saat unlock berlangsung sama dengan menantang arus deras; lebih bijak menunggu harga stabil pasca-distribusi.
Waspada Volatilitas Low Cap (WCT & BSU): Token seperti WalletConnect (WCT) memiliki kapitalisasi pasar yang sangat kecil ($12 Juta). Rilis token hampir 10% pada aset sekecil ini bisa memicu price action yang liar. Trader harian mungkin bisa memanfaatkan volatilitas ini, namun investor jangka panjang sebaiknya berhati-hati terhadap slippage yang tinggi.
Peluang Akumulasi (APT & ARB): Bagi investor fundamental, jadwal unlock pada raksasa seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB) seringkali menjadi peluang “diskon” sesaat. Karena persentase rilisnya sangat kecil (<2%), penurunan harga yang terjadi biasanya cepat diserap kembali oleh pasar (rebound), menjadikannya momentum yang baik untuk Dollar Cost Averaging (DCA).
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto minggu ini mengalami koreksi yang sangat drastis. Market Cap & Volume ambruk drastis ke level $2.46 Triliun (-18.46%). Tren bearish ini juga terkonfirmasi oleh CoinMarketCap 100 Index yang jatuh ke $142.33 (-19.90%). Kejatuhan harga yang signifikan ini telah merusak psikologis investor secara masif. Indikator Fear & Greed terjun bebas ke angka 11 dan masuk ke zona ‘Extreme Fear’ (Ketakutan Ekstrem). Sementara itu, CMC Altcoin Season Index tercatat di skor 32/100. Meskipun angka ini sedikit naik dibanding minggu lalu, status pasar masih dalam fase ‘Bitcoin Season’. Di tengah badai pasar saat ini, arus modal masih sangat defensif dan belum ada tanda-tanda keberanian investor untuk melakukan rotasi dana ke aset altcoin.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin pada timeframe dailymelemah dan sudah mencapai area support.
Bullish case:Meski harga melemah, ada kemungkinan naik pada Support Became Resistance di fibonacci retracement 0.786-0.886 (84,332-82,607) sebelumnya.
Bearish case:Bitcoin sangat melemah dan hampir mencapai Fibonacci Extensionnya di 1.618 (69,944).
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $85.000 ➜ Menjadi resistance terkuat, support sebelumnya kini berbalik menjadi penghalang kenaikan harga.
Zona $69.000 – $70.000 ➜ Menjadi area support psikologis terakhir di tengah minimnya dinding pesanan beli.
✅ Narrative utama:
Sektor AI Agents (+205%) dan Communications & Social Media (+188%) mengambil alih panggung utama, menggeser fokus pasar kembali ke narasi teknologi dan utilitas.
Token WHITEWHALE mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+47.69%), diikuti oleh SENT (+30.53%) dan EDU (+20.51%).
✅ On-chain Insight & Derivatif:
BTC: Hash Rate ➜ Sinyal kapitulasi penambang terbesar sejak 2021.
Bitcoin: Miner to Exchange Flow → Distribusi ~175.000 BTC ke Binance selama Januari.
Bitcoin: True Market Mean Price → Bears mengambil alih kondisi market.
Fokus ke sektor AI Agents dan Communications & Social Media yang saat ini menjadi narasi terkuat di tengah pasar yang sedang lesu. Jauhi keinginan untuk nekat membeli aset yang menghadapisuplai seperti Berachain (BERA) (~59.59%) dan Nereus Token (NRS) (~46.85%), karena risiko harga terbanting akibat tekanan jual sangat nyata. Sebaliknya, investor bisa memanfaatkan diskon pasar saat ini untuk akumulasi proyek fundamental dengan inflasi rendah seperti Aptos (APT) atau Arbitrum (ARB). Mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level ‘Extreme Fear’ (11) dan dominasi Bitcoin Season (32), prioritas utama adalah pertahanan modal. Batasi spekulasi, ambil keuntungan jangka pendek (scalping), karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.
Edukasi Kripto
Kenapa Vitalik Buterin Sebut Layer 2 Sekarang “Tidak Masuk Akal”?
