Tag Archives: eth

Trader Kabur dari ETH? Open Interest Turun 66% Sejak ATH

Pasar derivatif Ethereum (ETH) terus mengalami tekanan berat seiring koreksi harga yang berlangsung sejak aset kripto terbesar kedua itu mencetak rekor tertinggi terakhirnya. Kondisi ini membuat para trader, terutama yang aktif menggunakan leverage, berada dalam situasi sulit karena gelombang penurunan open interest menunjukkan investor mulai menarik eksposur mereka dari pasar futures.

Data terbaru mencatat open interest Ethereum turun lebih dari 66%, dari sebelumnya US$33,3 miliar menjadi hanya sekitar US$11,4 miliar. Penurunan ini berarti nilai notional yang tersimpan dalam kontrak futures ETH menyusut hingga sepertiga, menegaskan adanya pelemahan aktivitas perdagangan derivatif secara masif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Baca juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Data Open Interest

Dilaporkan Crypto Quant, kontraksi open interest tersebut terjadi hampir merata di berbagai bursa utama. Binance mencatat penurunan open interest ETH sebesar 68,2%, sementara OKX turun 63,5%. Bybit mengalami penurunan paling tajam dengan penurunan mencapai 72,6%. Penurunan besar ini mencerminkan aksi deleveraging luas, di mana banyak trader memilih menutup posisi untuk mengurangi risiko.

Meski demikian, Binance masih menjadi pusat dominasi derivatif Ethereum. Bursa ini menguasai lebih dari 35% pangsa open interest ETH di antara sejumlah CEX yang diamati. Posisi kedua ditempati Gate.io dengan pangsa 23,4%, disusul Bybit dengan 14,4%.

Beberapa faktor disebut menjadi pemicu utama penurunan open interest Ethereum. Pertama, ketidakpastian pasar yang masih tinggi serta koreksi Bitcoin yang belum mereda membuat trader cenderung mengurangi eksposur risiko. Kedua, volatilitas yang ekstrem memicu gelombang likuidasi, terutama pada trader yang mencoba melawan tren pasar, sehingga menghapus sebagian besar likuiditas leverage di pasar futures.

Faktor Mekanis ETH

Selain itu, penurunan open interest juga dipengaruhi faktor mekanis. Karena open interest dihitung dalam nilai notional, maka turunnya harga ETH secara otomatis mengurangi nilai total kontrak futures yang masih terbuka, meskipun ukuran kontraknya tidak berubah.

Dalam situasi ini, kontraksi open interest menjadi sinyal bahwa pasar derivatif Ethereum sedang memasuki fase tekanan besar. Di satu sisi, proses deleveraging ini dapat membantu “membersihkan” leverage berlebihan dan memperkuat struktur pasar dalam jangka menengah. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menunjukkan tingginya sikap risk-off yang saat ini mendominasi sentimen investor.

Selama kepercayaan pasar belum pulih secara berkelanjutan, aktivitas derivatif diperkirakan masih menjadi salah satu sumber tekanan jual utama bagi Ethereum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi tajam OI mencerminkan fase deleveraging besar-besaran di mana trader menutup posisi untuk menghindari risiko di tengah ketidakpastian.

“Meskipun pembersihan leverage berlebih ini menyehatkan struktur pasar dalam jangka menengah, saat ini ia menjadi sumber tekanan jual primer yang membatasi ruang rebound harga,” jelasnya.

Baca Juga: Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Suplai Ethereum (ETH) di Binance dilaporkan turun ke titik terendah sejak Agustus 2024.

Data on-chain terbaru menunjukkan berkurangnya cadangan ETH di bursa terbesar dunia tersebut, sebuah indikator yang kerap diasosiasikan dengan potensi tekanan jual yang melemah dan meningkatnya kecenderungan investor untuk menyimpan aset dalam jangka panjang.

Menurut laporan Cryptoquant pada Rabu (18/2), fenomena ini memicu optimisme baru di kalangan pelaku pasar, terutama di tengah konsolidasi harga ETH dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Apa Arti Penurunan Suplai ETH di Bursa?

Dalam analisis on-chain, suplai aset kripto yang tersimpan di bursa sering digunakan sebagai indikator sentimen pasar.

Ketika investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi (self-custody), hal ini biasanya menandakan niat untuk menyimpan (holding) daripada menjual dalam waktu dekat.

Sebaliknya, peningkatan suplai di bursa umumnya mengindikasikan potensi tekanan jual karena aset lebih siap untuk diperdagangkan.

