Tag Archives: xrp

ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

Harga XRP bergerak relatif datar dalam 24 jam dan sepekan terakhir, mencerminkan kebingungan pasar. Di satu sisi, ETF spot XRP mencatat inflow selama tiga pekan berturut-turut. Namun di sisi lain, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pelemahan yang tersembunyi.

Dilaporkan BeInCrypto, kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa harga tetap tertahan di bawah US$1,50 meski arus dana institusional masih positif?

Inflow ETF Masih Positif, Tapi Melemah Tajam

ETF spot XRP mencatat inflow sebesar US$36,04 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Namun, pada pekan yang berakhir 20 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi hanya US$1,84 juta.

Penurunan hampir 95% dalam tiga pekan ini menunjukkan bahwa meskipun arus dana masih positif, kekuatan permintaan institusional melemah secara signifikan.

Secara teknikal, XRP juga telah turun di bawah weekly Volume Weighted Average Price (VWAP) sejak 18 Februari dan belum berhasil merebut kembali level tersebut. VWAP kerap digunakan sebagai acuan rata-rata harga institusi. Ketika harga berada di bawah VWAP, rata-rata posisi institusi berada dalam kondisi rugi, yang biasanya mengurangi minat akumulasi lanjutan.

Pada kejadian sebelumnya ketika XRP kehilangan VWAP mingguan, harga terkoreksi hampir 26%.

Selain itu, terdapat indikasi hidden bearish divergence antara 6 hingga 20 Februari. Harga mencetak lower high, sementara indikator RSI mencetak higher high. Pola ini kerap menandakan melemahnya momentum pemulihan dan potensi perpanjangan tren turun jika support penting ditembus.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan arus masuk ETF sebesar 95% menunjukkan bahwa minat institusional terhadap XRP mulai mendingin secara drastis setelah euforia awal.

“Harga yang bertahan di bawah VWAP mingguan mengindikasikan bahwa “big money” saat ini dalam posisi defensif atau merugi. Tanpa katalis baru untuk menarik inflow, cluster biaya ,26 menjadi satu-satunya pembatas sebelum harga terjun bebas menuju area ,02 sebagai target koreksi logis berikutnya,” ungkapnya.

Tekanan Beli Masih Ada, Tapi Mulai Melemah

Meski sinyal institusional melemah, harga belum mengalami penurunan tajam. Data on-chain menunjukkan arus keluar dari bursa (exchange outflows) sempat mencapai 71,32 juta XRP pada 18 Februari, namun kini turun menjadi sekitar 41,69 juta XRP, atau melemah sekitar 41%.

Outflow umumnya diartikan sebagai akumulasi. Penurunan outflow menunjukkan tekanan beli mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.

Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan divergensi positif. Saat harga cenderung turun antara 6 hingga 19 Februari, MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh pembeli saat harga melemah.

Dukungan dari dip buyers inilah yang sejauh ini mencegah harga mengalami koreksi lebih dalam.

Baca juga: XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

Support US$1,26 Jadi Penentu Arah

Data cost basis menunjukkan level krusial berada di sekitar US$1,26, di mana lebih dari 159 juta XRP dibeli. Level ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor mempertahankan posisi di area harga tersebut.

Jika level US$1,26 bertahan, XRP berpotensi menghindari koreksi lebih dari 12% meski support di US$1,35–US$1,37 ditembus.

Namun, jika harga turun di bawah US$1,259, tekanan jual bisa meningkat signifikan dengan target berikutnya di sekitar US$1,162 dan US$1,024.

Untuk mengubah momentum menjadi lebih positif, XRP perlu merebut kembali level US$1,439. Penguatan lebih lanjut memerlukan penembusan US$1,476 dan US$1,549. Sementara breakout di atas US$1,670 diperlukan untuk sepenuhnya menghapus tekanan bearish.

Saat ini, XRP berada di persimpangan antara melemahnya dukungan institusional dan akumulasi bertahap oleh pembeli ritel. Level US$1,26 menjadi titik krusial yang kemungkinan besar akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

XRP menjadi salah satu aset kripto paling kontroversial di industri. Di satu sisi, kritik menyebut XRP tidak memiliki utilitas nyata dan hanya bertahan sebagai aset spekulatif.

