Hotel Salatiga Ini Terlangsing di Indonesia, Kedua di Dunia



Kota Salatiga

Kota Salatiga mencatatkan rekor hotel terlangsung atau tertipis di Indonesia, bahkan kedua di dunia!

Inilah Hotel Pitu Rooms di Jalan Sukowati No 33, dekat dengan Alun-alun Pancasila Salatiga. Meski tak ada pelang hotel di depannya, warga yang melintas bisa dengan mudah menemukan Pitu Rooms karena bentuknya yang unik.

Hotel itu hanya memiliki lebar 2,8 meter, panjang 9,5 meter, dan tinggi 17 meter. Bangunan itu terlihat menjulang tinggi dengan warna mayoritas cokelat kayu.


Sulit membayangkan bangunan itu adalah hotel jika hanya melihat dari depan. Identitas bangunan itu hanya terlihat di satu sisi bangunan dengan tulisan ‘PITU’.

Di depannya justru ada papan nama Kafe Ngopo Ngopi, yang membuatnya lebih terlihat seperti kafe. Apalagi susunan meja-kursi dan wastafel di depannya, jika tanpa meja resepsionis, area depan hanya akan terlihat seperti kafe biasa.

“Ini sepertinya memang dinobatkan sebagai hotel tertipis di Indonesia. Kalau di dunia nomor dua, yang pertama ada di Jerman tapi kan di sana hanya ada satu kamar,” kata Supervisor Pitu Rooms, Oktaviani Rosita saat ditemui detikJateng, Kamis (21/3/2024).

Hotel tertipis yang dimaksud ialah Eh’Haeusl yang berada di Amberg, Jerman. Hotel itu lebih tipis 40 sentimeter dibanding Pitu Rooms.

Meski begitu, Eh’Haeusl lebih seperti rumah yang dijadikan hotel dengan kapasitas maksimal dua orang tamu. Jauh berbeda dengan Pitu Rooms yang memiliki 7 lantai dengan 7 kamar, restoran, dan kafe.

“Kalau di sini per kamar memang direkomendasikan hanya untuk dua orang, kalau anak di bawah lima tahun masih boleh tapi kalau di atas lima tahun direkomendasikan pesan kamar tambahan,” jelasnya.

***

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

5 Poin Mitos Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan Cuma 1 Malam


Jakarta

Di balik kemegahan kompleks Candi Prambanan, tersimpan kisah legendaris. Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang.

Belakangan ini nama Bandung Bondowoso dikaitkan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Katanya sih, di balik pembangunan IKN yang sesuai target tak lepas dari sosok Bandung Bondowoso-nya IKN.

Kisah Bandung Bondowoso memang legendaris. Bandung Bondowoso seorang ksatria dari Kerajaan Pengging. Saat melakukan penyerangan ke Kerajaan Prambanan, dia terpikat kepada pesona putri kerajaan, Roro Jonggrang. Dan bermaksud meminang Roro Jonggrang.


Roro Jonggrang menolak dengan cara halus. Dia meminta syarat yang mustahil diwujudkan, yakni menguji Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam semalam.

Bandung Bondowoso nyaris berhasil mewujudkannya. Tetapi, Roro Jonggrang melakukan segala hal agar Bandung Bondowoso gagal.

Berikut kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang dalam legenda candi Prambanan:

1. Bandung Bondowoso, Legenda dari Tanah Jawa

Bandung Bondowoso adalah seorang tokoh legendaris dalam mitologi Jawa yang sering dihubungkan dengan sejarah pembangunan Candi Prambanan. Menurut legenda, ia adalah seorang ksatria dari Kerajaan Pengging yang memiliki kekuatan magis.

Bandung Bondowoso memiliki pasukan jin yang kerap membantunya berperang dan merebut daerah kekuasaan. Salah satu kerajaan yang disasar adalah kerajaan Prambanan. Dalam pendudukan itu, sang raja Prambanan, Prabu Boko, tewas.

2. Terpikat Roro Jonggrang

Salah satu kisah paling terkenal yang melibatkan Bandung Bondowoso adalah cerita cinta dengan putri Kerajaan Prambanan, Roro Jonggrang. Dalam versi paling terkenal dari cerita ini, Bandung jatuh cinta pada Roro Jonggrang dan ingin meminang Putri Roro Jonggrang .

Namun, Roro Jonggrang menolak karena tidak ingin menikahi Bandung Bondowoso yang telah membunuh ayahnya, Prabu Boko. Dia pun mengajukan dua syarat yang mustahil diwujudkan, yakni berupa pembuatan sumur dan membangun 1.000 candi dalam waktu semalam.

3. Syarat Pertama, Sumur Jalatunda

Bandung Bondowoso harus membangun sumur Jalatunda sebagai syarat pertama yang diajukan oleh Roro Jonggrang. Dengan kekuatan magisnya, Bandung Bondowoso berhasil menyelesaikan sumur tersebut.

Namun, Roro Jonggrang mencoba untuk memperdaya Bandung dengan menyuruhnya turun ke dalam sumur untuk memeriksanya. Ketika Bandung turun, Roro Jonggrang memerintahkan Gupala untuk menutup sumur dengan batu. Meskipun demikian, Bandung Bondowoso berhasil keluar dari sumur dengan cara yang luar biasa, yakni dengan mendobrak timbunan batu berkat kekuatan magisnya.

4. Mempunyai Pasukan Jin

Syarat kedua yang diberikan oleh Roro Jonggrang membawa Bandung Bondowoso melakukan meditasi dan menggunakan kekuatan magisnya. Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso menyelesaikan 1.000 candi dalam waktu satu malam.

Dengan bantuan jin Bandung Bondowoso berhasil mendirikan 999 candi. Kurang satu candi.

5. Membangun 1.000 Candi dalam Semalam

Satu candi itu mulai dibangun, tetapi Roro Jonggrang siaga. Dia tidak mau permintaannya terwujud.

Roro Jonggrang kemudian meminta para gadis untuk membakar jerami dan menumbuk lesung. Dia yakin cara itu bisa mengecoh pasukan jin. Malam sudah usai dan pagi sudah datang.

Jin-jin percaya bahwa matahari telah terbit, dan meninggalkan proyek pembangunan candi. Bandung Bondowoso murka. Ia mengutuk Roro Jonggrang untuk menjadi arca sebagai candi yang ke-1000. Arca itu dinamai arca Durga.

