Masak Sehat Nggak Harus Ribet, Chef Belinda Bagikan Tipsnya


Jakarta

Kesibukan yang tinggi membuat pekerja kantoran sangat bergantung pada fast food yang keseimbangan nutrisinya kerap tidak terjamin. Belinda Christina Sianto alias Chef Belinda membagikan tips anti ribet biar tidak tergantung pada makanan siap saji.

Yang terpenting, menurut Chef Belinda, adalah menyeimbangkan kebutuhan karbohidrat, protein, dan sayur dalam makanan. Ia menyarankan Meal Preparation atau metode menyimpan banyak bahan makanan jika ingin membuat resep yang simple dan sehat.

“Untuk orang kantoran aku saranin meal prep, siapin protein sama sayurnya. Kalo bisa disiapkan dari malam hari, cuma tinggal dipanasin aja,” jelasnya saat ditemui detikcom di acara Hari Kanker Anak Internasional #BeraniGundul 2024, di Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2024).


Chef Belinda menegaskan bahwa masak yang sehat bukan berarti benar-benar tidak menggunakan micin ataupun minyak goreng sama sekali. Penggunaan bahan tersebut boleh dilakukan asal dalam batas wajar, karena semua yang berlebihan tentunya tidak baik.

Chef Belinda Christina Sianto saat cooking demo di Hari Kanker Anak Internasional YKAKI #BeraniGundul 2024, Minggu (3/3/2024).Chef Belinda Christina Sianto saat cooking demo di Hari Kanker Anak Internasional YKAKI #BeraniGundul 2024, Minggu (3/3/2024). Foto: Nayla Azalia Saparija/detikHealth

Ia juga memberi tahu resep masakan sehat andalannya.

“Biasanya menu yang di steam. Aku pake telur atau tahu biasanya aku campur, aku steam. Atasnya baru aku tambahin protein contohnya ayam. Ayam kan proteinnya paling banyak, kalo diolahnya cincang biasanya aku pakai bagian dada,” ungkapnya.

Ia juga menyarankan jika memiliki keterbatasan waktu, bisa dengan menu seperti nasi dan telur lalu tambahkan sayur. Karena telur merupakan protein yang paling cepat dibuat. Bisa juga dengan resep ayam dengan bumbu jadi, lalu di-steam.

(up/up)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

5 Cara Menurunkan BB Tanpa Olahraga, Cocok buat Kaum Rebahan

Jakarta

Olahraga sejak dulu dikenal sebagai salah satu cara paling ampuh untuk menurunkan berat badan. Tapi terkadang, ada waktu di mana kita merasa ‘mager’ dan enggan berolahraga.

Misalnya, ketika tubuh merasa lelah akibat beraktivitas. Zaman sekarang, tak sedikit orang yang menjalani rutinitas super padat. Ketika ada waktu luang, satu-satunya hal yang terlintas di kepala adalah beristirahat dan rebahan.

Meskipun tidak memiliki waktu berolahraga, bukan berarti orang-orang tersebut tidak bisa menurunkan berat badan. Faktanya, ada banyak cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang bisa dilakukan, seperti dengan mengubah kebiasaan dan pola makan.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menurunkan berat badan tanpa olahraga yang cocok dilakukan oleh mereka yang sering mageran.

1. Perbanyak Minum Air

Air putih memiliki manfaat yang besar dalam menurunkan berat badan. Air dapat membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi rasa lapar dan asupan kalori, dan membersihkan racun serta kotoran dari dalam tubuh.

Orang dewasa dianjurkan untuk minum air setidaknya 2 liter, atau sekitar delapan gelas setiap hari.

2. Atur Porsi Makan

Jika detikers memang tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, maka imbangi dengan mengurangi porsi saat makan. Misalnya, dengan mengurangi jumlah makanan, memiliki makanan dengan ukuran yang lebih kecil, hingga menggunakan piring yang lebih kecil saat makan.

Sebuah studi menemukan makan dengan piring atau wadah besar dapat ‘mengelabui’ otak untuk berpikir kalau jumlah makanan yang diambil masih kurang. Alhasil, orang yang makan dengan menggunakan piring besar cenderung mengambil lebih banyak makanan dari apa yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

3. Makan dengan Perlahan

Makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak serta merta membuat kenyang. Pasalnya, tubuh perlu waktu untuk bisa melepaskan hormon yang mengirimkan sinyal ke otak sebagai tanda sudah kenyang.

Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit. Jika seseorang makan terlalu cepat, maka proses pengiriman sinyal tersebut akan terganggu dan meningkatkan risiko overeating.

4. Tidur Malam yang Cukup

Kualitas dan waktu tidur memainkan peran yang sangat penting dalam menurunkan berat badan. Ketika seseorang kurang tidur, maka hormon ghrelin dalam tubuhnya akan meningkat. Hormon ini mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Jika jumlahnya terlalu tinggi, maka dapat membuat seseorang merasa sangat lapar saat bangun keeseokan hari, serta meningkatkan kecenderungan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalori untuk menghilangkan rasa lapar.

Dengan tidur yang cukup, jumlah hormon ghrelin dalam tubuh akan terkendali sehingga tidak menimbulkan rasa lapar berlebihan keesokan hari. Adapun jam tidur yang umumnya disarankan untuk orang dewasa adalah 7-8 jam sehari.

5. Rutinkan Jalan Kaki

Olahraga tidak harus dengan pergi ke gym atau melakukan aktivitas yang berat. Bahkan sesimpel jalan kaki sudah cukup untuk membantu menurunkan berat badan.

Jalan kaki juga tidak perlu secara spesifik dijadwalkan. Membiasakan jalan kaki dapat dilakukan dengan naik anak tangga alih-alih lift saat di kantor, parkir di tempat yang lebih jauh agar bisa berjalan kaki, berjalan ke supermarket untuk belanja kebutuhan ketimbang memesa secara online, dan lain sebagainya.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Takut Mandul Jadi Motivasi Pria Berbobot Nyaris 200 Kg Jalani Diet Ketat


Jakarta

Seorang pria di Missouri, Amerika Serikat (AS) Isaiah Caldwell (28) berhasil menurunkan berat badannya dengan pola diet ketat. Takut mandul dan terobsesi menjadi ayah adalah motivasinya dalam menjalani pola makan sehat.

Dia mulai mengubah gaya hidupnya setelah diberi tahu bahwa berat badannya mungkin menyebabkan masalah kesuburan. Tak mengherankan karena pada saat itu bobotnya 434 pound, nyaris 200 kg.

“Kami mulai mencobanya selama setahun sebelum kami mulai curiga bahwa mungkin ada beberapa masalah yang berkaitan dengan kesuburan. Saya tahu jika ada yang bisa saya lakukan untuk memberi kami kesempatan, saya akan melakukannya,” katanya dikutip dari DailyMail.


Demi menurunkan risiko mandul, dia menjalani diet karnivora, mengonsumsi makanan yang hanya terdiri dari daging dan telur dalam upaya meningkatkan kesuburannya. Mereka yang mengikuti diet karnovora biasanya hanya makan daging, tanpa karbohidrat, sayuran, buah, biji-bijian, atau kacang-kacangan.

Para ahli berpendapat bahwa pengikut pola makan seperti itu berisiko kehilangan serat, antioksidan, dan vitamin. Kekurangan nutrisi tersebut dapat mempengaruhi imunitas, pencernaan, sirkulasi dan fungsi kognitif seseorang.

Setelah beberapa lama, Caldwell akhirnya mulai menjalani pola makan lainnya dan berolahraga rutin. Dia dan istrinya, Amanda berencana kembali ke dokter dalam beberapa bulan mendatang untuk melihat apakah upayanya berdampak pada kesuburannya.

“Kami sangat optimis. Saya akan melakukan pengujian (fertilitas), namun saya telah meningkatkan peluang dari nol menjadi setidaknya sesuatu,” ujarnya.

“Saya dalam kondisi terbaik dalam hidup saya dan kami bersemangat untuk menemukan cara untuk menjadi orang tua, apa pun yang terjadi,” tandasnya.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

7 Kebiasaan ‘Terlarang’ untuk Cegah Perut Buncit, yang Diet Wajib Tahu

Jakarta

Perut buncit merupakan salah satu permasalahan yang dialami banyak orang, termasuk di Indonesia. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga dapat meningkatkan risiko penyakit berbahaya, seperti jantung dan diabetes tipe 2.

Biasanya, perut buncit sering dikaitkan dengan asupan makanan. Namun, ternyata perut buncit juga bisa disebabkan oleh beragam kebiasaan yang kita jalani sehari-hari.

Apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah kebiasaan yang perlu dihindari agar perut tidak buncit.


1. Duduk terlalu lama

Di zaman seperti sekarang ini, tidak sedikit orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan laptop. Bahkan, pekerjaan tertentu bisa menuntut seseorang untuk duduk selama 9 hingga 11 jam setiap hari.

Faktanya, orang yang duduk terlalu lama lebih rentan mengalami obesitas dan penyakit kronis. Sebuah studi juga menemukan orang yang duduk lebih dari 10 jam setiap hari, misalnya seperti pegawai kantoran, memiliki risiko 34 persen lebih tinggi mengalami kematian lebih awal.

Tak hanya itu, studi juga menemukan orang yang terlalu lama duduk cenderung tidak mengimbangi dengan berolahraga. Hal ini juga berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan membuat perut menjadi buncit.

2. Makan terlalu cepat

Selain jenis makanan, kebiasaan saat makan juga dapat meningkatkan risiko perut buncit dan obesitas. Salah satunya adalah makan terlalu cepat.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal dan memberitahu otak jika sudah kenyang. Karena itu, orang yang makan terlalu cepat bisa saja mengonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, jangan heran jika orang yang makan terlalu cepat gampang memiliki perut buncit.

3. Makan sambil nonton TV

Meski terkesan sepele dan tidak berisiko, makan sambil menonton TV ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit.

Sebuah studi menyebut orang yang makan sambil menonton TV dapat mengonsumsi lebih banyak makanan.

Tak hanya itu, orang yang makan sambil menonton TV cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan di waktu makan berikutnya. Peneliti menjelaskan, hal tersebut lantaran orang yang makan sambil teralihkan tidak menyadari jumlah makanan yang sudah dikonsumsi saat makan.

4. Begadang

Sering begadang juga dapat membuat perut menjadi buncit. Sebab, kebiasaan begadang atau kurang tidur dapat mengubah pola makan.

Dikutip dari Sleep Foundation, ada dua hormon yang terdampak akibat kurang tidur, yakni ghrelin dan leptin. Ghrelin adalah hormon yang mengatur rasa lapar, sementara leptin mengatur nafsu makan dan rasa kenyang.

Jika seseorang kurang tidur, maka jumlah ghrelin akan meningkat dan leptin menurun. Akibatnya, tubuh menjadi lebih lapar saat bangun tidur keesokan hari. Peningkatan hormon ghrelin juga membuat tubuh ingin mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Kedua hal tersebutlah yang menjadi pemicu perut buncit pada orang yang suka begadang.

5. Telat makan

Orang yang telat atau sering melewatkan waktu makan juga rentan memiliki perut buncit. Sebuah studi mengungkapkan orang yang sering telat makan cenderung merasa lebih lapar sehingga mengonsumsi lebih banyak makanan saat makan.

Tak hanya itu, orang dengan jam makan yang tidak teratur juga rentan terkena penyakit kronis, seperti sindrom metabolik, penyakit jantung, resistensi insulin, dan kadar gula darah yang buruk.

6. Makan dengan piring besar

Percaya atau tidak, ukuran piring atau wadah makan ternyata juga bisa meningkatkan risiko perut buncit. Sebuah studi menyebutkan orang yang makan dengan piring besar cenderung mengambil makanan dalam porsi yang lebih banyak. Akibatnya, jumlah kalori yang dikonsumsi pun semakin tinggi sehingga menyebabkan perut buncit.

Sebuah teori menarik menjelaskan, wadah besar dapat membuat makanan menjadi tampak lebih kecil. Hal ini yang kemudian ‘mengecoh’ otak dan membuatnya berpikir kalau makanan yang diambil masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan.

7. Sering stres

Stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat meningkatkan risiko perut buncit. Orang yang mengalami stres kerap membutuhkan ‘pelampiasan’ untuk meluapkan apa yang dirasakan. Pada beberapa orang, bentuk pelampiasannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau makan dalam jumlah banyak. Fenomena ini dikenal juga istilah ‘stress eating’.

