6 Minuman Penurun Kolesterol-Darah Tinggi, Pendamping Makan Enak Tahun Baru

Jakarta

Minuman penurun kolesterol dan darah tinggi dapat membantu menetralisir efek makan daging. Karenanya, minuman-minuman tersebut cocok disuguhkan pada acara malam tahun baruan, yang kerap identik dengan kegiatan bakar-bakar daging alias barbeque.

Barbeque merupakan salah satu aktivitas favorit yang dilakukan sambil menunggu momen pergantian tahun. Biasanya, jenis daging yang sering dikonsumsi adalah daging merah, seperti daging sapi atau kambing.

Suasana perayaan tahun baru pun sering membuat orang lupa diri dan ‘kalap’ mengonsumsi hidangan daging tersebut. Padahal, terlalu banyak mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, jantung, hingga stroke.


Karena itu, penting untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi setelah makan hidangan daging tersebut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman penurun kolesterol dan darah tinggi yang bisa menetralkan efek setelah makan daging. Apa saja minuman tersebut?

Minuman Penurun Kolesterol dan Darah Tinggi

Berikut ini beberapa minuman yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

1. Jus Tomat

Jus tomat merupakan salah satu minuman penurun kolesterol dan darah tinggi yang cukup ampuh. Pasalnya, jus tomat mengandung likopen yang dapat menurunkan kadar lemak sekaligus mengurangi kolesterol LDL.

Tak hanya itu, likopen dalam jus tomat juga dapat menstabilkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Kedua khasiat dari likopen itulah yang membuat jus tomat ideal sebagai pendamping untuk makan daging.

2. Jus Wortel

Khasiat wortel selama ini identik dengan mata. Namun, wortel ternyata juga bisa diolah menjadi minuman untuk menurunkan kolesterol dan darah tinggi loh.

Wortel mengandung beta-karoten yang dapat merangsang aktivitas beta carotene oxygenase 1 (BCO1). BCO1 inilah yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL (low-density lipoprotein) dalam tubuh.

Wortel juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari risiko penyakit kardiovaskular, seperti darah tinggi. Sebuah studi menyebutkan mengonsumsi setidaknya 100 gram wortel setiap hari dapat menurunkan tekanan darah hingga 10 persen.

3. Jus Timun

Sayuran lain yang dapat diolah menjadi minuman penurun kolesterol dan darah tinggi adalah timun. Timun mengandung serat tinggi yang dapat memperlambat proses penyerapan lemak di sistem pencernaan. Hal ini secara langsung dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.

Timun juga mengandung kalium (potasium) dan magnesium yang dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

4. Teh Hijau

Teh hijau merupakan salah satu minuman yang terkenal berkat efeknya untuk kesehatan. Salah satu khasiat teh hijau adalah dapat membantu menurunkan kolesterol dan darah tinggi.

Teh hijau mengandung beragam senyawa antioksidan, seperti katekin, yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh. Selain menurunkan kolesterol, teh hijau juga dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi dengan cara merilekskan pembuluh darah. Alhasil, aliran darah menjadi lebih lancar sehingga mengurangi beban kerja otot jantung.

5. Minuman Cocoa

Cocoa adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat coklat hitam. Coklat hitam sendiri merupakan salah satu makanan yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh.

Sebab, coklat hitam mengandung antioksidan seperti flavanol yang tak hanya menurunkan kolesterol LDL, tapi juga meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL (high-density lipoprotein). Kolesterol HDL ini dibutuhkan oleh tubuh untuk mencegah terjadinya risiko penyumbatan pada pembuluh darah.

Flavanol juga dapat membantu merilekskan pembuluh darah, sehingga memperlancar sirkulasi darah dan mencegah terjadinya darah tinggi.

(ath/up)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Sederet ‘Ritual’ Awet Muda Chuando Tan, Tak Heran Tubuhnya Kekar di Usia 57


Jakarta

Chuando Tan, fotografer di Singapura mendadak jadi sorotan lantaran di usianya yang menginjak 57 tahun, penampilan wajahnya masih terlihat sangat muda bahkan seperti di umur 20. Pria yang juga berprofesi sebagai model di era 1980-an ini sangat menjaga pola makan.

