Tag Archives: altcoin

XLM Jebol US$0,20! Tapi Data On-Chain Stellar Justru Melonjak

Harga Stellar (XLM) kembali melemah dan tercatat turun di bawah level US$0,20, menghapus seluruh pemulihan harga yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain menunjukkan aktivitas ekosistem Stellar justru mengalami peningkatan signifikan.

Data terbaru mengindikasikan bahwa meskipun tekanan jual masih kuat, investor tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan jaringan Stellar.

XLM Terkunci di DeFi Stellar Tembus Rekor Baru

Berdasarkan data dari DefiLlama, jumlah XLM yang terkunci dalam protokol DeFi di jaringan Stellar mencapai rekor tertinggi baru pada awal Februari 2026, dengan angka melampaui 900 juta XLM.

Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan harga XLM yang terus bertahan di bawah level support utama tahunan US$0,20.

Meski total value locked (TVL) Stellar dalam denominasi dolar AS saat ini berada di kisaran US$163 juta, lonjakan jumlah XLM yang terkunci dianggap mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas serta investor jangka panjang terhadap potensi adopsi Stellar.

Adapun protokol yang menjadi pendorong utama arus modal tersebut adalah Blend, protokol likuiditas yang memungkinkan pengguna menciptakan pasar pinjaman fleksibel, serta Aquarius Stellar, protokol AMM dan lapisan manajemen likuiditas di jaringan Stellar. Kedua protokol ini disebut menyumbang hampir 70% dari total TVL.

Pengguna Aktif Stabil di 60 Ribu Meski Harga Anjlok

Selain itu, data dari Artemis menunjukkan jumlah pengguna aktif mingguan dalam ekosistem Stellar tetap stabil di sekitar 60.000 pengguna dalam beberapa pekan terakhir.

Stabilnya aktivitas pengguna ini terjadi meski harga XLM mengalami penurunan tajam. Tidak terlihat adanya penurunan signifikan pada tingkat partisipasi pengguna.

Dalam catatan historis, kondisi serupa juga sempat terjadi pada akhir 2024 saat XLM jatuh di bawah US$0,10 sebelum kemudian naik hingga US$0,60. Pada periode tersebut, aktivitas pengguna tetap stabil bahkan menunjukkan tren peningkatan.

Namun, rendahnya pertumbuhan pengguna baru saat ini dinilai menjadi salah satu faktor mengapa harga XLM belum mampu pulih.

Baca juga: Stellar Lumens (XLM) Lompat 32%, Akhiri Tren Turun: Sinyal Bullish Baru?

Open Interest Turun, Volatilitas Berpotensi Mereda

Dari sisi pasar derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest Stellar turun ke level terendah sejak November 2024. Penurunan tersebut mencerminkan berkurangnya eksposur leverage di kalangan trader.

Kondisi ini mengindikasikan volatilitas tinggi mulai mereda dan XLM berpotensi memasuki fase pergerakan sideways atau konsolidasi. Dalam banyak kasus, situasi tersebut dapat membuka peluang terbentuknya zona akumulasi baru.

Meski demikian, analis menilai penentuan titik dasar harga dan waktu pemulihan masih sulit diprediksi di tengah tekanan pasar yang berlangsung.

RWA dan Stablecoin Diprediksi Jadi Katalis Utama XLM pada 2026

Sementara itu, potensi pertumbuhan Stellar pada 2026 disebut bisa didorong oleh tren real-world assets (RWA) dan adopsi stablecoin.

Sebuah laporan bulan lalu menyebut nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Stellar, tidak termasuk stablecoin, telah mencapai US$1 miliar pada awal tahun ini.

Platform analitik kripto Santiment juga melaporkan Stellar masuk dalam empat besar proyek RWA berdasarkan aktivitas pengembangan GitHub sejak awal tahun.

Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Stellar Lumens (XLM/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penyedia dompet Stellar, Scopuly, menilai XLM bukan sekadar aset spekulatif karena memiliki fungsi fundamental dalam jaringan.

“XLM diperlukan untuk transaksi, operasi akun, dan aktivitas jaringan. Seiring volume RWA meningkat, penggunaan XLM ikut bertumbuh secara fundamental,” ujar Scopuly.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin di Stellar masih tergolong kecil, yakni sekitar USDivergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik. Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek.$200 juta. Namun, MoneyGram, perusahaan global layanan remitansi internasional, baru-baru ini menegaskan stabilitas instrumen stablecoin berbasis dolar AS miliknya dan masih melanjutkan uji coba di jaringan Stellar.

Dengan perkembangan tersebut, permintaan terhadap tokenisasi RWA dan stablecoin diperkirakan dapat menjadi pendorong utama akumulasi XLM ke depan, terutama ketika harga sedang tertekan di area rendah saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi bullish antara harga yang turun dan fundamental on-chain (TVL) yang naik tajam adalah sinyal akumulasi klasik.