Ilustrasi pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
Vitalik Buterin baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap arah perkembangan ekosistem Layer 2 (L2). Ia menegaskan bahwa proyek yang masih berlindung di balik label “Rollup” tetapi beroperasi secara tersentralisasi sudah tidak lagi relevan untuk masa depan Ethereum. Lantas, apa poin utama dari kritik tersebut? Berikut 3 sorotan utamanya:
1. Ultimatum “Stage 1” (Wajib Desentralisasi) Vitalik menegaskan bahwa era training wheels (masa percobaan) sudah habis. L2 tidak boleh lagi selamanya berada di “Stage 0”.
Anti-Multisig: Proyek L2 tidak boleh lagi hanya dikendalikan oleh kunci ganda (Multisig) milik tim pengembang. Keamanan harus beralih sepenuhnya ke kode otomatis (Smart Contract) agar aset pengguna benar-benar terlindungi tanpa campur tangan manusia.
2. Masalah Fragmentasi & User Experience Pertumbuhan jumlah L2 yang terlalu masif justru menciptakan kerumitan baru yang menghambat adopsi massal.
Likuiditas Terpecah: Uang dan pengguna kini tersebar di ratusan chain berbeda yang sulit saling berkomunikasi. Hal ini membuat penggunaan Ethereum menjadi rumit dan mahal dibandingkan kompetitor monolithic seperti Solana yang lebih simpel.
3. Standar Keamanan Mutlak Label “Aman setara Ethereum” tidak boleh digunakan sembarangan jika infrastruktur teknisnya belum siap.
Bukti Teknis: L2 wajib memiliki fitur keamanan aktif seperti Fraud Proofs atau Validity Proofs. Tanpa fitur ini, klaim keamanan hanyalah strategi pemasaran (marketing gimmick), karena aset pengguna sebenarnya masih bisa dibekukan oleh pihak pengembang.
💡 Kesimpulan: Vitalik sedang melakukan “seleksi alam”. Hanya proyek L2 yang serius mengimplementasikan teknologi desentralisasi nyata yang akan dianggap valid, sementara proyek yang hanya bermodal hype tanpa keamanan teknis akan ditinggalkan.
Pengumuman
Tokocrypto Sambut Bulan Puasa dengan Hadiah Jutaan Rupiah dan Promo Cashback OVO
Dalam rangka menyambut bulan puasa, Tokocrypto menghadirkan berbagai program menarik untuk para pengguna dan komunitasnya. Mulai dari event komunitas berhadiah jutaan rupiah hingga promo cashback transaksi menggunakan OVO, semua disiapkan agar Tokonauts bisa menikmati pengalaman yang lebih seru selama periode Ramadan.
Event Komunitas “Beduk Kemenangan” dengan Prize Pool Lebih dari Rp2,5 Juta
Tokocrypto mengajak seluruh anggota komunitas Telegram untuk meramaikan program Beduk Kemenangan, yaitu event yang memungkinkan peserta ikut menambah total prize pool hingga lebih dari Rp2.500.000. Menariknya, semakin banyak partisipasi, semakin besar pula hadiah yang dibagikan.
Ada tiga aktivitas utama yang bisa dilakukan peserta untuk menambah prize pool, masing-masing bernilai Rp5.000:
Mengajak member baru bergabung ke grup Telegram Tokocrypto.
Mengikuti sesi weekly check-in setiap minggu.
Membuat UTAS (Ulasan Tuntas Seputar Kripto).
Program ini berlangsung selama 3 minggu, yaitu pada periode:
3 – 8 Februari
9 – 15 Februari
16 – 22 Februari
Setiap minggu akan dipilih 2 pemenang melalui undian, dengan maksimal prize pool per minggu mencapai Rp850.000.
Jadi Member Paling Aktif dan Raih Hadiah Tambahan
Selain Beduk Kemenangan, Tokocrypto juga menyediakan event Member Paling Aktif, di mana peserta yang paling sering berinteraksi positif di grup Telegram berkesempatan menjadi pemenang. Sistem penilaian dilakukan otomatis berdasarkan data statistik chat mingguan, dengan periode yang sama seperti event Beduk Kemenangan.
Promo Cashback OVO Points Hingga Rp50.000
Tidak hanya dari sisi komunitas, Tokocrypto juga menghadirkan promo transaksi bagi pengguna yang melakukan pembayaran pertama menggunakan OVO. Melalui program #GampangDapatPromo, pengguna baru OVO NABUNG bisa mendapatkan cashback 3% dalam bentuk OVO Points hingga maksimal Rp50.000.
