Tag Archives: btc

Bitcoin Terperosok ke $108 Ribu, Market Cap Menyusut

Bitcoin, raja aset kripto, kembali menunjukkan volatilitasnya setelah turun ke level $108.507,44 per BTC.

Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi $2,16 triliun, meski masih mendominasi lebih dari 50% pangsa pasar kripto global.

Bahkan dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi -2,78% dengan volume perdagangan mencapai $80,73 miliar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Tekanan Jangka Pendek Menahan Laju Bitcoin

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang $107.444 – $111.580. Koreksi tajam ini menambah daftar kerugian dalam sepekan terakhir, di mana harga sudah jatuh -6,25%.

Jika ditarik lebih panjang, Bitcoin kehilangan -8,45% dalam 30 hari terakhir, meski masih mencatat pertumbuhan tipis +1,4% dalam 60 hari dan +3,63% dalam 90 hari.

Performa ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka panjang Bitcoin masih positif, sentimen jangka pendek investor sedang tertekan.

Level tertinggi sepanjang masa di $124.457,12 kini semakin menjauh dari jangkauan.

Grafik di atas menunjukkan simulasi pergerakan harga Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Terlihat bahwa setelah sempat menembus level $118.522 sebulan lalu, harga BTC kini turun ke sekitar $108.507 akibat tekanan jual dan sentimen pasar yang melemah.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

  1. Likuiditas Menyusut di Tengah Ketidakpastian Global
    Salah satu alasan utama penurunan harga Bitcoin adalah penurunan likuiditas pasar. Dengan meningkatnya suku bunga global dan ketatnya likuiditas dolar AS, investor cenderung menahan modal mereka, termasuk pada aset berisiko tinggi seperti kripto.
  2. Tekanan dari Pasar Derivatif
    Data on-chain menunjukkan lonjakan likuidasi posisi long dalam perdagangan derivatif. Saat harga Bitcoin menembus level teknikal tertentu, gelombang stop-loss dan margin call otomatis terpicu, yang semakin mempercepat penurunan harga.
  3. Ketidakpastian Regulasi
    Regulasi yang belum sepenuhnya jelas di Amerika Serikat, terutama terkait ETF spot Bitcoin dan peraturan pajak aset digital, menambah kekhawatiran investor. Beberapa investor institusional memilih melakukan aksi ambil untung sambil menunggu kepastian hukum yang lebih jelas.
  4. Profit Taking Pasca Lonjakan Harga
    Bitcoin sempat mencatatkan rekor tertinggi di $124.457,12 beberapa bulan lalu. Kenaikan besar tersebut mendorong sebagian investor untuk mengunci keuntungan. Tekanan jual yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir masih menjadi efek domino dari aksi profit taking tersebut.

Apakah Bitcoin Kehilangan Dominasi?

Meskipun harganya turun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dengan kapitalisasi pasar $2,16 triliun, menguasai hampir separuh kapitalisasi total pasar kripto global.

Namun, penurunan harga ini memberi ruang bagi altcoin untuk mengambil panggung. Beberapa altcoin justru mencatat kenaikan signifikan, didorong narasi sektor AI, DeFi, hingga ekosistem Solana.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Indikator On-Chain Masih Memberikan Harapan

Di balik tekanan jangka pendek, data on-chain memperlihatkan tanda-tanda positif:

  • Jumlah Bitcoin yang disimpan di bursa terus menurun, menunjukkan investor lebih banyak memindahkan aset mereka ke cold wallet. Hal ini biasanya menandakan keyakinan jangka panjang.
  • Hashrate jaringan Bitcoin tetap tinggi, mencerminkan kepercayaan para penambang terhadap masa depan ekosistem.
  • Permintaan ETF spot Bitcoin meski fluktuatif, masih menjadi pendorong utama arus masuk institusional.

Hal ini menunjukkan bahwa meski harga jangka pendek tertekan, fondasi Bitcoin tetap kuat.

Koreksi Sehat atau Awal Tren Turun?

Penurunan harga Bitcoin ke level $108 ribu adalah sinyal bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi.

Tekanan dari likuidasi derivatif, aksi profit taking, serta ketidakpastian regulasi masih menjadi faktor utama pelemahan harga.

Namun, secara fundamental, Bitcoin tetap kokoh dengan sirkulasi 19,91 juta BTC atau sekitar 94,83% dari total suplai maksimal 21 juta BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

Faktor kelangkaan ini membuat Bitcoin masih dipandang sebagai aset lindung nilai jangka panjang oleh banyak investor.

Dalam kondisi seperti ini, investor disarankan berhati-hati terhadap fluktuasi jangka pendek, namun tetap memperhatikan indikator fundamental yang menunjukkan kekuatan Bitcoin dalam jangka panjang.

Dengan penurunan harga yang cukup tajam, Bitcoin kembali mengingatkan dunia bahwa volatilitas adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan aset kripto terbesar ini.

Bagi trader, ini bisa menjadi peluang, sementara bagi investor jangka panjang, koreksi semacam ini sering dianggap sebagai kesempatan untuk akumulasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Drop ke $110 Ribu, Pasar Kripto Masuki Fase Konsolidasi

Harga Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali mengalami tekanan pada perdagangan terbaru.

Berdasarkan data pasar di platform Tokocrypto pada Jumat (29/8), harga BTC saat ini berada di kisaran $110,076.47 per BTC, dengan kapitalisasi pasar sekitar $2,191.96 miliar dan volume perdagangan 24 jam mencapai $60.96 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun -2.69%, sementara secara mingguan juga terkoreksi sekitar -2.47%.

Meskipun masih jauh di atas titik terendah tahunan, tren koreksi ini menimbulkan pertanyaan: mengapa Bitcoin melemah setelah berhasil menembus rekor harga $124,457.12?

Baca Juga: Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

Tekanan dari Faktor Makroekonomi

Salah satu faktor utama penurunan harga Bitcoin berasal dari kondisi makroekonomi global.

Data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level ketat.

Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko tinggi seperti kripto.

Ketika dolar AS menguat, banyak pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit-taking) pada Bitcoin yang sebelumnya sudah melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini tercermin pada data 30 hari terakhir, di mana BTC anjlok -6.69%, menandakan tekanan jual masih kuat.

