Cara Merawat Aki Mobil Hybrid



Jakarta

Kendaraan elektrifikasi kini semakin populer di Indonesia. Baik mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) maupun mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV), keduanya tetap menggunakan aki atau auxiliary battery sebagai sumber daya kelistrikan tegangan rendah. Bagaimana cara merawat aki mobil hybrid?

Aki pada mobil hybrid memiliki fungsi yang sama seperti pada mobil konvensional, yaitu menyuplai daya ke lampu, sistem audio, klakson, sampai Electronic Control Unit (ECU). Bedanya, pada BEV, aki mendapatkan daya dari baterai utama bertegangan tinggi, sementara pada HEV, pasokannya berasal dari motor generator.


“Meskipun kendaraan elektrifikasi memiliki baterai utama bertegangan tinggi, aki tegangan rendah 12 volt tetap penting karena fungsi utamanya adalah sebagai sumber daya untuk sistem elektronik mobil. AutoFamily tetap harus memperhatikan kondisi aki mobil supaya sistem kelistrikan mobil dapat berfungsi dengan baik dan optimal,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya.

Perawatan aki mobil hybrid sebenarnya sederhana, sama seperti mobil-mobil pada umumnya. Pertama, cek level air aki secara berkala, terutama buat tipe aki basah. Pastikan air aki tidak melebihi batas agar tidak meluap. Kedua, periksa pengikat dudukan aki agar tidak longgar dan menghindari risiko tumpahan atau hubungan arus pendek.

Langkah berikutnya, bersihkan terminal aki dari debu atau karat agar daya hantar listrik tetap optimal. Waspadai juga kebocoran aki, dan segera ganti kalau ditemukan retak atau cairan keluar.

Agar umur aki lebih panjang, hindari menambah beban kelistrikan seperti memasang aksesori tambahan tanpa perhitungan daya. Selain itu, nyalakan mobil dengan posisi ‘Ready’ setiap 1-2 minggu sekali untuk menjaga kelistrikan aki tetap terisi.

Terakhir, lakukan servis berkala di bengkel resmi setiap enam bulan sekali. Dengan perawatan rutin, aki mobil hybrid bisa bertahan lama dan sistem kelistrikan mobil tetap prima.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Air Terjun Ini Lebih Terkenal di Mata Turis Asing daripada Warlok Bali



Gianyar

Di Bali, ada sebuah air terjun yang lebih dikenal oleh turis asing dibandingkan oleh warga lokal (warlok) Bali sendiri. Air terjun Kanto Lampo namanya.

Sejumlah turis asing terlihat berdiri mengular di Air Terjun Kanto Lampo. Mereka menanti giliran untuk bisa berfoto dengan latar air terjun cantik tersebut.

Jangan heran jika ada lebih banyak turis asing yang berkunjung ke air terjun ini dibandingkan dengan wisatawan domestik, bahkan warga lokal (warlok) Bali sendiri. Fenomena tersebut sudah biasa terjadi di Bali.


Petugas Pemasaran Air Terjun Kanto Lampo, Ita Pratistita, menuturkan air terjun yang ditemukan pada tahun 2016 silam itu memang lebih populer di kalangan pelancong asing.

“Jumlah wisatawan asing sampai 80 persen, sedangkan sisanya domestik,” ungkap dia.

Menurut Ita, jumlah pengunjung Air Terjun Kanto Lampo saat musim liburan bisa mencapai 1.000 turis. Sedangkan saat hari biasa hanya 500 pelancong. Adapun, wisatawan domestik ramai saat libur sekolah dan Lebaran.

Saat kami pelesiran ke Air Terjun Kanto Lampo. memang terlihat bagian besar pengunjung saat itu merupakan turis asing.

Sejumlah konten kreator asing dan pemengaruh mancanegara pelesiran ke sana lalu mengunggah foto maupun video selama pelesiran di sana.

Ita menjelaskan kenapa Air Terjun Kanto Lampo banyak dikunjungi turis asing karena objek wisata tersebut viral di dunia maya.

