Tag Archives: ethereum

3 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Januari 2023

Memasuki tahun 2023, seharusnya investor kripto harus lebih jeli dalam menatap masa depan. Ada beberapa aset kripto yang wajib masuk dalam daftar watchlist atau layak pantau pada Januari 2023 ini.

Banyak investor yang yakin dan antusias bahwa investasi mereka dapat membuahkan hasil yang lebih baik tahun ini. Beberapa investor mengalami kerugian pada tahun 2022, tetapi sangat ingin melihat aset kripto mereka meroket atau hanya mencapai titik impas pada tahun 2023.

Sementara, analis memproyeksikan bahwa pasar dapat tetap berada di zone bearish tahun ini, meski begitu investor tertarik untuk melakukan langkah terbaik mereka ke depan. Mengutip Watcher.Guru, ada tiga kripto teratas yang harus diperhatikan pada Januari 2023. Apa saja itu?

market kripto bitcoin
Ilustrasi market kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Bitcoin adalah kripto yang paling tidak stabil dan dapat berayun dua arah dalam jumlah besar. Meskipun, turun 75% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 69.044, ia memegang komando yang kuat di market.

Sejauh ini, investor institusi secara teratur mengambil posisi masuk ke BTC, sehingga harganya tetap berada di sisi atas spektrum. BTC dapat memberikan kejutan bulan ini dan juga mencapai level tertinggi sebelumnya sebesar US$ 20.000 dan bergerak sideways kembali.

Dari grafik day trading, BTC potensi bergerak naik saat ini sebelum penurunan berikutnya dan yang akan datang. Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 16.681 dan naik 0,49% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Ilustrasi Ethereum.
Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Percaya Market Pulih, MicroStrategy Beli 2.500 Bitcoin Seharga $ 41 Juta

Setelah Bitcoin, Ethereum adalah kripto yang paling tepercaya dan dapat mengemas keuntungan bulan ini. ETH melayang di sekitar level US$ 1.200 dan kenaikan lainnya dapat membawanya ke posisi US$ 1.350.

Ethereum selalu tetap menjadi pilihan investasi yang baik, karena menawarkan banyak kasus penggunaan di industri kripto. ETH tetap stagnan di indeks minggu lalu dan terobosan dapat mendorong harganya ke depan.

Pada saat artikel ditulis, Ethereum diperdagangkan pada US$ 1.214 dan naik 1,41% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Binance Coin (BNB)

Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
Ilustrasi aset kripto BNB.

BNB melewati kondisi yang sulit pada tahun 2022, tetapi berhasil mempertahankan pergerakan harga yang layak meskipun terjadi bencana pasar. Binance Coin terus naik di indeks tahun ini dan sekarang ingin menembus angka US$ 250.

Binance juga sedang melakukan ‘burning’ token dan mengakuisisi beberapa bisnis kripto di seluruh dunia. Hal ini membuat BNB berbeda dari yang lain dan tetap menjadi pilar kuat yang dapat mengatasi kondisi pasar yang buruk.

Pada saat artikel ditulis, BNB diperdagangkan pada US$ 247 dan naik 1,7% dalam perdagangan 24 jam sehari.

Baca juga: Analisa: Prediksi Harga Bitcoin di Bulan Januari 2023

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Merge Ethereum Selesai, Kenapa Malah Harga ETH Turun?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto tampak kritis di zona merah. Kinerja market ternyata tak kunjung tampil kokoh, pasca peristiwa The Merge Ethereum yang sukses dilakukan pada Kamis (15/9) siang lali. Apakah The Merge tidak berpengaruh bangkitkan market?

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (16/9) pukul 10.00, nilai Bitcoin akhirnya turun dari level psikologisnya ke zona merah, dengan harga US$ 19.752 atau turun 0,17% selama 24 jam terakhir, walaupun melonjak 1,81% dalam sepekan. 

Ethereum (ETH) bahkan harus turun lebih dalam pasca The Merge, anjlok 8,92% di harga US$ 1.467 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan lengser 10,62%. Altcoin lainnya pun kurang mentereng, seperti BNB, XRP, Solana (SOL) hingga Dogecoin (DOGE) semua kompak turun dan terjebak di zona merah dalam sehari terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang terus menurun pasca The Merge Ethereum disebebkan oleh beberapa faktor. Pertama, market secara keseluruhan masih tertekan sejak perilisan data inflasi AS yang terus meninggi pada Selasa (13/9) lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Kemudian Kamis (15/9) lalu, AS merilis data Initial Jobless Claims sebesar 213.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias di bawah konsensus analis 226.000. Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. 

“Hal itu tentu akan menghantam kinerja market kripto. Di samping itu indeks dolar AS juga langsung menguat, sehingga investor mulai meninggalkan market kripto dan menghentikan akumulasi. Peristiwa The Merge pun tidak membuat mereka bergairah ke kripto,” kata Afid.

