Tag Archives: btc

Bitcoin Masuk Fase Paling Melelahkan, Investor Mulai Ragu?

Pasar Bitcoin saat ini dinilai memasuki salah satu fase paling menantang dalam siklusnya. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan kondisi pasar yang dipenuhi ketidakpastian, di mana investor lebih banyak menunjukkan keraguan dibanding keyakinan untuk melakukan akumulasi.

Beberapa metrik penting seperti Apparent Demand, CryptoQuant Bull Market Cycle Indicator, dan Long-Term Holder SOPR mengindikasikan bahwa pasar sedang berada dalam periode konsolidasi yang sering kali dianggap sebagai fase paling melelahkan secara psikologis bagi pelaku pasar.

Permintaan Bitcoin Masih Lemah

Indikator Apparent Demand sempat menunjukkan tanda pemulihan setelah aksi jual besar yang terjadi sebelumnya. Pada saat itu, terlihat adanya pembeli oportunistik yang mulai masuk untuk memanfaatkan harga yang lebih rendah.

Namun pemulihan tersebut tidak bertahan lama. Permintaan kembali turun ke wilayah negatif, menandakan bahwa tekanan beli belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum kenaikan harga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak investor masih bersikap hati-hati dan belum siap melakukan akumulasi agresif pada level harga saat ini.

Fase Konsolidasi Pasar

Indikator CryptoQuant Bull Market Cycle juga menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase yang biasanya dikaitkan dengan konsolidasi pasar bearish.

Pada fase ini, harga cenderung bergerak dalam rentang terbatas dengan volatilitas jangka pendek yang cukup tinggi. Situasi seperti ini sering membuat investor merasa frustrasi karena pergerakan harga tidak menunjukkan arah yang jelas.

Dalam banyak kasus sebelumnya, fase ini menjadi periode di mana sebagian investor kehilangan minat, mengurangi eksposur, atau bahkan keluar sementara dari pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, detail pada gambar menunjukkan apparent demand sempat pulih sebentar setelah sell-off besar, tetapi cepat kembali negatif, sementara Bull Market Cycle Indicator mengarah ke fase konsolidasi bear market dan Long-Term Holder SOPR mulai turun di bawah level 1.

“Artinya, bukan cuma trader jangka pendek yang mulai goyah, holder jangka panjang pun mulai merealisasikan rugi, kondisi yang biasanya menandai fase pasar yang melelahkan sebelum struktur baru benar-benar terbentuk,” analisanya.

Perubahan Struktur Investor

Dinamika tersebut juga memengaruhi struktur kepemilikan Bitcoin di pasar. Investor jangka pendek yang mengalami kerugian sering kali menjual aset mereka atau secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang.

Proses ini dapat menurunkan rata-rata harga beli agregat di pasar karena koin berpindah tangan ke investor baru dengan biaya masuk yang lebih rendah.

Sementara itu, indikator Long-Term Holder SOPR mulai menunjukkan bahwa sebagian investor jangka panjang juga mulai merealisasikan kerugian.

Indikator ini turun di bawah angka 1, yang berarti koin yang dipindahkan oleh pemegang jangka panjang rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

Potensi Fase Akhir Bear Market

Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul pada tahap akhir pasar bearish, ketika ketidakpastian yang berkepanjangan mulai mengikis keyakinan bahkan di kalangan investor paling kuat.

Pada fase tersebut, distribusi Bitcoin biasanya berpindah dari pemegang lama ke peserta pasar baru dengan basis harga yang lebih rendah.

Meski fase ini sering dianggap sebagai salah satu periode paling sulit dalam siklus pasar, dalam beberapa siklus sebelumnya kondisi serupa juga menjadi tahap sebelum pasar memasuki fase pemulihan berikutnya.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $69.604 Usai Puncak $71K

Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi ringan dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya sempat menguat.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (11/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $69.604 per koin, turun sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir.

Meski mengalami penurunan tipis, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,39 triliun.

Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat cukup tinggi di kisaran $52,32 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih aktif.

Pergerakan harga ini terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi harian di $71.770, sebelum akhirnya mengalami koreksi menuju area di bawah $70.000.

Baca Juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Data pasar menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.327 dan level tertinggi di $71.770.

Setelah mendekati area resistance di atas $71.000, harga kemudian mengalami tekanan jual yang mendorongnya kembali turun ke kisaran $69.000.

Dalam jangka sangat pendek, volatilitas juga masih terlihat. Pada pergerakan 1 jam terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 0,22%, menandakan adanya aktivitas perdagangan jangka pendek dari para trader.

Meskipun demikian, dalam tujuh hari terakhir Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 3,1%, yang menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih relatif stabil.

Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa dalam beberapa periode waktu, Bitcoin menunjukkan gambaran yang cukup beragam.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 2,25%. Penurunan ini relatif kecil dibandingkan koreksi yang terjadi dalam jangka waktu lebih panjang.

Sementara itu, dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23,10%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 22,54%.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun BTC mulai menunjukkan pemulihan dalam beberapa minggu terakhir, pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

Dominasi ini membuat BTC sering dianggap sebagai indikator utama pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Dari sisi pasokan, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

Karena suplai Bitcoin bersifat terbatas, banyak investor melihat aset ini sebagai instrumen lindung nilai digital yang memiliki karakteristik kelangkaan, mirip dengan emas.

Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,46 triliun.

Jarak Bitcoin dari Rekor Tertinggi

Meskipun harga BTC masih berada di kisaran tinggi, level saat ini masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika sentimen pasar kembali menguat dalam jangka panjang.

Namun untuk menuju ke level tersebut, BTC harus terlebih dahulu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

Area $69.000 saat ini menjadi support terdekat yang sedang diuji oleh pasar. Jika level ini mampu bertahan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba naik menuju zona $71.000 hingga $72.000.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $69.000, BTC berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $67.000 hingga $68.000.

Sementara itu, zona $71.700 hingga $72.000 menjadi area resistance utama yang perlu ditembus untuk melanjutkan momentum kenaikan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli jangka pendek.

Aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC tetap kuat, meskipun pasar masih mengalami fluktuasi.

Jika momentum beli kembali meningkat dan harga mampu bertahan di atas level support utama, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya.

Namun dalam kondisi pasar yang masih volatil, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan volume perdagangan, sentimen pasar global, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Sebagai aset kripto terbesar, arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan tetap menjadi penentu utama tren pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto, harga BTC hari ini berada di level $68.059,39 per BTC, turun sekitar 3,03% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih tinggi.

Volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam tercatat sekitar $40,45 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC mencapai sekitar $1,36 triliun, menjadikannya aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto global.

Namun, koreksi harga terbaru menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih berhati-hati setelah volatilitas meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak cukup volatil. Harga tertinggi dalam 24 jam tercatat di $71.164, sementara level terendah menyentuh $67.757.

Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat ketika BTC mendekati area $71.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai mengalami koreksi hingga kembali ke kisaran $68.000.

Secara persentase, penurunan harian mencapai sekitar 3,36%, sementara dalam jangka waktu satu jam terakhir harga relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,09%.

Meski demikian, dalam perspektif mingguan Bitcoin masih mencatat kinerja positif.

Harga BTC naik sekitar 3,83% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih memiliki momentum kenaikan meskipun terjadi koreksi harian.

Tren Harga BTC dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari periode yang lebih panjang, Bitcoin mengalami koreksi yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar $2.523 atau sekitar 3,58%. Penurunan menjadi lebih signifikan jika melihat periode yang lebih panjang.

Selama 60 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $25.510 atau sekitar 27,27%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat penurunan sekitar 24,01% atau setara dengan $21.500.

Koreksi tersebut terjadi setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198. Setelah menyentuh level tersebut, pasar mengalami fase konsolidasi yang cukup dalam.

Kondisi ini merupakan pola yang cukup umum dalam siklus pasar kripto, di mana reli besar biasanya diikuti oleh periode koreksi atau konsolidasi sebelum tren berikutnya terbentuk.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,36 triliun, Bitcoin masih memegang posisi sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat 1 dalam daftar kapitalisasi pasar.

Dominasi Bitcoin juga tetap sangat kuat, terutama karena pasokan maksimalnya yang terbatas hanya 21 juta koin.

Saat ini sekitar 95% dari total pasokan maksimum sudah beredar di pasar.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh pasokan maksimal BTC telah beredar.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami koreksi, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling berpengaruh dalam menentukan arah pergerakan pasar secara keseluruhan.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kini memperhatikan beberapa level teknikal penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Area $67.700 hingga $68.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, BTC berpotensi kembali mencoba menguji area $71.000 yang sebelumnya menjadi resistance.

Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan harga menembus level support tersebut, maka Bitcoin berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Sementara itu, untuk kembali membangun momentum bullish yang kuat, BTC perlu menembus dan bertahan di atas $71.000 hingga $72.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.921, Pasar Tunggu Arah

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan harian, fundamental Bitcoin sebagai aset digital terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta minat institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi barometer utama pasar kripto.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen makroekonomi global, arus modal institusional, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Bagi investor dan trader, periode volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi fase penting dalam menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga tetap terbuka dalam jangka menengah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Perusahaan treasury Bitcoin Strategy (MSTR) kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor tersebut membeli 17.994 BTC senilai sekitar US$1,28 miliar atau lebih dari Rp20 triliun dalam sepekan terakhir.

Dilaporkan Bitcoin Magazine, pembelian tersebut dilakukan antara 2 hingga 8 Maret 2026 dengan harga rata-rata sekitar US$70.946 per Bitcoin, berdasarkan laporan resmi yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Dengan akuisisi terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 738.731 BTC.

Total Kepemilikan Bitcoin Capai US$50 Miliar

Secara keseluruhan, Strategy telah menginvestasikan sekitar US$56,04 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin perusahaan.

Harga rata-rata pembelian Bitcoin oleh perusahaan tersebut tercatat sekitar US$75.862 per koin. Dengan harga Bitcoin saat ini di kisaran US$68.000, nilai pasar dari kepemilikan tersebut diperkirakan mendekati US$50 miliar.

Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 3,4% dari total pasokan maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Hal ini semakin memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Menurut Tim Research Tokocrypto, bagi narasi adopsi, pembelian terbaru ini memperkuat posisi Strategy sebagai simbol paling ekstrem dari model perusahaan treasury Bitcoin.

“Semakin besar akumulasi seperti ini, semakin kuat pula pesan ke pasar bahwa sebagian korporasi melihat BTC sebagai aset neraca jangka panjang, bukan sekadar instrumen trading sementara,” jelasnya.

Baca juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

Pendanaan Lewat Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin terbaru tersebut dibiayai melalui kombinasi penjualan saham dan penerbitan saham preferen.

Strategy menjual sekitar 6.327.541 lembar saham biasa Class A melalui program at-the-market, yang menghasilkan dana sekitar US$899,5 juta.

Selain itu, perusahaan juga mengumpulkan sekitar US$377,1 juta melalui penjualan 3.776.205 saham preferen perpetual STRC.

Strategy menyatakan masih memiliki kapasitas penerbitan saham biasa senilai sekitar US$6,71 miliar serta kapasitas tambahan US$3,16 miliar dari saham preferen STRC.

Bagian dari Strategi Akumulasi Bitcoin

Langkah pembelian ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus meningkatkan cadangan Bitcoin.

Strategy menjalankan beberapa program pembiayaan melalui saham preferen seperti STRK, STRC, STRF, dan STRD yang memberikan akses pendanaan hingga miliaran dolar.

Seluruh program tersebut merupakan bagian dari rencana penggalangan modal “42/42” yang menargetkan pengumpulan dana hingga US$84 miliar melalui penerbitan saham dan obligasi konversi hingga 2027.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembelian Bitcoin secara berkelanjutan.

Isyarat dari Michael Saylor

Sebelum pengumuman resmi dirilis, Michael Saylor sempat memberi petunjuk mengenai pembelian terbaru ini melalui unggahan di media sosial.

Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa “the second century begins,” yang merujuk pada pencapaian Strategy melakukan lebih dari 100 transaksi pembelian Bitcoin sejak program akumulasi dimulai pada 2020.

Sementara itu, saham Strategy (MSTR) tercatat naik sekitar 0,5% pada perdagangan pre-market, sementara harga Bitcoin diperdagangkan mendekati US$69.000.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $69.000, Sentimen Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif.

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC berhasil menembus level psikologis $70.000, dengan harga saat ini berada di sekitar $70.057 per BTC.

Kenaikan ini mencerminkan penguatan sentimen pasar kripto setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,56% dalam 24 jam, dengan volume perdagangan harian mencapai $48,89 miliar.

Dengan performa tersebut, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,40 triliun.

Baca Juga: Harga Minyak Meledak 60%, Bitcoin Ikut Tertekan?

Bitcoin Kembali Menembus Level Psikologis $70.000

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa Bitcoin bergerak dalam kisaran harga $66.902 hingga $70.561.

Lonjakan harga hingga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa minat beli kembali meningkat di pasar kripto. Level $70.000 sendiri merupakan salah satu batas psikologis penting bagi investor.

Ketika harga berhasil menembus zona tersebut, biasanya sentimen pasar menjadi lebih optimistis karena menunjukkan kekuatan tren bullish jangka pendek.

Selain itu, kenaikan harga harian sekitar $2.389 menunjukkan bahwa tekanan beli cukup kuat untuk mendorong BTC keluar dari fase konsolidasi sebelumnya.

Meski demikian, volatilitas masih terlihat. Dalam pergerakan satu jam terakhir, harga BTC sempat mengalami koreksi sekitar 1,22%, yang menunjukkan adanya aksi ambil untung jangka pendek dari para trader.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tetap Dominan

Sebagai aset kripto terbesar, Bitcoin masih mendominasi pasar dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

Angka ini menjadikan BTC sebagai aset digital dengan nilai pasar tertinggi, jauh melampaui altcoin lainnya.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta koin, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kelangkaan pasokan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” oleh investor.

Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan berada di sekitar $1,46 triliun.

Performa Harga BTC dalam Beberapa Periode

Jika dilihat dari perspektif jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tren yang cukup stabil.

Dalam 7 hari terakhir, harga BTC naik sekitar 1,73%, menandakan adanya pemulihan perlahan setelah periode volatilitas sebelumnya.

Sementara dalam 30 hari terakhir, kenaikan relatif kecil di sekitar 0,48%. Ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pergerakan besar sebelumnya.

Namun jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam. Dalam 60 hari terakhir, harga BTC turun sekitar 23,73%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 24,84%.

Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan saat ini bisa menjadi bagian dari fase pemulihan setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Jarak Bitcoin dari Rekor Harga Tertinggi

Meskipun kembali menembus $70.000, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Artinya, BTC masih memiliki ruang kenaikan yang cukup besar jika tren bullish kembali terbentuk secara kuat di pasar kripto.

Namun untuk mencapai level tersebut, Bitcoin perlu menembus beberapa zona resistance penting yang kemungkinan berada di sekitar $72.000 hingga $75.000 dalam jangka menengah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti sentimen investor global, arus modal ke pasar kripto, serta pergerakan aset kripto besar lainnya.

Jika momentum beli terus berlanjut dan volume perdagangan tetap tinggi, BTC berpotensi mempertahankan posisi di atas $70.000 dan mencoba menguji level berikutnya.

Namun jika tekanan jual meningkat, Bitcoin bisa kembali menguji area support di sekitar $67.000 hingga $66.000, yang sebelumnya menjadi level terendah dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan dominasi yang kuat di industri kripto, Bitcoin masih menjadi indikator utama arah pasar aset digital secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pergerakan BTC dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian utama para investor dan trader kripto di seluruh dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Minyak Meledak 60%, Bitcoin Ikut Tertekan?

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak global sejak awal 2026. Kenaikan tersebut kini memicu kekhawatiran baru terhadap dampaknya pada inflasi dan pasar keuangan, termasuk aset kripto seperti Bitcoin.

Sejak awal tahun, harga minyak tercatat naik lebih dari 60%. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Sekitar 20% ekspor minyak global dan hampir 35% minyak yang diangkut melalui jalur laut melewati wilayah tersebut.

Gangguan Distribusi Energi Dorong Harga Minyak

Dilaporkan Crypto Quant, setiap potensi gangguan pada jalur ini dapat langsung memicu lonjakan harga minyak di pasar global.

Ketika risiko penutupan atau hambatan distribusi meningkat, pasar biasanya merespons dengan kenaikan harga sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kekurangan pasokan.

Lonjakan harga energi ini juga berpotensi mendorong inflasi global karena biaya transportasi dan logistik ikut meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, pasar keuangan cenderung menjadi lebih sensitif terhadap berbagai guncangan ekonomi.

Dampak ke Pasar Kripto

Aset kripto seperti Bitcoin sering kali dianggap sebagai aset berisiko tinggi. Dalam periode ketidakpastian geopolitik atau lonjakan harga energi, investor biasanya cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Secara historis, periode ketika harga minyak menguat sering bertepatan dengan fase akhir siklus pasar Bitcoin.

Ketegangan geopolitik juga dapat memicu sikap lebih berhati-hati di kalangan investor global, yang berdampak pada penurunan minat terhadap aset spekulatif.

Kondisi tersebut berpotensi menekan pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, bagi Bitcoin, lonjakan minyak akibat shock geopolitik biasanya bukan lingkungan yang ideal karena pasar cenderung masuk mode risk-off saat harga energi dan ketidakpastian makro naik bersamaan.

“Jika tensi Hormuz terus memanas, BTC bisa menghadapi tekanan tambahan karena investor lebih berhati-hati terhadap aset volatil dan spekulatif di tengah ancaman inflasi serta perlambatan sentimen risiko global,” jelasnya.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Maret 2026: Awal Pekan Disambut Koreksi

Pergerakan Harga Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$67.500 hingga US$68.000.

Data pasar menunjukkan harga BTC berada di sekitar US$67.537 per koin dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$1,35 triliun. Volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar US$37 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan tipis sekitar 1%. Namun secara bulanan harga masih turun sekitar 3%, sementara dalam dua hingga tiga bulan terakhir penurunannya mencapai lebih dari 24%.

Bitcoin juga sempat bergerak di kisaran terendah US$65.639 dan tertinggi US$68.177 dalam 24 jam terakhir.

Risiko Geopolitik Masih Jadi Faktor Penting

Para analis menilai perkembangan situasi di Timur Tengah akan menjadi faktor penting bagi arah pasar ke depan.

Jika ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat dan harga minyak tetap tinggi, tekanan terhadap pasar keuangan global berpotensi bertahan lebih lama.

Dalam kondisi tersebut, investor global kemungkinan akan tetap berhati-hati terhadap aset yang memiliki volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil dalam perdagangan hari ini dengan bertahan di atas level $67.000.

Berdasarkan data pasar terbaru, BTC diperdagangkan di kisaran $67.193 per koin, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,26% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan moderat ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan pelaku pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga yang lebih signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,34 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia dan mendominasi pasar dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Level terendah harian tercatat di sekitar $65.639, sementara itu, Tokocrypto mencatat level tertinggi sempat menyentuh $68.177.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas masih tetap hadir, meskipun tren jangka pendek masih cenderung stabil.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga cukup tinggi, mencapai sekitar $37 miliar, yang menunjukkan aktivitas transaksi yang masih aktif di pasar global.

Namun demikian, pergerakan harga dalam jangka pendek masih relatif terbatas. Dalam satu jam terakhir, harga Bitcoin bahkan sempat mengalami koreksi kecil sekitar 0,61% sebelum kembali stabil di kisaran saat ini.

Kinerja Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa Bitcoin dalam beberapa periode waktu, tren jangka pendek menunjukkan pergerakan yang relatif datar.

Dalam 7 hari terakhir, harga BTC hanya naik sekitar 0,69%, menandakan fase konsolidasi setelah periode volatilitas sebelumnya.

Namun jika ditarik lebih jauh, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam dari beberapa bulan terakhir. Berikut perbandingan pergerakan harga BTC:

  • 24 jam: +0,26%
  • 7 hari: +0,69%
  • 30 hari: -5,76%
  • 60 hari: -25,90%
  • 90 hari: -25,68%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan kecil dalam jangka pendek, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dibandingkan performa beberapa bulan lalu.

Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Bitcoin

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1,34 triliun, menjadikannya aset digital dengan valuasi terbesar di industri kripto.

Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC, berarti lebih dari 95% dari total suplai maksimum telah berada di pasar.

Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin yang sering disebut sebagai salah satu faktor utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

Jika dihitung menggunakan total suplai maksimum, valuasi fully diluted market cap Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,41 triliun.

Di sisi lain, Bitcoin juga masih memegang posisi sebagai aset kripto paling populer di pasar global, menempati peringkat 1 dalam kapitalisasi pasar.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting menjadi perhatian para trader dan analis.

Level support utama saat ini berada di area $65.000–$66.000, yang sebelumnya menjadi zona penahan tekanan jual.

Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran $68.000–$70.000. Jika harga mampu menembus area ini secara konsisten, potensi kenaikan menuju level psikologis berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $65.000, maka Bitcoin berpotensi memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Prospek Harga Bitcoin ke Depan

Meskipun pergerakan saat ini relatif stabil, banyak pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti adopsi institusional yang terus berkembang, meningkatnya minat terhadap aset digital, serta narasi Bitcoin sebagai store of value di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi sampai muncul katalis baru yang mampu mendorong arus modal yang lebih besar ke pasar kripto.

Untuk saat ini, investor dan trader cenderung memantau perkembangan volume perdagangan serta pergerakan harga di sekitar level support dan resistance utama.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas di atas $67.000, peluang untuk menguji kembali area $70.000 masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah sentimen pasar dari “Extreme Fear” menjadi lebih optimistis. Namun sejumlah analis on-chain menilai reli ini masih perlu diuji lebih jauh untuk memastikan apakah merupakan pemulihan yang kuat atau hanya bull trap.

Bitcoin sempat mendekati level US$72.900 pada awal Maret 2026 setelah sebelumnya turun ke kisaran pertengahan US$60.000. Sejumlah indikator on-chain kini menjadi perhatian untuk melihat kekuatan reli tersebut.

Arus Keluar Besar dari Bursa Derivatif

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa lebih dari 30.000 BTC keluar dari bursa derivatif ketika harga Bitcoin mendekati US$72.900.

Pergerakan ini sering dikaitkan dengan penutupan posisi short atau short covering oleh trader. Ketika posisi bearish ditutup, tekanan jual jangka pendek di pasar biasanya berkurang.

Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa sejumlah pelaku pasar besar kemungkinan melihat area harga US$65.000 hingga US$68.000 sebagai titik dasar sementara.

Akumulasi Tersembunyi di Pasar Spot

Sementara itu, pada 18 Februari 2026 sekitar 8.000 BTC tercatat keluar dari bursa spot ketika harga berada di level rendah.

Pergerakan ini sering disebut sebagai “stealth accumulation”, yaitu ketika investor besar membeli aset dan memindahkannya ke penyimpanan jangka panjang seperti cold storage.

Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk menyimpan aset dalam jangka panjang, bukan untuk segera dijual kembali ke pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini reli yang secara struktural sehat (“structurally sound”), bukan sekadar pump kosong. Level psikologis $70.000 adalah garis krusial di pasir.

“Dengan biaya nambang di area yang sama, support ini jadi sangat kuat. DCA tetap jadi strategi terbaik di tengah kebisingan makro,” analisanya.

Baca juga: Bitcoin Bangkit ke US$73.000 Setelah Anjlok, ETF Jadi Penyelamat

Holder Lama Tetap Bertahan

Data UTXO Age Bands menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang masih mempertahankan aset mereka.

Pemegang yang telah menyimpan Bitcoin selama lebih dari lima tahun hampir tidak menunjukkan aktivitas penjualan meskipun terjadi volatilitas harga.

Selain itu, kelompok investor yang memegang BTC selama 6 hingga 12 bulan juga terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor ritel mulai berubah menjadi holder jangka panjang.

Likuiditas Stablecoin Mulai Kembali

Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR) saat ini berada di sekitar angka 10,6.

SSR membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi stablecoin. Nilai yang menurun biasanya menunjukkan lebih banyak stablecoin yang tersedia untuk membeli Bitcoin.

Setelah sempat melonjak pada Januari dan turun pada Februari, indikator ini kini kembali meningkat secara bertahap. Hal ini menunjukkan potensi daya beli di pasar mulai kembali, meski belum mencapai fase euforia.

Biaya Mining Jadi Batas Penting

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah biaya produksi Bitcoin oleh para penambang. Berdasarkan laporan Marathon Digital (MARA), biaya rata-rata penambangan pada kuartal keempat 2025 berada di sekitar US$70.027 per BTC.

Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar US$73.000, jarak dengan titik impas penambangan hanya sekitar US$3.000.

Dalam siklus sebelumnya, penurunan harga di bawah biaya produksi sering memicu capitulation dari para miner. Namun saat ini beberapa perusahaan penambang mulai mendiversifikasi bisnis mereka ke pusat data AI, yang berpotensi memperkuat level dukungan harga tersebut.

Level US$70.000 Jadi Garis Penting

Sejumlah analis menilai reli Bitcoin saat ini memiliki struktur yang cukup kuat, meskipun belum dapat dipastikan akan berlanjut menjadi tren bullish besar.

Level psikologis US$70.000 kini dianggap sebagai garis penting yang menentukan arah pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, sentimen positif dapat terus berlanjut.

Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, pergerakan Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro.

Bagi investor jangka panjang, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) masih dianggap sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi volatilitas pasar.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $66.947, Dibayangi Tekanan

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru via Tokocrypto pada Minggu (8/3), harga BTC hari ini berada di kisaran $66.947,28 per koin, turun sekitar 1,68% hingga 1,72% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih cukup aktif di pasar kripto global.

Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam mencapai sekitar $24,1 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC berada di sekitar $1,33 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Meski mengalami tekanan jangka pendek, Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin menunjukkan volatilitas yang relatif moderat.

Harga sempat mencapai level tertinggi harian di $68.211, sebelum akhirnya terkoreksi hingga menyentuh level terendah di $66.878.

Rentang pergerakan ini menandakan bahwa tekanan jual masih cukup kuat ketika BTC mencoba mendekati area $68.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai bergerak turun dan kembali stabil di kisaran $66.000 hingga $67.000.

Secara jangka sangat pendek, pergerakan harga juga terlihat relatif stabil. Dalam satu jam terakhir, perubahan harga tercatat sekitar -0,15%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

Sementara itu, jika dilihat dari perspektif mingguan, Bitcoin mengalami sedikit penurunan sekitar 0,71% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan bahwa pasar masih mencoba mencari arah tren berikutnya.

Kinerja Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang cukup besar.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC justru mencatat kenaikan sekitar $2.144 atau sekitar 3,31%.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi koreksi harian, tren jangka menengah masih memiliki momentum positif.

Namun jika melihat periode yang lebih panjang, koreksi yang lebih signifikan terlihat.

Dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin turun sekitar $25.711 atau sekitar 27,75%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC juga masih mencatat penurunan sekitar 26,65%.

Koreksi ini terjadi setelah Bitcoin sebelumnya mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Setelah mencetak rekor tersebut, pasar kripto memasuki fase konsolidasi yang cukup dalam, yang sering terjadi setelah reli besar.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,33 triliun, Bitcoin tetap menempati posisi 1 sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,40 triliun, yang mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimal BTC telah beredar di pasar.

Struktur suplai Bitcoin yang terbatas menjadi salah satu faktor utama yang membuat aset ini sering dianggap sebagai “digital gold” oleh banyak investor.

Keterbatasan suplai tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa Bitcoin sering menjadi aset utama dalam portofolio investor kripto, terutama ketika pasar mengalami ketidakpastian.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari perspektif analisis teknikal, terdapat beberapa level penting yang kini menjadi perhatian pelaku pasar.

Area $66.800 hingga $67.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menguji resistance di sekitar $68.000 hingga $69.000.

Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support tersebut, maka BTC berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Untuk kembali membangun momentum bullish yang lebih kuat, Bitcoin perlu menembus dan bertahan di atas area $69.000 hingga $70.000.

Baca Juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan dalam jangka pendek, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas pasar yang tinggi, kapitalisasi besar, serta minat investor institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi indikator utama bagi pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin kemungkinan akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen pasar global, arus modal investor, serta perkembangan regulasi kripto di berbagai negara.

Bagi trader dan investor, fase volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi periode penting untuk menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga dalam jangka menengah masih tetap terbuka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $70.921, Pasar Tunggu Arah

Harga Bitcoin mengalami koreksi dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Jumat (6/3), harga BTC hari ini berada di level $70.921,47 per koin, turun sekitar 2,59% dibandingkan hari sebelumnya.

Meski mengalami penurunan harian, Bitcoin masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil dalam jangka pendek.

Dalam 7 hari terakhir, aset kripto terbesar di dunia ini masih mencatatkan kenaikan sekitar 4,44%, menandakan tren pasar yang belum sepenuhnya kehilangan momentum bullish.

Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar $1,41 triliun, menjadikannya aset digital dengan valuasi terbesar di industri kripto.

Sementara itu, volume perdagangan harian mencapai sekitar $49,65 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meskipun terjadi koreksi harga.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit ke $72.742, Volume $74 Miliar

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Selama 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Data menunjukkan level terendah harian berada di $70.398, sementara harga tertinggi mencapai $73.555.

Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang masih cukup tinggi di pasar kripto.

Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, investor terlihat melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan harga yang cukup signifikan sebelumnya.

Selain itu, tekanan jual juga terlihat dari penurunan harga sekitar 0,52% dalam satu jam terakhir, yang menandakan adanya tekanan jangka pendek di pasar.

Meski demikian, posisi Bitcoin masih berada di atas beberapa level psikologis penting yang menjadi indikator kekuatan tren.

Tren Harga Bitcoin dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat kinerja dalam jangka waktu lebih panjang, harga Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas besar beberapa bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 7,58%. Sementara dalam 60 hari, penurunan mencapai sekitar 23,33%.

Dalam periode 90 hari, Bitcoin bahkan mengalami koreksi sekitar 20,95% dibandingkan level sebelumnya.

Data ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase penyesuaian setelah periode volatilitas tinggi yang sempat mendorong harga Bitcoin mendekati area rekor.

Sebagai informasi, rekor harga tertinggi Bitcoin sepanjang masa (All Time High) tercatat di sekitar $126.198.

Meskipun saat ini harga masih berada jauh di bawah level tersebut, Bitcoin tetap mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto paling populer di dunia.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga BTC

Pergerakan harga Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, baik dari sisi teknikal maupun sentimen pasar global.

Pertama, aksi ambil untung dari investor jangka pendek sering terjadi setelah reli harga yang cukup cepat. Hal ini biasanya memicu koreksi sementara sebelum pasar menemukan arah baru.

Kedua, volatilitas di pasar kripto juga sering dipengaruhi oleh sentimen makro ekonomi global, termasuk kondisi pasar saham, kebijakan suku bunga, serta arus likuiditas di pasar aset berisiko.

Ketiga, dinamika pasar kripto secara keseluruhan juga dapat memengaruhi Bitcoin.

Sebagai aset terbesar di industri ini, pergerakan BTC sering menjadi indikator arah bagi altcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Level Support dan Resistance Bitcoin

Dalam analisa teknikal jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian penting bagi trader dan investor.

Level support utama saat ini berada di sekitar $70.000, yang merupakan batas psikologis penting bagi pasar. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka.

Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran $73.500 hingga $74.000, yang sebelumnya menjadi area penolakan harga dalam sesi perdagangan terbaru.

Jika Bitcoin mampu menembus area resistance tersebut, potensi kenaikan menuju level yang lebih tinggi dapat terbuka kembali.

Namun sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $70.000, pasar berpotensi mengalami koreksi lanjutan.

Baca Juga: Bitcoin Bangkit ke US$73.000 Setelah Anjlok, ETF Jadi Penyelamat

Prospek Pasar Bitcoin

Meskipun mengalami koreksi harian, prospek jangka panjang Bitcoin masih dianggap positif oleh banyak analis pasar kripto.

Faktor seperti adopsi institusional, perkembangan teknologi blockchain, serta meningkatnya minat investor global terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekosistem kripto.

Selain itu, dengan pasokan maksimum yang dibatasi hanya 21 juta koin, Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip dengan emas dalam hal kelangkaan.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau level support utama serta perkembangan sentimen global untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Untuk saat ini, Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan investor menunggu katalis baru yang dapat menentukan arah pasar selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com