Bukan tanpa sebab, Chuando Tan memegang prinsip bahwa tubuh dan kesehatan seseorang, termasuk secara fisik dan mental 70 persen bergantung pada makanan yang dimakan, sisanya berasal dari olahraga.

Karenanya, Tan mengaku rutin memakan enam butir telur rebus untuk sarapan dengan hanya mengambil dua bagian kuning telur tersebut, lantaran menghindari kemungkinan kolesterol tinggi. Chuando Tan juga terbiasa meminum segelas susu dan terkadang menambahkan alpukat, juga buah beri ke dalam menu sarapannya.


Sementara untuk makan siang, Tan memilih porsi sedikit lebih banyak dengan menambahkan nasi. Misalnya, makan ayam dengan nasi, sayuran panggang, dan sup ikan. Fotografer tersebut juga menghindari kopi dan teh, lebih sering meminum air putih.

Tan bahkan tidak merokok dan minum alkohol. Untuk malam, dirinya memilih mengonsumsi salad sayuran segar.

Pola makan sehat Chuando Tan dibarengi dengan workout, minimal tiga hingga empat kali dalam sepekan. Dalam satu kali latihan, bisa 30 menit terlewati.

Beragam workout yang diikuti termasuk latihan kardio. Terkadang dia juga memilih berenang.

Wajah Tan di usia 50 tahun-an kerap dituding hasil operasi plastik dan pemakaian kosmetik khusus. Dalam beberapa kali kesempatan, Chuando Tan jelas membantahnya.

“Saya memiliki kulit sensitif, itulah mengapa saya hanya menggunakan dua hal setiap hari, pembersih wajah berbentuk gel dan krim pelembap,” tegasnya.

Tidak banyak perawatan wajah yang dilakukan Chuando Tan, dirinya mengaku pernah mencoba prosedur botox satu kali, tetapi hasil atau efek yang didapatkan jauh dari yang dibayangkan. Karenanya, dirinya tidak lagi melakukan sejumlah prosedur tersebut.

Jam tidur Tan bahkan nyaris selalu teratur. Dirinya berusaha untuk tidak tidur lewat jam 11 malam dan mendapatkan ‘deep sleep’ lantaran berhenti makan lima sampai enam jam sebelum tidur.

“Percayalah, tidur lebih awal adalah hal yang bermanfaat. Dengan tidur yang cukup, Anda akan dapat melakukan lebih banyak hal di siang hari dibandingkan bekerja di malam hari,” pesan Tan, dikutip dari Bright Side, Rabu (3/1/2024).

(naf/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Christina Aguilera Jajal ‘Rainbow Diet’ demi Body Goals, Sukses Pangkas 18 Kg


Jakarta

Penyanyi Christina Aguilera memamerkan penampilan terbarunya yang semakin mempesona. Dalam acara pembukaan residensinya di Las Vegas, ia terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya.

Ternyata wanita 43 tahun itu telah berhasil menurunkan berat badan hingga 40 pon atau sekitar 18 kg. Meski penampilannya selalu berubah selama bertahun-tahun, kini ia memilih untuk mempertahankan fisiknya yang ramping dan sehat seperti saat ini.

Sebelumnya, Christina Aguilera mengalami kenaikan berat badan setelah melahirkan putranya, Max, pada 2008 lalu. Sekitar dua tahun setelahnya, dia mulai menurunkan berat badan untuk perannya dalam film Burlesque tahun 2010.


Namun, masih pada tahun yang sama berat badannya kembali naik setelah bercerai dengan komposer musik Jordan Bratman.

Christina Aguilera kembali bangkit dan mulai membatasi asupan makanan hariannya hingga 1.600 kalori dan mengikuti ‘rainbow diet’. Itu merupakan diet dengan mengkonsumsi beberapa buah atau sayuran berwarna setiap kali makan, dan berhasil menurunkan bobot tubuhnya hingga 18 kg.

Namun, dalam wawancaranya dengan L’Officiel Italia tahun 2020, Christina sudah berhenti melakukan diet pelangi. Sejak itu, ia hanya fokus untuk menerapkan pola makan yang bersih dan sehat.

