6 Minuman Pembakar Lemak buat Bantu Turunkan ‘Body Fat’ dalam Sebulan!


Jakarta

Saat diet menurunkan berat badan, jangan hanya fokus pada pilihan makanan, tapi juga minuman. Pilih minuman dengan nutrisi tepat untuk membantu menurunkan lemak tubuh dalam sebulan!

Banyak orang lupa memerhatikan asupan minuman saat diet, padahal tak kalah penting dari pemilihan makanan. Pilihan minuman yang kurang tepat bakal menghambat penurunan berat badan.

Ahli gizi Terry Tateossian berbicara kepada Eat This, Not That! (2/8/2025), “Kalau tujuan Anda adalah mengecilkan pinggang dan mengurangi lemak tubuh, ini tak hanya tentang makan atau minum lebih sedikit, tapi juga menemukan pilihan minuman yang lebih cerdas.”


Ia melanjutkan, pilihlah minuman yang membantu mengatur gula darah, mengurangi inflamasi, dan mendukung retensi otot ramping. Jenis minuman ini pun masih terbilang mudah ditemukan di pasaran.

Berikut 6 minuman pembakar lemak buat bantu turunkan ‘body fat’ selama sebulan:

1. Teh hijau atau matcha

Cleveland Clinic mengungkap keistimewaan konsumsi teh hijau atau matcha. Dua minuman populer asal Jepang ini terkenal berkat manfaatnya dalam melawan peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, teh hijau mendukung pembakaran kalori.

“Teh hijau mengandung EGCG, senyawa tumbuhan yang dapat mendukung oksidasi lemak. Teh hijau juga bersifat termogenik alami, artinya membantu tubuh Anda membakar lebih banyak kalori saat istirahat, tanpa efek samping seperti yang ditimbulkan kopi,” kata Tateossian.

2. Kaldu tulang

Manfaat Kaldu Tulang untuk Kesehatan KulitKaldu tulang mendukung metabolisme tubuh yang membantu membakar lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto

Sempat jadi tren di media sosial, minum kaldu tulang ternyata memang ada manfaatnya. Khususnya dalam membantu menurunkan berat badan.

Tateossian berujar, “Kaldu tulang kaya akan kolagen, asam amino, dan nutrisi yang mendukung kesehatan usus. Kaldu tulang juga kaya protein tetapi rendah kalori, menjadikannya minuman yang tepat untuk dikonsumsi di sela waktu makan yang mendukung metabolisme, sendi, dan elastisitas kulit seiring Anda membakar lemak.”

3. Teh kayu manis atau teh jahe

Manfaatkan rempah dapur sebagai minuman pembakar lemak tubuh, seperti teh kayu manis atau teh jahe yang gampang diracik. Minuman herbal ini bisa diminum saat malam hari untuk menciptakan sensasi rileks juga.

Tateossian berujar, “Kedua minuman herbal ini mendukung keseimbangan gula darah dan pencernaan, sekaligus menenangkan sistem saraf Anda untuk tidur lebih nyenyak. Tidur yang lebih baik = keseimbangan hormon yang lebih baik = pembakaran lemak yang lebih baik.”

4. Air kelapa

Selain air putih, kamu juga bisa menghidrasi tubuh dengan air kelapa. Pilih yang alami dan tanpa tambahan gula.

“Air kelapa kaya akan kalium dan elektrolit alami, sehingga ideal untuk hidrasi pasca-olahraga atau menahan keinginan makan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan mineral. Ketika tubuh Anda terhidrasi dengan baik di tingkat sel, metabolisme lemak akan lebih efisien,” jelas Tateossian.

5. Protein shake

Protein shakeProtein shake bisa jadi pilihan untuk memangkas lemak tubuh. Foto: Getty Images/PeopleImages

Tidak semua protein shake sehat karena mengandung bahan-bahan yang mengkhawatirkan dan terlalu banyak gula, tapi ada juga yang tergolong sehat. Minum produk ini bantu mengendalikan rasa lapar dan menjaga gula darah tetap stabil. Hal ini sangat penting untuk pembakaran lemak.

Protein shake bagusnya dikonsumsi sore hari ketika energi menurun dan keinginan makan muncul. Minum protein shake dapat mencegah makan berlebih saat makan malam dan bantu mencapai target asupan protein harian tanpa harus makan banyak sumber protein.

6. Cuka apel

Cuka apel tak hanya dapat melancarkan pencernaan dan kesehatan usus, tetapi juga membantu melangsingkan perut. Tateossian mengatakan, “Cuka ini menurunkan lonjakan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang sangat penting untuk pembakaran lemak.”

Untuk konsumsinya, cukup larutkan 1 sendok makan (sdm) cuka apel dalam air. Konsumsi sebelum makan untuk merasakan perbedaannya. Namun jika timbul efek samping di lambung, lebih baik dihentikan.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Belum Banyak yang Tahu, 12 Makanan Ini Tidak Cocok Dimakan Bareng Pepaya


Jakarta

Pepaya, buah tropis yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Tekstur daging buahnya yang empuk dengan rasa manis asam membuat pepaya jadi favorit. Namun, konsumsinya jangan sembarangan.