“Penurunan suplai bursa adalah indikator on-chain bullish klasik. Jika permintaan meningkat sementara suplai di bursa tetap rendah, ini menciptakan kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan suplai ETH di Binance kini berada di level terendah dalam hampir satu tahun, pasar mulai berspekulasi mengenai kemungkinan fase akumulasi yang lebih luas.

Binance Sebagai Barometer Likuiditas Global

Sebagai bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar secara global, Binance sering dijadikan barometer likuiditas pasar.

Pergerakan suplai ETH di platform ini dapat mencerminkan dinamika yang lebih luas.

Penurunan cadangan di Binance bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi investor institusional yang memindahkan ETH ke cold wallet untuk penyimpanan jangka panjang.

Aktivitas staking meningkat, terutama pasca implementasi mekanisme proof-of-stake Ethereum. Hal ini memicu lonjakan penggunaan DeFi dan aplikasi layer-2 yang memerlukan pemindahan aset keluar dari bursa.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem Ethereum, mulai dari staking hingga tokenisasi aset dunia nyata, permintaan terhadap ETH sebagai aset utilitas terus meningkat.

Efek Kelangkaan dan Dinamika Permintaan

Secara teori ekonomi, harga ditentukan oleh interaksi antara suplai dan permintaan.

Ketika suplai yang tersedia untuk diperdagangkan menurun sementara permintaan tetap atau meningkat, potensi kenaikan harga menjadi lebih besar.

Dalam konteks Ethereum, beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan permintaan antara lain pertumbuhan sektor DeFi, peningkatan adopsi layer-2, integrasi Real World Assets (RWA), dan potensi arus masuk ETF berbasis ETH di beberapa yurisdiksi.

Jika tren penurunan suplai di bursa ini bertahan dan disertai peningkatan volume pembelian, skenario bullish dapat semakin kuat.

Apakah Ini Awal Fase Akumulasi?

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan suplai di bursa sering kali muncul menjelang fase kenaikan harga signifikan di siklus sebelumnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa indikator on-chain tidak berdiri sendiri.

Faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, kebijakan suku bunga global, serta pergerakan Bitcoin masih memiliki pengaruh besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.

Meskipun demikian, kombinasi antara suplai bursa yang menyusut dan fundamental jaringan yang terus berkembang memberikan dasar yang lebih solid bagi narasi bullish Ethereum dibanding sekadar spekulasi jangka pendek.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski indikator suplai menunjukkan sinyal positif, volatilitas pasar kripto tetap tinggi.

Lonjakan harga yang terlalu cepat tanpa dukungan volume yang kuat dapat memicu koreksi tajam. Selain itu, pergeseran suplai tidak selalu berarti pengurangan tekanan jual permanen.

Dalam kondisi pasar tertentu, investor bisa saja memindahkan aset kembali ke bursa untuk merealisasikan keuntungan.

Karena itu, investor disarankan untuk memantau kombinasi indikator lain seperti volume perdagangan, open interest derivatif, serta data arus masuk dan keluar bursa secara keseluruhan.

Baca Juga: Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?

Turunnya suplai Ethereum di Binance ke level terendah sejak Agustus 2024 menjadi salah satu sinyal on-chain paling menarik dalam beberapa bulan terakhir.

Secara historis, kondisi ini kerap mendahului fase kenaikan harga, terutama jika diiringi peningkatan permintaan.

Apakah ini awal dari reli baru Ethereum? Jawabannya akan sangat bergantung pada keseimbangan suplai dan permintaan dalam beberapa pekan ke depan.

Namun satu hal jelas: indikator kelangkaan mulai menguat, dan pasar tengah mencermati setiap pergerakan ETH dengan lebih serius.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?

Indikator on-chain terbaru menunjukkan Ethereum (ETH) telah memasuki apa yang dikenal sebagai Opportunity Zone, berdasarkan rasio MVRV (Market Value to Realized Value).

Secara historis, BeInCrypto mencatat bahwa zona ini (yang berada di kisaran -18% hingga -28%) sering menjadi area akumulasi kuat sebelum terjadi pembalikan harga (reversal).

Namun kali ini, meski sinyal teknikal on-chain terlihat menjanjikan, harga ETH masih kesulitan untuk pulih secara signifikan.

Tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) justru menjadi faktor penahan reli.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Apa Itu Rasio MVRV dan Mengapa Penting?

MVRV adalah indikator on-chain yang membandingkan nilai pasar (market value) Ethereum dengan nilai realisasinya (realized value).

Ketika rasio MVRV berada di zona negatif yang dalam, artinya rata-rata investor sedang mengalami kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss).

Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi area jenuh jual (seller exhaustion), zona akumulasi investor strategis, atau titik awal potensi pembalikan tren.

Ketika MVRV berada di kisaran -18% hingga -28%, pasar biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda pembentukan dasar (bottoming process).

