Tag Archives: xrp

XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

Harga XRP kembali melemah setelah gagal mengubah penguatan sebelumnya menjadi breakout yang berkelanjutan. Pada Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 UTC, XRP diperdagangkan di kisaran $1,95, turun ke bawah level psikologis $2,00 dan memperpanjang tren koreksi.

Sebelumnya, XRP sempat bergerak menyempit dalam struktur teknikal menurun yang membuka peluang kenaikan. Namun, skenario bullish tersebut runtuh ketika tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meski begitu, data perilaku investor menunjukkan potensi pembalikan arah masih terbuka.

Indikasi Akumulasi Mulai Terlihat

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menampilkan sinyal positif berupa bullish divergence. Dalam 10 hari terakhir, CMF membentuk higher low sementara harga XRP justru mencetak lower low. Pola ini mengindikasikan adanya peningkatan akumulasi di tengah pelemahan harga, yang mencerminkan minat beli mulai tumbuh secara perlahan.

Kenaikan CMF biasanya menandakan arus modal masuk yang menguat, meskipun harga masih terkoreksi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual berpotensi melemah. Jika akumulasi berlanjut dan kondisi pasar membaik, XRP berpeluang mencatatkan pemulihan harga.

Pertumbuhan Alamat Baru Melemah

Di sisi lain, indikator fundamental jaringan justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Jumlah alamat baru XRP tercatat turun ke level terendah dalam 13 bulan, yakni sekitar 3.090 alamat. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor baru untuk masuk ke ekosistem XRP.

Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, pertumbuhan alamat baru menjadi pendorong utama reli harga XRP karena mencerminkan masuknya modal segar. Lemahnya pertumbuhan jaringan saat ini berpotensi membatasi likuiditas dan mengurangi katalis kenaikan harga dalam jangka pendek.

Risiko Turun Masih Membayangi

Dari sisi teknikal, XRP gagal menembus pola descending wedge yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sinyal lanjutan bullish. Kegagalan ini memperkuat bias bearish, seiring kembalinya tekanan pasar secara luas.

XRP kini bergerak tipis di atas level $1,93, yang menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju area $1,86. Sementara itu, pemulihan kecil yang sempat terjadi pada awal pekan tidak bertahan lama, menandakan kepercayaan pasar masih rapuh.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun demikian, peluang pembalikan arah tetap ada. Untuk mengurangi risiko penurunan lanjutan, XRP perlu merebut kembali level $2,00 dan ditutup secara meyakinkan di atasnya. Jika skenario ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih dan membuka jalan menuju target $2,25, atau sekitar 13% lebih tinggi dari level saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi tajam antara sinyal teknikal akumulasi dan matinya pertumbuhan pengguna baru mengindikasikan bahwa potensi pemulihan saat ini sangat rapuh dan murni bersifat spekulatif tanpa dukungan permintaan organik yang berkelanjutan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Lama XRP Muncul Lagi di Bawah $2, Berbahaya di Dalam?

Pergerakan harga XRP terlihat relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun di balik konsolidasi yang tampak tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru terus meningkat. Data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir kali terjadi pada awal 2022.

Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode menyebut bahwa struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan kondisi Februari 2022. Tekanan terutama terlihat dari pergeseran kepemilikan antara investor jangka pendek dan pemegang jangka menengah hingga panjang.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

“Investor yang aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini mengakumulasi XRP di bawah cost basis kelompok pemegang 6 hingga 12 bulan,” tulis Glassnode. Kondisi ini, menurut mereka, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.

Baca juga: XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Grafik Harga XRP

Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru terlihat masuk pada level harga yang lebih rendah dibandingkan investor lama yang masih berada dalam posisi rugi. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, bukan distribusi agresif, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru sementara pemegang lama masih “terjebak” di bawah harga beli.

Situasi tersebut umumnya muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan besar di pasar.

Tekanan psikologis ini juga diperkuat oleh level harga $2 yang disebut Glassnode sebagai zona krusial bagi pemegang XRP. Dalam unggahan terpisah pada 24 November, Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level $2, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu.

Menurut Glassnode, pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor. Uji ulang berulang pada level psikologis ini dinilai meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.

