Tag Archives: hujan

Kisah Batu Keramat di Rote Ndao, Tempat Memohon Hujan dan Rezeki



Rote Ndao

Di Rote Ndao, NTT ada sebuah batu yang dipercaya keramat. Batu Termanu namanya. Masyarakat Rote Ndao percaya batu itu bisa mendatangkan hujan dan rezeki.

Masyarakat Rote Ndao menganggap Batu Termanu sebagai batu yang membawa rezeki. Bagi orang Rote Tengah, batu ini juga merupakan tempat pemujaan, dengan lokasi pemujaan terletak di puncaknya.

Legenda Batu Termanu

Menurut cerita rakyat, Batu Termanu Sualai dulunya sering berpindah-pindah mengelilingi Pulau Rote. Ketika batu ini tiba di Rote Tengah, ia tiba-tiba berhenti karena adanya ritual adat yang menyambut kedatangannya oleh penduduk setempat.


Batu Termanu terbagi menjadi dua yakni Batu Hun dan Batu Sualai. Kedua batu tersebut, yang diidentifikasi sebagai batu pria dan wanita. Batu pria terletak di pinggir Pantai Lely, sedangkan batu wanita berada agak jauh ke dalam laut.

Legenda menyebutkan bahwa Batu Termanu awalnya berasal dari Vietnam, kemudian berpindah ke Maluku, dan selanjutnya ke Rote Barat Laut (Oelaba) sebelum akhirnya menetap di Termanu (Rote Tengah).

Dalam kepercayaan masyarakat Rote, batu ini dianggap sebagai batu keramat dan orang-orang tua sering berdoa di kaki batu ini untuk memohon hujan.

Lokasi Batu Termanu

Batu Termanu berada di wilayah Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Namun jika dilihat secara geografis, Batu Termanu berada di sebelah timur Kota Ba’a yang merupakan ibu kota Rote Ndao.

Harga Tiket Batu Termanu

Sebelum berkunjung ke Batu Termanu, pengunjung dapat menyiapkan uang sebesar Rp 10.000 per orang untuk sekali masuk ke destinasi ini.

Jam Operasional Batu Termanu

Pengunjung yang ingin berkunjung ke Batu Termanu bisa datang kapan saja karena tempat wisata alam ini buka setiap saat atau 24 jam selama 7 hari.

Berkunjung ke Pulau Rote, NTT, jangan lupa untuk berwisata ke kawasan Batu Termanu. Panorama alam yang memukau membuat wisatawan ingin kembali lagi ke sana.Batu Termanu Foto: Ari Saputra

Cara Menuju ke Batu Termanu

Jika pengunjung menggunakan kapal ferry, keberangkatan dilakukan pukul 08.00 Wita dari Pelabuhan Bolok, Kupang dan berlabuh di Pelabuhan Pantai Baru, Rote. Waktu penyeberangan memerlukan sekitar 3-4 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan laut.

Sebagai alternatif, pengunjung dapat menggunakan kapal cepat yang berangkat dari Pelabuhan Tenau, Kupang pada pukul 08.00 Wita. Perjalanan dengan kapal cepat ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam, tergantung pada kondisi angin dan gelombang laut.

Ketika tiba di Pelabuhan Pantai Baru (Rote Ndao), pengunjung perlu untuk menuju Kota Ba’a, yang berjarak sekitar kurang lebih 45 menit dengan kendaraan melalui jalanan beraspal halus.

Dari Kota Ba’a, lokasi Batu Termanu dapat dicapai dalam waktu sekitar 15-20 menit, karena jaraknya hanya sekitar 7 kilometer (km).

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Kala Hujan Abadi Turun Tanpa Henti di Green Canyon Pangandaran



Pangandaran

Tahukah kamu, di objek wisata Green Canyon Pangandaran, kalian bisa merasakan hujan ‘abadi’ yang turun tanpa henti. Seperti apa sih rasanya?

Hujan abadi semakin menambah keeksotisan objek wisata Green Canyon yang berada di Pangandaran, Jawa Barat. Batuan stalaktit dan stalagmit menjadi sumber menetesnya air bersih dari dalam sela-sela bebatuan.