Aksi Ambil Untung Pasca Rekor Tertinggi

Bitcoin sempat mencatat rekor harga tertinggi baru di $124,457.12, sebuah pencapaian bersejarah yang menegaskan dominasi aset ini di pasar kripto.

Namun, kenaikan tajam tersebut memicu aksi ambil untung dari para investor besar (whales).

Dalam perdagangan terbaru, harga BTC turun hampir $2,976.31 (hari ini saja -2.63%), yang menegaskan tren koreksi sehat setelah reli panjang.

Pergerakan ini dianggap wajar dalam siklus pasar kripto, di mana fase euforia biasanya diikuti dengan konsolidasi untuk menemukan level keseimbangan baru.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dinamika Pasar Kripto: Volatilitas Masih Tinggi

Walau Bitcoin sedang terkoreksi, likuiditas pasar masih terjaga dengan volume perdagangan harian di atas $60 miliar.

Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap BTC tetap besar, meskipun investor lebih selektif dalam mengambil posisi.

Selain itu, volatilitas pasar yang tetap tinggi dengan pergerakan harga harian yang cukup lebar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $109,912.61 hingga $113,450.08.

Bagi trader jangka pendek, kondisi ini membuka peluang spekulasi, tetapi bagi investor jangka panjang, situasi ini menuntut kesabaran ekstra.

Keterbatasan Pasokan: Sentimen Jangka Panjang Masih Kuat

Meski saat ini harga terkoreksi, fundamental Bitcoin masih sangat kuat. Dengan jumlah sirkulasi 19.91 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC, tingkat kelangkaan Bitcoin semakin nyata.

94.82% dari total pasokan sudah beredar, sehingga ruang pertumbuhan di masa depan masih terbuka lebar.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya mencapai $2,315.65 miliar, mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset digital paling bernilai.

Ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak analis tetap optimistis bahwa koreksi harga kali ini hanyalah fase konsolidasi sebelum tren naik berikutnya.

Baca Juga: Sentimen Pasar Berbalik Positif, Bitcoin Kembali Perkasa

Turun untuk Bangkit Kembali

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $110 ribu lebih merupakan respons pasar terhadap faktor eksternal seperti kebijakan moneter global dan aksi ambil untung investor besar.

Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan optimisme, terutama dengan semakin dekatnya Bitcoin pada batas maksimal pasokan yang tidak bisa ditambah lagi.

Dengan volatilitas yang tinggi, pasar kripto tetap menyimpan peluang sekaligus risiko. Bagi investor, memahami siklus konsolidasi seperti sekarang ini sangat penting untuk menentukan strategi yang tepat.

Pada akhirnya, koreksi yang terjadi saat ini bisa menjadi pijakan untuk pertumbuhan lebih besar di masa depan.

Pergerakan Bitcoin:

  • Harga Saat Ini: $110,076.47 (-2.69% 24 jam)
  • Kapitalisasi Pasar: $2.191 T
  • Volume Perdagangan: $60.96 Miliar
  • Rekor Tertinggi: $124,457.12
  • Perubahan 30 Hari: -6.69%
  • Sirkulasi: 19.91M BTC (94.82% dari total maksimum)

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 25-29 Agustus 2025: Pump Bitcoin Back!!

Prediksi kita minggu ini salah telak, saya prediksi naik, actualnya turun. Padahal secara data, semua angka mendukung Bitcoin untuk naik: 

Secara data:

1. NAHB turun ❌ padahal saya prediksi naik. Jika saat naik saja saya prediksi DXY naik semu, kenapa NAHB turun, DXY naik? 😅

2. Housing Starts naik.✅ Sesuai Prediksi dan kecurigaan kita kenaikan didominasi oleh multi-family unit adalah akurat. Tetapi bukankah semakin aneh jika Index Kontraktor Rumah turun (NAHB) tetapi pembangunan rumah baru naik? 🤣🤣🤣 semakin kacau ngga tuh datanya. 

3. China Loan Prime Rate tetap di 3% ✅. Dan Bitcoin hijau sesuai jam-jaman di subs

4. Jackson Hole Symposium Meeting Dovish

5. Claim data naik

6. S&P Global Manufacturing PMI turun

7. Existing Home Sales naik 

8. CPI Jepang tetap di 3.3% 

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan, pada dasarnya Minggu depan adalah akhir bulan. Pada H-3 Akhir bulan biasanya RRP cenderung naik, tetapi karena RRP sisa 35 Milyar dollar, boleh jadi tak akan terlalu berarti, mungkin hanya 1 hari di tanggal 29 Agustus 2025 yang akan spike besar. 

Senin, 25 Agustus 2025

22.00 WITA – NEW HOME SALES

Kita dapati NAHB turun dan Housing Starts naik dikarenakan Multi-Family unit, jadi sebenernya aslinya turun juga, karena Rumah kan dihitu 1 keluarga satu rumah. Kan namanya Kartu Keluar bukan Kartu Banyak Keluarga, definisinya dirubah oleh pemerintah.

Sehingga kita anggap Housing Starts turun. Maka jika NAHB turun, Housing Starts turun, Existing Home Sales stuck dan Perusahaan bangkrut naik, gimana cara New Home sales naik? Siapa yang beli? 

Maka saya Prediksi New Home Sales turun, kalau sampai naik, harus dibedah siapa yang beli, at the end of the day, kenaika jumlah pembelian rumah baru adalah menguatkan dollar karena KPR adalah sumber pendanaan pemerintah, Pemerintah mencetak uang dari harga rumah yang naik. Maka jika New Home Sales turun DXY juga ikutan turun. Kira-kira begini candle hari Senin:

Selasa, 26 Agutus 2025

20.30 WITA – Durable Good Order

Duranble Good Order adalah Belanja Masyarakat Barang Tahan Lama seperti Kulkas, TV, Furniture juga Mobil, sayangnya juga dimasukkan Belanja Pertahanan Kementrian Pertahanan. Kita dapati berita bahwa Iran terus mempersiapkan diri perang isreal, Pengiriman kapal perang ke Venezuela untuk pemberantasan Narkoba dan disetujuinya Belanja Pertahanan Eropa dari AS dengan mark up 10%, pada intinya yang nampak hanyalah pucuk gunung es, yang dibelakang itu belanja pertahanan semua negara meningkat apalagi di Timur Tengah setelah pidator provokasi Netanyahu tentang isreal Raya.

