Tag Archives: altcoin

Saat Bitcoin Melemah, Altcoin Baru Ini Malah Melonjak 60%

Altcoin Sentient (SENT) mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 60% di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan. Saat mayoritas aset kripto terkoreksi hampir 5%, SENT justru bergerak berlawanan arah. Kenaikan tersebut terjadi meski token ini sempat mengalami koreksi tajam sekitar 18% setelah menyentuh level tertinggi di US$0,044.

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas tinggi, namun juga menandakan daya tahan SENT yang relatif kuat untuk ukuran token baru. Sejumlah indikator on-chain dan teknikal mengungkap alasan di balik performa positif tersebut, sekaligus memperlihatkan risiko yang mulai muncul.

Penguatan SENT

Salah satu faktor utama penguatan SENT adalah korelasinya yang berlawanan dengan Bitcoin. Dalam beberapa hari terakhir, SENT mencatat korelasi -0,92 terhadap BTC. Artinya, ketika harga Bitcoin melemah, SENT justru cenderung menguat. Kondisi ini menarik minat trader yang mencari aset alternatif di luar pengaruh pergerakan Bitcoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, CMF di atas nol berarti buying pressure masih mendominasi selling pressure, big players belum berbalik ke mode distribusi.

“Pola exchange outflow yang konsisten (token keluar dari CEX) adalah sinyal akumulasi klasik. Sentient berhasil menghindari sell-off lebih dalam berkat keseimbangan supply-demand yang sehat,” jelasnya.

Aktivitas beli saat harga turun juga terlihat dari indikator Money Flow Index (MFI). Meski harga SENT sempat mencetak level tertinggi baru pada 29–30 Januari, MFI justru membentuk lower high yang memicu koreksi 18%. Namun, MFI tidak jatuh tajam dan tetap berada di atas garis tren naik, menandakan minat beli masih bertahan dan aksi akumulasi belum berhenti.

Selain itu, data spot market menunjukkan tekanan jual yang relatif rendah. Sejak peluncuran, arus keluar token dari bursa lebih dominan dibandingkan arus masuk, yang menandakan investor lebih memilih menyimpan aset ketimbang menjualnya. Pada 30 Januari saja, SENT mencatat outflow lebih dari US$4 juta, meski harga sudah berada di level tinggi.

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) juga masih berada di atas garis nol. Hal ini menunjukkan tekanan beli masih lebih kuat dibandingkan tekanan jual, meskipun laju akumulasi mulai melambat setelah puncak harga pada 29 Januari.

Indikator On-chain

Namun, di balik kekuatan tersebut, risiko mulai meningkat dari sisi pasar derivatif. Data menunjukkan posisi long dengan leverage mencapai sekitar US$7,96 juta, jauh lebih besar dibandingkan posisi short yang hanya sekitar US$1,15 juta. Ketimpangan ini membuat pergerakan harga menjadi rentan, karena penurunan kecil saja dapat memicu likuidasi paksa.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal kehati-hatian juga muncul dari indikator Relative Strength Index (RSI). Saat harga SENT mencetak higher high, RSI justru membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan lanjutan. Untuk menjaga momentum bullish, SENT perlu mencatatkan penutupan harga 4 jam di atas level US$0,039.

Jika gagal bertahan di area tersebut, support terdekat berada di US$0,036. Penurunan ke bawah level ini berpotensi memicu likuidasi lanjutan dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju US$0,031 hingga US$0,022, terutama jika Bitcoin kembali menguat.

Kinerja SENT sejauh ini menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan Bitcoin mampu menjadi katalis kenaikan harga. Namun, dengan leverage yang semakin berat sebelah, pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga bertahan di area kunci.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

Harga XRP mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang relatif stagnan di bawah level US$2. Sepanjang Januari, aset kripto ini belum mampu membentuk tren yang jelas dan masih bergerak dalam rentang sempit. Namun, di balik kondisi harga yang tampak sepi, data on-chain menunjukkan adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan XRP.

Berdasarkan data dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP mencatat penambahan bersih 42 wallet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak awal 2026. Kelompok alamat ini kerap disebut sebagai “millionaire wallets” dan umumnya diasosiasikan dengan investor bermodal besar atau whale. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak September 2025, terjadi di tengah harga XRP yang justru masih melemah secara tahunan.

Pola Akumulasi XRP

Santiment mencatat bahwa pola akumulasi oleh pemegang besar di tengah harga yang lemah kerap mengubah dinamika pasar secara internal. Akumulasi semacam ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika terjadi bersamaan dengan pengetatan likuiditas di sisi penawaran.

Secara teknikal, XRP masih berada dalam kondisi rapuh. Harga saat ini bergerak di kisaran US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$2,54. Jarak ini membuat gambaran jangka panjang XRP masih berada dalam fase korektif, sehingga banyak trader berbasis momentum memilih untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk ke pasar.

Dilaporkan Crypto Slate, data dari CryptoQuant turut mencerminkan kehati-hatian pasar. Rasio Sharpe 30 hari XRP tercatat sekitar 0,034, mendekati nol, yang menunjukkan imbal hasil belum cukup mengompensasi volatilitas. Sementara itu, Sharpe Z-Score berada di kisaran 0,70 dan Sharpe Momentum 7 hari sekitar 0,03, mengindikasikan fase konsolidasi atau pembentukan dasar, bukan awal tren naik yang kuat.

Di sisi lain, suplai XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda pengetatan. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di exchange saat ini berada di “zona bawah”, menandakan tekanan jual cenderung mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului kenaikan harga dengan jeda waktu tertentu, seperti yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025.

Meski demikian, analisis tersebut juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa ekspansi volume, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko berubah menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan. Pasar dengan likuiditas tipis memang bisa bergerak cepat saat permintaan muncul, namun juga rentan gagal menembus resistance jika tidak didukung pembelian lanjutan.

Baca juga: Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

Aktivitas Jaringan XRP

Dari sisi aktivitas jaringan, XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan sinyal positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir dan menembus level yang bertahan sejak awal 2025.

Peningkatan berbasis moving average ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Hal tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penggunaan dan likuiditas yang lebih “lengket” di dalam ekosistem XRPL, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.

Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan sejumlah skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Firma ini menyoroti peran permintaan dari ETF XRP spot di AS yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama, disertai aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut.

Suplai XRP

Di sisi suplai, 21Shares mencatat cadangan XRP di exchange berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP, yang berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Dari sisi utilitas, pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pembentukan wallet millionaire baru saat harga sideways adalah sinyal klasik “smart money accumulation”.

“Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai,” tuturnya.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tersungkur ke $2.682, Level Ini Disebut Benteng Terakhir Whale

Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan dan turun hingga ke level $2.682. Meski demikian, penurunan ini membawa ETH ke area yang dinilai sebagai support kuat, berdasarkan data on-chain dan pergerakan alamat akumulasi besar.

Level harga tersebut disebut bertepatan dengan realized price dari alamat-alamat akumulasi ETH, yaitu kelompok investor yang secara konsisten mengumpulkan Ethereum dalam jumlah besar. Dalam analisis sebelumnya, zona ini telah diproyeksikan sebagai garis support penting, dan kini harga ETH tercatat telah mencapainya.

Harga Beli Whale ETH

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Ethereum Kenalkan ERC-8004, Fondasi Baru untuk AI di Blockchain

Selain itu, harga beli para whale Ethereum juga berada di kisaran yang sama. Kondisi ini menjadikan area $2.682 sebagai level pertahanan yang signifikan, karena secara historis harga cenderung mendapatkan dukungan ketika mendekati rata-rata harga beli investor besar.

Data menunjukkan bahwa aktivitas pembelian oleh kelompok whale masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Tekanan jual yang ada sejauh ini belum mampu menembus level support tersebut secara signifikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, support line yang kuat biasanya terbentuk dari akumulasi historis dan cluster order book yang padat.

“Jika ETH mampu mempertahankan level ini, potensi rebound teknikal meningkat. Namun, jika ditembus, risiko cascading liquidation dan penurunan ke support berikutnya juga signifikan,” jelasnya.

Selama kelompok alamat akumulasi tetap mempertahankan posisinya dan tidak melakukan distribusi besar-besaran, harga ETH diperkirakan masih akan mendapatkan dukungan di level saat ini. Namun demikian, pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto secara keseluruhan serta sentimen makro yang berkembang.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Holder Setujui Buyback OP, Nilai Token Diperkuat: Harga Bakal Naik?

Komunitas Optimism (OP) resmi menyetujui proposal tata kelola yang dinilai sebagai salah satu perubahan tokenomics paling signifikan dalam sejarah proyek tersebut.

Melalui keputusan ini, The Block melaporkan bahwa 50% pendapatan protokol dari aktivitas sequencer akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) token OP di pasar terbuka.

Langkah ini menandai pergeseran strategi besar, dari model token yang selama ini berfungsi terutama sebagai governance token, menuju aset yang memiliki mekanisme penangkapan nilai (value accrual) langsung dari pertumbuhan jaringan.

Bagi banyak pelaku pasar, keputusan ini memperkuat daya tarik fundamental OP sebagai aset investasi jangka panjang.

