Tag Archives: btc

Laju Harga Makin Stabil, Harga Bitcoin Kokoh di Atas $115.000

Setelah sempat menurun beberapa waktu, Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan taringnya sebagai raja aset digital.

Hingga hari ini, harga Bitcoin tercatat berada di level $115,889.74 per koin, dengan kapitalisasi pasar menembus $2,308.52 miliar USD.

Pergerakan dalam 24 jam terakhir mengindikasikan peningkatan +0.49%, sementara volume perdagangan harian mencapai $49.18 miliar USD.

Meski masih sedikit di bawah rekor tertingginya di $124,457.12, Bitcoin tetap menjadi sorotan utama di pasar kripto global.

Baca Juga: Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Faktor di Balik Kenaikan Harga Bitcoin

Kenaikan harga Bitcoin yang stabil di tengah volatilitas pasar kripto didorong oleh beberapa faktor utama:

  1. Arus Modal Institusional
    Produk-produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF spot, terus mencatatkan peningkatan volume. Lonjakan minat dari investor institusi semakin memperkuat BTC sebagai aset lindung nilai dan mendorong likuiditas pasar.
  2. Ketidakpastian Ekonomi Global
    Dengan ancaman resesi, inflasi yang masih membayangi, serta gejolak geopolitik, banyak investor mengalihkan portofolio ke Bitcoin sebagai “safe haven digital.” Kondisi ini menambah dorongan permintaan dan menahan harga BTC tetap kuat di atas $115 ribu.
  3. Optimisme Pasar Kripto
    Meskipun mengalami koreksi dalam 30 hari terakhir sebesar -4.83%, tren jangka panjang Bitcoin tetap bullish. Kenaikan +9.91% dalam 90 hari terakhir membuktikan bahwa BTC masih menjadi aset paling diminati di ekosistem kripto.

Posisi Pasar Bitcoin yang Tak Tergoyahkan

Bitcoin masih menempati peringkat pertama dalam kapitalisasi pasar global, mendominasi dengan $2,308.22 miliar USD.

Dengan jumlah pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC atau sekitar 94.86% dari total maksimum 21 juta koin, kelangkaan Bitcoin semakin terasa.

Tingkat adopsi juga semakin luas, tidak hanya oleh investor ritel, tetapi juga oleh lembaga keuangan besar, perusahaan publik, dan bahkan beberapa negara yang mulai mempertimbangkan BTC sebagai bagian dari cadangan strategis.

Hal ini memperkuat posisi Bitcoin bukan hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai aset bernilai jangka panjang.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga: Menguji Batas Baru

Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan pola konsolidasi yang sehat. Data pergerakan harga mencatat:

  • Hari ini: +0.48% atau naik $549.83
  • 30 hari: turun -4.83%
  • 60 hari: turun tipis -0.96%
  • 90 hari: melonjak +9.91%

Performa ini menandakan adanya fase akumulasi kuat di pasar. Level support jangka pendek berada di kisaran $113,000 – $114,000, sementara resistensi terdekat ada di level $118,000 – $120,000.

Jika Bitcoin mampu menembus batas tersebut, peluang menuju rekor tertinggi baru di atas $124,000 terbuka lebar.

Banyak analis memperkirakan target jangka menengah bisa menyentuh kisaran $130,000 – $135,000, seiring dengan meningkatnya arus masuk modal institusional dan tren adopsi global.

Namun, volatilitas tetap menjadi faktor yang tak terhindarkan. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi, khususnya jika ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter global atau sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

Dengan harga yang bertahan kokoh di atas $115 ribu, Bitcoin semakin mengukuhkan posisinya sebagai aset digital paling dominan di dunia.

Dukungan dari investor institusional, kelangkaan pasokan, serta meningkatnya adopsi global menjadi faktor pendorong utama yang menjaga momentum bullish BTC.

Saat pasar menanti langkah selanjutnya, Bitcoin kini berada dalam posisi emas: mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, dengan potensi besar untuk membuka babak baru reli spektakuler di dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Perkasa di Atas $115.000, Sinyal Kuat Menuju Rekor Baru?

Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, kembali menunjukkan ketangguhan setelah bertengger di level $115.365,01 per BTC.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa mencapai $2,298,04 miliar USD dan volume perdagangan harian $51,08 miliar USD, Bitcoin semakin mengukuhkan dominasinya sebagai penggerak utama pasar kripto global.

Performa Harga Bitcoin yang Konsisten

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $113.453,84 hingga $116.317,21, menandakan volatilitas sehat yang tetap menarik bagi investor maupun trader.

Meskipun belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.457,12, tren jangka pendek dan menengah masih memperlihatkan momentum positif.

Jika dilihat dari riwayat harga beberapa bulan terakhir:

  • Hari ini: naik +1% atau $1.141,20.
  • 30 hari: terkoreksi -3,54% atau $4.228,03.
  • 60 hari: melemah -4,6% atau $5.558,19.
  • 90 hari: melonjak +9,45% atau $9.962,23.

Data tersebut menunjukkan meski ada tekanan jual dalam jangka 1–2 bulan terakhir, Bitcoin berhasil memulihkan momentum dalam 90 hari terakhir.

Baca Juga: Crypto Fear & Greed Index Netral, Bitcoin Bidik $130.000!

Faktor Pendorong Stabilitas Bitcoin

1. Dominasi Pasar yang Tak Tergoyahkan

Bitcoin masih menempati posisi #1 kripto dengan kapitalisasi pasar hampir $2,3 triliun, atau sekitar 45% dari total market cap kripto global.

Dominasi ini menegaskan status BTC sebagai “emas digital” yang menjadi acuan utama investor institusional maupun ritel.

2. Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

Dengan jumlah sirkulasi 19,92 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, Bitcoin semakin mendekati batas kelangkaannya.

Situasi ini mendorong sentimen scarcity, di mana permintaan tinggi terhadap aset langka cenderung mengangkat harga.

3. Minat Institusional yang Menguat

Investor besar, termasuk manajer aset global dan perusahaan publik, semakin agresif menambah kepemilikan BTC.

Hal ini memberikan dukungan harga dan mengurangi tekanan jual dari investor jangka pendek.

4. Dampak Halving dan Narasi “Safe Haven”

Meski halving berikutnya baru akan datang dalam beberapa tahun, dampaknya mulai dirasakan dalam ekspektasi investor.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global mendorong Bitcoin dilihat sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, mirip peran emas di pasar tradisional.