Dikutip dari Daily Mail, dia tidak membatasi ketat asupan yang masuk ke dalam tubuhnya. Selama menjalaninya, dia hanya mencoba untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan utuh (whole food) dan mengurangi camilan manis.

Selain pola makan yang seimbang, Christina juga mulai aktif menjalankan berbagai macam olahraga agar tetap bugar. Kabarnya, ia menyukai olahraga yoga, kardio, latihan kekuatan, hingga tinju yang dilakukan 2-5 kali seminggu.

Dia juga berlatih dengan pelatih kebugaran selebriti, Tee Sorge, untuk menggabungkan angkat beban dan kardio. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan pembakaran kalori dan mempertahankan lekuk tubuhnya.

NEXT: Sempat Terlalu Kurus dan Overweight

Sempat Terlalu Kurus dan Overweight

Di tahun 2012, Christina sempat mengatakan bahwa dirinya ‘benci menjadi sangat kurus’. Saat itu, ia hanya mencintai bentuk tubuhnya dan tidak mendengarkan omongan orang tentang penampilannya.

“Saya telah melewati titik tertinggi dan terendah. Saya telah melalui keseluruhan hal dalam dunia ini. Menjadi terlalu kurus. Menjadi lebih besar. Saya telah dikritik karena berada di kedua sisi skala,” kata dia.

“Saya mencintai tubuh saya. Pacarku menyukai tubuhku. Putra saya sehat dan bahagia, jadi itu yang terpenting bagi saya,” sambungnya.

Christina sempat melewati masa di mana dirinya selalu menimbang berat tubuhnya dan membatasi diri. Hal itu membuat berat tubuhnya terlalu kurus.

“Saat saya mengerjakan Burlesque, berat badan saya turun begitu banyak sehingga menjadi terlalu kurus. Saya tidak menimbang berat tubuh, ini semua tentang apa yang saya rasakan saat mengenakan pakaian,” beber Christina.

“Apa yang terlihat bagus pada satu orang mungkin tidak terlihat bagus pada tipe tubuh lain.”

“Saya kebetulan sangat percaya dengan diri saya sendiri. Butuh waktu untuk mencapai tempat itu, tapi yang terpenting adalah merangkul diri sendiri dan tubuh Anda,” pungkasnya.

(sao/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Tren Belly Dance Viral di TikTok, Betulan Ampuh untuk Turunkan Berat Badan?

Jakarta

Tren menurunkan berat badan di media sosial tidak ada habisnya. Terbaru, di TikTok ramai diperbincangkan soal tari perut atau belly dance yang disebut bisa menurunkan berat badan.

Jauh sebelum viral di TikTok, sebagian orang sudah meyakini kalau belly dance dapat meratakan dan membentuk otot perut. Sekilas dari gerakannya, belly dance memang terlihat cukup menjanjikan. Namun, apakah benar gerakan belly dance ampuh untuk menurunkan berat badan?

Dikutip dari Better Me, ada beberapa mitos tentang belly dance yang perlu diluruskan. Pertama, gerakan tari perut tidak bisa membentuk otot sixpack yang diidamkan banyak orang.


Meski belly dance menargetkan beberapa bagian otot perut, gerakan tarian ini tidak cukup intens untuk bisa membentuk perut sixpack.

Kedua, belly dance tidak bisa meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan. Faktanya, belly dance bahkan tidak bisa membakar kalori dalam jumlah yang sebanding dengan olahraga biasa.

Lantas, apakah belly dance bisa membantu menurunkan berat badan?

Meski efeknya tidak sebagus olahraga biasa, belly dance dapat dianggap sebagai salah satu olahraga kardio yang bermanfaat untuk kesehatan.

Olahraga kardio dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan sistem kardiovaskular, seperti pembuluh darah dan jantung.

Selain itu, olahraga kardio juga dapat membakar kalori, sehingga membantu menurunkan berat badan. Dikutip dari Healthline, melakukan olahraga kardio selama 30 menit sehari dapat membantu membakar sekitar 140 hingga 295 kalori.

Berdasarkan fakta tersebut, berlatih belly dancing selama 30 menit setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan. Belly dance juga menyasar pada otot perut, area yang biasanya ingin diperkuat atau dikecilkan karena menjadi tempat penumpukan lemak.