Baca Juga: Riset Kripto 22-26 September 2025: Altcoin Solid, Altseason Masih Jauh?

Apa Isi Proposal Buyback Optimism?

Dalam proposal yang disetujui pemegang token, sebagian besar pendapatan jaringan Optimism yang dihasilkan dari biaya transaksi dan aktivitas sequencer, tidak lagi hanya dialokasikan untuk pengembangan ekosistem, tetapi juga dikembalikan ke pasar dalam bentuk buyback token OP.

Skema ini memastikan bahwa ketika aktivitas jaringan meningkat, pendapatan protokol ikut tumbuh, dan sebagian nilai tersebut langsung tercermin dalam permintaan token OP di pasar sekunder.

Dengan kata lain, semakin tinggi penggunaan Optimism dan Superchain, semakin besar pula potensi tekanan beli terhadap token OP.

Dari Governance Token ke Aset Bernilai Ekonomi

Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Optimism (OP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Selama ini, banyak token layer-2 dikritik karena minimnya hubungan langsung antara pertumbuhan jaringan dan nilai token.

Token sering kali hanya berfungsi sebagai alat tata kelola, tanpa mekanisme ekonomi yang jelas bagi pemegangnya.

Keputusan Optimism ini mengubah paradigma tersebut. Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai pivot tokenomics yang sangat bullish.

“Ini adalah pivot tokenomics yang sangat bullish. Mengubah OP dari sekadar ‘governance token’ menjadi aset yang memiliki mekanisme value accrual langsung dari pendapatan jaringan akan meningkatkan fundamental investasinya secara drastis di mata investor jangka panjang,” ujar tim research Tokocrypto.

Dengan mekanisme buyback, OP mulai menyerupai model ekonomi yang lebih matang, di mana pertumbuhan ekosistem berbanding lurus dengan nilai token.

Penyelarasan dengan Visi Superchain

Optimism tidak hanya berdiri sebagai satu jaringan layer-2, tetapi juga sebagai fondasi bagi Superchain, sebuah ekosistem rollup yang saling terhubung dan dibangun dengan teknologi Optimism.

Buyback OP dari pendapatan sequencer bertujuan untuk menyelaraskan kepentingan semua pihak: pengguna, developer, operator rollup, dan pemegang token.

Saat Superchain berkembang dan menghasilkan lebih banyak aktivitas ekonomi, pemegang OP turut menikmati manfaatnya secara langsung.

Hal ini dapat memperkuat loyalitas komunitas dan meningkatkan minat investor terhadap ekosistem Optimism secara keseluruhan.

Dampak terhadap Sentimen dan Harga OP

Secara historis, pengumuman buyback sering dipandang positif oleh pasar, karena menciptakan tekanan beli berkelanjutan dan mengurangi suplai token yang beredar.

Meski detail teknis implementasi buyback akan sangat menentukan dampak nyatanya, sentimen awal terhadap keputusan ini cenderung bullish.

Namun demikian, pasar juga akan memantau konsistensi pelaksanaan buyback dan transparansi penggunaan pendapatan protokol.

Buyback yang berkelanjutan dan terukur memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat kepercayaan investor.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Dicermati

Meski menjanjikan, skema ini bukan tanpa tantangan. Mengalokasikan 50% pendapatan untuk buyback berarti Optimism harus memastikan sisa pendapatan cukup untuk mendukung pengembangan ekosistem, keamanan jaringan, dan insentif jangka panjang.

Selain itu, efektivitas buyback sangat bergantung pada pertumbuhan aktivitas jaringan.

Jika volume transaksi atau penggunaan Superchain melambat, dampak buyback terhadap nilai OP bisa menjadi terbatas.

Era Baru Tokenomics Layer-2?

Keputusan Optimism berpotensi menjadi preseden bagi proyek layer-2 lain.

Jika model ini terbukti efektif, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diadopsi oleh ekosistem lain yang ingin meningkatkan daya tarik token mereka di mata investor.

Dengan menyelaraskan pendapatan jaringan dan nilai token, Optimism memperkuat posisinya sebagai salah satu layer-2 paling progresif dalam hal desain tokenomics.

Baca Juga: 6 Top AI & Big Data Tokens yang Bisa Meledak Minggu Ini!

Persetujuan proposal buyback OP menandai era baru tokenomics Optimism.

Dengan mengalihkan 50% pendapatan protokol untuk membeli kembali token OP, proyek ini menciptakan hubungan langsung antara pertumbuhan ekosistem Superchain dan nilai token.

Bagi investor jangka panjang, langkah ini memperkuat narasi OP sebagai aset yang tidak hanya berfungsi dalam tata kelola, tetapi juga menangkap nilai ekonomi nyata dari aktivitas jaringan.

Jika dieksekusi secara konsisten, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis fundamental yang signifikan bagi Optimism ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,162, Terseret Tekanan Makro

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dilansir dari Coinmarketcap pada Jumat (30/1).

Token ini tercatat turun sekitar 2,55% ke level $0,162, di saat pasar kripto secara umum juga berada dalam tekanan.

Meski demikian, penurunan PI tercatat relatif lebih ringan dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan yang mencapai 6,13% dalam periode yang sama.

Pergerakan ini memperpanjang tren negatif PI, yang masih kesulitan menemukan momentum pemulihan di tengah kombinasi tekanan makroekonomi, pasokan token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum menunjukkan tanda pembalikan arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 4,22% ke $0,167, Minimnya Utilitas Jadi Beban

Tekanan Makro Seret Altcoin

Salah satu faktor utama pelemahan harga PI adalah koreksi pasar kripto secara luas.

Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global dilaporkan menyusut sekitar $60 miliar, dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan The Federal Reserve (FOMC) yang menahan suku bunga acuannya.

Bitcoin sebagai aset kripto terbesar sempat turun tajam hingga di bawah $88.000, atau melemah sekitar 6%.

Penurunan ini langsung berdampak pada altcoin, termasuk Ethereum dan BNB, yang masing-masing ikut terkoreksi lebih dari 2%.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Dalam kondisi seperti ini, altcoin berkapitalisasi menengah dan kecil cenderung lebih rentan.

PI, yang masih membawa narasi spekulatif dan adopsi terbatas di mainnet, ikut terdampak arus risk-off ketika pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Indeks Fear & Greed kripto yang berada di level 28 (Fear) memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih defensif, membuat minat beli terhadap token seperti PI semakin terbatas.

Token Unlock Masih Jadi Beban

Selain tekanan makro, token unlock berkelanjutan tetap menjadi beban struktural bagi harga Pi Network.

Sepanjang Januari 2026 saja, lebih dari 134 juta PI telah dilepas ke pasar, sebagai bagian dari total sekitar 1,2 miliar token yang dijadwalkan unlock sepanjang tahun ini.

Peningkatan suplai ini terjadi di saat permintaan pasar relatif lemah. Dengan volume perdagangan harian PI di kisaran $18,3 juta, likuiditas yang tersedia dinilai belum cukup untuk menyerap tambahan pasokan secara optimal.

Akibatnya, setiap gelombang token unlock berpotensi langsung menekan harga, terutama jika sebagian token yang dilepas segera berpindah ke bursa untuk dijual.

Kondisi ini membuat tekanan jual PI bersifat struktural, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari sisi teknikal, pergerakan harga PI menunjukkan sinyal yang masih cenderung bearish.

Token ini telah menembus level support penting di $0,15895, yang sebelumnya berfungsi sebagai swing low berbasis Fibonacci.

Indikator RSI 7-hari berada di level sangat rendah, sekitar 12,17, menandakan kondisi oversold yang cukup ekstrem.

Namun, kondisi oversold ini sejauh ini belum mampu memicu rebound berarti, mencerminkan lemahnya minat beli.

Sementara itu, MACD histogram yang masih berada di zona negatif mengonfirmasi bahwa momentum penurunan belum sepenuhnya mereda.

Dalam skenario terburuk, jika tekanan jual berlanjut, area $0,150 berpotensi menjadi target support psikologis berikutnya.

Di sisi atas, rata-rata pergerakan SMA 30 hari di kisaran $0,196 kini berubah fungsi menjadi resistance kuat yang sulit ditembus dalam waktu dekat.

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Ke depan, pergerakan harga PI akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: stabilisasi pasar kripto global dan dinamika suplai akibat token unlock.

Jika Bitcoin mampu bertahan dan membentuk konsolidasi, PI berpotensi mengalami technical rebound jangka pendek.

Namun, tanpa katalis fundamental yang kuat—seperti peningkatan aktivitas mainnet atau adopsi ekosistem—setiap kenaikan berisiko bersifat sementara.

Baca Juga: Harga Pi Network Relatif Stabil di $0,1734: Tenang di Permukaan?

Penurunan harga Pi Network ke level $0,162 mencerminkan kombinasi tekanan makro, suplai token yang terus bertambah, serta struktur teknikal yang belum sehat.

Meski kondisi oversold membuka peluang pantulan jangka pendek, zona $0,15–$0,16 tetap menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Bagi investor dan trader, kehati-hatian tetap diperlukan sembari memantau stabilitas Bitcoin dan pergerakan arus masuk-keluar token PI di bursa sebagai indikasi apakah tekanan jual mulai mereda atau justru berlanjut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

INJ Menuju Ultra Deflasi Lewat Proposal Supply Squeeze

Komunitas Injective (INJ) resmi menyetujui proposal governance bertajuk “Supply Squeeze” (IIP-617) dengan dukungan hampir mutlak, mencapai 99,89% suara setuju.

Menurut laporan Cointelegraph, keputusan ini menjadi salah satu langkah paling agresif dalam sejarah Injective, karena secara langsung menargetkan pengurangan suplai token dan memperkuat mekanisme deflasi jangka panjang.

Proposal ini mencakup dua kebijakan utama: pemangkasan drastis tingkat penerbitan (issuance) token INJ dan percepatan mekanisme buyback-and-burn yang bersumber dari pendapatan protokol.

Dengan kombinasi tersebut, Injective berambisi menjadikan INJ sebagai salah satu aset paling deflasi di industri kripto.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Apa Itu Proposal “Supply Squeeze” Injective?

IIP-617 dirancang untuk mengatasi salah satu isu klasik dalam tokenomics blockchain: tekanan inflasi akibat suplai token baru. Selama ini, sebagian token INJ dicetak sebagai insentif validator dan partisipan jaringan.

Meski penting untuk keamanan jaringan, mekanisme ini juga menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

Melalui proposal Supply Squeeze, laju pencetakan token baru akan dipangkas signifikan.

Di saat yang sama, Injective meningkatkan frekuensi dan skala pembakaran token (burn) yang berasal dari pendapatan protokol, seperti biaya transaksi dan aktivitas on-chain lainnya.

Hasil akhirnya adalah net supply growth yang jauh lebih rendah, bahkan berpotensi negatif jika jumlah token yang dibakar melebihi token yang diterbitkan.

Menuju “Ultra Sound Money” Versi Injective

Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Injective (INJ/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Langkah ini langsung memunculkan perbandingan dengan konsep “Ultra Sound Money” yang populer di ekosistem Ethereum pasca EIP-1559.

Injective kini mencoba menerapkan filosofi serupa, namun dengan pendekatan yang lebih agresif.

Menurut analisa Tim Research Tokocrypto, keputusan komunitas ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan.

“Keputusan ini adalah langkah agresif menuju ‘Ultra Sound Money’ versi Injective. Dengan memangkas suplai baru dan membakar token dari pendapatan protokol, tekanan jual inflasi akan berkurang drastis. Jika demand penggunaan jaringan tetap stabil, kelangkaan token ini menjadi katalis positif bagi harga jangka panjang,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Narasi deflasi ini penting, terutama di tengah pasar kripto yang semakin selektif terhadap proyek dengan tokenomics berkelanjutan.

Dampak Terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Secara historis, kebijakan deflasi sering dipandang positif oleh pasar, terutama jika didukung oleh aktivitas jaringan yang sehat.

Dengan suplai yang semakin terbatas, setiap peningkatan permintaan berpotensi memberikan dampak lebih besar terhadap harga.

Namun demikian, pasar juga akan mencermati implementasi nyata dari proposal ini. Investor tidak hanya melihat niat, tetapi juga eksekusi dan konsistensi burn mekanisme dari waktu ke waktu.

Dalam jangka pendek, pengumuman ini berpotensi memperkuat sentimen bullish terhadap INJ.

Sementara dalam jangka panjang, dampaknya akan sangat bergantung pada pertumbuhan ekosistem Injective—termasuk adopsi DeFi, volume trading derivatif, dan aktivitas aplikasi terdesentralisasi di atas jaringannya.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Meski terdengar sangat positif, kebijakan deflasi ekstrem juga membawa tantangan.

Pemangkasan issuance berarti insentif untuk validator dan partisipan jaringan berkurang, sehingga Injective perlu memastikan bahwa keamanan dan desentralisasi jaringan tetap terjaga.

Selain itu, narasi deflasi hanya efektif jika permintaan penggunaan jaringan tetap atau meningkat. Jika aktivitas on-chain menurun, efek positif dari pengurangan suplai bisa menjadi terbatas.

Injective Perkuat Diferensiasi di Tengah Persaingan L1

Dengan disetujuinya IIP-617, Injective semakin menegaskan posisinya sebagai Layer-1 yang fokus pada efisiensi pasar dan tokenomics disiplin.

Di tengah persaingan ketat antar blockchain, langkah ini menjadi diferensiasi penting dibandingkan proyek lain yang masih bergulat dengan inflasi token tinggi.

Keputusan hampir bulat dari komunitas juga mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap arah strategis Injective, sesuatu yang tidak selalu mudah dicapai dalam governance on-chain.

Baca Juga: Top Token Ekosistem BNB Hari Ini: INJ, CAKE, FLOKI, hingga GALA

Persetujuan proposal Supply Squeeze (IIP-617) menandai babak baru bagi Injective dan token INJ. Dengan suplai yang semakin ketat dan mekanisme burn yang dipercepat, INJ kini memasuki fase tokenomics deflasi yang lebih ekstrem.

Jika ekosistem Injective mampu mempertahankan pertumbuhan dan aktivitas jaringan, kebijakan ini berpotensi menjadi katalis positif jangka panjang bagi nilai INJ.

Namun seperti biasa di dunia kripto, efektivitasnya akan ditentukan oleh eksekusi nyata dan adopsi berkelanjutan, bukan sekadar keputusan governance di atas kertas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

HBAR Terancam Turun ke US$0,080? Support US$0,102 di Ujung Tanduk

Harga aset kripto Hedera (HBAR) berada dalam tekanan kuat setelah mencatat penurunan lebih dari 10% dalam sepekan terakhir. Pelemahan ini dinilai bukan sekadar koreksi biasa, melainkan didorong oleh memburuknya struktur harga, arus modal keluar, serta sentimen pasar yang jatuh ke level terendah dalam beberapa bulan.

Kombinasi faktor tersebut meningkatkan risiko koreksi lanjutan hingga 20%, meski peluang pemulihan masih terbuka jika HBAR mampu bertahan di level krusial.

Pola Head-and-Shoulders Picu Ancaman Penurunan Tajam

Dari sisi teknikal, pergerakan harga HBAR mendekati penyempurnaan pola head-and-shoulders, yang secara historis sering menjadi sinyal pembalikan bearish. Garis leher (neckline) pola ini berada di kisaran US$0,102.

Jika harga HBAR mencatat penutupan harian di bawah level tersebut, potensi penurunan lebih dari 20% menuju area US$0,080 dinilai semakin terbuka.

Sinyal ini diperkuat oleh indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang kini turun di bawah level nol dan menembus garis dukungan menurun. Kondisi tersebut menunjukkan adanya arus modal keluar yang signifikan, menandakan tekanan jual nyata, bukan sekadar pergerakan harga dengan volume rendah.

Situasi serupa terakhir terjadi pada awal Desember, yang kala itu diikuti penurunan harga HBAR hampir 25%.

Baca juga: AI Select Token Hari Ini: HBAR dan KERNEL Altcoin Paling Panas

Sentimen Positif Merosot ke Level Terendah

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan teknikal juga sejalan dengan memburuknya sentimen pasar. Data sentimen menunjukkan tingkat pembicaraan positif terhadap Hedera turun ke titik terendah sejak akhir Oktober.

Secara historis, pelemahan sentimen semacam ini kerap mendahului penurunan harga lanjutan. Pada November lalu, penurunan sentimen diikuti koreksi harga dari sekitar US$0,17 ke US$0,13 dalam waktu dua pekan.

Kondisi saat ini dinilai memiliki pola serupa, di mana sentimen melemah lebih dulu sementara harga masih bertahan di atas area support utama.

Aksi Beli Saat Koreksi dan Data Derivatif Beri Harapan

Meski tekanan bearish menguat, sejumlah data menunjukkan masih adanya minat beli di level bawah. Dalam dua hari terakhir, tercatat net outflow dari bursa spot saat harga HBAR terkoreksi hampir 5%.

Pada 24 Januari, arus keluar bersih tercatat sekitar US$1,41 juta, meningkat menjadi US$1,60 juta sehari kemudian. Kondisi ini mengindikasikan aksi beli saat harga turun atau akumulasi jangka menengah.

Dari pasar derivatif, data perpetual HBAR di Bitget menunjukkan eksposur likuidasi posisi short mencapai sekitar US$7,40 juta, jauh lebih besar dibanding potensi likuidasi posisi long sebesar US$4,28 juta. Ketimpangan ini mencerminkan dominasi posisi bearish di kalangan trader.

Dalam kondisi seperti ini, kenaikan harga yang relatif kecil berpotensi memicu short squeeze, yang dapat mendorong pemulihan harga secara cepat.

Level Kunci yang Menentukan Arah HBAR

Ke depan, pergerakan HBAR akan sangat ditentukan oleh beberapa level penting. Di sisi bawah, area US$0,100–US$0,102 menjadi penopang krusial. Penutupan harian di bawah zona ini berpotensi mengonfirmasi kelanjutan tren turun.

Sebaliknya, untuk meredam tekanan bearish, HBAR perlu merebut kembali level US$0,105 sebagai tanda stabilisasi awal. Ujian utama berada di US$0,112, yang bertepatan dengan resistance teknikal dan level Fibonacci penting.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini menyoroti fenomena “Divergensi Sentimen-Harga”. Ketika kepercayaan kerumunan (crowd confidence) runtuh sebelum harga benar-benar jatuh, itu biasanya adalah tanda bahaya bahwa pembeli potensial (dip buyers) sedang menyingkir.

Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

“Pasar kehilangan “bantalan” psikologisnya. Jika level $0,10 gagal bertahan, ini bisa memicu cascade liquidation dari posisi long yang tersisa, mempercepat penurunan menuju target $0,08,” ujarnya.

Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$0,112, pola bearish berpotensi gagal dan membuka jalan kenaikan menuju area US$0,128.

Untuk saat ini, posisi HBAR masih berada di persimpangan. Tekanan jual dan sentimen negatif mendominasi, namun aksi beli saat koreksi serta posisi short yang menumpuk membuat peluang rebound belum sepenuhnya tertutup. Beberapa penutupan harian ke depan akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

Jumlah validator di jaringan blockchain Solana terus mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah validator harian Solana kini berada di bawah 800 node, level yang terakhir kali tercatat pada 2021 dan jauh menurun dari puncaknya sekitar 2.500 validator pada awal 2023.

Penurunan ini berarti lebih dari 65% validator telah meninggalkan jaringan dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Validator merupakan node independen yang menjalankan perangkat lunak Solana untuk memverifikasi transaksi dan memproduksi blok melalui mekanisme konsensus proof-of-stake dengan melakukan staking token SOL dan memberikan suara (vote) pada blok.

Transaksi Alami Penurunan

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

Dilaporkan The Block, seiring berkurangnya jumlah validator, transaksi vote juga mengalami penurunan tajam. Transaksi vote harian yang sebelumnya berada di kisaran 300.000 kini turun menjadi sekitar 170.000 transaksi per hari. Jumlah validator Solana pertama kali tercatat di bawah 800 pada bulan lalu dan masih bertahan di kisaran tersebut sejak awal tahun ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi jumlah validator ini mengkhawatirkan dari sisi desentralisasi jaringan. Penurunan drastis (65% dalam 3 tahun) mungkin disebabkan oleh tingginya biaya operasional validator vs profitabilitas (rewards) saat kondisi pasar sideways. Jika tren ini berlanjut, risiko keamanan jaringan (Nakamoto Coefficient) bisa terancam.

Penurunan jumlah validator ini dipengaruhi oleh perubahan faktor ekonomi, termasuk kebijakan Solana Foundation Delegation Program. Program tersebut memiliki dukungan biaya vote dan kebijakan pencocokan stake yang bersifat sementara dan secara bertahap dikurangi. Berkurangnya dukungan ini membuat validator kecil kesulitan menutup biaya operasional, seperti biaya vote dan infrastruktur, tanpa delegasi stake yang memadai.

Untuk tetap sinkron dengan jaringan, validator harus mengirimkan ribuan transaksi setiap hari. Tanpa jumlah SOL yang distake cukup besar untuk menghasilkan imbal hasil yang melampaui biaya tersebut, menjalankan node menjadi tidak lagi layak secara ekonomi.

Meski demikian, aktivitas jaringan Solana secara keseluruhan masih menunjukkan stabilitas. Transaksi non-vote, yang mencakup aktivitas pengguna seperti perdagangan di decentralized exchange, interaksi aplikasi terdesentralisasi, dan transfer token, relatif stabil di sekitar 100 juta transaksi per hari. Stabilnya aktivitas ini mencerminkan tingginya penggunaan jaringan yang didorong oleh era memecoin di ekosistem Solana.

Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

Harga Chainlink (LINK) saat ini berada di titik krusial yang menjadi perhatian para analis kripto. Support utama di kisaran US$10–11 disebut sebagai penentu arah pergerakan harga LINK sepanjang tahun ini. Jika level tersebut gagal dipertahankan, LINK berpotensi mengalami tekanan besar hingga turun ke US$7,15.

Sejumlah analis menilai risiko penurunan semakin nyata seiring munculnya indikasi teknikal bearish pada grafik mingguan. Salah satu pola yang disorot adalah Head & Shoulders, yang kerap menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bawah.

Analisis Harga LINK

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: 5 Kripto Paling Bullish Minggu Ini: SEI dan Chainlink Jadi Favorit Investor!

Dilaporkan Coincu, analis kripto CryptoBullett memperingatkan bahwa pelemahan di bawah area US$10–11 dapat berdampak buruk bagi LINK. Ia menyebut skenario terburuk bisa membawa harga Chainlink turun ke kisaran US$4–5, yang diperkirakan menjadi level terendah tahun ini. Meski demikian, analis menekankan bahwa pergerakan pasar kripto sangat dinamis dan proyeksi tersebut tidak bersifat pasti.

Pada saat penulisan, harga LINK tercatat diperdagangkan di level US$11,92, naik 3,94% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan harian mencapai US$395,8 juta.

Di sisi lain, masih terdapat peluang pemulihan apabila LINK mampu bertahan di zona support US$11,8–12,2. Area ini sebelumnya terbukti kuat dan berpotensi menjadi landasan bagi pergerakan naik menuju level resistansi berikutnya di US$14,9.

Data On-chain LINK

Data on-chain dari Santiment menunjukkan bahwa LINK saat ini berada dalam kondisi undervalued. Rasio Market Value to Realized Value (MVRV) 30 hari tercatat di angka -9,5%, yang mengindikasikan potensi fase stabilisasi harga. Sementara itu, CoinGlass melaporkan penurunan open interest sebesar 2,19%, menandakan berkurangnya risiko spekulatif di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Chainlink (LINK) saat ini berada di persimpangan teknikal yang sangat krusial, di mana para analis memperingatkan adanya risiko penurunan tajam menuju $7,15 atau bahkan $4-5 jika zona penyangga utama di kisaran $10-11 ditembus, sebuah skenario bearish yang diperkuat oleh pembentukan potensi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.

“Namun, di tengah ancaman tersebut, harga yang bertahan di atas area $11,8–$12,2 saat ini memberikan harapan pemulihan jangka pendek menuju $14,9, didukung oleh sentimen pasar yang masih mencoba mempertahankan struktur harga agar tidak runtuh,” ujarnya.

Dengan meningkatnya volume perdagangan dalam beberapa hari terakhir, pergerakan LINK ke depan dinilai akan sangat menentukan, apakah harga akan menembus support penting atau justru memantul dan melanjutkan tren pemulihan.

Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dompet Tim Pendle Diduga Kirim 1,8 Juta Token ke Bybit, Sinyal Apa?

Sebuah alamat dompet yang diduga terafiliasi dengan tim Pendle Finance dilaporkan memindahkan sebanyak 1,8 juta token PENDLE ke bursa kripto Bybit. Transaksi bernilai sekitar US$3,61 juta tersebut terpantau oleh platform pemantauan blockchain Onchain Lens pada 25 Januari 2026.

Token PENDLE yang dipindahkan diketahui telah disimpan selama 3 hingga 4 tahun, sehingga pergerakan ini memicu spekulasi mengenai potensi pelepasan likuiditas strategis. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pendle Finance maupun Bybit terkait tujuan transaksi tersebut.

Pergerakan Token PENDLE

Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pendle (PENDLE/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga PENDLE Tembus 2.70 Dolar! Daftar Token DeFi yang Naik Hari Ini

Pergerakan token dalam jumlah besar ini berpotensi memengaruhi likuiditas PENDLE di Bybit serta dinamika perdagangan jangka pendek. Beberapa analis menilai deposit tersebut dapat membuka peluang peningkatan volume perdagangan, meski juga berisiko menimbulkan volatilitas harga.

Menurut data Onchain Lens, nilai awal token yang di-vesting diperkirakan hanya sekitar US$266.000, namun kini nilainya melonjak menjadi lebih dari US$3,8 juta, mencerminkan kenaikan harga signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan CEO BitMEX, Arthur Hayes, turut menyoroti fenomena pergerakan token besar ke bursa. Ia menyatakan bahwa transfer semacam ini kerap mengindikasikan maksud strategis tertentu. “Pergerakan token dalam jumlah besar sering kali menandakan adanya kepentingan operasional atau strategi pasar yang perlu dicermati,” ujarnya.

Analisis Harga PENDLE

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Pendle (PENDLE) berada di kisaran US$1,85 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$313,66 juta. Volume perdagangan 24 jam tercatat mencapai US$51,86 juta, melonjak 54,66%. Dalam 24 jam terakhir, harga PENDLE bergerak naik-turun sebesar 7,38%, sementara dalam sepekan terakhir berubah 11,54%, menandakan kondisi pasar yang cukup volatil.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Transaksi ini memicu spekulasi pasar yang kontradiktif. Di satu sisi, Arthur Hayes sendiri diketahui agresif mengakumulasi token DeFi (termasuk PENDLE) di awal 2026 sebagai taruhan bullish.

Dilaporkan Coincu, tim riset Coincu menilai bahwa pergerakan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Mereka menyebutkan bahwa faktor inovasi teknologi maupun strategi investasi bisa menjadi latar belakang transaksi tersebut. Namun, sentimen pasar terhadap dampaknya terhadap likuiditas PENDLE masih cenderung netral sambil menunggu perkembangan lanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com