Prediksi Harga Bitcoin ke Depan

Bitcoin berada di persimpangan penting. Dari sisi teknikal maupun fundamental, ada dua kemungkinan besar:

  1. Skenario Bullish
    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level support $113.000 dan melanjutkan momentum bullish, BTC berpotensi menguji ulang rekor tertinggi $124.000 dalam beberapa minggu ke depan. Jika level ini berhasil ditembus, target jangka menengah bisa menuju kisaran $130.000–$135.000.
  2. Skenario Bearish
    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat akibat aksi ambil untung atau faktor eksternal seperti regulasi ketat, BTC bisa kembali terkoreksi ke kisaran $110.000–$112.000. Namun, tren jangka panjang tetap positif selama BTC tidak jatuh di bawah $100.000.

Posisi Bitcoin di Pasar Global

Sebagai kripto pionir, Bitcoin tetap menjadi barometer utama bagi seluruh aset digital lainnya. Setiap pergerakan signifikan BTC hampir selalu diikuti oleh altcoin.

Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,29 triliun USD, Bitcoin jelas berada di level yang tak tertandingi oleh aset digital lain.

Yang menarik, meski volatilitas tetap tinggi, Bitcoin terus dilihat sebagai aset yang matang. Narasi ini diperkuat dengan tingginya aktivitas perdagangan harian dan meningkatnya keterlibatan institusi keuangan besar.

Baca Juga: Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin kini berdiri kokoh di atas $115.000 dengan tren jangka menengah yang menunjukkan sinyal positif.

Dominasi pasar, kelangkaan pasokan, dan meningkatnya minat institusional menjadi bahan bakar utama kenaikannya.

Jika momentum bullish berlanjut, Bitcoin memiliki peluang besar untuk menantang dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124.000.

Meski koreksi jangka pendek bisa saja terjadi, arah besar BTC masih menuju penguatan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 15-19 September 2025: Bocoran FOMC

Seperti biasa, analisa kita lagging seminggu:

Secara data:

1. FX Reserve Tiongkok naik, tanda bahwa Tiongkok menerbitkan surat utang untuk menyedot dollar dan membeli emas serta memberikan pinjaman pembangunan yang harus dibayar dengan Yuan ✅

2. Conference Board Employment trend index Turun

3. Trade Balance Tiongkok naik 

4. CPI Tiongkok Turun. Bayangkan Setelah semua stimulus itu, CPI Tiongkok masih negatif, Jika saat CPI Tiongkok naik saja saya prediksi Bitcoin naik, apalagi jika turun, perlu berapa Trilyun Yuan lagi untuk Tiongkok bikin mata uangnya inflasi

5. PPI AS Turun. Ini sama cara mengambil poinnya: Bayangkan Setelah semua stimulus itu, PPI AS masih negatif, Jika saat PPI AS naik saja saya prediksi Bitcoin woles, apalagi jika turun, perlu berapa Milyar dollar lagi untuk AS bikin mata uangnya inflasi

6. CPI AS naik. Tetapi saya juga tekankan, fokus Corenya. Core tidak naik dan CPI naik artinya inflasi tidak naik karena strategi Fed, namun naik karena faktor external seperti minyak dan tariff, tetapi karena harga minyak masih terjaga, pasti karena tariff, sehingga Fed bisa jumawa dan mengatakan yang membuat inflasi naik adalah Presiden-mu

7. Unmich Naik.

Maka sesungguhnya prediksi minggu lalu akan mulai berefek minggu depan. 

Data Minggu Depan

Senin, 15 September 2025

09.30 WITA – House Price Index Tiongkok

House Price Index adalah ukuran harga rumah keluarga individual di Tiongkok. Rumah adalah lubang-lubang inflasi, jika harga rumah naik maka mata uangnya inflasi dan sebagai tanda Pemerintah Tiongkok telah bergerak mencetak uang baru dari uang yang ada, tetapi belum mendistribusikan semua, cara melihatnya adalah di M1.

Namun HPI adalah indikator utama melihat bagaimana inflasi setahun kedepan. Jika HPI naik maka CNY naik dan DXY turun, karena artinya CNY sedang dilemahkan untuk menyedot mata uang lain. Bagaimana caranya? dengan expor barang murah. 

20.30 WITA – NY Empire Index

New York Empire Index adalah ukuran bagus tidaknya bisnis di New York. Karena New York adalah kota besar, maka menjadi acuan indikator nasional. Sama seperti kita, jika Surabaya sepi maka secara umum ekonomi nasional lesu. maka itu jika NY Empire Index naik, DXY naik dan jika NY Empire Index turun, maka DY turun. Saya prediksi angkanya turun dengan alasan PPI nasional turun dan inflasi naik, maka seharusnya Pabrik di New York sepi. 

Kira-kira begini candle hari Senin.

Selasa, 16 September 2025

20.30 WITA – Retail Sales

PPI Nasional AS yang turun itu menggambarkan segala hal bahwa sejatinya AS itu sudah resesi, diperparah dengan NFP yang direvisi berkurang +- 900 ribu pekerjaan, tidak masuk akal jika retail sales naik. Tetapi formula retail sales itu perlu dibedah. Jika tahun lalu saya beli burger 10$ lalu tahun ini menjadi 12$, maka sejatinya retail sales itu naik.

Namun PPI membedah borok itu, dimasa yang lalu saat PPI terus naik, saya prediksi Retail Sales naik, namun karena sekarang retail sales turun dan narasi harus sesuai dengan potong suku bunga, saya prediksi retail sales tetap naik dengan logika, inflasi naik, harga barang naik, dan pengeluaran tetap harus naik, walaupun kenaikan retail sales tidak masuk akal.

22.00 WITA – National of Association Housing Builder Index

Rumah adalah Giffen goods sama seperti emas, dan saya percaya Bitcoin juga. Semakin banyak Rumah dibangun semakin mahal harganya, Bitcoin memang tidak bisa bertambah tetapi Bitcoin punya satuan Sathosi yang sejatinya harganya unlimited juga, apakah rumah bisa dibangun lebih kecil lagi seperti rencan Kementrian Myanmar yang bangun 50M2? hahahaha.