Banyak Investor Terkena FOMO The Merge

Menurut Afid, banyak investor yang mikir The Merge Ethereum akan membuat harga ETH naik. Kemudian, tidak sedikit yang berpikir migrasi Ethereum ke Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan bikin ETH dibanting karena sell on news.

Pada akhirnya, proyeksi kedua yang terjadi. Banyak investor yang terkena FOMO (fear of missing out) mengikuti tren untuk melakukan akumulasi ETH secara besar-besaran. Namun, pada saat The Merge sukses, para whales atau bandar mulai melakukan aksi jual beberapa jam setelah migrasi selesai dilakukan

“Penyebab penurunan ini dimulai saat ETH berhasil melakukan The Merge. Hal ini dikarenakan aksi dari market yang dikenal buy the rumor, sell the news yang artinya membeli saat rumor dan menjual saat sudah kejadian. Sama halnya dengan pasar saham, di market kripto juga digerakkan oleh para big money atau whales, para bandar besar ini biasanya berupa institusi yang bisa menggerakan market ketika memutuskan beli atau jual,” terang Afid. 

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Naik Harga Ethereum

Afid menjelaskan kenaikan harga ETH tidak bisa seketika akan terjadi. Kemungkinan besar akan butuh proses yang lama, meski fundamental ETH sudah sangat baik di konsensus PoS. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum juga hanya mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

“The Merge belum akan berpengaruh tinggi pada kenaikan harga ETH dan market secara keseluruhan. Sama halnya soal gas fees NFT di jaringan Ethereum tidak akan turun signifikan. Permasalahan utama dari kondisi bear market tetap pada kondisi makroekonomi yang tidak berpihak pada aset berisiko,” jelasnya.

Perlu di ingat bahwa pergerakan market diprediksi akan terus bearish atau sideways dalam beberapa hari ke depan menunggu rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan kenaikan suku bunga acuan pada tanggal 21 September mendatang.

Dari analisis teknikal, level resistance Ethereum tertinggi berada pada harga US$ 1.655 dan support kuat di harga US$ 1.428. Jika valid breakdown, kemungkinan harga ETH akan melanjutkan laju turun nya dengan target ke harga US$ 1.356.

Sementara, Bitcoin level support penting di US$ 19.156 yang dari bulan Juni lalu menjadi pertahanan kuatnya. Jika breakdown, maka akan melanjutkan penurunan hingga harga kisaran US$ 18.000.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Kian Naik, Bagaimana Ethereum di Masa Depan?

Bitcoin menjadi alternatif investasi banyak orang, seiring waktu semakin menunjukkan tren kenaikan hingga menyentuh titik tertinggi Rp 939,6 juta. Kenaikan Bitcoin beberapa waktu terakhir menjadi salah satu penyebab harga Ethereum naik. Kini Ethereum menjadi alternative coin (altcoin) yang populer kedua, lho, setelah Bitcoin. 

Ethereum masih sangat terbuka untuk memiliki tren harga naik. Sebelum membahas lebih lanjut penyebab Ethereum naik baru-baru ini, ada baiknya terlebih dahulu kenali Ethereum. Mari, simak lengkapnya!

Apa sih Ethereum?

Vitalik Buterin merupakan sosok orang yang menciptakan Ethereum pada tahun 2013 saat dirinya berusia 19 tahun. Ethereum pertama kali diluncurkan pada 30 Juli 2015. 

Ethereum merupakan jaringan peer-to-peer publik seperti blockchain dengan nama mata uang digital yang bernama Ether (ETH). Ethereum adalah infrastruktur, melalui jaringan tersebut para pengembang dapat memproduksi sebuah aplikasi. Berdasarkan cara tersebut, Ethereum bekerja sebagai sebuah platform software yang terdesentralisasi.

Ethereum memiliki potensi besar dalam bidang teknologi dan keuangan. Potensinya dapat digunakan untuk mengubah cara perdagangan sekuritas, hal ini dikarenakan Ethereum mengizinkan lebih banyak pengembangan sehingga berbagai kreativitas uang digital.

Penyebab Ethereum Naik Baru-baru Ini

Pada Mei tahun lalu, Ethereum hanya memiliki harga sekitar Rp 3,5 juta. Kemudian mencapai harga tertinggi Rp 52,5 juta pada 4 Mei 2021. Awal tahun ini Ethereum mengalami peningkatan 5 kali lipat dan diprediksi harga Ethereum masih terus berpotensi meningkat.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tren membuat harga Ethereum menguat, yaitu

1. Peningkatan teknologi Ethereum 2.0

Saat ini terjadi banyak pembenahan Ethereum terkait kekurangannya, seperti jaringan yang lebih cepat dan biaya yang lebih murah. Selain itu, Ethereum akan mengubah proof of work (menambang) menjadi proof of stake (staking) demi mengurangi supply maksimal Ethereum di masa depan.

Suplai yang unlimited menjadi salah satu kelemahan Ethereum selama ini, sehingga pada pertengahan tahun ini Ethereum melakukan peningkatan EIP-1559. Peningkatan tersebut akan menyebabkan terjadinya burn Ethereum, demi mengurangi supply Ethereum di masa depan.

2. Penggunaan Sistem Pelelangan Non Fungible Token (NFT)

Meningkatnya penggunaan sistem pelelangan non fungible token (NFT) karena memudahkan para pekerja seni seperti fotografer dan animator, bahkan pencipta teknologi seperti developer untuk menjual karya mereka secara lelang.

Selain itu, rencana penerbitan obligasi digital menggunakan jaringan blockchain Ethereum oleh Europe Investment Bank (EIB) akan membuat permintaan kripto Ethereum meningkat. 

Pertumbuhan Ethereum Setiap Tahun

Pada awal Agustus 2015 harga Ethereum semula harganya sebesar $1.25 selanjutnya mengalami fluktuasi hingga menyentuh harga $8.01 di Desember 2016. Ethereum mulai mengalami tren naik di Maret 2017 sebesar $49.75 dan terus naik hingga menyentuh titik tertingginya pada harga $1066 di awal Januari 2018.

Ethereum mengalami penurunan tren di awal tahun 2019 dengan harga $107.57 dan mengalami fluktuasi hingga awal tahun 2020. Ethereum lalu kembali mengalami kenaikan tren pada Oktober 2020 di harga $383.68 dan terus mengalami kenaikan hingga mencapai titik tertinggi pada 10 Mei 2021 dengan harga $3896.32.

Itulah penyebab harga Ethereum naik. Ethereum juga masih terbuka untuk mengalami tren naik. Hanya dengan modal Rp. 50.000 Anda sudah dapat memulai trading di Tokocrypto, lho! Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan mulai trading di Tokocrypto! Salam to the moon!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

Ethereum (ETH) akan memasuki babak baru setelah melakukan Shanghai Upgrade yang direncanakan berlangsung pada Maret mendatang. Banyak analis memperkirakan harga ETH bisa kembali menembus US$ 2.000.

Ethereum Shanghai Upgrade akan menjadi pembaruan besar pertama sejak The Merge pada bulan September lalu, yang mentransisikan jaringan ke sistem proof-of-stake (PoS). The Merge juga memperkenalkan kemampuan bagi pengguna untuk menyetor ETH ke jaringan untuk menjadi validator dan membantu mengautentikasi transaksi on-chain. Sebagai imbalannya, pengguna tersebut dapat mengumpulkan hadiah dalam bentuk ETH yang baru dihasilkan.

Shanghai Upgrade pada awalnya diharapkan untuk memasukkan peningkatan tambahan yang sangat diantisipasi, termasuk proto-danksharding, yaitu proses pengambilan sampel data yang disederhanakan membuat transaksi layer-2 pada Ethereum secara signifikan lebih murah dan lebih cepat.

Shanghai Upgrade

Baca juga: Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

Selain itu Shanghai juga menawarkan EOF yaitu pembaruan yang sangat dibutuhkan dan bertahun-tahun tertunda ke Ethereum Virtual Machine (EVM), mekanisme yang mendasari jaringan yang menyebarkan smart contract. Namun, kedua pembaruan ditunda untuk memastikan penarikan ETH dapat dilakukan pada bulan Maret mendatang.

Dilaporkan Decrypt, pengembang inti Ethereum mengumumkan keberhasilan penyebaran mainnet shadow fork pertama yang dirancang untuk menguji kesiapan kemampuan penarikan staking ETH, sebuah fitur baru yang diharapkan segera diluncurkan.

Mainnet shadow fork adalah latihan lengkap untuk peningkatan sistem, yang memungkinkan pengembang untuk menguji kekurangan desain dan men-tweak masalah yang belum terselesaikan. Tes pratinjau tersebut memberi peningkatan pada Ethereum dan sangat dinantikan.

Harga ETH

Grafik Harian ETH/USD. Sumber: TradingView.
Grafik Harian ETH/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Harga ETH saat ini sedang berada di garis resistensi menurun. Ada kemungkinan bahwa momentum telah berubah menjadi bullish karena peningkatan Ethereum Shanghai yang akan datang. Ini akan merebut kembali area US$ 1.650 dan dapat semakin mempercepat tingkat kenaikan.

Pasokan Ethereum sendiri telah berubah menjadi deflasi sekali lagi. Pasokan 120 juta token ETH saat ini adalah 2.000 lebih sedikit daripada saat peluncuran Ethereum 2.0 pada September 2022, dan beralih ke mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS).

Dilaporkan Beincrypto, Ethereum mungkin akan naik karena Shanghai Upgrade yang akan datang. Meskipun pemutakhiran tidak akan mengatasi masalah dengan gas fee atau meningkatkan smart contract, pemutakhiran akan memungkinkan penarikan bertahap staking ETH, yang telah berada di Beacon Chain selama lebih dari dua tahun.

Posisi ETH berada di area resistensi utama berada pada harga rata-rata US$ 1.660, yang diciptakan oleh level resistensi retracement Fib 0,618 dan area resistensi horizontal. Pergerakan di atasnya bisa membawa Ethereum ke US$ 2.000. Jika terjadi pergerakan turun, area US$ 1.350 akan menjadi support.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

Adopsi aset kripto pada tahun 2022 dilaporkan mengalami kenaikan. Indikator kenaikan tersebut dilihat dari jumlah wallet Bitcoin (Bitcoin) dan Ethereum (ETH) mengalami pertumbuhan.

Menurut laporan CoinGecko, Jumlah alamat Bitcoin dan Ethereum dengan setidaknya US$ 1.000 atau sekitar Rp 14 juta tumbuh lebih dari 27%, bahkan saat harga kripto turun pada tahun 2022.

Tercatat pada tahun 2022 lalu, sejumlah harga aset kripto terbesar atau big cap kehilangan lebih dari setengah nilainya di tengah bear market. Harga BTC saja turun 64,2% sepanjang tahun, dari US$ 46.320 pada 1 Januari menjadi US$ 16.604 pada 31 Desember 2022. Selama periode yang sama, ETH mengalami penurunan yang sedikit lebih tinggi sebesar 67,5%, dari US$ 3.686 menjadi US$ 1.199.

Peningkatan Jumlah Wallet

Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.
Adopsi kripto tahun 2022: Pemegang Bitcoin dan ETH terus tumbuh. Sumber: CoinGecko.

Baca juga: Harga Ethereum Ditargetkan Capai US$ 2.000 Setelah Shanghai Upgrade

Terlepas dari situasi market yang buruk, ada peningkatan yang stabil dalam jumlah wallet dengan lebih dari atau sama dengan 0,1 Bitcoin (≥0,1 BTC) dan 1 ETH (≥1 ETH), yang minimal berjumlah US$ 1.000 sepanjang tahun.

Jumlah ≥0,1 wallet BTC naik 27,5% sepanjang tahun, dari 3,40 juta pada 1 Januari, menjadi 4,20 juta pada 31 Desember 2022. Sementara itu, jumlah ≥1 wallet ETH naik 28,1%, dari 1,41 juta menjadi 1,73 juta.

Setiap tiga bulan, jumlah wallet ≥0,1 BTC naik rata-rata sebesar 7,3%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 25,0%. Demikian pula, jumlah ≥1 wallet ETH naik rata-rata sebesar 7,0%, dibandingkan dengan penurunan harga sebesar 18,7%.

Ini menunjukkan bahwa investor mengumpulkan atau mempertahankan investasi kripto mereka, yang pada gilirannya menandakan kepercayaan pada masa depan industri. Peningkatan walllet juga berpotensi menunjukkan lebih banyak peserta memasuki ruang dan mendorong adopsi aset kripto.

Bitcoin Tetap Primadona

ilustrasi Bitcoin
ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Riset: Nilai Pasar NFT Indonesia Bisa Capai Rp 200 T pada Tahun 2028

Jumlah ≥1 wallet ETH tumbuh sedikit lebih cepat daripada ≥0,1 wallet BTC tahun lalu, dengan selisih 0,6 poin persentase. Namun demikian, Bitcoin terus menjadi aset yang lebih banyak dipegang, mengungguli popularitas Ethereum .

Secara absolut, jumlah ≥0,1 wallet BTC tumbuh sebesar 0,91 juta tahun lalu, lebih dari dua kali lipat 0,38 juta yang diperoleh untuk ≥1 wallet ETH. Pada akhir tahun, jumlah ≥0,1 wallet BTC telah mencapai 4,20 juta, melampaui jumlah ≥1 wallet ETH sebanyak 2,4 kali lipat.

Salah satu alasan yang mungkin adalah bahwa BTC dimaksudkan untuk menjadi ’emas digital’ dan karenanya lebih umum digunakan sebagai penyimpan nilai. Selain itu, BTC memiliki keunggulan penggerak pertama dalam adopsi kripto, sejak Bitcoin dibuat pada tahun 2009 dan mendahului Ethereum selama enam tahun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tembus $4.000, ATH Baru di Depan Mata?

Harga Ethereum kembali melonjak di atas $4.000, memperpanjang kenaikan mingguannya hingga lebih dari 9%. Penembusan ini didukung oleh aktivitas paus ETH yang kuat dan data on-chain yang optimis. Para analis pasar percaya bahwa Ethereum akan segera mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH).

Lonjakan Harga Didukung Oleh Akumulasi Whale ETH

Menurut laporan dari platform analitik blockchain Santiment, dompet yang menampung sedikitnya 100.000 ETH kini mencapai 104, dengan kepemilikan gabungan sebesar 57,35% dari total pasokan ETH, setara dengan $333,1 miliar. Sementara itu, 92% pemegang ETH saat ini berada dalam posisi untung.

Data Whale Ethereum. Sumber: Santiment.
Data Whale Ethereum. Sumber: Santiment.

Sebaliknya, dompet dengan jumlah antara 100 hingga 100.000 ETH telah turun ke tingkat kepemilikan terendah dalam sejarah, yakni 33,46%. Dompet kecil yang menyimpan kurang dari 100 ETH hanya memegang 9,19% dari total pasokan, posisi terendah dalam hampir empat tahun terakhir.

Santiment mencatat bahwa konsentrasi kepemilikan ETH di antara para pemangku kepentingan utama adalah sinyal bullish jangka panjang, yang berpotensi mendorong harga Ethereum menuju ATH baru di sekitar $5.000.

Pola “Cup and Handle” Ethereum Menandakan Momentum Bullish

Analis kripto Venturefounder mengungkapkan bahwa penutupan Ethereum di atas level support $3.800 pada grafik mingguan mengonfirmasi tren naik. Pola “cup and handle” kini mulai terbentuk, memperkuat momentum bullish.

Target harga utama Ethereum mencakup:

  • Pengujian ulang ATH sebelumnya di $4.900
  • Pencapaian level $5.349, $6.457, dan $7.238
Analisis harga Ethereum (ETH). Sumber: Venturefounder
Analisis harga Ethereum (ETH). Sumber: Venturefounder

Menurut Venturefounder, kenaikan ini dapat terwujud paling lambat pada akhir Q1 2025. Selain itu, ia memproyeksikan target harga jangka panjang Ethereum sebesar $15.937, yang diperkirakan akan tercapai pada Mei 2025.

Ethereum Ungguli Bitcoin dan Altcoin Lainnya

Data dari Glassnode menunjukkan bahwa Ethereum telah mengungguli Bitcoin dan altcoin seperti Solana dalam grafik 30 hari. Dalam periode tersebut:

  • Harga BTC naik sebesar 17,49%
  • ETH melonjak 26,99%
  • SOL hanya mencatatkan kenaikan sebesar 1,69%

Pergeseran ini menandakan bahwa Ethereum tetap menjadi pilihan utama di antara altcoin, dengan performa yang mengesankan dibandingkan pesaingnya.

Kekuatan ETH/BTC Kembali Meningkat

Pasangan ETH/BTC juga menunjukkan kekuatan yang signifikan, mengingat performa harga Ethereum yang lebih baik dibandingkan Bitcoin. Venturefounder menyoroti pola pembalikan dasar yang mirip dengan periode 2016-2017, menyebutkan bahwa dasar sudah terbentuk dan lonjakan harga dapat terjadi kapan saja.

Matthew Sigel, kepala aset digital VanEck, menambahkan bahwa ETH/BTC siap menjadi pasangan yang dinamis, mirip dengan kondisi pasar pada tahun 2020.

Pada saat artikel ini ditulis, harga Ethereum berada di $4.011, naik 1,34% dengan kapitalisasi pasar sebesar $482 miliar. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi mencapai $80 juta, dengan $54 juta di antaranya berasal dari posisi short.

Dengan aktivitas paus yang kuat, pola teknikal yang bullish, dan performa yang mengungguli altcoin lainnya, Ethereum berada di jalur yang tepat untuk mencapai ATH baru. Para investor disarankan untuk memantau pergerakan harga dengan cermat, karena momentum ini diperkirakan akan terus berlanjut.

Baca juga: Harga XRP Menuju Puncak Tertinggi dengan Peluncuran RLUSD Ripple?


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Kripto yang Harus Dipegang Sebelum Ethereum Memulai Altseason

Musim altcoin atau altseason, sebuah periode di mana koin alternatif menunjukkan performa luar biasa dibandingkan Bitcoin, bisa dimulai kapan saja. Saat dominasi Bitcoin menurun, Ethereum sebagai altcoin terkemuka diprediksi akan memimpin tren ini.

Namun, ada beberapa altcoin lain yang juga patut diperhatikan karena memiliki potensi untuk memberikan keuntungan signifikan, seperti dalam laporan Coingape.

Berikut adalah empat koin kripto yang sebaiknya dimiliki oleh investor menjelang musim altcoin:

1. Terra Classic (LUNC)

Grafik Pergerakan Harga LUNC 12 Desember 2024
Grafik Pergerakan Harga LUNC 12 Desember 2024

Terra Classic (LUNC) menempati posisi teratas sebagai salah satu koin yang layak dimiliki sebelum Ethereum memulai musim altcoin. Menurut analis kripto Javon Marks, LUNC menunjukkan prospek bullish yang kuat. Marks mencatat bahwa koin ini tampaknya siap untuk mencatat reli parabola dari harga saat ini.

Analis tersebut memperkirakan bahwa harga LUNC dapat mencapai $0,00058046 dalam waktu dekat. Jika reli terus berlanjut, LUNC bahkan berpotensi mencapai level setinggi $0,00139122, seperti yang terjadi pada pergerakan sebelumnya.

2. Chainlink (LINK)

Chainlink (LINK) adalah altcoin lain yang patut diperhatikan. Dari sisi fundamental, Chainlink terus mendapatkan momentum dengan integrasi teknologinya yang semakin luas. Coinbase baru-baru ini mengumumkan bahwa Project Diamond telah mengadopsi standar Chainlink untuk mempercepat adopsi aset digital. Teknologi ini memungkinkan lembaga keuangan mengelola siklus hidup penuh aset tokenisasi dengan lebih efisien.

Secara teknis, analis kripto JJcycles memproyeksikan bahwa LINK dapat mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) baru selama musim altcoin. Potensi ini membuat Chainlink menjadi pilihan menarik bagi investor.

3. Fantom (FTM)

Grafik Pergerakan Harga FTM 12 Desember 2024
Grafik Pergerakan Harga FTM 12 Desember 2024

Fantom (FTM) juga menjadi salah satu koin yang sebaiknya dimiliki sebelum musim altcoin dimulai. Peluncuran Sonic yang akan datang diperkirakan dapat menyuntikkan jutaan dolar ke ekosistem Fantom melalui airdrop. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga FTM secara signifikan.

Analis teknikal juga optimis terhadap prospek Fantom. Mereka memprediksi bahwa harga FTM dapat melampaui rekor tertinggi sebelumnya sebesar $3, memberikan peluang keuntungan besar bagi investor.

4. Ethereum (ETH)

Sebagai pemimpin altcoin, Ethereum tetap menjadi koin utama yang harus dimiliki oleh investor. Setelah berkinerja kurang optimal selama sebagian besar tahun ini, ETH menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dari sisi fundamental, peluncuran ETF Spot Ethereum memberikan prospek bullish yang kuat.

Pergerakan besar pada harga Ethereum diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Dengan demikian, posisi yang baik dalam ETH dapat memberikan keuntungan signifikan saat musim altcoin berlangsung.

Musim altcoin adalah peluang besar bagi para investor untuk memaksimalkan keuntungan. Dengan dominasi Bitcoin yang menurun, Ethereum siap memimpin tren ini. Namun, altcoin lain seperti Terra Classic, Chainlink, dan Fantom juga menunjukkan potensi besar untuk mencatatkan lonjakan harga. Mempersiapkan portofolio dengan koin-koin ini sebelum musim altcoin dimulai adalah langkah strategis yang bijaksana. Pastikan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.

Baca juga: Tren Bitcoin 2-6 Desember 2024: Mari Kita TP-TP Lagi By Hoteliercrypto


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada 2025

Menjelang Tahun Baru, Tom Dunleavy, seorang analis kripto terkemuka, memproyeksikan kenaikan signifikan pada harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) pada 2025.

Dengan harapan adanya kebijakan pro-kripto dari pemerintahan Donald Trump, Dunleavy optimis bahwa ketiga aset digital ini akan mencatat lonjakan lebih dari 150% dalam waktu dekat.

Prediksi Target Harga

Dunleavy memperkirakan bahwa pada tahun 2025:

  • Bitcoin akan mencapai $250.000.
  • Ethereum diproyeksikan naik hingga $12.000.
  • Solana diprediksi menyentuh angka $700.

Prediksi ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Untuk mencapai target tersebut, Bitcoin memerlukan kenaikan 148,6% dari level saat ini di $100.516,77. Sementara itu, Ethereum, yang saat ini berada di $3.814,89, perlu melonjak sebesar 215,8%. Sedangkan Solana, dengan harga $228,93, harus naik 206,18%.

Dunleavy membandingkan potensi kenaikan ini dengan peristiwa bersejarah di tahun 1971 ketika Presiden Nixon mengakhiri Standar Emas. Menurutnya, langkah serupa dalam mendukung kripto, seperti yang diproyeksikan akan dilakukan oleh Donald Trump, dapat mendorong kenaikan harga aset digital hingga berkali-kali lipat.

Perbandingan Keuntungan, Risiko serta Modal Investasi Bitcoin dan Reksadana
Ilustrasi aset kripto.

Rincian Kuartal demi Kuartal

Dalam laporan CoinGape, Dunleavy juga memaparkan proyeksi perkembangan harga Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada setiap kuartal:

  • Kuartal 1 (Q1): Dengan dimulainya pemerintahan Trump pada Januari 2025, regulasi pro-kripto dan struktur pasar baru diharapkan menjadi prioritas utama. Kebijakan seperti penerapan cadangan strategis Bitcoin dan langkah-langkah lainnya diyakini dapat meningkatkan sentimen pasar.
  • Kuartal 2 (Q2): Prediksi menunjukkan masuknya lebih banyak investor institusional ke pasar kripto. Mereka kemungkinan besar akan memanfaatkan peluang dari produk keuangan berbasis kripto, seperti ETF Bitcoin dan Ethereum.
  • Kuartal 3 (Q3): Dunleavy memperingatkan kemungkinan adanya koreksi pasar, di mana harga bisa mengalami penurunan sementara.
  • Kuartal 4 (Q4): Pasar diperkirakan kembali pulih dengan momentum positif yang signifikan, menandai awal dari tren kenaikan hingga tahun 2026.

Faktor Pendukung Utama

Prediksi Dunleavy ini bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kemungkinan pengangkatan pejabat pro-kripto seperti Paul Atkins dan Scott Bessent dalam posisi strategis. Keberadaan mereka dapat memberikan dorongan signifikan untuk penerapan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekosistem kripto.

Dengan adanya proyeksi ini, para pelaku pasar dan investor diharapkan terus memantau perkembangan regulasi dan kebijakan di Amerika Serikat untuk memanfaatkan peluang yang ada di dunia aset digital. Tahun 2025 bisa menjadi momen besar bagi Bitcoin, Ethereum, dan Solana, terutama jika prediksi Dunleavy terbukti benar.

Baca juga: Tren Bitcoin 2-6 Desember 2024: Mari Kita TP-TP Lagi By Hoteliercrypto


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana vs Ethereum Mana yang Lebih Bagus?

Solana dan Ethereum merupakan blockchain layer 1 yang sering dibandingkan. Meskipun Ethereum muncul lebih dahulu, Solana tidak bisa dianggap remeh.

Dengan kecepatan transaksi yang sangat tinggi dan biaya yang rendah, Solana menawarkan solusi yang efisien untuk berbagai aplikasi blockchain.

Di sisi lain, Ethereum, sebagai pionir dalam smart contracts dan aplikasi terdesentralisasi, memiliki basis pengguna dan developer yang sangat besar.

Pada artikel ini akan membahas perbandingan Solana dan Ethereum yang wajib kamu ketahui sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.

Sejarah Singkat Solana vs Ethereum

  • Solana: Soalana didirikan oleh Anatoly Yakovenko pada tahun 2017, bermula dari Whitepaper yang berjudul Solana: A new architecture for a high performance blockchain yang membahas tentang proof-of-history (PoH). Hingga akhirnya whitepaper resmi Solana dirilis pada Februari 2018, dan setelah beberapa fase pengujian, Solana secara resmi diluncurkan pada Maret 2020.

Teknologi Solana vs Ethereum

  • Solana: Solana menggunakan algoritma Proof-of-History (PoH) yang unik, yang memungkinkan pencatatan waktu transaksi secara efisien sebelum dimasukkan ke dalam blockchain. 

PoH menciptakan urutan historis yang dapat diverifikasi dari peristiwa, membantu meningkatkan kecepatan dan efisiensi jaringan. Untuk mencapai konsensus, Solana juga mengimplementasikan Proof-of-Stake (PoS), yang memungkinkan para validator menggunakan aset kripto Solana (SOL) untuk berpartisipasi dalam proses validasi transaksi dan menerima imbalan. 

Kombinasi PoH dan PoS inilah yang membuat Solana memiliki transaksi per detik yang tinggi dan efisiensi yang baik.

  • Ethereum: Ethereum pada awalnya menggunakan algoritma Proof-of-Work (PoW) yang memungkinkan adanya mining

Namun, dengan pembaruan Ethereum 2.0, Ethereum beralih ke algoritma Proof-of-Stake (PoS), yang memungkinkan validator melakukan staking token ETH mereka untuk berpartisipasi dalam proses validasi transaksi dan menerima imbalan. 

Peralihan ini tidak hanya mengurangi konsumsi energi secara signifikan dibandingkan dengan PoW, tetapi juga meningkatkan skalabilitas jaringan, memungkinkan Ethereum untuk memproses lebih banyak transaksi per detik (TPS) dan mempercepat waktu konfirmasi transaksi.

Kecepatan & Biaya Transaksi Solana vs Ethereum

  • Solana: Solana merupakan blockchain dengan kecepatan proses transaksi yang tinggi, yakni hingga 65.000 transaksi per detik. Solana juga memiliki biaya transaksi yang sangat murah, di bawah Rp1000 per transaksinya.
  • Ethereum: Ethereum memiliki kecepatan proses transaksi yang lebih lambat, Ethereum hanya mampu memproses transaksi 15-30 transaksi per detik dengan biaya transaksi yang cukup mahal, sekitar Rp 16.000 hingga Rp 160.000 per transaksi, tergantung pada kondisi jaringan.

Partisipasi Pengguna dan Pengembang Solana vs Ethereum

  • Solana: Banyak pengguna menggunakan Solana karena kecepatan transaksi dan biaya yang rendah. Ini membawa banyak komunitas aktif di jaringan Solana. Selain itu, banyak pengembang yang memilih membuat aplikasi di jaringan Solana yang juga karena kecepatan transaksi dan biaya yang rendah.

Kesimpulan: Meskipun lebih muda, Solana menarik bagi para pengguna dan pengembang yang ingin membangun aplikasi dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.

  • Ethereum: Investor institusional dan pengembang profesional memiliki minat yang besar dalam ekosistem Ethereum, terutama karena kematangan platform dan stabilitasnya. Ethereum juga menarik perhatian pendukung proyek besar, termasuk beberapa perusahaan fintech dan organisasi yang bergerak di dunia DeFi, NFT, dan blockchain enterprise karena kematangan flatform dan stabilitas nya.

Kesimpulan: Komunitas pengguna & pengembang Ethereum cenderung lebih besar, lebih matang, dan lebih berorientasi pada desentralisasi dan keamanan jangka panjang, dengan banyak pengembang dan proyek yang mendukungnya.

Mana yang Lebih Terdesentralisasi, Solana atau Ethereum?

  • Solana: Kritik yang sering dilontarkan terhadap Solana adalah bahwa meskipun kecepatan dan efisiensinya tinggi, desentralisasinya lebih rendah dibandingkan Ethereum. Dilansir dari laman Cointelegraph Solana lebih tersentralisasi dengan validator yang hanya mencapai 2.000.
  • Ethereum: Meskipun Ethereum tidak lagi memakai Proof-of-Work (PoW) yang memungkinkan adanya mining, dan bermigrasi ke Proof-of-Stake (PoS). Ethereum memiliki tingkat desentralisasi yang tinggi dengan validator mencapai 800.000.

Lalu Mana yang Lebih Bagus, Solana atau Ethereum?

Baik Solana dan Ethereum memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Jika kamu lebih tertarik pada potensi pertumbuhan cepat dan biaya transaksi rendah dengan skalabilitas yang tinggi, meskipun dengan risiko lebih besar terkait desentralisasi yang lebih rendah dan potensi masalah pada jaringan yang lebih muda. Maka Solana lebih unggul. 

Namun, jika kamu lebih mengutamakan keamanan, stabilitas, dan komunitas yang sudah terbukti. Dengan desentralisasi tinggi, ekosistem DeFi, dan NFT yang matang, Ethereum menjadi pilihan solid untuk investasi jangka panjang, meskipun dengan biaya transaksi yang relatif tinggi dan kecepatan yang lebih rendah.

Nah, kalau kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Solana atau Ethereum, kamu bisa menggunakan Fitur Beli/Jual yang ada di aplikasi Tokocrypto. Karena, fitur ini memungkinkan kamu melakukan pembelian dan penjualan aset kripto tanpa dikenakan biaya trading, sehingga aktivitas investasi atau trading kamu bisa jadi lebih menguntungkan.

DISCLAIMER: Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Sentuh $3,905. Apakah ATH Baru? Prediksi Ethereum Hari Ini

Ethereum kembali mencapai $3,905, tetapi masih belum mampu menembus level tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,646 pada November 2021.

Prediksi Ethereum hari ini menunjukkan bahwa peningkatan volume on-chain dan lonjakan Bitcoin dapat membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut.

Ethereum Berjuang di Level Kritis $3,905

Ethereum menunjukkan momentum bullish, dengan harga mencapai $3,905 sebelum terkoreksi ke $3,858.

grafik pergerakan harga Ethereum 5 Desember 2024

Grafik mencatat level support kuat di $3,800, sementara resistensi di $4,000 tetap menjadi tantangan besar.

Dalam 24 jam terakhir, ETH mencatat volume perdagangan lebih dari 1 juta ETH, mencerminkan minat beli yang kuat dari pasar.

Bitcoin Tembus $100,000, Memberi Dorongan ke Pasar Altcoin

Kenaikan Bitcoin ke $100,000 telah menciptakan sentimen bullish di pasar kripto, mendorong investor untuk meningkatkan eksposur mereka terhadap altcoin seperti Ethereum.

Ethereum, sebagai kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, diuntungkan dari arus modal yang masuk ke altcoin. Jika momentum ini terus berlanjut, ETH dapat mencoba kembali menembus ATH sebelumnya di $4,646.

Volume On-Chain Ethereum Meningkat, Tanda Positif

Volume on-chain Ethereum terus meningkat hingga Desember 2024, dengan lebih banyak aktivitas pengguna di aplikasi DeFi, NFT, dan transaksi umum di jaringan Ethereum.

Lonjakan ini tidak hanya mendukung harga tetapi juga menunjukkan pertumbuhan fundamental dari ekosistem Ethereum.

Jika volume terus meningkat, ini dapat menjadi pendorong utama untuk kenaikan harga lebih lanjut.

Dalam prediksi Ethereum hari ini, meskipun ETH masih berada di bawah ATH sebelumnya, tren positif dari volume on-chain, sentimen pasar altcoin, dan dukungan teknikal memberikan peluang besar untuk kenaikan lebih lanjut.

Namun, investor perlu memantau resistensi di $4,000 dan $4,200 sebagai level kunci untuk menentukan arah pergerakan harga Ethereum ke depan.

Jika ETH berhasil menembus resistensi ini, potensi mencapai ATH di $4,646 menjadi lebih realistis dalam waktu dekat.


DISCLAIMERArtikel ini hanyalah informasi bukan ajakan membeli atau menjual suatu aset kripto. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com