Menarik ya kisah Bandung Bondowoso, sang legenda yang lakukan pembangunan candi dengan sistem kebut semalam. Sama nggak nih dengan pembangunan IKN?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nyaman Gallery Bisa Bikin Weekend Makin Romantis, Gandengan Tangan, Hati Pelukan



Badung

Tepat di tengah kawasan Seminyak, Bali ada satu galeri seni karya para seniman Indonesia dan mancanegara. Bernama Nyaman Gallery.

Berdiri sejak 2013, Nyaman Gallery menjadi tempat pameran seni kontemporer. Ruang seni yang satu ini menyajikan ratusan karya seni, mulai dari yang berkonsep street art hingga mix media kolase.

Icha, staf galeri di Nyaman Gallery, menuturkan bahwa nama Nyaman Gallery diambil karena ingin menciptakan rasa nyaman untuk para pengunjung, bak rumah sendiri. Nyaman Gallery juga menjadi rumah bagi 15 seniman lokal maupun internasional untuk memamerkan karya seninya.

“Nyaman Gallery merepresentasikan 15 seniman, baik itu lokal, Indonesia, maupun internasional. Karyanya pun berupa lukisan dan fotografi dengan berbagai style,” kata Icha.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berkunjung ke Nyaman Gallery, traveler bisa mengeksplor lima ruangan yang menyimpan berbagai karya dari 15 seniman. Tak ada tema khusus di setiap ruangan, namun menurut Icha ada satu area yang berkonsep unik, bak kamar kost.

“Kita di sini ada lima ruangan. Dari masing-masing ruangan kita nggak ada konsep khusus sih. Empat ruangan kita mix karya seni dari 15 seniman. Cuma ruangan di outdoor area ini sedikit unik, konsepnya kaya kamar kost dan lebih menjurus ke beberapa kategori karya,” ujar Icha.

Nyaman Gallery menyimpan ratusan karya, baik itu original artwork atau limited art print. Tak salah jika Nyaman Gallery menjadi galeri seni terbesar di area Seminyak, Bali.

Menurut Icha Nyaman Gallery sip banget untuk para pecinta seni karena tak hanya menyajikan karya seni, tapi traveler bisa menjelajahi barang-barang vintage untuk dekorasi seni.

“Nyaman Gallery ini galeri terbesar di area Seminyak, jadi para pecinta seni wajib coba ke sini. Karya yang kita sajikan cukup beragam. Ada beberapa teknik dan media karya seni, kita juga sajikan dekorasi seni yang vintage,” ujar dia.

Meskipun merupakan gallery komersil, Nyaman Gallery tak mewajibkan setiap pengunjung untuk membeli karya seninya. Bahkan, galeri satu ini tak mengenakan biaya tiket masuk, alias gratis. So, tempat ini bisa menjadi pilihan untuk berakhir pekan. Seperti single terbaru Maliq & D’Essentials, di sini traveler yang datang bersama pasangan bisa semakin romantis.


Tak perlu khawatir, meskipun tak dipungut biaya, traveler akan tetap ditemani oleh staf galeri untuk melakukan gallery tour. Jika penasaran dengan setiap seniman, traveler bisa menemukan beberapa print katalog dari masing-masing seniman.

Icha menuturkan tak jarang pengunjung yang datang juga menghabiskan waktunya untuk berfoto dan berburu spot foto estetik di Nyaman Gallery. Pengunjung juga banyak yang memboyong karya seni dari Nyaman Gallery sebagai buah tangan.

Nyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di BaliNyaman Gallery di Seminyak, Bali, galeri seni terbesar di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Banyak sih pengunjung yang membeli karya seni di Nyaman Gallery, baik itu original artwork maupun limited art print. Ada juga yang suka membeli dekorasi seni untuk dijadikan oleh-oleh,” kata Icha.

Uniknya, jika traveler sudah lelah berkeliling galeri. Nyaman Gallery juga memiliki cafe estetik yang sip untuk ngopi. Seluruh informasi terkait aktivitas di Nyaman Galler bisa traveler simak di akun Instagram @nyamangallery.

Gallery yang satu ini berlokasi di area Seminyak, tepatnya di Jalan Raya Basangkasa No.88, Seminyak, Kec. Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Nyaman Gallery buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA. Setiap harinya gallery ini bisa dikunjungi puluhan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi traveler pecinta seni yang mau cari surganya karya seni kontemporer, Nyaman Gallery jadi pilihan yang oke untuk dikunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Historis di Menteng, dari Taman Suropati sampai Sekolah Obama



Jakarta

Menteng menjadi tempat tinggal para pejabat penting, baik dalam hingga luar negeri sejak zaman dulu. Berikut tujuh jejaknya.

Karena itu pula hingga kini kawasan Menteng sering disebut sebagai kawasan elit. Terletak di jantung Jakarta, kini Menteng menjadi tempat tinggal para petinggi perusahaan di Indonesia, kedutaan luar negeri, hingga para artis.

Cindy, pemandu dari Jakarta Good Guide, menyebut dulu kawasan Menteng adalah sebuah hutan yang dikelilingi oleh perbukitan cantik. Tanah yang subur membuat banyak pepohonan tumbuh di sana.


Salah satu pohon yang banyak tumbuh di kawasan ini adalah Pohon Buah Menteng. Pohon itulah yang menjadi asal-muasal nama daerah tersebut. Sayangnya, saat ini buah mirip duku itu semakin langka.

Hanya dalam musim tertentu buah menteng bisa ditemukan di sekitar Stasiun Bogor dengan harga Rp 25 ribu per kilo.

Pembangunan di Jakarta semakin masif dijalankan, namun tidak membuat Menteng kehilangan banyak sejaha yang menarik untuk ditelusuri.

Mulai dari Sukarno hingga Barack Obama pernah mengukir cerita di kawasan ini. Bersama Jakarta Good Guide, detikTravel menjelajahi Menteng pada Rabu (13/3/24) petang.

Berikut tempat-tempat bersejarah di Menteng:

1. Taman Suropati

Sejak diambil alih oleh Belanda pada 1912, Belanda banyak membangun rumah-rumah yang dikhususkan untuk menjadi tempat tinggal pegawai pemerintahan Belanda di Menteng.

Saat itu, Netherlanders selalu membuat satu taman besar di bagian tengah-tengah suatu cluster untuk bersosialisasi dan melakukan piknik. Akhirnya pada masa pemerintahan GJ Bisschop terciptalah taman yang saat itu bernama Burgemeester Bisschopplein.

Setelah Indonesia merdeka, taman tersebut berganti nama menjadi Taman Suropati yang diambil dari nama seorang pahlawan yang berjasa menentang VOC, Untung Suropati.

Kini, taman tersebut telah direvitalisasi menjadi semakin cantik dan asri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Taman Suropati juga terpilih menjadi tempat peletakan 6 monumen persahabatan ASEAN. Taman ini masih menjadi taman kota favorit warga Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan.

2. Taman Diponegoro

Tepat di depan Taman Suropati, terdapat sebuah taman warna warni yang mencuri perhatian. Taman ini dirancang sebagai penghias Jalan Diponegoro, sehingga tidak ditemukan tempat duduk untuk bersantai di sana.

Meskipun begitu, tak sedikit orang yang mampir untuk memotret beberapa gambar disana. Taman tematik dengan tumbuhan warna-warni yang disusun berpola ini memiliki ciri khas Patung Diponegoro dan kudanya yang dikelilingi air mancur.

Patung tersebut merupakan karya seniman ternama Edhi Sunarso yang dipesan langsung oleh Duta Besar Italia. Ia memberikan patung tersebut sebagai hadiah sebelum kembali ke Italia pada tahun 1960-an.

3. Gedung Bappenas

Gedung ini dulu digunakan sebagai tempat pertemuan Freemasonry. Freemasonry adalah suatu asosiasi perkumpulan orang kaya yang sangat tertutup.

Sangat sulit mencari info pasti terkait asosiasi tersebut, hingga banyak orang menganggap asosiasi tersebut sangat misterius. Konon saat pertama berdiri asosiasi tersebut beranggotakan para pekerja di bidang developer, hal tersebut yang membuat adanya unsur Jangka dan Busur pada logo Freemasonry.

Saint Jonathan merupakan pelindung dari Freemasonry. Pengucapannya yang menyerupai kata syaitan dan keanggotaannya yang misterius membuat asosiasi ini sering disebut sebagai ‘Loji Setan’. Meskipun begitu, freemasonry memiliki banyak kegiatan sosial yang bertujuan menyejahterakan sesama.

Menurut informasi yang didapatkan, Raden Saleh dan Suwiryo adalah orang Indonesia yang pernah tergabung dalam asosiasi tersebut. Freemasonry akhirnya dibubarkan oleh Sukarno saat masa pemerintahannya. Akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Bappenas.

4. GPIB Jemaat Paulus

Dulu gereja ini adalah salah satu gereja yang melayani umat-umat Belanda dengan Bahasa Belanda.

Bangunan gereja ini cukup unik dengan atap tinggi dan satu buah menara lengkap dengan simbol ayam pada bagian atasnya. Itu menceritakan salah satu kisah di Alkitab, yang bermakna bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan tidak ada manusia yang sempurna.

5. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Sebelum difungsikan menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal dari Laksamana Maeda salah satu personel militer Jepang yang meminjamkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Hal itu bisa terjadi berkat negosiasi Ahmad Subarjo yang merupakan translator Laksamana Maeda sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Pada museum ini lengkap tersimpan bukti sejarah dilengkapi diorama proses perumusan naskah proklamasi yang dapat traveler kunjungi secara gratis.

6. SDN Menteng 01

Sekilas tak ada yang spesial dari sekolah negeri ini. Bangunannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah negeri lainnya. Namun ternyata sekolah dasar negeri ini merupakan tempat Barry Soetoro atau biasa dikenal dengan Barack Obama menuntut ilmu.

Presiden ke-44 Amerika Serikat ini pernah menetap selama 4 tahun di Indonesia saat Endunham sang Ibu menikah dengan Lolo Soetoro seorang topograf yang merupakan warga negara Indonesia.

7. Taman Menteng

Taman ini merupakan tempat cikal bakal terbentuknya klub bola Jakarta, Persija. Saat zaman penjajahan Belanda, terdapat suatu stadion yang kerap digunakan untuk olahraga sepak bola. Namun saat itu pribumi tidak diperkenankan bergabung di lapangan tersebut.

Melihat kejadian itu M.H Thamrin tergerak dan akhirnya Taman Menteng ini diubah menjadi Stadion Menteng sebagai tempat pelatihan sepak bola khusus pribumi hingga akhirnya pindah ke Lapangan Petojo yang saat ini dikenal dengan Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

Pada tahun 2004 terciptalah rencana untuk mengubah Stadion Menteng menjadi sebuah taman karena kurangnya lahan terbuka hijau. Hingga kini Taman Menteng masih menjadi sarana berolahraga masyarakat Jakarta.

Di taman ini juga disimpan Monumen Tugu 66. Tugu itu direlokasi pada 5 Oktober 1922 karena visual tugu itu terhalang setelah proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said selesai dibangun. Proses pemindahan sendiri dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sesuai prosedur berlaku.

Pada pengamatan detikTravel Rabu (13/3) pukul 16.00 WIB terlihat beberapa anak-anak bermain basket dan sepatu roda di sana. Bahkan, ada beberapa bule dan anaknya sedang beraktivitas di Taman Menteng sore itu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit di TIM Bisa Mampir ke Masjid Amir Hamzah yang Estetik



Jakarta

Taman Ismail Marzuki (TIM) adalah taman modern yang kerap menjadi spot muda-mudi nongkrong pun ngabuburit di kala ramadan. Ke sini, traveler jangan lupa singgah ke Masjid Amir Hamzah.

Kawasan TIM kini digandrungi oleh banyak muda-mudi sekitar Jakarta. Itu karena lokasinya yang cukup luas, memiliki berbagai bangunan yang futuristik, hingga berbagai fasilitas. Tempat ini kerap digunakan bagi muda-mudi untuk berkegiatan seni, olahraga, hingga membaca.

Bagi yang ngabuburit di sini, tak afdol juga rasanya jika tak singgah ke Masjid Amir Hamzah yang memiliki rupa industrial minimalis. Tempat ini juga bisa menjadi spot ngadem atau menenangkan diri di tengah hiruk pikuk perkotaan. Pasalnya, suasana masjid di sini cukup sunyi karena letaknya di bagian belakang area TIM.


Berkunjung ke sini, traveler akan disuguhi area yang cukup adem dengan rimbun pepohonan. Kemudian, traveler akan menemui rupa bangunan masjid yang begitu estetik. Jika tidak ada atribut atau penanda masjid, mungkin saja banyak orang mengira ini sebagai tempat nongkrong.

Masjid Amir HamzahMasjid Amir Hamzah. (Weka Kanaka/detikcom)

Bangunan dengan aksen kaca besar di segala sisi khas masjid dipadukan dengan ornamen lantai kayu dan atap dengan desain industrial. Di dalamnya, masjid memperoleh cahaya dari desain atap yang futuristik dengan celah-celah kaca. Selain itu, masjid ini dikelilingi oleh kolam ikan. Sehingga, nongkrong di tepian masjid sambil memandangi kolam menjadi aktivitas yang dapat menenangkan diri.

Konsep modern namun tak biasa ini membuat banyak orang kerap tak menyadari keberadaan masjid ini.

“Banyak yang bertanya-tanya, ada yang sudah ke sini, masih ada yang nanya masjidnya di mana. Karena normalnya masjid berkubah,” kata DKM Masjid Amir Hamzah, Edy Junaedi, saat ditemui detikTravel pada momen Ramadan tahun lalu.

Sejarah masjid, berpindah-pindah dan sempat di bawah tanah

Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) belum diresmikan secara formal namun mulai dibuka untuk umum beberapa waktu lalu. Pembangunan dengan merobohkan bangunan lama dan hanya menyisakan Teater Kecil serta sedikit bangunan planetarium. Arsitek membangun ulang dengan gaya kontemporer melalui pendekatan industrial yang lagi hits dan mewabah di berbagai ruang publik lain. Hasilnya, kawasan TIM versi baru mengundang decak kagum akan visi dan narasi yang dibawakan. Pun demikian, sebagai sebuah ide, karya ini memantik diskusi dan juga kritik. Setidaknya, bagi pengkritiknya, desain baru TIM kurang merespon iklim tropis yang memerlukan resapan air dan pepohonan di mana-mana, menghindari beton ekspose yang bikin gerah, dan biaya perawatan yang tak sedikit.Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). (Ari Saputra)

Kini, Masjid Amir Hamzah memang telah berdiri dengan estetik. Masjid ini memiliki sejarah cukup panjang dengan lokasi yang kerap berpindah lokasi. Bahkan, suatu waktu masjid ini sempat berada di basement bawah tanah.

Pada awalnya masjid ini berposisi di tempat yang berada sekarang. Sebelum akhirnya mesti dibongkar dan direlokasi karena adanya proses perluasan kampus Institute Kesenian Jakarta (IKJ) yang berada tepat di sebelahnya.

“Pada tahun 2013, itu ada niat buat revitalisasi karena ada perluasan dari kampus, jadi Masjid Amir Hamzah untuk sementara dibongkar dulu, direvitalisasi, direlokasi ke basement,” kata Edy.

Empat tahun lamanya masjid ini berada di basement, kemudian pindah di samping planetarium selama tiga tahun. Tak berhenti di situ, pada tahun 2017, Masjid Amir Hamzah mesti kembali ke basement hingga akhirnya berada di tempat saat ini.

“Hampir 4 tahun kita pindah di basement, setelah 4 tahun ini kita dipindah ke samping Planetarium itu hampir 3 tahun. Dan, pada 2017 dibongkar lagi kita pindah ke basement lagi,” katanya.

Hingga akhirnya, setelah proses revitalisasi di TIM rampung, begitu pula proses revitalisasi Masjid Amir Hamzah diselesaikan. Tepatnya pada tahun 2019, masjid ini kembali ke posisi asalnya dia berdiri.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Fakta Harimau Jawa yang Punah dan Kini Muncul Tanda-tanda Kehidupannya



Jakarta

Harimau jawa (Panthera tigris sondaica), subspesies harimau yang dilaporkan punah, kini dilaporkan muncul kembali. Berikut fakta tentang harimau jawa.

Penemuan harimau jawa itu diungkapkan peneliti Pusat Riset Biosistematikan dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wirdateti baru-baru ini. Dia mengungkap temuan itu muncul dari sehelai rambut yang diduga milik harimau jawa yang ditemukan di pagar pembatas kebun warga di Desa Cipeundeuy, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Rambut tersebut ditemukan oleh Kalih Reksasewu atas laporan Ripi Yanuar Fajar yang berpapasan dengan hewan mirip harimau jawa yang dikabarkan telah punah, pada malam hari 19 Agustus 2019,” kata Wirdateti, mengutip siaran pers BRIN, Senin (25/3).


Temuan Wirdateti dan kawan-kawan itu sudah dipublikasikan dalam jurnal Onyx terbitan Cambridge Universit Press berjudul “Is the Javan tiger Panthera tigris sondaica extent? DNA analysis of a recent hair sample” yang terbit 21 Maret 2024.

Dari serangkaian analisis DNA, Wirdateti dan tim menyimpulkan sampel rambut harimau yang ditemuka di Sukabumi Selatan adalah spesies Panthera tigris sondaica atau harimau jawa. Itu termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen harimau jawa koleksi Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) pada 1930.

Selain rambut, dari lokasi tersebut juga ditemukan bekas cakaran mirip harimau yang semakin menguatkan tim untuk melakukan penelitian.

Berkurangnya habitat dan aktivitas perburuan yang kian meningkat membuat Harimau jawa menjadi subjek konservasi. Pada tahun 1980-an, harimau jawa telah dinyatakan punah oleh otoritas berwenang.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) selaku lembaga konservasi internasional juga sudah menyematkan status punah (extinct) untuk sang loreng asal tanah Jawa ini.

Meskipun telah dinyatakan punah, kehadiran Harimau Jawa masih menyimpan daya tarik yang memukau.

Berikut fakta mengenai si raja rimba asli Pulau Jawa ini:

1. Tradisi Rempogan Macan

Pengurangan drastis populasi Harimau Jawa telah dihubungkan dengan praktik Rampogan Macan, sebuah pertunjukan adu harimau yang merupakan bagian dari tradisi di kalangan pejabat Kerajaan Jawa.

Dalam Rampogan, kerbau atau manusia bersenjatakan tombak berhadapan dengan harimau atau kucing besar lainnya. Binatang buas tersebut seringkali diperlakukan dengan kejam dan akhirnya disiksa hingga mati.

Rampogan Macan telah menyebabkan penurunan signifikan dalam populasi Harimau Jawa. Akibat dari praktik seperti Rampogan Macan, Harimau Jawa telah menjadi langka hingga akhirnya punah.

2. Ada 3 Subspesies

Di Indonesia terdapat tiga jenis harimau yang berbeda, yaitu harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), harimau Jawa (Panthera tigris sondaica), dan harimau Bali (Panthera tigris balica).

Namun, hanya harimau Sumatra yang masih tersisa dan menjadi spesies langka yang dilindungi di Indonesia. Sementara itu, harimau Jawa dan harimau Bali telah diumumkan sebagai punah, yang berarti tidak ada lagi populasi mereka baik di habitat alaminya maupun di penangkaran.