Tim Research Tokocrypto memaparkan Transfer kepemilikan dari tangan lemah yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang yang sering kali menjadi bahan bakar utama untuk pembalikan tren yang eksplosif.

Meski analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis cost basis dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Harga XRP mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang relatif stagnan di bawah level US$2. Sepanjang Januari, aset kripto ini belum mampu membentuk tren yang jelas dan masih bergerak dalam rentang sempit. Namun, di balik kondisi harga yang tampak sepi, data on-chain menunjukkan adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan XRP.

Berdasarkan data dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP mencatat penambahan bersih 42 wallet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak awal 2026. Kelompok alamat ini kerap disebut sebagai “millionaire wallets” dan umumnya diasosiasikan dengan investor bermodal besar atau whale. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak September 2025, terjadi di tengah harga XRP yang justru masih melemah secara tahunan.

Pola Akumulasi XRP

Santiment mencatat bahwa pola akumulasi oleh pemegang besar di tengah harga yang lemah kerap mengubah dinamika pasar secara internal. Akumulasi semacam ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika terjadi bersamaan dengan pengetatan likuiditas di sisi penawaran.

Secara teknikal, XRP masih berada dalam kondisi rapuh. Harga saat ini bergerak di kisaran US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$2,54. Jarak ini membuat gambaran jangka panjang XRP masih berada dalam fase korektif, sehingga banyak trader berbasis momentum memilih untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk ke pasar.

Dilaporkan Crypto Slate, data dari CryptoQuant turut mencerminkan kehati-hatian pasar. Rasio Sharpe 30 hari XRP tercatat sekitar 0,034, mendekati nol, yang menunjukkan imbal hasil belum cukup mengompensasi volatilitas. Sementara itu, Sharpe Z-Score berada di kisaran 0,70 dan Sharpe Momentum 7 hari sekitar 0,03, mengindikasikan fase konsolidasi atau pembentukan dasar, bukan awal tren naik yang kuat.

Di sisi lain, suplai XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda pengetatan. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di exchange saat ini berada di “zona bawah”, menandakan tekanan jual cenderung mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului kenaikan harga dengan jeda waktu tertentu, seperti yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025.

Meski demikian, analisis tersebut juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa ekspansi volume, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko berubah menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan. Pasar dengan likuiditas tipis memang bisa bergerak cepat saat permintaan muncul, namun juga rentan gagal menembus resistance jika tidak didukung pembelian lanjutan.

Baca juga: Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

Aktivitas Jaringan XRP

Dari sisi aktivitas jaringan, XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan sinyal positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir dan menembus level yang bertahan sejak awal 2025.

Peningkatan berbasis moving average ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Hal tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penggunaan dan likuiditas yang lebih “lengket” di dalam ekosistem XRPL, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.

Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan sejumlah skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Firma ini menyoroti peran permintaan dari ETF XRP spot di AS yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama, disertai aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut.

Suplai XRP

Di sisi suplai, 21Shares mencatat cadangan XRP di exchange berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP, yang berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Dari sisi utilitas, pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembentukan wallet millionaire baru saat harga sideways adalah sinyal klasik “smart money accumulation”.

“Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai,” tuturnya.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

XRP kembali menjadi sorotan setelah membentuk base harga yang sangat kuat di area psikologis $2.00 selama kurang lebih 14 bulan terakhir. Pola ini dinilai bukan sekadar fase stagnan, melainkan akumulasi jangka menengah yang berpotensi mengakhiri tren turun dan membuka jalan bagi siklus bullish baru.

Sejumlah analis menilai bahwa struktur harga XRP saat ini mirip dengan fase pembalikan yang pernah terjadi pada April 2025, ketika tekanan short yang ekstrem justru menjadi bahan bakar reli harga.

Posisi Short XRP

Menurut analis kripto Darkfost, dominasi posisi short di pasar derivatif XRP menjadi katalis penting yang sering diabaikan. Data funding rate Binance menunjukkan bahwa sejak Desember lalu, funding rate XRP cenderung negatif, menandakan mayoritas trader berada di posisi short dengan leverage.

