Tag Archives: altcoin

XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

Harga XRP kembali melemah setelah gagal mengubah penguatan sebelumnya menjadi breakout yang berkelanjutan. Pada Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 UTC, XRP diperdagangkan di kisaran $1,95, turun ke bawah level psikologis $2,00 dan memperpanjang tren koreksi.

Sebelumnya, XRP sempat bergerak menyempit dalam struktur teknikal menurun yang membuka peluang kenaikan. Namun, skenario bullish tersebut runtuh ketika tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meski begitu, data perilaku investor menunjukkan potensi pembalikan arah masih terbuka.

Indikasi Akumulasi Mulai Terlihat

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menampilkan sinyal positif berupa bullish divergence. Dalam 10 hari terakhir, CMF membentuk higher low sementara harga XRP justru mencetak lower low. Pola ini mengindikasikan adanya peningkatan akumulasi di tengah pelemahan harga, yang mencerminkan minat beli mulai tumbuh secara perlahan.

Kenaikan CMF biasanya menandakan arus modal masuk yang menguat, meskipun harga masih terkoreksi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual berpotensi melemah. Jika akumulasi berlanjut dan kondisi pasar membaik, XRP berpeluang mencatatkan pemulihan harga.

Pertumbuhan Alamat Baru Melemah

Di sisi lain, indikator fundamental jaringan justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Jumlah alamat baru XRP tercatat turun ke level terendah dalam 13 bulan, yakni sekitar 3.090 alamat. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor baru untuk masuk ke ekosistem XRP.

Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, pertumbuhan alamat baru menjadi pendorong utama reli harga XRP karena mencerminkan masuknya modal segar. Lemahnya pertumbuhan jaringan saat ini berpotensi membatasi likuiditas dan mengurangi katalis kenaikan harga dalam jangka pendek.

Risiko Turun Masih Membayangi

Dari sisi teknikal, XRP gagal menembus pola descending wedge yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sinyal lanjutan bullish. Kegagalan ini memperkuat bias bearish, seiring kembalinya tekanan pasar secara luas.

XRP kini bergerak tipis di atas level $1,93, yang menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju area $1,86. Sementara itu, pemulihan kecil yang sempat terjadi pada awal pekan tidak bertahan lama, menandakan kepercayaan pasar masih rapuh.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun demikian, peluang pembalikan arah tetap ada. Untuk mengurangi risiko penurunan lanjutan, XRP perlu merebut kembali level $2,00 dan ditutup secara meyakinkan di atasnya. Jika skenario ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih dan membuka jalan menuju target $2,25, atau sekitar 13% lebih tinggi dari level saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi tajam antara sinyal teknikal akumulasi dan matinya pertumbuhan pengguna baru mengindikasikan bahwa potensi pemulihan saat ini sangat rapuh dan murni bersifat spekulatif tanpa dukungan permintaan organik yang berkelanjutan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Menyala! Harga Ethereum Terancam Jatuh ke Bawah $3.000

Harga Ethereum (ETH) kembali berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di atas level resistance utama. Pergerakan harga terbaru menunjukkan tanda pelemahan, seiring struktur bearish yang kembali terbentuk usai reli singkat di awal bulan.

Pada Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 UTC, ETH diperdagangkan di sekitar $3.109. Kondisi pasar yang melemah secara umum, ditambah tekanan jual yang terus meningkat, membuat risiko penurunan harga semakin besar, meski investor jangka panjang masih terlihat melakukan akumulasi.

Holder Jangka Panjang Masih Bertahan

Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan long-term holder (LTH) Ethereum masih berada dalam fase akumulasi. Indikator HODLer Net Position Change mencatat bar hijau konsisten sejak akhir Desember, menandakan distribusi menurun dan pembelian oleh investor berjangka panjang masih berlanjut.

Akumulasi ini sejauh ini membantu meredam tekanan turun. Namun, analis menilai dukungan LTH berpotensi kewalahan apabila tekanan dari pasar derivatif dan sentimen makro terus memburuk.

Baca juga: Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Pasar Derivatif Beri Sinyal Bahaya

Dari sisi derivatif, kondisi pasar ETH menunjukkan kecenderungan bearish. Sekitar 83% posisi terbuka (open interest) di pasar futures condong ke posisi short. Ketimpangan ini berisiko memicu volatilitas tinggi, terutama saat harga mendekati level psikologis penting.

Data likuidasi mengungkap adanya zona bahaya di sekitar $3.000. Jika ETH turun ke area tersebut, potensi likuidasi posisi long diperkirakan mencapai $368 juta, yang dapat mempercepat tekanan jual dan memperdalam koreksi harga.

Tekanan Jual Semakin Kuat

Indikator momentum juga mengonfirmasi lemahnya kekuatan beli. Money Flow Index (MFI) Ethereum telah turun di bawah level 50, menandakan arus modal mulai keluar dari aset tersebut. Setelah sempat menyentuh area overbought di awal bulan, tekanan beli ETH terus melemah.