3. Ukurannya yang Tergolong “Kecil”

Harimau Jawa, sebuah subspesies harimau yang ukurannya kecil jika dibandingkan dengan varietas lain di Benua Asia. Memiliki panjang tubuh sekitar 2,2 hingga 2,5 meter dengan ekor sekitar 25 hingga 45 cm.

Meskipun lebih besar daripada Harimau Bali, Harimau Jawa memiliki ukuran tubuh yang serupa dengan Harimau Sumatra. Harimau Jawa jantan biasanya memiliki berat antara 100 hingga 140 kg, sementara betina cenderung lebih ringan dengan berat antara 75 hingga 115 kg. Panjang kepala dan tubuh Harimau Jawa jantan berkisar antara 200 hingga 245 cm, sedangkan yang betina sedikit lebih kecil.

4. Habitat Harimau Jawa

Sesuai dengan namanya, keberadaan Harimau Jawa hanya tersebar di ruas Pulau Jawa saja. Harimau Jawa biasanya ditemukan menetap di hutan-hutan dataran rendah dan semak belukar.

Harimau Jawa jarang menjelajah ke wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut. Mangsa utama Harimau Jawa termasuk babi hutan, rusa Jawa, banteng, serta kadang-kadang reptil dan burung air.

5. Diyakini Belum Punah

Walau sudah dinyatakan punah sejak 1980-an, hingga kini sebagian peneliti dan masyarakat masih mempertahankan keyakinan bahwa Harimau Jawa masih ada di alam liar dan keberadaannya belum punah.

Pendapat ini didukung oleh bukti-bukti konkret seperti jejak yang menunjukkan keberadaan Harimau Jawa serta laporan dari para pemanen hasil hutan yang mengklaim telah berjumpa dengan binatang tersebut. Namun, belum ada verifikasi lebih lanjut terkait temuan ini.

Sudah tau kan fakta hewan endemik khas tanah Jawa ini. Meskipun telah dinyatakan punah, semoga keberadaan Harimau Jawa bisa segera terkonfirmasi ya traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Religi 3 Masjid Ikonik Jakarta, Nggak Cuma Muslim yang Ikut, Nonis Juga Ada



Jakarta

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta mengadakan City Tour Religi ke tiga masjid. Pesertanya beragam, ada juga yang nonmuslim.

detikTravel menjadi salah satu peserta city tour yang dihelat pada Minggu (24/3/2024) itu. Tiga masjid yang dikunjungi adalah Masjid Istiqlal, Masjid Ramlie Mustafa, dan Masjid Agung Al Azhar.

Acara itu diikuti oleh 20 peserta, di antaranya sejumlah Abang None Jakarta, Kedutaan Besar Palestina, Kedutaan Besar Tunisia, dan Diskominfo DKI Jakarta. Di antara peserta yang turut mengikuti jelajah wisata religi di Jakarta itu, bukan hanya peserta muslim yang ikut, ternyata ada peserta nonmuslim.


Bang Dion, Abang Jakarta Barat 2023, mengganggap acara itu sangat menarik dan membuka wawasan sejarah di Jakarta.

“Menurut saya ini sesuatu yang sangat menarik dan bisa membuka wawasan, apalagi saya sebagai nonmuslim dapat melihat wisata religi dari agama lain,” kata Bang Dion.

Ketua Sub Kelompok Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri Disparekraf DKI Jakarta Triatin Permanik menyebut kegiatan tur wisata itu digeber rutin setiap tahun sejak 10 tahun lalu. Destinasi wisata yang dipilih berbeda-beda setiap tahunnya.

Dia menambahkan kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka mempromosikan pariwisata religi sekaligus memperkenalkan sejarah masjid-masjid di DKI Jakarta.

Bang Yash, Abang None Jakarta Pusat 2023 juga menganggap dengan mengikuti kegiatan ini, ia mendapatkan banyak pengalaman baru,

“Sangat sangat luar biasa menarik, karena kita pada akhirnya mengetahui banyak hal yang belum kita ketahui sebelumnya,” ujar dia.

Dwinda dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai tourguide menyatakan bahwa tur wisata ini merupakan wujud memperkenalkan wisata sejarah dari sisi lain yaitu dari rumah-rumah ibadah.

“Jadi ini blend diantara tiga lokasi ini diharapkan bisa memberikan insight baru terhadap orang-orang terhadap wisata sejarah melalui wisata religi yang ada di Jakarta,” kata dia.

Berikut tiga masjid ikonik di Jakarta

1. Masjid Istiqlal

Istiqlal memiliki arti Kemerdekaan. Masjid terbesar se-Asia Tenggara tiu kental dengan kisah kemerdekaan, salah satu buktinya pada ukuran kubah sepanjang 45 meter. Itu melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia.

Berada di kawasan bekas Benteng Belanda yaitu Benteng Frederick Hendrik dan bekas Taman Wilhelmina membuat Masjid Istiqlal seperti dikelilingi oleh kanal. Lokasi yang berseberangan langsung dengan Gereja Katedral dipilih oleh Presiden Sukarno sebagai wujud toleransi umat beragama di Indonesia.

Didik, salah satu pengelola di Masjid Istiqlal, Masjid Istiqlal terbuat dari bahan marmer dan stainless steel tanpa kayu, membuat masjid ini terlihat modern, minimalis, dan sangat sejuk meskipun tanpa pendingin ruangan.

2. Masjid Ramlie Musofa

Berada di kawasan Jakarta Utara, masjid ini dibangun oleh salah satu mualaf Tionghoa bernama Ramli Rasidin. Bergaya arsitektur bak Taj Mahal, masjid ini kerap disebut sebagai Taj Mahalnya Indonesia.

Sebagai tionghoa, Ramlie pun memasukkan aksen Tionghoa pada masjid ini. Terdapat beberapa ukiran ayat Al Quran yang tertulis dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin.

Masjid ini diresmikan pada 15 Maret 2015 sebagai wujud kecintaan Ramli kepada Islam dan keluarganya. Nama ‘Ramlie Musofa’ diambil dari singkatan nama-nama anggota keluarganya, ‘Ram’ berarti Ramli, ‘Lie’ diambil dari nama istrinya Lie Njoek Kim, ‘Mu’ dari anak pertamanya Muhammad, ‘So’ dari anak kedua Sofian, dan ‘Fa’ dari anak ketiganya yaitu Fabian.

3. Masjid Agung Al Azhar

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun setelah selesai dibangun pada tahun 1958 oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi termasuk Buya Hamka, sebelum akhirnya Masjid Istiqlal dibangun.

Dengan kapasitas 10 ribu jemaah, masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Jakarta.

