Tag Archives: politeknik

5 Rekomendasi Beasiswa dalam Negeri yang Jarang Diketahui



Jakarta

Beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang tentunya jadi incaran banyak mahasiswa. Dengan beasiswa, beban biaya kuliah bisa lebih ringan sehingga mahasiswa dapat lebih fokus belajar.

Jenis beasiswa yang punya peminat tinggi biasanya berasal dari dalam negeri. Contohnya beasiswa LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia hingga beasiswa sekolah kedinasan.

Beasiswa-beasiswa tersebut disediakan langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh kementerian ataupun lembaga. Tak heran, peminatnya akan tinggi karena seleksi ketat.


Namun, detikers tak perlu khawatir tidak lolos seleksi beasiswa-beasiswa tersebut. Sebenarnya masih banyak beasiswa kuliah dari dalam negeri yang jarang diketahui, sehingga peminatnya tak sebanyak beasiswa dari pemerintah.

Ada apa saja? Ini daftar beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui.

1. Beasiswa Cendekia Muda Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ternyata punya ragam jenis beasiswa pendidikan untuk siswa hingga mahasiswa, contohnya Beasiswa Cendekia Muda Baznas.

Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa D4 atau S1 yang menempuh kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. Besaran beasiswa ini bisa mencakup total UKT atau subsidi.

Ada beberapa kategori yang bisa dipilih dalam Beasiswa Cendekia Muda Baznas, mulai dari beasiswa dengan kategori jurusan prioritas; prestasi; aktivis; wirausaha; dan lainnya.

2. Beasiswa Djitu

Beasiswa Djitu atau singkatan dari Disiplin, Jujur, Inovatif, Tanggung Jawab, Unggul adalah bantuan pendidikan untuk mahasiswa D3-S1 yang disediakan oleh Yayasan Knouw Kalbe.

Beasiswa ini khusus menarget perempuan yang sedang menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa dengan jurusan di bidang agrikultur, bisnis, ekonomi, kesehatan, dan STEM.

Penerima Beasiswa Djitu bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 10 juta hingga lulus. Selain itu, ada dana penunjang sebesar Rp 1,2 juta per semester.

3. Beasiswa Teladan

Beasiswa Teladan diinisiasi oleh Tanoto Foundation untuk siswa hingga mahasiswa. Bentuk beasiswa Teladan berupa pendanaan kuliah secara fully funded dan biaya hidup bulanan.

Tak cuma itu, program pengembangan diri dan eksperimen dapat dirasakan penerima Beasiswa Teladan. Sebagaimana tujuannya, beasiswa ini diberikan kepada calon-calon pemimpin muda.

Ada banyak jaringan universitas penerima Beasiswa Teladan yakni IPB University, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya.

4. Beasiswa Bright Scholarship

Bright Scholarship bisa dicoba bagi mahasiswa on going yang sedang mengalami kesulitan membiayai kuliah. Didanai oleh YBM BRI, beasiswa ini akan menopang UKT dan biaya hidup bulanan awardee.

Selain itu, Beasiswa Bright Scholarship menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa. Jika mahasiswa menginginkan jaringan atau pertemanan yang kuat antarawardee, maka beasiswa ini bisa menjadi solusi.

Hingga saat ini, ada banyak kampus besar yang menjadi mitra YBM antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan 32 kampus lainnya.

5. Beasiswa Aperti BUMN

Apakah detikers berkuliah di kampus naungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Jika demikian, maka bisa mencoba beasiswa satu ini.

Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (Aperti) menyediakan pembiayaan kuliah dan fasilitas akademik. Selain itu, penerima bisa berkesempatan magang dan bekerja di perusahaan BUMN seperti PLN, Pertamina, Pos Indonesia dan lainnya.

Adapun kampus yang menyediakan beasiswa Aperti BUMN yakni:

  • Telkom University (Tel-U)
  • Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)
  • Institut Teknologi PLN (ITPLN)
  • Universitas Pertamina (Uper)
  • Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)
  • Politeknik Semen Indonesia (Polteksi)

Demikian informasi beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui tetapi punya pendanaan yang lumayan. Semoga bermanfaat bagi detikers ya.

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Hijabers Bandung Unjuk Bakat di Emeron Hijab Hunt, Monolog hingga Jaipong

Bandung

Para hijabers Bandung sudah hadir dan siap menunjukkan bakatnya di hadapan juri, mulai dari bernyanyi, menari hingga bakat monolog. Seperti apa persiapannya?

Wolipop berbincang dengan beberapa peserta audisi, salah satunya Zahra Aisyatul dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Zahra menampilkan bakat bernyanyi dengan membawakan lagu Semenjana dari Soegi Boernean.

“Persiapan aku nampilin nyanyi sambil nyanyi-nyanyi latihan. Kebetulan aku ikutan paduan suara sambil nyanyi. Akunya enjoy siap mental dan percaya diri untuk tampil di depan juri,” ucap Zahra.


Suasana audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2024) mulai pukul 10.00 WIB.Suasana audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Parkir Barat Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2024) mulai pukul 10.00 WIB. Foto: Gresnia/Wolipop.

Selain itu, ada salah satu peserta yang akan menyuguhkan tarian Jaipong saat audisi Emeron Hijab Hunt 2024, Cenny (24 tahun). Wanita yang tinggal di Sarijadi, Bandung ini mengaku sudah sejak kelas 1 SD mengikuti sanggar tari dan mengikuti perlombaan dari tingkat provinsi dan nasional.

“Sebenarnya ini konsepnya tradisional modern. Jadi ceritanya tentang seseorang yang mengapresiasi dan mengembalikan jati diri Sunda yang telah tergerus oleh derasnya perkembangan zaman,” kata Cenny.

Tahun 2014, Cenny pernah ikut Indonesia’s Got Talent hingga berhasil menjadi semi finalis. “Persiapannya kebetulan karena saya mengajar tari di UKM Politeknik Negeri Bandung, jadi untuk garapannya sudah dibuat dan tinggal latihan sendiri untuk diri sendiri di depan juri,” jelasnya.

Ingin memberikan penampilan yang unik dan berbeda dari yang lain. Desi Rachmi yang tinggal Baleendah, Bandung, Jawa Barat ini mengungkapkan akan menampilkan bakat monolog.

“Aku mau monolog itu penampilan teater ngobrol sendiri tidak ada lawan bicara dengan gesturnya sendiri. Karena dulu aku anak teater dari SMP sampai kuliah di UNPAD,” jelas Desi.

Wanita yang berusia 23 tahun ini menuturkan bakat monolog masih jarang dan ingin tampil berbeda dengan yang lain. “Persiapannya menghafalkan nafkah, mental dan memberikan vibes positif. Aku juga latihan vokal, ekspresi dan minta pendapat dengan teman yang lain,” ujarnya.

Indah Syaripah Uzhma (22 tahun) akan menari tradisional Jaipong. “Soalnya hobi aku dari kecil dan aku merasa jika aku menari itu bakal baik-baik saja. Persiapannya mental dikuatin lagi dan berdoa untuk audisi. Senang banget karena aku suka kegiatan ini. Bisa untuk mengisi kekosongan karena aku lagi ujian kompetensi jadi isi waktu luang ikut audisi,” tutur Indah yang tinggal di Gunung Batu, Bandung, Jawa Barat.

Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umrah dan Haji Anda.

(gaf/gaf)



Sumber : wolipop.detik.com