Tag Archives: btc

Bitcoin di Persimpangan: Breakout atau Breakdown?

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tarik-ulur harga yang ketat.

Data terbaru di Tokocrypto pada Minggu (21/9) memperlihatkan bahwa harga BTC berada di level $115,610.52 per koin, nyaris tidak bergerak dengan penurunan tipis -0,04% dalam 24 jam terakhir.

Meski koreksi harian terlihat kecil, dinamika pasar kripto saat ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Bitcoin sedang bersiap melanjutkan reli, atau justru terancam koreksi lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harian: Stabil tapi Rawan

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $115,519.08 (terendah) hingga $116,191.15 (tertinggi).

Rentang ini cukup sempit, menandakan adanya fase konsolidasi. Dengan kapitalisasi pasar $2,303.34 miliar USD dan volume perdagangan harian $23.27 miliar, BTC tetap menjadi jangkar utama industri kripto.

Namun, penurunan volume perdagangan juga bisa menjadi tanda bahwa pasar sedang menahan diri, menunggu katalis besar berikutnya.

Tren Jangka Pendek dan Menengah

Jika melihat riwayat harga, Bitcoin masih memperlihatkan performa campuran:

  • Harian: turun tipis -0,04%
  • 7 hari terakhir: melemah -0,19%
  • 30 hari terakhir: naik +2,42%
  • 60 hari terakhir: terkoreksi -2,73%
  • 90 hari terakhir: menguat signifikan +13,86%

Artinya, meski jangka pendek memperlihatkan sedikit pelemahan, secara jangka menengah tren masih cenderung positif.

BTC berhasil mempertahankan posisi kuat di atas $115.000, bahkan setelah sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 21 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Alasan Harga Bitcoin Menurun

Beberapa faktor utama yang mendorong pelemahan tipis BTC hari ini antara lain:

  1. Likuiditas Pasar Menyusut
    Volume perdagangan harian yang menurun ke $23,27 miliar menunjukkan berkurangnya minat beli. Investor cenderung wait and see menjelang data ekonomi global baru.
  2. Tekanan Makroekonomi
    Ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Jangka Pendek
    Setelah reli panjang dalam 90 hari terakhir yang mengangkat BTC lebih dari +13%, aksi ambil untung (profit-taking) dari investor jangka pendek mulai terlihat.
  4. Level Psikologis $120,000
    Gagalnya BTC menembus kembali resistance kuat di sekitar $120,000 membuat pasar sedikit kehilangan momentum, sehingga harga bergerak datar.

Analisis Pasar dan Proyeksi Harga

Dengan 19,92 juta BTC yang sudah beredar atau sekitar 94,87% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin langka.

Namun, kelangkaan ini justru memperbesar spekulasi dan volatilitas harga.

  • Skenario Bullish:
    Jika BTC mampu bertahan di atas support $115,000, peluang untuk kembali menguji level $118,000 hingga $120,000 masih terbuka. Katalis positif seperti arus masuk dana institusi atau sentimen regulasi yang lebih ramah dapat mendorong reli lebih lanjut.
  • Skenario Bearish:
    Jika harga tembus di bawah $114,500, pasar bisa menyaksikan koreksi yang lebih dalam, dengan target berikutnya di kisaran $110,000. Sentimen negatif dari ekonomi global atau tekanan regulasi bisa memperkuat skenario ini.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Bitcoin di Persimpangan Jalan

Meski terlihat stabil di $115,610, kondisi pasar Bitcoin saat ini sedang berada di persimpangan.

Investor dihadapkan pada dilema: apakah menunggu momentum bullish baru atau bersiap menghadapi koreksi jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,3 triliun, BTC tetap menjadi jangkar industri kripto. Namun, arah selanjutnya sangat ditentukan oleh kekuatan pembeli menghadapi tekanan global.

Satu hal yang pasti: volatilitas tetap menjadi “jiwa” Bitcoin. Dan seperti biasa, pasar bisa berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

Intinya, Bitcoin hari ini seolah tampak tenang di permukaan, tetapi potensi gelombang besar bisa segera datang.

Apakah akan mengarah ke reli baru atau koreksi lebih dalam, investor perlu bersiap sejak sekarang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tergelincir Lagi: Harga Turun 1,2%, Awal Koreksi Besar?

Bitcoin (BTC), sang raja kripto, kembali mengalami tekanan harga di tengah volatilitas pasar.

Data terbaru dari Tokocrypto pada Sabtu (20/9) menunjukkan bahwa BTC diperdagangkan di level $115,517.04 per koin, mencatat penurunan sebesar -1,28% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar senilai $2,301,48 miliar USD, Bitcoin tetap memimpin pasar kripto global, namun tren penurunan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar fluktuasi jangka pendek, atau tanda dimulainya fase koreksi yang lebih dalam?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Pergerakan Harga Bitcoin: Antara Resistensi dan Tekanan Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $115,141.82 (terendah) hingga $117,140.42 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas harian yang cukup ketat, dengan tekanan jual mendominasi.

Meski harga saat ini masih jauh di atas level psikologis $100,000, tren penurunan kecil tetapi konsisten dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran investor.

Secara mingguan, BTC mengalami penurunan -0,36%, memperlihatkan adanya hambatan pertumbuhan meski kapitalisasi pasar tetap solid.

Riwayat Harga 30–90 Hari: Naik-Turun dalam Gelombang Pasar

  • 30 hari terakhir: BTC justru sempat menguat +1,34%, menandakan adanya sentimen positif di awal bulan.
  • 60 hari terakhir: harga terkoreksi -1,44%, menunjukkan pola sideways dengan kecenderungan lemah.
  • 90 hari terakhir: BTC masih unggul +12,88%, membuktikan bahwa dalam jangka menengah tren masih berada di wilayah bullish.

Dengan pola ini, terlihat jelas bahwa pasar sedang berada di fase tarik ulur antara dorongan naik jangka menengah dan tekanan koreksi jangka pendek.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 20 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rekor Tertinggi Jadi Tolok Ukur

Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12.

Penurunan saat ini sebesar hampir 7% dari ATH menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa pasar kesulitan menembus kembali level tersebut.

