Tag Archives: xrp

XRP Terjebak Konsolidasi, ETF Tetap Dilirik, Harga Reli di 2026?

Harga XRP masih berada di bawah tekanan menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Sejumlah upaya pemulihan harga gagal bertahan, membuat altcoin ini menutup tahun dengan kinerja tahunan yang sedikit negatif di tengah sentimen pasar yang cenderung bearish.

Sepanjang beberapa pekan terakhir, lemahnya permintaan di pasar spot serta sikap hati-hati investor ritel menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga XRP. Meski demikian, minat investor institusional muncul sebagai penopang utama, membantu menahan penurunan harga yang lebih dalam di tengah tekanan jual yang berkelanjutan.

Aliran Dana Institusi Jadi Penopang Utama

Data CoinShares menunjukkan bahwa XRP menjadi salah satu aset kripto favorit investor institusi sepanjang 2025. Pada pekan yang berakhir 27 Desember, XRP mencatat arus masuk dana sebesar US$70 juta, mendorong total inflow bulanan menjadi US$424 juta.

Capaian tersebut bahkan mengungguli aset kripto utama lainnya. Bitcoin tercatat mengalami arus keluar dana sebesar US$25 juta, sementara Ethereum mencatat outflow yang jauh lebih besar, mencapai US$241 juta dalam periode yang sama.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara tahunan, XRP berhasil menarik inflow hingga US$3,3 miliar. Angka ini mencerminkan kepercayaan institusional yang tetap kuat meski pasar kripto dibayangi volatilitas tinggi dan ketidakpastian regulasi.

ETF XRP Tunjukkan Konsistensi Permintaan

Dukungan institusi juga terlihat dari performa ETF XRP yang diluncurkan pada 2025. Sejak debutnya, produk ETF tersebut belum mencatat satu hari pun dengan arus keluar dana bersih. Hanya satu sesi perdagangan yang berakhir netral tanpa inflow, menunjukkan konsistensi permintaan yang jarang terjadi.

Dilaporkan BeInCrypto, CEO aplikasi kripto NoOnes, Ray Youssef, menilai bahwa akumulasi XRP pada awal Desember merupakan strategi jangka panjang investor institusi untuk memanfaatkan momentum ETF.

Menurutnya, pola ini mirip dengan fase awal ETF Bitcoin dan Ethereum, di mana investor besar cenderung mengakumulasi aset sebelum harga sepenuhnya mencerminkan dampak peluncuran ETF. Ia juga menyebut XRP kini dipandang sebagai aset berisiko tinggi (high beta) dengan proposisi nilai yang semakin kuat seiring meningkatnya partisipasi institusi.

Baca juga: XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga

Long-Term Holder Mulai Melepas Kepemilikan

Di sisi lain, perilaku pemegang jangka panjang (long-term holder) menjadi sumber kekhawatiran menjelang 2026. Sepanjang 2025, kelompok ini bergantian antara akumulasi dan distribusi, mencerminkan ketidakpastian terhadap prospek menengah XRP.

Memasuki kuartal IV 2025, aktivitas jual dari long-term holder semakin dominan. Kondisi ini mengindikasikan menurunnya tingkat kepercayaan dari investor yang biasanya bertahan di tengah volatilitas. Jika tren distribusi ini berlanjut ke 2026, risiko penurunan harga XRP dinilai dapat meningkat.

Awal 2026 Diprediksi Masih Datar

Pada saat penulisan, harga XRP diperdagangkan di sekitar US$1,87, turun 38% sepanjang kuartal IV 2025 dan melemah 9,7% secara year-to-date. Bulan Desember gagal memberikan dorongan positif, memperkuat sentimen bearish di akhir tahun.

Ray Youssef memprediksi pergerakan harga XRP pada Januari hingga kuartal I 2026 cenderung stagnan. Ia memperkirakan XRP akan berkonsolidasi di kisaran US$2 hingga US$2,50, kecuali muncul katalis makro yang signifikan.

Menurutnya, volatilitas pasar global, ketegangan geopolitik, serta berbagai episode risk-off membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif. Pemulihan yang lebih kuat baru akan terlihat jika XRP mampu menembus level US$3,00 untuk kembali membangun struktur bullish menuju rekor tertinggi di US$3,66.

Namun, skenario penurunan masih tetap terbuka. Jika tekanan jual meningkat dan permintaan melemah, penembusan di bawah level support US$1,79 berpotensi menyeret harga menuju area US$1,50. Kondisi tersebut akan memperkuat dominasi bearish dan membatalkan prospek netral-bullish.