“Ini menunjukkan investor jangka panjang tetap beraktivitas di ekosistem, mengabaikan volatilitas harga jangka pendek,” jelasnya.

Baca juga: Token Portal (PORTAL) Melonjak 23%, Siap Lanjutkan Reli?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bear market. Indikasi ini terlihat dari salah satu metrik penting yang kerap digunakan untuk membaca tekanan pasar secara nyata, yakni Taker Buy/Sell Ratio di Binance.

Pengamat pasar menilai, metrik tersebut sangat relevan terutama saat tren turun, karena mencerminkan aksi langsung pelaku pasar, bukan sekadar ekspektasi.

Dilaporkan CryptoQuant, Binance disebut sebagai acuan utama karena memiliki likuiditas spot dan derivatif tertinggi, serta menjadi pusat aktivitas investor besar, institusi, dan whale. Dengan kondisi itu, banyak pergerakan harga besar Ethereum dinilai lebih sering dipicu dari transaksi di Binance dibanding bursa lain.

Sebaliknya, data taker ratio dari exchange kecil dinilai berpotensi menyesatkan karena volume transaksi yang lebih rendah.

Taker Ratio Ethereum Turun di Bawah 1, Tekanan Jual Dominan

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Berdasarkan grafik terbaru, Taker Buy/Sell Ratio Ethereum berada di bawah angka 1, tepatnya sekitar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dalam transaksi market order.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penjual bertindak agresif dengan langsung mengeksekusi order, sementara pembeli cenderung menunggu di posisi limit order.

Dengan kata lain, aksi jual saat ini terjadi lebih cepat dan lebih kuat dibanding aksi beli.

SMA 30 dan SMA 50 Ikut Menguatkan Sinyal Bearish

Tidak hanya itu, indikator rata-rata bergerak SMA (30) dan SMA (50) untuk jangka pendek dan menengah juga tercatat berada di bawah angka 1.

Ketiadaan breakout tajam ke atas dari indikator tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tekanan jual yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan struktural dan berkelanjutan.

Reli ETH Berisiko Jadi “Umpan Jual”

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan kondisi tersebut, analis menilai bahwa meskipun harga Ethereum sempat mengalami kenaikan, reli yang terjadi kemungkinan besar akan langsung dihadang aksi jual.

Hal ini menunjukkan adanya bias tren turun yang jelas, di mana penjualan berlangsung agresif sementara pembelian tetap pasif.

“Ethereum sedang mengalami bear season yang nyata. Setiap kenaikan harga kemungkinan akan menjadi peluang jual bagi pelaku pasar,” tulis pengamat dalam analisisnya.

Tekanan Bearish Diprediksi Bertahan

Melihat data yang ada, tekanan bearish pada Ethereum diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Struktur pasar yang lebih condong ke sisi jual dinilai membuat pemulihan harga ETH tidak akan mudah terjadi dalam waktu dekat.

Untuk memantau kondisi terbaru, investor disarankan memperhatikan grafik rasio taker Binance secara real-time sebagai indikator tekanan pasar yang paling relevan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar ETH menunjukkan karakteristik “bear season” sejati di mana pembeli bersikap pasif (menunggu di limit order) sementara penjual agresif menekan harga. Setiap reli kenaikan kemungkinan besar akan dijadikan momentum exit (sell into strength) hingga struktur pasar berubah.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pharos Network Luncurkan Dana $10 Juta, Bidik Sektor DeFi dan RWA

Pharos Network resmi meluncurkan program inkubator bertajuk “Native to Pharos” dengan total pendanaan mencapai $10 juta.

Menurut laporan News.Bitcoin pada Kamis (5/2), program ini didukung oleh firma modal ventura ternama Hack VC dan ditujukan untuk mempercepat pengembangan aplikasi DeFi (Decentralized Finance) serta Real World Assets (RWA) di atas ekosistem blockchain Pharos.

Langkah ini menandai fase penting dalam strategi Pharos untuk membangun ekosistem on-chain yang berkelanjutan, dengan fokus pada utilitas nyata dan adopsi institusional.

Melalui program inkubator ini, Pharos menargetkan tim developer dan startup Web3 yang ingin membangun produk keuangan terdesentralisasi dengan pendekatan berbasis aset dunia nyata.

Baca Juga: XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

Fokus Inkubator: DeFi dan Real World Assets

Program Native to Pharos dirancang sebagai inkubator end-to-end, tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga dukungan teknis, mentorship, hingga akses jaringan investor global.

Fokus utamanya adalah pada dua sektor yang saat ini menjadi narasi besar industri kripto: DeFi generasi baru dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

RWA sendiri tengah menjadi topik panas di pasar kripto karena menjanjikan jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

Dengan tokenisasi aset seperti obligasi, properti, atau instrumen keuangan lainnya, RWA dinilai mampu menarik partisipasi institusi yang selama ini menunggu kepastian struktur dan utilitas.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai strategi yang tepat.

“Injeksi modal ini bertujuan untuk bootstrap ekosistem DeFi di atas Pharos. Fokus pada RWA menempatkan Pharos dalam narasi institusional yang sedang tren,” papar Tim Research Tokocrypto.

Peran Hack VC dan Daya Tarik bagi Builder

Keterlibatan Hack VC sebagai mitra pendukung menjadi sinyal kuat bagi kredibilitas program ini. Hack VC dikenal aktif mendanai proyek-proyek blockchain tahap awal dengan pendekatan teknis mendalam dan fokus jangka panjang.

Bagi para builder, inkubator ini membuka peluang untuk mengembangkan aplikasi yang tidak hanya eksperimental, tetapi juga memiliki jalur komersialisasi yang jelas.

Pharos menargetkan proyek-proyek yang “native”, artinya dibangun sejak awal untuk memanfaatkan arsitektur dan karakteristik jaringan Pharos.

Pendekatan ini berbeda dari strategi porting aplikasi dari blockchain lain, karena mendorong inovasi yang benar-benar terintegrasi dengan ekosistem.

Pharos dan Ambisi Menjadi Hub RWA

Peluncuran inkubator ini mempertegas posisi Pharos sebagai blockchain yang ingin mengambil peran signifikan dalam pasar RWA on-chain.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai institusi keuangan global mulai mengeksplorasi tokenisasi aset, namun masih terbatas oleh isu skalabilitas, compliance, dan desain infrastruktur.

Dengan mengarahkan pendanaan ke sektor ini sejak dini, Pharos berupaya membangun “early moat” di tengah persaingan L1 dan L2 yang semakin ketat.

Jika berhasil melahirkan use case RWA yang relevan, Pharos berpotensi menarik likuiditas institusional dan mitra strategis dalam jangka menengah hingga panjang.

Dampak bagi Ekosistem dan Pasar

Dari sisi ekosistem, program inkubator ini berfungsi sebagai katalis awal untuk meningkatkan aktivitas developer, memperkaya aplikasi terdesentralisasi, serta memperluas basis pengguna Pharos.

Dalam konteks pasar, langkah ini juga memperkuat narasi fundamental proyek, terutama di tengah tren investor yang mulai lebih selektif terhadap utilitas nyata dibanding sekadar hype.

Namun, seperti program inkubator lainnya, efektivitas Native to Pharos akan sangat bergantung pada kualitas tim yang terpilih dan eksekusi roadmap ke depan.

Pasar akan mencermati proyek-proyek apa saja yang lahir dari program ini dan seberapa cepat mereka mencapai product-market fit.

Baca Juga: JPMorgan Tancap Gas di Blockchain, JPM Coin Siap Beroperasi

Peluncuran inkubator Native to Pharos senilai $10 juta menandai langkah strategis Pharos Network dalam membangun fondasi ekosistem DeFi dan RWA.

Dengan dukungan Hack VC dan fokus pada narasi institusional, Pharos memposisikan diri sebagai pemain yang serius dalam pengembangan keuangan on-chain berbasis aset dunia nyata.

Bagi investor dan pelaku industri, program ini menjadi sinyal awal bahwa Pharos tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ekosistem aplikasi yang berorientasi pada adopsi jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana

Token GHOST mencatatkan pergerakan harga yang kuat setelah muncul isyarat integrasi baru dengan ekosistem Solana, menyusul kolaborasi strategis dengan platform Moonshot.

Kabar ini dengan cepat memicu optimisme pasar, terutama di kalangan trader spekulatif yang memburu peluang dari token berkapitalisasi kecil dengan potensi ekspansi lintas rantai.

Dalam beberapa jam setelah sinyal tersebut beredar di media sosial kripto, aktivitas perdagangan GHOST meningkat tajam.

Dalam cuitan Whale Insider via X, lonjakan ini menegaskan kembali bagaimana narasi integrasi ke Solana kerap menjadi katalis likuiditas yang signifikan, meskipun detail teknis integrasi belum diumumkan secara resmi oleh tim proyek.

Baca Juga: Charles Hoskinson: Cardano Bukan Ghost Chain!

Kolaborasi Moonshot dan Sinyal Ekspansi Lintas Rantai

Isyarat integrasi GHOST ke Solana pertama kali mencuat setelah kolaborasi dengan Moonshot menjadi sorotan komunitas.

Meskipun belum ada pernyataan teknis mendalam mengenai bentuk integrasi, apakah berupa bridge, deployment token, atau integrasi aplikasi, pasar merespons dengan cepat melalui aksi beli agresif.

Solana saat ini dipandang sebagai salah satu ekosistem blockchain paling aktif, dengan volume transaksi tinggi, biaya rendah, serta komunitas trader yang sangat likuid.

Masuknya sebuah token ke ekosistem Solana sering kali membuka akses ke decentralized exchange (DEX) besar, peluang listing tambahan, serta eksposur ke basis pengguna yang jauh lebih luas.

Tetap Waspada

Tim Research Tokocrypto menilai pergerakan harga GHOST sebagai reaksi pasar yang wajar terhadap narasi ekspansi lintas rantai, namun mengingatkan agar pelaku pasar tidak mengabaikan faktor fundamental.

“Ekspansi lintas rantai ke Solana seringkali menjadi katalis likuiditas bagi token kapitalisasi kecil. Trader harus memantau detail teknis integrasi ini untuk memvalidasi keberlanjutan reli,” ujar tim research Tokocrypto.

Menurut mereka, reli berbasis sentimen seperti ini berpotensi berumur pendek apabila tidak diikuti dengan implementasi teknis yang jelas dan peningkatan utilitas nyata bagi ekosistem GHOST.

Mengapa Integrasi Solana Sangat Berpengaruh?

Solana telah menjelma menjadi pusat aktivitas DeFi, NFT, hingga memecoin, dengan ekosistem yang sangat ramah bagi trader aktif. Integrasi ke Solana sering kali berdampak pada:

  • Peningkatan likuiditas melalui DEX berbasis Solana
  • Volume perdagangan yang lebih besar akibat biaya transaksi rendah
  • Akses komunitas baru yang dikenal agresif secara spekulatif

Bagi token berkapitalisasi kecil seperti GHOST, faktor-faktor tersebut dapat mendorong lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat, terutama saat pasar sedang haus akan narasi baru.

Risiko “Buy the Rumor, Sell the News”

Meski sentimen saat ini cenderung positif, trader tetap perlu mewaspadai pola klasik “buy the rumor, sell the news.”

Tanpa konfirmasi resmi atau roadmap teknis yang jelas, reli harga berpotensi diikuti oleh aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Beberapa aspek penting yang perlu dipantau ke depan antara lain:

  1. Detail teknis integrasi dengan Solana
  2. Keberlanjutan volume perdagangan pasca euforia awal
  3. Perkembangan utilitas dan pengembangan produk GHOST

Apabila integrasi hanya bersifat simbolis atau pemasaran, pasar bisa dengan cepat membalikkan sentimen.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Lonjakan harga token GHOST mencerminkan betapa kuatnya pengaruh narasi integrasi Solana terhadap token berkapitalisasi kecil.

Kolaborasi dengan Moonshot membuka peluang ekspansi lintas rantai yang berpotensi meningkatkan likuiditas dan eksposur pasar.

Namun, keberlanjutan reli ini sangat bergantung pada realisasi teknis dan kejelasan arah pengembangan proyek.

Bagi trader dan investor, fase ini lebih tepat dipandang sebagai momentum spekulatif yang perlu disertai manajemen risiko ketat, sambil menunggu konfirmasi fundamental yang lebih solid dari tim GHOST.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

Adopsi real-world assets (RWA) di industri kripto kembali mencetak tonggak penting.

Ctrl Alt bersama Billiton Diamond resmi mentokenisasi berlian bersertifikat dengan nilai lebih dari $280 juta di Uni Emirat Arab (UAE), menjadikannya salah satu implementasi RWA bernilai tinggi terbesar di sektor aset mewah hingga saat ini.

Sebagaimana dilansir dari Cryptodotnews pada Kamis (4/2), seluruh aset tersebut diamankan menggunakan teknologi kustodi Ripple, menandai ekspansi strategis Ripple di luar use case pembayaran lintas negara.

Langkah ini memperkuat posisi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk kepemilikan, pencatatan, dan pengelolaan aset fisik bernilai tinggi secara transparan dan efisien.

Baca Juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Tokenisasi Berlian: Dari Brankas Fisik ke Blockchain

Dalam skema ini, berlian bersertifikat yang sebelumnya disimpan secara konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token on-chain.

Setiap token mencerminkan kepemilikan atas aset fisik yang diverifikasi, dengan standar kepatuhan dan kustodi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor institusi dan high-net-worth individuals (HNWI).

UAE dipilih sebagai lokasi implementasi karena kerangka regulasinya yang progresif terhadap inovasi aset digital, khususnya di sektor komoditas dan aset mewah.

Negara ini memang tengah memposisikan diri sebagai hub global untuk tokenisasi aset dunia nyata, mulai dari properti hingga komoditas bernilai tinggi seperti emas dan berlian.

Peran Strategis Ripple Custody

Salah satu sorotan utama dari proyek ini adalah penggunaan Ripple Custody sebagai fondasi keamanan aset.

Selama ini, Ripple dikenal luas sebagai penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain melalui XRP Ledger (XRPL). Namun, kasus tokenisasi berlian ini menunjukkan ekspansi signifikan ke ranah kustodi aset digital bernilai tinggi.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai validasi penting atas teknologi Ripple.

“Kasus penggunaan RWA bernilai tinggi ini memvalidasi teknologi Ripple Custody di luar sektor pembayaran, memperluas utilitas XRPL ke pasar aset mewah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan kebutuhan keamanan, auditabilitas, dan kepatuhan yang jauh lebih kompleks dibanding aset kripto biasa, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa XRPL mampu menangani use case institusional di luar remitansi.

Mengapa Tokenisasi Aset Mewah Menarik?

Tokenisasi berlian membawa sejumlah keunggulan struktural yang sulit dicapai oleh sistem tradisional, antara lain:

  • Likuiditas meningkat: Aset yang biasanya sulit diperdagangkan kini bisa dipecah secara digital.
  • Transparansi kepemilikan: Catatan on-chain mengurangi risiko sengketa dan pemalsuan.
  • Efisiensi operasional: Proses settlement lebih cepat tanpa perantara berlapis.

Bagi investor institusional, tokenisasi membuka peluang diversifikasi ke aset alternatif dengan friksi yang jauh lebih rendah.

Dampak bagi Ekosistem XRPL dan RWA Global

Keberhasilan tokenisasi berlian senilai ratusan juta dolar ini memperkuat narasi bahwa RWA adalah fase adopsi kripto berikutnya.

Jika sebelumnya fokus berada pada obligasi, T-bills, atau properti, kini aset mewah mulai masuk radar.

Bagi Ripple dan XRPL, ini berpotensi membuka pasar baru yang bernilai triliunan dolar secara global.

Aset seperti berlian, jam mewah, karya seni, hingga koleksi langka memiliki karakteristik ideal untuk tokenisasi: bernilai tinggi, terbatas, dan membutuhkan verifikasi kuat.

Di sisi lain, keterlibatan Ripple Custody juga meningkatkan daya tarik XRPL bagi lembaga keuangan yang mencari alternatif blockchain selain Ethereum untuk kebutuhan RWA.

Tantangan dan Hal yang Perlu Dipantau

Meski prospeknya menjanjikan, tokenisasi aset mewah tetap menghadapi tantangan, termasuk regulasi lintas yurisdiksi, standar audit dan penilaian aset fisik, serta likuiditas pasar sekunder token RWA.

Keberlanjutan adopsi akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan minat investor institusional terhadap instrumen baru ini.

Baca Juga: Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

Tokenisasi berlian bersertifikat senilai lebih dari $280 juta oleh Ctrl Alt dan Billiton Diamond menandai lompatan besar dalam adopsi RWA premium di blockchain.

Dengan dukungan Ripple Custody, proyek ini tidak hanya memperluas utilitas XRPL, tetapi juga mempertegas posisi blockchain sebagai fondasi masa depan pasar aset mewah global.

Jika tren ini berlanjut, tokenisasi RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Tertekan, Support $0,15 Jadi Penentu Arah

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, mencerminkan tekanan spesifik aset di tengah kondisi pasar kripto yang masih bergejolak.

Dalam satu hari terakhir, Coinmarketcap mencatat PI turun 3,15%, meski koreksi ini relatif lebih kecil dibandingkan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 5,68%.

Namun, pelemahan harian ini memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung lebih lama.

Dalam rentang 30 hari terakhir, harga PI telah anjlok sekitar 26,7%, menandakan tekanan struktural yang belum mereda.

Kombinasi faktor tokenomics, sentimen investor, dan kondisi teknikal kini menjadi beban utama bagi pergerakan harga PI.

Baca Juga: Harga Pi Network Bangkit Tipis 1,3% Usai Sentuh All-Time Low

Tekanan Utama: Unlock Token Februari 2026

Salah satu faktor paling dominan yang membayangi Pi Network adalah unlock token dalam jumlah besar yang dijadwalkan terjadi pada Februari 2026.

Berdasarkan data on-chain dan laporan pasar, lebih dari 193 juta token PI dengan nilai estimasi di atas $31 juta, akan dilepas ke pasar dalam satu bulan tersebut.

Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI masuk ke sirkulasi dalam satu hari.

Secara rata-rata, ini berarti lebih dari 7 juta PI per hari akan menjadi token yang dapat diperdagangkan.

Bagi pasar, kondisi ini menciptakan supply overhang yang signifikan.

Tanpa pertumbuhan permintaan yang sebanding, penambahan pasokan hampir selalu diterjemahkan sebagai tekanan jual.

Tak mengherankan jika pelaku pasar mulai melakukan aksi jual lebih awal untuk mengantisipasi potensi penurunan lanjutan saat unlock benar-benar terjadi.

Aktivitas Wallet Core Team Picu Kekhawatiran

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain isu unlock, perhatian investor juga tertuju pada aktivitas wallet internal Pi Network Core Team.

Data on-chain menunjukkan perpindahan sekitar 500 juta token PI senilai kurang lebih $80 juta antar wallet yang berlabel “PI Foundation”.

Meski tidak ada indikasi bahwa token tersebut langsung dikirim ke bursa, pergerakan dalam jumlah besar oleh pihak internal sering kali memicu kecemasan pasar.

Investor ritel cenderung berspekulasi bahwa token-token tersebut berpotensi dijual di kemudian hari, yang dapat meningkatkan tekanan suplai.

Secara psikologis, kondisi ini memperburuk sentimen yang sudah rapuh. Bahkan tanpa aksi jual nyata, ketidakpastian saja sudah cukup untuk mendorong holder jangka pendek memilih keluar dari posisi mereka.

Struktur Teknikal Masih Rapuh

Dari sisi teknikal, Pi Network masih berada dalam downtrend yang jelas. Harga PI saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 30 hari di sekitar $0,187.

Ini menandakan bahwa tren menengah masih sepenuhnya dikuasai oleh penjual.

Indikator RSI di level 25,79 menunjukkan kondisi oversold ekstrem.

Namun, pengalaman pasar menunjukkan bahwa RSI rendah tidak otomatis berarti pembalikan arah.

Selama momentum masih negatif dan volume beli belum meningkat signifikan, oversold bisa bertahan lebih lama dari perkiraan.

Zona $0,15–$0,16 kini menjadi support krusial. Jika terjadi penutupan harian di bawah $0,15, risiko breakdown teknikal akan meningkat, membuka peluang penurunan lanjutan menuju area $0,14 atau lebih rendah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Outlook: Volatilitas Tinggi Masih Mengintai

Secara keseluruhan, tekanan harga Pi Network saat ini berasal dari kombinasi tokenomics inflasioner, sentimen negatif akibat aktivitas internal, dan struktur teknikal yang lemah.

Meski potensi technical bounce selalu ada karena kondisi oversold, reli tanpa katalis fundamental berisiko bersifat sementara.

Bagi investor dan trader, periode menjelang 13 Februari akan menjadi fase krusial untuk memantau data inflow bursa, volume perdagangan, serta reaksi harga di level support utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aave Resmi Tinggalkan Brand Avara, Fokus Kembali Garap DeFi

Aave Labs resmi menghentikan penggunaan brand payung Avara dan menutup produk Family wallet sebagai bagian dari langkah strategis untuk kembali memfokuskan bisnis pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Keputusan ini diumumkan di tengah dinamika hubungan yang memanas antara Aave Labs dan Aave DAO terkait kendali atas protokol Aave.

Avara sebelumnya berfungsi sebagai brand induk bagi sejumlah proyek Web3 yang dikembangkan Aave Labs, termasuk protokol media sosial terdesentralisasi Lens dan dompet kripto Family. Namun, Aave Labs menyatakan seluruh produk saat ini dan ke depan — seperti Aave Mobile App, Aave Pro, dan Aave Kit — akan sepenuhnya berada di bawah nama Aave Labs.

“Perubahan ini menyederhanakan struktur brand kami dan memungkinkan fokus penuh pada pembangunan Aave serta pengenalan DeFi kepada jutaan pengguna di seluruh dunia,” tulis Avara melalui akun resmi di platform X.

Fokus AAVE

Baca juga: Aave Terima Otorisasi MiCA untuk Layanan Pembayaran Fiat

Langkah tersebut menandai pergeseran arah Aave Labs yang sebelumnya, melalui rebrand Avara pada 2023, ingin berekspansi ke berbagai vertikal Web3 di luar DeFi. Kini, perusahaan kembali memusatkan perhatian pada protokol pinjam-meminjam Aave, yang saat ini menjadi sistem kredit on-chain terbesar di jaringan Ethereum.

Keputusan ini juga muncul di tengah perdebatan berkepanjangan antara Aave Labs sebagai entitas pengembang awal dan Aave DAO yang dikelola oleh pemegang token AAVE. DAO selama ini mengendalikan kontrak pintar, parameter risiko, serta pendapatan protokol, sementara Aave Labs menguasai aspek off-chain seperti antarmuka resmi aave.com, merek dagang, domain, dan produk yang berhadapan langsung dengan pengguna.

