Tag Archives: btc

Harga Bitcoin Hari Ini Tembus $114 Ribu, Prediksi BTC Siap ATH?

Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian dunia keuangan setelah harganya bertahan kokoh di level enam digit.

Untuk diketahui, harga Bitcoin saat ini tercatat di $114,390.64 per BTC, dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,279.60 miliar USD.

Meski secara harian mengalami sedikit koreksi sebesar -0.03%, tren jangka menengah dan panjang menunjukkan momentum positif yang terus menguat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke $113.700: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Kinerja Harga: Stabil Namun Mengarah Naik

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin mencatat lonjakan harga sebesar $6,917.80 atau +6.43%, memperlihatkan bahwa meskipun volatilitas harian tetap ada, arah pergerakan pasar masih condong ke atas.

Pada periode 60 hari, kenaikan lebih terbatas di angka +0.57%, tetapi data 90 hari menunjukkan penguatan +5.29%, mempertegas bahwa BTC masih berada dalam fase bullish.

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $112,740.56 (terendah) hingga $114,746.53 (tertinggi).

Meski sempat terkoreksi tipis dalam satu pekan terakhir, BTC masih bertahan dekat rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12.

Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.93 juta BTC atau 94.9% dari total pasokan maksimum, kelangkaan (scarcity) menjadi faktor fundamental yang terus memperkuat daya tarik aset ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 1 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Utama Kenaikan Bitcoin

  1. Arus Masuk Dana Institusional melalui ETF
    Lonjakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir tak lepas dari derasnya arus modal institusional ke produk-produk ETF kripto. Dengan regulasi yang kian ramah, investor institusi semakin percaya diri menempatkan dana mereka di BTC sebagai lindung nilai (hedging) sekaligus aset investasi jangka panjang.
  2. Kesadaran Pasar Akan Kelangkaan BTC
    Dengan total suplai yang hampir mencapai batas maksimum, pasar semakin menyadari pentingnya memiliki BTC sebelum pasokan habis. Faktor ini diperkuat oleh aksi penarikan Bitcoin dari bursa ke wallet pribadi, tanda bahwa investor lebih memilih menyimpannya ketimbang menjual.
  3. Stabilitas Ekonomi Global dan Inflasi
    Ketidakpastian geopolitik serta fluktuasi mata uang fiat membuat banyak investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin, dengan sifat desentralisasi dan keterbatasan pasokannya, menjadi alternatif utama selain emas.
  4. Momentum Psikologis Menjelang Halving
    Walau halving Bitcoin berikutnya masih beberapa bulan lagi, antisipasi pasar sudah terasa. Secara historis, periode menjelang halving selalu mendorong harga naik karena ekspektasi penurunan suplai baru.

Prospek Bitcoin: Menembus Rekor Baru?

Dengan harga saat ini yang sudah mendekati $115,000, banyak analis memprediksi Bitcoin siap menguji kembali level tertingginya di $124,457.12.

Jika momentum bullish tetap terjaga, level psikologis $130,000 bukan mustahil tercapai sebelum akhir tahun. Namun, proyeksi ini tetap dibayangi risiko:

  • Kebijakan Moneter Global: Jika bank sentral memperketat suku bunga, aset berisiko seperti kripto bisa tertekan.
  • Regulasi: Walau tren saat ini cenderung positif, potensi aturan baru yang terlalu ketat dapat menimbulkan volatilitas jangka pendek.
  • Sentimen Pasar: Seperti biasa, berita makroekonomi, geopolitik, atau insiden besar di industri kripto bisa memicu aksi jual mendadak.

Meski begitu, arah jangka panjang tampak jelas. Bitcoin semakin diterima sebagai bagian dari portofolio investasi global, baik oleh ritel maupun institusi.

Dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $57.82 miliar USD, likuiditas pasar tetap terjaga, memperlihatkan minat yang masih tinggi terhadap aset digital terbesar ini.

Baca Juga: Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Bitcoin saat ini berada di fase krusial. Koreksi harian kecil bukanlah sinyal pelemahan, melainkan bagian alami dari siklus pasar.

Dengan dukungan arus masuk ETF, meningkatnya adopsi institusional, dan faktor fundamental berupa kelangkaan, BTC diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang.

Apabila momentum bullish berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mencetak rekor harga baru, sekaligus mempertegas posisinya sebagai aset digital paling berpengaruh di dunia.

Kuartal IV 2025 bisa menjadi panggung sejarah bagi BTC untuk melangkah lebih jauh, dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen utama dalam sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Naik ke $113.700: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Bitcoin kembali menunjukkan dominasinya di pasar kripto dengan kenaikan harga signifikan.

Berdasarkan data terbaru, harga BTC hari ini berada di kisaran $113.705,35 per BTC, naik sekitar +1,73% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini menyentuh $2,26 triliun USD, mempertegas posisinya sebagai aset digital terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Baca Juga: Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Pergerakan Harga Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111.860 hingga $114.836, mendekati level psikologis $115.000.

Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124.457, tren bullish jangka pendek menunjukkan minat beli yang kuat.

  • Perubahan harian: +$1.987,58 (+1,78%)
  • Perubahan 30 hari: +$5.130,70 (+4,72%)
  • Perubahan 90 hari: +$6.656,47 (+6,21%)

Kenaikan ini menandai pemulihan Bitcoin setelah sempat terkoreksi pada periode 60 hari lalu, di mana harga turun sekitar -0,84%.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

1. Optimisme Pasar Global

Investor kembali menunjukkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto, setelah adanya sinyal positif dari pasar keuangan global. Sentimen ini turut mendorong aliran modal masuk ke Bitcoin sebagai aset utama dalam ekosistem kripto.

