Tag Archives: altcoin

Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL masih tertahan di bawah level resistensi psikologis US$130 dan diperdagangkan di kisaran USD 126. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan harga Solana saat ini sangat bergantung pada perilaku pemegang lama, bukan pada masuknya investor baru.

Berdasarkan data on-chain, terdapat sinyal awal stabilisasi dari indikator Chaikin Money Flow (CMF). CMF tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih berada di bawah garis nol. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal perlahan melambat.

Arus Keluar Solana

Dilaporkan BeInCrypto, meredanya arus keluar menjadi faktor penting bagi prospek pemulihan Solana. Secara historis, penurunan tekanan jual sering kali mendahului fase peralihan menuju arus masuk modal. Jika tekanan beli mulai mendominasi, harga SOL berpotensi merespons dengan cepat. Perbaikan CMF yang berkelanjutan dapat menjadi sinyal kembalinya kepercayaan dari para pemegang SOL saat ini.

Namun demikian, indikator makro menunjukkan gambaran yang lebih berhati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat mengalami penurunan signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, jumlah alamat baru turun dari 6,077 juta menjadi 5,390 juta, atau menyusut sekitar 11,3%.

Penurunan partisipasi jaringan tersebut mencerminkan melemahnya minat spekulatif dari investor baru. Minimnya insentif jangka pendek membuat calon investor cenderung menahan diri. Kondisi ini memperbesar peran pemegang lama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong potensi pemulihan.

Analisis Teknikal SOL

Secara teknikal, SOL masih bergerak dalam fase konsolidasi. Level USD 130 menjadi target terdekat yang perlu direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih positif. Jika pemegang lama terus melakukan akumulasi dan arus masuk mulai terbentuk, tekanan beli berpeluang mendorong harga menembus level tersebut.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, risiko penurunan tetap ada. Apabila sentimen pasar memburuk dan tekanan jual kembali meningkat, harga Solana berpotensi turun menembus level support USD 123. Jika level ini gagal bertahan, SOL dapat melanjutkan pelemahan menuju area USD 118. Penurunan di bawah level tersebut akan membatalkan prospek pemulihan dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

Pergerakan harga aset kripto XRP tengah menjadi sorotan setelah seorang analis teknikal mengungkap potensi pergerakan signifikan dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 15 menit, XRP diperkirakan berpeluang mengalami pergerakan harga hingga 10 persen, meski arah pergerakannya masih belum dapat dipastikan.

Dilaporkan Trading View, analis kripto Ali Martinez melalui platform X menyebutkan bahwa XRP saat ini bergerak di dalam pola Symmetrical Triangle atau segitiga simetris. Pola ini terbentuk ketika harga aset berkonsolidasi di antara dua garis tren yang saling mendekat, masing-masing berfungsi sebagai area resistensi dan support.

Pola Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

Dalam pola segitiga simetris, kedua garis tren memiliki kemiringan yang relatif seimbang dan berlawanan arah. Kondisi ini menandakan penyempitan volatilitas harga, yang umumnya diikuti oleh pergerakan besar saat harga berhasil menembus salah satu sisi pola tersebut.

Martinez menjelaskan bahwa pada Hari Natal lalu, harga XRP sempat menguji batas bawah pola segitiga tersebut dan berhasil bertahan, menandakan area support masih cukup kuat untuk sementara waktu. Namun, ia menegaskan bahwa penembusan ke atas maupun ke bawah dari pola ini tetap sama-sama berpeluang terjadi.

“Jika harga menembus ke atas, itu bisa menjadi sinyal bullish. Sebaliknya, jika jatuh ke bawah, maka tekanan bearish kemungkinan akan berlanjut,” tulis Martinez.

Potensi Harga XRP

Berbeda dengan pola Ascending Triangle atau Descending Triangle yang cenderung memiliki bias arah tertentu, pola segitiga simetris tidak memberikan indikasi arah yang jelas. Oleh karena itu, peluang breakout ke atas maupun ke bawah dinilai relatif seimbang.

Terkait besaran pergerakan, Martinez memperkirakan bahwa breakout dari pola konsolidasi ini dapat memicu pergerakan harga sekitar 10 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada prinsip analisis teknikal yang menyebutkan bahwa pergerakan pasca-breakout biasanya sebanding dengan lebar pola konsolidasi sebelumnya.

Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,84, mencatatkan penurunan sekitar 3,3 persen dalam sepekan terakhir. Investor dan pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan selanjutnya, seiring XRP mendekati titik penentuan dari pola segitiga tersebut.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Melemah 0,59%: Sentimen Bearish Masih Dominan

Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada dalam tekanan setelah mencatat penurunan 0,59% dalam 24 jam terakhir ke level sekitar $0,204.

Pelemahan ini memperpanjang tren turun PI dalam 30 hari terakhir yang telah mencapai hampir 20%, mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung bearish terhadap aset kripto berbasis komunitas tersebut.

Tekanan harga PI saat ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejumlah faktor fundamental dan teknikal saling beririsan, mulai dari jadwal unlock token, lemahnya struktur grafik harga, hingga kondisi pasar altcoin yang belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Masuki Fase Krusial, Harga Pi Network (PI) Relatif Stabil di Level $0,2050

Tekanan Unlock Token Masih Membayangi Harga PI

Salah satu faktor utama yang menekan harga Pi Network adalah penambahan suplai token ke pasar.

Pada 25 Desember, sekitar 8,7 juta PI atau senilai $1,76 juta resmi terbuka dan masuk ke sirkulasi. Unlock ini merupakan bagian dari total 54,7 juta PI yang dijadwalkan terbuka sepanjang Desember.

Secara historis, Pi Network kerap mengalami tekanan harga setiap kali terjadi unlock token dalam jumlah besar.

Pada November lalu, harga PI tercatat turun sekitar 15% dalam periode serupa, menunjukkan bahwa mekanisme distribusi token masih menjadi tantangan utama bagi stabilitas harga.

Dengan suplai beredar sekitar 8,37 miliar PI, penambahan token baru tanpa diimbangi lonjakan permintaan berpotensi memperbesar tekanan jual.

Kondisi ini diperparah oleh rasio perputaran harian (turnover) yang relatif rendah, menandakan likuiditas pasar PI masih terbatas dan rentan terhadap fluktuasi tajam.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Sinyal Teknikal Menguatkan Dominasi Seller

Dari sisi analisis teknikal, Pi Network menunjukkan sinyal yang kurang menggembirakan.

Harga PI gagal mempertahankan zona support penting di area $0,20–$0,195, yang sebelumnya menjadi penahan tekanan jual.

Indikator teknikal juga mengonfirmasi kondisi ini. Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 41, masih dalam area netral namun dengan kecenderungan melemah.

Sementara itu, MACD bergerak di bawah garis nol, menandakan momentum bearish masih dominan.

Secara struktur grafik, penolakan berulang di area $0,22–$0,24 mempertegas lemahnya minat beli.

Jika tekanan berlanjut dan support $0,192 gagal dipertahankan, maka secara teknikal PI berpotensi menguji area $0,153, yang berarti koreksi lanjutan sekitar 24% dari level saat ini.

Lemahnya Sentimen Altcoin Ikut Menekan PI

Tekanan terhadap Pi Network juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Saat ini, dominasi altcoin berada di kisaran 30%, turun dibanding bulan sebelumnya.

Sebaliknya, dominasi Bitcoin masih tinggi di atas 59%, mencerminkan pergeseran modal ke aset yang dianggap lebih aman.

Di tengah kondisi makroekonomi global yang belum stabil, investor cenderung menghindari aset spekulatif. Hal ini tercermin dari Fear & Greed Index yang masih berada di zona ketakutan.

Pi Network, yang belum memiliki likuiditas luas dan listing di bursa besar, menjadi salah satu altcoin yang paling terdampak.

Secara historis, PI saat ini masih jauh dari puncak harganya. Dari rekor tertinggi sekitar $2,98, harga PI telah terkoreksi lebih dari 90%, menegaskan betapa besar tekanan struktural yang masih dihadapi proyek ini.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Naik Tipis 0,91%: Rebound Teknis atau Bukan?

Harga PI Masih Rentan Jelang Akhir Tahun

Pelemahan harga Pi Network saat ini merupakan kombinasi dari tekanan token unlock, sinyal teknikal bearish, dan sentimen negatif pasar altcoin.

Meski kondisi RSI mendekati area oversold yang berpotensi memicu pantulan jangka pendek, pemulihan berkelanjutan masih sangat bergantung pada berkurangnya tekanan suplai dan membaiknya kondisi pasar kripto secara umum.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada level support $0,192 menjelang akhir tahun. Jika level ini mampu bertahan, peluang konsolidasi masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut seiring unlock token berikutnya, PI berisiko menguji kembali level terendah sebelumnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum (ETH) Tertekan di Bawah $3.000: Harga Turun, Sentimen Lemah

Harga Ethereum (ETH) hari ini kembali bergerak di zona merah seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto.

Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level $2.929,25 per ETH, turun sekitar 1,05% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini menyeret kapitalisasi pasar Ethereum ke kisaran $353,55 miliar, meskipun posisinya tetap kokoh sebagai kripto terbesar kedua secara global.

Penurunan harga ETH terjadi di tengah volume perdagangan 24 jam yang mencapai $14,98 miliar, menandakan aktivitas pasar masih cukup tinggi.

Namun, dominasi seller dalam jangka pendek membuat Ethereum belum mampu kembali ke atas level psikologis $3.000.

Baca Juga: Harga ETH Menguat ke $2.967, Ethereum Tunjukkan Stabilitas

Pergerakan Harga Ethereum Masih Volatil

Secara harian, Ethereum bergerak dalam rentang $2.894,95 hingga $2.989,26, menunjukkan volatilitas yang relatif tinggi.

Harga sempat mendekati $3.000, namun gagal bertahan dan kembali mengalami tekanan jual.

Jika dilihat dalam perspektif waktu yang lebih panjang, performa Ethereum masih berada dalam fase koreksi. Dalam 30 hari terakhir, ETH tercatat melemah sekitar 3,39%.

Tekanan semakin terasa dalam periode 60 hari, dengan penurunan mencapai 28,38%, sementara secara 90 hari, ETH telah terkoreksi sekitar 26,82%.

Data ini menunjukkan bahwa Ethereum masih berupaya mencari keseimbangan baru setelah reli sebelumnya gagal berlanjut.

Aktivitas Pasar dan Struktur Suplai

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ethereum saat ini memiliki sirkulasi pasokan sebesar 120,69 juta ETH, tanpa batas maksimum suplai.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (FDV) berada di kisaran $353,53 miliar, relatif sejalan dengan kapitalisasi pasar aktualnya.

Tingginya volume perdagangan menunjukkan minat investor terhadap Ethereum masih terjaga.

Namun, kondisi pasar yang cenderung risk-off membuat banyak pelaku memilih bersikap defensif, terutama di tengah tekanan harga jangka pendek.

Pergerakan ETH juga masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara keseluruhan, termasuk pergerakan Bitcoin dan arah likuiditas global.

Sinyal Teknikal: Support Kritis Mulai Diuji

Dari sudut pandang teknikal, Ethereum saat ini berada di area krusial. Penurunan 2,05% dalam tujuh hari terakhir mengindikasikan tekanan bearish masih aktif.

Level $2.900 kini menjadi area support penting yang perlu dipertahankan. Jika level ini jebol, Ethereum berpotensi melanjutkan koreksi ke zona yang lebih rendah.

Sebaliknya, untuk membalikkan sentimen jangka pendek, ETH perlu kembali menembus dan bertahan di atas $3.000, yang kini berfungsi sebagai resistance psikologis utama.

Pergerakan harga yang relatif datar dalam satu jam terakhir menunjukkan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski harga Ethereum masih berada dalam tekanan, fundamental jangka panjang ETH tetap dinilai kuat.

Ethereum masih menjadi fondasi utama bagi ekosistem DeFi, NFT, Web3, dan smart contract, dengan tingkat adopsi yang luas.

Namun, dalam jangka pendek, pergerakan harga ETH diperkirakan masih akan fluktuatif, mengikuti dinamika sentimen global dan kondisi pasar kripto secara umum.

Tanpa katalis kuat, Ethereum berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Baca Juga: Harga ETH Hari Ini Bergerak Datar, Ethereum Konsolidasi di $2.900-an

Harga Ethereum hari ini yang turun ke level $2.929 mencerminkan tekanan jangka pendek yang masih membayangi pasar.

Meski demikian, volume perdagangan ETH yang tetap tinggi menunjukkan minat investor belum sepenuhnya surut.

Investor disarankan mencermati pergerakan ETH di sekitar level support dan resistance utama sambil tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lonjakan Volume Picu Aksi Beli Agresif

Harga APRO (AT) hari ini mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, token AT diperdagangkan di level $0,155564 per AT, menguat signifikan sekitar 46,52% secara harian.

Reli harga ini turut mendorong kapitalisasi pasar APRO ke kisaran $38,89 juta, menempatkannya sebagai salah satu aset kripto dengan performa harian terbaik saat ini.

Lonjakan harga AT terjadi seiring dengan melonjaknya volume perdagangan 24 jam yang mencapai $169,78 juta, jauh melampaui kapitalisasi pasarnya.

Rasio volume terhadap market cap yang tinggi ini mengindikasikan adanya aktivitas trading agresif, baik dari trader jangka pendek maupun spekulan yang memburu momentum.

Baca Juga: Mengenal APRO: Penghubung Data Dunia Nyata ke Blockchain

Pergerakan Harga AT Tunjukkan Volatilitas Tinggi

Secara intraday, harga APRO bergerak di rentang $0,104764 hingga $0,175643, mencerminkan volatilitas yang sangat tinggi dalam satu hari perdagangan.

Setelah menyentuh level tertinggi harian, harga AT sedikit terkoreksi, namun tetap bertahan di zona hijau. Dalam skala mingguan, performa AT terlihat semakin impresif.

Token ini tercatat menguat sekitar 65,27% dalam tujuh hari terakhir, memperkuat narasi bahwa AT tengah berada dalam fase momentum bullish jangka pendek.

Namun jika ditarik ke periode yang lebih panjang, pergerakan AT masih terbilang fluktuatif.

Dalam 30 hari terakhir, harga AT masih terkoreksi sekitar 26,63%, dan dalam 60 hari, penurunannya mencapai lebih dari 52%.

Sebaliknya, secara 90 hari, AT justru mencatat kenaikan sekitar 55,30%, menandakan pola pergerakan harga yang tidak linier dan sangat dipengaruhi sentimen pasar.

Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga APRO (AT/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Volume Tinggi Jadi Katalis Utama

Salah satu faktor utama di balik lonjakan harga APRO adalah lonjakan volume perdagangan. Dengan volume harian mendekati $170 juta, likuiditas AT melonjak drastis dibanding periode sebelumnya.

Kondisi ini sering kali menjadi sinyal masuknya minat spekulatif yang kuat, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan volatilitas.

Namun, volume tinggi juga perlu dicermati secara hati-hati. Dalam banyak kasus, lonjakan volume ekstrem dapat diikuti oleh fase koreksi jika aksi ambil untung mulai mendominasi pasar.

Struktur Suplai dan Risiko Dilusi

Dari sisi tokenomics, APRO memiliki sirkulasi pasokan sebesar 250 juta AT, atau sekitar 25% dari total suplai maksimum 1 miliar AT.

Artinya, masih terdapat porsi suplai yang cukup besar yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan.

Kondisi ini tercermin pada Fully Diluted Valuation (FDV) APRO yang mencapai sekitar $155,55 juta, jauh lebih tinggi dibanding kapitalisasi pasar saat ini.

Bagi investor, perbedaan ini menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan, karena potensi dilusi suplai dapat memengaruhi pergerakan harga jangka menengah hingga panjang.

Sinyal Teknikal: Momentum Kuat, Tapi Perlu Waspada

Secara teknikal, lonjakan 46% dalam satu hari menunjukkan momentum yang sangat kuat. Namun, pergerakan harga yang terlalu cepat sering kali diikuti oleh fase konsolidasi atau koreksi sehat.

Terlebih, perubahan harga 1 jam terakhir yang tercatat -1,35% bisa menjadi indikasi awal aksi ambil untung jangka pendek.

Area $0,15 kini menjadi level psikologis penting yang perlu dipertahankan agar momentum bullish tetap terjaga.

Sementara itu, area $0,175–$0,18 berpotensi menjadi resistance terdekat jika harga kembali mencoba melanjutkan kenaikan.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!

Lonjakan harga APRO (AT) hari ini menandai meningkatnya minat pasar terhadap token ini, didorong oleh volume perdagangan yang sangat tinggi dan momentum jangka pendek yang kuat.

Meski demikian, volatilitas ekstrem dan struktur suplai yang belum sepenuhnya beredar membuat investor perlu tetap berhati-hati.

Bagi trader, AT menawarkan peluang dari sisi momentum. Sementara bagi investor jangka menengah, pemantauan terhadap distribusi suplai dan stabilitas harga menjadi kunci sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token BIFI Turun Drastis: Harga Beefy.Finance Anjlok 16% Setelah Reli

Harga Beefy.Finance (BIFI), yang kerap dijuluki komunitas kripto sebagai token “daging” karena suplainya yang sangat terbatas, mengalami koreksi tajam pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data terbaru, harga BIFI tercatat di level $252,30 per BIFI, turun sekitar 16,57% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan signifikan ini terjadi setelah BIFI mencatat reli agresif dalam beberapa pekan terakhir.

Meski terkoreksi harian, performa jangka menengah token ini masih menunjukkan tren positif, memicu perdebatan di kalangan trader apakah koreksi ini sekadar aksi ambil untung atau awal pembalikan arah.

Baca Juga: Pasokan Terbatas, Harga Beefy.Finance (BIFI) Melesat 89%!

Koreksi Tajam di Tengah Volume Tinggi

Seiring turunnya harga, volume perdagangan 24 jam BIFI justru mencapai $21,24 juta, hampir menyamai kapitalisasi pasar sebesar $20,18 juta.

Rasio volume terhadap market cap yang sangat tinggi ini menandakan aktivitas jual beli yang intens, khas fase distribusi setelah lonjakan harga besar.

Dalam satu hari perdagangan, harga BIFI tercatat turun sekitar $46,59, mencerminkan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar jangka pendek.

Bahkan dalam satu jam terakhir, harga masih melemah sekitar 3,31%, mengindikasikan volatilitas belum sepenuhnya mereda.

Dari Reli Kencang ke Koreksi Sehat?

Meski terlihat dramatis secara harian, koreksi harga BIFI perlu dilihat dalam konteks pergerakan yang lebih luas.

Dalam 30 hari terakhir, harga BIFI justru melonjak lebih dari 116%, sementara dalam 60 hari menguat hampir 80%, dan dalam 90 hari naik sekitar 52%.

Bahkan secara mingguan, BIFI masih mencatatkan kenaikan impresif sekitar 145%, menjadikannya salah satu token DeFi dengan performa terbaik dalam periode tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa penurunan hari ini kemungkinan besar dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli ekstrem, bukan semata-mata perubahan fundamental mendadak.

Pergerakan harga Beefy.finance (BIFI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Beefy.finance (BIFI/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Token “Daging” dengan Suplai Super Terbatas

Salah satu keunikan utama Beefy.Finance adalah struktur suplai tokennya. BIFI memiliki total dan maksimum suplai hanya 80.000 token, dan seluruhnya telah beredar di pasar.

Artinya, tidak ada risiko inflasi atau unlock token di masa depan, sebuah karakteristik langka di dunia kripto.

Dengan suplai yang sangat terbatas, pergerakan harga BIFI cenderung sangat sensitif terhadap perubahan permintaan.

Lonjakan minat sedikit saja bisa mendorong harga naik tajam, namun sebaliknya, tekanan jual dalam jumlah relatif kecil juga dapat memicu koreksi besar.

Karakteristik inilah yang membuat BIFI dijuluki sebagai token “daging” yang langka, bernilai, namun pergerakannya bisa ekstrem.

Perspektif Teknikal: Waspada Volatilitas

Dari sudut pandang teknikal, koreksi 15–16% dalam sehari setelah reli ratusan persen masih tergolong wajar dalam pasar kripto, khususnya untuk token dengan suplai kecil.

Namun, trader perlu mencermati apakah harga mampu bertahan di zona support terdekat untuk menjaga struktur tren naik.

Jika tekanan jual berlanjut, BIFI berpotensi memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah selanjutnya.

Sebaliknya, jika volume mulai menurun dan harga stabil, koreksi ini bisa menjadi fondasi untuk pergerakan lanjutan.

Baca Juga: Beefy Finance (BIFI) Melonjak 23% Berkat Peluang Yield di Sei Network

Penurunan harga Beefy.Finance (BIFI) hari ini menandai fase koreksi tajam setelah reli besar yang mengesankan.

Meski token “daging” ini turun drastis secara harian, performa jangka menengahnya masih mencerminkan tren bullish yang kuat.

Dengan suplai super terbatas dan kapitalisasi pasar yang relatif kecil, BIFI tetap menjadi aset berisiko tinggi dengan potensi volatilitas ekstrem.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko, terutama di tengah pergerakan harga yang cepat dan tidak terduga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Disinyalir Masuk Fase Akumulasi, Level US$0,15 Jadi Kunci

Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah seorang analis kripto menilai pergerakan harganya saat ini mengulang pola akumulasi besar seperti yang terjadi pada 2020, sebelum reli tajam pada 2021.

Analis kripto Cryptollica (@Cryptollica di X) dalam analisis mingguan di TradingView pada 23 Desember 2025 menyebut grafik Dogecoin sedang membentuk rounded base atau dasar membulat, dengan volatilitas yang menurun dan momentum yang dianggap “di-reset”. Kondisi ini ia sebut sebagai fase “calm before the storm”.

Dalam analisis berjudul “DOGE: The Cycle Repeats (1W Timeframe)”, Cryptollica menyatakan struktur harga Dogecoin saat ini merupakan fractal setup yang “tekstual”, mengacu pada empat titik struktur historis dalam siklus jangka panjang DOGE. Menurutnya, pasar kini berada di “Point 4”, yang dinilai mirip dengan fase akumulasi sebelum bull run sebelumnya.

Volatilitas Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin 2025: Sempat Tembus US$58 Miliar, Kini Harga Anjlok 65%

Dilaporkan Trading View, Cryptollica menjelaskan bahwa Zona 1 dan Zona 2 pada siklus terdahulu merupakan fase “kebosanan”, di mana volatilitas rendah dan harga bergerak mendatar, namun justru menjadi periode akumulasi. Zona 2 bahkan disebut sebagai landasan awal reli parabolik Dogecoin pada 2021. Kondisi saat ini, yang ia sebut sebagai Zona 4, diklaim menunjukkan pola serupa dengan pembentukan dasar harga yang kuat.

Selain struktur harga, indikator Relative Strength Index (RSI) juga menjadi dasar argumen. Cryptollica menyoroti level RSI mingguan di sekitar 32 yang menurutnya berulang kali menjadi “lantai historis”. Ia menyatakan bahwa setiap kali RSI mingguan DOGE menyentuh area tersebut pada siklus sebelumnya, hal itu menandai titik dasar makro. Saat ini, RSI dinilai kembali berada di area tersebut, yang diinterpretasikan sebagai tanda kelelahan penjual.

Meski demikian, tidak semua pihak sepenuhnya sepakat. Pengguna TradingView lain, ZarinSyed, memberikan catatan kehati-hatian. Ia menilai analisis fraktal memang menarik, namun tidak bersifat deterministik. Menurutnya, kondisi makro dan arus likuiditas dapat mengubah hasil yang diharapkan.

Pergerakan Dogecoin

ZarinSyed menyebut konfirmasi bullish baru akan lebih valid jika Dogecoin mampu mencatatkan penutupan mingguan di atas kisaran US$0,15–US$0,17. Ia juga menambahkan bahwa indikator RSI idealnya perlu bergerak stabil di atas level tengah 50 untuk mengonfirmasi perubahan momentum. Tanpa itu, DOGE berisiko bergerak sideways dalam waktu lebih lama.

Selain itu, ia menyoroti perbedaan konteks pasar. Berbeda dengan 2020, pasar kripto saat ini dinilai lebih matang dengan pengaruh aliran dana institusional, termasuk produk berbasis ETF, yang dapat membuat pola berbasis ritel tidak sepenuhnya berulang.

Secara keseluruhan, klaim Cryptollica menempatkan Dogecoin pada fase akumulasi dengan keyakinan tinggi dalam kerangka waktu mingguan. Namun, sejumlah pelaku pasar menilai konfirmasi lanjutan tetap diperlukan sebelum menyimpulkan bahwa DOGE benar-benar siap mengulang reli besar seperti siklus sebelumnya.

Baca juga: Dogecoin Tertekan Jelang Akhir Tahun, Harga Terjebak di $0,12


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin IoT Paling Panas Hari Ini, Kapitalisasi Pasar Nomor 1 Bikin Kaget

Kategori Internet of Things (IoT) Tokens kembali mencuri perhatian pasar kripto. Sejumlah altcoin di sektor ini mencatatkan kapitalisasi pasar besar serta lonjakan harga dalam 7 hari terakhir.

Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, berikut 3 top altcoin IoT tokens dengan performa paling menonjol dikutip CoinMarketCap.

1. XPIN Network (XPIN) Jadi Penguasa IoT Tokens

XPIN Network menempati posisi teratas sebagai altcoin IoT dengan kapitalisasi pasar terbesar. Token ini diperdagangkan di harga $0.002590, dengan kenaikan 21.43% dalam 24 jam dan 33.94% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar XPIN tercatat mencapai $45,797,274, sementara volume perdagangan 24 jam berada di angka $15,658,516. Jumlah suplai beredar mencapai 6.14B XPIN dari total suplai 17.68B XPIN, menjadikannya salah satu proyek IoT paling aktif saat ini.

2. Bless (BLESS) Menguntit di Posisi Kedua

Di peringkat kedua, Bless (BLESS) menunjukkan performa solid dengan harga $0.01217. Token ini mencatatkan kenaikan 8.91% dalam 24 jam dan 19.55% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar BLESS berada di angka $22,428,070, dengan volume transaksi harian mencapai $3,992,175. Saat ini, suplai beredar BLESS tercatat 358.76M token dari total suplai 1.84B BLESS.

Baca juga: Meledak di Pasar Kripto, 3 Altcoin DePIN Catat Lonjakan Gila dalam 7 Hari

3. Streamr (DATA) Tetap Stabil di Jalur IoT

Streamr (DATA) menempati posisi berikutnya sebagai altcoin IoT dengan kapitalisasi pasar terbesar. DATA diperdagangkan di harga $0.005866, naik 3.39% dalam 24 jam dan 9.37% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar DATA mencapai $7,204,764, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $1,084,941. Total suplai beredar tercatat 184.14M DATA dari total suplai 1.22B DATA.

Penutup

Sektor IoT Tokens terus menunjukkan potensi pertumbuhan di tengah berkembangnya adopsi teknologi perangkat pintar dan jaringan terdesentralisasi. XPIN Network, Bless, dan Streamr saat ini menjadi 3 altcoin IoT teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan pergerakan harga yang patut diperhatikan oleh pelaku pasar kripto.

Namun demikian, investor tetap disarankan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas pasar kripto yang masih tinggi.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SOL Rebound ke US$123, Open Interest Naik Tajam dan RSI Positif

Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat setelah sempat tertekan selama beberapa hari terakhir. Pada sesi perdagangan Eropa Jumat (Boxing Day), SOL diperdagangkan di kisaran US$123,5, pulih dari level terendah US$120 yang tercatat pada Hari Natal.

Penurunan sebelumnya menandai titik terendah enam hari dan terjadi setelah empat hari berturut-turut penutupan bearish. Namun, pelemahan tersebut berlangsung dengan volume harian yang menurun, mengindikasikan tekanan jual yang mulai kehilangan tenaga.

Pemulihan Harga Mulai Terlihat

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pemulihan harga mulai terlihat sejak sesi Asia, ketika Solana melonjak sekitar 4% dari penutupan sebelumnya dan berhasil kembali ke atas level US$124. Kenaikan ini sempat diikuti koreksi singkat ke area US$121,7, tetapi harga kembali memantul dan bertahan di sekitar US$123,5, mencerminkan minat beli yang kembali menguat.

Dari sisi data derivatif, sinyal penguatan semakin terlihat. Open interest Solana melonjak sekitar 8%, dari US$2,7 miliar menjadi US$2,93 miliar, menunjukkan masuknya modal baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi short. Selain itu, funding rate naik dari 0,0 ke 0,07, menandakan trader posisi long bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka, sebuah indikasi meningkatnya sentimen bullish.

Meski demikian, rasio long-to-short dalam jangka sangat pendek masih bergerak fluktuatif, mengisyaratkan bahwa keyakinan bullish belum sepenuhnya merata di kalangan trader intraday.

Dilaporkan Traders Union, jika ditarik lebih luas, data sejak akhir pekan lalu menunjukkan pola akumulasi yang konsisten. Saat harga Solana melemah sepanjang pekan, rasio long-to-short justru meningkat dari 3,3 ke 5,0, menandakan banyak pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk membeli. Tekanan beli ini kini mulai tercermin dalam pemulihan harga dan membuka peluang terjadinya pergerakan lanjutan ke atas.

Baca juga: Investor Diam-Diam Borong Solana Rp5 Triliun, Harga SOL Siap Bangkit?

Analisis Teknikal SOL

Dari sisi teknikal, resistensi terdekat berada di area EMA 50 time frame 4 jam di sekitar US$124,7. Sementara itu, EMA 100 berada di dekat US$127, memperkuat zona suplai krusial di rentang US$127–US$129. Penembusan dan penutupan harga di atas area tersebut berpotensi menjadi sinyal perubahan struktur pasar jangka pendek ke arah bullish.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam turut mendukung skenario ini. RSI telah bangkit dari area mendekati oversold di level 36 dan kembali memasuki wilayah yang lebih konstruktif, menandakan momentum naik yang mulai terbentuk.

Kombinasi antara kenaikan open interest, funding rate positif, dan penguatan RSI membuka peluang bagi Solana untuk menguji level yang lebih tinggi dalam waktu dekat, terutama jika volume perdagangan meningkat saat harga menembus resistensi US$127. Sebelumnya, tekanan di sekitar US$121 sempat dipicu oleh likuidasi posisi long berleverage, namun kondisi pasar kini menunjukkan sinyal yang lebih kondusif bagi pemulihan lanjutan.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

Tekanan jual kembali membayangi XRP menjelang akhir 2025. Aset kripto ini gagal bertahan di atas level psikologis US$2, memicu perubahan sentimen pasar ke arah yang lebih defensif. Penurunan minat pada perdagangan derivatif, meningkatnya kehati-hatian investor ritel, serta isu token unlock yang akan datang menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga.

Di tengah sentimen negatif tersebut, muncul pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah kondisi ini menandai berakhirnya peluang XRP, atau justru menjadi fase transisi sebelum pasar menemukan momentum baru?

Minat Derivatif Menurun, Trader Spekulatif Mundur

Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas investor XRP, terutama di pasar derivatif. Open interest XRP futures di Binance tercatat turun ke kisaran US$453 juta, level terendah sejak akhir 2024. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal 2025, ketika open interest sempat melampaui US$1 miliar seiring reli harga dan meningkatnya aktivitas spekulatif.

Penurunan tersebut mencerminkan keluarnya trader jangka pendek yang sebelumnya mengandalkan leverage tinggi. Berkurangnya leverage membuat pasar kehilangan dorongan agresif, sehingga pergerakan harga menjadi lebih lambat dan cenderung tidak stabil. Namun di sisi lain, kondisi ini juga mengurangi risiko likuidasi besar yang kerap terjadi saat pasar terlalu padat oleh posisi spekulatif.

Secara historis, fase open interest rendah pada XRP kerap menjadi periode peralihan, di mana aktivitas perdagangan mulai bergeser dari derivatif ke pasar spot. Meski demikian, peralihan ini biasanya membutuhkan waktu sebelum pasar menemukan arah yang lebih jelas.

Baca juga: XRP Jaga Support $1,77, Jalan Menuju $2 Terbuka Jelang Akhir Tahun

Investor Ritel Tertekan, Likuiditas Jadi Sorotan

Dilaporkan Crypto Harian, tekanan terhadap investor ritel juga semakin terasa. Sejumlah analis menilai pelemahan harga XRP saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dibandingkan penurunan fundamental. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa institusi besar cenderung menarik likuiditas dari pasar ritel untuk memperbaiki posisi keuangan mereka setelah kinerja kuartalan yang kurang memuaskan.

Kondisi ini membuat investor ritel berada dalam posisi rentan, terutama ketika keputusan diambil berdasarkan emosi dan ekspektasi jangka pendek. Situasi tersebut diperburuk oleh kegagalan berbagai prediksi harga optimistis sebelumnya, yang kemudian digantikan narasi penenang tanpa evaluasi risiko yang memadai.

Token Unlock Jadi Faktor Sentimen Negatif

Sentimen negatif pasar semakin kuat dengan adanya jadwal token unlock XRP pada awal Januari 2026. Meski Ripple secara historis mengembalikan sebagian besar token yang dibuka ke escrow, pasar tetap merespons isu ini dengan kewaspadaan tinggi.

Potensi tambahan likuiditas, meski relatif terbatas, dinilai dapat memicu tekanan jual baru di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh. Akibatnya, banyak pelaku pasar memilih bersikap menunggu hingga terdapat kepastian lebih lanjut.

Harga XRP di Fase Kritis

Dari sisi teknikal, XRP berada dalam kondisi yang menantang. Harga saat ini bergerak di sekitar US$1,87 setelah turun di bawah area penting US$2,00 dan US$1,90. Struktur pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan negatif dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.

Level US$1,80 menjadi batas bawah krusial. Jika area ini ditembus secara tegas, koreksi berpotensi berlanjut hingga awal 2026. Sebaliknya, untuk mengubah struktur harga menjadi lebih konstruktif, XRP perlu menembus area resistensi awal di US$2,22. Tanpa penembusan level tersebut, setiap kenaikan harga dinilai masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Indikator teknikal seperti EMA menunjukkan harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, sementara RSI mencerminkan dominasi tekanan jual. Kombinasi ini menegaskan bahwa momentum negatif masih mendominasi pasar.

Harapan Jangka Menengah Masih Ada

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Di luar tekanan jangka pendek, wacana regulasi yang lebih jelas pada 2026, termasuk pembahasan kerangka CLARITY, memberikan secercah harapan bagi XRP dalam jangka menengah hingga panjang. Regulasi yang konsisten dinilai berpotensi menciptakan keseimbangan baru antara institusi dan investor ritel.

Namun hingga kepastian tersebut benar-benar terwujud, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif.

Kesimpulan

XRP saat ini berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian. Penurunan minat spekulatif, dinamika likuiditas, serta isu token unlock membentuk sentimen pasar yang cenderung negatif. Dalam kondisi ini, manajemen risiko menjadi faktor kunci bagi investor.

Analis menilai keputusan berbasis emosi dan euforia berpotensi memperbesar kerugian. Pendekatan yang lebih disiplin, dengan fokus pada konfirmasi pergerakan harga dan kesadaran risiko, dinilai penting agar pelaku pasar dapat bertahan tanpa terjebak kepanikan maupun optimisme berlebihan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com