Category Archives: Liga Spanyol

Rodrygo Tak Akan Pergi Selama Masih Diinginkan Real Madrid


Rio de Janeiro

Winger Real Madrid Rodrygo selama ini tak pernah jauh-jauh dari spekulasi. Rodrygo menegaskan bahwa dirinya tidak akan pergi selama masih diinginkan Madrid.

Rumor seputar masa depan Rodrygo memanas pada musim panas lalu. Menyusul penampilan kurang oke Rodrygo setelah cuma 11 gol dan delapan assist saja di Liga Spanyol dan Liga Champions digabungkan.

Sejumlah klub Premier League termasuk Manchester City dann Tottenham Hotspur dilaporkan berminat mendapatkan jasa Rodrygo. Akan tetapi, pesepakbola berusia 24 tahun itu bergeming.


Kontrak Rodrygo bersama Real Madrid masih berlangsung sampai 2028. Pemain internasional Brasil itu mengakui mendapatkan berbagai tawaran di musim panas lalu, tapi tak pernah berpikir untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu.

“Setiap musim, hal yang sama terjadi kepadaku. Apakah aku akan pergi atau apakah aku mendapatkan tawaran dari sana-sini,” ungkap Rodrygo kepada AS.

“Tentu saja selalu ada tawaran; aku enggak akan bohong tentang hal itu, tapi aku selalu menjelaskan kepada klub bahwa aku ingin meneruskan kesuksesan di sini, bahkan lebih dari yang sudah kumiliki.”

“Banyak lho memenangi dua Liga Champions di usiaku, tapi aku ingin lebih banyak piala Eropa bersama klub ini. Aku selalu bilang: “Selama Real Madrid menginginkanku, aku akan ada di sini.” Jika suatu hari nanti Real Madrid bilang kepadaku: ‘Rodry, sana cari tim baru,’ maka aku akan bilang ‘Oke’. Tapi itu kan tidak terjadi.”

“Klub selalu bilang bahwa mereka mengandalkanku. Orang-orang berspekulasi karena aku terus diam, tapi aku sudah tahu apa yang akan kulakukan di musim ini dengan Real Madrid, bahwa aku akan fokus memberikan yang terbaik,” lugas Rodrygo.

(rin/mrp)



Sumber : sport.detik.com

Penalti Gagal itu Bagian dari Sepakbola!


Sevilla

Robert Lewandowski gagal mengeksekusi penalti dengan baik saat Barcelona diganyang Sevilla 1-4. Lewandowski menegaskan, hal itu merupakan bagian dari sepakbola.

Pada pertandingan di Ramon Sanchez Pizjuan, Barca dihadiahi penalti dalam situasi tertinggal 1-2. Lewandowski maju sebagai algojo kemudian melepaskan tembakan mendatar ke arah kanan. Bola meleset sehingga cuma menjadi tendangan gawang.


Tak bisa dipungkiri, seandainya Lewandowski bisa mengonversi penalti itu menjadi gol bukan tidak mungkin permainan akan berakhir berbeda. Pada prosesnya, Barcelona justru kebobolan dua gol tambahan di pengujung laga dari Jose Angel Carmona dan Akor Adams.

Setelah pertandingan, Robert Lewandowski mendapatkan sorotan tajam. Bintang sepakbola Polandia itu diyakini tidak akan memperoleh kontrak baru, di mana kontrak dia akan abis pada musim panas tahun depan.

“Sudah diketahui umum bahwa pertandingan seperti kemarin memang terjadi. Itulah sepak bola. Segalanya tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Penalti yang gagal adalah bagian dari permainan,” kata pemain terbaik FIFA dua kali itu kepada SPORT.

“Sekarang memang rasanya menyakitkan, tapi saya harap kami bereaksi dengan positif. Situasi-situasi seperti ini bisa membuat kami lebih tangguh. Kami ingin sekali untuk bisa balas dendam. Kami harus menunjukkan hal itu di atas lapangan,” ucap Lewandowski.

Barcelona akan mencoba bereaksi positif setelah jeda internasional. Blaugrana dijadwalkan menjamu Girona di lanjutan LaLiga, sebelum menghadapi Olympiakos di matchday ketiga Liga Champions.

Simak juga Video Barcelona Waswas Lewandowski Cedera

(rin/mrp)



Sumber : sport.detik.com

Klopp Yakinkan Thiago Alcantara untuk Jadi Pelatih


Jakarta

Eks Liverpool dan Barcelona Thiago Alcantara sedang mengejar karier sebagai pelatih usai pensiun. Thiago menyebut Juergen Klopp punya pengaruh besar dalam pilihannya ini.

Thiago gantung sepatu pada musim panas 2024. Liverpool menjadi klub terakhirnya sebelum pensiun.

Thiago lantas memutuskan untuk kembali ke Barcelona. Bukan untuk bermain, tapi masuk staf kepelatihan Hansi Flick.


Bicara soal peran barunya ini, Thiago menyebut bahwa Klopp punya peran penting. Mantan manajer Liverpool itu lah yang meyakinkan Thiago untuk menjadi pelatih.

“Saya bisa bikin daftar semua pelatih yang memberi manfaat dalam hidup saya: Pep Guardiola, Hansi Flick, Luis Enrique, Carlo Ancelotti, Juergen Klopp, Jupp Heynckes,” ujar Thiago seperti dilansir Mirror.

“Saya merasakan manfaatnya terutama menjelang akhir karier saya. Saya tidak tahu apakah itu karena Juergen sudah melihat uban saya, atau karena kami menggunakan sebagian waktu kami di lapangan untuk bicara dan memimpin, tapi Juergen lah yang bilang kepada saya bahwa saya akan jadi pelatih.”

Thiago berharap bisa mewarisi sifat Klopp yang tenang dalam menghadapi situasi. Ia juga menekankan pentingnya intensitas, sesuatu yang identik dengan Klopp.

“Bersama Klopp, tidak ada situasi buruk, hanya momen yang perlu disalurkan dengan cara yang membuatnya jadi menguntungkan tim Anda dan dia meraihnya lewat energi, ketenangan, atau bahkan tawa di momen yang seharusnya tidak lucu,” ucap Thiago.

“Dia berhasil menanamkan aliran energi itu sehingga semua orang mengikutnya. Terlepas dari intensitas di sesi latihan, hal terbaik yang bisa saya tularkan dari Juergen ke tim saya adalah gagasan bahwa, meski Anda hanya ingin fokus mengasah pergerakan tertentu, permainan tidak pernah berakhir, tetap berjalan.”

“Anda tidak bisa menuntaskan latihan finishing tanpa mempunyai bola ekstra jaga-jaga kalau ada bola muntah, kehilangan penguasaan bola, atau Anda perlu melakukan transisi.”

(nds/cas)



Sumber : sport.detik.com

Madrid Harus Menangi El Clasico Apapun yang Terjadi!


Seoul

Dua pekan lagi, Real Madrid dihadapkan pada duel El Clasico. Rodrygo menegaskan, Madrid wajib mengalahkan Barcelona.

Madrid akan menjadi tuan rumah di El Clasico jilid pertama 2025/2026. Laga Madrid vs Barcelona itu bakal digelar di Santiago Bernabeu pada 26 Oktober mendatang.

Los Blancos mengusung misi balas dendam setelah dipecundangi rival abadinya itu empat kali di sepanjang musim lalu. Kekalahan-kekalahan tersebut berujung pada kegagalan Madrid memenangi LaLiga (finis kedua di bawah Barcelona), Copa del Rey dan Piala Super Spanyol (kalah di final dari Barca).


Rodrygo mengakui, memenangi El Clasico bukan pekerjaan gampang. Pasalnya, Barcelona telah memperkuat diri dengan mendatangkan Marcus Rashford, dan pemain-pemain berbakat seperti Ronny Bardghji serta Joan Garcia. Meski begitu, kemenangan di kandang sendiri mesti didapat Real Madrid.

“Yang terbaik adalah melupakan tentang musim lalu. Kami tahu bahwa kami tidak memenuhi standar, terutama di El Clasico. Kami tidak nyaman melawan mereka,” ungkap winger internasional Brasil itu kepada AS.

“Memang benar tahun lalu yang terjadi adalah sebaliknya, dan mereka memenangi keempat Clásico, meskipun kami harus mengakui mereka lebih baik sekarang dan memiliki tim yang lebih baik, dengan lebih banyak kepercayaan diri. Namun, kami juga punya sebuah tim yang hebat.”

“Itu akan jadi pertandingan yang sangat sulit, tapi kami akan bermain di Bernabeu di depan suporter kami, dan kami harus menunjukkan apa yang kami mampu, merencanakan semuanya dengan baik untuk mengalahkan mereka apapun yang terjadi. Kami main di kandang,” lugas Rodrygo menatap El Clasico.

(rin/yna)



Sumber : sport.detik.com

Steven Gerrard ‘Sentil’ Trent Alexander-Arnold


Liverpool

Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid dikritik Steven Gerrard. Legenda Liverpool itu menyayangkannya.

Hal itu dilontarkan Gerrard dalam podcast-nya Rio Ferdinand. Menurutnya, Trent terlalu mengambil risiko.

“Saya tidak akan melakukannya. Saya hanya berpikir dia mengambil risiko besar. Dia adalah pemain sepak bola yang sangat baik, pemain yang sangat berbakat,” katanya.


“Salah satu pemain yang paling ahli dalam mengoper bola yang pernah saya lihat. Dia berada dalam perbincangan bersama (David) Beckham dan (Paul) Scholes, tidak ada masalah.”

“Tapi untuk meninggalkan Liverpool, di mana dia berada di masa jayanya, dan ditawari kontrak baru, dia mengambil risiko. Dia kini menjalani risiko itu. Saya harap ini berhasil baginya karena saya sangat menyukainya. Saya sangat menyukainya,” katanya.

Trent Alexander-Arnold pindah ke Real Madrid musim ini. Ia memilih tak memerpanjang kontraknya di Liverpool.

Trent sebelumnya membela Liverpool sejak masih anak-anak. Ia kemudian menjadi bintang utama, dengan catatan 354 laga, 23 gol, 92 assist, dan mempersembahkan 8 gelar, di antaranya dua titel Premier League dan sekali Liga Champions.

Bek sayap 26 tahun itu kini masih kesulitan di Real Madrid. Trent Alexander-Arnold baru membuat 2 assist untuk Los Blancos sejak didatangkan.

(yna/ran)



Sumber : sport.detik.com

Tak Ada Lagi Ketegangan Antara Barcelona dan Spanyol Gegara Yamal


Barcelona

Ketegangan antara Barcelona dan Timnas Spanyol akibat cederanya Lamine Yamal mereda. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menjalin komunikasi dengan Timnas Spanyol agar kejadian itu tak terulang.

Lamine Yamal tak dipanggil ke Timnas Spanyol untuk jeda internasional pekan ini. Ia tak masuk skuad La Furia Roja karena cedera selangkangan.

Cedera tersebut didapat saat membela Timnas Spanyol pada jeda internasional bulan lalu. Setelah itu, ia absen di empat laga Barcelona.


Yamal sempat comeback satu laga. Namun, cedera selangkangannya kembali kambuh hingga kini harus menepi.

Saat awal cedera tersebut didapat Yamal, pelatih Barcelona, Hansi Flick, ngamuk ke pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Flick merasa Timnas Spanyol memaksakan Yamal yang tak dalam kondisi fit bermain.

Flick begitu kecewa karena Yamal sangat diandalkan oleh Barcelona. Pemain 18 tahun ini telah mengemas dua gol dan empat assist meski baru tampil lima laga dengan El Barca di musim ini.

Ketegangan antara Flick dan Timnas Spanyol terkait Yamal tersebut kini tengah mereda. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, berusaha meredakan ketegangan tersebut dengan aktif menjalani komunikasi dengan Timnas Spanyol. Hal ini agar situasi panas seperti sebelumnya tak terulang lagi.

“Saya tidak tahu apakah Lamine telah berbicara dengan de la Fuente, ia bebas melakukannya – de la Fuente juga telah berbicara dengan Gavi. Lamine masih merasa tidak nyaman, kondisinya kurang baik. Kami telah berbicara secara internal di klub dan dari sana, tim nasional diberi tahu,” ujar Deco dikutip dari Football Espana.

