Tag Archives: xrp

Bukan Bitcoin atau Ethereum! Ini Alasan ETF XRP Jadi Rebutan Investor

ETF Ripple (XRP) terus mencuri perhatian investor global. Di saat dana berbasis Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) justru mengalami arus keluar, ETF XRP mencatat kinerja konsisten dengan aliran dana masuk sejak pertama kali melantai di Wall Street.

Sudah lebih dari satu bulan sejak ETF spot XRP pertama, Canary Capital’s XRPC, resmi diperdagangkan pada 13 November 2025. Saat debutnya, XRPC langsung mencetak rekor volume perdagangan hampir USD 60 juta dalam sehari. Sejak itu, empat ETF XRP lainnya menyusul, yakni Grayscale GXRP, Bitwise XRP, Franklin Templeton XRPZ, dan 21Shares TOXR.

ETF XRP tetap Lebih Tinggi

Inflow ETF XRP.
Inflow ETF XRP.

Meski permintaan mulai melandai seiring waktu, minat investor terhadap ETF XRP tetap lebih tinggi dibandingkan hampir seluruh ETF kripto spot lainnya. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa selama 25 hari perdagangan berturut-turut, tidak satu pun dari lima ETF XRP tersebut mencatat arus keluar dana. Total net inflow pun melonjak hingga USD 1,07 miliar per penutupan perdagangan Jumat (20/12).

Dilaporkan Crypto Potato, dalam sepekan terakhir saja, kelima ETF tersebut membukukan tambahan dana masuk sebesar USD 82,04 juta. XRPC masih menjadi yang terbesar dengan akumulasi inflow USD 384 juta, disusul GXRP, Bitwise XRP, dan XRPZ. Sementara itu, TOXR mencatat inflow paling kecil sebesar USD 23,05 juta.

Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

Kinerja Kontras dengan ETF Kripto

Kinerja ini kontras dengan ETF kripto utama lainnya. ETF spot Bitcoin hanya mencatat satu hari positif dalam sepekan terakhir dan berakhir dengan arus keluar hampir USD 500 juta. ETF Ethereum bahkan belum mencatat hari hijau sejak 10 Desember, dengan total outflow hampir USD 650 juta dalam satu minggu.

ETF Solana menjadi satu-satunya yang mendekati performa XRP dengan 12 hari berturut-turut mencatat inflow. Namun, total dana masuk mingguan ETF SOL masih berada di bawah ETF XRP, yakni USD 66,56 juta.

Analis menilai daya tarik ETF XRP bukan semata karena statusnya sebagai produk baru di Wall Street. Pasalnya, ETF Dogecoin yang juga tergolong baru hanya menarik inflow sekitar USD 2 juta.

Faktor utama diduga berasal dari kinerja Ripple sepanjang 2025. Perusahaan di balik XRP itu mencatat tahun yang solid dengan berbagai kemitraan strategis, perolehan lisensi, serta aksi akuisisi. Ripple juga telah menyelesaikan gugatan panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) beberapa bulan lalu, yang selama ini menjadi bayang-bayang bagi XRP.

Langkah terbaru Ripple termasuk persetujuan bersyarat dari US Office of the Comptroller of the Currency (USOCC) untuk peluncuran Ripple National Bank Trust, serta kerja sama strategis dengan lembaga keuangan asal Swiss, AMINA Bank. Kombinasi kepastian hukum dan ekspansi bisnis inilah yang dinilai membuat ETF XRP lebih menarik di mata investor dibandingkan produk kripto lainnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Diramal Melejit Tajam di 2026, Target Harga Tembus $8?

Aset kripto XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memprediksi lonjakan harga signifikan pada 2026. Optimisme ini muncul seiring membaiknya iklim regulasi di Amerika Serikat, berakhirnya sengketa hukum Ripple dengan regulator, serta hadirnya produk ETF berbasis XRP.

Analis Standard Chartered Bank, Geoffrey Kendrick, memperkirakan harga XRP dapat mencapai US$8 pada 2026, atau melonjak sekitar 315% dari level saat ini di kisaran US$1,9 per koin. Proyeksi tersebut didorong oleh meningkatnya kepastian regulasi dan persetujuan beberapa spot XRP ETF di pasar AS.