Di sisi lain, komunitas pendukungnya meyakini XRP akan menjadi tulang punggung infrastruktur keuangan global. Realitasnya berada di antara dua narasi tersebut: XRP memang memiliki kegunaan riil, tetapi cakupannya lebih spesifik dari yang sering diklaim.

Historis XRP

XRP merupakan token asli XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012 dengan tujuan utama memfasilitasi pembayaran lintas negara secara cepat dan berbiaya rendah. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai penyimpan nilai atau Ethereum yang menonjolkan smart contract, XRP dirancang untuk memindahkan dana antar sistem keuangan secara efisien.

Dilaporkan BeInCrypto, transaksi di XRP Ledger dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima detik dengan biaya yang sangat kecil, menjadikannya efektif sebagai bridge currency untuk mengonversi dua mata uang fiat secara instan tanpa perlu rekening prefunded di luar negeri.

Dari sisi pengguna, investor ritel menjadi kelompok terbesar pemegang XRP saat ini. Data hingga awal 2025 menunjukkan terdapat sekitar 6 hingga 7 juta akun terisi di XRP Ledger. Setelah memperhitungkan kepemilikan melalui bursa dan pengguna yang memiliki lebih dari satu wallet, analis memperkirakan sekitar 2 hingga 3 juta individu secara global benar-benar memegang XRP.

Baca juga: XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

Pengguna Utama XRP

Bursa kripto juga menjadi pengguna utama XRP. Platform seperti Binance, Bitstamp, Kraken, dan Uphold memanfaatkan XRP untuk manajemen likuiditas dan transfer antar platform. Kecepatan dan biaya rendah XRP membuatnya efisien untuk memindahkan dana dalam jumlah besar antar exchange.

Selain itu, sejumlah penyedia layanan pembayaran menggunakan XRP melalui sistem On-Demand Liquidity (ODL) milik Ripple. Perusahaan seperti SBI Remit di Jepang dan Tranglo di Asia Tenggara memanfaatkan XRP sebagai aset perantara untuk memfasilitasi remitansi internasional tanpa harus menyimpan cadangan dana dalam mata uang asing.

Sementara itu, penggunaan oleh perbankan bersifat lebih terbatas dari yang sering diasumsikan. Beberapa institusi keuangan besar seperti Santander, Standard Chartered, dan Bank of America memang menggunakan infrastruktur pembayaran Ripple.

Namun, mayoritas hanya memanfaatkan teknologi pesan dan settlement milik Ripple tanpa secara langsung menggunakan XRP sebagai aset likuiditas. Hanya mitra tertentu yang benar-benar memakai XRP dalam transaksi.

Fungsi Pembayaran

Di luar fungsi pembayaran, XRP juga memiliki peran teknis di dalam ekosistemnya sendiri. Setiap akun di XRP Ledger diwajibkan menyimpan XRP, dan setiap transaksi membutuhkan XRP untuk membayar biaya jaringan. Token ini juga mendukung perdagangan terdesentralisasi, penerbitan token, serta transfer aset dalam jaringan.

Dengan demikian, XRP bukanlah aset tanpa utilitas, namun juga belum menjadi standar universal sistem perbankan global. Kegunaannya nyata dalam konteks tertentu, khususnya sebagai penyedia likuiditas dan penyelesaian pembayaran lintas batas. Memahami siapa yang benar-benar menggunakan XRP membantu memisahkan fakta dari narasi yang berkembang di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, realitas utilitas XRP lebih spesifik daripada narasi ‘adopsi bank massal’. Kekuatan utamanya terletak pada peran sebagai jembatan likuiditas (bridge currency) lintas batas yang sangat efisien.

“Memahami perbedaan antara penggunaan software Ripple dan penggunaan token XRP sangat krusial bagi investor untuk menilai nilai intrinsik aset ini,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami penolakan tajam di area resistance $1,67 pada 15 Februari. Sejak gagal menembus level tersebut, XRP telah turun sekitar 13% dan kini bergerak di bawah tekanan jual yang meningkat dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa. Data teknikal dan on-chain menunjukkan adanya distribusi dari investor besar (whale), sementara pemegang jangka panjang berusaha menyerap suplai tersebut untuk mencegah pelemahan lebih dalam.

