Tag Archives: detikproperti

5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior buat Dinding Rumah


Jakarta

Saat mengecat dinding, kamu perlu membedakan penggunaan cat untuk interior dan eksterior rumah. Walaupun sama-sama cairan pigmen, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyesuaikan kondisi dinding.

Cat interior digunakan pada bagian dalam rumah, seperti kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang agar tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban.

Sementara itu, cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar rumah. Cat ini lebih tahan dengan berbagai kondisi alam seperti hujan, angin, dan perubahan cuaca.


Lantas, apa saja perbedaan cat interior dan eksterior? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint.

5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

Inilah perbedaan antara cat interior dan eksterior yang perlu kamu tahu agar tidak salah pakai.

1. Bahan Dasar dan Fungsinya

Cat interior dan eksterior memiliki perbedaan pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

Oleh karena itu, cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

2. Pilihan Warna dan Tekstur

Pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan matte atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik, sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

3. Teknik Pengaplikasian

Cara mengaplikasikan kedua jenis cat tersebut juga berbeda. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

4. Proses Pengeringan

Selanjutnya, jangka waktu untuk proses pengeringan kedua cat tersebut pun berbeda. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

5. Harga

Harga cat eksterior biasanya lebih mahal dibandingkan cat interior. Sebab, cat eksterior mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

Itulah perbedaan cat interior dan eksterior buat dinding rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mesin Cuci di Rumah Bergetar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


Jakarta

Mesin cuci bisa saja bergetar ketika digunakan. Kondisi itu sebenarnya wajar terjadi apabila getarannya masih dalam batas wajar.

Apabila getaran sudah cukup keras, sebaiknya segera hentikan penggunaan mesin cuci. Lalu kenapa bisa sih mesin cuci bergetar saat digunakan?

Dilansir dari The Spruce, penyebab getaran pada mesin cuci tidak melulu karena mesin, bisa saja dari faktor luar. Biasanya, mesin cuci dengan bukaan depan ternyata lebih rawan bergetar daripada bukaan atas. Berikut ini informasinya.


Penyebab Mesin Cuci Bergetar Kencang

1. Tidak Berada Pada Permukaan yang Rata

Ternyata tempat peletakkan mesin cuci dapat mempengaruhi getarannya. Sebaiknya mesin cuci diletakkan di permukaan rata agar lebih aman. Bentuknya yang besar dan dengan bobot pakaian yang berputar di dalamnya, dapat berbahaya jika tempat meletakkannya miring atau tidak rata.

2. Beban Cucian Tak Seimbang

Mesin cuci bekerja sesuai dengan sistem yang telah dibuat. Mesin ini tidak bisa membantu kamu saat merapikan letak pakaian kotor yang masuk ke ‘keranjang’ di dalam mesin. Kamu harus tahu trik untuk memasukkan pakaian di dalamnya.

Untuk jenis cucian yang punya ukuran besar seperti selimut atau seprai sebaiknya dimasukkan dengan posisi sama berat. Dengan begitu ketika berputar bebannya akan seimbang dan tidak bergetar hebat seperti terpelanting.

3. Penyangga Lantai Tak Cukup Kuat

Jika permukaan di rumah kamu tidak rata, kamu bisa menambahkan penyangga di bawahnya. Namun, pastikan penyangga tersebut cukup kuat karena bobot pakaian basah akan jauh lebih berat dari mesin cuci tersebut.

Jika tidak memungkinkan untuk menambahkan penyangga, kamu dapat menaruh papan kayu lapis berukuran 2,5 cm di bawah kedua peralatan untuk meningkatkan stabilitas lantai. Cara lain yang bisa kamu coba adalah menggunakan bantalan anti-getaran ukuran kecil khusus untuk mesin cuci.

Itulah beberapa penyebab yang bisa membuat mesin cuci bergetar saat digunakan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Buruan Cek! 4 Titik Ini Rawan Alami Kebocoran di Rumah


Jakarta

Rumah bocor adalah salah satu masalah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Pemilik rumah harus lebih memperhatikan dan merawat rumah untuk mencegah kebocoran.

