Tag Archives: ethereum

Harga ETH Stabil di $2.420–2.500, Fokus Investor ke Tarif Impor AS

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, kini bergerak sideways di kisaran $2.420–$2.500, seiring investor bersikap hati-hati menunggu keputusan tarif impor AS yang akan diumumkan pada Juli.

Pergerakan ini tercatat saat Bitcoin dan Dogecoin juga mempertahankan range masing-masing.

Portrait Harga dan Likuiditas

  • Selama 24 jam terakhir, volume perdagangan ETH turun—menyimbolkan pasar atas tekanan risk-off. Ethereum sempat menyentuh level di atas $2.500, namun kembali turun ke bawah $2.420.
  • Q2 2025 menjadi periode yang menguntungkan, dengan ETH mencatat kenaikan sekitar +32,6% .
  • Likuiditas pasar menunjukkan tekanan, dengan lebih dari $232 juta posisi kripto dilikuidasi dalam 24 jam—sekitar $145 juta dari posisi long, menunjukkan tingkat koreksi signifikan dalam jangka pendek.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 27 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Penahan Ethereum

1. Ketidakpastian Tarif AS

Gedung Putih menyebut bahwa perpanjangan deadline tarif impor AS kemungkinan akan diumumkan pada Juli, menimbulkan gelombang ketidakpastian pasar.

Dalam kondisi seperti ini, aset berisiko seperti ETH cenderung dipertahankan pada level yang aman .

2. Dominasi Bitcoin dan Fokus Institusi

Dominasi Bitcoin berada di kisaran 64–65%, diikuti Ethereum sekitar 9,4%—menandakan alokasi aset institusional masih condong ke BTC, dan mendesak ETH untuk bergerak terbatas.

3. Sentimen Greed–Neutral

Indeks Crypto Fear & Greed menunjukkan sentimen pasar cenderung netral, mencerminkan fase konsolidasi jangka pendek.

Ketika ini terjadi, Ethereum cenderung tidak bergerak signifikan, hingga ada perubahan makro.

Baca Juga: Reli Altcoin Memanas: Ethereum Melejit, BlackRock Serok $98 Juta ETH

Outlook Teknis dan Strategi

Level Keterangan Rekomendasi Trader/Investor
Support utama ($2.400) Titik konsolidasi jangka pendek Entry beli jika rebound, dengan stop-loss di bawah $2.380
Resistance ($2.500–$2.540) Area target dan break yang bisa memicu rally Tunggu breakout di atas $2.540; target berikut $2.600–$2.700
Volume tinggi & breakout Konfirmasi arah jangka menengah Masuk posisi long dengan stop-loss di bawah breakout point

Prospek Jangka Menengah

  • Bull case: Jika AS mengumumkan penundaan tarif atau skenario risk-on global kembali, ETH bisa mampu menembus $2.500 dan mengarah ke $2.600–$2.700 dalam waktu dekat.
  • Bear case: Jika tarif diperketat dan kondisi risk-off berlanjut, ETH berpotensi menembus support di $2.400 dan bergerak turun ke $2.300.

Peran Ethereum dalam Quarter II

Ethereum mencatat pertumbuhan sekitar 32,6% sepanjang Q2—menunjukkan ketahanan frequency-nya.

Posisi sehari-hari menunjukkan bahwa ETH tetap menarik bagi investor jangka menengah, sementara sisi teknikal menunjukkan konsolidasi sebelum fase aksi berikutnya.

Baca Juga: Maple Finance Hadirkan Pinjaman Stablecoin Berbasis stETH

Ethereum saat ini bergerak berada dalam range $2.420–$2.500 dengan volume menurun dan sentimen netral, nampaknya masih menunggu respons AS terhadap kebijakan tarif Juli.

Trader dapat memanfaatkan rebound dari support, sementara swing trader disarankan cermati breakout di atas resistance untuk sinyal tren baru.

Skenario bullish menyiratkan potensi ETH ke $2.600–$2.700, namun risiko tetap ada jika geopolitik dan ekonomi global kembali memanas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Altcoin Memanas: Ethereum Melejit, BlackRock Serok $98 Juta ETH

Pasar altcoin tengah bersiap menghadapi potensi reli besar menjelang akhir tahun 2025, dengan Ethereum (ETH) memimpin pergerakan pasar. Harga ETH kini mendekati level teknikal penting dan diperdagangkan di dekat puncak formasi segitiga simetris yang telah terbentuk selama empat tahun terakhir.

Sentimen pasar pun semakin positif dengan masuknya investor institusional besar seperti BlackRock, yang baru saja mengakumulasi Ethereum senilai $98 juta.

Formasi Segitiga Simetris: Ethereum Siap Tembus Resistensi?