Penamaan hujan abadi yang ada dalam goa Cagar Alam Pangandaran sudah ada sejak lama. Bahkan, meski kondisinya kemarau panjang, tetesan air dari sela-sela batu terus mengalir seakan tanpa henti.


Beragam batuan alam yang terbentuk alami karena tetesan air yang diperkirakan ratusan tahun itu membuat cantik ukirannya. Selain itu, batuan yang berbentuk payung menjadi spot melompat bagi pengunjung yang melakukan body rafting.

Nama Green Canyon untuk destinasi itu seakan sangat tepat, airnya yang hijau, pepohonan yang rindang dan asrinya suasana.

Nama Green Canyon pertama kali dikenalkan wisatawan asing asal Perancis bernama Bill Jhon yang mengaitkan dengan sebuah ngarai yang ada di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat yang membelah sungai.

Green Canyon yang akrab disebut Cukang Taneuh itu memiliki magnet kunjungan setiap menjelang hari libur. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Canyon Suhman mengatakan objek wisata Green Canyon ini sudah ada sejak 1990-an.

Namun, baru disatukan menjadi satu destinasi wisata dengan dermaga pemberangkatan pada tahun 1998.

“Dulu namanya masih populer di masyarakat dengan nama Cukang Taneuh, tempat penyeberangan atau jembatan yang terbuat secara alami dari tanah dan bebatuan di atas sungai Green Canyon,” kata Suhman, Senin (27/5) pekan lalu.

Objek wisata Green Canyon Pangandaran.Objek wisata Green Canyon Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Menurut dia, nama Green Canyon justru muncul dari wisatawan asal Perancis yang waktu itu diajak berkunjung menyusuri Green Canyon waktu itu sekitar tahun 1998.

“Dulu memang yang pertama kali menemukannya wisatawan asing dengan menyebut mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Makanya lokasi ini disebut Green Canyon, nama itu populer hingga saat ini,” ucapnya.

Green Canyon menyediakan keindahan berupa aliran sungai yang diapit diantara dua bukit bebatuan yang tembus ke dalam goa. Sementara pada mulut goa terdapat hiasan gemericik tetesan air abadi yang tak pernah surut.

“Memang benar tetesan air abadi atau wisatawan banyak bilang hujan abadi sudah ada sejak dulu saat pertama kali ditemukan,” katanya.

Ia mengatakan meski memasuki musim kemarau, kondisi tetesan air abadi terus mengalir.

“Kalaupun kemarau, air yang mengalir tetap sama,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Penyebab Kaca Mobil Berjamur dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Kaca mobil adalah bagian penting dari suatu mobil. Demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara, penting untuk menjaga kaca mobil tetap bersih, salah satunya dari jamur yang kerap menempel di kaca mobil.

Apa penyebab kaca mobil berjamur? Bagaimana cara menghilangkan jamur yang menempel di kaca mobil? Simak di artikel berikut.

Penyebab Kaca Mobil Berjamur

Mengutip London Car Windscreen, kaca mobil bisa berjamur jika sering diparkir di tempat lembap, apalagi jika mobil tidak rutin digunakan.


Selain itu, jamur juga bisa muncul jika kaca mobil tidak segera dibersihkan setelah terkena air hujan. Pengembunan di kaca mobil berisiko menimbulkan jamur.

Jamur yang muncul di kaca mobil sebaiknya segera dibersihkan. Sebab, jamur bisa berkembang biak dan menyebar ke bagian mobil yang lain.

Cara Membersihkan Kaca Mobil Berjamur

Berikut bebarapa cara membersihkan kaca mobil yang berjamur.

1. Alkohol kadar 50-90%

Alkohol sering digunakan sebagai cairan pembersih, termasuk pembersih kaca mobil. Basahi kain lembut dengan cairan alkohol dan gosokkan ke kaca mobil.

Perlu diingat, jangan menekan kaca mobil terlalu keras agar tidak tergores.

2. Minuman Bersoda

Untuk menghilangkan jamur menggunakan air soda, pertama bersihkan kaca mobil dengan kain kering terlebih dahulu. Lalu, basahi kain lembut dengan air soda dan gosokkan ke kaca mobil. Lakukan beberapa kali hingga jamur hilang.

Sebaiknya, air soda yang dipilih tidak mengandung gula agar tidak mengundang semut.