Gerakan belly dance juga dapat mengencangkan otot dan mempercantik penampilan di area pinggang.

Belly dance juga melibatkan beberapa gerakan lengan, sehingga dapat melatih kekuatan pada lengan, bahu, serta otot-otot kecil yang ada di area tersebut.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

4 Cara Efektif Turunkan BB untuk Dapat Body Goals, Mudah Dilakukan

Jakarta

Memiliki badan sehat dan bugar dengan berat ideal merupakan keinginan banyak orang. Sebab, hal ini juga menjadi acuan kesehatan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Dikutip dari Everyday Health, beberapa pakar diet memberikan tips paling efektif dan praktis untuk menurunkan berat badan. Berikut sederet penjelasannya.

1. Makan Perlahan

Licensed Clinical Social Worker and Psychotherapist in Private Practice in New York City beberapa kali meminta pasiennya untuk memilih makanan yang disukai. Kemudian ia menyarankan mereka untuk mengunyah secara perlahan dan menelan ketika semua makanan sudah halus.


“Perlu waktu untuk mengetahui kita kenyang. Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan, tapi juga memberi isyarat kenyang yang lebih baik,” jelas Janet Zinn.

2. Masak dan ‘Food Prep’

Biasakan untuk memasak dan mempersiapkan makanan atau disebut ‘food prep’. Misalnya setiap hari Minggu, siapkan makanan untuk sarapan seperti kombinasi oat, selai kacang, dan whey protein. Selain sarapan, bisa juga persiapkan untuk makan siang. Cobalah melakukan ‘food prep’ untuk seminggu dan kemas dalam wadah tersendiri, lalu masukkan ke dalam kulkas.

“Setiap hari Minggu saya memasak makanan saya secara berkelompok selama seminggu. Untuk sarapan saya kombinasikan oat, selai kacang, rami, dan bubuk protein jadi yang perlu saya lakukan hanyalah menambahkan air dan microwave. Saya juga menyiapkan makan siang untuk seminggu dan mengemasnya dalam wadah tersendiri sehingga saya dapat mengambilnya setiap hari untuk dibawa ke tempat kerja,” kata – Kyra Williams, pelatih pribadi di Boston.

3. Tidup yang Cukup

Kurang tidur meningkatkan hormon rasa lapar, ghrelin, dan menurunkan hotmon kepuasan, leptin, yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Cobalah untuk menerapkan waktu tidur yang teratur, yakni sekitar 7 hingga 8 jam.

“Saat kita kurang tidur, kita menginginkan lebih banyak makanan asin dan manis. Mengapa? Karena kapanpun Anda merasa lebih lapar, keinginan Anda akan makanan berenergi lebih tinggi – alias berkalori lebih tinggi – semakin meningkat,” kata ahli diet-gizi di Texas

“Kita juga tahu bahwa cara kita berpikir dan memproses emosi dipengaruhi oleh kurang tidur, sehingga mudah untuk menghubungkan hal ini dengan gangguan kemampuan untuk membuat pilihan yang masuk akal dalam banyak bidang kehidupan, termasuk makanan,” lanjutnya.

4. Tetap Terhidrasi

Penelitian menemukan orang yang minum dua gelas air sebelum makan mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan orang yang tidak minum air sebelum makan. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar sehingga menyebabkan makan lebih banyak. Namun, air juga membuat merasa lebih kenyang dan menyebabkan seseorang lebih sedikit makan.

“Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” kata Megan Casper, RDN, konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite.

(suc/sao)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

4 Resep Diet Kim Ji Won yang Tampil Langsing di Queen of Tears

Jakarta

Serial Queen of Tears berhasil mencuri perhatian para penggemar K-drama. Bukan hanya karena alur ceritanya yang menarik, tetapi juga berkat penampilan sang aktris, Kim Ji Won.

Ji Won memerankan Hong Hae In, istri dari Baek Hyun Woo (diperankan oleh Kim Soo Hyun) sekaligus CEO dari Queens Department Store. Selain menunjukkan kemampuan akting yang ciamik, penampilan Ji Won dalam drama tersebut sempat bikin pangling para penggemar.