Dilaporkan The Block, ketegangan meningkat pada Desember lalu ketika Aave Labs mengintegrasikan CoW Swap ke situs resmi Aave dan mengalihkan biaya swap yang sebelumnya masuk ke kas DAO ke dompet privat milik Aave Labs. Peristiwa tersebut memicu perdebatan soal siapa yang sebenarnya memiliki dan mengendalikan Aave.

Upaya komunitas DAO untuk mengambil alih kekayaan intelektual dan aset Aave Labs melalui proposal yang dikenal sebagai “poison pill” gagal disahkan dalam voting tata kelola. Meski demikian, pendiri Aave Stani Kulechov kemudian menyatakan keterbukaan untuk membagikan pendapatan non-protokol kepada pemegang token AAVE serta meninjau ulang isu kepemilikan IP dan brand.

Perjalanan Penting AAVE

Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Pada Januari lalu, Aave Labs juga mengumumkan penjualan protokol Lens dan rencana penghentian seluruh proyek terkait Family wallet. “Brand Avara tidak lagi dibutuhkan saat kami total membawa Aave ke masyarakat luas,” ujar Kulechov di X.

Sebelumnya, Aave memperkenalkan versi terbaru aplikasi Aave yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil hingga 9% serta perlindungan simpanan hingga US$1 juta. Aave juga menyatakan ambisi jangka panjang untuk mendorong aktivitas keuangan on-chain hingga skala triliunan dolar, setelah berakhirnya investigasi regulator AS terhadap perusahaan tersebut.

Di sisi lain, laporan Bloomberg pada Selasa menyebut Kulechov membeli rumah mewah senilai £22 juta di kawasan Notting Hill, London, yang memicu kritik dari sebagian komunitas kripto.

Baca juga: Ubah Peta Industri Kripto, Aave Umumkan Rencana Buyback $50 Juta!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Harga Cardano (ADA) kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level teknikal penting yang dalam sejarahnya kerap menjadi titik awal reli besar. Pergerakan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto akibat salah satu peristiwa likuidasi terbesar dalam siklus saat ini.

Pekan lalu, pasar kripto mencatat peristiwa likuidasi terbesar ke-10 sepanjang sejarah, yang mendorong sebagian besar altcoin jatuh ke level terendah siklusnya. Cardano tidak luput dari tekanan tersebut, namun penurunan harga ini justru membawa ADA kembali menguji zona permintaan historis di sekitar US$0,2775, level yang telah bertahan sejak akhir 2023.

Data grafik harian menunjukkan bahwa area tersebut sebelumnya berfungsi sebagai fondasi bagi beberapa bull run utama Cardano. Retest terhadap level ini dinilai signifikan oleh pelaku pasar, terutama investor bermodal besar.

Minat Investor Ritel Kecil

Meski partisipasi investor ritel masih terlihat berhati-hati, data on-chain dan arus order menunjukkan aktivitas yang berbeda dari investor institusional dan whale. Pesanan berukuran besar terpantau terkonsentrasi di sekitar area penurunan harga, mengindikasikan akumulasi alih-alih aksi jual panik.

Dikutip Cryptonews, data CryptoQuant memperlihatkan rata-rata ukuran order spot Cardano meningkat selama periode penurunan, memperkuat dugaan bahwa investor besar memanfaatkan koreksi sebagai peluang beli. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa peristiwa likuidasi tersebut tidak serta-merta menandakan kegagalan struktur harga, melainkan berpotensi menjadi fase pembersihan pasar sebelum pembalikan arah.

Dari sisi teknikal jangka menengah hingga panjang, Cardano masih berada dalam fase konsolidasi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun, membentuk pola descending channel. Upaya breakout sebelumnya sempat gagal, namun akumulasi yang berlanjut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih mempertahankan pandangan bullish terhadap struktur jangka panjang ADA.

Baca juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

Pada grafik mingguan, indikator Relative Strength Index (RSI) telah menyentuh area oversold di level 30, yang secara historis sering menandai kelelahan tekanan jual. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan momentum yang mengarah pada potensi golden cross, sinyal awal penguatan tren.

Fokus Pasar ADA

Fokus pasar kini tertuju pada level US$0,50, yang menjadi batas atas pola sekaligus bekas area support. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, analis menilai struktur harga Cardano dapat berubah menjadi bullish, membuka peluang kenaikan menuju area US$1,35, atau sekitar 360% dari level saat ini.

Dalam skenario jangka panjang, apabila kondisi makro membaik dan fundamental kembali mendukung, kenaikan tersebut dinilai baru tahap awal. Target lanjutan bahkan diproyeksikan dapat membawa harga ADA mendekati US$2, atau potensi kenaikan hingga 875%.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dan pergerakan harga dapat berubah secara cepat mengikuti sentimen global dan kondisi likuiditas.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan pertahanan area $0.2775 sangat krusial. Akumulasi smart money di zona ini mengindikasikan keyakinan tinggi terhadap potensi pembalikan arah, menjadikannya area risk-reward menarik.

Baca juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Aktivitas on-chain XRP menunjukkan pelemahan signifikan di tengah berkurangnya partisipasi investor ritel, memunculkan pertanyaan besar soal masa depan harga aset kripto tersebut. Kondisi ini terjadi meski produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP masih mencatat aliran dana masuk sepanjang Januari.

Berdasarkan data terbaru, jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger turun drastis ke level terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya tercatat sekitar 15.743 akun aktif, mengindikasikan merosotnya aktivitas pengguna ritel maupun permintaan on-chain secara keseluruhan.

Penurunan Kuat XRP

Dilaporkan Cryptonews, penurunan ini diperkuat oleh data velocity XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa tren kenaikan yang konsisten. Hal tersebut menandakan aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan penggunaan berkelanjutan oleh basis pengguna yang berkembang.

Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meski arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan terhadap sentimen pasar XRP.

Baca juga: XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

Dari sisi harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD 1,60, yang menjadi level support krusial. Harga sebelumnya gagal menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 dan kembali bergerak turun dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 dinilai terbuka.

Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka, analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan hanya bersifat korektif selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.

Aktivitas On-chain XRP

Sementara itu, open interest XRP tercatat turun ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat dan kepercayaan trader terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.

Hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang, penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi dibandingkan awal dari pemulihan yang berkelanjutan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi on-chain activity adalah sinyal peringatan fundamental (red flag). Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

Harga Solana (SOL) masih bergerak di bawah tekanan dan bertahan tipis di dekat level psikologis US$100 pada Selasa (3/2/2026). Melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang memicu meningkatnya risiko penurunan lanjutan, meski indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).

Tekanan terhadap Solana telah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum pelemahan pasar kripto global belakangan ini. Penurunan harga yang berkepanjangan secara bertahap mengikis kepercayaan investor, termasuk pemegang aset berpengaruh yang selama ini berperan menjaga stabilitas harga saat koreksi.

Data on-chain menunjukkan HODLer Net Position Change Solana mulai menurun, ditandai dengan berkurangnya aktivitas akumulasi dari pemegang jangka panjang. Kelompok investor ini umumnya menjadi penyangga utama harga saat pasar melemah. Perlambatan pembelian mengindikasikan melemahnya keyakinan, meski belum mengarah pada aksi jual agresif.

Baca juga: Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

Pemulihan Harga Solana

Dilaporkan BeInCrypto, kondisi tersebut berpotensi membatasi upaya pemulihan harga Solana dalam fase jenuh jual. Tanpa dorongan permintaan baru dari investor besar, reli harga cenderung sulit bertahan, terutama jika sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih rapuh.

Analisis HODL Waves juga mencerminkan perubahan perilaku investor. Wallet yang mengakumulasi SOL dalam rentang satu hingga tiga bulan terakhir tercatat turun sekitar 5%, sementara kepemilikan pada kelompok tiga hingga enam bulan meningkat 4,5%. Hal ini menunjukkan sebagian investor masih bertahan meski berada dalam posisi rugi belum terealisasi.

Namun, ketahanan tersebut dinilai tidak tanpa batas. Dalam sejarah pergerakan harga Solana, fase penurunan yang terlalu lama kerap menguji kesabaran investor. Jika harga kembali melemah, kelompok ini berpotensi mulai melepas kepemilikan, yang dapat menambah tekanan jual dan memperkuat tren bearish.

Secara teknikal, Solana diperdagangkan di kisaran US$103, masih bertahan di atas area support penting US$100 yang bertepatan dengan level 161,8% Fibonacci Extension. Namun, kegagalan reli sebelumnya membuka peluang penurunan ke area US$95, selaras dengan level Fibonacci 178,6%.

Indikator Momentum SOL

Indikator momentum seperti Money Flow Index (MFI) mendekati zona jenuh jual. Secara historis, kondisi ini kerap memicu reli singkat. Meski demikian, pantulan harga tersebut sering kali tidak mampu membalikkan tren utama dan diikuti oleh penurunan lanjutan.

Dalam jangka pendek, Solana berpeluang bertahan di atas US$100 atau memantul ke area resistensi US$107. Namun, risiko penurunan dinilai masih dominan selama tidak ada peningkatan permintaan yang signifikan.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Skenario bearish baru akan terpatahkan apabila Solana mampu mengubah level US$107 menjadi support yang kuat. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$118. Meski demikian, penguatan tersebut membutuhkan arus modal baru dan pemulihan kepercayaan investor, yang sejauh ini belum terlihat secara konsisten.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan keyakinan dari kelompok holder ini meningkatkan risiko downside. Jika support $100 ditembus tanpa adanya permintaan baru, relief rally saat ini bisa berbalik menjadi tren bearish.

Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com