Dikutip dari WebMD, pepaya adalah buah kaya nutrisi, seperti vitamin C, folat, vitamin A, serat, tembaga, magnesium, kalium, dan asam pantotenat.

Manfaat konsumsinya pun banyak, antara lain mencegah sakit jantung, baik untuk pencernaan, meningkatkan imunitas, dan berpotensi melindungi dari kanker prostat.


Namun jika pepaya dikonsumsi dengan makanan tertentu bisa menyebabkan masalah pencernaan. Berikut 12 makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan pepaya, seperti dirangkum dari laman Food NDTV dan Times of India:

1. Pepaya Mentah dan Pepaya Matang

Jika ada bagian pepaya yang belum matang, makanlah hanya pada bagian pepaya yang sudah matang. Pepaya mentah mengandung konsentrasi lateks yang lebih tinggi. Lateks bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan mulut, terutama pada orang yang sensitif pada alergi lateks.

2. Produk Susu

Pepaya juga bisa menyebabkan masalah pencernaan dan kram perut jika dicampur dengan produk susu seperti susu, mentega, keju, atau yoghurt. Pepaya mengandung enzim yang dapat menyebabkan susu sulit dicerna.

3. Mentimun

Mentimun ketika dikonsumsi bersama pepaya akan menyebabkan perut kembung, kram perut, bahkan diare. Hal ini karena mentimun memiliki kandungan air yang tinggi. Demikian juga pepaya, maka bisa menyebabkan kandungan air berlebihan di dalam tubuh.

4. Buah Anggur

Makan buah anggur bersama pepaya dapat menyebabkan keasaman dan gas karena anggur bersifat sangat asam. Ketika dikombinasikan dengan pepaya, asam dari anggur bisa menyebabkan iritasi.

5. Makanan yang Digoreng

Makan pepaya bersama makanan yang digoreng seperti ayam goreng atau kentang goreng dapat menyebabkan iritasi lambung. Makanan yang digoreng mengandung tinggi lemak, sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan pada perut ketika dicampur pepaya.

6. Produk Kedelai

Produk kedelai mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan nutrisi dalam pepaya. Akhirnya paduan keduanya dapat mempengaruhi pencernaan secara keseluruhan. Produk kedelai mencakup susu kedelai, tempe atau tahu.

7. Teh

Pepaya juga tidak baik dikonsumsi bersama teh, terutama teh hitam atau hijau. Pepaya mengandung enzim papain yang baik untuk pencernaan. Namun kandungan tanin dan kafein dalam teh dapat menghambat aktivitas enzim pencernaan seperti papain, sehingga bisa mengurangi efektivitasnya.

8. Buah jeruk

Buah jeruk dan keluarganya, buah citrus, dapat meningkatkan keasaman dan menyebabkan masalah pencernaan jika dikonsumsi bersama pepaya. Sebab keduanya mengandung vitamin C yang tinggi. Akibatnya bisa terjadi refluks asam, mulas, dan iritasi lambung.

9. Tomat

Tomat juga sama. Kandungan vitamin C yang tinggi bisa menyebabkan masalah pencernaan ketika dikonsumsi bersama pepaya. Akibatnya dapat menyebabkan refluks asam dan mulas.

10. Makanan Pedas

Kombinasi makanan pedas dan pepaya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kram perut, hingga diare. Makanan pedas dapat mengakibatkan iritasi pada lapisan perut, sementara pepaya dikenal melancarkan pencernaan, sehingga ini bisa mengganggu pencernaan.

11. Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi seperti asinan kubis, kimchi, atau acar mengandung probiotik dan enzim yang dapat berinteraksi dengan enzim pepaya. Kombinasi pepaya da makanan fermentasi bisa mengganggu pencernaan.

12. Makanan Tinggi Protein

Pepaya mengandung enzim yang bisa memecah protein. Jika kamu makan makanan berprotein tinggi tertentu, seperti daging, ikan, atau tahu dalam jumlah besar, maka bisa menimbulkan masalah pencernaan.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Terlihat Sehat, Tapi… Teh Hijau Tidak untuk Dikonsumsi 5 Orang Ini


Jakarta

Teh hijau semakin banyak diminati oleh pelaku hidup sehat. Namun, tak semua orang cocok konsumsi teh hijau. Kenali kelompok orang yang berpotensi alami efek samping usai minum teh hijau.

Teh hijau dikenal menyehatkan dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Rasanya yang cenderung ringan dan menyegarkan juga menjadi alasan lain teh hijau digemari.

Teh hijau bahkan jadi minuman andalan para pelaku diet. Ini karena kandungan senyawa katekin dan EGCG yang dapat membantu meningkatkan metabolisme, membakar lemak, dan mengendalikan nafsu makan.


Selain itu, teh hijau juga rendah kalori. Jadi, bisa menjadi alternatif minuman yang lebih sehat dibandingkan minuman manis seperti es teh, jus kemasan, atau minuman soda.

