Tag Archives: ethereum

Era Baru AI: Linea Luncurkan ERC-8004 untuk Identitas AI On-Chain

Ekosistem Ethereum kembali mencatat tonggak penting dalam konvergensi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI).

Linea, salah satu jaringan Layer-2 berbasis zk-rollup, secara resmi mengaktifkan dukungan untuk “Trustless Agents” melalui standar ERC-8004.

Pembaruan ini memungkinkan agen AI memiliki identitas terverifikasi dan reputasi yang dapat dipindahkan (portable reputation) di seluruh ekosistem Ethereum, tanpa harus bergantung pada pihak terpusat.

Langkah Linea ini menegaskan meningkatnya fokus industri kripto terhadap AI on-chain, sebuah sektor yang kini berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan otomatisasi, koordinasi, dan eksekusi cerdas di blockchain.

Baca Juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

Apa Itu ERC-8004 dan Trustless Agents?

Dalam akun X resminya, Linea menjelaskan bahwa ERC-8004 merupakan standar Ethereum yang dirancang untuk menghadirkan lapisan identitas dan reputasi bagi agen AI yang beroperasi secara on-chain.

Dengan standar ini, agen AI dapat memiliki profil identitas kriptografis yang dapat diverifikasi publik, lengkap dengan rekam jejak reputasi berdasarkan aktivitas sebelumnya.

Konsep Trustless Agents memungkinkan agen-agen AI untuk:

  • Berinteraksi dan berkoordinasi satu sama lain tanpa perlu kepercayaan awal (trustless),
  • Menjalankan tugas lintas protokol dan aplikasi terdesentralisasi (dApps),
  • Memanfaatkan reputasi historis sebagai dasar pengambilan keputusan otomatis.

Dalam praktiknya, hal ini membuka peluang baru bagi use case seperti AI trading bots, autonomous DeFi agents, hingga coordinated AI services yang dapat bekerja sama secara aman dan transparan di blockchain.

Linea Perkuat Posisi di Narasi AI Blockchain

Dengan mengadopsi ERC-8004, Linea menempatkan dirinya sebagai salah satu infrastruktur yang siap mendukung gelombang adopsi AI on-chain berikutnya.

Sebagai jaringan Layer-2 yang fokus pada skalabilitas dan efisiensi Ethereum, kehadiran standar identitas AI ini berpotensi memperluas utilitas Linea, tidak hanya sebagai solusi scaling, tetapi juga sebagai hub ekosistem AI terdesentralisasi.

Aktivasi Trustless Agents memungkinkan developer membangun aplikasi AI yang lebih kompleks dan aman, tanpa harus merancang sistem identitas dari nol. Hal ini dapat mempercepat lahirnya berbagai inovasi berbasis AI di atas jaringan Linea.

Sinyal Konsensus Industri Mulai Terbentuk

Pergerakan harga Linea (LINEA/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Linea (LINEA/USDT) pada Rabu, 11 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menanggapi perkembangan ini, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa adopsi ERC-8004 oleh Linea bukanlah langkah yang berdiri sendiri.

“Langkah serentak (MegaETH & Linea) mengadopsi ERC-8004 menandakan standar ini mulai jadi konsensus industri untuk lapisan identitas AI on-chain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Bagi Linea, lanjut Tim Research Tokocrypto, keputusan ini menambah utilitas ekosistemnya di sektor AI yang sedang booming, berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain menjelang ekspektasi airdrop/token launch.

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya network effect dalam standar blockchain. Ketika semakin banyak jaringan dan proyek besar mengadopsi standar yang sama, peluang ERC-8004 menjadi fondasi utama identitas AI di Ethereum semakin besar.

Dampak Potensial terhadap Aktivitas On-Chain

Dari perspektif ekosistem, integrasi Trustless Agents dapat mendorong:

  • Peningkatan aktivitas transaksi, seiring bertambahnya interaksi antar-agen AI,
  • Pertumbuhan aplikasi AI-native, terutama di sektor DeFi, gaming, dan data services,
  • Eksplorasi use case baru yang sebelumnya sulit diwujudkan tanpa identitas AI terverifikasi.

Selain itu, adopsi standar baru sering kali menjadi katalis awal meningkatnya minat developer dan pengguna, yang pada akhirnya berdampak pada metrik on-chain seperti jumlah transaksi, alamat aktif, dan total nilai aktivitas jaringan.

Prospek Linea ke Depan

Dengan narasi AI x Blockchain yang semakin kuat, langkah Linea mendukung ERC-8004 dapat menjadi strategi jangka panjang untuk menarik builder dan proyek inovatif.

Terlebih, pasar juga mulai berspekulasi terhadap potensi airdrop atau peluncuran token yang kerap dikaitkan dengan peningkatan aktivitas dan adopsi ekosistem.

Meski demikian, dampak langsung terhadap nilai ekonomi jaringan masih akan sangat bergantung pada seberapa cepat developer mengimplementasikan standar ini ke dalam aplikasi nyata.

Baca Juga: Sejarah Baru! Swift Beralih ke Blockchain, Linea Jadi Pemain Utama

Dengan demikian, aktivasi dukungan Trustless Agents via ERC-8004 menandai babak baru bagi Linea dan ekosistem Ethereum dalam membangun identitas AI on-chain yang aman, terbuka, dan terstandarisasi.

Di tengah booming sektor AI, langkah ini memperkuat posisi Linea sebagai infrastruktur yang relevan dengan tren masa depan blockchain.

Bagi pelaku industri dan investor, perkembangan ini layak dipantau sebagai indikator awal pertumbuhan utilitas jaringan dan aktivitas on-chain di ekosistem Linea dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

“Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

ETH di Persimpangan Penting

Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Bangkit dari $1.817! Target $2.200 Jadi Penentu Sinyal Reli ke $2.600

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan jangka pendek setelah berhasil memantul dari area support penting. Setelah rebound dari level $1.817, ETH kini kembali bergerak di atas $2.000 dan menjadi perhatian trader karena berpotensi menguji zona likuiditas $2.200. Jika level tersebut berhasil ditembus, ETH diperkirakan dapat membuka peluang reli menuju $2.600.

Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.100 dengan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah ETH mengalami tekanan turun selama beberapa minggu terakhir akibat penolakan harga di area $3.400 yang memicu penurunan cepat ke zona demand jangka panjang.

Zona $2.100–$2.200 Jadi Resistance Kunci

Dilaporkan Coincu, pergerakan harga ETH menunjukkan bahwa area $1.817 berfungsi sebagai support harian yang kuat, karena sebelumnya juga mampu menahan tekanan jual pada beberapa periode koreksi. Pantulan dari level tersebut dianggap sebagai sinyal awal bahwa buyer mulai kembali masuk.

Namun, ETH kini menghadapi tantangan utama di zona $2.100 hingga $2.200. Area ini sebelumnya berperan sebagai support, tetapi kini berubah menjadi resistance setelah harga jatuh. Analis ProfSatoshiBTC menyebut bahwa jika bulls mampu menembus area tersebut, ETH berpotensi bergerak lebih cepat karena hambatan harga berikutnya dinilai relatif minim hingga mendekati $2.600.

Trader saat ini fokus mengamati reaksi harga di sekitar $2.200, karena level tersebut dianggap sebagai titik penentu apakah pemulihan ini akan berlanjut atau kembali melemah.

Baca juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

RSI Pulih, MACD Mulai Datar, Tapi Tren Besar Masih Belum Jelas

Indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan tekanan bearish, meskipun belum mengonfirmasi pembalikan tren yang kuat. RSI sebelumnya sempat masuk zona oversold saat harga turun, namun kini mulai pulih. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mungkin mulai mereda.

Sementara itu, MACD masih berada di bawah garis nol, namun mulai menunjukkan pola flattening atau mendatar. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa momentum bearish melemah, meskipun sinyal reversal masih belum terbentuk secara jelas.

Dengan sinyal yang masih campuran, pelaku pasar dinilai tetap berhati-hati dan cenderung menunggu konfirmasi breakout di atas $2.200 sebelum meningkatkan ekspektasi reli.

Data On-Chain Stabil: TVL $57,28 Miliar dan 906.700 Alamat Aktif

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental jaringan, data menunjukkan aktivitas Ethereum masih relatif stabil. Total Value Locked (TVL) Ethereum tercatat sebesar $57,28 miliar per 8 Februari 2026. Nilai ini memang lebih rendah dibanding akhir 2025, namun masih lebih tinggi dibanding periode awal 2024, yang menandakan bahwa kapital di jaringan masih bertahan meskipun pasar volatil.

Selain itu, jumlah alamat aktif naik menjadi sekitar 906.700, menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang masih kuat. Peningkatan ini menandakan bahwa minat terhadap aplikasi dan layanan berbasis Ethereum tetap berjalan meski terjadi pergeseran likuiditas.

Volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir juga tercatat mencapai lebih dari $20,95 miliar, memperlihatkan bahwa pasar masih aktif dan tengah menunggu apakah ETH mampu menembus resistance $2.200 untuk membuka peluang reli menuju $2.600.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna (alamat aktif) justru tumbuh, menunjukkan bahwa ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area “Make or Break”; breakout di sini dengan volume tinggi (di atas $20 Miliar) akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid, sementara kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan besar setelah koreksi tajam menyeret harga turun hingga menguji kembali area psikologis $2.100. Di tengah pelemahan ini, data on-chain terbaru menunjukkan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan, terutama dari investor Amerika Serikat.

Dilaporkan Crypto Quant, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Ethereum Coinbase Premium Index, yang kini dilaporkan turun ke level terendah sejak Juli 2022. Penurunan tajam pada indikator ini memunculkan spekulasi bahwa tekanan jual ETH saat ini banyak berasal dari pihak institusional AS, bukan semata aksi jual investor ritel global.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Coinbase Premium ETH Anjlok, Sinyal Tekanan Jual Datang dari AS

Dalam analisis terbaru, Coinbase Premium Index Ethereum (30-day Moving Average) tercatat jatuh ke level paling rendah sejak periode bear market 2022. Indikator ini mengukur selisih harga antara pasangan ETH/USD di Coinbase Pro yang sering dijadikan proxy aktivitas institusi AS, dibandingkan ETH/USDT di Binance yang lebih merepresentasikan pasar ritel global.

Ketika indeks ini berada pada level negatif, artinya ETH diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding Binance. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual lebih besar terjadi di pasar AS, karena pelaku pasar di Coinbase cenderung menjual ETH pada harga diskon dibandingkan pasar global.

Data ini memperkuat indikasi bahwa investor institusional Amerika Serikat saat ini sedang melakukan aksi “de-risking” atau mengurangi eksposur secara agresif. Di sisi lain, investor ritel global dinilai masih cenderung bertahan atau bahkan mulai melakukan pembelian saat koreksi.

Terendah Sejak 2022, Bisa Jadi Bearish Lanjutan atau Sinyal Kapitulasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Situasi ini memunculkan dua kemungkinan utama. Pertama, kondisi tersebut bisa memperpanjang momentum bearish karena permintaan dari investor AS yang biasanya menjadi pendorong utama reli kripto kini dinilai menghilang. Jika tekanan jual dari institusi terus berlanjut, maka peluang pemulihan harga ETH dalam waktu dekat dapat tertahan.

Namun, di sisi lain, penurunan ekstrem pada Coinbase Premium juga bisa menjadi sinyal kontrarian. Secara historis, level premium yang sangat negatif sering muncul pada fase “capitulation”, yakni ketika tekanan jual mencapai titik ekstrem dan pelaku pasar besar mulai kehabisan suplai untuk dijual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi pertanda terbentuknya bottom lokal sebelum harga kembali pulih.