Faktor Musiman Masih Jadi Tantangan

Secara historis, Januari mencatatkan rata-rata kenaikan harga XRP sebesar 3%. Namun, median return justru menunjukkan penurunan sekitar 7,8%, menandakan bahwa performa positif tidak selalu konsisten.

Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas dan sentimen risiko yang lemah, harga XRP diperkirakan menghadapi tantangan pada awal 2026. Arah pergerakan yang lebih jelas kemungkinan baru akan terbentuk setelah terjadi perubahan signifikan pada kondisi pasar dan perilaku investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Mandek di Zona Bahaya? Level US$1,58 Jadi Penentu Arah Harga

Harga XRP, aset kripto yang digunakan dalam jaringan pembayaran Ripple, hingga akhir Desember 2025 masih bergerak dalam rentang perdagangan yang sama selama hampir dua tahun terakhir. Pergerakan harga yang berulang kali tertahan di area resistensi membuat XRP belum mampu keluar dari fase konsolidasi panjang, sementara perhatian pasar kini kembali tertuju pada level support krusial di US$1,58.

Secara historis, XRP konsisten diperdagangkan dalam kisaran US$1,58 hingga US$3,50. Setiap upaya reli menuju batas atas rentang tersebut selalu diikuti tekanan jual yang kuat, sehingga mengonfirmasi pola pergerakan rotasional atau bolak-balik tanpa arah tren yang jelas.

Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Kondisi ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual, di mana tidak ada satu pihak pun yang mampu mendominasi pasar dalam jangka panjang. Meskipun volatilitas sempat meningkat pada beberapa periode, harga XRP tetap gagal mencetak penembusan (breakout) atau penurunan tajam (breakdown) yang valid.

Dalam pergerakan terbaru, XRP kembali mengalami penolakan di area resistensi dan terdorong turun ke bagian tengah hingga bawah rentang perdagangan. Tekanan jual tersebut belum mengubah struktur pasar secara signifikan, namun mengarahkan harga mendekati zona US$1,58 yang selama ini dikenal sebagai area akumulasi likuiditas.

Level US$1,58 dipandang sebagai fondasi utama pergerakan XRP. Secara teknikal, zona ini sering menjadi tujuan harga saat fase koreksi berlangsung, guna menyerap likuiditas sisa dan menyeimbangkan posisi pasar. Pengujian ulang ke level tersebut tidak serta-merta menandakan kelanjutan tren bearish, melainkan bagian dari dinamika normal dalam pasar yang bergerak sideways.

Potensi XRP ke Depan

Dilaporkan Crypto News, struktur pasar XRP hingga kini masih menunjukkan karakter rotasional, tanpa pembentukan level tertinggi baru (higher high) maupun terendah baru (lower low) di luar rentang yang ada. Situasi ini juga sejalan dengan kondisi pasar altcoin secara umum, termasuk BNB, SOL, dan ADA, yang tertekan akibat volume perdagangan Desember 2025 yang tercatat berada di level terendah sepanjang tahun.

Selama harga masih bertahan di atas US$1,58, peluang pantulan ke arah resistensi tetap terbuka. Sebaliknya, konfirmasi breakout baru akan terjadi jika XRP mampu ditutup dengan volume tinggi di atas US$3,50. Adapun penurunan yang bertahan di bawah US$1,58 akan menjadi sinyal perubahan struktur pasar yang lebih signifikan.

Meski pergerakan jangka pendek masih terbatas, prospek jangka panjang XRP tetap mendapat sorotan positif. Analis Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, memproyeksikan harga XRP berpotensi mencapai US$8 pada 2026, didukung oleh meningkatnya kejelasan regulasi serta perkembangan produk ETF berbasis XRP.

Sepanjang tahun berjalan, XRP tercatat turun lebih dari 9% secara year-to-date (YTD), mencerminkan tekanan yang masih membayangi aset kripto tersebut di tengah pasar yang belum menemukan arah jelas.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

Harga Ripple (XRP) masih berada di bawah tekanan jual yang kuat hingga akhir Desember 2025. Pergerakan harga terbaru menunjukkan upaya pemulihan yang terbatas, sementara pasar masih menerima harga di level yang lebih rendah. Secara struktur, XRP belum menunjukkan tanda-tanda masuk fase akumulasi dan masih berada dalam tren korektif.