Promo ini berlaku pada periode: 1 Februari 2026 – 28 Februari 2026
Adapun syarat utamanya adalah minimal transaksi sebesar Rp1.000.000, dan cashback hanya bisa didapatkan 1 kali per pengguna selama periode promo. OVO Points akan diterima maksimal 3×24 jam setelah transaksi berhasil, selama kuota promo masih tersedia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Chiliz Group kembali mencetak langkah strategis penting dalam evolusi ekosistemnya.
Perusahaan di balik blockchain olahraga dan hiburan ini resmi diundang untuk bergabung dalam inisiatif Digital Asset Treasury (DAT) pertama yang berbasis token $CHZ.
Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph pada Jumat (6/2), inisiatif tersebut membuka jalur baru bagi modal institusional untuk melakukan akumulasi CHZ secara terstruktur, transparan, dan terregulasi: sebuah perkembangan yang berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap CHZ.
Selama ini, CHZ dikenal luas sebagai token yang erat dengan sektor fan token dan olahraga, yang sering mengalami lonjakan musiman mengikuti kalender kompetisi.
Namun, masuknya Chiliz ke dalam kerangka Digital Asset Treasury menandai pergeseran narasi: dari sekadar token utilitas komunitas menuju aset digital dengan peran treasury dan akumulasi jangka panjang.
Digital Asset Treasury (DAT) merupakan struktur pengelolaan aset digital yang memungkinkan entitas institusional, seperti dana investasi, perusahaan, atau lembaga keuangan untuk menyimpan dan mengelola kripto sebagai bagian dari neraca keuangan mereka.
Konsep ini terinspirasi dari praktik treasury tradisional, namun disesuaikan dengan karakteristik aset digital, termasuk transparansi on-chain dan kepatuhan regulasi.
Dengan adanya DAT berbasis CHZ, investor institusional tidak perlu lagi mengandalkan pembelian spot yang sporadis di pasar terbuka.
Sebaliknya, mereka dapat mengalokasikan modal secara sistematis, dengan pendekatan jangka panjang yang berfokus pada akumulasi dan manajemen risiko.
Daya Tarik Bagi Investor Institusional
Pergerakan harga Chiliz (CHZ/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tim riset Tokocrypto menilai partisipasi Chiliz dalam DAT sebagai katalis strategis untuk menarik smart money.
Menurut mereka, struktur treasury digital memberikan kepastian operasional dan tata kelola yang selama ini menjadi prasyarat utama bagi investor institusional.
“Partisipasi dalam DAT adalah langkah besar bagi Chiliz untuk menarik modal institusional. Jika treasury ini berhasil menyerap likuiditas besar, maka akan tercipta buying pressure yang berkelanjutan bagi $CHZ, memperkuat fundamentalnya di luar sekadar token fan atau olahraga musiman,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Bagi institusi, pendekatan ini menawarkan dua keuntungan utama: eksposur terhadap sektor sports & entertainment berbasis blockchain, serta peluang mendapatkan aset dengan potensi pertumbuhan ekosistem yang masih luas.
Dampak Terhadap Fundamental CHZ
Dari sisi tokenomics, keberadaan Digital Asset Treasury berpotensi menciptakan permintaan yang lebih stabil.
Berbeda dengan investor ritel yang cenderung reaktif terhadap sentimen jangka pendek, treasury institusional biasanya memiliki horizon investasi menengah hingga panjang.
Hal ini dapat mengurangi volatilitas ekstrem dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Selain itu, akumulasi CHZ oleh treasury terstruktur dapat memperkuat posisi Chiliz sebagai infrastruktur Web3 olahraga, bukan hanya sebagai penerbit fan token.
Dengan semakin banyak klub, liga, dan brand global bereksperimen dengan Web3, CHZ berpotensi menjadi aset dasar (base asset) dalam ekonomi olahraga digital.
Konteks Pasar yang Lebih Luas
Langkah Chiliz ini sejalan dengan tren global di mana aset kripto mulai diperlakukan sebagai strategic reserve asset.
Contohnya, sejumlah perusahaan publik dan institusi telah lebih dulu mengadopsi Bitcoin sebagai treasury asset. Kini, model serupa mulai merambah ke altcoin dengan use case spesifik dan ekosistem yang matang.
Bagi Chiliz, momentum ini datang di saat pasar kripto tengah mencari narasi baru yang berbasis fundamental, bukan sekadar spekulasi.