Nasib orang Myanmar kurang bagus. National Association of Housing Builder Index menggambarkan bahwa jika Konstruksi pembangunan rumah naik maka inflasi akan naik, selama Asosiasi ini sepi, maka faktor inflasi bukan dari rumah atau bertambahnya KPR, Bayangin itu index-nya sudah rendah sekali di 32, apa kabar ntar kalau naik 100? Bitcoin dimana itu saat Pemerintah menggandakan uang dengan membangun rumah?

Jika NAHB naik maka DXY naik, karena KPR adalah janji mati menanggung inflasi. Saya prediksi NAHB naik sehingga DXY naik, Kira-kira begini candle hari Selasa: 

Rabu, 17 September 2025

20.30 WITA – Housing Starts

Housing Starts adalah Jumlah rumah baru yang dibangun di bulan itu, jika Jumlah rumah baru naik, maka DXY naik karena rumah baru adalah tanda pemerintah masih membuat lubang untuk inflasi baru. Pada bocoran CPI Goldman Sachs tertulis bahwa komponen inflasi dari shelter (Tempat tinggal) tidaklah diprediksi naik, sehingga menurut saya Jumlah rumah baru akan naik sesuai dengan NAHB, NAHB adalah kunci jika NAHB tidak naik atau naiknya kecil maka housing starts juga akan stuck.

Anyway, apapun hasil Housing Starts, belum akan menggerakan candle secara signifikan karena di hari yang sama ada keputusan FOMC, menurut saya Housing Starts akan naik namun engga banyak. 

02.00 WITA – FOMC Rate Decision

Pemotongan suku bunga di FOMC kali ini sudah pasti, Prediksi saya adalah 25 bps, Prediksi saya akan saya update di subs jika kenaikan inflasi dibawah 58 bps, maka kemungkinan pemotongan suku bunga 50 bps lebih besar, sehingga pilihannya bukan antara suku bunga di potong atau tidak dipotong tetapi suku bunga dipotong 25bps atau 50 bps. Pilihannya Enak atau enak banget. Pertanyaannya apakah ada sell on news? nah itu jawaban dari jam-Jaman yang setiap hari saya update di X. Berikut Contohnya:

Kira-kira Begini Candle hari Rabu:

Kamis, 18 September 2025

20.30 Claim Data

Claim data adalah jumlah pengangguran mingguan yang meminta tunjangan pengangguran pada pemerintah, setiap state berbeda antara 50-300$ per minggu tergantung lama bekerja. Jika claim data naik maka DXY turun jika Claim data turun maka DXY naik.

Prediksi saya turun. Bukan karena orangnya bekerja tapi karena orangnya dideportasi hahahaha. Memprediksi Claim data di jaman Presiden Trump tidak perlu di inverse. 

Philadelphia Fed Manufacturing Index

Philadelphia Manufacturing Index adalah survey belanja pabrik-pabrik yang ada di Philadelphia, Karena besarnya jumlah pabrik disana maka angkanya juga cenderung dapat dijadikan acuan keadaan ekonomi nasional. Misalnya kalau dikita Pabrik mobil banyakan di Jawa Barat lalu Jawa Barat sepi maka secara nasional keadaan pabrik di Indonesia sepi. 

Kira-kira begini candle hari Kamis: 

Jum’at, 19 September 2025 

7.30 WITA – CPI Japan

Jika Ekonomi Tiongkok maju maka Ekonomi Jepang tidak bisa maju karena pasar Jepang direbut pasar ekspor Tiongkok, sebab itu berhubungan antara inflasi Tiongkok, AS dan Jepang, kita dapati inflasi Tiongkok masih minus, Inflasi AS naik maka saya prediksi inflasi Jepang masih belum akan naik. Alasannya Ekonomi Jepang belum akan bergerak karena datangnya Imigran yang menjadi buruh di Jepang.

Pergantian PM baru dari PM Ishiba yang cenderung menaikan suku bunga menjadi PM baru yang lebih dovish dapat menyebabkan pasar berpikir inflasi Jepang akan stuck dan boleh jadi akan kembali ke menahan suku bunga untuk naik. 

11.00 WITA – BOJ Rate Decision

Saya prediksi BoJ masih akan menahan suku bunga. Menaikan suku bunga hanya akan menambah pedih Yen karena semakin ditinggalkan, sedangkan menurunkan suku bunga belum menjadi opsi karena inflasi masih akan membuat penduduk Jepang lebih berhemat lagi akibat daya beli yang turun. 

Kira-kira begini Candle hari Jum’at: 

Terimakasih sudah membaca Tulisan saya , ini semua hanyalah karangan dan fiksi belaka, jika ada kebenaran maka itu hanya kebetulan saja, menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan sudah pasti merugi, tetaplah analisa sendiri dan tetaplah jangan percaya karena kalau analisa sendiri engga ada yang memeriksa. 😮‍💨😮‍💨😮‍💨😮‍💨

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Makin Perkasa di Level $114.000, Ini Faktor Pendorongnya

Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali mencatatkan kinerja mengesankan di awal September 2025.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Kamis (11/9), harga BTC berada di level $114,289.85 per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,276.57 miliar USD.

Angka ini menegaskan dominasi Bitcoin sebagai aset digital terbesar di dunia, di tengah geliat pasar kripto yang kian solid.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik +2.54%, setara dengan tambahan $2,824.89.

Pergerakan ini menempatkan BTC semakin dekat dengan level psikologis $115,000, yang bisa menjadi batu loncatan untuk kembali menguji rekor tertinggi (ATH) sebelumnya.

Baca Juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Performa Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

Jika ditarik ke belakang, performa BTC masih menunjukkan tren positif secara keseluruhan:

  • Hari ini: naik +2.53%.
  • 7 hari terakhir: bertambah +2.74%.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi tipis -3.84% atau sekitar $4,561.37.
  • 60 hari terakhir: turun moderat -2.97%.
  • 90 hari terakhir: justru naik signifikan +9.33% atau sekitar $9,752.33.

Dengan volatilitas yang masih dalam batas wajar, Bitcoin tetap menunjukkan tren bullish jangka menengah hingga panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Antisipasi Terhadap Kebijakan Ekonomi Global

Investor global tengah mengantisipasi langkah-langkah kebijakan moneter dari bank sentral besar, khususnya Federal Reserve AS.

Ekspektasi terhadap pelonggaran suku bunga memberi dorongan positif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin. Sebagai aset lindung nilai alternatif, BTC semakin dipandang sebagai instrumen diversifikasi investasi.