Berdasarkan analisis pasar yang dipublikasikan Shayan Markets pada 28 Desember 2025, struktur harga XRP tetap bearish selama belum mampu merebut kembali level kunci tertentu.

Tekanan Bearish di Timeframe Harian

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Awal 2025 XRP di US$2,08, Akhir Tahun Anjlok 11 Persen: Salah Masuk?

Pada grafik harian, XRP masih bergerak di dalam descending channel yang sudah terbentuk sejak terjadinya penembusan besar pada tren sebelumnya. Saat ini, harga XRP berada sedikit di atas zona permintaan penting di kisaran US$1,80, yang sejauh ini masih mampu menahan tekanan jual.

Meski zona tersebut masih dipertahankan oleh pembeli, struktur pasar secara keseluruhan tetap lemah. XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun serta berada di bawah moving average 100 hari dan 200 hari, yang memperkuat bias bearish.

Dilaporkan Crypto Potato, kegagalan berulang XRP untuk menembus kembali area US$2,40–US$2,50, yang kini berfungsi sebagai resistance, menjadi sinyal kuat bahwa tekanan jual masih mendominasi. Selama harga belum mampu menembus struktur penurunan dan kembali berada di atas area resistance tersebut, potensi kenaikan dinilai hanya bersifat korektif, bukan perubahan tren utama. Selama harga bertahan di bawah garis tengah kanal, prospek harian masih mengarah pada konsolidasi atau pergerakan turun menuju zona permintaan yang lebih rendah.

Konsolidasi Ketat di Grafik 4 Jam

Sementara itu, grafik 4 jam menunjukkan XRP sedang mengalami konsolidasi ketat setelah kembali ditolak dari resistance kanal menurun. Harga kini bergerak mendekati batas bawah kanal, dengan tekanan jual muncul setiap kali terjadi reli kecil.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun momentum bearish mulai melambat, dominasi penjual belum sepenuhnya hilang. Pembeli memang terlihat mempertahankan area US$1,80, namun tidak adanya dorongan bullish yang kuat menunjukkan lemahnya permintaan lanjutan.

Tanpa penembusan yang jelas di atas garis tren turun jangka pendek, XRP masih rentan mengalami penurunan lanjutan menuju zona permintaan yang lebih dalam. Pergeseran bias jangka pendek baru akan terjadi jika harga mampu menembus resistance kanal secara meyakinkan. Hingga saat itu, pergerakan XRP diperkirakan masih range-bound dengan risiko penurunan yang tetap terbuka.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Awal 2025 XRP di US$2,08, Akhir Tahun Anjlok 11 Persen: Salah Masuk?

Investasi besar pada aset kripto XRP di awal 2025 hingga kini belum memberikan hasil manis bagi investor. Meski sepanjang tahun ini dipenuhi berbagai perkembangan fundamental penting, harga XRP justru bergerak melemah secara tahunan.

Hingga 27 Desember 2025, XRP diperdagangkan di kisaran US$ 1,85. Angka tersebut mencerminkan penurunan sekitar 11 persen sejak awal tahun. Dengan estimasi harga awal 2025 berada di level US$ 2,08, investasi sebesar US$ 1.000 pada Januari kini bernilai sekitar US$ 809. Artinya, investor mengalami penurunan nilai sekitar US$ 110, belum termasuk biaya transaksi dan pajak.

Kinerja XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Tertahan di US$1,84 Meski ETF Tembus US$1 Miliar, Ada Apa?

Dilaporkan Crypto Harian, kinerja ini menempatkan XRP sebagai salah satu aset kripto berkapitalisasi besar yang gagal mengonversi momentum fundamental menjadi kenaikan harga yang berkelanjutan sepanjang 2025.

Ironisnya, pelemahan harga terjadi di tahun yang secara struktural dipandang sebagai periode krusial bagi XRP. Salah satu katalis utama adalah berakhirnya sengketa hukum panjang antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Penyelesaian kasus ini memberikan kejelasan regulasi yang selama bertahun-tahun dinantikan oleh pasar.

Kepastian hukum tersebut diharapkan membuka pintu lebih lebar bagi partisipasi institusional dan memperbaiki persepsi terhadap XRP, khususnya di pasar Amerika Serikat. Namun, ekspektasi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga.

Sepanjang 2025, Ripple juga mempercepat ekspansi ke sektor keuangan institusional. Perusahaan memperluas layanan prime brokerage dan likuiditas, serta meningkatkan eksposur XRP melalui produk investasi teregulasi. Beberapa yurisdiksi bahkan telah meluncurkan dan menyetujui ETF spot XRP, yang secara teori menurunkan hambatan masuk bagi investor profesional maupun ritel.

