Tag Archives: eth

Funding Rate ETH Negatif, Tanda Bearish Kembali Menguasai?

Harga Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan setelah sejumlah indikator pasar derivatif menunjukkan sinyal bearish. Salah satu indikator utama, yakni funding rate pada kontrak perpetual futures, baru-baru ini berbalik menjadi negatif, yang menandakan meningkatnya minat trader untuk membuka posisi short.

Dalam beberapa pekan terakhir, ETH juga kesulitan mempertahankan harga di atas level US$2.100. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis apakah pasar kembali dikuasai oleh sentimen bearish.

Funding Rate ETH Berbalik Negatif

Data pasar derivatif menunjukkan bahwa funding rate kontrak perpetual Ethereum turun ke wilayah negatif. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa lebih banyak trader yang mengambil posisi short dibanding posisi long.

Selain itu, funding rate juga berada di bawah kisaran netral sekitar 6% hingga 12% selama sebulan terakhir. Hal ini mencerminkan rendahnya minat trader untuk membuka posisi bullish dengan leverage.

Tekanan ini terjadi setelah harga ETH turun sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Penurunan aktivitas jaringan juga turut memengaruhi sentimen pasar.

Aktivitas Jaringan Ethereum Melambat

Pendapatan biaya transaksi pada jaringan Ethereum juga mengalami penurunan signifikan. Dalam satu bulan terakhir, biaya transaksi mingguan di layer utama Ethereum hanya rata-rata sekitar US$2,3 juta.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan puncak sekitar US$8 juta yang tercatat pada awal Februari.

Sementara itu, jumlah transaksi selama tujuh hari terakhir relatif stabil di sekitar 14 juta transaksi. Namun fokus industri pada solusi skalabilitas layer-2 belum berhasil mendorong permintaan baru terhadap token Ether.

Baca juga: Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

ETF Ethereum Catat Arus Keluar

Tekanan terhadap harga ETH juga terlihat dari arus dana keluar pada produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ether.

Dalam periode Kamis hingga Senin, ETF Ethereum mencatat arus keluar bersih sekitar US$225 juta. Angka ini berbalik arah setelah sebelumnya mencatat arus masuk sebesar US$169 juta.

Permintaan institusional dinilai masih tertahan karena imbal hasil staking Ethereum sekitar 2,8% dianggap kurang menarik dibandingkan beberapa produk stablecoin yang menawarkan imbal hasil sekitar 3,75%.

Sinyal Campuran dari Pasar Opsi

Meski demikian, data dari pasar opsi menunjukkan gambaran yang sedikit lebih seimbang.

Indikator delta skew untuk opsi ETH masih berada di kisaran netral antara -6% hingga +6%. Opsi jual diperdagangkan dengan premi sekitar 7% dibandingkan opsi beli, yang menunjukkan sebagian investor masih mempertahankan pandangan optimistis.

Selain itu, Ethereum masih mempertahankan total nilai terkunci (TVL) sekitar US$56 miliar, yang hingga kini belum mampu disaingi oleh blockchain lain.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, funding rate negatif penting karena menunjukkan tekanan psikologis pasar sedang condong ke sisi bearish.

“Namun kondisi seperti ini juga bisa menjadi bahan bakar short squeeze jika harga ETH berhasil bertahan dan mendorong likuidasi posisi short, sehingga pasar tetap berada di zona yang rapuh tapi berpotensi sangat volatil,” analisanya.

Upgrade Ethereum Belum Dorong Permintaan

Dilaporkan Cointelegraph, pengembangan jaringan Ethereum terus berjalan, termasuk rencana peningkatan keamanan wallet dan fleksibilitas pembayaran biaya transaksi.

Salah satu pembaruan yang direncanakan adalah implementasi account abstraction yang memungkinkan wallet berfungsi sebagai smart account serta mendukung sistem pembayaran gas dengan token selain ETH.

Namun sejauh ini, rencana pengembangan tersebut belum mampu memicu peningkatan permintaan signifikan terhadap Ether.

Secara keseluruhan, kombinasi data derivatif dan aktivitas jaringan menunjukkan bahwa pasar masih belum memiliki keyakinan kuat untuk mendorong ETH menembus level US$2.200 dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

Harga Ethereum (ETH) kembali bertahan di atas level psikologis US$2.000 di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif. Data terbaru menunjukkan lonjakan posisi leverage dan arus dana ke bursa derivatif, yang memicu spekulasi bahwa trader sedang membidik likuiditas short di atas harga saat ini.

Pada perdagangan terbaru, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.059 setelah sempat menguji area resistensi dalam kisaran US$2.000. Aktivitas derivatif yang meningkat menunjukkan potensi volatilitas lebih tinggi dalam waktu dekat.

Arus Dana Derivatif Meningkat

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan bursa derivatif mencatat arus masuk bersih sekitar 110.343 ETH pada 7 Maret. Lonjakan ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2026.