Penurunan MFI biasanya mencerminkan dominasi penjual di pasar. Selama arus dana belum kembali positif, harga Ethereum dinilai masih rentan melanjutkan penurunan.

Risiko Breakdown ke $2.900

Secara teknikal, grafik 12 jam ETH menunjukkan pola double top, yang merupakan formasi bearish. Pola ini membuka peluang koreksi sekitar 7,5%, dengan target penurunan ke area $2.900.

Support krusial berada di $3.085. Jika level ini jebol secara meyakinkan, tekanan jual diperkirakan meningkat, terutama saat harga menembus $3.000, yang dikenal sebagai level psikologis penting dengan risiko likuidasi tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi antara akumulasi investor jangka panjang dan tekanan jual spekulatif jangka pendek sering kali menciptakan “jebakan likuiditas” (liquidity trap), di mana harga sengaja didorong turun untuk memicu likuidasi posisi long sebelum tren utama berlanjut.

Meski demikian, peluang pembalikan arah masih terbuka. Jika ETH mampu bertahan dan memantul dari area $3.085, kepercayaan pasar dapat pulih. Dalam skenario tersebut, Ethereum berpotensi menguji resistance di $3.287, yang sekaligus akan menggugurkan skenario bearish yang saat ini mendominasi.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ZEC Terancam Jebol! Harga Bisa Amblas ke $300, Ini Sinyal yang Muncul

Zcash (ZEC) berada di titik krusial setelah tekanan jual terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan terbaru, ZEC tercatat di kisaran $346,96, turun 7,1% dalam 24 jam dan melemah sekitar 11% sepanjang sepekan.

Secara teknikal, pergerakan harga ZEC saat ini berada di dekat batas bawah descending channel pada grafik harian. Area $360 menjadi level penting karena sebelumnya kerap berfungsi sebagai zona pertahanan pembeli. Level ini juga bertepatan dengan EMA 200 hari, yang sering menjadi titik perhatian dalam fase tren turun.

Jika level $360 mampu dipertahankan, peluang pantulan jangka pendek ke area $480–$500 masih terbuka. Namun, kegagalan menjaga support tersebut berisiko mendorong harga turun lebih dalam.

Tren Masih Lemah, Volume Belum Mendukung

Pergerakan harga Zcas (ZECh/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Zcas (ZECh/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan bearish masih mendominasi pasar. Harga ZEC tetap bergerak di bawah EMA 20, 50, dan 100 hari, yang seluruhnya mengarah turun. Kondisi ini menandakan momentum yang lemah serta kontrol pasar yang masih dipegang penjual.

Dilaporkan Coincu, volume perdagangan juga terpantau moderat, tanpa lonjakan berarti yang menunjukkan adanya upaya kuat mempertahankan support. Jika terjadi penembusan bersih di bawah $360 dengan volume tinggi, target penurunan berikutnya diperkirakan mengarah ke $300, area yang sebelumnya pernah menjadi zona konsolidasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kontradiksi antara aksi harga yang lesu dan penarikan pasokan oleh institusi mengisyaratkan bahwa fase ini adalah zona kapitulasi bagi ritel yang sekaligus menjadi peluang serok bagi pemegang modal besar sebelum siklus pasar berbalik.

Aliran ZEC Keluar dari Bursa

Data on-chain periode September 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan perubahan pola arus token di bursa. Saat harga ZEC menembus $700 pada awal November, arus masuk ke bursa meningkat, kondisi yang kerap dikaitkan dengan persiapan aksi jual.

Namun setelah harga mencapai puncaknya, arus tersebut berbalik. Netflow menjadi negatif, menandakan lebih banyak ZEC ditarik keluar dari bursa. Biasanya, kondisi ini mencerminkan pemindahan aset ke dompet pribadi atau cold storage, meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren turun yang sedang berlangsung.

Aktivitas Whale Meningkat

Di tengah pelemahan harga, aktivitas whale terpantau meningkat. Sejumlah pemegang besar terlihat melakukan pembelian saat harga turun dan menarik token dari bursa. Pola ini mengindikasikan kepercayaan jangka panjang, tetapi sejauh ini belum mampu menghentikan penurunan harga.

“Selama tekanan jual belum mereda, level $300 masih menjadi kemungkinan,” ujar seorang pengamat pasar. Dengan ZEC yang kini berada di zona penentuan, pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah support mampu bertahan atau justru jebol dan membuka ruang penurunan lanjutan.

Baca juga: Tim Developer Zcash Bubar! Gimana Nasib Proyeknya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Sinyal Lama XRP Muncul Lagi di Bawah $2, Berbahaya di Dalam?

Pergerakan harga XRP terlihat relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun di balik konsolidasi yang tampak tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru terus meningkat. Data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir kali terjadi pada awal 2022.

Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode menyebut bahwa struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan kondisi Februari 2022. Tekanan terutama terlihat dari pergeseran kepemilikan antara investor jangka pendek dan pemegang jangka menengah hingga panjang.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

“Investor yang aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini mengakumulasi XRP di bawah cost basis kelompok pemegang 6 hingga 12 bulan,” tulis Glassnode. Kondisi ini, menurut mereka, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.

Baca juga: XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Grafik Harga XRP

Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru terlihat masuk pada level harga yang lebih rendah dibandingkan investor lama yang masih berada dalam posisi rugi. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, bukan distribusi agresif, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru sementara pemegang lama masih “terjebak” di bawah harga beli.

Situasi tersebut umumnya muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan besar di pasar.

Tekanan psikologis ini juga diperkuat oleh level harga $2 yang disebut Glassnode sebagai zona krusial bagi pemegang XRP. Dalam unggahan terpisah pada 24 November, Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level $2, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu.

Menurut Glassnode, pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor. Uji ulang berulang pada level psikologis ini dinilai meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.

Tim Research Tokocrypto memaparkan Transfer kepemilikan dari tangan lemah yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang yang sering kali menjadi bahan bakar utama untuk pembalikan tren yang eksplosif.

Meski analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis cost basis dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rebound Mendadak! Harga Pi Network Naik 6,5% dalam 24 Jam

Harga Pi Network (PI) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,54% dalam 24 jam terakhir, bergerak berlawanan arah dengan mayoritas pasar kripto yang masih berada dalam tekanan.

Lonjakan ini menarik perhatian pelaku pasar, mengingat PI sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 95% dari puncak harga tahun 2025.

Kenaikan harga PI kali ini dinilai bukan didorong oleh perubahan fundamental besar, melainkan kombinasi faktor teknikal, pergeseran perilaku whale, serta sejumlah pembaruan kecil pada ekosistem.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Sabtu (31/1), kondisi ini membuat reli PI lebih tepat disebut sebagai technical rebound atau relief rally.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Rebound dari Kondisi Oversold Ekstrem

Salah satu pemicu utama penguatan harga Pi Network adalah kondisi teknikal yang sangat jenuh jual.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sempat turun ke level 27,6, menjadi titik terendah sejak Oktober 2025.

Level RSI di bawah 30 secara umum dianggap sebagai sinyal oversold ekstrem, yang sering kali memicu aksi beli spekulatif.

Selain itu, indikator MACD yang berada di area negatif (-0,00208) mengindikasikan tekanan bearish mulai kehilangan momentum.

Kombinasi ini mendorong trader jangka pendek untuk masuk, terutama setelah harga PI mampu mempertahankan area support penting di sekitar $0,16.

Dari sisi teknikal, level $0,175 kini menjadi area pivot krusial. Jika PI mampu bertahan dan mencatatkan penutupan harian di atas level tersebut, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.

Namun, zona $0,20–$0,202 yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 23,6% diperkirakan menjadi resistance kuat dalam waktu dekat.

Aktivitas Whale Berubah, Tekanan Jual Mereda

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Faktor kedua yang turut mendukung reli harga PI adalah perubahan perilaku dari pemegang besar (whale).

Data on-chain menunjukkan bahwa whale terbesar Pi Network, yang menguasai sekitar 384 juta PI atau setara lebih dari $64 juta, menghentikan aksi jualnya setelah sebelumnya melakukan akumulasi selama 17 hari berturut-turut.

Meski whale tersebut juga tidak melanjutkan pembelian, absennya tekanan jual dari alamat besar ini memberikan stabilitas sementara pada harga PI.

Selain itu, arus masuk token ke bursa tercatat menurun drastis menjadi sekitar 2 juta PI per hari, jauh lebih rendah dibandingkan jadwal unlock bulanan yang mencapai 35 juta PI pada Februari.

Namun demikian, risiko struktural masih membayangi. Sepanjang tahun 2026, Pi Network dijadwalkan membuka sekitar 1,3 miliar token PI, atau rata-rata 17 juta PI per bulan.

Jumlah ini berpotensi kembali menekan harga jika permintaan tidak tumbuh signifikan.

Update Ekosistem Beri Dorongan Psikologis

Dari sisi pengembangan, Pi Network juga mencatatkan beberapa pembaruan minor yang memberikan sentimen positif.

Pada Januari 2026, tim Pi memperkenalkan Test-Pi payment tools, yang memungkinkan uji coba sistem pembayaran berbasis PI.

Selain itu, kemitraan dengan CiDi Games diumumkan sebagai bagian dari upaya memperluas use case token PI.

Meski adopsi nyata dari pembaruan ini masih sangat terbatas dan belum menyentuh sektor DeFi atau open ecosystem yang lebih luas, langkah tersebut setidaknya menunjukkan bahwa pengembangan proyek masih berjalan.

Bagi komunitas, hal ini menjadi dorongan psikologis setelah periode panjang tekanan harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Kenaikan harga Pi Network sebesar 6,54% dalam 24 jam lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental mendasar.

Kondisi oversold ekstrem, berkurangnya tekanan jual dari whale, serta update ekosistem skala kecil menjadi katalis utama reli ini.

Namun, dengan RSI yang masih berada di bawah 30 (29,23) dan jadwal unlock token yang agresif, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut.

Area $0,17 kini menjadi level kunci yang perlu dipertahankan. Jika Bitcoin kembali melemah dan menguji area $81.000, tekanan jual terhadap PI berpotensi kembali meningkat.

Bagi investor, fase ini lebih cocok dipandang sebagai reli teknikal jangka pendek, sambil terus memantau data on-chain, pergerakan whale, dan perkembangan fundamental Pi Network ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Radix Gelar Uji Hyperscale Live, Pembuktian Klaim Skalabilitas Layer-1

Proyek blockchain Radix bersiap mencatatkan tonggak teknis penting dengan menggelar uji performa live Hyperscale pada 31 Januari 2026 pukul 15.00 UTC.

Menurut forum Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), uji coba ini menjadi ajang pembuktian langsung atas klaim Radix sebagai salah satu blockchain Layer-1 dengan arsitektur skalabilitas paling ambisius di industri kripto.

Berbeda dengan testnet tertutup atau simulasi internal, uji Hyperscale ini akan dilakukan secara live dan dapat disaksikan publik.

Hal tersebut menjadikannya momen krusial bagi Radix untuk menunjukkan kemampuan throughput, latensi, serta pengalaman pengguna (UX) dalam kondisi mendekati penggunaan dunia nyata.

Baca Juga: Wall Street Menghijau, Saham Blockchain AS Melejit Tajam! Ini Pemicunya

Apa Itu Hyperscale dan Mengapa Penting?

Hyperscale merupakan pendekatan skalabilitas Radix yang dirancang untuk memungkinkan paralelisme transaksi masif tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Arsitektur ini bertujuan mengatasi salah satu masalah klasik blockchain Layer-1, yakni trade-off antara kecepatan, biaya, dan stabilitas jaringan.

Dalam banyak kasus, blockchain L1 yang mengklaim skalabilitas tinggi sering kali hanya membuktikannya melalui teori atau pengujian terbatas.

Hyperscale live test Radix menjadi penting karena berfungsi sebagai validasi empiris, bukan sekadar klaim whitepaper.

Jika uji ini berhasil menunjukkan lonjakan throughput transaksi dengan UX yang tetap mulus, Radix berpotensi memperkuat posisinya sebagai kandidat serius infrastruktur Web3 berskala global, terutama untuk DeFi dan aplikasi on-chain kompleks.

Bukan Upgrade Mainnet, Tapi Tetap Krusial

Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa uji Hyperscale ini bukan merupakan upgrade mainnet atau perubahan tokenomics.

Namun demikian, dampaknya terhadap narasi dan persepsi pasar tidak bisa diabaikan.

“Hyperscale test adalah milestone teknis penting namun bukan mainnet upgrade atau perubahan tokenomics. Jika demo berhasil menunjukkan breakthrough throughput/UX, ini dapat memperkuat narasi performa L1 dan mendukung volatilitas menengah di XRD/EXRD,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Artinya, meskipun tidak ada perubahan langsung pada mekanisme token XRD atau EXRD, keberhasilan uji ini dapat memengaruhi sentimen investor dan developer dalam jangka menengah.

Dampak Potensial bagi Ekosistem Radix

Dari sisi ekosistem, uji Hyperscale memiliki implikasi strategis.

Developer cenderung membangun di jaringan yang terbukti mampu menangani beban tinggi tanpa degradasi performa.

Jika Radix berhasil membuktikan keunggulan teknisnya, minat pengembang untuk membangun dApp, DeFi, dan solusi enterprise di atas Radix berpotensi meningkat.

Selain itu, validasi skalabilitas juga memperkuat positioning Radix di tengah persaingan ketat blockchain Layer-1 seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche.

Di era di mana narasi “high-performance blockchain” menjadi semakin umum, demonstrasi nyata menjadi pembeda utama.

Potensi Dampak ke Harga XRD

Secara historis, milestone teknis yang sukses sering kali menjadi katalis volatilitas jangka pendek hingga menengah.

Namun, analis mengingatkan bahwa reaksi pasar sangat bergantung pada kualitas hasil uji dan ekspektasi yang telah terbentuk sebelumnya.

Jika hasil demo melampaui ekspektasi pasar, sentimen positif dapat mendorong peningkatan minat spekulatif terhadap token XRD/EXRD.

Sebaliknya, jika performa yang ditampilkan dianggap biasa atau tidak signifikan dibandingkan kompetitor, respons pasar bisa cenderung netral.

Investor juga perlu mencermati fenomena “buy the rumor, sell the news”, di mana harga cenderung naik menjelang event besar namun terkoreksi setelahnya, terlepas dari hasil teknis yang solid.

Baca Juga: 5 Token Layer-1 yang Menggila Hari Ini: Salah Satunya Melonjak 43%

Uji performa live Hyperscale Radix pada 31 Januari 2026 merupakan milestone teknis penting yang dapat menjadi titik balik dalam narasi skalabilitas Layer-1 Radix.

Meski tidak membawa perubahan langsung pada tokenomics atau mainnet, keberhasilan uji ini berpotensi memperkuat kepercayaan pasar, menarik minat developer, dan memicu volatilitas menengah pada XRD/EXRD.

Bagi pelaku pasar, event ini layak dipantau sebagai indikator kemampuan nyata Radix dalam menjawab tantangan skalabilitas blockchain: tantangan yang hingga kini masih menjadi isu utama industri kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XDC Network Aktifkan Upgrade Cancun, Fokus Perkuat Stabilitas

XDC Network resmi mengaktifkan upgrade Cancun V2.6.8 pada Block 98.800.200, menandai langkah lanjutan dalam upaya meningkatkan stabilitas dan keandalan jaringan.

Menurut catatan Coinmarketcal pada Sabtu (31/1), Upgrade ini dikategorikan sebagai hard fork bersifat maintenance, dengan fokus utama pada pembaruan node serta optimalisasi operasional jaringan, bukan pada penambahan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics.

Berbeda dengan hard fork besar yang biasanya membawa fitur inovatif atau narasi baru bagi pengguna ritel, Cancun V2.6.8 lebih diarahkan untuk memastikan fondasi teknis XDC Network tetap kuat dan stabil dalam jangka panjang.

Baca Juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Apa Itu Upgrade Cancun V2.6.8?

Upgrade Cancun V2.6.8 merupakan pembaruan protokol yang mengharuskan validator dan operator node XDC untuk melakukan penyesuaian versi perangkat lunak mereka.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan stabilitas jaringan, kompatibilitas node, serta efisiensi operasional di level infrastruktur.

Hard fork jenis ini umumnya dilakukan secara berkala oleh blockchain Layer-1 untuk menjaga performa jaringan tetap optimal, meminimalkan bug, dan memastikan sinkronisasi antar node berjalan lancar.

Meski jarang menarik perhatian publik luas, upgrade semacam ini krusial bagi keberlangsungan ekosistem blockchain.

Fokus Teknis, Bukan Katalis Spekulatif

Tim Research Tokocrypto menegaskan bahwa upgrade Cancun V2.6.8 tidak dirancang sebagai pemicu hype pasar.

Dalam keterangannya, mereka menilai bahwa dampak upgrade ini terhadap sentimen ritel dan aktivitas trading kemungkinan terbatas.

“Hard fork ini bersifat teknis dan ditujukan untuk validator, bukan fitur aplikasi baru atau perubahan tokenomics. Retail awareness dan hype spekulatif kemungkinan terbatas. Ini terutama operasional, bukan katalis trading yang kuat,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menempatkan upgrade Cancun V2.6.8 sebagai langkah defensif dan preventif, bukan ofensif dalam menarik perhatian pasar.

Mengapa Upgrade Maintenance Tetap Penting?

Meskipun tidak membawa fitur baru yang langsung dirasakan pengguna, upgrade maintenance memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan.

Blockchain yang mengabaikan pembaruan teknis berisiko menghadapi masalah seperti downtime, ketidaksinkronan node, atau kerentanan keamanan.

Bagi XDC Network, yang memposisikan diri sebagai blockchain enterprise-ready dengan fokus pada use case institusional dan trade finance, stabilitas jaringan merupakan faktor krusial. Klien enterprise dan mitra institusional cenderung mengutamakan reliabilitas dibandingkan inovasi spekulatif jangka pendek.

Dampak terhadap Validator dan Ekosistem

Bagi validator, upgrade Cancun V2.6.8 menuntut kesiapan operasional untuk memastikan node mereka tetap kompatibel dan berfungsi optimal setelah hard fork. Validator yang gagal memperbarui sistem berisiko mengalami gangguan partisipasi dalam konsensus jaringan.

Sementara itu, bagi developer dan pengguna aplikasi di atas XDC Network, upgrade ini diharapkan berjalan mulus tanpa gangguan berarti. Hard fork maintenance umumnya dirancang agar tidak mengganggu aktivitas aplikasi yang sudah berjalan, selama seluruh infrastruktur pendukung telah diperbarui dengan benar.

Implikasi terhadap Harga Token XDC

Dari sisi pasar, upgrade ini diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga token XDC dalam jangka pendek.

Tanpa perubahan tokenomics, insentif baru, atau fitur yang meningkatkan permintaan jaringan secara langsung, pergerakan harga cenderung mengikuti sentimen pasar kripto secara umum.

Namun, dalam perspektif jangka panjang, konsistensi dalam melakukan upgrade teknis dapat memperkuat fundamental jaringan.

Blockchain yang stabil dan terawat dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan dan menarik mitra strategis.

Baca Juga: Alasan Mengapa Upgrade Dencun Ethereum Sangat Penting

Aktivasi upgrade Cancun V2.6.8 menegaskan komitmen XDC Network dalam menjaga stabilitas dan keandalan infrastruktur blockchain-nya.

Meski tidak membawa fitur baru atau katalis spekulatif yang besar, langkah ini penting untuk memastikan jaringan tetap aman, efisien, dan siap mendukung use case enterprise.

Bagi investor, upgrade ini lebih relevan sebagai indikator kesehatan teknis jaringan ketimbang peluang trading jangka pendek.

Sementara bagi validator dan pelaku ekosistem, Cancun V2.6.8 menjadi pengingat bahwa fondasi teknis yang kuat tetap menjadi kunci keberlanjutan blockchain dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Token Kian Besar

Harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah tekanan setelah turun 6,33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,161, memperpanjang tren bearish dengan penurunan 21,8% secara bulanan.

Performa ini juga mencerminkan lemahnya minat pasar terhadap aset berisiko di tengah kondisi pasar kripto global yang sedang berada dalam fase risk-off ekstrem.

Sejumlah faktor fundamental dan teknikal dinilai berkontribusi terhadap pelemahan harga PI, mulai dari tekanan suplai akibat unlock token, struktur teknikal yang rapuh, hingga memburuknya sentimen pasar secara luas.

Baca Juga: Harga Pi Network Terjun 6% dalam Sehari, Tekanan Unlock Token Kian Membesar

Tekanan Unlock Token Masih Jadi Isu Utama

Salah satu faktor paling signifikan yang membebani harga PI adalah lonjakan suplai token yang beredar.

Sepanjang Januari 2026, Coinmarketcap melaporkan pada Minggu (1/2) bahwa sekitar 134–142 juta PI telah masuk ke sirkulasi, menjadikannya unlock bulanan terbesar sepanjang tahun ini.

Dengan harga saat ini, nilai token yang dilepas ke pasar diperkirakan mencapai $21,5–$22,9 juta.

Tekanan ini belum mereda, karena pada Februari mendatang masih terdapat jadwal unlock tambahan sekitar 98–130 juta PI.

Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan, terutama ketika minat beli relatif lemah.

Data on-chain menunjukkan arus masuk ke exchange rata-rata mencapai 2 juta PI per hari, mengindikasikan kecenderungan holder untuk melepas token mereka.

Di sisi lain, paus terbesar Pi Network yang memegang sekitar 384 juta PI juga tercatat menghentikan aktivitas akumulasi sejak lebih dari dua minggu terakhir, menghilangkan salah satu pilar penopang harga.

Struktur Teknikal Kian Melemah

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dari perspektif analisis teknikal, PI menunjukkan struktur bearish yang semakin jelas.

Harga saat ini diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama, termasuk SMA 7 hari di $0,169 dan SMA 30 hari di $0,194.

Break di bawah area support $0,173 mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Sementara itu, Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 22,24, menandakan kondisi oversold ekstrem.

Namun, sejarah pergerakan harga PI menunjukkan bahwa kondisi oversold belum tentu diikuti oleh rebound signifikan, terutama jika tekanan suplai masih berlanjut.

Sementara itu, MACD histogram yang negatif (-0,0021) mengonfirmasi momentum bearish yang belum menunjukkan tanda pembalikan.

Dalam skenario pemulihan, area Fibonacci retracement di $0,165 hingga $0,176 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang sulit ditembus tanpa katalis tambahan.

Sentimen Pasar Global Ikut Menekan

Pelemahan PI juga tidak terlepas dari kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global turun 6,06% ke sekitar $2,67 triliun.

Sentimen investor tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang jatuh ke level 18, menandakan kondisi “extreme fear”.

Dominasi Bitcoin meningkat ke 59,03%, menunjukkan arus modal yang kembali terkonsentrasi ke aset utama, sementara altcoin berkapitalisasi kecil seperti PI mengalami kekeringan likuiditas.

Volume perdagangan PI sendiri tercatat turun 51,45% menjadi $28,1 juta, memperbesar volatilitas dan mempercepat pergerakan turun harga.

Prospek Jangka Pendek: Masih Penuh Tantangan

Kombinasi antara tekanan tokenomics, lemahnya struktur teknikal, dan sentimen pasar yang defensif menciptakan kondisi yang menantang bagi PI dalam jangka pendek.

Meski kondisi oversold berpotensi memicu technical bounce, arah tren utama masih cenderung menurun selama tidak ada katalis fundamental yang signifikan.

Beberapa faktor yang dapat mengubah narasi ke depan antara lain pengurangan laju unlock, mekanisme burn token, atau pengumuman listing di exchange besar. Tanpa itu, pasar cenderung tetap berhati-hati.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Penurunan harga Pi Network ke $0,161 mencerminkan tekanan struktural yang masih kuat, terutama dari sisi suplai dan sentimen.

Dengan unlock token lanjutan di depan mata dan minimnya dukungan teknikal, PI berada dalam fase kritis.

Level $0,1515, yang merupakan titik terendah akhir Januari, kini menjadi area support kunci. Jika level ini gagal dipertahankan, risiko penurunan lanjutan menuju area psikologis $0,13 semakin terbuka.

Bagi investor, kehati-hatian dan pemantauan ketat terhadap data unlock serta arus exchange menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas PI ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

Ekosistem Filecoin (FIL) memasuki babak baru setelah resmi meluncurkan Onchain Cloud di mainnet, sebuah platform cloud terdesentralisasi yang menghadirkan layanan penyimpanan dan komputasi berbasis blockchain secara end-to-end.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Minggu (1/2), peluncuran ini menjadi salah satu milestone terpenting dalam evolusi Filecoin, karena untuk pertama kalinya layanan cloud dapat dijalankan dengan verifikasi on-chain, kecepatan tinggi, dan pembayaran yang sepenuhnya programmable.

Onchain Cloud dirancang untuk menjawab keterbatasan layanan cloud tradisional yang masih bergantung pada penyedia terpusat, sekaligus memperluas utilitas Filecoin dari sekadar jaringan penyimpanan terdesentralisasi menjadi infrastruktur cloud Web3 yang komprehensif.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 7 November 2025: Filecoin Beraksi Lawan Koreksi

Apa Itu Filecoin Onchain Cloud?

Filecoin Onchain Cloud adalah platform cloud terdesentralisasi yang mengintegrasikan tiga komponen utama: verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments.

Seluruh proses — mulai dari penyimpanan data, pengambilan, hingga pembayaran sehingga dapat diverifikasi dan dieksekusi langsung di blockchain.

Dengan pendekatan ini, pengguna tidak perlu lagi mempercayai penyedia layanan cloud secara penuh.

Setiap data yang disimpan dapat diverifikasi keabsahannya secara kriptografis, sementara proses retrieval dirancang agar tetap kompetitif dari sisi kecepatan.

Selain itu, sistem pembayaran yang programmable memungkinkan kontrak pintar mengatur skema biaya, insentif, dan SLA (service-level agreement) secara otomatis tanpa perantara.

Dampak Strategis bagi Ekosistem Filecoin

Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Filecoin (FIL/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran mainnet Onchain Cloud berpotensi menjadi katalis penting bagi Filecoin.

Dalam pernyataannya, mereka menekankan bahwa fitur unik seperti verifiable onchain cloud services kerap memicu price action signifikan di sekitar periode peluncuran.

“Milestone ini memperluas utilitas dan ekosistem Filecoin, berpotensi menarik perhatian dan investasi baru di sekitar window peluncuran,” ungkap tim research Tokocrypto.

Pandangan ini sejalan dengan pola historis di pasar kripto, di mana upgrade jaringan berskala besar dan peluncuran produk inti sering menjadi pemicu peningkatan aktivitas on-chain, adopsi developer, serta spekulasi pasar.

Mengapa Onchain Cloud Penting untuk Web3?

Dalam konteks Web3, kebutuhan akan infrastruktur cloud yang benar-benar terdesentralisasi semakin mendesak.

Banyak aplikasi Web3 masih bergantung pada cloud Web2 untuk penyimpanan data dan backend, yang menciptakan paradoks desentralisasi.

Onchain Cloud Filecoin menawarkan solusi atas masalah tersebut dengan menghadirkan trust-minimized infrastructure, di mana transparansi dan verifikasi menjadi standar, bukan fitur tambahan.

Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan aplikasi Web3 seperti DeFi, NFT, AI terdesentralisasi, hingga data marketplace yang membutuhkan jaminan integritas data.

Potensi Dampak terhadap Harga FIL

Dari sisi pasar, peluncuran Onchain Cloud di mainnet berpotensi meningkatkan narrative value Filecoin di mata investor.

Dengan utilitas yang semakin luas, Filecoin tidak lagi hanya diposisikan sebagai “decentralized storage”, melainkan sebagai foundational cloud layer untuk Web3.

Jika adopsi developer dan penggunaan jaringan meningkat pasca peluncuran, hal ini dapat berdampak positif terhadap permintaan token FIL, baik sebagai alat pembayaran layanan maupun insentif jaringan.

Namun, seperti biasa, respons harga akan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan sentimen makro global.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski menjanjikan, Onchain Cloud juga menghadapi tantangan besar, termasuk persaingan dengan solusi cloud terdesentralisasi lain serta ekspektasi performa yang tinggi dari pengguna.

Keberhasilan jangka panjang akan sangat bergantung pada pengalaman pengguna, stabilitas jaringan, dan dukungan ekosistem developer.

Namun demikian, peluncuran mainnet ini menegaskan komitmen Filecoin untuk terus berinovasi dan memperluas perannya dalam ekosistem blockchain global.

Baca Juga: Harga Filecoin Naik 53%, Reli di Tengah Tekanan Pasar Kripto

Peluncuran Filecoin Onchain Cloud di mainnet menjadi tonggak penting bagi perkembangan cloud terdesentralisasi.

Dengan menggabungkan verifiable storage, fast retrieval, dan programmable payments sepenuhnya on-chain, Filecoin memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur kunci Web3.

Bagi pasar, milestone ini bukan hanya pembaruan teknis, tetapi juga sinyal ekspansi utilitas yang berpotensi membawa dampak signifikan terhadap ekosistem dan dinamika harga FIL dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Artificial Superintelligence Alliance Luncurkan Sistem Pembayaran

Artificial Superintelligence Alliance (ASI), ekosistem AI terdesentralisasi yang berakar dari teknologi Fetch.ai (FET), resmi meluncurkan sistem pembayaran AI Agent ke AI Agent di jaringan blockchain.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Minggu (1/2), inovasi ini memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom untuk mengirim dan menerima dana secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otomatis.

Peluncuran ini memperkuat posisi ASI dan Fetch.ai sebagai salah satu pemain utama dalam narasi AI + blockchain, terutama di sektor autonomous agents, yang saat ini menjadi salah satu tema paling kuat di pasar kripto.

Baca Juga: Harga Fetch.AI (FET) Naik Lebih dari 40% Setelah Berita Besar Ini

Apa Itu Sistem Pembayaran Antar AI Agent?

Sistem pembayaran AI Agent-to-Agent memungkinkan agen AI beroperasi sebagai entitas ekonomi independen.

Agen ini tidak hanya menjalankan tugas berbasis data atau algoritma, tetapi juga dapat:

  • Membayar layanan agen lain
  • Menerima imbalan atas tugas yang diselesaikan
  • Mengelola anggaran dan transaksi secara otomatis
  • Berinteraksi langsung di jaringan blockchain

Dengan kata lain, AI Agent kini dapat berperan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar alat bantu.

Seluruh proses transaksi dilakukan secara trustless dan transparan melalui blockchain, dengan token sebagai medium pertukaran nilai.

Mengapa Inovasi Ini Penting?

Dalam ekosistem Web3, konsep autonomous agents menjadi fondasi masa depan aplikasi terdesentralisasi. Agen AI yang mampu bertransaksi sendiri membuka peluang besar di berbagai sektor, seperti:

  • DeFi otomatis: AI Agent mengelola likuiditas, arbitrase, atau strategi yield tanpa intervensi manusia
  • Smart city & IoT: Perangkat otonom membayar layanan atau sumber daya secara real-time
  • Marketplace AI: Agen membeli data, komputasi, atau layanan AI lain sesuai kebutuhan

Dengan sistem pembayaran antar AI Agent, Fetch.ai tidak hanya membangun teknologi AI, tetapi juga infrastruktur ekonomi untuk AI itu sendiri.

Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Artificial Superintelligence Alliance (ASI/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Perspektif Tim Research Tokocrypto

Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sangat relevan dengan narasi pasar saat ini.

Menurut mereka, fitur pembayaran antar agen AI selaras dengan tren AI + autonomous agents, di mana Fetch.ai telah lama menjadi pemain kunci.

“Fitur ini cocok dengan narasi AI dan autonomous agents yang kuat, di mana FET sudah menjadi pemain utama. Peluncuran ini dapat meningkatkan usage dan integrasi nyata,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa value capture ke token FET mungkin tidak terjadi secara instan, dan investor perlu mewaspadai potensi pola klasik “buy the rumor, sell the news”.

Dampak Potensial terhadap Token FET

Dari sisi fundamental, sistem pembayaran antar AI Agent berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain dan penggunaan nyata jaringan Fetch.ai.

Jika agen AI semakin aktif bertransaksi, permintaan terhadap token sebagai alat pembayaran dan gas fee dapat meningkat secara bertahap.

Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga FET masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi.

Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa peluncuran teknologi besar sering kali sudah “diprice-in” sebelum rilis resmi, sehingga koreksi pasca-event tetap menjadi risiko.

Posisi Fetch.ai di Lanskap AI Kripto

Dibandingkan proyek AI kripto lain yang masih fokus pada narasi atau eksperimen terbatas, Fetch.ai menonjol karena implementasi nyata.

Sistem pembayaran antar AI Agent menempatkan ASI sebagai salah satu ekosistem paling siap untuk adopsi dunia nyata.

Hal ini juga memperkuat diferensiasi Fetch.ai dari token AI berbasis hype semata, karena proyek ini menawarkan infrastruktur yang bisa langsung digunakan oleh developer dan enterprise.

Baca Juga: Mengapa Harga Token AI Fetch.AI (FET) Melonjak 35%?

Peluncuran sistem pembayaran AI Agent-to-Agent oleh Artificial Superintelligence Alliance merupakan langkah signifikan menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otonom.

Dengan memungkinkan agen AI bertransaksi secara mandiri di blockchain, Fetch.ai memperluas perannya dari platform AI menjadi fondasi ekonomi AI terdesentralisasi.

Bagi pasar kripto, inovasi ini memperkuat narasi jangka panjang AI + Web3.

Namun, dari sisi investasi, pelaku pasar tetap perlu bersikap selektif dan mewaspadai dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca peluncuran.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com