Namun, tidak semua pihak sepakat dengan proyeksi agresif tersebut. Sejumlah analis menilai target yang lebih realistis untuk XRP pada 2026 berada di kisaran US$3, atau naik sekitar 58% dari harga saat ini.

Sengketa Hukum Mereda, Regulasi Lebih Ramah

Dilaporkan The Montle Fool, salah satu sentimen positif utama datang dari keputusan Securities and Exchange Commission (SEC) yang resmi menghentikan upaya banding terhadap Ripple. Sebelumnya, SEC menggugat Ripple pada 2020 atas dugaan penjualan XRP sebagai sekuritas ilegal.

Pada 2023, pengadilan AS mengeluarkan putusan terbelah: penjualan XRP ke investor institusi dinilai melanggar hukum, sementara penjualan melalui bursa ke investor ritel dinyatakan tidak melanggar aturan. Dengan dihentikannya banding, hambatan hukum utama XRP dinilai telah berakhir.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang lebih pro-kripto, termasuk pembentukan cadangan aset digital nasional serta penunjukan figur pendukung kripto sebagai pimpinan SEC.

Baca juga: Bukan Bitcoin! XRP Disebut Bisa Jadi Kuda Hitam Kripto 2026

Ambisi Ripple Tantang Dominasi SWIFT

XRP merupakan aset digital utama di jaringan XRP Ledger, yang dirancang untuk mendukung transaksi lintas negara dengan biaya murah dan waktu settlement cepat. Ripple, perusahaan di balik ekosistem ini, menggunakan XRP sebagai aset perantara dalam layanan pembayaran globalnya.

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, XRP Ledger dapat menangani sekitar 14% volume transaksi global yang saat ini diproses oleh sistem SWIFT, setara lebih dari US$20 triliun.

Meski demikian, klaim tersebut dinilai terlalu optimistis oleh sebagian pengamat. Pasalnya, penggunaan aset kripto yang volatil sebagai alat transfer dana masih kalah bersaing dengan stablecoin yang nilainya lebih stabil. Bahkan, volume transaksi bulanan XRP tercatat mengalami tren penurunan dalam dua tahun terakhir.

ETF XRP Jadi Katalis Baru

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Sentimen positif lainnya datang dari peluncuran spot XRP ETF di Amerika Serikat sejak November lalu. Beberapa produk ETF tersebut dikelola oleh manajer aset besar, termasuk Franklin Templeton, yang masuk dalam jajaran 25 pengelola dana terbesar dunia.

Keberadaan ETF dinilai dapat mendorong adopsi XRP, terutama di kalangan investor institusi dan ritel, karena menghilangkan hambatan teknis seperti penggunaan bursa kripto dan pengelolaan dompet digital. Sebagai perbandingan, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 90% sejak ETF Bitcoin spot disetujui pada awal 2024.

Prospek Masih Diperdebatkan

Meski memiliki sejumlah katalis positif, analis menilai XRP tetap memiliki risiko. Dibandingkan Bitcoin, kepercayaan jangka panjang terhadap XRP dinilai masih lebih rendah, sehingga investor disarankan bersikap selektif dan membatasi porsi investasi.

Saat ini, XRP berada di peringkat lima kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar US$117 miliar. Pergerakan harganya ke depan akan sangat bergantung pada realisasi adopsi institusional dan perkembangan regulasi global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Bitcoin! XRP Disebut Bisa Jadi Kuda Hitam Kripto 2026

Pasar kripto memasuki tahun 2026 dalam fase transisi setelah melalui periode volatilitas tinggi, rekor harga baru, serta aksi ambil untung sepanjang 2025. Di tengah dominasi Bitcoin sebagai aset institusional, XRP justru mulai mencuri perhatian sebagai salah satu aset yang berpotensi mencatatkan kinerja menonjol pada 2026.

Dilaporkan BeInCrypto, Ripple menutup 2025 dengan modal penting berupa kejelasan regulasi, menyusul hasil positif dalam sengketa hukumnya dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Kepastian ini menghidupkan kembali minat institusi terhadap XRP, sekaligus membuka kembali wacana peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis XRP.

Perkembangan XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

Secara fundamental, perkembangan tersebut memperkuat posisi XRP di mata pasar keuangan tradisional, terutama dalam konteks adopsi perbankan dan sistem pembayaran lintas negara. Sejumlah analis menilai, jika adopsi institusional meningkat secara signifikan, XRP berpotensi mengalami lonjakan permintaan yang mendorong harga ke level tertinggi baru.

Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada dalam fase koreksi setelah reli kuat yang membawa harga mendekati US$3,60 pada pertengahan 2025. Setelah itu, harga terkoreksi ke zona permintaan utama, sementara beberapa area suplai masih membatasi pemulihan jangka pendek. Pola ini dinilai sebagai fase konsolidasi atau regresi tren yang lazim terjadi sebelum pergerakan besar berikutnya.

Dalam skenario bullish, XRP berpeluang menguat ke kisaran US$3,83 hingga US$4,53 pada 2026. Namun, prasyarat utamanya adalah keberhasilan harga merebut kembali level US$2,40 dengan dukungan volume beli yang kuat, serta kelanjutan sentimen positif dari sisi regulasi dan adopsi institusi.

Sementara itu, jika ketidakpastian masih membayangi, XRP diperkirakan bergerak mendatar di rentang US$1,60 hingga US$3,00. Konsolidasi ini dipandang sebagai fase sehat, yang memungkinkan pasar membangun fondasi sebelum memasuki siklus berikutnya.

Skenario Harga XRP di 2026

Adapun dalam skenario bearish, pelemahan di bawah level support krusial dapat menekan XRP ke area US$1,20 bahkan US$0,90. Penurunan tersebut akan mencerminkan melemahnya minat spekulatif serta tertundanya adopsi berskala besar.

Secara keseluruhan, 2026 diproyeksikan sebagai tahun penyeimbang bagi pasar kripto. Bitcoin masih memegang struktur terkuat berkat dukungan institusional dan ETF, sementara Ethereum dan XRP, termasuk Ripple, sangat bergantung pada katalis spesifik seperti adopsi jaringan, produk ETF, dan kepastian regulasi.

Jika kondisi makro global membaik dan likuiditas kembali mengalir ke aset digital, XRP berpotensi muncul sebagai salah satu aset kripto dengan performa paling menarik. Tahun 2026 pun dinilai bukan sekadar periode stagnasi, melainkan fondasi awal menuju fase bullish berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

Ripple (XRP) mencatat penguatan lebih dari 3 persen dan diperdagangkan di level US$1,87 pada Jumat (19/12/2025), seiring meningkatnya arus masuk dana ke Exchange Traded Fund (ETF) XRP di Amerika Serikat. Penguatan ini membuka peluang penembusan level psikologis US$2,00 dalam jangka pendek, meski tekanan dari sisi teknikal masih membayangi.

Kenaikan harga XRP terjadi setelah sempat menyentuh level terendah intraday di US$1,77. Pergerakan tersebut dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) November tercatat naik 2,7 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 3,1 persen. Data ini mendorong sentimen positif di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

Arus institusional ETF XRP

Baca juga: XRP Terancam Turun ke $0,50? Peter Brandt Ungkap Pola Bearish

Dilaporkan FXStreet, dari sisi institusional, minat terhadap XRP terlihat meningkat. Data SoSoValue menunjukkan ETF XRP spot di AS mencatat arus masuk sekitar US$30 juta pada Kamis (18/12). ETF GXRP milik Grayscale memimpin dengan aliran dana sebesar US$10 juta, disusul ETF TOXR dari 21Shares hampir US$10 juta, serta ETF ZXRP milik Franklin Templeton sekitar US$7 juta.

Secara kumulatif, total arus masuk ETF XRP telah mencapai US$1,06 miliar dengan rata-rata aset bersih sebesar US$1,14 miliar. Sejak diluncurkan pada November lalu, ETF XRP belum mencatat arus keluar, menandakan meningkatnya selera risiko dari investor institusional. Aliran dana yang konsisten ini dinilai dapat menopang sentimen positif dan menjaga peluang kelanjutan tren naik harga XRP.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Namun demikian, kondisi berbeda terlihat dari sisi ritel. Data CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) kontrak berjangka XRP turun menjadi US$3,21 miliar pada Jumat, dari US$3,31 miliar sehari sebelumnya dan US$3,52 miliar pada Rabu. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat ritel dan tekanan berkelanjutan di pasar derivatif.