Pergerakan serupa sebelumnya terjadi pada 6 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan harga ETH sekitar 13% dari titik terendah tahunan di US$1.736.

Namun dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan arus dana ke bursa derivatif juga sering diikuti periode volatilitas tajam atau koreksi jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, area di atas harga saat ini tampak penuh dengan likuiditas short yang bisa menjadi bahan bakar rally jangka pendek jika ditembus.

“Namun selama penembusan itu belum dikonfirmasi dengan volume dan momentum yang kuat, ETH tetap berada di fase rawan fakeout antara squeeze teknikal dan tekanan tren yang belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

Baca juga: Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Rasio Leverage Sentuh Rekor

Selain arus masuk dana, rasio leverage Ether juga meningkat ke level tertinggi baru di sekitar 0,78.

Indikator ini mengukur perbandingan antara open interest di pasar derivatif dengan cadangan ETH di bursa. Nilai yang tinggi menunjukkan semakin banyak trader menggunakan dana pinjaman untuk membuka posisi.

Kondisi ini biasanya memperbesar potensi pergerakan harga karena likuidasi posisi leverage dapat terjadi secara berantai jika harga bergerak tajam.

Zona Likuiditas di Atas Harga

Secara teknikal, ETH saat ini masih bergerak dalam rentang bulanan antara sekitar US$1.800 hingga US$2.000 setelah mengalami penolakan di sekitar US$2.150 pada pekan lalu.

Grafik jangka pendek menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah harga sempat menyentuh area likuiditas di sekitar US$1.908.

Saat ini perhatian pasar tertuju pada zona suplai antara US$2.050 hingga US$2.100. Jika ETH berhasil menembus area ini dan menjadikannya sebagai support baru, peluang kenaikan lebih lanjut terbuka.

Data dari CoinGlass juga menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang cukup besar di atas harga saat ini.

Sekitar US$273 juta posisi short terakumulasi di sekitar level US$2.030. Zona tersebut sering menjadi target pergerakan harga karena likuidasi posisi short dapat memicu pembelian paksa yang mempercepat kenaikan harga.

Level Kunci ETH

Analis kripto Cyril-DeFi menyebut area US$1.900 hingga US$2.000 sebagai level penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Menurutnya, dalam beberapa siklus sebelumnya, setiap kali harga ETH menyentuh garis tren naik jangka panjang di area tersebut, pasar cenderung mengalami rebound yang kuat.

Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut dan menembus area resistensi di atasnya, target berikutnya yang mulai diperhatikan pasar berada di sekitar US$2.150 hingga US$2.500.

Namun dengan tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif, pergerakan harga Ether juga berpotensi menjadi lebih volatil dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Salah satu pendiri Ethereum, Jeffrey Wilcke, kembali menjadi sorotan setelah dompet kripto yang dikaitkan dengannya memindahkan puluhan ribu ETH ke bursa kripto Kraken. Transaksi besar ini memicu spekulasi di pasar mengenai potensi tekanan jual dari pemegang besar.

DIlaporkan Crypto Briefing, data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 79.358 ETH senilai kurang lebih US$157 juta atau sekitar Rp2,4 triliun dipindahkan ke Kraken. Transaksi tersebut pertama kali dilaporkan oleh analis blockchain @ai_9684xtpa.

Langkah ini terjadi setelah dompet tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan selama beberapa bulan terakhir.

Transfer Besar Setelah Lama Tidak Aktif

Pergerakan dana ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir dari dompet yang diduga milik Wilcke.

Sebelumnya, sekitar delapan bulan lalu, dompet tersebut juga sempat memindahkan ETH senilai sekitar US$41 juta. Saat itu, data dari Lookonchain menunjukkan Wilcke masih memegang sekitar 95.897 ETH.

Transaksi ke bursa kripto sering kali menarik perhatian karena aset yang dikirim ke exchange berpotensi untuk dijual di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma potensi tekanan jual, tapi sinyal sentimen: wallet pendiri yang kirim size besar ke exchange bisa memperbesar rasa takut pasar bahkan sebelum ada penjualan yang benar-benar terkonfirmasi.

“Untuk ETH, ini menegaskan bahwa trader masih sangat memperhatikan wallet insider lama sebagai indikator risiko distribusi dan volatilitas jangka pendek,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Peran Jeffrey Wilcke di Ethereum

Jeffrey Wilcke merupakan salah satu tokoh awal dalam pengembangan Ethereum. Ia bergabung dengan tim Ethereum pada akhir 2013 dan dikenal sebagai pencipta Geth.

Geth merupakan klien Ethereum yang paling banyak digunakan untuk menjalankan node di jaringan tersebut.

Wilcke berperan dalam menjaga infrastruktur inti Ethereum hingga sekitar 2018 sebelum akhirnya mundur dari pengembangan aktif dan beralih ke industri gim melalui proyek Grid Games.