2. Dominasi Institusional

ETF Bitcoin spot yang diluncurkan pada awal tahun terus menarik arus masuk modal. Produk keuangan ini memudahkan investor institusional untuk berinvestasi di Bitcoin tanpa harus memegang aset fisiknya.

Data terbaru menunjukkan lonjakan volume transaksi ETF Bitcoin, menjadi salah satu katalis penguatan harga.

3. Keterbatasan Pasokan

Dengan 19,93 juta BTC yang telah beredar dari total maksimum 21 juta BTC, ketersediaan Bitcoin semakin langka.

Hal ini menjadi faktor fundamental yang selalu menopang nilai BTC dalam jangka panjang. Investor menilai kelangkaan ini sebagai aset lindung nilai, mirip dengan emas, terutama ketika inflasi dan ketidakpastian ekonomi meningkat.

4. Kondisi Pasar Kripto Lebih Stabil

Meskipun volatilitas masih ada, pasar kripto relatif lebih stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks Fear and Greed untuk kripto menunjukkan pergeseran ke arah “Greed” (optimisme), mengindikasikan bahwa investor semakin percaya diri untuk kembali masuk ke pasar.

5. Tekanan Likuiditas Altcoin

Banyak investor memilih Bitcoin sebagai aset “safe haven” di dunia kripto dibanding altcoin yang cenderung lebih fluktuatif. Perpindahan modal ini juga ikut memperkuat harga BTC dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak dan Prospek ke Depan

Kenaikan Bitcoin ke level $113.700 memberikan beberapa sinyal penting:

  1. Level Support Baru
    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $113.000, maka area ini bisa menjadi level support yang kuat untuk kenaikan lebih lanjut menuju $118.000 – $120.000.
  2. Potensi Uji ATH
    Rekor tertinggi Bitcoin masih berada di $124.457. Dengan tren saat ini dan masuknya arus dana baru dari investor institusional, potensi untuk kembali menguji rekor tersebut semakin terbuka.
  3. Risiko Koreksi
    Meski tren saat ini cenderung bullish, pasar kripto tetap rawan koreksi mendadak. Volatilitas jangka pendek, tekanan regulasi, maupun pergerakan makroekonomi global bisa memicu aksi ambil untung (profit-taking).
  4. Faktor Halving
    Halving Bitcoin berikutnya, yang diperkirakan terjadi pada 2028, masih menjadi faktor psikologis yang diperhitungkan. Sejarah mencatat, periode pasca-halving seringkali memicu tren bullish jangka panjang.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Crash! Bitcoin Siap Bangkit Lagi?

Kenaikan harga Bitcoin menuju $113.700 memperlihatkan bahwa minat investor terhadap aset kripto terbesar ini tetap tinggi.

Kombinasi antara optimisme pasar global, dukungan institusional melalui ETF, serta sifat kelangkaan Bitcoin membuat BTC semakin kokoh sebagai aset digital utama.

Bagi investor, momentum ini bisa menjadi peluang untuk masuk atau memperkuat posisi, meskipun tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Dengan tren yang masih positif, Bitcoin berpeluang menguji kembali level tertinggi sepanjang masanya dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: 

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kuat! Kenaikan 2% Bitcoin Picu Harapan Bull Run Baru

Pasar kripto kembali bergairah setelah Bitcoin (BTC), sang raja aset digital, menunjukkan penguatan harga signifikan dalam 24 jam terakhir.

Per Senin ini, harga Bitcoin tercatat di level $111,752.94 per BTC, naik +2.04% dibandingkan sehari sebelumnya.

Lonjakan ini langsung memberi sinyal positif bagi pasar yang dalam beberapa minggu terakhir lebih banyak diwarnai sentimen bearish.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,226.95 miliar USD dan volume perdagangan harian sebesar $37.10 miliar USD, Bitcoin kembali menegaskan dominasinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Namun, pertanyaannya: apa yang menjadi pendorong kenaikan harga kali ini, dan bagaimana proyeksi BTC ke depannya?

Baca Juga: Altseason di Depan Mata? Dominasi Bitcoin Runtuh Lagi

Kenaikan Harga Bitcoin Hari Ini

Berdasarkan data pasar:

  • Harga BTC saat ini: $111,752.94
  • Kenaikan 24 jam: +$2,235.30 (+2.04%)
  • Kapitalisasi pasar: $2.22 triliun
  • Volume perdagangan: $37.10 miliar
  • Sirkulasi pasokan: 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan +3.24%, meskipun masih dibayangi koreksi -5.63% dalam 60 hari terakhir. Namun, jika ditarik ke horizon 90 hari, BTC tetap berada di jalur hijau dengan kenaikan +4.23%.

Pergerakan harian menunjukkan volatilitas sehat, dengan terendah 24 jam di $109,236.95 dan tertinggi $112,375.48. Angka ini memberi ruang bagi spekulasi bahwa level support baru mungkin terbentuk di kisaran $110,000.