Potensi Harga XRP

Di sisi lain, Ripple turut meluncurkan dan memperluas integrasi RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS milik perusahaan. Meski RLUSD bukan XRP, kehadirannya dinilai mendukung utilitas jangka panjang ekosistem Ripple, khususnya melalui biaya transaksi dan likuiditas jaringan.

Namun, berbagai kemajuan tersebut belum mampu menopang harga XRP secara konsisten. Sepanjang tahun, XRP berulang kali gagal bertahan di atas level psikologis US$ 2. Volatilitas pasar kripto global, pelepasan token dari mekanisme escrow Ripple, serta sikap investor yang cenderung defensif menjadi faktor penekan utama.

Menjelang akhir tahun, XRP kembali berada di zona negatif secara tahunan, menghapus reli yang sempat terjadi pada paruh awal 2025. Kondisi ini menegaskan masih lebarnya jarak antara kemajuan fundamental dan kepercayaan pasar, sekaligus menunjukkan bahwa kejelasan regulasi dan adopsi institusional tidak selalu berdampak langsung pada kenaikan harga aset kripto.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

Pergerakan harga aset kripto XRP tengah menjadi sorotan setelah seorang analis teknikal mengungkap potensi pergerakan signifikan dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 15 menit, XRP diperkirakan berpeluang mengalami pergerakan harga hingga 10 persen, meski arah pergerakannya masih belum dapat dipastikan.

Dilaporkan Trading View, analis kripto Ali Martinez melalui platform X menyebutkan bahwa XRP saat ini bergerak di dalam pola Symmetrical Triangle atau segitiga simetris. Pola ini terbentuk ketika harga aset berkonsolidasi di antara dua garis tren yang saling mendekat, masing-masing berfungsi sebagai area resistensi dan support.

Pola Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

Dalam pola segitiga simetris, kedua garis tren memiliki kemiringan yang relatif seimbang dan berlawanan arah. Kondisi ini menandakan penyempitan volatilitas harga, yang umumnya diikuti oleh pergerakan besar saat harga berhasil menembus salah satu sisi pola tersebut.

Martinez menjelaskan bahwa pada Hari Natal lalu, harga XRP sempat menguji batas bawah pola segitiga tersebut dan berhasil bertahan, menandakan area support masih cukup kuat untuk sementara waktu. Namun, ia menegaskan bahwa penembusan ke atas maupun ke bawah dari pola ini tetap sama-sama berpeluang terjadi.

“Jika harga menembus ke atas, itu bisa menjadi sinyal bullish. Sebaliknya, jika jatuh ke bawah, maka tekanan bearish kemungkinan akan berlanjut,” tulis Martinez.

Potensi Harga XRP

Berbeda dengan pola Ascending Triangle atau Descending Triangle yang cenderung memiliki bias arah tertentu, pola segitiga simetris tidak memberikan indikasi arah yang jelas. Oleh karena itu, peluang breakout ke atas maupun ke bawah dinilai relatif seimbang.

Terkait besaran pergerakan, Martinez memperkirakan bahwa breakout dari pola konsolidasi ini dapat memicu pergerakan harga sekitar 10 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada prinsip analisis teknikal yang menyebutkan bahwa pergerakan pasca-breakout biasanya sebanding dengan lebar pola konsolidasi sebelumnya.

Saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,84, mencatatkan penurunan sekitar 3,3 persen dalam sepekan terakhir. Investor dan pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan selanjutnya, seiring XRP mendekati titik penentuan dari pola segitiga tersebut.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di $1,87, Token Unlock 2026 Jadi Ancaman Baru?

Tekanan jual kembali membayangi XRP menjelang akhir 2025. Aset kripto ini gagal bertahan di atas level psikologis US$2, memicu perubahan sentimen pasar ke arah yang lebih defensif. Penurunan minat pada perdagangan derivatif, meningkatnya kehati-hatian investor ritel, serta isu token unlock yang akan datang menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga.

Di tengah sentimen negatif tersebut, muncul pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah kondisi ini menandai berakhirnya peluang XRP, atau justru menjadi fase transisi sebelum pasar menemukan momentum baru?