Pasalnya, Ji Won tak lagi tampil dengan pipi chubby-nya dan tampak lebih langsing. Ternyata, itu adalah hasil diet ketat yang dia lakukan selama setahun penuh demi mendalami peran sebagai Hong Hae In.


Dikutip dari Koreaboo, berikut pola diet yang dijalani oleh Ji Won hingga akhirnya memiliki tubuh langsing dan body goals.

1. Tidak Mengonsumsi Makanan ‘Berat’

Saat menjadi bintang tamu di acara Salon Drip, Ji Won berbagi tentang pengalaman dietnya. Aktris berusia 31 tahun itu mengaku selama setahun, dirinya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu berat. Bahkan, dia juga menahan diri untuk tidak menyantap chinese food dan jjapaghetti yang menjadi makanan favoritnya.

2. Mengatur Porsi Makan

Selain menghindari makanan tertentu, Ji Won juga sangat menjaga porsi makannya. Dia memastikan untuk tidak makan secara berlebihan dan selalu menyisakan sedikit makanan di piringnya.

3. Memperbanyak Asupan Protein

Untuk mendukung program dietnya, Ji Won juga mengonsumsi makanan berprotein tinggi, seperti dada ayam, daging ikan, dan telur rebus.

Dikutip dari Health, diet tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara meningkatkan rasa kenyang dan metabolisme tubuh.

4. Rutin Berolahraga

Ji Won pun rutin berolahraga untuk membantu membakar kalori dan menjaga bentuk tubuhnya. Dikutip dari KDrama Stars, salah satu olahraga yang dilakukan Ji Won adalah gimnastik. Bahkan, dia berlatih hingga enam jam setiap hari.

(ath/naf)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Diet saat Puasa Ramadan, Bisa Nggak Ya? Begini Saran Ahli Gizi


Jakarta

Ramadan menjadi momen tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah dan kesehatan. Tak jarang juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk diet demi mendapatkan berat badan yang ideal.

Hanya saja seringkali, Ramadan malah bikin berat badan naik alih-alih turun. Kok bisa ya?

Ahli gizi Putri MJ, SGz mengatakan hal yang membuat seseorang semakin berisi ketika berpuasa adalah kebiasaan makan yang tidak tepat. Biasanya makanan yang dikonsumsi saat berbuka atau sahur tidak memenuhi standar gizi sehingga memicu berat badan berlebih.


Saat sahur dan buka puasa, Putri mendorong untuk mengonsumsi real food atau makanan yang belum diolah berkali-kali agar gizi yang masuk dalam tubuh lebih utuh. Mengonsumsi makanan real food pun penting untuk memberikan energi dan kenyang lebih lama saat puasa.

“Contohnya daripada makan mie instan untuk sahur, lebih baik makan nasi terus sama lauk yang proper kayak telur ayam atau ada sumber protein lainnya sama sayur. Jadi tetap makan gizi seimbang selama sahur,” bebernya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan belum lama ini.

Saat berbuka puasa pun, Putri menyarankan untuk menghindari gorengan dan makanan tinggi lemak saat perut kosong agar kalori harian tetap terjaga. Ini penting agar tidak melebihi asupan kalori harian dan tidak overeating.

“Makan makanan yang rendah lemak dulu. Contohnya kayak es buah, buah segar, kurma, minum air. Itu nanti di jeda baru makan makanan berat gitu. Jangan kalap makan saat buka puasa,” tandasnya.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

5 Menu Sarapan ‘Anti-Gemuk’ yang Bisa Dicoba untuk Turunkan BB, Mau Coba Nggak Nih?


Jakarta

Proses penurunan berat badan mungkin tidak akan berjalan dengan mudah untuk beberapa orang. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari kurangnya berolahraga hingga masalah menu makanan yang dikonsumsi.

Tak banyak yang menyadari, bahwa menu sarapan adalah salah satu faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Jika sembarangan memilih, menu sarapan yang dikonsumsi bisa justru mengakibatkan kenaikan berat badan. Dikutip dari Eating Well, berikut ini adalah beberapa menu sarapan yang bisa jadi alternatif:

1. Oatmeal

Oatmeal sudah lama dikenal sebagai salah satu menu makanan yang ‘ramah’ dalam proses penurunan berat badan. Dalam banyak penelitian, oatmeal dinilai sebagai sumber makanan yang bisa membuat perasaan kenyang menjadi lebih lama.


