Tag Archives: xrp

XRP Terjun 13% dalam Sepekan, Harga Bertahan di $1,90

Harga aset kripto XRP mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir. Token besutan Ripple ini tercatat turun lebih dari 13 persen, meski hingga Rabu (21/1/2026) masih mampu bertahan di kisaran US$1,90.

Dilaporkan FX Leaders, Penurunan tersebut membuat pelaku pasar waspada, mengingat kapitalisasi pasar XRP saat ini masih berada di level besar, yakni sekitar US$115,7 miliar, menempatkannya di posisi kelima kripto terbesar dunia. Total suplai XRP yang beredar mencapai 60,8 miliar token.

Meski harga melemah, aktivitas perdagangan XRP tetap tinggi. Volume transaksi 24 jam tercatat melampaui US$3,4 miliar, menandakan minat pasar belum sepenuhnya surut dan investor belum melakukan aksi keluar secara masif.

Namun, tekanan tidak hanya datang dari internal XRP. Pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum dalam beberapa hari terakhir turut memperburuk sentimen pasar kripto secara keseluruhan, membuat investor cenderung mengambil sikap lebih defensif.

Fundamental Masih Kuat, Pasar Tetap Waspada

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

Di balik tekanan harga jangka pendek, fundamental Ripple dinilai masih menunjukkan perkembangan positif. Presiden Ripple, Monica Long, sebelumnya menyebut tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan industri kripto, seiring meningkatnya adopsi institusional, penggunaan di dunia nyata, serta pertumbuhan aset yang ditokenisasi.

Ekosistem Ripple juga terus berkembang. Sejumlah wacana terkait ETF berbasis XRP, meningkatnya ketertarikan investor institusi, hingga pencapaian stablecoin RLUSD yang berhasil menembus kapitalisasi pasar US$1 miliar, menjadi sorotan positif.

Meski demikian, pasar dinilai belum merespons perkembangan tersebut secara optimal. Investor saat ini masih dibayangi berbagai faktor risiko, mulai dari kondisi makroekonomi global, melemahnya permintaan ETF kripto, hingga ketidakpastian pasar keuangan secara umum.

Analisis Teknikal: Tekanan Bearish Masih Dominan

Dari sisi teknikal, pergerakan XRP/USD masih berada dalam descending channel pada grafik 4 jam. Setelah sempat tertolak di area US$2,30 awal bulan ini, harga kini bergerak di bawah moving average 50 dan 200 periode, yang menjadi sinyal negatif lanjutan.

Area US$2,05–US$2,10 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang membatasi potensi pemulihan harga. Pola candlestick terbaru menunjukkan tekanan jual masih dominan, meskipun ukuran candle mulai mengecil.

Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) mendekati area oversold. Kondisi ini membuka peluang terjadinya pantulan teknikal, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Adapun level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar antara lain:

  • Support: US$1,86 dan US$1,78
  • Resistance: US$1,95, US$2,06, dan US$2,13

Dalam jangka pendek, strategi yang umum digunakan trader adalah menjual saat terjadi reli di bawah US$1,95, dengan target penurunan di area US$1,80, serta disiplin memasang batas kerugian jika harga menembus US$2,06.

Dengan kondisi pasar yang masih rapuh, pergerakan XRP ke depan diperkirakan tetap volatil, sembari menunggu katalis kuat yang mampu mengubah sentimen secara keseluruhan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

Harga aset kripto XRP tengah berada di fase penentuan setelah mencatatkan kinerja lemah dalam sepekan terakhir. Dalam tujuh hari, harga XRP terkoreksi sekitar 6%, menjadikannya salah satu altcoin berkapitalisasi besar dengan performa terburuk minggu ini.

Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah, dengan catatan XRP mampu mengulangi pergerakan yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Kunci utamanya terletak pada kemampuan harga merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari di kisaran US$2,24. Jika level ini berhasil ditembus, XRP berpeluang memicu reli hingga 33%.