Namun konsumsi teh hijau juga perlu diwaspadai. Minuman ini tak cocok untuk semua kelompok berkat efek samping yang mungkin ditimbulkan dari senyawa kafein, tannin, dan katekin di dalamnya.

Dikutip dari Times of India (8/8/2025), inilah 5 kelompok orang yang tidak disarankan minum teh hijau, apalagi jika terlalu banyak dan diminum dalam kondisi perut kosong:

1. Orang yang punya asam lambung

Kalau kamu punya perut sensitif atau asam lambung, maka waspadai konsumsi teh hijau. Minum jenis teh ini bisa meningkatkan produksi asam lambung karena kandungan tannin-nya.

Efek sampingnya yaitu perut kembung, sembelit, hingga gejala asam lambung yang parah. Terlebih jika teh hijau dikonsumsi saat perut kosong. Jadi, disarankan minum teh hijau setelah makan atau di antara waktu makan.

2. Penderita anemia

Ilustrasi teh hijauPenderita anemia tidak disarankan minum teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

Teh hijau bisa menghambat kemampuan tubuh menyerap zat besi nonheme yang kerap ditemukan pada makanan nabati, telur, dan olahan susu. Bagi mereka yang anemia atau sudah kekurangan zat besi, maka efeknya bakal lebih buruk.

Untuk menghindari hal ini, sangat disarankan minum teh hijau di antara waktu makan. Jangan menjadikannya minuman pendamping saat makan. Jangan lupa tambahkan sumber vitamin C pada makanan untuk bantu penyerapan zat besi.

3. Ibu hamil dan menyusui

Ilustrasi Ibu Hamil SakitIbu hamil sebaiknya tidak minum teh hijau karena meningkatkan risiko keguguran. Foto: Getty Images/iStockphoto/chanakon laorob

Saat hamil dan menyusui, konsumsi banyak teh hijau tidak disarankan. Sebab asupan kafein berlebih meningkatkan risiko keguguran hingga gangguan perkembangan bayi.

Kemudian, kafein bisa ‘mengalir’ ke air susu ibu (ASI) hingga membuat anak mengalami stimulasi berlebih. Pakar menyarankan konsumsi teh hijau tidak lebih dari 2 cangkir per hari untuk para wanita yang sedang melalui fase ini.

4. Orang yang sensitif kafein

Beberapa orang mengalami kondisi sensitif akan kafein. Asupan kafein sedikit saja, bahkan bisa memicu gejala seperti jantung berdegup kencang, gelisah, hingga bergetar.

Kelompok orang ini disarankan tidak minum kebanyakan teh hijau. Satu cangkir saja cukup atau beralih ke minuman tanpa kafein atau minuman herbal. Sebagai informasi, satu cangkir teh hijau bisa mengandung 20-45 mg kafein.

5. Anak-anak

Teh hijau tidak cocok dikonsumsi anak-anak. Kafein pada teh hijau dapat memicu stimulasi berlebih pada sistem saraf anak-anak. Lalu tannin pada teh hijau dapat menghalangi penyerapan nutrisi penting, seperti protein dan lemak, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu Idealnya


Jakarta

Cuka apel dipercaya sebagai asupan untuk membantu diet lebih maksimal. Namun agar khasiatnya efektif, konsumsi cuka apel pada waktu yang tepat.

Cuka apel banyak dipercaya sebagai asupan peluntur lemak yang efektif. Cuka apel banyak diandalkan para pelaku diet untuk membantu memaksimalkan penurunan berat badan.

Dengan rasanya yang asam, waktu konsumsinya harus diperhatikan. Dilansir dari Times of India, Minggu (3/8), cuka apel dibenarkan sebagai bahan aktif yang dapat berkhasiat untuk tubuh.


Mulai dari penurunan berat badan, menstabilkan gula darah, hingga membantu memberikan rasa kenyang yang lebih panjang. Namun khasiatnya yang efektif hanya bisa didapatkan dengan maksimal jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu IdealnyaAgar khasiatnya maksimal, cuka apel tidak disarankan dikonsumsi sembarangan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Ada beberapa waktu yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan untuk mengonsumsi cuka apel. Pertama, cuka apel disarankan diminum saat pagi hari.

Mengonsumsi cuka apel saat pagi hari dapat membantu mengendalikan berat badan dan kadar gula darah. Pada sebuah percobaan klinis, partisipan yang mengonsumsi cuka apel saat pagi hari selama 4-12 minggu mengalami penurunan gula darah, berat badan, hingga Body Mass Index (BMI) yang signifikan.

Begitupula dengan ukuran lingkar pinggang dan trigliserida atau kolesterol yang ikut menurun. Selain pada pagi hari, cuka apel juga direkomendasikan dikonsumsi sebelum makan.

Pada penelitian dengan partisipan pasien diabetes tipe 1, konsumsi cuka apel ditemukan membantu memperlambat pencernaan makanan. Hasilnya rasa kenyang akan terasa lebih panjang dan mencegah keinginan makan berlebih.

Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu IdealnyaJika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, cuka apel justru berbahaya untuk kesehatan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Namun konsumsi cuka apel sangat tidak disarankan pada beberapa kondisi tertentu. Misalnya ketika cuka apel tidak dilarutkan atau dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Kadar asam yang tinggi pada cuka apel dapat menyebabkan sakit perut yang melilit hingga mual berat. Konsumsi cuka apel juga tidak disarankan pada pasien yang sedang menjalani beberapa pengobatan tertentu.

Seperti konsumsi obat diuretik, insulin, hingga pengobatan jantung. Cuka apel tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum tidur, sebab dapat memicu produksi refluks asam yang menimbulkan sensasi membakar tenggorokan ketika tidur.

Jika kamu mengandalkan cuka apel sebagai asupan diet, sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Memadukan cuka apel dengan pola hidup sehat yang lebih baik akan memberikan khasiat maksimalnya.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Efektif atau Mitos? Ini 5 Faktanya


Jakarta

Konsumsi nasi seringkali dihindari ketika diet. Ternyata pakar kesehatan justru punya pendapat lain. Ada beberapa fakta di balik pengaruh makan nasi pada diet.

Ketika diet banyak orang mulai membatasi asupan makanannya. Mereka juga sepenuhnya meninggalkan makanan-makanan yang dianggap tak sehat.

Salah satu yang kerap menjadi musuh utama ketika diet ialah nasi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dianggap menjadi sumber kalori yang terlalu besar saat melakukan diet.


Dilansir dari Hello Doctor, Senin (4/8), nasi justru baik untuk dijadikan sumber karbohidrat dan energi. Lantas benarkah konsumsi nasi saat diet justru akan mengganggu penurunan berat badan?

Berikut 5 fakta tentang konsumsi nasi saat diet:

nasi putih JepangNasi putih hanya mengandung karbohidrat dan sedikit serat. Foto: Shutterstock/Getty Images

1. Nutrisi pada Nasi

Nasi memang mengenyangkan dan tinggi karbohidrat. Tetapi nasi tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup seperti asupan makanan lain.

Tidak terbilang sebagai makanan yang tak sehat, hanya saja nasi mengandung kadar nutrisi makro dan mikro yang minim. Artinya nasi lebih rendah nutrisi daripada makanan yang lain.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa nasi harus dikonsumsi dengan lauk tambahan. Tujuannya tak sekadar untuk mengenyangkan, tetapi juga melengkapi nutrisinya.

2. Kandungan Karbohidrat yang Tinggi

Pada setiap sajian nasi putih, kadar karbohidrat menjadi yang paling tinggi di dalamnya. Di dalamnya juga terkandung serat, tapi hanya sedikit.

Konsumsi nasi putih dirasa mengenyangkan karena kedua kandungannya, karbohidrat dan serat. Jika diandalkan untuk memberikan rasa kenyang yang lama, nasi dapat menjadi pilihan.

Tetapi risiko lainnya adalah ketika perut merasa kenyang dikhawatirkan keinginan konsumsi makanan lain berkurang. Terutama makanan-makanan yang lebih tinggi nutrisinya.

Fakta konsumsi nasi saat diet berlanjut di halaman selanjutnya.

3. Risiko Diabetes

Penderita diabetes atau yang memiliki gangguan terhadap gula darah disarankan untuk mengurangi asupan nasinya. Nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi hingga 73.

Artinya nasi yang dikonsumsi akan dengan cepat diserap dan memicu kenaikan gula darah. Konsumsi harian nasi yang berlebihan disebut mendatangkan efek negatif bagi tubuh pada penderita diabetes.

Sebab ketika gula darah meningkat, produksi insulin terpaksa bekerja lebih keras. Hasilnya jika dibiarkan berlangsung lama akan menyebabkan resistensi insulin.

Makan Nasi Pakai Kuah Air Putih, Pekerja Bangunan Ini Bikin Netizen SedihKonsumsi nasi putih diikhawatirkan pakar kesehatan dapat memicu makan berlebih. Foto: Site News

4. Rentan Memicu Makan Berlebih

Nasi memang disarankan dimakan bersama lauk pelengkap, tapi pakar kesehatan juga mengkhawatirkan efek negatifnya. Pertimbangannya terdapat pada total kalori dalam satu piring makanan.

Nasi putih sendiri sudah memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang tinggi. Lantas bagaimana jika ditambahkan dengan lauk makanan lainnya?

Karena itu porsi makan nasi putih harus diperhatikan dengan seksama. Bagaimana pun lauk pauk pelengkap nasi putih juga akan menambahkan kadar karbohidrat, kalori, bahkan lemak.

5. Apakah Efektif untuk Diet?

Menurut pakar kesehatan, nasi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya saat diet. Kunci utama melakukan diet agar hasil penurunan berat badannya maksimal tidak hanya pada berhenti konsumsi nasi.

Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan berat badan seseorang. Dalam mengelola pola makan, mengonsumsi makanan secukupnya juga sudah cukup membantu tanpa harus memangkas habis asupan nasi.

