Tag Archives: altcoin

Arcium Resmi Debutkan Mainnet Alpha di Solana

Proyek privasi blockchain Arcium resmi meluncurkan Mainnet Alpha di jaringan Solana, menandai transisi penting dari fase testnet menuju penggunaan langsung di infrastruktur publik.

Peluncuran ini menghadirkan komputasi terenkripsi (encrypted computation) ke ekosistem Solana, sebuah terobosan yang membuka jalan bagi aplikasi keuangan dan data yang mengutamakan kerahasiaan tingkat institusional.

Bersamaan dengan Mainnet Alpha, Umbra diperkenalkan sebagai aplikasi pertama yang berjalan di atas Arcium, berfungsi sebagai shielded finance layer, lapisan keuangan privat yang memungkinkan transaksi dan aktivitas finansial berlangsung secara tersembunyi namun tetap terverifikasi di blockchain.

Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Apa Itu Arcium dan Mengapa Penting?

Arcium adalah protokol yang dirancang untuk memungkinkan privacy-preserving computation, yaitu pemrosesan data secara terenkripsi tanpa harus membuka isi data tersebut ke publik.

Berbeda dengan privasi berbasis mixer atau zero-knowledge yang umumnya fokus pada transaksi, The Block menyebut bahwa Arcium menargetkan lapisan komputasi, termasuk data keuangan, logika aplikasi, dan eksekusi kontrak.

Dengan memilih Solana sebagai fondasi infrastrukturnya, Arcium memanfaatkan throughput tinggi, biaya rendah, dan latensi cepat: kombinasi yang ideal untuk aplikasi privasi skala besar yang menuntut performa tinggi.

Mainnet Alpha menjadi bukti awal bahwa komputasi terenkripsi tidak lagi sebatas eksperimen laboratorium, tetapi mulai siap diuji dalam lingkungan produksi.

Umbra: Debut Lapisan Keuangan Privat di Solana

Sebagai aplikasi perdana, Umbra berperan sebagai lapisan keuangan terlindung (shielded finance) di atas Arcium.

Umbra memungkinkan pengguna, termasuk institusi, melakukan aktivitas finansial tanpa mengekspos detail transaksi, posisi, atau strategi ke jaringan publik.

Fungsi ini menjadi krusial bagi entitas seperti dana institusional, market maker, dan korporasi yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena keterbukaan data blockchain yang ekstrem.

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai fondasi desain baru di ekosistem Solana.

“Peluncuran ini membuka ruang desain baru untuk aplikasi privasi di Solana. Ini langkah awal menuju pasar modal terenkripsi yang menarik bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data transaksi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Solana

Selama ini, Solana dikenal unggul dari sisi performa, namun relatif tertinggal dalam narasi privasi dibanding jaringan lain.

Kehadiran Arcium dan Umbra berpotensi mengisi celah tersebut dengan menghadirkan privacy-by-design tanpa mengorbankan kecepatan.

Beberapa potensi dampak utama bagi Solana antara lain:

  • Meningkatkan daya tarik institusional, terutama untuk use case perdagangan besar dan manajemen aset
  • Diversifikasi aplikasi DeFi, dari yang transparan menuju opsi privat
  • Memperluas use case non-keuangan, seperti data AI, identitas, dan komputasi sensitif

Jika adopsi berjalan sesuai rencana, Arcium dapat menjadi salah satu lapisan middleware penting di ekosistem Solana.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, Mainnet Alpha masih berada pada tahap awal. Artinya, stabilitas jaringan, keamanan kriptografi, dan pengalaman pengguna masih akan diuji secara ketat.

Selain itu, isu regulasi privasi tetap menjadi bayangan besar. Aplikasi shielded finance kerap berada di area abu-abu kebijakan, terutama di yurisdiksi yang sensitif terhadap anonimitas transaksi.

Oleh karena itu, keberhasilan Arcium tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana protokol ini memposisikan diri sebagai solusi privacy-preserving, bukan privacy-evasion.

Implikasi Pasar dan Proyeksi Jangka Menengah

Dari perspektif pasar kripto, peluncuran Mainnet Alpha cenderung menjadi katalis naratif, bukan langsung katalis harga jangka pendek.

Namun, keberhasilan demonstrasi teknologi dan onboarding institusi dapat mendorong minat investor terhadap sektor encrypted finance dan privacy infrastructure.

Tren ini juga selaras dengan meningkatnya kebutuhan privasi data di era AI dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Peluncuran Arcium Mainnet Alpha di Solana, dengan Umbra sebagai aplikasi perdana, menandai langkah awal menuju pasar keuangan terenkripsi di blockchain berperforma tinggi.

Inisiatif ini memperluas batas desain aplikasi Web3, dari transparansi penuh menuju privasi yang terverifikasi.

Meski masih dalam tahap awal, Arcium berpotensi menjadi fondasi penting bagi adopsi institusional di Solana, terutama bagi pelaku pasar yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, keamanan, dan kerahasiaan data.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XELIS Whitepaper v2.0, Transformasi Blockchain Layer-1 Programmable

Proyek blockchain XELIS resmi merilis Whitepaper versi 2.0, menandai fase baru dalam evolusi jaringan yang sebelumnya dikenal sebagai koin Proof-of-Work (PoW) murni.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (3/2), Pembaruan ini memperluas kapabilitas teknis XELIS dengan menghadirkan smart contracts, dynamic fee mechanism, burn protocol, serta peningkatan kecepatan produksi blok menjadi hanya 5 detik.

Langkah ini dipandang sebagai transisi strategis yang berpotensi mengubah positioning XELIS dari sekadar aset mining menjadi blockchain Layer-1 programmable yang mampu mendukung ekosistem aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Baca Juga: Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

Transformasi dari PoW Murni ke Programmable Layer-1

Sejak awal, XELIS menempatkan diri sebagai jaringan PoW yang fokus pada efisiensi dan desentralisasi.

Namun, rilis Whitepaper v2.0 menunjukkan ambisi yang lebih besar: menjadikan XELIS sebagai platform blockchain serbaguna yang tidak hanya aman bagi miner, tetapi juga relevan bagi developer dan pengguna aplikasi Web3.

Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pergeseran fundamental dalam roadmap proyek yang lebih potensial.

“Transisi strategis dari koin PoW murni menjadi programmable L1. Peningkatan utilitas teknis ini berpotensi menarik minat spekulatif jangka pendek dari komunitas mining dan developer,” ujar tim riset Tokocrypto.

Dengan masuknya smart contracts, XELIS kini membuka pintu bagi berbagai use case baru seperti DeFi, NFT, hingga aplikasi on-chain lainnya yang sebelumnya tidak memungkinkan.

Smart Contracts dan Ekspansi Ekosistem

Salah satu sorotan utama dalam Whitepaper v2.0 adalah implementasi smart contracts.

Fitur ini memungkinkan developer membangun aplikasi terdesentralisasi langsung di atas jaringan XELIS tanpa bergantung pada chain eksternal.

Bagi ekosistem, ini berarti peningkatan utilitas jaringan secara signifikan.

Smart contracts juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap token XELIS, baik untuk biaya transaksi maupun sebagai aset dasar dalam berbagai protokol yang dibangun di atasnya.

Namun, pasar akan mencermati seberapa cepat komunitas developer dapat beradaptasi dan mulai membangun aplikasi nyata, karena adopsi teknis sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan jangka menengah sebuah Layer-1 baru.

Dynamic Fees dan Burn Protocol: Efisiensi dan Tokenomics

Whitepaper terbaru juga memperkenalkan dynamic fees, sebuah mekanisme biaya transaksi yang menyesuaikan kondisi jaringan secara real-time.

Pendekatan ini bertujuan menjaga biaya tetap kompetitif saat trafik rendah, sekaligus mencegah spam ketika aktivitas jaringan meningkat.

Selain itu, XELIS mengadopsi burn protocol, di mana sebagian biaya transaksi akan dibakar secara permanen.

Mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai token dalam jangka panjang, terutama jika aktivitas on-chain meningkat seiring pertumbuhan ekosistem.

Kombinasi dynamic fees dan burn protocol menunjukkan fokus tim pengembang pada keberlanjutan ekonomi jaringan, bukan sekadar throughput teknis.

Waktu Blok 5 Detik: Peningkatan Performa Jaringan

Dari sisi performa, XELIS meningkatkan kecepatan produksi blok menjadi 5 detik, jauh lebih cepat dibanding banyak jaringan PoW tradisional.

Peningkatan ini bertujuan memberikan pengalaman transaksi yang lebih cepat dan responsif, sekaligus meningkatkan daya saing XELIS di antara blockchain Layer-1 lainnya.

Kecepatan blok yang lebih singkat juga mendukung use case aplikasi real-time, sebuah faktor penting untuk adopsi dApps dan DeFi.

Dampak Pasar dan Sentimen Jangka Pendek

Dari perspektif pasar, rilis Whitepaper v2.0 berpotensi menjadi katalis sentimen jangka pendek, khususnya di kalangan komunitas mining dan developer yang mencari peluang awal di jaringan baru.

Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa upgrade besar dan perubahan roadmap sering memicu minat spekulatif, meski dampak jangka panjang tetap bergantung pada eksekusi.

Investor akan memantau beberapa hal kunci ke depan: kesiapan implementasi teknis, stabilitas jaringan pasca-upgrade, serta munculnya proyek nyata di atas ekosistem XELIS.

Baca Juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Rilis XELIS Whitepaper v2.0 menandai langkah penting dalam evolusi proyek, dari koin PoW murni menjadi blockchain Layer-1 programmable dengan utilitas yang jauh lebih luas.

Dengan smart contracts, dynamic fees, burn protocol, dan waktu blok 5 detik, XELIS berupaya memperkuat daya saingnya di lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Meski peluang spekulatif jangka pendek terbuka, keberhasilan jangka panjang XELIS akan sangat ditentukan oleh adopsi developer dan pertumbuhan ekosistem aplikasi yang nyata.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Menguat 2,17%, Didorong Progres Mainnet

Harga Pi Network (PI) mencatatkan penguatan moderat dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Coinmarketcap pada Rabu (3/2).

Token ini naik sekitar 2,17%, mengungguli kinerja mingguan yang masih mencatat koreksi -8,72%.

Meski demikian, secara gambaran besar, PI masih berada dalam tren turun dengan penurunan sekitar -24,7% dalam 30 hari terakhir, mencerminkan tekanan struktural yang belum sepenuhnya mereda.

Kenaikan harga jangka pendek ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal, mulai dari terobosan migrasi mainnet, perluasan akses KYC, hingga kondisi pasar yang sudah berada di area oversold.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Progres Migrasi Mainnet Jadi Katalis Positif

Salah satu sentimen yang paling signifikan datang dari pengumuman kemajuan migrasi Mainnet Pi Network.

Pada awal Februari, tim Pi Network membuka blokir sekitar 2,5 juta akun yang sebelumnya tertahan untuk melakukan migrasi ke mainnet.

Akun-akun ini merupakan pengguna aktif yang telah menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC).

Langkah ini dinilai penting karena mengurangi ketidakpastian terkait saldo yang “terkunci” dalam ekosistem Pi.

Selama berbulan-bulan, isu akun yang belum bisa bermigrasi kerap menjadi sumber frustrasi komunitas dan berpotensi memicu tekanan jual ketika token akhirnya bisa dipindahkan.

Bagi pasar, progres ini mengirimkan sinyal bahwa Pi Network terus bergerak menuju target Open Network, sebuah fase krusial yang akan membuka lebih banyak utilitas dan integrasi eksternal.

Namun, investor tetap perlu memantau apakah pengguna yang baru dibuka aksesnya memilih untuk menahan PI atau justru melepasnya ke pasar.

Ekspansi KYC: Dorongan Adopsi atau Risiko Eksekusi?

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Selain migrasi mainnet, Pi Network juga memperluas akses KYC dengan membuka peluang bagi lebih dari 700 ribu pengguna tambahan untuk mengajukan verifikasi.

Inisiatif ini turut diperkuat dengan uji coba teknologi autentikasi baru berbasis palm-print.

Dari sisi positif, peningkatan jumlah pengguna terverifikasi memperkuat legitimasi jaringan, meningkatkan keamanan, serta mendukung adopsi jangka panjang.

Semakin banyak pengguna yang lolos KYC, semakin besar pula potensi ekosistem Pi untuk digunakan dalam aplikasi dunia nyata.

Namun, sentimen pasar terhadap KYC Pi Network masih bersifat campuran. Proses verifikasi yang sebelumnya lambat dan tidak merata sempat memicu ketidakpercayaan komunitas.

Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada eksekusi yang konsisten dan transparan.

Sinyal Teknikal: Rebound dari Area Oversold

Dari sisi analisa teknikal, kenaikan harga PI juga didukung oleh kondisi pasar yang sudah memasuki fase jenuh jual.

Relative Strength Index (RSI-14) tercatat berada di level 27,39, jauh di bawah ambang netral 50 dan masuk kategori oversold.

PI juga memantul dari area support kuat di sekitar $0,151, yang memicu minat beli spekulatif dari trader jangka pendek.

Meski demikian, indikator MACD masih berada di zona negatif, menandakan bahwa tren menengah belum sepenuhnya berbalik bullish.

Dalam waktu dekat, PI menghadapi resistance di area $0,165 (rata-rata pergerakan 7 hari) dan level Fibonacci 23,6% di $0,2003. Tanpa volume yang kuat, peluang penembusan resistance ini masih terbatas.

Unlock Token dan Tren Jangka Panjang

Meski sentimen jangka pendek membaik, tantangan besar masih membayangi Pi Network.

Token PI telah mencatatkan penurunan lebih dari 90% secara tahunan, sementara agenda unlock token masih menjadi ancaman suplai tambahan.

Pasar juga akan mencermati jadwal unlock sekitar 24 juta PI pada 13 Februari, yang berpotensi kembali menekan harga.

,Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,17% dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi rebound teknikal dan optimisme terbatas terhadap progres migrasi mainnet serta perbaikan akses KYC.

Namun, tren turun jangka menengah masih dominan, dan risiko suplai dari unlock token tetap menjadi faktor utama.

Level kunci yang perlu diperhatikan:

  • Support: $0,15
  • Resistance: $0,165 dan $0,20

Selama PI mampu bertahan di atas support utama, peluang reli jangka pendek masih terbuka.

Namun, untuk perubahan tren yang lebih solid, pasar menunggu bukti adopsi nyata dan kepastian roadmap Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Membesar, Onyxcoin Masih Bertahan di Atas Level Kunci

Penurunan harga Onyxcoin (XCN) dalam beberapa sesi terakhir mendorong aksi jual besar-besaran dari para pemegang jangka pendek. Data menunjukkan sekitar 350 juta token XCN dipindahkan ke bursa dalam sepekan terakhir, mengindikasikan meningkatnya niat jual di tengah volatilitas pasar.

Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan pasokan ke bursa tersebut terjadi setelah harga XCN turun sekitar 12 persen dalam beberapa hari. Tekanan penurunan ini memicu kepanikan, khususnya di kalangan investor jangka pendek, yang memilih keluar lebih awal alih-alih menunggu konfirmasi pergerakan harga selanjutnya. Kondisi tersebut memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

Indikator On-chain XCN

Meski demikian, indikator on-chain menunjukkan sinyal yang lebih konstruktif. Data MVRV Long/Short Difference memperlihatkan tren kenaikan, yang menandakan berkurangnya profitabilitas pemegang jangka pendek dibandingkan investor jangka panjang. Situasi ini biasanya diikuti oleh meredanya tekanan jual, karena insentif untuk melepas aset semakin menurun.

Dengan berkurangnya tekanan jual dari trader jangka pendek, peluang stabilisasi harga dinilai semakin terbuka setelah kelebihan pasokan terserap pasar.

Dari sisi teknikal, Onyxcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,0057 dan masih bertahan di atas level support US$0,0054. Selama sebulan terakhir, pergerakan harga membentuk pola bullish flag, yang umumnya mengindikasikan kelanjutan tren setelah fase konsolidasi.

Baca juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

Proyeksi Harga XCN

Berdasarkan proyeksi pola tersebut, XCN berpotensi mencatatkan kenaikan hingga sekitar 150 persen, dengan target di area US$0,0156 apabila breakout terkonfirmasi. Namun, skenario ini memerlukan dukungan kondisi pasar yang lebih luas serta permintaan yang berkelanjutan.

Dalam jangka lebih dekat, analis mencermati level resistensi US$0,0077 sebagai penanda awal konfirmasi tren bullish. Jika level ini berhasil ditembus, harga berpotensi bergerak menuju US$0,0095 dan membuka peluang pengujian level psikologis US$0,0100.

Di sisi lain, risiko penurunan tetap ada apabila sentimen pasar kembali memburuk. Kegagalan mempertahankan level saat ini dapat mendorong harga turun ke US$0,0047, bahkan hingga US$0,0041. Penurunan di bawah area tersebut akan membatalkan prospek bullish dan menunda potensi pemulihan harga.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara panic selling ritel dan akumulasi smart money seringkali menjadi sinyal bottoming.

“Jika XCN mampu mempertahankan support $0.0054 dan menembus resisten terdekat, target harga $0.0156 menjadi skenario bullish yang realistis. Ini adalah setup klasik ‘shakeout before breakout,” jelasnya.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin Anjlok 16%, Kenapa Investor Justru Borong?

Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meme coin ini tercatat anjlok sekitar 16% dalam empat hari, sempat menembus level psikologis penting dan memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Meski begitu, data on-chain menunjukkan respons yang berbeda dari para pemegang Dogecoin. Alih-alih panik menjual, investor justru terlihat melakukan akumulasi saat harga melemah, menandakan adanya kepercayaan di tengah tekanan jangka pendek.

Analisis DOGE

Berdasarkan data exchange net position change, terjadi peningkatan pembelian selama fase penurunan harga. Tekanan beli mulai melampaui tekanan jual ketika DOGE turun di bawah rata-rata harga sebelumnya. Pola ini mengindikasikan bahwa sebagian investor memandang koreksi sebagai peluang, bukan sinyal bahaya.

Dilaporkan BeInCrypto, perilaku tersebut kerap mencerminkan keyakinan dari pemegang berpengalaman. Alih-alih keluar dari pasar, mereka memilih menambah eksposur pada harga yang lebih rendah. Akumulasi ini membantu meredam momentum penurunan dan menstabilkan pergerakan harga Dogecoin. Pola serupa juga pernah terjadi pada koreksi DOGE sebelumnya yang kemudian diikuti oleh fase pemulihan.

Indikator makro turut memperkuat narasi akumulasi. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Dogecoin kini masuk ke zona peluang, berada di kisaran -17% hingga -25%. Rentang ini menunjukkan sebagian besar pemegang DOGE berada dalam posisi rugi yang belum direalisasikan.

Secara historis, kondisi tersebut sering menjadi titik awal fase pemulihan. Saat kerugian belum direalisasikan semakin dalam, tekanan jual cenderung berkurang karena investor enggan mengunci kerugian. Pada fase ini, akumulasi biasanya meningkat dan harga berpotensi pulih setelah tekanan jual mereda.

Baca juga: Dogecoin Melemah ke US$0,1215, Analis Soroti Pola Historis 19 Pekan

Gerak Histori Dogecoin

Dari sisi harga, Dogecoin diperdagangkan di sekitar USD 0,105 pada saat penulisan. Sebelumnya, DOGE sempat menyentuh level terendah harian di USD 0,094, yang menjadi titik terlemah dalam beberapa pekan terakhir. Aksi beli saat harga turun membantu DOGE kembali menembus level USD 0,100 dan menjadikannya sebagai area support jangka pendek.

Selama harga bertahan di atas USD 0,100, peluang pemulihan masih terbuka. Jika DOGE mampu menembus resistance di USD 0,110, momentum berpotensi menguat dan mendorong harga ke area USD 0,117 untuk menutup sebagian kerugian sebelumnya.

Namun, risiko penurunan tetap ada. Jika DOGE gagal mempertahankan level USD 0,100, tekanan jual bisa kembali meningkat dan mendorong harga turun ke USD 0,094 atau bahkan lebih rendah. Skenario tersebut akan membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan menunda potensi rebound hingga permintaan kembali menguat.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, perilaku akumulatif di tengah penurunan harga mengindikasikan kepercayaan holder jangka panjang. Jika tekanan jual mereda, struktur MVRV yang rendah ini berpotensi memicu pemulihan cepat, menjadikan penurunan ini sebagai peluang akumulasi.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Anjlok ke $0,152, Sentimen Pasar Memburuk

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan, yang terpantau via Coinmarketcap pada Senin (2/2).

Dalam 24 jam terakhir, harga PI turun 5,4% ke level $0,152, memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Penurunan ini terjadi di tengah kombinasi faktor negatif mulai dari lonjakan suplai token, kerusakan struktur teknikal, hingga sentimen pasar kripto global yang memasuki fase risk-off ekstrem.

Pergerakan harga terbaru ini membuat PI semakin terpuruk jauh dari rekor tertingginya, sekaligus memunculkan kekhawatiran baru terkait keberlanjutan nilai token di tengah tekanan fundamental yang belum mereda.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Tekanan Unlock Token Semakin Membesar

Salah satu faktor utama di balik anjloknya harga PI adalah percepatan unlock token. Sepanjang Februari 2026, lebih dari 133 juta token PI telah masuk ke sirkulasi.

Jumlah ini hanyalah bagian awal dari total sekitar 1,3 miliar token PI yang dijadwalkan akan dilepas ke pasar dalam 12 bulan ke depan.

Dengan rata-rata unlock harian mencapai 4,6 juta PI, tekanan suplai meningkat drastis.

Dalam kondisi permintaan yang lemah, mekanisme ini secara langsung menggerus kelangkaan token dan menciptakan overhang suplai yang sulit diserap pasar.

Lonjakan volume perdagangan hingga 300% ke kisaran $28 juta dalam 24 jam justru mengindikasikan bahwa sebagian besar aktivitas berasal dari aksi jual, bukan akumulasi.

Hal ini memperkuat sinyal bahwa investor dan holder memanfaatkan setiap reli kecil sebagai peluang untuk keluar dari posisi.

Breakdown Teknikal Memperburuk Sentimen

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari sisi analisis teknikal, kondisi PI saat ini berada dalam fase yang sangat rentan.

Harga resmi menembus support psikologis di $0,20, level yang sebelumnya dianggap sebagai zona pertahanan utama.

Breakdown ini memicu aksi jual lanjutan dan mempercepat pelemahan harga.

Indikator RSI (14) berada di level 21,81, menandakan kondisi oversold ekstrem. Namun, sinyal oversold ini belum diikuti dengan konfirmasi pembalikan arah (reversal).

Indikator MACD masih menunjukkan momentum bearish tanpa adanya divergensi positif yang signifikan.

Selain itu, harga PI kini berada di bawah seluruh moving average utama, dengan SMA 7 hari di $0,1666 dan SMA 30 hari di $0,1925.

Struktur ini mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek hingga menengah.

Jika tekanan jual berlanjut, area $0,15 menjadi support krusial berikutnya. Kegagalan bertahan di level tersebut berpotensi membuka jalan menuju area psikologis $0,10.

Sentimen Pasar Kripto Masuk Fase Extreme Fear

Tekanan terhadap PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan.

Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin turun sekitar 5% ke area $83.000, menyeret mayoritas altcoin ke zona merah.

Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 6%, sementara Fear & Greed Index jatuh ke level 15, menandakan kondisi extreme fear.

Dalam fase seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi, termasuk altcoin dengan fundamental dan likuiditas yang relatif lemah.

Meski demikian, penurunan PI terbilang jauh lebih dalam dibanding pasar secara umum.

Dari rekor tertingginya di $2,98, harga PI telah terkoreksi sekitar 93%, jauh melampaui penurunan rata-rata pasar kripto dalam 30 hari terakhir.

Baca Juga: Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Pelemahan harga Pi Network mencerminkan kombinasi berbahaya antara tokenomics yang inflasioner, struktur teknikal yang rusak, dan psikologi pasar yang rapuh.

Meski indikator RSI menunjukkan kondisi oversold yang secara teori bisa memicu rebound jangka pendek, tekanan dari pipeline unlock 1,3 miliar token membuat potensi pemulihan terlihat terbatas tanpa katalis kuat.

Fokus utama investor saat ini adalah level $0,15. Jika support ini gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membawa PI mencetak level terendah baru.

Pasar akan terus memantau apakah ada tanda akumulasi besar atau perubahan fundamental yang mampu mengubah arah tren dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

Jupiter, salah satu agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) terbesar di jaringan Solana, telah mengambil langkah strategis penting dalam evolusi sektor DeFi.

Sebagaimana dikutip dari Coindesk pada Senin (2/2), Platform ini resmi mengintegrasikan Polymarket ke dalam aplikasinya di Solana, sekaligus mengumumkan investasi strategis senilai $35 juta dari ParaFi Capital.

Langkah ini berpotensi memperluas penggunaan Jupiter dari sekadar tempat swap token menjadi pusat ekosistem keuangan dan prediksi on-chain.

Baca Juga: Solana dan Jupiter: Kripto Menarik Perhatian Investor

Jupiter + Polymarket: Prediction Market Native di Solana

Integrasi Polymarket merupakan sebuah pergeseran besar bagi Jupiter dan ekosistem Solana secara keseluruhan. Kini, pengguna dapat mengakses fitur pasar prediksi secara langsung dari aplikasi Jupiter, tanpa harus keluar dari platform.

Fitur ini menggabungkan kedalaman likuiditas Polymarket dengan skalabilitas tinggi dan biaya rendah infrastruktur Solana, memperkenalkan cara baru bagi pengguna DeFi untuk berspekulasi pada hasil peristiwa dunia nyata, mulai dari politik dan ekonomi hingga olahraga dan parameter makro.

Prediksi pasar merupakan mekanisme finansial di mana trader memperdagangkan kontrak yang mencerminkan probabilitas suatu hasil.

Dengan integrasi natif ini, pasar prediksi tidak lagi menjadi domain situs terpisah; melainkan terbangun sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman Jupiter, memadukan prediksi pasar dengan fitur swap, likuiditas, dan layanan keuangan lainnya.

Solana menjadi tempat ideal bagi pengembangan ini karena throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, memungkinkan volume aktif dan perdagangan frekuensi tinggi dengan efisiensi yang tidak selalu tersedia di jaringan lain.

“Langkah ini memperkuat posisi Jupiter sebagai ‘Super App’ DeFi di Solana. Dukungan modal besar dari ParaFi dan ekspansi ke sektor Prediction Market memberikan katalis fundamental kuat bagi token JUP,” kata Tim Research Tokocrypto menanggapi langkah Jupiter tersebut.

Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Investasi $35 Juta dari ParaFi Capital

Selain ekspansi produk, Jupiter juga berhasil mengamankan investasi strategis sebesar USD 35 juta dari ParaFi Capital, sebuah dana aset digital yang dikenal sebagai pendukung infrastruktur DeFi jangka panjang.

Pendanaan ini menunjukkan kepercayaan besar investor terhadap roadmap Jupiter dan perannya dalam lanskap Solana DeFi.

Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur inti, termasuk alat likuiditas lanjutan, kontrol risiko, dan layanan keuangan on-chain lain yang dapat menarik basis pengguna lebih luas, baik trader ritel maupun institusional.

Integrasi Polymarket menjadi salah satu penggunaannya, tetapi visi jangka panjangnya menempatkan Jupiter sebagai super-app DeFi yang menyediakan lebih dari sekadar agregasi swap.

Menurut berita terkait, Jupiter seringkali memproses bagian besar volume DEX di Solana, bahkan menyumbang mayoritas swap organik pada beberapa periode, yang membuatnya menjadi elemen kunci dalam kesehatan ekosistem Solana DeFi.

Dampak terhadap DeFi dan Prediksi Pasar

Integrasi pasar prediksi di dalam DEX menunjukkan evolusi DeFi menjadi ruang yang lebih serbaguna. Pengguna sekarang dapat memanfaatkan:

  • Likuiditas pasar prediksi langsung dalam platform swap,
  • Prediksi hasil peristiwa global sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas,
  • Potensi yield dan komposabilitas DeFi lewat token prediksi yang diperdagangkan on-chain.

Langkah ini juga mencerminkan tren pertumbuhan penggunaan prediksi pasar dalam ekosistem kripto, sebuah segmen yang sejak 2025 telah mencatat volume perdagangan mingguan lebih dari $2 miliar di berbagai platform, terutama oleh Polymarket dan Kalshi yang aktif di ruang ini.

Tantangan & Potensi

Meskipun laga pengembangan menarik, Jupiter masih menghadapi sejumlah tantangan.

Sebuah laporan lain menyebut adanya kritik komunitas terkait persyaratan keamanan untuk klaim reward dan perubahan kebijakan airdrop, yang mempengaruhi sentimen jangka pendek terhadap token JUP.

Namun, integrasi Polymarket dan dukungan modal dari ParaFi menunjukkan bahwa Jupiter tidak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi sedang memperluas posisinya sebagai infrastruktur keuangan terdepan di Solana.

Baca Juga: JupUSD Go Live di Solana: Stablecoin Baru Hasil Duet Jupiter-Ethena

Integrasi Polymarket ke platform Jupiter bersama investasi strategis $35 juta bukan hanya menguatkan posisi Jupiter di dunia DeFi — namun juga menandai era baru bagi prediksi pasar on-chain di Solana.

Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk mengakses prediksi pasar secara langsung dalam satu aplikasi, sementara modal baru dari investor besar mendukung ekspansi fitur dan skala operasional yang lebih luas.

Bagi pasar kripto secara umum, kabar ini menunjukkan bagaimana DeFi mengalami diversifikasi produk dengan menggabungkan tradFi-style prediksi pasar, likuiditas on-chain, dan infrastruktur perdagangan canggih dalam satu ekosistem terpadu.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

HBAR Masih Downtrend, Break US$0,112 Berisiko Likuidasi US$2,7 Juta

Tekanan jual terhadap Hedera (HBAR) tercatat berada pada level tertinggi sepanjang 2026. Data pasar menunjukkan momentum bearish masih mendominasi pergerakan harga, meningkatkan risiko likuidasi bagi trader dengan posisi long jika level support utama gagal dipertahankan.

HBAR hingga kini masih terjebak dalam tren turun yang telah berlangsung hampir dua bulan. Upaya pemulihan harga terus tertahan oleh aksi jual berkelanjutan, sementara struktur pasar tetap lemah. Pada saat penulisan, HBAR diperdagangkan di kisaran US$0,117, hanya sedikit di atas area support krusial US$0,114.

Indeks Harga Hedera

Indikator Money Flow Index (MFI) memperkuat sinyal bearish tersebut. MFI tercatat berada di bawah level netral 50, menandakan arus modal keluar lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mencerminkan rendahnya minat beli dan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap potensi pemulihan jangka pendek.

Tekanan makro juga menambah risiko penurunan lanjutan. Data peta likuidasi menunjukkan posisi long berada dalam kondisi rentan. Jika harga HBAR menembus support US$0,114, sekitar US$1,07 juta posisi long berpotensi terlikuidasi. Tekanan jual diperkirakan akan meningkat seiring dengan terjadinya likuidasi paksa tersebut.

Baca juga: HBAR Terancam Turun ke US$0,080? Support US$0,102 di Ujung Tanduk

Risiko Harga HBAR

Risiko akan semakin besar jika harga turun di bawah US$0,112. Pada level tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan dapat mencapai lebih dari US$2,71 juta, yang berpotensi mempercepat pelemahan harga dan memperburuk sentimen pasar.

Selama tren turun masih bertahan, HBAR berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area US$0,109. Namun demikian, skenario pemulihan masih terbuka jika tekanan jual mulai mereda. Kenaikan berkelanjutan di atas US$0,120 dapat memperbaiki sentimen pasar, sementara penembusan level US$0,125 akan membatalkan pandangan bearish dan mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penumpukan posisi likuidasi di bawah harga saat ini menciptakan risiko “efek domino” yang mematikan, di mana penurunan harga sedikit saja dapat memicu penjualan otomatis massal yang akan memperdalam kejatuhan pasar secara instan.

“Bagi investor, kondisi indikator teknikal yang sangat lemah ini merupakan peringatan keras untuk menghindari pembelian spekulatif saat harga sedang jatuh (catching a falling knife) sebelum adanya tanda pembalikan arah yang valid,” ungkapnya.

Untuk saat ini, pasar masih menunggu sinyal kuat apakah HBAR mampu mempertahankan support penting atau justru memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

Harga token Pump.fun (PUMP) sempat melonjak tajam pada awal pekan ini dan memicu harapan terjadinya breakout lanjutan. Reli tersebut membuka peluang penguatan berkelanjutan dan menghidupkan kembali sentimen bullish di kalangan pelaku pasar.

Namun, koreksi yang terjadi setelahnya menimbulkan tanda tanya besar. Perilaku investor yang kini terpecah, ditambah melemahnya partisipasi ritel, membuat keberlanjutan breakout PUMP berada dalam ketidakpastian.

Smart Money Mulai Mengakumulasi

Di tengah sentimen yang beragam, aktivitas smart money memberikan sedikit penopang. Smart money merujuk pada dana yang dikelola oleh investor berpengalaman, institusi, perusahaan ventura, hingga dompet whale berpengaruh yang kerap mengambil posisi strategis saat pasar ragu.

Data menunjukkan dompet smart money menambah sekitar 48 juta token PUMP dalam sepekan terakhir, meningkatkan total kepemilikan mereka sebesar 5,8%. Aksi akumulasi ini mengindikasikan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga ke depan. Jika pembelian berlanjut, dukungan dari kelompok ini berpotensi menahan tekanan turun yang lebih dalam.

Minat Ritel Melemah Tajam

Meski demikian, data jaringan memperlihatkan sinyal peringatan. Jumlah alamat baru PUMP turun drastis dalam waktu singkat. Dalam kurun 48 jam, pembuatan dompet baru anjlok dari 8.570 menjadi 2.201 alamat, atau turun sekitar 74%.

Dilaporkan BeInCrypto, penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor ritel serta berkurangnya aliran modal segar. Padahal, partisipasi pemegang baru memiliki peran penting dalam menjaga momentum reli, terutama bagi altcoin yang masih berkembang. Tanpa dorongan permintaan baru, kekuatan harga PUMP berisiko cepat memudar meskipun didukung whale.

Baca juga: 3 Altcoin Pump Fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan

Breakout Masih Dipertanyakan

Secara teknikal, PUMP sebelumnya berhasil menembus pola cup and saucer, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan bullish. Breakout tersebut memproyeksikan potensi kenaikan hingga 57%, dari level $0,00264 menuju target $0,00420.

Namun, harga gagal melanjutkan penguatan setelah penembusan awal, menunjukkan adanya keraguan dari sisi pembeli. Saat ini, PUMP diperkirakan akan bergerak konsolidasi di atas support $0,00264. Selama level ini bertahan, struktur bullish masih dianggap valid.

Untuk menghidupkan kembali momentum, PUMP perlu merebut kembali resistance $0,00278 dan mengubahnya menjadi support. Keberhasilan di level tersebut dapat membuka peluang lanjutan reli.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ini menciptakan pertarungan klasik antara modal besar dan sentimen pasar organik. Kenaikan harga yang hanya ditopang oleh akumulasi segelintir paus tanpa adanya aliran masuk dana segar (fresh capital) dari investor ritel baru biasanya bersifat semu dan tidak berkelanjutan.

Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan support $0,00264 jebol, harga berpotensi turun ke area $0,00242. Pelemahan lanjutan bahkan dapat membawa PUMP ke $0,00212, yang akan menandai kegagalan breakout dan membatalkan prospek kenaikan 57% yang sebelumnya diproyeksikan.

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong ETH Rp30 Triliun! Cadangan Cetak Rekor, Harga Naik?

Ethereum (ETH) mencatat lonjakan signifikan dalam kepemilikan investor besar setelah pembelian lebih dari US$2 miliar dalam 30 hari terakhir. Aksi tersebut mendorong total strategic reserves Ethereum mencapai 6,81 juta ETH, dengan nilai sekitar US$22,52 miliar, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah.

Menariknya, peningkatan ini tidak diiringi bertambahnya jumlah partisipan. Data menunjukkan jumlah pemegang strategis tetap di angka 67 entitas, menandakan bahwa akumulasi berasal dari investor lama yang memperbesar posisi, bukan dari masuknya pemain baru.

Minat Institusi Terus Menguat

Selain akumulasi oleh pemegang besar, kepemilikan ETF Ethereum juga mengalami peningkatan. Total ETH yang disimpan melalui ETF kini mencapai 6,31 juta ETH, senilai sekitar US$20,85 miliar. Rasio pembelian terhadap penerbitan berada di level 6,8 kali, mencerminkan permintaan yang jauh melampaui suplai baru Ethereum.

Dilaporkan Coincu, tren ini menunjukkan ketertarikan institusi terhadap ETH terus tumbuh melalui instrumen investasi terstruktur, meski kondisi harga belum sepenuhnya stabil.

Harga Tertahan di Resistance Jangka Panjang

Di sisi teknikal, Ethereum kembali menghadapi tantangan di area 200-day moving average (MA200). Dalam beberapa bulan terakhir, ETH tercatat beberapa kali gagal menembus level ini. Setiap penolakan sebelumnya diikuti koreksi tajam, masing-masing sekitar 27% dan 21%.

Saat ini, harga ETH kembali bergerak tepat di bawah MA200. Jika pola historis terulang, pasar berpotensi mengalami koreksi lanjutan menuju kisaran US$2.600–US$2.700. Seorang analis menyebut bahwa penolakan ulang di MA200 membuka peluang terjadinya penurunan sekitar 20%.

Baca juga: Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Zona Support Kunci Masih Bertahan

Meski risiko koreksi meningkat, Ethereum baru-baru ini berhasil bertahan di zona support penting yang berada di antara level Fibonacci 0,618 hingga 0,75. Area ini juga bertepatan dengan support horizontal yang sebelumnya beberapa kali menahan penurunan harga.

Penurunan tajam sempat membawa ETH menguji area tersebut, namun support masih bertahan pada percobaan awal. Sejumlah pelaku pasar menilai peluang rebound tetap terbuka, dengan target jangka pendek mengarah ke area US$3.440, asalkan support tidak ditembus.

Kondisi Pasar Terkini

Pada saat laporan ini disusun, harga Ethereum berada di level US$3.217,25, turun 3,5% dalam 24 jam terakhir. Namun secara mingguan, ETH masih mencatat kenaikan sekitar 2,8%. Volume perdagangan harian mencapai US$30,8 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pasar Ethereum saat ini mengalami divergensi ekstrem antara fundamental permintaan (on-chain) dan aksi harga teknikal. Rasio pembelian-terhadap-penerbitan sebesar 6,8x adalah indikator supply shock yang sangat kuat; secara teoritis, kelangkaan ini seharusnya melambungkan harga.

Dalam jangka pendek, arah pergerakan ETH akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di zona support serta reaksinya terhadap resistance MA200. Sementara investor jangka panjang terus melakukan akumulasi, pelaku pasar jangka pendek kini menanti konfirmasi apakah Ethereum akan bangkit, atau justru memasuki fase koreksi lebih dalam.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com