Sejak peristiwa “flash crash” pada 10 Oktober, OI XRP terus bergerak di kisaran US$3 miliar hingga US$4 miliar, jauh di bawah level sebelum deleveraging yang sempat mencapai US$8,36 miliar pada Oktober dan US$10,94 miliar pada Juli. Rendahnya OI ini menunjukkan bahwa pemulihan harga berpotensi terbatas tanpa dukungan peningkatan partisipasi investor ritel.

Analisis Teknikal XRP

Dari sisi teknikal, XRP masih menghadapi tantangan. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 37 dan mulai bergerak naik. Jika RSI mampu mendekati level netral 50, prospek bullish jangka pendek dinilai akan menguat dan membuka peluang penembusan di atas US$2,00.

Sebaliknya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah negatif dan mempertahankan sinyal jual sejak awal pekan. Selain itu, tren jangka menengah hingga panjang masih cenderung bearish, dengan EMA 50-hari di US$2,15, EMA 100-hari di US$2,34, dan EMA 200-hari di US$2,42 yang seluruhnya mengarah turun.

Analis menilai penutupan harga di atas level US$1,77 dapat membantu menstabilkan pemulihan menuju US$2,00. Namun, untuk membuka ruang kenaikan yang lebih signifikan, XRP perlu menembus dan bertahan di atas EMA 50-hari. Jika level tersebut berhasil dilampaui, target selanjutnya berada di atas EMA 200-hari dengan potensi lanjutan menuju US$3,00 dalam jangka menengah.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Menuju $2: Momentum RLUSD di Tengah Aturan Baru Stablecoin

Harga XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat turun ke level $1,31 di tengah tekanan pasar kripto secara keseluruhan. Aset ini masih berada dalam tren melemah sejak mencapai puncaknya di sekitar $2,40 pada Januari lalu. Namun, munculnya regulasi baru melalui draft CLARITY Act mulai mengubah sentimen pasar, khususnya terkait persaingan stablecoin.

Tekanan pasar terbaru dipicu oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed setelah rilis data tenaga kerja AS yang kuat. Hal ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil. Investor kini juga menantikan rilis data inflasi (CPI) pada 10 April yang berpotensi kembali memengaruhi arah pasar. Di tengah kondisi ini, Bitcoin berada di kisaran $68.000 dan Ethereum di sekitar $2.000 setelah mengalami koreksi.

CLARITY Act Ubah Peta Persaingan Stablecoin

Dilaporkan Coingape, draft terbaru CLARITY Act mengusulkan larangan pemberian imbal hasil (yield) bagi pemegang stablecoin secara pasif. Kebijakan ini secara langsung memukul model bisnis seperti USDC yang sebelumnya menawarkan imbal hasil sekitar 4% melalui platform seperti Coinbase.

Sebaliknya, RLUSD milik Ripple justru berada di posisi yang lebih diuntungkan. Stablecoin ini tidak mengandalkan insentif yield, melainkan fokus pada utilitas seperti transaksi lintas negara, settlement institusional, dan penggunaan sebagai collateral. Dalam 15 bulan, RLUSD telah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $1,25 miliar.

Selain itu, langkah Ripple yang mengajukan lisensi bank melalui OCC juga berpotensi memberikan keunggulan regulasi dibanding kompetitor seperti Circle. Jika aturan ini disahkan, tren stablecoin berbasis utilitas diperkirakan akan semakin dominan dibanding model berbasis insentif.

Dari sisi XRP, kejelasan regulasi ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi faktor makro.

Likuiditas Turun, Volatilitas XRP Meningkat

Di sisi lain, XRP menghadapi tekanan dari sisi likuiditas. Data CryptoQuant menunjukkan indeks likuiditas 30 hari di Binance turun ke level 0,062, sementara volume transaksi menyusut ke sekitar $4,46 miliar.

Penurunan likuiditas ini meningkatkan risiko volatilitas karena pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Sejak pertengahan Maret, XRP bergerak dalam tren menurun dengan resistance kuat di sekitar $1,35.

Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan momentum yang lemah dengan tekanan bearish yang dominan. RSI berada di kisaran 42, mengindikasikan kondisi netral cenderung lemah, di mana minat beli belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.

Jika XRP mampu menembus level $1,38, potensi kenaikan ke $1,45 hingga $1,50 terbuka. Namun, jika gagal bertahan di atas $1,30, risiko penurunan ke $1,25 atau lebih rendah masih cukup besar.