Grafik bulanan Ethereum menunjukkan pola teknikal segitiga simetris yang telah membatasi pergerakan harga ETH sejak akhir 2021. Menurut analis kripto Ash Crypto, Ethereum kini diperdagangkan mendekati level $2.440 dan bergerak menuju puncak pola tersebut, yang berada dekat resistensi kunci di kisaran $3.000.

Dilaporkan The Coin Republic, pola teknikal ini kerap menjadi sinyal awal dari pergerakan harga besar, terutama ketika volume perdagangan mulai meningkat. Ethereum sebelumnya mencetak rekor tertinggi di $4.800 pada 2021 sebelum memasuki fase konsolidasi dan akumulasi ulang. Kini, dengan lilin bulanan yang mengindikasikan tekanan beli yang meningkat, pasar bersiap menyambut potensi breakout besar.

Jika ETH berhasil menembus resistensi segitiga ini dengan volume dan momentum tinggi, analis memperkirakan potensi target harga baru yang bisa membawa ETH kembali ke level all-time high atau bahkan melampauinya.

Baca juga: Fokus Trader 2025: Web3 AI, ETH, LINK, & ARB Jadi Altcoin Pilihan

BlackRock Serok ETH, Sinyal Kuat Minat Institusional

BlackRock, raksasa manajemen aset global, dilaporkan telah membeli Ethereum senilai $98 juta. Langkah ini memperkuat tanda-tanda minat institusional terhadap altcoin utama tersebut. Sebelumnya, BlackRock telah masuk ke pasar Bitcoin melalui pengajuan ETF spot dan produk derivatif terkait.

Pembelian besar ini membuka kemungkinan bahwa Ethereum kini masuk ke dalam portofolio berbagai institusi keuangan tradisional, memberikan tambahan kepercayaan dan potensi likuiditas baru di pasar. Apalagi, pembahasan regulasi ETF Ethereum di Amerika Serikat juga semakin memperkuat potensi Ethereum sebagai aset keuangan institusional.

Pasar Altcoin Cerminkan Siklus 2019–2021, Reli Diproyeksi Akhir 2025

Menurut Ash Crypto, struktur grafik altcoin saat ini sangat mirip dengan pola pasar antara 2019 dan 2021. Kala itu, altcoin mengalami fase reli awal, koreksi besar, lalu konsolidasi panjang sebelum melonjak secara luas menjelang akhir siklus.

Siklus tersebut kini tampaknya terulang kembali. Setelah reli pertama pada 2024 dan koreksi sekitar 60%, pasar telah menyerap tekanan jual dan mulai memasuki fase akumulasi kedua. Berdasarkan model berbasis Fibonacci, Ash memperkirakan reli besar altcoin akan dimulai sekitar akhir 2025.

Analis lain seperti Atlas dan Danny Crypto juga mengamati tanda-tanda serupa. Mereka menyebutkan munculnya golden cross pada kapitalisasi pasar altcoin dan mencatat bahwa Juli menjadi bulan penting dalam siklus sebelumnya, termasuk altseason besar pada 2017 dan 2021.

Ethereum: Kompas Tren Pasar Altcoin

Ethereum secara historis telah menjadi indikator utama bagi pasar altcoin. Reli ETH pada 2017 dan 2021 terbukti menjadi pendorong bagi lonjakan harga di berbagai token lain. Dengan dominasi Ethereum dalam sektor DeFi, NFT, dan Layer-2, performa ETH seringkali menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan.

Saat ini, aktivitas on-chain menunjukkan adanya akumulasi besar oleh pemegang besar (whales), diperkuat oleh aksi beli institusi seperti BlackRock. Data ini memperkuat narasi bahwa Ethereum berperan penting dalam memulai siklus reli berikutnya.

Masuknya institusi besar seperti BlackRock dan struktur teknikal yang mengarah pada potensi breakout membuat Ethereum menjadi pusat perhatian dalam potensi altseason berikutnya. Jika pola historis terulang, maka pasar bisa saja menyaksikan lonjakan besar di akhir tahun 2025, dipimpin oleh Ethereum sebagai pemicu utama momentum altcoin.

Baca juga: Altcoin Anjlok Saat AS Serang Iran, Pasar Kripto Alami Likuidasi Besar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melonjak, Target $4.000 di Depan Mata

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah sempat menyentuh titik terendah lokal di $2.177 pada akhir pekan lalu. Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar level $2.412, mengikuti pemulihan yang lebih luas dari pasar kripto global.

Meskipun secara mingguan masih mencatatkan penurunan sekitar 2,9%, dan 2,4% dalam dua pekan terakhir, para analis melihat potensi bullish yang mulai terbentuk kembali, dengan target harga ambisius yang kembali mencuat: $4.000.

EMA 50 Hari Jadi Kunci Pergerakan Ethereum

Menurut analis dari CryptoQuant, İbrahim COŞAR, Ethereum kini berada di fase penting yang dapat menentukan arah pergerakan selanjutnya. Fokus utamanya tertuju pada Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, sebuah indikator tren teknikal yang sering dijadikan acuan oleh para trader profesional.