Wisatawan berfoto di jembatan bambu di kawasan objek wisata Air Terjun Kantolampo, Gianyar, Bali, Sabtu (12/4/2025).Wisatawan berfoto di Air Terjun Kanto Lampo Foto: Gangsar Parikesit/detikBali

Hal itu juga yang membuat pengelola Air Terjun Kanto Lampo, warga Banjar Kelod Kangin, menerapkan tiket yang sama untuk wisatawan asing dan domestik yakni Rp 25 ribu per orang. Padahal, sejumlah objek wisata di Pulau Dewata menerapkan tarif berbeda antara pelancong asing, domestik, dan pemegang KTP Bali.

Menurut Ita, daya tarik Air Terjun Kanto Lampo adalah batu berundak yang jadi latar air terjun. Selain itu, bebatuan besar yang berada di sungai mempercantik objek wisata tersebut.

Momen terbaik datang ke Air Terjun Kanto Lampo pada pukul 07.00-09.00 Wita. Saat itu, objek wisata tersebut belum dipadati oleh wisatawan sehingga bisa puas berfoto di air terjun.

Buat traveler yang ingin melali (jalan-jalan) ke Air Terjun Kanto Lampo jangan khawatir. Objek wisata tersebut sudah dilengkapi beragam fasilitas seperti tempat parkir, kamar mandi, ruang ganti, hingga food court.

Sayangnya, pengelola Air Terjun Kanto Lampo belum menyiapkan transaksi nontunai. Traveler perlu menyiapkan uang tunai. Selain itu, objek wisata yang berada di Desa Adat Beng, Gianyar, Bali tersebut juga belum dilengkapi musala.

Tiket masuk seharga Rp 25 ribu cukup sepadan untuk menikmati air terjun dan rindangnya pepohonan di sana. detikers juga bisa berendam di kolam, treking menyusuri tepi sungai, singgah ke Goa Tan Hana, hingga berfoto lalu menggunggahnya di media sosial.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Pulau Tidung, Idola di Hari Libur



Jakarta

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu sudah populer sebagai tempat snorkeling. Jika libur panjang tiba, sudah dipastikan yang yang ke sana.

Adalah Rudy Hartono (45), seorang pengusaha snorkeling di Pulau Tidung sejak tahun 2013. Jarak rumahnya hanya selemparan batu dari Pelabuhan Tidung.

Di rumahnya ada 160 unit alat snorkeling yang disewakan. Mulai dari jaket pelampung, masker-snorkel dan fins. Namun belakang, yang paling sering digunakan hanya jaket pelampung dan masker-snorkel.


Pak Rudy bercerita bahwa tiap libur panjang, alat-alat snorkeling dipastikan habis tersewa. Tak ada lagi hubungan langsung dengan wisatawan, biasanya operator yang langsung menghubunginya seminggu sebelum tiba di sana.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

“Kalau long weekend pasti untung, kemarin waktu Lebaran kami sampai tolak ratusan permintaan,” katanya.

H-7 Lebaran, alat-alat itu sudah di-booking untuk turis-turis China. Seminggu setelah Lebaran, barulah wisatawan domestik yang mendominasi.

Jika ada long weekend, ia bisa mendapat cuan Rp 10-15 jutaan karena alat tersebut akan digunakan dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

“Wisatawan yang datang dari Jumat itu biasanya snorkeling di Sabtu pagi. Sementara yang datang di Sabtu pagi, nyampe sini siang. Jadi mereka snorkeling sore-sore,” ungkapnya.

Pulau Tidung di Kepulauan TidungPulau Tidung di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Alat snorkeling itu disewakan seharga Rp 15 ribu per hari. Meski tak ada libur panjang, weekend selalu membawa berkah. Minimal 30-50 alat snorkelingnya keluar dari kandang.

Sebagai warga Pulau Tidung, ia melihat potensi lain selain wisata bawah airnya, yaitu teripang dan ikan buntal yang melimpah di sana. Jalur ekspor coba ia tempuh lewat tangan ketiga.

Namun itu semua tidak mudah, butuh modal besar untuk bisa menjalankan bisnis kedua tanpa mengabaikan sewa snorkeling yang sudah jadi sumber nafkahnya. Ia kemudian mendaftar sebagai nasabah BRI dua tahun lalu.