Tambah belanja lah semua negara itu, sehingga saya prediksi Durable Good Order akan naik. Jika Durable Good Order naik maka DXY naik, karena pada dasarnya bisnis utama AS adalah senjata alutsista, AS bukanlah mesin produksi seperti Tiongkok yang memproduksi segalanya, banyak dari barang AS adalah impor. AS punya anggaran belanja tanpa batas karena dollar dipakai sebagai alat transaksi dan cadangan devisa semua negara, itulah sebabnya Trump mengatakan Jika Dollar tidak dipakai lagi adalah sama dengan kalah perang dunia:

21.00 WITA – House Price Index

Salah satu penyebab rumah semakin sedikit laku adalah karena harganya yang naik terus. Kita mencicil rumah yang harganya naik terus dengan nilai uang yang turun terus dan gaji yang kenaikannya lebih lambat dari kenaikan inflasi dan harga barang.

Mampus ngga hidup begini? Apakah jika suku bunga turun, harga rumah turun? Oh tentu tidak, apakah jika pembeli rumah menurun karena Gen Z tidak mau mencicil rumah maka harga rumah turun? Oh tentu tidak. Harga rumah akan naik terus walau tidak ada yang beli sekalipun karena rumah adalah giffen goods. Cara tahunya? M2 Supply naik lagi: 

22.00 WITA – CB Consumer Confidence

Magic bukan sihir, hahahha saya yang tiap hari meng-update pengetahuan saya tentang keadaan ekonomi AS itu berasa familiar, Pemerintahnya ngomong apa, rakyatnya ngomong apa. Secara logika CB Consumer Confidence atau Kepercayaan diri Belanja Masyarakat seharusnya rontok, faktanya retail Sales dibawah bulan laku, perusahaan yang mengajukan pailit tertinggi bahkan lebih tinggi dari saat pandemi, penjual rumah lebih banyak daripada pembeli rumah, dan yang beli adalah usia 70 Tahun keatas.

Maka secara logika CB Consumer Confidence harusnya turun. Tapi saya mau inverse saja, saya prediksi naik. Alasannya Presiden Trump telah mengganti kepala BLS yang baru dan selalu menggaungkan jika inflasi masih ok. Tidak ada alasan logis, hanya inverse saja karena keadaan sudah tidak ada yang masuk akal. Maka jika CB Consumer Confidence naik DXY naik dan Bitcoin turun. Kira-kira begini Candle-nya hari Selasa:

Rabu, 27 Agustus 2025

02.00 WITA – M2 Supply 

M2 Supply bulan lalu capai ATH dan bulan Juli yang dilaporkan di Agustus juga akan capai ATH lagi. Apa dong alasan saya harus bearish?Tetapi pengaruh M2 Supply adalah 1 Tahun+, jadi hari Rabu dapat dihitung sebagai tidak ada data. Kira-kira begini candle hari Rabu:

Kamis, 28 Agustus 2025

20.30 WITA – GDP

GDP AS bulan lalu naik. Hahaha ketawain ajah, yang penting ingat rumusnya, jika GDP naik maka inflasi naik karena dalam pertumbuhan GDP tidak disematkan pertumbuhan utang. Utangnya ATH lalu GDP naik, bodong lah itu kayak gaji naik 5% tapi harga barang naik 30%.

 22.00 WITA – Pending Home Sales

Pending Home sales saya prediksi naik. Pending Home Sales adalah rumah yang sudah dibeli tapi belu selesai pembayarannya belum final, baru tanda-tangan kontrak, belum DP. Jika Pending Home Sales naik maka DXY naik, tapi karena ga masuk akal saya tidak memprediksi DXY naik: 

Jumat, 29 Agustus 2025

20.30 PCE Price Index

PCE saya prediksi naik alasannya inflasi naik. Sehingga dipandang Fed belum akan potong suku bunga. Namun Pidato Powell di Simposium Jackson hole akan dovish karena Temanya telah mengangkat pasar buruh. Pada keadaan normal jika ini bukan hari terakhir di akhir bulan, saya akan memprediksi Bitcoin naik.

Tetapi karena ini hari terakhir RRP di akhir bulan yang cenderung naik. Saya akan prediksi Bitcoin koreksi dulu dan pump di h+1 Setelah laporan PCE. Fed telah kalah perang dengan inflasi, dan inflasi standar baru akan dipatok 3%, di banyak negara, Pajak akan naik dimana-mana dan daya beli akan turun. 

22.00 WITA – Unmich 1 Year Inflation Expectation

Uninversity of Michigan inflation expectation 1 Tahun saya prediksi naik. Karena memang nyatanya jumlah edar uang naik. Maka jika Unmich naik DXY akan naik. 
Kira-kira begini candle hari Jumat:

Terimakasih sudah membaca. 

Ingat, semua tulisan saya hanyalah fiksi dengan didukung oleh data yang fiksi juga. Setiap data adalah bahan untuk konten, sehingga prediksi ini pastilah mengada-ada. Saya bukanlah ekonom juga tidak mengerti ekonomi yang sulit ini, karena itu menjadikan saya acuan jual beli adalah salah dan diperlukan analisa sendiri agar tidak tersesat. Dengan klausa ini saya bisa nge-les karena ini bukan nasehat keuangan. Tetaplah analisa sendiri dan jangan percaya. 

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 1-5 September 2025: September Bearish?

Artikel kita minggu ini salah telak. Ingat, artikelnya selalu kecepetan seminggu, sehingga toleransinya adalah lagging 1-2 minggu

Secara data:

1. New Home Sales dilaporkan turun, tetapi angka sebelum diedit naik. 😂😂😂😂. Prediksi saya New Home Sales naik dan DXY naik ✅

2. Consumer Confidence turun, tetapi angka sebelumnya naik. 😂😂😂😂

DXY Turun

3. House Price Index di edit turun. 

4. Claim data juga diedit

5. GDP pun diedit

6. PCE gimana tuh bacanya 😂😂😂😂

Ooh Hi Antoni EJ, How are you?