Level $2.100 Jadi Kunci, Pemulihan Butuh Premium Kembali Normal

Area $2.100 kini dianggap sebagai level support penting secara teknikal sekaligus psikologis. Meski begitu, analis menilai bahwa pembalikan tren yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika Coinbase Premium mulai kembali normal atau berbalik positif.

Selama investor AS masih menjual ETH dengan harga lebih murah dibandingkan pasar global, potensi kenaikan harga dinilai akan tetap terbatas. Dengan kata lain, pemulihan ETH masih akan sulit terjadi jika tekanan jual dari institusi Amerika Serikat belum mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, premi negatif ekstrem sering menjadi penanda fase kapitulasi akhir (“contrarian buy signal”).

“Namun, untuk pemulihan berkelanjutan, permintaan institusi AS harus kembali positif. Selama premi tetap negatif, momentum kenaikan harga akan sangat terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyampaikan pandangan terbaru mengenai arah pengembangan Layer-2 (L2) di ekosistem Ethereum. Vitalik menilai bahwa visi awal L2 sebagai “branded shards” atau pecahan Ethereum dengan identitas masing-masing sudah tidak lagi relevan, terutama karena Layer-1 (L1) Ethereum kini semakin berkembang dan terus meningkatkan kapasitas skalabilitasnya.

Menurut Vitalik, peningkatan skala pada Ethereum L1 membuat fungsi utama L2 sebagai solusi skalabilitas menjadi kurang tepat jika hanya berfokus pada mempercepat transaksi atau menekan biaya. Ia menegaskan bahwa L2 harus mulai memikirkan peran yang lebih besar dan menghadirkan nilai tambah yang tidak bisa diberikan langsung oleh jaringan utama Ethereum.

Vitalik Dorong L2 Fokus ke “Value Add”, Bukan Sekadar Skalabilitas

Dalam pernyataannya, Vitalik mengusulkan agar proyek-proyek L2 ke depan lebih menekankan pada fitur atau keunggulan unik di luar sekadar scaling. Ia menilai L2 seharusnya memiliki diferensiasi yang jelas, seperti inovasi pada sistem keamanan, privasi, pengalaman pengguna, atau fitur khusus yang tidak tersedia di jaringan utama.

Selain itu, Vitalik juga menekankan pentingnya interoperabilitas maksimum dengan Ethereum. Artinya, L2 perlu memastikan integrasi yang kuat dan koneksi yang seamless dengan ekosistem Ethereum agar pengguna dapat berpindah jaringan dengan mudah tanpa hambatan.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa arah ekosistem L2 Ethereum bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan, seiring Ethereum L1 semakin mampu menangani kebutuhan skalabilitas secara langsung.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Harga Ethereum Menguat ke $2.092, Meski Tren Jangka Panjang Masih Melemah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar tersebut, harga Ethereum (ETH) tercatat berada di kisaran $2.092,72 atau menguat sekitar 1,3%. Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di level $251,98 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $40,80 miliar.

Meski mengalami kenaikan harian, ETH masih mencatat koreksi tajam dalam beberapa periode terakhir. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 32,81%, kemudian melemah 37,27% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 41,52% dalam 90 hari terakhir. ETH juga tercatat bergerak dalam rentang harian antara $1.995,92 hingga $2.115,82.

Pernyataan Vitalik terkait perubahan arah L2 ini muncul di tengah situasi pasar yang masih fluktuatif. Namun, wacana tersebut memperkuat spekulasi bahwa Ethereum akan terus mendorong evolusi ekosistemnya, bukan hanya lewat scaling L1, tetapi juga dengan mengubah peran L2 agar lebih inovatif dan saling terhubung secara maksimal.

Menurut Tim Research Tokocrypto, perubahan narasi ini menuntut L2 untuk berinovasi lebih dari sekadar transaksi murah. L2 yang sukses ke depan adalah yang memiliki spesialisasi (Privacy/RWA), bukan sekadar fork generik.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Zilliqa Aktifkan Hardfork Mainnet, Adakah Perubahan Harga?