Jalan terbuka, pinjaman KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp 35 juta diberikan oleh BRI. Sebagian uang itu digunakan untuk modal usaha baru dan sisanya ditabung.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungUsaha alat snorkeling di Pulau Tidung Foto: (bonauli/detikcom)

Usaha teripang kering dan ikan buntal tersebut ia kirimkan ke China. Teripang dan kulit ikan buntal yang dikeringkan dijadikan bahan makanan, bagian dalam ikan buntal dijual sebagai bahan benang operasi.

Namun usaha ini tak bisa menghasilkan uang cepat, pengerjaannya butuh waktu sampai sebulan. Oleh sebab itu, usaha snorkelingnya menjadi dana pendukung.

“Modal Rp 80 juta untuk beli teripang dan ikan buntal ke nelayan. Teripang per kilonya nanti dijual Rp 1,8 juta, dan ikan buntal Rp 3 juta per kilo,” ungkapnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungTeripang yang sudah dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut Pak Rudy, usaha teripang ini masih jarang dilirik. Perhitungannya tak sampai 5 orang yang masih menggeluti usaha ini, karena modal yang cukup besar.

Bertangan dingin, dua usaha itu berkembang pesat. Berhasil melunaskan pinjaman pertama, Pak Rudy kembali melakukan pinjaman kedua dengan nominal Rp 50 juta, sebagai dana darurat.

Mantri BRI Redi (32) yang berhubungan langsung dengan Pak Rudy berkata bahwa usaha miliknya bisa dibilang melejit. Kedua usaha itu mendapat dukungan penuh dari BRI, apalagi ini termasuk UMKM dari Pulau Tidung.

“Semoga usahanya tambah maju dan terus mengembangkan potensi dari Pulau Tidung,” tutupnya.

Usaha alat snorkeling di Pulau TidungIkan buntel yang dikeringkan Foto: (bonauli/detikcom)

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Pelajaran dari Kecelakaan Mobil Listrik ‘Terbang’ Tabrak Hotel



Jakarta

Sebuah mobil listrik MG ZS EV nyelonong masuk ke ruang lounge hotel di Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (22/10/2025). Mobil itu hendak keluar dari parkiran namun nahas sampai menabrak hotel.

Menurut keterangan saksi mata, Rizki Amalia, mobil tersebut tiba-tiba muncul dari depan. Posisinya dia sedang antre mengambil makanan di dalam lounge hotel. Tiba-tiba saja mobil menabrak kaca hotel.


“Kebetulan tadi acaranya kita makan siang, terus pada antre disini, tiba-tiba mobil dari depan itu kayak terbang aja, langsung wuss sampai ke situ (jalan samping lounge) terus ngepul asap,” kata Rizki Amalia dikutip detikJateng.

Diduga sopir mobil tersebut tidak terbiasa mengendarai mobil listrik. Ada juga dugaan kerusakan bagian elektrik.

“Tadi dari pengakuan sopir, diduga karena eror elektrik. Itu pengakuan sopir juga belum terbiasa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Klaten Ipda Asep Rustanto kepadadetikJateng.

Pegawai hotel Tjokro, Agung Romadoni, menjelaskan mobil listrik yang nyelonong itu juga kemungkinan karena driver belum terbiasa. Mobil menabrak pintu lobi dan area resto.

“Drivernya sendiri belum terbiasa dengan mobil listrik dan terlalu dalam menginjak gas,” kata Agung.

Belajar dari kecelakaan ini, mengendarai mobil listrik sangat berbeda dengan mobil konvensional. Menurut praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana, perbedaan terbesarnya ada pada torsi yang tarikannya lebih menjambak alias lebih instan saat berakselerasi. Sony mengingatkan, tenaga instan di kendaraan listrik bisa membahayakan jika belum dipahami pengemudi.

“Mobil listrik itu punya karakter yang berbeda dengan mobil bensin. Mobil listrik kalau digas enggak terasa (penambahan) kecepatannya, karena nggak bersuara. Kemudian tenaganya juga spontan, makanya harus sering cek speedometer,” kata Sony beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Sony menerangkan, tenaga spontan tersebut bisa membuat kaget pengemudi yang belum terbiasa membawa mobil listrik. Itulah mengapa, sebelum mengemudikan mobil tersebut, pengemudi disarankan memahami kendaraannya lebih dalam.