Kondisi ini secara historis sering memicu pergerakan harga yang berlawanan dengan konsensus pasar. Ketika harga mulai bergerak naik, likuidasi paksa dari posisi short dapat menciptakan efek short squeeze yang mendorong reli lebih agresif. Pola serupa sudah terjadi dua kali sejak 2024, yakni pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang keduanya diikuti oleh kenaikan harga signifikan.

Baca juga: XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

Secara teknikal, XRP saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah reli lebih dari 600% sejak November 2024, meski harganya masih sekitar 50% di bawah puncak $3.66 yang tercapai pada Juli 2025.

Dilaporkan Cryptonews, grafik mingguan menunjukkan kompresi harga di zona demand kuat $1.85–$2.00, area yang berulang kali menahan tekanan jual tanpa breakdown signifikan. Namun, tantangan utama XRP berada di area $2.50, yang berfungsi sebagai resistance horizontal sekaligus beririsan dengan garis tren turun dan level Fibonacci 0.786. Penutupan candle mingguan di atas level ini dipandang sebagai konfirmasi pembalikan tren, dengan target lanjutan di kisaran $3.00–$3.10.

Analisis Teknikal XRP

Indikator Relative Strength Index (RSI) turut memperkuat skenario bullish. Meski RSI masih berada di area rendah 40-an, indikator ini membentuk bullish divergence, menandakan melemahnya momentum penurunan harga.

Selama XRP mampu bertahan di atas support $1.85, bias pasar cenderung mengarah pada konsolidasi lanjutan yang diikuti upaya breakout bertahap. Sebaliknya, jika level $1.85 jebol secara meyakinkan, skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area $1.50.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur “14-Month Base” menunjukkan akumulasi jangka panjang yang sangat solid oleh smart money.

“Breakout dari fase konsolidasi panjang ini biasanya memicu pergerakan impulsif yang eksplosif, didukung oleh sentimen regulasi yang membaik pasca-gugatan SEC,” jelasnya.

Dengan struktur harga yang matang, tekanan short yang menumpuk, serta sinyal teknikal yang mulai berbalik arah, XRP berada di fase krusial. Breakout di atas $2.50 berpotensi menjadi pemicu reli besar berikutnya, sementara kegagalan mempertahankan support kunci akan mengubah arah narasi pasar secara drastis. Seperti biasa, pergerakan kripto tetap berisiko tinggi dan memerlukan manajemen risiko yang matang dari setiap pelaku pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

Harga aset kripto XRP kembali mengalami tekanan kuat dalam sepekan terakhir. Token besutan Ripple ini tercatat turun sekitar 4% dalam tujuh hari, bersamaan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 171% setelah harga menembus level support penting di USD 1,90.

Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, sekaligus mematahkan sentimen bullish yang sebelumnya mendominasi proyeksi harga XRP.

Tekanan Jual Menguat

Dilaporkan Cryptonews, tekanan jual semakin menguat setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap barang-barang asal Kanada apabila negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar global dan berdampak pada aset berisiko, termasuk kripto.

Meski XRP sempat memantul dari level USD 1,80 pada sesi perdagangan Asia, gejolak pasar yang lebih luas masih membebani pergerakan harga. Kondisi ini sejalan dengan memburuknya sentimen investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang anjlok dari level 54 pada 14 Januari menjadi 29 pada saat artikel ini ditulis, menandakan fase “fear”.

Di tengah kondisi tersebut, muncul spekulasi di kalangan trader mengenai potensi penurunan lanjutan XRP. Secara teknikal, XRP saat ini sedang menguji kembali area USD 1,90 yang berfungsi sebagai resistensi struktural utama. Level ini merupakan titik terendah dari struktur bearish sebelumnya.

Baca juga: XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?