Minat Derivatif Menurun, Trader Spekulatif Mundur

Data terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada aktivitas investor XRP, terutama di pasar derivatif. Open interest XRP futures di Binance tercatat turun ke kisaran US$453 juta, level terendah sejak akhir 2024. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan awal 2025, ketika open interest sempat melampaui US$1 miliar seiring reli harga dan meningkatnya aktivitas spekulatif.

Penurunan tersebut mencerminkan keluarnya trader jangka pendek yang sebelumnya mengandalkan leverage tinggi. Berkurangnya leverage membuat pasar kehilangan dorongan agresif, sehingga pergerakan harga menjadi lebih lambat dan cenderung tidak stabil. Namun di sisi lain, kondisi ini juga mengurangi risiko likuidasi besar yang kerap terjadi saat pasar terlalu padat oleh posisi spekulatif.

Secara historis, fase open interest rendah pada XRP kerap menjadi periode peralihan, di mana aktivitas perdagangan mulai bergeser dari derivatif ke pasar spot. Meski demikian, peralihan ini biasanya membutuhkan waktu sebelum pasar menemukan arah yang lebih jelas.

Baca juga: XRP Jaga Support $1,77, Jalan Menuju $2 Terbuka Jelang Akhir Tahun

Investor Ritel Tertekan, Likuiditas Jadi Sorotan

Dilaporkan Crypto Harian, tekanan terhadap investor ritel juga semakin terasa. Sejumlah analis menilai pelemahan harga XRP saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika likuiditas dibandingkan penurunan fundamental. Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa institusi besar cenderung menarik likuiditas dari pasar ritel untuk memperbaiki posisi keuangan mereka setelah kinerja kuartalan yang kurang memuaskan.

Kondisi ini membuat investor ritel berada dalam posisi rentan, terutama ketika keputusan diambil berdasarkan emosi dan ekspektasi jangka pendek. Situasi tersebut diperburuk oleh kegagalan berbagai prediksi harga optimistis sebelumnya, yang kemudian digantikan narasi penenang tanpa evaluasi risiko yang memadai.

Token Unlock Jadi Faktor Sentimen Negatif

Sentimen negatif pasar semakin kuat dengan adanya jadwal token unlock XRP pada awal Januari 2026. Meski Ripple secara historis mengembalikan sebagian besar token yang dibuka ke escrow, pasar tetap merespons isu ini dengan kewaspadaan tinggi.

Potensi tambahan likuiditas, meski relatif terbatas, dinilai dapat memicu tekanan jual baru di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh. Akibatnya, banyak pelaku pasar memilih bersikap menunggu hingga terdapat kepastian lebih lanjut.

Harga XRP di Fase Kritis

Dari sisi teknikal, XRP berada dalam kondisi yang menantang. Harga saat ini bergerak di sekitar US$1,87 setelah turun di bawah area penting US$2,00 dan US$1,90. Struktur pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan negatif dengan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda.

Level US$1,80 menjadi batas bawah krusial. Jika area ini ditembus secara tegas, koreksi berpotensi berlanjut hingga awal 2026. Sebaliknya, untuk mengubah struktur harga menjadi lebih konstruktif, XRP perlu menembus area resistensi awal di US$2,22. Tanpa penembusan level tersebut, setiap kenaikan harga dinilai masih rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Indikator teknikal seperti EMA menunjukkan harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan utama, sementara RSI mencerminkan dominasi tekanan jual. Kombinasi ini menegaskan bahwa momentum negatif masih mendominasi pasar.

Harapan Jangka Menengah Masih Ada

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Di luar tekanan jangka pendek, wacana regulasi yang lebih jelas pada 2026, termasuk pembahasan kerangka CLARITY, memberikan secercah harapan bagi XRP dalam jangka menengah hingga panjang. Regulasi yang konsisten dinilai berpotensi menciptakan keseimbangan baru antara institusi dan investor ritel.

Namun hingga kepastian tersebut benar-benar terwujud, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam bayang-bayang sentimen negatif.

Kesimpulan

XRP saat ini berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian. Penurunan minat spekulatif, dinamika likuiditas, serta isu token unlock membentuk sentimen pasar yang cenderung negatif. Dalam kondisi ini, manajemen risiko menjadi faktor kunci bagi investor.