Integrasi dengan DAT memberikan CHZ peluang untuk masuk ke radar investor institusional yang sebelumnya enggan menyentuh token sektor niche.
Meski masih berada pada tahap awal, inisiatif Digital Asset Treasury berbasis CHZ dapat menjadi pembeda utama bagi Chiliz dibanding proyek sejenis.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada seberapa besar partisipasi institusional yang berhasil dihimpun serta transparansi pengelolaannya.
Jika adopsi berjalan sesuai harapan, CHZ berpotensi mengalami re-rating fundamental, dari token berbasis komunitas menjadi aset digital dengan permintaan struktural jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Zilliqa resmi mengaktifkan upgrade hardfork di mainnet pada block 19.486.411, menandai salah satu pembaruan teknis paling signifikan dalam sejarah jaringan tersebut.
Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), upgrade ini menghadirkan kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) versi Cancun, sekaligus mengimplementasikan protokol jaringan berbasis QUIC untuk meningkatkan kecepatan dan stabilitas komunikasi antar node.
Langkah ini mempertegas ambisi Zilliqa untuk tetap relevan di tengah persaingan ketat blockchain layer-1 (L1), sekaligus memperluas daya tariknya bagi developer dan likuiditas dari ekosistem Ethereum.
Upgrade hardfork Zilliqa kali ini membawa dua peningkatan utama.
Pertama adalah paritas penuh dengan EVM Cancun, yang memungkinkan smart contract berbasis Solidity berjalan di jaringan Zilliqa tanpa perlu modifikasi besar.
Kedua, adopsi QUIC (Quick UDP Internet Connections) sebagai protokol komunikasi jaringan, menggantikan pendekatan lama yang dinilai kurang optimal untuk kebutuhan blockchain modern.
Dengan EVM Cancun, Zilliqa kini sejajar dengan standar teknis terbaru Ethereum.
Artinya, developer dapat dengan mudah melakukan porting dApps, tooling, dan library yang sudah matang di Ethereum ke Zilliqa, tanpa menghadapi hambatan kompatibilitas.
Sementara itu, QUIC—yang juga digunakan dalam berbagai infrastruktur internet modern—dirancang untuk mengurangi latensi, meningkatkan throughput, dan menjaga stabilitas koneksi, terutama dalam kondisi jaringan yang tidak ideal.
Daya Tarik Baru bagi Developer dan Likuiditas
Pergerakan harga Ziliqa (ZIL/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tim Research Tokocrypto menilai upgrade ini sebagai langkah strategis krusial bagi masa depan Zilliqa.
“Paritas EVM adalah langkah strategis krusial bagi Zilliqa untuk menarik likuiditas dan developer Solidity dari ekosistem Ethereum. Upgrade ini memodernisasi infrastruktur Zilliqa agar tetap relevan dalam kompetisi L1 yang ketat,” jelas Tim Research Tokocrypto.
Selama beberapa tahun terakhir, ekosistem kripto didominasi oleh blockchain yang EVM-compatible, seperti BNB Chain, Polygon, dan Avalanche.
Dengan masuknya Zilliqa ke kategori ini secara penuh, hambatan masuk bagi developer Ethereum menjadi jauh lebih rendah.
Hal ini membuka peluang munculnya protokol DeFi, NFT, hingga gaming berbasis Web3 di atas jaringan Zilliqa.
Dari sisi likuiditas, kompatibilitas EVM sering kali menjadi prasyarat utama sebelum investor dan proyek besar mempertimbangkan ekspansi ke sebuah chain baru.
QUIC: Fondasi Jaringan yang Lebih Modern
Selain EVM, implementasi QUIC menjadi aspek teknis yang tak kalah penting. Protokol ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan TCP tradisional, terutama dalam hal latency dan packet loss.
Dalam konteks blockchain, hal ini berarti sinkronisasi node yang lebih cepat, propagasi blok yang lebih efisien, serta pengalaman pengguna yang lebih stabil.
Bagi validator dan operator node, jaringan yang lebih responsif juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko gangguan jaringan.
Dalam jangka panjang, fondasi jaringan yang kuat menjadi elemen penting untuk skalabilitas dan adopsi massal.
Posisi Zilliqa di Tengah Persaingan L1
Upgrade ini juga dapat dibaca sebagai upaya Zilliqa untuk rebranding teknologinya.
Dikenal sebagai pionir sharding sejak awal, Zilliqa sempat kehilangan momentum ketika ekosistem beralih ke EVM-centric development.
Dengan paritas EVM penuh, Zilliqa kini menggabungkan keunggulan arsitektur awalnya dengan standar industri terkini.
Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan upgrade ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada eksekusi ekosistem, seperti insentif developer, kemitraan strategis, dan likuiditas awal.
Aktivasi hardfork di mainnet membuka fase baru bagi Zilliqa.
Dalam jangka pendek, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada aktivitas developer, jumlah dApps baru, serta integrasi DeFi pasca-upgrade. Jika adopsi berjalan positif, Zilliqa berpotensi memperkuat posisinya sebagai alternatif L1 yang kompetitif dan developer-friendly.
Di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap fundamental, langkah modernisasi ini bisa menjadi titik balik penting bagi Zilliqa untuk kembali masuk radar investor dan builder.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Platform dompet Web3 populer Rainbow Wallet resmi meluncurkan token utilitas dan tata kelola $RNBW melalui mekanisme Token Generation Event (TGE).
Peluncuran ini menandai fase baru dalam evolusi Rainbow, di mana kepemilikan dan arah pengembangan protokol mulai didesentralisasi kepada komunitas pengguna setianya.
Sebagai salah satu dompet non-kustodial paling dikenal di ekosistem Ethereum dan EVM, langkah Rainbow meluncurkan token governance langsung menarik perhatian pasar kripto.
TGE ini dipandang bukan sekadar peluncuran aset baru, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat keterlibatan komunitas dan keberlanjutan ekosistem.
Token $RNBW dirancang sebagai token utilitas sekaligus tata kelola (governance) dalam ekosistem Rainbow Wallet.
Dengan token ini, pengguna dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting terkait pengembangan fitur, integrasi protokol, hingga arah strategis jangka panjang platform.
Selain fungsi governance, $RNBW juga diproyeksikan memiliki utilitas dalam ekosistem Rainbow, seperti insentif pengguna aktif, potensi diskon layanan tertentu, serta peran dalam program loyalitas berbasis Web3.
Meski detail utilitas lanjutan masih menunggu roadmap resmi, pasar melihat token ini sebagai fondasi ekonomi baru bagi Rainbow Wallet.
TGE dan Distribusi ke Komunitas
Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), TGE $RNBW dilakukan dengan pendekatan yang menekankan distribusi kepada pengguna awal dan komunitas loyal, sejalan dengan semangat desentralisasi Web3.
Model ini bertujuan mengurangi dominasi kepemilikan oleh pihak internal atau investor institusional, sekaligus memperkuat sense of ownership di kalangan pengguna.
Namun, seperti yang lazim terjadi pada TGE proyek besar, fase awal perdagangan kerap diwarnai volatilitas tinggi. Tekanan jual dari penerima airdrop—terutama airdrop farmer—menjadi risiko jangka pendek yang perlu diperhatikan trader.
Tim Research Tokocrypto menilai dinamika ini sebagai sesuatu yang wajar.
“TGE dari produk blue-chip seperti Rainbow biasanya menarik volume spekulatif besar. Meskipun tekanan jual awal dari airdrop farmer wajar terjadi, fundamental Rainbow sebagai top-tier wallet memberikan nilai jangka panjang bagi tokennya,” jelas Tim Research Tokocrypto.
Posisi Rainbow di Ekosistem Web3
Rainbow Wallet selama ini dikenal karena antarmuka ramah pengguna, fokus pada pengalaman mobile-first, serta integrasi mendalam dengan NFT dan DeFi berbasis Ethereum.
Dompet ini sering dianggap sebagai salah satu gateway utama bagi pengguna baru yang masuk ke dunia Web3.
Dengan jutaan unduhan dan reputasi sebagai dompet non-kustodial kelas atas, Rainbow masuk kategori produk blue-chip di sektor wallet.
Peluncuran token $RNBW memperluas peran Rainbow dari sekadar alat penyimpanan aset kripto menjadi sebuah protokol berbasis komunitas.
Dalam konteks industri, langkah ini mengikuti tren besar di mana infrastruktur Web3, seperti wallet, DEX, dan protokol DeFi, mulai mendesentralisasi kepemilikan melalui token governance.