2. Permintaan Tinggi dari Institusi

Masuknya arus modal institusional melalui produk-produk investasi berbasis Bitcoin, seperti ETF spot, terus mendorong permintaan.

Lonjakan volume perdagangan harian hingga $54.13 miliar USD menjadi bukti bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset arus utama.

3. Keterbatasan Pasokan

Dengan total pasokan maksimum 21 juta BTC dan jumlah yang beredar saat ini mencapai 19.92 juta BTC (94.85% dari total), kelangkaan pasokan menjadi faktor fundamental yang memperkuat nilai Bitcoin.

Menjelang siklus halving berikutnya, tekanan suplai diperkirakan akan semakin memperkokoh tren bullish jangka panjang.

4. Ketahanan Harga di Level Support Kuat

Dalam 24 jam terakhir, BTC bergerak di kisaran $111,396.63 hingga $114,306.26. Penembusan ke atas $114,000 memperlihatkan kekuatan demand, sekaligus membuka peluang menuju resistance berikutnya di sekitar $118,000 sebelum menguji rekor tertinggi $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Bitcoin Menuju Rekor Baru

Dengan kapitalisasi pasar yang telah menembus $2,276.74 miliar USD, Bitcoin tidak hanya menjadi aset kripto, tetapi juga mulai sejajar dengan instrumen keuangan tradisional kelas berat.

Banyak analis memperkirakan bahwa jika tren positif ini bertahan, Bitcoin berpeluang kembali mencatatkan ATH baru di atas $125,000 dalam beberapa bulan mendatang.

Adapun beberapa katalis yang dapat memperkuat momentum kenaikan meliputi:

  • Stabilitas makroekonomi dan potensi penurunan suku bunga global.
  • Pertumbuhan adopsi institusional lewat ETF dan tokenisasi aset digital.
  • Siklus halving 2026 yang semakin dekat, mengurangi pasokan baru BTC.
  • Meningkatnya kepercayaan investor ritel yang kembali masuk ke pasar setelah fase konsolidasi.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai faktor risiko seperti regulasi ketat di sejumlah yurisdiksi, volatilitas pasar kripto yang tinggi, serta kemungkinan aksi ambil untung ketika BTC mendekati rekor tertinggi.

Bisa saja, kenaikan harga Bitcoin hingga $114,289.85 menandai momentum positif yang semakin kuat di pasar kripto.

Dengan dukungan sentimen global, adopsi institusional, dan keterbatasan pasokan, BTC kembali memantapkan diri sebagai aset digital utama dunia.

Jika tren ini terus berlanjut, Bitcoin bukan hanya berpotensi menguji kembali level ATH di $124,457.12, tetapi juga membuka jalan menuju tonggak sejarah baru di atas $125,000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange dan Jadwal Pre-Order

Setelah banyak spekulasi dan rumor menjelang perilisan iPhone 17 terbaru, akhirnya iPhone 17 resmi dirilis pada 9 September 2025 melalui acara Apple bertajuk “Awe Dropping”

Tradisi tahunan Apple dalam memperkenalkan lini terbaru iPhone kali ini membawa beberapa varian, seperti iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan yang terbaru iPhone Air.

Tentunya semua iPhone terbaru ini dibekali dengan peningkatan desain, kamera, hingga performa yang ditenagai chipset gahar terkini dari Apple—A19  dan A19 pro yang semakin cepat, efisien, dan dirancang untuk mengoptimalkan fitur AI.

Salah satu hal yang menarik dari iPhone 17 series terbaru ini adalah hadirnya varian warna Orange yang bisa mengingatkan investor kripto pada logo Bitcoin.

Spek dan Harga Varian iPhone 17 Terbaru

Apple merilis empat varian iPhone 17 dengan target pengguna berbeda. Berikut ringkasan spesifikasi utama dan perkiraan harga tiap model:

iPhone 17 

Ilustrasi warna iPhone 17. Sumber: Apple

iPhone 17 hadir dengan desain yang indah dan tangguh, tersedia dalam lima warna elegan. Dilengkapi sistem kamera baru 48MP Dual Fusion, kamera depan Center Stage untuk selfie grup, serta fitur video Dual Capture yang memudahkan pengambilan momen dari dua sudut sekaligus. 

Chip A19 yang bertenaga menghadirkan performa canggih dan daya tahan baterai sepanjang hari. Layar Super Retina XDR berukuran 6,3 inci kini mendukung ProMotion hingga 120Hz, memberikan pengalaman visual yang lebih halus dan responsif.

Perlindungan Ceramic Shield 2 di bagian depan membuatnya tiga kali lebih tahan gores. Pengisian daya cepat hingga 50% hanya dalam 20 menit. Ditambah lagi, fitur Apple Intelligence seperti Clean Up siap membantu menyempurnakan foto dan aktivitas harian kamu.

Harga: 

256GB: $799 / Rp13 jutaan
512GB: $999  / Rp16 jutaan

iPhone 17 Pro

Ilustrasi iPhone 17 Pro. Sumber: Apple

iPhone 17 Pro mengusung desain baru dengan warna “Bitcoin Orange” yang tidak hanya tangguh, tetapi juga mendukung performa maksimal dan daya tahan baterai luar biasa berkat chip A19 Pro.

Sistem kamera 48MP Pro Fusion menghadirkan Telephoto terpanjang dalam sejarah iPhone dengan zoom hingga 8x, serta kamera depan Center Stage untuk selfie grup yang lebih cerdas dan fitur video Dual Capture. 

Perlindungan layar juga semakin kuat dengan Ceramic Shield 2 yang tiga kali lebih tahan gores, sementara aluminium unibody membantu meredam panas secara efisien. Dilengkapi pula dengan fitur Apple Intelligence seperti Clean Up, yang membuat pengalaman pengguna semakin praktis dan intuitif.

Harga: 

256GB: $1.099 / Rp18 jutaan
512GB: $1.299  / Rp21 jutaan
1TB: $1.499  / Rp24 jutaan

iPhone 17 Pro Max

Ilustrasi perbandingan iPhone 17 Pro Max dengan iPhone 17 Pro. Sumber: Apple

iPhone 17 Pro Max memiliki spesifikasi yang mirip dengan iPhone 17 Pro, namun dengan ukuran layar, kapasitas baterai, dan opsi penyimpanan yang lebih besar serta hadir juga dengan warna ikonik “Bitcoin Orange”. Dengan layar Super Retina XDR yang lebih besar, yakni berukuran 6,9 inci, perangkat ini menawarkan pengalaman visual yang imersif dan responsif berkat ProMotion hingga 120Hz. 

