Tag Archives: nurhayati

8 Bakat Ada di Hijab Hunt, Mulai dari Lukis Pasir hingga Menari dengan Golok

Jakarta

Kamu mempunyai bakat yang unik dan berbeda dari yang lain? Ini waktunya kamu untuk bersinar melalui Emeron Hijab Hunt 2024. Kamu bisa memenangkan hadiah umrah secara gratis dan uang puluhan juta rupiah.

Hijab Hunt adalah ajang pencarian muslimah berbakat yang diselenggarakan oleh Wolipop sejak tahun 2012. Tahun ini, Wolipop bekerja sama dengan Emeron kembali menghadirkan Emeron Hijab Hunt 2024 dengan tema #Hijabersinar.

Setiap bakat, apa pun itu pasti istimewa loh Muslimah! Seperti 8 bakat unik ini yang pernah ada di ajang Hijab Hunt. Mulai dari lenong, melukis di atas pasir hingga menari dengan golok. Penasaran?


Berikut ini bakat unik yang pernah ada di audisi Hijab Hunt:

1. Lenong

Maya Shafira terpilih sebagai pemenang ketiga Sunsilk Hijab Hunt 2018. Finalis asal Jakarta ini sukses mencuri hati dewan juri lewat bakatnya dalam membawakan budaya lenong saat malam final Sunsilk Hijab Hunt 2018 yang berlangsung di Ecovention Ancol, Jakarta Utara Juni 2018.

Maya memberikan penampilan yang sangat menghibur dengan aksi ngelenong dan berpantun. Berhasil meraih juara tiga Sunsilk Hijab Hunt 2018, Maya mengaku tak menyangka dan sempat minder karena melihat bakat 14 finalis Sunsilk Hijab Hunt lainnya yang luar biasa.

“Jujur awal itu saya minder banget karena saya lihat potensi muslimah finalis itu luar biasa. Saya sangat mengapresiasi mereka, penampilan mereka sangat luar biasa. Makanya saya pikir dengan saya membawakan budaya apakah saya bisa setara dengan mereka, dan Allah kasih ternyata saya bisa melampaui itu alhamdulilah,” ungkap Maya saat ditemui Wolipop.

2. Sulap

Tak seperti menari dan menyanyi, sulap adalah talenta yang jarang ditampilkan peserta Hijab Hunt 2017. Hal tersebut dilakukan oleh Anisa Nurhayati asal Klaten. Wirausahan baju muslimah itu memperlihatkan permainan Zombie Ball di mana bola besi seakan-akan dibuat melayang. Wanita 27 tahun yang juga berprofesi sebagai pesulap itu pun mengaku baru mempelajarinya.

3. Bermain Kecapi

Di saat banyak peserta yang memainkan gitar atau piano, peserta bernama Catur Putri justru memilih alat musik yang lebih tradisional, yakni kecapi. Tak hanya pandai memainkan kecapi, ia juga memulainya dengan menyinden dan memainkan lagu Sunda.

“Saya terkesan karena masa sekarang ini ada anak muda yang mau melestraikan budaya, kamu bagus banget,” kata desainer Anniesa Hasibuan sebagai juri.

Catur Putri kemudian keluar sebagai Juara favorit ketiga Hijab Hunt 2017. Catur memainkan kecapi dan menyanyi lagu daerah Sunda.

4. Lukis Pasir

Melukis pasir ditampilkan oleh Fera Manaroinsong. Mahasiswa berusia 20 tahun tersebut tahun lalu sudah pernah ikut Sunsilk Hijab Hunt. Hanya masuk 20 besar Yogyakarta, ia pun bertekad mengikutinya lagi tahun ini. Apalagi sekarang Fera sudah punya meja pasir dan konsep yang lebih maksimal. Kali ini, ia melukiskan tentang sambutan Sunsilk Hijab Hunt di Yogyakarta.

5. Taekwondo

Tak hanya menyanyi dan menari, bakat yang dimiliki finalis Hijab Hunt 2017 cukup beragam, salah satunya adalah taekwondo. Lia Karina Mansur, finalis asal Yogyakarta ini adalah seorang atlet nasional taekwondo. Karena prestasinya inilah, Lia berhasil masuk sebagai sepuluh besar finalis Hijab Hunt 2017.

6. Puisi dan Bernyanyi

Umi Fadila menjadi favorit kedua para juri. Umi yang berprofesi sebagai guru fisika dan kimia itu unjuk kebolehan membaca puisi dan bernyanyi.

7. Modeling

Sekar Fathiya Azni berhasil meraih posisi ketiga pada Hijab Hunt 2017. Sekar Fathiya Azni pamer kebolehan modeling dan bernyanyi dan meraih hadiah uang.

8. Menari dengan Golok

Tak sedikit pula hijabers Yogyakarta yang menunjukkan kebolehan menari. Salah satunya adalah Junnia Ulfah yang merupakan seorang mahasiswi asal Kalimantan Tengah. Tariannya bisa dibilang maskulin, apalagi melibatkan golok. Diceritakan jika Junnia adalah kakak yang cemburu dan ingin berperang dengan adik dengan golok itu. Ia bahkan terlihat menggigit golok saat menari.

Mau seperti mereka? Yuk, daftar sekarang dan ikuti audisinya di www.hijabhunt.com. Setelah audisi di Bandung, akan ada audisi Emeron Hijab Hunt 2024 secara langsung di Jakarta dan Solo.

Melihat antusiasme dari para hijabers, tim Emeron Hijab Hunt 2024 memutuskan untuk mengubah batas usia pendaftar menjadi 15-35 tahun. Kamu bisa langsung daftar dan ikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 melalui www.hijabhunt.com.

Jika kamu upload video bakatmu melalui aplikasi KipasKipas, kamu berkesempatan mendapatkan Golden Ticket by KipasKipas!

Emeron Hijab Hunt 2024 didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas dapatkan aplikasinya di AppStore dan PlayStore, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel.

(gaf/eny)



Sumber : wolipop.detik.com

BPJPH Apresiasi Dukungan Pemprov Jabar Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK



Jakarta

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas sinergi aktif dalam pembinaan, edukasi, dan fasilitasi sertifikasi halal untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Apresiasi ini disampaikan Deputi Pembinaan dan Pengawasan JPH BPJPH, E.A. Chuzaemi Abidin, dalam kegiatan Pembinaan Sertifikasi Halal di Gedung BAZNAS Kabupaten Bogor pada Selasa (5/8).

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam program sertifikasi halal bagi pelaku usaha, melalui sinergi dalam pembinaan, edukasi, sosialisasi, hingga fasilitasi pelaku usaha dalam pelaksanaan sertifikasi halal,” ujar Chuzaemi dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).


Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat banyaknya pelaku UMK di Indonesia. Sertifikasi halal, lanjutnya, menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menjaga daya saing produk dan kepercayaan konsumen.

BPJPH sendiri menargetkan satu juta kuota Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) tahun ini bagi pelaku UMK di seluruh Indonesia. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan antusiasme dan jangkauan fasilitasi yang tinggi.

“Fasilitasi baik yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan dan edukasi hingga fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal baik self declare maupun reguler keberadaannya sangat penting sebagai bentuk kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus sertifikat halal, khususnya pelaku UMK yang jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia.” lanjut Chuzaemi.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 150 pelaku UMK dari berbagai sektor. Selain sesi edukasi, BPJPH juga membuka layanan sertifikasi halal secara langsung (on the spot) kepada peserta yang hadir.

Chuzaemi berharap pelaku usaha memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal dan mendorong kolaborasi Dinas terkait agar target sertifikasi halal nasional dapat tercapai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Budi Setyo Hartoto, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Nurhayati, Ketua TP PKK Bogor Asep Fahrudin, Ketua Umum Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sri Mulyati, serta perwakilan lembaga dan stakeholder terkait.

(akd/akd)



Sumber : www.detik.com