Artinya, semakin sering seseorang mengalami stres maka semakin banyak pula makanan tidak sehat yang mungkin dikonsumsi untuk menghilangkan stres tersebut. Inilah yang nantinya berkontribusi terhadap obesitas dan sejumlah masalah kesehatan lain.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Bantah Sedot Lemak, Marion Jola Beberkan Rahasia Turun BB 9 Kg


Jakarta

Netizen dibuat pangling dengan penampilan baru Marion Jola. Penyanyi jebolan ajang bakat Indonesian Idol itu rupanya berhasil menurunkan berat badan sampai sembilan kg dalam waktu tujuh bulan.

Tidak sedikit yang menuding proses penyusutan bobot tubuhnya dibantu operasi sedot lemak. Melalui akun TikTok pribadinya, Marion Jola jelas membantah hal tersebut.

“Ada yang bilang aku sedot lemak, ada yang bilang aku suntik ini, itu, jd aku mau address dikit ke kalian aku mulai benar-benar diet itu dari bulan Agustus, aku mencoba dietnya bagaimana sih?” tuturnya dalam postingan yang diunggah Sabtu (24/2/2024).


Marion yang kerap disapa Lala ini memulai rutin olahraga gym sejak 26 Juni tahun lalu. Dibantu dengan personal trainer, Lala mencoba membiasakan diri untuk angkat beban sampai olahraga cardio.

Di tengah rutinitas olahraga, tantangan menurunkan berat badan berikutnya adalah menahan nafsu makan. Wanita asal Kupang itu kemudian memutuskan untuk mencari bantuan dokter gizi.

“Kalau ke dokter gizi, itu kita dicek badannya itu butuh untuk mengurangi berapa banyak fat dan juga meningkatkan berapa banyak muscle massa,” terang dia.

Dokter gizi kemudian memberikan meal plan yang cocok untuknya, sambil terus menyempatkan olahraga dalam seminggu. Lala bahkan tidak pernah sekalipun melewatkan satu minggu untuk berolahraga minimal tiga kali.

“Ini aku 7 bulan ini, dari awalnya 61 sekarang 52, jadi kurang 9 kg, jadi dalam 7 bulan ini aku sudah turun 9 kilo pergi ke gym, angkat beban, mengurangi makan,” jelas Lala.

“Melelahkan juga pasti karena mencoba melakukan perubahan gaya hidup,” pungkas dia.

(naf/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

7 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Cocok Buat Diet

Jakarta

Saat ingin memilih makanan dengan rasa kenyang lebih lama, tiga kandungan yang setidaknya menjadi faktor penting adalah protein, serat, serta lemak sehat, seperti omega 3.

Makanan yang bebas bahan tambahan, cenderung semakin mengenyangkan. Sederet makanan ini cocok saat seseorang sedang menjalani diet atau mencoba memperbaiki pola makan sehat.

Apa Saja Makanan Mengenyangkan? Berikut rangkumannya dikutip dari Healthline:


1. Gandum Utuh

Biji-bijian utuh, seperti nasi merah, roti gandum utuh, dan pasta gandum utuh, dikaitkan dengan pengendalian berat badan dan menjaga berat badan yang sehat. Kandungan serat, nutrisi, dan senyawa tumbuhan yang ditemukan dalam biji-bijian dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori sekaligus.

Biji-bijian utuh juga baik untuk kesehatan secara keseluruhan, dan cenderung membantu mencapai berat badan yang sehat secara lebih konsisten dibandingkan biji-bijian olahan.

2. Yoghurt

Yoghurt juga menjadi makanan yang mengenyangkan. Penting untuk mencoba memilih variasi tambahan topping dalam yoghurt, yang rendah gula tambahan saat sedang diet.

Menambahkan buah seperti persik atau stroberi akan memberikan rasa manis yang diperlukan, dengan tambahan manfaat vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Topping seperti granola rendah gula atau kacang-kacangan juga dapat menambah serat, serta meningkatkan rasa kenyang.

3. Alpukat

Alpukat adalah makanan padat nutrisi. Buah ini kaya akan lemak yang menyehatkan jantung, dan merupakan sumber serat yang baik, sekitar 3 gram per 1⁄3 alpukat, adalah ukuran porsi yang disarankan.

Lemak sehat dalam alpukat juga membantu memuaskan nafsu makan lebih lama, terlebih rasanya enak.

4. Oat

Oat cukup rendah kalori dan merupakan sumber serat larut yang baik, yang memiliki kemampuan menyerap air, membantu merasa kenyang. Oatmeal juga dapat membantu melepaskan hormon kenyang dan menunda pengosongan lambung. Cobalah untuk memilih variasi topping yang polos dan tanpa rasa untuk menghindari tambahan gula yang berlebihan.