Para analis menilai, jika BTC terus gagal melewati level resistance di atas $120,000, koreksi yang lebih dalam bisa saja terjadi.

Faktor yang Memengaruhi Penurunan

  1. Likuiditas Menurun
    Volume perdagangan harian BTC kini berada di angka $37,20 miliar, lebih rendah dibandingkan beberapa pekan lalu. Turunnya volume ini menandakan melemahnya minat beli, sehingga penjual lebih dominan.
  2. Ketidakpastian Makroekonomi
    Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakstabilan ekonomi global masih menjadi bayang-bayang yang menekan aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Sentimen Pasar
    Walau optimisme jangka panjang masih kuat, berita-berita regulasi dan aksi ambil untung dari investor besar bisa memicu koreksi singkat.

Analisis Pasar

Dengan suplai beredar mencapai 19,92 juta BTC atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

Namun, kondisi ini tidak selalu membuat harga stabil. Justru, semakin dekat dengan batas suplai maksimal, volatilitas bisa meningkat akibat spekulasi.

Bagi investor jangka panjang (HODLers), penurunan -1,28% dalam sehari hanyalah “riak kecil” di lautan tren besar.

Namun, bagi trader jangka pendek, pergerakan harga ini adalah sinyal waspada bahwa pasar bisa saja bergerak lebih tajam dalam beberapa hari mendatang.

Prospek ke Depan

Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $115,000, ada peluang untuk kembali menguji resistance di $118,000–$120,000.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah $114,000, tren bearish jangka pendek bisa menguat dan membawa BTC mendekati $110,000.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Koreksi atau Awal Aksi Jual Besar?

Harga Bitcoin saat ini memperlihatkan dinamika khas pasar kripto: volatil, penuh kejutan, dan sarat spekulasi.

Penurunan -1,28% dalam 24 jam terakhir belum bisa disebut sebagai tren bearish yang besar, tetapi cukup untuk memunculkan keraguan di kalangan investor.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih menjadi jangkar utama industri kripto. Namun, perjalanan menuju ATH baru mungkin akan penuh tantangan.

Investor perlu mencermati level support dan resistance kunci, serta mengantisipasi faktor makroekonomi yang bisa memengaruhi arah harga dalam waktu dekat.

Meski Bitcoin tergelincir tipis, magnet utamanya sebagai “emas digital” belum luntur.

Pertanyaannya, apakah ini hanya jeda sebelum reli besar berikutnya, atau awal dari penurunan panjang? Pasar akan segera menjawabnya.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun ke $116 Ribu: Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Setelah mengalami kenaikan beberapa saat, harga Bitcoin (BTC) dipaksa turun ke level $116,950.01 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,329.99 miliar USD.

Meski secara jangka panjang Bitcoin masih berada pada tren positif, dalam 24 jam terakhir harga mengalami koreksi tipis sebesar -0.26%.

Koreksi ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada pada fase konsolidasi setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di $124,457.12.

Dalam rentang 24 jam terakhir, pergerakan BTC cukup terbatas, dengan level terendah di $116,695.89 dan tertinggi di $117,911.79.

Baca Juga: Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Analisis Posisi Pasar Bitcoin

Saat ini, Bitcoin masih berada di peringkat pertama sebagai aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan total kapitalisasi $2,33 triliun USD, Bitcoin menguasai hampir 50% dari total pasar kripto secara global.

Namun, data pergerakan harga terbaru memperlihatkan adanya fase tarik-ulur antara buyer dan seller.

Di satu sisi, investor ritel masih optimis pada potensi jangka panjang Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value).

Namun di sisi lainnya, tekanan makroekonomi justru membuat momentum bullish sedikit tertahan.

Faktor yang Menurunkan Harga Bitcoin

1. Tekanan dari Kebijakan The Fed

Penurunan tipis BTC dalam beberapa hari terakhir tidak bisa dilepaskan dari kebijakan moneter Amerika Serikat.

The Federal Reserve baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 bps, namun masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap inflasi.

Ketidakpastian arah kebijakan ini membuat investor lebih berhati-hati, khususnya mereka yang mengelola portofolio besar.

2. Aksi Ambil Untung di Level Rekor

Setelah Bitcoin mencatat rekor tertinggi baru di atas $124 ribu, banyak investor jangka pendek melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Hal ini wajar terjadi dalam pasar yang sangat volatil, dan biasanya menjadi bagian dari siklus alami koreksi.

3. Tekanan dari Pasar Tradisional

Selain faktor internal kripto, kondisi pasar saham global yang berfluktuasi juga memengaruhi.

Risiko resesi ringan di AS serta ketidakpastian geopolitik membuat beberapa investor lebih memilih aset aman seperti emas dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto.

4. Tingginya Aktivitas Derivatif

Data on-chain juga memperlihatkan tingginya volume perdagangan derivatif, termasuk futures dan opsi. Saat leverage terlalu tinggi, pergerakan harga cenderung lebih liar, sehingga koreksi tajam bisa terjadi dalam waktu singkat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 19 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin ke Depan

Meski ada penurunan jangka pendek, banyak analis melihat posisi Bitcoin saat ini sebagai fase konsolidasi sehat.

Selama harga Bitcoin tetap bertahan di atas level psikologis $110.000, tren bullish jangka menengah masih terjaga.

Beberapa faktor yang bisa menjadi katalis positif ke depan:

  • Adopsi institusional meningkat: ETF Bitcoin spot yang terus mengalirkan dana baru.
  • Momentum halving 2024 yang masih berpengaruh: Sejarah menunjukkan harga BTC cenderung naik dalam 12–18 bulan setelah halving.
  • Pelonggaran moneter global: Jika bank sentral semakin agresif menurunkan suku bunga, Bitcoin bisa diuntungkan sebagai aset dengan pasokan terbatas.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Harga Bitcoin di level $116.950 saat ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, namun tren jangka panjang tetap terjaga.

Penurunan -0.26% dalam 24 jam terakhir mencerminkan fase konsolidasi wajar setelah reli panjang.

Investor disarankan tetap waspada pada volatilitas jangka pendek, terutama terkait keputusan makroekonomi global.