Dilaporkan Newsbtc, COŞAR menilai, jika ETH mampu menembus dan mempertahankan posisinya di atas EMA 50 hari, maka harga berpotensi terdorong naik ke $2.800 dalam waktu dekat. Bahkan, jika tekanan beli terus meningkat, harga dapat kembali menyentuh dan melampaui $4.000—angka yang menjadi puncak sebelumnya dalam siklus pasar ini.

“Untuk konfirmasi breakout, Ethereum harus menutup candle harian secara konsisten di atas kisaran $2.500–$2.600,” tulis COŞAR dalam laporannya. Ia juga menambahkan bahwa ETH pernah menunjukkan reli kuat dari zona konsolidasi serupa, yakni antara $2.100 dan $2.800, menuju $4.000.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 26 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Arus Masuk $4 Miliar di ETF Ethereum Spot, Dipimpin BlackRock

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa faktor eksternal seperti kondisi geopolitik dan ekonomi makro—terutama yang melibatkan AS, Israel, dan Iran—masih dapat memicu volatilitas. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak menggunakan leverage berlebihan.

Proyeksi Lebih Optimis: ETH Bisa Capai $8.500?

Sementara itu, analis pasar kripto Javon Marks menawarkan pandangan yang lebih agresif. Dalam analisis teknikal terbarunya, ia menyebut bahwa ETH telah berhasil menembus garis tren menurun jangka menengah, yang biasanya menandakan pembalikan arah menuju tren naik yang lebih kuat.

Marks memperkirakan Ethereum dapat mengalami kenaikan hingga 81% dari posisinya saat ini, dengan target utama di $4.811,71. Bahkan, bila momentum pasar tetap kuat, ETH bisa melonjak hingga 77% lebih lanjut—menuju level $8.557,68.

Tentu saja, proyeksi ini bersifat spekulatif dan belum menjadi kepastian. Namun, pergerakan grafik dan tren historis mendukung pandangan bahwa struktur pasar Ethereum tengah menguat, dan peluang tren naik terbuka lebar.

Analisis harga Ethereum. | Sumber: İbrahim COŞAR di CryptoQuant Quicktake.
Analisis harga Ethereum. | Sumber: İbrahim COŞAR di CryptoQuant Quicktake.

Sentimen Pasar Berubah Positif, Tapi Tetap Waspada

Terlepas dari fluktuasi harga yang masih cukup tinggi, sentimen pasar terhadap Ethereum tampaknya kembali membaik. Aktivitas “whale” atau pemegang besar juga meningkat tajam, dengan pembelian ETH senilai lebih dari $422 juta dalam kurun waktu sebulan terakhir, menurut laporan terbaru.

Hal ini menunjukkan kepercayaan investor besar terhadap potensi jangka menengah dan panjang Ethereum. Namun, sebagaimana peringatan dari para analis, volatilitas pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh berita eksternal dan kebijakan global.

Kebangkitan Ethereum menuju $4.000 bukan lagi sekadar impian, melainkan skenario yang semakin realistis jika kondisi teknikal dan fundamental mendukung. Namun, investor perlu tetap cermat dalam membaca tren dan memitigasi risiko, mengingat potensi guncangan pasar yang bisa datang kapan saja.

Baca juga: Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Masuk $4 Miliar di ETF Ethereum Spot, Dipimpin BlackRock

Exchange Traded Fund (ETF) Ethereum spot di Amerika Serikat mencetak tonggak penting dengan mencatatkan arus masuk bersih kumulatif lebih dari $4 miliar per 23 Juni 2025. Capaian ini diraih hanya 11 bulan setelah peluncurannya pada 23 Juli 2024, menunjukkan antusiasme pasar terhadap produk investasi berbasis aset kripto yang makin matang.

Setelah butuh 216 hari perdagangan untuk mencapai arus masuk senilai $3 miliar, ETF Ethereum spot menambahkan $1 miliar berikutnya hanya dalam 15 sesi perdagangan—periode yang mewakili hanya 6,5% dari total 231 hari perdagangan tetapi menyumbang 25% dari total arus dana sejak debutnya.

Dominasi BlackRock dan Perlambatan Grayscale

Dilaporkan Cryptoslate, pemain utama dalam pertumbuhan ini adalah iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock, yang memimpin pasar dengan arus masuk bruto mencapai $5,31 miliar. Di belakangnya, Fidelity (FETH) mencatat arus masuk sebesar $1,65 miliar, disusul oleh Bitwise (ETHW) dengan $346 juta.

Sementara itu, Grayscale yang mengonversi produk lamanya (ETHE) menjadi ETF, justru mencatat arus keluar sebesar $4,28 miliar, meskipun perlambatan penukaran Grayscale turut membantu mendorong arus agregat ETF Ethereum ke arah positif.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Biaya Rendah dan Rebalancing Portofolio Jadi Daya Tarik

Faktor pendorong lonjakan arus masuk ini berasal dari kombinasi biaya manajemen rendah, kekuatan hubungan institusional, dan strategi alokasi multi-aset yang berkembang. ETHA dan FETH sama-sama mengenakan biaya 0,25%, jauh lebih kompetitif dibanding ETHE milik Grayscale yang membebankan biaya 2,5%.

Laporan dari CoinShares menyebut bahwa sejumlah pengelola kekayaan mulai memasukkan Ethereum ke dalam portofolio sebagai bagian dari diversifikasi strategis, bukan sekadar spekulasi aset digital. Tren ini juga diperkuat oleh panduan dari IRS terkait perlakuan pajak atas pendapatan staking dalam struktur ETF, yang menambah kepercayaan institusional terhadap produk ini.

Dengan batas waktu pelaporan kuartalan Formulir 13F yang jatuh pada pertengahan Juli, publik akan segera mengetahui apakah lonjakan ini turut didorong oleh peningkatan alokasi dari manajer investasi profesional. Saat ini, ETF Ethereum spot masih didominasi oleh investor ritel, dengan institusi besar hanya menguasai sekitar 33% dari total aset per 31 Maret lalu—menandakan masih adanya ruang pertumbuhan yang luas di sektor ini.

Baca juga: Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Menguat 2,7%, Didorong Ekspektasi Gencatan Senjata Iran–Israel

Harga Dogecoin (DOGE) naik sekitar 2,7%, seiring tren positif pada investor global yang berharap gencatan senjata antara Iran dan Israel dapat terjaga.

Kenaikan ini terjadi di saat Bitcoin mulai menembus kisaran $106.700 dan Ethereum kembali ke level $2.460.

Apa yang Mendorong Naiknya DOGE?

  1. Risiko geopolitik mereda
    Pernyataan mantan Presiden Trump mengenai “ceasefire brokered by Trump” menciptakan optimisme di pasar risiko, termasuk kripto, karena sebagian investor mulai keluar dari aset safe-haven seperti emas menuju aset spekulatif seperti DOGE.
  2. Dominasi saham kripto meningkat
    Sentimen risk-on membuat Bitcoin menguat dan menarik vast capital into crypto-aset secara umum, mendongkrak permintaan DOGE bersama ETH.
  3. Likuidasi posisi short
    Pergerakan reli ini menyebabkan likuidasi posisi short senilai ratusan juta USD, memperkuat momentum DOGE dan altcoin lainnya.

Baca Juga: Dogecoin Bertahan di Zona $0,142-$0,160: Siap Recovery?

Pergerakan Harga & Dinamika Pasar

Menurut laporan Benzinga pada Rabu (26/6), harga Bitcoin (BTC) naik 1,67% ke ~$106.713. Sementara itu, Ethereum (ETH) naik 2,73% menuju $2.466, Dogecoin (DOGE) mengalami lonjakan 2,73% ke sekitar $0,1668.

Dominasi Bitcoin juga naik menjadi 64,5%, meski ada sedikit koreksi dari Ethereum. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus masuk ke pasar kripto kembali mengalir deras.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 25 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Arahan Teknical & Rekomendasi

Zona Support & Resistance

  • Support harian DOGE: $0,162–$0,164
  • Resistance awal: $0,170
  • Target lanjutan: Jika berhasil menembus $0,17 dengan volume tinggi, peluang menuju $0,18–0,20 terbuka luas.

Strategi Pelaku Pasar

  • Trader harian: Beli di $0,162–$0,164, target $0,17; pasang stop-loss di bawah $0,160
  • Swing trader: Entry di atas $0,17 jika breakout dipastikan, target berikutnya $0,18–$0,20
  • Investor jangka menengah: Arus masuk risk-on bisa berpotensi memicu rotasi modal lanjutan ke memecoin mid-cap seperti DOGE

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  1. Gencatan senjata rapuh
    Walaupun semangat optimisme meningkat, pelanggaran perang masih bisa terjadi, dan ini bisa mendorong sentimen market secara drastis.
  2. Korelasi tinggi dengan BTC/ETH
    DOGE cenderung bergerak seiring arah Bitcoin/Ethereum. Jika BTC koreksi, DOGE berisiko turun lanjutan.
  3. Volatilitas tinggi
    Meskipun reli jangka pendek menarik, Dogecoin tetap rawan koreksi tajam. Manajemen risiko dan stop‑loss sangat penting.

Baca Juga: Harga Dogecoin Turun 30%: Meniru Pola 2021, Sinyal Deja Vu?

Dogecoin saat ini mendapat momentum positif karena optimisme pasar seiring potensi gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Kenaikan 2,7% di bawah support teknikal dan likuidasi posisi short menambah peluang rebound menuju $0,17–$0,18. Namun, risiko tetap tinggi terutama jika side konflik kembali memanas atau Bitcoin/Ethereum melemah.

Trader bisa memainkan sistem range trading atau breakout, tapi penting untuk tetap memantau kestabilan geopolitik dan volume pasar jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Fokus Trader 2025: Web3 AI, ETH, LINK, & ARB Jadi Altcoin Pilihan

Pasar altcoin terus berkembang pesat di tahun 2025, meninggalkan status lamanya sebagai sekadar “alternatif Bitcoin.” Dengan total kapitalisasi yang telah menembus $1,23 triliun atau sekitar 39% dari seluruh pasar kripto, perhatian investor kini semakin terarah pada proyek-proyek seperti Ethereum (ETH), Arbitrum (ARB), Chainlink (LINK), dan pendatang baru Web3 AI ($WAI). Keempat proyek ini menonjol berkat inovasi, utilitas, dan dukungan komunitas yang semakin menguat.

Mari kita telaah mengapa masing-masing dari mereka berpotensi menjadi kripto teratas di tahun ini.

1. Web3 AI: Inovasi Cerdas untuk Dunia Kripto

Menurut Crypto Economy, Web3 AI hadir dengan pendekatan berbeda: bukan hanya sebagai token, tetapi sebagai ekosistem AI yang menawarkan alat bantu nyata untuk aktivitas kripto. Platform ini menyediakan fitur seperti perdagangan otomatis berbasis AI, pelacakan risiko pintar, serta saran portofolio yang dipersonalisasi—menjadikannya solusi menyeluruh bagi pemula dan profesional.

Yang membedakan Web3 AI dari proyek lain adalah infrastruktur rantai bloknya sendiri yang cepat dan kompatibel dengan aplikasi Web3 lainnya. Ini memberi keunggulan dalam skalabilitas dan kecepatan integrasi.

Dengan prapenjualan yang kini menembus $8,4 juta dan harga token hanya $0,000443, Web3 AI menjadi opsi menarik di tahap awal. Kombinasi harga rendah, roadmap solid, serta utilitas tinggi menjadikan proyek ini salah satu nama paling menjanjikan untuk tahun 2025.

2. Ethereum: Pilar Kontrak Pintar yang Tetap Stabil

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Altcoin Anjlok Saat AS Serang Iran, Pasar Kripto Alami Likuidasi Besar

Sebagai pionir dalam teknologi smart contract, Ethereum masih menjadi fondasi bagi banyak inovasi kripto. Penggunaan Ethereum menjangkau sektor DeFi, NFT, hingga Layer-2 seperti Arbitrum. Peralihan ke mekanisme Proof of Stake (PoS) dan persetujuan ETF spot pada 2024 telah menambah daya tariknya bagi institusi.

Meski harga ETH pada Juni 2025 berada di kisaran $2.571—turun 32% dari awal tahun—banyak analis masih optimistis akan pemulihan ke level $2.900. Ethereum adalah pilihan stabil dengan reputasi kuat, meskipun mungkin tidak menyajikan pertumbuhan secepat proyek baru.

3. Arbitrum: Meningkatkan Teknologi, Harga Belum Menyusul

Pergerakan harga Arbitrum (ARB/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Arbitrum (ARB/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Arbitrum terus menunjukkan kekuatan sebagai solusi penskalaan Ethereum. Dukungan dari proyek DeFi besar seperti GMX dan Uniswap memperkuat reputasinya. Tahun ini, peluncuran protokol BoLD meningkatkan keamanan jaringan melalui sistem anti-penipuan yang lebih canggih.

Namun, harga ARB saat ini di kisaran $0,34, turun 53% sepanjang tahun, menunjukkan ketertinggalan harga dibanding fundamental teknologinya. Meski begitu, analis masih berharap ARB bisa naik hingga $0,69 jika sentimen pasar membaik.

4. Chainlink: Menjembatani Dunia Nyata dan Blockchain

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Token FUN Melonjak di Tengah Lesunya Pasar Altcoin

Sebagai penyedia oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan kontrak pintar mengakses data dunia nyata secara andal. Teknologinya kini mendukung lebih dari 2.300 dApps di 15 jaringan blockchain. Kolaborasi dengan institusi besar seperti SWIFT serta bank sentral Brasil dan Eropa menegaskan posisinya dalam sistem keuangan global.

Dengan harga LINK saat ini di $13,63, meskipun turun 14% sepanjang tahun, analis memperkirakan potensi kenaikan hingga $32. Peluncuran fitur staking terbaru juga memperkuat insentif bagi pemegang jangka panjang.

Siapa yang Berpotensi Menjadi Juara di Tahun 2025?

Ethereum, Arbitrum, dan Chainlink tetap menjadi tulang punggung ekosistem kripto dengan infrastruktur yang kokoh dan jaringan pengguna yang luas. Namun, Web3 AI menawarkan sesuatu yang segar dan praktis: alat bantu nyata yang didorong oleh kecerdasan buatan, harga masuk yang rendah, dan pertumbuhan komunitas yang cepat.

Di antara banyak pilihan altcoin, Web3 AI tampil beda dengan memadukan teknologi mutakhir, momentum pasar, dan kebutuhan nyata para pengguna. Jika tren saat ini berlanjut, Web3 AI bisa jadi bintang baru di portofolio para investor kripto pada tahun ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Kuat, Harga Ethereum Tembus $2.350

Ethereum (ETH) kembali menunjukkan kekuatannya usai rebound lebih dari 8%, berhasil menembus resistance krusial di $2.350.

Menurut laporan terbaru dari NewsBTC pada Selasa (24/6), terdapat beberapa faktor pemicu kenaikan ini dan berpotensi menimbulkan efek domino di Masa depan.

Pemantik Rebound dari $2.120

Rebound ini bermula saat ETH mempertahankan support penting di $2.120, yang berfungsi sebagai dasar rebound teknikal utama. Pendorong momentum tersebut antara lain:

  • Penembusan area resistance di $2.200–$2.250 dan 100-hourly SMA.
  • Breakout garis downtrend yang menahan selama beberapa hari, tepat di $2.240 pada grafik satu jam.
  • Penembusan Fibonacci 61,8% dari rentang tertinggi-ke-terendah sebelumnya ($2.568 menjadi $2.114).

Ketiga konfirmasi teknikal ini menjadi sinyal kuat bahwa tren pemulihan mulai membentuk.

Level Resistance Berikutnya: $2.460–$2.500

Pergerakan saat ini menunjukkan ETH berkonsolidasi di $2.300–$2.350, dengan target jangka pendek di berikutnya:

  1. Resistance pertama di $2.440–$2.460, mendekati level Fibonacci 76,4%.
  2. Jika breakout, jalan terbuka untuk menyentuh $2.500, dan bila momentum bull bertahan, potensi hingga $2.550$2.650 dalam beberapa sesi ke depan.

Baca Juga: Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Risiko Koreksi Kembali

Namun, jika ETH gagal menembus $2.460, potensi koreksi kembali terbuka dengan support penting di:

  • Potensi harga Ethereum di rentang $2.340–$2.320,
  • Jika area tersebut tembus → target berikut di $2.250, dan
  • Jika break lebih dalam → $2.150, menyentuh kembali area support awal di $2.120.

Indikator MACD harian sudah mulai kehilangan momentum bullish, dan RSI baru naik di atas 50 yang menandakan ruang kenaikan masih ada, namun potensi pelemahan juga perlu diantisipasi.

Rangkuman Level & Strategi

Area Signifikansi Rekomendasi
$2.350–$2.360 Konfirmasi breakout awal Entry perlahan; target awal di $2.440–$2.460
$2.460–$2.500 Resistance kuat Jika tembus, pertimbangkan target tambahan hingga $2.650
$2.320–$2.340 Support jangka pendek Entry jika rebound; gunakan stop-loss di bawah $2.320
$2.120–$2.150 Support utama Jika kembali ke area ini, peluang rebound lebih besar

Outlook dan Tips untuk Trader/Investor

  1. Trader jangka pendek: Entry beli di $2.350–$2.360 dengan target $2.440–$2.500; stop-loss di $2.320.
  2. Swing trader: Simak reaksi ETH di resistance 2.460; breakout dengan volume bisa membuka peluang lebih tinggi.
  3. Investor jangka menengah: Konsolidasi di atas $2.350–$2.400 memberi sinyal pemulihan, tapi tetap antisipasi koreksi jika kondisi makro memburuk.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

Ethereum menunjukkan rebound teknikal yang signifikan berdasarkan breakout di $2.350 dan beberapa konfirmasi teknikal positif. Resistance utama berikutnya berada di kisaran $2.460–$2.500. Penembusan sukses bisa mempercepat kenaikan menuju $2.550–$2.650.

Namun bila momentum melemah, peluang koreksi kembali ke tingkat support solid $2.320–$2.120 harus diantisipasi.

Gerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan menembus level resistance kritikal serta konfirmasi indikator teknikal yang solid.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Terkoreksi, Mengapa Whale Ogah Angkat Kaki?

Meskipun harga Ethereum (ETH) terkoreksi dan membentuk pola double-top yang mirip dengan level puncak siklus 2021, data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa para whales besar justru tidak mengalirkan aset mereka ke luar exchange. Sebaliknya, mereka tetap bertahan di on-chain.

Pada tahun 2021, saat Ethereum menyentuh harga tertingginya, terlihat lonjakan transaksi keluar dari exchange, menandakan profit-taking besar-besaran.

Tapi kali ini, tidak muncul pola serupa. Outflows besar seperti dulu belum terlihat, yang menunjukan sikap “bertahan” di kalangan besar.

Whales Tetap On‑Chain: Sinyal Kepercayaan atau Strategi?

Karena tidak terlihat exit, analis berasumsi:

  1. Keyakinan jangka panjang tinggi – kemungkinan tailwinds dari ETF dan faktor makro mendorong optimisme.
  2. Cengkeraman posisi strategis – tidak ada panik terdorong tekanan harga, whales tetap hold.
  3. Indikator jangka menengah memperhatikan – perilaku ini menjadi sinyal bahwa bulls mungkin belum menyerah.

Baca Juga: ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

Data Tambahan: Akumulasi Besar dan Turunnya Supply di Exchange

  • Sebelumnya AInvest mencatat whales mengakumulasi 1,29 juta ETH baru-baru ini, secara signifikan mengurangi pasokan di exchange – sebuah indikasi penting adanya akumulasi.
  • Selain itu, whales juga menambahkan 1,49 juta ETH atau setara $3,8 miliar selama Juni, sementara dana masuk ETF spot mencapai $1,37 miliar.

Ini berarti dua kekuatan sedang bersaing di pasar:akumulasi dari whales on-chain versus minat institusi lewat ETF.

Namun, Waspadai Profit-Taking Sekali Lagi

Meskipun whales saat ini terlihat tenang, sinyal dari profit-taking kedua muncul dalam beberapa laporan Coindoo.

Mereka mewanti-wanti bahwa pada tahap initial rebound, para holder besar bisa mulai mengambil keuntungan lagi. Itu artinya, harga bisa kembali terkoreksi jika aksi jual besar muncul.

Outlook Pasar & Strategi

Kondisi Pasar Indikasi Strategi
Akumulasi & supply turun Persiapan jangka panjang; crypto bisa rebound kuat pada break key resistance.
Profit-taking dari whales Potensi selling pressure saat rebound awal terjadi.
Resistensi teknikal (sekitar $2.681) Konfirmasi breakout di atas level ini akan membuka jalan ke $3.000+.

Trader dan investor disarankan untuk:

  • Waspadai area resistensi teknikal sebagai titik exit dan pivot.
  • Pantau data on-chain seperti outflows dan penurunan supply di exchange.
  • Perhatikan pertarungan antara akumulasi whales dan potensi profit-taking.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 23 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis

Meski struktur grafik Ethereum menyerupai puncak siklus sebelumnya, para whales kali ini belum menunjukkan tanda-tanda keluar aset (exit).

Sebaliknya, mereka masih on-chain, sementara sebagian besar institusi terlihat memasuki pasar melalui ETF.

Hal ini mencerminkan sikap optimisme, namun tetap disertai kehati-hatian, terutama jika indikator profit-taking kembali muncul.

Pasar jangka pendek bisa menghadapi fluktuasi, tetapi bagi investor jangka menengah, inilah momentum penting untuk mencermati apakah Ethereum akan menembus resistensi utama atau kembali terkoreksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Ethereum Anjlok, Harga ETH Terjun di Bawah $2.400

ETF spot Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar sebesar lebih dari $11 juta pada Jumat (20/6), menjadikannya arus keluar harian terbesar sejak pertengahan Mei. Arus keluar ini terjadi menjelang penurunan harga Ether (ETH) yang jatuh di bawah level $2.400 pada Sabtu sore.

Penurunan ini dipimpin oleh dana ETHA milik BlackRock yang mencatat arus keluar sebesar $19,7 juta. Meskipun begitu, dana tersebut masih menjadi yang terbesar di pasar dengan total aset kelolaan (AUM) senilai $4,03 miliar—sedikit lebih tinggi dari gabungan dua dana milik Grayscale, yaitu ETHE dan ETH, yang total AUM-nya mencapai $4,02 miliar, berdasarkan data dari SoSoValue.

Baca juga: Ethereum Dekati Level Baru? Open Interest Melonjak, Pasar Optimis

Arus Masuk ETF Ethereum

Beberapa arus masuk juga tercatat, seperti dana ETH milik Grayscale yang menerima tambahan $6,6 juta dan dana ETHV milik VanEck yang mencatat arus masuk sebesar $1,8 juta. Adapun total AUM ETHV saat ini berada di angka $114,8 juta.

Harga ETH telah turun sekitar 5% dalam tujuh hari terakhir, menurut data dari halaman Harga Ethereum milik The Block, dengan penurunan signifikan hingga di bawah $2.400 pada akhir pekan.

Meski sempat mengalami tekanan, ETF Ethereum secara kumulatif masih membukukan arus masuk bersih sekitar $840 juta sepanjang bulan Juni. “Data menunjukkan lembaga tetap konstruktif terhadap prospek jangka menengah kripto, tetapi fase pengejaran Ethereum tampaknya telah berakhir,” ujar Valentin Fournier, Analis Riset Utama di BRN, kepada The Block.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 22 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

ETF Bitcoin Masih Kuat

Di sisi lain, ETF spot Bitcoin justru mencatat rekor arus masuk bersih kumulatif baru selama lima hari perdagangan berturut-turut, dengan total mencapai $46,7 miliar hingga Jumat. Meskipun arus masuk pada hari yang sama hanya sebesar $6,4 juta—terendah sejak 6 Juni—IBIT milik BlackRock mencatat arus masuk $46,9 juta, sementara dana FBTC milik Fidelity mengalami arus keluar sebesar $40,6 juta.

ETF Bitcoin spot kini mencakup sekitar 25% dari volume perdagangan Bitcoin global. Namun, aktivitas transaksi di jaringan blockchain Bitcoin justru berada pada titik terendah dalam 18 bulan terakhir. Inisiatif berbasis Bitcoin seperti protokol Runes dan Ordinals sejauh ini belum menunjukkan dampak signifikan terhadap permintaan pasar.

Harga Bitcoin tercatat turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir menurut data The Block.

Baca juga: Ethereum Luncurkan Web3SOC: Standar Keamanan Baru DeFi


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Merosot Tajam Hingga 24%, Apa yang Terjadi?

Harga Solana (SOL) mengalami penurunan lebih dari 3 % dalam 24 jam terakhir dan sekitar 24 % dari puncaknya di level $188.

Menanggapi kondisi tersebut, Analisis dari Coindoo dan Cointelegraph menunjukkan beberapa faktor utama pemicu koreksi ini.

1. Uji Support Fib & Tekanan Jual

  • SOL kini menguji level support penting di $142, area 50 % Fibonacci dari reli sebelumnya, setelah turun dari US$188.
  • Bila level ini tembus, support selanjutnya berada di zona $135–$131 (“Golden Pocket”) dan $126, sebagai benteng terakhir.
  • Gagal rebound di wilayah ini bisa memicu koreksi lebih dalam menuju $126.

Baca Juga: MemeStrategy Akuisisi Solana, Saham Melonjak 28%

2. Unlock Token & Minimnya Kepercayaan

  • Menurut Cointelegraph, lebih dari 3,5 juta SOL senilai sekitar $600 juta dijadwalkan terbuka antara Juni–Agustus. Token ini berasal dari aset FTX/Alameda, yang dijual di harga sekitar $64 dan bisa meningkatkan tekanan jual.
  • Pembukaan token ini meningkatkan suplai di pasar dan mengurangi ekspektasi bullish jangka pendek.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 21 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

3. Memecoin di Ekosistem SOL Depresiasi

  • Tren turun pada meme coin seperti TRUMP dan FARTCOIN memicu tekanan pada ekosistem Solana dan volume perdagangan token ini.
  • MEV (Maximum Extractable Value) dan rug-pull proyek kecil menciptakan persepsi risiko, menyedot kepercayaan pengguna.

4. Rotasi Modal & Dump Institusional

  • Pergerakan investor institusional tercermin dari penurunan premium futures di bawah harga spot yang menunjukkan menurunnya kepercayaan dan arus keluar modal.
  • Laporan CoinDesk juga mencatat “midnight sell-off” institusional SOL (~4,5 % dalam satu hari), menandakan penurunan minat institusional dalam jangka pendek.

5. Indikator On‑Chain & Teknis

  • Volume perdagangan dan biaya transaksi di jaringan Solana tetap tinggi yang melebihi Ethereum, tetapi ini belum cukup untuk menahan tekanan harga.
  • Sementara itu, futures open interest besar (~$7,5 miliar) menunjukkan ketahanan pasar, tapi ketidakpastian tetap tinggi.

Level Teknis & Skenario Pergerakan

Level Signifikansi
$142 Support penting (Fib 0.5). Rebound kuat bisa bawa SOL ke $159–$170.
$135–$131 “Golden Pocket” – support intensif jangka menengah .
$126 Garis pertahanan terakhir; tembus ini ancam tren naik jangka menengah.
$170–$180 Area target rebound jika support bertahan dan muncul katalis (ETF, EV).

Strategi untuk Investor & Trader

  • Swing traders: Siapkan posisi “buy the dip” di $135–$142 dengan stop-loss di bawah $126.
  • Investor jangka menengah: Pertimbangkan akumulasi saat terjadi token unlock, tapi waspadai timing jual besar.
  • Pantau on‑chain: Data futures, volume, serta aktivasi token besar harus diikuti ketat untuk menghindari risiko besar.

Baca Juga: Gradient Network Dapatkan US$10 Juta untuk AI di Solana

Solana tiba di titik kritis. Tekanan dari unlock token besar, kerusakan reputasi akibat ekosistem rug-pull, dan penurunan minat institusional semua menekan harga.

Namun, aktivitas on‑chain yang masih solid memberi kemungkinan rebound jika support Fib di $142–$131 bertahan.

Trader dan investor disarankan untuk menunggu ada reaksi kuat dari level tersebut—karena rebound bisa jadi momentum signifikan atau sebaliknya membuka pintu terhadap koreksi lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com