Kamu bisa menambahkan oatmeal dengan buah atau kacang-kacangan agar lebih mengenyangkan dan meningkatkan kandungan nutrisinya.

5. Ikan

Ikan adalah sumber protein yang ramping, sehat, dan mengenyangkan. American Heart Association dan Dietary Guidelines 2015-2020 merekomendasikan minimal dua porsi ikan per minggu, terutama ikan berlemak tinggi. Satu porsi setara dengan 3,5 ons atau 3⁄4 cangkir ikan serpihan.

Ikan tidak hanya memberi protein yang tersedia secara hayati, tetapi juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Lemak sehat ini bagus untuk melindungi jantung dan menurunkan peradangan di tubuh. Ikan dengan kandungan omega-3 tertinggi adalah salmon, mackerel, herring, lake trout, sarden, dan tuna albacore.

6. Kacang

Kacang adalah pilihan camilan yang bagus untuk membantu mengisi waktu di antara waktu makan pokok. Mereka adalah sumber yang baik untuk ketiga penambah rasa kenyang: protein, serat, dan lemak sehat.

Faktanya, sebuah penelitian menemukan bahwa kacang campur meningkatkan rasa kenyang pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas sekaligus menjaga kestabilan kadar glukosa darah dan insulin.

Kacang campuran juga memiliki vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Cobalah untuk memilih kacang tanpa garam dan tanpa pemanis untuk mendapatkan manfaat kesehatan paling banyak.

7. Telur

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi, yang dapat dijadikan makanan mengenyangkan, serta vitamin, mineral, dan antioksidan karotenoid,yang membantu melindungi kesehatan mata.

Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk kesembilan asam amino esensial. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa memasukkan telur lebih sering ke dalam makanan kita dapat meningkatkan rasa kenyang dan secara signifikan mengurangi asupan makanan jangka pendek.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi telur untuk sarapan pagi mengakibatkan berkurangnya variasi glukosa plasma dan insulin, penekanan respons ghrelin, dan berkurangnya asupan energi. Cobalah menambahkan sayuran ke dalam telur dadar yang lezat seperti bayam, jamur, dan brokoli) untuk lebih membantu meningkatkan rasa kenyang, dan juga asupan sayuran harian secara keseluruhan.

(naf/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

6 Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

Jakarta

Bagi sebagian besar orang, memiliki perut buncit dapat menimbulkan beragam masalah dalam kehidupannya. Mulai dari mengganggu penampilan, menurunkan rasa percaya diri, menyulitkan saat memilih pakaian, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, perut buncit juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Sejumlah penelitian mengaitkan perut buncit sebagai faktor risiko dari beragam penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Karenanya, tak heran orang-orang rela melakukan hampir segala cara demi menghilangkan perut buncit, termasuk menjalani diet. Diet adalah aturan makanan khusus yang diikuti demi kebutuhan kesehatan dan sebagainya.


Namun, diet untuk menghilangkan perut buncit tak jarang melibatkan aturan yang cukup ekstrem. Misalnya, tidak makan selama berjam-jam, atau hanya mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

Cara Menghilangkan Perut Buncit Tanpa Diet Ketat

Meski diet memang menjadi cara efektif untuk menghilangkan perut buncit, tidak semua orang bisa melakukannya. Ada sejumlah alasan mengapa orang-orang enggan melakukan diet, seperti karena sedang menyusui atau mengidap kondisi medis tertentu.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara menghilangkan perut buncit tanpa diet yang bisa dicoba.

1. Makan dengan piring kecil

Dikutip dari Healthline, orang yang makan dengan piring berukuran besar cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan sehingga lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan. Piring besar dapat membuat makanan terlihat sedikit, sehingga mendorong keinginan untuk mengambil lebih banyak makanan.

Sebaliknya, makan dengan piring yang lebih kecil dapat membuat porsi makanan yang diambil tampak lebih banyak sehingga membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

2. Minum sebelum makan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di situs National Library of Medicine mengungkapkan minum air sebelum makan dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang kelak dikonsumsi.