Faktor Pendorong Kenaikan BTC

Beberapa faktor kunci yang memengaruhi reli harga Bitcoin kali ini antara lain:

  1. Pemulihan Sentimen Pasar
    Setelah beberapa hari tekanan jual, investor tampaknya kembali masuk ke pasar, terutama didorong oleh ekspektasi bahwa koreksi jangka menengah sudah mendekati titik jenuh.
  2. Likuiditas yang Menguat
    Volume perdagangan harian sebesar $37 miliar menunjukkan adanya arus masuk modal yang cukup besar. Lonjakan ini sering kali menjadi sinyal awal pergerakan bullish lebih panjang.
  3. Dukungan Fundamental
    Narasi jangka panjang Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan aset digital paling aman terus mendukung permintaan, terutama di kalangan investor institusional.
  4. Spekulasi Pra-Halving
    Meski halving berikutnya masih beberapa bulan lagi, sejarah menunjukkan bahwa periode pra-halving biasanya diwarnai oleh akumulasi besar-besaran yang sering memicu tren naik.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga Bitcoin

Kenaikan harga 2% dalam sehari memang memberi optimisme, namun bagaimana gambaran jangka pendek dan panjangnya?

  • Jangka Pendek (1–2 minggu):
    Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa menguji resistance kuat di kisaran $115,000–$118,000. Namun, jika gagal menembus, potensi konsolidasi kembali ke level $110,000 sangat mungkin terjadi.
  • Jangka Menengah (1–3 bulan):
    Dengan tren makro yang mulai membaik, BTC berpotensi mencoba mendekati $120,000. Level ini krusial karena cukup dekat dengan rekor tertinggi $124,457.12.
  • Jangka Panjang:
    Faktor halving, pertumbuhan adopsi institusional, dan meningkatnya adopsi aset kripto global menjadi katalis utama. Jika ketiganya bergerak selaras, Bitcoin berpotensi menembus rekor tertingginya dan membuka jalan menuju $130,000 atau lebih.

Baca Juga: Bitcoin Melemah ke $109 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Kenaikan +2% dalam 24 jam mungkin terlihat kecil, tetapi dalam konteks Bitcoin yang bernilai lebih dari $111,000, pergerakan ini mencerminkan kepercayaan pasar yang mulai pulih.

Lonjakan volume perdagangan dan sentimen positif menjadi sinyal bahwa tren bearish beberapa minggu terakhir mungkin mulai berbalik.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan. Investor diimbau untuk selalu memperhatikan level support dan resistance penting sebelum mengambil keputusan.

Saat ini, Bitcoin kembali menjadi sorotan utama pasar kripto. Jika momentum ini bisa bertahan, BTC mungkin sedang bersiap menuju reli besar berikutnya yang bisa mengguncang pasar global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Melemah ke $109 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah setelah sempat mencatat kenaikan tipis di awal pekan.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (28/9), harga Bitcoin berada di level $109.414,48 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,18 triliun.

Angka ini menandai penurunan sekitar 0,31% dalam 24 jam terakhir, sementara pergerakan mingguan menunjukkan koreksi lebih tajam di kisaran -5,38%.

Meskipun koreksi ini relatif kecil dalam hitungan harian, tren konsolidasi yang berlangsung selama beberapa minggu terakhir membuat para pelaku pasar bertanya-tanya: apakah ini sekadar retracement sehat atau sinyal awal tekanan lebih lanjut?

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

Performa Jangka Pendek hingga Menengah

Jika ditarik dalam periode lebih panjang, pergerakan Bitcoin masih menunjukkan pola yang campuran:

  • 30 hari terakhir: turun -1,64%
  • 60 hari terakhir: turun -7,23%
  • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan tipis +1,03%

Data ini memperlihatkan bahwa, meski Bitcoin masih mampu bertahan di atas level psikologis $100.000, tren jangka menengahnya cenderung melemah.

Hal ini menegaskan adanya fase konsolidasi setelah harga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 beberapa waktu lalu.

Tekanan dari Pasar Global

Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi arah pergerakan Bitcoin:

  1. Kebijakan moneter global
    Bank sentral utama, terutama Federal Reserve AS, masih mempertahankan nada hati-hati dalam suku bunga. Hal ini membuat investor institusional cenderung menahan diri dari masuk lebih agresif ke aset berisiko seperti kripto.
  2. Sentimen makroekonomi
    Ketidakpastian pasar ekuitas dan gejolak harga energi juga memengaruhi arus modal global. Saat volatilitas meningkat, investor cenderung mencari aset yang lebih aman, sehingga arus dana ke Bitcoin ikut tertekan.
  3. Volume perdagangan yang mengecil
    Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan BTC tercatat hanya $25,03 miliar, turun signifikan dibanding rata-rata bulanan. Penurunan volume ini biasanya menjadi sinyal pasar sedang wait and see.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Level Support dan Resistance

Dalam jangka pendek, Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran $109.000 – $110.000. Level support kuat saat ini diperkirakan berada di $108.000, sedangkan resistance terdekat ada di sekitar $112.000.

Jika support ditembus, peluang koreksi lebih dalam ke kisaran $105.000 terbuka. Sebaliknya, bila mampu menembus resistance, Bitcoin berpotensi kembali menguji level $115.000.


Prospek ke Depan

Meski harga saat ini menunjukkan pelemahan, prospek jangka panjang Bitcoin masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa banyak analis tetap optimis:

  • Faktor Halving: Peristiwa Bitcoin Halving terakhir yang terjadi awal tahun masih diharapkan memberi dorongan kenaikan harga dalam 12–18 bulan ke depan, seiring menurunnya suplai koin baru.
  • Adopsi institusional: Minat perusahaan besar dan lembaga keuangan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai inflasi dan diversifikasi portofolio semakin kuat. Produk ETF Bitcoin yang kian diterima di pasar tradisional juga memberi likuiditas tambahan.
  • Narasi aset digital global: Dengan semakin rapuhnya sistem keuangan tradisional, Bitcoin terus dipandang sebagai alternatif penyimpan nilai di luar sistem perbankan.

