Tag Archives: xrp

Prediksi Gila XRP: Analis Yakin Harga Bisa Tembus $100

Pasar kripto kembali memanas setelah pernyataan mengejutkan dari analis ternama 24HrsCrypto yang menegaskan bahwa XRP menuju harga 3 digit—ya, $100 per koin—bukanlah fantasi, melainkan hasil matematika, likuiditas global, dan kesabaran investor.

Sementara sebagian besar altcoin masih berjuang menghadapi tekanan bearish, XRP selama beberapa bulan terakhir berkutat di area $2, bahkan baru-baru ini turun menjadi $1,92. Dengan jarak lebih dari 5.100% menuju target $100, banyak pelaku pasar menganggap ini mustahil. Namun, tidak bagi para analis yang percaya bahwa fase besar XRP baru saja mulai terbentuk.

“$100 XRP Bukan Mimpi” — Analis Ingatkan Dasarnya: Matematikanya Masuk Akal

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dalam postingannya di X, 24HrsCrypto menyatakan:

“Rest assured, $100 XRP is not a dream. It’s math, liquidity, and patience.”

Pernyataan ini bukan sekadar motivasi. Ia menegaskan bahwa kalkulasi pasar, arus likuiditas global, dan utilitas XRP adalah fondasi yang membuat target fantastis ini tetap realistis.

Prediksi agresif terhadap XRP bukan hal baru. Sejak September, pendiri Black Swan Capitalist, Versan Aljarrah, mengatakan bahwa reli menuju $100 bisa dimulai dari akumulasi besar-besaran oleh institusi. Meski saat ini harga turun, keyakinan itu tidak padam.

Baca juga: XRP Bangkit dari Abu! ETF Spot Bikin Harga Langsung Melonjak 9%

Jika Bitcoin Bisa $1,5 Juta, Mengapa XRP Tak Bisa $100?

Dilaporkan The Crypto Basic, sebagai pembanding, 24HrsCrypto menyinggung prediksi berani Cathie Wood dari Ark Invest yang memproyeksikan Bitcoin bisa mencapai $1,5 juta pada 2030. Jika BTC bisa naik dari harga di bawah $85.000 ke level jutaan dolar, menurutnya XRP pun memiliki probabilitas naik ke $100.

Ia memberikan ilustrasi investasi sederhana:

  • Investasi $5.000 pada Bitcoin → potensi hasil sekitar $89.000
  • Investasi $5.000 pada XRP → potensi hasil sekitar $259.000

Menurutnya, perbedaan hasil ini terjadi karena sumber pertumbuhan nilai kedua aset tersebut berbeda.

XRP: Pertumbuhan dari Utility, Bukan Sekadar Hype

Menurut analis ini, Bitcoin bertumbuh terutama karena spekulasi investor. Sementara itu, XRP bertumbuh karena utility, permintaan settlement, likuiditas lintas negara, dan penggunaan di dunia nyata.

Ia menegaskan bahwa XRP adalah aset yang dibangun untuk penyelesaian transaksi global, bukan semata instrumen spekulatif. Karena itu, nilai XRP ke depan sangat dipengaruhi oleh adopsi utility, bukan hanya sentimen pasar.

Prediksi Lain dari 24HrsCrypto

24HrsCrypto dikenal sebagai salah satu analis yang konsisten mendorong narasi XRP menuju $100.
Pada Oktober, ia menyatakan bahwa “sesuatu yang besar” sedang menuju XRP.
Di awal bulan yang sama, ia kembali memprediksi bahwa XRP bisa mencapai $100 sebelum 2030, bahkan menambahkan bahwa timeline itu bisa saja terjadi lebih cepat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Bangkit dari Abu! ETF Spot Bikin Harga Langsung Melonjak 9%

XRP kembali mencuri panggung pasar kripto. Harga token melonjak lebih dari 9% ke level $2.27 pada Senin (24/11) malam setelah dua raksasa keuangan global, Franklin Templeton dan Grayscale, resmi meluncurkan produk Spot ETF XRP. Langkah ini menandai babak baru bagi XRP, yang sebelumnya terhambat oleh ketidakpastian regulasi.