“Kalau dibilang (harus punya) kemampuan khusus sih harusnya nggak, tapi lebih kepada pemahaman (lebih) terhadap kendaraan tersebut. Makanya, biasakan membaca manual book-nya dulu, supaya paham operasional, fitur dan cara-cara yang benar untuk menghindari (kemungkinan) bahaya,” kata dia.

(rgr/din)



Sumber : oto.detik.com

Jangan Asal Mindahin Gigi Mobil Matic CVT Kalau Nggak Mau Begini



Jakarta

Punya mobil matic dengan transmisi CVT nggak bisa asal. Ada beberapa hal yang haram dilakukan supaya transmisinya tetap awet.

Mengemudikan mobil matic memang cenderung lebih mudah ketimbang mobil bertransmisi manual. Tak ada pedal kopling yang diinjak dan pergantian gigi juga dilakukan secara otomatis.


Kendati demikian, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan, utamanya saat mengubah posisi tuas transmisi. Sebab, kalau asal-asalan memindahkan transmisi, justru bisa merusaknya.

Dikutip dari laman buku panduan manual Kijang Innova Zenix, saat mengubah transmisi mobil matic. Berikut ini hal yang haram dilakukan saat mengubah posisi transmisi mobil matic.

Pertama, jangan membiarkan kendaraan bergerak mundur ketika tuas transmisi dalam posisi pengendaraan atau bergerak maju ketika tuas transmisi dalam posisi ‘R’. Melakukan hal tersebut bisa membuat mesin tidak bekerja dan juga menyebabkan kemampuan kemudi lemah.

Kedua, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘P’ selama kendaraan sedang berjalan melakukannya dapat mengakibatkan kerusakan pada CVT dan kendaraan hilang kontrol. Selanjutnya, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘R’ selama kendaraan sedang bergerak maju. Selanjutnya jangan juga menggeser tuas transmisi ke posisi D saat mobil bergerak mundur.

“Melakukannya dapat mengakibatkan kerusakan pada Continously Variable Transmission dan dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kontrol,” demikian penjelasannya.

Jangan menggeser tuas transmisi ke N ketika kendaraan sedang bergerak akan mematikan mesin dari CVT. Dijelaskan bahwa pengereman mesin tidak tersedia ketika N dipilih.

Terakhir jangan memindahkan tuas transmisi saat pedal akselerasi ditekan. Melakukan hal tersebut bisa membuat percepatan kendaraan tak terduga dan memicu terjadinya kecelakaan serius. Nah itu tadi hal-hal yang harus diperhatikan saat mengendarai mobil matic CVT. Pastikan kamu menghindari hal tersebut ya supaya transmisi bisa tahan lama sekaligus mencegah kerusakan.

(dry/din)



Sumber : oto.detik.com

Tentara Buntung Ikut Upacara Bendera



Jakarta

Kepulauan Seribu begitu populer sebagai tempat wisata, khususnya snorkeling. Tapi siapa sangka, ada ‘pantangan’ untuk masuk ke pulau yang satu ini.

Pulau Karya berada di seberang Pulau Panggang, cukup dekat dari Pulau Pramuka. Pulau ini menjadi tempat pemakaman umum (TPU) bagi warga pulau sekitar.

Namun ada yang menarik dari pulau itu. Masa lalunya membuat pulau itu kosong tak berpenghuni dan menjadi seperti sekarang.


Sopyan Hadinata (38), seorang warga asli Pulau Panggang bercerita bahwa Karya hanyalah hutan belantara di masa lalu. Era Soeharto membuat pulau itu berganti status menjadi tempat latihan tembak tentara.

Tak ada yang curiga, latihan singkat dilakukan dan suara senapan bergaung sampai Pulau Panggang. Warga akhirnya tahu apa makna ‘latihan tembak’ itu setelah kerusuhan tahun 1998 terjadi.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Pembangunan dilakukan di sana, rencananya pulau itu akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Rumah dinas pejabat, Polres, markas pemadam kebakaran hingga TNI direncanakan.

“Waktu pembangunan kita kaget ada puluhan tengkorak di sana,” ucap Iyan (sapaan akrab) lewat sambungan telepon pada Jumat (25/4).

Waktu berlalu, semua fasilitas telah dibangun. Tapi tak ada yang betah di sana. Kabar bahwa pulau itu angker mulai tersebar.