Baca Juga: Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

Koreksi terbaru Bitcoin menegaskan bahwa aset digital terbesar dunia ini masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah lonjakan harga besar beberapa bulan lalu.

Dengan harga saat ini di sekitar $109.000, Bitcoin masih jauh di atas level psikologis $100.000, meski juga belum mampu menembus kembali rekor tertinggi.

Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, terutama dengan prospek Halving dan adopsi institusional yang masih menjadi katalis utama.

Namun, untuk jangka pendek, volatilitas tetap tinggi, sehingga disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Kembali Naik, Badai Telah Berlalu?

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar kripto global. Setelah melewati fase koreksi beruntun dalam beberapa minggu terakhir, harga aset digital terbesar ini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Per 25 September 2025, harga Bitcoin tercatat di level $109,676.58 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,185.50 miliar USD.

Lonjakan sebesar +0.33% dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal positif yang dinantikan oleh para pelaku pasar, meskipun volatilitas masih membayangi.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Anjlok, Apakah Bitcoin Siap Balik Arah?

Dinamika Harga: Dari Koreksi ke Pemulihan

Dalam sebulan terakhir, Bitcoin sempat mengalami tekanan yang cukup signifikan.

Jika dibandingkan dengan periode 30 hari lalu, harga BTC masih melemah -2.69%, bahkan dalam 60 hari terakhir penurunan lebih dalam tercatat -7.54%. Namun, data 90 hari memperlihatkan tren yang lebih sehat, dengan kenaikan sekitar +2.24%.

Dengan pergerakan harga yang fluktuatif ini, BTC masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang berada di $124,457.12, tetapi mulai menjauh dari titik terendah dalam 24 jam terakhir di $108,728.98 menuju ke level tertinggi $110,359.19.

Pergerakan intraday ini menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai kembali masuk ke pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mendorong Peningkatan Bitcoin

Beberapa faktor utama yang diyakini menjadi pendorong kebangkitan harga Bitcoin antara lain:

  1. Stabilitas Pasar Pasca Koreksi
    Investor tampaknya melihat level koreksi terakhir sebagai area akumulasi yang menarik. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya volume perdagangan harian sebesar $54 miliar, menandakan adanya minat baru yang masuk ke pasar.
  2. Ketahanan Fundamental Bitcoin
    Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.93 juta BTC dari total maksimum 21 juta, Bitcoin semakin mendekati kelangkaan pasokan. Kondisi ini secara jangka panjang memberi tekanan positif pada harga karena faktor penawaran yang terbatas.
  3. Likuiditas Tinggi dan Kapitalisasi Pasar Solid
    Kapitalisasi pasar Bitcoin yang masih bertengger di atas $2 triliun menjadi bukti kuat bahwa aset ini tetap menjadi pilihan utama investor institusional maupun ritel. Bahkan ketika pasar kripto lain menunjukkan tren melemah, BTC tetap menjadi jangkar stabilitas.

Prospek Jangka Pendek dan Panjang

Meskipun dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih mencatatkan penurunan -5.13%, momentum kecil yang terjadi dalam 24 jam terakhir menjadi indikasi bahwa fase koreksi mulai berkurang.

Jika BTC mampu menembus level resistensi psikologis di atas $110,000, maka peluang menuju kisaran $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu mendatang terbuka lebar.

Namun, jika gagal bertahan di atas $108,000, risiko penurunan lanjutan menuju level support kuat di $105,000 masih perlu diwaspadai.

Oleh karena itu, pergerakan dalam jangka pendek akan sangat ditentukan oleh sentimen global, termasuk arah kebijakan suku bunga AS dan arus masuk modal dari institusi.

Dalam jangka panjang, prospek Bitcoin masih tetap bullish. Faktor halving yang semakin dekat, meningkatnya adopsi institusional, serta status Bitcoin sebagai “emas digital” dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, menjadi landasan optimisme banyak analis.

Baca Juga: Gawat! Harga Bitcoin Anjlok Terus, $100 Ribu Tinggal Kenangan?

Oleh sebab itu, kenaikan tipis Bitcoin di tengah tekanan pasar saat ini memberi sinyal titik balik penting bagi para investor.

Meskipun tren jangka pendek masih penuh tantangan, fundamental Bitcoin yang kuat dan posisinya sebagai aset digital utama memberi keyakinan bahwa BTC akan terus menjadi pusat perhatian.

Pasar saat ini sedang menguji kesabaran investor: apakah BTC akan benar-benar keluar dari fase koreksi menuju tren bullish baru, atau hanya sekadar rebound sementara. Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin menuju rekor harga baru masih jauh dari kata selesai.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gawat! Harga Bitcoin Anjlok Terus, $100 Ribu Tinggal Kenangan?

Bitcoin kembali memasuki fase koreksi setelah harga anjlok ke level $109,622.36 per BTC.

Angka ini mencerminkan penurunan sebesar -2,87% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar turun ke $2,18 triliun USD.

Dalam seminggu terakhir, Bitcoin bahkan sudah melemah -6,45%, memperlihatkan tekanan jual yang semakin nyata di pasar kripto global.

Meskipun koreksi harga bukan hal baru dalam perjalanan Bitcoin, skala penurunannya kali ini memicu spekulasi apakah ini hanyalah “nafas panjang” sebelum reli berikutnya atau tanda awal tren bearish yang lebih serius.

Baca Juga: Panik Melanda! Crypto Fear and Greed Index Turun, Bitcoin Terjun Lagi

Tekanan Jangka Pendek

Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Kebijakan Suku Bunga The Fed
    Investor global tengah menantikan arah kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat terkait suku bunga. Ekspektasi terhadap suku bunga yang tetap tinggi membuat pasar risk-on, termasuk kripto, mengalami tekanan. Modal besar lebih memilih aset aman seperti obligasi, alih-alih menaruh dana pada instrumen berisiko tinggi.
  2. Tekanan Jual dari Whale dan Institusi
    Data on-chain menunjukkan adanya pergerakan signifikan dari dompet whale ke bursa. Lonjakan volume perdagangan harian hingga $74,79 miliar USD memberi indikasi bahwa sebagian besar transaksi didominasi aksi jual, bukan akumulasi.
  3. Ketidakpastian Regulasi Global
    Meski adopsi kripto kian meluas, isu regulasi masih menghantui pasar. Amerika Serikat, Uni Eropa, hingga beberapa negara Asia tengah memperketat aturan terkait stablecoin, pertukaran aset digital, hingga pajak kripto. Hal ini membuat investor ritel ragu untuk masuk lebih dalam.

Koreksi Masih dalam Batas Wajar

Jika dilihat dari tren harga dalam 90 hari terakhir, Bitcoin masih mencatatkan kenaikan +2,3%.

Namun, dalam 60 hari terakhir, penurunan sudah mencapai -8,29%, menandakan tren bearish jangka menengah sedang terbentuk.

Level support kuat saat ini berada di kisaran $108,500 – $109,000. Jika Bitcoin gagal mempertahankan area ini, potensi pelemahan lebih dalam menuju $105,000 bahkan $100,000 bukan hal yang mustahil.

Sebaliknya, untuk kembali bullish, Bitcoin perlu menembus kembali level $113,000 – $115,000. Sayangnya, dengan tekanan makro yang masih tinggi, peluang rebound dalam waktu dekat tampak terbatas.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga ke Depan: Risiko vs Harapan

  1. Jangka Pendek (1–4 Minggu ke Depan)
    Sentimen negatif dari makro ekonomi dan aksi jual investor besar berpotensi membuat Bitcoin terus bergerak sideways hingga bearish. Harga bisa tetap berada di kisaran $108,000 – $112,000.
  2. Jangka Menengah (1–3 Bulan)
    Jika The Fed mulai memberi sinyal pelonggaran suku bunga, Bitcoin bisa mendapatkan dorongan untuk pulih. Target harga optimistis berada di sekitar $118,000 – $120,000, sementara skenario terburuknya bisa kembali menguji $100,000.
  3. Jangka Panjang (Akhir Tahun)
    Faktor fundamental Bitcoin masih sangat kuat, terutama dengan keterbatasan suplai maksimum 21 juta BTC dan semakin dekatnya siklus pasca-halving. Selama adopsi institusi terus meningkat, harga Bitcoin masih punya peluang mencetak rekor baru di atas $124,000, meski jalannya akan penuh liku.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Penurunan harga Bitcoin ke level $109 ribu mencerminkan kombinasi faktor makroekonomi, aksi jual investor besar, dan ketidakpastian regulasi.

Walau terlihat mengkhawatirkan, koreksi ini masih dalam pola alami pasar kripto yang memang sangat volatil.

Bagi investor jangka panjang, fase ini bisa dilihat sebagai momen akumulasi dengan strategi hati-hati.

Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tinggi justru bisa menghadirkan risiko besar bila tidak disertai manajemen risiko yang tepat.

Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin tidak pernah datar. Dari setiap koreksi, selalu ada peluang baru—baik untuk penguatan fundamental maupun pergeseran tren harga ke level berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Bitcoin Makin Dalam, Momentum Bull Run Terancam?

Bitcoin (BTC), raja mata uang kripto, kembali menjadi sorotan pasar setelah harganya mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga BTC saat ini berada di kisaran $111.733,97, turun -0,28% dari hari sebelumnya.

Meski penurunan tampak kecil dalam skala harian, tren jangka pendek menunjukkan sinyal yang lebih mengkhawatirkan: Bitcoin melemah -4,86% dalam sepekan terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di level $2,22 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam mencapai sekitar $49 miliar.

Angka-angka ini menegaskan bahwa meski harga menurun, aktivitas perdagangan tetap tinggi yang menandakan ketidakpastian besar di kalangan investor.

Baca Juga: Bitcoin Dominance Dekati ke 57,5%! Apakah Era Altcoin Sudah Tamat?

Seberapa Serius Penurunan Ini?

Jika ditarik ke belakang, performa Bitcoin dalam 30 dan 90 hari terakhir masih menunjukkan sisi positif.

Dalam 30 hari terakhir, BTC naik +1,58%, sementara dalam 90 hari terakhir tumbuh +3,92%.

Namun, data 60 hari terakhir memperlihatkan penurunan cukup tajam sebesar -5,44%, yang menjadi indikasi volatilitas masih sangat tinggi.

Di sisi teknikal, pergerakan BTC dalam 24 jam terakhir mencatat level terendah di $111.682,34 dan tertinggi di $113.986,27. Jarak yang cukup lebar ini menunjukkan volatilitas intraday yang signifikan.

Lebih jauh lagi, bila dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa ($124.457,12), harga Bitcoin saat ini masih terpaut sekitar 10% lebih rendah.

Pertanyaan besarnya: apakah ini tanda awal tren bearish yang lebih dalam, atau justru fase konsolidasi sebelum kenaikan berikutnya?