Mengapa Harga ETH Masih Tertahan?

Meski indikator menunjukkan zona peluang, pergerakan harga ETH belum mencerminkan pemulihan yang solid. Salah satu faktor utama adalah distribusi oleh long-term holders (LTH).

Biasanya, LTH dikenal sebagai investor dengan keyakinan tinggi yang cenderung menahan aset dalam jangka panjang.

Namun data terbaru menunjukkan sebagian dari mereka mulai melakukan distribusi, yang menambah tekanan suplai di pasar.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa situasi ini menciptakan dinamika yang berbeda dibanding siklus sebelumnya.

“Masuknya MVRV ke zona peluang biasanya mendahului pembalikan harga (reversal), namun kali ini pasar menghadapi risiko struktural karena dominasi trader jangka pendek yang reaktif. Keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada kemampuan harga menahan support 1.811 dan kembalinya minat akumulasi dari whale atau investor strategis,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dominasi Trader Jangka Pendek

Berbeda dengan fase akumulasi klasik yang didominasi investor jangka panjang, kondisi saat ini memperlihatkan dominasi trader jangka pendek (short-term traders).

Karakteristik pasar seperti ini biasanya ditandai oleh volatilitas tinggi, pergerakan harga cepat dan reaktif, serta minimnya komitmen jangka panjang.

Trader jangka pendek cenderung cepat mengambil keuntungan saat terjadi kenaikan kecil, sehingga menghambat terbentuknya tren naik yang berkelanjutan.

Level Kunci: Support dan Akumulasi Whale

Dalam jangka pendek, level support di sekitar 1.811 menjadi titik krusial yang harus dipertahankan oleh ETH.

Jika harga mampu bertahan di atas support tersebut, menunjukkan peningkatan volume beli, atau mendapatkan dukungan akumulasi dari whale, maka peluang pembalikan tren akan semakin besar.

Sebaliknya, jika support tersebut gagal dipertahankan, ETH berisiko melanjutkan tren turun dan menguji level yang lebih rendah.

Apakah Ini Sinyal Bottom?

Masuknya MVRV ke Opportunity Zone memang menjadi sinyal historis yang sering mendahului pemulihan harga. Namun, indikator on-chain tidak berdiri sendiri.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan para investor antara lain:

  1. Apakah distribusi LTH berhenti?
  2. Apakah terjadi peningkatan arus masuk modal institusional?
  3. Apakah volume perdagangan menunjukkan akumulasi nyata?

Tanpa konfirmasi dari faktor-faktor tersebut, potensi rebound bisa berubah menjadi dead cat bounce atau reli sementara.

Outlook Jangka Pendek Ethereum

Secara teknikal dan on-chain, ETH berada di persimpangan penting.

Struktur pasar saat ini mencerminkan kombinasi antara sinyal undervaluation dari MVRV, tekanan distribusi dari pemegang lama, dan dominasi spekulan jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, prospek jangka pendek Ethereum dapat dikategorikan sebagai cautiously neutral dengan bias bullish, tergantung pada respons pasar di area support kritis.

Baca Juga: Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Ethereum kini berada di zona historis yang sering menjadi titik balik pasar. Opportunity Zone berdasarkan rasio MVRV memberi harapan bagi investor jangka panjang yang mencari area akumulasi.

Namun, distribusi oleh long-term holders dan dominasi trader jangka pendek menciptakan dinamika berbeda dari siklus sebelumnya.

Pemulihan harga ETH sangat bergantung pada dua faktor utama: kemampuan mempertahankan level support kunci dan kembalinya akumulasi dari whale serta investor strategis.

Apakah ini awal dari fase bottoming yang solid, atau sekadar reli sementara di tengah tren turun? Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Ethereum (ETH) tengah mengalami salah satu fase likuidasi terpanjang dan paling intens sejak pertengahan 2021. Di tengah tekanan pasar yang berlanjut, harga ETH masih bertahan di bawah level psikologis $2.100, memicu kekhawatiran investor terhadap arah pergerakan jangka pendek aset kripto terbesar kedua tersebut.

Meski volatilitas mulai mereda setelah penurunan tajam sebelumnya, struktur pasar menunjukkan bahwa Ethereum masih berada dalam fase penyesuaian besar, terutama di pasar derivatif.

Likuidasi Long Sentuh Rata-Rata 9.000 ETH

Laporan terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa rata-rata pergerakan 7 hari (7-day simple moving average) likuidasi posisi long di Binance mencapai sekitar 9.000 ETH pada 6 Februari 2026. Angka ini bukan lonjakan harian sesaat, melainkan rata-rata mingguan, yang menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap posisi leverage.

Data tersebut mengindikasikan bahwa posisi long dengan leverage tinggi dilikuidasi secara bertahap selama beberapa hari, bukan melalui satu peristiwa kapitulasi besar. Pola ini mencerminkan proses deleveraging yang sistematis di pasar derivatif Ethereum.

Deleveraging Terbesar Sejak 2021

Penurunan harga ETH dari kisaran $3.000 ke area $2.000 tidak memicu kapitulasi mendadak seperti yang terjadi pada fase bearish sebelumnya. Sebaliknya, pasar mengalami serangkaian margin call yang terjadi secara bertahap.

Secara historis, durasi dan intensitas likuidasi kali ini bahkan disebut melampaui beberapa periode kapitulasi besar selama bear market 2022. Fase ini menunjukkan bahwa pasar sedang menjalani reset leverage secara signifikan, membersihkan posisi spekulatif berlebihan yang sebelumnya mendominasi.

Dilaporkan Newsbtc, proses ini umumnya dapat mengurangi volatilitas berbasis leverage dan membentuk struktur pasar yang lebih sehat. Namun, dalam jangka pendek, kondisi tersebut tetap mencerminkan sentimen yang rapuh.

Struktur Tekanan Menguat di Bawah $2.000

Dari sisi teknikal, Ethereum kini berada di bawah level $2.000 yang sebelumnya menjadi support penting sekaligus level psikologis utama. Kegagalan merebut kembali area ini memperkuat sinyal melemahnya momentum bullish.

Grafik mingguan menunjukkan pola lower highs yang biasanya menandakan fase korektif atau transisi pasar. Volume perdagangan yang meningkat selama penurunan juga mengindikasikan distribusi atau pelepasan posisi leverage, bukan akumulasi organik.

Area support berikutnya diperkirakan berada di kisaran $1.500 hingga $1.700, zona yang sebelumnya menjadi area konsolidasi dan permintaan kuat. Bertahan di atas level tersebut dapat membantu menjaga struktur bullish jangka panjang. Namun, jika level ini ditembus, risiko koreksi lebih dalam semakin terbuka.

Harga ETH Masih Rentan

Saat ini, Ethereum masih sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas global, sentimen pasar kripto secara keseluruhan, serta dinamika posisi derivatif. Pemulihan harga dinilai bergantung pada kembalinya permintaan spot dan stabilisasi di atas level teknikal kunci.

Dengan fase likuidasi panjang yang tengah berlangsung, pasar kini menunggu apakah reset leverage ini akan menjadi fondasi stabilisasi atau justru membuka jalan bagi tekanan lanjutan dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, berbeda dengan spike likuidasi tunggal, fase berkelanjutan ini menunjukkan proses pembersihan leverage yang melelahkan bagi pasar.

“Support kritis di rentang .500 – .700 menjadi penentu; jika jebol, ETH berpotensi masuk ke fase koreksi yang lebih dalam sebelum pemulihan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Naik ke $2.000, Tapi Data Derivatif Ungkap Exodus Besar

Pasar derivatif Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pelemahan leverage dalam 30 hari terakhir, seiring turunnya open interest (OI) secara masif di berbagai exchange utama. Data net open interest change (30D) mencatat total penurunan melebihi 80 juta ETH, mengindikasikan bahwa trader mulai mengurangi eksposur risiko dan menutup posisi futures secara besar-besaran.

Fenomena ini dinilai sebagai fase deleveraging, di mana pelaku pasar menarik modal dari kontrak derivatif, terutama di tengah volatilitas harga Ethereum yang masih tinggi.

Binance hingga Bybit Catat Penurunan OI Terbesar

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan open interest paling signifikan tercatat terjadi di beberapa exchange utama seperti Binance, Gate.io, OKX, dan Bybit. Dalam 30 hari terakhir, Binance mencatat penurunan sekitar 40 juta ETH. Gate.io turun lebih dari 20 juta ETH, sementara OKX mengalami penurunan sekitar 6,8 juta ETH dan Bybit turun sekitar 8,5 juta ETH.

Jika digabungkan, penurunan OI dari empat platform tersebut mencapai sekitar 75 juta ETH. Ketika ditambah dengan platform lain yang juga mencatat angka negatif dalam skala lebih kecil, total kontraksi open interest secara keseluruhan melampaui 80 juta ETH.

Data ini memperlihatkan bahwa penurunan tidak hanya terjadi di satu exchange tertentu, melainkan bersifat luas dan merata di pasar derivatif Ethereum.

Sinyal Trader Mulai Kurangi Leverage

Baca juga: Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Penurunan open interest dalam jumlah besar umumnya mengindikasikan bahwa trader, terutama pengguna leverage tinggi, sedang mengurangi posisi dan memilih menutup kontrak futures dibanding membuka posisi baru. Hal ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kehati-hatian pasar atau tekanan akibat pergerakan harga yang tidak stabil.

Kondisi seperti ini sering terjadi ketika pasar memasuki fase transisi, di mana spekulasi jangka pendek mulai melemah dan pelaku pasar beralih ke strategi yang lebih konservatif.

Bisa Jadi “Bersih-Bersih” Pasar Sebelum Stabil

Dari sisi struktur pasar, kontraksi open interest dalam skala besar dapat dianggap sebagai proses “clean-up” atau pembersihan posisi lemah. Ketika leverage menurun, potensi terjadinya forced liquidation besar-besaran di masa depan juga cenderung berkurang.

Situasi ini dinilai dapat membuka peluang terbentuknya stabilitas harga yang lebih solid, atau bahkan menjadi dasar pembentukan support baru bagi Ethereum dalam waktu dekat.

Harga Ethereum Naik 6% dalam 24 Jam

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah penurunan leverage tersebut, Ethereum tercatat mengalami penguatan. ETH diperdagangkan di kisaran $2.078, naik sekitar 6% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar Ethereum berada di sekitar $250 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai lebih dari $18 miliar.

Meski harga menunjukkan pemulihan jangka pendek, data open interest menegaskan bahwa pasar derivatif sedang memasuki fase penyesuaian risiko yang signifikan, dengan trader memilih mengurangi posisi daripada menambah spekulasi baru.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI yang tajam biasanya diikuti oleh periode volatilitas rendah atau konsolidasi. Pasar sedang ‘dicuci’ dari leverage berlebih, yang sebenarnya sehat untuk stabilitas jangka menengah meskipun berdarah-darah di jangka pendek.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Borong $400 Juta Ethereum Saat Harga Koreksi! Sinyal Bullish?

Di tengah tren penurunan harga Ethereum (ETH), para whale justru menunjukkan aktivitas akumulasi besar. Data terbaru mencatat penarikan ETH dari exchange mencapai lebih dari $400 juta, menjadi yang tertinggi sejak Oktober tahun lalu.

Langkah ini memunculkan spekulasi bahwa investor besar melihat area harga saat ini sebagai zona menarik untuk akumulasi, meskipun pasar kripto masih berada dalam tekanan.

Outflow ETH Tembus 220.000 Koin, Binance Dominan

Analis kripto Arab Chain dalam laporan CryptoQuant menyebut bahwa data netflow exchange menunjukkan percepatan signifikan dalam aktivitas penarikan ETH dalam beberapa hari terakhir. Secara total, arus keluar bersih Ethereum dari seluruh exchange telah melampaui 220.000 ETH, level tertinggi sejak Oktober 2025.

Khusus di Binance, arus keluar harian bersih mencapai hampir 158.000 ETH pada 5 Februari, terbesar sejak Agustus tahun lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penarikan terpusat di exchange dengan likuiditas terdalam.

Dilaporkan Newsbtc, Arab Chain menilai bahwa pergerakan ini menunjukkan perubahan perilaku whale, di mana mereka memindahkan aset ke wallet pribadi atau protokol penyimpanan jangka panjang. Pola seperti ini umumnya dikaitkan dengan fase akumulasi atau strategi pengurangan risiko.

Menariknya, aktivitas tersebut terjadi saat harga ETH berada di kisaran $1.800 hingga $2.000, yang diduga menjadi zona akumulasi bagi investor besar.

Tekanan Jual Berkurang, Support Jangka Pendek Menguat?

Penarikan besar dari exchange secara teori mengurangi suplai yang siap dijual di pasar, sehingga dapat menekan potensi aksi jual dalam jangka pendek. Jika momentum pasar kembali menguat, kondisi ini berpotensi menjadi katalis pendukung harga.

Saat artikel ini ditulis, harga Ethereum diperdagangkan di sekitar $1.965 dan masih bergerak volatil dalam 24 jam terakhir.

Staking Ethereum Tembus 30% dari Total Supply

Selain akumulasi whale, data dari Token Terminal menunjukkan bahwa rasio staking Ethereum kini telah melampaui 30% dari total suplai, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sebanyak 36,8 juta ETH—setara sekitar $72 miliar, kini terkunci dalam staking, didukung oleh hampir satu juta validator yang mengamankan jaringan. Analis dari The Milk Road menyebut kondisi ini sebagai bukti kuatnya keyakinan investor terhadap ekosistem Ethereum, meskipun pasar sedang dalam tren turun.

Saat ini, antrean keluar staking (staking exit queue) berada di sekitar 4,1 juta ETH, jumlah yang dinilai relatif kecil dibanding total ETH yang telah dikunci. Di sisi lain, waktu tunggu untuk staking baru mencapai sekitar 72 hari, menunjukkan tingginya permintaan untuk mengunci ETH.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Supply Ketat Jadi Katalis Potensial

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan semakin banyak ETH yang dipindahkan ke wallet pribadi dan terkunci dalam staking, suplai likuid di pasar terus menyusut. Kondisi ini berpotensi menciptakan tekanan pasokan (supply restriction) yang dapat menjadi katalis positif bagi harga ETH jika permintaan kembali meningkat.

Meski tren harga jangka pendek masih menghadapi tekanan, kombinasi akumulasi whale dan lonjakan staking menunjukkan bahwa pelaku pasar besar belum meninggalkan Ethereum. Pasar kini menunggu apakah pergerakan senyap para whale ini akan menjadi awal dari fase pemulihan berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penarikan masif ETH ke dompet pribadi ini adalah sinyal klasik dari akumulasi kuat dan keyakinan jangka panjang oleh pemegang besar, bahkan di tengah tren penurunan harga. Pengurangan pasokan yang beredar di bursa sering kali menjadi pendahulu bullish yang berpotensi memicu kejutan pasokan di masa depan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitmine Tambah 140.464 ETH dalam 15 Jam, Sinyal Bullish Institusional

Pergerakan besar kembali terjadi di ekosistem Ethereum.

Bitmine dilaporkan Coincu telah melakukan staking tambahan sebanyak 140.464 ETH senilai sekitar $282 juta hanya dalam kurun waktu 15 jam.

Langkah agresif ini membuat total saldo ETH yang dikunci (locked) oleh entitas tersebut meningkat menjadi sekitar 2,97 juta ETH, atau setara dengan hampir 68,7% dari total kepemilikan mereka.

Aksi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih dibayangi volatilitas dan sentimen kehati-hatian dari investor ritel.

Namun, justru di saat pasar bergejolak, institusi besar seperti Bitmine terlihat memperkuat eksposurnya terhadap Ethereum melalui mekanisme staking jangka panjang.

Baca Juga: Aksi Bitmine: Beli ETH US$130 Juta Saat Investor Ritel Mulai Mundur

Mengunci Aset

Staking Ethereum berarti mengunci aset untuk mendukung keamanan jaringan dan proses validasi transaksi dalam sistem Proof-of-Stake (PoS).

Sebagai imbalannya, staker memperoleh reward dalam bentuk ETH tambahan. Ketika institusi besar melakukan staking dalam jumlah signifikan, terdapat dua implikasi utama:

  1. Mengurangi suplai beredar (circulating supply) di pasar spot.
  2. Meningkatkan keyakinan terhadap fundamental jaringan Ethereum.

Dengan tambahan 140.464 ETH yang dikunci, tekanan jual potensial dari jumlah tersebut otomatis berkurang. Jika tren akumulasi dan staking berlanjut, dampaknya bisa memperketat likuiditas pasar dan menciptakan fondasi harga yang lebih stabil dalam jangka menengah hingga panjang.

Total Locked 2,97 Juta ETH: Angka yang Tidak Kecil

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 13 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Total kepemilikan Bitmine yang telah di-stake kini mencapai 2,97 juta ETH, mencakup hampir 68,7% dari total aset mereka. Angka ini menunjukkan strategi jangka panjang, bukan sekadar trading jangka pendek.

Sebagai perbandingan, staking dalam skala jutaan ETH bukan hanya keputusan investasi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keamanan dan keberlanjutan jaringan Ethereum.

Langkah seperti ini sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan institusional terhadap fundamental Ethereum, ekosistem DeFi dan aplikasi on-chain, hingga potensi pertumbuhan jangka panjang ETH.

Sinyal Bullish Jangka Panjang?

Tim Research Tokocrypto menilai aksi Bitmine sebagai sinyal positif di tengah tekanan pasar.

“Di tengah kepanikan ritel, pemain institusional seperti Bitmine justru mengunci aset mereka untuk jangka panjang, menunjukkan keyakinan pada fundamental Ethereum. Langkah ini mengurangi suplai sirkulasi pasar dan secara historis menjadi fondasi bagi pemulihan harga yang lebih stabil,” ujar tim Research Tokocrypto.

Secara historis, peningkatan jumlah ETH yang di-stake sering kali beriringan dengan fase konsolidasi yang sehat sebelum pemulihan harga.

Ketika suplai likuid berkurang dan permintaan tetap stabil atau meningkat, tekanan ke atas pada harga menjadi lebih mungkin terjadi.

Dampak terhadap Harga ETH

Meski staking besar tidak selalu langsung mendorong harga naik dalam jangka pendek, efeknya biasanya terasa dalam struktur pasar yang lebih kuat.

Beberapa potensi dampak dari aksi ini antara lain dapat mengurangi tekanan jual jangka pendek; meningkatkan sentimen bullish institusional; dan mendorong kepercayaan investor ritel yang melihat akumulasi besar.

Namun, harga ETH tetap dipengaruhi faktor makro seperti pergerakan Bitcoin, arus dana ETF, kebijakan suku bunga global, dan dinamika likuiditas pasar secara keseluruhan.

Institusi vs Ritel

Perbedaan strategi antara investor ritel dan institusi sering kali terlihat jelas saat pasar bergejolak.

Ketika ritel cenderung panik dan melepas aset, institusi justru memanfaatkan koreksi untuk melakukan akumulasi dan staking.

Fenomena ini memperkuat narasi bahwa Ethereum masih menjadi salah satu aset kripto dengan fundamental terkuat, terutama dengan:

  • Ekosistem DeFi terbesar
  • TVL tinggi
  • Aktivitas on-chain yang konsisten
  • Infrastruktur staking yang matang

Baca Juga: Polygon Gabung Enterprise Ethereum Alliance, Bisa Dorong Harga?

Langkah Bitmine melakukan staking tambahan 140.464 ETH senilai $282 juta dalam waktu singkat menjadi sorotan penting di pasar kripto.

Dengan total locked mencapai 2,97 juta ETH, aksi ini mencerminkan strategi jangka panjang dan keyakinan kuat terhadap fundamental Ethereum.

Di tengah volatilitas pasar, akumulasi institusional seperti ini berpotensi menjadi fondasi stabilisasi harga dalam jangka menengah.

Meski belum tentu langsung memicu reli, pengurangan suplai beredar sering kali menjadi faktor pendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan.

Investor kini akan mencermati apakah langkah Bitmine ini akan diikuti oleh institusi besar lainnya, yang dapat memperkuat sentimen positif terhadap Ethereum dalam periode mendatang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

“Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

ETH di Persimpangan Penting

Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Bangkit dari $1.817! Target $2.200 Jadi Penentu Sinyal Reli ke $2.600

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan jangka pendek setelah berhasil memantul dari area support penting. Setelah rebound dari level $1.817, ETH kini kembali bergerak di atas $2.000 dan menjadi perhatian trader karena berpotensi menguji zona likuiditas $2.200. Jika level tersebut berhasil ditembus, ETH diperkirakan dapat membuka peluang reli menuju $2.600.

Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.100 dengan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah ETH mengalami tekanan turun selama beberapa minggu terakhir akibat penolakan harga di area $3.400 yang memicu penurunan cepat ke zona demand jangka panjang.

Zona $2.100–$2.200 Jadi Resistance Kunci

Dilaporkan Coincu, pergerakan harga ETH menunjukkan bahwa area $1.817 berfungsi sebagai support harian yang kuat, karena sebelumnya juga mampu menahan tekanan jual pada beberapa periode koreksi. Pantulan dari level tersebut dianggap sebagai sinyal awal bahwa buyer mulai kembali masuk.

Namun, ETH kini menghadapi tantangan utama di zona $2.100 hingga $2.200. Area ini sebelumnya berperan sebagai support, tetapi kini berubah menjadi resistance setelah harga jatuh. Analis ProfSatoshiBTC menyebut bahwa jika bulls mampu menembus area tersebut, ETH berpotensi bergerak lebih cepat karena hambatan harga berikutnya dinilai relatif minim hingga mendekati $2.600.

Trader saat ini fokus mengamati reaksi harga di sekitar $2.200, karena level tersebut dianggap sebagai titik penentu apakah pemulihan ini akan berlanjut atau kembali melemah.

Baca juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

RSI Pulih, MACD Mulai Datar, Tapi Tren Besar Masih Belum Jelas

Indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan tekanan bearish, meskipun belum mengonfirmasi pembalikan tren yang kuat. RSI sebelumnya sempat masuk zona oversold saat harga turun, namun kini mulai pulih. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mungkin mulai mereda.

Sementara itu, MACD masih berada di bawah garis nol, namun mulai menunjukkan pola flattening atau mendatar. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa momentum bearish melemah, meskipun sinyal reversal masih belum terbentuk secara jelas.

Dengan sinyal yang masih campuran, pelaku pasar dinilai tetap berhati-hati dan cenderung menunggu konfirmasi breakout di atas $2.200 sebelum meningkatkan ekspektasi reli.

Data On-Chain Stabil: TVL $57,28 Miliar dan 906.700 Alamat Aktif

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental jaringan, data menunjukkan aktivitas Ethereum masih relatif stabil. Total Value Locked (TVL) Ethereum tercatat sebesar $57,28 miliar per 8 Februari 2026. Nilai ini memang lebih rendah dibanding akhir 2025, namun masih lebih tinggi dibanding periode awal 2024, yang menandakan bahwa kapital di jaringan masih bertahan meskipun pasar volatil.

Selain itu, jumlah alamat aktif naik menjadi sekitar 906.700, menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang masih kuat. Peningkatan ini menandakan bahwa minat terhadap aplikasi dan layanan berbasis Ethereum tetap berjalan meski terjadi pergeseran likuiditas.

Volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir juga tercatat mencapai lebih dari $20,95 miliar, memperlihatkan bahwa pasar masih aktif dan tengah menunggu apakah ETH mampu menembus resistance $2.200 untuk membuka peluang reli menuju $2.600.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna (alamat aktif) justru tumbuh, menunjukkan bahwa ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area “Make or Break”; breakout di sini dengan volume tinggi (di atas $20 Miliar) akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid, sementara kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan besar setelah koreksi tajam menyeret harga turun hingga menguji kembali area psikologis $2.100. Di tengah pelemahan ini, data on-chain terbaru menunjukkan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan, terutama dari investor Amerika Serikat.

Dilaporkan Crypto Quant, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Ethereum Coinbase Premium Index, yang kini dilaporkan turun ke level terendah sejak Juli 2022. Penurunan tajam pada indikator ini memunculkan spekulasi bahwa tekanan jual ETH saat ini banyak berasal dari pihak institusional AS, bukan semata aksi jual investor ritel global.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Coinbase Premium ETH Anjlok, Sinyal Tekanan Jual Datang dari AS

Dalam analisis terbaru, Coinbase Premium Index Ethereum (30-day Moving Average) tercatat jatuh ke level paling rendah sejak periode bear market 2022. Indikator ini mengukur selisih harga antara pasangan ETH/USD di Coinbase Pro yang sering dijadikan proxy aktivitas institusi AS, dibandingkan ETH/USDT di Binance yang lebih merepresentasikan pasar ritel global.

Ketika indeks ini berada pada level negatif, artinya ETH diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding Binance. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual lebih besar terjadi di pasar AS, karena pelaku pasar di Coinbase cenderung menjual ETH pada harga diskon dibandingkan pasar global.

Data ini memperkuat indikasi bahwa investor institusional Amerika Serikat saat ini sedang melakukan aksi “de-risking” atau mengurangi eksposur secara agresif. Di sisi lain, investor ritel global dinilai masih cenderung bertahan atau bahkan mulai melakukan pembelian saat koreksi.

Terendah Sejak 2022, Bisa Jadi Bearish Lanjutan atau Sinyal Kapitulasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Situasi ini memunculkan dua kemungkinan utama. Pertama, kondisi tersebut bisa memperpanjang momentum bearish karena permintaan dari investor AS yang biasanya menjadi pendorong utama reli kripto kini dinilai menghilang. Jika tekanan jual dari institusi terus berlanjut, maka peluang pemulihan harga ETH dalam waktu dekat dapat tertahan.

Namun, di sisi lain, penurunan ekstrem pada Coinbase Premium juga bisa menjadi sinyal kontrarian. Secara historis, level premium yang sangat negatif sering muncul pada fase “capitulation”, yakni ketika tekanan jual mencapai titik ekstrem dan pelaku pasar besar mulai kehabisan suplai untuk dijual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi pertanda terbentuknya bottom lokal sebelum harga kembali pulih.

Level $2.100 Jadi Kunci, Pemulihan Butuh Premium Kembali Normal

Area $2.100 kini dianggap sebagai level support penting secara teknikal sekaligus psikologis. Meski begitu, analis menilai bahwa pembalikan tren yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika Coinbase Premium mulai kembali normal atau berbalik positif.

Selama investor AS masih menjual ETH dengan harga lebih murah dibandingkan pasar global, potensi kenaikan harga dinilai akan tetap terbatas. Dengan kata lain, pemulihan ETH masih akan sulit terjadi jika tekanan jual dari institusi Amerika Serikat belum mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, premi negatif ekstrem sering menjadi penanda fase kapitulasi akhir (“contrarian buy signal”).

“Namun, untuk pemulihan berkelanjutan, permintaan institusi AS harus kembali positif. Selama premi tetap negatif, momentum kenaikan harga akan sangat terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com