Analisis Teknikal XRP

Secara teknikal, XRP bergerak dalam pola rising wedge sejak awal Februari. Pola ini umumnya bersifat bearish karena menunjukkan kenaikan harga yang makin melemah dalam rentang tren yang menyempit. Jika breakdown terjadi, pola tersebut mengindikasikan potensi koreksi hingga sekitar 26%.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal pelemahan sudah terlihat sebelumnya melalui bearish divergence antara harga dan Relative Strength Index (RSI). Saat harga membentuk puncak yang lebih rendah, RSI justru mencetak puncak lebih tinggi. Divergensi ini menandakan momentum kenaikan tidak didukung kekuatan beli yang solid.

Pada 15 Februari, XRP sempat menyentuh $1,67, tetapi membentuk candle dengan sumbu atas panjang, menandakan tekanan jual agresif. Sejak saat itu, harga terus melemah dan kini mendekati batas bawah pola rising wedge, meningkatkan risiko breakdown.

Data on-chain memperlihatkan bahwa wallet besar menjadi faktor utama di balik tekanan jual ini. Wallet yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP mengurangi kepemilikan sekitar 10 juta XRP. Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta XRP melepas sekitar 40 juta XRP tambahan.

Sentimen Holder

Secara total, hampir 50 juta XRP, senilai sekitar $75 juta pada harga saat ini, dilepas ke pasar selama reli terakhir. Distribusi ini berkontribusi pada kegagalan harga mempertahankan momentum kenaikan.

Di sisi lain, pemegang jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan kenaikan kepemilikan dari sekitar 127 juta XRP menjadi 150 juta XRP dalam beberapa hari terakhir, atau naik sekitar 17%. Namun, skala akumulasi ini masih jauh lebih kecil dibandingkan lonjakan pembelian awal Februari yang mencapai lebih dari 337 juta XRP.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Saat ini, level $1,26 menjadi area kunci. Data cost basis menunjukkan lebih dari 442 juta XRP dibeli di kisaran $1,27–$1,28. Zona ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor berada di titik impas dan cenderung mempertahankan posisi mereka.

Jika XRP mampu bertahan di atas $1,26, peluang stabilisasi terbuka. Namun, penutupan candle 12 jam di bawah garis tren rising wedge dan level $1,26 dapat memicu penurunan lanjutan menuju $1,16 hingga $1,06. Dalam skenario tersebut, level psikologis $1 kembali menjadi target utama.

Tekanan Bearish

Sebaliknya, untuk meredam tekanan bearish, XRP perlu merebut kembali $1,48 sebagai resistance terdekat. Penembusan di atas $1,67 akan membatalkan pola rising wedge dan mengindikasikan kembalinya dominasi pembeli.

Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih ditentukan oleh pertarungan antara whale yang mendistribusikan suplai dan pemegang jangka panjang yang mencoba menahan tekanan jual. Pergerakan harga dalam beberapa sesi ke depan akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau justru mendekati level $1.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pertarungan antara distribusi whale dan akumulasi HODLer saat ini berada di titik kritis. Jika support kuat di level ,26 (cost basis utama) jebol, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam menuju area ,00 sesuai proyeksi teknikal. Reclaim di atas ,48 diperlukan untuk membatalkan narasi bearish jangka pendek.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Leverage XRP Rontok! Open Interest Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024

Pasar derivatif XRP menunjukkan tanda pelemahan leverage setelah data terbaru mencatat open interest (OI) XRP di seluruh exchange turun ke level terendah sejak 2024. Total open interest kini berada di kisaran 902 juta, jauh lebih rendah dibanding puncak tahun 2025 ketika angka tersebut sempat menembus 2,5 hingga 3,0 miliar.

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan perubahan besar dalam struktur pasar XRP, terutama karena kontraksi terjadi secara merata di berbagai platform perdagangan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar mengurangi eksposur leverage secara luas, bukan sekadar memindahkan likuiditas antar exchange.

Open Interest Kontrak XRP

Di Binance, open interest kontrak XRP dilaporkan turun ke sekitar 458 juta. Meski angka ini masih berada di atas level pada Desember lalu, tren penurunan tetap terlihat jelas dan sejalan dengan pelemahan open interest di platform lain. Data ini memperkuat sinyal bahwa pasar derivatif XRP sedang mengalami fase deleveraging.

Secara historis, periode penurunan open interest seperti ini kerap diikuti oleh fase konsolidasi harga atau pembentukan support baru. Dengan berkurangnya posisi spekulatif berleverage tinggi, volatilitas ekstrem dapat mereda, meski pasar juga cenderung bergerak lebih lambat dalam jangka pendek.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Analisis Momentum Harga

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Analis menilai, jika open interest kembali meningkat di kemudian hari dan didukung oleh perbaikan momentum harga, hal tersebut bisa menjadi indikator awal munculnya tren baru. Namun, selama open interest masih melemah, pasar diperkirakan tetap berada dalam fase penyesuaian.

Penurunan open interest XRP ke level terendah sejak 2024 menandakan adanya proses “pembersihan pasar” dari posisi leverage berisiko tinggi. Meski kondisi terlihat lebih tenang, fase ini dinilai dapat menjadi dasar bagi pergerakan yang lebih stabil ke depan, dengan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi trader di tahap berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI drastis seringkali menjadi indikator reset pasar. Hilangnya leverage berlebih menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk pembentukan harga dasar baru meskipun harga sedang tertekan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

Harga XRP kembali tertekan dan turun di bawah level US$1,50, memperpanjang fase koreksi sekaligus memicu sinyal teknikal yang terakhir muncul hampir dua tahun lalu. Penurunan ini mendorong XRP diperdagangkan di bawah realized price, metrik on-chain yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik dasar (bottom) pasar.

Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38, sedikit di atas level support US$1,37. Kondisi tersebut menempatkan harga spot di bawah realized price, yang mencerminkan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar. Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, pasar cenderung memasuki fase kerugian agregat dan berpotensi mendekati area bottom, meskipun proses pemulihannya tidak selalu terjadi secara instan.

Tekanan Jual Meningkat

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Data Santiment menunjukkan alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP mengurangi kepemilikan mereka. Dompet besar dengan kepemilikan antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan aksi jual agresif. Secara total, sekitar 350 juta XRP dilepas dalam lima hari terakhir, dengan nilai lebih dari US$483 juta. Distribusi oleh whale ini menambah tekanan jangka pendek dan meningkatkan volatilitas harga.

Namun di tengah aksi jual tersebut, arus dana institusional menunjukkan tren berbeda. Data CoinShares mencatat XRP membukukan inflow sebesar US$63,1 juta dalam pekan yang berakhir 6 Februari. Secara year-to-date, total arus masuk ke produk investasi XRP mencapai US$109 juta, melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama yang justru mencatat arus keluar bersih. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusi masih melihat prospek utilitas XRP, terutama dalam use case pembayaran lintas batas.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pola Historis XRP

Dari sisi historis, pola serupa pernah terjadi pada 2022. Setelah reli besar pada awal 2021, XRP mengalami penurunan bertahap dan sempat diperdagangkan di bawah realized price pada Mei 2022. Fase bottom kala itu berlangsung hingga Maret 2023 sebelum pemulihan yang lebih solid terjadi. Jika pola tersebut terulang, XRP berpotensi mengalami periode konsolidasi lebih panjang sebelum reli berkelanjutan terbentuk.

Dalam jangka pendek, level US$1,52 menjadi area penting untuk direbut kembali sebagai support. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$1,77 hingga menguji kembali level psikologis US$2,00. Sebaliknya, jika support US$1,37 ditembus secara meyakinkan, risiko penurunan ke US$1,26 bahkan US$1,12 semakin terbuka.

Dengan kombinasi tekanan jual dari whale dan dukungan arus dana institusional, pergerakan XRP saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Apakah ini benar-benar awal pembalikan tren atau hanya konsolidasi sebelum penurunan lanjutan, akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, turun di bawah realized price sering berarti pasar masuk fase “loss-making” yang bisa menjadi zona akumulasi, tetapi pemulihan biasanya tidak instan dan berisiko konsolidasi panjang.

“Divergensi whale selling vs inflow institusional membuat struktur lebih “dua arah”: perlu bukti bahwa tekanan distribusi whale mereda dan demand spot mampu menyerap supply sebelum tren bullish valid,” ungkapnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah turun tajam ke kisaran $1,42. Meski tekanan jual terlihat kuat, data on-chain menunjukkan bahwa penurunan ini tidak disertai aksi jual besar dari para whale. Sebaliknya, metrik Whale to Exchange Flow masih berada di level terendah secara historis, mengindikasikan bahwa tekanan jual saat ini lebih banyak datang dari investor ritel.

Pola ini memunculkan spekulasi bahwa para pemegang besar XRP justru memilih menunggu momen reli sebelum mulai mendistribusikan aset mereka ke pasar.

Pola Historis: Whale Jual Saat Harga Naik, Bukan Saat Turun

Data historis menunjukkan perilaku whale yang konsisten dalam beberapa periode penting. Pada Maret–April 2025, aliran whale ke exchange tercatat sangat rendah, sementara harga XRP bergerak lemah. Kondisi tersebut menandakan suplai yang mengetat karena whale tidak menjual, yang kemudian diikuti reli tajam pada Juli 2025.

Dilaporkan Crypto Quant, memasuki Juni–Juli 2025, rasio whale to exchange flow masih berada dekat level terendah historis ketika reli awal dimulai. Namun, seiring harga terus naik, aksi ambil untung mulai muncul dan aliran whale ke exchange melonjak tajam di dekat puncak harga. Lonjakan tersebut menjadi sinyal distribusi, yang kemudian diikuti koreksi.

Desember 2025–Januari 2026: Tekanan Jual Datang dari Ritel

Pola serupa kembali terlihat pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, rasio whale to exchange flow tetap rendah meski harga XRP terus melemah. Data menunjukkan bahwa tekanan jual kala itu sebagian besar berasal dari investor ritel, bukan dari whale.

Situasi ini memperkuat pandangan bahwa whale cenderung tidak menjual saat harga turun tajam, melainkan menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

Baca juga: Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Harga Turun ke $1,42, Whale Masih Menahan Diri

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, meskipun harga XRP telah jatuh ke sekitar $1,42, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan pada aliran whale ke exchange. Penurunan harga tersebut tidak disertai distribusi besar dari pemegang utama, menandakan bahwa panic selling lebih didorong oleh investor kecil.

Berdasarkan perilaku historis, harga XRP berpotensi bergerak sideways atau sedikit lebih rendah dalam jangka pendek seiring menurunnya volatilitas. Fase ini dapat diikuti oleh lonjakan harga mendadak dengan volume rendah. Ketika reli yang sesungguhnya dimulai, aksi jual dari whale diperkirakan akan muncul, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam.

Binance Jadi Kunci Pantau Pergerakan Whale XRP

Analis menekankan bahwa pemantauan metrik whale to exchange flow sebaiknya difokuskan pada Binance. Bursa ini memiliki volume spot dan derivatif XRP terbesar, serta order book terdalam, menjadikannya pusat aktivitas whale dan institusi.

Pergerakan di exchange lain bisa mencerminkan transfer atau perpindahan wallet, namun modal yang benar-benar mampu menggerakkan harga XRP secara signifikan sebagian besar terkonsentrasi di Binance. Karena itu, metrik Binance Whale to Exchange Flow dinilai sebagai indikator utama yang mencerminkan aksi nyata, bukan sekadar ekspektasi pasar, dan sering memberi sinyal sebelum harga bereaksi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pola historis menunjukkan bahwa ketika whale diam saat harga turun, sering diikuti oleh rally tajam. Whale cenderung menunggu likuiditas beli yang lebih baik (saat harga naik) untuk distribusi. Absennya inflow whale ke exchange saat ini adalah sinyal bahwa “smart money” belum menyerah pada tren.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

Adopsi real-world assets (RWA) di industri kripto kembali mencetak tonggak penting.

Ctrl Alt bersama Billiton Diamond resmi mentokenisasi berlian bersertifikat dengan nilai lebih dari $280 juta di Uni Emirat Arab (UAE), menjadikannya salah satu implementasi RWA bernilai tinggi terbesar di sektor aset mewah hingga saat ini.

Sebagaimana dilansir dari Cryptodotnews pada Kamis (4/2), seluruh aset tersebut diamankan menggunakan teknologi kustodi Ripple, menandai ekspansi strategis Ripple di luar use case pembayaran lintas negara.

Langkah ini memperkuat posisi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk kepemilikan, pencatatan, dan pengelolaan aset fisik bernilai tinggi secara transparan dan efisien.

Baca Juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Tokenisasi Berlian: Dari Brankas Fisik ke Blockchain

Dalam skema ini, berlian bersertifikat yang sebelumnya disimpan secara konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token on-chain.

Setiap token mencerminkan kepemilikan atas aset fisik yang diverifikasi, dengan standar kepatuhan dan kustodi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor institusi dan high-net-worth individuals (HNWI).

UAE dipilih sebagai lokasi implementasi karena kerangka regulasinya yang progresif terhadap inovasi aset digital, khususnya di sektor komoditas dan aset mewah.

Negara ini memang tengah memposisikan diri sebagai hub global untuk tokenisasi aset dunia nyata, mulai dari properti hingga komoditas bernilai tinggi seperti emas dan berlian.

Peran Strategis Ripple Custody

Salah satu sorotan utama dari proyek ini adalah penggunaan Ripple Custody sebagai fondasi keamanan aset.

Selama ini, Ripple dikenal luas sebagai penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain melalui XRP Ledger (XRPL). Namun, kasus tokenisasi berlian ini menunjukkan ekspansi signifikan ke ranah kustodi aset digital bernilai tinggi.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai validasi penting atas teknologi Ripple.

“Kasus penggunaan RWA bernilai tinggi ini memvalidasi teknologi Ripple Custody di luar sektor pembayaran, memperluas utilitas XRPL ke pasar aset mewah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dengan kebutuhan keamanan, auditabilitas, dan kepatuhan yang jauh lebih kompleks dibanding aset kripto biasa, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa XRPL mampu menangani use case institusional di luar remitansi.

Mengapa Tokenisasi Aset Mewah Menarik?

Tokenisasi berlian membawa sejumlah keunggulan struktural yang sulit dicapai oleh sistem tradisional, antara lain:

  • Likuiditas meningkat: Aset yang biasanya sulit diperdagangkan kini bisa dipecah secara digital.
  • Transparansi kepemilikan: Catatan on-chain mengurangi risiko sengketa dan pemalsuan.
  • Efisiensi operasional: Proses settlement lebih cepat tanpa perantara berlapis.

Bagi investor institusional, tokenisasi membuka peluang diversifikasi ke aset alternatif dengan friksi yang jauh lebih rendah.

Dampak bagi Ekosistem XRPL dan RWA Global

Keberhasilan tokenisasi berlian senilai ratusan juta dolar ini memperkuat narasi bahwa RWA adalah fase adopsi kripto berikutnya.

Jika sebelumnya fokus berada pada obligasi, T-bills, atau properti, kini aset mewah mulai masuk radar.

Bagi Ripple dan XRPL, ini berpotensi membuka pasar baru yang bernilai triliunan dolar secara global.

Aset seperti berlian, jam mewah, karya seni, hingga koleksi langka memiliki karakteristik ideal untuk tokenisasi: bernilai tinggi, terbatas, dan membutuhkan verifikasi kuat.

Di sisi lain, keterlibatan Ripple Custody juga meningkatkan daya tarik XRPL bagi lembaga keuangan yang mencari alternatif blockchain selain Ethereum untuk kebutuhan RWA.

Tantangan dan Hal yang Perlu Dipantau

Meski prospeknya menjanjikan, tokenisasi aset mewah tetap menghadapi tantangan, termasuk regulasi lintas yurisdiksi, standar audit dan penilaian aset fisik, serta likuiditas pasar sekunder token RWA.

Keberlanjutan adopsi akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan minat investor institusional terhadap instrumen baru ini.

Baca Juga: Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

Tokenisasi berlian bersertifikat senilai lebih dari $280 juta oleh Ctrl Alt dan Billiton Diamond menandai lompatan besar dalam adopsi RWA premium di blockchain.

Dengan dukungan Ripple Custody, proyek ini tidak hanya memperluas utilitas XRPL, tetapi juga mempertegas posisi blockchain sebagai fondasi masa depan pasar aset mewah global.

Jika tren ini berlanjut, tokenisasi RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Aktivitas on-chain XRP menunjukkan pelemahan signifikan di tengah berkurangnya partisipasi investor ritel, memunculkan pertanyaan besar soal masa depan harga aset kripto tersebut. Kondisi ini terjadi meski produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP masih mencatat aliran dana masuk sepanjang Januari.

Berdasarkan data terbaru, jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger turun drastis ke level terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya tercatat sekitar 15.743 akun aktif, mengindikasikan merosotnya aktivitas pengguna ritel maupun permintaan on-chain secara keseluruhan.

Penurunan Kuat XRP

Dilaporkan Cryptonews, penurunan ini diperkuat oleh data velocity XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa tren kenaikan yang konsisten. Hal tersebut menandakan aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan penggunaan berkelanjutan oleh basis pengguna yang berkembang.

Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meski arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan terhadap sentimen pasar XRP.

Baca juga: XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

Dari sisi harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD 1,60, yang menjadi level support krusial. Harga sebelumnya gagal menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 dan kembali bergerak turun dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 dinilai terbuka.

Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka, analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan hanya bersifat korektif selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.

Aktivitas On-chain XRP

Sementara itu, open interest XRP tercatat turun ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat dan kepercayaan trader terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.

Hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang, penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi dibandingkan awal dari pemulihan yang berkelanjutan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi on-chain activity adalah sinyal peringatan fundamental (red flag). Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

Harga XRP terus berada di bawah tekanan setelah turun ke bawah level $1,60. Di tengah pelemahan ini, firma analitik on-chain Glassnode menyoroti bahwa struktur pasar XRP saat ini menunjukkan kemiripan kuat dengan kondisi pada April 2022, periode awal transisi menuju pasar bearish.

Dalam unggahan terbarunya di platform X, Glassnode membahas posisi harga XRP terhadap indikator Realized Price. Indikator ini merepresentasikan harga rata-rata perolehan seluruh koin di jaringan dan sering digunakan untuk mengukur apakah mayoritas investor berada dalam kondisi untung atau rugi.

Jika harga pasar berada di atas Realized Price, investor secara umum masih mencatatkan keuntungan yang belum direalisasikan. Sebaliknya, jika harga turun di bawah indikator tersebut, sebagian besar pasokan berada dalam posisi rugi.

Harga XRP Mendekati Realized Price

Berdasarkan data Glassnode, harga XRP masih berada di atas Realized Price sejak 2024. Namun, jarak antara harga pasar dan indikator tersebut terus menyempit. Realized Price XRP saat ini berada di kisaran $1,48, sementara harga spot semakin mendekatinya dalam beberapa hari terakhir.

Dilaporkan News BTC, pada akhir 2024, XRP sempat mencatat jarak keuntungan terbesar terhadap Realized Price seiring reli bullish yang cepat. Namun, sepanjang tiga kuartal pertama 2025, tingkat profitabilitas investor menurun secara bertahap akibat perpindahan token di harga yang lebih tinggi, yang mendorong kenaikan Realized Price.

Memasuki kuartal terakhir 2025, indikator tersebut cenderung stagnan. Namun, perubahan sentimen pasar membuat harga XRP justru bergerak turun mendekati garis Realized Price, memangkas keuntungan rata-rata investor. Tren ini semakin dalam setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto dalam sepekan terakhir.

Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

Pola April 2022 Kembali Terulang

Glassnode menilai kondisi saat ini sangat menyerupai struktur pasar XRP pada April 2022. Pada periode tersebut, XRP juga turun mendekati Realized Price di tengah transisi menuju pasar bearish.

Saat itu, upaya harga untuk bertahan di level tersebut gagal, dan XRP melanjutkan penurunan tajam hingga akhirnya mencapai titik terendah siklus. Dengan harga saat ini yang sangat dekat dengan Realized Price, pasar kini menanti apakah XRP akan kembali menguji level tersebut dan bagaimana reaksi selanjutnya.

