Begini Tips Minum Air Putih untuk Bantu Turunkan BB dari Pakar Diet


Jakarta

Saat menjalani program diet untuk menurunkan berat badan hal yang perlu dilakukan adalah meninjau setiap bagian dari rutinitas harian. Salah satunya adalah mengevaluasi makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi setiap hari.

Faktanya, sesuatu yang sederhana seperti minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan. Ahli diet Amy Goodson memberikan berapa banyak air putih yang harus diminum untuk menurunkan berat badan.

Bisakah minum air putih membantu menurunkan berat badan?

Tetap terhidrasi dengan minum air putih adalah kunci utama untuk menghidrasi tubuh. Selain itu, Goodson mengatakan itu juga bisa membantu menurunkan berat badan secara tidak langsung.


“Minum air memang bermanfaat untuk membantu rasa kenyang, tapi itu bukan penyebab langsung penurunan berat badan,” katanya yang dikutip dari Eat This, Senin (5/2/2024).

Berikut cara air putih dalam membantu menurunkan berat badan:

Meningkatkan rasa kenyang

“Minum air sebelum dan sesudah makan membuat kenyang. Hal ini dapat mengakibatkan konsumsi lebih sedikit kalori selama waktu makan,” jelas Goodson.

Selain itu, menurut penelitian dari Wageningen University di Belanda, orang yang meminum milkshake dan kemudian segelas besar air mengalami penurunan rasa lapar dan peningkatan rasa kenyang. Itu berbanding terbalik pada mereka yang meminum segelas kecil air setelah milkshake.

Hidrasi bebas kalori

Minum air adalah cara bebas kalori untuk meningkatkan hidrasi. Daripada mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis atau minuman berenergi, disarankan untuk minum air putih.

“Itu dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, mendukung pengelolaan berat badan,” kata Goodson.

Peningkatan kinerja fisik

Memastikan tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mencapai kinerja fisik yang optimal. Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan individu bergerak lebih lambat saat berolahraga.

“(Ini) dapat berkontribusi pada pembakaran kalori selama berolahraga,” kata Goodson.

Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan?

Mengenai jumlah ideal air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan, tidak ada pendekatan yang universal. Menurut Goodson, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang harus diminum.

“Meskipun ada aturan lama yang menyatakan bahwa harus minum delapan gelas air, kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang dibutuhkan, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kesehatan Anda secara keseluruhan,” jelasnya.

Bagi wanita, jumlah total air yang harus diminum adalah sekitar 11,5 gelas per hari, sementara untuk pria sekitar 15,5 gelas. Namun, perkiraan ini mencakup cairan yang dikonsumsi baik dari makanan maupun minuman, termasuk air.

Biasanya seseorang akan mendapatkan sekitar 20 persen air dari hal lainnya, seperti dari makanan yakni buah, sayuran, sup, dan lain-lainnya.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, wanita membutuhkan sekitar 9 gelas cairan per hari dan pria sekitar 13 gelas untuk membantu mengisi kembali jumlah air yang hilang.

NEXT: Waktu yang Dianjurkan untuk Minum

Rekomendasi ini menyoroti minum air putih saat makan, yang dapat meningkatkan rasa kenyang yang meningkatkan cairan saat makan.

Sebelum makan: Minum air sebelum makan dapat membantu mengontrol ukuran porsi dengan lebih baik dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi selama makan.

Sepanjang hari: Konsisten dengan hidrasi adalah kuncinya. Ditambah lagi, banyak orang sering salah mengartikan rasa haus dengan rasa lapar dan mungkin mengambil makanan, padahal sebenarnya mereka hanya haus. Hal ini berpotensi menyebabkan asupan kalori lebih besar.

Setelah makan: Setelah selesai makan kecil, di mana seseorang merasa tercukupi daripada kenyang. Minum lebih banyak air dapat meningkatkan rasa kenyang.

Sebelum berolahraga: Minum air sebelum berolahraga adalah kunci untuk mendapatkan performa terbaik dan menghindari atau menunda dehidrasi. Biasanya dianjurkan minum 2-4 jam sebelum berolahraga.

“Tujuannya adalah memulai olahraga dengan warna urin Anda kuning pucat hingga jernih,” tutur Goodson.

Selama berolahraga: Saat berolahraga, seseorang harus minum 0,29 liter air setiap 20 menit untuk menurunkan kemungkinan mengalami dehidrasi.

Setelah berolahraga: “Meskipun kebanyakan orang tidak menimbang berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, rekomendasinya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter air,” kata Goodson.

“Bagi kebanyakan individu, tujuannya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter cairan, dan kemudian terus terhidrasi hingga warna urine mereka kuning pucat hingga jernih.”

(sao/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Deretan Makanan Ini Bisa Bantu Hempaskan Lemak di Perut, Bye Buncit!


Jakarta

Lemak perut yang yang ‘membandel’ kerap menjadi masalah besar dalam proses penurunan berat badan. Lemak di perut atau yang dikenal juga dengan lemak visceral melapisi ruang antara organ di dalam perut sehingga berisiko memberikan efek yang membahayakan untuk kesehatan.

Banyaknya jumlah lemak visceral dikaitkan dengan berbagai macam penyakit seperti diabetes tipe dua, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker. Dikutip dari NY Post, berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat membantu proses penurunan berat badan dan mengurangi lemak di perut:

Kimchi

Makanan fermentasi kubis dari Korea Selatan ini rupanya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada 116 ribu orang di Korsel, makanan ini dapat mengurangi risiko obesitas hingga 11 persen.


Orang yang menyukai makan kimchi cenderung memiliki lingkar perut yang lebih kecil menurut penelitian yang diterbitkan oleh BMJ Open tersebut. Hal itu diakibatkan oleh bakteri hidup yang ada di kimchi tersebut.

“Kimchi rendah kalori, kaya akan serat makanan, bakteri asam laktat, vitamin, dan polifenol,” ucap peneliti.

Protein Rendah Lemak

Beberapa jenis sumber protein rendah lemak seperti daging putih, ikan, daging merah tanpa lemak, tahu, dan kacang-kacangan memiliki manfaat yang besar dalam proses penurunan berat badan. Ahli diet di Inggris Priya Tew menuturkan pemilihan jenis protein ini dapat mempermudah jalan menuju berat badan ideal.

“Saya tidak mengatakan ada makanan tertentu yang dapat mengurangi atau mencegah lemak di perut, melainkan pendekatan gaya hidup. Mengonsumsi makanan ala mediterania terbukti baik untuk tekanan darah, kesehatan jantung, dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Priya.

Diet mediterania memang menjadi salah satu pola diet yang banyak dianjurkan selama proses penurunan berat badan. Pola makan ini menekankan variasi konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, lemak sehat seperti minyak zaitun dan kacang-kacangan, serta makanan tinggi omega 3 seperti salmon dan tuna.

Alpukat

Sumber lemak sehat juga bisa didapatkan dari buah alpukat. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.

Asam lemak omega-3 memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu melawan perkembangan lemak visceral. Selain itu, lemak sehat ini juga berperan mengatur hormon dan meningkatkan kesehatan metabolisme.

Greek Yogurt

Greek yogurt memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Probiotik baik untuk meningkatkan mikrobioma usus yang sehat dan dikaitkan dengan pengurangan lemak visceral.

Selain itu, greek yogurt juga dapat mengatur peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga mampu berkontribusi pada berat badan yang lebih sehat.

Oatmeal

Oatmeal merupakan jenis makanan yang memiliki serat larut tinggi. Serat larut memiliki manfaat untuk menurunkan glukosa darah, meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan, dan mengurangi risiko diabetes tipe dua.

Oatmeal juga membantu menekan nafsu makan dan memperpanjang durasi kenyang untuk membantu mengurangi lemak visceral.

(avk/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Tips Diet Anti Nyiksa untuk Hempaskan Lemak yang Cocok Buat Pemula


Jakarta

Memiliki berat badan ideal dan sehat merupakan keinginan banyak orang. Namun dalam beberapa kasus, proses penurunan berat badan terasa sangat menyiksa dan sulit dilakukan oleh pemula.

Bagaimana langkah yang perlu dilakukan oleh pemula jika ingin mulai diet? Langka awal yang bisa diterapkan adalah mulai secara perlahan merubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diterapkan dikutip dari Business Insider:

Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan zat yang bermanfaat yang ada di sayur dan buah antara lain seperti serat, magnesium, vitamin A dan C, kalium, dan potasium.


Serat bermanfaat untuk meredakan sembelit dan membantu pencernaan, magnesium baik untuk tulang, dan kalium baik untuk menjaga tekanan darah lebih sehat. Sedangkan vitamin A bermanfaat untuk melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin C baik untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga kulit dan gusi.

Selain baik untuk proses penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur banyak dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan pola makan kaya akan buah dan sayur dapat mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit kesehatan kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

Batasi Makanan Olahan

Makanan olahan cenderung memiliki tinggi kalori dan rendah nutrisi. Beberapa jenis contoh makanan olahan yang sebaiknya dikurangi adalah keripik, biskuit, permen, kue, hingga makanan beku seperti nugget dan sosis.

Garam, gula, dan bahan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan yang dapat berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

Beberapa jenis alternatif makanan yang bisa dikonsumsi misalnya seperti oatmeal sebagai pengganti sereal manis, popcorn tawar sebagai pengganti keripik, dan yogurt.

Pilih Lemak Sehat

Lemak adalah bagian penting dari pola makan sehat. Zat nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi tubuh. Namun, perlu dipahami tidak semua lemak sehat dan ada yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

Jenis lemak yang lebih sehat adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon. Lemak tak jenuh dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2009, responden yang mengganti 5 persen asupan lemaknya dengan lemak tak jenuh memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penyakit jantung koroner.

Buat Rencana Makan

Membuat rencana makan juga bisa menjadi peranan penting untuk proses diet. Jenis makanan yang perlu ditingkatkan mencakup buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Rencana makan juga meliputi bagaimana cara makanan diolah dan kapan makanan dikonsumsi.

Selain itu, buat lingkungan menjadi lebih ‘sehat’. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya menyimpan pilihan makanan yang sehat di kulkas dan membatasi stok makanan olahan. Ini dapat membuat diri terbiasa dengan camilan sehat.

Rencana makan dapat berbeda-beda setiap orang. Jika memerlukan bantuan, datangi dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

(avk/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

Punya Body Goals di Usia 40-an, Melanie Putria Pantang Makan Ini


Jakarta

Artis cantik Melanie Putria menjadi panutan banyak orang karena memiliki body goals di usianya yang sudah menginjak 41 tahun. Hal tersebut tak lepas dari gaya hidup sehat yang selama ini telah dijalaninya.

Selain rutin berolahraga, Melanie Putria rupanya juga memiliki beberapa aturan terkait pola makan yang sedang ia jalani. Beberapa jenis makanan yang ia hindari seperti gorengan dan mi instan.

“Kalau pantangan makan aku sudah nggak makan gorengan lagi, aku nggak makan jeroan, aku nggak menyentuh santan, kadang-kadang masih makanan manis,” ucap Melanie Putria ketika ditemui detikcom, Selasa (6/2/2024).


Artis yang menggeluti olahraga lari ini menuturkan terkadang ia masih mengonsumsi makanan manis untuk kebutuhan sebelum berlari. Melanie Putria menuturkan asupan gula sebagai sumber karbohidrat digunakan sebagai tambahan ‘bahan bakar’ ketika mengikuti kompetisi lari.

“Kalau sekarang aku makan seimbang saja. Nasi putih masih, karena nasi putih itu kan gula juga dibutuhkan oleh pelari, sumber karbohidrat,” kata pemenang Putri Indonesia 2002 itu.

Ia mengimbau masyarakat bisa lebih selektif memilih makanan yang masuk ke dalam tubuh. Jenis makanan yang masuk dapat menentukan bagaimana nantinya kesehatan tubuh di masa yang akan datang. Melanie Putria menyarankan konsumsi makanan junk food atau mi instan sebaiknya dikurangi oleh masyarakat.

Pada saat ini, Melanie Putria juga sudah secara sepenuhnya meninggalkan junk food dan mi instan.

“Saya biasanya kalau makan sih makanan normal aja, makanan rumahan. Karbohidrat, protein, dan lemak baik. Misalnya contoh nasi putih, ayam panggang, steam, atau yang nggak terlalu banyak digoreng, terus sayuran, serat. Nah, itu saja sih yang menurut saya. Pastikan nggak processed food, makanan solid, nggak ribet, dan seimbang,” pungkasnya.

(avk/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com / Demi DeHerrera

HyunA Pamer Berat Badan, Fans Salfok Bobotnya di Angka 46 Kg


Jakarta

Musisi Korea Selatan HyunA belum lama ini membagikan potret bobot berat badannya. Dalam sebuah unggahan, bintang K-Pop itu memperlihatkan beratnya di angka 46,6 kg.

Tidak sedikit fans yang salah fokus dengan angka di timbangan itu sembari menyebut HyunA terlalu kurus. Tapi ada juga yang mengatakan berat badannya bertambah beberapa kilogram.

HyunA, yang bernama asli Kim Hyun-ah, berterus terang dalam wawancara tentang perjuangannya dengan diet ekstrem dan penurunan berat badan yang tidak sehat. Saking ketatnya, HyunA bisa tidak makan berhari-hari hanya untuk terlihat kurus.


Diberitakan Strait Times, Penyanyi dengan tinggi 1,64m ini mengungkapkan dia biasa membuat dirinya kelaparan untuk menjaga fisiknya tetap kurus. Dia hanya makan sepotong gimbap pada hari ketika dia mempromosikan lagu barunya. Hal ini menyebabkan tekanan darah rendah dan dia sering pingsan saat syuting atau pertunjukan, hingga 12 kali dalam sebulan.

“Saya terobsesi. Saya ingin menjadi sempurna karena… Saya merasa ada begitu banyak orang yang bekerja untuk saya, berusaha membuat saya terlihat bagus,” kata HyunA dalam siaran YouTube ‘Point of Omniscient Interfere’.

Dia menambahkan bahwa dia sekarang tidak terlalu terobsesi untuk menjadi kurus, dan membiarkan dirinya makan dan menikmati makanan.

Dalam episode bulan Januari dari acara bincang-bincang online yang dibawakan oleh penyanyi Kim Jae-joong, Hyuna mengatakan bahwa berat badannya hanya 41kg saat mempromosikan musiknya.

“Banyak orang mengkhawatirkan saya. Saya menyadari ini salah, jadi saya mengubah kebiasaan gaya hidup saya,” ujarnya.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

5 Minuman Herbal untuk Mengecilkan Perut, Bisa Dibuat di Rumah

Jakarta

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan perut buncit. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman herbal. Apa saja jenis minumannya?

Perut buncit adalah masalah yang kerap dialami banyak orang. Selain merusak kepercayaan diri, perut buncit juga bisa meningkatkan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga masalah jantung.

Karenanya, tidak heran jika banyak orang yang rela menjajal berbagai macam cara untuk mengecilkan perut. Salah satunya dengan mengonsumsi minuman yang terbuat dari herbal atau bahan alami.


Selain minim efek samping, minuman herbal pun cenderung lebih mudah diperoleh atau dibuat sendiri di rumah. Tapi perlu diingat, mengonsumsi minuman herbal saja tidak cukup untuk mengecilkan perut. Kombinasi antara minuman herbal, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik tetap dibutuhkan agar proses penurunan berat badan berjalan optimal.

Lantas, apa saja minuman herbal yang cocok dikonsumsi untuk menghilangkan perut buncit? Dikutip dari berbagai sumber, berikut minuman herbal pengecil perut yang bisa dibuat dengan mudah di rumah.

1. Air Jahe

Air jahe adalah salah satu minuman herbal yang sering direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Jahe kaya akan antioksidan, terutama gingerol, yang dapat mengatasi peradangan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Selain itu, jahe juga mengandung serat yang tak hanya melancarkan fungsi pencernaan, tapi juga meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

Cara membuat air jahe pun tidak sulit. Cukup rebus air bersama beberapa potong jahe yang sudah dibersihkan selama 10-15 menit, saring, kemudian minum airnya.

2. Teh Hijau

Manfaat teh hijau untuk kesehatan sudah cukup terkenal. Tapi siapa sangka, minuman khas Jepang ini ternyata juga bisa membantu menurunkan berat badan.

Teh hijau mengandung antioksidan bernama katekin yang diyakini dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Semakin tinggi laju metabolisme tubuh, maka semakin banyak pula kalori dan lemak yang bisa terbakar.

3. Air Lemon

Sebenarnya, air lemon tidak memiliki efek yang bisa mengecilkan perut. Kendati demikian, mengonsumsi air lemon dapat berpengaruh terhadap proses penurunan berat badan.

Dikutip dari Medical News Today, air lemon tergolong minuman yang rendah kalori. Penelitian menunjukkan mengganti minuman bersoda dengan air lemon dapat mengurangi asupan kalori, sehingga memberikan dampak positif terhadap pengelolaan berat badan.

4. Teh Kayu Manis

Selain sebagai penyedap masakan, kayu manis juga bisa diolah menjadi minuman herbal untuk menurunkan berat badan. Khasiat kayu manis sendiri berasal dari antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan ini dapat membantu melawan peradangan, serta meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Kayu manis juga bisa dikombinasikan dengan jahe dan kunyit untuk menciptakan minuman ‘Golden Milk’ yang tak hanya dapat meningkatkan metabolisme, tapi juga menguatkan imun tubuh serta mengatasi masalah kesehatan tertentu.

5. Jus Seledri

Jus seledri adalah salah satu minuman herbal paling ‘sempurna’ untuk membantu memangkas lemak di perut. Seledri memiliki kandungan serat tinggi, rendah kalori, serta kaya akan air yang dapat menghidrasi tubuh.

Kombinasi nutrisi-nutrisi itulah yang membuat jus seledri sangat cocok dikonsumsi oleh orang-orang yang diet untuk menurunkan berat badan.

(ath/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

4 Cara Simpel Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Cepat Kurus

Jakarta

Metabolisme adalah salah satu aspek penting dalam proses penurunan berat badan. Sebab, semakin cepat metabolisme tubuh maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Jika pembakaran kalori berjalan dengan baik, tentu proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan metabolisme? Dikutip dari Cleveland Clinic, metabolisme adalah proses pembakaran kalori dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Metabolisme dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti usia, jenis kelamin, massa otot, berat badan, hingga tingkat aktivitas fisik. Selain itu, sejumlah kebiasaan simpel yang kita lakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi metabolisme dan proses pembakaran kalori dalam tubuh.


Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan metabolisme agar cepat kurus.

1. Konsumsi Banyak Protein

Mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Sebab, setiap makanan memiliki thermic effect of food (TEF) atau efek termis makanan yang berbeda.

TEF adalah indikator yang mengacu pada jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memproses kandungan gizi dalam makanan. Di antara seluruh nutrisi, protein memiliki efek termal paling besar, yakni 20-30 persen. Artinya, dari setiap 100 kalori yang dikonsumsi, 20-30 kalori akan digunakan untuk memproses protein tersebut.

Karenanya, memperbanyak asupan protein dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Selain itu, protein juga mampu mencegah penurunan massa otot yang sering terjadi akibat diet.

2. Tidur yang Cukup

Banyak orang yang menyepelekan manfaat tidur yang cukup dan berkualitas. Padahal, tidur malam yang nyenyak merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan.

Kurang tidur dapat memengaruhi kadar ghrelin, yakni hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung selalu merasa lapar dan sulit menurunkan berat badan.

Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 juga menemukan orang yang kurang tidur seslama empat malam atau lebih dapat mengalami penurunan metabolisme.

3. Minum Kopi

Kopi memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, dan salah satunya adalah mendukung proses metabolisme tubuh.

Penelitian menunjukkan kafein dalam kopi dapat memicu tubuh untuk melepaskan epinefrin, yakni hormon yang mengatur cara tubuh dalam memproses lemak.

Namun, efek ini dapat bervariasi pada masing-masing orang. Contohnya, sebuah studi menunjukkan kafein lebih efektif meningkatkan pembakaran lemak selama berolahraga pada individu dengan gaya hidup kurang aktif (sedentary) dibandingkan atlet terlatih.

4. Sering Berdiri dan Jalan Kaki

Kebanyakan duduk dapat berdampak negatif pada kesehatan. Sebab, selama duduk tubuh akan membakar lebih sedikit kalori sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan berdiri atau berjalan kaki saat bekerja dapat membantu menurunkan berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida puasa, kolesterol total, dan insulin.

Jika sering duduk saat bekerja, cobalah untuk sesekali berdiri dan berjalan kaki untuk mengimbangi waktu yang dihabiskan saat duduk. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah, yang tentunya berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

(ath/suc)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

9 Cara Meratakan Perut Buncit dengan Cepat Tanpa Olahraga

Jakarta

Bagi sebagian orang, perut buncit cukup mengganggu penampilan dan bisa menurunkan rasa percaya diri. Perut membesar karena penumpukan lemak berlebih ini juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti diabetes dan penyakit jantung.

Oleh sebab itu, tak sedikit orang yang mencoba berbagai cara untuk mengecilkan perut buncit. Dan ternyata kondisi perut ini bisa lho dihilangkan dengan menjalani pola hidup sehat. Lantas, bagaimana cara menghilangkan perut buncit?

Cara Mengecilkan Perut Buncit

Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meratakan perut buncit tanpa olahraga. Berikut penjelasannya yang dikutip dari Healthline.


1. Gunakan Piring Kecil untuk Makan

Menghilangkan perut buncit dapat dilakukan dengan mengurangi porsi makan. Dan ini bisa dicoba dengan menggunakan piring kecil saat makan. Piring kecil bisa membuat porsi makan tampak lebih banyak padahal hanya makan sedikit.

Sebaliknya, makan dengan piring besar dapat membuat porsi makan terlihat sedikit sehingga mendorong untuk mengambil lebih banyak makanan.

2. Minum Air Sebelum Makan

Penelitian menunjukkan orang yang minum dua gelas air sebelum makan dapat mengurangi porsi makan 22 persen lebih sedikit. Sekitar 500 ml air yang diminum sesaat sebelum makan bisa meregangkan perut dan mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

Kamu dapat meminum segelas-dua gelas air sebelum makan sehingga bisa mengurangi asupan kalori. Dengan begitu, lemak makanan tidak menumpuk berlebih di perut dan kamu juga tidak akan kelaparan meski makan lebih sedikit.

3. Kunyah Makanan Secara Perlahan

Mengunyah makanan dengan perlahan bisa jadi salah satu cara untuk meratakan perut buncit. Hal ini karena berhubungan dengan cara otak merespons aktivitas hormon yang mempengaruhi rasa kenyang.

Studi menemukan bahwa orang yang mengunyah atau makan lebih lambat dapat menurunkan asupan makanan yang dikonsumsi dan meningkatkan rasa kenyang.

Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan orang yang mengunyah lebih cepat akan makan dengan porsi dan kalori lebih banyak.

4. Perbanyak Asupan Protein

Protein mempunyai efek besar terhadap nafsu makan. Tidak hanya membuat perut kenyang, tapi juga dapat menurunkan asupan kalori dan mengurangi rasa lapar.

Hal ini dikarenakan protein bisa mempengaruhi beberapa hormon yang berperan dalam mengontrol rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan glukagon.

5. Konsumsi Makanan Kaya Serat

Makan makanan tinggi serat juga dapat bantu membuat kenyang lebih lama. Sehingga mencegah untuk konsumsi porsi makan lebih besar yang bisa menyebabkan perut buncit.

Menurut studi, serat kental atau viscous fiber bisa meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Jenis serat ini ditemukan pada makanan nabati, seperti oat, kubis, asparagus, dan jeruk.

6. Hindari Minuman Manis

Konsumsi minuman manis dengan gula berlebih menjadi salah satu penyebab naiknya berat badan dan perut buncit. Minuman manis ini, seperti soda, teh manis, kopi susu, dan lainnya.

Asupan gula yang tinggi dapat menaikkan kadar lemak visceral dengan meningkatkan resistensi insulin dan memicu peradangan. Karena itu, hindari minuman dengan gula berlebih jika tak ingin perut membuncit.

7. Pilih Makanan Berlemak Sehat

Lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu berat badan bertambah. Di sisi lain, kedua jenis lemak tak sehat itu bisa membahayakan kesehatan jantung dengan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Untuk menghindarinya, konsumsilah makanan yang mengandung lemak sehat. Selain dapat bantu mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan, lemak sehat juga punya banyak manfaat. Makanan berlemak sehat, contohnya alpukat, biji chia, telur, dan zaitun.

8. Kelola Stres dengan Baik

Stres bisa meningkatkan hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dapat menaikkan nafsu makan dan mendorong untuk makan dengan porsi lebih banyak.

Kelola stres dengan baik bukan hanya mencegah perut buncit tapi juga cara melindungi diri dari depresi dan obesitas.

9. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

Pola tidur juga memiliki dampak terhadap nafsu makan. Kurang tidur bisa mengganggu leptin dan ghrelin, hormon mengontrol rasa lapar.

Hormon yang naik turun dapat meningkatkan lapar dan nafsu makan sehingga menyebabkan asupan kalori lebih tinggi.

Oleh sebab itu, tidurlah yang cukup dan berkualitas. Waktu tidur ideal bagi orang dewasa sekitar 7-9 jam, dan 8-12 jam untuk anak-anak dan remaja.

Nah, itu dia sederet cara menghilangkan perut buncit tanpa olahraga. Semoga membantu!

(azn/inf)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Ahli Ungkap Jenis Diet Ini Bisa Bikin Wanita Hidup Lebih Lama

Jakarta

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa wanita yang menjalani diet Mediterania hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tak melakukannya. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati lebih dari 25.000 wanita selama 25 tahun.

Dalam studi baru yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open itu, para peneliti bertanya kepada 25.315 wanita sehat yang berpartisipasi dalam Women’s Health Study tentang pola makan mereka. Peneliti juga mengumpulkan darah serta biomarker lainnya antara tahun 1993 dan 1996. Wanita-wanita tersebut kemudian dievaluasi ulang antara tahun 2018 dan 2023.

Mengikuti pola makan Mediterania tidak hanya mengurangi risiko kematian dini sebesar 23 persen, tetapi juga mengurangi risiko kematian akibat kanker sebesar 17 persen, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular sebesar 20 persen.


“Bagi wanita yang tertarik berumur panjang, penelitian kami menunjukkan bahwa mengikuti pola makan Mediterania dapat mengurangi sekitar seperempat risiko kematian selama lebih dari 25 tahun dan memberikan manfaat bagi kanker dan kematian kardiovaskular, yang merupakan penyebab utama kematian,” kata Kepala penulis penelitian sekaligus ahli jantung di Brigham and Women’s Hospital dan profesor kedokteran di Harvard Medical School di Boston, Dr Samia Mora, seperti dikutip CNN.

Seperti Apa Pola Diet Mediterania?

Pola makan ala diet Mediterania terbilang sangat sederhana. Diet ini berfokus pada masakan nabati yang sebagian besar makanan berfokus pada buah-buahan dan sayuran, biji-bijian utuh (whole grains), kacang-kacangan hingga biji-bijian, serta minyak zaitun extra-virgin. Sementara lemak selain minyak zaitun, seperti mentega, gula, hingga makanan olahan perlu dihindari untuk dikonsumsi.

Daging merah juga disarankan dikonsumsi secukupnya, biasanya hanya untuk memberi rasa pada hidangan. Untuk produk susu, dan unggas dimakan dalam porsi yang jauh lebih kecil.

Sementara sangat dianjurkan untuk mengonsumsi ikan yang sehat dan berminyak, yang mengandung asam lemak omega-3.

“Dalam penelitian ini, kepatuhan terhadap pola makan Mediterania merupakan ukuran kualitas pola makan. Mereka yang paling patuh adalah mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan, lebih banyak sayuran, lebih banyak buah-buahan, lebih sedikit daging, dan lebih sedikit daging olahan,” kata dr David Katz, spesialis pengobatan pencegahan dan gaya hidup yang mendirikan organisasi nirlaba True Health Initiative, sebuah koalisi global dari para ahli yang berdedikasi pada pengobatan gaya hidup berbasis bukti.