Sebagai salah satu pendiri awal Ethereum, Wilcke diperkirakan menerima sekitar 463.000 ETH pada masa awal proyek tersebut.

Harga ETH Masih Berfluktuasi

Saat ini harga Ethereum berada di sekitar US$1.900 menurut data pasar terbaru. Dalam tujuh hari terakhir, ETH tercatat naik sekitar 4%.

Namun secara jangka panjang, harga Ethereum masih berada sekitar 60% di bawah rekor tertingginya yang mencapai sekitar US$4.900 pada Agustus tahun lalu.

Pergerakan dana dari tokoh besar seperti Wilcke sering kali menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen investor.

Dalam sejarah pasar kripto, transaksi besar dari figur terkenal atau whale kerap memicu reaksi harga yang lebih kuat dibandingkan pergerakan dari dompet anonim.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cadangan Ether di Bursa Turun ke Level Terendah, Harga ETH Melonjak?

Cadangan Ether (ETH) di bursa kripto terpusat dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi ketika harga ETH masih berjuang bertahan di sekitar level US$2.000.

Dilaporkan Cointelegraph, data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 31,6 juta ETH ditarik dari bursa selama Februari 2026. Angka tersebut menjadi arus keluar bulanan terbesar sejak November dan memunculkan spekulasi mengenai potensi tekanan pasokan di pasar.

Arus Keluar ETH dari Bursa Meningkat

Analis kripto Arab Chain menyebut bahwa arus keluar ETH dari bursa kripto meningkat signifikan sepanjang Februari.

Binance mencatat penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Sementara itu, OKX mencatat sekitar 3,83 juta ETH dan Kraken sekitar 1,04 juta ETH.

Ketika aset kripto ditarik dari bursa dan dipindahkan ke dompet pribadi atau platform staking, ketersediaan koin untuk diperdagangkan di pasar spot biasanya berkurang.

Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas di order book dan meningkatkan volatilitas harga jika permintaan tiba-tiba meningkat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, supply di exchange yang rendah bisa memperketat likuiditas dan mendorong harga naik jika demand meningkat.

“Namun, ini juga berarti selling pressure langsung bisa terbatas karena token berada di wallet dingin,” analisanya.

Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Cadangan ETH di Binance Sentuh Level Terendah

Selain arus keluar besar, cadangan Ether di Binance juga turun tajam. Data CryptoQuant menunjukkan cadangan ETH di bursa tersebut kini berada di sekitar 3,46 juta ETH.

Angka ini menjadi level terendah sejak 2020.

Pada siklus pasar sebelumnya, cadangan ETH di Binance sempat berada di atas 5 juta ETH sebelum kemudian mengalami tren penurunan bertahap.

Penurunan cadangan ini membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan permintaan, terutama ketika harga ETH masih berada di bawah level psikologis US$2.000.

Jika permintaan meningkat sementara cadangan terus berkurang, tekanan pasokan dapat mendorong pergerakan harga yang lebih tajam.

Pasar Terbelah antara Investor Ritel dan Whale

Data perdagangan menunjukkan adanya perbedaan perilaku antara investor kecil dan investor besar.

Menurut data Hyblock, cumulative volume delta (CVD) untuk transaksi kecil bernilai US$0 hingga US$10.000 menunjukkan angka positif sekitar US$95 juta. Hal ini menandakan adanya tekanan beli dari investor ritel.

Namun situasi berbeda terlihat pada transaksi bernilai lebih besar. Transaksi US$10.000 hingga US$100.000 mencatat CVD sekitar minus US$162 juta, sementara transaksi di atas US$100.000 mencapai sekitar minus US$357 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa investor besar atau whale masih cenderung melakukan penjualan.

Open Interest Turun Saat Harga Konsolidasi

Data derivatif juga menunjukkan penurunan open interest di pasar Ether.

Total open interest saat ini berada di sekitar US$9,41 miliar, turun dari hampir US$10 miliar pada akhir Februari.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sebagian posisi leverage telah ditutup ketika harga ETH bergerak dalam fase konsolidasi antara US$1.900 hingga US$2.000.

Jika akumulasi dari investor ritel terus berlanjut dan tekanan jual dari whale mulai berkurang, pasar berpotensi memasuki fase yang lebih seimbang.

Dalam skenario tersebut, berkurangnya cadangan ETH di bursa dapat memperbesar pergerakan harga jika ETH berhasil menembus area resistensi sekitar US$2.000 hingga US$2.150.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

Harga Ether (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melonjak hingga menyentuh US$2.200 pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini terjadi setelah ETH sempat jatuh ke bawah US$1.800, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Analis pasar menilai tren kenaikan mulai terbentuk setelah Ether berhasil mencatat pemulihan sekitar 25% dari titik terendahnya. Namun, momentum bullish ini dinilai sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level support penting di sekitar US$2.100.

Permintaan ETH Mulai Kembali

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan tekanan jual di pasar derivatif mulai melemah. Hal ini terlihat dari indikator net taker volume yang kembali berubah menjadi positif setelah hampir dua bulan berada di zona negatif.

Net taker volume merupakan indikator yang mengukur ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar derivatif. Ketika indikator ini berada di wilayah positif, hal tersebut menandakan aktivitas pembelian mulai mengungguli tekanan jual.

Analis CryptoQuant MorenoDV_ menyebut perubahan ini sering kali menjadi tanda awal reli jangka pendek yang dipicu oleh short covering dan peningkatan likuiditas pasar.

“Perubahan dari tekanan jual berkepanjangan ke wilayah positif sering kali mendahului reli rebound setelah periode penjualan besar,” tulisnya.

Permintaan Investor AS Menguat

Kembalinya permintaan terhadap ETH juga tercermin dari Coinbase Premium Index, yang kembali naik ke level yang terakhir terlihat pada Desember 2025.

Indikator ini sebelumnya berada di wilayah negatif selama beberapa bulan terakhir. Perubahan menjadi positif menunjukkan meningkatnya tekanan beli dari investor di Amerika Serikat.

Analis CryptoQuant lainnya, CW8900, menilai kenaikan indeks ini menjadi sinyal penting bagi potensi lanjutan reli harga Ether.

“Jika Coinbase Premium terus meningkat, reli harga ETH berpotensi semakin kuat,” ujarnya.

Selain itu, produk ETF Ether spot juga mencatat arus masuk dana yang cukup besar. Pada Rabu, ETF Ether mencatat inflow sebesar US$169,4 juta, yang menunjukkan kembalinya minat investor institusional terhadap aset tersebut.

Level Harga yang Dipantau

Meski menunjukkan pemulihan, analis menilai beberapa level harga tetap menjadi penentu arah pergerakan ETH berikutnya.

Menurut analis Crypto Patel, support utama yang harus dipertahankan berada di sekitar US$1.750. Jika level ini ditembus, tekanan bearish berpotensi kembali mendominasi pasar.

Sebaliknya, jika momentum kenaikan tetap terjaga, ETH berpotensi menuju kisaran US$2.500 hingga US$2.600 dalam jangka menengah.

Analis lain juga menyebut bahwa jika harga mampu bertahan di atas US$2.100 setelah koreksi jangka pendek, ETH dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut bahkan menuju US$3.400.

Selain itu, penutupan harga harian di atas US$2.100 dinilai dapat membuka jalan menuju level rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$2.381, yang menjadi indikasi bahwa fase koreksi kemungkinan telah berakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi seller mulai pudar, dan ini biasanya awal dari short covering rally. $2.100 jadi support krusial; kalau bertahan, target berikutnya $2.500-$2.600.

“Bullish divergen di Coinbase Premium adalah sinyal kuat kalau institusi US mulai “belanja” lagi di harga diskon,” analisanya.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aztec Rampungkan Teknologi Smart Contract Privat di Ethereum

Proyek privasi blockchain Aztec Network mengumumkan perkembangan penting dalam ekosistemnya melalui sesi Roadmap Update Call yang membahas arah strategis proyek setelah hampir delapan tahun pengembangan teknologi.

Dalam pembaruan tersebut, tim pengembang mengonfirmasi bahwa seluruh kode inti untuk membangun smart contract dengan fitur privasi kini telah selesai dikembangkan di atas jaringan Ethereum.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Aztec dalam upayanya menghadirkan aplikasi blockchain yang menggabungkan transparansi jaringan publik dengan perlindungan data pengguna.

Roadmap update ini juga bertujuan memberikan transparansi kepada komunitas mengenai progres teknologi, rencana pengembangan selanjutnya, serta kemungkinan jadwal peluncuran jaringan yang lebih luas.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Privasi Jadi Fokus Inovasi Blockchain

Salah satu tantangan utama blockchain publik adalah keterbukaan data transaksi.

Di satu sisi, transparansi menjadi elemen penting untuk keamanan dan verifikasi jaringan. Namun di sisi lain, banyak penggunaan yang membutuhkan kerahasiaan informasi, terutama untuk sektor keuangan atau aplikasi bisnis.

Menurut laporan Coinmarketcal, Aztec berupaya menjawab masalah tersebut dengan mengembangkan teknologi privacy-preserving smart contracts, yaitu kontrak pintar yang dapat menjalankan logika aplikasi tanpa membuka seluruh detail transaksi ke publik.

Teknologi ini memanfaatkan pendekatan zero-knowledge proof, yang memungkinkan sebuah transaksi diverifikasi valid tanpa harus mengungkapkan data di baliknya.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini dapat membuka berbagai use case baru di blockchain, seperti:

  • transaksi finansial dengan privasi tinggi
  • perlindungan strategi trading dalam aplikasi DeFi
  • sistem identitas digital yang lebih aman
  • aplikasi enterprise berbasis blockchain

Dengan selesainya kode inti pengembangan, Aztec kini berada pada tahap yang lebih dekat menuju implementasi penuh teknologi privasi tersebut.

Delapan Tahun Riset Teknologi ZK

Pengembangan teknologi privasi dalam blockchain dikenal sebagai salah satu bidang paling kompleks dalam industri kripto.

Aztec telah menghabiskan hampir satu dekade untuk membangun sistem yang mampu menjaga privasi pengguna tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

Dalam proses tersebut, tim pengembang harus memastikan bahwa teknologi yang mereka bangun tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum sekaligus mampu mempertahankan efisiensi transaksi.

Keberhasilan menyelesaikan kode untuk smart contract privat menjadi langkah penting karena hal tersebut membuka peluang bagi pengembang untuk mulai membangun aplikasi berbasis privasi di jaringan Aztec.

Selain itu, perkembangan ini juga memperkuat posisi Aztec dalam narasi ZK-privacy, sebuah tren teknologi yang semakin mendapat perhatian di dunia blockchain.

Potensi Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Privasi menjadi salah satu topik yang semakin relevan dalam ekosistem blockchain, terutama dengan meningkatnya minat institusi terhadap teknologi ini.

Banyak perusahaan yang tertarik memanfaatkan blockchain untuk efisiensi transaksi dan transparansi sistem, namun tetap membutuhkan kontrol terhadap data sensitif. Solusi seperti yang dikembangkan Aztec berpotensi menjembatani kebutuhan tersebut.

Jika teknologi Aztec dapat diadopsi secara luas oleh pengembang, maka jaringan Ethereum berpotensi memiliki ekosistem aplikasi baru yang mengutamakan privasi tanpa meninggalkan karakteristik jaringan publik.

Namun demikian, dampak ekonomi dari perkembangan teknologi ini tidak selalu terjadi secara instan di pasar kripto.

Sentimen Pasar Masih Dipengaruhi Spekulasi

Menurut Tim Research dari Tokocrypto, perkembangan teknologi Aztec memang menarik perhatian komunitas, tetapi pergerakan pasar saat ini masih banyak dipengaruhi spekulasi menjelang pengumuman resmi proyek.

“Fokus pada narasi ZK-privacy menempatkan Aztec di posisi strategis dalam ekosistem Ethereum, namun pergerakan harga saat ini masih didominasi oleh spekulasi pra-acara. Dampak berkelanjutan akan sangat bergantung pada kejelasan jadwal peluncuran mainnet dan pengumuman insentif bagi pengguna awal yang mungkin dibahas dalam panggilan tersebut,” kata Tim Research Tokocrypto.

Hal ini menunjukkan bahwa investor dan komunitas masih menunggu perkembangan konkret seperti peluncuran mainnet atau program insentif ekosistem.

Baca Juga: Arus Dana ETF Ethereum Berbalik Positif, Harga Berpeluang Naik 10%?

Menunggu Tahap Implementasi Selanjutnya

Setelah pengembangan kode inti selesai, perhatian komunitas kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Aztec.

Beberapa faktor yang akan menjadi penentu keberhasilan proyek antara lain:

  • jadwal peluncuran jaringan utama (mainnet)
  • dukungan pengembang untuk membangun aplikasi
  • insentif bagi pengguna awal
  • integrasi dengan ekosistem Ethereum yang lebih luas

Jika semua elemen tersebut berjalan sesuai rencana, Aztec berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam evolusi teknologi privasi di blockchain.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan data digital, inovasi seperti yang dikembangkan Aztec dapat menjadi bagian penting dari masa depan aplikasi blockchain berbasis Ethereum.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Dana ETF Ethereum Berbalik Positif, Harga Berpeluang Naik 10%?

Harga Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah arus dana ke ETF Ethereum kembali positif selama dua pekan berturut-turut. Pola ini sebelumnya kerap mendahului kenaikan harga sekitar 10%, memicu spekulasi bahwa ETH dapat kembali menguat dalam waktu dekat.

Saat ini Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.960. Dalam tujuh hari terakhir, harga tercatat naik sekitar 2,7%, meskipun masih turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir.

Arus Dana ETF Berbalik Arah

Dikutip BeInCrypto, data menunjukkan aliran dana ke ETF Ethereum spot mulai pulih setelah periode panjang arus keluar. Pekan terakhir dengan arus keluar tercatat pada 20 Februari, ketika ETF mencatat outflow sekitar US$123 juta dengan harga ETH berada di sekitar US$1.970.

Sejak saat itu, dua pekan berikutnya menunjukkan arus masuk dana yang positif. Dalam sejarah pergerakan pasar, perubahan arus dana dari negatif ke positif ini pernah memicu reli Ethereum.