“Saya tidak terlibat langsung dengan tim nasional untuk mengetahui bagaimana mereka memperlakukan para pemain. Kami tahu mereka memperlakukan para pemain dengan baik, kami sudah berbicara dengan (direktur sepak bola) Aitor Karanka dan begitulah adanya. Wajar jika Anda tidak menyukai situasi seperti ini,” jelasnya.

(pur/yna)



Sumber : sport.detik.com

Barcelona Tak Mau Marcus Rashford Numpang Lewat


Jakarta

Barcelona tak mau Marcus Rashford numpang lewat. Penampilannya sejauh ini oke, Barca mau mempermanenkannya!

Barcelona meminjam Marcus Rashford dari Manchester United dengan durasi sepanjang musim 2025/2026. Sang winger sejauh ini tampil apik.


Marcus Rashford sudah kemas tiga gol dan lima assist dari 10 laga di seluruh kompetisi bersama Barcelona. Rashford bikin pelatih Hansi Flick kepincut.

Adanya Rashford turut bikin pos penyerang sayap Barca makin dalam. Biasanya, Raphinha dan Lamine Yamal jadi langganan namun keduanya lagi cedera beberapa waktu belakangan.

Dilaporkan Marca, Barcelona bersiap mempermanenkan Marcus Rashford. Diketahui, Manchester United memberikan opsi pembelian permanen meski tidak wajib.

MU mematok harga mulai dari 30 juta Euro atau setara Rp 578 miliar. Barca diyakini sanggup penuhi harga tersebut.

Marcus Rashford dikabarkan turut betah tinggal di Kota Barcelona. Musim masih panjang, bisa segahar apa Rashford nanti?

(aff/rin)



Sumber : sport.detik.com

Cerita Keterpurukan Rodrygo di Musim Lalu


Seoul

Seiring hasil buruk Real Madrid di musim lalu, Rodrygo terpukul menyusul penampilan yang redup. Rodrygo berterima kasih pada Carlo Ancelotti atas dukungannya.

Madrid menjalani musim 2024/2025 untuk dilupakan. Los Blancos nirgelar juara setelah finis runner-up di Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol juga terhenti di perempatfinal Liga Champions. Semakin pahit lagi karena Madrid dipecundangi musuh bebuyutannya, Barcelona, empat kali di kompetisi-kompetisi domestik tersebut.

Sementara itu Rodrygo mengemas total 14 gol dan 11 assist untuk Real Madrid di seluruh kompetisi. Akan tetapi, pemain internasional Brasil itu gagal menjaga momentumnya di sepanjang musim.


Sejak menceploskan satu gol ke gawang Atletico Madrid di playoff fase grup Liga Champions, Rodrygo “mandul” di 12 pertandingan Los Blancos selanjutnya. Hanya satu assist, yang bisa disumbangkan Rodrygo di dalam periode itu. Situasi yang membuat Rodrygo begitu terpuruk.

Rodrygo sendiri absen di lima pertandingan terakhir El Real di bawah asuhan Carlo Ancelotti karena cedera dan masalah kebugaran. Pesepakbola berusia 24 tahun itu mengungkapkan seberapa besar peran Ancelotti dalam mengangkat moralnya.

Aku menjalani masa yang sangat berat secara pribadi. Aku berhenti berbicara kepada orang-orang. Tidak ada orang yang tahu apa yang kulalui,” ungkap Rodrygo kepada AS. “Aku tidak baik-baik saja — secara fisik maupun mental. Saat itu sangat berat. Namun, Tuhan, keluargaku, dan pelatih Ancelotti membantuku melaluinya.”

“Dia bilang kepadaku, ‘Kamu enggak siap untuk bermain sekarang. Istirahat saja.’ Aku terus meminta agar dimainkan, tapi dia tahu bahwa aku butuh sembuh sebagai seseorang lebih dulu. Hal tersebut sangat berarti bagiku.”

“Carlo, putranya Davide, staf, dan keluargaku — mereka semua membantuku. Sekarang aku baik-baik saja. Aku gembira, termotivasi, dan siap untuk menjalani sebuah musim yang hebat,” lugas Rodrygo.

(rin/aff)



Sumber : sport.detik.com

Tendang Bola ke Arah Tribun Penonton!


Madrid

Franco Mastantuono disorot di tengah kekalahan Real Madrid 2-5 di kandang Atletico Madrid. Bintang muda Argentina tak kuasa membendung rasa frustrasinya.

Mastantuono menggantikan Arda Guler saat Madrid tertinggal 2-3 di Stadion Metropolitano, Sabtu (27/9). Kurang dari lima menit setelah Mastantuono masuk, Los Blancos justru kebobolan lagi dari tendangan bebas Julian Alvarez.


Di masa injury time, Antoine Griezmann menegaskan kemenangan telak Los Rojiblancos di Derby Madrid. Griezmann menyelesaikan umpan Alex Baena untuk menaklukkan penjagaan Thibaut Courtois.

Momen kontroversial Franco Mastantuono terjadi tidak lama berselang. Karena tidak terima dianggap melakukan sebuah pelanggaran, Mastantuono merespons dengan menendang bola kuat-kuat ke arah penonton di dalam tribun stadion.

Wasit Javier Alberola langsung mencabut kartu kuning untuk pesepakbola berusia 18 tahun itu, yang diikuti dengan keributan kecil di antara pemain dari kedua kubu.

Dengan kekalahan dari Atletico, maka berhenti pula tren kemenangan Real Madrid setelah menang terus di enam pertandingan Liga Spanyol. Madrid masih di puncak klasemen dengan 18 poin, tapi berpeluang digusur Barcelona (16 poin), yang baru akan bertanding malam ini melawan Real Sociedad.

“Kalah di sebuah derby yang penting itu tidak pernah menyenangkan. Kami melakukan bagian terberat, yaitu bangkit dari ketinggalan 0-1. Namun, kami toh kurang fokus di area tertentu di dalam pertandingan. Hal ini yang merugikan kami,” ucap Kapten Real Madrid Dani Carvajal di laman resmi klub.

(rin/aff)





Sumber : sport.detik.com

Kekalahan Madrid Dibandingkan dengan Saat Digasak Barca, Ini Respons Alonso


Madrid

Real Madrid kewalahan saat dibenamkan Atletico Madrid 2-5. Xabi Alonso merespons perbandingan kekalahan itu dengan kekalahan Madrid dari Barcelona di era Jose Mourinho.

Los Blancos antiklimaks saat bertamu ke Metropolitano, tadi malam (27/9). Usai dijebol Robin Le Normand di 14 menit pertama permainan, Madrid sempat menjanjikan usai berbalik unggul berkat gol-gol Kylian Mbappe dan Arda Guler.

Alexander Sorloth menciptakan gol balasan Atletico sehingga kedua tim berimbang di half-time. Namun, usai restart Madrid kesulitan mengimbangi permainan rival sekotanya itu.


Tiga gol disarangkan Atletico Madrid dari Julian Alvarez (2) dan Antoine Griezmann untuk memberi Madrid kekalahan pertama di 2025/2026. Tidak sedikit yang melihat bahwa performa El Real punya kesamaan dengan kekalahan di tangan Barca 0-5 pada 2014/15.

Xabi Alonso, selaku pelatih Real Madrid menolak membandingkan kedua hasil tersebut. Fokus Alonso hanya memperbaiki performa timnya.

“Inilah yang harus kami lakukan,” ungkap Alonso usai pertandingan dilansir Marca. “Saya tidak ingin membandingkan, tapi ini kan kekalahan pertama kami; kekalahan ini memang menyakitkan, tentu saja.”

“Ini menyakiti kami semua dan fans, sudah pasti. Kami merasa sangat bertanggung jawab, dan mesti menganalisis apa yang harus kami tingkatkan.”

“Musim ini baru saja mulai, di liga dan Copa del Rey. Namun, ini bukan level yang ingin kami tunjukkan. Sekarang ini tentang menatap ke depan,” lugas Xabi Alonso.

Real Madrid dijadwalkan menghadapi klub Kazakhstan Kairat Almaty di Liga Champions tengah pekan ini, lalu menjamu Villarreal pada akhir pekan dalam lanjutan LaLiga.

(rin/aff)



Sumber : sport.detik.com