Sementara itu, penelitian lain juga menyebutkan minum sekitar 568 mililiter air sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

3. Tidur malam yang cukup

Tidur malam yang cukup dan berkualitas memiliki peran yang sangat signifikan untuk menghilangkan perut buncit. Dikutip dari laman Sleep Foundation, kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon ghrelin dalam tubuh. Hormon ini bertugas untuk memberitahu otak kalau tubuh merasa lapar.

Tak hanya itu, kurang tidur juga bisa menurunkan hormon leptin yang membuat tubuh merasa kenyang. Kombinasi kedua hal itulah yang dapat mendorong seseorang untuk makan lebih banyak keeseokan harinya, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

4. Mengunyah makanan dengan perlahan

Mengunyah makanan secara perlahan juga menjadi salah satu cara menghilangkan perut buncit tanpa diet. Hal ini berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang memengaruhi rasa kenyang.

Setelah makan, tubuh tidak akan langsung merasa kenyang. Sebab, otak membutuhkan waktu untuk menerima sinyal dari hormon yang memunculkan rasa kenyang tersebut. Di saat yang sama, perut akan menekan hormon ghrelin yang memunculkan rasa lapar. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit, jadi mengunyah makanan secara perlahan akan memberikan waktu bagi otak untuk menerima sinyal tersebut.

5. Perbanyak asupan protein

Protein memiliki dampak yang luar biasa dalam mengendalikan nafsu makan. Tidak hanya membuat perut merasa kenyang, protein juga dapat mengurangi rasa lapar dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 menemukan orang yang menjalani diet tinggi protein mengalami penurunan berat badan yang lebih signifikan dibanding mereka yang mengonsumsi protein dalam jumlah normal.

Sementara itu, penelitian lain mengungkapkan orang-orang yang mengonsumsi sarapan berprotein tinggi berupa telur dan roti panggang tidak merasa terlalu lapar dan mengonsumsi lebih sedikit kalori di waktu makan selanjutnya.

6. Kelola stres dengan baik

Dikutip dari Medical News Today, stres yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon untuk membantu tubuh menghadapi tekanan yang dirasakan. Hormon tersebut akan mengalihkan aliran darah dari sistem pencernaan ke otot dan organ tubuh yang penting untuk merespons ‘ancaman’. Alhasil, sistem pencernaan menjadi melambat.

Selain itu, hormon kortisol yang dilepaskan tubuh saat stress dapat mendongkrak kadar glukosa dalam darah. Sebuah studi pada 2022 mengungkapkan orang sering mengalami stres berisiko mengalami resistensi insulin akibat kadar glukosa yang terus terusan tinggi. Akibatnya, tubuh tidak bisa memanfaatkan hormon insulin secara efektif, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Fakta-fakta Pria Depok Berhasil Pangkas BB 45 Kg, Sukses Diet Tanpa Musuhi Nasi


Jakarta

Memiliki berat badan ideal adalah impian bagi semua orang. Demi mencapai hal tersebut, tentunya membutuhkan usaha dan konsisten untuk menerapkan hidup sehat. Prinsip ini juga diterapkan oleh pria di Depok yang viral setelah berhasil memangkas berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg.

Hal itu didapatkan usai dirinya konsisten menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga.

Motivasi Jalani Diet

Pria bernama M Azie Pangestu mengaku menjalani diet tidak menggunakan bantuan dokter gizi maupun obat-obatan tertentu. Ia justru mempelajari tips diet sehat melalui media sosial dan mendapat masukkan dari teman-temannya.


Adapun motivasi Azie menjalani diet lantaran mengalami sejumlah kondisi tertentu, seperti asam urat imbas berat badannya yang berlebih. Kondisi tersebut membuat segala aktivitasnya menjadi terganggu. Selain itu, Azie juga kesulitan untuk mencari ukuran baju dan tak pede dengan penampilannya saat bertemu orang lain.

“Awal masuk kuliah 2014 itu aku udah nggak olahraga sama sekali sampai kurang lebih selama 8 tahun. Yang namanya olahraga udah males banget. Pola makan nggak beraturan sering banget beli cemilan di minimarket, begadang, makan2an berminyak, gorengan. Minum manis sama bersoda. Suka banget ganyem (ngunyah) nggak pengen berenti rasanya,” curhatnya saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2024).

“Semenjak obesitas itu sudah mulai tanda-tanda kayak penyakit mulai datang, lutut sudah berasa nyeri, dada juga sesak kalo napas, tidur sering ngorok, terus aku sempet kena asam urat juga. Jadi aku sering bgt bolak balik ke rumah sakit,” katanya.