Analis menilai keputusan berbasis emosi dan euforia berpotensi memperbesar kerugian. Pendekatan yang lebih disiplin, dengan fokus pada konfirmasi pergerakan harga dan kesadaran risiko, dinilai penting agar pelaku pasar dapat bertahan tanpa terjebak kepanikan maupun optimisme berlebihan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Jaga Support $1,77, Jalan Menuju $2 Terbuka Jelang Akhir Tahun

Harga Ripple (XRP) masih bergerak datar dalam 24 jam terakhir dan tercatat melemah sekitar 16,8% dalam 30 hari terakhir. Secara teknikal, tren jangka pendek masih terasa bearish. Namun, memasuki musim Natal 2025, muncul tiga sinyal yang dinilai berpotensi membuka peluang pembalikan arah harga.

Meski belum bisa disebut reli, kondisi ini dianggap sebagai fase awal pembentukan (setup) jika pembeli mampu melanjutkan tekanan beli.

Momentum dan Arus Dana Mulai Berubah

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sejak awal November hingga 24 Desember, harga XRP membentuk lower low atau penurunan bertahap. Namun, indikator Relative Strength Index (RSI) justru mencatat higher low pada periode yang sama. Kondisi ini dikenal sebagai bullish divergence, yaitu situasi ketika harga turun tetapi momentum mulai menguat, yang kerap muncul sebelum upaya pembalikan tren.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal serupa juga terlihat pada Money Flow Index (MFI), indikator yang mengukur arus dana dan volume. Antara 21 November hingga 18 Desember, harga XRP terus melemah, sementara MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan beli di area penurunan harga (dip-buying).

Setelah 18 Desember, XRP sempat memantul seiring MFI yang keluar dari zona jenuh jual. Hingga saat ini, MFI masih mempertahankan struktur higher low, menandakan arus dana belum sepenuhnya keluar dari pasar.

Kombinasi RSI dan MFI tersebut mengisyaratkan bahwa tekanan jual mulai berkurang, meski belum menjadi konfirmasi tren bullish.

Baca juga: Harga XRP US$1,85, Arus Dana ETF Jadi Sinyal Mengejutkan Pasar

Pergerakan Whale Masih Hati-Hati

Data on-chain menunjukkan investor besar (whale) kembali menambah kepemilikan XRP secara terbatas. Kelompok whale yang memegang 100 juta hingga 1 miliar XRP meningkatkan saldo dari 8,11 miliar menjadi 8,23 miliar XRP sejak 22 Desember. Dengan harga saat ini, peningkatan tersebut setara sekitar 150 juta dolar AS.

Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta XRP juga menambah saldo dari 10,88 miliar menjadi 10,9 miliar XRP pada 23 Desember, atau sekitar 50 juta dolar AS.

Akumulasi ini tergolong moderat dan tidak seagresif lonjakan pembelian di pertengahan Desember. Namun, langkah hati-hati ini menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya meninggalkan pasar di level harga saat ini.

Level Kunci Penentu Arah XRP

Agar sinyal teknikal dan data on-chain tersebut berubah menjadi pergerakan nyata, XRP perlu menembus level resistance utama di sekitar 1,98 dolar AS. Area ini telah menahan kenaikan harga sejak 15 Desember. Jika berhasil dilewati, peluang kenaikan menuju 2,12 dolar AS terbuka, dengan target lanjutan di 2,23 dolar AS sebagai konfirmasi kekuatan pembeli.

Di sisi bawah, level 1,77 dolar AS menjadi penopang penting. Level ini telah berfungsi sebagai support struktural sejak Oktober. Penutupan harian di bawah 1,77 dolar AS akan menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih mendominasi.

Saat ini, XRP masih bertahan di atas 1,77 dolar AS dengan momentum yang perlahan membaik, arus dana yang mulai stabil, serta partisipasi whale yang kembali muncul. Meski belum cukup untuk mengubah tren menjadi bullish, kombinasi ketiga faktor tersebut dinilai cukup untuk membuka peluang perubahan arah jika harga mampu menembus resistance kunci.

Jika XRP berhasil bergerak kuat di atas 1,98 dolar AS, sentimen Natal yang positif bisa mulai terasa. Namun sebelum itu terjadi, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan dari pergerakan harga.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP US$1,85, Arus Dana ETF Jadi Sinyal Mengejutkan Pasar

Harga XRP yang tertekan selama hampir enam bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Data on-chain terbaru serta arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) XRP mengindikasikan bahwa tekanan jual yang masif berpotensi mereda, meski secara teknikal tren harga masih berada dalam fase menurun.

Sejak peluncurannya bulan lalu, ETF XRP Spot yang terdaftar di Amerika Serikat belum mencatat satu pun arus keluar dana. Total arus masuk bersih telah mencapai US$1,13 miliar, dengan total aset kelolaan (AUM) menyentuh US$1,25 miliar. Pada Selasa (waktu setempat), ETF XRP mencatat arus masuk sebesar US$8,19 juta, menandai hari ke-28 berturut-turut dengan inflow positif.