Sama seperti iPhone 17 Pro, kamera iPhone 17 Pro Max juga dilengkapi kamera Pro Fusion 48MP dengan Telephoto terpanjang dalam sejarah iPhone serta zoom optik hingga 8x dan digital hingga 40x. Kamera depannya dilengkapi juga dengan Center Stage untuk selfie grup yang lebih cerdas dan fleksibel. 

Chip A19 Pro di iPhone 17 Pro Max menghadirkan performa luar biasa dengan efisiensi daya yang mendukung hingga 37 jam pemutaran video dan pengisian daya cepat hingga 50% hanya dalam 20 menit.

Harga: 

256GB: $1.199 / Rp19 jutaan
512GB: $1.399 / Rp23 jutaan
1TB: $1.599 / Rp26 jutaan
2TB: $1.999 / Rp32 jutaan

iPhone 17 Air

Ilustrasi iPhone 17 Air. Sumber: Apple

iPhone Air hadir sebagai iPhone tertipis yang pernah dibuat, namun tetap menghadirkan kekuatan luar biasa berkat chip A19 Pro di dalamnya. Desainnya menggabungkan keindahan dan ketangguhan, dengan rangka titanium yang dipoles elegan, Ceramic Shield 2 di bagian depan yang tiga kali lebih tahan gores, serta perlindungan belakang yang 4x lebih tahan retak dibanding generasi sebelumnya.

Kamera depan Center Stage memudahkan pengambilan selfie grup yang lebih cerdas, sementara fitur Dual Capture memungkinkan perekaman video dari dua sudut sekaligus. Kamera utama 48MP Fusion dengan 2x Telephoto. Layar Super Retina XDR 6,5 inci dengan ProMotion hingga 120Hz memberikan pengalaman visual yang halus dan memukau.

Harga: 

256GB: $999 / Rp16 jutaan
512GB: $1.199 / Rp19 jutaan
1TB: $1.399 / Rp23 jutaan

Baca juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Jadwal Pre-Order iPhone 17 Series

Apple resmi membuka pre-order iPhone 17 Series mulai Jumat, 12 September 2025 pukul 19.00 WIB

Seperti tahun-tahun sebelumnya, jadwal ini terbagi menjadi beberapa gelombang. Negara-negara yang masuk dalam gelombang pertama meliputi Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, serta lebih dari 60 negara lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Sementara itu, untuk pasar Indonesia, meski Apple Indonesia sudah menampilkan materi promosi iPhone 17 Series di website resmi Apple Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai tanggal PO, harga resmi, atau ketersediaan di pasar Indonesia.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, iPhone 16 masuk Indonesia tujuh bulan setelah peluncuran global. Namun bukan tidak mungkin jika iPhone 17 Series lebih masuk lebih cepat, seperti iPhone 15 yang masuk selang beberapa bulan, jika tidak ada kendala seperti pemenuhan TKDN.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terjaga di Level $111 Ribu: Pasar Mulai Mengatur Nafas

Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali mencuri perhatian dengan pergerakan harga yang relatif stabil di kisaran $111,455.19 per BTC pada perdagangan terkini.

Meski sempat turun tipis -0.13% dalam 24 jam terakhir, posisi Bitcoin di atas $111 ribu menunjukkan ketahanan pasar meskipun tekanan jual masih membayangi.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2.22 triliun USD dan volume perdagangan 24 jam sebesar $47.09 miliar USD, Bitcoin tetap menjadi pusat gravitasi bagi seluruh pasar kripto global.

Baca Juga: 8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Stabil Namun Rawan Fluktuasi

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di rentang $110,776.70 (terendah) hingga $113,225.44 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan volatilitas harian yang relatif wajar bagi BTC, apalagi jika dibandingkan dengan riwayat harga jangka menengah:

  • 30 hari terakhir: turun signifikan -8.42% atau sekitar $10,242.
  • 60 hari terakhir: melemah -5.38% atau $6,338.
  • 90 hari terakhir: justru menguat +3.24%, menambah optimisme investor jangka panjang.

Sementara itu, harga rekor tertinggi (ATH) $124,457.12 masih menjadi magnet psikologis, seolah menjadi target utama yang akan diuji kembali apabila momentum bullish berhasil dikonsolidasikan.

Antara Konsolidasi dan Potensi Rebound

Pergerakan Bitcoin saat ini dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi.

Investor besar (whales) terlihat lebih berhati-hati, menunggu kepastian dari sentimen makroekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan arus masuk modal institusional melalui ETF Bitcoin spot.

Meskipun harga 30 hari terakhir mencatat koreksi cukup dalam, tren 90 harian yang positif menunjukkan bahwa pasar masih menyimpan momentum jangka menengah. Konsolidasi di atas $110 ribu bisa menjadi fondasi untuk kenaikan berikutnya.

Di sisi lain, jumlah pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC, atau sekitar 94.85% dari total maksimum 21 juta BTC.

Fakta bahwa Bitcoin mendekati batas pasokannya menambah daya tarik sebagai aset langka, mendukung narasi “digital gold” yang semakin kuat di kalangan investor institusional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong dan Penahan Harga

  1. Dukungan Sentimen ETF Spot
    Masuknya dana institusional melalui produk ETF terus memberi “bantalan” bagi harga Bitcoin. Investor besar tampaknya tidak terburu-buru melepas aset mereka, menjaga stabilitas pasar.
  2. Tekanan dari Koreksi Global
    Pasar saham global yang bergejolak dan ketidakpastian kebijakan moneter masih membatasi pergerakan harga BTC. Korelasi Bitcoin dengan indeks saham masih cukup tinggi, membuat BTC rentan terhadap berita makro.
  3. Psikologis Pasar di Area $110 ribu
    Level $110 ribu kini menjadi support penting. Jika mampu bertahan, harga berpotensi rebound menuju $115 ribu–$118 ribu. Namun bila tembus ke bawah, pasar bisa kembali menguji area $105 ribu.

Menanti Aksi Besar

Investor tampaknya tengah “menahan napas” menunggu katalis baru. Dua kemungkinan yang bisa menggerakkan harga besar-besaran adalah:

  • Kabar positif dari adopsi institusional → dapat memicu reli menuju ATH.
  • Kejutan makroekonomi global → bisa menekan harga ke bawah $110 ribu.