Dampak terhadap Pasar dan Prospek Jangka Panjang
Dalam jangka pendek, $RNBW berpotensi mengalami volatilitas tinggi seiring proses price discovery pasca-TGE.
Volume perdagangan spekulatif biasanya memuncak pada fase awal, diikuti oleh koreksi ketika tekanan jual mereda.
Namun, dari sudut pandang jangka panjang, nilai $RNBW akan sangat bergantung pada:
Pertumbuhan pengguna aktif Rainbow Wallet
Kejelasan utilitas token dalam ekosistem
Partisipasi komunitas dalam governance
Kemampuan Rainbow mempertahankan posisinya di tengah persaingan wallet Web3
Jika Rainbow berhasil mengintegrasikan $RNBW secara nyata ke dalam produk dan layanannya, token ini berpotensi menjadi representasi nilai dari salah satu infrastruktur Web3 paling mapan saat ini.
Peluncuran token $RNBW melalui TGE menandai langkah strategis Rainbow Wallet dalam mendesentralisasi kepemilikan protokol dan memperkuat keterlibatan komunitas.
Meski tekanan jual awal tidak dapat dihindari, fundamental Rainbow sebagai dompet Web3 papan atas memberikan dasar kuat bagi potensi jangka panjang token ini.
Bagi investor dan pengguna, $RNBW kini menjadi cerminan baru dari bagaimana sebuah wallet Web3 berevolusi menjadi protokol berbasis komunitas yang sepenuhnya terdesentralisasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Pi Network (PI) kembali melemah signifikan dalam 24 jam terakhir.
Dalam catatan Coinmarketcap pada Jumat (6/2), Token ini tercatat turun 8,83% ke level $0,142, sejalan dengan tekanan jual besar-besaran yang melanda pasar kripto dan aset keuangan global.
Pergerakan ini menegaskan bahwa penurunan PI bukan fenomena terisolasi, melainkan bagian dari gelombang risk-off yang dipicu faktor makroekonomi.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 7,89% menjadi $2,23 triliun, mencetak level terendah tahunan.
Tekanan ini juga tercermin di pasar tradisional, dengan S&P 500 turun 2,21% dan emas terkoreksi tajam hingga 6,57%, menunjukkan likuidasi lintas aset yang luas.
Pelemahan Pi Network kali ini sangat berkorelasi dengan kondisi makro global.
Indeks Fear & Greed Crypto Market berada di level 5 (Extreme Fear), menandakan dominasi sentimen ketakutan ekstrem di kalangan investor.
Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk altcoin.
Pi, sebagai aset yang masih berada dalam fase pengembangan ekosistem dan adopsi, ikut terseret arus likuidasi tersebut.
Korelasi kuat antara pergerakan PI dengan indeks saham dan emas menunjukkan bahwa tekanan saat ini bersifat sistemik, bukan karena kegagalan fundamental internal proyek.
Altcoin Melemah di Tengah Dominasi Bitcoin
Tekanan terhadap PI juga diperparah oleh dinamika rotasi pasar kripto.
Bitcoin dominance bertahan di sekitar 58,2%, sementara Altcoin Season Index berada di level 22, yang secara jelas menunjukkan pasar sedang berada dalam fase Bitcoin Season.
Dalam kondisi dominasi Bitcoin yang tinggi, likuiditas cenderung keluar dari altcoin menuju aset yang dianggap lebih defensif.
Akibatnya, altcoin berkapitalisasi menengah hingga kecil, termasuk Pi Network, mengalami tekanan jual yang lebih besar.
Data perdagangan mendukung hal ini. Volume transaksi PI melonjak 129% menjadi $33,1 juta dalam 24 jam, mengonfirmasi bahwa penurunan harga disertai aktivitas jual yang sangat intens.
Lonjakan volume di tengah penurunan harga biasanya menandakan fase distribusi atau bahkan capitulation, di mana investor melepas aset secara agresif.
Level Teknis Kritis: $0,14 Jadi Penentu Arah
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Dari sisi teknikal, area $0,14 kini menjadi support krusial bagi PI.
Selama harga mampu bertahan di atas level ini pada penutupan harian, peluang konsolidasi jangka pendek tetap terbuka, dengan potensi pergerakan sideways di rentang $0,14–$0,16.
Namun, jika tekanan pasar berlanjut dan PI menembus support $0,14, risiko penurunan lanjutan menuju level terendah tahunan di sekitar $0,13 semakin besar.