Baca juga: Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

Dampak Regulasi Bersifat Jangka Panjang

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa CLARITY Act berpotensi menjadi turning point dalam industri stablecoin, dengan mendorong pergeseran dari model berbasis insentif menuju model berbasis utilitas. Dalam konteks ini, RLUSD memiliki positioning yang lebih kuat dibanding USDC jika regulasi tersebut benar-benar diterapkan.

Bagi XRP, dampak regulasi ini lebih bersifat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem Ripple secara keseluruhan. Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih akan sangat dipengaruhi oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi geopolitik.

Penurunan likuiditas yang terjadi saat ini menjadi perhatian penting karena dapat memperbesar fluktuasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa pasar XRP masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko pergerakan tajam ke dua arah.

Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa peluang XRP untuk kembali ke level $2 dalam waktu dekat masih cukup terbatas, kecuali terdapat katalis kuat seperti perbaikan sentimen makro atau perkembangan signifikan dari sisi regulasi.

XRP saat ini berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan potensi jangka panjang. Regulasi baru melalui CLARITY Act memberikan angin segar bagi ekosistem Ripple, namun kondisi makro dan likuiditas masih menjadi tantangan utama.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil, dengan investor menunggu kepastian arah dari faktor ekonomi global maupun kebijakan regulasi yang sedang berkembang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

Aktivitas transaksi XRP di Binance turun ke level terendah sejak pertengahan 2025, menandakan melemahnya minat jangka pendek di pasar. Kondisi ini terjadi di tengah pasar kripto yang masih bergerak tanpa arah akibat tekanan geopolitik global.

Aktivitas XRP Turun Drastis

Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, transaksi deposit XRP berada di sekitar 310.500, sementara penarikan mencapai 329.400. Selisih negatif sekitar 18.900 transaksi mencerminkan arus keluar bersih dari exchange.

Menurut analisis CryptoQuant, penurunan ini tidak hanya menunjukkan outflow, tetapi juga penurunan signifikan dalam total aktivitas pasar. Dibandingkan periode sebelumnya di 2025 yang sempat mencatat lebih dari 6 juta transaksi dalam 30 hari, angka saat ini jauh lebih rendah.

Minat Trading Jangka Pendek Melemah

Penurunan aktivitas ini mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif dan trading jangka pendek. Pasar XRP saat ini cenderung berada dalam fase stagnan, dengan tekanan beli dan jual yang sama-sama melemah.

Kondisi ini biasanya berkorelasi dengan volatilitas yang lebih rendah, karena tidak adanya dorongan kuat dari sisi permintaan maupun penawaran.

Baca juga: Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

Outflow Bisa Jadi Sinyal Akumulasi

Meski aktivitas menurun, dominasi penarikan dibanding deposit bisa menjadi indikasi lain. Perpindahan aset dari exchange ke wallet pribadi sering dikaitkan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau akumulasi.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin tetap percaya pada prospek XRP, meskipun aktivitas trading sedang lesu.

Tekanan Harga dan Minat Institusi Masih Terbatas

Dalam sepekan terakhir, harga XRP tercatat turun hampir 3%. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya masih mampu melampaui BNB, dengan nilai sekitar $81 miliar.

Di sisi institusi, ETF XRP spot hanya mencatat inflow harian kecil sebesar $64.610 pada 2 April, sementara secara mingguan masih mengalami outflow sebesar $3,56 juta. Ini menunjukkan bahwa minat investor institusi masih terbatas di tengah kondisi global yang tidak pasti.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

Ripple Tetap Kuat Secara Fundamental

Di tengah lemahnya aktivitas pasar, Ripple justru mendapatkan sentimen positif dari sisi fundamental. Lembaga pemeringkat KBRA memberikan rating BBB kepada Ripple Prime, unit broker milik Ripple.

Penilaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis, ekspansi layanan, serta kekuatan finansial perusahaan yang ditopang cadangan kas besar dan kepemilikan XRP dalam jumlah signifikan.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa penurunan aktivitas XRP mencerminkan fase konsolidasi pasar, bukan semata-mata sinyal negatif. “Turunnya transaksi menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif, yang sering terjadi saat pasar memasuki fase menunggu arah baru,” jelas tim.

Namun, mereka melihat adanya sinyal yang perlu diperhatikan. “Outflow dari exchange bisa mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang. Jika didukung sentimen positif dari sisi fundamental, kondisi ini berpotensi menjadi dasar pergerakan harga berikutnya,” tambahnya.