Meskipun penelitian ini bersifat observasional sehingga tidak dapat menunjukkan sebab dan akibat langsung, namun kata dr Katz yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan temuan ini sepenuhnya konsisten dengan banyak penelitian lain mengenai pola makan Mediterania yang sekarang terkenal menyehatkan.

“Kami mungkin merasa nyaman menyimpulkan bahwa pola makan berkualitas tinggi memang ‘menyebabkan’ risiko kematian yang lebih rendah,” kata Katz.

Manfaat Lain diet Mediterania

Diet Mediterania memiliki banyak manfaat ilmiah, bahkan pola makan ala Mediterania dapat mengurangi risiko kanker payudara, demensia, depresi, diabetes, kolesterol tinggi, dan kehilangan ingatan.

Kepatuhan terhadap pola makan ini juga dapat membuat tulang lebih kuat, jantung lebih sehat, dan umur lebih panjang. Ini juga baik untuk menurunkan berat badan yang sehat.

Namun, dari semua data tersebut, hanya ada sedikit rincian mengenai dampak spesifik diet Mediterania terhadap wanita, terutama dalam jangka panjang. Hal ini penting, kata para ahli, karena wanita bukan laki-laki.

Otak wanita bekerja secara berbeda pada tingkat molekuler dibandingkan otak pria. Ukuran jantung wanita mungkin berbeda dengan pria, dan wanita memiliki gejala serangan jantung yang sangat berbeda dibandingkan pria.

Wanita bahkan memetabolisme alkohol dan obat-obatan secara berbeda dibandingkan pria. Ada perbedaan nyata antara menarche dan menopause, yang menciptakan berbagai risiko kesehatan khusus bagi perempuan.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing

Prilly Latuconsina Makin Kurus, Kurangi Gula dan Gorengan Bikin Turun 10 Kg

Jakarta

Aktris Prilly Latuconsina terlihat semakin langsing setelah berhasil turun 10 kg. Kata dia, tak ada pola makan terlalu ketat yang membuatnya turun berat badan.

Bintang film Danur itu mengatakan sudah setahun menjalani pola hidup sehat. Hal utama yang dia lakukan adalah mengurangi makanan manis dan gorengan.

“Aku sudah mengurangi makan-makanan yang manis, goreng-gorengan. Sebenarnya sih biasa saja makannya, kalau kalian lihat aku masak normal-normal aja sih sebenarnya. Cuma mungkin karena kegiatannya banyak, jadinya makin kurus kali ya,” ucap Prilly dikutip dari detikHot.


Aktris berusia 27 tahun itu mengatakan banyak yang mengiranya sakit lantaran berat badannya turun. Dia hanya menjalani pola makan sehat ditambah dengan rutin berolahraga yang berpengaruh ke metabolisme tubuhnya.

Manfaat mengurangi asupan gula dan gorengan

Memutuskan untuk mengurangi asupan gula tambahan bukanlah hal yang mudah. Namun, manfaat dari mengurangi gula sangat beragam untuk tubuh termasuk peningkatan kesehatan mulut, jantung sampai penurunan berat badan.

Mengurangi makanan manis tidak hanya membuat badan terlihat lebih kurus, tetapi juga mengurangi risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya, seperti stroke, kanker, serangan jantung, hipertensi, hingga demensia.

Di samping itu, dikutip dari Health Digest, gorengan sangat tinggi kalori terlebih jika digoreng dengan lama dengan minyak. Minyak dapat terserap ke dalam makanan sehingga meningkatkan kandungan lemak dan kolesterolnya.

Masalah lain dari makanan yang digoreng adalah sering kali mengandung lemak trans yang tinggi. Lemak trans adalah jenis lemak tak jenuh yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Makanan yang digoreng tinggi kalori, lemak, dan kolesterol, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Untuk mengurangi risiko masalah kesehatan ini, penting untuk membatasi asupan makanan yang digoreng.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Source : unsplash.com / Online Marketing