Pola Grafik Ulang, EMA Jadi Penentu

Berdasarkan grafik harian, XRP saat ini membentuk struktur inverse head-and-shoulders, sebuah pola teknikal yang umumnya mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah naik. Garis neckline dari pola ini berada di sekitar US$2,52, atau sekitar 28% di atas harga saat ini.

Namun, pola tersebut baru akan valid jika XRP mampu bertahan di atas EMA 100 hari. Secara historis, level ini kerap menjadi titik krusial bagi XRP. Pada September lalu, keberhasilan menembus EMA 100 hari mendorong kenaikan harga masing-masing sekitar 12% dan 16% dalam dua fase berbeda.

Saat ini, XRP masih tertahan di bawah EMA jangka pendek 20 hari dan 50 hari, serta sempat ditolak di EMA 100 hari pada 14 Januari. Kendati begitu, munculnya ekor bawah panjang pada candle harian menandakan adanya aksi beli yang cepat menyerap tekanan jual.

Whale dan Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

Dilaporkan BeInCrypto, di balik pelemahan harga, data on-chain menunjukkan aktivitas akumulasi oleh investor besar. Whale dengan kepemilikan 10–100 juta XRP tercatat menambah saldo dari sekitar 11,14 miliar menjadi 11,17 miliar XRP, setara hampir US$60 juta.

Sementara itu, whale yang lebih kecil dengan kepemilikan 1–10 juta XRP bahkan lebih agresif. Total kepemilikan kelompok ini naik dari 3,54 miliar menjadi 3,59 miliar XRP, atau hampir US$100 juta. Akumulasi ini mulai terlihat sejak 14 Januari, meski sempat terjadi pelepasan sebagian pada 15 Januari saat harga terkoreksi.

Aksi whale kemudian diikuti oleh holder jangka panjang. Data Glassnode menunjukkan, sejak 16 Januari, dompet yang menyimpan XRP selama lebih dari 155 hari mencatat kenaikan kepemilikan dari 223,2 juta menjadi 234,9 juta XRP dalam dua hari, atau naik sekitar 5,2%.

Baca juga: XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

Pasar Derivatif Didominasi Short

Faktor lain yang berpotensi menjadi katalis adalah kondisi pasar derivatif. Data Coinglass menunjukkan posisi short mendominasi lebih dari 95% di pasar perpetual XRP. Nilai leverage likuidasi short tercatat mendekati US$520 juta, jauh di atas posisi long yang hanya sekitar US$22 juta.

Ketimpangan ini membuka peluang terjadinya short squeeze, di mana kenaikan harga yang relatif moderat dapat memaksa penutupan posisi short secara massal dan mendorong harga naik lebih cepat.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk mengonfirmasi skenario bullish, XRP perlu menutup perdagangan di atas US$2,24 guna merebut kembali EMA 100 hari. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak ke zona US$2,48–US$2,52, yang menjadi pemicu aktivasi pola teknikal dan membuka ruang reli hingga 33%.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$1,84 akan melemahkan setup, sementara penembusan ke bawah US$1,77 berpotensi membatalkan skenario bullish sepenuhnya.

Saat ini, XRP masih berada di fase konsolidasi. Namun, jika pergerakan harga mampu meniru momentum yang terjadi pada September lalu, reli yang telah lama dinantikan pasar bisa kembali terwujud.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

Pasar kripto mengalami tekanan tajam pada Minggu malam (19/1/2026) waktu global. XRP menjadi salah satu aset yang paling terpukul, anjlok lebih dari 4% ke kisaran USD 1,97, seiring aksi jual besar-besaran yang juga menyeret Bitcoin dan Ethereum.

Dalam waktu singkat, total kapitalisasi pasar kripto turun hampir 3% ke level USD 3,13 triliun. Investor terlihat buru-buru mengurangi risiko setelah sentimen global memburuk dan pasar keuangan tradisional ikut melemah.

