Tag Archives: btc

Dominasi Bitcoin Mulai Retak, Altcoin Bersiap untuk Melesat

Pasar kripto kembali menampilkan drama menarik, tapi dominasi Bitcoin mulai retak. Bitcoin (BTC) masih berada di level tinggi, yakni $110.260, namun pergerakannya mulai kehilangan tenaga. Dalam 24 jam terakhir, BTC turun tipis -0,35%, meski masih mencatatkan kenaikan +1,36% dalam sepekan.

Di saat dominasi Bitcoin terlihat goyah, sejumlah altcoin mulai menunjukkan potensi besar untuk merebut panggung utama.

Data CoinMarketCap: Dominasi Bitcoin vs Altcoin

Menurut CoinMarketCap, dominasi Bitcoin saat ini berada di angka 57,8%, turun 2,4%. Ethereum menguasai 13,6% pasar dengan penurunan 1,47%, sementara kategori Others (altcoin lain) mencatat 28,5%, naik 0,93%.

Data Bitcoin Dominance pada tanggal 6 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Data Bitcoin Dominance pada tanggal 6 September 2025. Sumber: CoinMarketCap.

Perbandingan Historical Values:

  • Kemarin: Bitcoin 58,0% | Ethereum 13,7% | Others 28,3%
  • Pekan lalu: Bitcoin 57,4% | Ethereum 14,0% | Others 28,7%
  • Sebulan lalu: Bitcoin 60,9% | Ethereum 11,8% | Others 27,3%

Tren ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin yang sempat kokoh di atas 60% perlahan menurun, sementara altcoin — terutama kategori Others — mendapatkan porsi pasar lebih besar.

Ethereum (ETH): Tertekan, tapi Jadi Penentu

Ethereum saat ini diperdagangkan di $4.279,70. Meski turun -0,59% dalam 24 jam terakhir dan melemah -2,14% dalam sepekan, ETH masih dianggap sebagai barometer altcoin. Banyak analis percaya bahwa pemulihan Ethereum bisa menjadi katalis bagi reli altcoin berikutnya.

Polkadot (DOT): Tanda Awal Kebangkitan

Polkadot berada di level $3,83, relatif stabil dengan pergerakan harian hanya -0,02%. Namun, dalam sepekan DOT mencatatkan kenaikan +0,70%. Sinyal kecil ini bisa jadi indikasi bahwa investor mulai melirik kembali proyek-proyek blockchain multichain seperti Polkadot.

Solana (SOL): Tertekan di $200, tapi Potensi Masih Besar

Solana kini diperdagangkan di $200,72, turun -1,39% dalam sehari dan -0,98% dalam sepekan. Meski tertekan, SOL tetap menjadi salah satu aset kripto yang paling diperhatikan berkat ekosistem DeFi dan NFT yang terus berkembang.

XRP: Konsolidasi Menentukan Breakout?

XRP stagnan di $2,81, dengan penurunan tipis -0,13% baik harian maupun mingguan. Posisi ini bisa menandakan fase konsolidasi yang berpotensi memicu breakout tajam jika volume perdagangan meningkat.

Shiba Inu (SHIB): Memang Kecil, Tapi Perlawanan Ada

Shiba Inu diperdagangkan di $0,00001229, terkoreksi -1,01% dalam sehari dan melemah -0,36% dalam sepekan. Meski begitu, komunitas SHIB yang sangat aktif masih menjadi faktor kejutan yang bisa mendorong harga sewaktu-waktu.

Dengan dominasi Bitcoin yang turun dari 60,9% sebulan lalu menjadi 57,8% hari ini, altcoin semakin punya ruang untuk unjuk gigi. Ethereum, Solana, hingga Polkadot menjadi kandidat kuat untuk memimpin reli berikutnya.

Pertanyaannya: apakah altcoin benar-benar siap melesat dan menggantikan dominasi BTC dalam waktu dekat?

Baca juga: Banyak Perusahaan Borong BTC $810 Juta Saat Bitcoin Capai $123.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun Lagi, Apa Benar Ini Cuma Konsolidasi?

Meski sempat merangkak naik beberapa saat, harga Bitcoin (BTC) terpaksa kembali bergerak di zona hati-hati.

Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di level $124,457.12, kini BTC berada di kisaran $110,882.52 per keping dalam pantauan Tokocrypto pada Sabtu (6/9).

Aset kripto terbesar ini mengalami koreksi sebesar -0.51% dalam 24 jam terakhir, meski stabilitasnya masih terjaga di atas level psikologis $110 ribu.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,208.43 miliar USD dan volume perdagangan harian sekitar $57.81 miliar USD, Bitcoin tetap menjadi jangkar utama industri kripto global.

Namun, koreksi harga BTC belakangan ini menyisakan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya mendorong penurunan harga Bitcoin?

Baca Juga: 1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

Tekanan Global: Faktor Eksternal yang Membayangi

Salah satu faktor utama turunnya harga Bitcoin adalah kondisi makroekonomi global.

Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, hingga fluktuasi nilai dolar AS, semuanya memengaruhi sentimen investor.

Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” yang bisa menjadi lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenyataannya, ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, sebagian investor lebih memilih aset tradisional seperti obligasi pemerintah AS yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, pergerakan pasar saham global juga ikut memengaruhi selera risiko (risk appetite) investor. Ketika saham melemah, Bitcoin kerap mengikuti tren serupa karena dianggap sebagai aset berisiko tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Riwayat Pergerakan: Naik, Turun, dan Menguat Lagi

Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan pola fluktuasi yang dinamis:

  • Hari ini: turun $542.41 (-0.49%).
  • 30 hari terakhir: turun $3,414.32 (-2.99%).
  • 60 hari terakhir: naik $2,896.03 (+2.68%).
  • 90 hari terakhir: naik $5,244.92 (+4.96%).

Tren ini memperlihatkan bahwa meski ada koreksi bulanan, performa kuartalan Bitcoin masih positif. Artinya, penurunan ini bisa saja hanya fase konsolidasi sehat setelah reli panjang.

Likuiditas Masih Tinggi

Meski harga terkoreksi, volume perdagangan yang mencapai hampir $58 miliar USD menunjukkan likuiditas pasar tetap kuat.

Sirkulasi pasokan kini berada di angka 19.92 juta BTC, atau sekitar 94.84% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan ketersediaan Bitcoin yang semakin terbatas, potensi kenaikan harga BTC dalam jangka panjang masih terjaga.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya bahkan diperkirakan mencapai $2,328.85 miliar USD.

Angka ini menunjukkan potensi nilai yang masih bisa digapai, terlebih jika arus modal institusional semakin deras lewat instrumen seperti ETF Bitcoin spot.

Faktor Teknis: Koreksi Setelah Rekor

Ditinjau dari perspektif teknikal, penurunan harga BTC saat ini terbilang wajar setelah Bitcoin mencatatkan rekor tertinggi.

Investor yang lebih dulu masuk ke pasar cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking), yang kemudian menekan harga.

Level $110 ribu juga menjadi support penting. Jika bertahan, Bitcoin berpotensi kembali menguat. Namun, jika menembus ke bawah, pasar bisa masuk ke fase konsolidasi lebih dalam.

Minat Investor: Menunggu Momentum Baru

Bagi trader jangka pendek, volatilitas tipis harian bisa menjadi peluang spekulasi.

Sementara bagi investor jangka panjang, kondisi saat ini lebih dianggap sebagai masa “menunggu” untuk momentum besar berikutnya.

Menanggapi kondisi ini, sejumlah analis percaya bahwa penurunan ini hanya jeda sebelum Bitcoin kembali melanjutkan tren bullish.

Apalagi, dengan jumlah pasokan yang semakin mendekati batas maksimum, tekanan suplai bisa menjadi pemicu kenaikan harga jangka panjang.

Baca Juga: Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

Bitcoin memang tengah terkoreksi, namun koreksi ini lebih menyerupai fase konsolidasi alami dibanding sinyal pelemahan serius.

Tekanan makroekonomi global, aksi profit taking, serta sentimen investor menjadi faktor utama turunnya harga.

Meski begitu, stabilitas harga Bitcoin yang masih berada di atas level $110 ribu menunjukkan kekuatan pasar yang masih solid.

Dengan fundamental pasokan yang terbatas, likuiditas tinggi, dan potensi adopsi institusional yang semakin besar, Bitcoin tetap berdiri sebagai raja kripto yang siap bangkit kapan saja.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

1 Juta Bitcoin Dikuasai Perusahaan Publik, Apa Artinya?

Dunia kripto kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, perusahaan-perusahaan publik resmi menguasai lebih dari 1.000.000 Bitcoin, sebuah pencapaian monumental yang menandai semakin dalamnya adopsi institusional terhadap Bitcoin.

Menurut data BitcoinTreasuries.net, jumlah kepemilikan kolektif ini menegaskan posisi Bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulatif, melainkan strategi keuangan utama bagi perusahaan global lintas sektor.

MicroStrategy Jadi Raja Bitcoin Korporasi

Di urutan teratas, MicroStrategy (MSTR) kembali memimpin dengan 636.505 BTC, angka yang sulit disaingi. Disusul oleh Marathon Holdings (MARA) dengan 50.639 BTC, serta perusahaan investasi kripto XXII yang mengamankan 43.514 BTC.

Selain itu, daftar “whale” korporasi juga diisi oleh:

  • Bitcoin Standard Treasury – 30.021 BTC
  • Bullish – 30.000 BTC
  • Metaplanet – 24.000 BTC
  • Tesla – 11.509 BTC
  • Coinbase – 11.776 BTC
  • Block Inc. – 8.692 BTC

Fakta bahwa raksasa teknologi seperti Tesla, Coinbase, dan Block masih mempertahankan eksposurnya, menegaskan BTC telah masuk dalam kategori aset cadangan strategis, setara dengan emas.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Dari Lindung Nilai Hingga Taruhan Masa Depan

Fenomena ini menunjukkan perubahan paradigma besar: perusahaan tidak hanya menyimpan BTC sebagai perlindungan terhadap inflasi, tetapi juga sebagai taruhan jangka panjang atas masa depan uang terdesentralisasi.

Sektor teknologi, pertambangan, keuangan, bahkan layanan kesehatan ikut serta dalam tren akumulasi Bitcoin—mencerminkan keyakinan luas bahwa BTC akan terus memainkan peran penting di era digital.

Momentum Menjelang Halving & ETF

Tonggak ini hadir di tengah meningkatnya spekulasi pasar menjelang halving Bitcoin berikutnya dan potensi arus masuk dana institusional melalui ETF serta produk investasi tradisional.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan lebih dari 1 juta BTC terkunci di neraca perusahaan publik, pasokan yang tersedia bagi investor ritel semakin terbatas. Dampaknya? Volatilitas bisa meningkat tajam—dan tekanan harga ke atas menjadi tak terelakkan.

Era Baru: Perusahaan vs Negara?

Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil ke depan kita menyaksikan perusahaan publik bersaing dengan negara dan sovereign wealth fund untuk menguasai Bitcoin.

Sejarah mungkin akan mencatat pencapaian hari ini sebagai titik balik besar, saat Bitcoin benar-benar naik kelas menjadi aset cadangan digital global.

Baca juga: Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Meledak ke $111 Ribu, Pasar Kripto Semakin Panas!

Harga Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan pergerakan positif dengan menembus level $111,593.22 per BTC pada perdagangan terbaru.

Kapitalisasi pasar sang raja kripto kini mencapai $2,222.53 miliar USD, mempertegas dominasinya sebagai aset digital terbesar di dunia.

Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami kenaikan +0.8%, sementara volume perdagangan harian tetap solid di kisaran $63.08 miliar USD.

Lonjakan harga ini kembali menegaskan tren bullish yang sudah mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir, meskipun pergerakan Bitcoin masih diwarnai volatilitas.

Baca Juga: Dominasi Bitcoin Turun ke 55%, Altcoin Bersiap Ambil Panggung

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Periode

  • Hari ini: naik +0.86% atau $946.97.
  • 30 hari terakhir: terkoreksi -2.07% atau turun $2,360.16.
  • 60 hari terakhir: naik +2.26% atau $2,461.94.
  • 90 hari terakhir: mencatatkan kenaikan lebih signifikan +6.35% atau $6,668.08.

Dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $124,457.12, Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 10% di bawah level puncaknya.

Namun, tren penguatan jangka menengah hingga panjang masih terjaga, didukung oleh faktor fundamental dan makroekonomi.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

1. Keterbatasan Pasokan (Scarcity)

Perlu diketahui, Bitcoin saat ini memiliki 19.92 juta BTC yang sudah beredar, atau 94.84% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan menjadi faktor utama yang terus mendorong harga naik.

Hal ini semakin diperkuat oleh antisipasi terhadap halving berikutnya, yang akan memangkas reward penambang menjadi setengah, otomatis memperketat suplai baru.

2. Minat Institusional Semakin Menguat

Lonjakan harga BTC tak lepas dari meningkatnya partisipasi institusi keuangan besar.

Sejumlah manajer aset global dan perusahaan investasi kini semakin gencar menawarkan produk berbasis Bitcoin, terutama ETF spot yang telah disetujui di berbagai yurisdiksi.

Masuknya modal institusi membuat pergerakan BTC lebih stabil sekaligus menambah legitimasi di mata investor ritel.

3. Sentimen Pasar yang Bullish

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin kembali dipandang sebagai aset lindung nilai (digital gold).

Lonjakan harga emas ke level tertinggi juga ikut mendorong minat terhadap BTC, karena investor mencari instrumen aman sekaligus berpotensi memberi imbal hasil lebih tinggi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Likuiditas dan Aktivitas Pasar yang Tinggi

Dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $63 miliar, pasar Bitcoin tetap likuid.

Ketersediaan likuiditas ini mempercepat pergerakan harga ketika terjadi lonjakan permintaan. Perdagangan derivatif seperti futures dan options juga berperan dalam mendorong spekulasi harga ke level yang lebih tinggi.

5. Optimisme Terhadap Ekosistem Kripto

Ekosistem blockchain dan kripto terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi, mulai dari DeFi, NFT, hingga RWA (Real World Assets). Bitcoin, sebagai aset kripto paling populer, mendapat keuntungan dari pertumbuhan ekosistem ini karena dianggap sebagai aset dasar dan tolok ukur utama dalam industri.

Tren Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjutan Bullish?

Meski mengalami kenaikan, Bitcoin saat ini masih bergerak dalam range yang cukup ketat dengan level support di sekitar $109,000 dan resistance kuat mendekati $112,000.

Jika berhasil menembus level psikologis tersebut, BTC berpotensi melanjutkan reli menuju $115,000 hingga $120,000.

Namun, perlu diingat bahwa volatilitas tetap tinggi. Koreksi jangka pendek bukan hal yang mengejutkan, terutama mengingat pergerakan harga kripto sangat dipengaruhi sentimen global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

Harga Bitcoin yang kini bertengger di $111,593 menegaskan bahwa tren bullish masih dominan meski sempat mengalami koreksi dalam jangka pendek.

Faktor keterbatasan suplai, meningkatnya minat institusional, serta optimisme investor terhadap ekosistem kripto menjadi pendorong utama penguatan BTC.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2,2 triliun USD, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital nomor satu yang tidak tergoyahkan.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin BTC akan kembali menguji rekor tertingginya di $124,457 dalam waktu dekat.

Dengan demikian, Bitcoin kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar aset spekulatif, melainkan simbol keuangan digital masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Terseret Tekanan Pasar Global, Harga Bitcoin Turun dari Level Tertinggi

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah sempat bertahan di atas level psikologis penting.

Data terbaru menunjukkan harga BTC hari ini berada di kisaran $110,686.04 per BTC, turun -0.43% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini cukup signifikan mengingat Bitcoin sebelumnya sempat menembus level $112,600.22 sebelum terkoreksi.

Kapitalisasi pasar kini tercatat sebesar $2,204.35 miliar USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $57.04 miliar USD.

Tren ini memperlihatkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar di dunia dengan sirkulasi 19.92 juta BTC, gejolak pasar global terus memberikan tekanan terhadap pergerakan harganya.

Baca Juga: Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

1. Koreksi Pasar Setelah Reli Singkat

Bitcoin sempat mencatat kenaikan dalam 60 dan 90 hari terakhir dengan persentase masing-masing +2.62% dan +7.05%.

Namun, dalam 30 hari terakhir, BTC terkoreksi -3.1%, menandakan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor yang sudah menikmati lonjakan harga sebelumnya.

Koreksi alami ini sering terjadi setelah Bitcoin menyentuh resistance kuat.

2. Tekanan dari Sentimen Makroekonomi

Kondisi global juga ikut berperan dalam penurunan harga BTC.

Kekhawatiran pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang masih cenderung hawkish membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Bitcoin, meskipun disebut sebagai emas digital, masih sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

3. Penurunan Volume dan Likuiditas

Meskipun volume perdagangan harian cukup tinggi, data menunjukkan adanya penurunan minat beli dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Bitcoin sempat mengalami penurunan -2.06% dalam 7 hari terakhir, yang menunjukkan melemahnya momentum bullish.

4. Tekanan dari Level Psikologis

Bitcoin masih tertahan jauh dari rekor tertingginya di level $124,457.12.

Penurunan ini membuat para trader jangka pendek lebih berhati-hati, mengingat volatilitas semakin tinggi.

Level psikologis $110,000 menjadi support kuat, namun jika jebol, BTC berpotensi melanjutkan penurunan menuju kisaran $108,000.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Implikasi bagi Investor

  1. Investor Jangka Panjang
    Bagi holder Bitcoin jangka panjang, penurunan saat ini masih dianggap wajar. Dengan sirkulasi hampir mencapai batas maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin dalam jangka panjang tetap menjadi daya tarik.
  2. Trader Jangka Pendek
    Trader perlu memperhatikan level support dan resistance. Penembusan ke bawah $110,000 dapat memicu aksi jual lebih lanjut, sementara pemulihan di atas $112,000 dapat membuka peluang rebound.
  3. Pasar Kripto Secara Keseluruhan
    Sebagai aset utama, pergerakan Bitcoin memengaruhi altcoin. Penurunan BTC sering kali menyeret altcoin ke zona merah, sehingga manajemen risiko menjadi sangat penting bagi investor.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Bitcoin hari ini menunjukkan pelemahan dengan harga berada di $110,686.04, turun sekitar -0.22% dalam 24 jam terakhir.

Tekanan dari faktor makroekonomi, aksi ambil untung, serta melemahnya momentum bullish menjadi penyebab utama koreksi harga.

Meski begitu, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat dengan keterbatasan suplai dan semakin besarnya adopsi global.

Para investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek namun tidak menutup mata terhadap potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai di masa depan.

Saat pasar berada dalam fase konsolidasi, strategi diversifikasi dan disiplin dalam manajemen risiko menjadi kunci utama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Tembus $111 Ribu, Peluang Ciptakan Momentum Bullish Baru

Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar keuangan global setelah mencatatkan kenaikan harga dan diperdagangkan di level $111,030.09 per BTC.

Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $2,211.20 miliar USD dan volume perdagangan harian lebih dari $72 miliar USD, aset kripto nomor satu ini menunjukkan bahwa kekuatannya masih belum tergoyahkan.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar +0.76%, meski secara mingguan tercatat sedikit terkoreksi -0.12%.

Pergerakan harga ini mengindikasikan adanya kombinasi faktor teknikal, fundamental, serta sentimen global yang terus mengerek antusiasme investor.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Dukungan Fundamental yang Menguatkan

Salah satu pendorong utama kenaikan harga Bitcoin adalah stabilitas fundamental pasar kripto.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimal 21 juta BTC, Bitcoin kini memiliki jumlah sirkulasi 19.92 juta BTC atau setara 94.84% dari total pasokan.

Kondisi ini menimbulkan persepsi kelangkaan (scarcity) yang memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital.

Selain itu, meningkatnya likuiditas pasar menjadi faktor penting. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir melonjak ke angka $73.57 miliar USD, menandakan adanya minat beli yang kuat dari investor institusional maupun ritel.

Lonjakan ini biasanya menjadi katalis bagi pergerakan harga menuju tren positif.

Faktor Teknis Beri Sinyal Bullish

Dari sisi teknikal, Bitcoin menunjukkan pola yang mendukung kenaikan harga.

Dalam 90 hari terakhir, BTC berhasil menambah nilai sekitar +5.73%, dengan kenaikan paling signifikan terjadi dalam rentang dua bulan terakhir sebesar +2.5%.

Level terendah dalam 24 jam terakhir berada di $108,454.03, sementara level tertinggi menembus $111,782.28. Range harga ini menunjukkan volatilitas sehat yang kerap muncul menjelang potensi breakout lebih besar.

Jika momentum bullish berlanjut, pasar melihat adanya peluang Bitcoin untuk kembali menguji level resistance kuat di $115,000 sebelum mendekati rekor tertingginya di $124,457.12.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen Global Berperan Besar

Selain faktor teknikal, sentimen makroekonomi juga memainkan peranan besar. Ketidakpastian di pasar tradisional, terutama kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, mendorong investor melirik aset alternatif seperti Bitcoin.

Di sisi lain, meningkatnya adopsi institusional terhadap Bitcoin juga memberikan dorongan signifikan.

Beberapa laporan terbaru menunjukkan semakin banyak perusahaan keuangan besar yang meningkatkan eksposur mereka pada BTC, baik melalui ETF spot, produk derivatif, maupun penyimpanan aset langsung.

Regulasi yang mulai lebih jelas di sejumlah negara juga memberikan kepercayaan lebih kepada investor.

Pasar menilai bahwa Bitcoin kini tidak lagi dipandang hanya sebagai aset spekulatif, melainkan sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang yang sah.

Momentum Bullish Jangka Pendek

Kenaikan harga Bitcoin hari ini tidak bisa dilepaskan dari pola akumulasi investor besar (whale).

Aktivitas dompet besar yang menambah kepemilikan dalam jumlah signifikan belakangan ini memperkuat keyakinan bahwa tren naik akan berlanjut.

Jika pola ini berlanjut, Bitcoin diperkirakan akan tetap berada di atas level psikologis $110,000. Konsolidasi di zona ini justru bisa menjadi landasan untuk reli berikutnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Bitcoin Masih Jadi Raja Pasar Kripto

Dengan harga yang kini berada di $111,030.09, Bitcoin menunjukkan kekuatannya sebagai pemimpin pasar kripto.

Kombinasi faktor fundamental berupa kelangkaan pasokan, likuiditas tinggi, dukungan regulasi, hingga sentimen makro yang mendukung, menjadi alasan kuat di balik lonjakan harga hari ini.

Meski volatilitas tetap menjadi ciri khasnya, arah pergerakan harga Bitcoin saat ini cenderung menuju bullish.

Para analis memperkirakan momentum ini dapat membawa BTC kembali menantang level rekor sebelumnya, sekaligus memperkuat statusnya sebagai aset digital paling berpengaruh di dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Temukan Momentum, Harga Bitcoin Melejit ke Level $110.000

Setelah merosot dalam beberapa waktu terakhir, Bitcoin (BTC) akhirnya menemukan kembali momentum untuk menaikkan harganya di pasar kripto.

Hingga artikel ini ditayangkan, Tokocrypto mencatat bahwa harga Bitcoin telah menyentuh level $110,288.49 per BTC, atau meningkat +2,69% dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin bertengger di $2,196 miliar, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto nomor satu di dunia.

Meski belum menembus rekor tertinggi sepanjang masa di $124,457.12, tren positif ini memperlihatkan betapa kuatnya fundamental Bitcoin dalam menghadapi dinamika pasar global.

Baca Juga: Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Menguat di Tengah Fluktuasi Pasar

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $107,271.18 hingga $110,578.45, menunjukkan volatilitas sehat namun tetap dalam tren kenaikan.

Data historis juga mengungkapkan bahwa meski sempat terkoreksi -2,75% dalam 30 hari terakhir, Bitcoin kembali menunjukkan pemulihan dengan kenaikan +1,16% dalam 60 hari dan +4,53% dalam 90 hari terakhir.

Dengan pasokan sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, semakin jelas bahwa kelangkaan aset ini terus menjadi daya tarik investor global.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 2 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir tidak datang begitu saja. Ada sejumlah faktor besar yang mendukung pergerakan ini:

  1. Institusionalisasi dan Adopsi Global
    Bitcoin semakin diadopsi oleh lembaga keuangan besar. Masuknya ETF Bitcoin spot di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat, mendorong arus modal baru yang lebih stabil. Dengan adanya instrumen keuangan berbasis Bitcoin yang legal dan terdaftar, investor institusi kini memiliki jalur yang lebih aman untuk masuk ke pasar kripto.
  2. Likuiditas Tinggi dan Volume Perdagangan Besar
    Volume perdagangan 24 jam mencapai $67,76 miliar, menandakan arus transaksi yang sangat aktif. Likuiditas tinggi ini memberikan stabilitas tambahan dan mengurangi risiko gejolak harga ekstrem, sekaligus memperkuat sentimen positif pelaku pasar.
  3. Tekanan Inflasi dan Kebijakan Moneter Global
    Kekhawatiran terhadap inflasi global dan kebijakan bank sentral yang masih ketat membuat investor mencari aset lindung nilai. Bitcoin, yang dikenal sebagai “emas digital”, kembali dilirik sebagai alternatif untuk melindungi portofolio dari pelemahan mata uang fiat.
  4. Narasi Kelangkaan dan Fase Pra-Halving
    Dengan tingkat sirkulasi mencapai 94,83% dari total maksimum, pasar semakin sadar bahwa kelangkaan Bitcoin akan memainkan peran penting. Halving berikutnya yang semakin dekat membuat ekspektasi harga melonjak karena suplai baru semakin terbatas.
  5. Sentimen Pasar dan Psikologi Investor
    Meski pergerakan 7 hari terakhir hanya mencatatkan kenaikan tipis +0,13%, kenaikan dalam 24 jam terakhir memberikan dorongan psikologis besar. Investor ritel mulai kembali percaya diri, sementara pelaku institusi semakin menegaskan posisinya.

Antara Reli dan Koreksi: Jalan Panjang Bitcoin

Meskipin reli saat ini menimbulkan euforia, namun investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.

Perubahan harga 1 jam terakhir menunjukkan penurunan kecil sebesar -0,02%, tanda bahwa volatilitas tetap ada.

Namun, tren jangka menengah hingga panjang masih positif, dengan dukungan fundamental yang solid dan sentimen global yang mendukung adopsi kripto.

Prospek ke Depan

Jika tren kenaikan ini berlanjut, Bitcoin berpotensi menguji kembali level $115,000 dalam waktu dekat sebelum bergerak menuju rekor tertinggi baru.

Dengan kapitalisasi pasar yang sudah menembus $2,19 triliun dan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai $2,316 triliun, Bitcoin semakin memperkuat posisinya sebagai aset kripto dominan yang tidak tertandingi.

Investor melihat kombinasi antara adopsi global, keterbatasan pasokan, serta legitimasi regulasi yang semakin jelas sebagai bahan bakar utama reli ini.

Sementara itu, analisis on-chain juga menunjukkan peningkatan aktivitas wallet besar (whale) yang kembali melakukan akumulasi, menandakan keyakinan terhadap potensi pertumbuhan lebih lanjut.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Kenaikan harga Bitcoin menuju level $110,000 bukan sekadar pergerakan teknikal, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental yang solid: adopsi institusional, narasi kelangkaan, serta sentimen global yang mendukung aset digital ini sebagai instrumen lindung nilai.

Meski potensi koreksi tetap ada, arah jangka panjang Bitcoin masih sangat menjanjikan.

Reli terbaru ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto sedang memasuki fase baru, di mana Bitcoin semakin diakui sebagai aset kelas dunia yang tahan terhadap gejolak ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Badai Pasti Berlalu! Bitcoin Terkoreksi, Waktunya Serok?

Durasi pemulihan harga Bitcoin (BTC) rupanya hanya berlangsung singkat. Setelah sempat naik tipis, raja dari seluruh aset kripto itu kembali menunjukkan volatilitasnya.

Pada perdagangan terbaru, harga BTC tercatat berada di level $107,323.60 per BTC, mengalami penurunan -1.39% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di angka $2,137.29 miliar USD, dengan volume perdagangan harian yang relatif tinggi mencapai $51.23 miliar USD.

Koreksi ini menempatkan Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, meskipun tetap bertahan sebagai aset kripto paling dominan di pasar global.

Baca Juga: Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Tren Pergerakan Harga BTC

Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren fluktuatif:

  • Hari ini: turun -1.39% atau -$1,515.21.
  • 30 hari terakhir: anjlok -5.87% atau sekitar -$6,689.97.
  • 60 hari terakhir: masih melemah tipis -1.49%.
  • 90 hari terakhir: justru mencatat kenaikan +1.9%, menandakan ada fase rebound di periode sebelumnya.

Kendati harga sempat menguat di kuartal lalu, tekanan jual kembali membayangi BTC dalam beberapa minggu terakhir.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Ada sejumlah alasan yang mendorong koreksi harga Bitcoin saat ini:

  1. Tekanan Likuiditas Global
    Kenaikan suku bunga acuan dari bank sentral di beberapa negara besar membuat investor lebih berhati-hati. Likuiditas yang ketat mendorong investor melepas aset berisiko, termasuk Bitcoin.
  2. Tekanan Teknis Pasar
    Dengan harga yang sempat menyentuh level psikologis di atas $109,000, banyak trader jangka pendek memilih melakukan aksi ambil untung (profit taking). Hal ini menimbulkan tekanan jual yang cukup signifikan dalam 24 jam terakhir.
  3. Ketidakpastian Regulasi
    Pasar kripto masih dibayangi berbagai isu regulasi. Amerika Serikat, Eropa, hingga Asia terus memperketat aturan main industri kripto. Setiap kebijakan baru sering kali menimbulkan kepanikan sesaat di kalangan investor.
  4. Sentimen Negatif dari Altcoin
    Beberapa altcoin besar, termasuk Ethereum (ETH), juga mengalami penurunan. Efek domino ini ikut menarik Bitcoin ke bawah karena korelasi yang cukup erat di antara aset kripto papan atas.

BTC Masih Perkasa

Meski harga BTC terkoreksi, data pasar menunjukkan Bitcoin masih mendominasi:

  • Sirkulasi pasokan: 19.91 juta BTC, atau 94.83% dari total maksimum 21 juta BTC.
  • Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya: mencapai $2,253.35 miliar USD.
  • Volume perdagangan 24 jam: tinggi, di kisaran $52 miliar USD, menunjukkan pasar masih aktif dan likuid.

Angka-angka ini mengindikasikan bahwa meski harga terkoreksi, minat investor terhadap Bitcoin tetap kuat.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 31 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Jangka Pendek

Jika harga tidak mampu bertahan di atas level support $107,000, Bitcoin berisiko melanjutkan penurunan ke kisaran $105,000–$103,000.

Namun, jika mampu rebound dan menembus kembali resistance di $109,000, peluang untuk kembali menguji level psikologis $110,000 masih terbuka lebar.

Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Koreksi Bitcoin kali ini mempertegas sifat volatilitas yang melekat pada aset kripto. Meskipun BTC tengah berada dalam fase penurunan, fundamentalnya tetap kuat sebagai aset digital paling langka dengan pasokan terbatas.

Investor jangka panjang biasanya melihat koreksi seperti ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek harus lebih waspada terhadap pergerakan harga yang cepat.

Bitcoin masih menjadi pusat perhatian global, dan setiap pergerakannya selalu membawa dampak besar bagi seluruh ekosistem kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Merangkak Naik, Sinyal Baru di Tengah Tekanan Pasar Global

Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan kenaikan tipis namun signifikan di tengah tekanan pasar yang cukup tinggi.

Berdasarkan data terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level $108,976.17 per BTC, naik 0.32% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini menandai adanya sinyal pemulihan jangka pendek meskipun dalam periode 30 hari terakhir harga masih mencatat penurunan sebesar -5.55%.

Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $2.17 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $44.40 miliar, Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar global.

Dari total pasokan maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar sekitar 19.91 juta BTC, atau sekitar 94.83% dari total suplai.

Fakta ini semakin menegaskan kelangkaan Bitcoin yang kian dekat dengan status aset digital paling terbatas di dunia.

Baca Juga: Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Sinyal Pemulihan Setelah Tekanan Mingguan

Meski kenaikan harga harian terbilang tipis, pergerakan positif ini penting karena datang setelah Bitcoin mengalami tren menurun selama sepekan terakhir, yakni -5.15%.

Perlu dicatat, dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin juga sempat terkoreksi cukup dalam hingga -6,402.35 dolar (-5.55%).

Namun, pergerakan positif harian menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah. Investor tampak mulai melakukan aksi beli kembali di kisaran support $108,000 hingga $109,000.

Level ini menjadi penting karena jika mampu dipertahankan, peluang untuk menguji kembali resistance psikologis di level $110,000 terbuka lebar.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu kenaikan Bitcoin meski dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian:

  1. Aksi Beli Investor Institusional
    Volume perdagangan yang tetap tinggi, lebih dari $44 miliar dalam 24 jam terakhir, mengindikasikan adanya aktivitas besar dari investor institusional. Lembaga keuangan besar yang memanfaatkan momen koreksi harga untuk akumulasi kembali memberi dorongan pada stabilitas pasar.
  2. Optimisme Terhadap ETF Bitcoin Spot
    Kehadiran ETF Bitcoin spot di berbagai negara masih menjadi katalis penting. Meski volatilitas tetap tinggi, ketersediaan instrumen investasi yang lebih mudah diakses oleh investor ritel maupun institusional memperkuat prospek jangka panjang Bitcoin.
  3. Sentimen Global terhadap Inflasi dan Suku Bunga
    Pasar tradisional saat ini sedang menanti kepastian kebijakan moneter global. Ekspektasi bahwa bank sentral besar, termasuk The Federal Reserve, akan menahan kenaikan suku bunga memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk kembali naik.
  4. Kelangkaan Pasokan dan Momentum Halving
    Dengan suplai yang sudah beredar mencapai 94.83%, ruang ketersediaan Bitcoin semakin sempit. Hal ini diperkuat dengan siklus halving yang akan datang, yang secara historis selalu menjadi katalis kenaikan harga besar dalam jangka menengah hingga panjang.

Risiko yang Masih Menghantui

Meski ada tanda-tanda positif, Bitcoin belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Beberapa faktor yang masih berpotensi menghambat laju kenaikan antara lain:

  • Koreksi lanjutan setelah kenaikan singkat, karena pasar kripto dikenal dengan volatilitas tinggi.
  • Ketidakpastian regulasi global, terutama dari Amerika Serikat yang terus memperketat pengawasan industri aset digital.
  • Tekanan ekonomi makro, seperti potensi resesi atau krisis geopolitik, yang bisa memicu investor beralih kembali ke aset aman seperti emas dan obligasi.

Prospek Jangka Pendek Bitcoin

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support di kisaran $108,000, peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area $110,000–$112,000 terbuka lebar.

Sebaliknya, jika gagal menahan tekanan jual, harga bisa kembali tertekan menuju area $106,000.

Namun secara jangka panjang, faktor fundamental seperti kelangkaan pasokan, dukungan institusional, serta penerimaan global terhadap aset digital masih menjadi katalis utama yang mendukung potensi kenaikan lebih besar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Kenaikan tipis Bitcoin hari ini menjadi sinyal penting bahwa aset kripto terbesar ini masih memiliki daya tarik yang kuat di tengah tekanan pasar.

Dukungan institusional, optimisme terhadap ETF, serta momentum kelangkaan pasokan menjadi faktor kunci yang membuat Bitcoin tetap kokoh di atas level $100,000.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2.17 triliun, Bitcoin bukan hanya sekadar aset digital, melainkan instrumen finansial global yang terus membentuk arah ekonomi digital masa depan.

Lonjakan harga kali ini bisa jadi hanya awal dari pergerakan lebih besar yang akan datang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Dominance Turun ke 57%, Ethereum Kian Tancap Gigi

Bitcoin (BTC) masih menjadi ikon utama pasar kripto, tetapi dominasinya perlahan mulai terkikis. Pangsa pasar BTC yang sempat bertengger di atas 65% pada akhir Juni kini merosot ke kisaran 57–58% per akhir Agustus 2025, menurut data terbaru. Penurunan ini menandakan pergeseran arus modal yang semakin kuat ke altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Hyperliquid (HLP).

Ethereum & Hyperliquid Jadi Penantang Serius

Ethereum semakin mengukuhkan statusnya sebagai aset alternatif utama. Pasar berjangka dan opsi ETH mencatat rekor volume perdagangan baru, menunjukkan minat investor institusional maupun ritel yang mulai lebih condong ke ETH dibanding BTC.

Sementara itu, Hyperliquid (HLP) mencatat lonjakan luar biasa. Volume spot harian platform ini menembus $3,4 miliar, menjadikannya salah satu pusat perdagangan BTC terbesar. Bahkan, volume bulanan Hyperliquid telah melampaui Robinhood selama tiga bulan berturut-turut, sebuah capaian yang mempertegas pergeseran besar dalam ekosistem likuiditas kripto.

Musim Altcoin Mulai Berkembang

Merosotnya dominasi Bitcoin memperkuat keyakinan bahwa altseason berikutnya tengah berkembang. ETH dan HLP telah membuktikan posisinya sebagai pilihan utama, namun muncul pula Remittix (RTX) sebagai kandidat baru yang siap menarik perhatian investor.

Berbeda dari altcoin yang sekadar mengandalkan hype, Remittix memiliki fondasi utilitas dunia nyata, akses bursa yang semakin luas, peluncuran produk nyata, serta kampanye komunitas berskala besar. Faktor-faktor ini membuat RTX dipandang bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga pencipta nilai jangka panjang melalui adopsi global.

Data Terbaru Dominasi Bitcoin

Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
Metrik Bitcoin Dominance pada 31 Agustus 2025.
  • Bitcoin: 57,1% (turun dari 65,1% di Juni 2025)
  • Ethereum: 14,3% (naik dari 11,8% bulan lalu)
  • Altcoin lain: 28,6%

Jika dibandingkan dengan posisi terendah tahunan pada Desember 2024 (53,9%), dominasi BTC masih relatif tinggi, namun tren pelemahannya kini semakin jelas.

Apa Artinya Bagi Pasar?

Menurunnya dominasi Bitcoin biasanya menandakan meningkatnya spekulasi pada altcoin. Investor cenderung mengalihkan modal ke aset lain dengan potensi keuntungan lebih besar. Namun, tren ini juga membawa risiko volatilitas yang lebih tinggi.

Dengan kondisi saat ini, pasar tampaknya sedang menuju fase di mana Ethereum, Hyperliquid, dan bahkan proyek baru seperti Remittix bisa menjadi motor utama pertumbuhan, sementara Bitcoin berperan sebagai aset lindung nilai utama.

Baca juga: Saga (SAGA): Protokol Layer 1 untuk Masa Depan Blockchain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com