3. Pasta Gigi

Pasta gigi juga mampu membersihkan jamur di kaca mobil. Caranya adalah dengan mengoleskan pasta gigi secukupnya pada kaca mobil, lalu tunggu hingga kering.

Setelah itu, bilas dengan air sambil menggosok kaca dengan kain lembut hingga jamur hilang.

4. Pemutih Pakaian

Jamur pada kaca mobil juga bisa dihilangkan menggunakan pemutih pakaian. Basahi kain lembut dengan pemutih pakaian secukupnya, lalu gosokkan pada kaca mobil hingga bersih. Jangan menekan kaca terlalu keras agar kaca tidak tergores.

Itu dia cara membersihkan kaca mobil yang berjamur. Untuk mencegah jamur tumbuh di kaca mobil, sebaiknya detikers tidak memarkir mobil di tempat lembap dalam waktu yang terlalu lama. Pastikan juga untuk mengeringkan embun pada kaca mobil, apalagi setelah hujan. Semoga membantu, detikers!

(fds/fds)



Sumber : oto.detik.com

Wisata Curug Walet, Surga Alam Tersembunyi di Kaki Gunung Salak


Jakarta

Curug Walet adalah salah satu destinasi wisata alam di kawasan Bogor dengan udara sejuk dan asri.
Keindahan alam tersembunyi tempat ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tempat ini menawarkan pengalaman dan sensasi healing, untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Curug Walet bisa jadi destinasi yang wajib dikunjungi, apalagi buat kamu yang suka menikmati keindahan dan berpetualang di alam.

Aktivitas Menarik di Curug Walet

Berbagai aktivitas menarik dan seru bisa kalian lakukan di Curug Walet. Mulai dari menikmati pemandangan air terjun, bermain air, hingga trekking.


1. Trekking Curug Walet

Lokasi Curug Walet sangat cocok dijadikan tempat trekking. Setelah sampai di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Untuk menuju ke air terjun Curug Walet, pengunjung akan berjalan melewati jalan berbatu dan cukup licin terutama jika setelah hujan. Jadi disarankan untuk memakai sepatu gunung dan selalu berhati-hati.

Jalannya cukup ekstrem, cukup sempit, dan bahkan sering kali akan menemui jurang di kanan kirinya.

Oiya, sebelum mencapai Curug Walet, kita juga akan melewati Curug Payung. Walaupun, air terjunnya tidak terlalu besar namun masih tetap indah.

Dari Curug Payung perjalanan masih berlanjut, dengan jalur yang makin ekstrem karena wisatawan perlu melewati sisi tebing. Perjalanan trekking ke air terjun Curug Walet kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Dilihat dari salah satu situs trip tour, harga trekking ke Curug Walet berkisar Rp 300-400 ribu per pax.

Biaya tersebut merupakan estimasi biaya open trip ke Curug Walet dari Jakarta.
Harga tersebut sudah termasuk:

  • Transport PP Hiace
  • Tiket masuk Gunung.Halimun Salak
  • Tiket masuk Curug Walet
  • Local guide
  • Tour leader dari Jakarta

Paket tidak termasuk:

  • Makan
  • Obat-obatan pribadi
  • Pengeluaran keperluan pribadi selama perjalanan
  • Penambahan dan atraksi wisata di luar program
  • Tipping tour leader dan driver

2. Menikmati Keindahan Alam di sekitar Curug Walet

Selama di perjalanan sebelum memasuki hutan, jalur kamu juga bisa melihat hamparan sawah di kanan kiri. Pengunjung akan ditawari pemandangan alam, dengan hutan yang asri selama melakukan perjalanan untuk menuju air terjunnya.

3. Bermain Air di Air Terjun

Curug Walet memiliki air jernih berwarna kehijauan karena berasal dari mata air Gunung Salak. Jika tercampur tanah dan hujan, biasanya air berwarna cokelat.

Dikutip dari salah satu situs travel, Air terjun di Curug Walet terdiri dari tiga tingkatan. Air terjun yang paling tinggi ada di area atas. Untuk menuju ke sana, disediakan akses berupa tangga. Jangan lupa mengabadikan momen di Curug Walet dengan berfoto-foto ria.

Alamat Curug Walet

Curug Walet berlokasi di Desa Ciasihan, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Dari pusat kota Bogor ke sini, jaraknya sekitar 38 km dan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam.