Kabar ini membuat XRP kembali menjadi pusat perhatian investor institusional dan ritel, sekaligus menandai momen penting pasca penyelesaian sengketa Ripple dengan SEC pada awal 2025.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Gelombang Spot ETF Menandai Kematangan Pasar XRP

Franklin Templeton, pengelola aset senilai 1.69 triliun dolar, resmi merilis Franklin XRP ETF (XRPZ) di NYSE Arca. ETF ini menawarkan eksposur XRP berbasis grantor trust yang mengikuti CME CF XRP-Dollar Reference Rate. Coinbase Custody ditunjuk sebagai kustodian sementara BNY Mellon sebagai administrator produk.

Diluncurkannya produk ini memberi investor cara yang lebih mudah dan transparan untuk mengikuti performa XRP tanpa harus membeli kriptonya secara langsung. David Mann, direktur ETF Franklin Templeton, menyebut XRP sebagai aset fundamental untuk infrastruktur penyelesaian global.

Tak mau ketinggalan, Grayscale juga merilis GXRP dengan periode nol biaya untuk menarik investor. Sementara itu Bitwise sebelumnya melaporkan inflow awal mencapai 100 juta dolar untuk ETF XRP mereka. Serangkaian peluncuran ETF dalam waktu berdekatan ini menunjukkan bahwa manajer aset telah menunggu regulasi yang jelas, yang akhirnya datang dari SEC pada 2025.

Akhir Drama Regulasi: Wall Street Resmi Masuk

Dilaporkan BeInCrypto, Ripple menyelesaikan kasusnya dengan SEC pada Mei 2025 lewat pembayaran 125 juta dolar. Tanpa pengakuan bersalah, Ripple sepakat membayar 50 juta dolar langsung kepada SEC dan sisanya berasal dari escrow. Penyelesaian ini mengakhiri ketidakpastian yang selama bertahun-tahun membayangi XRP.

Keikutsertaan Franklin Templeton menjadi sinyal kepercayaan besar bagi pasar, menegaskan narasi bahwa XRP bukan sekadar aset spekulatif tetapi memiliki utilitas kuat dalam pembayaran global.

Meski begitu, prospektus ETF tetap mencantumkan sejumlah risiko seperti volatilitas tinggi, minimnya diversifikasi, dan ketidakpastian regulasi di luar Amerika Serikat.

Teknologi XRP yang Makin Dilirik Institusi

XRP berjalan di atas XRP Ledger (XRPL), jaringan terdesentralisasi yang dirancang khusus untuk penyelesaian pembayaran cepat. Dengan waktu transaksi 3–5 detik dan biaya sangat rendah, XRPL telah memproses lebih dari 3.3 miliar transaksi.

Efisiensi energi, kecepatan, serta skalabilitas membuat banyak institusi mempertimbangkan XRP sebagai alternatif masa depan untuk menggantikan SWIFT dan sistem pembayaran lintas negara konvensional.

Grayscale dan Franklin Templeton dalam dokumen mereka menekankan peran XRP sebagai jembatan mata uang dan solusi pembayaran yang dapat diskalakan. Hal ini membedakan XRP dari Bitcoin, yang lebih dikenal sebagai penyimpan nilai.

Peningkatan open interest di pasar futures XRP juga menunjukkan partisipasi aktif dari trader institusional dan ritel, memperkuat momentum bullish saat ini.

Dimensi Geopolitik dan Spekulasi Keterlibatan China

Sejumlah analis memperkirakan XRP dapat memainkan peran kunci pada jaringan pembayaran lintas negara yang sedang dibangun di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika. Black Swan Capitalist bahkan mengaitkan paparan tidak langsung China terhadap XRP melalui BRICS New Development Bank dan raksasa fintech Jepang, SBI Holdings.

Meski begitu, adopsi langsung dari China masih terbatas akibat kebijakan negeri tersebut yang ketat terhadap aset digital.

