Tag Archives: Michael Saylor

Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam pembelian ke-101 mereka. Dalam laporan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, perusahaan mengungkapkan telah membeli 3.015 BTC senilai sekitar US$204,1 juta dalam sepekan terakhir.

Pembelian dilakukan dengan harga rata-rata US$67.700 per BTC, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata akumulasi perusahaan yang berada di US$75.985. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 720.737 BTC.

Secara keseluruhan, Bitcoin tersebut diperoleh dengan total biaya sekitar US$54,8 miliar.

Beli di Bawah Harga Rata-Rata

Dikutip Cointelegraph, pembelian terbaru ini termasuk salah satu dari sedikit transaksi yang dilakukan di bawah harga rata-rata akumulasi perusahaan. Data dari SaylorTracker menunjukkan Strategy sebelumnya juga sempat membeli di bawah harga rata-rata pada Februari, ketika harga pasar turun di bawah US$76.000.

Situasi serupa pernah terjadi pada periode 2022–2023, saat harga Bitcoin jatuh di bawah biaya akumulasi perusahaan sekitar US$30.600. Pada periode tersebut, Strategy melakukan tujuh pembelian tambahan dengan total 28.560 BTC.

Langkah ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam strategi akumulasi jangka panjang, bahkan ketika harga bergerak di bawah rata-rata pembelian mereka.

Menurut Tim Research Tokocrypto, akumulasi korporat konsisten memperkuat narasi Bitcoin sebagai treasury asset, tapi bukan jaminan reversal harga.

“Hal yang paling penting adalah keberlanjutan akses pendanaan Strategy untuk tetap jadi buyer of size saat market melemah,” analisanya.

Saham MSTR Menguat Tipis

Di tengah aksi beli tersebut, saham Strategy (MSTR) mencatat kenaikan moderat pekan lalu, dari sekitar US$125 menjadi hampir US$130.

Sementara itu, harga Bitcoin relatif datar dalam periode yang sama. BTC sempat menyentuh US$69.000 sebelum kembali turun dan stabil di kisaran US$65.834 saat artikel ini ditulis.

Kabar ini juga muncul setelah Michael Saylor mengumumkan kenaikan dividen saham preferen STRC atau “Stretch” menjadi 11,50% untuk Maret 2026, naik dari sebelumnya 11,25%. Dana yang dihimpun melalui instrumen tersebut dapat digunakan untuk keperluan korporasi, termasuk potensi pembelian Bitcoin tambahan.

Dengan total kepemilikan melampaui 720.000 BTC, Strategy semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Rontok! Tapi Michael Saylor Malah Tambah Beli BTC, Nekat?

Pasar kripto sedang gemetar. Bitcoin jatuh tajam hampir 9% dalam sepekan, salah satu koreksi paling brutal di siklus ini. Investor panik. Analis saling lempar prediksi kiamat. Namun di tengah hiruk-pikuk itu, satu figur justru tampil santai… bahkan makin percaya diri.

Ya, Michael Saylor, pimpinan Strategy, perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, lagi-lagi menunjukkan bahwa badai bukan alasan untuk goyah.

Dan langkahnya kali ini kembali memicu satu pertanyaan besar:
“Apa yang dia tahu tentang Bitcoin, yang orang lain tidak?”

Strategy Tetap Tenang: “Rencana Jangka Panjang Tidak Berubah”

Meski Bitcoin babak belur dan sentimen pasar memanas, Strategy menegaskan bahwa mereka tidak berniat mengubah strategi akumulasi Bitcoin. Tidak ada pengumuman pembelian baru, tetapi Saylor kembali menegaskan bahwa visi jangka panjang perusahaan tetap kokoh.

Yang mengejutkan, portofolio Bitcoin Strategy masih untung sekitar 16%. Mereka memegang 649.870 BTC, dibeli dengan harga rata-rata $74.430 Sementara itu, kinerja saham perusahaan berkata lain…

MSTR Runtuh ke $170: Premium Hilang, Tekanan Meningkat

Harga saham Strategy (MSTR) merosot mendekati $170, menghapus hampir seluruh premium yang sebelumnya melejit karena optimisme Bitcoin.

Kini, analis mulai bertanya-tanya: Apakah Strategy masih punya bantalan finansial yang cukup? Apa yang terjadi jika Bitcoin kembali terjun bebas? Sampai kapan Saylor bisa bertahan dengan strategi “all-in Bitcoin”-nya?

Pasar sepertinya belum menemukan jawabannya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Krisis Makro Semakin Mencekik

Menurut catatan yang dikutip ZeroHedge, Bank of America memperingatkan bahwa:

  • The Fed sudah di ujung tanduk dan “perlu memangkas suku bunga.”
  • Jika The Fed menyerah pada pengetatan moneter, Bitcoin akan jadi aset pertama yang bereaksi keras.

Pendapat itu hanya menambah kepanikan di pasar yang sudah rapuh.

Retail Malah Bandel: 77.8% Bilang “Tidak Jual!”

Dikutip Coindoo, di tengah drama harga, Saylor menggelar survei komunitas.
Hasilnya mengejutkan:

77.8% responden mengaku tidak menjual Bitcoin sama sekali selama kejatuhan terbaru.

Artinya, mayoritas pemilik ritel masih teguh dengan strategi HODL mereka, meski BTC sempat turun mendekati $80.000. Namun tidak semua orang seoptimis itu.

Kritik: “Bitcoin Justru Aset Paling Rapuh Saat Krisis”

Sebagian analis menilai penurunan terbaru membuktikan bahwa:

  • Bitcoin masih sangat rentan terhadap gejolak makro.
  • Setiap koreksi membuat BTC berpindah dari tangan kuat ke tangan lemah.
  • Siklus ini bisa memicu penjualan yang lebih besar di masa depan.

Masih jauh dari konsensus, tetapi keraguan ini membuat tekanan pasar semakin dalam.

Panik? Semua Orang Panik… Kecuali Saylor

Ketika investor lain sibuk mengukur kerugian, Michael Saylor tetap pada satu keyakinan:

Bitcoin adalah masa depan, dan badai hanyalah peluang beli.

Apakah dia benar lagi, seperti di siklus-siklus sebelumnya? Ataukah kali ini dia salah langkah?

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Michael Saylor Sebut BIP-110 Ancaman Internal Terbesar bagi Bitcoin!

Pendiri MicroStrategy, Michael Saylor, menyatakan bahwa Bitcoin telah “menang” dalam narasi global sebagai aset digital utama. Namun di balik optimisme tersebut, ia memperingatkan adanya ancaman serius dari dalam ekosistem sendiri, khususnya terkait proposal perubahan protokol BIP-110 yang kini memicu perdebatan besar di komunitas.

BIP-110 merupakan proposal yang mengusulkan perubahan dalam mekanisme konsensus Bitcoin, termasuk pembatasan penggunaan blockchain untuk data non-finansial seperti Ordinals, token BRC-20, dan payload besar lainnya. Proposal ini juga membuka kemungkinan bagi miner untuk lebih fleksibel dalam memilih blok yang valid, tidak semata-mata mengikuti aturan longest-chain.

Menurut Saylor, risiko terbesar Bitcoin saat ini bukan berasal dari luar, melainkan dari perubahan protokol yang dinilai tidak tepat. Ia menyebutnya sebagai “iatrogenic risk”, istilah medis yang menggambarkan kerusakan yang justru disebabkan oleh tindakan internal.

Perdebatan Komunitas Makin Memanas

Menurut BeInCrypto, proposal BIP-110 langsung memecah komunitas Bitcoin menjadi dua kubu besar. Pendukungnya menilai langkah ini penting untuk menjaga identitas Bitcoin sebagai alat pembayaran yang efisien, tanpa terbebani oleh data non-keuangan yang dianggap “mengganggu”.

Mereka berargumen bahwa penggunaan blockchain untuk hal di luar transaksi finansial dapat meningkatkan biaya transaksi dan membebani node, sehingga merugikan pengguna utama Bitcoin.

Namun di sisi lain, pihak yang menolak melihat proposal ini sebagai bentuk intervensi berlebihan terhadap sistem yang seharusnya tetap netral. CEO Blockstream, Adam Back, memperingatkan bahwa perubahan ini bisa membuka pintu bagi potensi sensor transaksi di masa depan.

Kontroversi juga muncul terkait ambang batas aktivasi proposal ini, yang hanya membutuhkan dukungan 55% hash power, jauh lebih rendah dibanding standar umum Bitcoin sebesar 95%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perubahan besar bisa terjadi tanpa konsensus yang benar-benar kuat.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dampak ke Arah Bitcoin ke Depan

Perdebatan ini terjadi di tengah perubahan dinamika pasar Bitcoin. Saylor menilai bahwa siklus empat tahunan berbasis halving kini tidak lagi menjadi faktor utama, dan pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh aliran dana institusional, kredit digital, dan sistem keuangan yang lebih luas.

Di saat yang sama, diskusi terkait BIP-110 semakin relevan karena menyangkut arah fundamental Bitcoin: apakah tetap menjadi sistem moneter sederhana, atau berkembang menjadi platform yang mendukung berbagai eksperimen on-chain.

Momentum ini juga bertepatan dengan agenda besar seperti Bitcoin Conference 2026 dan pertemuan Federal Reserve pada akhir April, yang dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan harga dan arah kebijakan di ekosistem kripto.

Adopsi Semakin Luas

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa perdebatan terkait BIP-110 mencerminkan fase penting dalam evolusi Bitcoin. Ketika adopsi semakin luas, perbedaan pandangan mengenai fungsi utama Bitcoin menjadi semakin terlihat.

Di satu sisi, menjaga kesederhanaan dan efisiensi jaringan adalah hal penting untuk mempertahankan posisi Bitcoin sebagai aset moneter. Namun di sisi lain, inovasi dan eksperimen juga berperan dalam memperluas utilitas dan adopsi.

Risiko terbesar dari situasi ini bukan hanya pada perubahan teknis, tetapi pada potensi fragmentasi komunitas. Jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan pandangan dapat berdampak pada kepercayaan pasar terhadap stabilitas Bitcoin.

Tim Research Tokocrypto juga melihat investor perlu memperhatikan perkembangan ini sebagai faktor fundamental jangka panjang, karena perubahan pada level protokol dapat memengaruhi persepsi nilai dan keamanan jaringan.

Peringatan Michael Saylor terkait BIP-110 menyoroti bahwa tantangan terbesar Bitcoin saat ini datang dari dalam ekosistemnya sendiri. Proposal ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut arah masa depan Bitcoin.

Dengan komunitas yang terbelah dan keputusan yang belum final, perkembangan BIP-110 akan menjadi salah satu faktor penting yang perlu dipantau oleh pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Perusahaan publik Strategy (sebelumnya MicroStrategy) kembali menarik perhatian pasar setelah memperluas kapasitas pendanaan hingga lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun. Langkah ini dilakukan untuk mendukung strategi akumulasi Bitcoin dalam skala besar, yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasar kripto.

Melalui pengajuan terbaru, Strategy membuka peluang penerbitan saham dan instrumen keuangan baru yang dapat digunakan secara bertahap untuk mendanai pembelian Bitcoin.

Strategi Pendanaan Jumbo untuk Bitcoin

Dalam dokumen terbaru, Strategy mengungkapkan rencana untuk menerbitkan hingga 21 miliar dolar AS saham biasa, 21 miliar dolar AS saham preferen STRC, dan sekitar 2,1 miliar dolar AS saham preferen STRK.

Secara total, kapasitas penerbitan aktif perusahaan kini mencapai sekitar 64,15 miliar dolar AS. Namun, perusahaan menegaskan bahwa dana tersebut belum seluruhnya dihimpun, melainkan akan diterbitkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Langkah ini menjadi peta pendanaan jangka panjang yang akan mendukung ekspansi kepemilikan Bitcoin perusahaan.

Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Strategy Tetap Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar

Strategy saat ini merupakan perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, dengan total sekitar 762.099 BTC. Nilai akumulasi pembelian mencapai sekitar 57,7 miliar dolar AS, dengan harga rata-rata sekitar 75.700 dolar AS per Bitcoin.

Meski demikian, posisi tersebut saat ini masih mencatatkan kerugian belum terealisasi lebih dari 3 miliar dolar AS, seiring fluktuasi harga Bitcoin di pasar.

STRC Jadi Instrumen Utama

Salah satu perubahan penting dalam strategi pendanaan ini adalah meningkatnya peran saham preferen STRC. Perusahaan bahkan meningkatkan jumlah saham STRC yang diotorisasi secara signifikan.

Instrumen ini menawarkan imbal hasil variabel sekitar 11,5% dan telah menarik minat investor institusional besar seperti BlackRock, Anchorage, dan Strive.

Sebaliknya, peran STRK mulai dikurangi, menunjukkan adanya penyesuaian strategi dalam struktur modal perusahaan.

Potensi Dampak ke Harga Bitcoin

Langkah agresif Strategy dalam mengumpulkan dana untuk membeli Bitcoin dinilai dapat memberikan tekanan beli tambahan di pasar, terutama jika realisasi pembelian dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar.

Namun, strategi ini juga membawa risiko, termasuk potensi dilusi saham dan ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa strategi Strategy menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama sebagai aset treasury perusahaan.

Menurut mereka, jika sebagian besar dana tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin, hal ini dapat menjadi katalis positif yang mendorong harga, terutama dalam kondisi suplai yang semakin terbatas.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa pendekatan ini memiliki risiko struktural. Ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar dapat meningkatkan tekanan jika kondisi likuiditas global memburuk atau jika harga Bitcoin bergerak tidak sesuai ekspektasi.

Selain itu, mereka menyoroti bahwa pergerakan harga Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh satu entitas, melainkan oleh kombinasi faktor seperti arus dana institusional, kebijakan moneter, dan sentimen global.

Pasar Menanti Realisasi Strategi

Dengan kapasitas pendanaan yang besar, langkah Strategy akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, dampaknya dapat memperkuat posisi Bitcoin di kalangan institusi. Namun, pasar tetap akan mencermati bagaimana perusahaan mengeksekusi rencana tersebut di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com