Arus Masuk Dana ETF XRP

Berdasarkan data SoSoValue, hanya ETF XRP milik Franklin Templeton (XRPZ) yang mencatat inflow pada hari tersebut, sementara ETF lainnya stagnan akibat rendahnya aktivitas perdagangan selama musim liburan. Hingga kini, Spot XRP ETF milik Canary Capital (XRPC) memimpin dengan total inflow US$384 juta, disusul oleh ETF dari Bitwise dan Grayscale.

Selain itu, data aliran dana CoinShares menunjukkan adanya rotasi investor institusional dari ETF Bitcoin dan Ethereum ke ETF XRP. Perpindahan ini dipicu oleh perkembangan positif seputar XRP serta membaiknya sentimen komunitas.

Dilaporkan Coingape, dari sisi on-chain, indikator Exchange Reserve XRP di Binance menunjukkan penurunan tajam hingga 2,6 miliar XRP. Angka ini menjadi level terendah sejak Juli 2024 di bursa kripto terbesar dunia tersebut. Penurunan cadangan di bursa biasanya mengindikasikan investor dan whale memindahkan aset ke dompet pribadi, yang berpotensi mengurangi tekanan jual dan menciptakan efek kelangkaan pasokan.

Sementara itu, metrik XRP Whale Flows 30-DMA juga menunjukkan pelemahan tekanan jual dari para whale, meski masih berada di zona negatif. Hal ini memperkuat sinyal bahwa aksi distribusi besar-besaran mulai mereda.

Baca juga: XRP Terancam Anjlok 50%? Harga Bertahan di Support Kritis

Analisis Teknikal XRP

Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dar XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun, secara teknikal, tantangan masih membayangi. XRP perlu bertahan di zona permintaan krusial antara US$1,80 hingga US$1,90 untuk menjaga struktur bullish jangka menengah. Indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di area bawah dan belum mengonfirmasi pembalikan tren secara jelas.

Trader veteran Peter Brandt sebelumnya menyebut bahwa potensi pola double top bearish pada grafik mingguan bisa gagal jika harga XRP memantul dari kondisi RSI yang oversold. Sebaliknya, jika level US$1,80 gagal dipertahankan, narasi bullish dari data on-chain dan teknikal berisiko runtuh dan membuka peluang penurunan harga hingga US$1.

Pada saat penulisan, harga XRP berada di level US$1,85, turun lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir. Harga tertinggi harian tercatat di US$1,90 dan terendah di US$1,84. Volume perdagangan juga turun sekitar 19% dalam periode yang sama.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Terancam Anjlok 50%? Harga Bertahan di Support Kritis

Harga XRP diperdagangkan di dekat level support krusial pada pekan ini di tengah upaya pemulihan dari koreksi pasar terbaru, berdasarkan data perdagangan terbaru.

Pada Senin (17/12), harga XRP sempat turun sekitar 6% dan menembus batas bawah rentang pergerakan satu tahunnya. Penurunan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar sebelum harga akhirnya stabil di zona support yang telah beberapa kali memicu rebound sejak breakout pada November 2024.

Area Support Penting XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 23 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Data menunjukkan XRP kembali menguji area support yang sama setiap kali terjadi koreksi besar dalam setahun terakhir, dan sejauh ini selalu mampu bertahan serta kembali naik ke atas level support sebelumnya. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa kegagalan mempertahankan level ini dapat berdampak signifikan.

Dilaporkan Crypto News, analis pasar Ali Martinez menyatakan bahwa XRP telah jatuh di bawah rentang harga satu tahun, yang berpotensi membuka jalan bagi penurunan hingga 50% jika level support saat ini jebol. Menurutnya, XRP perlu mencatatkan penutupan harian di atas batas bawah rentang tersebut untuk menghindari penurunan menuju level support utama yang terakhir terlihat lebih dari satu tahun lalu.

Peringatan serupa disampaikan analis Cheds Trading. Ia menilai XRP tengah mendekati breakdown pada kerangka waktu tinggi (high timeframe). Cheds menyebutkan adanya potensi pola rounding top atau double top. Jika pola double top terkonfirmasi dengan hilangnya neckline, harga XRP berisiko turun mengikuti pergerakan terukur menuju rata-rata pergerakan 200 hari (200-day moving average) dan area harga yang jauh lebih rendah.