Ternyata Antek orang dalam juga hahahaha

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 1 September 2025

08.30 WITA – Jibun PMI Manufacturing Jepang

09.45 WITA – CAIXIN Manufacturing PMI

Status Jepang dan Tiongkok adalah sama dengan Tiongkok dan AS. Jika Jepang maju maka Tiongkok ngga bisa maju dan jika Tiongkok maju maka Jepang mundur. Jika PMI Jepang naik maka PMI Tiongkok turun, Jika PMI Manufacturing Tiongkok naik maka punya Jepang turun. Dikala pasar AS libur begini, maka Hijaunya di pagi hari lalu woles di malam hari
-PASAR AS LIBUR-

Kira-kira Begini Candle hari Senin:

Minggu depan naik karena kepastian bahwa RRP turun diawal bulan

Selasa, 2 September 2025

21.45- WITA – S&P Manufacturing PMI

22.00 WITA – ISM Manufacturing PMI

Apa beda Manufacturing S&P 500 dan ISM Manufacturing PMI?Perbedaannya adalah pada daftar perusahaannya dan metodenya. S&P berjumlah 500 perusahaan Standar & Poor yang terdaftar di bursa Efek sedangkan ISM dilakukan berdasarkan Daftar perusahaan yang lebih luas lagi. 

Jika PMI manufacturing data naik maka DXY naik, Jika PMI Manufacturing turun maka DXY turun. Melihat Consumer Confidence yang turun serta harga rumah yang turun, maka saya prediksi Manufacturing PMI AS turun dan DXY turun. Kira-kira begini Candle Selasa:

Rabu, 3 September 2025

22.00 WITA – FACTORY ORDER

Factory order adalah pesanan inden pabrik didalamnya ada pesanan TV, Kulkas, Furniture juga mobil, sehingga Factory Order naik membuat DXY naik karena ekonomi bergerak. Kita dapati Durable Good Order naik dan Retail Sales naik, maka saya prediksi Factory order naik dan DXY naik.

– Jolts (Jumlah Lowongan Pekerjaan)

Jolts adalah Jumlah Lowongan dan pergantian karyawan, kita dapat claim data terus membaik dan penganguran turun. Jadi saya prediksi Jolts naik dan DXY naik, Bitcoin koreksi tipis disini:

 

Kamis, 4 September 2025

20.15 WITA – ADP 

Kita dapati Durable Good Order naik, Factory Order saya prediksi naik dan Jolts juga saya prediksi naik, maka tentu saya akan prediksi jumlah karyawan swasta naik juga (ADP) sejalan dengan pernyataan Trump:

20.30 WITA – Claim data 

Saya prediksi Jumlah Claim data akan tetap stabil dan ADP naik, maka DXY juga naik sehingga Bitcoin koreksi lagi:

Jum’at, 5 September 2025

20.30 WITA – Non Farming Payroll

Presiden Trump memecat kepala BLS dan menggantikannya dengan Antoni EJ. Pertanyaan saya sederhana, tidak mungkin Antoni merilis angka yang tidak menaikkan popularitas Trump, dan Trump tidak mau DXY kuat, tetapi memprediksi NFP turun yang sudah di 73K adalah salah. 😅😅😅😅 Bisa dipecat lagi nanti Antoni.

Namun demikian NFP tidak boleh menguatkan DXY karena aturan umumnya adalah NFP naik DXY naik. Bagaimana caranya NFP naik tapi DXY turun?

Yang harus dilaporkan adalah NFP naik, Pegawai pemerintah turun, pegawai swasta naik, pegawai tetap naik dan pegawai paruh waktu turun Tetapi magic bukan sihir, DXY tidak naik?

Bagaimana caranya? Hahaha itu seperti menugaskan pemerintah menaikan harga gabah tapi harga beras tidak boleh naik. 

Powell sudah mengatakan bahwa September akan didukung potong suku bunga. Sehingga saya prediksi walaupun NFP naik, maka DXY turun, boleh jadi dengan cara mengubah angka 73K naik dan NFP hari Jumat tidak jauh-jauh dari editan 73K. Sehingga terlihat membaik namun masih kurang yang akhirnya dapat merangsang stimulus. Kira-kira begini candle-nya:

Terimakasih sudah membaca.

Garis kuning itu adalah jejak kesalahan saya dalam memprediksi, sehingga terbukti bahwa analisa saya cenderung salah. Jika analisa yang salah ini dijadikan acuan jual beli, ya kalian yang salah, saya membuat artikel ini untuk memprediksi kesalahan bukan untuk mencari kebenaran, dengan mengetahui salamya dimana maka kita tahu yang benar bagaiman tetapi tetap sangkut. Tetaplah analisa sendiri, dan jangan nebeng nasib, karena 93ribu orang ternyata tidak membuktikan analisa saya bagus juga alasannya ini bukanlah nasihat keuangan. 

Camkan itu baik-baik bapak muda. Anakmu baru SD kelas dua.

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Sentuh $111.558, Mengapa BTC Kembali Menguat?

Pasar kripto kembali dipenuhi optimisme setelah Bitcoin (BTC), aset digital terbesar di dunia, mencatat kenaikan tipis namun berarti.

Saat ini, harga Bitcoin di Tokocrypto pada Kamis (28/8) berada di level $111.558,89 per koin dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,22 triliun.

Meski kenaikan harian hanya sebesar +0,23%, pergerakan ini dianggap penting karena menandakan adanya dorongan baru setelah periode volatilitas tinggi dalam beberapa minggu terakhir.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 28 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 28 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Sentimen Pasar Berbalik Positif, Bitcoin Kembali Perkasa

Pergerakan Harga: Stabil Namun Menanjak

Berdasarkan data, dalam 24 jam terakhir Bitcoin diperdagangkan di kisaran $110.398,26 (terendah) hingga $112.619,42 (tertinggi).

Angka ini cukup stabil jika dibandingkan dengan koreksi besar yang terjadi beberapa pekan lalu. Dari sisi performa jangka pendek:

  • Hari ini: Naik $656,66 (+0,59%)
  • 7 hari terakhir: Turun -2,33%
  • 30 hari terakhir: Turun -5,59%
  • 60 hari terakhir: Naik +4,16%
  • 90 hari terakhir: Naik +5,48%

Kendati sempat mengalami tekanan, BTC masih jauh di atas titik psikologis $100.000, dengan rekor tertinggi yang tercatat di $124.457,12.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga BTC

Beberapa faktor utama diyakini berperan dalam mendorong harga Bitcoin ke zona positif:

1. Minat Institusional yang Terus Meningkat

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa perusahaan investasi besar, termasuk manajer aset global, terus memperkuat posisinya di Bitcoin.

Produk ETF berbasis Bitcoin spot yang diluncurkan sebelumnya masih mencatat arus masuk modal yang konsisten. Lonjakan permintaan dari institusi ini memberikan dasar kuat bagi harga BTC.

2. Keterbatasan Pasokan dan Narasi “Digital Gold”

Dengan sirkulasi Bitcoin saat ini mencapai 19,91 juta BTC (94,82% dari total maksimum 21 juta), investor semakin sadar akan kelangkaan aset ini.

Faktor keterbatasan suplai yang dipadukan dengan narasi “emas digital” membuat BTC tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

3. Sentimen Makroekonomi Global

Stabilnya suku bunga The Fed serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter pada tahun depan menjadi angin segar bagi pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Dolar AS yang mulai melemah juga turut mendorong investor global melirik Bitcoin sebagai alternatif penyimpanan nilai.

4. Arus Modal dari Altcoin ke Bitcoin

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah altcoin mengalami volatilitas lebih tinggi.

Hal ini membuat sebagian investor memindahkan modalnya kembali ke Bitcoin, yang dianggap lebih stabil dan aman dibanding aset kripto lainnya.

Analisis Pasar

Kenaikan tipis yang dialami Bitcoin saat ini bukan sekadar angka kecil, melainkan sinyal bahwa pasar sedang memasuki fase akumulasi.

Investor besar cenderung memanfaatkan harga yang masih di bawah rekor tertinggi (ATH) untuk menambah portofolio.

Dengan volume perdagangan harian mencapai $61,64 miliar, aktivitas pasar BTC masih sangat likuid. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat beli meskipun sentimen pasar belum sepenuhnya bullish.

Beberapa analis bahkan melihat level $110.000 sebagai support kuat. Jika BTC mampu bertahan di atas level ini dalam beberapa minggu ke depan, peluang untuk kembali menguji level $120.000 terbuka lebar.

Baca Juga: Turun Lagi, Profit-Taking Hempaskan Bitcoin ke Level $113.000

Jalan Menuju Bull Run Selanjutnya

Kenaikan harga Bitcoin hari ini mungkin terlihat tipis, namun secara fundamental memberikan sinyal kuat bahwa pasar sedang mempersiapkan fase pertumbuhan baru.

Kombinasi faktor permintaan institusional, kelangkaan suplai, serta sentimen makroekonomi yang membaik membuat BTC tetap berada di jalur bullish jangka menengah hingga panjang.

Bagi investor, kondisi saat ini bisa menjadi momen untuk menimbang strategi akumulasi, mengingat Bitcoin masih jauh dari puncak harga tertingginya.

Jika tren positif berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin segera kembali mendekati atau bahkan melampaui rekor $124.457 yang pernah dicapai sebelumnya.

Dengan demikian, meski kenaikan 0,23% terlihat kecil, dampaknya cukup besar dalam menjaga kepercayaan pasar.

Bitcoin sekali lagi membuktikan dirinya sebagai aset kripto utama yang tetap menjadi magnet di dunia investasi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sentimen Pasar Berbalik Positif, Bitcoin Kembali Perkasa

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan taringnya di pasar kripto.

Pada perdagangan hari ini, harga BTC di Tokocrypto tercatat di level $111,259.19 per BTC, naik +1,19% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya kembali menguat ke $2,215 miliar USD, dengan volume perdagangan harian menembus $64,3 miliar USD.

Lonjakan ini membawa kelegaan bagi investor setelah beberapa pekan terakhir Bitcoin sempat tertekan.

Baca Juga: Turun Beruntun, Ada Apa dengan Bitcoin?

Pergerakan Harga dalam Beberapa Bulan Terakhir

Dalam 30 hari terakhir, harga Bitcoin masih mencatatkan koreksi sekitar -6% atau setara dengan penurunan $7.105.

Namun dalam rentang waktu 60 hingga 90 hari, tren justru masih menunjukkan kenaikan positif, masing-masing +3,81% dan +2,81%.

Artinya, meskipun volatilitas masih tinggi, BTC tetap menjaga momentumnya di level psikologis $110.000 ke atas.

Rekor tertinggi Bitcoin sebelumnya berada di $124,457.12, sehingga harga hari ini masih sekitar 10% di bawah puncaknya.

Meski begitu, level support di kisaran $109.000 tampak kuat bertahan, dan pergerakan menuju area $112.000–$113.000 memberi sinyal potensi konsolidasi bullish dalam jangka pendek.

Analisis Kenaikan Bitcoin

Kenaikan Bitcoin dalam 24 jam terakhir dapat dikaitkan dengan beberapa faktor:

  1. Pemulihan Tekanan Jual
    Setelah sempat turun beruntun sepanjang bulan lalu, pasar mulai melihat potensi oversold pada BTC. Koreksi -6% dalam 30 hari memberi ruang bagi rebound teknikal, yang akhirnya memicu aliran modal baru dari investor jangka pendek maupun institusional.
  2. Optimisme Makroekonomi
    Pasar global merespons positif data ekonomi Amerika Serikat yang lebih stabil serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Sentimen ini membuat investor kembali melirik aset berisiko, termasuk kripto, sebagai alternatif lindung nilai.
  3. Keterbatasan Pasokan
    Dengan jumlah sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari total maksimum 21 juta, suplai Bitcoin semakin ketat. Hal ini diperkuat oleh aktivitas hodler jangka panjang yang tetap mengunci BTC mereka, sehingga mengurangi tekanan jual di pasar spot.
  4. Kenaikan Aktivitas Institusional
    Laporan terbaru menunjukkan peningkatan arus masuk ke produk investasi berbasis Bitcoin. Hal ini memperkuat narasi bahwa meskipun volatil, BTC masih dipandang sebagai aset kelas atas dengan likuiditas tinggi di pasar kripto.

Risiko yang Masih Membayangi

Meskipun pergerakan harga saat ini mengarah positif, risiko koreksi belum sepenuhnya hilang. Beberapa faktor yang patut diwaspadai antara lain:

  • Volatilitas Pasar Global: Perubahan mendadak dalam kebijakan suku bunga atau gejolak geopolitik masih bisa memengaruhi harga BTC.
  • Tekanan dari Level Resistance: BTC masih harus menembus kisaran $112.500–$115.000 untuk memastikan tren bullish berlanjut. Jika gagal, risiko pullback ke bawah $110.000 kembali terbuka.
  • Dominasi Investor Besar (Whale): Aktivitas jual-beli masif dari dompet whale masih bisa mengguncang pergerakan jangka pendek.

Prospek Jangka Pendek dan Menengah

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan menguji kembali level resistance terdekat di sekitar $112.400.

Jika berhasil ditembus dengan volume besar, BTC berpeluang mengincar target $115.000–$118.000. Sebaliknya, jika momentum melemah, BTC kemungkinan akan berkonsolidasi di rentang $109.000–$111.000.

Untuk jangka menengah, tren masih ditopang oleh narasi “emas digital” dan keterbatasan suplai. Hal ini diperkuat oleh kapitalisasi pasar yang terus mendominasi seluruh ekosistem kripto, tetap berada di posisi #1 dengan pangsa pasar terbesar.

Baca Juga: Whale Bitcoin Rela Korbankan BTC Demi Long Ethereum $577 Juta

Kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir menjadi sinyal positif bagi pasar setelah periode tekanan yang cukup panjang.

Meski belum menembus rekor tertinggi baru, BTC kembali menunjukkan ketahanan dan daya tariknya di tengah ketidakpastian global.

Kombinasi sentimen makro, faktor teknikal, dan keterbatasan suplai membuat prospek jangka menengahnya masih bullish, meskipun investor tetap harus waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Turun Beruntun, Ada Apa dengan Bitcoin?

Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali menghadapi tekanan setelah harganya turun ke level $109,899.29 per BTC.

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC tercatat turun -3,1%, dengan kapitalisasi pasar menyusut ke $2,188.27 miliar dan volume perdagangan harian mencapai $89,75 miliar.

Koreksi ini menjadi perhatian investor karena terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi di $124,457.12, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah pasar kripto sedang berada pada fase konsolidasi alami atau menuju tren bearish jangka menengah.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 26 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Turun Lagi, Profit-Taking Hempaskan Bitcoin ke Level $113.000

Tren Harga Bitcoin

Dalam beberapa periode terakhir, BTC menunjukkan fluktuasi harga yang cukup signifikan:

  • Harian: turun $3,393.23 (-2,99%)
  • 30 hari: turun $8,356.86 (-7,07%)
  • 60 hari: naik $2,476.92 (+2,31%)
  • 90 hari: naik $1,142.34 (+1,05%)

Sementara dalam tujuh hari terakhir, BTC mencatat penurunan -4,71%, mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup kuat pasca reli menuju all-time high.

Analisis Penyebab Penurunan

  1. Aksi Ambil Untung (Profit-Taking)
    Lonjakan harga Bitcoin hingga menembus level tertinggi sepanjang masa memicu aksi ambil untung dari investor besar maupun ritel. Banyak pelaku pasar memilih mengunci keuntungan, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan jual dan mempercepat koreksi harga.
  2. Ketidakpastian Kebijakan Moneter The Fed
    Sentimen global terhadap aset berisiko, termasuk kripto, masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera menurunkan suku bunga membuat investor cenderung berhati-hati. Penguatan dolar AS yang berkelanjutan juga menjadi faktor eksternal yang menekan harga BTC.
  3. Kondisi Likuiditas Pasar
    Dengan volume perdagangan harian mencapai hampir $90 miliar, pasar tampak aktif, namun ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran memperlihatkan lemahnya minat beli di level atas. Likuiditas yang tidak stabil membuat Bitcoin lebih rentan terhadap koreksi mendadak.
  4. Koreksi Pasar Kripto Secara Keseluruhan
    Penurunan Bitcoin juga sejalan dengan tren melemahnya altcoin. Ketika BTC mengalami tekanan, banyak altcoin mencatat penurunan lebih tajam. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pasar kripto secara umum sedang mengalami fase penyesuaian harga.

Level Teknis Penting

Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada di zona konsolidasi antara $108,000 – $113,000. Jika support kuat di level $108,000 berhasil bertahan, peluang rebound tetap terbuka.

Namun, jika level ini ditembus, BTC bisa melanjutkan pelemahannya menuju $105,000 sebagai support psikologis berikutnya.

Di sisi lain, untuk kembali ke tren bullish, BTC harus menembus resistance di sekitar $113,500 – $115,000 dengan volume perdagangan yang lebih kuat.

Fundamental Jangka Panjang

Meskipun volatilitas jangka pendek menimbulkan kekhawatiran, fundamental Bitcoin tetap kokoh. Dari total maksimum 21 juta BTC, saat ini sudah beredar 19,91 juta BTC atau sekitar 94,82% dari pasokan.

Faktor kelangkaan ini terus memperkuat argumen bahwa Bitcoin memiliki nilai jangka panjang sebagai aset lindung nilai digital.

Selain itu, adopsi institusional yang semakin meluas, perkembangan regulasi, serta meningkatnya minat terhadap Bitcoin sebagai aset alternatif menghadapi inflasi menjadi katalis positif yang berpotensi mendukung harga di masa depan.

Secara keseluruhan, penurunan harga Bitcoin saat ini lebih disebabkan oleh kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi: mulai dari aksi ambil untung, ketidakpastian arah kebijakan Federal Reserve, hingga penguatan dolar AS.

Walau tekanan jangka pendek masih terasa, prospek jangka panjang Bitcoin tetap kuat berkat sifatnya yang langka dan semakin diterima secara global.

Baca Juga: Laju Bitcoin Tertahan di Level $114K, Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Investor disarankan untuk mencermati level support penting, menjaga manajemen risiko, serta memperhatikan perkembangan kebijakan moneter AS yang masih menjadi faktor penentu utama pergerakan pasar kripto dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Turun Lagi, Profit-Taking Hempaskan Bitcoin ke Level $113.000

Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, kembali menunjukkan koreksi setelah beberapa pekan terakhir bertahan di level tinggi.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (25/8), harga Bitcoin hari ini tercatat berada di level $113,241.51 per BTC, dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,254.77 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan -1,6%, disertai volume perdagangan harian sebesar $75.77 miliar.

Kinerja Harga Terkini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Laju Bitcoin Tertahan di Level $114K, Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di $111,060.54 sebelum kembali menguat tipis, sementara level tertinggi harian tercatat $115,226.44.

Meski koreksi saat ini masih relatif kecil, pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat Bitcoin belum berhasil menembus kembali rekor tertingginya di $124,457.12.

Jika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren yang beragam.

Dalam 30 hari terakhir, BTC mencatat koreksi sebesar -3,88%, sementara dalam 60 hari terakhir justru mengalami kenaikan +4,72%.

Adapun dalam kurun 90 hari, Bitcoin tetap berada di zona hijau dengan penguatan +3,7%. Data ini menggambarkan bahwa meskipun terjadi koreksi jangka pendek, tren menengah masih menunjukkan stabilitas.

Penyebab Penurunan Harga

Beberapa faktor utama menjadi penyebab turunnya harga Bitcoin dalam beberapa hari terakhir:

  1. Tekanan Makroekonomi Global
    Sentimen pasar global saat ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Walaupun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga di akhir tahun, pernyataan pejabat The Fed yang tetap berhati-hati membuat investor bersikap defensif. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini membuat pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Pengambilan Keuntungan (Profit-Taking)
    Setelah Bitcoin menyentuh level mendekati $115 ribu, banyak investor jangka pendek memutuskan untuk melakukan aksi ambil untung. Hal ini mendorong tekanan jual dalam jangka pendek sehingga harga terkoreksi.
  3. Fluktuasi Volume Perdagangan
    Meski volume perdagangan harian cukup tinggi, sekitar $75 miliar, fluktuasi signifikan pada arus masuk dan keluar dana dari bursa kripto turut memperlebar volatilitas harga. Investor institusional yang biasanya menahan harga tetap stabil, cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.
  4. Faktor Teknis
    Dari sisi teknikal, Bitcoin gagal menembus resistensi kuat di level $115 ribu–$116 ribu. Kegagalan ini memicu sinyal jual di kalangan trader, sehingga harga kembali terkoreksi ke bawah $113 ribu.

Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

Meskipun tengah mengalami tekanan, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto terbesar dengan pangsa pasar 94,82% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19,91 juta BTC, sehingga ruang pertumbuhan suplai semakin terbatas.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bitcoin yang menyentuh $2,248.97 miliar menegaskan dominasinya dibandingkan aset kripto lainnya.

Koreksi harga dalam jangka pendek belum mampu menggoyahkan posisi BTC sebagai barometer utama kesehatan pasar kripto global.

Prospek ke Depan

Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan menghadapi volatilitas tinggi seiring dengan ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan dinamika makroekonomi global.

Jika suku bunga benar-benar diturunkan pada kuartal akhir 2025, hal ini berpotensi menjadi katalis positif bagi aset kripto.

Namun, investor juga perlu mewaspadai faktor teknikal, di mana level $111 ribu menjadi support penting yang harus dijaga.

Jika level ini ditembus, koreksi lebih dalam dapat terjadi. Sebaliknya, jika Bitcoin berhasil menembus kembali level $115 ribu, peluang menuju rekor tertinggi baru tetap terbuka.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat: Harga Tembus $115.900

Penurunan harga Bitcoin saat ini lebih banyak dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian kebijakan moneter AS dan aksi ambil untung investor.

Meski demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai terbatas, kapitalisasi pasar besar, dan minat investor institusional yang masih tinggi.

Dengan harga saat ini di kisaran $113 ribu, Bitcoin tetap berada pada level yang kuat secara historis, hanya terpaut sekitar 9% dari rekor tertingginya.

Koreksi jangka pendek dapat dilihat sebagai fase konsolidasi alami sebelum potensi pergerakan baru dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Laju Bitcoin Tertahan di Level $114K, Dampak Kebijakan Baru The Fed?

Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali menunjukkan pergerakan yang cenderung melemah dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $114,849.67 per BTC, turun sekitar -0.8% dibandingkan sehari sebelumnya.

Meski penurunan ini relatif tipis, tren koreksi jangka pendek masih cukup terasa di tengah dinamika global yang membebani aset berisiko.

Kondisi Terkini Bitcoin: Stabil di Atas $114 Ribu

Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar $2,286.74 miliar USD, menjadikannya tetap kokoh di posisi nomor satu sebagai aset kripto paling dominan.

Volume perdagangan harian berada di kisaran $52,18 miliar USD, mencerminkan tingginya aktivitas transaksi meski harga sedang terkoreksi.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan pada rentang $114,536.11 sebagai level terendah dan $115,875.59 sebagai level tertinggi.

Angka ini menunjukkan volatilitas tipis, menandakan investor masih cenderung menunggu arah pasar yang lebih jelas.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 24 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Menguat: Harga Tembus $115.900

Dari sisi historis, Bitcoin masih jauh dari rekor tertingginya di $124,457.12, tetapi harga saat ini tetap berada di atas rata-rata support kuat jangka menengah.

Secara sirkulasi, sudah beredar 19,91 juta BTC, atau sekitar 94,81% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, sehingga ketersediaan pasokan semakin terbatas dan menjadi salah satu faktor fundamental penguat nilai BTC dalam jangka panjang.

Analisis Pergerakan Harga

Jika dilihat dari data perbandingan waktu:

  • Hari ini: turun 0,68% atau sekitar $787,40
  • 30 hari terakhir: turun tipis -0,27%
  • 60 hari terakhir: naik +8,07% atau sekitar $8,588,07
  • 90 hari terakhir: naik +4,81% atau sekitar $5,272,45

Data tersebut menunjukkan bahwa penurunan terbaru hanyalah bagian dari koreksi sehat setelah kenaikan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Meski tren jangka pendek melemah, Bitcoin masih dalam jalur pertumbuhan positif dalam horizon menengah.

Selain itu, dalam rentang 7 hari terakhir, BTC mencatat penurunan -2,67%, sejalan dengan pola koreksi pasar kripto global.

Hal ini turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sikap kebijakan moneter Federal Reserve, volatilitas di pasar saham, serta arus keluar dari instrumen investasi berbasis kripto.

Penyebab Penurunan Harga Bitcoin

Ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab koreksi harga Bitcoin saat ini:

  1. Sinyal Kebijakan Federal Reserve
    Pernyataan dari pejabat Fed di simposium Jackson Hole pekan ini kembali menimbulkan ketidakpastian. Meskipun ada ekspektasi pemangkasan suku bunga pada kuartal mendatang, investor masih berhati-hati karena inflasi Amerika Serikat belum sepenuhnya terkendali. Sentimen ini membuat sebagian investor mengambil posisi wait and see, menekan permintaan aset kripto.
  2. Aksi Ambil Untung Investor
    Setelah lonjakan harga yang cukup tajam dalam dua bulan terakhir, sebagian investor cenderung melakukan profit-taking. Tekanan jual ini menahan laju kenaikan BTC, terutama ketika mendekati level resistance psikologis di sekitar $115–$116 ribu.
  3. Rotasi Modal ke Altcoin
    Dominasi pasar Bitcoin sempat menurun karena investor beralih ke altcoin, terutama Ethereum (ETH) yang mencatat arus masuk besar melalui ETF spot. Pergerakan modal ini mengurangi momentum bullish BTC dalam jangka pendek.
  4. Volatilitas Global dan Risiko Geopolitik
    Faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga minyak, dan tren pasar saham global juga berperan menekan selera risiko investor. Bitcoin sebagai aset berisiko sering kali terpengaruh oleh perubahan sentimen ini.

Prospek ke Depan: Antara Konsolidasi dan Momentum Baru

Meskipun harga saat ini menunjukkan tren koreksi, Bitcoin tetap memiliki prospek yang solid dalam jangka menengah dan panjang.

Faktor kelangkaan pasokan, dengan hanya tersisa sekitar 1,09 juta BTC yang belum beredar, terus menjadi pendorong fundamental utama.

Selain itu, semakin luasnya adopsi institusional melalui instrumen seperti ETF Bitcoin spot, serta penerimaan kripto oleh perusahaan besar, berpotensi menjadi katalis baru untuk reli harga di masa depan.

Selama BTC mampu bertahan di atas support $112.000–$114.000, peluang untuk kembali menguji level $120.000 masih terbuka.

Baca Juga: Bitcoin Turun ke Level $112.000, Pasar Masih Janjikan Optimisme

Koreksi Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Meski dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan moneter Fed dan rotasi modal ke altcoin, fundamental BTC tetap kokoh.

Dengan pasokan yang semakin terbatas dan arus adopsi yang terus berkembang, Bitcoin masih berpotensi menembus level tertinggi barunya dalam beberapa bulan mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Kembali Menguat: Harga Tembus $115.900

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren positif di pasar kripto global.

Pada perdagangan terbaru, harga BTC berada di level $115.900,89 per BTC/USD, mencatatkan kenaikan harian sebesar +2,65%.

Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai $2,307,61 miliar USD, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset digital nomor satu di dunia, baik dari sisi nilai maupun popularitas.

Lonjakan Harga dan Posisi Pasar

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin sempat bergerak fluktuatif dengan titik terendah di $111.678,95 dan tertinggi menyentuh $117.377,40.

Kondisi ini menandakan volatilitas yang masih tinggi, sekaligus menjadi peluang bagi para trader untuk memanfaatkan momentum.

Saat ini, total suplai yang sudah beredar mencapai 19,91 juta BTC atau 94,81% dari total maksimum 21 juta BTC yang akan pernah ada.

Dengan tingkat kelangkaan yang semakin dekat, banyak analis menilai Bitcoin akan semakin bernilai seiring waktu.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Dana Pensiun Guru California nvestasi ke Bitcoin Lewat MicroStrategy

Riwayat Pergerakan Harga

Jika dilihat dari data historis, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan tren yang cukup bervariasi dalam beberapa periode terakhir:

  • Hari ini: Naik $2.961,06 atau +2,62%
  • 30 hari terakhir: Turun $1.772,57 atau -1,51%
  • 60 hari terakhir: Naik $10.641,90 atau +10,11%
  • 90 hari terakhir: Naik $7.762,03 atau +7,18%

Dari data di atas terlihat bahwa meskipun dalam 30 hari terakhir harga sempat melemah, tren jangka menengah Bitcoin tetap positif.

Kenaikan signifikan dalam periode 60 dan 90 hari menjadi sinyal bahwa minat investor masih kuat.

Rekor Tertinggi dan Prospek

Bitcoin sebelumnya pernah menyentuh rekor tertinggi di $124.457,12, yang menandakan bahwa harga saat ini masih berada sekitar 7% di bawah ATH (All-Time High).

Hal ini membuka kemungkinan Bitcoin kembali menguji level rekor tersebut dalam beberapa pekan atau bulan mendatang, terutama jika didukung oleh sentimen pasar global dan kebijakan moneter yang kondusif.

Selain itu, volume perdagangan harian yang mencapai $83,62 miliar USD menunjukkan likuiditas yang sangat tinggi, menjadikan Bitcoin tetap sebagai aset kripto paling dominan di pasar.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Bitcoin terus menjadi aset digital unggulan dengan performa yang solid. Kenaikan harian terbaru dan tren positif dalam dua bulan terakhir memberikan sinyal optimisme bagi para investor.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum dan adopsi yang kian meluas, Bitcoin berpotensi menjaga momentum bullish-nya dalam jangka panjang.

Bagi investor dan trader, volatilitas tetap menjadi tantangan sekaligus peluang. Namun, satu hal yang pasti: Bitcoin tetap menjadi simbol utama revolusi keuangan digital dan aset kripto paling berharga di dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com