Category Archives: Makanan Sehat

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini Sebabnya


Jakarta

Ikan menjadi salah satu alternatif protein yang paling sehat. Namun ternyata ada aturan dalam mengonsumsinya. 5 bahan makanan ini sebaiknya tak dipadukan dengan ikan.

Selain daging ayam, sapi, atau kambing, ikan juga menjadi salah satu sumber asupan protein yang disarankan. Ikan memiliki kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan asupan protein lainnya.

Selain itu beberapa jenis ikan juga memiliki kandungan minyak dan lemak omega-3 yang baik untuk otak hingga jantung. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pada makanan yang paling sehat sekalipun akan memiliki efek negatif yang wajib diwaspadai.


Ada beberapa bahan makanan yang disebutkan tidak cocok untuk dipadukan saat konsumsi ikan. Efek sampingnya bahkan dapat menyebabkan alergi hingga gangguan pada saluran pencernaan.

Berikut 5 makanan yang tak cocok dipadukan dengan ikan menurut Times of India:

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini SebabnyaMengombinasikan ikan dengan produk susu dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Christa Boaz

1. Produk susu

Ahli gizi tidak pernah menyarankan konsumen ikan memadukannya dengan produk-produk olahan susu. Misalnya seperti yogurt, mentega, susu, atau produk lainnya karena dapat menimbulkan efek negatif.

Produk susu yang dipadukan dengan ikan dapat memicu gangguan pada pencernaan yang tak nyaman. Seperti kembung, sakit perut, bahkan hingga infeksi kulit yang ditimbulkan oleh alergi.

Alasannya karena ikan dan produk olahan susu memiliki kandungan protein yang sama-sama tinggi. Ketika saluran pencernaan menerima asupan protein yang terlalu tinggi maka organnya akan kesulitan mencerna protein tersebut dengan cepat.

2. Buah yang asam

Buah yang asam seperti lemon atau jeruk nipis hanya disarankan untuk proses marinasi ikan saja. Buah dengan kandungan asam yang tinggi dibutuhkan untuk membantu menghilangkan bau amis pada ikan segar.

Tetapi buah yang asam tidak disarankan untuk dipadukan dengan ikan segar untuk dikonsumsi. Ketika kandungan asam yang tinggi pada suatu jenis uah bertemu dengan protein ikan, efeknya akan mengganggu rasa dan tekstur.

Ikan akan berubah menjadi lebih lunak dan menghilangkan rasa manis sebagai ciri khas ikan yang segar. Sebenarnya hal ini hanya berdasar pada selera masing-masing orang tetapi buah

Bahan makanan lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Makanan olahan

Ikan yang sehat disarankan sebagai asupan protein karena kadar lemaknya yang rendah. Maka para ahli gizi setuju jika ikan tidak cocok untuk dipadukan dengan makanan olahan maupun makanan yang digoreng.

Mengonsumsi ikan dengan makanan olahan atau gorengan dapat mengancam kesehatan apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Baik makanan olahan maupun gorengan memiliki kadar lemak jenuh yang begitu tinggi.

Efeknya lemak jenuh yang masuk terlalu banyak ke dalam tubuh dan dibawa darah dapat menimbulkan penyumbatan. Dampak lebih lanjutnya keluhan seperti gangguan kardiovaskular dan kesehatan jantung akan dialami.

4. Makanan berpati

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini SebabnyaMenyajikan ikan dengan makanan yang mengandung pati dapat meningkatkan kadar kalorinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Christa Boaz

Walaupun makanan berprotein disarankan untuk dipadu dengan karbohidrat tetapi ada beberapa aturan khusus untuk ikan. Jika ingin melengkapi ikan dengan asupan karbohidrat, hindari memilih bahan makanan yang memiliki kandungan pati.

Kandungan pati yang tinggi seperti kentang atau pasta yang terbuat dari tepung dapat mengancam fungsi pencernaan. Bahan makanan yang disebutkan akan memberi tambahan kalori yang tinggi saat mengonsumsi ikan.

Dampaknya sistem pencernaan akan bekerja lebih keras mencerna pati dan protein ikan secara bersamaan. Tak heran jika gejala seperti sakit perut, kembung, dan yang lainnya ada terjadi jika anjuran ini tidak diperhatikan.

5. Makanan pedas

Bagi orang Indonesia makanan yang tidak pedas terasa kurang nikmat di lidah. Padahal konsumsi makanan yang pedasnya menyengat tidak disarankan pada beberapa jenis makanan tertentu. Salah satunya ikan.

Ada banyak bumbu dan bahan tambahan yang lebih cocok untuk dibubuhkan pada hidangan berbahan ikan. Mengingat ikan juga termasuk bahan makanan yang mudah untuk dikombinasikan dengan berbagai rasa, ahli gizi tidak menyarankan ikan dipadukan dengan hidangan yang pedas.

Ikan yang disajikan bersamaan dengan menu pendamping yang pedas dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan. Misalnya memicu produksi asam lambung hingga menimbulkan rasa kembung yang mengganggu perut.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini Sebabnya


Jakarta

Ikan menjadi salah satu alternatif protein yang paling sehat. Namun ternyata ada aturan dalam mengonsumsinya. 5 bahan makanan ini sebaiknya tak dipadukan dengan ikan.

Selain daging ayam, sapi, atau kambing, ikan juga menjadi salah satu sumber asupan protein yang disarankan. Ikan memiliki kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan asupan protein lainnya.

Selain itu beberapa jenis ikan juga memiliki kandungan minyak dan lemak omega-3 yang baik untuk otak hingga jantung. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pada makanan yang paling sehat sekalipun akan memiliki efek negatif yang wajib diwaspadai.


Ada beberapa bahan makanan yang disebutkan tidak cocok untuk dipadukan saat konsumsi ikan. Efek sampingnya bahkan dapat menyebabkan alergi hingga gangguan pada saluran pencernaan.

Berikut 5 makanan yang tak cocok dipadukan dengan ikan menurut Times of India:

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini SebabnyaMengombinasikan ikan dengan produk susu dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Christa Boaz

1. Produk susu

Ahli gizi tidak pernah menyarankan konsumen ikan memadukannya dengan produk-produk olahan susu. Misalnya seperti yogurt, mentega, susu, atau produk lainnya karena dapat menimbulkan efek negatif.

Produk susu yang dipadukan dengan ikan dapat memicu gangguan pada pencernaan yang tak nyaman. Seperti kembung, sakit perut, bahkan hingga infeksi kulit yang ditimbulkan oleh alergi.

Alasannya karena ikan dan produk olahan susu memiliki kandungan protein yang sama-sama tinggi. Ketika saluran pencernaan menerima asupan protein yang terlalu tinggi maka organnya akan kesulitan mencerna protein tersebut dengan cepat.

2. Buah yang asam

Buah yang asam seperti lemon atau jeruk nipis hanya disarankan untuk proses marinasi ikan saja. Buah dengan kandungan asam yang tinggi dibutuhkan untuk membantu menghilangkan bau amis pada ikan segar.

Tetapi buah yang asam tidak disarankan untuk dipadukan dengan ikan segar untuk dikonsumsi. Ketika kandungan asam yang tinggi pada suatu jenis uah bertemu dengan protein ikan, efeknya akan mengganggu rasa dan tekstur.

Ikan akan berubah menjadi lebih lunak dan menghilangkan rasa manis sebagai ciri khas ikan yang segar. Sebenarnya hal ini hanya berdasar pada selera masing-masing orang tetapi buah

Bahan makanan lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Makanan olahan

Ikan yang sehat disarankan sebagai asupan protein karena kadar lemaknya yang rendah. Maka para ahli gizi setuju jika ikan tidak cocok untuk dipadukan dengan makanan olahan maupun makanan yang digoreng.

Mengonsumsi ikan dengan makanan olahan atau gorengan dapat mengancam kesehatan apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Baik makanan olahan maupun gorengan memiliki kadar lemak jenuh yang begitu tinggi.

Efeknya lemak jenuh yang masuk terlalu banyak ke dalam tubuh dan dibawa darah dapat menimbulkan penyumbatan. Dampak lebih lanjutnya keluhan seperti gangguan kardiovaskular dan kesehatan jantung akan dialami.

4. Makanan berpati

5 Makanan Ini Sebaiknya Tak Dimakan dengan Ikan, Ini SebabnyaMenyajikan ikan dengan makanan yang mengandung pati dapat meningkatkan kadar kalorinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Christa Boaz

Walaupun makanan berprotein disarankan untuk dipadu dengan karbohidrat tetapi ada beberapa aturan khusus untuk ikan. Jika ingin melengkapi ikan dengan asupan karbohidrat, hindari memilih bahan makanan yang memiliki kandungan pati.

Kandungan pati yang tinggi seperti kentang atau pasta yang terbuat dari tepung dapat mengancam fungsi pencernaan. Bahan makanan yang disebutkan akan memberi tambahan kalori yang tinggi saat mengonsumsi ikan.

Dampaknya sistem pencernaan akan bekerja lebih keras mencerna pati dan protein ikan secara bersamaan. Tak heran jika gejala seperti sakit perut, kembung, dan yang lainnya ada terjadi jika anjuran ini tidak diperhatikan.

5. Makanan pedas

Bagi orang Indonesia makanan yang tidak pedas terasa kurang nikmat di lidah. Padahal konsumsi makanan yang pedasnya menyengat tidak disarankan pada beberapa jenis makanan tertentu. Salah satunya ikan.

Ada banyak bumbu dan bahan tambahan yang lebih cocok untuk dibubuhkan pada hidangan berbahan ikan. Mengingat ikan juga termasuk bahan makanan yang mudah untuk dikombinasikan dengan berbagai rasa, ahli gizi tidak menyarankan ikan dipadukan dengan hidangan yang pedas.

Ikan yang disajikan bersamaan dengan menu pendamping yang pedas dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan. Misalnya memicu produksi asam lambung hingga menimbulkan rasa kembung yang mengganggu perut.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Protein Pengganti Ayam yang Cocok untuk Vegetarian


Jakarta

Bagi pelaku diet vegetarian, protein hewani wajib dihindari. Untuk menggantikan asupan daging ayam, ada beberapa bahan makanan yang dapat dikonsumsi.

Ada beberapa jenis diet yang mengharuskan para pelakunya berhenti mengonsumsi protein hewani. Vegetarian dan vegan menjadi pola diet khusus yang mengatur pelakunya hanya boleh mengonsumsi bahan-bahan nabati saja.

Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan protein pada tubuh manusia baik yang vegan, vegetarian, atau non-vegetarian tetap sama. Hanya saja bagi pelaku non-vegetarian memiliki pilihan protein hewani yang lebih banyak seperti daging ayam atau sapi.


Bagi pelaku vegetarian yang tidak diperkenankan mengonsumsi daging ayam harus menemukan alternatifnya dengan cermat. Ahli gizi menyebut ada beberapa bahan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti asupan daging ayam.

Berikut ini 5 pengganti asupan daging ayam untuk vegetarian menurut Times of India:

5 Protein Pengganti Ayam yang Cocok untuk VegetarianProtein yang tinggi pada tahu cocok untuk menggantikan asupan protein daging ayam. Foto: Getty Images/4kodiak

1. Tahu

Tahu memiliki tekstur yang lembut dan mudah untuk dikreasikan menjadi berbagai hidangan. Olahan yang terbuat dari kacang kedelai ini disebut ahli gizi cocok untuk dikonsumsi guna menggantikan asupan protein dari daging ayam.

Tahu juga dapat menyerap rasa dan bumbu dengan sangat baik sehingga dapat dimasak dengan lezat. Bahan pelengkap berupa nasi putih yang hangat saja sudah cocok untuk mengenyangkan perut.

Tahu mudah didapatkan di hampir seluruh negara di dunia. Harganya yang murah meriah juga memudahkan berbagai kalangan mendapatkannya.

2. Tempe

Olahan fermentasi kacang kedelai ini lebih populer di Indonesia. Sayangnya di negara sendiri tempe seringkali dianggap sebelah mata dan dianggap sebagai bahan makanan yang terlalu murah meriah.

Padahal tempe memiliki kandungan protein yang tinggi dan dapat menjadi alternatif pengganti daging ayam bagi pelaku vegetarian. Hampir mirip tahu, tempe juga mudah diolah dengan berbagai cara memasak dan bumbu yang disukai.

Bedanya tempe lebih memilih tekstur yang padat dibandingkan tahu. Tempe juga bisa dikreasikan menjadi makanan yang lain, misalnya perkedel hingga burger vegetarian.

Alternatif daging ayam untuk vegetarian lainnya ada di halaman berikutnya.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan yang kecil ukurannya tak boleh diabaikan. Kandungan nutrisi dan mineral yang padat pada kacang cocok untuk menjadi asupan protein yang bisa diandalkan pelaku vegetarian.

Kacang-kacangan memiliki khasiat untuk membantu menyehatkan kardiovaskular termasuk jantung yang vital. Selain itu komposisi proteinnya juga dilengkapi dengan serat yang dapat membantu menyehatkan saluran pencernaan.

Kacang-kacangan memiliki banyak jenisnya di dunia. Setiap jenis kacang juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang tak kalah nikmat dengan protein hewani.

4. Jamur

5 Protein Pengganti Ayam yang Cocok untuk VegetarianJamur memiliki kandungan protein yang tinggi dengan rasa yang tak kalah enak daripada daging ayam. Foto: Getty Images/4kodiak

Tak hanya dapat berfungsi sebagai sayur atau penyedap, jamur juga dapat diandalkan sebagai asupan protein. Jamur memiliki rasa khas yang tak akan membosankan jika dikonsumsi setiap hari.

Di dunia ada banyak jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi manusia. Hampir di seluruh negara di dunia ada hidangan yang dibuat dengan bahan dasar berupa jamur dan enak-enak rasanya.

Teksturnya yang kenyal juga dapat memberikan tambahan tekstur pada hidangan bagi pelaku vegetarian. Jamur bisa ditumis, direbus menjadi sayur, hingga digoreng renyah.

5. Nangka

Terkenal sebagai salah satu buah eksotis, nangka ternyata punya banyak manfaat. Tak hanya dapat dikonsumsi sebagai buah, nangka juga dimanfaatkan sebagai hidangan pelengkap makanan yang enak dan mengenyangkan.

Di Indonesia sendiri nangka lebih awam dimasak menjadi sayur atau topping pelengkap pada hidangan yang manis Ternyata kadar protein yang tinggi di dalam nangka disarankan oleh ahli gizi untuk dikonsumsi para pelaku vegetarian.

Nangka juga bisa dimanfaatkan sebagai daging tiruan dalam bentuk yang sudah disuwir. Kemampuannya menyerap rasa dengan baik juga membuat nangka mudah dimasak hingga lezat menggunakan berbagai jenis racikan bumbu.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

5 Makanan Tinggi Antioksidan Ini Wajib Dikonsumsi Pria Agar Tetap Bugar


Jakarta

Tingkat kesehatan pria disebutkan jauh lebih rendah dibandingkan wanita. Karenanya bagi pria, dianjurkan rutin konsumsi makanan sehat ini.

Sebuah survei menemukan bahwa 83% pria Amerika mengalami stres dalam enam bulan terakhir dan 44% tidak melakukan pemeriksaan fisik tahunan.

Selain itu, ditemukan 44% pria tidak menjaga kesehatan fisik dan mental. Peneliti menyebutkan bahwa tingkat kesehatan pria jauh lebih rendah dibandingkan wanita.


Terlebih pada penyakit jantung. Dalam hal ini, pria disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan yang mampu mencegah penyakit jantung.

Berikut ini 5 makanan tinggi antioksidan yang baik dikonsumsi pria, seperti dikutip dari ‘Eat This not That’ (30/09/23).

1. Brokoli

brokoliBrokoli merupakan salah satu makanan yang bagus dikonsumsi untuk pria. Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

Brokoli merupakan salah satu makanan yang bagus dikonsumsi untuk pria. Brokoli kaya akan kandungan vitamin C, K, dan A serta kandungan serat.

Selain itu, juga ada kandungan sulforaphane yang tinggi yang merupakan senyawa yang diteliti potensinya melawan kanker dan penyakit serius lainnya.

Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa pria berpeluang lebih tinggi untuk meninggal akibat kanker dibandingkan wanita.

2. Alpukat

Alpukat menyediakan lemak alami dan merupakan sumber serat dan potasium yang baik. Menurut ahli gizi Smurr, alpukat bagus untuk sumber energi.

“Alpukat merupakan makanan super dan bermanfaat bagi kesehatan pria karena tinggi kadar lemak tak jenuh tunggal bisa mengurangi kadar kolesterol,” ujar Smurr.

Studi dalam ‘Journal of American Heart Association’ menyebutkan bahwa alpukat bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Buah ini bagus untuk pria yang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung.

3. Tomat

cara menyimpan tomat yang baik agar tak mudah busukTomat kaya akan antioksidan yang disebut likopen. Foto: Getty Images/iStockphoto

Tomat kaya akan likopen yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa itu dikaitkan dengan perlindungan terhadap penyakit kronis seperti kanker prostat dan jantung.

Nutrisi ini bagus untuk pria yang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit tersebut. Dalam studi tercatat 13 dari setiap 100 pria di Amerika akan menderita kanker prostat.

Selain likopen, tomat juga kaya akan vitamin A, K, dan potasium. Menurut New England Journal of Medicine, vitamin tersebut bisa sekaligus mencegah penyakit jantung.

4. Blueberry

Blueberry mengandung antioksidan yang disebut flavonoid. Menurut ahli gizi White, senyawa itu berkontribusi pada manfaat kesehatan bagi pria.

“Makan blueberry secara rutin dikaitkan dengan penurunan dan pemeliharaan berat badan. Juga menurunkan risiko penyakit jantung dan melindungi saraf,” tutur White.

Selain itu, sebuah studi juga menemukan adanya kandungan antosianin pada blueberry. Zat ini mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung.

5. Salmon

5 Fakta Garis-garis Putih yang Ada pada Daging Ikan SalmonIkan salmon mengandung omega-3 yang bagus untuk mencegah penyakit jantung. Foto: iStock

Salmon merupakan superfood yang memiliki kandungan tinggi pada asam lemak omega-3. Lemak sehat itu berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung.

Omega-3 diketahui dapat mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, juga bisa meningkatkan kolesterol baik.

Salmon juga merupakan sumber protein yang baik untuk pemeliharaan dan pertumbuhan otot. Sementara kandungan vitamin B2 nya dapat mengatasi disfungsi ereksi pada pria.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?


Jakarta

Selain bahan tambahan pada kopi, jenis biji kopi seperti robusta dan arabika juga berpengaruh pada rasa kopi. Tapi mana jenis kopi yang lebih sehat?

Membicarakan tentang kopi, tak akan habis dalam waktu satu jam bahkan hingga satu hari. Ada banyak aspek menarik tentang kopi yang bisa digali.

Misalnya tentang biji kopi, cara menyeduh kopi, penyajian kopi. Secangkir kopi dikenal banyak manfaatnya untuk kesehatan, salah satunya membantu mengurangi penurunan fungsi otak, mengurangi risiko penyakit diabetes sampai meningkatkan kinerja mental dan konsentrasi.


Dilansir dari Sports Keeda (22/11), ada beberapa jenis kopi yang memiliki manfaat berbeda. Seperti kopi robusta dan arabika, keduanya memiliki manfaat kesehatan tersendiri.

Kira-kira mana yang lebih sehat dari dua jenis kopi ini?

1. Rasa dan Aroma Kopi

Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.

Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pecinta kopi strong.

Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.

Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

2. Kadar Kafein

Catat! Ini Efek Kafein Kopi pada Tubuh Sesuai Golongan DarahKafein. Foto: Ilustrasi Getty Images/1001nights

Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.

Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.

Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.

3. Manfaat Kopi Arabika

Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

Kopi jenis arabika disebut dapat menurunkan diabetes tipe dua, setelah beberapa penelitian menemukan bahwa Arabika ini mengandung asam klorogenat yang mampu membantu menjaga kadar gula darah.

Begitu juga dengan semanfaat lainnya seperti mencegah penyakit jantung, karena kopi arabika kaya akan antioksidan dan bisa membantu perdangan pada tubuh. Serta menekan resiko terserang penyakit jantung.

Di bagian fungsi koginitif, kafein yang terkandung pada kopi Arabika bisa membantu orang-orang lebih fokus, ingatan lebih kuat dan meningkatkan fungsi kerja otak.

4. Manfaat Kopi Robusta

Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

Robusta memang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari Arabika tapi hal ini bermanfaat untuk mendorong energi. Serta membantu meningkatkan performa dalam aktivitas.

Kopi Robusta juga baik untuk menurunkan berat badan, dan sama-sama bisa mengurangi risiko terserang diabetes tipe dua karena mengandung asam klorogenat.

Selain itu robusta ternyata mampu meningkatkan kesehatan pada pencernaan. Karena di dalam kopi Robusta terdapat komponen bernama Niacin, yang tugasnya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah gangguan pada pencernaan.

Kesimpulannya kedua jenis kopi ini memiliki manfaat kesehatannya masing-masing. Selama kopi diminum dalam takaran yang dianjurkan dan tidak berlebihan.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

4 Penyakit yang Mengintai Jika Kebanyakan Makan Gorengan


Jakarta

Gorengan yang gurih renyah memang enak disantap sebagai lauk atau camilan, tapi waspadai konsumsinya. Jika terlalu banyak berisiko menyebabkan 4 penyakit ini.

Gorengan adalah salah satu makanan yang paling digemari orang Indonesia. Gorengan yang bertekstur renyah dan bercita rasa gurih ini kerap membuat seseorang sulit berhenti menyantapnya.

Sayangnya, konsumsi gorengan terlalu banyak dapat berdampak buruk bagi tubuh. Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), terlalu banyak makan gorengan mampu meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.


“Makanan yang dilapisi dengan tepung dan digoreng memiliki kandungan kalori yang tinggi. Proses menggoreng dapat mengurangi nilai gizi pada bahan utama karena akan menambah kalori dan kandungan lemak,” tulis Kemenkes RI, dikutip Selasa (21/11/2023).

Lantas, apa saja dampak buruk kesehatan yang mengintai jika terlalu banyak mengonsumsi gorengan? Berikut rangkumannya, melansir dari berbagai sumber.

1. Obesitas

Ilustrasi DiabetesIlustrasi Diabetes Foto: Shutterstock

Melansir dari laman Kemenkes RI, gorengan mengandung lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan makanan lainnya karena terbukti menyerap lemak yang terdapat di minyak.

Maka dari itu, terlalu banyak mengonsumsi gorengan bisa meningkatkan risiko obesitas karena asupan kalori yang diserap tubuh terlalu tinggi.

Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan PubMed Central mengungkapkan bahwa lemak trans yang terkandung di gorengan dapat berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan risiko obesitas. Sebab, lemak trans dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.

2. Diabetes Melitus Tipe 2

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi gorengan bisa meningkatkan risiko diabetes melitus tipe 2.

Sebuah studi pada 2005 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gorengan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko dua kali lipat mengalami resistensi insulin dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsinya kurang dari sekali seminggu.

Selain itu, studi yang dipublikasikan American Journal Clinical Nutrition menunjukkan, orang yang mengonsumsi empat hingga enam porsi gorengan dalam seminggu berisiko 39 persen lebih tinggi mengidap diabetes melitus tipe 2.

Lalu, penelitian lain menyatakan bahwa seseorang yang mengonsumsi gorengan tujuh kali per minggu berpotensi 55 persen lebih tinggi mengalami diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.

3. Penyakit Jantung

Ilustrasi penyakit jantung koroner.Ilustrasi penyakit jantung koroner. Foto: Jesse Orrico/Unsplash

Melansir dari Healthline, mengonsumsi gorengan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol HDL, hingga obesitas yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dua studi observasional besar menemukan bahwa semakin sering orang mengonsumsi gorengan maka semakin besar risiko penyakit jantung. Sementara itu, mereka yang sering mengonsumsi buah-buahan dan sayuran berisiko rendah mengalami penyakit jantung.

Sementara itu, Kemenkes RI menyebutkan, minyak goreng yang digunakan untuk gorengan mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans sehingga meningkatkan kadar kolesterol darah.

“Peningkatan kolesterol ini bisa menjadi akar dari berbagai penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke,” tulis Kemenkes RI.

Menurut 17 studi yang dipublikasikan Heart, gorengan terbukti meningkatkan risiko serangan jantung, penyumbatan arteri koroner, gagal; jantung, dan stroke.

Salah satu studi yang meneliti 750 ribu orang menemukan bahwa orang yang setiap hari mengonsumsi gorengan memiliki risiko 28 persen lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung. Selain itu, setiap 114 gram gorengan mampu meningkatkan risiko keseluruhan sebanyak tiga persen.

4. Kanker
Selama proses menggoreng, suhu tinggi membentuk zat akrilamida yang mampu meningkatkan risiko kanker. Menurut Kemenkes RI, makanan bertepung mengandung zat akrilamida yang lebih tinggi ketika terpapar suhu tinggi.

Jika terlalu banyak dikonsumsi, zat akrilamida berpotensi menyebabkan beberapa jenis kanker, salah satunya kanker ovarium. Selain itu, lemak trans yang terkandung di dalam gorengan juga bisa meningkatkan jumlah senyawa penyebab peradangan tubuh.

“Hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker,” tegas Kemenkes RI.

Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 4 Penyakit yang Mengintai Akibat Sering Makan Gorengan

(sob/adr)



Sumber : food.detik.com

Hati-hati! Jarang Konsumsi 5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kematian Dini


Jakarta

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Namun, hati-hati kalau jarang konsumsi makanan sehat ini bisa meningkatkan risiko kematian dini.

Sebagian besar orang hanya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan selera, tanpa memedulikan keamanan makanan tersebut. Jika mengikuti selera dan hawa nafsu, mungkin kamu akan merasa puas, tetapi itu bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Setiap makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat pun bisa menurunkan risiko kematian dini.


Oleh karena itu, sebelum makan, sebaiknya memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Jangan sampai melewatkan konsumsi makanan sehat. Karena jika kamu melewatkannya atau bahkan tidak pernah makan makanan sehat tersebut, bisa saja risiko kematian dini meningkat.

Agar hal ini tidak terjadi, mulai perhatikan asupan makan sehari-hari. Jangan sampai kamu menghindari atau tidak mengonsumsi 5 makanan ini, seperti yang dirangkum dari healthdigest.com (11/11).

1. Ikan berlemak

5 Fakta Garis-garis Putih yang Ada pada Daging Ikan SalmonJangan lupa memasukkan asupan ikan berlemak karena bisa mengurangi risiko kematian dini. Foto: iStock

Ikan berlemak, seperti salmon mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mendukung kesehatan jantung. Asam lemak omega-3 bermanfaat menurunkan trigliserida, sebuah jenis lemak dalam darah. Mengonsumsi ikan berlemak juga dapat meningkatkan level kolesterol baik dan mengurangi risiko detak jantung tidak teratur.

Asam lemak omega-3 memang penting dalam mendukung fungsi-fungsi organ, tetapi tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan konsumsi makanan secara alami yang mengandung asam lemak sehat ini.

Untuk mendapat jumlah asam lemak omega-3 yang cukup, kamu bisa menikmati satu sampai dua porsi ikan berlemak setiap minggu. Selain salmon, kamu juga bisa mengonsumsi makarel, tuna, hingga sarden.

2. Susu

Manfaat Oat Milk, Susu Nabati yang Tengah Naik DaunSusu juga sebaiknya tidak dihindari karena bisa meningkatkan kesehatan. Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk

Orang dewasa mungkin berpikir tidak memerlukan susu lagi. Padahal, susu merupakan sumber nutrisi yang baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Susu mengandung kalsium, potassium, dan vitamin D yang membantu mengatur tekanan darah, fungsi pembuluh darah, dan menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan. Akibat jarang mengonsumsi susu berpotensi meningkatkan risiko kematian dini.

Banyak cara untuk mendapatkan manfaat susu selain sekadar meminumnya. Misalnya, untuk sarapan, kamu bisa menggabungkan dengan sereal atau semangkuk oatmeal. Susu juga bisa dimasukkan ke dalam resep masakan, misalnya kentang tumbuk (mashed potato) hingga quiche.

Pencinta kopi juga bisa menikmati kopinya dengan tambahan susu. Namun, disarankan menggunakan susu rendah lemak atau susu skim untuk mengurangi asupan lemak harian.

Daftar makanan yang sebaiknya mulai dikonsumsi untuk hindari risiko kematian dini bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Bawang putih

Manfaat Bawang Putih untuk JerawatBawang putih mengandung kekuatan super disebut allicin yang bisa mengurangi risiko kematian dini. Foto: Getty Images/gerenme

Bawang putih juga tidak boleh diremehkan. Makanan ini mengandung kekuatan super disebut allicin. Allicin merupakan senyawa yang berpotensi menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Bawang putih memang dikenal menjadi obat-obatan herbal hingga penyedap pada masakan. Bawang putih bisa dinikmati secara mentah atau dimasak.

Menurut healthdigest.com, para peneliti percaya konsumsi bawang putih dapat mengurangi jaringan parut dan pengerasan arteri yang erat kaitannya dengan serangan jantung. Mengonsumsi bawang putih juga bisa mencegah flu biasa dan mengurangi risiko kanker kolorektal.

Meskipun bermanfaat, tetapi bawang putih tidak disarankan untuk semua orang. Misalnya, mereka yang menderita sindrom iritasi usus besar atau gastroesophageal reflux perlu menghindari bawang putih karena, dapat menyebabkan masalah pencernaan.

4. Dark chocolate

Kopi Hitam dan Dark Chocolate Disebut Lebih SehatKonsumsi cokelat hitam pekat juga sudah memberikan manfaat baik pada jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto

Dark chocolate juga baik untuk menunjang kesehatan. Konsumsi dark chocolate dikaitkan dengan kemungkinan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan mendukung umur lebih panjang.

Dark chocolate juga dapat menurunkan tekanan darah, selama cokelat itu tidak mengandung banyak gula dan lemak jenuh. Penelitian yang disebutkan Health Digest mengungkap, dark chocolate dapat membantu trombosit darah tidak terlalu lengket. Sehingga, menurunkan kemungkinan penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Namun, konsumsi dark chocolate juga tidak boleh berlebihan. Makan terlalu banyak cokelat bisa menambah berat badan.

Cokelat tidak perlu dimakan banyak-banyak. Menurut Poulina Uddin, MD, ahli jantung di Scripps Clinic menyebut, makan hanya sepotong dark chocolate kecil setiap hari sudah bisa memberikan manfaat bagi jantung.

5. Buah beri

Buah beri mungkin tidak banyak disukai karena rasanya asam. Padahal, buah ini mengandung sejumlah manfaat untuk mengurangi risiko kematian dini.

Buah beri, seperti strawberry dan blueberry menjadi bagian penting dari makanan yang dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah. Mengonsumsi buah beri dalam porsi sehat juga mencegah timbulnya penyakit jantung.

Untuk sarapan, buah beri bisa digabung menjadi topping pada oatmeal. Buah ini juga bisa dicampur dengan yogurt dan menjadi smoothies creamy yang menyegarkan.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Kenali 5 Menu Paling Berisiko untuk Kesehatan di Resto Siap Saji


Jakarta

Makanan di restoran siap saji mungkin terlihat menggiurkan. Namun, perlu hati-hati karena ada sejumlah menu yang paling berisiko untuk dipesan. Ini daftarnya!

Retoran siap saji selalu menjadi pilihan tepat kalau bingung ingin makan di mana. Menu-menunya yang familiar dan dikenal enak membuat restoran ini sering menjadi tujuan.

Karena sering disambangi, mungkin beberapa orang yang mau makan di sini tidak berpikir dua kali dalam memesan. Mereka sudah punya menu favoritnya masing-masing.


Masalahnya, tidak semua menu-menu favorit itu terbebas dari risiko bahaya. Terdapat sejumlah menu paling berisiko di restoran siap saji.

Menu itu bisa saja mudah terkontaminasi bakteri, parasit, dan memiliki nol kalori. Meskipun terdengar sepele, tetapi menu ini bisa saja membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, jika mampir ke rantai restoran siap saji, kamu perlu menperhatikan kembali menu yang akan dipesan.

Lebih baik hindari 5 menu paling berisiko ini, seperti yang dirangkum dari mashed.com (22/10) berikut ini:

1. Sushi dan sashimi

Girl eating sashimi with chopsticksHati-hati saat memesan sashimi di restoran siap saji. Foto: Getty Images/iStockphoto/Hakase_

Kalau makan di restoran siap saji yang menyajikan hidangan sushi dan sejenisnya, kamu perlu hati-hati.

Platter berisi sushi dan sashimi mungkin menggiurkan, tetapi itu bukanlah pilihan tepat. Banyak yang tidak sadar kalau ada potensi bahaya pada menu itu

Sushi dan sashimi biasa disajikan dalam keadaan setengah matang atau bahkan mentah. Menu ini sangat mungkin terkontaminasi dengan bakteri dari luar. Makanan seperti ini juga rentan dengan infeksi cacing dan parasit, seperti cacing pita, cacing hati dan masih banyak lagi.

Infeksi bakteri dari mengonsumsi makanan mentah, seperti ikan mentah bisa menyebabkan mual. Bakteri seperti Vibrio, Listeria, dan Salmonella juga bisa menyebabkan gejala keracunan makanan mulai dari mual, sakit perut, muntah, hingga diare.

Kalau masih tetap ingin makan sushi dan sashimi di restoran seperti ini, pastikan cari restoran yang terjamin kualitasnya. Cari tahu juga bagaimana mereka menyiapkan hiddangan tersebut.

2. Daging steak atau burger setengah matang

Waspada! Daging Steak yang Nikmat Bisa Jadi Haram, Ini SebabnyaSteak medium rare bisa saja berisiko bahaya dan terkontaminasi dengan bakteri. Foto: Getty Images/LauriPatterson

Beberapa orang suka steak atau burgernya dimasak setengah matang. Daging memang dikenal paling pas dimasak medium rare. Sebab, bagian dalam daging masih punya tekstur lembut dan juicy. Kalau terlalu matang, bagian dalam daging bisa terlalu keras.

Meskipun lebih lezat, tingkat kematangan medium rare bukanlah yang terbaik karena berisiko untuk kesehatan. Terutama, jika kamu suka steak atau patty burger yang dibuat dari daging giling. Sebaiknya daging ini dimasak sampai matang.

Proses penggilingan daging burger membuatnya lebih rentan terhadap bakteri bawaan makanan. Sebab, ada peluang bakteri menyebar dan berkembang biak ketika daging sapi dicincang.

Parahnya lagi, daging yang kurang matang dapat mrngandung bakteri E.Coli dan salmonella.

Disarankan untuk memasak daging sampai suhu minimun 62 derajat celcius untuk mematikan bakteri hingga virus.

Makanan yang berisiko dipesan di restoran siap saji lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Hidangan dengan telur rebus

egg benedictEgg benedict menjadi salah satu hidangan yang menggunakan telur rebus. Pastikan telur itu berasal dari peternakan yang aman. Foto: detikFood

Beberapa restoran menawarkan hidangan klasik egg benedict dimana dalam sajiannya terdapat rebusan telur setengah matang. Telur ini mungkin tampak menggiurkan, tetapi kamu perlu hati-hati mengonsumsinya.

Telur merupakan makanan padat nutrisi mulai dari protein hingga vitamin. Namun, makanan ini juga bisa membawa bakteri, seperti salmonella.

Pastikan putih telur tidak terlalu lembek atau memiliki konsistensi seperti jeli. Begitupun dengan kuning telurnya.

4. Opsi vegetarian

Bagi mereka yang diet atau memang menghindari makanan hewani, mungkin akan memilih opsi menu vegetarian.

Meskipun banyak restoran menawarkan menu vegetarian, tetapi itu sering dimasak di atas panggangan yang sama dengan makanan lain. Proses ini membuat sayuran alami kontaminasi silang.

Tidak hanya masalah ini, ada juga masalah lain. Makanan non vegetarian juga sering dimasak dengan tambahan butter atau mentega yang mengandung bahan hewani.

5. Caesar salad

Healthy Grilled Chicken Caesar Salad with Cheese and CroutonsCaesar salad juga berisiko tinggi memiliki bahaya karena bahan dasar sausnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Caesar salad menjadi salah satu menu salad terpopuler. Menu ini seringkali muncul di restoran-restoran.

Namun, siapa sangka makanan ini juga berisiko tinggi untuk kesehatan. Saus pada Caesar salad sebagian besar dibuat menggunakan kuning telur mentah. Bahan ini pun memiliki risiko salmonella.

Salmonella bisa menyebabkan diare, demam, dan keram perut. Namun, seberapa besar Caesar salad bisa menyebabkan gejala ini? Jika salad dibuat dengan telur organik, kemungkinan tidak ada risiko. Sedangkan, restoran cepat saji seperti ini umumnya menggunakan telur non organik yang mungkin tercemar salmonella.

Saat memesan, jangan ragu untuk tanya sumber telur yang digunakan. Jika tidak yakin, bisa memilih menu salad lain yang menggunakan saus berbeda.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Makanan Ini Dorong Metabolisme Tubuh, Ada Cabe hingga Jeruk


Jakarta

Tubuh membutuhkan metabolisme untuk mencerna makanan hingga memperbarui sel. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan sehat, termasuk 5 makanan ini.

Metabolisme merupakan salah satu proses yang mampu memperlancar fungsi tubuh. Mulai dari bernapas, mencerna makanan, mengalirkan darah, sampai memperbarui sel.

Laju metabolisme setiap orang memang berbeda tergantung sejumlah faktor. Jika metabolisme rendah atau melambat, bisa berisiko kenaikan berat badan sampai diabetes.


Namun, laju metabolisme yang lancar bisa membantu penurunan berat badan. Tentu hal ini yang diinginkan semua orang. Namun, berbagai faktor bisa menyebabkan perlambatan metabolisme.

Jika mengalami masalah terhadap laju metabolisme, kamu perlu mengonsumsi 5 makanan ini yang dapat memperlancar metabolisme tubuh. Berikut daftarnya, seperti dirangkum dari Times of India (20/11):

1. Cabai

10 Manfaat Sehat Makan Cabai Hijau, Bisa Tingkatkan Imunitas!Siapa sangka cabe-cabean juga mampu mendorong metabolisme. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Cabai memiliki senyawa capsaicin, yang dikenal karena sifat termogeniknya. Sifat ini mampu memanaskan tubuh sehingga menyebabkan pembakaran kalori lebih banyak.

Artinya, makan lebih banyak cabai bisa membantu membakar kalori sekaligus menghambat penyimpanan lemak. Namun, bukan berarti kamu perlu makan cabai dalam jumlah berlebihan.

Terlalu banyak makan cabai justru bisa menyebabkan iritasi lambung atau peradangan. Perut pun bisa menjadi tidak nyaman karena panas.

2. Teh hijau

Cup with green tea on the table.Teh hijau tidak hanya baik untuk kesehatan menurunkan BB, tetapi juga mampu mendorong metabolisme. Foto: Getty Images/iStockphoto/manusapon kasosod

Teh hijau dikenal dengan manfaatnya untuk kesehatan. Salah satunya meningkatkan metabolisme.

Teh hijau mengandung antioksidan sekaligus katekin yang telah terbukti dapat meningkatkan metabolisme.

Kandungan antioksidan EGCG inilah yang dapat menstimulasi metabolisme tubuh. Lemak di tubuh dapat dibakar dengan rutin mengonsumsi teh hijau.

Namun, perlu diingat batasannya. Jangan sampai berlebihan. Teh hijau juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam keadaan perut kosong karena bisa mempengaruhi keseimbangan asam lambung.

Daftar makanan lain yang bisa tingkatkan metabolisme bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Daging tanpa lemak atau protein lain

Makanan protein untuk libidoDaging tanpa lemak atau protein sehat lainnya juga bisa dikonsumsi untuk mendorong metabolisme. Foto: Getty Images/iStockphoto/Chayaporn Yemjuntuek

Protein dikenal dengan manfaatnya yang dapat menjadi sumber energi hingga membangun dan memelihara jaringan tubuh.

Selain itu, protein juga dapat meningkatkan metabolisme. Namun, jenis protein yang dipilih sebaiknya protein tanpa lemak, seperti ikan, ayam, atau daging tanpa lemak. Sebab, protein tanpa lemak membutuhkan lebih banyak energi untuk dicerna, sehingga dapat meningkatkan pembakaran kalori.

Oleh karena itu, jangan lupa menambahkan protein tanpa lemak ke menu harian. Tidak hanya enak, protein tanpa lemak juga bisa menjadi dorongan baik sebagai sumber energi.

Jika mencari protein non hewani, kamu bisa mencoba protein nabati seperti tahu, tempe, buncis, hingga yogurt yunani. Protein nabati ini tak kalah enak dan menawarkan manfaat serupa, bahkan beberapa jauh lebih baik.

4. Buah citrus

Makan Nasi Lauk Buah Jeruk dan Sambal Disebut Sekte Makan di Luar NalarBeberapa jenis buah-buahan jeruk juga mampu meningkatkan metabolisme. Foto: Twitter/Visual

Jenis buah-buahah citrus tidak hanya menawarkan vitamin C, tetapi juga memiliki kandungan yang dapat meningkatkan metabolisme.

Vitamin C pada buah citrus, seperti jeruk dan lemon ini dikenal dapat meningkatkan pembakaran lemak selama berolagraga. Menjadikannya sebagai makanan yang baik untuk diet.

Jeruk, seperti jeruk nipis juga dapat dikonsumsi karena mampu meningkatkan metabolisme. Jeruk nipis membantu pembakaran lebih banyak kalori dan mengurangi simpanan lemak. Efek ini dihasilkan karena jeruk nipis memiliki kandungan asam nitrat di dalamnya, lapor alodokter.com.

5. Gandum

Sarapan Oatmeal Bisa Kendalikan Kolesterol? Ini 5 FaktanyaGandum dikenal padat serat dan bisa mendorong metabolisme tubuh. Foto: Getty Images/Creativeye99

Gandum atau oat pun menjadi salah satu makanan yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.

Gandum tinggi akan serat dan dapat menstabilkan kadar gula darah. Konsumsinya mampu membuat tubuh kenyang lebih lama.

Efek ini pun dapat mencegah seseorang ngemil.Sekaligus, mendukung metabolisme yang kuat.

Mulailah sarapan dengan semangkuk gandum atau oatmeal. Namun, disarankan untuk konsumsi oatmeal utuh atau organik. Kalau beli di supermarket pun sebaiknya diperhatikan kandungan gizinya. Sebab, sejumlah besar oatmeal kemasan sudah ditambah dengan banyak gula.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Manfaat Kacang Merah Beserta Efek Sampingnya Jika Tidak Diolah dengan Benar


Jakarta

Kacang merah termasuk salah satu kacang-kacangan yang dapat diolah menjadi berbagai makanan. Mulai dari sayur, tumisan, bubur, kue, isian roti, sampai aneka es.

Terlepas dari olahannya yang beragam, kacang merah ternyata bagus untuk kesehatan. Jenis kacang ini mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi tubuh dan organ-organ penting di dalamnya.

Penasaran? Cari tahu nutrisi hingga manfaat kacang merah bagi kesehatan pada uraian berikut.


Kandungan Kacang Merah

Dilansir Healthline, kacang merah terdiri dari karbohidrat dan serat yang tinggi. Jenis kacang ini juga merupakan sumber protein yang baik. Untuk 100 g kacang merah rebus mengandung nutrisi, meliputi:

  • Energi: 127 kal
  • Air: 67%
  • Karbohidrat: 22,8 g
  • Serat: 6,4 g
  • Protein: 8,7 g
  • Gula: 0,3 g
  • Lemak: 0,5 g

Kacang merah juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, seperti molibdenum, folat, zat besi, tembaga, mangan, kalium, serta vitamin K.

Manfaat Kacang Merah

Dengan sejumlah nutrisi yang dikandungnya, kacang merah memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh dan organ. Berikut beberapa manfaat kacang merah:

1. Meningkatkan Kesehatan Usus

Kacang merah mengandung serat yang tinggi. Selain itu, kacang ini juga menyimpan serat tidak larut yakni alfa-galaktosida dan pati resisten dalam jumlah besar.

Pati resisten dan alfa-galaktosida mampu berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik bergerak melalui saluran pencernaan untuk mencapai usus besar, di mana prebiotik ini difermentasi oleh bakteri baik.

Proses fermentasi kemudian menghasilkan butirat, asetat, dan propionat yang bisa meningkatkan kesehatan usus besar.

2. Bantu Turunkan Berat Badan

Pati resisten yang dikandung kacang merah dapat berperan dalam manajemen berat badan. Serat dan protein tinggi yang disimpannya juga bisa mengurangi pencernaan karbohidrat, sehingga bantu menurunkan berat badan.

3. Mengontrol Gula Darah

Kacang merah kaya akan protein, serat, dan karbohidrat yang dilepaskan secara perlahan. Karena kandungannya tersebut, kacang ini efektif untuk menjaga kadar gula darah yang sehat.

Kacang merah memiliki skor GI yang rendah. Yang artinya, kenaikan gula darah akan rendah dan lebih bertahap setelah memakan kacang ini. Dengan kadar gula darah yang terkontrol, maka akan menurunkan risiko terkena berbagai penyakit kronis.

4. Mencegah Kanker Usus Besar

Kacang-kacangan disebut mengandung sejumlah nutrisi dan serat yang bersifat antikanker.

Serat yang dimiliki kacang merah seperti pati resisten dan alfa-galaktosida tidak tercerna sampai ke usus besar. Serat tersebut difermentasi oleh bakteri baik yang menghasilkan pembentukan asam lemak rantai (SCFA).

SCFA seperti butirat dapat meningkatkan kesehatan usus besar sehingga menurunkan risiko kanker usus besar.

5. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kacang-kacangan termasuk kacang merah merupakan salah satu sumber protein nabati terkaya. Jika kacang ini dikonsumsi sebagai pengganti daging atau sumber protein lain yang tinggi kolesterol, maka dapat berdampak positif bagi kesehatan jantung.

Ini karena kolesterol yang terkandung dalam daging atau sumber protein lain mampu meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh sebab itu, mengurangi kolesterol salah satunya dengan konsumsi kacang merah baik bagi jantung.

Selain itu, kacang merah juga menyimpan kandungan lemak dan lemak jenuh yang sedikit lebih rendah dari jenis kacang lain. Sehingga kacang merah bisa jadi opsi untuk meningkatkan kesehatan organ jantung.

Efek Samping Kacang Merah

Tak hanya mengandung sejumlah manfaat, kacang merah juga memiliki efek samping bila dikonsumsi mentah atau tidak dimasak dengan baik. Berikut efek samping kacang merah:

1. Diare dan Muntah-muntah

Kacang merah mentah mengandung protein beracun dalam jumlah tinggi yang disebut phytohaemagglutinin. Jika mengkonsumsi kacang ini secara mentah atau melalui proses masak yang tidak benar, akan menyebabkan keracunan dengan gejala diare dan muntah-muntah.

2. Perut Kembung

Pada beberapa orang, kacang merah mampu menyebabkan perut kembung hingga diare karena serat tidak larut atau alfa-galaktosida yang dikandungnya. Serat ini juga dapat memperburuk gejala sindrom iritasi usus besar.

Tapi, alfa-galaktosida bisa dihilangkan sebagian dengan cara merendam kacang merah dalam air dan memasaknya dengan benar.

Cara Mengolah Kacang Merah

Agar dapat memberi manfaat bagi kesehatan dan bukan malah memberi efek samping, kacang merah harus dimasak dengan benar dan tidak dikonsumsi secara mentah.

Cara mengolah yang baik sebelum mengkonsumsinya, yakni dengan merendam kacang merah dalam air setidaknya selama 5 jam dan merebusnya pada suhu 100°C selama setidaknya 10 menit.

Dengan proses pengolahan demikian, racun dan senyawa berbahaya yang terdapat di dalam kacang merah bisa hilang. Sehingga kacang merah menjadi aman, tidak lagi berbahaya, dan memberikan manfaat jika dikonsumsi.

Itu dia penjelasan mengenai kacang merah, mulai dari kandungan nutrisi hingga efek samping yang dimilikinya.

(fds/fds)



Sumber : food.detik.com