BRICS Business Council dalam rekomendasi April 2025 mendorong pengembangan sistem pembayaran digital lintas batas, selaras dengan desain XRPL meski tidak menyebutkan XRP secara spesifik. Sementara itu, bank sentral Eropa turut membahas infrastruktur pembayaran lintas wilayah melalui Project Nexus, yang dirancang untuk menghubungkan sistem pembayaran Asia dan Eropa.

Semua ini menggarisbawahi relevansi global dari teknologi XRP dalam lanskap pembayaran modern.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Open Interest XRP Anjlok, Tanda Trader Mulai Menyerah?

Aktivitas spekulatif pada pasar derivatif XRP terlihat mulai menurun setelah sebelumnya melonjak saat harga aset tersebut mendekati puncaknya pada Juli 2025. Data terbaru menunjukkan penurunan tajam pada open interest di berbagai bursa kripto besar, disertai gelombang likuidasi yang menekan trader berleverage.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar mulai mengurangi eksposur risiko dan lebih berhati-hati dalam membuka posisi baru di tengah ketidakpastian pasar kripto.

Open Interest XRP Turun di Berbagai Bursa

DIlaporkan Crypto Quant, open interest merupakan indikator yang mengukur total nilai kontrak futures yang masih terbuka di pasar. Metrik ini sering digunakan untuk melihat seberapa besar minat trader dalam melakukan perdagangan derivatif.

Data terbaru menunjukkan bahwa open interest XRP turun signifikan di hampir seluruh platform derivatif utama. Meski demikian, Binance masih menjadi bursa dengan open interest terbesar sekitar US$222 juta.

Di posisi kedua terdapat Bybit dengan sekitar US$195 juta. Walaupun angka ini masih lebih tinggi dibandingkan level terendah pada 2024, nilainya jauh di bawah puncak yang tercapai pada pertengahan 2025 ketika harga XRP mencapai level tertinggi dalam siklus pasar tersebut.

Penurunan open interest biasanya menandakan bahwa banyak trader menutup posisi mereka dan mulai menghindari penggunaan leverage yang tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data pada gambar juga menunjukkan dominasi likuidasi long, baik dari sisi jumlah maupun ukuran, yang berarti trader bullish dipaksa keluar lebih agresif dibanding short.

“Secara onchain dan derivatif, kombinasi penurunan open interest dan dominasi long liquidations ini menandakan XRP sedang bergeser ke lingkungan leverage yang lebih rendah dan sentimen pasar yang lebih hati-hati,” tuturnya.

Baca juga: $50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

Likuidasi Long Mendominasi Pasar

Selain penurunan open interest, data juga menunjukkan terjadinya gelombang likuidasi pada pasar derivatif XRP.

Likuidasi terjadi ketika posisi trader yang menggunakan leverage kehilangan jaminan akibat pergerakan harga yang cepat, sehingga posisi tersebut ditutup secara otomatis oleh bursa.

Dalam periode terbaru, likuidasi posisi long terlihat lebih dominan dibandingkan posisi short, baik dari sisi jumlah maupun nilai.

Dominasi likuidasi long sering kali mendorong funding rate turun ke level netral atau bahkan negatif, yang mencerminkan meningkatnya sentimen bearish di pasar derivatif.

Trader Mulai Kurangi Leverage

Kombinasi antara penurunan open interest dan dominasi likuidasi long menunjukkan bahwa pasar derivatif XRP sedang bergerak menuju lingkungan dengan leverage yang lebih rendah.

Kondisi ini menandakan bahwa trader semakin berhati-hati dan mengurangi posisi spekulatif agresif setelah periode volatilitas tinggi sebelumnya.

Dengan berkurangnya penggunaan leverage, pergerakan harga XRP dalam jangka pendek kemungkinan akan lebih dipengaruhi oleh permintaan di pasar spot dibandingkan aktivitas spekulatif di pasar derivatif.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

$50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

XRP kembali berada di bawah tekanan setelah data on-chain menunjukkan sebagian besar pemegang token tersebut masih berada dalam posisi rugi. Kondisi ini membuat reli harga sulit berlanjut karena banyak investor cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka.

Data terbaru menunjukkan sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada di posisi rugi secara tidak terealisasi, menandakan tekanan jual yang masih cukup besar di pasar.

Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Rugi

Menurut data Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP saat ini berada dalam kondisi rugi berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dihitung dalam nilai dolar, kerugian tidak terealisasi tersebut mencapai sekitar US$50,8 miliar.

Situasi ini membuat banyak pemegang aset berada “di bawah air” atau membeli pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Ketika harga mencoba naik, sebagian investor cenderung menjual untuk mengurangi kerugian atau keluar mendekati titik impas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP kesulitan mempertahankan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Sepanjang tahun ini, harga XRP telah turun sekitar 26% dan merosot sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat turun dari sekitar US$1,37 ke US$1,33 sebelum kembali stabil di kisaran US$1,35.

Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Level $1,44 Jadi Batas Penting Pasar

Dilaporkan Crypto Slate, salah satu level yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$1,44, yang merupakan realized price XRP atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi.

Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

Indikator lain juga menunjukkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase kerugian. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP masih berada di bawah angka 1, yang berarti koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

Selain itu, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah.

“Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound,” jelasnya.

Tekanan Jual Masih Dominan

Di sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir.

Data SoSoValue menunjukkan produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, produk investasi XRP juga mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini menurut CoinShares.

Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga menurun. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025.

Penurunan open interest biasanya menandakan trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur terhadap aset tersebut.

Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda melambat.

Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

Di saat yang sama, jumlah wallet yang aktif melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025.

Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

Dengan kombinasi pasokan yang masih banyak berada dalam posisi rugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang menurun, XRP saat ini berada dalam fase yang menantang.

Meski demikian, reli harga tetap memungkinkan terjadi jika permintaan baru mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

Tekanan Jual Masih Mendominasi

Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP Bergerak Lemah

Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

Potensi Tekanan Harga Berlanjut

Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

Pergerakan Harga XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

Harga XRP masih berada dalam tren penurunan sepanjang 2026 dan belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Dalam beberapa minggu terakhir, aset kripto ini bergerak dalam fase konsolidasi di antara level harga penting.

Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35, terjebak dalam rentang antara support US$1,34 dan resistance US$1,47. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat dan membuat pergerakan harga relatif terbatas.

Indikator MVRV Tunjukkan Tekanan Pasar

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Extreme Ratio, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi aset.

Data menunjukkan rasio MVRV XRP berada di bawah level 1,0 sekitar 15% dari hari perdagangan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa aset berada dalam kondisi undervalued, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum pasar.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, kondisi ini dapat memicu pemulihan jangka pendek. Namun dalam situasi pasar yang lemah, rasio MVRV rendah juga dapat diikuti penurunan harga lebih lanjut.

Baca juga: XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

Sentimen Pasar Masih Lemah

Selain indikator valuasi, tekanan juga terlihat dari perubahan momentum pasar secara keseluruhan.

Data Exchange Net Position Change menunjukkan peningkatan arus masuk XRP ke bursa. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal meningkatnya potensi penjualan karena investor memindahkan aset ke bursa untuk diperdagangkan.

Ketika arus masuk ke bursa meningkat sementara permintaan melemah, tekanan jual di pasar biasanya ikut meningkat.

Kombinasi antara rendahnya momentum beli dan meningkatnya aktivitas penjualan membuat prospek jangka pendek XRP masih terlihat terbatas.

Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa menjadi bantalan, tapi jika mereka mulai distribusi, penurunan bisa tajam karena pasokan efektif terpusat.

“Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning,” jelasnya.

Level Harga Penting XRP

Dari sisi teknikal, level US$1,34 menjadi support penting yang telah beberapa kali diuji. Jika level ini ditembus, harga XRP berpotensi turun ke sekitar US$1,21.

Penurunan tersebut dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

Sebaliknya, jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, XRP berpeluang menembus resistance di US$1,47.

Jika berhasil melewati level tersebut, harga dapat bergerak menuju US$1,58 dan bahkan membuka peluang menuju area US$1,70.

Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta kekuatan permintaan dari investor.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

Data cadangan XRP di bursa Binance menunjukkan penurunan tajam sejak puncaknya pada 2025. Nilai cadangan XRP yang sebelumnya sempat melampaui US$10 miliar kini turun menjadi sekitar US$3,9 miliar per 6 Maret, memunculkan spekulasi apakah pasar telah mendekati titik terendah harga.