Harga Tiket Curug Walet 2024

Tiket masuk ke Curug Walet berkisar Rp 20.000. DItambah biaya untuk parkir motor Rp 5.000 dan untuk mobil Rp 10.000.

Itu tadi informasi seputar wisata Curug Walet di Bogor. Keindahan alamnya yang masih alami, mungkin bisa memberikan kamu kesan liburan yang tak terlupakan.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Lampu LED DRL Kok Menguning, Ini Penyebabnya



Jakarta

Lampu DRL (Daytime Running Light) memiliki peran penting. Terlebih jika sudah menggunakan lampu LED. Saat hujan turun, lampu LED DRL bisa menambahkan visibilitas bagi pengendara.

Ya, fungsi lampu DRL menjadi sangat penting saat musim hujan, karena dalam situasi tertentu cuaca menjadi lebih gelap namun lampu utama masih belum perlu dihidupkan. DRL membantu pengendara lain untuk mengetahui keberadaan kendaraan atau mobil yang kita kendarai. Sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Tapi lampu LED DRL ini juga butuh perhatian. Pasalnya, lampu bisa menguning dan terlihat buram. Hal ini bisa terjadi akibat faktor daya dari lampu yang terlalu tinggi.


“Beberapa Analisa yang kami lakukan, penyebab lampu LED DRL cepat menguning adalah faktor daya yang berlebih. Sehingga menimbulkan panas ekstra,” ujar CEO Yoong Motor Jakarta dan Tomi Airbrush, Tomy Gunawan

Akibat dari panas yang berlebih tersebut tentu berpengaruh terhadap usia pemakaian, durabilitasnya jadi berkurang. Lebih jauh ditekankan oleh Tomy bahwa panas berlebih yang dihasilkan menjadi pemicu kerusakan pada lapisan pembungkus atau plastik lampu LED-nya.

Lampu DRL LED Mitsubishi All New Pajero SportLampu DRL LED Mitsubishi All New Pajero Sport yang telah menguning sebelum diganti. Foto: dok. Yoong Motor

Tomy mencontohkan beberapa kasus lampu LED DRL menguning yang dialami pengguna Pajero Sport. Jika didiamkan, lama kelamaan lampu bisa mati dengan sendirinya.

Untuk penggantian, biaya lumayan menguras kantong. Tomy mengatakan harga pasaran untuk satu set lampu Mitsubishi All New Pajero Sport mencapai Rp 10 jutaan per unit. Artinya bila dilakukan penggantian kanan dan kiri mencapai Rp 20 jutaan. Soalnya LED DRL Pajero Sport menyatu dengan lampu utama kecuali tipe 4×4 dan GLX yang terpisah model lampunya.

Tomy pun selalu memberikan edukasi bahwa untuk penggantian lampu Mitsubishi All New Pajero Sport sebenarnya mudah, hanya tinggal pasang atau “colok” soket saja.

“Tetapi bila pelanggan dari Yoong Motor Jakarta menghendaki penggantian LED DRL dengan model modifikasi atau rakitan, Tomy, tim bengkel sanggup mengerjakan penggantian lampu DRL tersebut,” ucap Tomy.

Soal biaya jasa rakit dan pemasangan lampu LED DRL Pajero Sport di bengkel Yoong Motor Jakarta dibanderol mulai dari Rp 2 juta saja untuk satu set kanan dan kiri. Proses pengerjaannya pun singkat, tak lebih dari satu hari. Tomy juga memberikan garansi 1 tahun untuk lampu LED-nya sebagai bentuk servis.

(lth/dry)



Sumber : oto.detik.com

7 Perlengkapan Motor yang Dibutuhkan Saat Hujan, Jangan Sampai Lupa!



Jakarta

Hujan menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara motor. Jalanan yang licin dan pandangan yang terbatas menjadi faktor kenyamanan dan keselamatan ketika berkendara.

Sehingga, pemilihan perlengkapan motor yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama berkendara. Lantas, apa saja perlengkapan motor yang dibutuhkan saat hujan? Adakah tips untuk berkendara motor saat hujan?

Perlengkapan Motor yang Dibutuhkan Saat Hujan

Ada beberapa perlengkapan motor yang akan dibutuhkan saat hujan turun. Mulai jas hujan yang tahan air, helm yang dapat menjaga pandangan tetap baik, hingga sepatu dan sarung tangan yang kedap air.