Skenario ini akan semakin mungkin terjadi jika dominasi Bitcoin terus meningkat dan sentimen pasar global belum menunjukkan tanda stabilisasi.
Sebaliknya, pemulihan jangka pendek atau relief bounce dapat terjadi apabila tekanan makro mereda.
Indikator oversold dan tingginya volume jual sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai mendekati titik kelelahan penjual.
Faktor yang Perlu Dipantau Investor
Dalam waktu dekat, pergerakan Pi Network akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Investor disarankan untuk memantau:
Stabilisasi pasar tradisional, khususnya pergerakan indeks saham utama.
Perubahan Fear & Greed Index, terutama jika mulai keluar dari zona Extreme Fear.
Dominasi Bitcoin dan arus likuiditas ke altcoin, sebagai indikasi perubahan selera risiko investor.
Jika Bitcoin menemukan support yang kuat dan tekanan makro mereda, Pi berpeluang membentuk basis harga baru sebelum menentukan arah selanjutnya.
Penurunan harga Pi Network ke $0,142 mencerminkan tekanan makro dan sentimen pasar yang sangat negatif, bukan kegagalan fundamental proyek secara spesifik.
Lingkungan risk-off global, dominasi Bitcoin, serta lonjakan volume jual menjadi faktor utama di balik pelemahan ini.
Dalam jangka pendek, level $0,14 menjadi garis pertahanan penting.
Bertahannya harga di atas level tersebut dapat membuka peluang konsolidasi, sementara penembusan ke bawah berisiko membawa PI ke level terendah baru.
Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi serta manajemen risiko yang disiplin di tengah volatilitas pasar yang ekstrem.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bittensor (TAO) kembali mengalami tekanan jual kuat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, TAO turun sekitar 12,60% dan kini diperdagangkan di kisaran US$160,73 per koin.
Penurunan tajam ini membuat TAO kembali berada jauh di bawah level psikologis US$200, memperpanjang tren pelemahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
TAO Terkoreksi Tajam, Volume Perdagangan Tembus US$231 Juta
Meski harga melemah, aktivitas perdagangan TAO masih terpantau tinggi. Volume transaksi TAO dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar US$231,95 juta.
Sementara itu, kapitalisasi pasar TAO kini berada di kisaran US$1,71 miliar, dengan suplai beredar sekitar 10,65 juta TAO dari total maksimum suplai 21 juta TAO.
Dalam rentang pergerakan harian, TAO sempat menyentuh harga terendah US$158,35 dan tertinggi US$190,52.
TAO Terpuruk 60% dalam 3 Bulan, Jauh dari Rekor ATH
Pergerakan harga Bittensor (TAO/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Koreksi TAO tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Data historis menunjukkan penurunan signifikan dalam beberapa periode terakhir.
Dalam 30 hari terakhir, TAO turun sekitar 44,47%
Dalam 60 hari, turun 41,61%
Dalam 90 hari, TAO anjlok hingga 60,14%
Dalam 7 hari terakhir, harga melemah 26,96%
Penurunan ini membuat TAO semakin jauh dari rekor tertingginya (ATH) di level US$767,68.
Meski terkoreksi tajam, TAO masih berada di jajaran aset kripto besar. Saat ini Bittensor berada di peringkat #38 aset kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.
Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) TAO tercatat sekitar US$3,39 miliar, menandakan proyek ini masih memiliki perhatian besar dari pelaku pasar, khususnya di sektor AI dan decentralized compute.
Komunitas Bittensor Bersiap Bahas Subnet 64 Novelty Space
Di tengah pelemahan harga, Coinmarketcal melaporkan komunitas Bittensor dijadwalkan menggelar sesi diskusi terkait Subnet 64 Novelty Space pada 5 Februari 2026.
Agenda tersebut akan berlangsung melalui X Space dan Discord session pada pukul 22.00 UTC, dengan pembahasan yang mencakup berbagai topik penting seperti:
teknologi Chutes serverless AI
rencana rollout TEE (Trusted Execution Environment)
pengembangan infrastruktur CPU
perubahan skema insentif
pendapatan (revenue) dan pembaruan lainnya
Sesi ini menjadi perhatian karena isu AI dan decentralized compute masih menjadi narasi kuat di pasar kripto.
