Tag Archives: ethereum

Ethereum Siap Meledak? Kunci Q4 2025: ETF dan Regulasi

Kuartal keempat 2025 diprediksi menjadi titik balik penting bagi dunia kripto, khususnya untuk Ethereum (ETH).

Dalam laporan terbaru dari CryptoSlate, penggabungan antara lonjakan arus masuk ke ETF kripto dan upaya kolaborasi regulasi antara lembaga pengawas AS menjadi sinyal bahwa pasar aset digital tengah memasuki fase integrasi lebih mendalam dengan keuangan tradisional.

Arus Masuk ETF & Rotasi Modal Institusional

Salah satu indikator paling jelas dari perubahan struktural adalah arus masuk dana institusional melalui ETF Bitcoin dan Ethereum.

Menurut data dari Farside Investors, Bitcoin ETF menarik dana bersih sebesar $2,56 miliar USD sepanjang September, membalikkan tren keluarnya modal (net outflows) di bulan Agustus.

Nilai kumulatif arus masuk ETF Bitcoin pun naik mendekati $56,8 miliar USD per 26 September.

Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

Ethereum pun mengalami dinamika menarik: di bulan Agustus, arus masuk ke ETF Ethereum meningkat dari $9,65 miliar menjadi $13,54 miliar yang dipicu reli harga ETH sebesar 19% dan rekor tertinggi baru.

Namun, di September, sedikit terjadi koreksi arus dengan catatan arus keluar sekitar $389 juta USD, menjadikan total aliran sebesar $13,155 miliar per 26 September.

Meskipun begitu, sisi harga menunjukkan kekuatan struktural Ethereum. Setelah penurunan tajam pada 25 September sebesar 6,7%, ETH mampu pulih cepat dari level di bawah $4.000, memperlihatkan permintaan pasar yang masih solid di tengah rotasi modal ke Bitcoin.

Selain itu, data dari CoinGlass menunjukkan bahwa cadangan ETH di bursa mencapai titik terendah satu tahun, yakni 13,03 juta ETH pada 29 September, turun dari 15,48 juta ETH di awal Agustus.

Penurunan ini menandakan bahwa banyak pemegang ETH menarik token mereka dari bursa yang kemungkinan untuk penyimpanan (custody) jangka panjang, alih-alih menjualnya saat ada tekanan pasar.

Regulasi: Dari Kebingungan Menuju Koordinasi

Lebih penting lagi dari aspek arus modal adalah evolusi regulasi AS yang kini bergerak menuju kerjasama antara SEC dan CFTC.

Setelah bertahun-tahun interpretasi yang tumpang tindih dan ketidakpastian hukum, kedua lembaga ini mulai menyelaraskan pendekatan mereka terhadap industri kripto.

Momen penting datang pada 17 September, ketika SEC menyetujui standar listing generik bagi trust berbasis komoditas di Nasdaq, Cboe, dan NYSE, sebuah langkah yang mempercepat penerimaan ETF kripto tanpa proses ulasan panjang seperti sebelumnya.

Sejak Februari, CFTC sudah memulai pilot program terkait penggunaan tokenized collateral (seperti stablecoin) di pasar derivatif yang diatur.

Di sisi lain, staf dari SEC dan CFTC mulai mengadakan diskusi koordinatif sejak Maret, dan di bulan Juli, SEC meluncurkan “Project Crypto” untuk memperbarui aturan sekuritas agar lebih sesuai dengan aktivitas blockchain.

Pada September, berbagai pengumuman bersama memperkuat momentum ini: staf gabungan menyatakan bahwa bursa terdaftar dapat menawarkan produk spot kripto, inisiatif token collateral CFTC diumumkan, dan rencana untuk “innovation exemption” diluncurkan.

Keterpaduan ini memuncak pada diskusi panel bersama pada 29 September, membahas jam perdagangan lebih lama, kerangka margin portofolio, dan perlindungan DeFi.

Kehadiran sinergi ini menandai pergeseran paradigma: regulasi kripto tidak lagi dianggap sebagai penghalang semata, tetapi sebagai katalis untuk adopsi institusional yang bertanggung jawab.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 30 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Era Baru Pasar Kripto & Ethereum

Di masa lalu, siklus pasar kripto sering dikaitkan dengan siklus “halving” Bitcoin setiap empat tahun.

Namun, menurut pengamat dari Bitwise, fenomena itu kini mulai kehilangan pengaruh dalam dunia yang semakin matang, di mana partisipasi institusional semakin dominan.

Dalam konteks ini, kuartal IV 2025 bukan sekadar rally sirkuler, melainkan transformasi struktural.

Kehadiran institusi besar, kebijakan yang lebih jelas, dan aset kripto yang lebih siap secara teknis mengaburkan batas antara kripto dan keuangan tradisional.

Ethereum dengan segala potensinya: smart contract, DeFi, interoperabilitas yang berada di posisi strategis untuk menjadi salah satu jembatan utama dalam integrasi ini.

ETF kripto kini semakin responsif terhadap kebijakan moneter, sedangkan arus masuk institusional memperkuat hubungan antara pasar tradisional dan aset digital.

Di sisi yang sama, regulasi yang harmonis memberikan kepastian hukum bagi inovator dan pemodal sekaligus menurunkan hambatan adopsi institusional.

Jika momentum ini tetap terjaga, Ethereum (dan Bitcoin) bukan lagi sekadar aset spekulatif: mereka bisa menjadi bagian integral dari sistem keuangan global.

Kuartal IV 2025 bisa jadi tonggak sejarah yang menandai era baru — di mana kripto dan institusi keuangan berjalan berdampingan dalam realitas pasar yang lebih matang, stabil, dan terintegrasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

Sebagai salah satu pengelola aset terbesar di dunia, langkah BlackRock dalam pasar kripto senantiasa mendapat sorotan.