Berarsitektur India dan dominasi warna putih, masjid ini semula bernama Masjid Agung Kebayoran hingga akhirnya di tahun 1960 Dr. Mahmoud Syaltout seorang Rektor Universitas Al-Azhar Kairo mendatangi masjid ini dan memberikan nama Al Azhar untuk masjid ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

11 Tempat Wisata di Jakarta Ini Buka Saat Libur Lebaran, Apa Saja?


Jakarta

Libur Lebaran sering dijadikan waktu yang tepat untuk mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan kerabat. Tetapi, tidak semua orang memilih untuk mudik. Ada juga yang memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk pergi ke tempat wisata.

Meski libur Lebaran, berbagai tempat wisata masih beroperasi, lho. Apa saja? Simak di artikel berikut.

Tempat Wisata Jakarta yang Buka Saat Libur Lebaran

Berikut daftar tempat wisata di Jakarta yang tetap beroperasi selama libur Lebaran. Perlu diingat, waktu operasional mungkin saja berubah sewaktu-waktu.


1. Monumen Nasional

Monumen Nasional (Monas)Foto: Getty Images/iStockphoto/dennisvdw

Monumen Nasional atau Monas yang terletak di Jakarta Pusat bisa menjadi salah satu tujuan wisata selama Lebaran.

Menurut akun Instagram resminya, kawasan Monas dibuka dari hari Selasa hingga Minggu dari pukul 06:00 sampai 16:00. Sementara tugu Monas dibuka dari pukul 08:00 sampai 16:00. Perlu diingat, loket tiket ditutup jam 15:00.

Monas tetap beroperasi selama libur Lebaran, akan tetapi tutup setiap hari Senin.

Di Museum Nasional, detikers bisa menikmati keindahan kota Jakarta dari puncak tugu Monas, atau mengelilingi museum di dalamnya.

2. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya AncolFoto: Rumondang/detikcom

Jika ingin berwisata pantai, detikers bisa pergi ke Ancol di Jakarta Utara. Menurut akun Instagramnya, Ancol buka setiap hari dari pukul 06:00 sampai 24:00. Sementara pintu gerbangnya ditutup pukul 23:00.

Tak hanya itu, Ancol juga menyediakan berbagai promo bagi pengunjung selama Lebaran, jadi pastikan detikers mengecek promo-promo yang tersedia sebelum memesan tiket.

Ancol juga kerap mengadakan berbagai acara untuk menghibur pengunjung. Misalnya, Ancol akan mengadakan Festival Keajaiban Ramadan dari tanggal 9 hingga 14 April, cocok untuk detikers yang berkunjung selama libur Lebaran.

3. Dunia Fantasi

Sejumlah warga berwisata di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta,  Sabtu (1/1/2022). Libur tahun baru 2022 banyak dimanfaatkan warga ibukota dengan mendatangi beberapa lokasi wisata bersama keluarga.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.Foto: ANTARA/RENO ESNIR

Masih di kawasan Ancol, Jakarta Utara, detikers juga bisa menikmati wahana-wahana yang ada di Dufan.

Menurut akun Instagram resminya, Dufan beroperasi dari pukul 10:00 sampai 17:00 pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, Dufan dibuka dari pukul 10:00 sampai 19:00.

4. Sea World Ancol

Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (8/2/2024). Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Jika tertarik dengan keindahan dunia laut, detikers bisa berwisata ke Sea World Ancol. Tempat wisata ini memberikan hiburan sekaligus pendidikan.

Mneurut akun Instagram resminya, Sea World Ancol beroperasi setiap hari dari pukul 09:00 sampai 16:30.

5. Taman Mini Indonesia Indah

Di kawasan Jakarta Timur, detikers bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ada berbagai museum dan anjungan daerah yang bisa dinikmati pengunjung.

Menurut akun Instagram resminya, TMII beroperasi setiap hari dari pukul 06:00 sampai 17:00 WIB.

6. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan Diserbu WargaFoto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan adalah kebun binatang yang berlokasi di Jakarta Selatan. Cocok buat peminat hewan, tempat wisata ini beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu.

Menurut akun Instagram resminya, selama bulan Ramadan, Taman Margasatwa Ragunan dibuka dari pukul 07:00 sampai 15:00.

7. Jakarta Aquarium & Safari

Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) menyajikan banyak keseruan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Yuk lihat.Foto: Grandyos Zafna

Jakarta Aquarium & Safari adalah akuarium indoor yang terletak di dalam Neo Soho Mall, Jakarta Barat.

Menurut akun Instagram resminya, waktu operasional Jakarta Aquarium & Safari adalah setiap hari dari pukul 10:00 hingga 21:00.

8. Kota Tua

Kota Tua terletak di Jakarta Barat dan bisa detikers kunjungi selama libur Lebaran.

Detikers bisa menikmati pemandangan bangunan bergaya kolonial, berwisata kuliner, sampai mengunjungi museum.

9. Museum Macan

Museum MACANFoto: Chelsea Olivia/detikcom

Museum Macan berlokasi di Jakarta Barat. Di sini, detikers bisa mengapresiasi karya seni kontemporer.

Menurut situs resminya, selama bulan Ramadan, Museum Macan beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 10:00 sampai 17:30.

10. Pecinan Glodok

Pecinan GlodokFoto: Weka Kanaka/detikcom

Detikers juga bisa menghabiskan libur Lebaran dengan mengelilingi kawasan pecinan atau Chinatown di Glodok, Jakarta Barat.

Pecinan Glodok merupakan tempat yang bisa dipilih apabila detikers ingin berwisata kuliner hingga budaya.

11. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

mangroveFoto: Wahyu/detikTravel

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Tak hanya berperan sebagai tempat wisata alam, TWA Angke Kapuk bertujuan melestarikan mangrove sebagai penyangga kehidupan alam.

Menurut situs resminya, TWA Angke Kapuk beroperasi dari pukul 09:00 sampai 17:00 selama hari kerja, dan dari pukul 08:00 sampai 17:00 selama akhir pekan.

Nah, itu dia beberapa tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers yang sedang merencanakan wisata saat libur Lebaran.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Usianya 250 Tahun-Pernah Dipindah 5 Km



Blora

Di Blora, ada sebuah masjid kuno yang usianya sudah 250 tahun. Masjid itu juga konon pernah dipindah sejauh 5 kilometer. Inilah kisah Masjid Baiturrohman:

Masjid tersebut terletak di Desa Ngadipurwo, tepatnya berada di dalam Komplek Makam Keluarga Tirtonatan. Lokasinya tak kurang dari 7 kilometer ke utara dari jantung kota Blora.

Pemerhati sejarah asal Blora, Dalhar Muhammadun menyebut cikal bakal masjid itu berupa surau atau langgar yang didirikan pada 1774. Pendirinya adalah Bupati kedua Blora, Raden Tumenggung (RT) Djajeng Tirtonoto.


Djajeng Tirtonoto menjabat sebagai bupati selama 14 tahun dari 1768-1782. Setelah Djajeng wafat pada tahun 1785, keberadaan langgar dilanjutkan anaknya, yaitu R.T. Prawirojoedo yang juga menjabat Bupati Blora (1812-1823).

Bangunan langgar lambat laun mengalami kerusakan. Kemudian, langgar tersebut direhabilitasi oleh R.T. Prawirojoedo pada tahun 1814.

“Awalnya bentuknya kayu semua. Semakin lama kan juga rapuh, terus dibetulin sama Bupati Prawirojoedo,” terang Madun, sapaan akrabnya, Kamis (21/3) lalu.

Beberapa puluh tahun kemudian, langgar pun dirubah menjadi masjid tepatnya pada tanggal 19 Agustus 1894 Masehi atau 17 Safar 1312 Hijriah oleh Raden Mas Adipati Arya (R.M.A.A.) Tjokronegoro III. R.M.A.A. Tjokronegoro III merupakan Bupati Blora tahun 1857-1886.

Masjid ini pun dipercaya sebagai salah satu masjid tertua yang ada di Blora. Usia masjid ini kini sudah mencapai 250 tahun.

Masjid Baiturrohman yang berada di Komplek Makam Keluarga Tirtonatan Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora. Foto diunggah Kamis (21/3/2024).Masjid Baiturrohman di Blora Foto: Achmad Niam Jamil/detikJateng

Meskipun mengalami beberapa kali pembenahan, keaslian kayu masjid ini masih tetap terjaga. Beberapa ornamen tampak lawas. Di antaranya pilar berbahan kayu jati, tembok yang cukup tebal, serta bedug diletakkan di serambi.

Selain itu mimbar khatib dan Mustaka Masjid yang berbentuk mirip seperti mahkota raja jawa. Termasuk, prasasti berbentuk ukiran kaligrafi terdapat di sebelah kanan pintu masuk masjid.

Sampai saat ini, masjid ini terlihat kokoh dan asri. Masjid itu digunakan untuk aktivitas keagamaan oleh masyarakat. Pada bulan puasa ini juga digunakan untuk tadarusan membaca Al Qur’an.

Konon, Masjid Ini Pernah Dipindah Sejauh 5 Kilometer

Ada versi lain dari sejarah masjid tertua di Blora itu. Konon, masjid itu pernah dipindah dari Desa Purwosari ke Desa Ngadipurwo yang jaraknya sekitar 5 kilometer.

Adapun pemindahan itu dilakukan saat bangunan itu masih berupa langgar. Menurut Madun, pemindahan dilakukan oleh seorang ulama bernama Kyai Amiruddin.

“Kyai Amiruddin, cucu Kyai Abdul Qohar Ngampel, tokoh penyebar Islam di Blora di periode yang lebih awal,” ucap Madun.

Kondisi masjid saat dipindah masih berbahan kayu. Hingga kini masih ada sebuah tanah kosong di Purwosari yang diyakini merupakan tempat awal masjid itu berdiri.

“Ada tanah kosong katanya bekas masjid di Purwosari. Masyarakat Purwosari masih menokohkan Kyai Amirudin, masih dihauli. Sementara Kyai Amiruddin makamnya belum ada yang mengetahui keberadaannya,” ucap Madun.

Versi sejarah masjid yang dipindah ini juga diakui oleh Ketua Ta’mir Masjid Abdurrahman, Azizi Malik. Dia mengatakan, berdasarkan cerita masyarakat sekitar, masjid ini berasal dari Desa Purwosari yang kemudian dipindah ke Desa Ngadipurwo.

“Masjid ini dulu ceritanya dari Purwosari dipindahkan oleh Kiai Amirudin, dan kemudian didirikan di Desa Ngadipurwo pada tahun 1894 oleh Bupati Blora R.T. Tjokronegoro III,” ucapnya.

Masjid dipindahkan ke Ngadipurwo di sebidang tanah yang dahulunya berdiri langgar yang dibangun Raden Djajeng. Azizi menyebut, Tjokronegoro mendirikan masjid itu pada tanggal 19 Agustus 1894. Dari waktu tersebut masyarakat meyakini bangunan masjid masih terjaga keutuhannya.

“Mimbar masih asli, pilar dan tembok asli, bedug juga. Selain itu yang asli sebagian sudah pada rusak misalnya lampu zaman dulu tapi sudah banyak yang rusak,” jelas Azizi.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Ngopi di Puncak Malam Hari yang Asyik Buat Nongkrong


Jakarta

Puncak Bogor menjadi salah satu tujuan wisata bagi berbagai kalangan. Terdapat berbagai tempat bersantai hingga kuliner di pemandangan indah dan udara yang begitu sejuk.

Suasana malam di puncak menjadi daya tarik tersendiri dan membuat momen ngopi semakin menyenangkan. Buat kamu yang mau ngopi di puncak, berikut beberapa rekomendasi tempatnya.

Tempat Ngopi di Puncak

Kamu bisa menemukan banyak tempat ngopi di puncak dengan view yang berbeda-beda. Ada yang menyuguhkan hamparan sawah, gunung, sampai sungai yang indah.


1. Ngopi di Sawah

Ngopi di SawahNgopi di Sawah Foto: detikcom/Riska Fitria

Seperti namanya, Ngopi di Sawah merupakan salah satu tempat ngopi dengan panorama hamparan sawah. Menurut laman instagramnya, Ada ragam pilihan kopi seperti espresso, black coffee, kopi tubruk, cappucino hingga kopi sawah

Selain bisa ngopi, ada banyak camilans seperti pisang goreng sambal roa, kembang tahu, tape goreng dan cempedak goreng.
Ada pula hidangan makanan berat seperti ikan mas, tempe goreng, ayam goreng, sayur lodeh, hingga jeroan goreng. Harga kopinya mulai dari Rp 18.000.

Lokasi: Jl. Puri Cemara (Puncak KM.72) No.90, Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770:
Jam Operasional: Senin-Jumat 11.00-21.00 WIB
Sabtu-Minggu 09.00-21.00 WIB

2. Roofpark Cafe & Restaurant

Jika Ngopi di Sawah memiliki view hamparan sawah, Roofpark punya view Gunung yang indah. Saat malam hari, lampu-lampu yang menggantung mempercantik kawasan ini.