Namun bagi investor jangka panjang, level saat ini masih dianggap menarik untuk akumulasi bertahap.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap kokoh di atas $2,3 triliun, Bitcoin masih memegang status sebagai raja aset digital, dan konsolidasi ini bisa menjadi batu loncatan menuju reli berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 22-26 September 2025: Bitcoin Decoupling dari data AS secara perlahan

Prediksi Seminggu ini dalam artikel Tren Bitcoin sebelumnya, akurat. juga termasuk laggingnya, itu sebabnya saya tidak menghapus garis:

Secara data:

1. House Price Index Tiongkok naik✅

2. NY State Empire Index turun

3. Retail Sales Naik.✅

Ini lucu banget sih, forecast turun tapi kita tetep prediksi naik. dan bener. Alasannya karena formula dia ngitung retail salesnya bucuk. ingat ngga tweet ini: 

4. NAHB tetap di 32.

Inilah hot takes -nya saya, Jika NAHB naik saja saya prediksi DXY naik sedikit, apalagi kalau NAHB ngga naik, parahnya itu adalah angka yang sudah berbulan-bulan. Bayangin ajah tuh, dan NAHB adalah dasar, NAHB turun, kecenderungan data perumahan lain turun juga. Buktinya adalah Housing Starts

5. Housing starts turun.

Saya tulis di artikel sebelumnya, apapun hasil housing starts mau naik mau turun, tidak akan berefek banyak karena ini adalah hari FOMC. DXY junam tapi Bitcoin tetap di 115K pada jam itu. Maka itu saya claim prediksi ini benar. 

6. FOMC Potong 25bps dan kita prediksi Pump and dump and pump

7. Claim data turun

8. Philadelphia Fed Index Woles

9. CPI Jepang Stuck

10. BOJ menahan suku bunga.

Ini hot takes-nya sama jika BoJ menahan suku bunga saja Bitcoin naik apalagi menurunkan suku bunga. 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan: 

Senin, 22 September 2025

09.00 WITA – Suku Bunga Pinjaman Premium Tiongkok 

Dunia ini satu, sistemnya sama. Yaitu sumber utama liquidity bukanlah uang, bukanlah emas, tapi utang. Jika Suku Bunga turun maka Jumlah edar uang naik, cara memahaminya sederhana, Suku bunga naik adalah burning koin, dan suku bunga turun adalah unlocked koin.

Tetapi secara sistem berbeda karena Suku Bunga naik tidak membakar jumlah edar uang tetapi hanya mengunci angkanya, itu sebabnya sistem keuangan perlu inflasi agar uangnya tetap bernilai dan agar tetap bernilai maka harus terus ada utang, utang adalah lubang inflasi yang dibuat disetiap penduduk, caranya dengan menyentuh kebutuhan hidup seseorang yang paling dasar yaitu Papan atau Tempat Tinggal, yang diproses dalam bentuk kredit kepemilikan rumah.

Maka Uang yang sejatinya adalah store of value dirubah menjadi alat untuk mentrasnfer nilai, sehingga Uang yang kita pegang bukanlah uang namun surat utang yang dicetak bank sentral dengan janji menjaga nilainya, namun alih-alih menjaga nilainya bank sentral merampok nilainya lewat inflasi.

Maka Jika Suku Bunga Pinjaman Premium Tiongkok dipelihara 3% saja, jumlah edar uangnya sudah pasti naik, apalagi jika turun, pada keadaan deflasi ini, belum ada kemungkinan suku bunga pinjaman premium Tiongkok akan naik menurut saya. Jika Loan Prime Rate turun maka DXY turun, dan Bitcoin naik. alasannya harga barang made in Tiongkok akan lebih murah lagi dan merampok pasar AS apalagi dengan catatan pembayaran barang tersebut tidak menggunakan dollar. 

20.30 WITA – Chicago Fed National Activities

Chicago Federal Fed Index adalah ukuran untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di 5 provinsi seperti Indiana, Wincousin, Iowa, Illinois dan Michigan. Jika index ini naik maka DXY naik, jika Index ini turun maka Bitcoin naik. Kenapa? karena Chicago adalah kota penting yang punya bagian besar dalam pertumbuhan nasional. Itu sebabnya dapat menjadi acuan karena memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi negara Paman Sam. 

Kira- Kira Begini Candle Hari Senin:

Chicago Fed turun artinya selama masih minus atau pergerakannya woles seperti diantara -18 atau -17 atau -16 itu tetap dipertimbangkan turun. 

Selasa, 23 September 2025  

21.45 WITA -S&P Global Manufacturing PMI

S&P Global Manufacturing PMI adalah survey belanja pabrik-pabrik di AS yang masuk kedalam daftar Standard and Poor 500 di Bursa Saham AS. Jika Manufacturing PMI naik maka DXY naik, jika Manufacturing PMI turun maka Bitcoin yang naik. Why? karena Fed tidak boleh hawkish jika melihat pengangguran turun akibat dari melambatnya belanja perusahaan yang akan membuat belanja masyarakat juga melambat. Ingat melonggarnya kebijakan Fed (Dovish) artinya jumlah edar uang naik.

Kira-kira begini Candle hari Selasa:

Rabu, 24 September 2025

22.00 WITA – New Home Sales

New Home Sales adalah jumlah rumah baru yang terjual di bulan itu. Menurut saya ini sederhana jika seperti pelajaran yang kita ambil bahwa Presiden Trump tidak mempolitisasi data sebesar Presiden Biden. Maka kita dapati Index Asosiasi Pembangunan Rumah stagnan (NAHB) dibarengi jumlah pembangunan rumah baru turun (Housing Starts), maka prediksi saya Jumlah Penjualan Rumah Baru turun (New Home Sales), Perhatikan Postingan Powell ini: 

Rumah adalah giffen goods, semakin banyak dibangun, harganya bukan semakin turun tetapi semakin naik. Maka pernyataan Powell tentang kekurangan rumah di seluruh Amerika sedangkan banyak orang dideportasi bukanlah untuk menurunkan harga rumah tetapi untuk menambah jumlah hodler dollar.