Tetap Konsumsi Nasi

Uniknya, pria berusia 27 tahun itu tetap mengonsumsi nasi meski makanan tersebut kerap menjadi pantangan bagi yang sedang diet. Ia justru menghindari mengonsumsi makanan manis dengan gula tinggi, tepung, minyak, santan, hingga gorengan saat menjalani diet sehat.

“Awal-awal agak lemas karena diet gula, tapi lama kelamaan jadi terbiasa jadi gula nya itu di ganti sama buah-buahan,” tutur Azie.

“Makanan sehari-hari aku biasa aku sarapan telur rebus 3 butir jam 09.00 hanya putih nya aja, mulai makan jam 11.00 dada ayam, nasi merah, sayur. Jam 14.00 ngemil buah-buahan pepaya/pisang/semangka. Makan lagi jam 17.00 dada ayam, nasi merah sama sayur. Dalam sehari aku minum air putih minimal 3 liter,” imbuhnya.

Rutin Olahraga

Selain mengubah pola makan, Azie juga rutin melakukan olahraga. Setiap habis pulang kerja, pria yang saat ini berusia 27 tahun sering menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Dirinya melakukan olahraga angkat beban dan diakhiri olahraga kardio selama 45 menit.

“Sehabis olahraga aku makan buah-buahan aja sama telor rebus. Aku gym itu seminggu 5 kali,” imbuhnya.

Kondisi Terkini

Usaha tak mengkhianati hasil, Azie berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dari total bobot 123 kg dalam waktu sembilan bulan. Tak hanya itu, kondisi dirinya saat ini juga membaik setelah mengidap penyakit tertentu imbas berat badannya yang berlebih saat itu.

“Lutut sudah nggak sakit, asam urat udah ga kambuh lagi, napas udah ga sesak dan kalo tidur juga udah ga ngorok lagi. Tapi karena perut masih bergelambir jadi aku tetep gym & fokus untuk menaikkan massa otot,” imbuhnya lagi.

Di sela-sela ceritanya, Azie juga memberikan saran bagi pejuang diet di luar sana untuk tetap semangat dan jangan terlalu terpaku dengan angka timbangan. Tetap konsisten jaga pola makan, olahraga, dan istirahat.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

7 Menu Sarapan untuk Menghilangkan Perut Buncit

Jakarta

Menghilangkan perut buncit memang tidak mudah, apalagi jika sarapan masih dengan menu asal-asalan. Sarapan yang tepat tidak hanya memberikan energi untuk beraktivitas seharian, tapi juga menjaga perut tidak cepat lapar sehingga terhindar dari makan berlebihan.

Menurut sejumlah penelitian, orang yang rutin sarapan memiliki bentuk tubuh yang lebih langsing dibanding mereka yang jarang sarapan. Hal ini dimungkinkan antara lain jika menu sarapan yang dipilih tinggi protein dan serat.

Protein dan serat adalah dua nutrisi yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Ketika dikonsumsi saat sarapan, makanan yang mengandung protein dan serat tersebut dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil sehingga bisa membantu menurunkan berat badan.


Lantas, apa saja makanan untuk mengecilkan perut yang cocok dikonsumsi saat sarapan? Berikut pembahasannya.

1. Telur

Tak heran jika telur kerap dikonsumsi sebagai menu sarapan. Sebab, telur mengandung protein tinggi yang bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi mengungkapkan mengonsumsi telur untuk sarapan dapat menurunkan berat badan hingga 65 persen, serta mengecilkan lingkar pinggang hingga 34 persen.

2. Pisang

Pisang adalah makanan yang cocok dikonsumsi ketika ingin mengecilkan perut buncit. Selain mengandung karbohidrat sehat, buah ini juga kaya akan serat dan rendah kalori, sehingga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Tak hanya itu, pisang juga kaya akan kalium (potasium). Zat ini dapat membantu membersihkan kelebihan cairan akibat mengonsumsi makanan asin serta menetralkan kadar natrium dalam tubuh.

3. Buah Beri

Sama seperti pisang, buah beri kaya akan serat yang mengenyangkan. Buah beri-berian juga rendah kalori, sehingga membuatnya cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang ingin mengecilkan perut buncit.