Sebab, rumah yang mengalami kebocoran berisiko menimbulkan kerusakan yang berkelanjutan pada bangunan rumah. Air yang menerobos ke dalam rumah membuat bangunan rumah menjadi lembap.

Oleh karena itu, kamu perlu tahu titik-titik rawan bocor di rumah. Berikut ini tempat berpotensi mengalami kebocoran saat hujan, dikutip dari Homes & Gardens.


Titik Rawan Bocor di Rumah

Inilah beberapa lokasi di rumah yang kerap kali terjadi bocor ketika hujan.

1. Talang Air

Talang air yang tersumbat bisa menyebabkan luapan air dan kebocoran. Jika dibiarkan, luapan air bisa menimbulkan kerusakan pada rumah.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pemeriksaan rutin pada atap dan talang air untuk mencegah kebocoran ketika turun hujan.

2. Jendela Atap atau Skylight

Mempunyai skylight atau jendela pada atap adalah cara yang bagus untuk menambah pencahayaan alami rumah. Namun, Skylight juga merupakan salah satu area yang rawan bocor.

Biasanya kebocoran terjadi karena ada kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu. Untuk memperbaikinya, kamu cukup memasang segel baru atau pendempulan.

Selain itu, retakan pada kaca juga bisa jadi penyebab kebocoran. Sebaiknya kamu segera mengganti seluruh kaca kalau menemukan retakan.

3. Jendela dan Pintu

Kebocoran juga bisa terjadi pada area jendela dan pintu rumah. Air hujan masuk melalui retakan dan celah pada dua tempat itu.

Pastikan jendela dan pintu tertutup rapat selama hujan dan perbaiki retakan dan celah pada jendela dan pintu.

4. Lembah Atap

Lembah atap adalah titik pertemuan dua bagian atap yang membentuk palung. Tempat ini mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

Air yang terperangkap bisa menyebar dan mengganggu flashing atap, sehingga menimbulkan peluang kebocoran.

Itulah beberapa titik yang rawan bocor di rumah saat terjadi hujan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Dahan Pohon Masuk ke Pekarangan Tetangga, Begini Hukumnya dalam Islam



Jakarta

Menanam pohon di pekarangan rumah bisa jadi cara untuk membuat lingkungan terasa lebih asri. Namun, pohon yang ditanam terkadang bisa tumbuh hingga dahannya masuk ke pekarangan tetangga.

Dahan tumbuh sampai ke luar pekarangan bisa mengganggu tetangga. Sebab, daun bisa jatuh dan mengotori rumah tetangga. Belum lagi, dahan juga memakan ruang.

Di sisi lain, tetangga bisa beruntung karena buah dari pohon tersebut masuk ke lahan mereka.


Lantas, bagaimana hukum Islam terkait pohon yang tumbuh melewati batas tetangga?

Dilansir dari detikFood, Ustaz Adi Hidayat pernah mengatakan bahwa pohon beserta buahnya yang masuk ke pekarangan tetangga menjadi hak bersama. Secara syariat, buah dari pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut menjadi milik tetangga.

“Hukum fiqihnya itu hak bersama, yaitu hak antara pemilik pohon dan orang yang di luar pekarangan Anda. Kalau tumbuh di jalanan umum, maka itu adalah hak masyarakat umum,” jelas Ustaz Adi Hidayat dalam dakwahnya di kanal YouTube Al-Muwatta, dikutip dari detikFood, Senin (10/3/2025).

Ia menjelaskan dahan pohon yang masuk ke pekarangan tetangga tersebut pasti akan menghasilkan kotoran, seperti daun dan ranting kering. Oleh karena itu, tetangga juga berhak atas buah yang dihasilkan pohon tersebut.

Meski demikian, kita tetap harus memperhatikan adab sesama tetangga walau diperbolehkan secara syariat. Buah yang jatuh ke pekarangan tetangga, menjadi hak mereka.

Sebagai pemilik pohon, kita tidak boleh marah kalau tetangga mengambil buah tersebut. Secara adab, kita harus menawarkan buah tersebut bahkan sebelum tetangga memintanya. Sedangkan tetangga tetap perlu menunggu pemilik pohon menawarkan buah tersebut.

“Jadi, sebelum tetangga minta, Anda pemilik pohon sampaikan baik-baik, ‘Pak, Ibu, ini buah yang jatuh ke pekarangan Ibu, kalau pengin ambil saja’. Itu adab yang luar biasa,” jelas Ustaz Adi Hidayat.

Adab dan komunikasi antartetangga menjadi kunci dari kasus tersebut. Dengan berkomunikasi secara beradab, kehidupan bertetangga akan berjalan dengan baik dan lancar.

“Sampaikan bahwa nanti ada buah yang jatuh di pekarangan rumah saya, saya izin memintanya, Pak. Nanti kalau daun jatuh atau ada sampai pohonnya biar saya bersihkan saja. Jadi, kita rawat bersama pohonnya,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Ditawari Rumah Bebas Banjir? Cek Dulu, Jangan Tertipu Trik Pengembang


Jakarta

Saat membeli rumah, calon pembeli perlu berhati-hati. Jangan sampai calon pembeli menyesal telah membeli rumah.

Ada saja oknum pengembang yang ‘berbohong’ agar rumah yang dijualnya laku. Sebagai contoh, oknum pengembang menyebut lokasi perumahan yang dikembangkan pihaknya bebas banjir namun ketika hujan justru kebanjiran.

Nah, agar calon pembeli tidak menyesal nantinya, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ini.


Survei Lokasi

Konsultan Properti Anton Sitorus mengatakan, calon pembeli rumah harus aktif mengecek lokasi hunian yang akan dibeli. Sebab, biasanya pengembang kerap menggunakan gimmick untuk menjual properti yang dipasarkan.

“Sementara, kalau pun dia (oknum pengembang) ‘berbohong’ kalau (perumahan) itu nggak banjir ya kan tetap nggak ada jaminan si pembeli untuk nuntut (kalau rumah tiba-tiba kebanjiran), kecuali di dalam perjanjian ada klausul. Cuma nggak pernah ada di klausul kalau pembeli sudah bayar rumah bisa menuntut pengembang ini itu terkait banjir, nggak pernah ada itu,” tuturnya ketika dihubungi detikProperti, Senin (10/3/2025).

Anton menuturkan, apabila rumah yang sudah dibeli mengalami kebanjiran, sudah tanggung jawab pembeli. Maka dari itu ia menekankan untuk para calon pembeli melakukan survei lokasi terlebih dahulu.

Terkait banjir, Anton menambahkan bahwa hal tersebut merupakan hal yang tidak bisa diprediksi. Sebab, bisa saja saat membeli rumah di sebuah lokasi yang bebas banjir tetap 10 tahun kemudian mengalami kebanjiran.

“Misalnya perumahan deket kali, pada waktu dibangun daerah itu nggak pernah banjir, aman-aman aja. Tapi nggak tahu kalau 5-10 tahun kemudian, aliran kali itu, beberapa kilometer dari rumah itu mengalami masalah seperti mampet lalu terjadi banjir. Kalau seperti itu, siapa yang bisa bertanggung jawab? Nggak ada, nggak ada yang punya kendali,” paparnya.

Cek Tata Ruang Lokasi Rumah

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengecek tata ruang daerah rumah yang ingin dibelinya. Terlebih lagi, saat ini sudah sangat mudah untuk mencari informasi mengenai tata ruang suatu daerah.

“Untungnya saat ini sudah cepat cari informasi seperti itu. Kayak perencanaan kota, itu bisa dicek di dinas tata kota atau PU (pekerjaan umum) atau Bappeda misalnya, ya memang tiap kota beda-beda,” terang Anton.

Sebagai contoh, saat ini masyarakat bisa mengecek Rencana Desain Tata Ruang (RDTR) setiap provinsi yang ada di Indonesia melalui Geographic Information System Tata Ruang (Gistaru) yang dikembangkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui gistaru.atrbpn.go.id.

Cek Kredibilitas Pengembang

Langkah lainnya adalah mengecek kredibilitas pengembang. Hal ini untuk meminimalisir adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Semakin jelas kredibilitas pengembangnya kan risikonya semakin kecil. Bukannya nggak ada risiko, tapi risikonya lebih kecil,” tutupnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur


Jakarta

Pernahkah kamu menemukan area yang dipenuhi noda hitam pada dinding rumah? Bisa jadi noda itu merupakan jamur, lho.

Jamur bisa tumbuh pada dinding yang lembap. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi ruangan lembap karena kurang sirkulasi udara maupun dinding basah terlalu lama.

Dinding berjamur tak hanya merusak pemandangan, tetapi bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu segera membersihkan dinding berjamur jika mengalaminya.


Lantas, bagaimana cara membersihkan dinding berjamur? Yuk, simak langkahnya berikut ini.

6 Langkah Mudah Bersihkan Dinding Berjamur

Inilah cara membersihkan dinding yang berjamur seperti yang dikutip dari The Spruce.

1. Campurkan Larutan Pembersih

Campurkan satu sendok sabun cuci piring dengan ½ cangkir pemutih klorin dan satu cangkir air hangat dalam satu botol semprotan.

Cairan pencuci piring membantu larutan menempel lebih lama di dinding dan membunuh spora jamur.

2. Gunakan Alat Pelindung

Sebaiknya gunakan masker, disarankan N-95, untuk mencegah menghirup aroma dari cairan pemutih. Gunakan juga kaca mata, sarung tangan karet, dan pakaian lama untuk mengantisipasi cipratan.

3. Tingkatkan Sirkulasi Udara

Saat membersihkan dinding berjamur, pastikan ada ventilasi udara dengan membuka pintu dan jendela. Kamu juga bisa menyalakan kipas exhaust dan kipas ventilasi.

4. Aplikasikan Cairan Pembersih

Semprotkan cairan pembersih menggunakan botol semprot atau spons. Mulai aplikasikan cairan dari bawah ke atas dinding. Cara ini untuk menghentikan penyebaran spora dan noda agar tidak meninggalkan bekas pada dinding.

5. Biarkan Dinding Mengering

Setelah mengaplikasikan cairan pembersih, biarkan dinding mengering dengan sendirinya. Jangan lap atau bersihkan larutan pembersih.

6. Bersihkan Sisa Noda

Kalau dinding sudah kering, periksa area yang terdapat noda gelap. Ulangi langkah-langkah tersebut dengan larutan pembersih pemutih klorin baru jika masih ada noda.

Pemutih klorin adalah cairan yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, kalau area dinding berjamur kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih suling atau hidrogen peroksida sebagai gantinya. Kamu juga bisa gunakan cairan khusus pembersih jamur.

Itulah tips membersihkan dinding berjamur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Bersihkan Kerak di Rice Cooker yang Mudah dan Aman dari Goresan


Jakarta

Cara membersihkan rice cooker atau penanak nasi berbeda dengan membersihkan panci atau wajan di rumah. Bagian yang harus dibersihkan bukan hanya wadah tempat nasi dikukus, melainkan hingga ke seluruh rice cooker.

Hal tersulit saat membersihkan rice cooker adalah apabila ada nasi yang telah mengeras menempel. Nasi yang telah mengeras tersebut tidak bisa dikonsumsi dan apabila terkena tangan cukup tajam.

Lantas, bagaimana cara membersihkan rice cooker yang aman dan cepat? Dilansir The Spruce, berikut cara membersihkannya.


1. Pastikan Rice Cooker Tidak dalam Keadaan Panas

Sebelum mencuci rice cooker, pastikan kondisinya sudah dingin dan sudah tidak ada colokan yang masih tersambung ke listrik.

2. Rendam Panci Nasi

Setelah itu, keluarkan panci tempat menanak nasi. Tuangkan air yang telah dicampur dengan sabun. Rendam selama 20 menit.

3. Gosok dengan Spons

Panci rice cooker biasanya menggunakan bahan stainless steel atau aluminium sehingga mudah sekali tergores jika digosok dengan bahan tajam. Lebih baik gunakan spons. Apabila ada nasi yang menempel dan sulit dibersihkan, pakai alat dari plastik atau karet yang ujungnya pipih.

4. Bersihkan Tutup Rice Cooker

Bukan hanya panci bagian dalam saja yang dibersihkan, kamu bisa harus membersihkan bagian penutup rice cooker karena bagian ini mudah terkena debu yang bisa masuk ke nasi saat dibuka dan tutup. Caranya sama dengan bagian panci, menggunakan spons yang sudah dicelupkan ke air sabun. Kemudian, bilas.

5. Usap Bagian Luar Rice Cooker

Untuk bagian badan rice cooker, sebaiknya menggunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahkan. Hindari komponen listrik seperti colokan dan sakelar terkena air.

Sebagai tambahan, ketika kamu memiliki rice cooker, sebaiknya bersihkan setiap kali selesai digunakan. Nasi juga sebaiknya dipindahkan ke wadah lain seperti piring agar bisa langsung dibersihkan. Saat memasak nasi, usahakan jangan terlalu matang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini Penyebab Ada Tokek di Rumah dan Cara Mengusirnya


Jakarta

Tokek… Tokek… Tokek…

Suara itu kerap terdengar di rumah. Jika terdengar suara tersebut bisa dipastikan ada hewan tokek di sekitar rumahmu.

Tokek rumah atau Gekko gecko merupakan kerabat dekat dari cecak. Keduanya merupakan hewan yang dapat memutuskan serta menumbuhkan ekornya (autotomi), namun ukuran tokek rumah lebih besar dibandingkan cecak.


Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab adanya tokek di rumah dan cara mengusirnya, yuk ketahui dulu ciri-ciri tokek.

Ciri-ciri Tokek Rumah

Tokek rumah memiliki kulit punggung yang ditutupi oleh sisik-sisik granular dengan bintil-bintil agak besar dan menonjol. Pupil matanya tegak berbentuk jorong dengan tepian yang bergerigi.

Jari-jari kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan selaput di antara pangkal jari serta terdapat cakar (kuku) pada ujung jari bagian bawah. Sisi bawah jari dihiasi dengan bantalan pelekat (disebut scansor) yang berguna untuk menempel pada substrat agar tidak jatuh, biasanya digunakan ketika memanjat pohon, dinding atau langit-langit rumah.

Hewan yang aktif pada sore dan malam hari ini hidup pada ketinggian 0-1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain distribusi vertikal yang luas, habitat satwa reptilia ini sangat beragam, yaitu meliputi hutan primer, hutan sekunder, perkebunan tanaman keras dan permukiman manusia.

Penyebab Adanya Tokek di Rumah

Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, tetapi sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang. Nah, adanya tokek di dalam rumah biasanya karena ada sumber makanan, air, dan tempat bersarang.

“Sumber makanan bisa disebabkan dari sanitasi yang kurang baik, yang berdampak pada tingginya populasi serangga terbang seperti nyamuk, lalat, dan lainnya,” katanya ketika dihubungi detikProperti, ditulis Rabu (12/3/2025).

Tokek adalah pemakan serangga yang masif, tetapi mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil. Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

Cara Mengusir Tokek

Meski keberadaannya tidak mengancam manusia, penghuni rumah tetap ingin mengusirnya karena suaranya yang terkadang mengganggu. Salah satu cara mengusirnya, kata Boyke, bisa dengan menjaga kebersihan rumah atau memperbaiki sanitasi.

“Pengendalian tokek dilakulan dengan perbaikan sanitasi, menutup akses masuk, dan pelakuan kimia atau racun cicak,” tuturnya.

Itulah penyebab dan cara mengusir tokek dari rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Lihat juga Video ‘Bisnis Tokek Moncer Kala Pandemi, Cuan Puluhan Juta Rupiah per Bulan’:

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, Ini 5 Tanda Agen Properti Red Flag


Jakarta

Saat membeli maupun menjual rumah terkadang dibutuhkan jasa agen properti. Dengan menggunakan jasa agen properti, proses jual beli rumah bisa semakin cepat.

Walau demikian, kamu harus hati-hati saat menggunakan jasa agen properti. Sebab, ada juga agen properti yang nakal, bisa-bisa kamu justru dirugikan oleh mereka.

Nah, berikut ini beberapa ciri agen properti sebaiknya dihindari atau red flag.


1. Menentukan Harga Sepihak

Ini merupakan salah satu tanda agen properti yang nakal. Sebab, agen properti profesional akan mengarahkan dan memberikan data terkait harga jual rumah sesuai dengan harga pasar.

Nah agar tidak mudah ditipu, sebaiknya pemilik rumah juga mengetahui harga pasar agar tidak rugi.

2. Gaya Komunikasinya Memaksa

Umumnya, agen properti mendapatkan keuntungan dari komisi hasil jual-beli rumah. Semakin cepat transaksi, semakin cepat mendapat komisi.

Oleh karena itu, tak jarang para agen properti terlalu memaksa dan sengaja memberikan tekanan kepada calon pembeli maupun penjual rumah. Mereka bisa saja menyuruh seseorang untuk membeli atau menjual rumah sesuai dengan keinginannya yang bisa membuat calon penjual atau pembeli rumah kurang nyaman.

3. Kurang Komunikasi dengan Klien

Kurangnya komunikasi antara agen properti dengan klien bisa menciptakan masalah. Makanya, kalau dirasa agen properti sulit dihubungi lebih baik segera cair yang lain.

4. Memberi Janji Akan Beli Rumah

Beberapa oknum agen properti memberikan janji manis dengan berkata akan membeli rumah jika dalam jangka waktu lama belum terjual. Memang menggiurkan, tapi secara tidak langsung calon penjual rumah akan terikat kontrak panjang dengan mereka. Hal ini juga bisa berdampak pada proses penjualan rumah yang lama.

5. Kurang Aktif

Salah satu ciri agen properti yang bermasalah adalah kurang aktif memasarkan listingannya. Seharusnya, di zaman serba digital ini seorang agen properti bisa memanfaatkan banyak media untuk mencari pembeli potensial. Maka dari itu, agen properti harus lebih aktif dalam menggunakan berbagai platform jual-beli properti.

Itulah beberapa tanda agen properti red flag. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Amalan Sunnah Bersihkan Kasur Sebelum Tidur dalam Islam



Jakarta

Kasur merupakan tempat buat melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Untuk itu, kamu perlu memastikan tempat tidur bersih agar lebih nyaman digunakan.

Nah, tahukah kamu kalau ada anjuran dalam Islam soal membersihkan kasur? Ternyata hal ini merupakan adab tidur yang dicontohkan Rasulullah SAW, lho.

Salah satu adab sebelum tidur yang dilakukan Rasulullah SAW adalah membersihkan tempat tidur.


إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ

Artinya, “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘Bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050).

Dikutip dari NU Online, mengenai hadits ini, Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, juz XVII, halaman 31 menjelaskan Nabi Muhammad SAW membersihkan kasur sebelum tidur untuk memastikan tidak ada hal berbahaya di atas kasur.

“Bahwasanya (seseorang yang hendak tidur) disunnahkan untuk mengibaskan tempat tidurnya sebelum memasuki atau menempatinya, karena barang kali di situ ada ular, kalajengking atau hewan membahayakan lainnya. Hendaklah dia mengibaskan menggunakan tangan yang dilindungi dengan ujung bagian dalam kain sarungnya, karena bila ada sesuatu yang membahayakan maka tangannya tidak akan tersentuh oleh sesuatu tersebut.”

Memang pada zaman Rasulullah SAW, kondisinya berbeda jauh dari masa kini. Dulu kemunculan hewan seperti ular sudah jarang terjadi. Namun hewan seperti cicak, kecoa, atau semut masih memungkinkan untuk saat ini.

Selain itu membersihkan kasur juga membantu kamu tidur dengan nyaman. Dengan demikian, adab membersihkan kasur sebelum tidur masih relevan diterapkan hingga sekarang.

Sementara terkait pengaturan kasur, menurut Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan, tidak ada ketentuan untuk menghadapkan ke arah kiblat atau.

“Tidak ada keharusan kasur menghadapi kiblat, yang ada adalah orang tidurnya yang disunnahkan tidur menghadap kiblat,” kata Ustaz Farid saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

Para ulama berbeda pendapat soal posisi kaki saat tidur mengarah ke arah kiblat atau tidak. Ada yang mengatakan hal tersebut makruh atau tidak disarankan dan ada pula yang boleh. Sebaiknya saat mengatur posisi kasur di kamar, kamu bisa menghindari kaki yang menghadap langsung ke arah kiblat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com