Agar inflasi dapat ditransfer ke pencicil KPR tersebut. Sehingga AS harus mendatangkan imigran yang mau mencicil rumah untuk menjaga demand dollar tetap ada, karena dollar bukanlah uang namun utang. Jika New Home Sales naik maka DXY naik jika New Home Sales turun maka Bitcoin yang naik, Saya prediksi New Homes Sales turun. 

Kira-kira begini candle hari Rabu: 

Kamis, 25 September 2025

20.30 WITA – GDP

Rumusnya sederhana jika GDP naik maka inflasi naik, kenapa? karena dalam pertumbuhan GDP tidak dimasukkan pertumbuhan utang. Prediksi Saya GDP AS akan naik karena inflasi naik. Jika GDP naik, DXY naik, tetapi kenaikan DXY karena kenaikan Jumlah hutang nasional tidaklah perlu dikhawatirkan. 

22.00 WITA – Existing Home Sales

Kita dapati NAHB stagnan, Housing Starts turun, Prediksi New Home Sales jatuh, dan boleh jadi Existing home sales turun secara logika. Tetapi dalam runtutan data itu selalu harus ada yang di dapuk sebagai kabar gembira. Bitcoin sudah diprediksi naik dalam beberapa hari kebelakang, menurut saya harus ada kalem dulu dan ini dibarengi oleh Prediksi GDP yang naik dan prediksi jumlah pengangguran yang turun.

Maka saya kira hari Kamis Candlenya woles, kira-kira seperti ini: 

Jumat, 25 September 2025

20.30 WITA – Personal Consumption Expenditure

CPI adalah inflasi ke konsumen

PPI adalah inflasi ke produsen

Sedangkan PCE adalah pengaruh inflasi terhadap belanja pribadi. Mau senaik apapun barangnya, jika masyarakat masih mampu belanja maka Fed akan tetap hawkish. Itu sebabnya trading itu tidak diajarkan disekolah karena kalau semua orang pinter trading, siapa yang kerja? Kemiskinan itu membuat orang bersatu, orang kaya ngga bisa bersatu. Coba lihat bangsa Arab itu, kurang apa, tetapi mereka saling menghamba pada Amerika.

Maka itu kadang-kadang Myanmar itu dibuat tetap miskin karena kalau kaya, nanti mereka minta merdeka dari pemerintah Junta. Apapun yang dilakukan pemerintah kita harus selamat dari menjadi exit liquidity, apapun mau pemerintah pasti akan terjadi, kan ngga mungkin mencegah pemerintah dari gaya hidupnya yang gendeng itu, masa alokasi dana pijat 30 juta, udah edan. Pemerintah AS itu kalau meeting kan ga mau di hotel bintang tiga pasti di hotel luhuri. 

Berikut Bocoran PCE: 

Bank of America 2,7% Core 2,9%

Barclays 2,7% Core 2,9%

Employ America 2,7% Core 2,9%

Goldman Sachs 2,7% Core2,9%

Nomura 2,7% Core 2,9%

Oxford 2,7% Core 2,9%

TD Securities Core 2,7% Core 2,9%

Median 2,7% Core 2,9%

Bulan Lalu 2,6% Core 2,9%

Perhatikan ini, Core PCE yang tidak naik tetapi PCE yang naik artinya inflasi naik karena komponen luar negeri, biasanya karena minyak, karena kita dapati minyak tidak naik signifikan dan cadangan minyak AS naik kencang, maka alasan minyak tidaklah dapat dipilih untuk saat ini. Sehingga alasan kenaikan PCE adalah Tariff. Bagaimana saya tahu? Powell dengan Jumawa menyatakan bahwa inflasi naik bukan karena strategi Fed, tetapi naik karena Tariff. Powell dalam pidatonya menyombingkan diri dengan mengatakan bahwa “We were right to wait” : 

22.00 WITA- Unmich 1 Year Inflation 

Unmich 1 Year 2 Minggu lalu stagnan di 4,8%, menurut saya itu adalah bottom Unmich dan dari sini Unmich akan kembali naik karena Fed sudah potong suku bunga. 

Pada 2 Minggu lalu Unmich 5 tahun naik dari 3,5% ke 3,9% tanda bahwa inflasi double digit adalah nyata. Pemerintah AS akan mencari exit liquidity baru yaitu Senjata, Mata Uang lain dan Bitcoin, dan itu sudah dalam proses, perhatikan kekacauan dunia yang terjadi. 

Terimakasih sudah membaca. 

Semua analisa saya adalah cocoklogi, saya pas-paskan berdasarkan narasi sesuka mood hati saya, jika benar itu hanyalah kebetulan, hanya hoki dan jarang sekali terulang, jika salah memang sewajarnya begitu karen ini hanya fiksi berfakta. Sehingga menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan pasti rugi serta sesat, karena ini semua bukanlah nasehat keuangan, tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya juga karena didunia ini tak ada yang bisa dipercaya kecuali duit. 

Udah gede kamu, anakmu mau kelas 3 SD, masih ajah disuruh DYAR, DYER, DYOR. Mendewasalah. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Awas, Badai Kenaikan! Bitcoin Mendekati Harga Rp2 Miliar

Bitcoin (BTC) kembali mencatat pergerakan harga yang solid di pasar kripto.

Pada perdagangan terbaru, BTC diperdagangkan di level $117,243.77 per koin, naik tipis sebesar +0.08% dalam 24 jam terakhir.

Meski kenaikan harian terlihat moderat, secara keseluruhan Bitcoin masih memegang posisi kuat sebagai pemimpin pasar kripto dengan kapitalisasi mencapai $2,335.78 miliar USD.

Pergerakan harga BTC dalam 90 hari terakhir memperlihatkan tren menguat signifikan dengan lonjakan hingga +11.89%, meskipun sempat terkoreksi sekitar -0.62% dalam 60 hari terakhir.

Rekor tertinggi Bitcoin saat ini masih tercatat di $124,457.12, yang tidak terlalu jauh dari level harga saat ini.

Dengan sirkulasi pasokan 19.92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, pasar terus menunjukkan keyakinan terhadap kelangkaan aset digital ini.

Baca Juga: Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Fondasi Kenaikan Harga Bitcoin

Ada beberapa faktor utama yang mendukung stabilnya reli harga Bitcoin hingga menembus kisaran $117 ribu:

  1. Sentimen Makroekonomi Positif
    Tren suku bunga global yang mulai stabil, bahkan kemungkinan penurunan di beberapa negara maju, memberikan dorongan besar bagi aset berisiko seperti kripto. Investor kembali melihat Bitcoin sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, sekaligus sebagai alternatif investasi di tengah ketidakpastian pasar saham.
  2. Adopsi Institusional yang Menguat
    Masuknya dana besar melalui ETF Bitcoin spot dan semakin banyaknya perusahaan publik yang menambahkan BTC ke portofolio keuangan mereka menjadi katalis utama. Kapitalisasi pasar BTC yang tembus di atas $2,3 triliun menunjukkan bahwa Bitcoin kini bukan lagi aset spekulatif semata, melainkan instrumen investasi yang semakin mapan.
  3. Kelangkaan Pasokan
    Dengan 94.87% total supply sudah beredar, Bitcoin semakin langka di pasar. Hal ini diperkuat oleh aksi akumulasi dari investor jangka panjang (whales) yang memilih menyimpan BTC mereka, sehingga mengurangi likuiditas di bursa. Kondisi ini menciptakan tekanan permintaan yang lebih tinggi dibanding pasokan.
  4. Kedekatan dengan Rekor Tertinggi
    Level harga tertinggi sepanjang masa di $124,457.12 hanya berjarak sekitar 6% dari harga saat ini. Kedekatan ini memicu optimisme bahwa BTC akan segera menguji level resistance psikologis tersebut, memicu FOMO (fear of missing out) di kalangan investor baru.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Perbandingan Performa Harga

Dalam beberapa rentang waktu, performa BTC menunjukkan tren positif:

  • Hari ini: naik tipis +0.03% atau sekitar $37.71.
  • 30 hari terakhir: menguat +1.74% dengan tambahan lebih dari $2,000.
  • 90 hari terakhir: lonjakan impresif +11.89% atau sekitar $12,442.39.

Meski ada sedikit tekanan di periode 60 hari dengan penurunan -0.62%, tren jangka menengah tetap mengarah naik.

Hal ini memperlihatkan bahwa koreksi minor hanyalah bagian dari konsolidasi pasar sebelum menguji level lebih tinggi.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Dengan dukungan fundamental yang kuat, peluang Bitcoin untuk kembali menembus rekor tertinggi terlihat cukup besar.

Beberapa analis memperkirakan harga BTC bisa menyentuh kisaran $125,000 – $130,000 dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika arus masuk dari ETF dan investor institusional terus meningkat.

Namun, investor juga perlu mewaspadai faktor risiko seperti regulasi baru di sektor kripto, potensi aksi ambil untung ketika BTC mencapai level ATH, serta kondisi makroekonomi global yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: Menari di Atas Gelombang Volatilitas, Harga Bitcoin Turun Tipis

Bitcoin kembali menegaskan posisinya sebagai raja aset digital dengan pergerakan harga yang stabil di atas $117 ribu.

Dukungan sentimen makro positif, arus investasi institusional, serta kelangkaan pasokan menjadi motor utama reli ini.

Dengan tren yang masih mengarah naik, BTC berpotensi kembali mencetak sejarah baru dalam waktu dekat.

Optimisme pasar tetap tinggi, dan sekali lagi Bitcoin menunjukkan bahwa statusnya sebagai emas digital bukan hanya sekadar narasi, melainkan realitas yang kini diakui oleh investor global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dari Tekanan ke Kemenangan, Bitcoin Kembali Meroket ke $116K!

Bitcoin (BTC), raja kripto yang terus mendominasi pasar global, kembali menunjukkan taringnya dengan lonjakan harga harian +1,35%.

Saat ini, BTC diperdagangkan di level $116,764 per koin, dengan kapitalisasi pasar fantastis mencapai $2,326 miliar.

Volume perdagangan 24 jam yang menembus $46 miliar menandakan geliat transaksi yang sangat aktif, menegaskan bahwa Bitcoin masih menjadi pilihan utama investor di tengah dinamika pasar kripto.

Baca Juga: Crypto Fear and Greed Index Mendingin, Bitcoin Diam di $114K

Posisi Pasar Bitcoin

Sebagai aset kripto nomor satu, Bitcoin menguasai hampir seluruh perhatian pasar dengan sirkulasi pasokan 19,92 juta BTC, atau sekitar 94,87% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas akhir, kelangkaan (scarcity) kian memperkuat nilai intrinsik Bitcoin.

Dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat pertumbuhan mengesankan sebesar +11,27%, meski sempat terkoreksi tipis -1,35% dalam 60 hari terakhir.

Jika ditarik ke periode 30 hari, harga masih naik +1,11%, menunjukkan tren yang relatif stabil di tengah volatilitas.

Menariknya, dalam sepekan terakhir, Bitcoin juga sudah tumbuh +4,65%, mengindikasikan adanya dorongan baru yang bisa membawa BTC mendekati kembali level tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

Beberapa faktor kunci memengaruhi pergerakan bullish Bitcoin saat ini:

  1. Optimisme Makroekonomi
    Pasar kripto mendapatkan dorongan dari spekulasi penurunan suku bunga global dan pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi ini membuat investor melirik aset berisiko seperti Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai.
  2. Arus Masuk Dana Institusional
    Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Bitcoin semakin menyedot minat investor besar. Lonjakan volume perdagangan harian yang tinggi menjadi indikasi bahwa dana institusional semakin agresif mengakumulasi BTC.
  3. Halving Effect Masih Terasa
    Efek psikologis dan fundamental dari halving terbaru masih berpengaruh. Dengan semakin terbatasnya pasokan baru, tekanan suplai memberikan dorongan tambahan bagi kenaikan harga.
  4. Sentimen Positif dari Pasar Kripto Secara Umum
    Lonjakan minat terhadap aset kripto lain, terutama Ethereum dan beberapa altcoin papan atas, turut meningkatkan kepercayaan pasar. Namun, Bitcoin tetap menjadi “safe haven” di ekosistem kripto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga Bitcoin

Jika momentum bullish berlanjut, analis memperkirakan BTC berpotensi menguji ulang level ATH di $124,000 – $125,000 dalam waktu dekat.

Level resistance terdekat ada di sekitar $117,500, sementara support kuat berada di area $114,800.

Dalam jangka menengah, target ambisius Bitcoin berada di rentang $130,000 – $135,000, terutama jika arus masuk dana institusional terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu waspada karena potensi koreksi sehat bisa saja terjadi, terutama jika BTC gagal menembus resistance psikologis di atas $120,000.

Baca Juga: Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,3 triliun, Bitcoin kembali membuktikan diri sebagai aset kripto yang tidak tergoyahkan.

Kenaikan harian sebesar +1,35% mungkin terlihat kecil, tetapi dalam konteks pasar kripto, ini adalah sinyal kuat bahwa BTC masih berada dalam tren naik yang sehat.

Kombinasi antara kelangkaan pasokan, arus modal institusional, dan optimisme makroekonomi menjadikan Bitcoin sebagai kandidat kuat untuk kembali mencetak rekor harga baru dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menari di Atas Gelombang Volatilitas, Harga Bitcoin Turun Tipis

Bitcoin (BTC), sang primadona dunia kripto, kembali menjadi sorotan karena dipaksa tunduk oleh volatilitas pasar.

Dengan harga Bitcoin terbaru yang diperdagangkan di kisaran $115,163.07 per BTC, aset digital ini menunjukkan bagaimana ia tetap kokoh sebagai poros utama pasar meskipun diwarnai fluktuasi yang tajam.

Kapitalisasi pasar mencapai $2,294.22 miliar USD, menjadikan Bitcoin tak tergoyahkan di posisi teratas, sementara volume perdagangan harian menyentuh $51.54 miliar USD, cerminan tingginya aktivitas di pasar.

Baca Juga: Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Gerak Harga: Fluktuasi yang Jadi Identitas

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami sedikit koreksi dengan penurunan -0.28%, setara dengan pelemahan sekitar $421.25.

Meski tampak kecil, perubahan ini menunjukkan bagaimana dinamika pasar kripto begitu sensitif terhadap faktor eksternal.

Dalam rentang 30 hari, harga BTC turun -2.12%, dan dalam 60 hari terakhir, pelemahannya lebih dalam, yakni -4.17%.

Namun, cerita berbeda muncul dalam rentang 90 hari, di mana Bitcoin justru mencatatkan kenaikan signifikan +9.69%.

Tren ini memberi sinyal bahwa meski volatilitas jangka pendek masih menghantui, prospek jangka menengah Bitcoin tetap kuat.

Rekor dan Rentang Harian

Selama 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $114,461.06 hingga $116,747.88.

Angka ini menunjukkan betapa pasar masih mencari keseimbangan antara tekanan jual dan dorongan beli.

Jauh di atas itu, Bitcoin masih menyimpan catatan manis dengan rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, sebuah pencapaian yang masih jadi target psikologis berikutnya bagi banyak investor.

Sirkulasi dan Scarcity: Daya Tarik Utama

Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati puncak kelangkaannya.

Scarcity inilah yang membuat BTC dipandang bukan sekadar aset digital, tetapi juga “emas baru” di era modern.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted) bahkan mencapai $2,417.74 miliar USD, menegaskan daya tarik jangka panjang aset ini.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis: Kenapa Bitcoin Tetap Menarik?

Ada beberapa faktor yang menjaga aura Bitcoin tetap bersinar:

  1. Status sebagai “safe haven digital”
    Di tengah ketidakpastian global, investor melihat Bitcoin sebagai pelindung nilai, mirip emas. Meskipun harganya fluktuatif, BTC tetap dianggap aset yang layak ditahan dalam portofolio jangka panjang.
  2. Institusionalisasi pasar kripto
    Masuknya institusi besar ke pasar, baik melalui ETF Bitcoin maupun investasi langsung, memberi legitimasi baru pada aset ini. Hal ini menambah lapisan kepercayaan dari investor ritel maupun institusional.
  3. Keterbatasan pasokan
    Dengan total maksimum hanya 21 juta BTC, Bitcoin memiliki daya tarik unik dibandingkan aset digital lainnya yang cenderung inflatif.
  4. Narasi adopsi global
    Negara-negara berkembang mulai menjajaki penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi atau cadangan keuangan alternatif, menambah bobot fundamentalnya.

Antara Optimisme dan Realita

Meski Bitcoin kerap dilihat sebagai lambang kebebasan finansial, volatilitasnya tetap menjadi tantangan.

Investor yang masuk ke pasar ini dituntut memiliki kesabaran dan pemahaman mendalam, sebab setiap koreksi harga bisa menjadi peluang maupun risiko.

Saat ini, BTC mungkin belum kembali menembus rekor tertinggi, namun tren kenaikan 3.35% dalam sepekan terakhir menegaskan bahwa momentum masih hidup.

Kombinasi optimisme jangka panjang dan ketidakpastian jangka pendek membuat Bitcoin terus menjadi kisah paling menarik di dunia keuangan modern.

Baca Juga: Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Bitcoin kini bukan lagi sekadar eksperimen digital, melainkan fenomena global yang menghubungkan teknologi, ekonomi, dan bahkan politik.

Dengan harga yang terus menari di atas $115,000, Bitcoin membuktikan dirinya bukan sekadar aset, melainkan simbol perubahan zaman.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data On-Chain: Bitcoin Siap Meledak Lebih Dahsyat dari Sebelumnya

Bitcoin saat ini berdiri di ambang fase penting yang bisa menjadikannya mengalami lonjakan harga yang melampaui semua siklus sebelumnya.

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa beberapa indikator teknis dan institusional sedang bersuara bahwa rally Bitcoin kali ini mungkin akan berbeda dan bahkan lebih kuat daripada yang sudah pernah terjadi.

Baca Juga: Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Zona Resistensi Kritis: $116.963

Harga Bitcoin kini beredar di kisaran $116.000, dan berada di bawah sebuah zona supply penting di $116.963 yang diklasifikasikan sebagai “supply wall”.

Ini adalah level di mana banyak koin pernah diperdagangkan sebelumnya, dan para analis menilai bahwa di sekitar level ini, tekanan jual bisa muncul kembali.

Zona ini juga bersinggungan dengan nilai psikologis sekitar $120.000. Jika Bitcoin mampu menembus supply wall ini dengan volume besar, pintu untuk melanjutkan rally semakin terbuka.

Tren OTC Institutions Menarik: Keseimbangan Menurun

Salah satu temuan menarik dari data CryptoQuant adalah bahwa jumlah koin di meja-over-the-counter (OTC), yang biasanya digunakan oleh institusi untuk transaksi besar di luar bursa publik, justru menurun pada siklus ini.

Sebelumnya, di siklus-siklus kenaikan harga terdahulu, OTC balances sering meningkat seiring harga.

Fenomena menurunnya OTC balances kali ini dianggap sebagai tanda bahwa institusi mungkin lebih sedikit menyediakan pasokan jual langsung, sehingga bisa memperkuat tekanan atas jika permintaan tetap tinggi.

Momentum Teknis Mendukung

Dari sisi teknikal, Bitcoin belum kelebihan muatan (overbought). Indikator momentum seperti RSI berada di wilayah netral hingga sedikit menguat setelah rebound dari sekitar level $110.000.

Konsolidasi harga yang stabil di atas level tersebut, ditambah indikator teknikal yang masih punya ruang naik, memberi optimisme bahwa Bitcoin belum selesai bergerak.

Dukungan Makro & Tema Pasar Lebih Luas

Faktor eksternal juga memperkuat potensi rally ini:

  • Ekspektasi pelonggaran suku bunga dari bank sentral dan kondisi likuiditas yang membaik bisa menyediakan bahan bakar tambahan bagi aset-aset berisiko tinggi seperti Bitcoin.
  • Permintaan institusi yang tetap ada, terutama bila arus modal ke aset digital berlanjut.
  • Keinginan investor untuk menemukan aset dengan resistensi terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global. Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” dalam konteks ini.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Namun, optimisme tinggi ini bukan tanpa risiko. Supply wall di $116.963 bisa menjadi penghalang besar jika penjual mulai mendominasi di level tersebut.

Volume yang rendah atau kegagalan untuk menahan support di kisaran $110.000 bisa memicu penurunan kembali.

Investor juga harus memperhatikan bahwa meskipun on-chain data menunjukkan sinyal positif, realisasi rally memerlukan berbagai kondisi: volume perdagangan yang kuat, sentimen institusi tetap positif, dan tidak ada gangguan eksternal besar seperti kebijakan regulasi yang mendadak atau perubahan makroekonomi yang ekstrem.

Baca Juga: Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Data on-chain terbaru membuka kemungkinan bahwa rally Bitcoin kali ini bukan sekadar pengulangan, melainkan potensi lonjakan yang melebihi apa yang pernah dicapai di siklus-siklus sebelumnya.

Supply wall di sekitar $116.963 menjadi titik kritis yang harus ditembus agar momentum bisa berlanjut.

Dengan faktor institusi, teknikal, dan makroekonomi yang semuanya menunjukkan dukungan, investor pun memiliki alasan untuk optimis.

Namun, kehati-hatian diperlukan karena level resistance kritis dan risiko koreksi tetap nyata.

Jika semua berjalan sesuai skrip, Bitcoin bukan hanya akan melampaui batas yang pernah dicapai, tetapi membuka babak baru dalam sejarah aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tertekan Aksi Jual, Fundamental Jangka Panjang Masih Kokoh

Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto terbesar di dunia, kembali menarik perhatian investor global setelah mencatatkan pergerakan harga yang cenderung terkoreksi.

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $115,532.72 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,301.53 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, BTC melemah tipis -0.22%, meski secara jangka menengah tetap memperlihatkan tren pertumbuhan yang stabil.

Baca Juga: Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Pergerakan Harga Terbaru

Dalam perdagangan harian, Tokocrypto mencatat Bitcoin sempat menyentuh titik terendah $114,903.87 dan tertinggi $116,181.50.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif terkontrol, mengingat sebelumnya BTC sempat mencetak rekor harga tertinggi di $124,457.12.

Jika ditarik ke data 30 hari terakhir, harga BTC mengalami penurunan -1.88%, sedangkan dalam 60 hari turun -2.03%.

Namun, dalam rentang 90 hari, Bitcoin tetap tumbuh positif sebesar +7.46%. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun tekanan koreksi hadir, tren jangka panjang BTC masih dalam jalur bullish.

Alasan Penurunan Harga

Beberapa faktor utama yang menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir antara lain:

  1. Aksi Ambil Untung (Profit-Taking)
    Setelah Bitcoin sempat menembus rekor tertinggi, banyak investor jangka pendek melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Hal ini menekan harga secara alami karena meningkatnya tekanan jual.
  2. Sentimen Makroekonomi Global
    Ketidakpastian global, termasuk potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral, mendorong investor lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti kripto. Kondisi ini mengurangi arus masuk modal baru ke pasar BTC.
  3. Likuiditas Perdagangan yang Menurun
    Data menunjukkan volume perdagangan harian BTC hanya sekitar $34.10 miliar USD, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang sering menembus angka di atas $50 miliar. Menurunnya likuiditas memperbesar dampak fluktuasi harga.
  4. Regulasi Kripto yang Semakin Ketat
    Beberapa negara tengah memperketat regulasi kripto, termasuk kewajiban pajak dan transparansi transaksi. Kebijakan ini memberikan tekanan psikologis kepada investor, meskipun dalam jangka panjang justru bisa memberikan legitimasi lebih bagi BTC.

Posisi Pasar Saat Ini

Dengan kapitalisasi pasar $2,301.53 miliar USD, Bitcoin masih memimpin sebagai aset digital nomor satu, jauh di atas pesaing terdekatnya, Ethereum.

Tingkat sirkulasi mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, menandakan kelangkaan yang semakin nyata.

Hal ini secara fundamental tetap memperkuat posisi Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value) jangka panjang.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 15 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek dan Prediksi Harga

Meski harga mengalami tekanan koreksi, banyak analis melihat momentum bullish BTC belum sepenuhnya pudar.

Selama harga masih mampu bertahan di atas level support psikologis $110,000, peluang untuk kembali menguji level $120,000 hingga $125,000 masih terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual semakin besar dan harga menembus support kuat di bawah $110,000, maka potensi koreksi lebih dalam menuju area $105,000 bisa terjadi.

Faktor penentu ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan makroekonomi global, adopsi institusional, serta regulasi yang diterapkan di berbagai negara.

Bitcoin dalam Konteks Ekosistem Kripto

Sebagai pelopor aset digital, Bitcoin tetap menjadi barometer bagi seluruh pasar kripto. Pergerakan BTC sering kali menentukan arah harga altcoin, termasuk Ethereum, Solana, hingga Dogecoin.

Dominasi BTC yang masih kuat memastikan posisinya tetap vital dalam perkembangan ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Tren Bitcoin 15-19 September 2025: Bocoran FOMC

Koreksi harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian alami dari dinamika pasar kripto yang volatil.

Meskipun sempat melemah -0.22% dalam 24 jam terakhir, tren jangka panjang BTC masih positif.

Dengan fundamental yang kuat, keterbatasan pasokan, serta dukungan komunitas global, Bitcoin tetap menjadi aset digital unggulan yang berpotensi kembali menguat setelah melewati fase konsolidasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bakal Meroket Lagi? Momentum Baru Terlihat Jelas!

Bitcoin kembali mencatat pergerakan harga yang relatif stabil dengan sentimen pasar yang cenderung hati-hati.

Per 14 September 2025, Tokocrypto mencatat harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran $115,771.40 per BTC/USD, hanya naik tipis +0,01% dalam 24 jam terakhir.

Meski terlihat stagnan, kapitalisasi pasar tetap solid di level $2,306.23 miliar USD, menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset digital terbesar di dunia.

Baca Juga: BlackRock Buang Ethereum Senilai Rp14 Triliun, Beralih ke Bitcoin!

Pergerakan Harga: Stabil di Tengah Volatilitas

Data menunjukkan, dalam 24 jam terakhir Bitcoin bergerak di rentang $115,248.28 hingga $116,204.48.

Rentang yang relatif sempit ini menandakan fase konsolidasi, di mana pasar masih mencari arah berikutnya.

Jika dibandingkan dengan sepekan terakhir, BTC justru menguat +4,72%, memperlihatkan bahwa tren jangka pendek masih positif meski terhambat oleh tekanan teknikal.

Dalam skala lebih luas, perbandingan harga 30 hingga 90 hari terakhir memperlihatkan dinamika yang cukup beragam.

Selama 30 hari terakhir, harga turun -2,8% atau sekitar $3.337,46. Penurunan juga tercatat dalam periode 60 hari terakhir, yakni -2,12% atau setara $2.508,23.

Namun, bila ditarik ke horizon 90 hari terakhir, Bitcoin justru mencetak lonjakan signifikan sebesar +8,52%, atau setara dengan $9.087,04.

Rekor Tertinggi Masih Jadi Acuan

Rekor harga tertinggi Bitcoin hingga kini tercatat di level $124,457.12.

Dengan posisi saat ini di kisaran $115 ribuan, BTC masih tertinggal sekitar 7% dari puncaknya.

Bagi investor jangka panjang, jarak ini sering dianggap sebagai peluang akumulasi, terutama mengingat supply Bitcoin semakin mendekati batas maksimumnya di 21 juta BTC.

Saat ini, sudah beredar 19,92 juta BTC, atau 94,86% dari total pasokan maksimum.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar dan Volume Perdagangan

Meski pergerakan harga terbilang stagnan, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap impresif di atas $2,3 triliun USD.

Angka ini memperlihatkan bahwa kepercayaan investor global terhadap Bitcoin masih sangat kuat. Namun, satu hal yang menarik adalah penurunan pada sisi volume perdagangan.

Dalam 24 jam terakhir, volume transaksi tercatat sekitar $29,60 miliar USD, sedikit lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya yang rata-rata menembus di atas $50 miliar.

Penurunan volume ini biasanya menandakan investor tengah menunggu pemicu baru sebelum kembali melakukan aksi beli besar-besaran.

Analisis Sentimen Pasar

Kondisi saat ini memperlihatkan pasar berada dalam fase menimbang.

Beberapa faktor eksternal seperti kebijakan bank sentral global, perkembangan regulasi aset digital, hingga tensi geopolitik internasional turut berkontribusi pada sikap hati-hati investor.

Namun, tren jangka panjang Bitcoin masih kuat, terutama dengan meningkatnya adopsi institusional dan perkembangan infrastruktur kripto global.

Momentum Jangka Pendek dan Prospek ke Depan

Dalam jangka pendek, stabilnya harga di level $115 ribuan dapat menjadi pondasi penting untuk pergerakan selanjutnya.

Jika mampu menembus kembali level psikologis $120.000, maka peluang menuju rekor tertinggi baru semakin terbuka lebar.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, support kuat diperkirakan berada di kisaran $112.000 hingga $113.000.

Bagi investor ritel, kondisi pasar saat ini bisa dilihat sebagai masa konsolidasi yang sehat, bukan sekadar stagnasi.

Bitcoin telah melalui siklus volatilitas berulang kali, dan setiap fase konsolidasi kerap menjadi awal dari tren bullish berikutnya.

Baca Juga: Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Dengan pergerakan harga yang cenderung stabil di kisaran $115 ribuan, Bitcoin saat ini berada di jalur konsolidasi yang penuh kewaspadaan.

Meski sempat terkoreksi dalam 30–60 hari terakhir, penguatan dalam 90 hari terakhir menunjukkan fondasi tren positif masih terjaga.

Ditopang kapitalisasi pasar raksasa, supply yang semakin terbatas, serta sentimen adopsi yang terus berkembang, Bitcoin tetap menjadi magnet utama dalam ekosistem aset digital global.

Bagi para investor, fase saat ini adalah saat yang tepat untuk mengamati, menilai strategi, dan menentukan langkah cerdas di tengah dinamika pasar kripto yang semakin kompleks.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com