XRP Tertekan Usai Bitcoin Jebol Support

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan harga XRP terjadi tak lama setelah Bitcoin gagal bertahan di atas level teknikal penting. Bitcoin turun lebih dari 2,5% dalam 24 jam terakhir ke area USD 92.500. Kegagalan BTC menutup pekan di atas USD 94.000 memicu kepanikan trader jangka pendek, yang kemudian merembet ke altcoin utama seperti XRP.

Begitu Bitcoin menembus support, tekanan jual pada XRP meningkat tajam. Volume likuidasi di pasar derivatif mempercepat kejatuhan harga, membuat XRP mencatat penurunan lebih dalam dibandingkan sebagian aset kripto besar lainnya.

Baca juga: Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

Ethereum Ikut Terseret, Pasar Masuk Mode Risk-Off

Dilaporkan Trading View, Ethereum juga tak luput dari tekanan, turun lebih dari 3% dan diperdagangkan di sekitar USD 3.200. Pelemahan ini menegaskan bahwa pasar kripto secara keseluruhan sedang berada dalam mode risk-off, di mana investor menghindari aset berisiko tinggi.

Kritikus Bitcoin sekaligus pendukung emas, Peter Schiff, turut menyoroti situasi ini. Melalui media sosial, ia menyebut bahwa emas dan perak justru mencetak rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin dan kripto bergerak ke arah sebaliknya.

Ketegangan Perdagangan Global Picu Kepanikan

Sentimen negatif diperburuk oleh kekhawatiran baru terkait potensi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Isu ini mendorong aliran dana keluar dari aset berisiko seperti kripto dan masuk ke aset lindung nilai, termasuk logam mulia.

Dalam waktu sekitar 90 menit, pasar kripto kehilangan hampir USD 130 miliar nilai kapitalisasi. Data menunjukkan sekitar USD 546 juta posisi long terlikuidasi, menandakan tingginya penggunaan leverage yang memperparah penurunan harga XRP dan aset kripto lainnya.

Oversold, Tapi XRP Masih Rentan

Meski indikator teknikal menunjukkan kondisi pasar mulai mendekati jenuh jual (oversold), volatilitas diperkirakan masih tinggi. Indeks Fear and Greed berada di level 45 atau netral, membuka peluang pantulan jangka pendek, namun belum cukup kuat untuk menjamin pemulihan berkelanjutan.

Analis menilai kejatuhan XRP dan kripto hari ini lebih dipicu faktor makroekonomi, tekanan leverage, dan kerusakan teknikal, bukan oleh masalah fundamental di dalam industri kripto itu sendiri. Pelaku pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu kembali ke zona USD 93.000–USD 94.000 sebagai penentu stabilitas lanjutan, yang juga akan sangat memengaruhi arah harga XRP ke depan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

Harga XRP mengalami koreksi tajam meski sejumlah kabar positif datang dari Ripple Labs. Aset kripto ini turun lebih dari 15% dari level tertingginya tahun ini, namun data terbaru menunjukkan adanya sinyal teknikal dan fundamental yang berpotensi memicu pembalikan arah harga.

Pada perdagangan terbaru, XRP tercatat turun ke level $2,0520, jauh di bawah puncak year-to-date di $2,40. Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar XRP menyusut menjadi sekitar $125 miliar.

Penurunan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Terancam di Bawah $2? Sinyal Wave C Bisa Pemicu Penurunan

Menariknya, penurunan harga terjadi di tengah meningkatnya minat investor institusional. Dilaporkan Crypto.news, data menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus masuk dana sebesar $56 juta dalam sepekan terakhir, melonjak 47% dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar $38 juta. Secara total, ETF XRP telah menambah $108 juta aset minggu ini, sehingga total aset kelolaan mencapai $1,52 miliar, atau sekitar 1,2% dari kapitalisasi pasar XRP.

Meski angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan ETF Bitcoin dan Ethereum—yang masing-masing telah menguasai 6,5% dan 5,4% dari kapitalisasi pasar—kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP.

Dari sisi fundamental, Ripple Labs terus mencatatkan kemajuan. Perusahaan ini baru saja memperoleh lisensi resmi di Inggris dan Luksemburg, yang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perusahaan-perusahaan di Eropa. Lisensi tersebut menyusul keberhasilan Ripple mendapatkan banking charter dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat kurang dari sebulan sebelumnya.