Faktor Penyebab Tekanan Harga Bitcoin

  1. Kondisi Makroekonomi Global
    Gejolak pasar saham global, kenaikan suku bunga di beberapa negara, serta ketidakpastian ekonomi menjadi faktor utama yang menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan modal mereka di aset volatil seperti Bitcoin.
  2. Pengambilan Keuntungan oleh Investor
    Setelah sempat menyentuh level di atas US$113.000, banyak investor jangka pendek melakukan aksi profit-taking. Tekanan jual ini menciptakan arus keluar likuiditas yang cukup besar dan menekan harga.
  3. Volatilitas Pasar Kripto Secara Umum
    Penurunan harga altcoin besar seperti Ethereum dan BNB juga ikut menyeret sentimen pasar. Karena Bitcoin sering menjadi indikator utama, tekanan pada altcoin bisa memperkuat tren negatif di BTC.
  4. Sentimen Regulasi
    Perdebatan mengenai regulasi kripto di Amerika Serikat dan Eropa membuat sebagian investor ragu. Ketidakjelasan aturan masih menjadi “bayangan gelap” yang menahan pertumbuhan harga Bitcoin.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ke Mana Arah Bitcoin Selanjutnya?

Meski saat ini Bitcoin berada dalam tekanan, sejumlah analis melihat ada peluang rebound dalam jangka menengah.

Jika BTC mampu bertahan di atas level $111.000 sebagai support psikologis, maka ada potensi harga kembali menguji area resistance di kisaran $114.000 – $115.000.

Namun, jika tekanan jual terus berlanjut dan support $111.000 ditembus, maka Bitcoin berpotensi turun ke level berikutnya di sekitar $108.000 – $109.000.

Faktor yang bisa menjadi katalis pemulihan antara lain:

  • Masuknya investor institusional baru melalui produk-produk ETF Bitcoin yang semakin populer.
  • Peningkatan adopsi dalam ekosistem pembayaran dan DeFi.
  • Stabilitas makroekonomi, khususnya bila bank sentral melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga: Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Penurunan harga Bitcoin ke level $111.733,97 bukanlah sekadar angka statistik, melainkan cerminan sentimen pasar yang sedang rapuh.

Tekanan global, aksi jual investor, hingga faktor regulasi membentuk badai yang menekan BTC. Namun, sejarah telah membuktikan bahwa Bitcoin kerap mampu bangkit setelah periode koreksi tajam.

Kini, pasar berada di persimpangan jalan: apakah Bitcoin akan melanjutkan penurunannya menuju level support baru, atau justru bangkit dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa?

Satu hal yang pasti, volatilitas tetap menjadi sahabat sekaligus musuh bagi investor kripto. Bagi mereka yang berani mengambil risiko, momen seperti ini bisa menjadi peluang emas.

Tetapi, bagi yang kurang siap menghadapi gejolak harga, kehati-hatian adalah kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gawat! Harga Bitcoin Terjebak di $112 Ribu, Apakah Ini Akhir dari Reli?

Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya sebagai aset kripto terbesar dunia.

Per hari ini, Rabu (24/9), Tokocrypto mencatat harga Bitcoin berada di level $112,171.57 per BTC, menandai kenaikan tipis sebesar +0.08% dalam 24 jam terakhir.

Meski pergerakannya terbilang stabil, aset digital ini tetap menjadi sorotan utama para investor global karena kapitalisasi pasarnya yang mencapai $2,235.06 miliar USD, menjadikannya penguasa tak tergoyahkan di posisi nomor satu dalam ekosistem kripto.

Performa Harga Terkini

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga $111,535.57 sebagai titik terendah hingga $113,351.91 sebagai titik tertinggi.

Meski fluktuasi ini tergolong wajar, volatilitas tetap menjadi karakteristik utama aset digital ini. Adapun rekor tertinggi Bitcoin masih bertengger di level $124,457.12, sehingga harga saat ini masih sekitar 10% di bawah puncaknya.

Secara historis, data perbandingan harga menunjukkan dinamika yang menarik:

  • Hari ini: naik tipis $85.70 (+0.08%)
  • 30 hari terakhir: turun $1,208.90 (-1.07%)
  • 60 hari terakhir: terkoreksi $5,397.11 (-4.59%)
  • 90 hari terakhir: justru menguat $4,460.72 (+4.14%)

Tren ini menegaskan bahwa meski jangka pendek cenderung melemah, Bitcoin tetap menunjukkan potensi pemulihan di horizon menengah.

Posisi Fundamental

Pasokan Bitcoin yang beredar saat ini berada di angka 19.93 juta BTC, atau sekitar 94.88% dari total maksimum 21 juta BTC yang dapat ditambang.

Dengan keterbatasan suplai ini, banyak analis menilai Bitcoin tetap memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam terakhir mencapai $46.17 miliar USD, mencerminkan tingginya minat pasar sekalipun kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.

Proyeksi Harga Bitcoin

Beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin berpotensi bergerak dalam kisaran $110,000–$115,000 dalam waktu dekat, dengan catatan volatilitas masih mungkin menekan harga ke bawah.

Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta regulasi kripto global akan sangat menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Dalam jangka menengah hingga panjang, Bitcoin tetap dipandang memiliki potensi bullish, terutama dengan mendekatnya halving berikutnya yang historisnya sering menjadi katalis kenaikan harga signifikan.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai koreksi jangka pendek yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 24 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Saran bagi Investor

Bagi investor baru, kondisi harga saat ini bisa dianggap sebagai momen akumulasi hati-hati. Dengan posisi Bitcoin yang masih jauh di bawah rekor tertingginya, peluang profit jangka panjang tetap terbuka.