Oatmeal merupakan salah satu jenis sumber karbohidrat ‘slow-release’ yang dapat membuat tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah seperti mengonsumsi karbohidrat olahan. Mengonsumsi oatmeal membuat tubuh insulin tidak melonjak tinggi.

2. Telur

Satu butir telur mengandung enam gram protein dan 72 kalori. Bila dibandingkan dengan karbohidrat dan lemak, protein memiliki kemampuan membuat seseorang kenyang lebih lama yang lebih baik.

Sebuah studi Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat tahun 2020 menemukan bahwa mengonsumsi telur untuk sarapan meningkatkan kepuasan makan dan menurunkan konsumsi kalori pada waktu makan selanjutnya. Telur sangat mengenyangkan dan dapat membantu mencegah rasa lapar, terlebih bila dikombinasikan dengan biji-bijian, buah, atau sayuran.

Tidak hanya tinggi protein, bagian kuning telur juga kaya akan nutrisi sehat, seperti kalsium dan antioksidan yang baik untuk mata seperti lutein dan zeaxanthin.

3. Yogurt

Dalam laporan tahun 2020 yang diterbitkan di New England Journal of Medicine, yogurt merupakan salah satu makanan teratas yang dapat mendorong proses penurunan berat badan. Kandungan protein, termasuk protein whey secara alami dapat ditemukan di dalam yogurt.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kandungan protein dapat membuat seseorang kenyang lebih lama. Yogurt juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna apabila dibandingkan dengan karbohidrat sederhana.

Untuk tetap menjaga asupan kalori, pilihlah yogurt tanpa gula dan kombinasikan dengan buah segar jika ingin menambahkan rasa manis.

4. Pisang

Dikutip dari Healthline, pisang merupakan salah satu buah yang tinggi serat namun rendah kalori. Satu buah pisang berukuran sedang hanya memiliki lebih dari 100 kalori namun mengandung 3 gram serta makanan. Jumlah tersebut memenuhi 11 persen kebutuhan serat harian seseorang.

Penelitian telah menemukan bahwa meningkatkan asupan serat dari buah-buahan dan sayuran dikaitkan dengan proses penurunan berat badan. Selain itu, pisang mentah merupakan sumber pati resisten yang baik, sejenis pati yang tidak dapat dicerna oleh lambung dan usus kecil Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa pati resisten dapat membantu mengurangi asupan makanan dan mengurangi lemak perut.

5. Kacang-kacangan

Kacang merupakan sumber makanan yang memiliki keseimbangan ‘sempurna’ antara serat, protein, dan lemak yang menyehatkan jantung. Menambahkan kacang-kacangan sebagai menu diet dapat membantu mendukung proses penurunan berat badan.

Namun, perlu diingat kacang-kacangan merupakan makanan yang cukup tinggi kalorinya. Batasi asupan hingga sekitar 28 gram atau satu ons agar kalori tidak menumpuk.

(avk/suc)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Berencana Diet Saat Puasa? Catat Saran Dokter Gizi


Jakarta

Banyak orang memanfaatkan momen puasa Ramadan untuk sekalian diet, supaya saat lebaran tubuh menjadi lebih slim. Bisa-bisa saja kok, cuma memang banyak yang gagal.

Beberapa kesalahan diet saat puasa Ramadan diungkap oleh Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, SpGK (K), dokter spesialis gizi klinis dari Alia Hospital Jakarta Timur.

Menurutnya, salah satu tantangan paling terbesar adalah saat berbuka. Beragam sajian yang memanjakan lidah kerap membuat seseorang lapar mata, sehingga justru lebih kalap makan dibandingkan saat tidak puasa.


“Kalau ingin menurunkan berat badan, jangan makan gorengan. Jadi supaya kita terisi, kita makan buah. Buah yang berair supaya nggak dehidrasi,” saran dr Nurul dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (8/3/2024).

Ia juga mengingatkan, saat berbuka sebisa mungkin tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis. Begitu juga dengan makanan olahan tepung, sebaiknya diganti karbohidrat yang kompleks.

“Bonusnya pas mau lebaran badannya lebih slim. Asalkan nanti bulan Syawal jangan kalap,” kata dr Nurul.

Sementara itu, beberapa orang menganggap diet saat puasa berarti harus mengurangi porsi sahur. Menurutnya, hal itu justru kontraproduktif.

“Nggak. Kalau sahurnya kita kurangin, jadinya kita lebih laper. Nanti pas buka puasa, balas dendam, makin lapar mata,” jelas dr Nurul.

Bagi yang mau diet, dr Nurul menyarankan sebaiknya puasa Ramadan tidak dipandang terlalu rumit. Sama saja seperti pola makan sehari-hari, hanya sedikit digeser waktunya.

“Seperti makan pagi digang ke sahur, makan siang diganti ke buka puasa,” katanya.

Apa saja yang harus diperhatikan biar kebutuhan nutrisi selama puasa selalu terjaga? Nantikan terus ulasannya di detikHealth!

(up/up)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Tips Diet Buat yang Insecure sama Pipi Tembem, Begini Saran Ahli Gizi


Jakarta

Memiliki berat badan ideal merupakan salah satu impian banyak orang. Selain menjadi lebih sehat, memiliki berat badan ideal juga dapat membuat penampilan menjadi lebih menarik.

Pipi yang besar atau ‘tembem’ menjadi salah satu hal yang kerap ingin disingkirkan ketika proses penurunan berat badan. Apakah ada makanan tertentu yang dapat dihindari untuk ‘menyingkirkan’ pipi besar?

Ahli diet teregistrasi mengungkapkan terdapat beberapa jenis makanan yang harus dibatasi untuk mendapatkan wajah yang lebih ramping. Makanan yang dimaksud adalah makanan daging olahan seperti sosis, ham, bacon, dan daging yang diawetkan. Makanan daging olahan cenderung mengandung natrium yang tinggi.


“Disarankan untuk membatasi asupan makanan tinggi natrium karena dapat menahan air hingga menyebabkan pembengkakan dan pembesaran,” ucap Lauren Manaker dikutip dari NY Post, Senin (4/3/2024).

Lauren menuturkan bahwa jenis-jenis bahan tertentu dapat menyebabkan bengkak karena meningkatkan retensi air dan peradangan. Garam atau natrium klorida menjadi salah satu penyebab utama apabila dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Tidak hanya kandungan garam, makanan olahan umumnya juga mengandung gula yang tinggi. Hal ini dapat menjadi salah satu pemicu penambahan berat badan.

“Makanan ultra-proses mengandung sejumlah besar natrium dan gula tambahan, yang juga dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan,” kata Manaker.

Contoh makanan ultra-proses yang mungkin sering ditemukan termasuk pizza beku, sosis, permen, donat, hingga es krim. Jenis-jenis makanan ini umumnya sulit untuk dihindari karena begitu lezat.

Makanan ultra-proses umumnya mengandung bahan kimia tambahan. Kandungan lemak yang ada di makanan jenis ini juga cenderung tinggi. Hal ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penurunan kognitif, hingga kematian dini.

Hal yang menjadi perhatian, makanan ultra-proses justru memiliki kecenderungan untuk membuat konsumen ‘ketagihan’ dan sulit untuk berhenti makan.

“Sekitar 60 persen kalori dalam makanan kita berasal dari makanan yang diklasifikasikan sebagai makanan ultra-proses, yang cenderung memiliki kombinasi kelebihan natrium, gula, dan karbohidrat olahan,” kata pakar nutrisi dan kesehatan Samatha Cassetty.

“Makanan ini dapat menyebabkan peradangan dan retensi air, sehingga dapat menyebabkan tampilan bengkak. Kita harus mencoba untuk mengurangi konsumsi makanan-makanan ini dengan menggantinya dengan makanan utuh atau makanan yang diproses secara minimal,” tambahnya.

Samantha menambahkan jenis makanan seperti kecap dan sup asin yang tinggi sodium juga dapat memberikan efek pembesaran. Karbohidrat yang banyak diproses seperti roti putih, sereal olahan, makanan ringan, atau minuman beralkohol juga dapat memberikan efek serupa.

(avk/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing