Tag Archives: btc

Tren Bitcoin 18-22 Agustus 2025: Lanjut TP-TP

SELAMAT HARI ULANG TAHUN INDONESIA, SEMOGA TERUS BERTAMBAH MATANG DALAM BERDEMOKRASI DAN BERTAMBAH SEJAHTERA RAKYATNYA
Prediksi kita lumayan akurat dan semakin kita tahu alasan apa dibalik kenaikan Bitcoin semakin damai dalam trading semakin dewasa dalam mengelola emosi sehingga tenang dalam mengambil keputusan:

Secara data:

1. CPI AS benar terpediksi naik. CPI tidak naik tapi Core Naik artinya inflasi naik. Bitcoin naik sebagai lindung nilai karena Fed dipastikan akan potong suku bunga di September 2025 dan boleh jadi akan terus potong suku bunga hingga 3x. 

2. PPI naik 

3. Claim data naik

4. Retail Sales AS naik

5. Unmich naik

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 18 Agustus 2025

22.00 WITA – NAHB INDEX

National Association of Housing Builder (NAHB) adalah Asosiasi kontraktor pembangunan Rumah di AS yang dapat menjadi acuan pertama data perumahan. Jika index ini naik maka artinya permintaan pembangunan rumah baru meningkat yang menjadikan DXY menguat karena Rumah adalah penyangga inflasi nomer satu.

Lewat kenaikan harga rumahlah pemerintah mendapatkan pendanaan untuk menambah jumlah edar uang karena komitmen pencicil KPR yang mau menanggung kenaikan inflasi dan suku bunga bank sentral. Jika NAHB naik maka DXY naik. Index ini sudah merana berbulan-bulan dan kenaikannya harus diperhatikan dengan seksama karena harga rumah tidak terjangkau lagi: 

Saya ingin sekali mengatakan bahwa NAHB harusnya mulai naik, tetapi saya tidak yakin siapa pembeli rumahnya. Namun dengan digantinya kepala BLS yang lalu oleh Antoni EJ, saya sangsi NAHB akan terus dibawah.

Aturan umumnya adalah jika NAHB naik maka DXY naik, karena NAHB adalah proyeksi bertambahnya hodler Dollar akibat demand perumahan yang naik melalui KPR. Tapi kalau harga rumah tidak terjangkau, siapa yang beli rumahnya? 

Jika NAHB naik maka DXY naik, tetapi kenaikan NAHB yang tidak dibarengi oleh jumlah hodler yang dollar yang bertambah atas permintaan rumah baru, maka kenaikan DXY atas dasar mortgage backed securities tidak dapat menguatkan DXY. Kan rumahnya ga laku, terus darimana pemerintah dapat uang? Apa dasarnya M2 Supply naik all time high?

Siapa yang menanggung inflasinya? Saya tidak bisa menjawab ini, Tetapi Bitcoin ATH adalah tanda bahwa uang yang pemerintah edarkan tidak didapat dari keringat orang bekerja namun dari “out of thin air”

Maka jika NAHB naik saja tidak mampu menguatkan DXY atau kenaikan DXY semu karena dibarengin jumlah edar uang yang naik, Bitcoin masih belum akan koreksi, kira-kira begini candle hari Senin:

Selasa, 19 Agustus 2025

20.30 WITA – Housing Starts

Jika NAHB naik maka pembangunan rumah baru juga naik, Jika Housing starts naik maka DXY naik. Tetapi perlu diingat bahwa kenaikan DXY yang membuat Bitcoin jatuh adalah kenaikan DXY dari uang asli, uang yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi yang menambah market cap, bukan uang yang sekedar dicetak tanpa ada kegiatan ekonomi. Misalnya: Housing starts naik tapi yang naik adalah Rumah Susun yang Multi-Family, contohnya tanah 3 are dibangun 4 lantai lalu dijadikan 4 rumah, yang dimiliki oleh 4 keluarga yang berbeda, itu masuk akal.

Di AS satu rumah bisa ditinggali oleh keluarga yang berbeda dan tak saling kenal, sama juga dengan Myanmar yang berencana bangun sejuta rumah dengan lebar 50M2, selangkah ke Toilet, Selangkah ke kamar, selangkah ke dapur, selangkah ke teras, kasihan orang Myanmar, padahal waktu kecil dulu bapaknya doang yang kerja tapi rumahnya gede-gede ampe harus teriak-teriak. Sekarang dipaksa hidup dengan rumah 50M2 dicicil 20 tahun. Mengenaskan ya jadi rakyat Myanmar.

Housing Starts akan naik tapi kenaikan DXY-nya semu, sehingga tidak mampu membuat Bitcoin koreksi dalam. Kira-kira Begini Candle Hari Selasa:

Rabu, 20 Agustus 2025

09.00 WITA – China Loan Prime Rate

Suku bunga pinjaman PBOC adalah tingkat dasar bunga pinjaman di bank, dengan memeliharanya di 3% saja itu sudah termasuk melonggarkan kebijakan moneter karena sudah murah banget, tanpa diturunkan bunganya, Jumlah edar uang Yuan akan naik.

Saat diumumkan jam 9 Pagi, Bitcoin akan naik karena pada masa sekarang, tidak ada sesuatu yang meyakinkan saya bahwa suku bunga pinjaman akan dinaikkan. Ingat, Bitcoin tidak naik hanya karena dibeli, namun Bitcoin juga naik atas turunnya nilai mata uang Yuan. Why? Karena liquidity Yuan adalah yang terbesar kedua didunia, Market Capnya dibawah dollar. 

02.00 WITA – FOMC meeting minutes

Tidak ada yang penting disini, saya harus tahu dulu siapa pembicaranya: 

Saya memprediksi, Pengganti Powell adalah Waller, ada juga kesempatan bahwa Barkin akan ditunjuk, siapa pun yang jadi Chairman diantara dua orang itu, sifat mereka adalah lemah, tidak setegas Powell dan keputusannya hanyalah di area Dovish.

Alasannya, mereka hanya akan jadi Chairman Fed jika mereka memihak Trump yang mencalonkan mereka sedangkan Trump sudah mempolitisasi BLS dengan memecatnya dan menggantikannya dengan Real EJ Antoni, maka saya pikir, yang memenangkan kursi Fed hanya yang akan meng-inverse kebijakan Powell.