Baru-baru ini, data menunjukkan bahwa selama lima hari perdagangan terakhir, BlackRock telah membuang Ethereum senilai mendekati $250 juta melalui dana ETF spot mereka.

Kontan, ini dinilai sebagai sebuah aksi besar yang mengundang pertanyaan tentang arah investasi institusional terhadap Ethereum.

Kapan & Berapa Banyak?

Menurut data aliran ETF Ethereum spot yang dirangkum oleh Finbold pada Senin (29/9), dana ETHA ETF yang dikelola BlackRock mengalami outflow besar pada pekan yang berakhir 26 September 2025.

Puncak penjualan terjadi pada 26 September, ketika dana tersebut melepas hampir $200 juta dalam satu hari, angka terbesar dalam rentang periode tersebut.

Sebelumnya, pada 24 September, terjadi penarikan $26,5 juta, dan pada 22 September, sekitar $15,1 juta. Jika dijumlahkan, total net sales dalam pekan itu mencapai $241,5 juta dari BlackRock saja.

Aksi ini tidak berdiri sendiri — keseluruhan pasar ETF Ethereum juga mencatat pengeluaran besar. Produk seperti Fidelity FETH, Grayscale ETHE, Bitwise ETHW, serta dana dari VanEck, Franklin, 21Shares, dan Invesco turut mengalami aliran keluar signifikan.

Jika diakumulasikan, terdapat lebih dari $766 juta dana keluar dari ETF Ethereum dalam lima hari tersebut.

Motif Dibalik Pelepasan ETH

Berbagai spekulasi muncul mengenai motif di balik aksi ini. Beberapa faktor yang mungkin mendorong keputusan BlackRock:

  1. Rebalancing portofolio & pengamanan laba
    Setelah reli harga signifikan, institusi cenderung merealisasikan sebagian keuntungan atau mengurangi eksposur ke aset volatil.
  2. Sentimen yang melemah terhadap Ethereum
    Bila pandangan institusional terhadap Ethereum menjadi kurang optimis—karena regulasi, persaingan layer-1, atau stagnasi teknologi—maka keluar dana bisa menjadi manifestasi perubahan strategi.
  3. Dominasi Bitcoin & arus modal ke aset “lebih aman”
    Dengan dominasi Bitcoin yang terus naik, investor institusional mungkin beralih sebagian dari Ethereum ke Bitcoin atau instrumen kripto yang dianggap lebih defensif.
  4. Tekanan teknis & level support yang rentan
    Waktu aksi keluar ini bertepatan dengan perlawanan harga ETH untuk menjaga level support penting. Bila support lemah, institusi mungkin memutuskan mengurangi posisi.

Dampak Terhadap Ethereum & Signal Pasar

  • Tekanan ke level support
    Dengan aksi besar seperti ini, Ethereum berada di ujung pengujian support penting seperti $4.000. Bila support gagal dipertahankan, harga bisa mengalami koreksi lebih dalam.
  • Likuiditas & volatilitas meningkat
    Outflow institusional sebesar ini bisa mempersempit ruang gerak harga ETH, menambah volatilitas—terutama di pasar ETF dan spot.
  • Sinyal “fragilitas” kepercayaan institusional terhadap Ethereum
    Jika institusi sebesar BlackRock mulai mengurangi eksposur ETH secara nyata, sentimen pasar bisa bergeser ke posisi yang lebih hati-hati terhadap altcoin besar.
  • Efek domino pada dana ETF lainnya
    Karena pasar spot ETH sangat terkait dengan produk ETF-nya, aksi satu dana besar bisa memicu reaksi di dana lainnya—baik sebagai pengaruh psikologis maupun aliran keluar komersial.

Prospek & Apa yang Harus Dipantau Selanjutnya

  1. Apakah BlackRock Pulih Posisi?
    Bisa jadi ini hanya langkah sementara. Apakah mereka akan kembali membeli ETH setelah konsolidasi harga? Apakah mereka akan alihkan sebagian ke instrumen lain seperti BTC?
  2. Bagaimana reaksi dana ETF Ethereum lain?
    Aliran keluar massal di satu dana bisa menjadi preseden tekanan bagi dana lain. Perhatikan bagaimana Grayscale, Fidelity, Bitwise merespons di hari-hari mendatang.
  3. Ketahanan support Ethereum
    Jika ETH mampu mempertahankan level support di zona $4.000 atau sedikit di bawahnya, maka pasar mungkin menahan “keterpurukan” lebih dalam. Namun jika support rusak, penurunan signifikan bisa terjadi.
  4. Sentimen global & regulasi
    Keputusan regulasi, kebijakan moneter, dan pergeseran arus modal makro akan sangat memengaruhi apakah institusi kembali tertarik ke Ethereum atau malah melepas lebih jauh.

Baca Juga: Mantan Eksekutif Ripple di BlackRock Prediksi XRP, Bisa Tembus Berapa?

Aksi BlackRock melepaskan sekitar $ 241,5 juta Ethereum dalam seminggu bukanlah sabotase harga, tetapi sinyal institusional yang harus diperhatikan.

Ini menegaskan bahwa sentimen institusional terhadap Ethereum — baik dari sisi ekspektasi keuntungan, ketakutan risiko, maupun alokasi aset sangat mempengaruhi dinamika pasar kripto besar.

Bagi investor ritel maupun pengamat pasar, tindakan ini menggarisbawahi bahwa pasar kripto kini bukan hanya soal hype dan spekulasi, tetapi juga tentang bagaimana institusi besar mengatur strategi masuk-keluar mereka.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Menguat ke Atas $4.100, Sinyal Positif Bagi Pasar Kripto

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan penguatan yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Senin (29/9), harga ETH berada di level $4,111.35 per ETH dengan kapitalisasi pasar mencapai $496.25 miliar.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum mencatat kenaikan sebesar +2,74%, menandai pemulihan penting setelah beberapa pekan terakhir dihantam tekanan jual.

Baca Juga: Koreksi Usai, Harga Ethereum Kembali Menggeliat!

Performa Harga Ethereum dalam Beberapa Periode

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum bergerak dalam rentang harga terendah $3,969.79 hingga tertinggi $4,145.53, yang mencerminkan volatilitas sehat di tengah meningkatnya minat beli.

Walaupun harga saat ini masih berada di bawah rekor tertingginya di $4,953.73, ETH tampak berusaha menguat dengan dukungan sentimen pasar yang mulai membaik.

Jika ditarik lebih panjang, performa Ethereum menunjukkan tren campuran:

  • 30 hari terakhir: turun -5,69% seiring tekanan pasar global.
  • 60 hari terakhir: naik +6,49%, mencerminkan pemulihan bertahap.
  • 90 hari terakhir: menguat tajam +65,46%, menandakan momentum bullish jangka menengah masih terjaga.

Dengan sirkulasi pasokan 120,70 juta ETH dan volume perdagangan harian sebesar $25,42 miliar, Ethereum tetap menjadi salah satu aset paling likuid di pasar kripto.

Faktor yang Mendorong Kenaikan ETH

Beberapa katalis menjadi pendorong utama kenaikan harga Ethereum kali ini:

  1. Korelasi dengan Bitcoin
    Bitcoin yang kembali stabil di atas $110.000 turut membawa sentimen positif bagi altcoin besar, termasuk Ethereum. Pergerakan ETH kerap mengikuti pola BTC, meski dengan volatilitas yang lebih tinggi.
  2. Optimisme Ekosistem DeFi dan NFT
    Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT). Peningkatan aktivitas jaringan memberikan permintaan tambahan bagi ETH sebagai biaya transaksi (gas fee).
  3. Harapan Upgrade Teknologi
    Investor menaruh ekspektasi besar pada roadmap pengembangan Ethereum, termasuk peningkatan skala Layer-2 yang semakin efisien. Hal ini meningkatkan optimisme bahwa Ethereum akan lebih kompetitif dibanding blockchain lain.
  4. Perubahan Sentimen Pasar
    Setelah indeks ketakutan kripto (Crypto Fear & Greed Index) sempat berada di zona “Fear”, pergeseran ke arah “Neutral” memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berkapitalisasi besar seperti ETH.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 29 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski pergerakan ETH saat ini positif, volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai. Beberapa poin penting ke depan adalah:

  • Level Resistensi Kuat: ETH perlu menembus $4,200 sebagai konfirmasi lanjutan tren bullish. Jika berhasil, target jangka pendek berada di kisaran $4,350–$4,500.
  • Support Krusial: Level $3,950 menjadi penopang penting. Jika harga jatuh di bawahnya, ETH berpotensi kembali ke $3,800.
  • Ekspansi Adopsi Institusional: Meningkatnya minat institusi terhadap Ethereum, baik untuk DeFi maupun tokenisasi aset, bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.
  • Persaingan Layer-1: Blockchain alternatif seperti Solana, Avalanche, dan Sui terus berinovasi. Ethereum harus menjaga keunggulannya dalam hal keamanan, desentralisasi, dan pengembangan teknologi agar tidak kehilangan dominasi.

Baca Juga: Panik! Harga ETH Terjun Bebas Dihantam Likuidasi Raksasa!

Penguatan Ethereum di atas level $4.100 memberi sinyal positif bagi pasar kripto setelah periode konsolidasi.

Meski masih berada di bawah puncak tertinggi sepanjang masa, tren jangka menengah menunjukkan momentum bullish tetap terjaga.

Dengan dukungan ekosistem DeFi, inovasi berkelanjutan, dan meningkatnya kepercayaan investor, Ethereum berpotensi melanjutkan kenaikan jika berhasil mempertahankan level support kunci.

Dalam jangka pendek, investor perlu mencermati level teknikal penting serta kondisi makroekonomi global yang dapat memengaruhi pasar aset digital.

Namun secara keseluruhan, Ethereum tetap menjadi salah satu aset paling menjanjikan di tengah kebangkitan pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tersungkur ke $4.015, Bearish Market Semakin Nyata?

Harga Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali melemah pada perdagangan terbaru.

Tokocrypto mencatat pada Minggu (28/9), ETH diperdagangkan di kisaran $4.015,07, turun tipis 0,09% dalam 24 jam terakhir.

Meski koreksi harian terlihat terbatas, jika ditarik dalam perspektif mingguan dan bulanan, penurunan Ethereum cukup signifikan dan mengkhawatirkan.

Baca Juga: Koreksi Usai, Harga Ethereum Kembali Menggeliat!

Tren Penurunan: Dari Harian hingga Bulanan

Dalam 24 jam terakhir, ETH kehilangan sekitar $4,44 atau -0,11%. Namun yang lebih menekan, secara mingguan Ethereum sudah anjlok -10,53%.

Bahkan dalam periode 30 hari terakhir, ETH merosot -9,91%, mencerminkan adanya tren pelemahan yang konsisten.

Meski begitu, jika menengok lebih jauh ke periode 90 hari, ETH sebenarnya masih mencatatkan kenaikan +60,52%.

Artinya, tren bullish besar masih ada, tetapi investor kini menghadapi fase koreksi yang cukup dalam setelah reli panjang sejak pertengahan tahun.

Level Teknis Penting: Dekat Support Psikologis

Dalam konteks perdagangan harian, ETH sempat menyentuh titik terendah di $3.975,76 dan tertinggi di $4.038,45.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar masih berfluktuasi dalam rentang ketat, dengan batas bawah $4.000 menjadi support psikologis utama.

Jika level ini ditembus, para analis menilai ETH berpotensi turun lebih dalam menuju area $3.800 – $3.700, yang merupakan zona support berikutnya.

Sementara itu, resisten terdekat kini berada di $4.100 – $4.150, dan jika mampu ditembus, bisa membuka peluang bagi ETH untuk kembali menantang area $4.300.

Faktor Penyebab Penurunan Harga Ethereum

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu koreksi harga Ethereum dalam sepekan terakhir:

  1. Kondisi Makroekonomi Global
    Pasar kripto masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Kekhawatiran inflasi dan potensi pengetatan moneter membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
  2. Dominasi Bitcoin
    Dominasi pasar Bitcoin terus meningkat, membuat aliran modal ke altcoin seperti Ethereum relatif menurun. Dengan BTC masih bertahan di atas US$109.000, investor lebih memilih bertahan di aset utama dibanding mencari peluang di altcoin.
  3. Tekanan Teknis
    Ethereum gagal mempertahankan level EMA 30 hari di atas $4.400, yang memicu sinyal bearish lanjutan. Selain itu, turunnya volume perdagangan harian menjadi $19,58 miliar, jauh di bawah puncaknya beberapa pekan lalu, memperlihatkan turunnya minat pasar.
  4. Sentimen Negatif Altcoin
    Banyak altcoin mengalami pelemahan bersamaan dengan ETH. Indeks Fear and Greed kripto juga bergerak ke zona “Fear”, yang menekan spekulasi jangka pendek.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 28 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Ancaman atau Peluang?

Meski saat ini dalam tren koreksi, Ethereum tetap menyimpan prospek menarik dalam jangka menengah hingga panjang. Ada beberapa alasan yang mendukung pandangan ini:

  • Ekosistem DeFi dan NFT: Ethereum masih menjadi tulang punggung aplikasi terdesentralisasi (dApps), dengan ribuan proyek yang bergantung pada jaringannya.
  • Ethereum 2.0 (Proof of Stake): Mekanisme konsensus baru terus meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat fundamental jangka panjang.
  • Potensi Institusional: Seiring meningkatnya adopsi kripto oleh lembaga keuangan besar, Ethereum berpeluang tetap menjadi pilihan utama selain Bitcoin.

Namun, investor harus tetap berhati-hati dengan tren jangka pendek. Selama harga belum mampu kembali menembus di atas $4.200 secara konsisten, risiko koreksi lebih dalam tetap terbuka.

Baca Juga: Ethereum Tumbang! Ada Apa di Balik Likuidasi Terbesar Sejak 2021?

Secara keseluruhan, penurunan harga Ethereum ke kisaran $4.015 menandai fase konsolidasi yang penuh ketidakpastian.

Dengan koreksi mingguan mencapai lebih dari 10% dan bulanan hampir 10%, ETH sedang diuji di area support psikologisnya.

Jika mampu bertahan di atas $4.000, peluang rebound ke arah $4.200 masih ada. Namun, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus $3.800, investor harus bersiap menghadapi fase bearish lebih panjang.

Dalam jangka panjang, Ethereum tetap menjadi aset kripto dengan fundamental kuat, tetapi untuk saat ini, pasar tampaknya masih memilih berhati-hati.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi Usai, Harga Ethereum Kembali Menggeliat!

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan harga.

Per 25 September 2025, harga ETH tercatat di $4,023.87 per koin, dengan kapitalisasi pasar sebesar $485.69 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum berhasil naik +1.86%, sebuah perkembangan positif setelah beberapa waktu terakhir dihantam koreksi yang cukup dalam.

Baca Juga: Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

Dari Koreksi ke Rebound

Sepekan terakhir, Ethereum sempat mengalami tekanan yang berat. Data menunjukkan harga ETH anjlok -10.09% dalam 7 hari terakhir, bahkan dalam periode 30 hari harga turun signifikan -12.05% atau setara -$551.51.

Namun, gambaran jangka menengah memperlihatkan pola berbeda. Dalam 60 hari terakhir, Ethereum justru mencatat kenaikan +6.43%, dan lebih jauh lagi, dalam 90 hari harganya melonjak drastis +65.59% atau setara +$1,594.02.

Pola ini memperlihatkan bahwa meski koreksi jangka pendek terjadi, fundamental bullish Ethereum dalam jangka panjang masih terjaga.

Selama 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat harga ETH bergerak dalam kisaran $3,877.82 (terendah) hingga $4,069.17 (tertinggi).

Level ini cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) Ethereum di $4,953.73, yang masih menjadi target psikologis banyak investor.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 27 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum

Ada beberapa faktor penting yang mendorong rebound harga Ethereum:

  1. Pemulihan Pasar Kripto Global
    Pergerakan Ethereum sangat berkorelasi dengan Bitcoin dan sentimen pasar kripto secara umum. Dengan BTC mulai menstabilkan harga di atas $109.000, ETH turut terbawa arus optimisme.
  2. Fundamental Teknologi Ethereum
    Ethereum tetap menjadi backbone dari ekosistem Web3, DeFi, dan NFT. Meski hype NFT mulai menurun, aktivitas DeFi dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) terus memberi nilai tambah pada jaringan ini.
  3. Sentimen Investor
    Lonjakan volume perdagangan harian Ethereum yang mencapai $43.58 miliar USD menjadi sinyal kuat bahwa investor kembali melakukan akumulasi di level harga saat ini.
  4. Keterbatasan Pasokan dan Mekanisme Burn
    Dengan sirkulasi mencapai 120.70 juta ETH dan mekanisme EIP-1559 yang membakar sebagian biaya transaksi, ETH perlahan menjadi aset dengan dinamika deflasi, yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan nilai intrinsiknya.

Prospek Harga Ethereum ke Depan

Tren kenaikan tipis saat ini menjadi penanda awal bahwa Ethereum mungkin memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.

Jika ETH mampu menembus level $4,100–$4,200, maka potensi untuk menguji kembali level $4,500 terbuka lebar.

Target jangka menengah yang lebih agresif bahkan menempatkan ETH di atas $4,800, mendekati rekor tertinggi sebelumnya.

Namun, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Jika tekanan jual kembali meningkat dan ETH gagal bertahan di atas $3,800, maka penurunan menuju level support kuat di $3,500 sangat mungkin terjadi.

Faktor eksternal juga akan berperan besar. Arah kebijakan moneter global, arus modal dari investor institusional, hingga perkembangan regulasi kripto di AS dan Eropa dapat memengaruhi volatilitas harga ETH dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Token Ekosistem Ethereum Top Rally! LINK dan SHIB Bikin Geger

Rebound harga Ethereum sebesar +1.86% dalam 24 jam terakhir membawa optimisme baru setelah serangkaian koreksi beruntun.

Meskipun tren jangka pendek masih diliputi ketidakpastian, fundamental Ethereum yang kokoh, baik dari sisi teknologi maupun ekosistem, menjadi alasan kuat bahwa ETH tetap berada di jalur bullish jangka panjang.

Investor kini dihadapkan pada dua kemungkinan: apakah Ethereum mampu mempertahankan momentumnya menuju rekor tertinggi baru, atau justru kembali tertekan oleh faktor eksternal?

Satu hal yang jelas, perjalanan Ethereum masih jauh dari selesai, dan aset ini tetap menjadi salah satu primadona di dunia kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Panik! Harga ETH Terjun Bebas Dihantam Likuidasi Raksasa!

Ethereum (ETH) menghadapi likuidasi besar-besaran seiring dengan berlanjutnya penurunan pasar hingga minggu ini.

Peristiwa likuidasi ini mengakibatkan kerugian sebesar $1,53 dari pasar, dan data menunjukkan penurunan yang berkelanjutan. 

Dampak Instan

Menurut laporan Cryptopolitan pada Jumat (26/9/2025), Ethereum (ETH) terancam oleh likuidasi beruntun terbesar sejak 2021.

Pasar kripto merugi total $1,53 miliar dalam beberapa jam pada hari Senin lalu, memperpanjang likuidasi yang relatif kecil selama akhir pekan.

Sebanyak 404.386 pedagang dilikuidasi, dengan ETH dan altcoin mengalami dampak terburuk pada posisi long.

Ethereum sendiri mengalami likuidasi sekitar $900 juta, yang membahayakan seluruh pasar altcoin, seiring dengan pemulihan DeFi dan pinjaman baru-baru ini. Akibatnya, ETH merosot di bawah $4.200, mempertahankan dominasinya sebesar 12,8%.

Baca Juga: Token Ekosistem Ethereum Top Rally! LINK dan SHIB Bikin Geger

Ancaman Likuidasi Susulan

ETH juga mengalami likuidasi nilai nominal terbesar sejak Mei 2021. Kali ini, pasar terbukti lebih tangguh, karena terakhir kali likuidasi sebesar ini terjadi, ETH kehilangan 45% harga pasarnya. Likuidasi kali ini dianggap signifikan, tetapi penurunan harga sejauh ini masih terbatas.

Sebagian besar likuiditas ETH yang tersedia telah terkuras, dan harga mulai pulih dari level terendah baru-baru ini.

Berdasarkan data Alphractal , baik BTC maupun ETH masih belum menyelesaikan proses deleveraging dan mungkin akan mengalami likuidasi tambahan.

Likuidasi DeFi juga melonjak, meskipun dengan jumlah yang lebih kecil. Dalam sehari terakhir, hampir $22 juta dilikuidasi pada pinjaman kripto, dengan ETH dan WETH digunakan sebagai agunan. 

Aksi Panik Whale

Selama peristiwa likuidasi terakhir, ETH memiliki volume penjualan spot yang relatif tenang, meskipun beberapa investor besar atau whale memutuskan untuk menjual secara strategis atau dalam mode panik. 

Seorang whale berhasil menempatkan lebih dari $72 juta dalam ETH tepat sebelum pasar anjlok, mengirimkan token tersebut ke Binance. 

Whale ini juga mengekstrak AETHWETH dari Aave dan mengubahnya menjadi ETH biasa, yang juga dapat dijual dengan lebih mudah. 

Sementara itu, whale lainnya telah menjual 1.000 ETH pada hari Senin, tepat ketika kerugian semakin meningkat.

Data on-chain tambahan menunjukkan potensi penjualan ETH yang berasal dari dompet Binance, sebagai cara untuk menyerang posisi long. Open interest ETH masih di atas $27 miliar, dengan potensi likuidasi tambahan jika terjadi penurunan. 

Faktor terbesar di balik penurunan ETH adalah likuidasi di Binance. Penjualan aset kripto (whale selling) dari berbagai dompet memicu likuidasi berjenjang , yang memengaruhi semua posisi beli dengan leverage tinggi. 

Berdasarkan posisi likuidasi yang tersedia, ETH masih dapat turun hingga $4.100 untuk menyerang trader yang mengambil posisi long. Pemulihan juga dimungkinkan, dengan likuiditas short baru terakumulasi di level $4.400. 

Baca Juga: Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

Bisakah ETH pulih ke kisaran yang lebih tinggi? 

ETH kini berada di persimpangan jalan, bangkit dari titik terendahnya baru-baru ini. Salah satu prediksi jangka pendek adalah ETH akan mencoba meraih kembali titik tertinggi sepanjang masa dan terus berada di atas $5.000. 

Selama penurunan sebelumnya, ETH telah memulihkan tren umumnya dalam hitungan jam. Setelah likuidasi pada awal pekan ini, ETH naik di atas $4.200, karena pasar mempertahankan momentumnya. 

Segera setelah likuidasi, baik investor massal maupun investor cerdas memiliki sentimen netral , dengan prospek sedikit bearish.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Ekosistem Ethereum Top Rally! LINK dan SHIB Bikin Geger

Pasar kripto kembali diramaikan oleh performa luar biasa dari token-token ekosistem Ethereum. Di tengah reli pasar yang kian menguat, beberapa aset besar menunjukkan lonjakan signifikan, membuat investor semakin optimis terhadap prospek jangka pendek maupun panjang.

Ethereum (ETH) masih menjadi pusat perhatian dengan harga $4.010,93, naik hampir 4% dalam 24 jam terakhir dan menguat 12,86% selama sepekan. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $484 miliar, ETH tetap kokoh sebagai jantung ekosistem dan barometer utama pergerakan altcoin.

Tak kalah menarik, Chainlink (LINK) tampil impresif dengan kenaikan 13,32% dalam tujuh hari terakhir, kini diperdagangkan di kisaran $20,97. Peningkatan ini mempertegas perannya sebagai infrastruktur penting dalam dunia oracle blockchain yang makin dibutuhkan.

SHIB dan DOT Menjadi Perhatian

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Kamis, 25 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, Shiba Inu (SHIB) kembali mencuri perhatian publik. Token meme yang kerap jadi sorotan ini menguat 11,39% dalam sepekan, menunjukkan bahwa komunitasnya masih menjadi kekuatan besar di balik popularitasnya.

Di sisi lain, Polkadot (DOT) juga tidak kalah bersinar. Dengan harga $3,90 dan reli mingguan sebesar 13,20%, DOT semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu proyek interoperabilitas blockchain paling menjanjikan.

Meski UNUS SED LEO (LEO) terlihat lebih tenang dengan kenaikan tipis 0,79% dalam tujuh hari, token ini tetap mempertahankan kapitalisasi pasar besar di atas $8,7 miliar, menjadi pilihan bagi investor yang mencari kestabilan relatif.

Dengan tren positif ini, ekosistem Ethereum terbukti masih menjadi salah satu sektor paling dinamis di dunia kripto. Investor pun semakin menaruh harapan bahwa reli ini bisa berlanjut, terutama jika Bitcoin dan pasar secara keseluruhan terus bergerak ke arah bullish.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Geger! Ethereum Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Apa yang Terjadi?

Ethereum (ETH) mengalami salah satu peristiwa paling dramatis di pasar kripto baru-baru ini: sebuah cascading liquidation (likuidasi bertingkat) yang disebut sebagai yang terbesar sejak Mei 2021.

Berikut rangkaian kejadian, pemicu, dan apa arti semua ini bagi investor dan pasar keuangan digital.

Apa yang Terjadi?

Pada Senin (waktu global), pasar kripto “mencabut” leveraged positions senilai $ 1,53 miliar dalam waktu beberapa jam.

Sekitar 404.386 trader terkena likuidasi, dengan posisi long pada Ethereum dan altcoin paling parah terdampak.

Dari total likuidasi tersebut, Ethereum sendiri memakan korban sekitar $ 900 juta.

Di samping itu, sekitar $ 22 juta likuidasi terjadi di sektor DeFi / pinjaman kripto, di mana ETH (dan WETH) digunakan sebagai jaminan.

Harga Ethereum sempat merosot di bawah $ 4.200, tetapi kemudian memantul kembali seiring likuidasi sebagian besar posisi long.

Ada aktivitas whale (pemilik besar) menjual ETH sebelum sentimen memburuk: satu whale mentransfer ETH senilai $ 72 juta ke Binance.

Ada juga whale lain yang melepaskan 1.000 ETH tepat sebelum kerugian makin besar. (Cryptopolitan)

Beberapa transaksi terlihat seperti “serangan terhadap posisi long” — yaitu saat whale-wallets dan sejumlah dompet besar memicu likuidasi cascading dengan menjual ETH secara tiba-tiba atau mengubah collateral (jaminan) sehingga memicu margin calls.

Peristiwa ini dianggap yang terbesar dalam hal nilai nominal likuidasi untuk ETH sejak Mei 2021.

Namun, dampak harga belum separah 2021: waktu itu (Mei 2021) ETH kehilangan sekitar 45% nilai pasarnya dalam likuidasi besar. Kali ini harga turun tapi tidak separah itu.

Potensi dan Level Kritis Harga

ETH sempat berada di titik terendah sekitar $ 4.200 setelah gelombang likuidasi, kemudian melakukan rebound.

Beberapa prediksi mengatakan bahwa ETH bisa kembali menguji zona harga $ 5.000 bila momentum bullish kembali muncul.

Namun bila tekanan jual terus berlanjut, zona support di kisaran $ 4.100 diperkirakan bisa diuji lagi.

Mengapa Ini Penting?

  1. Risiko Leverage
    Likuidasi besar terjadi terutama karena posisi trader menggunakan leverage tinggi (pinjaman) yang tergantung pada jaminan dan margin. Bila harga bergerak cepat ke bawah, sistem margin panggilan (margin call) akan memicu penjualan otomatis yang memperparah kejatuhan harga.
  2. Dampak pada Pasar DeFi & Pinjaman
    ETH dan WETH sangat sering digunakan sebagai jaminan dalam protokol DeFi. Likuidasi besar di sektor ini bisa menyebabkan tekanan likuiditas, penghapusan collateral, dan bahkan masalah solvabilitas di sebagian protokol jika tidak dikelola dengan baik.
  3. Sentimen Pasar & Psikologi
    Pergerakan besar seperti ini menanamkan ketidakpastian, terutama bagi pemegang posisi long (berspekulasi harga naik). Trader lebih berhati-hati terhadap leverage dan berpotensi mengeluarkan likuidasi “sekecil apapun” sebagai pemicu tambahan.

Baca Juga: Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Likuidasi Ethereum baru-baru ini bukan hanya semata koreksi harga biasa — melainkan gelombang pelepasan posisi leverage (terutama long) yang memicu likuidasi rantai (cascade) besar, memakan miliaran dolar, dan menyentuh puluhan ribu trader.

Meskipun harga belum drop separah pada 2021, kejadian ini mengingatkan kembali betapa rapuhnya pasar kripto bila leverage dan spekulasi tinggi bertemu volatilitas ekstrem.

Bagi investor, terutama yang memanfaatkan leverage tinggi: pelajaran besar di sini adalah pentingnya manajemen risiko untuk menetapkan stop-loss, memonitor margin, dan bersiap untuk skenario ekstrem.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tumbang! Ada Apa di Balik Likuidasi Terbesar Sejak 2021?

Pada Senin pekan ini, pasar kripto diguncang oleh cascading liquidation, fenomena ketika posisi leveraged (apalagi posisi long) dipaksa ditutup secara otomatis dengan total likuidasi mencapai $1,53 miliar dalam hitungan jam.

Dari jumlah itu, Ethereum menjadi salah satu yang paling terpukul sekitar $900 juta dari likuidasi berkaitan ETH terjadi, yang membuat investor sekaligus pengamat bertanya: apakah ini pertanda tekanan lanjutan, atau justru peluang pemulihan?

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Beberapa poin kunci yang patut dicermati:

Aspek Angka / Fakta
Total likuidasi dalam satu hari $ 1,53 miliar
Jumlah trader yang terkena likuidasi 404.386 orang
Likuidasi khusus ETH (posisi long) $ 900 juta
Nilai likuidasi pinjaman (DeFi & lending) Sekitar $ 22 juta
Tingkat dominasi ETH pasca likuidasi Sekitar 12,8%
Open interest ETH saat ini Di atas $ 27 miliar

Dari data tersebut, kita dapat melihat bahwa likuidasi ini bukan peristiwa kecil atau lokal — ini termasuk yang terbesar sejak Mei 2021 untuk Ethereum dalam nilai nominal.

Baca Juga: Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Uniknya, walaupun tekanan sangat besar, harga ETH tidak ambles setengah seperti pada likuidasi besar di masa lalu.

Menurut data, harga sempat tertahan dan kemudian pulih kembali ke kisaran $4.200.

Faktor Penyebab: Apa yang Memicu Likuidasi Ini?

Beberapa faktor yang berkontribusi:

  1. Penjualan besar “paus” (whales)
    Ada indikasi bahwa sejumlah wallet besar mulai melepas ETH tepat sebelum pasar anjlok—baik karena strategi pengambilan keuntungan atau karena panik. Satu whale disebut memindahkan ETH senilai ~US$ 72 juta ke bursa (Binance) sebelum crash terjadi.
    Selain itu, ETH dan WETH (versi wrapped ETH) yang dijadikan jaminan di protokol DeFi dicairkan menjadi ETH biasa agar lebih mudah dijual.
  2. Efek domino dari likuidasi terprogram
    Begitu harga bergerak turun, posisi long leverage mulai terkena margin call dan dieksekusi paksa. Proses ini memicu “cascading”, yaitu penutupan paksa beruntun , yang memperparah penurunan harga dan menambah tekanan jual.
  3. Eksposur tinggi terhadap leverage
    Meski open interest ETH sudah tinggi (di atas US$27 miliar), banyak posisi long berjudi pada kenaikan lanjutan, sehingga saat momentum berubah, tekanan baliknya pun sangat kuat.
  4. Likuidasi di lantai utama (terutama Binance)
    Dikatakan bahwa likuidasi besar di Binance turut memperkuat efek domino—sebagai salah satu exchange paling likuid, eksekusi posisi margin di sana bisa mewakili tekanan pasar yang luas.

Bagaimana Reaksi Pasar & Peluang Pemulihan

Setelah likuidasi masif tersebut, ETH menunjukkan gejala pemulihan dan dapat naik kembali ke kisaran $4.200. N

amun, beberapa pengamat tetap waspada karena potensi tekanan ke bawah masih ada. Jika momentum negatif berlanjut, ETH bisa menyerang level $4.100 terlebih dahulu.

Sebaliknya, apabila modal baru (dana “short” baru atau investor oportunis) masuk, zona resistance bisa terbentuk di kisaran $4.400.

Secara psikologis, likuidasi sebesar ini juga meredam ekses spekulasi berlebih. Banyak trader agresif, khususnya yang menggunakan leverage tinggi setelah tersingkir dari pasar.

Dalam jangka pendek, pasar bisa stabil atau bahkan memantul jika kepercayaan investor kembali muncul.

Implikasi bagi Pengamat & Investor

  • Risiko leverage tinggi semakin nyata. Likuidasi ini adalah contoh ekstrem bahwa leverage tidak hanya memperbesar keuntungan, tetapi juga mempercepat kerugian.
  • Kesehatan pasar DeFi & protokol pinjaman ikut terpapar. Likuidasi pinjaman ($22 juta) menunjukkan bahwa sistem yang meminjamkan dengan ETH sebagai jaminan bisa menjadi titik lemah dalam tekanan pasar.
  • Pola whale tetap penting. Aksi oleh dompet besar dapat memicu reaksi rantai. Investor ritel harus mencermati transfer on-chain besar sebagai sinyal potensi tekanan.
  • Zona support dan resistance menjadi kunci. Level US$4.100 bisa menjadi titik serangan berikutnya, sedangkan US$4.400 bisa memicu tekanan jual bila dilampaui.

Baca Juga: Heboh! Bitmine Digital Borong 18.000 Ethereum, Punya Total $2,17 Juta!

Gelombang likuidasi yang menghantam Ethereum baru-baru ini adalah peristiwa besar, total likuidasi senilai US$1,53 miliar dalam satu hari, dengan ETH sendiri menjadi korban terbesar (sekitar $900 juta).

Meskipun pasar berhasil menahan penurunan lebih dalam, gelombang ini menjadi pengingat kuat bahwa risiko leverage dan efek domino di pasar kripto tidak boleh diabaikan.

Ke depan, pergerakan Ethereum sangat tergantung pada bagaimana modal institusional masuk kembali, bagaimana investor bereaksi terhadap volatilitas besar ini, dan apakah posisi long yang tersisa masih rentan untuk likuidasi lanjutan.

Investor yang bijak akan menempatkan manajemen risiko sebagai prioritas. Karena dalam pasar kripto, momentum dapat berbalik dengan cepat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Awas! Porak-Poranda, Ethereum Diterjang Badai Likuidasi Terbesar!

Ethereum (ETH) tengah berada di tengah badai keuangan.

Dalam satu hari terakhir, pasar kripto mencatat likuidasi masif dengan kerugian senilai US$1,53 miliar, salah satu peristiwa paling dramatis sejak Mei 2021.

Long posisi ETH paling banyak terpukul, menyapu investor dengan leverage tinggi dan memaksa gelombang penjualan paksa.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Longs ETH Dihabisi, Pasar Gemetar

Dari total likuidasi $1,53 miliar, sekitar US$900 juta berasal dari posisi long ETH sekaligus menjadikannya salah satu aset altcoin yang paling menderita dalam peristiwa ini.

Menurut laporan Cryptopolitan pada Selasa (23/9), sebanyak 404.386 trader dilikuidasi, sebagian besar adalah pengguna yang mempertaruhkan diri di posisi long leverage tinggi.

PASOKAN likuiditas long pun nyaris habis di banyak titik, terutama pada bursa derivatif besar.

DeFi dan pinjaman kripto juga terkena dampak. Di antara mereka, sekitar US$22 juta dalam pinjaman yang menggunakan ETH dan WETH sebagai jaminan ikut ter-flush.

Mekanisme dan Pemicu Likuidasi

Salah satu pemicu utama adalah aksi “whales” atau investor besar yang mulai menjual ETH secara besar-besaran.

Ada yang mentransfer ETH ke Binance atau menukar WETH ke ETH agar bisa dijual lebih cepat.

Spot selling memang relatif terkendali, namun leverage dan margin yang tinggi jadi pemicu ledakan likuidasi saat harga bergerak melawan posisi long.

Open interest untuk kontrak per ETH masih cukup besar, di atas US$27 miliar, yang berarti potensi likuidasi tambahan masih terbuka lebar jika pasar terus tertekan. (Cryptopolitan)

Dampak Jangka Pendek dan Ketidakpastian Pasar

Setelah likuidasi besar ini, ETH sempat tenggelam di bawah level $4.200 sebelum memantul kembali.

Meskipun rebound terjadi, support di level-level krusial kini diuji keras. Trader dan investor mulai khawatir jika support di kisaran tersebut gagal dipertahankan, tekanan baru bisa menghantam posisi long yang tersisa.

Likuiditas long yang banyak tereliminasi juga berarti pasar mungkin akan semakin peka terhadap volatilitas.

Gerakan harga kecil yang sebelumnya bisa diabaikan kini punya potensi menjadi pemicu likuidasi lanjutan jika leverage tinggi masih ada.

Proyeksi dan Strategi Pemulihan

Mengingat skala likuidasi, beberapa analis memperkirakan ETH bisa turun hingga sekitar US$4.100 jika tekanan jual terus berlangsung.

Namun, terdapat potensi pemulihan bila investor baru / modal institusional masuk serta berita positif (misalnya perkembangan DeFi, regulasi, atau adopsi) muncul.

Level $4.400 disebut sebagai satu zona likuiditas pendek untuk short (posisi jual) dan mungkin jadi target resistance jangka pendek.

Jika ETH bisa menahan diri di atas support sekitar $4.200 dan mendapatkan kembali momentum, tren koreksi ini bisa berakhir dan mulai rebound.

Mengapa Likuiditas ETH Kian Rentan

  • Leverage yang tinggi: banyak trader long menggunakan leverage besar, sehingga sedikit penurunan sudah bisa memicu margin call dan likuidasi otomatis.
  • Konsentrasi posisi: likuiditas long terkumpul di beberapa titik (exchange utama, Derivatives) sehingga ketika terjadi tekanan minimal, efeknya bisa cascading.
  • Kurangnya katalis mujarab saat ini: meskipun ada optimisme terhadap adopsi dan DeFi, belum ada berita besar yang secara langsung memberikan alasan kuat untuk pembelian besar-besaran ETH.
  • Sentimen pasar: berita negatif, kekhawatiran regulasi, atau dampak ekonomi global dapat mempercepat ketakutan, yang kemudian diterjemahkan menjadi aksi jual.

Baca Juga: Ethereum Terkoreksi Tipis, Awal Menuju Rekor Baru?

Gelombang likuidasi yang menerjang ETH adalah pengingat keras bahwa pasar kripto yang “liquiditas tinggi” tetap sangat rentan pada kekuatan leverage dan psikologi massa.

Meskipun potensi rebound ada, terutama jika support mampu dipertahankan, pasar kini berada di fase uji coba ketahanan likuiditasnya.

Untuk trader, saat ini mungkin waktu untuk lebih berhati-hati: mengevaluasi eksposur posisi long, memperhatikan level support, dan memantau sentimen global.

Untuk investor jangka panjang, ini bisa jadi peluang jika ETH berhasil bertahan dan memulai langkah pemulihan.

Ringkasnya, saat ini likuiditas Ethereum sedang diuji, dan hasilnya bisa menentukan arah altcoin market secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com