Selain itu, permintaan terhadap XRP diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring rencana Evernorth untuk melantai di bursa melalui merger SPAC. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengakumulasi jutaan token XRP dan berencana memanfaatkan dana segar dari pasar publik untuk menambah kepemilikan, termasuk melalui strategi DeFi yang teregulasi dan partisipasi sebagai validator di jaringan XRP Ledger.

Di sisi lain, sebagian investor juga mulai memindahkan XRP mereka ke FXRP di jaringan Flare, yang kini telah mencatat Total Value Locked (TVL) DeFi lebih dari $150 juta.

Analisis Teknikal

Dari perspektif teknikal, grafik empat jam menunjukkan bahwa harga XRP telah turun dari $2,4165 pada 6 Januari ke sekitar $2,05. Harga kini berada di bawah level 50% Fibonacci Retracement, serta menembus EMA 50 dan 100 hari dan indikator Supertrend, yang mengonfirmasi tekanan bearish jangka pendek.

Namun demikian, terdapat sinyal positif yang patut diperhatikan. XRP membentuk pola double-bottom di area $2,04, dengan neckline di sekitar $2,188. Pola ini secara historis sering menjadi pertanda pembalikan arah ke atas.

Dengan demikian, prospek XRP dinilai masih bullish selama harga bertahan di atas level $2,03. Jika level ini jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga ke area $1,9127, yang merupakan level 78,6% Fibonacci Retracement.

Pasar kini menanti apakah lonjakan dana ETF dan sentimen positif dari ekspansi Ripple mampu mendorong XRP keluar dari fase koreksi.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Terancam di Bawah $2? Sinyal Wave C Bisa Pemicu Penurunan

Harga XRP saat ini masih bergerak tipis di atas level $2, namun analisis teknikal terbaru menunjukkan potensi pergerakan yang lebih kompleks dalam waktu dekat.

Dilaporkan Trading View, analis kripto CasiTrades membagikan pandangannya melalui platform X, menyebut bahwa XRP kemungkinan masih memiliki satu dorongan naik terakhir sebelum memasuki fase koreksi yang lebih dalam. Analisis tersebut menggunakan pendekatan Elliott Wave pada grafik jangka menengah, yang mengindikasikan peluang kenaikan sekaligus risiko penurunan lanjutan.

Berdasarkan grafik 1 jam, CasiTrades menjelaskan bahwa penurunan harga XRP ke area $2,03 dalam 48 jam terakhir merupakan bagian dari gelombang B yang lebih dalam dari perkiraan awal.

Konsolidasi Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Menuju US$2,50? Tiga Katalis Kuat Ini Picu Isyarat Awal Supercycle

Alih-alih bergerak dalam konsolidasi sempit, harga justru membentuk pola ABC lengkap hingga menyentuh area Fibonacci retracement 0,618 di sekitar $2,09. Meski terlihat cukup dalam, pergerakan ini masih dianggap valid dalam kerangka teori Elliott Wave dan membuka peluang terbentuknya Wave C sebagai lanjutan koreksi.

Setelah gelombang B dinilai selesai, perhatian kini tertuju pada potensi dorongan Wave C yang diperkirakan dapat mendorong harga XRP naik ke area $2,26 hingga $2,28. Zona ini dinilai sebagai area resistensi kuat karena merupakan pertemuan golden retracement dan ekstensi Fibonacci 1,236, serta pernah menjadi area reaksi harga sebelumnya.

Jika Wave C terbentuk dengan subdivisi lima gelombang yang rapi, sentimen jangka pendek bisa terasa cukup bullish sebelum harga menghadapi tekanan jual.

Antisipasi Sinyal Wave C

Meski demikian, risiko penurunan tetap membayangi setelah Wave C mencapai targetnya. CasiTrades memperkirakan adanya potensi penolakan harga di zona $2,26–$2,28 yang dapat memicu awal dari Wave 3 ke arah bawah.