1. Jas Hujan

Saat musim hujan, perlengkapan pertama yang harus dibawa oleh pengendara motor adalah jas hujan. Mengutip laman Suzuki, selain dapat melindungi diri dari basah air hujan, penggunaan jas hujan juga bisa memberi kenyamanan ketika berkendara.

Kamu bisa memilih jas hujan yang sesuai dengan kebutuhan. Ada jas hujan ponco, ponco tandem, overcoat, jas hujan rok, mantel, jas hujan gamis, hingga setelan/training.

Jas hujan training dapat lebih melindungi badan sementara jas hujan ponco tandem bisa digunakan untuk kamu yang sering membawa penumpang. Pastikan jas hujan sesuai dengan ukuran tubuh dan tidak menghalangi pergerakanmu ya.

2. Helm

Helm adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan ketika berkendara. Sehingga, saat hujan barang ini tidak boleh ketinggalan.

Pilih helm yang cocok digunakan saat musim hujan. Menurut laman Planet Ban, pastikan kaca helmnya bisa melindungi mata dan tetap dapat menjaga pandangan dalam kondisi yang baik. Kamu bisa menggunakan pelapis kaca helm agar air tidak menempel di bagian kaca.

3. Sarung Tangan

Selanjutnya, perlengkapan yang harus dimiliki yaitu sarung tangan. Pilih sarung tangan yang kedap air, sehingga air tidak merembes ke dalam dan membuat tangan basah. Dengan sarung tangan yang tidak licin, pengendara juga dapat mempertahankan cengkraman pada kontrol stang kendaraan.

4. Sepatu

Saat hujan, kaki menjadi bagian yang rentan terkena cipratan air. Sehingga, kamu perlu menggunakan sepatu dengan jahitan tertutup dan dari bahan anti air.

Dengan sepatu ini, kaki akan tetap kering dan aman terlindungi. Pastikan kamu memilih ukuran yang pas agar air hujan tidak masuk ke dalam sepatu. Adapun alternatif lain untuk melindungi kaki adalah menggunakan pelindung kaki (wiper) yang tahan air.

5. Rompi Pelindung Hujan

Perlengkapan selanjutnya yang bisa kamu gunakan saat hujan adalah rompi pelindung hujan atau tahan air. Meski tak wajib dimiliki, tapi rompi ini bisa memberikan lapisan pelindung tambahan bagi tubuh.

6. Pelapis Tahan Air

Kalau kamu memiliki box motor, bagasi, atau tas pelana pada motor, lengkapi perlindungan tambahan seperti pelapis tahan air. Barang ini menjaga barang bawaan dari terkena air hujan.

7. Sarung Penutup Motor

Sarung penutup motor berfungsi untuk melindungi motor dari hujan ketika sedang diparkir. Selain motor terbebas dari air hujan dan kelembaban, sarung penutup motor juga mencegah rembesan air hujan masuk ke komponen penting motor. Pilih sarung motor dengan ukuran yang pas dengan bahan berkualitas.

Tips Berkendara Motor Ketika Hujan

Selain menggunakan beberapa perlengkapan yang telah disebutkan, ada beberapa tips yang perlu kamu ketahui ketika berkendara motor saat hujan.

1. Atur Kecepatan Motor

Kondisi jalan akan lebih licin ketika hujan. Jadi, kamu harus mengatur kecepatan dengan hati-hati.

Jangan lupa untuk memperhatikan batas kecepatan. Sehingga, saat ada genangan, kamu bisa segera memperlambat laju kendaraan.

2. Pastikan Kondisi Rem

Selain mengatur kecepatan motor, proses pengereman juga harus dilakukan dengan benar ketika hujan.

Pastikan rem dalam kondisi yang baik dan hindari mengerem secara mendadak yang bisa menyebabkan ban motor slip. Selain itu, perhatikan jarak dengan kendaraan depan agar mampu melakukan pengereman.

3. Hindari Genangan Air

Hindari melewati genangan air yang terlalu dalam. Cara ini juga untuk menghindari jika ternyata genangan tersebut adalah lubang besar.

4. Nyalakan Lampu Utama

Fungsi lampu utama adalah memberi visibilitas yang baik bagi pengendara lain. Menyalakan lampu utama dapat membuat pengendara lain bisa melihatmu dengan jelas. Sebab, saat hujan, kondisi jalan menjadi lebih gelap.

5. Tingkatkan Kewaspadaan

Jarak pandang menjadi terbatas ketika hujan. Jadi, tingkatkan kewaspadaan saat berkendara. Perhatikan kondisi jalan dan pengendara di sekitar.

Itulah beberapa perlengkapan motor yang diperlukan saat hujan. Jangan lupa selalu berhati-hati dalam berkendara ya detikers.

(elk/row)



Sumber : oto.detik.com

Wisata Curug Malela, ‘The Little Niagara’ dari Jawa Barat


Curug Malela adalah salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun memukau. Terletak di Kabupaten Bandung Barat, Curug Malela dijuluki “The Little Niagara” atau “Niagara mini”.

Objek wisata ini cocok untuk dijadikan tempat healing dan bersantai menikmati udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Simak lokasi, daya tarik, hingga rute menuju Curug Malela di bawah ini.

Daya Tarik Curug Malela

Tidak hanya memiliki daya tarik tampilan alam yang mempesona, Curug Malela juga menyimpan berbagai fakta menarik.


1. Dijuluki The Little Niagara

Curug Malela BandungCurug Malela Bandung. (Arif wahyu maulana/d’treveler)

Disebut The Little Niagara, karena aliran air terjun Curug Malela melebar dan mengalir deras di antara tebing-tebing batu. Aliran air itulah yang kerap disamakan dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika dan Kanada.

2. Punya Tujuh Jajaran Air Terjun

Curug Malela memiliki ketinggian mencapai sekitar 60 meter dengan lebar 70 meter. Curug ini punya 5 jalur air terjun yang berpadu dengan 7 jajaran air terjun.

Curug Malela jadi bagian teratas dalam jajaran tersebut. Adapun enam air terjun yang ada di bawahnya yaitu urug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Curug MalelaCurug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Air Terjun Malela memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Sungai tersebut juga mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

3. Aliran Airnya Deras dan Jernih

Curug MalelaDerasnya air di Curug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Curug Malela punya bentuk yang berundak-undak dan memiliki aliran air jernih. Air tersebut kerap membentur tebing batu di sekitarnya.

Dilansir laman Perhutani, bongkahan batu, bundar dan lempeng, tersebar di badan sungai di bawah curug ini. Pengunjung juga bisa leluasa bermain-main dengan air atau buih di curug ini.

Salah satu keunikannya, yaitu air terjun ini sangat menyegarkan untuk dipandang. Terlebih ketika musim hujan, debit air di sana semakin deras dan lebih banyak.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat beberapa ekor monyet menampakkan diri dari balik rimbun pepohonan di sekitar air terjun ini.

4. Menyimpan Mitos

Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Curug Malela juga menyimpan mitos yang menyeramkan.

Dari catatan detikTravel, konon, asal-usul Curug Malela diambil dari nama “Tadjimalela”. Menurut warga sekitar, beliau merupakan penguasa di kawasan air terjun Curug Malela.

Konon, Tadjimalela dulunya adalah salah seorang Raja Sumedang Larang yang memerintah pada abad ke-8 Masehi.

Menurut cerita yang beredar, Tadjimalela pernah menampakan dirinya di foto pengunjung yang berfoto di depan air terjun. Terlihat sosok bayangan seorang kakek-kakek berjenggot dengan pakaian serba putih.

Sisa-sisa cerita dan keangkeran itu bahkan masih jadi buah bibir warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung.

Jam Buka Curug Malela

Curug Malela buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Curug Malela berkisar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang.

Perlu dicatat, harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Curug Malela berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Sekarang akses ke Curug Malela cukup mudah. Dari Bandung, traveler bisa menuju Kantor Desa Cicadas. Dari sana, jarak tempuh untuk sampai di Curug Malela sekitar 3 km lagi.

Lokasinya cukup terpencil ditengah hutan dan juga dikelilingi perbukitan. Bagi traveler yang pakai motor, dari desa harus menempuh jalan setapak selebar 1 meter sejauh 2 kilometer dan melintasi areal lahan Perhutani. Sepeda motor bisa diparkir dekat air terjun, karena sudah ada lahan parkir khusus.

Kalau menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Leuwipanjang kamu bisa menaiki angkot jurusan Cimahi atau Cililin. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung Halu atau Bunijaya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kali Odo Gedangan, Sungai yang Airnya Mengalir saat Kemarau


Kali Odo adalah destinasi wisata air yang punya keunikan. Ini adalah sebuah sungai yang airnya mengalir jernih dari sumber mata air.

Wisata Kali Odo menawarkan wisata alam dengan kesegaran air murni, yang berlokasi di Desa Gedangan, Semarang. Sebagai sumber air dan ekosistem alami, Sumber Mas Kali Odo juga kaya akan nilai budaya dan sejarah.

Daya Tarik Kali Odo

Dikutip dari situs Desa Gedangan, pasokan air bersih Kali Odo berasal dari sumber mata air bawah tanah.


Menariknya, air Kali Odo mengalir saat musim kemarau. Di musim hujan, justru airnya tidak mengalir.

Mata air tersebut juga bermanfaat untuk sarana persawahan dan air minum bagi warga masyarakat di beberapa desa selain Gedangan.

Desa Gedangan sendiri merupakan desa wisata, yang memiliki 2 jenis tanah garapan pertanian berupa perkebunan dan persawahan.

Di sebelah baratnya, terdapat sumber-sumber mata air yang dengan situs peninggalan sejarah berupa susunan batu bata kuno yang belum tergali.

Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, air dari Sumber Mas Kali Odo juga dipakai untuk mengairi tak kurang dari 50 hektare sawah warga di 3 desa, yakni Desa Gedangan, Sraten, Rowosari.

Sungainya memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat sekitar. Selain itu, ada tradisi unik yang kerap dilakukan warga sekitar di sana yakni melakukan keceh atau berenang di aliran sungai.

Acara tersebut dikenal dengan tradisi sadranan, yang diisi dengan doa para tokoh agama. Tujuan tradisi ini yaitu sebagai bentuk mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengalirkan air alami dari Sumber Mas Kali Odo.

Setiap memasuki musim kemarau warga dusun menggelar selamatan, dengan menghidangkan puluhan nasi tumpeng. Saat musim kemarau, air mulai keluar dari mata air di hulu sungai.

Alamat Kali Odo

Wisata Kali Odo berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Harga Tiket Masuk Kali Odo 2024

Harga tiket masuk ke Sumber Mas Kali Odo berkisar Rp 5.000 per orang. Jika pengunjung ingin menyewa pelampung, biaya tambahannya juga hanya Rp 5.000 saja.

Jam Buka Kali Odo

Wisata Kali Odo buka setiap hari dari jam 07.00-18.00 WIB.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Tips Aman Berkendara Mobil Listrik, Jangan Abai Kondisi Baterai



Jakarta

Mobil listrik mulai menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk perjalanan dalam kota maupun antar kota. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan pengendara mobil listrik agar perjalanan lebih nyaman tanpa hambatan.

1. Cek Baterai, Pastikan Terisi Penuh

Saat melakukan perjalanan, kita tentunya akan dihadapkan berbagai kondisi jalanan, juga cuaca. Bisa jadi kita akan dihadapkan pada situasi hujan dan terjadi kemacetan panjang. Maka dari itu, pastikan untuk memeriksa baterai sebelum berangkat, dan akan lebih baik untuk mengisi dayanya hingga penuh atau minimal 80% untuk mengurangi terjadinya kehabisan daya, saat cuaca atau kondisi jalanan tidak sesuai yang diinginkan.


2. Periksa Kondisi Ban

Cuaca dan kondisi jalanan yang kurang bagus berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika kondisi ban tidak optimal. Periksa tekanan udara dalam ban secara rutin, dan pastikan juga ban memiliki daya cengkeram yang baik. Saat musim hujan, pastikan permukaan ban masih ideal untuk mencegah tergelincir di jalan yang licin.

3. Gunakan Mode Berkendara yang Sesuai

Saat cuaca buruk seperti hujan atau kabut tebal, disarankan menggunakan mode berkendara yang lebih aman, seperti mode eco atau comfort. Mode ini akan mengurangi
kecepatan akselerasi dan meningkatkan stabilitas kendaraan, sehingga Anda dapat berkendara dengan lebih tenang dan aman.