Jika Powell Hawkish maka Barkin atau Waller tak akan bisa Hawkish alias Dovish only

Maka kira-kira Bitcoin hari Rabu akan naik, seperti ini:

Kamis, 19 Agustus 2025

08.00 WITA – JACKSON HOLE SYMPOSIUM MEETING 

Judulnya adalah:

 “Labor Markets in Transition: Demographics, Productivity, and Macroeconomic Policy.”

Pasar Buruh dalam Transisi: Demografis, Produktifitas dan kebijakan Makro Ekonomi….

Inti dari meeting ini adalah bagaimana AI akan menggantikan buruh dan bagaimana Mandat Bank Sentral tentang menciptakan lapangan pekerjaan terdampak oleh jumlah buruh yang meningkat akibat otomatisasi serta kemana buruh itu akan pergi mencari pekerjaan dan bagaimana kebijakan makro ekonomi berpengaruh pada pasar buruh. 

Saya pikir jaman dahulu, negara dengan penduduk terbesar seperti Tiongkok adalah sasaran investasi karena jumlah buruhnya berlimpah sehingga harganya murah. Masa berlalu, sekarang buruh yang melimpah itu akan menjadi masalah ketika otomatisasi AI berjalan karena mereka kehilangan pekerjaan, badai imigrasi akan berefek pada berbagai negara, Amerika yang merupakan Land of Immigran akan mengetatkan imigran dan menguranginya dengan berbagai aturan, tinggalah negeri yang tidak mampu adaptasi akan menjadi pembuangan buruh misalnya Sudan Selatan, India, Afrika dan Amerika selatan. Inflasi akan naik dan yang tak mampu bertahan akan dieliminasi oleh sistem, kekacauan akan terjadi karena ketimpangan kesejahteraan yang luar biasa, meeting ini akan sangat berarti karena Powell akan pensiun dan berbagai negara akan mengalami kelebihan buruh, dan pengangguran adalah pelemah mata uang penyebab inflasi.

Sangat menarik, tetapi ujungnya adalah bagaimana cara Pemimpin ini mencari exit liquidity dari kebijakannya yang hanya memikirkan circle elite-nya

20.30 Claim data

Claim data adalah Jumlah pengangguran mingguan yang meminta tunjangan ke pemerintah, Jumlahnya bervariasi tergantung state dan lama bekerja. 

Jika claim data naik maka DXY turun, sangat aneh ketika claim data baik-baik saja tetapi inflasi naik, PPI naik, dan Ekspor dimakan Tiongkok, tapi inilah data. Data bukan untuk dimakan mentah-mentah tetapi untuk dikombinasikan dengan teknikal analisi dan kebijakan macro agar biarnya menjadi firm.

Prediksi saya masih sama, claim data malam ini naik dan minggu depan juga naik, minggu ini juga akan diedit. Jika claim data tidak naik pasti continuing claim-nya naik, continuing claim adalah jumlah akumulasi pengangguran yang sudah ada. Laporan claim data tidak naik tetapi jika continuing claim naik sama saja bodong.

Karena continuing claim adalah beban negara yang mengonsumsi sumber daya tapi tidak ikut berkontribusi menanggung inflasi karena pengangguran tidak pegang dollar. Tetapi selogis-logisnya saya, saya ingin meng-inverse prediksi saya karena Antoni EJ telah jadi kepala BLS. Kepala BPS sebelumnya dipecat karena laporan NFP jelek dan direvisi. Tidak ada alasan Antoni naik tahta kecuali mampu menjanjikan bahwa laporan NFP akan baik dan sesuai narasi Trump

21.45 S&P Global Manufacturing 

Jika PMI Manufacturing naik maka DXY naik, Manufacturing adalah pabrik padat karya yang mempu menggerakan riak ekonomi karena melibatkan banyak industri itu sebabnya banyak negara mengincar investasi mobil karena mobil mampu menyerap inflasi akibat dicetaknya uang berlebihan oleh pemerintah via kredit kendaraan bermotor. Saat kita beli mobil dan kredit 5 tahun misalnya pada saat akhir kredit total jumlah uang tersebut dapat menghasilkan dua mobil, satu untuk banker satu untuk pemilik asli mobil, itu sebabnya di Thailand tidak ada kendaraan umum, agar semua masyarakat mencicil mobil sehingga negara semakin untung karena bisa menyelipkan pajak inflasi via KKB. Kalau ada kendaraan umum nanti ngga ada yang beli mobil dan motor. 

Semakin Trump menunda tariff pada Tiongkok semakin Expor AS akan tergerus dan saya yakin PMI manufacturing indexnya akan koreksi lagi sehingga DXY akan turun. Jika sampai laporan PMI naik seharusnya Bitcoin turun, tapi jika PMI naik tapi Bitcoin naik maka data tersebut tidak akurat dan DXY menjadi semu.

Kenaikan PMI seharusnya menaikan daya beli masyarakat sehingga mata uangnya menguat, kenaikan PMI yang tidak didukung kenaikan DXY yang kuat adalah kenaikan PMI oleh data yang tidak akurat dan tidak sesuai lapangan. Prediksi saya PMI turun, dan DXY tidak turun karena asa laporan Existing Home Sales

22.00 Existing Home Sales

Kita prediksi NAHB naik hina dan Housing Starts tempat negara mencetak uang juga naik maka prediksi saya Existing Home Sales naik.

Jika Existing Home sales naik maka DXY naik. Sehingga Bitcoin akan koreksi. Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jum’at 22 Agustus 2025

 

Sabtu 23 Agustus 2025

08.30 WITA – CPI JAPAN

Tujuan pemerintah didirikan bukanlah menomersatukan rakyat tetapi hidup harmoni dengan yang lebih berkuasa. Dengan adanya multipolar kita berharapa dunia ini tidak dikuasai hanya satu atau dua negara seperti sekarang, tetapi menyebar namun kekuasaan yang dimiliki banyak orang rawan konflik. Jepang adalah negara yang mempunyai karakter berbeda dengan negara lain, disaat negara lain mencoba menjaga inflasi, Jepang harus mencari cara agar mata uangnya inflasi karena rakyatnya sangat hemat dan suka investasi sehingga sangat susah membuat rakyat Jepang konsumtif untuk menggerakkan roda ekonomi.

Saat pandemi setiap orang Jepang menerima bansos dari pemerintah, 4 tahun seusai pandemi, uang bansos masih mengendap direkening. Jepang adalah jajahan Amerika Dan mereka sadar menjadi exit liquidity Amerika lewat hodl Surat Utang Amerika, Jepang disedot keringatnya karena kalah peranh, itu sebabnya saya prediksi Yen akan ke 160/dollar. Dan itu adalah bensin Bitcoin karena market cap Yuan adalah nomer 4 terbesar didunia. Jika Jepang tidak melemahkan mata uangnya maka pasar Ekspornya adakan dirampok Tiongkok yang segalanya lebih murah, lebih canggih dan lebih loyal pada fitur setiap barang elektroniknya. 

Maka itu hukumnya beda, Jika CPI Jepang naik maka Bitcoin naik, Jika CPI Jepang turun, Bitcoin semakin naik. Kenapa? Karena artinya Pemerintah perlu menggelontorkan stimulus lebih besar lagi agar roda ekonominya berputar. Saya Prediksi CPI Jepang masih akan stuck di 3.3% sehingga Bitcoin naik. 

Kira-kira begini Candle hari Jumat dan Sabtu:

Terimakasih sudah membaca. 

Saya ingin menegaskan kembali bahwa saya hanyalah Crypto Trader biasa sama seperti CT-CT yang lainya, saya bukanlah penasehat keuangan bahkan saya juga ngga pernah sekolah ekonomi, semua yang saya pelajari hanya berdasarkan pengetahuan saya yang basic sekali, sehingga kesalahan analisa saya adalah pasti dan tidak dapat dijadikan referensi. Menjadikan saya acuan jual beli adalah salah karena itu analisalah sendiri dan ini bukanlah nasehat keuangan. 

Yang Pinter dong Gesss….

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke Level $112.000, Pasar Masih Janjikan Optimisme

Bitcoin (BTC), aset kripto terbesar di dunia, kembali menjadi sorotan setelah harganya tercatat di $112,966.97 per BTC pada perdagangan hari ini.

Meski mengalami koreksi tipis sebesar -0,77% dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai kripto nomor satu dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,247.26 miliar USD.

Data ini menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin di pasar aset digital masih sangat kuat di tengah volatilitas global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 23 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bertahan di Atas $113 Ribu, Antara Bullish Dan Bearish

Pergerakan Harga: Fluktuasi dalam Jangka Pendek

Dalam kurun waktu harian, Bitcoin sempat bergerak pada kisaran terendah $111,986.23 hingga tertinggi $114,008.35.

Angka ini menunjukkan rentang perdagangan yang relatif ketat, menandakan adanya konsolidasi pasar setelah reli panjang yang sempat mendorong harga menuju rekor tertinggi $124,457.12.

Namun, dalam rentang waktu yang lebih luas, pergerakan Bitcoin memperlihatkan tren yang menarik.

Dalam 30 hari terakhir, BTC masih mencatatkan pelemahan sebesar -5,03%, setara dengan penurunan sekitar $5,979.44.

Meski begitu, jika ditarik ke periode 60 hari, harga Bitcoin justru meningkat tajam sebesar +11,17%, atau naik sekitar $11,337.83.

Bahkan dalam 90 hari terakhir, BTC masih mampu tumbuh +4,25%, memperlihatkan kekuatan fundamental yang tidak bisa diabaikan.

Volume Perdagangan Tinggi: Bukti Likuiditas Pasar

Salah satu indikator yang mencerminkan sehatnya ekosistem Bitcoin adalah tingginya aktivitas perdagangan.

Dalam 24 jam terakhir, volume transaksi BTC mencapai $58.81 miliar USD, angka yang hampir menyamai rata-rata volume harian pasar saham global untuk beberapa emiten besar.

Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC masih sangat kuat meski harga sedang terkoreksi.

Dari sisi pasokan, Bitcoin semakin mendekati titik maksimalnya. Saat ini terdapat 19.91 juta BTC yang sudah beredar dari total maksimum 21 juta BTC.

Artinya, lebih dari 94,8% pasokan Bitcoin telah ditambang, sehingga kelangkaan aset ini semakin nyata dan berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang.

Optimisme Investor Masih Terjaga

Meski pergerakan harga harian dan mingguan cenderung negatif, banyak analis menilai bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase sehat untuk konsolidasi sebelum potensi reli berikutnya.

Fakta bahwa BTC masih bertahan di atas level psikologis $110 ribu dianggap sebagai sinyal positif, apalagi jika dikaitkan dengan perkembangan adopsi institusional dan minat dari sektor tradisional keuangan (TradFi).

Rekor tertinggi BTC di level $124,457.12 yang tercapai belum lama ini juga menjadi target psikologis yang masih relevan.

Jika momentum beli kembali meningkat, bukan tidak mungkin Bitcoin dapat menguji kembali level tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: 5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

BTC Tetap Jadi Pemimpin Pasar Kripto

Dengan kapitalisasi pasar raksasa, volume perdagangan tinggi, serta pasokan yang semakin terbatas, Bitcoin tetap menjadi aset utama yang diperhitungkan di dunia kripto.

Meski harga saat ini berada sedikit di bawah performa bulanan, tren jangka menengah hingga panjang masih memberikan optimisme bagi investor.

Koreksi kecil yang terjadi bisa jadi hanya jeda singkat sebelum reli berikutnya. Bagi para pelaku pasar, BTC tetap menjadi barometer utama arah industri kripto global dan aset yang paling banyak dilirik dalam setiap pergerakan pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bertahan di Atas $113 Ribu, Antara Bullish Dan Bearish

Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan utama pasar kripto setelah harganya berhasil bertahan di kisaran $113.847,79 per BTC pada perdagangan terbaru.

Dengan kapitalisasi pasar menembus $2,26 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $65,95 miliar, aset digital terbesar di dunia ini tetap menunjukkan dominasinya sebagai instrumen investasi global.

Namun, pertanyaannya: apakah Bitcoin sedang mempersiapkan momentum bullish baru atau justru memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang?

Pergerakan Harga: Stabil, Tapi Ada Tekanan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: 5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan tipis sebesar +0,26%, dengan rentang perdagangan antara $112.387,96 (terendah) hingga $114.802,65 (tertinggi).

Angka ini menunjukkan volatilitas yang relatif terkendali, meski tren jangka pendek masih penuh ketidakpastian.

Secara historis, Bitcoin mencatat rekor tertinggi di level $124.457,12, dan harga saat ini masih terpaut sekitar 9% dari level tersebut.

Artinya, peluang bagi BTC untuk kembali menantang all-time high (ATH) masih terbuka, terutama jika didukung oleh sentimen positif pasar global.

Riwayat Pergerakan 90 Hari: Fluktuasi dengan Tren Naik

Melihat data harga dalam tiga bulan terakhir, Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup menarik:

  • 30 Hari terakhir: turun sebesar -2,45% atau setara $2.862,06.
  • 60 Hari terakhir: naik +11,12% atau $11.408,98.
  • 90 Hari terakhir: menguat +2,9% atau $3.213,45.

Data ini memperlihatkan bahwa meskipun BTC sempat mengalami tekanan dalam sebulan terakhir, tren jangka menengah masih relatif positif.

Investor jangka panjang bisa melihat kondisi ini sebagai fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan berikutnya.

Tekanan Mingguan: Sinyal Bearish Jangka Pendek

Meski pergerakan harian menunjukkan kenaikan, grafik mingguan justru memperlihatkan penurunan yang cukup tajam.

Dalam 7 hari terakhir, BTC terkoreksi 7,42%, menandakan adanya aksi ambil untung atau berkurangnya minat beli di level harga saat ini.

Selain itu, perubahan harga dalam 1 jam terakhir yang menunjukkan penurunan -0,17% juga memperkuat sinyal adanya tekanan jual jangka pendek.

Fundamental Pasar: Supply Semakin Terbatas

Dari sisi pasokan, Bitcoin kini memiliki sirkulasi 19,91 juta BTC, atau 94,81% dari total maksimum 21 juta BTC.

Dengan ketersediaan yang semakin menipis, teori dasar ekonomi supply-demand menegaskan bahwa harga BTC berpotensi terus naik dalam jangka panjang, selama permintaan tetap tinggi.

Menariknya, kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (fully diluted market cap) tercatat di level $2,39 triliun, menandakan potensi valuasi yang lebih besar jika seluruh BTC yang tersedia telah beredar di pasar.

Prediksi Harga Bitcoin: Ke Mana Arah Selanjutnya?

Berdasarkan data teknikal dan fundamental, ada beberapa skenario yang mungkin terjadi pada harga Bitcoin dalam waktu dekat:

  1. Bullish Scenario
    Jika BTC mampu bertahan di atas level support $112.000 dan menembus kembali resistance di $115.000, peluang menuju $120.000 bahkan mendekati ATH di $124.457 akan semakin terbuka. Sentimen positif dari adopsi institusi maupun regulasi yang mendukung bisa menjadi katalis kuat.
  2. Bearish Scenario
    Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan harga menembus di bawah $112.000, maka BTC berpotensi terkoreksi lebih dalam ke area $108.000–$110.000. Skenario ini bisa terjadi apabila kondisi makroekonomi global memburuk, misalnya akibat kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari The Fed.
  3. Konsolidasi
    Skenario yang paling realistis saat ini adalah konsolidasi harga di kisaran $112.000–$115.000, sebelum pasar menentukan arah lebih jelas. Investor tampaknya masih menunggu pemicu baru, baik dari sisi geopolitik, kebijakan moneter, maupun perkembangan ekosistem kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Bitcoin di Persimpangan: Turun Tipis, Tapi Momentum Masih Kuat

Bitcoin saat ini berada dalam fase kritis: meski masih menunjukkan kekuatan di atas $113.000, tekanan jangka pendek tidak bisa diabaikan.

Bagi investor jangka panjang, kondisi konsolidasi justru bisa menjadi peluang akumulasi sebelum terjadinya lonjakan berikutnya.

Namun, volatilitas tetap menjadi ciri khas BTC. Oleh karena itu, disiplin dalam manajemen risiko dan strategi investasi yang matang menjadi kunci utama untuk menghadapi ketidakpastian harga Bitcoin dalam beberapa minggu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Token Ekosistem Bitcoin Teratas di Pasar Kripto Tahun 2025

Ekosistem Bitcoin terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat, melampaui perannya sebagai sekadar mata uang digital. Hingga pertengahan 2025, berbagai proyek dan token yang dibangun di atas atau terkait dengan jaringan Bitcoin semakin mengukuhkan posisinya. Data terbaru menunjukkan lima token teratas yang menjadi sorotan investor dan pengembang.

Bitcoin

Berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin (BTC) tetap berada di puncak. Dengan nilai saat ini sekitar $27.380, BTC tidak hanya menjadi aset digital paling berharga, tetapi juga fondasi bagi inovasi blockchain.

Penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto pada 2009 membuka jalan bagi transaksi aman dan terdesentralisasi tanpa perantara. Pembatasan pasokan hingga 21 juta koin menjadikannya aset deflasi yang menarik bagi banyak pihak.

Wrapped Bitcoin (WBTC)

Wrapped Bitcoin (WBTC)
Ilustrasi aset kripto Wrapped Bitcoin (WBTC).

Baca juga: Tren Bitcoin 18-22 Agustus 2025: Lanjut TP-TP

Di posisi kedua, Wrapped Bitcoin (WBTC) muncul sebagai jembatan penting antara Bitcoin dan dunia Decentralized Finance (DeFi). WBTC, yang merupakan versi Bitcoin yang ditokenisasi pada jaringan Ethereum, memungkinkan pemegang BTC untuk memanfaatkan aset mereka dalam berbagai protokol DeFi seperti pinjaman dan perdagangan.

Didukung 1:1 oleh Bitcoin, WBTC menawarkan interoperabilitas yang sangat dibutuhkan antara dua ekosistem blockchain terbesar.

Bitcoin Cash (BCH)

Selanjutnya, Bitcoin Cash (BCH) menempati posisi ketiga. Lahir dari hard fork Bitcoin pada tahun 2017, BCH dirancang untuk mengatasi masalah skalabilitas. Dengan batas ukuran blok yang lebih besar, BCH menawarkan waktu transaksi lebih cepat dan biaya lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Fokusnya pada kegunaan sebagai mata uang telah menarik perhatian para pedagang dan pengguna yang mencari efisiensi transaksi.

Stacks (STX) dan Bitcoin SV (BSV)

Analisis Harga STX. Sumber: TradingView.
Analisis Harga STX. Sumber: TradingView.

Dilaporkan Coindcx, dua token lain yang patut diperhitungkan adalah Stacks (STX) dan Bitcoin SV (BSV). Stacks, yang beroperasi di blockchain miliknya sendiri, memungkinkan eksekusi kontrak pintar di jaringan Bitcoin. Ini membuka pintu bagi pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang memanfaatkan keamanan Bitcoin, memperluas fungsionalitasnya melampaui sekadar penyimpanan nilai.

Sementara itu, Bitcoin SV (BSV), hasil hard fork dari Bitcoin Cash pada 2018, berfokus pada skalabilitas masif dengan ukuran blok yang jauh lebih besar. BSV berambisi menjadi platform utama untuk pembayaran mikro dan aplikasi skala perusahaan, mengklaim kembali visi asli Bitcoin yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto.

Perkembangan kelima token ini menunjukkan bahwa ekosistem Bitcoin jauh dari stagnan. Inovasi terus bermunculan, memperkaya layanan dan utilitas bagi pengguna. Seperti halnya investasi aset digital lainnya, riset mendalam tetap krusial sebelum mengambil keputusan. CoinDCX, salah satu platform investasi kripto terkemuka, menyediakan akses mudah bagi investor yang ingin masuk ke dunia token ekosistem Bitcoin ini.

Baca juga: Bitcoin di Persimpangan: Turun Tipis, Tapi Momentum Masih Kuat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin di Persimpangan: Turun Tipis, Tapi Momentum Masih Kuat

Bitcoin (BTC), aset kripto nomor satu dunia, kembali menjadi sorotan setelah mengalami koreksi harian meski tetap bertahan di atas level psikologis $110,000.

Pergerakan harga terbaru menunjukkan volatilitas yang sehat, namun juga menimbulkan pertanyaan: apakah BTC sedang bersiap untuk konsolidasi lebih panjang, atau justru menuju reli berikutnya?

Performa Harga Terkini

  • Harga saat ini: $113,625.45 per BTC
  • Kapitalisasi pasar: $2,262.15 miliar
  • Volume perdagangan 24 jam: $71.72 miliar
  • Sirkulasi: 19.91 juta BTC (94.8% dari total suplai maksimum 21 juta BTC)

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun -1.24%, dengan kisaran harga harian antara $112,578.67 hingga $115,906.09.

Meski koreksi tipis, BTC masih mempertahankan kapitalisasi pasar di atas $2 triliun, menegaskan dominasinya sebagai aset digital paling likuid.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 20 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Masuki Fase Konsolidasi Sehat, Bitcoin Terkoreksi di Level $115.010

Riwayat Pergerakan Harga BTC (USD)

  • Harian: -1.20%
  • 30 Hari: -4.15%
  • 60 Hari: +9.83%
  • 90 Hari: +2.05%

Artinya, dalam jangka menengah (60–90 hari), Bitcoin masih menunjukkan tren kenaikan meski sempat mengalami koreksi bulanan.

Rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) masih bertahan di $124,457.12, sehingga harga saat ini sekitar 8.7% lebih rendah dari puncaknya.

Analisis Teknis: Sinyal Jangka Pendek dan Panjang

  1. Support & Resistance
    • Support terdekat: $112,500 – terbukti menjadi titik pantul pada perdagangan terakhir.
    • Resistance terdekat: $116,000 – $118,000, yang perlu ditembus untuk membuka jalan menuju level ATH.
  2. Moving Average (MA)
    • BTC saat ini diperdagangkan sedikit di atas MA50 harian, sinyal netral ke bullish.
    • Selama BTC bertahan di atas $110,000, tren jangka menengah dianggap aman.
  3. Relative Strength Index (RSI)
    • RSI harian berada di zona 52–55, menunjukkan pasar dalam kondisi netral, tidak overbought maupun oversold.
    • Ini memberi ruang untuk kenaikan baru jika volume beli meningkat.
  4. Volume & Market Sentiment
    • Volume perdagangan harian $72 miliar menunjukkan likuiditas yang kuat.
    • Namun, dominasi BTC dalam market crypto sedikit tertekan karena sebagian dana mengalir ke altcoin besar seperti Ethereum dan Solana.

Grafik teknikal Bitcoin (BTC/USD) menunjukkan level support $112,500, resistance $116,000, serta Moving Average (MA20 & MA50).

Dari chart ini, tren jangka pendek masih sideways dengan tekanan bearish tipis. Jika BTC mampu bertahan di atas $112,500, peluang rebound menuju $116,000 – $118,000 terbuka. Namun, jika jebol support, koreksi bisa menguji area $110,000.

Prediksi Harga: Konsolidasi Sebelum Aksi Besar

Berdasarkan pola teknikal dan indikator fundamental, ada dua skenario utama dalam beberapa minggu ke depan:

  1. Skenario Bullish (probabilitas 60%)
    Jika BTC mampu menembus resistance $116,000 dengan volume tinggi, target kenaikan berikutnya adalah $120,000$122,500. Momentum ini bisa menguji kembali level ATH $124,457, bahkan membuka peluang reli ke $130,000 pada kuartal IV 2025.
  2. Skenario Bearish (probabilitas 40%)
    Jika tekanan jual berlanjut, BTC bisa terkoreksi ke support kuat di $110,000 atau bahkan $107,500. Namun, selama tidak turun di bawah $105,000, tren jangka panjang masih bullish.

Faktor Fundamental yang Menggerakkan BTC

  1. Institusional Adoption – Semakin banyak perusahaan publik dan institusi keuangan menggunakan BTC sebagai aset cadangan.
  2. Regulasi Global – Perkembangan regulasi kripto di AS dan Eropa berpotensi meningkatkan kepercayaan investor.
  3. Halving Effect – Dengan suplai maksimum mendekati batas (94.8% sudah beredar), Bitcoin makin langka, yang secara historis mendukung kenaikan harga jangka panjang.

Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Meski turun tipis dalam 24 jam terakhir, Bitcoin masih berada dalam jalur bullish jangka panjang. Koreksi ini dapat dianggap sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi reli menuju $120,000.

Dengan kapitalisasi pasar yang tetap kokoh di atas $2 triliun, BTC menunjukkan dirinya bukan sekadar aset spekulatif, melainkan penyimpan nilai digital global.

Investor jangka pendek sebaiknya memperhatikan level support $112,500 dan resistance $116,000, sementara investor jangka panjang masih bisa optimis menatap target $130,000 pada akhir tahun jika tren positif berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Masuki Fase Konsolidasi Sehat, Bitcoin Terkoreksi di Level $115.010

Bitcoin (BTC), raja aset kripto dunia, saat ini diperdagangkan di level $115,010.93 per BTC/USD dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,289.69 miliar USD.

Meskipun sempat menorehkan rekor tertinggi baru di level $124,457.12, harga BTC saat ini mengalami sedikit tekanan dengan penurunan -0,47% dalam 24 jam terakhir.

Data ini menandakan volatilitas tinggi tetap menjadi ciri khas utama pasar kripto, meski kapitalisasi pasar yang masif memberi tanda bahwa investor institusional masih sangat dominan dalam menggerakkan harga.

Naik-Turun yang Terukur

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 19 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Jika dilihat secara historis dalam beberapa rentang waktu terakhir:

  • Hari ini: harga terkoreksi tipis -0,03% atau sekitar -$34,72.
  • 30 hari terakhir: BTC melemah -2,33% setara -$2,742.62.
  • 60 hari terakhir: justru mencatat kenaikan impresif +10% atau $10,465.43.
  • 90 hari terakhir: penguatan tetap solid di +6,76% atau $7,294.19.

Artinya, meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah level ATH, tren jangka menengahnya masih terbilang positif.

Pergerakan harga BTC menunjukkan siklus konsolidasi sehat setelah reli tajam di kuartal sebelumnya.

Kondisi Pasar 24 Jam Terakhir

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin di Tokocrypto menunjukkan berasal di kisaran $114,470.98 (terendah) hingga $117,050.37 (tertinggi).

Fluktuasi ini relatif wajar bagi aset dengan kapitalisasi pasar raksasa. Adapun volume perdagangan tercatat $67.39 miliar, menandakan minat jual-beli yang masih sangat aktif.

Sementara dari sisi pasokan, saat ini ada 19,91 juta BTC beredar, atau sekitar 94,8% dari total maksimum 21 juta BTC.

Kondisi kelangkaan pasokan ini secara fundamental selalu menjadi katalis bullish jangka panjang, karena setiap kenaikan permintaan dapat langsung memicu apresiasi harga.

Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Lebih Dalam?

Jika dicermati lebih dalam, penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu oleh faktor makroekonomi.

Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi memadamkan harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve, sehingga mendorong investor keluar dari aset berisiko termasuk kripto.

Sentimen ini sejalan dengan likuidasi besar-besaran lebih dari $500 juta posisi long di pasar derivatif kripto baru-baru ini.

Namun, koreksi yang terjadi justru masih terukur. BTC masih bertahan di atas area psikologis $115 ribu, dengan level support kuat berada di $114 ribu.

Jika support ini ditembus, ada risiko harga menguji level $111 ribu. Sebaliknya, apabila sentimen makro membaik, Bitcoin berpotensi kembali menguji resistensi $118–120 ribu dalam waktu dekat.

Prediksi Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek (1-2 Minggu), Bitcoin kemungkinan akan tetap bergerak sideways di kisaran $114 ribu – $120 ribu.

Katalis utama yang dipantau adalah rilis data inflasi konsumen (CPI) dan keputusan kebijakan moneter The Fed.

Sentimen hawkish dapat menahan BTC di bawah $120 ribu, sementara sinyal dovish akan membuka jalan untuk rebound.

Lalu untuk jangka Menengah (1-3 bulan), momentum kenaikan 60–90 hari terakhir yang masih positif membuat peluang BTC kembali menembus $120 ribu–122 ribu cukup besar.

Namun, reli lanjutan hanya akan berlanjut jika terjadi peningkatan arus masuk institusional melalui ETF Bitcoin spot atau adopsi korporasi.

Terakhir, untuk jangka panjang (hingga akhir tahun), dengan pasokan BTC yang semakin mendekati maksimum dan narasi makro global yang masih mendukung aset lindung nilai digital, target harga optimistis bisa berada di kisaran $130 ribu–135 ribu sebelum penutupan tahun.

Namun, investor perlu waspada terhadap gejolak pasar keuangan global yang dapat memicu koreksi mendalam sewaktu-waktu.

Baca Juga: Kembali ke Trek, Bitcoin Menuju Rekor Harga Tertinggi

Harga Bitcoin saat ini di level $115 ribu mencerminkan fase konsolidasi sehat setelah mencatat rekor tertinggi di atas $124 ribu.

Penurunan tipis jangka pendek lebih disebabkan oleh faktor makro dan bukan melemahnya fundamental BTC. Dengan pasokan mendekati maksimum, volume perdagangan tinggi, serta kapitalisasi pasar raksasa, Bitcoin masih memegang peran dominan sebagai aset digital nomor satu.

Investor jangka panjang tetap bisa melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi, sementara trader jangka pendek perlu mencermati level support $114 ribu dan resistensi $120 ribu sebagai penentu arah berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data PPI Rontok, Pasar Kripto Anjlok Hingga $500 Juta

Lebih dari $500 juta kripto dilikuidasi dalam satu jam terakhir akibat reaksi tajam investor terhadap data inflasi wholesale AS (Producer Price Index/PPI) terbaru.

Angka PPI Juli melonjak 0,9% month-on-month, jauh melampaui ekspektasi 0,2%, dengan kenaikan tahunan mencapai 3,3%, juga melampaui prediksi sekitar 2,5%.

Laporan ini menghapus harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga jangka pendek dari Federal Reserve, memicu pelemahan tajam di aset-aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 15 Agustus 2025: Data PPI AS Bikin Bitcoin Koreksi

PPI Juli Melonjak, Redupkan Harapan The Fed

Laporan Producer Price Index (PPI) mencerminkan tekanan inflasi di tingkat produsen sering dianggap sinyal awal risiko inflasi konsumen.

Lonjakan ke 0,9%, jauh di atas ekspektasi, menyiratkan bahwa inflasi mungkin lebih sulit ditangani. Bagi Federal Reserve, data ini mengurangi peluang pemangkasan suku bunga hingga menjadi sangat tipis, terutama dalam isu pemangkasan agresif 50 basis poin.

Gelombang Likuidasi: Lebih dari $500 Juta Kolaps

Pasar kripto bereaksi cepat. Lebih dari $500 juta posisi dipaksa ditutup (liquidated) dalam waktu singkat. Investor besar, terutama yang memegang posisi long dengan leverage, menjadi korban sangsi pasar dan penguatan Dolar AS.

Pelemahan massal ini mengejutkan karena terjadi hanya sehari setelah Bitcoin menyentuh rekor tertinggi baru.

Sentimen Global dan Korelasi Ekonomi

Data PPI ini juga menegaskan bahwa The Fed kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk memerangi inflasi.

Harapan pasar akan penurunan suku bunga pun memudar, yang berdampak langsung pada aset risk-off seperti saham dan kripto.

Di Asia dan pasar global, indeks saham regional terpantau mulai melemah setelah data ini disajikan.

Tekanan Jangka Pendek

Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan tajam usai laporan ini. Bitcoin turun dari ATH di atas $124.000 ke bawah $116.000, sementara Ethereum tergerus sekitar -4%, diperdagangkan di kisaran $4.500.

Likuiditas kripto menyusut, investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian kebijakan moneter.

Sinyal Teknis dan Level Rentan

Support utama yang harus dipantau: Bitcoin di sekitar $118–119 ribu. Jika gagal bertahan, risiko koreksi lebih dalam tetap terbuka.

Volume penjualan tinggi menunjukkan adanya tekanan jual signifikan. Untuk ETH dan altcoin lain, rebound hanya mungkin terjadi jika data inflasi berikutnya lebih ramah dan ada sinyal pelonggaran kebijakan moneter.

Harapan Pemulihan

Beberapa analis optimis bahwa data inflasi ini hanya gangguan jangka pendek. Jika data CPI dan pengecer mendapati tekanan inflasi mereda, peluang rebound bagi kripto tetap terbuka.

Namun untuk saat ini, pasar kripto berjalan di bawah bayang-bayang kebijakan ekonomi makro dan ketahanan inflasi.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 15 Agustus 2025: Data PPI AS Bikin Bitcoin Koreksi

Lonjakan PPI AS di atas ekspektasi sekaligus jaringan pasar kripto menciptakan gelombang bearish dalam hitungan jam.

Dengan lebih dari $500 juta likuidasi posisi long dan ekspektasi penurunan suku bunga yang menghilang, pasar kripto berada dalam fase konsolidasi berat.

Investor perlu mengantisipasi data ekonomi berikutnya dan respons The Fed, karena dalam ekosistem yang sensitif ini, volatilitas bisa menjadi peluang serta risiko besar dalam waktu singkat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Merosot Tajam: Analisis Penyebab di Balik Penurunan ke $115 Ribu

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan signifikan setelah sempat mencatatkan reli positif dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $115.226,24 per BTC, turun -2,43% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasarnya kini berada di level $2,293,92 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $55,49 miliar.

Penurunan ini cukup mengejutkan karena terjadi setelah Bitcoin sempat stabil di atas level psikologis $118 ribu dan bahkan mencatatkan rekor tertinggi baru di $124.457,12 beberapa pekan lalu.

Apa yang sebenarnya terjadi di balik penurunan harga aset digital terbesar di dunia ini?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Tekanan Jangka Pendek: Profit Taking Investor

Salah satu faktor utama penurunan harga BTC adalah fenomena profit taking. Setelah Bitcoin mencapai harga puncak sepanjang masa di atas $124 ribu, banyak investor memilih merealisasikan keuntungan.

Hal ini menekan harga secara signifikan dalam perdagangan jangka pendek, terutama karena sebagian besar trader ritel bereaksi cepat terhadap volatilitas harga.

Data perdagangan menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir, BTC sempat menyentuh level terendah $115.067,24 sebelum kembali bertahan di atas $115 ribu. Gerakan ini memperlihatkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.

Koreksi Pasar Setelah Reli Panjang

Dalam 60 hingga 90 hari terakhir, Bitcoin sebenarnya masih mencatatkan kinerja positif. Harga BTC mengalami kenaikan +9,63% dalam 60 hari dan +8,48% dalam 90 hari.

Namun, dalam satu minggu terakhir, BTC justru terkoreksi -5,48%, menandakan adanya fase konsolidasi.

Koreksi seperti ini lazim terjadi setelah reli panjang. Pasar kripto, yang dikenal sangat volatil, cenderung memasuki fase “pendinginan” setelah mencatatkan lonjakan signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar yang begitu besar, pergerakan harga dalam beberapa ribu dolar saja bisa berdampak pada sentimen global.

Faktor Eksternal: Suku Bunga dan Regulasi

Selain faktor internal pasar, penurunan harga BTC juga dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global. Ketidakpastian terkait suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu momok bagi aset berisiko, termasuk kripto.

Investor global masih berhati-hati karena adanya spekulasi bahwa The Fed bisa menunda pemangkasan suku bunga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali.

Situasi ini membuat dana institusional cenderung parkir pada aset yang lebih aman seperti obligasi atau emas, bukan Bitcoin.

Selain itu, kabar mengenai regulasi ketat di beberapa negara juga turut menambah tekanan. Misalnya, beberapa otoritas keuangan kembali menyoroti aktivitas perdagangan derivatif kripto yang dianggap berisiko tinggi.

Sentimen regulasi ini cenderung membuat investor besar cenderung wait and see.

Psikologis Pasar: Level Support $115 Ribu

Secara teknikal, level $115 ribu kini menjadi titik support penting bagi Bitcoin.

Jika harga menembus ke bawah level ini, maka ada kemungkinan BTC akan melanjutkan penurunan hingga mendekati $112 ribu atau bahkan lebih rendah.

Namun, jika BTC berhasil bertahan dan rebound dari area $115 ribu, investor bisa kembali melihat momentum bullish baru.

Saat ini, sekitar 94,8% pasokan total Bitcoin telah beredar, dengan suplai sirkulasi mencapai 19,91 juta BTC dari maksimal 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang masih menjadi daya tarik jangka panjang bagi investor.

Apakah Saatnya Beli atau Tunggu?

Bagi investor jangka panjang, koreksi harga seperti ini bisa dianggap sebagai peluang akumulasi.

Selama fundamental Bitcoin tidak berubah dengan jumlah pasokan terbatas dan adopsi institusional yang terus meningkat, potensi pertumbuhan di masa depan masih besar.

Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap menjadi tantangan. Dengan perubahan harga -2,54% dalam sehari dan -5,48% dalam sepekan, strategi yang lebih hati-hati sangat diperlukan, terutama dengan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

Penurunan harga Bitcoin ke kisaran $115 ribu bukanlah tanda melemahnya fundamental aset digital ini, melainkan bagian dari dinamika pasar yang wajar setelah reli besar.

Tekanan profit taking, ketidakpastian makroekonomi global, serta faktor regulasi menjadi pemicu utama koreksi kali ini.

Meski demikian, dengan pasokan terbatas dan posisi dominan sebagai aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin masih dipandang sebagai instrumen investasi yang menjanjikan di jangka panjang.

Investor disarankan tetap bijak membaca momentum, karena di balik setiap koreksi besar, selalu ada peluang yang bisa dimanfaatkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Naik Tipis, Harga Bitcoin Bertahan di Atas $118.000

Pasar kripto kembali menyoroti pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang saat ini diperdagangkan di kisaran $118,171.16 per BTC/USD.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,352.49 miliar dan volume perdagangan harian sebesar $46.41 miliar, Bitcoin masih menunjukkan dominasinya sebagai aset digital nomor satu dunia.

Namun, di balik stabilitas harga hari ini, muncul pertanyaan penting: apakah ini pertanda konsolidasi menuju tren baru, atau justru fase jeda sebelum terjadi koreksi lebih dalam?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

Performa Harian: Stabilitas di Tengah Tekanan

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mencatat kenaikan tipis +0.22% atau setara $256.57. Selama periode ini, BTC bergerak di rentang harga terendah $117,271.95 hingga tertinggi $118,247.45.

Angka tersebut menegaskan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi ketat, di mana pelaku pasar masih menunggu pemicu baru untuk menentukan arah selanjutnya.

Meski terlihat tenang, pergerakan kecil seperti ini sering kali menjadi sinyal adanya “akumulasi” di balik layar, terutama oleh investor institusional yang memanfaatkan momentum harga stabil untuk memperkuat posisi.

Tren Jangka Pendek: Fluktuasi Minim, Minat Masih Tinggi

Data riwayat harga menunjukkan performa campuran:

  • Hari ini: +0.22%
  • 7 hari terakhir: -0.13%
  • 30 hari terakhir: -1.94%
  • 60 hari terakhir: +11.97%
  • 90 hari terakhir: +14.73%

Meski pergerakan jangka pendek cenderung stagnan, tren dalam 2–3 bulan terakhir tetap menunjukkan kinerja positif.

Artinya, Bitcoin berhasil menjaga momentum kenaikan meski sempat mengalami tekanan korektif dalam sebulan terakhir.

Yang menarik, rekor harga tertinggi BTC masih tercatat di $124,457.12, hanya terpaut sekitar 5% dari level saat ini.

Hal ini menunjukkan potensi besar bagi Bitcoin untuk menguji ulang level tertinggi tersebut jika sentimen pasar membaik.

Kapitalisasi Pasar & Pasokan: Nyaris Maksimal

Bitcoin saat ini memiliki sirkulasi pasokan 19.91 juta BTC, atau sekitar 94.8% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Kondisi ini mempertegas karakteristik BTC sebagai aset deflasi. Semakin mendekati suplai maksimal, semakin langka pula koin yang tersedia di pasar.

Kapitalisasi pasar penuh yang diencerkan (fully diluted market cap) bahkan mencapai $2,480.84 miliar, menegaskan dominasi Bitcoin dibandingkan ribuan altcoin yang ada.

Fakta ini membuat BTC tetap menjadi “penyimpan nilai digital” yang paling dipercaya, bahkan di tengah volatilitas tinggi pasar kripto.

Faktor Pendorong & Sentimen Global

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi harga Bitcoin dalam waktu dekat meliputi:

  1. Kebijakan Moneter AS – Suku bunga dan kebijakan The Fed masih menjadi sorotan utama. Jika inflasi terkendali, investor cenderung kembali ke aset berisiko seperti kripto.
  2. ETF Bitcoin Spot – Lonjakan minat pada produk ETF di berbagai bursa global menjadi pendorong adopsi lebih luas. Arus masuk modal institusional bisa menjadi katalis besar.
  3. Ketidakpastian Geopolitik – Dari perang dagang hingga pertemuan diplomatik tingkat tinggi, faktor geopolitik sering kali menjadi pemicu volatilitas mendadak di pasar kripto.
  4. Halving Bitcoin 2024-2025 – Meski sudah lewat, dampaknya masih terasa. Penurunan suplai baru biasanya mendukung tren kenaikan harga jangka panjang.

Apakah Bitcoin Akan Menguji Ulang ATH?

Banyak analis meyakini Bitcoin berada pada fase krusial. Jika mampu menembus kembali level $120.000–$124.000, peluang untuk mencetak rekor baru semakin terbuka lebar.

Namun, jika gagal bertahan di atas $117.000, risiko koreksi ke area $110.000–$112.000 juga tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, stabilitas Bitcoin di atas $118.000 menjadi sinyal positif bagi investor ritel. Harga yang relatif tenang memberi kesempatan untuk melakukan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), terutama bagi mereka yang berinvestasi jangka panjang.

Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

Secara keseluruhan, Bitcoin saat ini berada di titik keseimbangan yang menarik: cukup stabil untuk dianggap sebagai aset matang, namun tetap menyimpan potensi volatilitas yang menjadi daya tarik bagi para trader.

Dengan kapitalisasi pasar raksasa, suplai yang semakin terbatas, dan dukungan institusional melalui ETF, Bitcoin masih memegang mahkota sebagai “raja kripto”.

Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah BTC siap melanjutkan perjalanan menuju level tertinggi baru, atau justru sedang menyiapkan panggung untuk koreksi lebih dalam?

Jawabannya kemungkinan akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, seiring munculnya katalis makroekonomi dan geopolitik global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Terbaik Saat Bitcoin Turun: Diversifikasi Saat Pasar Lesu

Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!

Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.

Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun

Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.

Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.

Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.

Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.

Baca juga: Sejarah Singkat Bitcoin Dominance

Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)

Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D)  adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.

Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.

Dominasi ini bisa menjadi sinyal untuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoin dengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.

Baca juga: Apa itu Alt Season Index dan Bagaimana Cara Membacanya?

Skenario Potensi Penurunan BTC.D 

Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.

Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).

Skenario Potensi Kenaikan BTC.D 

Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.

Altcoin Terbaik untuk Hedging

Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:

USDT (Tether)

Pergerakan harga TetherUS (USDT/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.

USDC (USD Coin)

Pergerakan harga USD Coin (USDC/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.

PAX Gold (PAXG)

Pergerakan harga Pax Gold (PAXG/Rupiah) pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.

Baca juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

Altcoin Terbaik untuk Rally Setelah Bitcoin

Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:

Ethereum (ETH)

Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.

Baca juga: Dampak Berita Terhadap Pergerakan Harga ETH: Penyebab dan Contoh Kasus

XRP (Ripple)

Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.

Solana (SOL)

Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.

Binance Coin (BNB)

Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.

Baca juga: 3 Strategi Buy the Dip Bitcoin yang Bisa Dicoba Saat Pasar Lesu

TRON (TRX)

Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.

Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.

Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?

Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.

Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu. 

Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:

  1. Buka Aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “DCA”
  2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
  3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
  4. Atur pembelian berkala harian, Mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
  5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

Kesimpulan

Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com