Jika skenario ini terkonfirmasi, XRP berpotensi mengalami penurunan lanjutan menuju area support utama di sekitar $1,65. Namun, kepastian arah bearish tersebut masih bergantung pada struktur subwave Wave C dan respons harga saat mendekati area resistensi kunci.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Menuju US$2,50? Tiga Katalis Kuat Ini Picu Isyarat Awal Supercycle

Harga XRP membuka tahun 2026 dengan kinerja positif. Token milik Ripple ini telah mencatatkan kenaikan sekitar 14% sepanjang tahun berjalan, di tengah munculnya tiga katalis utama yang dinilai dapat mendorong reli lanjutan, bahkan memicu awal fase yang disebut sebagai “supercycle.”

Katalis pertama datang dari Eropa. Pekan ini, Ripple resmi mengantongi dua lisensi penting untuk memperluas operasinya sebagai platform pembayaran digital. Otoritas Jasa Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA) memberikan izin Electronic Money Institution (EMI) kepada Ripple.

Sementara itu, otoritas keuangan Luksemburg menerbitkan “Green Light Letter”, yang menjadi langkah awal bagi Ripple untuk memperoleh lisensi serupa di negara tersebut.

Katalis Pendorong Harga XRP

Baca juga: XRP Menuju Era Baru Regulasi, Level US$3,20 Jadi Ujian Krusial

Katalis kedua berasal dari Amerika Serikat. Rancangan undang-undang Clarity Act berpotensi mengubah status regulasi XRP dengan menyamakannya seperti Bitcoin. Jika disahkan, regulasi ini akan mengklasifikasikan XRP sebagai aset “non-ancillary”, yang dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus mengurangi tekanan regulasi terhadap token tersebut.

Dilaporkan Cryptonews, faktor ketiga datang dari pasar keuangan tradisional. Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP dilaporkan telah menarik total aset hampir US$1,6 miliar hanya dalam dua bulan terakhir. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor institusional dan Wall Street terhadap XRP.

Kombinasi ketiga faktor tersebut, ditambah sejumlah indikator teknikal yang dinilai positif, disebut berpotensi membuka jalan bagi pemulihan harga XRP yang lebih kuat sepanjang tahun ini.

Analisis Teknikal XRP

Dari sisi teknikal, pergerakan harga XRP sempat tertahan di level US$2,40, yang kini menjadi zona resistensi kuat. Pada grafik 4 jam, XRP terlihat mulai membentuk area dukungan di sekitar 200-period Exponential Moving Average (EMA).

Selama level dukungan tersebut mampu dipertahankan, struktur harga XRP masih dianggap bullish, terlebih setelah pola bearish sebelumnya dinyatakan tidak valid. Jika XRP berhasil menembus level US$2,24, analis memperkirakan reli lanjutan menuju US$2,50, bahkan berpotensi ke level yang lebih tinggi.

Pergerakan tersebut dinilai dapat menjadi sinyal awal dimulainya “supercycle” yang selama ini dinantikan para investor XRP.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Menuju Era Baru Regulasi, Level US$3,20 Jadi Ujian Krusial

Dunia kripto kembali menjadi sorotan setelah munculnya rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat yang berpotensi menyetarakan status XRP dengan Bitcoin dan Ethereum. Wacana regulasi ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan pelaku pasar, khususnya terkait prospek dan prediksi harga XRP ke depan.

Draf terbaru Digital Asset Market Clarity Act disebut-sebut akan mengklasifikasikan XRP sebagai aset non-security, sejajar dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Jika disahkan, aturan ini akan mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama bertahun-tahun membayangi XRP dan menghambat masuknya investor institusional.

Langkah XRP Menuju Status Setara Bitcoin

Langkah ini dinilai sebagai kemenangan regulasi besar bagi ekosistem XRP. Kejelasan status hukum dinilai dapat membuka pintu adopsi yang lebih luas, terutama dari institusi keuangan besar yang selama ini bersikap hati-hati karena risiko tuntutan hukum.