“Yang paling terkenal itu tiap 17an, ada upacara bendera di sana. Tapi yang baris itu hantu tentara,” ucap pria beranak empat itu.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Menurut pengakuan warga, mereka seakan diberi penampakan singkat sewaktu upacara. Sesekali penampakan bendera merah putih yang hendak dikibarkan, sedang yel-yel, atau tentara yang sedang baris-berbaris.

“Tapi ya gitu, badan tentaranya nggak lengkap. Ada yang buntung tangannya, kepalanya, matanya jatuh,” jelasnya.

Dari cerita yang beredar, ternyata tak hanya Pulau Karya yang jadi tempat eksekusi. Pulau-pulau kecil tak berpenghuni di Kepulauan Seribu memang kerap jadi ‘latihan tembak’ pada saat itu.

Tidak ada larangan resmi, namun wisatawan yang hendak kemping di sana harus berhati-hati. Tak jarang, mereka datang untuk meminta bantuan.

“Dulu kan rumah dinas itu masih dipakai sama pejabat yang datang ke sini. Tentara itu suka datang minta odol atau sabun, pakai seragam lengkap. Begitu ditanya ke markas TNI, nggak ada yang ngaku. Dari situ tahu, kalau itu hantu,” jawabnya.

Kini Polres telah dipindahkan. Rumah dinas hampir rubuh, dengan karat dan rayap yang menggerogoti bangunan. Warga masih sering ke sana karena merasa tidak perlu takut, toh mereka hidup berdampingan.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

“Warga suka nyuci ramai-ramai di sana karena airnya bagus, tidak seperti di Panggang, asin. Pantainya juga bagus. Anak muda juga main bola kalau sore di sana,” ungkapnya.

Pulau ini dibuka untuk umum, meski begitu traveler yang ingin berwisata ke sana wajib ziarah ke makam leluhur untuk izin.

“Dulu itu ada juru kunci, namanya Uwa Man. Kalau kita mau main di sini, dia nanti panggil penunggu-penunggunya terus bilang kalau anak-anak ini jangan diganggu,” kenangnya.

Kini Uwa Man telah meninggal. Istrinya yang dulu menemaninya sudah pindah dari sana. Itulah mengapa, wisatawan diminta untuk ziarah ke makam bersama warga pulau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pulau di Kepulauan Seribu Ini Penduduknya 100% Muslim



Jakarta

Nama Pulau Pramuka, Tidung atau Pari familiar terdengar sebagai tempat wisata air yang indah. Tapi, apakah kamu akrab dengan nama Pulau Panggang?

Bertetangga dengan Pulau Pramuka, Panggang memilih identitas sebagai pemukiman warga. Leluhur pulau ini terkenal dengan keislamannya yang kental hingga kini.

Tahun 90an, nama Pulau Panggang bergaung sebagai tempat wisata bagi turis. Banyak bule yang mampir ke Pulau Panggang selagi menunggu kapal ke Pulau Pramuka. Tadinya warga senang karena bisa jadi cuan. Tapi lama-kelamaan, sisi negatiflah yang nampak.


“Bule-bule suka pakai baju bikini ke tengah jalan. Naik sepeda dilihatin anak-anak, jadi diusir,” katanya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Warga akhirnya keberatan dengan pembukaan pariwisata di sana, apalagi 100% warga di sana beragama muslim. Siapa sangka, di zaman itu, turis Eropa sampai Asia telah lebih dulu mengenal Panggang.

“Pulau Panggang menolak wisatawan karena adab pakaian yang terbuka, dulu di sini agamis, kental banget,” lanjutnya.

Namun karena adanya penolakan, pemerintah mengalihkan pariwisata ke Pulau Pramuka di tahun 2015. Kini pulau itu ramai oleh wisatawan asing dan domestik di akhir pekan. Sementara Panggang benar-benar sesak dengan rumah penduduk. Bahkan homestay pun tidak ada.

Walaupun sekarang jadi pulau pemukiman terpadat di Kepulauan Seribu, Panggang juga punya cerita horor seperti Pulau Karya.

“Tahun 90an, pernah ada turis China dari Jakarta naik speed boat sekeluarga,” ucapnya.

Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Namun saat itu cuaca buruk. Kapal itu tak dapat menahan gelombang dan terbalik. Istri dari keluarga itu jadi satu-satunya korban tidak selamat, sementara ayah dan anak-anaknya selamat.