Khasiat buah beri yang tak kalah penting adalah mencegah risiko darah tinggi dan kanker. Ini karena buah beri mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid dan anthocyanin, yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.

4. Roti Gandum dan Selai Kacang

Selai kacang mengandung beragam nutrisi yang bisa membantu mengecilkan perut buncit, seperti serat, protein, dan lemak sehat. Zat-zat tersebut juga dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan ngemil atau bablas saat makan.

Di sisi lain, roti gandum mengandung serat utuh yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Karenanya, kombinasi roti gandum dan selai kacang membuatnya menjadi menu sarapan yang bisa membantu mengecilkan perut buncit.

5. Oatmeal

Makanan praktis ini memiliki segudang manfaat untuk mengecilkan perut buncit dan menurunkan berat badan. Pertama, oatmeal kaya akan serat yang bisa membuat tubuh merasa kenyang untuk waktu yang lama. Alhasil, orang yang sedang diet tidak perlu mengonsumsi lebih banyak kalori ketika jam makan siang.

Kedua, oatmeal mengandung zat bernama beta-glucan yang dapat membantu melancarkan pencernaan. Beta-glucan juga meningkatkan produksi hormon peptide YY dalam tubuh, yakni hormon yang membantu memunculkan rasa kenyang.

6. Yogurt

Yogurt bisa menjadi salah satu menu tambahan untuk membantu menurunkan berat badan, terutama Greek yogurt. Sebab, Greek yogurt kaya akan protein yang tak hanya memberikan energi, tapi membuat perut merasa kenyang lebih lama.

Sebuah studi juga menyebut kombinasi antara konsumsi Greek yogurt, olahraga teratur, dan pola makan yang seimbang dapat menunjang proses penurunan berat badan.

7. Kiwi

Tak hanya kaya akan vitamin C, K, kalium, kiwi juga mengandung serat yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama, khususnya jika dikonsumsi saat sarapan. Studi juga menunjukkan buah kiwi memiliki khasiat berupa menekan nafsu makan dan menurunkan gula darah, dua faktor yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Buah kiwi juga dapat menjadi pencahar alami dengan merangsang pergerakan pada saluran pencernaan.

(ath/up)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Cerita Pria Sukses Pangkas 59 Kg, Termotivasi Diet gegara Takut Mati Muda


Jakarta

Seorang pria menceritakan perjalanan dietnya yang berhasil menurunkan 59 kg, salah satunya berkat jalan kaki 10 ribu langkah sehari. Dia memutuskan menurunkan berat badan setelah dokter menyatakan dirinya mengidap pre diabetes.

Joe Marro (38) di New York, Amerika Serikat, sudah obesitas hampir sepanjang hidupnya. Titik balik dia bertekad menurunkan berat badan ketika bobotnya hampir menyentuh 300 pound atau 136 kg yang membuatnya sulit beraktivitas.

“Saya mencapai titik saat angka di timbangan hampir 300 pon (139 kg) dan saya harus melakukan sesuatu. Saya tidak ingin mati,” ujar Joe kepada TODAY.


Selain risiko terkena diabetes, Joe juga memiliki masalah dengan tiroidnya, tingkat energi yang rendah, dan masalah pernapasan. Joe telah mencoba banyak jenis diet yang berbeda, tetapi ia selalu kesulitan.

Begitu dia belajar cara makan dan berolahraga dengan cara yang mendukung kesehatannya, berat badannya turun 130 pon atau 59 kg. Beberapa cara yang dia lakukan adalah mengikuti kelas dengan fokus pada latihan interval intensitas tinggi (HIIT), kickboxing, dan angkat beban.

Selain itu dia juga mengurangi ukuran porsinya dan menghitung kalori. Perubahan ini membantunya menurunkan berat badannya sebanyak 55 kg.

Dia juga menyewa pelatih untuk berolahraga bersama dan membuat rencana latihan yang menantang dirinya sendiri. Saat ini dia menargetkan berjalan 10 ribu langkah sehari demi mempertahankan bobotnya.

Perjalanan penurunan berat badan ini akhirnya membuatnya terbebas dari risiko diabetes yang selama ini membebaninya.

“Saya baru saja menjalani pemeriksaan darah, dan kesehatan saya bersih dan tidak ada masalah. Dokter saya mengatakan tidak ada yang perlu saya perbaiki,” ujarnya.

(kna/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera