Tag Archives: eth

Panik! Harga ETH Terjun Bebas Dihantam Likuidasi Raksasa!

Ethereum (ETH) menghadapi likuidasi besar-besaran seiring dengan berlanjutnya penurunan pasar hingga minggu ini.

Peristiwa likuidasi ini mengakibatkan kerugian sebesar $1,53 dari pasar, dan data menunjukkan penurunan yang berkelanjutan. 

Dampak Instan

Menurut laporan Cryptopolitan pada Jumat (26/9/2025), Ethereum (ETH) terancam oleh likuidasi beruntun terbesar sejak 2021.

Pasar kripto merugi total $1,53 miliar dalam beberapa jam pada hari Senin lalu, memperpanjang likuidasi yang relatif kecil selama akhir pekan.

Sebanyak 404.386 pedagang dilikuidasi, dengan ETH dan altcoin mengalami dampak terburuk pada posisi long.

Ethereum sendiri mengalami likuidasi sekitar $900 juta, yang membahayakan seluruh pasar altcoin, seiring dengan pemulihan DeFi dan pinjaman baru-baru ini. Akibatnya, ETH merosot di bawah $4.200, mempertahankan dominasinya sebesar 12,8%.

Baca Juga: Token Ekosistem Ethereum Top Rally! LINK dan SHIB Bikin Geger

Ancaman Likuidasi Susulan

ETH juga mengalami likuidasi nilai nominal terbesar sejak Mei 2021. Kali ini, pasar terbukti lebih tangguh, karena terakhir kali likuidasi sebesar ini terjadi, ETH kehilangan 45% harga pasarnya. Likuidasi kali ini dianggap signifikan, tetapi penurunan harga sejauh ini masih terbatas.

Sebagian besar likuiditas ETH yang tersedia telah terkuras, dan harga mulai pulih dari level terendah baru-baru ini.

Berdasarkan data Alphractal , baik BTC maupun ETH masih belum menyelesaikan proses deleveraging dan mungkin akan mengalami likuidasi tambahan.

Likuidasi DeFi juga melonjak, meskipun dengan jumlah yang lebih kecil. Dalam sehari terakhir, hampir $22 juta dilikuidasi pada pinjaman kripto, dengan ETH dan WETH digunakan sebagai agunan. 

Aksi Panik Whale

Selama peristiwa likuidasi terakhir, ETH memiliki volume penjualan spot yang relatif tenang, meskipun beberapa investor besar atau whale memutuskan untuk menjual secara strategis atau dalam mode panik. 

Seorang whale berhasil menempatkan lebih dari $72 juta dalam ETH tepat sebelum pasar anjlok, mengirimkan token tersebut ke Binance. 

Whale ini juga mengekstrak AETHWETH dari Aave dan mengubahnya menjadi ETH biasa, yang juga dapat dijual dengan lebih mudah. 

Sementara itu, whale lainnya telah menjual 1.000 ETH pada hari Senin, tepat ketika kerugian semakin meningkat.

Data on-chain tambahan menunjukkan potensi penjualan ETH yang berasal dari dompet Binance, sebagai cara untuk menyerang posisi long. Open interest ETH masih di atas $27 miliar, dengan potensi likuidasi tambahan jika terjadi penurunan. 

Faktor terbesar di balik penurunan ETH adalah likuidasi di Binance. Penjualan aset kripto (whale selling) dari berbagai dompet memicu likuidasi berjenjang , yang memengaruhi semua posisi beli dengan leverage tinggi. 

Berdasarkan posisi likuidasi yang tersedia, ETH masih dapat turun hingga $4.100 untuk menyerang trader yang mengambil posisi long. Pemulihan juga dimungkinkan, dengan likuiditas short baru terakumulasi di level $4.400. 

Baca Juga: Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

Bisakah ETH pulih ke kisaran yang lebih tinggi? 

ETH kini berada di persimpangan jalan, bangkit dari titik terendahnya baru-baru ini. Salah satu prediksi jangka pendek adalah ETH akan mencoba meraih kembali titik tertinggi sepanjang masa dan terus berada di atas $5.000. 

Selama penurunan sebelumnya, ETH telah memulihkan tren umumnya dalam hitungan jam. Setelah likuidasi pada awal pekan ini, ETH naik di atas $4.200, karena pasar mempertahankan momentumnya. 

Segera setelah likuidasi, baik investor massal maupun investor cerdas memiliki sentimen netral , dengan prospek sedikit bearish.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

Ethereum (ETH) mengalami salah satu peristiwa paling dramatis di pasar kripto baru-baru ini: sebuah cascading liquidation (likuidasi bertingkat) yang disebut sebagai yang terbesar sejak Mei 2021.

Berikut rangkaian kejadian, pemicu, dan apa arti semua ini bagi investor dan pasar keuangan digital.

Apa yang Terjadi?

Pada Senin (waktu global), pasar kripto “mencabut” leveraged positions senilai $ 1,53 miliar dalam waktu beberapa jam.

Sekitar 404.386 trader terkena likuidasi, dengan posisi long pada Ethereum dan altcoin paling parah terdampak.

Dari total likuidasi tersebut, Ethereum sendiri memakan korban sekitar $ 900 juta.

Di samping itu, sekitar $ 22 juta likuidasi terjadi di sektor DeFi / pinjaman kripto, di mana ETH (dan WETH) digunakan sebagai jaminan.

Harga Ethereum sempat merosot di bawah $ 4.200, tetapi kemudian memantul kembali seiring likuidasi sebagian besar posisi long.

Ada aktivitas whale (pemilik besar) menjual ETH sebelum sentimen memburuk: satu whale mentransfer ETH senilai $ 72 juta ke Binance.

Ada juga whale lain yang melepaskan 1.000 ETH tepat sebelum kerugian makin besar. (Cryptopolitan)

Beberapa transaksi terlihat seperti “serangan terhadap posisi long” — yaitu saat whale-wallets dan sejumlah dompet besar memicu likuidasi cascading dengan menjual ETH secara tiba-tiba atau mengubah collateral (jaminan) sehingga memicu margin calls.

Peristiwa ini dianggap yang terbesar dalam hal nilai nominal likuidasi untuk ETH sejak Mei 2021.

Namun, dampak harga belum separah 2021: waktu itu (Mei 2021) ETH kehilangan sekitar 45% nilai pasarnya dalam likuidasi besar. Kali ini harga turun tapi tidak separah itu.

Potensi dan Level Kritis Harga

ETH sempat berada di titik terendah sekitar $ 4.200 setelah gelombang likuidasi, kemudian melakukan rebound.

Beberapa prediksi mengatakan bahwa ETH bisa kembali menguji zona harga $ 5.000 bila momentum bullish kembali muncul.

Namun bila tekanan jual terus berlanjut, zona support di kisaran $ 4.100 diperkirakan bisa diuji lagi.

Mengapa Ini Penting?

  1. Risiko Leverage
    Likuidasi besar terjadi terutama karena posisi trader menggunakan leverage tinggi (pinjaman) yang tergantung pada jaminan dan margin. Bila harga bergerak cepat ke bawah, sistem margin panggilan (margin call) akan memicu penjualan otomatis yang memperparah kejatuhan harga.
  2. Dampak pada Pasar DeFi & Pinjaman
    ETH dan WETH sangat sering digunakan sebagai jaminan dalam protokol DeFi. Likuidasi besar di sektor ini bisa menyebabkan tekanan likuiditas, penghapusan collateral, dan bahkan masalah solvabilitas di sebagian protokol jika tidak dikelola dengan baik.
  3. Sentimen Pasar & Psikologi
    Pergerakan besar seperti ini menanamkan ketidakpastian, terutama bagi pemegang posisi long (berspekulasi harga naik). Trader lebih berhati-hati terhadap leverage dan berpotensi mengeluarkan likuidasi “sekecil apapun” sebagai pemicu tambahan.

Baca Juga: Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Likuidasi Ethereum baru-baru ini bukan hanya semata koreksi harga biasa — melainkan gelombang pelepasan posisi leverage (terutama long) yang memicu likuidasi rantai (cascade) besar, memakan miliaran dolar, dan menyentuh puluhan ribu trader.

Meskipun harga belum drop separah pada 2021, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rapuhnya pasar kripto bila leverage dan spekulasi tinggi bertemu volatilitas ekstrem.

Bagi investor, terutama yang memanfaatkan leverage tinggi: pelajaran besar di sini adalah pentingnya manajemen risiko untuk menetapkan stop-loss, memonitor margin, dan bersiap untuk skenario ekstrem.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tumbang! Ada Apa di Balik Likuidasi Terbesar Sejak 2021?

Pada Senin pekan ini, pasar kripto diguncang oleh cascading liquidation, fenomena ketika posisi leveraged (apalagi posisi long) dipaksa ditutup secara otomatis dengan total likuidasi mencapai $1,53 miliar dalam hitungan jam.

Dari jumlah itu, Ethereum menjadi salah satu yang paling terpukul sekitar $900 juta dari likuidasi berkaitan ETH terjadi, yang membuat investor sekaligus pengamat bertanya: apakah ini pertanda tekanan lanjutan, atau justru peluang pemulihan?

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Beberapa poin kunci yang patut dicermati:

Aspek Angka / Fakta
Total likuidasi dalam satu hari $ 1,53 miliar
Jumlah trader yang terkena likuidasi 404.386 orang
Likuidasi khusus ETH (posisi long) $ 900 juta
Nilai likuidasi pinjaman (DeFi & lending) Sekitar $ 22 juta
Tingkat dominasi ETH pasca likuidasi Sekitar 12,8%
Open interest ETH saat ini Di atas $ 27 miliar

Dari data tersebut, kita dapat melihat bahwa likuidasi ini bukan peristiwa kecil atau lokal — ini termasuk yang terbesar sejak Mei 2021 untuk Ethereum dalam nilai nominal.

Baca Juga: Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Uniknya, walaupun tekanan sangat besar, harga ETH tidak ambles setengah seperti pada likuidasi besar di masa lalu.

Menurut data, harga sempat tertahan dan kemudian pulih kembali ke kisaran $4.200.

Faktor Penyebab: Apa yang Memicu Likuidasi Ini?

Beberapa faktor yang berkontribusi:

  1. Penjualan besar “paus” (whales)
    Ada indikasi bahwa sejumlah wallet besar mulai melepas ETH tepat sebelum pasar anjlok—baik karena strategi pengambilan keuntungan atau karena panik. Satu whale disebut memindahkan ETH senilai ~US$ 72 juta ke bursa (Binance) sebelum crash terjadi.
    Selain itu, ETH dan WETH (versi wrapped ETH) yang dijadikan jaminan di protokol DeFi dicairkan menjadi ETH biasa agar lebih mudah dijual.
  2. Efek domino dari likuidasi terprogram
    Begitu harga bergerak turun, posisi long leverage mulai terkena margin call dan dieksekusi paksa. Proses ini memicu “cascading”, yaitu penutupan paksa beruntun , yang memperparah penurunan harga dan menambah tekanan jual.
  3. Eksposur tinggi terhadap leverage
    Meski open interest ETH sudah tinggi (di atas US$27 miliar), banyak posisi long berjudi pada kenaikan lanjutan, sehingga saat momentum berubah, tekanan baliknya pun sangat kuat.
  4. Likuidasi di lantai utama (terutama Binance)
    Dikatakan bahwa likuidasi besar di Binance turut memperkuat efek domino—sebagai salah satu exchange paling likuid, eksekusi posisi margin di sana bisa mewakili tekanan pasar yang luas.

Bagaimana Reaksi Pasar & Peluang Pemulihan

Setelah likuidasi masif tersebut, ETH menunjukkan gejala pemulihan dan dapat naik kembali ke kisaran $4.200. N

amun, beberapa pengamat tetap waspada karena potensi tekanan ke bawah masih ada. Jika momentum negatif berlanjut, ETH bisa menyerang level $4.100 terlebih dahulu.

Sebaliknya, apabila modal baru (dana “short” baru atau investor oportunis) masuk, zona resistance bisa terbentuk di kisaran $4.400.

Secara psikologis, likuidasi sebesar ini juga meredam ekses spekulasi berlebih. Banyak trader agresif, khususnya yang menggunakan leverage tinggi setelah tersingkir dari pasar.

Dalam jangka pendek, pasar bisa stabil atau bahkan memantul jika kepercayaan investor kembali muncul.

Implikasi bagi Pengamat & Investor

  • Risiko leverage tinggi semakin nyata. Likuidasi ini adalah contoh ekstrem bahwa leverage tidak hanya memperbesar keuntungan, tetapi juga mempercepat kerugian.
  • Kesehatan pasar DeFi & protokol pinjaman ikut terpapar. Likuidasi pinjaman ($22 juta) menunjukkan bahwa sistem yang meminjamkan dengan ETH sebagai jaminan bisa menjadi titik lemah dalam tekanan pasar.
  • Pola whale tetap penting. Aksi oleh dompet besar dapat memicu reaksi rantai. Investor ritel harus mencermati transfer on-chain besar sebagai sinyal potensi tekanan.
  • Zona support dan resistance menjadi kunci. Level US$4.100 bisa menjadi titik serangan berikutnya, sedangkan US$4.400 bisa memicu tekanan jual bila dilampaui.

Baca Juga: Heboh! Bitmine Digital Borong 18.000 Ethereum, Punya Total $2,17 Juta!

Gelombang likuidasi yang menghantam Ethereum baru-baru ini adalah peristiwa besar, total likuidasi senilai US$1,53 miliar dalam satu hari, dengan ETH sendiri menjadi korban terbesar (sekitar $900 juta).

Meskipun pasar berhasil menahan penurunan lebih dalam, gelombang ini menjadi pengingat kuat bahwa risiko leverage dan efek domino di pasar kripto tidak boleh diabaikan.

Ke depan, pergerakan Ethereum sangat tergantung pada bagaimana modal institusional masuk kembali, bagaimana investor bereaksi terhadap volatilitas besar ini, dan apakah posisi long yang tersisa masih rentan untuk likuidasi lanjutan.

Investor yang bijak akan menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas. Karena dalam pasar kripto, momentum dapat berbalik dengan cepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Ethereum (ETH) tengah berada di tengah badai keuangan.

Dalam satu hari terakhir, pasar kripto mencatat likuidasi masif dengan kerugian senilai US$1,53 miliar, salah satu peristiwa paling dramatis sejak Mei 2021.

Long posisi ETH paling banyak terpukul, menyapu investor dengan leverage tinggi dan memaksa gelombang penjualan paksa.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Longs ETH Dihabisi, Pasar Gemetar

Dari total likuidasi $1,53 miliar, sekitar US$900 juta berasal dari posisi long ETH sekaligus menjadikannya salah satu aset altcoin yang paling menderita dalam peristiwa ini.

Menurut laporan Cryptopolitan pada Selasa (23/9), sebanyak 404.386 trader dilikuidasi, sebagian besar adalah pengguna yang mempertaruhkan diri di posisi long leverage tinggi.

PASOKAN likuiditas long pun nyaris habis di banyak titik, terutama pada bursa derivatif besar.

DeFi dan pinjaman kripto juga terkena dampak. Di antara mereka, sekitar US$22 juta dalam pinjaman yang menggunakan ETH dan WETH sebagai jaminan ikut ter-flush.

Mekanisme dan Pemicu Likuidasi

Salah satu pemicu utama adalah aksi “whales” atau investor besar yang mulai menjual ETH secara besar-besaran.

Ada yang mentransfer ETH ke Binance atau menukar WETH ke ETH agar bisa dijual lebih cepat.

Spot selling memang relatif terkendali, namun leverage dan margin yang tinggi jadi pemicu ledakan likuidasi saat harga bergerak melawan posisi long.

Open interest untuk kontrak per ETH masih cukup besar, di atas US$27 miliar, yang berarti potensi likuidasi tambahan masih terbuka lebar jika pasar terus tertekan. (Cryptopolitan)

Dampak Jangka Pendek dan Ketidakpastian Pasar

Setelah likuidasi besar ini, ETH sempat tenggelam di bawah level $4.200 sebelum memantul kembali.

Meskipun rebound terjadi, support di level-level krusial kini diuji keras. Trader dan investor mulai khawatir jika support di kisaran tersebut gagal dipertahankan, tekanan baru bisa menghantam posisi long yang tersisa.

Likuiditas long yang banyak tereliminasi juga berarti pasar mungkin akan semakin peka terhadap volatilitas.

Gerakan harga kecil yang sebelumnya bisa diabaikan kini punya potensi menjadi pemicu likuidasi lanjutan jika leverage tinggi masih ada.

Proyeksi dan Strategi Pemulihan

Mengingat skala likuidasi, beberapa analis memperkirakan ETH bisa turun hingga sekitar US$4.100 jika tekanan jual terus berlangsung.

Namun, terdapat potensi pemulihan bila investor baru / modal institusional masuk serta berita positif (misalnya perkembangan DeFi, regulasi, atau adopsi) muncul.

Level $4.400 disebut sebagai satu zona likuiditas pendek untuk short (posisi jual) dan mungkin jadi target resistance jangka pendek.

Jika ETH bisa menahan diri di atas support sekitar $4.200 dan mendapatkan kembali momentum, tren koreksi ini bisa berakhir dan mulai rebound.

Mengapa Likuiditas ETH Kian Rentan

  • Leverage yang tinggi: banyak trader long menggunakan leverage besar, sehingga sedikit penurunan sudah bisa memicu margin call dan likuidasi otomatis.
  • Konsentrasi posisi: likuiditas long terkumpul di beberapa titik (exchange utama, Derivatives) sehingga ketika terjadi tekanan minimal, efeknya bisa cascading.
  • Kurangnya katalis mujarab saat ini: meskipun ada optimisme terhadap adopsi dan DeFi, belum ada berita besar yang secara langsung memberikan alasan kuat untuk pembelian besar-besaran ETH.
  • Sentimen pasar: berita negatif, kekhawatiran regulasi, atau dampak ekonomi global dapat mempercepat ketakutan, yang kemudian diterjemahkan menjadi aksi jual.

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Gelombang likuidasi yang menerjang ETH adalah pengingat keras bahwa pasar kripto yang “liquiditas tinggi” tetap sangat rentan pada kekuatan leverage dan psikologi massa.

Meskipun potensi rebound ada, terutama jika support mampu dipertahankan, pasar kini berada di fase uji coba ketahanan likuiditasnya.

Untuk trader, saat ini mungkin waktu untuk lebih berhati-hati: mengevaluasi eksposur posisi long, memperhatikan level support, dan memantau sentimen global.

Untuk investor jangka panjang, ini bisa jadi peluang jika ETH berhasil bertahan dan memulai langkah pemulihan.

Ringkasnya, saat ini likuiditas Ethereum sedang diuji, dan hasilnya bisa menentukan arah altcoin market secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Heboh! Bitmine Digital Borong 18.000 Ethereum, Punya Total $2,17 Juta!

BitMine Immersion Holdings membeli 15.427 ETH senilai sekitar $69 juta pada hari Sabtu melalui Galaxy Digital.

Data on-chain menunjukkan perusahaan treasury tersebut memegang sekitar 2,1 juta Ethereum senilai sekitar $9,6 miliar pada harga saat ini.

Data dari Arkham Intelligence menunjukkan serangkaian transaksi blockchain besar, termasuk 3.247 ETH senilai $14,55 juta, 3.258 ETH senilai $14,6 juta, 4.494 ETH senilai $20,06 juta, dan 4.428 ETH senilai $19,77 juta.

Data tersebut menunjukkan transfer OTC yang terkoordinasi, yang memungkinkan perusahaan treasury mengakumulasi ETH dalam jumlah besar tanpa mengganggu harga pasar terbuka.

Baca Juga: Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

Transaksi Bertahap

Menurut laporan Cryptopolitan pada Minggu (21/9), BitMine telah mengakumulasi Ethereum secara agresif yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu terakhir, dengan ETH menyumbang hampir seluruh portofolionya yang mencapai $9,6 miliar.

Perusahaan ini memiliki token lain dalam neracanya, termasuk kepemilikan kecil MKR dan sejumlah token eksperimental lainnya yang nilainya hanya beberapa ribu dolar.

Perusahaan perbendaharaan Ethereum ini juga menerima 46.255 ETH senilai $201 juta dari dompet BitGo minggu lalu di tiga alamat.

Lalu pada awal bulan ini, BitMine menambahkan 80.325 ETH senilai sekitar $358 juta dari FalconX dan Galaxy Digital.

Dengan demikian, BitMine memimpin kelompok perusahaan treasury Ethereum, diikuti oleh SharpLink dengan 837.230 ETH senilai sekitar $3,74 miliar.

Treasury Coinbase berada di 136.782 ETH, sementara Yayasan Ethereum memegang sekitar 225.000 ETH.

Lebih Baik Daripada Bitcoin dan Solana

Di sisi lain, data CoinGecko menunjukkan bahwa entitas korporat dan institusional kini secara kolektif memegang sekitar 3,5 juta ETH senilai sekitar $15,73 miliar.

Pada hari Selasa, kepala riset aset digital global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, mengatakan bahwa Ethereum dapat muncul sebagai pemenang terbesar dari kebangkitan perbendaharaan aset digital (DAT).

Ia meyakini bahwa blockchain proof-of-stake aset digital tersebut berada pada posisi yang lebih baik daripada Bitcoin maupun Solana.

DAT Ethereum Dapatkan Momentum Akumulasi ETH

Kendrick juga menyebutkan bahwa ia khawatir tentang nasib perusahaan-perusahaan treasury kripto karena penurunan nilai pasar terhadap nilai aset bersih (mNAV). Ia yakin bahwa entitas Ethereum memiliki peluang lebih baik untuk berhasil. 

Pejabat bank tersebut mengatakan ia memperkirakan ETH akan memiliki mNAV yang lebih tinggi karena peluang staking-nya, yang memungkinkan perusahaan menghasilkan imbal hasil dari aset yang mereka miliki. Ia berpendapat bahwa DAT ETH dapat menangkap imbal hasil staking ETH sebesar 3%.

“Saya pikir DAT ETH memiliki probabilitas tertinggi untuk berkelanjutan, sehingga pembelian ETH melalui DAT dapat terus berlanjut dengan cepat. BitMine, SharpLink, dan Ether Machine semuanya penting,” tambah Kendrick.

Baca Juga: Harga Ethereum Sentuh $4,579, Sinyal Bullish Kian Menguat

Di sisi lain, Tom Lee dari BitMine memperkirakan bahwa imbal hasil staking akan menambah 0,6% dari nilai aset minimum (MNAV) DAT ETH saja.

Kendrick juga berpendapat bahwa DAT Ethereum memiliki potensi lebih besar karena memiliki peluang untuk lebih mapan sebelum aturan baru Nasdaq yang mewajibkan perusahaan untuk meminta persetujuan pemegang saham sebelum membentuk treasury kripto.

Ia mencatat bahwa BitMine tidak diperdagangkan di bursa saham dan strateginya telah disetujui terlebih dahulu oleh para pemegang saham.

Kuasai Sirkulasi ETH

Sementara itu, peneliti Standard Chartered tersebut menambahkan bahwa DAT Ethereum telah membeli lebih dari 2,6% dari seluruh ETH yang beredar sejak Juni.

Ia juga mencatat bahwa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) ETH spot telah membeli tambahan 2,3% selama periode yang sama, membantu aset digital tersebut mencapai rekor tertinggi baru di $4.955 pada 24 Agustus. Menurut laporan tersebut, BitMine sendiri menargetkan 5% dari sirkulasi ETH.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Catat Waktunya, Ethereum Segera Luncurkan Upgrade Fusaka

Pengembang Ethereum akhirnya mengumumkan jadwal rilis Fusaka, upgrade protokol besar berikutnya, dengan mainnet yang dijadwalkan diluncurkan pada 3 Desember.

Namun sebelum resmi beroperasi, Fusaka akan terlebih dahulu diuji di beberapa testnet, seperti Holesky pada 1 Oktober, Sepolia pada 14 Oktober, dan Hoodi pada 28 Oktober.

Sebagaimana dikutip dari Cryptopotato pada Sabtu (20/9), Fusaka membawa 11 proposal baru yang bertujuan meningkatkan scalability, stabilitas node, dan kinerja validator.

Baca Juga: Harga Ethereum Sentuh $4,579, Sinyal Bullish Kian Menguat

Diantaranya adalah PeerDAS (untuk data availability sampling dan pengendalian spam), peningkatan kapasitas blob, dan gas limit yang lebih tinggi (150 juta unit).

Salah satu fitur penting adalah peningkatan kapasitas blob lewat hard fork BPO, dengan pengaturan bertahap: mulai dari target blob dari 6/9 ke 10/15, kemudian ke 14/21 setelah seminggu.

Konon, pengembangan ini diharapkan mengurangi biaya L2 rollup dan meningkatkan throughput transaksi, serta mempersiapkan integrasi fitur tambahan di masa depan seperti faster block times dan Verkle tree.

Upgrade Fusaka dijadwalkan untuk menyala di mainnet pada 3 Desember 2025. Jika berjalan sesuai rencana, ini bisa jadi salah satu pintu masuk besar menuju Ethereum yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih murah.

Ini bukan kali pertama Ethereum melakukan upgrade besar, tapi kecepatan antar upgrade semakin dipercepat.

Fusaka akan menyusul Pectra yang belum lama selesai, dan sebelumnya Dencun yang memberikan fondasi untuk peningkatan blob transactions dan efisiensi jaringan.

Fitur Utama Fusaka

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Fusaka terdiri dari 11 proposal yang masing-masing punya dampak penting. Beberapa fitur kunci:

  • PeerDAS, untuk sampling data availability dan kontrol spam—dua masalah krusial di jaringan yang padat.
  • Blob capacity yang diperbesar bertahap (hard fork BPO) agar lebih banyak data bisa ditangani sekaligus, memperkuat throughput dan efisiensi.
  • Gas limit dinaikkan menjadi 150 juta unit—ini memungkinkan transaksi lebih banyak per blok, membantu menurunkan antrean dan biaya.

Efek ke Layer-2 dan Pengguna Akhir

Salah satu tujuan besar Fusaka adalah memudahkan penggunaan Layer-2 rollups yang selama ini menjadi pintu masuk banyak proyek yang ingin skala besar dengan biaya rendah.

Pengurangan biaya L2 bisa membuat Ethereum semakin menarik untuk aplikasi DeFi, NFT, bahkan pengguna biasa yang sebelumnya enggan karena biaya transaksi tinggi.

Selain itu, dengan throughput dan efisiensi yang membaik, transaksi sehari-hari di Ethereum bisa jadi jauh lebih cepat dan murah yang akan dirasakan pengguna domestik maupun institusi.

Risiko & Tantangan

Walau Fusaka menjanjikan banyak kemajuan, beberapa risiko tetap perlu diperhatikan:

  • Fitur baru sering dihadapkan pada bug atau masalah stabilitas, terutama setelah integrasi ke mainnet.
  • Meningkatnya gas limit dan kapasitas blob bisa membawa beban pada node validator—jika tidak di-handle dengan baik, ini bisa mempengaruhi desentralisasi.
  • Pengguna dan proyek Layer-2 harus menyesuaikan diri dengan perubahan teknis baru, yang bisa memicu adaptasi atau migrasi kode.

Prediksi & Implikasi Harga Ethereum

Dengan upgrade besar seperti Fusaka, potensi positif untuk Ethereum dalam hal harga muncul karena:

  • Minat investor institusional dan ritel: upgrade jelas sebagai sinyal bahwa Ethereum terus berkembang, bukan stagnan. Ini bisa menarik modal baru.
  • Biaya transaksi turun → akses yang lebih baik untuk pengguna → penggunaan dan volume transaksi naik → network effects yang positif.
  • Efisiensi Layer-2 lebih baik → proyek DeFi bisa menghemat biaya, meningkatkan margin, dan ikut manfaatkan Ethereum sebagai base.

Prediksi realistis adalah bahwa Ethereum bisa mengalami kenaikan harga moderat hingga tinggi menjelang dan setelah rilis mainnet Fusaka—kemungkinan menuju atau melewati level resistance yang saat ini menahan.

Namun, perubahan besar biasanya memicu volatilitas—baik di level teknikal maupun sentimen.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

Fusaka bukan upgrade biasa bagi Ethereum, melainkan sebuah langkah besar yang dirancang untuk mempercepat kecepatan transaksi, menurunkan biaya L2, dan memperkuat fondasi teknis untuk masa depan yang lebih scalable.

Jika semua berjalan lancar, Desember 2025 bisa menjadi bulan yang akan dikenang oleh komunitas Ethereum sebagai titik balik.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali mencuri perhatian pelaku pasar.

Per hari ini, Jumat (19/9), harga Ethereum tercatat di $4,535.64 per (ETH/USD) dengan kapitalisasi pasar $547.47 miliar USD.

Meski mengalami penurunan tipis sebesar -0.69% dalam 24 jam terakhir, ETH masih bertahan di level atas $4,500, sebuah zona psikologis yang cukup krusial bagi pergerakan harga jangka pendek.

Volume perdagangan harian Ethereum mencapai $31.61 miliar, mencerminkan tingginya aktivitas pasar meski investor sedang berhati-hati menghadapi volatilitas.

Dengan jumlah sirkulasi 120.70 juta ETH, Ethereum tetap berada di posisi 2 aset kripto paling populer di dunia.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

Performa Harga dalam 90 Hari Terakhir

Jika menilik data historis, Ethereum menunjukkan performa impresif dalam beberapa bulan terakhir:

  • 30 Hari: naik +8.39% atau sekitar $351.40.
  • 60 Hari: menguat +19.63% atau $744.67.
  • 90 Hari: melonjak tajam +87.03% atau lebih dari $2,100.

Namun, dalam jangka pendek harga mengalami sedikit koreksi.

Hari ini, ETH turun sebesar -0.7%, atau sekitar $32.12. Sementara dalam sepekan terakhir, ETH nyaris stagnan dengan koreksi -0.12%.

Dengan level terendah 24 jam di $4,531.67 dan tertinggi di $4,636.98, Ethereum bergerak dalam kisaran sempit, menandakan fase konsolidasi sebelum kemungkinan pergerakan besar berikutnya.

Faktor Penurunan Harga Ethereum

Meski koreksi ETH hanya tipis, ada beberapa faktor yang memicu tekanan jual di pasar:

  1. Sentimen Global terhadap Bitcoin
    Sebagai aset kripto terbesar kedua, Ethereum kerap bergerak mengikuti arah Bitcoin. Dengan harga BTC yang sedang terkoreksi di bawah rekor tertinggi, investor cenderung melakukan aksi ambil untung di ETH juga.
  2. Penguatan Dolar AS
    Kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang masih ketat dalam mengendalikan inflasi mendorong penguatan dolar. Kondisi ini membuat aset berisiko seperti kripto sedikit tertekan.
  3. Profit Taking Pasca Reli Besar
    Dalam 90 hari terakhir, ETH sudah melonjak hampir 90%. Tidak heran jika sebagian investor memilih mengamankan keuntungan, sehingga memicu koreksi harga.
  4. Tingginya Gas Fee
    Salah satu isu klasik Ethereum adalah biaya transaksi (gas fee) yang kembali naik seiring meningkatnya aktivitas DeFi dan NFT. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sebagian pengguna, meskipun solusi jangka panjang melalui Ethereum 2.0 dan lapisan kedua (L2) terus dikembangkan.

Prospek & Prediksi Harga Ethereum

Meskipun terkoreksi, prospek Ethereum tetap positif. Beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong harga ke depan antara lain:

  • Adopsi DeFi & NFT: Ethereum masih menjadi tulang punggung ekosistem keuangan terdesentralisasi dan pasar NFT global.
  • Pengembangan Ethereum 2.0: Transisi menuju mekanisme proof-of-stake (PoS) penuh akan meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi energi.
  • Institusional Interest: Minat investor institusional terhadap ETH terus meningkat, terutama melalui produk ETF berbasis Ethereum yang mulai dilirik.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Beberapa analis memperkirakan bahwa jika ETH mampu menembus resistensi $4,600 – $4,700, maka peluang untuk kembali menguji rekor tertinggi sepanjang masa di $4,953.73 sangat terbuka.

Bahkan, dalam jangka menengah, ETH diproyeksikan bisa menembus $5,500 hingga $6,000 seiring dengan pertumbuhan ekosistem blockchain.

Namun, jika tekanan jual masih berlanjut, support terdekat ETH berada di kisaran $4,400. Apabila level ini ditembus, ETH berpotensi turun lebih dalam ke area $4,200.

Baca Juga: Ethereum Anjlok 2,7%, Antara Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Besar

Koreksi tipis Ethereum saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi setelah reli besar dalam tiga bulan terakhir.

Meski ada tekanan dari faktor eksternal seperti sentimen global dan penguatan dolar AS, fundamental Ethereum tetap solid.

Dengan adopsi ekosistem yang terus meningkat, inovasi teknologi yang berlanjut, serta dukungan investor institusional, Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto paling menjanjikan untuk jangka panjang.

Bagi investor, fase koreksi harga Ethereum ini bisa menjadi momentum untuk akumulasi, sambil tetap memperhatikan level support dan resistensi kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Sentuh $4,579, Sinyal Bullish Kian Menguat

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali menunjukkan penguatan signifikan di pasar.

Pada perdagangan terbaru, harga ETH tercatat di level $4,579.22 per ETH, mencatat kenaikan +0.73% dalam 24 jam terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar yang menembus $552.73 miliar USD, Ethereum semakin mengukuhkan dominasinya sebagai tulang punggung ekosistem kripto global.

Baca Juga: Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

Posisi Pasar Ethereum

Ethereum saat ini menduduki peringkat kedua aset kripto terpopuler, tepat di bawah Bitcoin.

Sirkulasi pasokan ETH mencapai 120,70 juta token, sementara volume perdagangan dalam 24 jam terakhir berada di kisaran $47,72 miliar.

Lonjakan volume ini mencerminkan tingginya minat investor dan pelaku pasar yang terus melihat ETH sebagai aset kripto utama di luar Bitcoin.

Dalam perbandingan jangka waktu, ETH terus menunjukkan tren kenaikan solid:

  • Harian: naik $36.55 (+0.8%)
  • 30 hari terakhir: melonjak $351.31 (+8.3%)
  • 60 hari terakhir: naik $895.52 (+24.29%)
  • 90 hari terakhir: melesat $2,040.33 (+80.26%)

Dengan performa tersebut, Ethereum hanya tinggal selangkah lagi dari rekor tertingginya di $4,953.73, yang menjadi target psikologis bagi para trader dan investor.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 18 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Ethereum

Ada beberapa katalis penting yang mendorong kenaikan harga ETH dalam beberapa pekan terakhir:

  1. Kebangkitan DeFi dan NFT
    Ethereum tetap menjadi rumah utama bagi aplikasi DeFi (Decentralized Finance) dan proyek NFT (Non-Fungible Token). Kebangkitan minat investor terhadap dua sektor ini telah kembali meningkatkan permintaan transaksi ETH di jaringan.
  2. Optimisme Staking ETH 2.0
    Peningkatan jumlah ETH yang terkunci dalam staking di jaringan Ethereum 2.0 mempersempit pasokan yang beredar di pasar. Hal ini secara alami mendorong harga naik, karena hukum penawaran dan permintaan.
  3. Peningkatan Skala Jaringan (Layer-2 Solutions)
    Teknologi layer-2 seperti Arbitrum, Optimism, dan zkSync memperkuat ekosistem Ethereum dengan menghadirkan transaksi lebih cepat dan biaya lebih rendah. Sentimen positif ini memberi keyakinan bahwa Ethereum akan tetap relevan di masa depan.
  4. Dukungan Institusi
    Semakin banyak institusi keuangan besar dan manajer aset global menaruh minat pada ETH sebagai diversifikasi portofolio, terutama setelah penguatan harga Bitcoin. Beberapa laporan juga menyebut potensi persetujuan Ethereum ETF spot, yang bisa menjadi pemicu besar kenaikan selanjutnya.

Prediksi Harga Ethereum

Dalam jangka pendek, Ethereum diperkirakan akan menghadapi resistensi kuat di level $4,650 – $4,700.

Jika mampu menembus level tersebut dengan dukungan volume tinggi, ETH berpotensi menguji ulang rekor tertingginya di $4,953.73.

Sementara itu, dalam jangka menengah hingga panjang, beberapa analis optimis harga Ethereum dapat melampaui $5,500 – $6,000 jika tren adopsi DeFi, NFT, dan staking terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi volatilitas tinggi yang bisa dipicu oleh faktor eksternal seperti regulasi atau pergerakan harga Bitcoin.

Baca Juga: Ethereum Anjlok 2,7%, Antara Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Besar

Ethereum kembali menunjukkan kekuatannya sebagai motor utama ekosistem blockchain modern.

Dengan kapitalisasi pasar yang kokoh, teknologi yang terus berkembang, serta adopsi yang meluas, ETH masih menjadi aset kripto yang sulit diabaikan.

Lonjakan harga terbaru menjadi sinyal bahwa Ethereum siap mencetak rekor baru dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hadapi Tekanan Pasar, Harga Ethereum Terkoreksi Tipis di $4.500

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis di pasar.

Berdasarkan data terbaru, harga ETH hari ini berada di level $4,514.07 per ETH, dengan kapitalisasi pasar sebesar $544.87 miliar.

Meski tetap kokoh sebagai pemain utama, Ethereum mencatat penurunan -0.38% dalam 24 jam terakhir, memperlihatkan adanya tekanan jangka pendek di tengah tren kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi Tipis, Masihkah Berakhir dengan Manis?

Tren Harga Terkini: Turun Tipis di Tengah Kenaikan Mingguan

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH sempat bergerak di kisaran $4,428.33 hingga $4,552.00, sebelum akhirnya menetap di level saat ini.

Jika dilihat dalam skala waktu lebih luas, Ethereum masih mencatat kinerja positif:

  • 30 hari terakhir: naik +4.97%
  • 60 hari terakhir: naik +26.03%
  • 90 hari terakhir: naik +78.78%

Data ini menegaskan bahwa meski ada penurunan harian, tren jangka menengah hingga panjang Ethereum tetap mengarah ke atas.

Rekor tertinggi (all-time high/ATH) ETH masih tercatat di $4,953.73, sehingga pasar memperkirakan koreksi saat ini hanya bersifat sementara.

Penyebab Penurunan Harga Ethereum

Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi turunnya harga ETH dalam 24 jam terakhir:

  1. Tekanan Ambil Untung (Profit Taking)
    Setelah mencatat kenaikan signifikan dalam 90 hari terakhir (+78.78%), banyak investor jangka pendek memutuskan melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan. Hal ini memicu penurunan tipis di pasar.
  2. Kondisi Makroekonomi Global
    Pasar kripto tidak bisa dilepaskan dari dinamika global, terutama kebijakan suku bunga AS dan kekuatan dolar. Ketika indeks dolar menguat, sebagian modal cenderung keluar dari aset berisiko, termasuk kripto.
  3. Biaya Gas Ethereum yang Fluktuatif
    Meski Ethereum telah berupaya meningkatkan efisiensi melalui pembaruan jaringan, biaya transaksi (gas fee) yang tetap tinggi di momen tertentu masih menjadi faktor penghambat adopsi massal. Hal ini memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
  4. Persaingan dengan Blockchain Lain
    Dominasi Ethereum di sektor DeFi dan NFT mulai mendapat tantangan serius dari blockchain alternatif seperti Solana, Avalanche, dan Polygon. Persaingan ini menekan ekspektasi pasar terhadap Ethereum, meskipun secara fundamental jaringan ETH masih menjadi pilihan utama.

Analisis Pasar dan Sentimen Investor

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari $544 miliar, Ethereum tetap berada di posisi #2 kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan harian sebesar $33.50 miliar menunjukkan bahwa minat investor masih tinggi meskipun ada tekanan jangka pendek.

Menariknya, koreksi tipis justru dianggap sehat oleh sebagian analis. Menurut pandangan mereka, ETH sedang membangun konsolidasi yang kuat sebelum mencoba menembus kembali level psikologis $4,700–$4,900 menuju rekor tertinggi terbaru.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 17 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga Ethereum ke Depan

  • Jangka Pendek (1–2 minggu): Ethereum berpotensi bergerak di kisaran $4,400–$4,600 sebagai area konsolidasi. Jika volume beli meningkat, ETH bisa kembali menembus $4,700.
  • Jangka Menengah (1–3 bulan): Dengan tren naik yang masih kuat, ETH berpeluang menguji kembali level $4,953 ATH. Jika berhasil ditembus, target berikutnya diproyeksikan di atas $5,200.
  • Risiko: Jika tekanan makroekonomi semakin kuat, ETH bisa kembali tertekan ke bawah $4,300, yang menjadi area support utama.

Baca Juga: BlackRock Buang Ethereum Senilai Rp14 Triliun, Beralih ke Bitcoin!

Penurunan harga Ethereum sebesar -0.38% dalam 24 jam terakhir tidak mengubah tren besar yang masih positif.

Tekanan ambil untung, sentimen global, serta isu biaya transaksi menjadi faktor utama koreksi ini. Namun, dengan fundamental yang tetap kuat, posisi Ethereum masih solid untuk melanjutkan kenaikan di masa mendatang.

Investor jangka panjang diperkirakan akan tetap optimis, terutama dengan potensi adopsi yang terus tumbuh di sektor DeFi, NFT, dan tokenisasi aset.

Ethereum kini berada pada fase konsolidasi penting—fase yang bisa menjadi batu loncatan menuju level tertinggi baru dalam siklus pasar berikutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Anjlok 2,7%, Antara Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Besar

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, tengah menjadi perbincangan hangat di pasar kripto global.

Pada perdagangan terkini, Tokocrypto mencatat bahwa harga Ethereum diperdagangkan di level $4,518 per koin, turun -2,71% dalam 24 jam terakhir.

Meski begitu, Ethereum masih berada di jalur kuat dengan kapitalisasi pasar $545,3 miliar, mempertegas posisinya sebagai penguasa ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.

Baca Juga: Koreksi Tipis Buat Laju Ethereum Tersendat

Posisi Pasar Ethereum

Ethereum tetap menempati peringkat kedua kripto global berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dengan volume perdagangan harian $36,9 miliar, ETH masih menunjukkan tingkat likuiditas tinggi, yang menandakan aktivitas transaksi tetap ramai meski harga mengalami koreksi.

Dalam 90 hari terakhir, Ethereum mencatat kenaikan +78,19%, dan dalam 60 hari terakhir sempat melonjak hingga +24,83%.

Bahkan dalam periode 30 hari, ETH masih positif +0,75%, meski laju kenaikan mulai melambat. Koreksi harian ini bisa menjadi sinyal konsolidasi setelah lonjakan tajam beberapa bulan terakhir.

Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Harga

Meski fundamental Ethereum masih solid, ada beberapa faktor utama yang mendorong koreksi harga saat ini:

  1. Tekanan Makroekonomi Global
    Sentimen pasar kripto sangat dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral global. Spekulasi terkait kenaikan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi membuat investor mengambil sikap hati-hati, mendorong aksi ambil untung (profit-taking).
  2. Overbought setelah Lonjakan Besar
    Dalam 90 hari terakhir, ETH sudah naik lebih dari 78%. Kondisi ini membuat pasar berada di area jenuh beli (overbought), sehingga koreksi teknis sangat wajar terjadi sebelum melanjutkan tren naik berikutnya.
  3. Tingginya Biaya Transaksi (Gas Fee)
    Aktivitas DeFi dan NFT yang meningkat kembali menyebabkan biaya gas di jaringan Ethereum melonjak. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna ritel yang mencari alternatif lebih murah di jaringan layer-2 maupun blockchain pesaing.
  4. Dominasi Bitcoin di Tengah Tren Bullish
    Saat Bitcoin mendekati rekor tertinggi, sebagian besar investor lebih fokus pada BTC. Rotasi modal dari altcoin menuju Bitcoin dalam jangka pendek ikut menekan harga ETH.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 16 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prediksi Harga Ethereum

Meski saat ini ETH mengalami penurunan, prospeknya tetap menjanjikan.

Jika harga Ethereum mampu bertahan di atas level support $4,400, peluang rebound menuju $4,700 hingga menantang kembali rekor tertinggi di $4,953 masih terbuka lebar.

Dalam jangka menengah, analis memperkirakan Ethereum bisa melampaui $5,500 – $6,000 apabila upgrade jaringan Ethereum 2.0 berjalan lancar dan adopsi institusional terus bertumbuh.

Namun, jika tekanan makroekonomi berlanjut, ETH berisiko terkoreksi lebih dalam ke area $4,200 – $4,000.

Baca Juga: Ethereum Melesat di Jalur Cepat Menuju Rekor Harga Tertinggi

Koreksi harian Ethereum sebesar -2,71% seharusnya tidak dipandang sebagai sinyal negatif besar, melainkan bagian dari fase konsolidasi yang sehat.

Dengan dominasi di ekosistem DeFi dan NFT, ditambah dukungan investor institusi, Ethereum masih menjadi salah satu aset paling prospektif di pasar kripto.

Bagi investor jangka panjang, koreksi ini justru bisa menjadi peluang akumulasi sebelum ETH melanjutkan reli ke level psikologis $5,000 dan lebih tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com