“Dia dievakuasi di Pulau Panggang. Kulitnya putih bersih,” kata Iyan.

Entah mengapa, malam setelah kejadian seorang warga kesurupan. Warga pulo (sebutan untuk orang Kepulauan Seribu) itu tiba-tiba berbahasa China.

“Sejak itu dia dipanggil ‘Si Cantik’,” katanya.

Warga mengaku bahwa sesekali Si Cantik akan menampakkan diri di dermaga Pulau Panggang. Ia pun menjadi ‘penghuni’ dermaga yang diakui.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Lampu Motor Tiba-tiba Redup? Ini Penyebabnya



Jakarta

Pernah mengalami masalah lampu motor tiba-tiba mati atau redup, padahal aki masih terasa kuat? Ini beberapa kemungkinan penyebabnya.

Masalah lampu depan tiba-tiba redup cukup umum dialami oleh banyak pengguna sepeda motor. Tak sedikit juga yang mengambil kesimpulan hal ini disebabkan karena aki. Padahal, sistem kelistrikan motor terdiri dari banyak komponen yang saling terhubung.

Posisi lampu yang tiba-tiba mati atau bahkan redup, cukup bisa membikin bahaya pengendaranya, apalagi pada kondisi saat berkendara malam hari atau hujan lebat turun, pencahayaan jadi kurang optimal, sehingga bisa mengganggu visibilitas.

Penyebab Lampu Motor Redup

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebabnya dan harus mengambil langkah apa saat mengalami kendala seperti ini. Berikut 5 penyebab utama lampu motor tiba-tiba mati atau redup meski aki masih dalam kondisi baik:


1. Kiprok Bermasalah

Kiprok atau regulator rectifier berfungsi mengubah arus AC dari spul menjadi arus DC untuk mengisi aki dan menyalurkan listrik ke komponen seperti lampu. Jika rusak, arus listrik jadi tidak stabil atau bahkan tidak mengalir sama sekali ke lampu.

2. Spul Rusak atau Lemah

Spul bertugas menghasilkan arus listrik saat mesin berputar. Jika daya yang dihasilkan tidak mencukupi, maka kiprok tidak bisa bekerja optimal dan aliran listrik ke lampu jadi terganggu.

3. Kabel dan Saklar Tidak Berfungsi Baik

Kabel kelistrikan yang longgar, terkelupas, atau korslet bisa menghambat aliran listrik ke lampu. Begitu juga saklar lampu yang sudah aus atau rusak akan membuat lampu tidak bisa menyala meski komponen lain berfungsi baik.

4. Bohlam Sudah Usang

Seiring waktu, bohlam bisa mengalami penurunan performa bahkan mati total. Filamen di dalam bohlam bisa putus tanpa disadari, terutama setelah pemakaian yang cukup lama.

5. Sistem Pengisian Aki Tidak Optimal

Meskipun aki dalam kondisi baik, tapi jika sistem pengisiannya terganggu, daya listrik yang masuk ke aki tidak mencukupi. Akibatnya, lampu akan menyala redup atau tidak menyala sama sekali saat beban listrik meningkat.

Itu tadi adalah masalah yang kemungkinan muncul dan menjadi penyebab lampu motor secara tiba-tiba mati atau menjadi redup padahal kondisi aki masih baik. Jika sudah mengetahui penyebanya, berikut 5 langkah yang bisa dilakukan:

1. Periksa dan Ganti Kiprok Jika Perlu

Cek apakah kiprok menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti meleleh atau gosong. Jika iya, segera ganti dengan yang baru agar arus listrik kembali stabil.

2. Ukur Kinerja Spul

Gunakan alat multimeter untuk mengukur tegangan yang dihasilkan spul. Jika nilainya tidak sesuai standar, kemungkinan besar spul perlu diganti.

3. Cek Jalur Kabel dan Saklar

Pastikan semua kabel dalam kondisi utuh dan tidak ada yang longgar atau berkarat. Cek saklar lampu apakah masih responsif. Bila perlu, ganti saklar yang sudah tua.

4. Ganti Bohlam yang Sudah Tua

Jika bohlam terlihat menghitam atau filamennya putus, segera ganti dengan yang baru. Gunakan bohlam dengan spesifikasi yang sesuai dengan peruntukannya agar tahan lama dan terang.

5. Pastikan Sistem Pengisian Aki Normal

Lakukan pengecekan terhadap pengisian aki. Bila diperlukan, lakukan servis di bengkel untuk memastikan aki menerima arus listrik dengan benar dari spul dan kiprok.

“Masalah lampu yang mati itu tidak melulu karena aki lemah. Ada banyak komponen lain yang harus dicek lebih dulu. Pemeriksaan menyeluruh bisa mencegah salah ganti dan membuat perawatan motor lebih efisien,” ujar Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan, pengendara sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kondisi sistem kelistrikan motor, tidak hanya saat ada masalah. “Pemeriksaan berkala sangat dianjurkan, karena kelistrikan adalah bagian penting untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara,” imbuh Wahyu.

Jika seluruh langkah di atas sudah dilakukan namun lampu masih tidak menyala dengan normal, jangan ragu untuk membawa motor ke bengkel resmi AHASS. Jadi, sebelum buru-buru menyalahkan aki, sebaiknya pahami dulu seluruh kemungkinan penyebabnya. Dengan perawatan yang tepat, motor akan kembali nyaman digunakan dan pencahayaan pun kembali optimal saat berkendara.

(lua/dry)



Sumber : oto.detik.com

Cara Nyetir Mobil Biar Irit Bensin



Jakarta

Cara menyetir turut mempengaruhi konsumsi BBM. Makanya jangan nyetir asal-asalan. Berikut ini tips menyetir supaya irit bensin.

Nyetir mobil ada tekniknya. Apalagi kalau kamu mau mobilnya irit bensin. Ya, kebiasaan mengemudi memang mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil kamu di samping beberapa kondisi lainnya. Mengutip laman buku panduan manual Mitsubishi Xpander, berikut ini hal-hal yang bisa dipraktikkan agar konsumsi bensin mobil kamu irit.


Pertama berkaitan dengan akselerasi dan deselerasi. Hindari akselerasi dan menjalankan secara tiba-tiba. Mudahnya, jangan kebiasaan ngegas-ngerem secara sering. Ini mengakibatkan konsumsi bahan bakar jadi berlebihan.

Kedua saat perpindahan gigi, khususnya mobil manual. Lakukan perpindahan gigi hanya pada kecepatan dan rpm yang sesuai. Beda halnya dengan mobil matic saat posisi gigi sudah diatur secara otomatis.

“Sebisa mungkin gunakan gigi yang paling tinggi,” demikian dijelaskan pada buku panduan manual tersebut.

Jalan-berhenti, jalan-berhenti seperti saat mengemudi di dalam kota bikin konsumsi bbm jadi boros. Jika memungkinkan, cari jalan yang sepi. Atau ketika berkendara di jalan yang ramai, hindari penggunaan gigi rendah dengan putaran mesin yang tinggi.

Selanjutnya, jangan biarkan mobil dalam keadaan diam terlalu lama. Ya, meski posisinya diam, mobil tetap mengkonsumsi bahan bakar. Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kecepatan. Jangan sampai membejek gas penuh karena membuat BBM lebih banyak ‘diminum’ mesin.

“Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin banyak bahan bakar terkonsumsi. Hindari mengemudi pada kecepatan penuh. Bahkan sedikit saja melepas pedal gas akan menghemat bahan bakar secara signifikan,” begitu penjelasannya.

Tekanan angin ban juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Pastikan kamu mengecek kondisi tekanan angin ban. Tekanan angin yang kurang akan meningkatkan hambatan saat berjalan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Tak cuma itu, tekanan angin ban yang kurang juga mempengaruhi keausan ban dan stabilitas mengemudi.

Terakhir berurusan dengan muatan mobil. Bawa barang di mobil seperlunya. Jangan mengendarai kendaraan dengan membawa barang yang tidak perlu di bagasi.

“Penambahan berat kendaraan akan sangat mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Hindari juga mengemudi dengan barang-barang yang tidak diperlukan di atap. Hambatan udara akan bertambah dan meningkatkan konsumsi bahan bakar,” tulis buku panduan manual tersebut.

(dry/din)



Sumber : oto.detik.com

Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



Bogor

Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


“Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

“Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

“Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Peran BRI di Danau Lido

Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

“Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com