Tag Archives: UNISWAP

Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

Uniswap Foundation resmi meluncurkan pemungutan suara (vote) kedua untuk aktivasi biaya protokol atau fee switch di delapan jaringan baru serta seluruh pool v3 yang tersisa.

Proposal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam mengotomatisasi pendapatan protokol dan memperkuat model ekonomi jangka panjang ekosistem Uniswap.

Aktivasi fee switch menjadi topik yang telah lama dinantikan komunitas, mengingat potensi dampaknya terhadap token Uniswap (UNI) sebagai aset tata kelola utama dalam protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Mekanisme Fee Switch

Fee switch adalah mekanisme yang memungkinkan sebagian biaya transaksi di protokol Uniswap dialokasikan langsung ke kas protokol atau pemegang token UNI.

Menurut laporan Coinmarketcal, selama ini sebagian besar biaya transaksi diberikan kepada penyedia likuiditas (LP).

Dengan mengaktifkan fee switch, protokol dapat mulai menghasilkan pendapatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Pendapatan tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai skema seperti buyback, burn, atau distribusi nilai lainnya yang memperkuat utilitas token UNI.

Proposal terbaru ini memperluas aktivasi fee switch ke delapan jaringan tambahan (termasuk beberapa Layer-2) serta seluruh pool v3 yang belum terintegrasi dalam skema tersebut.

Strategi “UNIfication” dan Ekspansi ke L2

Ekspansi fee switch ke jaringan Layer-2 (L2) menjadi sorotan utama.

Aktivitas DeFi di jaringan L2 meningkat pesat berkat biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan utama.

Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai bagian dari transformasi fundamental UNI.

“Langkah menuju ‘UNIfication’. Aktivasi fee switch di L2 memperkuat narasi pendapatan UNI melalui buyback/burn. G-Protocol Filter: UNI beralih dari sekadar token tata kelola menjadi mesin pencetak uang nyata di ekosistem DeFi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan demikian, aktivasi fee switch bukan sekadar perubahan teknis, melainkan potensi pergeseran paradigma dalam model ekonomi UNI.

Dampak terhadap Token UNI

Secara historis, UNI dikenal sebagai token tata kelola yang memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun, tanpa aliran pendapatan langsung, valuasi token sering kali bergantung pada spekulasi pertumbuhan ekosistem.

Jika fee switch diaktifkan secara luas dan konsisten, UNI berpotensi mendapatkan narasi baru sebagai token dengan arus pendapatan nyata (real yield narrative).

Beberapa implikasi potensial dari langkah Uniswap ini antara lain:

  1. Meningkatkan permintaan UNI – Jika ada mekanisme buyback atau distribusi nilai.
  2. Memperkuat fundamental jangka panjang – Karena protokol menghasilkan cash flow.
  3. Meningkatkan daya tarik institusional – Investor cenderung menyukai aset dengan model pendapatan jelas.

Namun, implementasi dan detail teknis tetap menjadi faktor penentu. Tanpa struktur distribusi yang transparan dan efisien, dampaknya terhadap harga bisa terbatas.

Tantangan dan Risiko

Meski prospeknya menjanjikan, aktivasi fee switch juga memiliki tantangan, seperti potensi resistensi dari LP jika insentif berkurang.

Selain itu, kemungkinan risiko regulasi terkait distribusi pendapatan token tetap masih ada. Begitu juga dengan ketergantungan pada volume transaksi DeFi.

Pendapatan protokol tetap sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dan likuiditas di Uniswap. Jika volume DeFi menurun, pendapatan dari fee switch pun akan ikut terdampak.

Momentum Strategis di Tengah Kompetisi DEX

Persaingan antar DEX semakin ketat, terutama dengan munculnya protokol baru yang menawarkan model insentif agresif.

Dengan mengaktifkan fee switch secara lebih luas, Uniswap berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sekaligus memperkuat loyalitas komunitas.

Langkah ini juga bisa menjadi preseden bagi protokol DeFi lain untuk mengadopsi model distribusi pendapatan serupa.

Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Menuju Era Baru Ekonomi UNI?

Vote kedua aktivasi fee switch oleh Uniswap Foundation menandai fase penting dalam evolusi protokol.

Jika disetujui dan diimplementasikan secara efektif, langkah ini berpotensi mengubah UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan narasi pendapatan nyata.

Bagi investor, hasil pemungutan suara dan detail implementasi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan prospek harga UNI ke depan.

Pasar kini menunggu hasil vote tersebut, apakah ini awal transformasi besar ekonomi Uniswap, atau sekadar penyesuaian teknis dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Token Uniswap (UNI) mencatat lonjakan luar biasa hari ini setelah sempat menyentuh $6,6159 sebagai titik terendah 24 jam, dan naik hingga $10,05 sebagai titik tertinggi.

Saat ini harganya berada di kisaran $9,5643 per UNI dengan kapitalisasi pasar sekitar $6,03 miliar, dan volume perdagangan 24 jam mencapai $2,34 miliar.

Baca Juga: Token Uniswap (UNI) Naik 4%, Trader Bidik Level $10

Lonjakan Hari Ini & Tren 30–90 Hari

  • Dalam 24 jam terakhir, UNI naik +43,34%, meningkat sekitar $2,8930 dibanding sebelumnya.
  • Dalam 30 hari terakhir, UNI naik sebesar +64,44%, atau sekitar $3,7495.
  • Namun pada rentang 60 hari UNI sedikit melemah, yaitu sekitar −4,81% (−$0,4839).
  • Dalam 90 hari terakhir, UNI turun sekitar −14,96% (-$1,6837).

Secara singkat: hari ini ada ledakan kenaikan, tapi dalam jangka menengah (60–90 hari) UNI masih berada di tekanan penurunan dibanding puncak sebelumnya.

Fakta Kunci & Konteks

Sirkulasi pasokan UNI saat ini sekitar 630,33 juta token. Rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) UNI tercatat di sekitar $44,97 yang berarti nilai saat ini masih jauh dari puncak tersebut.

Model protokol di balik Uniswap menggunakan sistem Automated Market Maker (AMM), dengan mekanisme “x × y = k” untuk menjaga likuiditas dan harga.

Token UNI sendiri berfungsi sebagai token governance. Artinya, pemegang UNI bisa berpartisipasi dalam keputusan protokol seperti upgrade atau alokasi dana.

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Selasa, 11 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Apa yang Memicu Lonjakan?

Dikutip dari Coinmarketcap pada Selasa (11/11), beberapa faktor yang bisa menjelaskan kenaikan Uniswap hari ini dipengaruhi oleh aktivasi peralihan biaya yang diterapkan.

Token Uniswap (UNI) melonjak nilainya menyusul proposal baru oleh pimpinan Uniswap untuk mengaktifkan “peralihan biaya” yang kontroversial. 

Proposal yang diterbitkan pada 10 November 2025 tersebut menyerukan perombakan besar-besaran terhadap mekanisme token UNI, yang meliputi: 

  • Mengaktifkan peralihan biaya: Sebagian pendapatan biaya perdagangan protokol akan dialihkan.
  • Sistem “token jar”: Alih-alih mengirimkan pendapatan langsung ke pemegang token, pendapatan tersebut akan dimasukkan ke dalam “token jar”. Pemegang UNI kemudian dapat menghancurkan (membakar) token UNI mereka untuk menarik kripto dalam jumlah yang setara dari jar tersebut. Mekanisme ini bertujuan untuk mengurangi total pasokan UNI, yang secara teoritis akan meningkatkan nilai token yang tersisa.
  • Membakar token yang ada: Proposal tersebut berupaya untuk segera membakar hampir 100 juta token UNI, jumlah senilai sekitar $800 juta, yang mewakili jumlah yang akan dikumpulkan seandainya peralihan biaya telah aktif sejak dimulainya protokol.
  • Penutupan Uniswap Foundation: Proposal tersebut juga mencakup rencana penutupan Yayasan Uniswap, yang menandakan perubahan dalam struktur tata kelola. 

Upaya sebelumnya untuk mengaktifkan kembali biaya telah gagal, tetapi para analis yakin kali ini berbeda karena sifat proposal yang komprehensif dan dukungan dari para pemangku kepentingan utama.

Maka dari itu, proposal menyebabkan lonjakan harga token UNI yang signifikan, dengan laporan kenaikan 30-38% tak lama setelah pengumuman.

Meski begitu, pemungutan suara tata kelola terkait masalah ini masih menunggu keputusan. 

Catatan Penting Untuk Investor

Kenaikan +43% dalam 24 jam adalah sinyal kuat volatilitas dengan potensi keuntungan tinggi, tetapi risiko koreksi besar juga nyata.

Karena harga saat ini masih jauh dari all-time high $44,97, masih ada “ruang kenaikan” dalam pandangan spekulatif, namun ruang untuk koreksi juga besar jika sentiment berubah.

Pastikan untuk memahami bahwa meski UNI adalah token governance dan bagian dari ekosistem besar Uniswap Protocol, ia bukan jaminan pendapatan tetap, melainkan model token governance tidak selalu memberikan dividen atau distribusi fee langsung.

Sebagai token DeFi, UNI dan protokol yang mendasarinya tetap menghadapi risiko seperti smart contract, regulasi, atau kegagalan teknis.

Bagi investor di Indonesia atau Asia Tenggara, perlu juga memperhatikan konversi rupiah dan kebijakan lokal terkait pajak atau legalitas transaksi aset kripto.

Baca Juga: Hyperliquid Geser Uniswap? Inilah Token DEX Potensial Hari Ini

Hari ini adalah hari yang menggembirakan bagi UNI — lonjakan +43% menunjukkan dinamika kuat. Namun, kenaikan ini harus dipahami dalam konteks volatilitas tinggi dan risiko yang melekat pada aset kripto.

Bagi yang mempertimbangkan untuk masuk atau menambah posisi, pastikan strategi Anda mencakup pengelolaan risiko, diversifikasi, dan horizon investasi yang jelas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 11 November 2025: Uniswap Pimpin Reli Altcoin!

Pasar kripto hari ini menunjukkan tren positif dengan altcoin memimpin reli harga di tengah meningkatnya optimisme investor. Uniswap (UNI) melonjak 46% ke $9,65, Alchemy Pay (ALCH) menguat 28% ke $0,1237, dan WLFI naik 21% ke $0,1538. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap aset berisiko mulai kembali pulih.

Dari sisi makro, peristiwa ekonomi di AS berpotensi menjadi katalis besar untuk pasar minggu ini. Bitcoin kini mendekati $106.000, dan data penting seperti CPI serta angka pengangguran akan menentukan apakah harga mampu menembus level psikologis $110.000. Selain itu, kemungkinan pernyataan The Fed terkait pelonggaran QE dapat membuka arus likuiditas baru ke aset digital. Lihat lebih lengkap di bawah:

Altcoin Pimpin Kenaikan di Pasar Kripto Hari Ini

  • UNI alami lonjakan sebesar 46% (24 jam terakhir), harga $9,65.
  • ALCH pertahankan penguatan 28% dalam satu hari, harga $0,1237.
  • WLFI tunjukkan kenaikan tajam 21%, diperdagangkan kisaran $0,1538.

Peristiwa Ekonomi AS Bisa Dorong Bitcoin ke $110.000 Minggu Ini

  • Kesepakatan AS meningkatkan sentimen; Bitcoin mendekati $106.000.
  • Data CPI/pengangguran menentukan apakah Bitcoin menembus $110.000.
  • Pernyataan Fed tentang QE dapat memicu likuiditas kripto baru.

Ada yang Baru di Tokocrypto! Total Hadiah! Rp 25 JUTA*

5 Altcoin Penting Minggu Ini: ADA, INJ, LINK, LDO, XRP

  • Chainlink Rewards Musim 1 diluncurkan 11 November, berikan airdrop LINK.
  • Upgrade Altria Injective dan pembaruan Lido Finance rilis 11 November.
  • Cardano Summit dimulai 12 November, akan umumkan ekosistem dan roadmap.

Apa Posisi Whale Kripto di Tengah Pemulihan?

  • Pasar kripto naik 4% dalam 24 jam; whale pindahkan jutaan BTC, ETH, LINK, ZEC.
  • Whale Bitcoin kirim >$110 juta ke bursa; dompet baru tarik $2,9 juta LINK, menandakan strategi beragam.
  • Trade derivatif berfluktuasi liar: beberapa rugi jutaan di short, sementara Anti-CZ Whale untung >$15 juta di long ETH.

Baca juga: Tren Bitcoin 10-14 November 2025: Koreksi November Usai


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga UNI Menguat, Pasar Merespons Voting Governance

Token Uniswap (UNI) naik sekitar 15% dalam 24 jam terakhir, mengungguli kenaikan bitcoin yang sekitar 4–5% dan ether yang sekitar 8% pada periode yang sama. Penguatan UNI terjadi seiring respons pasar terhadap voting governance Uniswap yang menargetkan perluasan mekanisme pengambilan fee protokol (fee switch) di sejumlah jaringan layer-2

Apa yang dibahas dalam proposal fee switch terbaru

Proposal governance tersebut, yang dibagi menjadi dua voting on-chain karena batas transaksi, berfokus pada aktivasi fee protokol lintas jaringan.

Jika disetujui, fee switch akan diperluas ke delapan chain tambahan dan menerapkan sistem fee v3 berbasis tier sebagai default untuk seluruh pool likuiditas, menggantikan skema sebelumnya yang mengaktifkan fee secara pool-by-pool.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Proposal juga dorong otomasi penarikan fee di v3

Selain perluasan chain, proposal memperkenalkan v3OpenFeeAdapter yang memungkinkan penerapan fee protokol secara seragam berdasarkan tier fee pool, tanpa perlu intervensi governance untuk mengaktifkan tiap pool satu per satu.

Coindesk melaporkan skema ini juga membuat pengambilan fee protokol otomatis untuk pool v3 baru, sehingga cakupan pengumpulan fee dapat meluas hingga pasangan perdagangan “long-tail” yang selama ini sulit dioptimalkan secara manual.

Sejumlah estimasi menilai perubahan ini berpotensi menambah sekitar US$27 juta pendapatan tahunan (annualized) di luar sekitar US$34 juta yang saat ini sudah dihasilkan dan digunakan untuk burn UNI. Sejak fase awal aktivasi fee switch pada akhir tahun lalu, Uniswap disebut telah melakukan burn lebih dari US$5,5 juta UNI, yang mengindikasikan laju tahunan sekitar US$34 juta pada level saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi Uniswap menjadi protokol cross-chain yang menghasilkan pendapatan nyata adalah validasi besar bagi model bisnis DeFi.

“Dengan proyeksi pendapatan tambahan 7M, UNI bukan lagi sekadar token tata kelola tanpa fungsi, melainkan aset yang memiliki mekanisme ‘burn’ yang didorong oleh volume transaksi nyata di berbagai chain,” jelasnya.

Risiko dan perhatian pasar: daya saing likuiditas di layer-2

Meski potensi pendapatan protokol meningkat, dampak jangka panjang dinilai akan bergantung pada apakah peningkatan porsi fee yang “ditangkap” protokol akan memengaruhi daya saing Uniswap dalam menarik likuiditas—terutama di layer-2, tempat trader dan market maker sensitif terhadap biaya dan dapat berpindah ke platform lain.

Setelah bertahun-tahun mendorong volume tanpa arus pendapatan yang jelas bagi pemegang token, Uniswap kini mulai memperlihatkan kemampuan menahan pendapatan. Pada Q1 2026, Uniswap mencatat sekitar US$3,12 juta gross profit berdasarkan data DeFi Llama, dibandingkan periode sebelumnya yang disebut mendekati nol.

Jika voting lolos, langkah ini dipandang memperkuat transisi Uniswap menjadi protokol lintas-chain yang menghasilkan pendapatan, dengan burn UNI semakin terkait pada aktivitas trading agregat di luar Ethereum.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

Protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia, Uniswap, kembali membuat gebrakan strategis.

Melalui proposal terbaru, Uniswap mengusulkan aktivasi mekanisme pengumpulan biaya (fee switch) di delapan jaringan blockchain, termasuk Arbitrum, Base, dan Optimism.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan fundamental dalam model ekonomi token UNI karena pendapatan protokol akan dialokasikan untuk pembelian kembali (buyback) dan pembakaran (burn) token UNI secara otomatis di jaringan Ethereum.

Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Dari Governance ke Aset Bernilai Ekonomi Nyata

Selama ini, UNI dikenal sebagai token tata kelola (governance token) yang memberikan hak suara dalam pengambilan keputusan protokol.

Namun sebagaimana dilaporkan Cryptobriefing pada Sabtu (21/2), proposal terbaru ini berpotensi mengubah struktur nilai token tersebut secara signifikan.

Dengan diaktifkannya fee switch, sebagian pendapatan protokol dari aktivitas perdagangan di berbagai jaringan akan dikumpulkan dan dikonversi menjadi UNI untuk kemudian dibakar.

Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi terhadap suplai UNI yang beredar di pasar. Tim riset Tokocrypto menilai perubahan ini sebagai langkah transformasional.

“Proposal ini mengubah fundamental UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan akrual nilai yang nyata. Dengan model pembakaran otomatis berbasis penggunaan lintas rantai, Uniswap menciptakan insentif ekonomi yang kuat bagi para pemegangnya untuk mempertahankan dominasi di tengah persaingan DEX yang semakin ketat,” kata Tim Research Tokocrypto.

Artinya, semakin tinggi volume transaksi di seluruh jaringan tempat Uniswap beroperasi, semakin besar potensi pembelian dan pembakaran UNI.

Strategi Multi-Chain untuk Dominasi DEX

Ekspansi pengumpulan biaya ke delapan jaringan menunjukkan bahwa Uniswap tidak lagi hanya mengandalkan Ethereum sebagai sumber likuiditas utama.

Pasalnya, pertumbuhan ekosistem Layer-2 dan chain alternatif telah mendorong distribusi likuiditas lintas jaringan.

Arbitrum, Base, dan Optimism sendiri saat ini menjadi pusat aktivitas DeFi dengan biaya transaksi yang lebih murah dibandingkan Ethereum mainnet.

Dengan mengintegrasikan pendapatan dari berbagai chain tersebut, Uniswap menciptakan model ekonomi lintas rantai (cross-chain revenue capture) yang terpusat pada nilai token UNI di Ethereum.

Pendekatan ini juga menjadi respons terhadap persaingan yang semakin ketat di sektor DEX.

Protokol-protokol lain mulai mengadopsi model insentif yang agresif, termasuk pembagian biaya langsung kepada pemegang token atau penyedia likuiditas.

Uniswap memilih jalur berbeda: memperkuat nilai token melalui mekanisme deflasi otomatis.

Dampak terhadap Harga dan Sentimen UNI

Secara teori, mekanisme buyback dan burn dapat mengurangi suplai yang beredar dan menciptakan tekanan naik terhadap harga, selama permintaan tetap stabil atau meningkat.

Model ini sering digunakan oleh proyek kripto untuk meningkatkan daya tarik token di mata investor jangka panjang.

Jika proposal disetujui dan diimplementasikan, UNI berpotensi mengalami perubahan persepsi pasar: dari sekadar token voting menjadi token dengan mekanisme akrual nilai berbasis kinerja protokol.

Namun demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada beberapa faktor kunci, diantaranya:

  1. Volume perdagangan lintas jaringan
  2. Konsistensi pendapatan protokol
  3. Stabilitas ekosistem DeFi secara keseluruhan
  4. Kondisi pasar kripto global

Dalam kondisi pasar bullish dengan aktivitas DeFi yang meningkat, model ini dapat menjadi katalis kuat bagi UNI. Sebaliknya, dalam pasar lesu dengan volume rendah, dampaknya mungkin terbatas.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Sinyal Kematangan Ekonomi DeFi

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Sabtu, 21 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Proposal ini juga mencerminkan evolusi sektor DeFi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Alih-alih hanya mengandalkan insentif inflasi token, Uniswap mencoba mengoptimalkan pendapatan riil dari aktivitas protokol.

Dengan pendekatan tersebut, Uniswap memperkuat posisinya sebagai pemain dominan di industri DEX global sekaligus meningkatkan daya saing terhadap platform perdagangan terdesentralisasi lainnya.

Jika disetujui komunitas, mekanisme fee switch lintas jaringan ini bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah tokenomics UNI dan berpotensi menjadi template bagi protokol DeFi lainnya di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

Uniswap kembali memperluas jangkauannya. Melalui akun resmi X Uniswap, protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di ekosistem Ethereum tersebut resmi mengumumkan bahwa Uniswap v2, v3, dan v4 telah dideploy di jaringan MegaETH.

Langkah ini menandai dimulainya babak baru bagi MegaETH dalam membangun fondasi likuiditas dan aktivitas perdagangan on-chain.

Deploy lintas tiga versi sekaligus menunjukkan bahwa integrasi ini bukan sekadar uji coba terbatas, melainkan kesiapan penuh untuk mendukung berbagai kebutuhan trader, liquidity provider (LP), dan developer DeFi.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 11 November 2025: Uniswap Pimpin Reli Altcoin!

Uniswap Hadir Lengkap di MegaETH

Dengan hadirnya seluruh lini protokol Uniswap, pengguna MegaETH kini dapat menikmati fitur yang telah teruji di berbagai jaringan:

  • Uniswap v2 dengan model AMM klasik yang sederhana dan stabil.
  • Uniswap v3 dengan fitur concentrated liquidity yang meningkatkan efisiensi modal.
  • Uniswap v4 yang membawa arsitektur modular dan fitur hooks untuk kustomisasi pool.

Kombinasi ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembang dan proyek token baru yang ingin meluncurkan likuiditas di MegaETH.

Deploy multi-versi seperti ini biasanya menjadi indikator bahwa jaringan tersebut telah memenuhi standar teknis dan keamanan untuk menampung volume perdagangan yang lebih besar.

Sinyal Ekosistem Siap Tumbuh

Tim Research Tokocrypto menilai kehadiran Uniswap sebagai sinyal kuat bahwa MegaETH sedang bersiap memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif.

“Deploy Uniswap lintas versi biasanya jadi sinyal ekosistem siap menampung likuiditas dan aktivitas swap yang lebih luas. Jika MegaETH benar-benar mengejar performa ‘real-time’, integrasi DEX blue-chip seperti Uniswap bisa jadi katalis untuk bootstrapping pengguna, pool likuiditas awal, dan developer traction,” ujar tim research Tokocrypto.

Menurut mereka, likuiditas adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem DeFi. Tanpa DEX besar, jaringan baru cenderung kesulitan menarik proyek dan pengguna dalam jumlah signifikan.

Dampak terhadap Likuiditas dan Aktivitas On-Chain

Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Uniswap (UNI/USDT) pada Kamis, 12 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kehadiran Uniswap berpotensi mempercepat pertumbuhan beberapa metrik penting MegaETH, seperti peningkatan Total Value Locked (TVL), lonjakan volume perdagangan harian, pertumbuhan jumlah wallet aktif, hingga bertambahnya jumlah pool likuiditas.

Dalam banyak kasus sebelumnya, deploy Uniswap di jaringan baru sering kali diikuti dengan program insentif likuiditas untuk menarik LP dan trader awal.

Jika strategi ini diterapkan, MegaETH bisa mengalami fase bootstrap yang cepat. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kualitas infrastruktur dan stabilitas jaringan.

Peran Uniswap v4 dan Potensi Inovasi

Uniswap v4 menjadi sorotan karena membawa fitur hooks yang memungkinkan pengembang menambahkan logika khusus di dalam pool likuiditas.

Hal ini membuka peluang inovasi seperti Dynamic fee model, integrasi limit order, strategi DeFi otomatis, dan mekanisme insentif khusus.

Jika MegaETH mampu menghadirkan eksekusi transaksi berlatensi rendah seperti yang dijanjikan, kombinasi performa tinggi dan fleksibilitas v4 bisa menciptakan pengalaman trading yang lebih responsif.

Ini berpotensi menarik proyek eksperimental dan developer yang ingin membangun produk DeFi generasi baru.

Persaingan di Lanskap Layer Baru

MegaETH memasuki pasar yang semakin kompetitif, di mana berbagai jaringan berlomba menawarkan skalabilitas, biaya rendah, dan throughput tinggi.

Dalam konteks ini, kolaborasi dengan protokol blue-chip seperti Uniswap menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas.

Integrasi ini juga memperkuat narasi bahwa MegaETH ingin menjadi rumah bagi aktivitas DeFi skala besar, bukan sekadar jaringan alternatif.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Untuk mempertahankan likuiditas dan pengguna, jaringan harus memastikan keamanan smart contract, stabilitas node, serta dukungan developer yang berkelanjutan.

Baca Juga: Harga Uniswap (UNI) Naik 43%, Dampak Instan Aktivasi Peralihan Biaya

Resminya Uniswap v2, v3, dan v4 di MegaETH menjadi tonggak penting dalam perkembangan ekosistem jaringan tersebut.

Integrasi ini membuka peluang percepatan likuiditas, peningkatan volume swap, dan pertumbuhan aplikasi DeFi.

Seperti disampaikan Tim Research Tokocrypto, deploy lintas versi Uniswap sering kali menjadi sinyal kesiapan ekosistem untuk berkembang lebih luas.

Kini, pasar akan mengamati apakah MegaETH mampu memanfaatkan momentum ini untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com