Zilliqa resmi mengaktifkan upgrade hardfork di mainnet pada block 19.486.411, menandai salah satu pembaruan teknis paling signifikan dalam sejarah jaringan tersebut.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Jumat (6/2), upgrade ini menghadirkan kompatibilitas penuh dengan Ethereum Virtual Machine (EVM) versi Cancun, sekaligus mengimplementasikan protokol jaringan berbasis QUIC untuk meningkatkan kecepatan dan stabilitas komunikasi antar node.

Langkah ini mempertegas ambisi Zilliqa untuk tetap relevan di tengah persaingan ketat blockchain layer-1 (L1), sekaligus memperluas daya tariknya bagi developer dan likuiditas dari ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Kripto Zilliqa Meroket, Ini Analisa Pergerakan Harga ZIL

Apa yang Berubah Lewat Hardfork Ini?

Upgrade hardfork Zilliqa kali ini membawa dua peningkatan utama.

Pertama adalah paritas penuh dengan EVM Cancun, yang memungkinkan smart contract berbasis Solidity berjalan di jaringan Zilliqa tanpa perlu modifikasi besar.

Kedua, adopsi QUIC (Quick UDP Internet Connections) sebagai protokol komunikasi jaringan, menggantikan pendekatan lama yang dinilai kurang optimal untuk kebutuhan blockchain modern.

Dengan EVM Cancun, Zilliqa kini sejajar dengan standar teknis terbaru Ethereum.

Artinya, developer dapat dengan mudah melakukan porting dApps, tooling, dan library yang sudah matang di Ethereum ke Zilliqa, tanpa menghadapi hambatan kompatibilitas.

Sementara itu, QUIC—yang juga digunakan dalam berbagai infrastruktur internet modern—dirancang untuk mengurangi latensi, meningkatkan throughput, dan menjaga stabilitas koneksi, terutama dalam kondisi jaringan yang tidak ideal.

Daya Tarik Baru bagi Developer dan Likuiditas

Pergerakan harga Ziliqa (ZIL/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ziliqa (ZIL/USDT) pada Jumat, 6 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai upgrade ini sebagai langkah strategis krusial bagi masa depan Zilliqa.

“Paritas EVM adalah langkah strategis krusial bagi Zilliqa untuk menarik likuiditas dan developer Solidity dari ekosistem Ethereum. Upgrade ini memodernisasi infrastruktur Zilliqa agar tetap relevan dalam kompetisi L1 yang ketat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Selama beberapa tahun terakhir, ekosistem kripto didominasi oleh blockchain yang EVM-compatible, seperti BNB Chain, Polygon, dan Avalanche.

Dengan masuknya Zilliqa ke kategori ini secara penuh, hambatan masuk bagi developer Ethereum menjadi jauh lebih rendah.

Hal ini membuka peluang munculnya protokol DeFi, NFT, hingga gaming berbasis Web3 di atas jaringan Zilliqa.

Dari sisi likuiditas, kompatibilitas EVM sering kali menjadi prasyarat utama sebelum investor dan proyek besar mempertimbangkan ekspansi ke sebuah chain baru.

QUIC: Fondasi Jaringan yang Lebih Modern

Selain EVM, implementasi QUIC menjadi aspek teknis yang tak kalah penting. Protokol ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan TCP tradisional, terutama dalam hal latency dan packet loss.

Dalam konteks blockchain, hal ini berarti sinkronisasi node yang lebih cepat, propagasi blok yang lebih efisien, serta pengalaman pengguna yang lebih stabil.

Bagi validator dan operator node, jaringan yang lebih responsif juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko gangguan jaringan.

Dalam jangka panjang, fondasi jaringan yang kuat menjadi elemen penting untuk skalabilitas dan adopsi massal.

Posisi Zilliqa di Tengah Persaingan L1

Upgrade ini juga dapat dibaca sebagai upaya Zilliqa untuk rebranding teknologinya.

Dikenal sebagai pionir sharding sejak awal, Zilliqa sempat kehilangan momentum ketika ekosistem beralih ke EVM-centric development.

Dengan paritas EVM penuh, Zilliqa kini menggabungkan keunggulan arsitektur awalnya dengan standar industri terkini.

Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan upgrade ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada eksekusi ekosistem, seperti insentif developer, kemitraan strategis, dan likuiditas awal.

Baca Juga: Berteknologi Tinggi, Intip Serba-Serbi Zilliqa Coin

Outlook ke Depan

Aktivasi hardfork di mainnet membuka fase baru bagi Zilliqa.

Dalam jangka pendek, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada aktivitas developer, jumlah dApps baru, serta integrasi DeFi pasca-upgrade. Jika adopsi berjalan positif, Zilliqa berpotensi memperkuat posisinya sebagai alternatif L1 yang kompetitif dan developer-friendly.

Di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap fundamental, langkah modernisasi ini bisa menjadi titik balik penting bagi Zilliqa untuk kembali masuk radar investor dan builder.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase bear market. Indikasi ini terlihat dari salah satu metrik penting yang kerap digunakan untuk membaca tekanan pasar secara nyata, yakni Taker Buy/Sell Ratio di Binance.

Pengamat pasar menilai, metrik tersebut sangat relevan terutama saat tren turun, karena mencerminkan aksi langsung pelaku pasar, bukan sekadar ekspektasi.

Dilaporkan CryptoQuant, Binance disebut sebagai acuan utama karena memiliki likuiditas spot dan derivatif tertinggi, serta menjadi pusat aktivitas investor besar, institusi, dan whale. Dengan kondisi itu, banyak pergerakan harga besar Ethereum dinilai lebih sering dipicu dari transaksi di Binance dibanding bursa lain.

Sebaliknya, data taker ratio dari exchange kecil dinilai berpotensi menyesatkan karena volume transaksi yang lebih rendah.

Taker Ratio Ethereum Turun di Bawah 1, Tekanan Jual Dominan

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Berdasarkan grafik terbaru, Taker Buy/Sell Ratio Ethereum berada di bawah angka 1, tepatnya sekitar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dalam transaksi market order.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa penjual bertindak agresif dengan langsung mengeksekusi order, sementara pembeli cenderung menunggu di posisi limit order.

Dengan kata lain, aksi jual saat ini terjadi lebih cepat dan lebih kuat dibanding aksi beli.

SMA 30 dan SMA 50 Ikut Menguatkan Sinyal Bearish

Tidak hanya itu, indikator rata-rata bergerak SMA (30) dan SMA (50) untuk jangka pendek dan menengah juga tercatat berada di bawah angka 1.

Ketiadaan breakout tajam ke atas dari indikator tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tekanan jual yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan struktural dan berkelanjutan.

Reli ETH Berisiko Jadi “Umpan Jual”

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 5 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan kondisi tersebut, analis menilai bahwa meskipun harga Ethereum sempat mengalami kenaikan, reli yang terjadi kemungkinan besar akan langsung dihadang aksi jual.

Hal ini menunjukkan adanya bias tren turun yang jelas, di mana penjualan berlangsung agresif sementara pembelian tetap pasif.

“Ethereum sedang mengalami bear season yang nyata. Setiap kenaikan harga kemungkinan akan menjadi peluang jual bagi pelaku pasar,” tulis pengamat dalam analisisnya.

Tekanan Bearish Diprediksi Bertahan

Melihat data yang ada, tekanan bearish pada Ethereum diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Struktur pasar yang lebih condong ke sisi jual dinilai membuat pemulihan harga ETH tidak akan mudah terjadi dalam waktu dekat.

Untuk memantau kondisi terbaru, investor disarankan memperhatikan grafik rasio taker Binance secara real-time sebagai indikator tekanan pasar yang paling relevan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar ETH menunjukkan karakteristik “bear season” sejati di mana pembeli bersikap pasif (menunggu di limit order) sementara penjual agresif menekan harga. Setiap reli kenaikan kemungkinan besar akan dijadikan momentum exit (sell into strength) hingga struktur pasar berubah.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

Ethereum (ETH) mencatat lonjakan signifikan dalam kepemilikan investor besar setelah pembelian lebih dari US$2 miliar dalam 30 hari terakhir. Aksi tersebut mendorong total strategic reserves Ethereum mencapai 6,81 juta ETH, dengan nilai sekitar US$22,52 miliar, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Menariknya, peningkatan ini tidak diiringi bertambahnya jumlah partisipan. Data menunjukkan jumlah pemegang strategis tetap di angka 67 entitas, menandakan bahwa akumulasi berasal dari investor lama yang memperbesar posisi, bukan dari masuknya pemain baru.

Minat Institusi Terus Menguat

Selain akumulasi oleh pemegang besar, kepemilikan ETF Ethereum juga mengalami peningkatan. Total ETH yang disimpan melalui ETF kini mencapai 6,31 juta ETH, senilai sekitar US$20,85 miliar. Rasio pembelian terhadap penerbitan berada di level 6,8 kali, mencerminkan permintaan yang jauh melampaui suplai baru Ethereum.

Dilaporkan Coincu, tren ini menunjukkan ketertarikan institusi terhadap ETH terus tumbuh melalui instrumen investasi terstruktur, meski kondisi harga belum sepenuhnya stabil.

Harga Tertahan di Resistance Jangka Panjang

Di sisi teknikal, Ethereum kembali menghadapi tantangan di area 200-day moving average (MA200). Dalam beberapa bulan terakhir, ETH tercatat beberapa kali gagal menembus level ini. Setiap penolakan sebelumnya diikuti koreksi tajam, masing-masing sekitar 27% dan 21%.

Saat ini, harga ETH kembali bergerak tepat di bawah MA200. Jika pola historis terulang, pasar berpotensi mengalami koreksi lanjutan menuju kisaran US$2.600–US$2.700. Seorang analis menyebut bahwa penolakan ulang di MA200 membuka peluang terjadinya penurunan sekitar 20%.

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Zona Support Kunci Masih Bertahan

Meski risiko koreksi meningkat, Ethereum baru-baru ini berhasil bertahan di zona support penting yang berada di antara level Fibonacci 0,618 hingga 0,75. Area ini juga bertepatan dengan support horizontal yang sebelumnya beberapa kali menahan penurunan harga.

Penurunan tajam sempat membawa ETH menguji area tersebut, namun support masih bertahan pada percobaan awal. Sejumlah pelaku pasar menilai peluang rebound tetap terbuka, dengan target jangka pendek mengarah ke area US$3.440, asalkan support tidak ditembus.

Kondisi Pasar Terkini

Pada saat laporan ini disusun, harga Ethereum berada di level US$3.217,25, turun 3,5% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, ETH masih mencatat kenaikan sekitar 2,8%. Volume perdagangan harian mencapai US$30,8 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar Ethereum saat ini mengalami divergensi ekstrem antara fundamental permintaan (on-chain) dan aksi harga teknikal. Rasio pembelian-terhadap-penerbitan sebesar 6,8x adalah indikator supply shock yang sangat kuat; secara teoritis, kelangkaan ini seharusnya melambungkan harga.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan ETH akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di zona support serta reaksinya terhadap resistance MA200. Sementara investor jangka panjang terus melakukan akumulasi, pelaku pasar jangka pendek kini menanti konfirmasi apakah Ethereum akan bangkit, atau justru memasuki fase koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Harga Ethereum (ETH) kembali berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas level resistance utama. Pergerakan harga terbaru menunjukkan tanda pelemahan, seiring struktur bearish yang kembali terbentuk usai reli singkat di awal bulan.

Pada Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 UTC, ETH diperdagangkan di sekitar $3.109. Kondisi pasar yang melemah secara umum, ditambah tekanan jual yang terus meningkat, membuat risiko penurunan harga semakin besar, meski investor jangka panjang masih terlihat melakukan akumulasi.

Holder Jangka Panjang Masih Bertahan

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan long-term holder (LTH) Ethereum masih berada dalam fase akumulasi. Indikator HODLer Net Position Change mencatat bar hijau konsisten sejak akhir Desember, menandakan distribusi menurun dan pembelian oleh investor berjangka panjang masih berlanjut.

Akumulasi ini sejauh ini membantu meredam tekanan turun. Namun, analis menilai dukungan LTH berpotensi kewalahan apabila tekanan dari pasar derivatif dan sentimen makro terus memburuk.

Baca juga: Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Pasar Derivatif Beri Sinyal Bahaya

Dari sisi derivatif, kondisi pasar ETH menunjukkan kecenderungan bearish. Sekitar 83% posisi terbuka (open interest) di pasar futures condong ke posisi short. Ketimpangan ini berisiko memicu volatilitas tinggi, terutama saat harga mendekati level psikologis penting.

Data likuidasi mengungkap adanya zona bahaya di sekitar $3.000. Jika ETH turun ke area tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan mencapai $368 juta, yang dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam koreksi harga.

Tekanan Jual Semakin Kuat

Indikator momentum juga mengonfirmasi lemahnya kekuatan beli. Money Flow Index (MFI) Ethereum telah turun di bawah level 50, menandakan arus modal mulai keluar dari aset tersebut. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan, tekanan beli ETH terus melemah.

Penurunan MFI biasanya mencerminkan dominasi penjual di pasar. Selama arus dana belum kembali positif, harga Ethereum dinilai masih rentan melanjutkan penurunan.

Risiko Breakdown ke $2.900

Secara teknikal, grafik 12 jam ETH menunjukkan pola double top, yang merupakan formasi bearish. Pola ini membuka peluang koreksi sekitar 7,5%, dengan target penurunan ke area $2.900.

Support krusial berada di $3.085. Jika level ini jebol secara meyakinkan, tekanan jual diperkirakan meningkat, terutama saat harga menembus $3.000, yang dikenal sebagai level psikologis penting dengan risiko likuidasi tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara akumulasi investor jangka panjang dan tekanan jual spekulatif jangka pendek sering kali menciptakan “jebakan likuiditas” (liquidity trap), di mana harga sengaja didorong turun untuk memicu likuidasi posisi long sebelum tren utama berlanjut.

Meski demikian, peluang pembalikan arah masih terbuka. Jika ETH mampu bertahan dan memantul dari area $3.085, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam skenario tersebut, Ethereum berpotensi menguji resistance di $3.287, yang sekaligus akan menggugurkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan dan turun hingga ke level $2.682. Meski demikian, penurunan ini membawa ETH ke area yang dinilai sebagai support kuat, berdasarkan data on-chain dan pergerakan alamat akumulasi besar.

Level harga tersebut disebut bertepatan dengan realized price dari alamat-alamat akumulasi ETH, yaitu kelompok investor yang secara konsisten mengumpulkan Ethereum dalam jumlah besar. Dalam analisis sebelumnya, zona ini telah diproyeksikan sebagai garis support penting, dan kini harga ETH tercatat telah mencapainya.

Harga Beli Whale ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Selain itu, harga beli para whale Ethereum juga berada di kisaran yang sama. Kondisi ini menjadikan area $2.682 sebagai level pertahanan yang signifikan, karena secara historis harga cenderung mendapatkan dukungan ketika mendekati rata-rata harga beli investor besar.

Data menunjukkan bahwa aktivitas pembelian oleh kelompok whale masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Tekanan jual yang ada sejauh ini belum mampu menembus level support tersebut secara signifikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, support line yang kuat biasanya terbentuk dari akumulasi historis dan cluster order book yang padat.

“Jika ETH mampu mempertahankan level ini, potensi rebound teknikal meningkat. Namun, jika ditembus, risiko cascading liquidation dan penurunan ke support berikutnya juga signifikan,” jelasnya.

Selama kelompok alamat akumulasi tetap mempertahankan posisinya dan tidak melakukan distribusi besar-besaran, harga ETH diperkirakan masih akan mendapatkan dukungan di level saat ini. Namun demikian, pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta sentimen makro yang berkembang.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com