Cadangan bursa sering digunakan sebagai indikator untuk membaca perubahan dinamika suplai dan likuiditas di pasar kripto. Pergerakan besar aset masuk atau keluar dari bursa dapat mencerminkan perubahan perilaku investor serta potensi tekanan jual di pasar.

Cadangan XRP di Binance Turun Tajam

Data aliran harian XRP di Binance menunjukkan nilai cadangan aset tersebut kini berada di kisaran US$3,9 miliar. Metrik ini tidak hanya mencerminkan jumlah token XRP yang tersimpan di bursa, tetapi juga memperhitungkan harga pasar XRP saat itu.

Dengan demikian, perubahan nilai cadangan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah token XRP yang berada di Binance serta harga XRP di pasar.

Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance sempat mencapai lebih dari US$10 miliar, menandai periode ketika likuiditas XRP di bursa berada pada level tertinggi.

Namun setelah periode tersebut, harga XRP mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 60% dan sempat berada di bawah level US$1,35.

Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

“Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” ungkapnya.

Cadangan Bursa Jadi Indikator Tekanan Jual

Dalam analisis pasar kripto, cadangan aset di bursa sering dianggap sebagai indikator potensi suplai yang siap diperdagangkan.

Dilaporkan Crypto Quant, jika jumlah aset di bursa meningkat, kondisi ini dapat menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi karena lebih banyak aset tersedia untuk dijual.

Sebaliknya, penurunan cadangan dapat mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi atau cold storage, yang berarti jumlah aset yang tersedia untuk dijual di pasar menjadi lebih sedikit.

Kondisi ini dapat mengurangi tekanan jual jika permintaan tetap stabil.

Sinyal Potensi Perubahan Tren

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan cadangan XRP di Binance ke level US$3,9 miliar dapat menandakan perubahan struktur suplai di pasar. Jika tren penarikan aset dari bursa terus berlanjut, jumlah XRP yang tersedia untuk dijual bisa semakin terbatas.

Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami penyesuaian jika permintaan pasar tetap terjaga.

Meski demikian, analis menilai data cadangan bursa perlu dilihat bersama indikator pasar lain, termasuk sentimen investor, arus dana institusional, serta kondisi makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Siap Tembus US$1,95, Arus Dana ETF Masuk 5 Hari Berturut-turut

Harga XRP menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut setelah mencatat penguatan 5,5% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 3% dalam sepekan. Aset kripto tersebut saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,40 dan mulai menunjukkan sinyal teknikal yang mengarah pada potensi breakout menuju US$1,95.

Analis menilai momentum ini didukung oleh meningkatnya permintaan institusional, khususnya melalui produk investasi berbasis XRP seperti exchange-traded funds (ETF) dan exchange-traded products (ETP).

Arus Dana ETF Terus Mengalir

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CoinShares menunjukkan produk investasi XRP mencatat arus masuk sebesar US$106,8 juta sepanjang Februari dan tambahan US$1,9 juta pada pekan yang berakhir 27 Februari.

Secara keseluruhan, produk investasi XRP telah mencatat arus masuk bersih sekitar US$153 juta sepanjang 2026 dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai sekitar US$2,4 miliar.

Sementara itu, ETF XRP spot mencatat arus masuk selama lima hari berturut-turut. Pada Selasa saja, dana masuk mencapai US$7,53 juta, mendorong total inflow kumulatif hampir mencapai US$1,25 miliar dengan AUM sekitar US$1 miliar.

Kondisi ini menunjukkan minat investor institusi terhadap XRP masih kuat meskipun harga aset tersebut sempat turun sekitar 25% sepanjang tahun ini.

Analis kripto Xaif Crypto menyebut arus masuk dana tersebut menjadi sinyal bahwa permintaan institusional terhadap XRP belum menunjukkan tanda-tanda melemah.

Baca juga: Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

Sinyal Breakout Menuju US$1,95

Dari sisi teknikal, grafik harian XRP menunjukkan pola symmetrical triangle yang biasanya mengindikasikan potensi pergerakan harga signifikan setelah fase konsolidasi.

Untuk menjaga momentum bullish, harga XRP perlu menutup perdagangan di atas garis tren atas pola tersebut di area US$1,40 yang juga bertepatan dengan exponential moving average (EMA) 200 minggu.

Jika penutupan mingguan mampu bertahan di atas level US$1,55, momentum kenaikan dinilai akan semakin kuat.

Target harga dari pola ini diperkirakan berada di sekitar US$1,95, atau sekitar 38% lebih tinggi dari level harga saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi minat institusional yang tetap stabil meskipun harga terkoreksi 25% tahun ini menandakan akumulasi strategis di level bawah.

“Penutupan mingguan di atas EMA 200 ($1,40) akan menjadi kunci pergeseran momentum jangka panjang,” analisanya.

Level Kunci yang Dipantau

Dalam jangka pendek, level resistance terdekat berada di sekitar US$1,43. Jika level ini berhasil ditembus, harga XRP berpotensi naik menuju US$1,50.

Selain itu, penutupan harian di atas EMA 20 hari di kisaran US$1,42 akan memperkuat sinyal perubahan struktur harga dan membuka peluang kenaikan menuju simple moving average (SMA) 50 hari di sekitar US$1,63.

Dengan kombinasi arus dana institusional yang kuat dan sinyal teknikal yang mendukung, pelaku pasar kini memantau apakah XRP mampu mempertahankan momentum untuk melanjutkan reli menuju target berikutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

Perusahaan blockchain asal AS, Ripple, kembali memperkuat posisinya di sektor pembayaran global dengan memperluas kapabilitas platformnya.

Dalam pembaruan terbaru, Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, serta automated payout capabilities guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset kripto bagi klien enterprise.

Langkah ini menandai transformasi strategis Ripple dari sekadar penyedia solusi remitansi lintas negara menjadi penyedia ekosistem keuangan terpadu berbasis blockchain.

Baca Juga: Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

Dari Remittance ke Infrastruktur Keuangan Terpadu

Selama bertahun-tahun, Ripple dikenal luas melalui solusi pembayaran lintas batas yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi internasional.

Namun, dengan ekspansi terbaru ini, perusahaan mulai merambah layanan yang lebih komprehensif.

Menurut laporan Cryptobriefing, integrasi custody memungkinkan institusi menyimpan aset kripto secara aman dalam infrastruktur terkelola.

Sementara itu, fitur liquidity management membantu perusahaan mengoptimalkan ketersediaan dana di berbagai yurisdiksi dan mata uang digital.

Fitur automated payout capabilities melengkapi sistem dengan kemampuan distribusi dana secara otomatis, yang dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi operasional.

Fokus pada Kebutuhan Enterprise

Ekspansi ini secara jelas menyasar pasar institusional dan korporasi besar yang membutuhkan solusi terpadu untuk mengelola aset kripto secara aman dan efisien.

Bagi perusahaan multinasional, pengelolaan likuiditas lintas negara menjadi tantangan besar.

Dengan adanya sistem manajemen likuiditas terintegrasi, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional sekaligus memanfaatkan kecepatan transaksi blockchain.

Layanan custody juga menjadi faktor krusial, mengingat keamanan aset digital merupakan prioritas utama bagi institusi.

Dengan menyediakan solusi penyimpanan yang sesuai standar enterprise, Ripple berupaya meningkatkan kepercayaan institusional terhadap adopsi aset kripto.

Potensi Dampak terhadap XRP

Ekspansi platform ini juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap utilisasi XRP.

Sebagai aset digital yang digunakan dalam ekosistem Ripple untuk likuiditas dan penyelesaian transaksi, peningkatan penggunaan platform dapat mendorong permintaan XRP secara tidak langsung.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan arah strategis Ripple yang semakin luas.

“Ekspansi platform ini menunjukkan bahwa Ripple bergerak melampaui sekadar remittance menuju ekosistem keuangan terpadu. Jika berhasil, ini bisa meningkatkan utilisasi XRP dan menarik lebih banyak institusi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Artinya, keberhasilan integrasi layanan baru ini dapat memperluas basis klien sekaligus meningkatkan aktivitas dalam jaringan Ripple.

Tantangan dan Peluang

Meski prospeknya positif, Ripple tetap menghadapi sejumlah tantangan.

Persaingan di sektor infrastruktur blockchain untuk enterprise semakin ketat, dengan banyak perusahaan lain menawarkan solusi serupa dalam hal custody dan manajemen likuiditas.

Selain itu, adopsi institusional masih sangat bergantung pada kepastian regulasi dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

Namun, jika Ripple mampu memanfaatkan reputasi dan jaringan globalnya untuk mendorong integrasi lebih luas, perusahaan berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.

Indikator yang Perlu Dipantau

Untuk menilai dampak nyata ekspansi ini, pelaku pasar dapat memantau beberapa indikator utama.

Dimulai dengan peningkatan jumlah klien enterprise yang menggunakan platform Ripple, juga dengan memantau lonjakan volume transaksi dan penyelesaian lintas negara.

Pertumbuhan utilisasi XRP dalam proses likuiditas dan settlement pun tak luput dari pantauan, serta memperhatikan integrasi tambahan dengan institusi keuangan global.

Jika metrik-metrik tersebut menunjukkan tren positif, ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

Langkah Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, dan automated payout menandai evolusi penting dalam strategi bisnisnya.

Perusahaan kini tidak hanya fokus pada remitansi, tetapi membangun ekosistem keuangan digital yang lebih komprehensif untuk kebutuhan enterprise.

Apabila implementasi berjalan optimal dan adopsi institusional meningkat, ekspansi ini berpotensi mendorong utilisasi XRP sekaligus memperkuat posisi Ripple di industri blockchain global.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada seberapa cepat layanan baru ini diadopsi serta dampaknya terhadap pertumbuhan volume dan aktivitas jaringan Ripple secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

Likuiditas XRP di bursa kripto Binance dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari XRP Binance 30-Day Liquidity Index menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan relatif terhadap suplai yang tersedia di platform tersebut.

Indeks likuiditas saat ini berada di sekitar 0,097, sementara tingkat turnover 30 hari tercatat sekitar 7,02 miliar XRP. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan perlambatan aktivitas perdagangan XRP di salah satu bursa terbesar dunia.

Penurunan Aktivitas Sejak 2025

Dilaporkan BeInCrypto, indeks ini mengukur rasio antara volume perputaran token selama 30 hari dengan total suplai yang tersedia di platform. Dengan metode tersebut, indikator mampu menggambarkan tingkat aktivitas perdagangan relatif terhadap cadangan aset di bursa.

Pada periode 2022 hingga 2024, indeks likuiditas XRP sempat menunjukkan lonjakan kuat dengan nilai yang melampaui angka 3. Saat itu, volume turnover bahkan mendekati 180 hingga 240 miliar XRP.

Fase tersebut mencerminkan lingkungan perdagangan yang sangat aktif dengan spekulasi tinggi dan likuiditas yang kuat di pasar.

Namun kondisi mulai berubah sepanjang 2025. Aktivitas perdagangan mengalami penurunan bertahap, membuat indeks likuiditas turun di bawah 1 dan akhirnya mencapai level sangat rendah seperti saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, likuiditas yang rendah bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

“Jika holder mulai distribusi, harga bisa mengalami tekanan jual signifikan,” katanya.

Baca juga: 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

Sensitivitas Harga Bisa Meningkat

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan likuiditas tidak selalu berarti harga akan langsung melemah. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan perputaran suplai di bursa sedang menurun.

Dalam lingkungan likuiditas rendah, pergerakan harga cenderung menjadi lebih sensitif terhadap arus masuk atau keluar dana dalam jumlah besar. Artinya, transaksi berskala besar dapat memicu perubahan harga yang lebih tajam dibandingkan kondisi pasar yang sangat likuid.

Dengan indeks likuiditas yang kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, pasar XRP dinilai berada dalam fase menunggu. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan turnover melonjak, perubahan tersebut dapat dengan cepat memengaruhi dinamika harga di pasar.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com