Menurut lama Instagram Roofpark Cafe & Restaurant, buat kamu yang mau ngopi, ada single espresso, americano, kopi vietnam, es kopi aren, hazelnut mocha latte, dan pilihan lainnya. Sementara pilihan camilannya mulai dari tahu gejrot, bakwan jagung, tempe mendoan, tempe cabe garam, tahu aci gejrot, hingga pisang goreng. Aneka makanan beratnya juga beragam, seperti nasi liwet, bebek bakar, mie goreng, sampai gado-gado. Harga kopinya mulai dari Rp 21.800.

Lokasi: Istana RAJA FO, Jl. Raya Puncak – Cianjur, Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43253
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 11.00-00.00 WIB

3. Breeve Hills Resto & Cafe

Tempat Ngopi di PuncakBreeve Hills Resto & Cafe Foto: (Breeve Hills Resto & Cafe/Instagram)

Breeve Hills Resto Cafe juga menyuguhkan alam dan suasana puncak yang begitu khas. Aneka kopinya mulai dari hot Americano, hot espresso, hot cappucino sampai kopi tubruk.

Sambil menikmati kopi, kamu bisa menikmati camilan seperti pisang goreng dengan aneka topping, roti bakar bakwan udang, tape goreng ice cream, tempe mendoan, dan lain sebagainya. Melihat menu di laman instagramnya, adapun aneka makanan beratnya mulai dari sate padang, nasi goreng, mie goreng, hingga aneka pizza dan steak. Harga kopinya mulai dari Rp 23.000.

Lokasi: Jl. Raya Puncak, Kampung Leuwimalang No. 81, Cisarua-Puncak
Jam operasional : Setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB, sementara, selama bulan Ramadhan mulai pukul 16.00-22.00 WIB.

4. Kopi Kabut Sevillage Puncak

Kopi Kabut Sevillage mengusung konsep restoran outdoor yang menyuguhkan keindahan alam sekitar. Jadi, tentunya tempat ini cocok untuk kamu yang mau ngopi sambil bersantai.

Menu kopinya mulai dari kopi susu gula aren, cappucino, klepon coffee, latte macchiato sampai dengan cappucino. Ada juga makanan ringan yang tersedia seperti potato wedges, pisang goreng, samosa, dan pancake. Melihat lama instagram Kopi Kabut Sevillage, adapun harga kopinya yaitu mulai dari Rp 12.000.

Lokasi: Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 09.00-23.00 WIB.

5. Jambul Coffee

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Jambul Coffee/Instagram)

Jambul Coffee by Jambuluwuk adalah tempat ngopi di sekitar hutan pinus dengan view Gunung Pangrango dan Salak. Sambil menikmati pemandangan, kamu bisa menyeruput kopi ditemani aneka camilan khas nusantara.

Ada kue lumpur, kue cubit, klepon, ongol-ongol hingga gemblong yang manis. Harganya mulai dari sekitar Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Veteran III No.63, Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720
Jam operasional: Setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB.

6. Bromelia Coffee

Bromelia Coffee bisa menjadi rekomendasi tempat ngopi di puncak berikutnya. Mengusung tema kekinian, pengunjung bisa menyeruput kopi di tepi sungai.

Ada espresso, americano, caffe latte, cappuccino sampai piccolo. Harganya mulai dari Rp 22.000. Melihat laman instagram Bromelia Coffee, adapun hidangan lain yang bisa dinikmati yaitu roti coklat, croffle, kentang goreng, nasi goreng, burger, sampai dengan nasi goreng,

Lokasi: Gg. Hankam, Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750.
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

7. Daracafe Coffee and Eatery

Daracafe Coffee and EateryDaracafe Coffee and Eatery Foto: (Daracafe Coffee and Eatery/instagram)

Daracafe Coffee and Eatery sudah berdiri sejak 2016. Di sini, pengunjung bisa menikmati view kebun teh Puncak sambil menyeruput kopi panas.

Ada Vanilla latte, espresso, vietnam drip dan latte. Harganya mulai dari Rp 25.000. Berbagai snack yang bisa dinikmati di antaranya pisang bakar, kentang goreng, pisang goreng, sosis bakar, bakso bakar, dan jagung bakar.

Lokasi: Jl Raya Puncak Pass, Bogor
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-23.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 10.00-00.00 WIB.

8. Kopi Nako Kebon Jati

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Kopi Nako/Instagram)

Di Kopi Nako Kebon Jati, wisatawan akan disambut dengan deretan pohon jati. Mengutip laman salah satu agen travel, ada pula area outdoor yang menghadap langsung ke pemandangan kota Bogor.

Pengunjung bisa menikmati aneka kopi seperti kopi nusantara dan es kopi nako duren. Untuk makanan beratnya ada nasi goreng, nasi mercon, mie godog, hingga iga bakar ketumbar madu. Harganya mulai dari Rp 8.000.

Lokasi: Jl. Perjuangan, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jam Operasional: Minggu-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu pukul11.00-23.00 WIB.

9. Pinggir Kali Coffee

Sesuai namanya, Pinggir Kali Coffee, memang berada di tepi kali dengan pemandangan gunung yang begitu ciamik. Kamu bisa menikmati aneka kopi seperti kopi susu gula aren, spanish latte, hingga banana coffee chocolate sambil menikmati suasananya.

Melihat laman instagramnya, adapun hidangan lain yang tersedia di antaranya adalah pisang bakar, tahu cabai garam, singkong, goreng, jagung bakar, burger, dan aneka rice bowl.

Lokasi: Jl. Raya Sukaraja No.88, Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

10. Teras Gadog Coffee & Eatery

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Teras Gadog Coffee & Eatery
/Instagram)

Teras Gadog Coffee & Eatery bisa jadi tempat ngopi dengan suasana yang begitu asri. Beberapa areanya didesain seperti pendopo.

Beberapa pilihan kopi yang tersedia mulai dari espresso, vietnam drip, americano, cappuccino dan latte. Harga kopinya mulai dari Rp 22.000. Sementara, camilan yang tersedia di antaranya nangka goreng, pisang bakar, singkong thailand hingga lumpia semarang.

Lokasi: Jl. Cikopo Selatan 19A, Bogor
Jam Operasional: Senin-Kamis pukul10:00-22:00, Jumat pukul 10:00-23:00, Sabtu-Minggu pukul 08:00-23:00

Itulah 10 tempat ngopi di Puncak yang asyik buat ngumpul. Beberapa informasi ini diambil dari instagram kafe atau tempat ngopi dan situs agen travel.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com