Aktivitas yang menurun dan minat investor yang masih terbatas, XRP saat ini berada di fase krusial. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen makro, pergerakan pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan fundamental dari Ripple itu sendiri.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

Pergerakan besar kembali terjadi pada XRP setelah gelombang penarikan dana dalam jumlah besar muncul di akhir Maret 2026. Aktivitas ini menjadi yang paling signifikan sejak lonjakan besar pada awal Februari, memicu perhatian pelaku pasar terhadap potensi perubahan arah harga.

Lonjakan outflow besar dalam dua hari

Pada 27 Maret, Binance mencatat penarikan sebesar 85 juta XRP (sekitar $113,9 juta), sementara Coinbase mencatat 138 juta XRP (sekitar $184,9 juta). Total outflow hari itu mencapai hampir $298,8 juta.

Dilaporkan Crypto Quant, tiga hari kemudian, pada 30 Maret, aktivitas serupa kembali terjadi. Binance mencatat 49 juta XRP keluar (sekitar $65,7 juta), sementara Coinbase mencatat 170 juta XRP (sekitar $227,8 juta). Total gabungan mencapai sekitar $293,5 juta dalam satu hari.

Jika digabungkan, dalam dua sesi tersebut terjadi penarikan sekitar 442 juta XRP dengan nilai mendekati $592,3 juta.

Menurut Tim Research Tokocrypto, outflow sebesar ini berarti suplai whale dipindahkan menjauh dari exchange, bukan dibiarkan tersedia sebagai likuiditas jual instan.

“Secara onchain ini cenderung konstruktif untuk XRP jangka pendek karena menunjukkan pengetatan supply di exchange tepat saat aktivitas whale kembali hidup setelah periode yang lebih tenang,” analisanya.

Baca juga: Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

Lebih besar dari rata-rata, sinyal whale kembali aktif

Meskipun angka ini masih di bawah lonjakan ekstrem 530 juta XRP pada 6 Februari, aktivitas akhir Maret ini jauh lebih besar dibandingkan rata-rata penarikan sepanjang Maret yang hanya sekitar 50 juta XRP per hari.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa aktivitas whale kembali meningkat setelah periode yang relatif lebih tenang.

Dalam konteks pasar, pergerakan seperti ini biasanya menjadi sinyal penting karena mencerminkan perubahan strategi dari pemain besar.

Dampak terhadap supply dan potensi harga

Penarikan besar dari exchange umumnya diartikan sebagai pengurangan tekanan jual jangka pendek, karena aset tidak lagi berada di platform yang siap diperdagangkan.

Dengan berkurangnya likuiditas di sisi jual, kondisi ini berpotensi mendukung stabilitas harga atau bahkan membuka peluang kenaikan jika permintaan meningkat.

Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada faktor lain seperti sentimen pasar dan permintaan baru yang masuk.

Untuk saat ini, lonjakan outflow XRP di akhir Maret menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan whale kembali aktif, dan ini bisa menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa minggu ke depan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

Permintaan spot menguat signifikan

Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

“Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

Risiko short squeeze mulai terbuka

Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

Pergerakan terbaru XRP menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar, terutama dari sisi permintaan institusional. Hal ini terlihat dari indikator Coinbase Premium yang kini berbalik ke zona negatif.

Indikator premium berubah arah, sinyal permintaan melemah

Indikator Coinbase vs Binance Price Premium sebelumnya berada di zona positif, yang berarti harga XRP di Coinbase lebih tinggi dibanding Binance. Kondisi ini umumnya mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional dan pasar Amerika Serikat.

Pada periode 10 hingga 22 Maret, premium sempat stabil di kisaran +0,04 hingga +0,05, seiring harga XRP yang bertahan di atas $1,35 hingga $1,40. Namun, sejak 23 Maret, indikator ini mulai mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya menyentuh -0,0364.

Dilaporkan CryptoQuant, perubahan ini menunjukkan bahwa harga XRP di Coinbase kini lebih rendah dibandingkan Binance, menandakan adanya penurunan minat beli atau meningkatnya tekanan jual di platform tersebut.

Baca juga: Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

Likuiditas bergeser, tekanan pasar meningkat

Peralihan premium ke zona negatif sering kali diartikan sebagai sinyal awal perubahan tren pasar. Dalam konteks ini, kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor institusional.

Di sisi lain, harga XRP yang relatif lebih tinggi di Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari investor ritel, terutama di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergeser dari institusi ke pasar ritel global.

Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa momentum yang sebelumnya kuat di pertengahan Maret mulai kehilangan tenaga, dengan penurunan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau Coinbase Premium XRP masuk negatif, itu biasanya bukan noise receh tapi tanda minat institusional mulai loyo.

“Saat dorongan harga berpindah dari tangan institusi ke retail offshore, struktur on-chain XRP jadi lebih rapuh dan lebih rawan kena tekanan jual lanjutan,” ujarnya.

Potensi tekanan harga dalam jangka pendek

Masuknya indikator premium ke zona negatif sering dikaitkan dengan potensi tekanan harga lanjutan atau fase koreksi. Hal ini terjadi karena berkurangnya dukungan dari investor besar yang biasanya menjadi penggerak utama pasar.

Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dari sisi lain.

Untuk saat ini, pergerakan indikator tersebut menjadi sinyal penting bahwa pasar XRP sedang mengalami perubahan struktur, dengan melemahnya peran institusi dan meningkatnya dominasi aktivitas ritel di pasar global.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

XRP memasuki April 2026 dalam kondisi yang belum stabil setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut sejak 2025. Hingga akhir Maret, harga XRP diperkirakan turun sekitar -1,94%, memperpanjang tren negatif yang masih belum menunjukkan tanda pemulihan.

Tekanan teknikal makin kuat, death cross muncul

Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada dalam pola descending channel sejak pertengahan Juli 2025. Kondisi ini diperkuat dengan munculnya death cross pada grafik 3 harian, di mana EMA 50 turun di bawah EMA 200, sinyal klasik tren bearish.

Secara historis, pola crossover seperti ini sering diikuti oleh koreksi signifikan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, XRP bahkan sempat mengalami penurunan hingga lebih dari 50%. Saat ini, koreksi yang terjadi baru mencapai sekitar 19%, membuka kemungkinan tekanan lanjutan jika tren berlanjut.

Baca juga: Sinyal Bahaya XRP: Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

Holder mulai melepas aset, dukungan melemah

Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari perilaku investor. Kelompok holder jangka menengah (6–12 bulan), yang sebelumnya menunjukkan akumulasi, kini mulai mengurangi kepemilikan mereka.

Dilaporkan BeInCrypto, porsi kepemilikan mereka turun dari 23,54% menjadi sekitar 22,98% sejak akhir Maret. Perubahan ini menunjukkan mulai melemahnya keyakinan dari investor yang sebelumnya menjadi penopang harga.

Jika tren ini berlanjut, maka lapisan dukungan harga XRP akan semakin tipis, terutama jika harga mendekati area support utama.

Risiko likuidasi meningkat dari posisi leverage

Selain itu, data derivatif menunjukkan adanya potensi risiko tambahan. Open interest sempat turun sekitar 23% sejak pertengahan Maret, namun kini mulai naik kembali seiring masuknya posisi long baru.

Di sisi lain, funding rate juga meningkat, yang menandakan dominasi posisi long di pasar. Kondisi ini cukup berisiko, karena jika harga turun, potensi likuidasi posisi long bisa mempercepat penurunan harga.

Tim Research Tokocrypto menganalisa fokus onchain-nya jelas bearish: basis holder yang tadinya jadi bantalan mulai trimming, sedangkan posisi long baru masuk di lingkungan funding yang makin panas.

“Kalau support area US$1,27–US$1,28 jebol, struktur ini rawan berubah dari koreksi biasa jadi flush leverage yang lebih agresif,” jelasnya.

Level kunci jadi penentu arah April

Level penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar $1,29, yang menjadi batas antara stabilitas dan potensi penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah area ini, maka support berikutnya berada di $1,20 hingga $0,96.

Sebaliknya, untuk membalikkan momentum, XRP perlu kembali menembus level $1,45, dilanjutkan dengan $1,50 hingga $1,60 sebagai konfirmasi perubahan tren.

Meskipun secara historis April merupakan bulan yang cenderung positif bagi XRP, kombinasi tekanan teknikal, pelemahan holder, dan risiko leverage saat ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase rawan. Pergerakan di awal April akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau kembali melanjutkan tren penurunan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com