Namun, tren fundamental Bitcoin tetap kuat. Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh $2.34 triliun USD, BTC masih memimpin sebagai aset kripto nomor satu, sekaligus barometer utama arah pasar kripto global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase kritis. Meski mengalami koreksi dalam sebulan terakhir, stabilitas harga di atas $111 ribu menunjukkan pasar sedang mengatur ritme.

Investor jangka panjang melihat fase ini sebagai konsolidasi sehat, sementara trader harian menanti breakout berikutnya.

Pasar kripto global pun seolah bersepakat: selama Bitcoin bertahan di atas $110 ribu, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka lebar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

8 Tahun Lalu 1 Bitcoin Bisa Beli iPhone 17, Sekarang Bisa Dapat Berapa?

Delapan tahun lalu, tepatnya di 2017, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $1.000, hampir sama dengan harga peluncuran iPhone X seharga $999. Artinya, 1 BTC saat itu cukup untuk membeli satu unit iPhone terbaru.

Kini, harga Bitcoin sudah menembus $112.000. Sementara iPhone 17 dibanderol mulai dari $799. Dengan harga tersebut, 1 BTC bisa ditukar dengan 140 unit iPhone 17. Perbandingan ini menunjukkan kenaikan 2.700% hanya dalam delapan tahun terakhir.

Dari iPhone X ke iPhone 17: Perjalanan yang Kontras

Dilaporkan Cryptonews, saat iPhone X muncul sebagai ponsel pertama Apple dengan harga $1.000, Bitcoin juga sedang bersiap menuju puncak bull run 2017 yang membawa nilainya hampir ke $20.000.

Sejak itu, Apple terus merilis seri iPhone setiap tahun dengan peningkatan bertahap, tetapi harga dasarnya relatif stabil di kisaran $700–$1.200. Bahkan iPhone 17 saat ini dibuka dengan harga $799, lebih murah $200 dibanding iPhone X saat diluncurkan.

Di sisi lain, Bitcoin melesat luar biasa. Dari $1.000 pada 2017, naik ke $69.000 pada 2021, sempat terkoreksi ke $15.600 di 2022, lalu menembus $100.000 pada akhir 2024 hingga stabil di sekitar $112.000 sekarang.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Seandainya Beli Bitcoin, Bukan iPhone…

Jika seseorang memilih membeli Bitcoin senilai $799 (harga iPhone 17 standard) hari ini, maka ia akan mendapat sekitar 0,00713 BTC. Dengan asumsi pertumbuhan historis 2.700% dalam 8 tahun, investasi itu bisa bernilai $21.573 pada 2033.

Dengan harga iPhone yang diperkirakan stabil di $850–$900 dalam 8 tahun mendatang, maka investasi Bitcoin tersebut bisa ditukar dengan 24–25 unit iPhone, bukan hanya satu.

Beberapa analis bahkan memperkirakan Bitcoin bisa mencapai $500.000 hingga $1 juta per BTC di 2033. Jika skenario itu terjadi, investasi setara harga iPhone hari ini bisa cukup untuk membeli 135–170 iPhone di masa depan.

Bandingkan dengan Saham Apple

Bagaimana jika uang $799 dipakai beli saham Apple, bukan iPhone atau Bitcoin?

Dengan harga saham Apple saat ini sekitar $238, maka $799 bisa membeli 3,36 lembar saham AAPL. Jika mengikuti rata-rata pertumbuhan Apple sebesar 10% per tahun, nilai investasi itu akan menjadi sekitar $1.719 pada 2033.

Artinya, cukup untuk membeli 1–2 unit iPhone di masa depan. Jauh lebih kecil dibanding potensi Bitcoin. Namun, saham Apple menawarkan volatilitas rendah dan stabilitas lebih besar dibanding kripto.

Ilustrasi iPhone 17.
Ilustrasi iPhone 17. Sumber: Apple

Bitcoin: Dari Pizza ke iPhone

Jangan lupa, pada 2010 pernah ada transaksi legendaris 10.000 BTC untuk dua pizza seharga $41. Nilainya hari ini setara $1,12 miliar, cukup untuk membeli lebih dari 1,4 juta iPhone 17.

Sejak saat itu, Bitcoin telah melewati fase penting:

  • 2011: menembus $1
  • 2013: mencapai $1.000
  • 2017: bull run ke hampir $20.000
  • 2021: puncak sementara di $69.000
  • 2024: menembus $100.000

Kini, dengan dukungan institusional, regulasi lebih jelas, hingga hadirnya ETF Bitcoin dari raksasa keuangan seperti BlackRock dan Grayscale, BTC makin diakui sebagai store of value global.

iPhone dan Bitcoin

Perjalanan iPhone dan Bitcoin dalam 8 tahun terakhir menunjukkan dua dunia yang sangat berbeda:

  • Apple menjaga harga produknya stabil dengan inovasi bertahap.
  • Bitcoin tumbuh dari aset spekulatif menjadi penyimpan nilai global dengan kenaikan ribuan persen.

Jika pola sejarah berulang, memilih Bitcoin daripada iPhone 17 hari ini mungkin berarti bisa membeli puluhan hingga ratusan iPhone di masa depan.

Namun tentu saja, Bitcoin tetap berisiko tinggi dengan fluktuasi besar. Sementara saham Apple lebih stabil meski imbal hasilnya jauh lebih kecil.

Pada akhirnya, pilihan kembali ke strategi finansial masing-masing: mau konsumsi hari ini, atau investasi untuk masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Gak Ada Obat! Harga Tembus $111,9 Ribu, Ada Apa?

Perlahan tapi Pasti, Bitcoin kembali menunjukkan tajinya di dunia aset digital.

Pada perdagangan hari ini, Selasa (9/9), harga BTC di Tokocrypto berhasil menyentuh $111,925.78 atau sekitar Rp1,7 miliar per koin, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,229 miliar (2,22 triliun USD).

Angka ini menunjukkan lonjakan +0,87% dalam 24 jam terakhir, sekaligus menjadi sinyal bahwa pasar kripto masih berdenyut kuat meski volatilitas terus membayangi.

Kenaikan ini terbilang penting, mengingat dalam rentang 30 hari terakhir Bitcoin justru sempat anjlok hingga -5,55%.

Namun dalam 7 hari terakhir, BTC sudah mulai memulihkan diri dengan catatan +1,54%. Pertanyaannya, apa faktor yang mendorong kebangkitan harga Bitcoin kali ini?

Baca Juga: Bitcoin Menggeliat Lagi: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Kondisi Terkini Pasar Bitcoin

  • Harga saat ini: $111,925.78
  • Kapitalisasi pasar: $2,229.37 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: $40.08 miliar
  • Supply beredar: 19,92 juta BTC (94,85% dari maksimum 21 juta BTC)
  • ATH (all-time high): $124,457.12

Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan pada kisaran $110,906 – $112,869, menunjukkan volatilitas sehat. Meski sempat tertekan di awal pekan, investor kini mulai optimis kembali.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga BTC

1. Arus Masuk Institusi Masih Deras

Produk investasi berbasis Bitcoin seperti ETF spot dan trust fund kripto kembali mencatat aliran dana positif. Investor institusional tampaknya masih memandang BTC sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

2. Daya Tarik Safe Haven

Di tengah gejolak ekonomi global, Bitcoin mulai kembali diposisikan sebagai “emas digital”. Dengan pasokan terbatas hanya 21 juta koin, BTC menjadi alternatif penyimpan nilai yang banyak dicari investor saat volatilitas mata uang fiat meningkat.

3. Optimisme Pasca Halving

Halving terakhir yang berlangsung beberapa bulan lalu membuat reward penambangan turun 50%. Secara historis, momen ini memicu tren kenaikan harga jangka menengah. Banyak analis melihat pergerakan saat ini sebagai fase akumulasi menuju reli besar berikutnya.

4. Likuiditas Global yang Longgar

Bank sentral di beberapa negara mulai menahan kenaikan suku bunga atau bahkan memberi sinyal pelonggaran moneter. Hal ini membuat investor lebih berani mengalokasikan dana ke aset berisiko, termasuk kripto.

5. Sentimen Positif dari Inovasi Blockchain

Ekosistem kripto tidak hanya bicara soal harga. Pertumbuhan sektor tokenisasi aset nyata (RWA), integrasi stablecoin dalam pembayaran global, hingga adopsi AI dalam trading kripto ikut memberi energi tambahan bagi optimisme pasar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan dan Risiko

Meskipun harga Bitcoin menguat, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai:

  • Regulasi ketat: Pemerintah di berbagai negara masih meninjau aturan pajak dan kepatuhan kripto. Keputusan mendadak bisa memicu kepanikan pasar.
  • Likuiditas pasar: Lonjakan harga sering kali diikuti koreksi cepat. Investor ritel harus bijak mengatur posisi.
  • Dominasi whales: Dengan sebagian besar BTC dikuasai pemegang besar, pergerakan harga masih sangat sensitif terhadap aksi jual mendadak.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Secara keseluruhan, kenaikan harga Bitcoin ke level $111,9 ribu memperlihatkan bahwa tren bullish belum padam.

Meski sempat merosot dalam sebulan terakhir, pemulihan ini menjadi indikator bahwa BTC masih berada di jalur kuat menuju potensi reli lebih besar.

Bahkan tak sedikit analis yang memperkirakan harga bisa kembali menantang rekor $124 ribu dalam waktu dekat.

Investor yang ingin masuk pasar perlu mengingat pepatah klasik kripto: “Volatility is the price of admission.” Bitcoin bisa melonjak tinggi, tapi juga bisa terkoreksi cepat.

Namun satu hal pasti, dengan semakin dalamnya keterlibatan institusi, makin dekatnya adopsi mainstream, serta narasi Bitcoin sebagai emas digital, setiap kenaikan harga bukan sekadar angka, melainkan potongan cerita dari evolusi sistem keuangan global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Menggeliat Lagi: Sinyal Positif dari Pasar Kripto Global

Bitcoin kembali menunjukkan tajinya di pasar aset digital. Per 5 September 2025, harga sang pionir kripto berada di level $110,993.93 per BTC, atau naik sekitar 0.35% dalam 24 jam terakhir.

Meski angka ini masih jauh dari rekor tertinggi di $124,457.12, tren pemulihan harga yang terjadi menandai optimisme baru di kalangan investor.

Berdasarkan data pasar via Tokocrypto pada Senin (8/9), kapitalisasi Bitcoin kini mencapai $2.21 triliun USD dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $27.51 miliar USD.

Angka ini menunjukkan likuiditas pasar yang sehat, didukung oleh pasokan beredar sebanyak 19.92 juta BTC atau sekitar 94.85% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dalam rentang harian, harga BTC bergerak cukup stabil antara $110,501.99 – $111,591.08, sebuah kisaran sempit yang menandakan adanya konsolidasi setelah volatilitas beberapa pekan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Jejak Harga: Naik-Turun dalam 90 Hari

Riwayat harga Bitcoin mengisyaratkan perjalanan yang penuh dinamika:

  • Hari ini: Naik $284.45 atau +0.26%
  • 30 Hari terakhir: Turun $5,621.02 atau -4.82%
  • 60 Hari terakhir: Turun tipis $171.97 atau -0.15%
  • 90 Hari terakhir: Naik $1,413.62 atau +1.29%

Meski sempat terkoreksi cukup tajam dalam periode bulanan, dalam tiga bulan terakhir Bitcoin masih mencatatkan kenaikan bersih.

Hal ini menjadi bukti bahwa investor tetap percaya pada fundamental BTC sebagai aset jangka panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

  1. Optimisme Pasar Pasca Konsolidasi
    Setelah terkoreksi hampir 5% dalam 30 hari terakhir, harga BTC mulai memantul. Investor menilai bahwa level $110,000 adalah zona support yang kuat, sehingga banyak pelaku pasar mengambil posisi beli.
  2. Likuiditas Meningkat
    Volume perdagangan 24 jam sebesar $27.51 miliar memperlihatkan aliran modal segar ke pasar kripto. Likuiditas tinggi ini memberikan daya dorong positif pada harga BTC, sekaligus menekan volatilitas ekstrem.
  3. Sentimen Ekonomi Global
    Data inflasi global yang mulai terkendali dan kebijakan moneter beberapa bank sentral besar yang lebih akomodatif memberikan napas lega pada aset berisiko, termasuk kripto. Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
  4. Adopsi Institusional
    Lembaga keuangan besar terus memperluas eksposurnya ke Bitcoin, baik melalui produk ETF maupun akumulasi langsung. Masuknya investor institusional ini menambah kredibilitas BTC sebagai instrumen investasi global.
  5. Keterbatasan Pasokan
    Dengan 94.85% pasokan BTC telah beredar, scarcity atau kelangkaan menjadi faktor fundamental yang mengangkat valuasi. Semakin dekat menuju total supply 21 juta, Bitcoin semakin dipandang sebagai aset langka layaknya emas digital.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Antara Harapan dan Waspada

Meski tren kenaikan tampak positif, investor tetap diingatkan akan risiko.

Dalam satu jam terakhir saja, harga BTC masih mengalami fluktuasi tipis sekitar -0.07%, bukti bahwa volatilitas tetap menjadi ciri khas pasar kripto.

Namun, analis memandang konsolidasi di level $110,000–$112,000 dapat menjadi pijakan kuat menuju pergerakan lebih tinggi.

Jika momentum positif terus berlanjut, target jangka menengah $115,000 hingga $118,000 terbuka lebar.

Bitcoin Kembali di Jalur Optimisme

Kenaikan tipis harga Bitcoin di awal September 2025 menjadi sinyal bahwa pasar mulai menemukan ritme baru setelah gejolak bulanan.

Dengan dukungan faktor makroekonomi, adopsi institusional, serta sifat kelangkaan yang melekat, BTC semakin mengukuhkan dirinya sebagai aset digital unggulan di panggung global.

Bagi investor, fase ini bisa menjadi momen penting untuk meninjau kembali strategi, apakah untuk akumulasi jangka panjang atau sekadar memanfaatkan momentum jangka pendek.

Yang jelas, Bitcoin telah kembali menggeliat, membawa optimisme baru di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun Drastis Setelah Capai Rekor, Ada Apa Sebenarnya?

Bitcoin (BTC), sang pionir mata uang kripto, kembali mencuri perhatian pasar global.

Setelah menembus level tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, kini harga BTC terkoreksi tipis berada di kisaran $110,651.16 per (BTC/USD).

Kapitalisasi pasar masih bertengger pada angka spektakuler, yakni $2,203.87 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $22.26 miliar USD.

Meski penurunan harga harian hanya sebesar -0.06%, tren koreksi jangka pendek membuat pelaku pasar waspada.

Dalam 30 hari terakhir, BTC kehilangan lebih dari 5% nilainya, turun $5,930.50. Namun, bila dilihat lebih luas, performa 90 hari terakhir masih positif dengan kenaikan +4.89%.

Pertanyaannya, apa yang sebenarnya menekan harga Bitcoin di tengah popularitasnya yang kian mainstream?

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Lagi, Apa Benar Ini Cuma Konsolidasi?

Tekanan dari Aksi Ambil Untung Pasca Rekor Tertinggi

Koreksi Bitcoin belakangan ini erat kaitannya dengan aksi ambil untung (profit-taking).

Setelah harga menembus rekor baru, investor jangka pendek cenderung melakukan realisasi keuntungan untuk mengamankan modal.

Fenomena ini lazim terjadi di pasar kripto, terutama setelah periode reli panjang.

Dengan pasokan beredar mencapai 19.92 juta BTC (sekitar 94.84% dari total maksimum 21 juta), setiap pergerakan kecil dalam aksi jual mampu memberi dampak signifikan pada harga.

Sentimen Makroekonomi Global

Selain faktor internal, dinamika makroekonomi turut berperan. Ketidakpastian seputar arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi salah satu pemicu utama volatilitas.

SSaat suku bunga tetap tinggi, investor cenderung memilih instrumen keuangan yang lebih aman seperti obligasi, sehingga aliran modal ke aset berisiko seperti kripto sedikit tertekan.

Tak hanya itu, penguatan dolar AS juga menjadi faktor penghambat kenaikan Bitcoin. Karena BTC dihargakan dalam USD, setiap penguatan dolar otomatis mengurangi daya beli investor internasional.

Tekanan dari Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

Pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh arah regulasi. Isu seputar pengawasan ketat terhadap bursa kripto, aturan pajak, hingga kontrol aliran modal digital oleh regulator global, seringkali menimbulkan ketidakpastian.

Investor institusional, yang kini menjadi motor utama pasar, cenderung menahan diri dalam menambah eksposur ketika wacana regulasi belum sepenuhnya jelas. Hal ini menciptakan fase konsolidasi harga.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dinamika Pasar Kripto Secara Internal

Di dalam ekosistem kripto itu sendiri, tekanan juga datang dari meningkatnya minat pada altcoin.

Beberapa proyek seperti Ethereum, Solana, dan token-token DeFi baru belakangan mencatat lonjakan harga. Pergeseran arus modal sementara dari BTC ke altcoin dapat mengurangi momentum Bitcoin.

Namun, historisnya, fenomena ini biasanya hanya bersifat siklus. Bitcoin tetap menjadi aset dominan dengan kapitalisasi pasar terbesar, dan sering kembali menjadi pusat perhatian saat volatilitas meningkat.

Analisis Teknis: Zona Support dan Resistensi

Dari sudut pandang teknikal, harga BTC saat ini berada di rentang konsolidasi antara $110,024 (support harian) dan $110,993 (resistensi harian).

Penembusan ke bawah dapat membuka peluang koreksi lebih dalam, sementara rebound dari zona ini akan menjadi sinyal penting bagi kelanjutan tren naik.

Maka dari itu, investor jangka menengah masih optimis karena harga tetap lebih tinggi dibandingkan posisi 90 hari lalu.

Artinya, koreksi saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase sehat dalam tren naik jangka panjang.

Baca Juga: 1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

Bitcoin Masih Menjadi Barometer Pasar Kripto

Meski mengalami tekanan harga, Bitcoin tetap menjadi “barometer” kesehatan pasar kripto global. Kapitalisasi pasar yang mendekati $2,3 triliun menunjukkan betapa besarnya pengaruh BTC terhadap ekosistem finansial digital.

Koreksi jangka pendek saat ini bisa jadi justru membuka peluang masuk bagi investor yang percaya pada prospek jangka panjang.

Dengan semakin dekatnya pasokan maksimal 21 juta BTC, faktor kelangkaan akan menjadi katalis utama yang menjaga nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

Di persimpangan antara tekanan makro, aksi ambil untung, dan dinamika pasar internal, Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya bukan sekadar aset digital, tetapi juga fenomena ekonomi global yang terus berevolusi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com