Potensi Volatilitas, Namun Belum Ada Kepastian Upgrade Besar
Menurut analisis berbasis AI, pembahasan mengenai serverless AI, TEE, serta infrastruktur CPU berpotensi memicu minat spekulatif terhadap TAO karena Bittensor dikenal sebagai aset dengan pergerakan harga yang agresif (high beta).
Meski demikian, agenda ini masih sebatas sesi diskusi komunitas, bukan pengumuman resmi upgrade protokol. Hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait perubahan tokenomics, mekanisme revenue-sharing, maupun pembaruan struktural yang secara langsung meningkatkan nilai TAO.
Dampak terhadap harga TAO diperkirakan masih moderat, kecuali sesi tersebut menghadirkan informasi yang jelas dan bernilai besar bagi ekosistem utama, bukan hanya untuk operator Subnet 64.
Pasar juga berpotensi mengalami volatilitas jangka pendek, termasuk kemungkinan munculnya pola “sell-the-rumor” apabila pelaku pasar mengambil keuntungan setelah hype meningkat.
Menurut Tim Research Tokocrypto, fitur serverless AI secara signifikan menurunkan hambatan masuk bagi pengembang yang ingin menggunakan jaringan Bittensor. Ini memperkuat narasi utilitas riil $TAO di sektor AI, bukan sekadar aset spekulatif.
Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, investor kini menunggu apakah sesi Subnet 64 tersebut akan menjadi pemicu sentimen baru atau hanya memicu lonjakan sesaat di tengah tren turun TAO yang masih berlangsung.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga token GMX tercatat melemah tajam dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data perdagangan terbaru, GMX turun sekitar 9,24% dan kini diperdagangkan di level US$5,65 per koin.
Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas komunitas GMX yang sedang melakukan voting program insentif untuk mendorong volume perdagangan.
Harga GMX Melemah, Volume Perdagangan Masih Tinggi
Saat ini, GMX memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$58,73 juta, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$9,46 juta. Total pasokan beredar tercatat sebesar 10,39 juta GMX, dari total maksimum suplai 13,25 juta GMX.
Dalam rentang 24 jam, GMX bergerak pada kisaran harga terendah US$5,61 dan tertinggi US$6,53.
Jika dibandingkan dengan rekor tertingginya, GMX masih jauh dari all time high (ATH) di level US$90,89.
GMX Ambles Lebih dari 40% dalam 90 Hari
Pergerakan harga GMX (GMX/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Tekanan jual pada GMX tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dalam periode yang lebih panjang, performa GMX menunjukkan tren pelemahan signifikan.
Berdasarkan data historis:
Dalam 30 hari terakhir, harga GMX turun sekitar 34,02%
Dalam 60 hari, turun 35,44%
Dalam 90 hari, turun hingga 42,09%
Dalam 7 hari terakhir, GMX melemah 18,98%
Sementara itu, dalam satu jam terakhir harga GMX juga masih tercatat turun sekitar 1,25%, mengindikasikan volatilitas yang masih tinggi.
Voting DAO GMX Digelar, Bahas Program Insentif Marketing dan Trader
Di sisi lain Coinmarketcal melaporkan komunitas GMX saat ini tengah menggelar voting melalui Snapshot terkait proposal Marketing & Trader Incentive Program. Voting tersebut berlangsung mulai 2 Februari hingga 5 Februari 2026.
Proposal ini merupakan agenda tata kelola (governance) yang bertujuan menghadirkan program insentif baru berupa reward trading bagi pengguna.
Menurut analisis berbasis AI, voting ini tidak termasuk pembaruan protokol besar (hard upgrade), namun dapat memengaruhi aktivitas ekosistem seperti volume perdagangan, pendapatan biaya (fees), hingga potensi yield staking apabila insentif berasal dari treasury atau mekanisme emisi token.
Namun demikian, dampak pasar masih bersifat spekulatif karena detail program dan hasil akhir voting belum dapat dipastikan.
Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu keputusan final dan implementasi sebelum bereaksi lebih jauh. Meski begitu, insentif besar berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga GMX.
Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar biasanya merespons positif (“Bullish Vote”) terhadap inisiatif yang menjanjikan peningkatan aktivitas on-chain. Jika disetujui, insentif ini bisa memicu kenaikan fee protokol yang berdampak langsung pada yield staker GMX.
Dengan kondisi harga yang sedang tertekan, keputusan komunitas dalam voting ini dinilai bisa menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar GMX dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.