Namun, penting untuk memperhatikan prinsip manajemen risiko karena pergerakan harga Bitcoin sering kali tidak terduga.

Untuk investor berpengalaman, strategi dollar-cost averaging (DCA) bisa menjadi pilihan bijak. Dengan membeli Bitcoin secara bertahap dalam jumlah tetap, risiko volatilitas harian dapat diminimalkan.

Di sisi lain, trader jangka pendek mungkin dapat memanfaatkan fluktuasi harian antara level support di sekitar $111,000 dan resistance di kisaran $113,500.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Bitcoin kembali menunjukkan posisinya sebagai aset dominan di dunia kripto dengan kapitalisasi pasar yang menembus lebih dari $2.2 triliun USD.

Meski kenaikan harga harian relatif kecil, potensi jangka panjangnya tetap menjadi daya tarik utama bagi investor.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, ditambah momentum fundamental seperti halving yang akan datang, Bitcoin berpotensi melanjutkan tren positif dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, volatilitas jangka pendek tak bisa diabaikan, sehingga investor diingatkan untuk selalu disiplin dalam strategi, baik dalam investasi jangka panjang maupun trading harian.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terseret Arus Koreksi, Harga Bitcoin Jatuh Hingga $111 Ribuan

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas tajam. Per hari ini, Bitcoin diperdagangkan di level $111,676.05 per BTC, turun -2,39% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya ikut tergerus menjadi $2,225.13 miliar, sementara volume perdagangan harian justru meningkat tajam hingga $65,12 miliar.

Angka ini menandakan tekanan jual yang cukup kuat dari investor, baik ritel maupun institusional.

Baca Juga: Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Tren Penurunan dalam Tiga Bulan Terakhir

Jika ditelusuri lebih jauh, pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan pola yang cukup jelas:

  • Hari ini: turun $-2,536.45 (-2,22%)
  • 30 hari terakhir: melemah $-3,030.42 (-2,64%)
  • 60 hari terakhir: terkoreksi $-4,186.36 (-3,61%)
  • 90 hari terakhir: masih positif dengan kenaikan $+5,374.62 (+5,05%)

Data ini menunjukkan bahwa meskipun dalam horizon tiga bulan Bitcoin masih mencatatkan kenaikan, tren jangka pendek dalam 1–2 bulan terakhir justru lebih condong pada pelemahan.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat diperdagangkan di rentang $111,591.45 (terendah) hingga $114,711.77 (tertinggi).

Angka ini cukup jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, yang kini terasa semakin sulit dijangkau tanpa adanya katalis positif dari pasar global.

Faktor Penyebab Tekanan Harga

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Sentimen Pasar Global yang Negatif
    Kondisi makroekonomi global yang tidak menentu, termasuk ketidakpastian kebijakan suku bunga bank sentral, membuat investor lebih berhati-hati. Risiko di aset kripto kembali dipandang tinggi dibandingkan aset tradisional seperti emas atau obligasi.
  2. Profit Taking dari Investor Besar
    Setelah reli kuat pada kuartal sebelumnya, banyak investor besar (whales) yang memilih untuk mengamankan keuntungan. Tekanan jual ini mempercepat pelemahan harga dalam jangka pendek.
  3. Kenaikan Volume Perdagangan
    Menariknya, volume perdagangan harian Bitcoin melonjak hingga lebih dari $65 miliar. Lonjakan ini biasanya menandakan pergeseran besar, baik karena panic selling maupun reposisi portofolio oleh investor institusional.
  4. Minimnya Katalis Positif
    Tidak ada kabar besar yang cukup kuat untuk menopang harga Bitcoin. Adopsi institusional masih stabil, tetapi belum ada perkembangan baru yang bisa menjadi penggerak utama ke level harga lebih tinggi.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 23 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi untuk Pasar Kripto

Sebagai aset kripto nomor satu dengan dominasi pasar yang tinggi, setiap penurunan Bitcoin berdampak langsung pada altcoin.

Penurunan lebih dari 2% dalam sehari ini membuat sebagian besar altcoin juga ikut tertekan, memperdalam koreksi di pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, meningkatnya volume perdagangan bisa dilihat sebagai tanda bahwa minat pasar masih ada.

Artinya, meskipun harga Bitcoin menurun, likuiditas tetap terjaga, sehingga membuka peluang bagi rebound dalam jangka menengah.

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Ada tiga skenario yang bisa menjadi gambaran arah Bitcoin dalam waktu dekat:

  • Skenario Bullish (Optimis): Jika tekanan jual mereda dan ada kabar positif, Bitcoin bisa kembali menembus level $115,000–$118,000 dalam beberapa minggu ke depan.
  • Skenario Bearish (Pesimis): Jika tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi turun lebih dalam hingga ke kisaran $108,000–$110,000, terutama jika volume jual tidak mereda.
  • Skenario Konsolidasi (Netral): Bitcoin mungkin bergerak sideways di kisaran $111,000–$114,000, menunggu katalis eksternal dari pasar global.

Antara Tekanan dan Peluang

Penurunan harga Bitcoin hari ini mencerminkan tingginya ketidakpastian di pasar kripto.

Dari sisi teknis, BTC masih dalam jalur bullish jangka panjang, namun koreksi jangka pendek tidak bisa dihindari.

Bagi trader harian, volatilitas ini bisa menjadi peluang emas untuk meraih keuntungan dari pergerakan cepat harga.