Potensi XRP

Apabila harga gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi kembali melemah ke area USD 1,80. Tekanan lanjutan bahkan dapat mendorong harga menuju kisaran USD 1,60, level yang sudah lama tidak disentuh pasar. Secara keseluruhan, skenario ini mengindikasikan risiko penurunan sekitar 11% dari posisi saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan volume perdagangan yang terjadi bersamaan dengan penurunan harga tajam ini mengindikasikan adanya aksi jual agresif atau potensi kapitulasi jangka pendek, bukan sekadar koreksi teknikal biasa. Meskipun narasi ketakutan bahwa XRP “akan menuju nol” terdengar berlebihan dan tipikal suasana panik pasar, hilangnya zona pertahanan $1,90 secara teknikal menempatkan aset ini dalam posisi rapuh.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

“Jika level $1,80 gagal bertahan sebagai pijakan rebound, pasar berisiko menghadapi likuidasi lanjutan, meskipun kondisi sentimen yang sudah sangat negatif (extreme fear) sering kali secara historis menjadi sinyal awal pembentukan dasar harga bagi investor kontrarian.”

Meski demikian, analis menilai kemungkinan harga XRP jatuh hingga nol tergolong sangat kecil. Namun, dalam jangka pendek, struktur pasar yang terbentuk masih cenderung mengarah ke sentimen bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mencatatkan level terendah lokal sejak awal Januari. Meski tren turun masih mendominasi secara bulanan, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual yang berkepanjangan mendorong XRP turun ke level terendah bulanan. Namun, secara historis, fase penurunan tajam seperti ini kerap menjadi sinyal kelelahan pasar, bukan kelanjutan tren bearish. Kondisi tersebut sering kali diikuti oleh fase akumulasi sebelum harga berbalik arah.

Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

Data on-chain mengindikasikan meningkatnya kepercayaan dari holder jangka panjang. Metrik XRP Liveliness tercatat turun signifikan selama enam minggu terakhir dan kini berada di titik terendah dalam dua bulan. Penurunan Liveliness menunjukkan bahwa lebih banyak holder memilih menyimpan aset mereka dibandingkan menjual, yang menandakan fase akumulasi.

Perilaku holder jangka panjang kerap berperan penting dalam menentukan arah harga selama masa koreksi. Akumulasi yang berlanjut dapat mengurangi suplai beredar dan menahan tekanan jual. Dalam kasus XRP, kondisi ini mengisyaratkan bahwa sentimen bullish masih bertahan meski harga sedang melemah.

Baca juga: Sinyal Kuat Terungkap! XRP Berpotensi Cetak Reli Paling Agresif

RSI Keluar dari Zona Oversold

Dari sisi indikator momentum, Relative Strength Index (RSI) XRP tercatat memantul setelah sebelumnya turun ke bawah level 30, yang menandakan kondisi oversold. Secara umum, RSI di wilayah ini sering dikaitkan dengan terbentuknya titik terendah lokal, bukan kelanjutan penurunan.

Pemantulan RSI mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda. Aset kripto yang keluar dari kondisi oversold biasanya berupaya melakukan pemulihan jangka pendek, terutama ketika didukung oleh akumulasi dari holder jangka panjang.

Pola Wedge Turun Isyaratkan Breakout

Secara teknikal, XRP masih bergerak dalam pola descending wedge sejak awal bulan. Pola ini umumnya dipandang sebagai formasi bullish karena mencerminkan pelemahan momentum turun. Breakout dari pola tersebut sering terjadi ketika kendali penjual mulai berkurang.

Berdasarkan proyeksi teknikal, breakout dari descending wedge membuka peluang kenaikan sekitar 11 persen. Dengan harga XRP berada di kisaran US$1,87, target kenaikan berada di area US$2,10. Sementara itu, level US$2,03 dipandang sebagai area konfirmasi awal untuk memvalidasi breakout dan perbaikan momentum.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun, skenario bullish ini dapat batal jika harga gagal menembus pola wedge. Apabila tekanan bearish berlanjut, XRP berpotensi turun ke level US$1,79, bahkan hingga US$1,75, yang akan memperkuat tren turun dan meniadakan peluang pembalikan arah dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Kuat Terungkap! XRP Berpotensi Cetak Reli Paling Agresif

Aset kripto XRP disebut sedang memasuki fase krusial dalam siklus pasarnya. Setelah bergerak dalam pola konsolidasi selama lebih dari 400 hari, XRP kini menunjukkan sinyal teknikal yang dinilai dapat memicu reli harga paling agresif dalam hampir delapan tahun terakhir.

Analis kripto ChartNerd (@ChartNerdTA) mengungkapkan bahwa XRP telah membentuk pola rectangular reaccumulation, sebuah struktur teknikal yang kerap muncul sebelum terjadinya pergerakan harga besar. Pola ini menunjukkan fase akumulasi lanjutan setelah pergerakan naik yang kuat sebelumnya.

Grafik XRP Potensi Bullish

Dilaporkan Binance, dalam grafik yang dibagikan ChartNerd, XRP terlihat bergerak bolak-balik dalam rentang harga yang jelas, dengan level support dan resistance yang terdefinisi. Hingga saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas batas bawah support, yang memperkuat validitas pola reaccumulation tersebut.

ChartNerd menekankan bahwa selama XRP mampu mempertahankan level support ini, peluang untuk melanjutkan tren naik tetap terbuka. Struktur rectangular bull flag yang terbentuk mengindikasikan potensi breakout ke level dua digit.

Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan XRP berada di kisaran USD 23,84. Target tersebut diperoleh dari pengukuran tinggi flagpole yang diproyeksikan dari batas atas zona konsolidasi. Penembusan area resistance disebut dapat menjadi konfirmasi dimulainya ekspansi harga yang signifikan.

Baca juga: XRP Berdarah di Bawah $2, Tapi Diam-Diam Investor Besar Borong!

Gerak ke Depan XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Selama 400 hari terakhir, XRP tercatat bergerak dalam volatilitas yang relatif rendah dibandingkan fase kenaikan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pasar tengah menyerap keuntungan lama dan membangun fondasi harga yang lebih kuat. Rentang perdagangan yang terbentuk juga mencerminkan akumulasi yang terkontrol oleh pelaku pasar.

Secara historis, XRP dikenal kerap mengalami fase konsolidasi panjang sebelum mencatatkan lonjakan harga besar. Pola yang terbentuk saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan struktur bull flag pada siklus-siklus sebelumnya.

Meski pergerakan XRP terpantau cenderung tenang sepanjang satu tahun terakhir, para pelaku pasar kini terus memantau aset ini. Struktur teknikal yang terbentuk dinilai dapat menjadi sinyal awal salah satu reli terbesar XRP dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Berdarah di Bawah $2, Tapi Diam-Diam Investor Besar Borong!

Harga XRP masih tertekan di bawah level psikologis $2, seiring melemahnya pasar kripto secara keseluruhan. Tekanan ini tidak hanya dipicu oleh kondisi makro yang bearish, tetapi juga oleh meningkatnya keraguan investor ritel terhadap prospek jangka pendek XRP.

Namun di balik tekanan harga tersebut, ekosistem Ripple justru menunjukkan perkembangan penting yang bisa menjadi pemicu pemulihan XRP dalam jangka menengah hingga panjang.

Listing RLUSD di Binance Jadi Angin Segar untuk Ripple

Dilaporkan BeInCrypto, Ripple baru saja mengonfirmasi bahwa RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS miliknya, telah resmi terdaftar di Binance. Langkah ini secara signifikan meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas RLUSD, terutama di tengah pesatnya adopsi stablecoin secara global.

Meskipun saat ini RLUSD masih berjalan di jaringan Ethereum, potensi ekspansi ke XRP Ledger (XRPL) menjadi sorotan utama. Jika integrasi ini terjadi, aktivitas on-chain, permintaan transaksi, dan utilitas jaringan XRPL berpotensi melonjak. Hal tersebut secara tidak langsung akan memperkuat fundamental XRP, khususnya dalam konteks pembayaran lintas negara dan tokenisasi aset.

Holder Ritel Panik, Jual XRP di Harga Rugi

Sayangnya, sentimen positif dari sisi fundamental belum sepenuhnya tercermin di perilaku investor. Data on-chain menunjukkan bahwa Net Realized Profit/Loss XRP kini berada di zona negatif, menandakan banyak holder menjual aset mereka di bawah harga beli.

Baca juga: XRP Sepi Trader, Tapi Sinyal Kuat Muncul: Harga Siap Tembus $3?

Perilaku ini umumnya mencerminkan ketakutan akan penurunan lanjutan, bukan keyakinan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual dari investor ritel seperti ini dapat menahan laju kenaikan harga, bahkan ketika kabar fundamental sebenarnya cukup kuat.

Selama kepercayaan pasar belum pulih, XRP berpotensi masih kesulitan mengonversi kemajuan ekosistem Ripple menjadi kenaikan harga yang signifikan.

Berbeda dengan Ritel, Investor Institusi Justru Masuk

Di tengah aksi jual ritel, data menunjukkan sinyal yang sangat kontras dari investor institusi. Untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari, XRP mencatat arus masuk institusional sebesar $69,5 juta, dengan total $108,1 juta secara month-to-date.

Masuknya dana institusi secara konsisten, meski harga masih berada dalam tren turun, mengindikasikan keyakinan jangka panjang dari pemain besar. Biasanya, institusi cenderung mengakumulasi aset saat sentimen pasar berada di titik pesimistis—sebuah pola yang kerap mendahului pembalikan tren.

Arus masuk ini juga memberikan bantalan likuiditas yang dapat mengurangi risiko penurunan harga lebih dalam.

Harga XRP di Titik Kritis, Breakout atau Lanjut Turun?

Secara teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di sekitar $1,96, masih berada di bawah garis downtrend yang sudah terbentuk lebih dari dua minggu. Tekanan teknikal masih kuat, namun kombinasi antara peningkatan fundamental dan minat institusi membuka peluang terjadinya breakout.

Jika XRP berhasil menembus garis downtrend dan mengamankan posisi di atas $2,00, harga berpotensi naik menuju $2,03, lalu $2,10. Dengan momentum yang cukup kuat, target pemulihan di area $2,35 menjadi realistis.

Sebaliknya, kegagalan menembus $2,00 bisa memicu tekanan jual lanjutan. Dalam skenario bearish, harga XRP berisiko turun ke $1,86 atau lebih rendah, yang akan memperpanjang tren turun dan menggugurkan skenario bullish.

XRP memang sedang tertekan, tetapi perbedaan sikap antara investor ritel yang panik dan institusi yang agresif mengakumulasi menjadi sinyal menarik. Pertanyaannya kini: apakah ini hanya koreksi sebelum lonjakan besar, atau awal dari penurunan lebih dalam? Pasar akan segera menjawabnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Sepi Trader, Tapi Sinyal Kuat Muncul: Harga Siap Tembus $3?

Prediksi harga XRP kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto di tengah kondisi perdagangan yang relatif sepi. Pergerakan harga yang cenderung tenang dan penurunan volume transaksi justru memunculkan spekulasi, mengingat fase serupa dalam sejarah XRP kerap menjadi awal pergerakan harga yang lebih agresif.

Dalam sepekan terakhir, XRP tercatat terkoreksi sekitar 8% setelah sempat mencatat reli solid di awal tahun. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan bahwa pasar yang terlihat “dingin” tidak selalu mencerminkan sentimen negatif.

Minat Dagang Menurun, Sinyal Kontrarian Mulai Muncul

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Cryptonews, data on-chain mengindikasikan bahwa penurunan aktivitas perdagangan saat ini dapat berperan sebagai sinyal kontrarian. Dalam beberapa periode sebelumnya, menyusutnya partisipasi pasar justru mendahului penguatan harga, terutama ketika tekanan jual mulai mereda.

Saat ini, harga XRP masih berada di bawah level psikologis USD 2, namun secara year-to-date aset ini masih mencatat kenaikan sekitar 5%. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan dilaporkan meningkat hampir 20% hingga mendekati USD 4 miliar, bertepatan dengan upaya harga bertahan di area support pada sebuah garis tren penting.

Sementara itu, data pasar derivatif dari CoinGlass menunjukkan open interest (OI) XRP bergerak stagnan di kisaran USD 3,5 miliar hingga USD 4,5 miliar selama beberapa bulan terakhir. Pola OI yang bertahan dalam rentang sempit ini pernah terjadi sebelumnya dan diikuti lonjakan harga signifikan, yang membawa XRP mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun.

Baca juga: Sentimen Ritel XRP Ambruk ke Extreme Fear Saat Harga Tembus US$2

Harga Menyempit, RSI Beri Sinyal Beli

Dari sisi teknikal, grafik XRP/USDT memperlihatkan fase kompresi harga yang cukup kuat, dengan pergerakan yang semakin menyempit di sekitar level USD 2. Kondisi ini umumnya mengindikasikan fase konsolidasi sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

Apabila tekanan beli mampu mendorong harga menembus resistance di area USD 2,10, skenario bullish dinilai semakin terbuka. Dalam kondisi likuiditas dan sentimen yang mendukung, XRP berpotensi bergerak cepat menuju area psikologis berikutnya, termasuk peluang menguji level USD 3.

Indikator Relative Strength Index (RSI) pada timeframe 4 jam turut memperkuat skenario tersebut. RSI tercatat bergerak naik dan melampaui rata-rata bergerak 14-periode, yang kerap diinterpretasikan sebagai sinyal beli oleh trader teknikal.

Namun demikian, risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Jika harga justru menembus ke bawah level USD 1,85, potensi koreksi lanjutan ke area USD 1,75 atau lebih rendah tidak dapat dikesampingkan.

Investor Diminta Tetap Waspada

Di tengah potensi pemulihan altcoin besar, perhatian investor juga mulai melebar ke aset berisiko tinggi, termasuk proyek presale tahap awal. Meski menawarkan peluang imbal hasil tinggi, pendekatan disiplin melalui manajemen risiko dan penentuan level invalidasi dinilai krusial, terutama ketika volatilitas pasar kembali meningkat.

Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Informasi dalam artikel ini disajikan sebagai bahan referensi dan bukan merupakan saran investasi. Pembaca diharapkan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sentimen Ritel XRP Ambruk ke Extreme Fear Saat Harga Tembus US$2

Sentimen investor ritel terhadap XRP mengalami perubahan drastis dari kondisi greed menjadi extreme fear seiring koreksi harga tajam yang terjadi sepanjang Januari 2026.

Dilaporkan BeInCrypto, harga XRP tercatat turun di bawah level US$2, atau sekitar 19% lebih rendah dibandingkan puncaknya pada 5 Januari 2026, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar ritel.

Data Santiment menunjukkan rasio sentimen positif dan negatif XRP kini berada di zona ketakutan ekstrem, padahal sepekan sebelumnya masih mencerminkan optimisme pasar. Santiment menilai bahwa secara historis, kondisi sentimen yang terlalu ekstrem sering kali menjadi sinyal awal potensi pembalikan harga, karena pergerakan pasar kerap berlawanan dengan ekspektasi mayoritas investor ritel.

Meski demikian, perubahan sentimen yang sangat cepat ini juga mencerminkan ketidakpastian dan inkonsistensi pelaku pasar, yang dapat membatasi keberlanjutan tren naik.

Sinyal XRP di Masa Depan

Sinyal lain datang dari pasar derivatif. Analis CryptoQuant mencatat funding rate negatif pada kontrak perpetual futures XRP, yang mengindikasikan penumpukan posisi short. Dalam kondisi funding rate negatif, trader short membayar trader long, dan situasi ini secara historis sering mendahului pemulihan harga.

CryptoQuant mencatat pola serupa pernah terjadi pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang kemudian diikuti oleh rebound harga XRP. Akumulasi posisi short dinilai berpotensi menciptakan tekanan beli tersembunyi apabila terjadi likuidasi saat harga mulai bergerak naik.

Baca juga: XRP Terjun 13% dalam Sepekan, Harga Bertahan di $1,90

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental, prospek jangka pendek XRP turut didukung oleh pengumuman Binance yang melisting pasangan perdagangan XRP/RLUSD pada 21 Januari 2026. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyatakan bahwa kehadiran RLUSD di Binance dapat memperluas adopsi stablecoin tersebut sekaligus memperkuat ekosistem XRP Ledger.

Penambahan pasangan ini juga membuka akses likuiditas baru yang berpotensi meningkatkan volume perdagangan dan kedalaman pasar. Sejalan dengan itu, analisis teknikal mencatat adanya bullish divergence saat XRP turun di bawah US$2, yang memperkuat indikasi peluang pemulihan dalam jangka pendek.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com