4. Bersiap saat Cuaca Hujan

Cuaca yang tidak menentu saat ini dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Pastikan mobil listrik yang Anda kendarai dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat memaksimalkan keselamatan di jalan. Contohnya Neta X yang menawarkan sistem Smart Driving dengan 9 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), yang terdiri dari Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Front Vehicle Start Alert (FSA), Full-Speed Adaptive Cruise (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), Integrated Cruise Assist (ICA), Lane Departure Warning (LDW), Emergency Lane Keeping System (ELKS), dan High Beam Assist (HBA). Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi berkendara dengan lebih aman di berbagai kondisi jalan dan cuaca.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Cara Menghemat Baterai Mobil Listrik



Jakarta

Anda salah satu pengguna mobil listrik? Jika iya, tentu Anda harus paham bagaimana cara menghemat penggunaan baterai mobil listrik. Dengan menghemat baterai, Anda bisa meminimalisasi risiko kehabisan baterai saat perjalanan.

Seperti dijelaskan Hyundai Gowa dalam keterangan resminya, perkiraan jarak tempuh pada mobil listrik dipengaruhi beberapa faktor, yakni meliputi:

1. Kebiasaan mengemudi. Mengemudi dengan kecepatan tinggi, kecenderungan untuk mempercepat dan memperlambat, atau terlalu sering berpindah gas dan rem.


2. Penggunaan daya tambahan. Penggunaan daya tambahan, misalnya A/C, pemanas, atau lampu juga bisa berpengaruh terhadap jarak tempuh mobil listrik.

3. Kondisi mengemudi. Cuaca, temperatur, dan medan. Jika mengemudi dalam kondisi hujan kencang atau temperatur rendah, jarak tempuh dengan daya yang tersedia akan berkurang. Perkiraan jarak tempuh juga akan berkurang ketika mengemudi pada tanjakan atau di jalan yang licin atau kasar.

4. Energi listrik. Tergantung pada temperatur baterai dan State of Health (SOH) atau seberapa maksimal kinerja baterai.

Pengemudi dapat menambah jarak tempuh dengan daya yang tersedia dengan mengemudikan kendaraan mengikuti instruksi di bawah ini:

1. Hambatan udara meningkat dengan cepat saat kendaraan listrik melaju lebih cepat, jadi hindari mengebut untuk meningkatkan jarak tempuh dengan daya yang tersedia dan penghematan energi listrik.

2. Akselerasi yang cepat menghabiskan banyak energi berkendara dan deselerasi yang cepat membatasi pengereman regeneratif. Tekan dan lepaskan pedal gas secara bertahap saat berakselerasi atau melambat untuk mempertahankan kecepatan.

3. Jika Anda terlalu sering mengoperasikan A/C atau pemanas, baterai tegangan tinggi akan menggunakan daya yang berlebihan. Matikan A/C atau pemanas jika Anda tidak membutuhkannya.

4. Saat menggunakan A/C atau pemanas, konsumsi energi akan berkurang jika memilih mode resirkulasi dan bukan mode fresh. Mode fresh membutuhkan konsumsi energi yang besar karena udara luar harus dipanaskan atau didinginkan.

5. Menutup jendela saat mengemudi. Mengemudi dengan jendela yang terbuka akan meningkatkan hambatan udara dan penggunaan A/C atau pemanas.

6. Saat menggunakan A/C atau pemanas saat mengemudi sendiri, gunakan fitur driver only.

7. Selalu pertahankan tekanan ban yang ditentukan dan gunakan ban khusus untuk kendaraan listrik.

8. Jangan gunakan komponen listrik yang tidak perlu saat mengemudi dan memasukkan barang yang tidak perlu ke dalam mobil.

Ketika indikator peringatan baterai ditampilkan pada layar cluster, pengemudi bisa berkendara sesuai dengan tips meningkatkan jarak tempuh dengan daya yang tersedia, lalu segera mengisi daya baterai di stasiun pengisian daya terdekat. Jika level daya baterai 0%, jangan coba-coba melanjutkan mengemudi. Parkirkan mobil di tempat yang aman dan hubungi bantuan dari dealer resmi.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com