Baca juga: Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

Peluang Harga XRP

Di sisi lain, tidak semua analis bersikap pesimistis. Trader Niels melihat peluang bullish pada level harga saat ini. Ia menyoroti adanya bullish divergence pada timeframe harian ketika XRP menguji zona support. Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang pergerakan naik, dengan potensi kenaikan lanjutan jika harga mampu menembus area resistance dalam beberapa pekan ke depan.

Secara harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran 1,91–1,93 dolar AS di bursa utama. Data Binance menunjukkan harga sekitar 1,93 dolar AS per token dengan kenaikan harian sekitar 3–4%, sementara CoinGecko mencatat harga komposit di sekitar 1,91 dolar AS dengan volume perdagangan harian mendekati 2,8 miliar dolar AS.

Secara year-to-date, XRP masih berada di bawah level awal Desember di sekitar 2,20 dolar AS, mencerminkan koreksi sekitar 10–15% menuju area 1,9 dolar AS. Meski demikian, harga saat ini masih jauh di atas level terendah pertengahan 2024 di sekitar 0,32 dolar AS. Secara struktural, XRP juga masih sekitar 45% di bawah rekor tertingginya di 3,65 dolar AS, menandakan bahwa pergerakan naik terbaru masih berada dalam fase konsolidasi yang lebih luas setelah reli kuat sepanjang 2024–2025.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Nyaris Tembus $2, XRP Mendadak Mandek, Apakah Ini Bull Trap?

Harga XRP nyaris menyentuh level psikologis US$2,00 pada 21 Desember 2025, namun momentum kenaikan kembali tertahan. Aset kripto ini diperdagangkan di kisaran US$1,91, menunjukkan pelemahan reli setelah beberapa pekan membentuk puncak yang lebih rendah dan dasar harga yang naik perlahan.

Data teknikal menunjukkan sinyal campuran. Osilator berada di zona netral, sementara mayoritas indikator tren belum memberikan konfirmasi pembalikan arah. Kondisi ini membuat pergerakan jangka pendek XRP sangat bergantung pada kemampuannya menembus level resistensi kunci.

Analisa Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

Pada grafik 1 jam, XRP terjebak dalam rentang sempit US$1,89–US$1,96. Penolakan kuat di area US$1,94–US$1,96 memicu pembentukan candlestick merah besar, mengindikasikan aksi jual cepat setelah euforia jangka pendek. Indikator momentum seperti Momentum Oscillator (-0,13) dan MACD (-0,07) masih mengarah ke bias bearish, memunculkan kekhawatiran terjadinya bull trap.

Sementara itu, grafik 4 jam memberikan gambaran yang sedikit lebih positif. Harga memantul tajam dari US$1,77 ke hampir US$1,96, didukung lonjakan volume yang signifikan. Zona US$1,88–US$1,90 kini menjadi area krusial yang harus dipertahankan agar struktur higher low dapat terbentuk. Namun, tanpa penembusan bersih di atas US$1,96, reli ini berisiko kehilangan tenaga.

Pada grafik harian, tren turun masih mendominasi. XRP tercatat telah turun dari puncak US$2,31 ke US$1,77, dan upaya pemulihan sejauh ini belum mampu menembus zona resistensi US$2,00–US$2,05. Indikator seperti RSI (40,73), Stochastic (35,31), dan ADX (22,89) berada di wilayah netral, mencerminkan ketidakpastian arah pasar.

Grafik XRP

Dilaporkan News Bitcoin, tekanan semakin terasa dari sisi rata-rata pergerakan. Seluruh EMA dan SMA utama, mulai dari periode 10 hingga 200, masih menunjukkan sinyal bearish. SMA 200 harian berada jauh di atas harga saat ini, di sekitar US$2,58, menegaskan bahwa tren jangka panjang XRP belum berubah.

Secara keseluruhan, XRP berada di persimpangan antara pemulihan jangka pendek dan kelanjutan tren turun. Penutupan harga yang meyakinkan di atas US$1,96 dan US$2,00 dengan volume kuat berpotensi membuka jalan menuju US$2,15–US$2,25. Namun, kegagalan mempertahankan area US$1,88 dapat menyeret harga kembali menguji US$1,77 atau lebih rendah.

Hingga konfirmasi arah muncul, pasar tampaknya masih memilih bersikap waspada, sementara level US$2,00 tetap menjadi tembok besar yang belum berhasil ditembus XRP.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com