Pada November lalu, perubahan serupa dari arus keluar US$500 juta menjadi arus masuk US$313 juta diikuti lonjakan harga ETH sebesar 11,6%. Contoh lainnya terjadi pada Januari, ketika perubahan arus dana dari -US$68 juta menjadi +US$479 juta diikuti kenaikan harga sekitar 7,1%.

Rata-rata kenaikan dari dua peristiwa tersebut berada di kisaran 10%.

Sinyal Teknis Mendukung

Selain arus dana ETF, indikator teknikal juga mulai menunjukkan sinyal positif. Grafik harian Ethereum memperlihatkan bullish divergence pada Relative Strength Index (RSI).

Antara 25 Januari hingga 3 Maret, harga Ethereum membentuk lower low, sementara RSI justru mencatat higher low. Pola ini biasanya menandakan melemahnya tekanan jual dan potensi rebound harga.

Namun sinyal ini akan melemah jika harga turun di bawah level US$1.920 yang saat ini menjadi titik swing low.

Baca juga: Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Zona Resistance Penting

Data on-chain dari Glassnode menunjukkan beberapa klaster suplai yang berpotensi menjadi area tekanan jual. Klaster pertama berada di sekitar US$2.020, tempat sekitar 1,47% suplai ETH terakhir diperdagangkan.

Di atasnya terdapat zona resistance lebih kuat di kisaran US$2.120 hingga US$2.170, yang mencakup sekitar 1,5% dari total suplai Ethereum.

Jika ETH mampu menembus area ini dan bertahan di atasnya, target pemulihan berikutnya berada di sekitar US$2.140. Level tersebut juga bertepatan dengan proyeksi kenaikan sekitar 10% dari level harga ketika arus dana ETF kembali positif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, analisis teknis URPD dan Fibonacci menunjuk pada target pemulihan di area $2.140 jika inflow institusional terus berlanjut.

“Konvengensi indikator ini memberikan basis kuat bagi holder untuk mempertahankan posisi di atas support $1.920,” terangnya.

Level Support yang Dipantau

Di sisi lain, level support terdekat berada di sekitar US$1.930. Penurunan di bawah US$1.920 dapat melemahkan skenario rebound jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut hingga menembus US$1.810, sinyal divergensi bullish akan batal dan membuka potensi penurunan lebih dalam menuju US$1.720 bahkan hingga US$1.460.

Dengan kombinasi arus dana ETF yang kembali positif dan sinyal teknikal yang mulai membaik, pelaku pasar kini memantau apakah Ethereum mampu mempertahankan momentum untuk memulai fase pemulihan baru.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

Aktivitas penarikan Ethereum (ETH) dari bursa kripto melonjak tajam sepanjang Februari 2026. Data terbaru menunjukkan total penarikan mencapai sekitar 31,6 juta ETH, menjadi angka tertinggi sejak November tahun lalu.

Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku investor sekaligus menandakan pergeseran dinamika suplai Ethereum di bursa terpusat (centralized exchanges). Ketika aset dipindahkan keluar dari bursa, jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung menjadi lebih terbatas.

Binance Pimpin Arus Penarikan

Dari sisi bursa, Binance mencatat volume penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Dominasi ini mencerminkan posisi Binance sebagai bursa dengan likuiditas terbesar, sehingga aktivitas besar sering terpusat di platform tersebut saat terjadi perubahan struktur pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, OKX menempati posisi kedua dengan penarikan sekitar 3,83 juta ETH. Sementara itu, Kraken berada di peringkat ketiga dengan total sekitar 1,04 juta ETH yang ditarik selama periode yang sama.

Konsentrasi aktivitas pada bursa besar seperti Binance, OKX, dan Kraken menunjukkan bahwa pergerakan dana skala besar sedang terjadi di ekosistem Ethereum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Penarikan masif dari exchange bisa mendahului rally harga karena berkurangnya supply di bursa.

“Monitor apakah tren ini berlanjut untuk sinyal bullish,” jelasnya.

Sinyal Perubahan Dinamika Pasar

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penarikan aset dalam jumlah besar biasanya diartikan sebagai perpindahan dana ke dompet pribadi atau cold storage. Langkah ini sering diasosiasikan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau reposisi portofolio oleh investor.

Ketika arus keluar terjadi pada level harga yang sensitif, pergerakan tersebut dapat mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang atau strategi pengurangan eksposur perdagangan jangka pendek.

Dengan total penarikan lebih dari 31 juta ETH, pasar kini berada pada titik penting. Jika tren ini berlanjut, pasokan Ethereum di bursa dapat semakin menyusut, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dalam waktu mendatang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vibe Coding AI Bisa Percepat Roadmap Ethereum

Founder Ethereum Vitalik Buterin kembali memantik diskusi hangat di komunitas kripto setelah menyatakan bahwa konsep “vibe coding” dengan kecerdasan buatan (AI) berpotensi mempercepat roadmap pengembangan Ethereum secara signifikan.

Menurut Vitalik sebagaimana dikutip dari Cointelegraph pada Selasa (3/3), pemanfaatan AI dalam proses penulisan kode memungkinkan pengembang bergerak jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kode yang dihasilkan AI saat ini masih rentan terhadap bug kritis dan memerlukan pengawasan ketat.

Apa Itu ‘Vibe Coding’?

Istilah “vibe coding” merujuk pada pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan kode secara cepat berdasarkan instruksi atau konteks tertentu.

Alih-alih menulis kode baris demi baris secara manual, pengembang dapat memanfaatkan model AI untuk mempercepat proses pembangunan fitur.

Dalam konteks Ethereum, hal ini berarti percepatan dalam pengembangan fitur-fitur penting seperti smart accounts, peningkatan skalabilitas, serta optimasi layer-2.

Namun, percepatan ini datang dengan konsekuensi. Vitalik menekankan bahwa kualitas dan keamanan tetap menjadi tantangan utama.

AI Percepat, Tapi Risiko Bug Masih Tinggi

Vitalik secara terbuka mengakui bahwa banyak kode yang dihasilkan AI saat ini masih mengandung bug serius, terutama dalam sistem kompleks seperti blockchain yang tidak mentoleransi kesalahan kecil sekalipun.

Karena itu, ia menyarankan agar komunitas pengembang mengalihkan fokus AI bukan hanya untuk menulis kode, tetapi juga untuk memperkuat keamanan melalui pembuatan test-case dalam jumlah besar serta verifikasi formal.

Pendekatan ini dinilai lebih strategis: AI digunakan untuk mempercepat pengujian dan meningkatkan ketahanan sistem sebelum implementasi ke mainnet.

Dampak pada Roadmap Ethereum

Jika tren percepatan ini berlanjut, roadmap Ethereum berpotensi melaju lebih cepat dari jadwal awal. Artinya, fitur-fitur canggih yang selama ini ditunggu pasar bisa hadir lebih cepat dari ekspektasi.

Tim Research Tokocrypto melihat perkembangan ini sebagai katalis besar bagi ekosistem Ethereum.

“AI bukan lagi sekadar alat bantu, tapi mesin utama yang bakal ngerubah fundamental pengembangan blockchain. Percepatan roadmap Ethereum berarti adopsi fitur-fitur canggih (kayak smart accounts) bakal dateng lebih cepet dari ekspektasi pasar. Ini katalis besar buat efisiensi jaringan di masa depan,” kata Tim Research Tokocrypto.

Smart accounts, misalnya, berpotensi menyederhanakan pengalaman pengguna melalui fitur seperti pemulihan akun tanpa seed phrase, pembayaran gas dengan token selain ETH, hingga sistem keamanan berbasis logika kustom.

Efisiensi dan Kompetisi Blockchain

Dalam lanskap blockchain yang sangat kompetitif, kecepatan inovasi menjadi faktor krusial.

Ethereum selama ini dikenal sebagai jaringan dengan keamanan tinggi, tetapi terkadang dianggap lambat dalam implementasi pembaruan besar karena proses audit yang ketat.

Dengan dukungan AI, proses pengembangan bisa menjadi lebih efisien tanpa harus mengorbankan keamanan, selama mekanisme pengujian dan verifikasi tetap diperkuat.

Jika Ethereum berhasil mengintegrasikan AI secara efektif dalam pipeline pengembangannya, hal ini dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3, sekaligus meningkatkan daya saing terhadap jaringan layer-1 lain.

Tantangan Keamanan Tetap Jadi Fokus

Meski optimistis, Vitalik tetap menekankan bahwa keamanan tidak boleh dikompromikan.

Blockchain adalah sistem keuangan terbuka yang mengelola miliaran dolar aset digital, sehingga kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Penggunaan AI untuk membuat lebih banyak skenario uji (stress test), simulasi serangan, dan verifikasi formal dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko tersebut.

Pendekatan ini juga sejalan dengan tren global di industri teknologi, di mana AI tidak hanya digunakan untuk produktivitas, tetapi juga untuk meningkatkan keamanan sistem.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Pernyataan Vitalik Buterin tentang “vibe coding” menegaskan bahwa AI akan memainkan peran sentral dalam masa depan pengembangan blockchain.

Meski kode AI saat ini belum sempurna, potensi percepatan roadmap Ethereum sangat nyata.

Dengan strategi yang tepat untuk menggabungkan percepatan pengembangan dan penguatan keamanan, Ethereum berpeluang menghadirkan inovasi lebih cepat dari ekspektasi pasar.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi AI dalam blockchain bukan lagi sekadar wacana, melainkan bagian dari transformasi fundamental yang sedang berlangsung.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Perkenalkan EIP-8141, Siap Ubah UX Ethereum

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mengguncang ekosistem kripto dengan proposal terbaru bertajuk EIP-8141.

Proposal ini disebut-sebut sebagai langkah besar menuju implementasi account abstraction penuh di jaringan Ethereum.

Melalui konsep baru bernama “Frame Transactions”, dompet kripto tak lagi sekadar alat penyimpanan private key, melainkan dapat berfungsi sebagai program yang mampu melakukan batching atau penggabungan beberapa transaksi sekaligus dalam satu eksekusi.

Langkah ini dinilai sebagai revolusi pengalaman pengguna (user experience/UX) terbesar dalam sejarah Ethereum.

Baca Juga: Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

Apa Itu EIP-8141 dan Frame Transactions?

EIP-8141 merupakan pengembangan lanjutan dari visi account abstraction, yaitu konsep yang memisahkan logika akun dari mekanisme bawaan jaringan.

Dalam model tradisional Ethereum, akun pengguna (Externally Owned Account/EOA) bergantung pada private key dan wajib membayar gas fee menggunakan ETH.

Melalui proposal ini, dompet dapat diprogram layaknya smart contract.

Artinya, pengguna bisa mengatur logika transaksi sesuai kebutuhan—mulai dari limit spending, otorisasi multi-tanda tangan, hingga batching beberapa aksi dalam satu klik.

Menurut laporan BeInCrypto, konsep “Frame Transactions” memungkinkan serangkaian aksi, seperti swap token, staking, dan transfer, dilakukan sekaligus tanpa perlu menandatangani setiap transaksi secara terpisah.

Hal ini berpotensi memangkas kompleksitas interaksi dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Bayar Gas Tak Harus Pakai ETH

Salah satu fitur paling menarik dari EIP-8141 adalah dukungan terhadap mekanisme “paymaster contracts”. Dengan fitur ini, pengguna dapat membayar biaya gas menggunakan token selain ETH.

Tim Research Tokocrypto menilai pembaruan ini sebagai langkah revolusioner bagi adopsi ritel.

“Ini perombakan UX terbesar Ethereum. Dengan ‘paymaster’ contracts, user bisa bayar gas pake token lain. Ethereum mau hapus kerumitan private key & gas fee ETH buat retail,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Jika diterapkan secara luas, mekanisme ini akan menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi pengguna baru: kebutuhan memiliki ETH hanya untuk membayar biaya transaksi.

Dampak bagi Adopsi dan Ekosistem DeFi

Account abstraction penuh dapat menjadi katalis besar bagi pertumbuhan ekosistem Ethereum, khususnya sektor DeFi, NFT, dan Web3 secara umum.

Selama ini, kompleksitas pengelolaan private key dan gas fee menjadi tantangan utama adopsi massal. Banyak pengguna awam kesulitan memahami konsep seed phrase, signing transaction, hingga manajemen gas.

Dengan dompet yang lebih fleksibel dan programable, Ethereum berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi Web2, di mana pengguna cukup berinteraksi tanpa perlu memahami detail teknis di balik layar.

Selain itu, batching transaksi juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan waktu eksekusi, terutama di jaringan layer-2 yang sudah mengadopsi solusi skalabilitas.

Persaingan Blockchain dan Strategi Ethereum

Langkah ini juga mencerminkan strategi Ethereum untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ketat dengan jaringan layer-1 lain yang menawarkan UX lebih sederhana.

Beberapa blockchain alternatif telah lama mengusung kemudahan transaksi tanpa kompleksitas gas seperti di Ethereum.

Dengan EIP-8141, Ethereum menunjukkan komitmennya untuk berevolusi tanpa mengorbankan desentralisasi dan keamanan.

Jika proposal ini diimplementasikan, Ethereum dapat memperkuat posisinya sebagai infrastruktur utama Web3 yang ramah pengguna sekaligus tetap modular dan fleksibel.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi account abstraction penuh bukan tanpa tantangan. Perubahan mendasar pada struktur akun membutuhkan pengujian keamanan ketat agar tidak membuka celah eksploitasi baru.

Selain itu, integrasi dengan wallet provider, bursa, serta protokol DeFi juga memerlukan adaptasi bertahap.

Namun, dengan rekam jejak Ethereum dalam melakukan upgrade besar seperti The Merge dan pembaruan skalabilitas lainnya, komunitas optimistis bahwa transisi ini dapat berjalan mulus.

Baca Juga: ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

Outlook Jangka Panjang

EIP-8141 berpotensi menjadi tonggak sejarah dalam evolusi Ethereum.

Dengan menghadirkan fleksibilitas dompet, pembayaran gas lintas token, dan batching transaksi, Ethereum semakin mendekati visi sebagai platform global untuk aplikasi terdesentralisasi yang mudah digunakan.

Jika berhasil diimplementasikan, upgrade ini bisa membuka gelombang adopsi baru, terutama dari pengguna ritel yang sebelumnya terhambat kompleksitas teknis.

Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini patut dipantau sebagai indikator arah inovasi Ethereum dalam mempertahankan dominasinya di dunia blockchain.






Sumber : news.tokocrypto.com