Jika skenario serupa terulang, tekanan jual lanjutan berpotensi terjadi. Namun, konfirmasi arah selanjutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap level kunci ini.

Level Teknis Jadi Perhatian Pelaku Pasar

Apabila penurunan berlanjut, sejumlah level teknikal yang diidentifikasi analis Ali Martinez dapat menjadi area perhatian. Berdasarkan analisis pola parallel channel, XRP disebut telah menembus batas bawah kanal tersebut.

Martinez mencatat bahwa resistance terdekat berada di level $1,86, sementara area support berada di kisaran $1,38 dan $1,02. Level-level ini berpotensi menjadi titik reaksi harga jika volatilitas meningkat.

Harga XRP Masih Tertekan

Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di sekitar $1,60, turun hampir 15% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan harga yang melemah ini menempatkan XRP pada fase krusial, di mana interaksi dengan Realized Price dapat menentukan apakah tekanan bearish akan berlanjut atau justru mereda.

Pelaku pasar kini mencermati dengan ketat data on-chain dan respons harga terhadap level-level teknis utama untuk membaca arah pergerakan XRP selanjutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, level $1.48 adalah ‘line in the sand’. Jika ditembus, validasi downtrend jangka panjang akan terkonfirmasi. Trader disarankan menunggu reaksi harga di level ini sebelum mengambil posisi.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

Ripple kembali memperkuat posisinya di industri aset digital global setelah resmi memperoleh lisensi penuh Electronic Money Institution (EMI) dari regulator keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF). Persetujuan final ini melengkapi izin awal yang diterima Ripple pada 14 Januari 2026 lalu.

Dengan lisensi tersebut, perusahaan teknologi finansial berbasis di San Francisco ini kini dapat memperluas layanan pembayaran dan aset digitalnya ke seluruh wilayah Uni Eropa secara legal dan teregulasi. Ripple menyebut izin dari CSSF menjadi pintu masuk strategis untuk menghadirkan solusi pembayaran berbasis blockchain kepada pelaku bisnis di Eropa.

Managing Director UK & Europe Ripple, Cassie Craddock, mengatakan Eropa sejak lama menjadi prioritas strategis perusahaan. Menurutnya, lisensi ini memperkuat posisi Ripple dalam membantu perusahaan-perusahaan Eropa beralih ke sistem keuangan yang lebih efisien dan berbasis digital, dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

Keputusan Ripple

Persetujuan di Luksemburg ini datang hanya beberapa pekan setelah Ripple mendapatkan izin dari Financial Conduct Authority (FCA) Inggris. Pada Januari 2026, FCA memberikan Ripple lisensi EMI sekaligus registrasi aset kripto, yang memungkinkan perusahaan memperluas operasionalnya di Inggris seiring rencana pemerintah setempat membangun kerangka regulasi kripto yang komprehensif pada 2027.

Secara global, Ripple mengklaim telah mengantongi lebih dari 75 persetujuan dan lisensi regulator di berbagai negara. Portofolio perizinan tersebut menjadi fondasi Ripple dalam menyediakan infrastruktur bagi institusi keuangan yang ingin beralih dari sistem keuangan tradisional ke teknologi aset digital.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kemenangan regulasi berturut-turut di Eropa memperkokoh posisi Ripple sebagai penyedia infrastruktur pembayaran compliant di benua tersebut, kontras dengan tantangan hukumnya di AS.

Di sisi produk, Ripple juga terus melakukan ekspansi. Pekan lalu, perusahaan meluncurkan Ripple Treasury, platform treasury korporasi hasil akuisisi GTreasury senilai USD 1 miliar pada Oktober 2025. Platform ini mengintegrasikan pengelolaan kas dan aset digital, termasuk fitur settlement lintas negara menggunakan stablecoin RLUSD milik Ripple.

Selain itu, Ripple baru saja menjalin kemitraan strategis multi-tahun dengan LMAX Group. Kerja sama tersebut mencakup komitmen pendanaan sebesar USD 150 juta dari Ripple, serta integrasi RLUSD sebagai jaminan (collateral) di berbagai venue perdagangan institusional LMAX, termasuk produk spot kripto dan derivatif.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com