Dalam rancangan tersebut, XRP akan masuk kategori “non-ancillary asset”, yakni aset utama yang diperlakukan setara dengan komoditas digital seperti BTC dan ETH. Status ini juga berlaku bagi token lain yang telah memiliki produk bursa terorganisir seperti Exchange-Traded Product (ETP).

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski tidak serta-merta memicu lonjakan harga dalam waktu singkat, kejelasan regulasi dianggap memiliki dampak strategis jangka panjang. Dengan payung hukum yang lebih jelas, institusi global berpeluang mulai memasukkan XRP ke dalam portofolio investasi maupun strategi perbendaharaan mereka.

Sementara dari sisi pasar, minat institusi terhadap XRP telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak peluncuran ETF XRP pertama di Amerika Serikat. Data SoSoValue mencatat dana kelolaan ETF tersebut telah menembus angka US$1,5 miliar hanya dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: XRP Naik ke US$2,15 Hari Ini! Ini Alasan Ripple Kembali Salip BNB

Prediksi Harga XRP: EMA 200 Hari Jadi Penentuh Arah Harga XRP

Dilaporkan Cryptonews, secara teknikal, XRP baru saja mencatat penguatan setelah mengalami tekanan jual selama tujuh hari berturut-turut. Namun, pergerakan harga masih menghadapi tantangan serius di level Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang kini berfungsi sebagai resistance utama.

Jika harga mampu bertahan dan menembus level tersebut, analis memproyeksikan potensi kenaikan menuju area US$3,20. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, XRP berisiko terkoreksi hingga ke kisaran US$1,95.

Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di sekitar rata-rata pergerakan 14 hari saat ini menjadi penentu arah momentum selanjutnya, apakah tren bullish berlanjut atau justru berbalik.

Di tengah dinamika tersebut, sebagian investor juga mulai melirik proyek kripto baru, termasuk presale token Bitcoin HYPER (HYPER). Proyek layer-2 berbasis Solana untuk ekosistem Bitcoin ini dilaporkan telah menghimpun dana lebih dari US$30,5 juta atau sekitar Rp514 miliar, mencerminkan meningkatnya minat institusi terhadap inovasi teknologi blockchain di luar aset utama.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Naik ke US$2,15 Hari Ini! Ini Alasan Ripple Kembali Salip BNB

Harga Ripple (XRP) mengalami kenaikan signifikan pada Selasa, 14 Januari, seiring reli pasar kripto secara keseluruhan dalam 24 jam terakhir. Token lintas negara milik Ripple itu tercatat menguat lebih dari 4 persen ke level sekitar US$2,15, sekaligus kembali merebut posisi keempat aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, menggeser Binance Coin (BNB).

Dilaporkan Crypto Potato, kenaikan ini dinilai lebih stabil dibanding lonjakan tajam pekan lalu. Pada periode tersebut, XRP sempat melonjak sekitar 30 persen hanya dalam beberapa hari, dari bawah US$1,90, level penutupan akhir 2025, hingga menembus US$2,40, yang menjadi puncak tertinggi dalam beberapa pekan. Namun, reli tersebut berakhir dengan koreksi tajam, membawa harga XRP turun hingga di bawah US$2,05 pada awal pekan ini.

Pemulihan harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Anjlok 15% ke Area US$2, Investor Borong 480 Juta Koin

Pemulihan harga XRP hari ini terjadi di tengah sentimen positif pasar kripto global. Bitcoin (BTC) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di kisaran US$96.600, dipicu oleh pernyataan kontroversial terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, serta menyinggung isu Iran, Venezuela, dan kebijakan tarif.

Sentimen pasar juga diperkuat oleh rilis data inflasi Amerika Serikat. Indeks Harga Konsumen (CPI) Desember yang diumumkan sehari sebelumnya tercatat sedikit lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuka ruang bagi Trump untuk kembali menekan The Fed agar memangkas suku bunga pada pertemuan mendatang dalam dua pekan ke depan.

Faktor lain yang menopang kenaikan XRP adalah arus dana positif pada produk spot XRP ETF. Setelah sempat mencatat arus keluar dana pekan lalu, ETF berbasis XRP kembali mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$15,04 juta pada Senin dan US$12,98 juta pada Selasa. Aliran dana ini dinilai turut mendorong pemulihan harga aset dasarnya.

Kinerja XRP ke Depan

Analis kripto dengan nama samaran CRYPTOWZRD menilai kinerja XRP masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Ia menyebut XRP “ditutup secara bullish seperti yang diharapkan”. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pasangan XRP/BTC masih membutuhkan reli lanjutan, terutama jika dominasi Bitcoin mulai mengalami penurunan.

Dengan kombinasi sentimen makroekonomi, penguatan Bitcoin, serta kembalinya arus dana ke ETF, XRP kini kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Anjlok 15% ke Area US$2, Investor Borong 480 Juta Koin

Harga XRP mengalami tekanan tajam dalam sepekan terakhir. Sejak mencapai puncak harga pada 6 Januari 2026, aset kripto milik Ripple ini telah turun hampir 15%. Sejumlah level support teknikal pun ditembus, menandakan pelemahan momentum. Namun di tengah tren negatif tersebut, data on-chain justru menunjukkan perilaku yang berlawanan dari sebagian investor.

Dalam dua hari terakhir, para holder XRP tercatat membeli sekitar 480 juta XRP, menjadikannya aksi buy the dip terkuat sejak 7 September 2025. Fenomena ini muncul meskipun struktur teknikal XRP mengalami kerusakan setelah harga gagal bertahan di atas beberapa indikator penting.

Tekanan Jual XRP Meningkat

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan jual meningkat usai XRP tidak mampu merebut kembali exponential moving average (EMA) 200 hari pada puncak harga awal Januari. Setelah itu, harga beruntun kehilangan EMA 100 hari dan EMA 50 hari. Saat ini, XRP bergerak di sekitar EMA 20 hari, yang menjadi support tren jangka pendek terakhir.

Baca juga: Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

Dilaporkan BeInCrypto, level EMA 20 hari dinilai krusial karena kerap menjadi pembeda antara koreksi yang masih terkendali dan penurunan yang lebih dalam. Pada awal Desember lalu, kehilangan level ini memicu penurunan lanjutan sekitar 15% hanya dalam beberapa hari.

Meski demikian, data menunjukkan bahwa investor jangka panjang justru meningkatkan akumulasi. Berdasarkan metrik perubahan posisi bersih HODLer, wallet jangka panjang menambah sekitar 62 juta XRP pada 9 Januari, lalu melonjak signifikan pada 10 dan 11 Januari dengan pembelian masing-masing 239 juta XRP dan 243 juta XRP. Aksi tersebut menjadi akumulasi dua hari berturut-turut terbesar dalam empat bulan terakhir.

Namun, akumulasi ini tidak datang dari seluruh kelompok investor besar. Aktivitas beli terutama dilakukan oleh holder berkeyakinan tinggi, bukan oleh crypto whale besar secara luas. Whale dengan kepemilikan antara 1 juta hingga 10 juta XRP tercatat menambah sekitar 10 juta XRP, setara kurang lebih US$20,5 juta. Sementara itu, pemain besar lainnya masih cenderung menunggu.

Support Harga XRP Jadi Penting

Kondisi ini membuat XRP memperoleh support harga, tetapi belum cukup kuat untuk memicu reli besar. Ketidakseimbangan antara tekanan jual dan akumulasi selektif tersebut tercermin dalam pergerakan harga yang masih tertahan.

Keyakinan sebagian investor juga diperkuat oleh struktur klaster pasokan XRP. Data menunjukkan dua zona akumulasi besar tepat di bawah harga saat ini. Klaster pertama berada di kisaran US$2,00–US$2,01, dengan sekitar 1,9 miliar XRP pernah dibeli di area tersebut. Klaster kedua berada di US$1,96–US$1,97, dengan tambahan 1,8 miliar XRP.

Zona-zona ini kerap menjadi area pertahanan karena banyak holder berada dekat titik impas dan cenderung membeli kembali saat harga turun. Selama klaster ini bertahan, tekanan jual diperkirakan melambat dan harga berpotensi membentuk fase konsolidasi.

Untuk membalikkan arah tren, XRP perlu kembali bertahan di atas EMA 20 hari di sekitar US$2,04, lalu menembus US$2,21 dan US$2,41, yang merupakan puncak harga 6 Januari. Jika level tersebut ditembus, target selanjutnya berada di US$2,69 dan struktur harga berpotensi kembali bullish.

Sebaliknya, jika harga menembus bersih di bawah US$2,01, risiko penurunan lanjutan menuju US$1,97 hingga US$1,77 tetap terbuka. Untuk saat ini, dukungan harga XRP bukan berasal dari momentum kuat atau aksi whale besar, melainkan dari pertahanan teknikal dan klaster pasokan yang rapat di bawah harga.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

Harga Bitcoin dan XRP terpantau bergerak stabil menjelang putusan penting Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan global yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026. Pelaku pasar kripto memilih bersikap hati-hati karena keputusan tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen makro dan aliran dana institusional ke aset digital.

Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran US$90.550, sementara XRP berada sedikit di atas US$2,08. Pergerakan harga yang relatif sempit mencerminkan sikap wait and see investor global.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis 0,12 persen menjadi US$3,09 triliun. Sejumlah altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) bergerak tanpa arah yang jelas. Ethereum tetap bertahan di atas level psikologis US$3.000, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Coingape, Mahkamah Agung AS sebelumnya hanya merilis satu putusan pada Jumat lalu yang tidak berkaitan dengan kasus tarif. Investor kini menanti keputusan lanjutan pada Rabu, 14 Januari, yang akan membahas legalitas tarif global yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump.

Kasus ini berfokus pada penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, yang awalnya ditujukan untuk kondisi darurat nasional, namun digunakan untuk memberlakukan tarif impor lintas negara. Putusan tersebut berpotensi menentukan batas kewenangan presiden serta kemungkinan pengembalian dana tarif yang telah dipungut.

Meski isu ini dinilai signifikan, pasar kripto sejauh ini merespons secara terbatas dan belum menunjukkan lonjakan volatilitas yang berarti.

Baca juga: Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

ETF Tunjukkan Sikap Hati-Hati Investor Institusi

Menjelang putusan pengadilan, data ETF menunjukkan sentimen campuran dari investor institusi. Spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar bersih sebesar US$250 juta, menandakan kehati-hatian pasar. Namun, beberapa produk justru mengalami akumulasi selektif.

ETF Bitcoin milik Fidelity (FBTC) mencatat arus masuk bersih sebesar US$7,87 juta, mengindikasikan keyakinan sebagian investor terhadap kekuatan jangka menengah Bitcoin.

Sementara itu, ETF spot XRP mencatat arus masuk bersih US$4,93 juta, mencerminkan meningkatnya minat terhadap XRP di tengah perkembangan regulasi dan hukum yang mengitarinya.

Level Harga Penentu Arah Bitcoin dan XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini memiliki area support kuat di US$90.000 dan US$89.000. Jika berhasil menembus resistensi di atas US$92.000, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$93.500 hingga US$95.000. Namun, kegagalan breakout dapat mendorong koreksi ke area US$88.500.

Adapun XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas US$2,08. Penembusan level US$2,10 berpotensi membuka jalan menuju US$2,20 hingga US$2,50. Sebaliknya, penurunan di bawah US$2,00 dapat memicu pelemahan lanjutan hingga US$1,90.

Menjelang putusan Mahkamah Agung AS, pelaku pasar diperkirakan tetap waspada. Kejelasan arah kebijakan perdagangan global dinilai dapat menjadi pemicu perubahan sentimen dan volatilitas jangka pendek, dengan arus ETF dan faktor makro menjadi penentu pergerakan pasar kripto selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com