Namun jika ingin tetap memangkas asupan nasi, sebaiknya mencari penggantinya yang lebih sehat. Perhatian juga kebiasaan olahraga dan aktivitas fisik selain hanya membatasi asupan makan.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Terungkap! 1 Jenis Buah Paling Sehat Menurut Penilaian para Peneliti


Jakarta

Semua jenis buah menyehatkan dengan keistimewaan nutrisi masing-masing, tapi para peneliti menemukan buah mana yang paling sehat. Ternyata ini jawabannya!

Buah merupakan bahan makanan nabati yang bagus dikonsumsi sehari-hari. Buah mengandung serat, vitamin, dan mineral yang menyehatkan. Banyak buah pun sudah populer dengan manfaat sehatnya.

Misalnya alpukat yang terkenal mengandung lemak sehat untuk menjaga kesehatan jantung. Lalu kelompok buah berry yang kaya antioksidan untuk mencegah inflamasi pada tubuh. Ada juga buah jeruk yang tinggi vitamin C untuk mendukung imunitas tubuh.


Namun bagaimana jika ada pertanyaan, buah mana yang paling sehat? Dikutip dari Times of India (2/8/2025), tim peneliti dari William Paterson University di New Jersey, Amerika Serikat berusaha mencari tahu jawabannya.

Mereka mengevaluasi 41 jenis makanan, lalu memberi skor masing-masing berdasarkan kepadatan nutrisinya. Artinya, seberapa banyak makanan tersebut mengandung nutrisi penting per kalorinya.

Untuk kategori buah, jawabannya ternyata bukan buah mahal, buah eksotis, ataupun buah langka. Buah paling sehat temuan tim peneliti berasal dari kelompok buah citrus yaitu lemon!

Orang dengan 5 Kondisi Ini Tak Disarankan Konsumsi LemonLemon dinobatkan sebagai buah tersehat temuan peneliti dari William Paterson University. Foto: Getty Images/Bryony van der Merwe

Buah asam ini dipenuhi vitamin C, senyawa yang menjaga daya tahan tubuh. Asupan vitamin C yang cukup bisa melawan flu, rasa lelah, dan bahkan masalah kulit.

Ditambah lagi, lemon kaya antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh saat berhadapan dengan stress, polusi, atau masalah kurang tidur. Semua ini kerap kali dialami seseorang sehari-hari.

Untuk pencernaan, asam pada lemon rupanya bantu memproduksi asam lambung yang meningkatkan proses cerna makanan dan menjaga pencernaan tetap lancar. Selain itu, senyawa alaminya mendukung detoksifikasi hati.

Di balik bentuknya yang mungil, lemon menyimpan manfaat sehat luar biasa. Di dalamnya juga terkandung kalium yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, flavonoid yang baik untuk jantung, dan serat yang membantu menurunkan kolesterol.

Selain itu, lemon tergolong rendah gula. Jadi kamu bisa menikmatinya tanpa khawatir gula darah akan naik drastis.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Hati-hati Makanan Olahan Bisa Memicu Kanker Paru-paru!


Jakarta

Kebiasaan makan mie instan sampai nugget dan sosis ternyata bisa memicu resiko terkena kanker paru-paru. Zat tambahan di dalamnya jadi kekhawatiran para ahli.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Thorax, menunjukkan bahwa konsumsi tinggi makanan olahan atau ultra proses (ultra-processed food/UPF) berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru.

Meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan pada populasi yang lebih luas, para peneliti menyarankan bahwa membatasi konsumsi makanan jenis ini dapat membantu menurunkan angka penderita penyakit tersebut di dunia.


Mengingat kanker paru-paru merupakan jenis kanker paling umum di dunia, dengan sekitar 2,2 juta kasus baru hingga 1,8 juta kematian yang tercatat pada tahun 2020 lalu.

Cemburu Pacarnya Jajan Chicken Nugget Sendirian, Cowok Ini Minta PutusNugget merupakan makanan ultra proses. Foto: Getty Images/iStockphoto/

Dilansir dari Medical Net (31/07/2025), makanan ultra proses biasanya melalui tahap pengolahan panjang, mengandung banyak zat aditif dan pengawet, serta tersedia dalam bentuk siap saji atau siap dipanaskan.

Contohnya mie instan, sosis, nugget, minuman kemasan, makanan ringan kemasan, dan produk roti sampai kue kemasan yang banyak ditemukan di toko dan supermarket. Konsumsi tinggi makanan ini sebelumnya sudah dikaitkan dengan risiko sejumlah penyakit dan studi ini ingin menyelidiki kemungkinan hubungannya dengan kanker paru-paru.

Penelitian ini menggunakan data dari Prostate, Lung, Colorectal and Ovarian (PLCO) Cancer Screening Trials di Amerika Serikat yang melibatkan 155.000 peserta berusia 55-74 tahun.

Dari jumlah tersebut, 101.732 orang mengisi kuesioner yang berisi informasi seputar pola makan sehari-hari saat awal partisipasi. Makanan dikategorikan berdasarkan tingkat pengolahannya, dengan fokus khusus pada jenis UPF seperti es krim, makanan cepat saji, minuman ringan, roti kemasan dan mie instan.

5 Efek Makan Mie Instan yang Tak Berkaitan dengan KesehatanEfek Makan Mie Instan Berkaitan dengan Kesehatan Foto: Site News

Rata-rata konsumsi UPF yang disesuaikan dengan energi harian adalah tiga porsi per hari. Kemudian semua peserta dipantau selama 12 tahun. Hasilnya tercatat ada 1.706 kasus baru kanker paru-paru.

Termasuk 1.473 kasus kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC), serta 233 kasus kanker paru-paru sel kecil (SCLC). Kebanyakan peserta yang menderita kanker paru-paru merupakan partisipan yang sering mengonsumsi makanan jenis UPF dalam jumlah tinggi.

Setelah menyesuaikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi hasil, termasuk kebiasaan merokok dan kualitas diet secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa peserta dengan konsumsi UPF tertinggi memiliki kemungkinan 41% lebih besar untuk didiagnosis menderita kanker paru-paru. Dibandingkan mereka yang berada di kelompok terendah atau peserta yang jarang konsumsi makanan UPF.

Meskipun studi ini bersifat observasional dan belum dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara pasti, para peneliti menyoroti rendahnya nilai gizi dari makanan UPF serta tingginya kandungan gula, garam, dan lemak.

Mereka juga mengungkapkan bahwa konsumsi UPF secara global terus meningkat selama dua dekade terakhir dan menjadi pendorong utama kenaikan kasus obesitas, penyakit jantung, gangguan metabolik dan kanker di berbagai negara.

Konsumsi tinggi UPF juga berpotensi menggantikan asupan makanan sehat seperti biji-bijian utuh, buah, dan sayur yang diketahui mampu melindungi tubuh dari kanker.

Proses makanan pabrik dalam pengolahan makanan dinilai mengubah struktur makanan, mempengaruhi ketersediaan, dan penyerapan nutrisi. Peneliti menekankan perlunya studi lanjutan berskala besar pada populasi yang berbeda untuk mengonfirmasi temuan ini.

(sob/dfl)



Sumber : food.detik.com

7 Khasiat Teh Serai untuk Tubuh Plus Cara Membuatnya yang Simpel


Jakarta

Selain teh hitam atau teh hijau, kamu bisa memulai pagi dengan minum teh serai. Selain rasa khas herba yang nikmat, minum teh serai mendatangkan khasiat sehat berikut untuk tubuh.

Serai atau sereh merupakan tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat dan bumbu masak tradisional di Indonesia. Serai yang terkenal dengan aroma harumnya juga bisa diracik jadi minuman sehat berupa teh serai.

Manfaat Teh Serai bagi Kesehatan

1. Sumber antioksidan


Pada penelitian tahun 2005 oleh José Cheel, dkk. yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry terungkap serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh.

Dalam hal ini, antioksidan yang perlu diperhatikan yaitu asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajaponin. Antioksidan tersebut bermanfaat membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner.

2. Bantu penurunan berat badan

Salah satu, manfaat minum teh serai yaitu bisa membantu menurunkan berat badan dan mendukung metabolisme. Dalam hal ini, teh serai berperan sebagai teh detoks.

Namun, sebagian besar penelitian mengenai serai dan penurunan berat badan sifatnya anekdot (bukan ilmiah). Pasalnya serai merupakan diuretik alami, jika seseorang meminumnya dalam jumlah cukup, kemungkinan berat badan akan turun.

Umumnya, dengan mengganti minuman ringan/ manis lainnya dalam diet dengan teh herbal seperti teh serai bisa mencapai tujuan penurunan berat badan. Namun perlu dicatat, jangan minum teh serai saja dalam jumlah berlebihan. Hal ini bisa meningkatkan risiko efek samping.

3. Kurangi kram saat menstruasi

Teh serai mungkin bermanfaat sebagai obat alami untuk kram haid, kembung, maupun hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Memang, tidak ada penelitian khusus mengenai serai dan PMS. Namun jika dilihat secara teori, khasiat serai yang menenangkan perut dan antiradang bisa membantu.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research Trusted Source, minyak serai punya manfaat untuk membantu mendinginkan tubuh.

Penting! Ini 5 Manfaat Konsumsi Teh Serai Untuk Kesuburan PasutriFoto: Getty Images/iStockphoto/A stockphoto

4. Bantu mengatur kolesterol

Kolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung. Teh serai di sini bisa berfungsi penurun pengatur kadar kolesterol.

Sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh Gagan Shah, dkk. menunjukkan ekstrak minyak serai berguna dalam membantu menurunkan kolesterol pada hewan. Namun, penurunan kolesterol bergantung pada dosisnya.

Pada tahun 2011, penelitian lebih lanjut pada tikus mengkonfirmasi bahwa keamanan jangka panjang hingga 100 mg minyak esensial serai setiap hari.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah teh serai memiliki efek yang sama seperti minyak serai.

5. Menyehatkan pencernaan

Secangkir teh serai tak ubahnya obat alami dalam mengatasi sakit perut, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya.

Sebuah studi pada hewan pengerat tahun 2012 dalam National Institutes of Health, menunjukkan bahwa serai juga efektif melawan tukak lambung. Hasil studi menemukan minyak esensial dari daun serai dapat membantu melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol.

6. Mengurangi risiko kanker

Kandungan citral dalam serai dianggap mempunyai kemampuan antikanker, terhadap beberapa jenis sel kanker. Beberapa komponen serai bermanfaat untuk membantu melawan kanker.

Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Namun, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog (dokter yang fokus pada penyakit kanker).

7. Bantu obati infeksi mulut dan gigi berlubang

Minum air serai memiliki manfaat untuk mengobati penyakit mulut, karena sifat antimikrobanya.

Menurut sebuah studi in vitro tahun 2012 oleh Lalit Kumar D Chaudhari, dkk. dari ACPM Dental College, India, minyak esensial serai memiliki kemampuan antimikroba terhadap bakteri Streptococcus mutans (bakteri yang paling bertanggung jawab atas kerusakan gigi).

Penelitian lebih lanjut tahun 2015 oleh Aijaz Ahmad dan Alvaro Viljoen dalam National Institutes of Health, menemukan bahwa minyak serai dan ion perak mampu bekerja sama melawan beberapa jenis bakteri dan jamur secara in vitro (sebutan kultur suatu sel/jaringan/organ tertentu).

Cara Bikin Teh Serai

Manfaat Teh Serai untuk Kesehatan, Bisa Bikin Panjang Umur!Foto: Getty Images/iStockphoto/pimonpim

Dilansir laman Healthline, berikut merupakan resep untuk membuat teh serai:

Tuangkan 1 cangkir air mendidih di atas 1- 3 sendok teh serai kering.
Lalu, seduh setidaknya selama 5 menit.
Saring teh untuk menghilangkan ampasnya.
Teh serai bisa dinikmati panas atau tambahkan es batu.

Efek Samping Serai

Secara umum, serai dianggap aman untuk dimasak. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping seperti dikutip dari laman Pharmeasy:

Reaksi alergi seperti ruam dan gatal.
Mulut kering.
Kelelahan.
Pusing.
Sering buang air kecil.
Nafsu makan meningkat.
Beberapa orang dengan kondisi berikut, tidak boleh minum teh serai:
Ibu hamil.
Minum obat diuretik yang diresepkan.
Punya kadar kalium rendah.
Punya detak jantung rendah.

Apakah Boleh Minum Teh Serai Setiap Hari?

Teh serai boleh diminum secukupnya saja. Tidak ada penelitian yang cukup tentang teh serai untuk merekomendasikan berapa aturan minum rebusan serai standar untuk kondisi apa pun.

Untuk membatasi risiko efek samping, mulailah dengan minum satu cangkir teh serai setiap hari.

Pada dasarnya, teh serai hanyalah minuman yang membantu menunjang kesehatan tubuh. Maka, sebaiknya tidak boleh digunakan secara berlebihan dan dianggap mampu menyembuhkan beberapa penyakit.

Untuk rekomendasi dosis, konsultasikanlah dengan dokter atau praktisi kesehatan alami yang berkualifikasi.

Sebelum mengkonsumsi teh serai atau herba lain untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, disarankan untuk konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

Kopi Susu Campur Santan Lagi Tren, Amankah untuk Kesehatan?


Jakarta

Hanya dengan tiga bahan, kamu bisa membuat kopi susu santan yang creamy. Namun apakah kopi dicampur santan aman untuk kesehatan? Ini kata ahli gizi.

Kopi susu menjadi salah satu racikan favorit sejuta umat. Namun tak hanya itu, ada juga yang menambah kondimen lainnya, seperti santan untuk menambah kekentalan.

Kopi susu santan dapat mudah dibuat hanya dengan tiga bahan, yakni kopi, gula, dan santan. Kamu bisa membuatnya panas, dingin, foamy ataupun sesuai dengan selera.


Cara membuat kopi susu santan

Kopi susu santanKopi susu santan ilustrasi. Foto: jcookingodyssey

Kopinya bisa menggunakan kopi instan untuk membuat kopi hitam. Kemudian dicampur dengan gula. Bisa menggunakan gula pasir atau gula merah. Lalu dicampur dengan santan, lapor jcookingodyssey (2/10/23).

Jenis santan yang digunakan juga tergantung selera kekentalan yang diinginkan. Jika ingin yang lebih kental, santan murni dan krim santan adalah pilihan terbaik.

Hal tersebut lantaran dua jenis santan itu memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi. Lalu, bisa tambahkan es batu jika kamu menginginkan seduhan kopi dingin.

Apakah aman untuk kesehatan?

Santan kerap digunakan sebagai alternatif pengganti krim dalam kopi. Bahkan menu kopi susu santan kini banyak tersedia di kafe-kafe.

Namun amankan mengonsumsi kopi susu yang dicampur santan untuk kesehatan? Mengingat santan mengandung lemak yang mungkin bisa berisiko pada kesehatan.

Menurut Vieta Annisa Nurhidayati, SGz, MSc, dosen Program Studi Manajemen Jasa Pangan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, penggunaan santan dalam kopi diperbolehkan asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

“Santan dapat digunakan sebagai krimer, terutama bagi konsumen yang intoleran laktosa atau yang ingin menghindari produk hewani,” tuturnya seperti yang dikutip dari www.ipb.ac.id (28/7).

Fakta tentang kopi susu santan ada di halaman berikutnya.

Kandungan pada santan

SantanSantan ilustrasi. Foto: iStock

Dengan menambahkan santan, bisa membuat kopi jadi lebih creamy dibandingkan krimer biasa. Santan mengandung asam laurat yang memiliki sifat antimikroba.

Kandungan tersebut berpotensi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jenis lemak dalam santan adalah Medium-Chain Triglycerides (MCT), yang lebih mudah dicerna tubuh.

Meski begitu, Vieta mengingatkan santan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Karenanya tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan.

“Meskipun umumnya aman, santan sebaiknya dikonsumsi secukupnya untuk menjaga kesehatan,” tutur Vieta lebih lanjut.

Kopi susu santan jadi pilihan menarik

Kopi susu santanKopi susu santan ilustrasi. Foto: jcookingodyssey

Selain lebih creamy dan menambah tekstur, kopi susu santan juga memiliki rasa yang unik. Ada sentuhan rasa gurih dari campuran santan kelapanya.

Racikan ini bisa jadi pilihan yang ramah untuk saluran pencernaan. Vieta juga mengimbau agar penderita dislipidemia, gangguan jantung, atau masalah kantung empedu agar berhati-hati saat minum kopi susu santan.

(raf/adr)



Sumber : food.detik.com

Makan Nasi Bagusnya Pagi, Siang, atau Malam Hari? Ini Jawabannya


Jakarta

Mengonsumsi nasi ternyata ada waktu idealnya menurut pakar. Lebih baik makan nasi pada pagi, siang, atau malam hari? Begini penjelasannya dari sisi kesehatan.

Nasi merupakan makanan pokok mayoritas orang Asia. Umumnya nasi dimakan saat siang hari untuk mengisi energi. Namun ada juga yang suka makan nasi sebagai menu sarapan atau makan malam.

Lantas, adakah waktu ideal makan nasi? Dikutip dari Onlymyhealth (31/1/2025), jawaban mengenai pertanyaan tersebut ternyata dapat berbeda. Hal ini tergantung dari metabolisme tubuh seseorang, tujuan pola makan, serta pilihan gaya hidupnya.


Pakar kesehatan Pooja Singh menjelaskan, waktu makan nasi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Bagi yang punya gaya hidup aktif, makan nasi disarankan pada pagi atau siang hari. Berikut alasannya:

1. Pemanfaatan energi yang lebih baik

Nasi merupakan makanan tinggi karbohidrat yang memberikan energi cepat. Oleh karena itu, nasi dapat dikonsumsi saat pagi atau siang hari. Tubuh bakal memanfaatkan energi secara efektif dan mencegah rasa lesu.

2. Bantu meminimalisir penyimpanan lemak

Metabolisme tubuh meningkat setiap harinya. Oleh karena itu, karbohidrat dapat dicerna dan diserap lebih baik. Hal ini meminimalkan kemungkinan penyimpanan lemak.

3. Menghindari keinginan ngemil malam hari

Makan nasi dengan porsi seimbang di pagi hari dapat membantu memuaskan rasa lapar dan mencegah keinginan ngemil tengah malam.

Lalu, bolehkah makan nasi pada malam hari? Jawabannya boleh saja makan nasi pada malam hari, meski banyak orang khawatir praktik ini dapat meningkatkan berat badan dan memperlambat metabolisme tubuh.

“Namun, mengonsumsi nasi secukupnya di malam hari bukanlah hal yang buruk,” kata Pooja. Ia menyarankan beberapa hal untuk dipertimbangkan, seperti berikut:

1. Porsi

Makan nasi berlebihan di malam hari, terutama nasi putih, dapat menyebabkan asupan kalori berlebih. Solusinya, makan nasi putih dalam porsi yang terkontrol. Kemudian padukan dengan protein dan sayuran kaya serat untuk menghasilkan makanan bergizi seimbang.

2. Jenis nasi

Alih-alih nasi putih, pilihlah biji-bijian utuh seperti nasi merah, nasi cokelat, atau quinoa. Jenis bijian ini memiliki indeks glikemik lebih rendah dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

3. Tingkat aktivitas

Jika kamu memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak, sebaiknya tidak makan nasi pada malam hari. Berat badan sangat mungkin bertambah karena kelebihan karbohidrat mungkin tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh tubuh.

Kesimpulannya, jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya makan nasi pada pagi atau siang hari. Sebab kalori berlebihan dapat digunakan sepanjang hari.

Bagi atlet dan orang yang ingin membentuk otot, mengonsumsi nasi usai latihan fisik dapat mengisi kembali simpanan glikogen.

Pada prinsipnya, konsumsi konsumsi nasi dalam porsi seimbang kapan pun sepanjang hari, disertai protein rendah lemak, sayuran, dan lemak sehat, merupakan indikasi pola makan yang baik.

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com