Namun, bagi investor jangka panjang, penurunan ini bisa dimaknai sebagai fase akumulasi, dengan catatan tetap memperhatikan manajemen risiko.

Dengan sirkulasi pasokan yang kini mencapai 19,92 juta BTC (94,88% dari total 21 juta BTC), kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang diyakini akan menopang harga dalam jangka panjang, meski saat ini pasar masih diliputi sentimen negatif.

Satu hal yang pasti, perjalanan Bitcoin tidak pernah datar. Setiap penurunan tajam selalu diikuti oleh fase kebangkitan baru.

Bagi mereka yang sabar, volatilitas ini bukan akhir dari cerita, melainkan bagian dari dinamika pasar kripto yang penuh kejutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jatuh Makin Dalam, Harga Bitcoin Merosot 1,12%

Kabar buruk menghampiri para investor aset digital. Pasalnya, harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan melemah.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (22/9), harga BTC saat ini berada di level $114,340.36 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,278.04 miliar.

Kemudian dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi -1,14%, dengan volume perdagangan sebesar $27,18 miliar. Angka ini menandai penurunan harian sebesar $1,319.29 (-1,14%), serta penurunan mingguan -0,97%.

Dalam jangka waktu 30 hari, BTC turun -1,25%, bahkan lebih dalam di 60 hari terakhir dengan koreksi -3,97%.

Meski demikian, jika melihat pergerakan 90 hari, Bitcoin masih membukukan kenaikan +8,81%, mencerminkan bahwa tren bullish jangka menengah belum sepenuhnya.

Baca Juga: Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Alasan Harga Bitcoin Turun

Hasil minor yang didapatkan oleh Raja aset digital ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir, diantaranya:

  1. Koreksi Pasar Global
    Pasar keuangan global tengah menghadapi tekanan dari ketidakpastian makroekonomi, termasuk kekhawatiran terhadap suku bunga tinggi yang dipertahankan The Fed. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto.
  2. Minimnya Volume Perdagangan
    Volume perdagangan BTC dalam 24 jam terakhir berada di kisaran $27 miliar, relatif rendah dibanding periode volatil sebelumnya. Minimnya likuiditas sering kali menjadi sinyal lemahnya minat beli sehingga harga lebih mudah terdorong turun.
  3. Tekanan Jangka Pendek dari Whale
    Aktivitas penjualan dari investor besar (whales) turut menambah tekanan. Setiap aksi ambil untung di area $115K tampaknya menjadi penghalang Bitcoin untuk melanjutkan reli.
  4. Keterkaitan dengan Altcoin
    Pasar altcoin yang juga mengalami koreksi memberikan efek domino terhadap BTC. Sebagai aset kripto utama, arah Bitcoin biasanya sangat berkorelasi dengan performa altcoin besar.

Gambaran Teknis: Level Penting BTC

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mencatat titik terendah di $114,237.21 dan tertinggi di $115,901.09. Angka ini menunjukkan rentang perdagangan yang cukup sempit, menandakan fase konsolidasi.

Support kuat diperkirakan berada di kisaran $113K – $114K. Jika level ini ditembus, BTC berpotensi turun ke bawah $112K.

Resistance terdekat ada di $116K – $117K, yang menjadi kunci bagi Bitcoin untuk memulihkan tren bullish jangka pendek.

Sedangkan rekor tertinggi Bitcoin masih tercatat di $124,457.12, yang kini menjadi target jangka menengah apabila sentimen positif kembali.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 22 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun koreksi jangka pendek sedang berlangsung, prospek jangka menengah dan panjang BTC masih menarik. Ada beberapa alasan mengapa Bitcoin bisa kembali pulih:

  1. Adopsi Institusional Terus Meningkat
    Masuknya institusi besar ke dalam pasar kripto, termasuk melalui produk ETF Bitcoin spot, terus mendorong legitimasi aset digital ini. Arus modal institusional dapat memperkuat harga dalam jangka panjang.
  2. Halving Efek Masih Berlanjut
    Halving Bitcoin terakhir masih berpotensi memberikan efek bullish dalam beberapa bulan ke depan. Secara historis, periode setelah halving sering diikuti kenaikan signifikan.
  3. Narasi Safe Haven
    Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Bitcoin semakin dipandang sebagai “emas digital”. Permintaan dari investor ritel maupun korporasi bisa meningkat seiring kebutuhan diversifikasi aset.
  4. Tren Teknologi dan Regulasi
    Dukungan regulasi di beberapa negara besar serta adopsi blockchain untuk infrastruktur keuangan dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Konsolidasi Sebelum Pergerakan Besar

Penurunan Bitcoin ke level $114 ribu saat ini bisa dipandang sebagai fase konsolidasi alami setelah reli panjang dalam beberapa bulan terakhir. Meski sentimen jangka pendek masih tertekan, indikator fundamental menunjukkan bahwa BTC belum kehilangan momentumnya.

Jika BTC mampu bertahan di atas $114 ribu dan menembus resistance $116 ribu, potensi reli menuju $120 ribu terbuka lebar. Namun, bila support jebol, investor harus waspada dengan risiko koreksi lebih dalam ke bawah $112 ribu.

Bagi investor jangka panjang, pelemahan harga ini bisa dilihat sebagai peluang akumulasi, sementara bagi trader, volatilitas saat ini menjadi ajang untuk mencari momentum breakout berikutnya.

Satu hal yang pasti: Bitcoin masih menjadi pusat perhatian dunia kripto, dan setiap pergerakannya tetap memegang kunci arah pasar aset digital global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com